32 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 4103

Tak Cocok Berada di Inti Kota, SPN Bakal Dialihfungsikan

SUASANA: Terlihat suasana dari luar Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampalilnya. Rencananya SPN ini akan dialihfungsikan.
SUASANA: Terlihat suasana dari luar Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampalilnya. Rencananya SPN ini akan dialihfungsikan.
SUASANA: Terlihat suasana dari luar Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampalilnya. Rencananya SPN ini akan dialihfungsikan.
SUASANA: Terlihat suasana dari luar Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampalilnya. Rencananya SPN ini akan dialihfungsikan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampali yang berlokasi di Jalan Bhayangkara, Medan telah ditutup sejak 2016 silam. Pasalnya, sekolah tersebut tidak lagi cocok berada di inti kota. Hal itu dikatakan Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (12/8)n

“Iya, dipindahkan karena udah gak cocok lagi berlokasinya di inti kota,” ujarnya.

Dijelaskannya, SPN Sampali itu telah dikosongkan dan pindah ke Desa Sukajadi Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat. Kemungkinan SPN Sampali akan dialihfungsikan ke arah pelayanan lainnya. “Intinya akan dibangun untuk gedung lainnya yang mengarah kepada pelayanan masyarakat,” ucapnya.

Kemungkinan akan dibangun ke arah rumah sakit, gedung Polrestabes atau ke gedung pelayanan lainnya. “Ini memang belum bisa kita ekspos, sebab belum tahu ke arah mana akan dialihfungsikan,” katanya.

Adapun, nama SPN Sampali Medan dikenal mulai tahun 1984, yang sebelumnya diberi nama Dodiklat yaitu Depo Pendidikan dan Latihan yang merupakan perubahan menyeluruh di Indonesia sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh Kepolisian Republik Indonesia yangberpusat di Jakarta. Namun, SPN Sampali dipindahkan ke lokasi baru di Hinai, Langkat. Lokasi baru SPN seluas 37,8 hektare itupun mulai difungsikan sejak Agustus 2016.

Dijadikan RTP

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sumatera Utara berencana melakukan pembangunan atau merelokasi ruangan tahanan baru di eks Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampali Sumut. 

 Hal itu dilakukan dikarenakan seluruh sel tahanan di jajaran Polda Sumut baik itu Polsek maupun Polres mengalami over kapasitas sebagai imbas dari pandemi COVID-19. 

  “Kita sudah koordinasi, dalam hal ini Krimum Poldasu dengan Lapas untuk membangun Rumah Tahanan Polisi (RTP) di eks Sampali,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja, Selasa (11/8).

  Penumpukan tahanan ini, kata Tatan, juga disebabkan karena Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Rutan saat ini juga sedang tidak menerima tahanan titipan. “Karenanya Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin telah berkoordinasi dengan pihak Lapas di Sumut terkait rencana tersebut,” katanya.

Namun, Tatan menyebutkan karena situasi saat ini masih pandemi COVID-19, maka pembangunan RTP tersebut masih ditunda. Dia pun belum dapat memastikan kapan waktu pembangunan tersebut akan dimulai.

  Karenanya, sambung Tatan, untuk saat ini, pihak kepolisian hanya bisa memanfaatkan secara maksimal ruangan tahanan yang ada dahulu. Hal ini sembari menunggu pembangunan RTP yang baru nanti. “Jadi memaksimalkan RTP yang ada, namun tetap menyesuaikan situasi,” jelasnya.

  Tatan menyebutkan, seperti yang dilakukan salah satu Polsek yang ada di jajaran Polrestabes Medan yang membangun ruang tahanan sendiri dengan biaya swadaya sendiri. 

  Dia menuturkan, untuk anggaran atau biaya para tahanan yang ada di Polsek dan Polres/tabes, maupun di Poldasu memang sudah ada anggarannya. Namun menurutnya, dengan banyaknya over kapasitasnya tahanan, anggaran sudah pasti bertambah.

  “Untuk biaya (makan) para tahanan, itu sudah dianggarkan dari pemerintah. Tapi kalau saat ini ada kendala, nanti kita koordinasi lagi dengan pimpinan agar ada pengajuan anggaran baru,” katanya. (mag-1/bbs/ila)

Gubsu Didorong Evaluasi Kinerja Ismael Sinaga

WAWANCARA: Plt Kepala BPKAD Setdaprovsu, Ismael Parenus Sinaga saat diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu.
WAWANCARA: Plt Kepala BPKAD Setdaprovsu, Ismael Parenus Sinaga saat diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu.
WAWANCARA: Plt Kepala BPKAD Setdaprovsu, Ismael Parenus Sinaga saat diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu.
WAWANCARA: Plt Kepala BPKAD Setdaprovsu, Ismael Parenus Sinaga saat diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kinerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang menerapkan sistem dalam jaringan atau daring guna menghimpun sektor pendapatan Pemprov Sumut, dinilai perlu dievaluasi. Sebab, antara target pendapatan daerah dan belanja daerah yang diperoleh pada semester I/2020 ini, masih sangat rendah capaiannya.

“Soal target pendapatan daerah Sumut 2020 direncanakan Rp13,8 triliun dan realisasi semester I Rp4,6 triliun (34%). Sementara belanja daerah TA. 2020 sebesar Rp14 triliun dan realisasi sebesar Rp3,8 triliun (27%). Artinya target pendapatan masih sangat rendah 34% pada semester I diakhir Junin

Begitu juga belanja daerah pada laporan realisasi semester I masih rendah yakni 27%,” kata pengamat anggaran, Elfenda Ananda menjawab Sumut Pos, Rabu (12/8).

Soal teknis mengoptimalkan pendapatan sistem daring menurut dia, boleh-boleh saja, yang penting adalah pendapatan yang ditargetkan itu harus realistis dan dapat dicapai nantinya. Apalagi, memastikan pendapatan tercapai mendekati target pada akhir tahun anggaran merupakan amanah Undang- undang.

“Perkiraan terukur menjadi penting agar apa yang ditargetkan dapat diukur tercapai atau tidak. Melihat capaian masih 34% tentunya harus ada evaluasi terhadap capaian tersebut untuk diperbaiki pada RPAPBD 2020. Capaian tersebut sangat rendah begitu juga pada sektor belanja daerah,” katanya.

Mantan sekretaris eksekutif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumut ini menambahkan, untuk belanja daerah yang berkaitan sama daya tahan daerah menghadapi pandemi Covid-19 sangat penting. Apalagi pertumbuhan ekonomi diperkirakan defisit.

“Pemulihan ekonomi yang disampaikan dengan mendorong belanja daerah tentunya disambut positif. Namun, bila dilihat laporan realisasi belanja akhir Juni 2020 yang baru 27%, rasanya tidak konsisten sejalan dengan capaian belanja daerah,” ungkap dia.

Karenanya ia mendorong Gubsu Edy Rahmayadi mengevaluasi kinerja jajaran BPKAD di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas Ismael Parenus Sinaga, dalam menerapkan sistem daring tersebut untuk pengoptimalan target pendapatan daerah Pemprovsu tahun ini.

“Efektivitas sistem daring ini perlu diuji apakah benar bisa dilaksanakan secara baik atau tidak. Mungkin harus dilakukan juga uji sistem daring. Berapa persen yang bisa menggunakan sistem daring agar efektif. Sebab, ada juga yang belum bisa menggunakan dari misalnya untuk pajak kendaraan untuk sopir maupun warga desa,” pungkasnya.

Ismael Sinaga sebelumnya mengutarakan, Pemprov Sumut terus melakukan berbagai upaya untuk percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020. Hal ini penting dalam upaya percepatan pembangunan daerah dan penanganan pandemi Covid-19 di daerah ini.

Upaya yang dilakukan pihaknya menurut dia antara lain mengoptimalkan pelayanan berbasis daring. “Jadi kita memang harapkan pada masa pandemi ini, pemerintah baik itu provinsi maupun kabupaten/kota, mencari cara bagaimana supaya pendapatan daerah bisa kita maksimalkan, antara lain dengan mengoptimalkan pelayanan atau pendapatan daerah berbasis daring,” katanya usai mengikuti Pengarahan Pencapaian Target Realisasi APBD TA. 2020 oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara virtual, Senin (8/10). Rapat koordinasi juga diikuti Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dari kediaman dinasnya, Jalan Jenderal Sudirman Medan.

Sementara dari sisi belanja daerah, lanjut Ismael, Gubsu memberi arahan agar kegiatan Pemprovsu 2020 dilakukan percepatan. Sehingga, bisa menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi Sumut di kuartal III. “Kita sedang mendorong supaya belanja terkait stimulus ekonomi dan kesehatan bisa dilakukan secara efektif, apakah itu melalui belanja yang dilakukan oleh OPD kita, maupun belanja tidak terduga dalam penanganan covid. Maka itu kita dorong terealisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” terangnya.

Sebagai informasi, realisasi APBD Sumut hingga Juli 2020 berada pada angka yang positif. Total pendapatan mencapai Rp5.706.306.661.542 atau 43,81% dan total belanja mencapai Rp4.477.277.638.345 atau 34,02%. Namun Ismael mengatakan ada kendala yang memengaruhi realisasi APBD yakni pandemi Covid-19.

“Covid-19 itu berpengaruh dari sisi pendapatan, misalnya saja penerimaan kita itu kan dari SAMSAT. Pada awal pandemi ada SAMSAT di beberapa titik yang dikurangi intensitasnya guna menghindari terjadi kerumunan, tapi saat adaptasi baru ini sudah kita mulai buka dengan protokol kesehatan,” katanya. (prn/ila)

Prediksi BMKG: Hujan hingga Tiga Hari ke Depan

HUJAN: Seorang pengendara menggunanakan mantel hujan saat hujan deras di Kota Medan. Hujan mengguyur Kota Medan pada Rabu (12/8) dinihari, menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Medan terendam banjir.
HUJAN: Seorang pengendara menggunanakan mantel hujan saat hujan deras di Kota Medan. Hujan mengguyur Kota Medan pada Rabu (12/8) dinihari, menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Medan terendam banjir.
HUJAN: Seorang pengendara menggunanakan mantel hujan saat hujan deras di Kota Medan. Hujan mengguyur Kota Medan pada Rabu (12/8) dinihari, menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Medan terendam banjir.
HUJAN: Seorang pengendara menggunanakan mantel hujan saat hujan deras di Kota Medan. Hujan mengguyur Kota Medan pada Rabu (12/8) dinihari, menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Medan terendam banjir.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Beberapa terakhir ini hingga kemarin, Kota Medan diterpa cuaca cukup panas.Berbeda dengan hari ini, Rabu (12/8/2020), sejak dini hari, sebagian Kota Medan kembali diguyur hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengatakan, terjadinya hujan di Kota Medan akibat gangguan cuacan

“Adanya gangguan cuaca di wilayah Samudera Hindia Barat Sumatera mengakibatkan adanya daerah belokan angin di wilayah Sumatera Utara yang dapat mengakibatkan hujan,” ujar Kepala BMKG Edison Kurniawan saat dikonfirmasi pada Rabu (12/8/2020).

Hujan yang mengguyur Kota Medan diprediksi berintensitas ringan hingga lebat. “Hujan tersebut dengan intensitas ringan hingga lebat di wilayah Sumatera Utara, khususnya wilayah Pegunungan hingga pantai Timur Sumatera Utara termasuk Kota Medan,” paparnya.

Kondisi tersebut diprediksi bakal terjadi hingga tiga hari mendatang. “Kondisi ini diprakirakan masih akan terjadi hingga 3  hari ke depan,” ujarnya.

Selanjutnya, dia juga menuturkan terkait kecepatan angin di wilayah Sumatera Utara.”Angin bergerak dari Barat Daya menuju Timur Laut dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam,” paparnya.

Lebih rinci Edison menguraikan, prakiraan cuaca sejak pagi, Rabu (12/8/2020) hingga hari ini, Kamis (13/8/2020) dinihari.  

“Pagi hari diprediksi berawan dan hujan ringan di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara,” ujar

Hal sama juga diprediksi bakal terjadi di lokasi yang sama pada siang hari.”Pada siang hari, berawan dan berpotensi hujan lokal di wilayah Pegunungan hingga Pantai Timur Sumatera Utara,” lanjutnya.

Bukan hanya pagi hingga siang, pada malam hari pun hujan akan diprediksi bakal mengguyur di wilayah Pantai Barat, Pegunungan hingga Pantai Timur Sumatera Utara.

“Pada sore hingga malam hari, diprediksi berawan dan berpotensi hujan sedang di wilayah Pantai Barat, Pegunungan hingga Pantai Timur Sumatera Utara,” terangnya.

Sedangkan pada Kamis (13/8/2020) dinihari, wilayah Pantai Timur Sumatera Utara diprediksi hujan berintensitas sedang.

“Pada dini hari, diprediksi berawan dan berpotensi hujan sedang di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara,” pungkasnya. (bbs/ila)

Hujan Deras Guyur Kota Medan, 1 Orang Hilang Terseret Banjir

HUJAN: Seorang pengendara menggunanakan mantel hujan saat hujan deras di Kota Medan. Hujan mengguyur Kota Medan pada Rabu (12/8) dinihari, menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Medan terendam banjir.
HUJAN: Seorang pengendara menggunanakan mantel hujan saat hujan deras di Kota Medan. Hujan mengguyur Kota Medan pada Rabu (12/8) dinihari, menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Medan terendam banjir.
HUJAN: Seorang pengendara menggunanakan mantel hujan saat hujan deras di Kota Medan. Hujan mengguyur Kota Medan pada Rabu (12/8) dinihari, menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Medan terendam banjir.
HUJAN: Seorang pengendara menggunanakan mantel hujan saat hujan deras di Kota Medan. Hujan mengguyur Kota Medan pada Rabu (12/8) dinihari, menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Medan terendam banjir.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Adapun identitas korban yakni, Marolop Butar-butar (30) warga Jalan Tangguk Bongkar 9, Medan Denai hanyut setelah jatuh dan terbawa arus parit Sulang Saling di Jalan Selam IV Medan Denai. Hingga saat ini, korban belum ditemukan, sehingga pencarian masih dilakukan.

Kejadian yang menimpa korban terjadi pada pukul 03.15 WIB saat hujan deras dan petir mengguyur Kota Medan, Selasa (11/8). Saat itu pula korban yang menumpangi becak melintas di lokasi kejadian.

Namun karena tingginya curah hujan yang terjadi, pengemudi becak yang ditumpangi korban tidak dapat melihat sisi jalan dengan jelas. Sehingga, becak pun terjatuh dan korban tercemplung ke dalam parit Sulang Saling tersebut.

Besoknya, Rabu (12/8) sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, pencarian becak yang ditumpangi korban terus berlangsung. Bersama masyarakat di lapangan, petugas dari kepolisian Polsek Medan Area ikut serta dalam pencarian tersebut. Dengan menggunakan alat berat, pencarian becak yang diduga masih berada di sekitar Jalan Selam IV .

Berupaya mencari keberadaan becak motor (betor) selama dua jam, akhirnya alat berat tersebut berhasil menarik becak motor tersebut dari parit. Saat becak motor berhasil diangkat, warga sontak bertepuk tangan kepada pihak petugas yang sedang berada di lapangan.

Panit Sabhara Polsek Medan Area, Ipda Iwan Setiawan yang sedang berada di lokasi mengatakan, dengan menggunakan alat berat ini, pihaknya berhasil menarik becak tersebut. “Sudah kita bawa ke Mapolsek Medan Area sebagai barang bukti,” ujar Ipda Iwan Setiawan di lokasi, Rabu (12/8/2020).

Terkait pembawa becak tersebut, lanjutnya, pencarian korban masih terus dilakukan pihak Basarnas yang berupaya menyusuri aliran parit tersebut. “Kini, petugas sedang mencari keberadaan korban hanyut. Masih dalam proses pencarian,” katanya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Nurly mengatakan, sampai saat Ini korban belum di temukan.

“Untuk melakukan pencarian korban, personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Medan telah berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan, Babinsa, Babinkamtibmas setempat dan keluarga korban. Selain itu informasi ini juga telah diteruskan ke Kantor SAR Medan. terkait,” ujarnya.

Banjir Rendam Puluhan Rumah

Sementara itu, Puluhan rumah di Jalan Medan Tenggara II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, terendam banjir setinggi sekitar 45 sentimeter, Rabu (12/8/2020).

Informasi yang dihimpun, banjir tersebut akibat curah hujan yang tinggi yang terjadi sejak subuh hari dan memicu luapan parit yang tersumbat. Bahkan hal tersebut mengakibatkan ruas jalan di kawasan lokasi Jalan Medan Tenggara II tersebut juga putus tergenang banjir.

Dampak hujan deras yang terjadi semalaman membuat Jalan Meteorologi Raya, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung dikepung banjir, Rabu (12/8/2020). Tampak beberapa pengendara yang melintasi jalan memutar balik karena tidak bisa melewati jalan yang direndam banjir.   Bahkan terdapat mobil yang mogok dan beberapa pengendara sepeda motor yang harus mendorong kendaraannya untuk dapat melewati banjir setinggi betis orang dewasa tersebut. (bbs/ila)

Pengerjaan Jembatan Titi Dua Sicanang Rampung Desember 2020

JEMBATAN SICANANG: Pembangun Jembatan Titi Dua Sicanang, beberapa waktu lalu
JEMBATAN SICANANG: Pembangun Jembatan Titi Dua Sicanang, beberapa waktu lalu
JEMBATAN SICANANG: Pembangun Jembatan Titi Dua Sicanang, beberapa waktu lalu
JEMBATAN SICANANG: Pembangun Jembatan Titi Dua Sicanang, beberapa waktu lalu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan telah memulai pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang Belawan. Saat ini jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Sicanang itu tengah dalam tahap pemancangan pondasi atau sheet file abutment jembatan.

“Alhamdulillah sudah berjalan (pembangunannya), total progres baru kurang lebih 7 persenan. Saat ini sedang dilakukan pemancangan sheet file abutment jembatan, Insya Allah minggu depan kalau Pak Plt Wali Kota (Akhyar Nasution) sudah sembuh, beliau akan meninjau lokasi pembangunan,” ucap Kadis PU Kota Medan, Zulfansyah Ali Saputra ST M.Eng kepada Sumut Pos, Rabu (12/8).

Dengan kondisi demikian katanya, Dinas PU telah menargetkam dapat menyelesaikan proses pembangunan pada akhir tahun ini, atau tepatnya awal Desember 2020. “Insya Allah awal Desember 2020 akhir pekerjaan. Doakan saja supaya bisa selesai tepat waktu,” jawabnya.

Namun begitu, kata mantan Kabag Pembangunan Kota Medan itu, membangun jembatan yang sudah dua kali ambruk itu bukan lah tidak ada kendala. Jembatan dengan anggaran Rp14,2 miliar dari pagu awal Rp15 miliar itu memiliki kendala pembangunan akibat kondisi medan tempat jembatan dibangun.

“Sampai saat ini, itu anggaran yang tersedia. Tapi setelah melihat banyak perubahan kondisi Medannya akibat gerusan air pasang atau dinamika pantai, saya khawatir designnya jadi tidak sesuai lagi. Misalnya perkuatan pelindung abutmentnya perlu penambahan volume yang berakibat pada perubahan biaya perkuatan abutment itu,” jelas Zulfansyah. Sehingga, lanjut Zul, pihaknya membutuhkan anggaran biaya tambahan untuk itu, agar kondisi pembangunan dapat tetap dibangunin secara maksimal. “Adendum kontrak diperlukan, maka dengan demikian anggaran biaya untuk pek jembatan sampai selesai akan bertambah, yang berarti biaya yang ada ini masih kurang untuk menyelesaikan pek hingga selesai,” urainya.

Pihaknya menilai itu penting, mengingat Dinas PU Kota Medan betul-betul menginginkan jembatan Titi Dua Sicanang dapat dibangun dengan sangat baik dan kokoh, mengingat jembatan tersebut sempat ambruk sebanyak dua kali.

“Yang menjadi pertimbangan kami adalah kualitas, kita tidak mau memaksakan penyelesaian pekerjaan dengan ketersediaan anggaran yang ada. Saat ini kita lihat dulu perkembangannya,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, anggota DPRD Medan dari Dapil Medan Utara, Abdul Rani meminta Dinas PU untuk benar-benar melakukan pembangunan jembatan Titi Dua Sicanang secara maksimal dan tepat waktu.

“Kualitas tentu harus yang utama, untuk apa selesai kalau cuma sekadar selesai, tahu-tahu nanti ambruk lagi. Harus dilakukan pengerjaan sesuai standar, agar jembatan ini tidak ambruk untuk ketiga kalinya,” jawabnya. Sedangkan untuk anggaran tambahan yang dibutuhkan, Rani menyebutkan jika pihaknya di DPRD Medan dapat membantu menganggarkan anggaran yang dibutuhkan itu.

Sepertinya diketahui, jembatan Titi dua Sicanang telah dianggarkan pada APBD Kota Medan pada Tahun 2017 dan dikerjakan oleh PT Jaya Star Utama dengan anggaran sekitar Rp8 Miliar.

Namun sebelum selesai sekitar tanggal 6 November 2017, jembatan tersebut amblas. Pada APBD TA 2018, pekerjaan itu ditender ulang oleh dinas PU Medan dengan nilai Kontrak Rp13,642.443.000. Parahnya, pada 20 Oktober 2018 jembatan itu kembali amblas. (map/ila)

Brimob Poldasu Bagikan Sembako

BAGIKAN: Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Abu Bakar, membagikan sembako kepada salah seorang warga Kota Medan yang terdampak Covid-19.
BAGIKAN: Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Abu Bakar, membagikan sembako kepada salah seorang warga Kota Medan yang terdampak Covid-19.
BAGIKAN: Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Abu Bakar, membagikan sembako kepada salah seorang warga Kota Medan yang terdampak Covid-19.
BAGIKAN: Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Abu Bakar, membagikan sembako kepada salah seorang warga Kota Medan yang terdampak Covid-19.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Brimob Polda Sumatera Utara kembali membagikan sembako untuk membantu warga yang tergolong ekonomi kurang mampu yang terdampak virus corona atau Covid- 19 di daerah Kota Medan.

  “Untuk pembagian sembako hari ini menyasar kepada warga di Kecamatan Medan Sunggal. Pembagian sembako ini akan terus kita lakukan untuk warga yang terdampak Co-vid-19,” kata Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Abu Bakar Tertusi, Rabu (12/8).

 Abu Bakar menyampaikan, bantuan sembako ini merupakan wujud kepedulian Brimob terhadap warga yang terkena dampak Covid-19 di daerah ini. “Bantuan sembako yang kami berikan ini merupakan wujud kepedulian Brimob kepada masyarakat. Tentunya kami turut merasakan kesulitan yang dialami oleh warga masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi ini,” ujarnya.

Selain memberikan bantuan, pada kesempatan itu juga personel memberikan imbauan tentang pentingnya menggunakan masker di tengah pandemi corona.  “Kita juga memberikan imbauan kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas, tetap menjaga jarak dan selalu menggunakan masker,” ujarnya. (ant/ila)

Gubsu Cari Pengganti Dirut PDAM Tirtanadi

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, sedang mencari pengganti Trisno Sumantri yang telah ia copot dari jabatan Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sumut pada akhir Juni 2020.

Pencarian pengganti Trisno Sumantri itu dilakukan lewat seleksi calon direktur utama yang telah diumumkan Pemprov Sumut dalam laman website resmimya tertanggal 10 Agustus 2020.

Sekdaprov Sumut, R Sabrina, dalam pengumuman itu menyebutkan tahapan seleksi hingga 21 Agustus batas akhir pendaftaran, 24-25 Agustus seleksi berkas, 26 Agustus hasil seleksi berkas, dan 27 Agustus ujian tertulis keahlian dan penulisan makalah dan rencana bisnis.

Kemudian, 1 September pengumuman hasil ujian tertulis, 2 September psikotes, 3 September wawancara presentase makalah dan rencana bisnis dan 4-8 September tahap evaluasi akhir penetapan direktur utama.

Sebelumnya, Gubernur Edy Rahmayadi menginginkan direktur utama yang bisa membawa dan mengubah Tirtanadi ke arah yang lebih baik dari kondisi saat ini.

Selain itu, direktur utama harus mampu mengoptimalkan potensi sungai yang ada di Medan dan sekitarnya untuk meningkatkan produksi air minum Tirtanadi.

Yang juga tak kalah penting, seorang direktur utama menurut Edy Rahmayadi, harus bisa berkontribusi untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumut.(mbo/ila)

OJK, Pemprovsu, dan DJPb Bimtek SIKP Virtual

Pemberdayaan UMKM dan Upaya Pemulihan Ekonomi Daerah di Masa Pandemi Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumbagut bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut) dan Kanwil Dirjend Perbendaharaan (DJPb) Sumut menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis SIKP berbasis virtual. Hal ini untuk meningkatkan fungsi pendataan UMKM ke dalam Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).

Diikuti 340 Operator SIKP yang berasal dari dinas terkait Pemprov Sumut dan 33 Pemerintah Kabupaten/Kota, pendataan ini salah satu bentuk pemberdayaan UMKM dan upaya pemulihan ekonomi daerah di masa pandemi Covid-19.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor OJK Regional 5 Sumbagut, Antonius Ginting mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi salah satu program kerja generik Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Sumut tahun 2020 tentang Business Matching Akses Kredit UMKM.

“Pembangunan basis data terkait UMKM tidak sekadar mendeskripsikan tentang jumlah dan sebaran UMKM semata. Namun juga menginterpretasikan tentang karakteristik, kondisi terkini, perkembangan dari waktu ke waktu dan potensi serta kebutuhan pengembangan,” katanya, Rabu (12/8).

Dengan begitu, arah dan kebijakan serta implementasi program pemberdayaan UMKM yang dilakukan terarah, terukur dan tepat sasaran.

Antonius mengatakan, basis data yang kuat juga merupakan modal yang sangat penting agar kolaborasi dan sinergi antar pihak dalam mengembangkan UMKM semakin terbangun terutama dengan program kredit/pembiayaan UMKM di sektor jasa keuangan.

Basis data UMKM juga harus terintegrasi, tidak terbatas pada UMKM sektor perdagangan, namun juga harus mencakup seluruh sektor usaha produksi, seperti pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, perindustrian, pariwisata dan sektor produksi lainnya.

Dengan basis data yang kuat disertai dengan program pemberdayaan UMKM, akan lebih mengakselerasi akses keuangan terutama kredit/pembiayaan kepada UMKM potensial seperti KUR, UMi, Kredit UMKM lainya.

Kepala Kanwil DJPb Sumut, Tiarta Sebayang, mengatakan, sesuai  ?dengan data yang ada menunjukkan tingkat partisipasi dinas terkait di masing-masing Pemda di Sumut dalam menggunggah UMKM di satuan kerja masing-masing ke dalam SIKP masih sangat perlu ditingkatkan.

“Perlu dibangun awareness bahwa kewenangan dan tanggung jawab pendataan UMKM ke dalam SIKP berada di tangan masing-masing pemda. Karena itu, Kanwil DJPb Sumut menyambut baik dan mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini, sebagai momentum penting membangun awareness dan kompetensi dinas terkait dalam penggunaan SIKP,” katanya.

Penggunaan SIKP juga harus terus ditingkatkan sehubungan implementasi dan penyaluran beragam program kebijakan stimulus UMKM di masa pandemi Covid-19 menggunakan basis data di SIKP.

Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Pemprov Sumut, Arief Trinugroho, mengatakan, harus diakui basis data UMKM Sumut yang ada saat ini belum cukup berkualitas dalam menggambarkan secara faktual kondisi,

permasalahan, perkembangan dan kebutuhan pengembangan untuk UMKM di masing-masing sektor usaha.

“Hal inilah yang mendorong Pemprov Sumut atas hasil konsultasi dan usulan inisiasi OJK untuk merealisasikan penyelenggaraan kegiatan bimbingan teknis SIKP kali ini sebagai bagian dari

implementasi program kerja TPAKD se-Sumut, berkolaborasi dengan Kanwil DJPb Sumut,” tandasnya.(gus/ram)

Bangkitkan Perekonomian Masyarakat di Masa Pandemi, Pemko Tebingtinggi Terima Kunker Anggota DPRD Medan

CENDERAMATA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, memberikan cenderamata kepada Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari, di Balai Kota Tebingtinggi, Rabu (12/8).SOPIAN/SUMUT POS.
CENDERAMATA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, memberikan cenderamata kepada Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari, di Balai Kota Tebingtinggi, Rabu (12/8).SOPIAN/SUMUT POS.
CENDERAMATA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, memberikan cenderamata kepada Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari, di Balai Kota Tebingtinggi, Rabu (12/8).SOPIAN/SUMUT POS.
CENDERAMATA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, memberikan cenderamata kepada Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari, di Balai Kota Tebingtinggi, Rabu (12/8).SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, menerima kunjungan kerja (kunker) anggota DPRD Medan, dalam hal bantuan sosial pemerintah daerah kepada masyarakat terdampak virus corona di Balai Kota Tebingtinggi, Rabu (12/8).

Dalam pemaparannya, Umar menyampaikan, di masa pandemi virus corona saat ini, Pemko Tebingtinggi harus mampu membangkitkan perekonomian masyarakat yang terdampak virus corona.

Pemko Tebingtinggi saat ini telah memberikan bantuan sembako kepada masyarakat miskin baru (misba) terdampak virus corona setiap bulan, dalam bentuk sembako, seperti beras, minyak goreng, dan mie instan, di luar penerima bantuan PKH, bantuan progam sembako, dan bantuan sosial tunai (BST).

Adapun jumlah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kemensos RI, terdaftar ada sebanyak 12.137 kepala keluarga (KK), yang di dalamnya penerima PKH sebanyak 4.644 KK, penerima bantuan program sembako 10.798 KK, penerima BST dari Kantor Pos sebanyak 8.536 KK, serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Bank Himpunan Negara (Himbara), yakni BRI dan BNI, sebanyak 328 KK.

“Di luar bantuan dari Kemensos RI ini, ada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan akibat dampak pandemi di Tebingtinggi. Maka dari itu, untuk memenuhi kekurangannya, dilakukan pendataan kembali melalui pihak kecamatan dan kelurahan kepada masyarakat misba, dengan memberikan bantuan sembako,” ungkap Umar.

Lebih lanjut Umar mengatakan, Pemko Tebingtinggi juga kembali melakukan verifikasi terhadap warga penerima BST, yang sudah mampu, kehidupannya sudah mewah, seperti memiliki mobil dan rumah sewa. Dari verifikasi itu, hampir 300 KK lebih yang diganti, dan diusulkan kembali data baru kepada Kementerian Sosial RI.

“Untuk verifikasi di lapangan, kami melibatkan Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa, untuk melakukan pengawasan terhadap masyarakat penerima. Tidak terlepas dari bantuan pemerintah pusat, kami juga menggalakkan sektor UMKM, untuk diberdayakan agar tidak gulung tikar pada masa pandemi ini. Contohnya, kami melibatkan UMKM dalam hal pembuatan masker yang dipesan oleh Pemko, untuk dibagikan gratis kepada masyarakat,” bebernya.

Dia juga mengatakan, Pemko Tebingtinggi menerima bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), berbentuk sembako sebanyak 12.137 paket. Penyalurannya dilakukan langsung pihak kecamatan dan kelurahan, bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa, yang turun langsung ke masyarakatan penerima manfaat.

“Di saat pandemi ini, kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk sama-sama memutus rantai penyebaran virus corona di Tebingtinggi. Sampai saat ini, pengusaha yang ada di Tebingtinggi belum ada melakukan PHK kepada karyawan. Dan justru perusahaan tetap membayarkan THR pekerjanya saat Lebaran lalu,” tutur Umar.

“Semua ini kami lakukan hanya untuk membantu perekonomian masyarakat agar tetap berjalan dan hidup. Dan survei yang dilakukan ke pasar-pasar di Tebingtinggi, hasilnya justru tingkat daya beli masyarakat masih tinggi,” imbuhnya.

Terlepas dari bantuan pemerintah daerah kepada masyarakat terdampak virus corona, Pemko Tebingtinggi saat ini sedang menyusun Perwal terkait protokol kesehatan penanganan virus corona, sesuai dengan kemampuan daerah dan anjuran Presiden RI.

“Di dalam Perwal tersebut, akan disusun anturan dan sanksi yang akan diterapkan, jika masyarakat melanggar protokol kesehatan penanganan virus corona,” tegas Umar.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, yang merupakan pimpinan rombongan, Sudari mengaku salut dan bangga, atas prestasi Wali Kota Tebingtinggi yang mampu menghidupkan geliat perekonomian masyarakat, baik sektor industri dan UMKM, pada masa pandemi ini.

Dia menyatakan, kemampuan Pem ko Tebingtinggi dalam menghadapi pandemi ini, akan coba diterapkan dan dijalankan di Kota Medan.

Tampak hadir, Sekdako Muhammad Dimiythi, BPKAD Jefry Sembiring, Kepala Diskominfo Dedi P Siagian, Pj Sekretaris Dinas Sosial Tigara Hasibuan, Kepala Dinas Ketapang dan Pertanian Marimbun Marpaung, dan rombongan anggota Komisi II DPRD Medan Johanes Hutagalung, Sunanto, Modesta Marpaung, Afif Abdillah, Dodi Robert Simangunsong, dan Janses Simbolon. (ian/saz)

Dinkes dan Kejari Tebingtinggi Kerja Sama di Bidang Datun

TANDA TANGAN: Kajari Tebingtinggi Mustaqpirin menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia, terkait bidang Datun.SOPIAN/SUMUT POS.
TANDA TANGAN: Kajari Tebingtinggi Mustaqpirin menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia, terkait bidang Datun.SOPIAN/SUMUT POS.
TANDA TANGAN: Kajari Tebingtinggi Mustaqpirin menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia, terkait bidang Datun.SOPIAN/SUMUT POS.
TANDA TANGAN: Kajari Tebingtinggi Mustaqpirin menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia, terkait bidang Datun.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi menandatangani MoU di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) di Aula Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi, Jalan Gunung Lauser, Kota Tebingtinggi, Selasa (11/8) lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Tebingtinggi, Mustaqpirin menyatakan, Kejari adalah rumah hukum para ASN dan untuk itu tak perlu ditakuti.

“Kami akan selalu memberikan pelayanan dan pendampingan hukum terhadap ASN, dan tugas tersebut merupakan amanah UU sebagai Kuasa Hukum Negara di Bidang Datun,” ungkap Mustaqpirin.

Di hadapan para Kabid Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas se-Kota Tebingtinggi, lebih lanjut Mustaqpirin mengatakan, pendampingan hukum yang dilakukan pihak Kejari agar Kota Tebingtinggi lebih baik dan memberikan ketentraman bagi masyarakat. “Dengan pendampingan ini, para pejabat agar lebih berwibawa dan tak perlu takut kepada orang-orang yang menganggap dirinya pintar,” tegas Mustaqpirin lagi.

Mustaqpirin juga sempat bercerita, dia sebagai Kajari pernah di-bully, juga terkait hukum. “Kejari kerja lompat pagar. Apalagi bapak dan ibu, ujung-ujungnya minta duit atau proyek,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia menyatakan, sangat berterima kasih kepada pihak Kejari Tebingtinggi, yang mau memberikan pendampingan hukum kepada Dinas Kesehatan dalam Bidang Datun.

Adapun penandatanganan MoU ini, dilakukan langsung Kajari Tebingtinggi Mustaqpirin dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia, disaksikan Sekdako Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi. (ian/saz)