TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Karena tidak hati-hati saat menuang bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite ke dalam botol air mineral untuk dijual ecer, Samanhudi (56), warga Jalan Gunung Krakatau, Lingkungan 2, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, harus mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Karena saat mengisi pertalite botol air mineral kosong untuk pertalite di dekat lokasi memasak, api pun langsung menyambar, Rabu (12/8), sekira pukul 10.00 WIB.
Akibat kebakaran itu, satu unit mobil angkutan kota (angkot) BK 1755 NA ludes terbakar. Dinding samping rumah yang terbuat dari papan, pun ikut terbakar. Tak hanya itu, Samanhudi juga mengalami luka-luka di bagian tangan dan kaki, dengan kondisi luka bakar 25 persen, karena tertumpah pertalite yang telah dilalap api.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut, langsung melakukan pertolongan, api dipadamkan secara beramai-ramai menggunakan alat seadanya. Setengah jam kemudian, 4 mobil pemadam kebakaran milik Pemko Tebingtinggi akhirnya datang, dan api berhasil dijinakkan.
Lurah Lalang, Hadi Supeno, saat di lokasi kejadian, membenarkan kejadian kebakaran yang menimpa warganya, Samanhudi. “Korban yang menderita luka bakar sudah ditangani oleh Dinas Kesehatan Tebingtinggi dan dilarikan ke Rumah Sakit Kumpulan Pane Tebingtinggi, untuk menjalani perawatan,” beber Hadi.
Kapolsek Rambutan, AKP H Samosir mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran, karena korban belum bisa dimintai keterangan. Sedangkan kerugian ditaksir puluhan juta rupiah. (ian/saz)
JEBOL: Kondisi Tanggul Seikera yang jebol di Dusun 6, Desa Pematangjohar, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang, pasca diterjang luapan air sungai, Rabu (12/8). FACHRIL/SUMUT POS.
JEBOL: Kondisi Tanggul Seikera yang jebol di Dusun 6, Desa Pematangjohar, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang, pasca diterjang luapan air sungai, Rabu (12/8). FACHRIL/SUMUT POS.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Tanggul Seikera di kawasan Dusun 6, Desa Pematangjohar, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang, jebol pasca diterjang luapan air sungai tersebut, Rabu (12/8). Dampaknya, selain merendam puluhan rumah, juga mengakibatkan terendamnya ratusan hektare areal sawah milik warga setempat. Hal ini pun menyebabkan padi terancam gagal panen.
Dari pantauan wartawan, Tanggul Seikera jebol selebar 7 meter. Hal ini disebabkan kondisi benteng tanggul yang sudah kritis karena terkikis air.
“Jadi, saat hujan deras kemarin (Selasa (11/8)) malam, debit air sungai yang tinggi langsung menjebol tanggul,” ungkap Donny, warga setempat. Sejumlah warga turut mengeluhkan dan menyesalkan jebolnya tanggul, karena ini menimbulkan kerugiaan besar bagi mereka.
Menurut penuturan tokoh masyarakat, Muhammad Nasir Johan, terkait kondisi tanggul itu, sebelumnya memang sudah beberapa kali diajukan warga agar diperbaiki dan dibangun secara permanen kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) II Sumut. Bahkan sejak 2010, sudah diajukan melalui DPRD, namun tidak pernah kunjung terealisasi secara permanen.
Langkah perbaikan tanggul itu, dilaksanakan hanya sebatas mengeruk tanah untuk kedalaman alur sungai. Lalu tanah hasil kerukan itupula yang ditimbun ke badan tanggul. Sehingga membuat tanggul dipenuhi sampah bekas kerukan.
Terkait masalah ini, warga meminta kepada Pemprov Sumut melalui BWS II Sumut, untuk segera melakukan perbaikan total, agar dampak banjir akibat jebolnya tanggul tak semakin meluas. Warga juga meminta Plt Wali Kota Medan, turut melakukan gerakan antisipasi, melalui pengerahan aparatur kecamatan, apalagi luapan mengarah ke Kelurahan Tangkahan dan Besar, Kecamatan Medan Labuhan. (fac/saz)
BERSAMA: Wali Kota Binjai H Muhammad Idaham, didampingi Ketua TP PKK Kota Binjai Hj Lisa Andriani Lubis, diabadikan bersama Pengurus PD KAMI Kota Binjai usai pelantikan, Senin (10/8).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
BERSAMA: Wali Kota Binjai H Muhammad Idaham, didampingi Ketua TP PKK Kota Binjai Hj Lisa Andriani Lubis, diabadikan bersama Pengurus PD KAMI Kota Binjai usai pelantikan, Senin (10/8).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai H Muhammad Idaham, didampingi Ketua TP PKK Kota Binjai Hj Lisa Andriani Lubis, menghadiri pelantikan Pengurus Daerah Komunitas Aktivis Muda Indonesia (PD KAMI) Kota Binjai, Senin (10/8) lalu.
Sesuai dengan Surat Keputusan Pengurus Besar KAMI Nomor: 001/SK-PB-KAMI/VIII/2020, Ketua Umum Pengurus Besar KAMI Sultoni mengangkat, Yudhistira Tarigan sebagai Ketua PD KAMI Kota Binjai, Sekretaris Luri Neri Tarigan, dan Bendahara Ken Susanti.
“Saya sangat berharap kepada Pengurus PD KAMI Binjai setelah dilantik nanti, dapat memberikan program-program yang dapat membatu masyarakat yang mengalami kesulitan. Serta dapat mendukung dan bersinergi dengan pemerintah, juga tidak segan-segan mengkritik kebijakan yang tidak pro dengan rakyat, terutama untuk pemuda-pemuda yang ada di Binjai,” ungkap Ketua Umum PB KAMI, Sultoni, dalam sambutannya.
Sultoni juga mengatakan, kepada PD KAMI Kota Binjai, agar memberikan program-program yang nyata, jelas, dan dapat bermanfaat untuk masyarakat pada umumnya. Dia berharap, dengan adanya PD KAMI dapat mendukung seluruh kegiatan pemerintahan di Kota Binjai.
“Jadi Pak Wali, kalau organisasi ini tidak mampu bersinergi dengan pemerintah, dan tidak bermanfaat untuk masyarakat, kami siap mengevaluasi, dan Pak Wali juga dipersilakan untuk membubarkan organisasi ini,” tegasnya.
Sementara itu Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham berharap, aktivis-aktivis muda yang bergabung dengan PD KAMI Kota Binjai ini, dapat bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemko Binjai. Dia juga berharap, PD KAMI Kota Binjai dapat memberikan program-program kerja mereka ke depannya.
“Mari berikan program-program itu kepada kami, beri masukan ke pemerintah. Intinya, agar pemerintah bisa membantu masyarakat. Dan terkini, membantu masyarakat di tengah pandemi, agar tidak terpapar virus corona,” jelasnya.
“Saya atas nama Pemko Binjai, mengucapkan selamat atas pelantikan PD KAMI. Pemko Binjai siap bersinergi dan berkolaborasi dengan PD KAMI, dan siap dikritik. Kalau ada hal yang perlu dikritisi, Pemko sangat terbuka, khususnya dengan kritik-kritik membangun demi kemajuan dan kebaikan Binjai,” pungkas Idaham. (ted/saz)
TANAM: Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Fauzan Nasution, dan Ketua Forwadi Amrizal, menanam bibit pohon di IPA Sibolangit, Rabu (12/8).
TANAM: Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Fauzan Nasution, dan Ketua Forwadi Amrizal, menanam bibit pohon di IPA Sibolangit, Rabu (12/8).
SIBOLANGIT, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya menjaga sumur-sumur resapan air baku tetap menghasilkan debit air yang stabil berkapasitas 600 liter per detik di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sibolangit, PDAM Tirtanadi Sumut konsisten setiap tahun menanam 300 bibit pohon tahunan, seperti ketapang dan durian. Rabu (12/8), PDAM Tirtanadi bersama Forum Wartawan Tirtanadi (Forwadi) kembali melakukan penanaman bibit pohon di Rumah Sumbul dan IPA Sibolangit.
Secara simbolis, penanaman bibit pohon ini dilakukan Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Fauzan Nasution, Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi Silmi, Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Humarkar Ritonga, Waka Polsek Pancurbatu AKP P Panjaitan, dan Ketua Forum Wartawan Tirtanadi (Forwadi) Amrizal.
“IPA Sibolangit adalah IPA yang pertama dimiliki PDAM Tirtanadi, sejak 1905 silam, dengan kapasitas 600 liter per detik, yang disuplai dari 3 desa, yakni Desa Sibolagit, Laubeng Klewang, dan Sumbul,” ungkap Fauzan.
Menurut Fauzan, bisa dibayangkan ketika sumber air yang ada dari Sibolangit ini menjadi berkurang debitnya, tentu akan berakibat berkurangnya pendistribusian air ke Kota Medan.
Dia mengakui, pada suatu waktu terkadang debit air turun. Seperti ketika terjadi kemarau, dan kondisi ini berpengaruh pada kapasitas dari 600 liter menjadi 580 liter per detik, sehingga kebutuhan untuk Kota Medan, seperti Medan Johor yang sumber airnya dari IPA Sibolangit, juga berkurang.
Karena itu, untuk menjaga debit air stabil, PDAM Tirtanadi melakukan berbagai upaya, antara lain menanam pohon dan mencari sumber air baru.
“Ini yang dilakukan agar debit air terjaga. Kami tak bisa membayangkan, kalau sumber air berkurang, dampaknya debit air juga berkurang,” beber Fauzan, seraya berharap, sumber-sumber air dijaga agar debit air bisa stabil dan produksi untuk masyarakat Kota Medan dan sekitarnya terjaga.
Sekretaris Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi, Silmi menyambut baik kegiatan ini. Dia juga berharap, resapan air perlu dijaga.
“Rumah Sumbul banyak resapan. Banyak sekali sumur-sumur resapan yang tidak dikelola. Karena semua sumur-sumur resapan itu tertutup. Jadi tolong ini diperhatikan,” harapnya. (adz/saz)
DIABADIKAN: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu diabadikan bersama anggota LVRI Dairi dalam kunjungan sosial dalam menyambut HUT ke-75 Kemerdekaan RI di Kantor Bupati Dairi, Rabu (12/8).
DIABADIKAN: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu diabadikan bersama anggota LVRI Dairi dalam kunjungan sosial dalam menyambut HUT ke-75 Kemerdekaan RI di Kantor Bupati Dairi, Rabu (12/8).
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemkab Dairi diketahui bakal memperhatikan kesejahteraan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Dairi, serta memfasilitasi kantor mereka.
Hal ini disampaikan Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, saat menerima kunjungan sosial sejumlah LVRI Kabupaten Dairi di Kantor Bupati Dairi, Rabu (12/8).
Melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dairi, Rahmatsyah Munthe menjelaskan, pada pertemuan dengan LVRI dalam rangka menyambut HUT ke-75 Kemerdekaan RI ini, Eddy menyampaikan, hal tersebut merupakan kesempatan baik untuk mendengarkan apa saja keinginan para LVRI.
Menurut Eddy, kemerdekaan yang sudah dinikmati rakyat Indonesia, termasuk di Kabupaten Dairi, merupakan hasil kerja keras dan semangat para pejuang, termasuk LVRI.
“Mereka sudah bekerja keras memperjuangkan kemerdekaan, jadi sangat patut untuk dihargai,” ungkap Eddy.
Eddy juga mengatakan, keteladanan merupakan hal yang sangat penting. Karena itu, para pemimpin saat ini harus menghargai dan menghormati para pejuang kemerdekaan. “Pemkab Dairi juga akan melakukan hal sama, dan berkeinginan membentuk para generasi muda yang berani berjuang dan bekerja keras untuk mengisi kemerdekaan, seperti diinginkan para pendiri bangsa ini,” jelasnya.
Dia juga mengatakan, Pemkab Dairi akan terus berusaha untuk memberikan kesejahteraan yang layak kepada seluruh LVRI di Kabupaten Dairi. Dan Eddy pun menginstruksikan, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Dairi, untuk segera membenahi hal yang dibutuhkan para LVRI.
Eddy juga menegaskan, akan memberikan 2 hal yang sangat penting, yakni kesejahteraan dan tempat mereka berkumpul. Menurutnya, kesejahteraan dan kantor LVRI segera ditangani sehingga mereka bisa sejahtera dan memiliki tempat untuk berkumpul bersama.
Dalam kesempatan itu, Eddy juga memberikan tali asih kepada para LVRI.
Sekretaris LVRI Kabupaten Dairi, Sius Sidabutar, pun mengapresiasi Bupati Eddy, yang telah memperhatikan dan bisa bertemu langsung dengan mereka.
“Hari ini (kemarin, red) adalah hari yang sangat bersejarah untuk kami. Kami belum pernah bertemu langsung (dengan Bupati Dairi) seperti ini, dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI. Kami sangat bangga, karena Bupati Dairi telah memperhatikan kami. LVRI mengharapkan perubahan di Dairi, dan mendukung Pemkab mewujudkan Dairi Unggul,” ujarnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Bagian Kesra, Antonius Sinaga. (rud/saz)
MENIKMATI: Sejumlah warga yang merupakan wisatawan lokal, terlihat menikmati air terjun yang berada di kawasan wisata Sei Gelugur,
MENIKMATI: Sejumlah warga yang merupakan wisatawan lokal, terlihat menikmati air terjun yang berada di kawasan wisata Sei Gelugur,
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kawasan wisata Sei Gelugur, Kecamatan Batangserangan, Kabupaten Langkat, memiliki sangat banyak lokasi air terjun, yang dapat memanjakan pengunjung dengan deburan air cukup deras dari ketinggian.
Seorang pengelola wisata air terjun Sei Gelugur, Herman mengatakan, selain air terjun yang saling berdekatan dengan jarak 50 meter dari air terjun satu ke air terjun lainnya, di kawasan tersebut juga terdapat sumber air panas.
“Wisatawan tentu bisa dimanjakan dengan air terjun-air terjun yang segar, serta bisa menikmati hangatnya air dari sumber air panas tersebut. Ditambah keindahan panorama alam yang berpadu sejuknya udara di sini,” ungkap Herman, Selasa (11/8) lalu.
Lebih lanjut Herman menjelaskan, selain air terjun, dan sumber air panas, di kawasan tersebut wisatawan juga bisa mendatangi Gua Batu Gajah, melakukan tracking hutan untuk melihat orang utan yang banyak mendiami daerah itu.
Namun, dia menyesalakan, semua anugerah alam yang tersedia di lokasi tersebut, belum ditopang dengan berbagai fasilitas umum, seperti infrastruktur jalan, jembatan, toilet, kamar ganti pakaian, dan lainnya.
“Itu semua, saya rasa perlu sentuhan dari Pemkab Langkat, apakah Dinas Pariwisata Budaya, ataupun pihak berkompeten lainnya. Bila ini bisa dilakukan, duduk dengan pihak pengelola wisata maupun perusahaan swasta di kawasan itu, demi membicarakan keberlangsungan lokasi wisata itu, kemungkinan besar pengunjung akan semakin ramai lagi datang ke sini,” ujar Herman lagi.
Menurut Herman, jarak lokasi yang cukup dekat dengan Kota Stabat, tentu menjadikan kawasan wisata ini akan semakin ramai dikunjungi wisatawan nantinya.
Untuk itu, Herman berharap, dukungan nyata dari Pemkab Langkat sangat dibutuhkan, guna menjadikan kawasan tersebut satu destinasi wisata menarik bagi warga Kabupaten Langkat, maupun masyarakat Sumut.
“Apalagi satu visi dan misi Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin dan Wakil Bupati Langkat Syah Afandin, adalah mengembangkan kawasan wisata guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata,” pungkasnya. (ant/saz)
RUSAK: Anggota DPRD Karo, Imanuel Sembiring melihat tanaman kentang milik warga yang rusak akibat debu vulkanik, Selasa (11/8). Pemprovsu akan memberi bantuan bibit kepada petani di Karo yang terdampak abu vulkanik Sinabung.
RUSAK: Anggota DPRD Karo, Imanuel Sembiring melihat tanaman kentang milik warga yang rusak akibat debu vulkanik, Selasa (11/8). Pemprovsu akan memberi bantuan bibit kepada petani di Karo yang terdampak abu vulkanik Sinabung.
KARO, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut meminta warga tidak masuk ke zona merah yang ada di sekitar Gunung Sinabung. Ini penting, guna mengantisipasi potensi awan panas yang kembali ‘dimuntahkan’ gunung merapi aktif tersebut. Sebab, hingga kini masih ada warga yang mencuri-curi kesempatan untuk bisa masuk ke zona merah.
“ARAHAN bapak gubernur, yang pertama selamatkan rakyat dari debu, termasuk secara de facto itu masih berladang, jadi harus dikeluarkan. Kedua, dirikan posko termasuk dapur umum, itu udah semalam. Kemudian berikan masker, kemarin saya kirim 20 ribu, hari ini saya kirim 50 ribu, besok itu rencana 100 ribu lagi dari BNPB. Cukuplah untuk satu kabupaten,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Rabu (12/8).
Disebut dia, Gunung Sinabung masih berada di level III atau siaga. TNI dan Polri disebut dia juga telah siap mengevakuasi warga yang berada di zona merah. “Jadi dia masih levelnya itu siaga, level III. Belum diturunkan status sejak 2018. Tentunya kami minta ada yang harus dipatuhi, itu zona merah, jangan lagi didatangi. Sebab kita lihat saudara-saudara kita masih ada yang bertani di situ. Curi-curi (masuk ke zona merah Gunung Sinabung). Sulit mengendalikan. Karena TNI juga punya keterbatasan menjaga portal. Mereka masuk dari jalan tikus,” ungkapnya.
Riadil mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tempat jika warga harus mengungsi. Selain tempat pengungsian, pihaknya juga sudah menyiapkan masker untuk warga agar terhindar dari abu.
“Saya sebagai BPBD provinsi meminta kepada Dansatgas Sinabung, kebetulan ditangani pak Dandim, untuk bisa menarik itu semua, mengeluarkan orang dari zona merah. Karena awan panas bisa saja tiba-tiba datang. Di radius 5 km. Kalaupun nanti terjadi awan panas, erupsi, nanti kita bisa langsung evakuasi,” terangnya.
Hingga kini, diakuinya belum ada korban jiwa akibat erupsi Sinabung. Namun dia mengatakan ada warga yang dirawat karena terserang penyakit pernapasan. “Tidak ada yang meninggal. Yang ISPA pasti ada. Saya ke sana buka masker saja pedih mata. Iya, dirawat, sudah disiapkan puskesmas,” katanya.
Pemprov melalui instansi terkait juga akan memberi bantuan bibit atas tanaman yang gagal panen dan rusak, dampak abu vulkanik Sinabung. “Semalam saya ke sana bersama Pak Dahler (Kadis TPH Sumut), melihat banyak sekali tanaman warga yang layu dan rusak bahkan banyak yang gagal panen akibat erupsi itu. Menurut beliau nanti kita akan mengganti bibit tanaman untuk petani di sana, terutama yang terdampak abu vulkanik,” pungkasnya.
Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting minta Gubenur Edy Rahmayadi mengimbau pemda terdekat dengan Kabupaten Karo, memberi bantuan meminjamkan mobil pemadam kebakaran guna membersihkan tumpukan debu vulkanik hasil erupsi Gunung Sinabung. “Saat ini Kabupaten Karo butuh bantuan untuk membersihkan tumpukan debu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, seperti mobil damkar bisa digunakan, tapi mobil damkar Pemkab Karo hanya beberapa unit tidak mampu membersihkan semua wilayah di Karo yang terkena hujan debu vulkanik,” katanya.
Menurutnya, mobil damkar harus lebih banyak jumlahnya dikerahkan untuk membersihkan tumpukan debu vulkanik yang sangat mengganggu masyarakat. Beberapa kabupaten yang berdekatan dengan Karo memiliki mobil damkar dapat dimanfaatkan untuk membantu membersihkan debu vulkanik tersebut. “Di sini kita minta Gubsu menghimbau mereka agar mengerahkan mobil damkarnya,” katanya.
Selain menutupi areal pertanian milik warga, ungkap dia, abu vulkanik pun membuat kondisi jalan dan pemukiman penduduk menjadi berlumpur. “Kondisi yang memprihatinkan itu, kabupaten/kota yang bertetangga dengan Karo perlu segera memberikan bantuan ikut membersihkan debu vulkanik dengan menggunakan mobil damkar masing-masing dan tak kalah pentinnya membantu penyediaan masker dan sembako bagi warga,” ujarnya.
Dalam kondisi sekarang, pihaknya minta masyarakat Karo khususnya di wilayah jatuhnya abu vulkanik harus memakai masker agar debu yang berterbangan tidak mengganggu pernapasan, karena Gunung Sinabung kembali erupsi menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Sementara itu, pasca erupsi kemarin, hingga kini gunung Sinabung masih terlihat tenang. Meski demikian, Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung Armen Putra tetap mengingatkan warga tetap waspada dan tidak memasuki zona merah.
Armen mengatakan, saat ini Gunung Sinabung status level III (siaga) dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak boleh melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, lokasi radius 3 Km dari puncak Gunung Sinabung, radius sektoral 5 Km untuk sektor Selatan-Timur, dan 4 Km untuk sektor Timur-Utara. “Karena sewaktu-waktu gunung Sinabung ini bisa erupsi kembali,” katanya. (prn/deo)
Wisuda Universitas Islam Sumatera Utara Periode II Tahun Akademik 2019/2020
DIABADIKAN : Ketua Pembina Yayasan UISU, H T Hamdy Oesman Delikhan Al Hajj bersama Rektor, Pengawas, Pengurus dan Dosen UISU.
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sidang senat terbuka Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) secara resmi dibuka oleh Ketua Senat UISU Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin dengan acara tunggal Pelantikan Lulusan Universitas Islam Sumatera Utara Periode II Tahun Akademik 2019/2020 sesi I, II, III dan IV dihadapan Rektor, Guru Besar, Senat, Undangan dan Wisudawan/ti UISU di Auditorium Kampus UISU Jalan Sisingamangaraja Teladan Medan, Selasa (11/8) dan Rabu (12/8) kemarin.
Wakil Rektor UISU Bidang Akademik dan Dakwah Islamiyah, Dr Dra Liesna Andriany MPd dalam laporan akademik menyampaikan bahwa jumlah lulusan wisudawan/ti UISU Periode II Tahun Akademik 2019/2020 sebanyak 763 orang terdiri dari Fakultas Hukum 63 orang, Fakultas Agama Islam 19 orang, Fakultas Ekonomi 131 orang, Fakultas Sastra 10 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 19 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 4 orang, Fakultas Pertanian 36 orang, Fakultas Teknik 26 orang, Fakultas Kedokteran 38 orang.
“Untuk Profesi Dokter 76 orang, Magister Ilmu Hukum 26 orang, Magister Manajemen 309 orang dan Magister Sastra 6 orang,”ungkapnya.
Rektor UISU, Dr H Yanhar Jamaluddin MAP dalam pidatonya menyatakan rasa optimis bahwa UISU sebagai perguruan tinggi swasta tertua di luar Pulau Jawa akan meraih Akreditasi ‘A’. Apalagi sudah ada dukungan kuat dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara. Sebagai persiapan untuk meraih Akreditasi ‘A’.
”UISU akan melakukan tata kelola manajemen akademik dan administrasi secara lebih baik. Menyiapkan sarana dan prasarana yang representatif, serta meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian para dosennya. Insya Allah sembilan standar bagi akreditasi tersebut akan dipenuhi dengan baik,”ujarnya.
Yanhar Jamaluddin juga menjelaskan bahwa pada situasi pandemi Covid-19 saat ini, UISU melakukan proses pembelajaran secara daring jarak jauh yang dibimbing oleh para dosen sehingga semua bisa terkontrol. Meski belajar secara jarak jauh, namun untuk kegiatan praktik di laboratorium tetap dilakukan secara tatap muka, termasuk juga kegiatan PKL, namun tetap mengikuti protokol kesehatan.
Ketua Senat UISU Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin meminta lulusan UISU terus menambah ilmu pengetahuan dengan memperbanyak membaca dan menguasai bahasa asing agar bisa bersaing serta menguasai teknologi komunikasi. Di era 4.0 perkembangan teknologi komunikasi semakin cepat, dan telah mengubah segalanya menjadi lebih kompetitif. Situasi pandemi covid 19 ternyata juga membuat semuanya jadi berubah, termasuk mengubah sistem belajar dari tatap muka selama ini menjadi yang berhubungan dengan teknologi komunikasi secara daring.
“Saya juga meminta agar Menteri Pendidikan Nasional tidak salah langkah dalam melihat perguruan tinggi, terutama dalam menghasilkan lulusan siap kerja. Perguruan tinggi tugasnya adalah membangun peradaban, bukan menghasilkan lulusan yang siap kerja atau dapat kerja,”ucap Djohar Arifin yang juga Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra dan mantan Rektor UISU itu.
Kepala LLDikti Wilayah I Sumatera Utara, Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD dalam sambutannya secara zoom daring berharap UISU dapat mempertahankan serta meningkatkan pendidikan yang unggul, islami, optimis meraih Akreditasi “A” dan semakin berjaya.
“Saya optimis, sebab UISU satu-satunya PTS di Sumatera Utara yang mempunyai banyak guru besar,” ungkapnya.
UISU selama ini tidak sia-sia mendidik mahasiswa menjadi lulusan yang berkualitas dan profesional. Setidaknya lulus dari UISU akan menjadi orang sukses dan menjadi manusia bertanggungjawab.
“Bagi para lulusan, saya berharap untuk senantiasa berbakti kepada kedua orangtua yang selama ini telah berkorban. Kunci kesuksesan itu juga terletak pada doa kedua orangtua,”tegasnya.
Pada kesempatan itu juga, Rektor UISU menyerahkan piagam penghargaan kepada dosen yang telah menyelesaikan program Doktor, antara lain Dr T Ahmad Helmi SE MSi, Dr Ir Rahmad Setia Budi MSc, Dr Ir Muhammad Rizwan MP, Dr Syamsafitri SP MP dan Dr Evi Susilawati MPd. (*)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menunda pemberian rekomendasi untuk mengusung Akhyar Nasution di Pilkada Medan 2020. Mereka berjanji akan memberi rekomendasi kepada pelaksana tugas wali kota Medan itu, setelah Akhyar pulih dari Covid-19.
“Pak Akhyar ‘kan masih kena Covid. Tentu kita menunggu beliau sembuh dulu,” kata Ketua DPW PKS Sumatera Utara, Hariyanto menjawab Sumut Pos, Rabu (12/8).
Ia menyebutkan. Pihaknya masih menunggu rekomendasi dari DPP PKS atas pasangan balon yang akan diusung untuk maju di Pilkada Serentak 2020, di sejumlah kabupaten dan kota di Sumut, termasuk Medan. “Kita masih menunggu DPP. Bisa jadi sudah ada (rekomendasi dari DPP), namun karena Pak Akhyar masih Covid, kita sesuaikan waktu yang tepat,” kata dia.
Mengenai nama kader internal yang diusul ke DPP partai sebagai pendamping Akhyar, Hariyanto menyebut, tetap sosok Wakil Ketua DPRD Sumut, Salman Alfarisi. “Nggak ada (cuma nama Salman Alfarisi). DPP juga kayaknya sudah mengerucut ke situ,” katanya.
PKS juga menegaskan, tetap istiqomah pada jalur koalisi rakyat bersama Partai Demokrat untuk mengusung Akhyar Nasution di Pilkada Medan. Hal tersebut untuk menepis rumor yang berkembang pasca DPP PDIP memberi rekomendasi kepada Muhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rahman, ada kemungkinan PKS membelot tidak mengusung Akhyar. Salman juga dirumorkan berat melepas status sebagai wakil rakyat. Dengan demikian, Pilkada Medan kali ini dirumorkan besar kemungkinan melawan kotak kosong.
“Sampai saat ini belum ada opsi itu di kita. Nggak benar (isu) itu. Kita masih on the track. Intinya kami masih menunggu (rekomendasi) dari DPP. Agak terkendala memang, karena kondisi Pak Akhyar juga masih isolasi. Sabar ya,” pungkasnya.
Perubahan Positif
Menilik pertarungan duo Nasution (Akyar vs Bobby) yang kemungkinan besar akan terjadi, siapapun yang menjadi pemenang diharapkan membawa perubahan lebih baik atau positif bagi Kota Medan.
“Dua pasangan ini kita anggap sebagai pasangan yang akan membawa perubahan positif. Pertama, pasangan Bobby-Aulia. Pasangan ini didukung partai besar seperti PDIP dan Gerindra, serta anggota koalisi lain seperti Golkar, NasDem, PSI, PPP. Hanura,” buka Faisal Riza, akademisi asal Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, saat dimintai pandangan.
“Dari segi kekuatan partai, peluang (menang) Bobby-Aulia sangat besar. Lalu dari segi kursi dukungan DPRD, juga sangat efektif,” sambung dia.
Figur Bobby sebagai menantu presiden, lanjut Riza , sangat diuntungkan. Sedangkan figur Aulia populer di Medan Utara, menjadi kelebihan lain.
Namun semua kelebihan itu, menurutnya sangat tergantung pengelolaannya. “Jika lengah dalam satu dua titik, dapat dimanfaatkan kompetitornya,” katanya.
Soal kemungkinan pasangan Akhyar-Salman, hemat dia, keduanya dianggap cukup mumpuni didukung PKS dan Demokrat. Pun secara identitas figur, katanya Akhyar dikenal sebagai Plt wali kota yang punya jaringan sosial cukup luas.
“Namun kepindahannya dari partai asal ini masih menyisakan problem. Split dukungan akan terjadi. Di Demokrat juga masih harus kerja keras menyambungkan psiko politik dengan pendukung mereka. Salman, dikenal dari partai tengah yang kuat yaitu PKS. Hanya saja, mesin politik PKS ini di kota harus diuji lagi kekuatannya, terutama pascakemunculan Partai Gelora,” katanya.
Ia berharap kedua paslon tersebut dapat menunjukkan kualitas, kapabilitas, dan integritas dalam kompetisi kali ini. Sebab siapapun dari duo Nasution ini yang menang, tentu bercita-cita membawa perubahan Kota Medan ke arah lebih baik. “Kita lihat bagaimana tanding visi dan beradu strategi dari mereka lebih menarik hati rakyat,” pungkasnya.
Hal senada disampaikan akademisi asal USU, Agus Suriadi. Menurutnya semua calon punya peluang yang sama. “Bukan berarti Akhyar sebagai petahana punya kans yang lebih besar. Akhyar pun sampai di akhir masa jabatannya belum teruji bisa menjadi pemimpin yang diharapkan di kota besar seperti Medan,” katanya.
Bagi dia, kedua paslon merupakan orang-orang baru. Tinggal bagaimana masyarakat menilai kapasitas dan kredibilitas serta kompetensi mereka selama ini. Apalagi diakui Agus, masyarakat tidak punya preferensi yang baik dari produk parpol yang ada saat ini.
“Preferensi cuma ada pada dua paslon tersebut. Kalaupun nanti terpilih salahsatu paslon sebagai pemenang, itulah pilihan terbaik dari yang ada. Bukan pilihan terbaik dari yang bagus,” pungkasnya.
Golkar Dukung Penuh Bobby-Aulia
Sementara itu, setelah direkomendasikan DPP PDIP untuk maju pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Pilkada Medan 2020, sejumlah partai politik disebut-sebut ikut mendikung Bobby-Aulia di Pilkada Medan,
Selain PDIP dan Gerindra, setidaknya ada tiga dari enam partai politik yang sudah sering memberikan sinyal dukungan kepada menantu Presiden Joko Widodo tersebut. Ketiganya yakni Partai Golkar, NasDem, dan PSI. Tiga parpol lainnya juga disebut akan memberikan dukungan, namun tidak sering diungkapkan di publik, yakni Hanura, PPP dan PAN.
Ditanya soal terpilihnya Ketua Komisi II DPRD Medan, Aulia Rahman, yang merupakan kader Partai Gerindra sebagai pasangan Bobby, Golkar, NasDem, dan PSI, senada mengaku tidak mempermasalahkan.
Wakil Ketua DPD Golkar Medan, Muhammad Afri Rizki Lubis mengatakan, sejak awal pihaknya memang sudah membulatkan tekad mendukung Bobby sebagai Cawalkot Medan tahun ini.
“Bukan cuma di DPP, tapi juga di DPD Sumut dan Medan. Surat resmi dukungan untuk Bobby juga sudah lama diberikan oleh DPP, dan kami sampaikan langsung kepada Bobby. Soal wakil, kami serahkan langsung kepada Bobby. Tidak pernah Golkar persoalkan siapa,” ucap Rizki kepada Sumut Pos, (12/8).
Menurut Rizki, siapapun yang dipilih Bobby menjadi wakilnya, tetap akan didukung Golkar. “Bila itu (Aulia) pilihan Bobby, maka kita dukung,” katanya.
DPD Partai Golkar Medan juga mengaku siap bekerja memenangkan pasangan Bobby-Aulia di Pilkada Medan. Apalagi Bobby telah mengikuti proses penjaringan Balon Wali Kota Medan yang dibuka oleh DPD Golkar Medan. Tanpa diwakilkan, saat itu Bobby hadir secara langsung ke kantor DPD Golkar Medan di Jalan Gatot Subroto Kota Medan.
Senada dengan Golkar, DPD Partai NasDem Kota Medan juga tidak berkeberatan dengan munculnya Aulia Rahman dari Gerindra sebagai sosok pendamping Bobby.
“Saya rasa Aulia Rahman layak bersama Bobby di Pilkada Medan. Aulia Rahman itu mewakili suara dari masyarakat Medan Utara, itu bagus,” jawab Ketua DPD Partai NasDem Kota Medan, Afif Abdillah kepada Sumut Pos, Rabu (12/8).
Soal sosok Aulia yang bukan merupakan kader Partai NasDem, tidak direkomendasikan NasDem, dan bukan sosok yang pernah mendaftar di penjaringan Partai NasDem, NasDem tidak keberatan. Sebelumnya, NasDem Medan pernah memberikan rekomendasi kepada Rusdi Sinuraya (mantan Dirut PD Pasar Medan), dan kader Partai NasDem sendiri, Nezar Djoeli.
“Tentunya Bobby dan partai-partai koalisi punya alasan tersendiri memilih Aulia. Kita harus hormati itu. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan, kita siap mendukung,” tegasnya.
Namun begitu, Afif mengakui, sampai saat ini pihaknya di DPD Medan belum mendapatkan surat resmi dari DPP Partai NasDem soal dukungan kepada Bobby. Pun begitu, Afif mengakui jika arah dukungan partainya memang ditujukan kepada suami dari Kahiyang Ayu tersebut.
“Dalam waktu dekat akan kita deklarasikan, karena tanggal 4 September sudah masuk waktu pendaftaran di KPU (Medan),” jelas Afif.
Terpisah, Ketua DPD PSI Kota Medan, Renville Napitupulu, juga mengatakan tidak mempermasalahkan nama Aulia sebagai pendamping Bobby Afif Nasution, sekalipun Aulia bukan kader PSI.
Bermodalkan 2 kursi di DPRD Medan, Renville —anggota DPRD Medan dari PSI—, membenarkan PSI arahkan dukungan kepada Bobby Nasution.
“Arahnya memang ke Bobby. Soal wakilnya Aulia, ya gak ada masalah. Kita memang memberikan kesempatan kepada Bobby memilih wakilnya sendiri yang dia rasa nyaman untuk bekerjasama membangun Kota Medan,” jelasnya.
Pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari DPP PSI. “Masih ada waktu. Pendaftaran masih awal bulan (September) nanti,” pungkasnya. (prn/map)
Betty Mangkuji
Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) Sumut.
Betty Mangkuji
Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) Sumut.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah kasus antara pasien sembuh dan terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumatera Utara terus bertambah setiap hari. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Rabu (12/8) sore, ada penambahan 51 kasus pasien sembuh yang kini berjumlah 2.188 orang. Sementara jumlah pasien positif terus merangkak naik menjadi 5.264 orang, atau bertambah 109 kasus dari hari sebelumnya.
Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut, Whikor Irwan mengatakan, begitupun jumlah kasus suspek kembali bertambah 186 orang dari hari sebelumnya menjadi 550 orang. Sedangkan untuk pasien meninggal dunia, ada penambahan dua orang dan kini berjumlah 232 orang. Adapun untuk spesimen yang telah dilakukan sejauh ini, sebanyak 27.805 sampel.
“Kami terus mengimbau agar seluruh masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, terutama saat beraktivitas diluar rumah dengan memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak,” katanya.
Selanjutnya mengenai penambahan kasus positif yang terkonfirmasi 109 orang, sebut Whiko, tersebar di Kota Medan 61 orang, Deliserdang 11 orang, Binjai 6 orang, Serdangbedagai 5 orang, lalu Siantar, Tebingtinggi, Sidimpuan, Langkat, Karo, Simalungun, Asahan, Tapteng, dan Tapsel masing-masing satu orang, serta di luar Sumut ada tiga orang dan yang belum diketahui asal domisili sebanyak 14 orang.
Untuk pasien sembuh, penambahan 51 kasus tersebar di Kota Medan 22 orang, Deliserdang 16 orang, Langkat 5 orang, Simalungun dan Tapsel masing-masing 3 orang, Asahan dan
Labuhan Batu satu orang. “Sedangkan pasien meninggal tambahannya dari Kota Medan dan Kabupaten Langkat, masing-masing satu orang,” pungkasnya.
Diketahui adapun satu pasien yang meninggal dunia di Medan, merupakan pensiunan ASN di Dinas Kominfo Sumut. Ekses daripada itu, seluruh pegawai instansi tersebut akan dirapid test pada hari ini. “Ya, kita akan rapid test semua besok (hari ini, Red),” ucap Plt Kadis Kominfo Sumut, Irman, secara terpisah via seluler.
Baru-baru ini, diakui dia, mantan pegawai mereka tersebut sering datang ke kantor. Kadang-kadang juga membantu administrasi di kantor Diskominfo Sumut. “Nama almarhum itu saya lupa dan rumahnya juga dekat dengan kantor kita. Para pegawai kita juga membenarkan almarhum beberapa kali datang ke kantor,” katanya.
Pun demikian, operasional kantor mereka tetap akan berjalan seperti biasa. “Kantor tetap buka seperti biasa karena kita telah melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh ruangan hari ini. Sedangkan seluruh keluarga almarhum saat ini sedang ditangani oleh pihak Satgas Penanganan Covid-19 Pemko Medan,” ujarnya.
Tak Serius Lakukan Tracing
Sementara, penyebaran virus Corona di Kota Medan dari hari ke hari semakin tak terkendali. Bahkan, hingga kini kasus positif telah menembus angka 3.75 kasus. Selain itu, juga mulai bermunculan klaster-klaster baru, khususnya di perkantoran di Kota Medan.
“Kita lihat saja sekarang, justru di kantor-kantor pemerintahan yang sudah bertambah terus kasus positifnya, ini bagaimana? Bukan kah imbauan itu datang dari pemerintah itu sendiri, kenapa justru sekarang kantor-kantor pemerintah banyak yang menjadi klaster baru,” kata anggota Pansus Covid-19 DPRD Medan, Afif Abdillah kepada Sumut Pos, Rabu (12/8).
Dijelaskan Afif, sampai saat ini tidak ada langkah nyata dari gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan dalam menangani kasus ini. Bahkan soal tracing yang menjadi dasar awal pencegahan penularan sekalipun, GTPP Covid-19 tidak serius dalam melakukannya.
“Semakin kesini Dinas Kesehatan semakin kelihatan tidak siap dalam mengatasi masalah ini, tak ada langkah nyata mereka itu mau apa dengan kondisi yang sekarang sudah semakin parah. Ini kacau namanya, mereka mau terjadi perubahan yang membaik tapi tidak melakukan perubahan apapun. Sungguh, kita sangat kecewa,” jelasnya.
Selain itu, terang Afif, Dinas Kesehatan hanya menjadikan rapat-rapat Pansus sebagai ruang debat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi dinilai tidak pernah mau menjalankan instruksi yang telah diberikan selama rapat berlangsung. “Jadi untuk apa kami diskusi dalam rapat, kami memberikan saran kalau hanya untuk di iya-iyakan saja, tapi tidak ada dijalankan. Tracing, jelas nol. Pelayanan di RS serta laboratorium, jelas begitu-begitu saja. Jadi Dinkes itu maunya apa? Kabupaten/Kota lainnya dengan anggaran yang lebih kecil, mereka bisa lebih siap. Sedangkan Medan, justru semakin hari semakin meningkat kasus Covid nya,” kesalnya.
Untuk itu, Afif meminta agar Dinas Kesehatan bisa segera memberikan strategi khusus dalam kondisi yang sudah semakin buruk seperti saat ini. Dan untuk OPD gugus tugas lainnya, pihaknya berharap agar tidak hanya melakukan penyemprotan disinfektan begitu ada klaster baru, tapi juga meningkatkan tracing dan tidak membiarkan penularan terus terjadi. “Jangan salahkan masyarakat, pemerintah harus mengambil perannya. Sikap pemerintah yang mengembalikan tanggungjawab kepada masyarakat, bukanlah sikap pemimpin,” tegasnya.
Ibu Hamil Jangan Takut
Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) Sumut Betty Mangkuji mengungkapkan, masih banyak para ibu hamil yang enggan memeriksakan kehamilan di rumah sakit maupun puskesmas karena takut tertular Covid-19. Padahal, memeriksakan kehamilan sangat penting bagi kesehatan ibu dan bayi.
Menurutnya, pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan melalui bidan mandiri bila ibu hamil enggan memeriksakan kehamilan di rumah sakit maupun puskesmas karena takut tertular. “Tinggal menyesuaikan pemeriksaan kehamilan kalau selama ini minimal empat kali maka disesuaikan menjadi dua kali, sedangkan untuk informasi lainnya bisa dilakukan melalui telepon, WA dan lain-lainnya, serta membaca buku Pink (Buku Kesehatan Ibu dan Anak),” ujarnya saat melakukan konferensi video di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (11/8).
Dijelaskannya, kehamilan perlu dipersiapkan karena dalam kandungan ibu ada cikal-bakal generasi mendatang yang berkualitas, siap untuk membangun negeri ini ke depan. “Bidan pun ikut berperan dalam mempersiapkan generasi bangsa berkualitas,” ujarnya.
Karenanya Betty mengingatkan agar para ibu hamil tetap melakukan pemeriksaan dengan memanfaatkan teknologi. “Kami dari PD IBI Sumut menganjurkan kepada bidan di Sumut untuk tetap membantu ibu-ibu yang sedang hamil, dengan memanfaatkan dan mengembangkan teknologi Informasi kesehatan dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, untuk itu marilah kita cantumkan nomor telepon kita di tempat praktik kita,” ajaknya.
Terakhir, Betty menyampaikan komitmen IBI dalam mendukung dan memfasilitasi anggota dalam keberlanjutan pelayanan kebidanan di era pandemi. Pertama melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pimpinan daerah dan pimpinan cabang melalu invirtual meeting. Kedua, mengupayakan bantuan dari internal IBI kepada bidan, utamanya praktik mandiri bidan (PMB) untuk keberlangsungan pelayanan maternal dan neonatal.
Ketiga melakukan advokasi kepada berbagai stakeholder untuk memeroleh dukungan dan bantuan bagi anggota IBI. Keempat, memfasilitasi peningkatan pengetahuan dan kapasitas anggota melalui webinar I modul online. Kelima mendistribusikan panduan pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) dan KB pada situasi pandemi Covid—19 dari Kemkes, POGI, IDAI dan IBI. “Selanjutnya memantau tempat PMB yang tutup. IBI juga memonitor bidan yang terdampak Covid-19,” pungkasnya. (prn/map)