Jelang Pilkada Toba TOBA sumutpos.co-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Toba dipastikan diikuti dua pasang bakal calon (paslon) bupati dan wakil bupati. Sebelumnya calon dari petahana, Darwin Siagian kembali maju, kini Poltak Sitorus dan Toni M Simanjuntak resmi menerima rekomendasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Balige, Selasa (11/8) pagi. Wakil Ketua DPD PDIp Sumut Sarma Hutajulu dan Ketua DPC PDIP Kabupaten Toba Mangatas Silaen, menyerahkan rekomendasi kepada keduanya di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Toba. “Sesuai dengan dinamika yang ada. Dengan berbagai pertimbangan politik dan situasi geopolitik di Kabupaten Toba, PDIP mengusung pasangan Poltak Sitorus dan Toni M Simanjuntak sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Toba. Tentunya ini perlu perjuangan yang besar,” sebut Sarma. Sarma Hutajulu dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Toba Mangatas Silaen mengatakan siap mengawal apa yang menjadi keputusan partai.
Dengan begitu persaingan kedua pasangan calon bupati terulang kembali hingga mengingatkan kita pada Pilkada tahun 2016 yang di menangkan Darwin Siagian. Kini, Poltak Sitorus kembali menantang petahana merebut orang nomor satu di Kabupaten Toba. Sampai kini menurut keterangan Poltak Sitorus sudah didukung beberapa partai yaitu PDIP, Perindo, Hanura, dan PKPI untuk maju calon Bupati Toba Rencananya, Poltak dan Toni Segera mendeklarasikan pasangan mereka dan segera konsolidasi kepada pengurus partai dan tim relawan. (mag-7/bbs/azw)
SURAT DUKUNGAN: Ketua DPD PDIP Sumut, Djarot Syaiful Hidayat memberikan surat dukungan dari DPP untuk Bapaslon Lisa-Sapta dalam Pilkada Binjai
BINJAI sumutpos.co- Pascakeputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memberi dukungan kepada bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai, Hj Lisa Andriani Lubis-H Sapta Bangun, pengurus dewan pimpinan cabang (DPC) mulai bergerak dan bekerja. Ini dilakukan untuk memenangkan bapaslon yang didukung oleh partai besutan Megawati Soekarnoputri di Kota Binjai. Apa saja langkah yang akan dilakukan DPC PDIP Kota Binjai? “Untuk itu sebagai kader partai, baik itu di (tingkat) DPC, PAC, ranting dan anak ranting serta keluarga besar PDI-Perjuangan Kota Binjai, wajib hukumnya mengamankan keputusan DPP partai untuk memaksimalkan kerja partai untuk memenangkan calon yang kita dukung,” kata Ketua DPC PDIP Kota Binjai, Syarif Sitepu ketika diminta tanggapannya, Rabu (12/8). Syarif menjelaskan, sudah memerintahkan kepada seluruh jajaran DPC untuk bekerja maksimal. Ini demi merebut hati rakyat agar memenangkan Lisa-Sapta. Wakil Ketua DPRD Binjai periode 2019-2024 ini menambahkan, penetapan dukungan kepada Lisa-Sapta telah melalui pertimbangan yang matang. “Harapan kami, kepada seluruh kader partai baik yang ada di lembaga legislatif struktur partai sampai ke anak ranting untuk memenangkan dan mendukung calon walikota- wakil walikota yang telah ditetapkan DPP Partai,” seru dia. Syarif menjelaskan, apabila ada kader yang melenceng dan tidak mendukung pasangan yang telah direkomendasikan DPP PDIP akan diberikan sanksi. “Jika ada kader partai yang melanggar dan tidak mengikuti perintah DPP partai, kita akan mengambil sikap tegas sesuai AD/ART,” beber dia. Sementara, Lisa Andriani Lubis menyambut baik dukungan dan rekomendasi yang diberikan partai PDI Perjuangan dan partai politik lain yang sudah memberi kepercayaan kepada dirinya bersama Sapta Bangun. Apabila menang dalam pilkada, Lisa menyatakan bahwa dia dan Sapta Bangun sudah menyusun beberapa program yang akan dijalankan demi membangun Kota Binjai ke arah yang lebih baik. “Penggunaan APBD harus tepat sasaran dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Contohnya, pengembangan UMKM dan sumber daya manusia yang cerdas dan mandiri,” kata Lisa. Lisa menjadi satu-satunya bakal Calon Wali Kota perempuan. Dia mengakui, ini menjadi nilai tambah bagi mereka. Di mana sesuai statistik di Binjai, pemilih perempuan lebih banyak dibandingkan pemilih laki-laki. “Kita berharap para ibu dan seluruh wanita senang ada utusan mereka menjadi pemimpin. Otomatis, kita akan lebih teliti untuk segala sesuatunya,” kata Lisa. Sapta Bangun menambahkan, agar masyarakat Binjai untuk menggunakan hak pilih mereka demi mencari pemimpin yang mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat. “Program kita ke depan, selain mengembangkan Binjai lebih baik, kita juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kreatifitas masyarakat Binjai. Banyak cara yang akan kita lakukan untuk mewujudkan ini,” kata Wakil Ketua DPRD Langkat periode 2009-2019. Selain itu, mereka juga akan fokus dalam bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat. “Hal ini juga program andalan kita demi mewujudkan semua itu,” tegasnya. Diketahui, pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai, Lisa Andriani-Sapta Bangun sudah mengantongi rekomendasi dari partai PAN (3 kursi), Nasdem (3 kursi) dan Partai Hanura (1 kursi) dengan jumlah kursi di DPRD Binjai sebanyak 7 kursi. Bertambahnya dukungan PDI Perjuangan membuat pasangan ini memiliki 11 kursi di DPRD Binjai. (ted/azw)
MEDAN sumutpos.co-Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) terus meningkatkan kualitas pendidikan dan optimis Perguruan Tinggi Swasta tertua di pulau Jawa ini, mampu meraih akreditasi A dengan mendukung dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut. Hal itu, diungkapkan Rektor UISU Dr H Yanhar Jamaluddin MAP dihadapan Ketua Senat UISU Prof Djohar Arifin PhD usai pelaksanaan wisuda UISU Periode II sesi pertama di Auditorium UISU, Rabu (12/8). Sebagai persiapan untuk meraih akreditasi A, Yanhar mengatakan UISU akan melakukan tata kelola manajemen akademik dan administrasi secara lebih baik. “Menyiapkan sarana dan prasarana yang representatif, serta semakin meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian para dosennya,” jelas rektor seraya menegaskan, Insya Allah sembilan standar bagi akreditasi tersebut akan dipenuhi dengan baik. Terkait proses pembelajaran secara daring, Rektor UISU Dr Yanhar Jamaluddin juga menyatakan bahwa pembelajaran secara Daring tetap dengan bimbingan dan arahan dosen secara jarak jauh sehingga semua bisa terkontrol. “Meski belajar secara jarak jauh, namun untuk kegiatan praktek di laboratorium tetap dilakukan secara tatap muka, termasuk juga kegiatan PKL. Namun tetap mengikuti protokoler Covid-19,”katanya. Sementara itu, wisuda kali ini UISU meluluskan 763 lulusan yang dilakukan secara tatap muka. Dalam rangka menjamin pelaksanaan protokol kesehatan, Rektor menjelaskan bahwa pelaksanaan wisuda kali ini dibagi 4 sesi selama 2 hari (selasa dan rabu). “Masing-masing sesi tidak lebih dari 200 orang, dengan tetap memperhatikan jarak masing-masing wisudawan. Hadir dalam pelaksanaan wisuda itu, Ketua Pembina T Hamdi Oesman Delikkan Alhaj, Sekretaris Umum Pengurus Yayasan Indra Gunawan SP, Kepala LLDDikti Prof. Dian Armanto MPd MA MSc PhD yang memberikan sambutan secara daring/virtual berharap tahun depan UISU peroleh akreditasi A dan semakin berjaya. Senada dengan Rektor UISU, Prof Dian juga optimis karena UISU satu-satunya PTS di Sumut yang banyak guru besarnya.(gus/azw)
CENDERAMATA: Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FK USU, Dra Merina Panggabean M Med Sc berikan cenderamata kepada Ketua PKK diwakili oleh Seni Suprihatin, Kantor Lurah Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan, kemarin
LPM FK USU Datangi 75 Rumah di Medan Tuntungan
MEDAN sumutpos.co-Lembaga Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (LPM FK USU) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kantor Lurah Ladangbambu Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu, (8/8) kemarin. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FK USU, Dra Merina Panggabean M Med Sc mengatakan, tujuan kegiatan ini tentang pentingnya menjaga sanitasi lingkungan dan rumah dari tempat perkembangbiakan nyamuk. Ia berharap agar tiap rumah mempunyai satu juru pemantau jentik (jumantik). Selain itu, lanjutnya, juga dianjurkan kepada masyarakat untuk melaksanakan program 3M plus, yakni menguras, menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang.
“Sedangkan plusnya dengan members larvasida (bubuk abate) atau menanam tumbuhan antinyamuk,” ujar Merina didampingi anggota tim, dr Helma Yulfi DAP&E MMed Ed, dr Irma Sepala Sari Siregar dan dr Ariyati Yosi SpKK MKed (KK) kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (12/8). Dikatakannya, dalam pengabdian masyarakat ini juga dibagikan tumbuhan anti nyamuk kepada rumah-rumah warga di Kecamatan Medan Tuntungan. Selain itu, pihaknya juga membagikan masker untuk para kader PKK untuk mencegah pandemi Covid-19. “Yang kita kunjungi sebanyak 75 rumah keluarga. Tumbuhan antinyamuk yang dibagikan adalah lavender, rosmarry dan selasih,” jelasnya. Adapun, tambah Merina, pengabdian masyarakat tersebut diikuti oleh ibu-ibu kader PKK dari 5 lingkungan di Kelurahan Ladang Bambu Kecamatan Medan Tuntungan. Sementara itu, Ketua PKK diwakili oleh Seni Suprihatin menyambut baik kegiatan itu. Ia mengucapkan terima kasih dengan kedatangan pihak FK USU dan berkenan memberikan pelatihan. “Kami sangat mendukung kegiatan ini. Kita berharap kegiatan ini berkelanjutan,” pungkasnya. (mag-1/azw)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Ketua Umum Gabungan Pelaku Usaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono, mengatakan, produsen sawit di Indonesia mulai melakukan perluasan diversifikasi pasar ke ASEAN. Hal ini seiring mulai melemahnya permintaan dari pasar utama seperti Uni Eropa.
“Kita selama ini sudah melakukan diversifikasi, seperti di regional Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan Filipina yang juga ditekuni,” kata Joko dalam konferensi pers virtual, Rabu (12/8).
Joko mengatakan, Vietnam menjadi salah satu pasar baru yang punya potensi besar dan dilirik para pengusaha. Pasalnya dengan jumlah penduduk yang besar, pertumbuhan ekonomi Vietnam hingga kini masih tumbuh positif. Sejauh ini, ekspor produk sawit ke Vietnam sudah menyentuh angka 400 ribu ton.
“Vietnam menarik dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhannya juga sangat menonjol ini yang sedang kita bahas ke Dubes RI di Vietnam,” kata Joko.
Menurut dia, dengan terbukanya pasar-pasar baru produk kelapa sawit, bakal memperluas diversifikasi pasar ekspor sawit. Di mana, 70 persen produksi minyak sawit Indonesia menempati pangsa pasar global sedangkan sisanya di dalam negeri.
Diversifikasi pasar juga sekaligus merespons kampanye negatif yang dilakukan Uni Eropa hingga langkah pelarangan yang kini tengah dalam proses penyelesaian di World Trade Organization (WTO). “Kita harus siap hadapi ancaman, itu makanan sehari-hari jadi tidak perlu kaget. Kita harus yakinkan bahwa sawit berkelanjutan dengan kompetisi semaksimal mungkin,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan, para produsen biofuel kini juga tengah mencari pasar-pasar baru untuk ekspor. Pasalnya, banyak hambatan perdagangan yang dilakukan oleh negara mitra dagang.
Salah satunya, soal tuduhan subsidi dan dumping biodiesel dari Indonesia oleh Pemerintah Amerika Serikat. Ia mengatakan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan telah mengajukan gugatan kepada pengadilan di New York.
Selain itu, kebijakan Renewable Energy Directive II oleh Uni Eropa yang akhirnya melarang penggunaan minyak sawit, termasuk dari Indonesia. Paulus mengatakan, pemerintah telah mengajukan gugatan ke WTO dan telah mendapatkan nomor perkara. Pada 29 Juli 2020, kata dia, pemerintah telah meminta WTO untuk membentuk panel kehakiman.
Kasus selanjutnya, tuduhan subsidi biofuel dari Uni Eropa kepada Indonesia. Ia menjelaskan, pihaknya telah mengadakan konsultasi dengan pihak Uni Eropa. Namun, sikap Uni Eropa tetap tidak berubah dan alasan-alasan rasional yang disampaikan tidak diterima.
“Itu juga akan ke WTO. Tapi oleh pemerintah karena kalau ranah WTO itu langsung oleh pemerintah,” kata dia. (rol/ram)
DIUSUNG: Bobby Nasution dan Aulia Rahman setelah menerima rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan untuk diusung pada Pilkada Medan 2020, Selasa (11/8).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keputusan DPP PDI Perjuangan mengusung Muhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rahman sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Pilkada Medan 2020, memicu kekecewaan bagi kalangan kader di akar rumput (grassroot). Mereka secara tegas menolak keputusan tersebut, karena menilai Bobby dan Aulia bukanlah kader PDIP. Grassroot PDIP pun terbelah.
Kepada Sumut Pos, Ketua PAC PDIP Medan Johor, Gumana Lubis mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebutkan, apa yang dilakukan DPP PDIP adalah keputusan yang tidak memihak kepada para kader, baik di tingkat DPC maupun di tingkat PAC yang telah berjuang untuk membesarkan PDIP di Kota Medan. “Sebagai kader PDIP jelas saya sangat kecewa atas rekomendasi yang disampaikan DPP. Sebab, jelas keduanya bukan kader PDIP, baik Bobby maupun Aulia,” ucap Gumana, Rabu (12/8).
Disebutkan Gumana, selain bukan kader, sosok yang diusung PDIP, baik Bobby maupun Aulia sama-sama bukan sosok yang ‘matang’, baik dalam bidang politik maupun birokrasi. “Untuk wakil, saya gak mau komentar, tapi untuk Bakal Calon Wali Kota nya, jelas saya merasa kecewa,” sebutnya.
Gumana menjelaskan, sosok Akhyar Nasution seharusnya sangat layak untuk diusung sebagai Calon Wali Kota Medan dari PDIP, sebab selain merupakan kader murni PDIP, Akhyar juga merupakan sosok yang telah matang, baik dalam politik maupun pemerintahan. Hal itu sudah dibuktikannya, saat ia pernah menjabat sebagai anggota DPRD Medan dan Wakil Wali Kota Medan hingga kini menjadi Plt Wali Kota Medan.
“Saya tidak setuju kalau Akhyar dibilang meninggalkan PDIP, yang benar itu sebenarnya PDIP lah yang meninggalkan dia. Saya tahu sebenarnya Akhyar itu berat sekali keluar dari PDIP, sebab paham Marhaenis itu sudah mendarah daging bagi Akhyar,” jelasnya.
Untuk itu, tegas Gumana, sebagai kader PDIP yang kini menjabat sebagai ketua PAC Medan Johor, ia akan tetap mendukung Akhyar Nasution pada Pilkada Kota Medan 2020, sekalipun Akhyar kini telah berseragam Partai Demokrat.
Ia juga menegaskan, tidak akan gentar meski pada akhirnya mendapatkan sanksi dari DPP PDIP atas sikapnya tersebut. “Saya tetap akan mendukung Akhyar, soal bagaimana DPP atas sikap saya, saya siap, sebab saya tahu siapa Akhyar, dia punya kemampuan untuk membuat Kota Medan ini menjadi lebih baik,” tutupnya.
Sementara Ketua PAC PDIP Medan Area Suhardian ST, mengaku tidak ingin berkomentar jauh soal sosok Bobby yang dipilih DPP untuk manu sebagai Bakal Calon Wali Kota Medan dari PDIP. Hanya saja, ia mengaku heran atas sikap DPP yang memilih Aulia Rahman yang jelas-jelas merupakan kader Gerindra untuk mendampingi Bobby. “Kalau memang Bobby yang jadi calon wali kotanya, kenapa harus kader Gerindra yang jadi wakilnya. Sedangkan kita tahu, ada kader PDIP di Medan ataupun di Sumut yang jelas lebih layak untuk mendampingi Bobby,” katanya.
Suhardian mengaku, awalnya tidak pernah mendengar sosok Aulia yang ingin dimajukan sebagai wakil Bobby. Sebaliknya, ia justru mendengar nama Sekretaris DPC PDIP Medan Robi Barus ataupun Sekretaris DPD PDIP Sumut Soetarto yang menjadi pendamping Bobby. “Dan kami di PAC (Medan Area) sebenarnya sangat berharap kalau Robi Barus yang jadi wakil Bobby. Selain kader, dia juga pengurus inti di DPC PDIP Medan dan sudah berpengalaman. Setidaknya kalau kader di Medan tidak bisa jadi Medan 1 (Walikota), ya jadi Wakil pun jadi lah, biar kader-kader ini semangat untuk berjuang memenangkannya,” sebutnya.
Walaupun begitu, lanjut Suhardian, hal ini bukan sebuah bentuk pembangkangan terhadap DPP. Ia mengaku akan tetap tegak lurus dengan perintah DPP, namun begitu pihaknya masih berharap agar keputusan itu dapat dirubah dan menjadikan Robi Barus sebagai Wakil Bobby Nasution.
“Kalau lah bisa diubah, ya kenapa tidak, kami rasa Bang Robi Barus jelas lebih layak. Kita bukan melawan DPP, hanya menyampaikan harapan saja, semoga didengar DPP, karena belum pendaftaran juga. Tapi kalaupun tidak, kami tetap akan tegak lurus terhadap DPP,” lanjutnya.
Sebelumnya, Bendahara DPC PDIP Medan Boydo HK Panjaitan juga mengaku terkejut atas keputusan yang diambil DPP untuk mengusung Bobby Nasution dan Aulia Rahman di Pilkada Medan. Ia juga menilai, sosok Robi Barus ataupun Soetarto lebih layak untuk maju dan mendukung Bobby Nasution dari pada Aulia Rahman yang merupakan kader partai lain. “Saya pribadi dan harapan teman-teman kader di Medan sebenarnya begitu, setelah kader disini tidak bisa jadi Calon Wali Kota, ya setidaknya bisa lah jadi Calon Wakil Wali Kota. Dan sebenarnya itu akan menjadi penyemangat buat teman-teman kader di Medan untuk berjuang.Tapi memang itu hak nya DPP, ya kita hargai itu,” pungkasnya.
Penolakan sejumlah kader PDIP terhadap pencalonan Bobby Nasution-Aulia Rahman di Pilkada Medan, mendapat tantangan dari Wakil Ketua PAD PDIP Medan Timur, Ruth Pulisa Barus. “Kami meminta seluruh kader dan rekan-rekan juang PDIP di Kota Medan untuk menjaga, menghormati dan melindungi keputusan pimpinan partai,” kata Ruth Pulisa Barus dalam merespon penolakan tersebut.
“Memenangkan Bobby-Aulia Rahman itu bukan sekadar kepentingan untuk keduanya. Tapi untuk memenangkan keputusan partai. Ini yang harus dipahami seluruh kader,” kata salah satu kandidat Ketua PAC Medan Timur ini.
Keputusan DPP PDIP mendukung Bobby-Aulia di Pilkada Kota Medan bukanlah untuk kepentingan pribadi. Namun keputusan tersebut dikarenakan melihat kepentingan bangsa dan negara khususnya pembangunan Kota Medan kedepannya. “Pimpinan partai melihatnya secara universal. Karena budaya politik di Indonesia adalah guyub, ngumpul, dan kompromi tentunya seluruh partai politik pendukung pemerintah harus berbagi peran untuk pembangunan Indonesia. Medan adalah salah satunya,” imbuh Ruth Pulisa.
Lisa menilai kader yang menolak keputusan DPP PDIP terkait pencalonan Bobby-Aulia tidak memahami kepemimpinan dalam partai Politik. Karenanya, seluruh kader yang tidak mematuhi keputusan partai harus belajar ulang. (map/adz)
MENINJAU: Kadispora Sumut, Baharuddin Siagian, meninjau persiapan Groundbreaking Sport Center, di Jalan Arteri Kualanamu, Desa Sena, Batangkuis.
SUMUTPOS.CO – Kawasan Sport Center diproyeksikan menjadi ikon baru Sumut. Rencana pembangunannya ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 14 Agustus 2020 besok, oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.
“Setelah melalui proses panjang, mulai dari pengadaan lahan, studi kelayakan, dan penyusunan master plan, kita akan memasuki tahap groundbreaking pada tanggal 14 Agustus 2020 sebagai penanda awal pembangunan kawasan olahraga menuju Tuan Rumah Bersama PON XXI Tahun 2024,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahragan (Dispora) Sumut, Baharuddin Siagian, saat meninjau persiapan groundbreaking Sport Center, Rabu (12/8), di Jalan Arteri Kualanamu Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang.
Pembangunan kawasan dengan luas 300 hektare ini, kata Bahar, akan dilaksanakan di dua lahan, yakni sisi kanan dan kiri Jalan Arteri Kualanamu. Untuk Sport Center luas lahan 200 hektare, sisanya untuk Pusat Bisnis atau Business Center dan kawasan-kawasan pendukung lainnya. Antara lain, Rumah Sakit bertaraf internasional, taman botani khas tanaman Sumut, taman rekreasi, sekolah pendidikan keolahragaan dan lainnya.
“Pembangunan kawasan ini bukan hanya tentang menjadi tuan rumah PON 2024. Ada banyak manfaat jangka panjang yang akan kita peroleh. Harapan kita, kawasan ini akan menjadi ikon baru atau kota baru di Deliserdang. Apalagi, lokasinya sangat strategis dekat dengan Bandara Kualanamu. Ini bisa menjadi tempat persinggahan dan menghidupkan perekonomian Deliserdang,” terangnya.
Sport Center rencananya akan dimanfaatkan sebagai sarana dan fasilitas pendukung atlet-atlet Sumut di masa mendatang. Sehingga lahir lebih banyak lagi atlet unggul dari Sumut. Kemudian, Sport Center dengan standar internasional ini juga ditargetkan untuk menjadikan Sumut tuan rumah ajang olahraga internasional di masa mendatang.
“Jangan ada anggapan setelah PON 2024, kawasan ini ditelantarkan. Kawasan ini akan terus hidup didukung business center dan fasilitas pendukung lainnya. Untuk itu, kita minta kepada seluruh masyarakat Sumut senantiasa mendoakan dan mendukung pembangunan kawasan Sport Center, untuk kemajuan Sumut,” tutur Bahar.
Camat Batang Kuis, Avro Wibowo, bersama Danramil 05 Batangkuis, Kapten Inf Poniman, dan Kapolsek Batangkuis, Simon Pasaribu, yang juga ikut meninjau persiapan Groundbreaking Sport Center menyampaikan dukungannya. “Apalagi, hasil pembangunan ini nantinya akan dirasakan manfaatnya oleh penduduk setempat. Kita harapkan dalam proses pembangunan masyarakat juga nanti ikut dilibatkan,” harap Avro.
Diketahui, di dalam kawasan Sport Center akan dibangun venue-venue cabang olahraga berstandar internasional, stadion utama dengan kapasitas 75.000 penonton, gedung istora dan lainnya. Untuk pusat bisnis akan ada mall, sarana perhotelan dan lainnya. Target pembangunan direncanakan empat tahun hingga 2024. (rel)
MEDAN sumut pos.co- Majelis hakim diketuai Riana Pohan menolak nota keberatan (eksepsi) Fera Feri, terdakwa kasus sabu seberat 2 kilogram (kg). Beragendakan putusan sela, mejelis hakim berpendapat eksepsi yang diajukan terdakwa sudah memasuki pokok perkara. “Menyatakan, eksepsi terdakwa tidak dapat diterima. Memerintahkan kepada jaksa penuntut umum untuk melanjutkan perkara atas nama terdakwa Fera Feri karena telah masuk pada pokok perkara,” ucap Hakim Ketua, Riana Pohan di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (11/8). Karena telah memasuki pokok perkara, hakim juga meminta jaksa penuntut umum supaya mempersiapkan saksi. “Meminta jaksa penuntut umum supaya melanjutkan persidangan dan menyiapkan para saksi,” kata hakim, seraya mengetuk palu. Mengutip surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ramboo Sinurat, terdakwa yang merupakan warga warga Jalan Klambir V Desa Tanjunggusta, Kecamatan Sunggal Deliserdang, sebelumnya ditangkap atas informasi adanya transaksi narkotika di pelataran parkir Masjid Raya Jalan Sisingamangaraja Medan.
Kemudian, petugas melakukan penyelidikan terhadap satu unit sepeda motor matic BK 5194 AEV, terparkir di pelataran masjid. Tidak lama kemudian, dua unit sepeda motor masuk ke dalam pelataran parkir dan menyerahkan kotak kardus yang diduga sabu kepada terdakwa. Dalam berkas dakwaan jaksa juga disebutkan, usai menyerahkan kardus tersebut, terdakwa kemudian pergi menuju Jalan Brigjen Katamso, kemudian diikuti oleh petugas polisi. Setelah di Jalan Brigjen Katamso Simpang Jalan Ir Juanda, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa dan temannya M Sidiq Lubis (berkas terpisah). Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan dua bungkus plastik Teh China berisi sabu seberat 2 kg. Dalam pengakuannya, sabu tersebut milik Somad (DPO) dimana terdakwa bersama Sidiq hanya diminta menjemput dan menyimpan sabu tersebut. Terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. (man/azw)
MEDAN sumutpos.co- Maysarah Manaroisong (30) warga Jalan Eka Rasmi Medan Johor menjadi terdakwa di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (12/8). Ibu muda ini didakwa mencemarkan nama baik di media sosial (medsos) dengan mengupload Instagram stori yang menuding saksi korban Edwin melarikan uang miliknya. Sidang yang beragendakan saksi ini menghadirkan saksi korban. Dalam keterangannya tersebut, Edwin menjelaskan bahwa antara saksi dan korban sudah sempat ingin berdamai. Namun karena sudah memasuki rana pengadilan, maka dirinya menyerahkan seluruhnya kepada majelis hakim. “Memang ada dia pengen minta maaf, saya sebagai manusia memang memaafkan, namun sudah memasuki persidangan, semuanya saya serahkan ke majelis hakim,” ujarnya di hadapan Hakim Ketua Ali Tarigan. Kemudian setelah medengarkan keterangan itu, pengacara terdakwa menyatakan bahwa sebelum perkara ini, antara korban dan terdakwa memliki hubungan manis. “Iya, itu udah lama dari kami SMP dan SMA,” kata korban.
Belum selesai korban bicara, hakim menyatakan kepada pengacara bahwa bila hubungan emosial jangan dibawa dalam persidangan. Dikutip dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabrina, perkara ini bermula ketika terdakwa membuat postingan di Instastory Instagram dengan akun mysarah_trihadmojo yang berisi tuduhan bahwa Edwin (korban) membawa lari uang miliknya. Postingan itu dibuat terdakwa di rumahnya, Jalan Eka Rasmi Komplek Eka Rasmi Residence Nomor A-2 Medan. Pada tanggal 14 Februari 2019 sekitar pukul 17.00 WIB, Edwin diberitahu oleh Handra Yudira bahwa ada 3 postingan Instastory dari akun mysarah_trihadmojo yang bermuatan pencemaran nama baik dengan cara menge-tag dan/atau menampilkan username akun Instagram milik Edwin. Edwin juga dituduh terdakwa telah menipu dan membawa lari uangnya. Adapun tujuan terdakwa adalah untuk memfitnah dan mempermalukan Edwin di Instagram. Terdakwa merupakan mantan klien Edwin. Ia menyudutkan korban dengan postingan Instastory pada akun Instagram mysarah_trihadmojo yang sekarang telah berganti nama menjadi coconis.lanadreamskin.medan
Akibat perbuatan terdakwa tersebut, Edwin merasa malu dan melaporkan perbuatan terdakwa ke Polda Sumut. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 Atas Perubahan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (man/azw)
NIAS BARAT sumutpos.co-Polsek Sirombu Polres Nias belum juga menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pencabulan sebut saja Bunga berusia 7 tahun. Padahal laporan pengaduan orangtua korban Muhammad Helmi Jambak (37) alias Ama Fadlan warga Jalan Sirombu Desa Sinene’eto Kecamatan Sirombu Kabupaten Nias Barat di kantor polisi sudah berlangsung sejak 26 Maret 2020. Penyidik Polres Nias beralasan, masih menunggu hasil laboratorium forensik (labfor) dari Polda Sumatera Utara terhadap alat bukti berupa pakaian dalam korban. “Saat ini sedang menunggu hasil dari labfor. Kami susul kembali ke Polda supaya hasilnya segera mungkin turun,” kata Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Nias Iptu Martua Man ik SH MH melalui PS Paur Subbag Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo kepada Sumut Pos di ruang kerjanya (10/8). Orangtua korban Muhammad Helmi Jambak kepada Sumut Pos Rabu (5/8) minggu lalu, menuturkan peristiwa yang dialami putrinya berawal pada hari Rabu tanggal 25 Maret 2020 sekira pukul 22.00 WIB. Pelaku yang diduga FJM (31) warga Desa Tuwatuwa Kecamatan Sirombu Kabupaten Nias Barat mendatangi rumah korban. Alasannya, mau membeli telur ayam kampung. “Kebetulan pada saat itu telur ayam kampung habis, jadinya kami ngobrol di teras rumah. Selama ini juga dia sering ke rumah saya dan sudah saya anggap seperti saudara sendiri,” terangnya. Tak lama setelah itu Ama Fadlan pergi meninggalkan pelaku untuk membeli rokok di warung sebelah rumahnya. Sementara korban bersama adiknya tidur di ruang tamu. Dan ternyata saat ayah korban pergi ke warung, di situlah FJM melakukan aksi bejatnya. “Waktu beli rokok, pemilik warung ngajak ngobrol ada sekitar 15 menit. Sewaktu sampai di rumah saya mendapati FJM ke luar dari kamar mandi belakang. Sempat duduk sebentar lalu buru-buru pamit pulang katanya ngantuk,” ungkap Ama Fadlan yang mengaku telah bercerai dengan istrinya.
Setelah pelaku pergi meninggalkan rumah korban, Ama Fadlan masuk kedalam rumahnya dan melihat korban menangis ketakutan. Karena penasaran ayah korban mendekati putrinya sambil berusaha menanyakan penyebab ia menangis. Setelah didesak korban pun mengaku jika FJM telah mencabulinya. “Dia menangis ketakutan, saya pikir dia ngompol, saya pegang celananya basah, rupanya setelah saya perhatikan seperti cairan sperma,” sebutnya. Dari penuturan Ama Fadlan saat pelaku melakukan aksinya, korban dalam posisi tidur telungkup. Lalu FJM menindih sambil menurunkan celana korban sementara tangannya yang lain membekap mulut korban serta mengancam akan membunuh ayah korban bila berteriak. Bahkan usai melakukan aksinya pelaku kembali mengancam korban agar tidak bercerita kepada siapapun. “Pertama saya tanya dia tak mau ngomong, setelah saya desak katanya om itu tadi memasukan burungnya ke anu saya dibagian belakang. Kata om itu lagi awas kalau kau cerita nanti saya bunuh bapakmu,” turut Ama Fadlan menirukan korban.
Atas peristiwa yang menimpa putinya itu, esoknya Ama Fadlan memutuskan membuat laporan ke Polsek Sirombu. Dia pun berharap pelaku (FJM) yang diduga telah mencabuli putrinya itu segera ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku. Sebab sejak peristiwa itu, hingga kini korban mengalami trauma. “Kami ini orang kecil pak, saya hanya seorang petani. Untuk itu saya berharap kepada polisi agar kasus ini secepatnya diproses. Anak saya sampai sekarang mengalami trauma, sering menangis dan menyendiri. Saya sudah berusaha menghiburnya, namun saat dia teringat dia kembali ketakutan,”tuturnya. (adl/azw)