29 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 4132

Terinfeksi Covid-19, Sudah 5 Dokter di Medan Meninggal

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar duka kembali menyelimuti dunia emdis di tanah air, terkhusus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan. Satu lagi anggota organisasi profesi kedokteran wafat akibat terinfeksi Covid-19.

Adalah dokter (dr) Andhika Kesuma Putra SpP (K), meninggal di Rumah Sakit (RS) Columbia Asia, Sabtu (1/8) sekitar pukul 11.10 WIB. Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-1 Sumatera Utara (Sumut) memastikan, dr Andhika Kesuma Putra meninggal murni karena Covid-19. Sang istri, dr Dessy Mawar SpKJ, juga terpapar dan masih dirawat di rumah sakit.

“Istri almarhum dr Andhika juga terpapar. Saat ini (masih) dirawat di RS Columbia,” ungkap Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah, Minggu (2/8).

Seperti halnya dr Andhika, sang istri juga tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid) atau murni karena Covid-19. Kendati begitu, dr Andhika tetap saja meninggal karena virus corona ini. “Alhamdulillah… anak (mereka) tidak ada terpapar,” jelasnya.

Aris yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini menilai, meninggalnya dokter spesialis paru ini turut memukul dunia kedokteran di Sumut. Sebab jumlah para dokter ahli pun saat ini sudah semakin berkurang. “(Kondisi) ini gawat, dokter-dokter ahli kita mulai berkurang,” tandasnya.

Ketua IDI Cabang Medan, dr Wijaya Juwarna Sp-THT-KL menyampaikan, berdasarkan rangkuman yang dimiliki Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI), tercatat sebanyak 72 dokter di tanah air telah meninggal dunia karena Covid-19. Dari jumlah tersebut dr Andhika Kesuma Putra SpP (K) menjadi dokter kesembilan di Sumut yang telah gugur dan menjadi dokter kelima untuk di Kota Medan.

“Dokter dari IDI Cabang Medan yang meninggal masing-masing adalah dr Ucok Martin SpP, dr Irsan Nofi Hardi Nara Lubis SpS, dr Anna Mari Ulina Bukit, dr Aldreyn Asman Aboet SpAN KIC, dan terakhir dr Andika Kesuma Putra SpP (K),” ungkapnya.

Sedangkan di luar Medan, yang meninggal yakni dr Herwanto SpB dari IDI Kisaran, dr Maya Norismal Pasaribu dari IDI Labuhanbatu Utara, dr M Hatta Lubis SpPD dari IDI Padang Sidempuan, dan dr H Muhammad Arifin Sinaga MAP dari IDI Langkat. “Semoga darma bakti, dedikasi, dan pengabdian beliau akan menjadi suri teladan dan menjadi pendorong semangat bagi tenaga kesehatan dan relawan medis lainnya yang sedang berjuang melawan Covid-19,” sambungnya.

Dokter Wijaya mengaku, dr Andika termasuk generasi emasnya dokter spesialis paru di Sumut. Dia sempat dirawat kurang lebih selama dua minggu. “Adik saya itu, junior kita itu, juga aktivis di kampus. Sudah konsultan di usia yang muda. Dia juga menangani pasien Covid-19 langsung di RS Columbia Asia Medan. Sempat juga di RS GL Tobing bergabung di Gugus Tugas. Jadi hari-harinya memang merawat pasien Covid-19,” kata Wijaya.

Wijaya mendoakan dan berharap agar segala amal ibadah dr Andika dan para dokter yang meninggal diterima Allah. “Semoga darma bakti, dedikasi, dan pengabdian beliau akan menjadi suri teladan dan menjadi pendorong semangat bagi tenaga kesehatan dan relawan medis lainnya yang sedang berjuang melawan Covid-19,” pungkasnya.

Jangan Sepele ataupun Paranoid

Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Sumut, dr Rudi Sambas menyatakan, sebelum meninggal dr Andika Kesuma Putra berpesan, agar tidak sepele dengan virus corona ini. Namun demikian, jangan pula paranoid.

“Sebelum meninggal, saat RS GL Tobing dijadikan RS rujukan Covid-19 di Sumut, beliau (dr Andika) pernah berpesan kepada masyarakat agar tidak paranoid dengan yang namanya Covid-19. Penyakit ini bisa dihadapi bersama dengan mengikuti instruksi atau peraturan dari pemerintah. Akan tetapi, tidak juga sepele,” ujar Rudi.

Tak hanya itu, lanjut Rudi, dr Andika juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak diskriminatif terhadap pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Sebab, pasien Covid-19 selama dia terisolasi dan diobati sampai hasil swab dinyatakan negatif, dia bisa pulang ke lingkungan sosialnya dengan aman dan tidak menularkan lagi ke orang banyak.

“Untuk pasien yang sudah kami pulangkan ke lingkungan masing-masing, tolong jangan dibuat diskriminasi. Karena hal itu bisa saja terjadi pada kita maupun anggota keluarga kita. Kita bisa bayangkan jika yang didiskriminasi kita atau keluarga kita, tentu rasanya tidak nyaman,” ucapnya.

175 Orang Kembali Terkonfirmasi

Terpisah, Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB, menyampaikan berdasarkan perkembangan terbaru data yang dirangkum, jumlah kasus konfirmasi Covid-19 terus mengalami lonjakan. Tercatat, sebanyak 175 orang lagi dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. “Total akumulasi kasusnya saat ini sudah mencapai 4.137 orang,” bebernya.

Namun begitu, kata Whiko, angka kasus kesembuhan juga terus meningkat. Hingga sore ini, didapatkan sebanyak 130 orang yang telah dinyatakan sembuh dari virus corona tersebut. “Untuk kasus kesembuhan, total jumlahnya sudah mencapai 1.613 orang,” jabarnya.

Whiko melanjutkan, untuk kasus pasien yang meninggal terjadi peningkatan 7 kasus menjadi 202 orang. Sedangkan kasus suspek angkanya terjadi penurunan sebanyak 7 kasus menjadi 460 orang. “Untuk spesimen yang masuk dan diperiksa ada 267 sampel. Total keseluruhannya telah ada 22.936 sampel, yang telah dilakukan pemeriksaan,” tukasnya.

Pansus Desak Gugus Tugas

Terkait meninggalnya dr. Andhika Kesuma Putra Sitepu, Sp.P (K) akibat Covid-19, turut membuktikan bahwa Kota Medan masih belum menunjukkan perubahan yang membaik soal penanganan Covid-19.

Menanggapi hal ini, anggota Pansus Covid-19 DPRD Medan, Sudari ST meminta agar GTPP Covid-19 Kota Medan mengevaluasi secara total tentang penanganan Covid-19 di Kota Medan.

“Tenaga medis sudah banyak yang meninggal dunia, padahal mereka pahlawan terdepan dalam penangan wabah Covid-19 ini. Kami meminta agar gugus tugas bekerja dengan sistematis, banyak sekali yang perlu di evaluasi oleh gugus tugas terhadap kinerjanya dalam menangani Covid-19 di Kota Medan,” ucap Sudari kepada Sumut Pos, Minggu (2/8).

Ketua Fraksi PAN itu mengatakan, hal yang harus di evaluasi oleh GTPP Covid-19 Medan adalah tentang teknis. Pertama, gugus tugas diminta untuk mengevaluasi prosedur pengambilan spesimen bagi pasien yang terindikasi Covid-19. Mereka meminta, pengambilannya sesuai dengan standar kementerian kesehatan.

“Sesuai standar Kemenkes, pengambilan spesimen harus 3 spesimen untuk setiap satu pasien yang terindikasi Covid-19, dan di analisa dengan Rt-PCR. Selain itu, APD yang digunakan petugas juga harus benar-benar safety. Sebelum mendapatkan hasil analisa dari Laboratorium PCR, pasien-pasien harus dipastikan menjalani isolasi, sambil menunggu hasil laboratorium keluar,” ujarnya.

Kedua, gugus tugas juga diminta untuk harus memastikan bahwa setiap Laboratorium PCR telah memiliki fasilitas yang memenuhi standar. Selain itu, setiap lab PCR juga dilengkapi dengan biosave level 2 (BSL 2).

“Jadi gugus tugas harus bisa memastikan bahwa lab benar-benar safety. Jangan malah ketidakamanan lab justru membahayakan para petugas medis,” tegasnya.

Ketiga, ruangan isolasi yang ditunjuk oleh GTPP harus benar-benar memenuhi standar Kemenkes tentang Pedoman Teknis Sistem Tata udara pada bangunan rumah sakit.

“Seperti in take udara luar, out let pembuangan (exhaust out let), HEPA filter udara, dan sebagainya harus dievaluasi gugus tugas. Per 1 Agustus kemarin, pasien yang terkonfirmasi positif sudah 2.380 pasien. Dari jumlah itu yang dirawat 1.762 pasien. Artinya sebanyak 1.762 ruangan isolasi harus dipastikan standar,” lanjutnya.

Keempat, gugus tugas harus melakukan Gap Analisis antara PMK No.413 dengan apa yang dilakukan gugus tugas saat ini. Dan terakhir, gugus tugas atau dinas kesehatan Kota Medan diminta menyosialisasikan PMK No.413 kepada para petugas kesehatan dan masyarakat Kota Medan.

“Saya juga mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya dokter Andhika. Semoga keluarga tabah dan segala dedikasi serta amal kebaikan dokter Andhika dapat diterima Allah SWT. Beliau pahlawan kesehatan dan kita minta Pemko Medan agar memberikan penghargaan kepada para dokter yang telah meninggal dunia dalam menangani Covid-19 di Kota Medan,” tandasnya.

Anggota Pansus Covid-19 DPRD Medan, Afif Abdillah, mengatakan, dr. Andhika meninggal karena adanya hepafilter ataupun ruangan dengan tekanan negatif pada RS tempat dr. Andhika berkerja.

“Padahal dr. Andika itu adalah salah satu dokter pertama yang menangani Covid-19 di Kota Medan,” ujar Afif.

Dikatakan Afif, pada rapat terakhir di Pansus Covid-19 pada Senin (27/7) lalu, pihaknya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan, agar setiap ruangan di RS, khususnya ruang kerja tenaga medis dan ruang pengobatan di setiap RS, dapat dipenuhi hepafilter.

“Sebab kalau tidak, dokter dan para tenaga medis maupun pasien lain beresiko terpapar virus Covid-19 ini. Kita sudah minta dinkes tegas mengenai hal ini. IDI Kota Medan juga sudah meminta ini untuk diadakan di setiap RS yang menerima pasien covid,” katanya.

Senada dengan Sudari dan Afif, Ketua Pansus Covid-19 DPRD Medan, Robi Barus terus mendorong GTPP Covid-19 Kota Medan, mengawasi ketat peraturan-peraturan terkait penanganan Covid-19 di Kota Medan.

“Sekarang masyarakat sudah banyak yang menggelar pesta. Anehnya baik penggelar pesta maupun para undangan banyak sekali yang gak pakai masker, gak jaga jarak, gak cuci tangan, tapi tidak ada tindakan apapun dari pemerintah, dibiarkan begitu saja. Jadi gunanya peraturan itu dibuat untuk apa, kalau tidak untuk diawasi agar dipatuhi?” tanyanya.

Robi juga sepakat dengan Sudari, agar gugus tugas mau mengevaluasi kinerjanya yang tidak efektif selama ini untuk dapat diperbaiki dan ditingkatkan.”Intinya, jangan harapkan ada perubahan kalau kinerjanya pun tak diubah. Ini yang kita minta berkali-kali, tapi tidak juga dilakukan,” sambungnya.

Untuk itu, Robi menjelaskan akan melakukan rapat Pansus berikutnya pada Selasa (4/8) besok. (ris/map)

USU Perpanjang Lockdown, Penyebaran Covid-19 Semakin Mengkhawatirkan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Runtung Sitepu menyebut penyebaran Covid-19 di kampus semakin mengkhawatirkan. Karena itu, pihaknya kembali memperpanjang masa penutupan sementara atau lockdown aktivitas kampus USU, hingga 8 Agustus 2020 mendatang. Tujuannya, untuk menekan penyebaran virus corona.

PROF. RUNTUNG menjelaskan, perpanjangan masa lockdown dilakukan setelah mendengar saran dan masukan dari Majelis Wali Amanat (MWA) dan Senat Akademik (SA) USU. “Mengingat situasi penyebaran Covid-19 semakin menghawatirkan, lockdown USU diperpanjang sampai 8 Agustus 2020,” tutur Prof.Runtung melalui pesan tertulis Whatsapp, Minggu (2/8).

Sebelumnya, USU telah menutup operasional kampus atau lockdown sejak 27 Juli hingga 2 Agustus 2020. Hal itu, berdasarkan surat edaran disampaikan oleh Rektor USU, Prof.Runtung Sitepu nomor : 3969/UN5.1/R/KPM/2020. “Kemudian, akan dievaluasi setiap minggu. Surat Edarannya (keterangan kembali diperpanjang lockdown) sedang disiapkan,” sebut Runtung.

Selama masa lockdown, semua pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan diharapkan bekerja dari rumah (work from home=WFH), dan daftar kehadiran dilakukan secara online melalui sistem informasi presensi.

“Tentu kami suatu atur, sudah berkordinasi dengan Wakil Rektor II melakukan pelayanan kebutuhan civitas akademik USU. Bisa dilihat di unit-unit kerja dan biro rektor. Dia akan mengantar dan memproses dokumen kepada pimpinan masing-masing. Jadi, tidak ada terkendala,” kata Runtung.

Meski di Kampus USU sedang lockdown, sebagian aktivitas akademik tetap dilakukan secara online. Dengan kondisi itu, aktivitas akademik tetap berjalan.

Informasi terbaru, akibat penyebaran virus corona di kampus yang beralamat di Jalan Dr Mansyur Kota Medan itu, seorang dosen Fakultas Teknik Universitas USU berinisial MHKS, meninggal dunia dua pekan lalu. Ia terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Selain itu, sejumlah dosen hingga staff yang bertugas di Kampus USU, juga diketahui positif virus corona.

“Kita sangat berduka atas meninggalnya dosen kita dari Fakultas Teknik Industri. Anak muda, energik, potensial dan pintar. Ini sangat merugikan USU,” sebut Runtung.

Berdasarkan data dan informasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan, ada 12 orang yang positif terpapar Covid-19 di Kampus USU. Termasuk Prof. Runtung Sitepu, Wakil Rektor (Warek) I, Prof Rosmayati dan suaminya Prof Darma Bakti —anggota Majelis Wali Amanat USU—. Namun kedua pimpinan USU sudah dinyatakan sembuh atau negatif Covid-19. Sementara Prof. Darma Bakti masih dirawat di RS.

Pasca diketahui positif, Runtung menyarankan para dosen dan staf yang bertugas USU, untuk menjalani pemeriksaan secara swab di Rumah Sakit (RS) USU.

Runtung juga mengakui semakin banyak dosen yang dinyatakan positif Covid-l9. Bahkan telah ada yang meninggal dunia.

Cegah DPRD Sumut jadi Kluster Baru

Dari DPRD Sumut, Ketua DPRD, Baskami Ginting, mengatakan akan segera menggelar rapat pimpinan dewan dan pimpinan fraksi, guna mengevaluasi seluruh kegiatan DPRD pasca anggota DPRD, Tuahman Purba, dinyatakan positif Covid-19.

“Kita tidak mau jika sampai gedung dewan itu menjadi kluster baru penularan Covid-19. Jadi, nanti di rapat pimpinan dewan dan fraksi akan saya sampaikan, ke depan kita perlu mengevaluasi seluruh kegiatan, mengingat ada penambahan anggota dewan yang terpapar covid,” katanya menjawab Sumut Pos, Minggu (2/8).

Ia mengatakan, setelah Tuahman Purba diketahui positif, seisi gedung dan ruangan di gedung dewan itu langsung disemprot disinfektan. “Ini sebagai langkah antisipasi dan pencegahan yang bisa kita lakukan,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.

Amatan Sumut Pos, sebelum memasuki era adaptasi kebiasaan baru (AKB) di tengah pandemi Covid-19, rutinitas di gedung DPRD Sumut sudah berjalan normal. Yang paling mencolok antara lain rapat dengar pendapat (RDP), menampung aspirasi pendemo, dan rapat di internal komisi maupun fraksi-fraksi.

RDP oleh komisi-komisi dengan memanggil jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) sudah berlangsung sejak pertengahan Juni lalu. Ironinya lagi, sepanjang RDP berjalan, protokol pencegahan Covid-19 abai dilakukan, seperti halnya menjaga jarak. Bahkan cenderung padat terlihat dalam satu ruangan di saat RDP digelar.

Ditanya hal itu, Baskami mengakui, ke depan setiap agenda di sekretariat wakil rakyat tersebut akan diatur lebih baik. Termasuk dalam hal menerima aspirasi pengunjukrasa dan protokol kesehatan saat melaksanakan RDP.

“Kita tidak mau jika sampai gedung dewan itu menjadi kluster baru penularan Covid-19. Jadi dalam waktu dekat, seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai honor di lingkungan Sekretariat DPRD Sumut akan mengikuti rapid tes guna mendeteksi penularan pandemi Covid-19. Yang jelas kita akan evaluasi lagilah nanti seluruh kegiatan di gedung dewan itu, supaya tempat kerja kita tidak menjadi kluster baru penyebaran covid,” pungkasnya.

Sudah Disuarakan

Aspirasi agar lebih ketat protokol pencegahan Covid-19 diterapkan di gedung DPRD Sumut, sebelumnya disuarakan Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 (Pede14) Sumut. Menurut Ketua Pede14 Sumut, Muhri Fauzi Hafiz, kegiatan pimpinan dan anggota dewan jangan menjadi penyebab keresahan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Ia mengingatkan Plt Sekwan, Afifi Lubis, yang menjabat saat ini, agar proaktif memenuhi standar protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh GTPP Covid-19 Sumut, dalam mendukung semua kegiatan pimpinan dan anggota DPRDSU.

“Sekwan adalah kepala OPD yang membantu gubernur dalam menyukseskan semua tugas-tugas fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran yang dimiliki oleh pimpinan dan anggota DPRDSU. Maka, sekwan harus cepat bertindak agar pimpinan dan anggota DPRDSU terlindungi dan merasa nyaman dalam menjalankan tugas baik itu RDP dan kunker. Kita berharap kejadian di Sekretariat DPRD DKI Jakarta, tidak terjadi di DPRD Sumut yang melalui berita online kita baca ada staf yang positif Covid-19,” terangnya.

Ia mengatakan, para ASN dan tenaga honorer serta satuan pengamanan dan lainnya yang ada di sekretariat DPRD Sumut harus menjadi bagian utama yang diperhatikan juga oleh Sekwan DPRD Sumut Afifi Lubis.

“Pimpinan dan anggota DPRD Sumut tidak terlepas interaksinya dengan ASN dan tenaga honorer serta orang per-orang lainnya yang ada di gedung DPRD, mulai satpam, rekan-rekan wartawan, tenaga honorer serta masyarakat yang datang. Hal ini harus menjadi perhatian Sekwan guna mencegah agar kantor DPRD Sumut tetap menjadi tempat yang nyaman dan sehat bagi masyarakat yang datang,” katanya.

Untuk itu, sekwan diminta memfasilitasi rapid test gratis kepada seluruh ASN dan staf pendukung pimpinan dan anggota DPRD Sumut, ,elakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh gedung, mengaktifkan satu pintu masuk untuk umum dengan pemeriksaan protokol kesehatan yang ketat, dan mengaktifkan kembali klinik kesehatan sekretariat DPRD Sumut.

“Bahkan, perlu melakukan tes swab (PCR) kepada pimpinan dan anggota dewan. Jangan sampai kita mendengar karena kelemahan sekwan, gedung DPRD Sumut jadi ‘ditakuti’ masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya,” pungkasnya. (gus/prn)

Takjub Pemandangan Danau Toba, Ijeck: Potensi Tigaras Luar Biasa

MINUM MADU: Wagub Sumut Musa Rajekshah minum madu langsung dari sarangnya, saat berkunjung ke Galeri Lebah milik Badan Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Kabupaten Simalungun, Sabtu (1/8).
MINUM MADU: Wagub Sumut Musa Rajekshah minum madu langsung dari sarangnya, saat berkunjung ke Galeri Lebah milik Badan Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Kabupaten Simalungun, Sabtu (1/8).
MINUM MADU: Wagub Sumut Musa Rajekshah minum madu langsung dari sarangnya, saat berkunjung ke Galeri Lebah milik Badan Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK)  Aek Nauli, Kabupaten Simalungun, Sabtu (1/8).
MINUM MADU: Wagub Sumut Musa Rajekshah minum madu langsung dari sarangnya, saat berkunjung ke Galeri Lebah milik Badan Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Kabupaten Simalungun, Sabtu (1/8).

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah alias Ijeck takjub dengan keindahan pemandangan Danau Toba dolihat dari Tigaras. Salahsatu kawasan pelabuhan yang ada di Danau Toba ini dinilai memiliki potensi alam yang luar biasa, dan dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata favorit, baik nasional maupun internasional.

“Kita lihat potensinya yang luar biasa. Tapi ini perlu kita kembangkan lagi. Karena salah satu geosite Geopark Kaldera Toba juga ada di sekitar Tigaras ini. Tentu ini bisa menjadi destinasi wisata bagi turis untuk melihat secara langsung Danau Toba dan apa sejarah Danau Toba ini terbentuk,” ujar Wagub, saat melihat pemandangan Danau Toba dari Tigaras, Jumat (31/7).

Menurut Wagub, baru-baru ini Danau Toba baru saja ditetapkan oleh Unesco sebagai Global Geopark. Hal Ini menjadi satu nilai plus untuk meningkatkan pariwisata Danau Toba dan mempromosikannya. Ke depan, Pemerintau Provinsi (Pemprov) Sumut juga ingin menata daerah-daerah yang berpotensi menjadi destinasi wisata yang bersinggungan langsung dengan Danau Toba.

“Ke depan kita ingin menjaga mana-mana daerah yang menjadi lokasi sejarah terbentuknya Danau Toba. Masyarakat pun juga harus ikut ambil bagian dan sama-sama menjaga lingkungannya, alamnya, tumbuh-tumbuhannya, kebersihannya dan juga keamanan dan kenyamanannya,” jelas Musa Rajekshah yang akrab dipanggil Ijeck.

Saat ini, Danau Toba juga menjadi prioritas pembangunan nasional karena masuk dalam Proyek Strategis Nasional oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Dikatakan Ijeck, peluang ini harus dimanfaatkan secara maksimal, karena tidak banyak daerah di Indonesia yang masuk ke dalam proyek tersebut.

Menurut Ijeck, wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba juga harus dibuat nyaman, sehingga ke depan akan datang kembali ke Danau Toba. Antara lain dengan menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan.

Kepada masyarakat, Ijeck juga mengingatkan agar tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19. Walaupun di Tigaras ini belum ada kasus Covid-19, dirinya mengingatkan agar tidak malu jika ada masyarakat yang melaporkan keluhan agar segera bisa ditangani.

Minum Madu Asli dari Sarangnya

Dari Tigaras, Ijeck berkunjung ke Galeri Lebah milik Badan Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Kabupaten Simalungun, Sabtu (1/8). Di sana, Ijeck kali pertama mencicipi madu asli langsung dari sarang lebah.

“Rasanya manis sekali, mantap. Biasanyakan hanya minum madu saja, ini sekalian juga sarang dan madunya dimakan, rasanya enak sekali,” ungkapnya semringah.

Ijeck mengapresiasi apa yang dilakukan BP2LHK, terkhusus dalam penangkaran madu ini. Apalagi, BP2LHK tidak hanya melakukan penangkaran di lokasi ini saja, namun juga membagikan ilmu dan pengetahuan ternak lebah kepada masyarakat. Sudah banyak kelompok ternak lebah binaan BP2LHK Aek Nauli yang tersebar di sebagian besar daerah di Sumut.

Ijeck melihat penangkaran madu ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Sebab, lebah ini tidak memerlukan perawatan yang banyak dan irit biaya. “Ini satu potensi lebah yang bisa dipelihara tanpa memberi makan, juga dengan perawatan yang rumit. Hanya kita membeli bibit di dalam kotaknya tapi diletakkan di areal yang cocok yang terdapat banyak makanan lebah,” ujarnya.

Selain itu, hasil panennya juga tidak begitu lama. Sekitar satu bulan bisa panen dan hasilnya juga dijual dengan harga yang bagus. “Ini salah satu potensi bagi petani, peternak dan masyarakat kita untuk bisa membudidayakan lebah ternak seperti ini,” ujar Ijeck.

Diakui Ijeck, madu memiliki potensi yang cukup besar untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dirinya melihat peluang agar Pemprov Sumut bisa bersinergi dengan BP2LHK Aek Nauli dalam pengembangan penangkaran lebah madu di daerah ini.

Tidak sebatas penangkaran lebah, melihat lokasi BP2LHK Aek Nauli yang masih berada di Kawasan Danau Toba, Ijeck juga berharap, sinergitas dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga bisa ikut mendukung pariwisata Danau Toba.

Senada dengan Ijeck, Yessy Arina selaku Kepada Sub Bagian Tata Usaha BP2LHK Aek Nauli juga mengatakan bahwa Danau Toba masuk ke dalam Prioritas Nasional BP2LHK dan program-program yang dijalankan ikut mendukung Danau Toba. “Dua tahun yang lalu, kita ada program Prinas atau Prioritas Nasional. Jadi itu semua kegiatan yang masuk ke dalam program Prioritas Nasional ini untuk mendukung Danau Toba,” jelas Yessy.

Yessy menambahkan, BP2LHK Aek Nauli mengapresiasi kehadiran Wagub Sumut yang sudah berkunjung ke BP2LHK Aek Nauli. “Alhamdulilah, kami berterima kasih atas kunjungan Wakil Gubernur Sumut Bapak Musa Rajekshah. Terima kasih atas dukungannya untuk BP2LHK Aek Nauli, semoga keinginan untuk bersinergi bersama bisa segera terwujud,” ujar Yessy. (rel)

Perampok Beraksi di Depan Markas Polisi, Mobil Avanza Dilarikan

LOKASI KEJADIAN: Rumah Juliati Br Ginting, warga Jalan Jamin Ginting, Lingkungan 3, Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan, yang disatroni perampok pada Jumat pagi (31/7). isris/sumut pos.
LOKASI KEJADIAN: Rumah Juliati Br Ginting, warga Jalan Jamin Ginting, Lingkungan 3, Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan, yang disatroni perampok pada Jumat pagi (31/7). isris/sumut pos.
LOKASI KEJADIAN: Rumah Juliati Br Ginting, warga Jalan Jamin Ginting, Lingkungan 3, Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan, yang disatroni perampok pada Jumat pagi (31/7). isris/sumut pos.
LOKASI KEJADIAN: Rumah Juliati Br Ginting, warga Jalan Jamin Ginting, Lingkungan 3, Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan, yang disatroni perampok pada Jumat pagi (31/7). isris/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perampok di Medan nekat melakukan aksinya di pagi hari dan melarikan mobil Avanza berwarna hitam BK 1556 KP. Aksi rampok tersebut terjadi di depan atau seberang Markas Direktorat Sabhara Polda Sumut, Jalan Jamin Ginting, Medan Tuntungan, Jumat (31/7).

Informasi diperoleh Minggu (2/8), aksi perampokan ini dialami seorang wanita bernama Juliati Br Ginting (46), warga Jalan Jamin Ginting, Lingkungan 3, Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan. Perampok beraksi saat Juliati mengeluarkan barang dagangannya dari mobil. Menurut Juliati, mobilnya dirampok oleh pria bertopi dengan menggunakan kemeja berwarna kecoklatan.

“Kejadian itu sangat cepat sekali, saya sedang memindahkan barang dagangan yang saya beli dari Pasar Induk ke dalam rumah. Lalu, tiba-tiba seorang pria tidak dikenal mengenakan topi masuk ke bangku depan (sopir) kemudian menghidupkan mobil dan melaju dengan kencang,” ungkap Juliati.

Dikatakannya, kondisi mobil saat itu dalam keadaan tidak menyala, pintu depan tertutup namun kaca masih terbuka. Sedangkan pintu belakang tetap terbuka karena untuk memindahkan barang dagangan dari mobil ke dalam rumah. Saat itulah, aksi perampokan mobil terjadi.

“Begitu mendengar mesin mobil sudah hidup, saya langsung berlari mengejar dan berhasil menarik baju perampok itu,” tambah Juliati.

Aksi-tarik menarik terjadi dan Juliati sempat berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Namun, perampok dapat langsung tancap melaju sangat kencang sehingga upaya Juliati menyelamatkan mobilnya gagal. Terlebih, Juliati sempat terseret beberapa meter hingga mengalami luka. Selain itu, juga lebam pada wajah akibat dipukul pelaku.

“Saya sudah laporkan kepada Kepling 3 dan polisi juga sudah datang ke rumah saya. Untuk itu, saya berharap besar kepada aparat kepolisian agar dapat segera menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” cetusnya.

Sementara, Kepling 3 Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan, Benny Irwansyah Sembiring, mengatakan sesaat setelah kejadian, ia mendapati Juliati dalam posisi terjatuh di jalan dan segera menolongnya.

“Benar bahwa Juliati br Ginting adalah warga kita di Lingkungan 3 Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan. Saya juga melihat Juliati tersungkur di jalan dan segera menolongnya,” tutur Benny.

Diutarakan Benny, dia sudah menghubungi pihak Polsek Delitua. Tak lama, polisi mendatangi lokasi kejadian.

“Informasi tentang adanya perampokan ini sudah kita sampaikan kepada pihak berwajib, dalam hal ini Polsek Delitua. Kita segera melaporkan kejadian ini secara resmi ke kantor polisi supaya dapat segera ditindaklanjuti,” tandasnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Immanuel Ginting yang dikonfirmasi belum ada memberikan tanggapan. (ris/azw)

Tentara Gadungan Ditangkap Polisi, Motif Ingin Disegani

TNI GADUNGAN: Muslianto (52) warga Jalan Pintu Air IV, TNI gadungan yang kini ditahan di Mapolrestabes Medan.idris/sumut pos.
TNI GADUNGAN: Muslianto (52) warga Jalan Pintu Air IV, TNI gadungan yang kini ditahan di Mapolrestabes Medan.idris/sumut pos.
TNI GADUNGAN: Muslianto (52) warga Jalan Pintu Air IV, TNI gadungan yang kini ditahan di Mapolrestabes Medan.idris/sumut pos.
TNI GADUNGAN: Muslianto (52) warga Jalan Pintu Air IV, TNI gadungan yang kini ditahan di Mapolrestabes Medan.idris/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Muslianto (52) warga Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor nekat berseragam TNI. Dia keluyuran di luar, namun sialnya ditangkap dan diserahkan ke Satreskrim Polrestabes Medan setelah dibawa ke Markas Koramil 05/MB.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing melalui Kanit Jahtanras Iptu Ardian Yunnan Saputra mengatakan, tentara gadungan tersebut diamankan pada Kamis (30/8) malam.

“Awalnya, sekira pukul 18.30 Wib tersangka Muslianto sedang dalam perjalanan hendak ke Jalan Binjai. Namun, di tengah jalan diberhentikan oleh Hotman Purba (personel TNI) karena tersangka menggunakan seragam TNI tak seperti pada umumnya sehingga menimbulkan kecurigaan,” jelas Ardian kepada wartawan akhir pekan lalu.

Selanjutnya, Hotman membawa tersangka Muslianto langsung ke Markas Koramil 05/MB. Setelah sampai di Kantor Koramil tersebut, ternyata tersangka bukan merupakan anggota TNI usai dilakukan pemeriksaan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka Muslianto, ternyata KTP, SIM serta Kartu Keluarga miliknya sudah dipalsukan. Selain itu, tersangka kedapatan membawa senjata jenis airsoft gun” terang Ardian.

Tersangka kemudian diboyong dan diserahkan ke Satreskrim Polrestabes Medan untuk proses hukum lebih lanjut. Dari tersangka, turut disita barang bukti lainnya berupa sebilah pisau sangkur dengan panjang kira-kira 30 cm, 4 potong baju dinas TNI, 3 celana dinas TNI, 2 potong kaos TNI, sepasang sepatu PDL hitam, dan 1 baret TNI.

Ia menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan tindak pidana membawa menyimpan, menyembunyikan senjata tajam dan menempatkan keterangan palsu pada akte autentik. Tersangka mengaku sebagai TNI dengan maksud untuk gagah-gagahan dan supaya disegani orang serta termotivasi.

“Tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang Undang Darurat Nomor 12/1951 dan atau 266 ayat (1) KUHPidana. Saat ini kita masih m dalami apakah pelaku pernah terlibat aksi perampokan atau tidak,” pungkasnya. (ris/azw)

Belum Sepenuhnya Bebas Kembali Merampok, Napi Asimilasi Ditembak

PAPARKAN: Tersangka pelaku perampokan Ipan (tengah) dipaparkan Polres Belawan di Mapolres Belawan, Minggu (2/8).
PAPARKAN: Tersangka pelaku perampokan Ipan (tengah) dipaparkan Polres Belawan di Mapolres Belawan, Minggu (2/8).
PAPARKAN: Tersangka pelaku perampokan Ipan (tengah) dipaparkan Polres Belawan  di Mapolres Belawan, Minggu (2/8).
PAPARKAN: Tersangka pelaku perampokan Ipan (tengah) dipaparkan Polres Belawan di Mapolres Belawan, Minggu (2/8).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – ISMS alias Ipang (24) warga Kampung Salam, Kecamatan Medan Belawan, mantan narapidana (napi) yang bebas dari penjara lewat program asimilasi, ditembak Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Belawan. Ipang ditembak karena berupaya melawan dan kabur saat ditangkap polisi. Kini Ipang dirawa ke Rumah Sakit TNI AL Belawan untuk mendapat perawatan akibat luka tembak.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP I Kadek Hery Cahyadi, Minggu (2/8), mengatakan, penangkapan tersangka usai melakukan perampokan terhadap penumpang angkutan kota (angkot).

Ipang yang saat itu berada dalam angkot mengancam korban dengan menggunakan sebilah pisau lalu merampas tas korban yang berisikan dompet, 2 buah HP dan perhiasan lainnya dengan total kerugian sebesar Rp30.000.000.

Kasus perampokan dialami Hotmaria Natalia boru Pakpahan itu dilaporkan ke Polres Pelabuhan Belawan. Berbekal laporan pengaduan tersebut, petugas Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Belawan melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi.

“Dari hasil penyelidikan diketahui pelaku berinisial ISMS alias Ipang dan terlihat berada di kawasan Jalan Pelabuhan Raya Belawan,” kata Kasat Reskrim. Tanpa buang waktu, personel Satuan Reskrim meluncur ke Jalan Pelabuhan Raya dan melacak keberadaan tersangka ISMS alias Ipang.

“Ketika pelaku sedang berdiri di pinggir jalan raya dan diduga hendak menunggu calon korban lain, polisi langsung menyergap pelaku,” sebut Kadek.

Meski sudah disergap, lanjut Kadek, tersangka Ipang melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sehingga terpaksa ditembak petugas. Usai menjalani perawatan dan interogasi, tersangka ISMS alias Ipang mengaku sudah tujuh melakukan tindak kekerasan seperti perampokan dan pencurian dengan kekerasan sedangkan para korbannya sudah membuat laporan pengaduan di Polres Pelabuhan Belawan. (fac/azw)

Curanmor Babak Belur Dihajar Massa

AMANKAN: Pelaku mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Tebingtinggi dan kemudian dijebloskan ketahanan Mapolres Tebingtinggi.
AMANKAN: Pelaku mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Tebingtinggi dan kemudian dijebloskan ketahanan Mapolres Tebingtinggi.
AMANKAN: Pelaku mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Tebingtinggi dan kemudian dijebloskan ketahanan Mapolres Tebingtinggi.
AMANKAN: Pelaku mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Tebingtinggi dan kemudian dijebloskan ketahanan Mapolres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Khairul Fahri Pohan (32) warga Jalan KF Tandean Kelurahan Bulian Kota Tebingtinggi babak belur dihajar warga. Tersangka pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) itu tertangkap basah saat hendak mencuri sepeda motor Lokasi kejadian di depan ruko milik Suherman (47) di Dusun I Desa Tanah Besi Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Sergai.

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP J Nainggolan didampingi Kapolsek Rambutan AKP H Samosir, Minggu (2/8) mengatakan, setelah tertangkap basah warga selanjutnya tersangka diamankan Polres Tebingtinggi.

Saat itu terasngka hendak mencuri sepeda motor Yamaha Mio Finno warna hijau BK 2970 NAN tahun 2014 Lokasi kejadian di depan ruko milik Suherman (47).

“Sebelum kejadian pelaku mondar mandir di depan ruko, karena curiga istri korban, Susanti (38) memperhatikan pelaku, kemudian pelaku mendorong sepeda motor, karena dilihat hendak dicuri, Susanti meneriakinya,” kata AKP J Nainggolan.

Mendengar jeritan itu, warga masyarakat langsung mengejar dan menangkapanya. Massa kemudian menghajar pelaku hingga babak belur. Untung saja petugas melintas dan berhasil mengamankan amukan warga.

Tersangka kemudian dirawat di Rumah Sakit Bhayangkari Kota Tebingtinggi. Setelah itu dijebloskan ke sel Mapolres Tebingtinggi. (ian/azw)

Akhyar Kurban Bersama DPC Partai Demokrat Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPC Partai Demokrat Kota Medan kembali menyembelih hewan kurban pada momen Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, di halaman Sekretariat DPC Partai Demokrat Kota Medan, Sabtu (1/8/2020). Kali ini, Akhyar Nasution beserta keluarga ikut berkurban.

“Alhamdulillah, hari ini ada 3 ekor lembu yang kita sembelih,” kata Ketua DPC Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu didampingi Sekretaris Parlindungan Sipahutar, Bendahara Ishaq Abrar Mustafa Tarigan, Ketua Relawan JAMU (Jadikan Akhyar Medan Satu), Ustad Ade Darmawan, Ketua Panitia Kurban dan lainnya, kepada wartawan.

Burhanuddin mengatakan, jumlah hewan kurban yang disembelihnya tahun ini memang berkurang satu ekor dari tahun lalu, namun ini semua murni dari para kader Partai Demokrat, termasuk keluarga besar Akhyar Nasution dan Ketua Relawan JAMU, Ustad Ade Darmawan.

“Kalau tahun lalu, ada sumbangan hewan kurban dari Pemko Medan. Tahun ini, tidak ada lagi. Tapi alhamdulillah, kesadaran kader Partai Demokrat masih sangat tinggi untuk melakukan ibadah kurban, sehingga di masa pandemi Covid-19 ini kita masih bisa menyembelih 3 ekor lembu,” ujar Burhanuddin.

Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, kata Burhan, dibutuhkan semangat peduli dan tolong-menolong, guna mengurangi kesulitan masyararakat. “Karenanya sebagi kader Partai Demokrat harus tetap peduli,” katanya.

Disebutnya, Akhyar Nasution sudah mengamanatkan kepadanya untuk membagikan daging kurban ini untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya, khususnya kaum duafa. “Kita mengutamakan masyarakat tak mampu, lalu tokoh masyarakat dan kader partai agar sama-sama kita merasakan makna Idul Adha ini,” katanya.

Burhanuddin juga mengapresiasi kehadiran para relawan yang dibentuk elemen masyarakat untuk pemenangan Akhyar Nasution pada penyembelihan hewan kurban di kantor DPC Demokrat ini. Diantaranya Relawan Mantik, Benar Aman, JAMU, Medan Rumah Kita, dan Satria Wibawa.

Kehadiran para relawan ini, lanjut Burhan, merupakan suatu kehormatan bagi Partai Demokrat Kota Medan yang akan mengusung Akhyar Nasution di Pilkada Medan. “Para relawan ini murni dibentuk elemen masyarakat yang menginginkan Akhyar Nasution melanjutkan program pembangunan Kota Medan yang lebih baik ,” ujarnya. (adz)

KNPI Sumut Bagikan Face Shield ke Panitia Qurban PW Muhammadiyah

BAGIKAN: Pengurus KNPI Sumut bagikan masker dan face shield ke Panitia Pemotongan Hewan Kurban PW Muhammadiyah Sumut, di Sekretariat PW Muhammadiyah Sumut, Jl. SM Raja Medan, Sabtu (1/8/2020) pagi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara langsung beraksi pasca menerima surat keputusan kepengurusan dari Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama.

Pada momentum Iduladha 1441 H, KNPI Sumut membagikan masker dan face shield ke Panitia Pemotongan Hewan Kurban PW Muhammadiyah Sumut, di Sekretariat PW Muhammadiyah Sumut, Jl SM Raja Medan pada Sabtu (1/8/2020) pagi.

Ketua DPD KNPI Sumut Samsir Pohan diwakili Sekretaris KNPI Sumut Nurul Yaqin Sitorus menegaskan pihaknya segera memperkuat konsolidasi dan aksi konkrit pasca menerima SK kepengurusan dari DPP KNPI.

“Kita langsung aksi begitu dapat SK. Aksi konkrit ini juga bagian dari perintah Ketum DPP KNPI Haris Pertama,” kata Yaqin didampingi Wakil Ketua Bidang Media KNPI Sumut Muhammad Asril dan Waket Bidang Olahraga, Agustin Sastrawan Harahap.

Lebih lanjut dikatakannya, DPP dan DPD KNPI Sumut bersama-sama ingin berbagi energi positif ke seluruh elemen masyarakat. Sebab KNPI adalah energy of harmony.

“Ketum DPP berharap kita semua bisa selalu hadir dalam setiap momen apapun. Apalagi ini ibadah kurban yang pemotongan hewan kurbannya harus sesuai protokol kesehatan,” kata Yaqin.

Menurutnya aksi tersebut juga dalam rangka peduli protokol kesehatan guna menghindari penyebaran Covid-19.

“Dan Tidak mengurangi rasa hormat kami kepada keluarga besar Muhammadiyah Sumut, bahwa apa yang kami lakukan adalah bentuk rasa cinta dan bangga kami kepada perserikatan Muhammadiyah di Sumut,” katanya.

Masker dan Faceshield KNPI Sumut langsung diterima Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sumut, Amrizal. Pihaknya mengapresiasi aksi nyata KNPI Sumut di bawah kepemimpinan Samsir Pohan cs. “Terimakasih atas aksi ini. Harap maklum dan mohon maaf juga apabila sambutan kami kurang berkenan di hati kawan-kawan KNPI,” katanya.

Resmi
Susunan pengurus DPD KNPI Sumut periode 2020-2023 akhirnya disahkan. Dengan pengesahan itu, Samsir Pohan secara sah dan resmi menggantikan Sugiat Santoso sebagai Ketua DPD KNPI Provinsi Sumut. SK pengesahan diserahkan Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama kepada Samsir Pohan, Senin (29/7/2020) di kantor DPP KNPI, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Haris Pertama berharap KNPI Sumut mampu memberikan kontribusi yang positif terkhusus dalam membangun kelompok pemuda di Sumut. “Saya optimis KNPI Sumut dibawah pimpinan Samsir Pohan akan mampu berperan maksimal dan mewarnai kepemudaan di Sumut,” ucapnya.

Ia juga berharap KNPI Sumut harus kembali pada khitahnya dan tetap utuh seperti semula. “Saya optimis, Samsir Pohan akan mampu membawa KNPI agar bermanfaat bagi kaum muda di Sumut,” harap dia.

Samsir Pohan pada kesempatan itu mengatakan, pengurus KNPI Sumut merupakan representasi kaum muda di Sumut. Mereka memiliki latar belakang beragam, mulai dari perwakilan unsur OKP, sayap kepemudaan, ormas maupun partai politik, serta pemuda yang terpilih karena potensinya.

“Pengurus KNPI Sumut berasal dari latar belakang profesi dan keahlian, dan tentu mewakili kelompok milenial. Ada mahasiswa pascasarjana, aktivis NGO, akademisi, peneliti dan jurnalis, dokter, lawyer, wirausaha, anggota DPRD, pejabat BUMD, atlet dan ASN,” ungkap dia.

Pria yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi Golkar Sumut, dengan latar belakang pengurus yang cukup lengkap itu membuatnya merasa sangat optimis bahwa KNPI Sumut akan mampu berkolaborasi dalam membangun kelompok pemuda masa depan Sumut.

“Kita agendakan dalam waktu dekat seluruh pengurus akan segera dilantik oleh ketua umum DPP KNPI dan kita akan bergerak dan siap menjadi mitra pemerintah dalam membangun Sumut,” katanya.

Disinggung soal struktur penasihat dan Majelis Pemuda Indonesia (MPI), Samsir menegaskan ada nama Bupati Tapteng yang juga mantan Bendahara KNPI Sumut, Bakhtiar Ahmad Sibarani sebagai Ketua Dewan Penasehat. Sekretaris Dewan Penasehat Irsan Effendi Nasution Nasution, Wali Kota Padang Sidempuan sekaligus merupakan senior KNPI. Sedangkan posisi Ketua MPI KNPI Sumut, dijabat Sugiat Santoso dan Sekretaris Alimnur Nasution. (rel/prn)

Gema Takbir Iringi Penyembelihan Hewan Kurban di Kantor DPD PDIP Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD PDI Perjuangan Sumut sembelih 3 ekor lembu sebagai bagian dari pelaksanaan kurban di hari raya Idul Adha. Lafaz Takbir pun bergema di Kantor DPD PDI Perjuangan, Jalan Jamin Ginting Medan mengeringi setiap penyembelihan hewan kurban, Minggu (2/8/2020).

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban langsung dipimpin Sekretaris DPD PDIP Sumut Dr Sutartodidampingi Bendahara dr Meriahta Sitepu. Ustad Jhon Hendra Tanjung beserta Tim Bamusi Sumut bertindak sebagai pemotong hewan kurban yang dibantu Stagas DPD PDIP yang dipimpin Kasmadi.

“Esensi kurban itu berbagi kepada kaum duafa, terlebih pada masa pandemi Covid-19 ini merupakan momentum untuk kita semua saling berbagi, karena itu PDI Perjuangan Sumut telah memotong 24 ekor lembu yang dilaksanakan di 24 DPC se Sumut dan hari ini khusus di DPD memotong 3 ekor lembu atas nama pengurus, Plt Ketua Djarot Saiful Hidayat dan Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting,” ujar Sutarto.

Lebih lanjut, Sutarto menyatakan bahwa pelaksanaan penyembelihan hewan kurban ini adalah perwujudan dari keimanan dan kepercayaan pimpinan PDI Perjuangan kepada Allah swt Tuhan yang Maha Esa dan tanggung jawab sosial PDI Perjuangan kepada umat.

“Pengadaan 27 ekor lembu ini merupakan partisipasi secara gotong royong dari 7 Anggota DPR RI Dapil Sumut, 19 Anggota DPRD Sumut dan Pengurus DPD PDI Perjuangan sumut. Selain itu, seluruh Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten/Kota juga melaksanakan kurban di daerah masing” ungkap Sutarto yang merupakan Alumnus Doktoral UIN Sumut.

Turut hadir dalam acara penyembelihan hewan kurban para Wakil-Wakil Ketua DPD Partai di antara Ustad H Syahrul Siregar, Dr Aswan Jaya, Meinarty Bangun, Samulya Indra, Dame Tobing, Sarma Hutajulu, dan Wasek Internal DPD Partai Bima Nusa dan Ketua DPRD Sumut Drs. Baskami Ginting. (adz)