BANTUAN: Tokoh pemuda Desa Jambur Pulau (Jampul) Iwan Sawit berikan bantuan perlengkapan sepak takraw, Minggu (2/8).
BANTUAN: Tokoh pemuda Desa Jambur Pulau (Jampul) Iwan Sawit berikan bantuan perlengkapan sepak takraw, Minggu (2/8).
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Demi meningkat prestasi dalam bidang olahraga remaja Masjid Nurul Hakim di Dusun IV Bobongan, Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan, tokoh muda Iwan Sawit (40) menyumbangkan perlengkapan sepak takwaw seperti 1 net dan 2 bola.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian saya dalam meningkatkan prestasi olah raga sepak takraw remaja Masjid Nurul Hakim untuk menyalurkan bakat olah raga sepak takraw remaja yang ada di dusun ini,” kata Iwan Sawit, Minggu (2/8).
Menurutnya, sepak takraw di Dusun Bobongan sempat terhenti, karena keterbatasan perlengkapan olahraga sehingga para remaja masjid tidak berolahraga lagi.
“Semoga remaja di sini dapat kembali lagi melakukan kegiatan hal-hal yang positif dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” bilangnya.
Iwan pun berharap, olah raga sepak takraw yang ada di Dusun Bobongan ini dapat bangkit kembali, dan dapat meningkatkan prestasi di tingkat nasional,harapnya.
Sementara perwakilan remaja Dusun Bobongan Heri Pratama (21) mengucapkan terima kasih kepada tokoh pemuda Desa Jambur Pulau Iwan Sawit.
“Dengan adanya bantuan ini, setiap sore kami bisa melakukan kembali olah raga sepak takraw didusun ini, sehingga dapat terhindar dari penyalah gunaan narkoba,” bilang Heri Pratama. (sur/han)
BERSAMA: Wali Kota Binjai, HM Idaham didampingi Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Lisa Andriani M Idaham bersama ribuan warga melaksanakan Salat Idul Adha di Lapangan Merdeka Binjai, Jumat (31/7)
surya/ SUMUT POS.
BERSAMA: Wali Kota Binjai, HM Idaham didampingi Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Lisa Andriani M Idaham bersama ribuan warga melaksanakan Salat Idul Adha di Lapangan Merdeka Binjai, Jumat (31/7)
surya/ SUMUT POS.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, HM Idaham didampingi Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Lisa Andriani M Idaham bersama ribuan masyarakat melaksanakan salat Idul Adha di Lapangan Merdeka Binjai, Jumat (31/7).
Salat dimulai sekitar pukul 07.30 WIB, dengan tetap dilaksanakan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Warga harus mematuhi protokol kesehatan, yakni wajib menggunakan masker, membawa sejadah masing-masing, mencuci tangan sebelum memasuki lapangan, cek suhu tubuh dan mengikuti batas jarak antara jamaah satu dengan jamaah lainnya yang sudah dibuat oleh panitia.
Ustad H Khairul Akmal Rizar Rangkuti bertindak sebagai imam dalam tausiahnyu menceritakan tentang ketaqwaan Nabi Ibrahim AS ketika diperintahkan untuk menyembelih anaknya yaitu Ismail.
“Perintah Allah pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah ( 70 hari setelah Idul Fitri) yaitu menyembelih hewan ternak sebagai simbol ketaatan kepada Allah SWT,” kata dia.
Ustad Khairul Akmal Rizar juga mengatakan, agar umat muslim yang saat ini belum berkesempatan untuk berangkat haji, dapat sabar dan memetik hikmahnya dikarenakan pandemi. “Bapak-bapak, Ibu-ibu yang tertunda keberangkatan hajinya semoga dapat bersabar mudah-mudahan ditahun depan tidak ada kendala lagi,” ucap dia.
Dia juga mengatakan, kalau takdir maupun ajal manusia sudah ditetapkan oleh Allah SWT. “Kemanapun kita berlari, meski bersembunyi di dalam benteng yang paling kokoh bahkan tak mampu ditembus oleh apapun tetap saja kematian akan menghampiri,” kata dia.
“Tapi, hal yang perlu diingat bukan kematian yang kita takutkan. Tapi, sedikitnya bekal yang kita bawa yang harus kita risaukan,” tambah dia.
Usai melaksanakan Salat Idul Adha, Wali Kota Binjai, H Muhamamd Idaham beserta Ketua TP PKK, Hj Lisa Andriani Lubis menyaksikan penyembelihan hewan ternak di Mesjid KH Karim Rambung Dalam. Tahun ini, rakapan dari PHBI Kota Binjai ada 900 lebih hewan ternak yang akan disembelih di Kota Binjai.
Sebagai Wadah Pembinaan Keagamaan
Sementara, Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai dan wargabinaan juga menjalankan Salat Idul Adha 1441 H berjamaah di Mesjid At Taqwa Lapas Kelas IIA Binjai, Jumat (31/7). Pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai wadah pembinaan keagamaan WBP Lapas Kelas IIA Binjai, yang terus diperhatikan dan dipertahanan setiap tahunnya.
Pembinaan kepribadian yang terus dilakukan guna meningkatkan derajat keimanan sebagai wujud pengendalian diri, dan mengajak seluruh wargabinaan yang beragama Islam melaksanakan Salat Idul Adha dengan rasa kebersamaan dan tetap semangat menjalani masa hukuman pidana di tengah Pandemi Covid-19.
Kalapas Kelas II A Binjai, Maju Amintas Siburian mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1441H /2020. Mohon maaf lahir dan batin. “Semoga ketakwaan kita bisa ditingkatkan, kita diberkahi kesehatan dan kebahagiaan,” ujar dia.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Binjai, Rinaldo Tarigan juga mengatakan, kegiatan ini dapat menumbuhkan kepe dulian bersama oleh para WBP, karena kegiatan keagamaan merupakan langkah yang baik untuk mengajak mereka kembali bertobat, dan bisa ikut berbagi kebahagiaan kepada sesama temannya. (ted/han)
KURBAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memegang hewan kurban yang akan disembelih untuk disumbangkan kepada warga, Jumat (31/7) lalu.
KURBAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memegang hewan kurban yang akan disembelih untuk disumbangkan kepada warga, Jumat (31/7) lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) melaksanakan penyembelihan hewan kurban usai melaksanakan Salat Idul Adha 1441 Hijriah di Lapangan KS Tubun, Mapolda Sumut, Jumat (31/7). Sebanyak 435 ekor hewan kurban diserahkan kepada panti asuhan dan masyarakat. 17 ekor lembu di antaranya disembelih di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut dan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Usai menyaksikan secara langsung penyembelihan tersebut, Kapoldasu, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, penyembelihan hewan kurban ini tetap dalam pelaksanaan penerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan Covid-19. “Penyembelihan dilaksanakan di area khusus dengan memastikan aspek kebersihan, sanitasi, dan kebersihan lingkungan. Bahkan, para petugas pemotongan hewan kurban juga memakai masker serta berjaga jarak satu sama lainnya sehingga tidak terjadi kerumunan yang bisa memicu penyebaran Virus Corona tersebut,” ujarnya.
Martuani berharap, agar panitia kurban dapat menyalurkan daging kurban kepada yang berhak menerimanya. Sehingga benar-benar tepat sasaran dalam berbagi keberkahan. Ia pun mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah.
Menurutnya, perayaan Idul Adha tahun ini selain bernilai ibadah juga dapat menjadi momen dengan penuh nilai sosial. Di mana, menjalin silahturahim antara personil Polda Sumut bersama masyarakat sekitar. Serta meningkatkan kemitraan sebagai wujud dari perpolisian masyarakat. “Oleh karena itu, Perayaan Idul Adha ini sebagai momentum menamkan nilai-nilai pengorbanan dan keikhlasan pengabdian insan Bhayangkara yang bertaqwa,” ungkapnya.
Ia mengimbau kepada seluruh personil Polda Sumut seyogyanya dapat mengimplementasikan tugas sehari-hari untuk berkorban jiwa raga dan waktu dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat bangsa dan negara. Sehingga kehadiran Polri (Polda Sumut-red) dapat bermanfaat bagi masyarakat. “Peran Polda Sumut yang Promoter akan terus aktif melakukan upaya preventif dalam memasuki masa adaptasi baru bertujuan memutus dan menimalisir mata rantai pandemi Covid-19,” pungkasnya.
Polres Belawan Sembelih 5 Hewan Kurban
Polres Pelabuhan Belawan juga menyembelih lima ekor sapi untuk dibagikan kepada seluruh personel muslim dan mitra kerja dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Penyembelihan hewan kurban ini dipimpin Kapolres, AKBP M R Dayan didampingi Wakapolres, Kompol Herwansyah bersama pajabat utama berlangsung di halaman Mapolres Pelabuhan Belawan, Sabtu (1/8).
Kapolres Pelabuhan AKBP M R Dayan mengatakan, perayaan Hari Idul Adha adalah momentum silaturahmi saling berbagi untuk keluarga besar Polres Pelabuhan Belawan. “Penyembelihan 5 ekor sapi ini akan dibagikan kepada Masyarakat disekitar dan seluruh personel serta ASN Polres Pelabuhan Belawan,” kata Kapolres.
Ia mengajak seluruhnya untuk menanamkan nilai-nilai pengorbanan dan keikhlasan pengabdian insan Bhayangkara yang bertakwa, serta untuk tetap menjaga kesehatan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dimanapun berada. “Mari sama – sama kita bangun pengabdian yang iklas dalam bertugas. Jadikan lebaran Idul Adha ini sebagai peningkatan keimanan agar bisa dijauhkan dari masalah Covid-19 yang masih ujian bagi kita semua,” pungkas Dayan. (mag-1/fac)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengingatkan Pemprovsu menata ulang usulan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), sebelum melaksanakan seleksi terbuka ataupun mutasi jabatan. Hal ini penting, sebelum nantinya KASN memberikan izin atau rekomendasi untuk melakukan dua kegiatan dimaksud.
“Masih ada ketidaksesuaian usulan atau permohonan dari Pemprov Sumut sekaitan mutasi jabatan ke KASN. Untuk usulan tersebut, kami minta jangan hanya kebutuhan sesaat, tetapi mesti jangka panjang.
Kan masih terdapat 16 jabatan yang kosong, itu mesti ditata kembali. Permohonan dari Pemprovsu itu harus secara terstruktur,” kata Asisten KASN Pengawasan Bidang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Wilayah 2, Kusen Kusdiana menjawab Sumut Pos, Minggu (2/8)n
Seperti diketahui, saat ini di lingkungan Pemprov Sumut, pejabat eselon II sudah banyak berstatus pelaksana tugas (Plt) dan rangkap jabatan. Bahkan ada sampai merangkap tiga jabatan sekaligus.
Data yang dihimpun dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, tercatat 12 OPD dipimpin pejabat berstatus Plt yang antara lain; Biro Organisasi (Hasmirizal Lubis sekaligus Kepala Bappeda); Biro Sosial dan Kesejahteraan (M Fitriyus, Asisten Administrasi Umum dan Aset); Sekretaris DPRD Sumut (Afifi Lubis, Kepala Biro Pemerintahan dan Plt Kepala BKD).
Kemudian Kepala BPKAD (Ismael Parenus Sinaga, Kepala Disdukcapil); Riswan Lubis sebagai Plt Kepala BPPRD; Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan; Plt Kadiskominfo, H Irman (Kepala Badan Litbang); Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, M Ridha Haykal Amal; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Arief Sudarto Trinugroho (Asisten Perekonomian, Pembagunan dan Kesejahteraan); Plt Kepala Dinas Pendidikan (Lasro Marbun, Kepala Inspektorat); dan Plt kepala Biro Hukum Setdaprovsu.
“Seperti koordinasi kami dengan Wagub Sumut, Bapak Musa Rajekshah, diminta kepada Pemprov Sumut sekaitan kegiatan mutasi jabatan mesti ditinjau kembali sesuai ketentuan. Untuk rekomendasi, sampai kini belum ada kami berikan baik kegiatan mutasi jabatan ataupun selter (seleksi terbuka) JPTP. Namun dalam waktu dekat ini, kami akan tuntaskan,” ungkap Kusen lagi.
Ia menambahkan, ketentuan mutasi atau selter saat ini mesti mengacu Surat Edaran Menteri PANRB No.52/2020 tentang Pelaksanaan JPT Secara Terbuka dan Kompetitif di Lingkungan Instansi Pemerintah dalam Kondisi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
“Latar belakang ini karena kondisi pandemi Covid-19. Jika mengikuti Permenpan 11/2017 kan berat. Tidak boleh sembarangan orang sama sekali dipindah sebelum dua tahun. Namun sesuai SE tersebut, jabatannya kurang dari dua tahun pun boleh diganti. Ada perbedaan sedikit sehingga lebih fleksibel. Tetapi kalau bulan depan SE itu dicabut, ya kembali lagi aturannya sesuai Permenpan,” terangnya.
Sekdaprovsu R Sabrina sebelumnya mengungkapkan, akan menata ulang kembali usulan JPTP ke KASN mengingat dalam tahun ini ada sejumlah pejabat eselon II yang memasuki masa pensiun. ”Yang kemarin pun sudah ada diberi rekomendasi oleh KASN. Cuma karena ada juga pejabat kita yang mau pensiun, jadi kita mau ulang lagi permohonannya. Kalau rekomendasinya nanti keluar, tentu kita segera membuka seleksi lagi,” katanya.
Dikatakannya, rekomendasi untuk selter eselon II sebenarnya sudah ada. Namun karena ada pemikiran bahwa terjadi perubahan-perubahan perkembangan, penilaian terhadap personal dan kondisi yang ada sehingga dilakukan permohonan ulang ke KASN. “Termasuk (rekomendasi melantik) pejabat yang dimutasi atau rotasi, serta jabatan-jabatan yang akan diseleksi,” katanya.
Berdasarkan Catatan Sumut Pos, terdapat empat pejabat eselon II Pemprov Sumut yang memasuki purna bakti di 2020 ini antara lain; Asisten Administrasi Pemerintahan, Arsyad Lubis (September); Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Suriadi Bahar (Oktober); Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Ida Mariana (Desember); dan Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan, Arief Sudarto Trinugroho (Desember). Sedangkan yang baru pensiun di Agustus ini, yakni Herawaty (Kadis Perkebunan/Plt Kadis Kehutanan) dan Anthony Siahaan (Kaban Kesbangpol). (prn)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sampai saat ini, permasalahan penggajian guru honor di Kota Medan masih tidak sesuai dengan instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Padahal, selama ini Kemendikbud telah menegaskan, 50 persen dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat dipergunakan untuk membayar gaji atau upah para guru honor di masing-masing sekolah yang menerima dana tersebut.
“Banyak kasek (kepala sekolah) dengan nada enteng dan arogan, akan memecat setiap guru honorer yang menanyakan perihal penggajian yang 50 persen tersebut. Di salah satu sekolahn
malah kasek mengatakan agar guru yang menanyakan gaji dari 50 persen dana BOS itu untuk mengundurkan diri saja,” kata Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Medan, Fahrul Lubis kepada Sumut Pos, Minggu (2/8).
Dikatakannya, FHI sangat menyayangkan oknum-oknum kasek yang bersikap arogan dan tidak transparan terhadap para guru. Padahal sebelumnya, FHI dan Komisi II DPRD Medan telah melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke kantor Kemendikbud pada 13 Februari 2020 yang lalu. “Saat itu staf ahli Kemendikbud mengatakan, guru honorer boleh digaji 50 persen dari dana BOS. Nah, di Medan terjadi permasalahannya. Kenapa kasek tidak mau membayarkan atau memberikan gaji 50 persen dari dana BOS tersebut? Padahal, dana BOS tersebut bukan uang pribadi kasek,” katanya.
Untuk itu, FHI Medan berharap, adanya surat edaran dari Kadis Pendidikan Kota Medan mengenai penggajian untuk guru honorer, termasuk soal keseragaman gaji guru honorer yang penggajiannya sesuai dengan masa kerja atau masa baktinya. FHI Medan juga meminta agar Disdik Kota Medan berkenan untuk memberikan sanksi tegas terhadap oknum-oknum kasek yang tidak mau mematuhi dan menjalankan instruksi Kemendikbud dan Kadis Pendidikan Kota Medan.
“Dengan adanya surat edaran dari Kadis Pendidikan dan sanksi yang diberikan kepada kasek yang tidak menjalankan instruksi tersebut, besar kemungkinan gaji guru honorer akan sesuai dengan instruksi Kemendikbud. Opertor sekolah juga sama nasibnya dengan guru honorer, mereka juga tidak mendapatkan gaji yang layak,” terangnya.
Selain itu, Fahrul juga menjelaskan, sampai saat ini masih sangat banyak sekolah negeri tingkat SD dan SMP yang tidak memberikan bantuan paket atau kuota internet dari Dana BOS yang ada kepada para siswa-siswinya agar dapat tetap mengikuti proses belajar-mengajar yang sampai saat ini masih menggunakan sistem dalam jaringan (daring) atau online akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Kota Medan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, Adlan SPd MM membenarkan adanya instruksi dari Kemendikbud soal bolehnya penggunaan Dana BOS sebanyak 50 persen untuk melakukan pembayaran upah guru honor di Kota Medan. “Tapi guru honor itu juga tidak boleh salah paham. Maksimal 50 persen, bukan berarti 50 persen harus dipakai untuk itu semua. Misalnya di sekolah A atau B cuma ada 2 atau 3 orang guru honornya, apa mungkin 50 persen dana BOS itu dihabiskan hanya untuk membayar upah guru honor yang cuma 2 atau 3 orang itu? Kan gak mungkin. Tetap saja kan harus dibayar sesuai upahnya,” katanya.
Saat Sumut Pos menanyakan berapa besaran upah guru honor untuk tingkat SD dan SMP di Kota Medan setiap bulannya, Adlan awalnya mengaku kurang tahu. Namun saat ditanyakan Sumut Pos, sekitar Rp400 sampai Rp600 ribu, Adlan pun membenarkannya. “Iya sekitar segitulah, bahkan ada yang dibawahnya juga, karena kan ada juga sekolah yang jumlah muridnya itu sangat sedikit, jadi gak bisa juga sama rata besaran upah guru di setiap sekolah,” jawabnya.
Terkait dengan nominal upah sekitar Rp400 ribu sampai Rp600 ribu per bulan yang diterima setiap guru honor per 3 bulan sekali itu, Adlan mengaku jumlah itu memang kecil. Namun begitu, Adlan menjawab bahwa tidak ada ketentuan yang menyatakan bahwa guru honor wajib diberikan upah sesuai UMK ataupun UMP. “Aturan itu tidak ada. Tapi begitupun kami akan upayakan supaya nanti ada regulasi atau cara supaya meningkatkan kelayakan upah guru-guru honorer di Kota Medan,” pungkasnya. (map)
BAGIKAN: Panita kurban Masjid Jami’ Silalas membagikan daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerimanya, Sabtu (1/8). Selain mengikuti protokol kesehatan Covid-19, pembagian daging menerapkan sistem barcode pada kupon.
m idris/sumut pos.
BAGIKAN: Panita kurban Masjid Jami’ Silalas membagikan daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerimanya, Sabtu (1/8). Selain mengikuti protokol kesehatan Covid-19, pembagian daging menerapkan sistem barcode pada kupon.
m idris/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Merayakan Hari Idul Adha 1441 Hijriah, Masjid Jami’ Silalas Jalan Sei Deli Kelurahan Silalas, Medan Barat, menyembelih 14 ekor hewan kurban, Sabtu (1/8). Dalam penyembelihan hewan kurban tersebut, pelaksanaannya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena daging yang dibagikan kepada masyarakat menerapkan sistem barcode pada kupon dan wajib mengikuti protokol kesehatan Covid-19.
KETUA Panitia, H Zerman menyampaikan, 14 ekor hewan kurban yang disembelih terdiri dari 11 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Hewan kurban ini merupakan sumbangan dari Gubernur Sumut Rahmayadi dan Wagub Sumut Edy Musa Rajekshah H Anif, Musa Idhishah (Doddy) dan masyarakat sekitar.
“Sistem barcode ini dipakai agar tidak terjadi double dalam pengambilan daging kurban. Jadi, pengambilan daging dilakukan dengan menunjukkan kupon yang terdapat barcode dan telah dibagikan kepada masyarakat sebelumnya. Kupon yang terdapat barcode tersebut di-scan terlebih dahulu oleh panitia kurban menggunakan ponsel android, lalu kemudian daging diserahkan ke warga,” ungkap H Zerman didampingi Kepala Koordinator Keamanan, Batara Silalahi saat diwawancarai.
Tak hanya itu, dalam pembagian daging hewan kurban ini kata dia, juga dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat pencegahan Covid-19. Sehingga, kepada masyarakat yang masuk ke areal pembagian daging, terlebih dahulu diperiksa suhu tubuhnya, mencuci tangan, hingga diwajibkan menjaga jarak. ”Bahkan, kalau ada warga yang datang tidak memakai masker akan kita suruh pulang,” jelasnya.
Zerman menerangkan, sistem barcode ini sendiri merupakan pertama kali dilakukan BKM Jami’ Silalas. Ide ini bermula dari inisiatif Ketua BKM Jami’ Silalas, Musa Idhishah. ”Sistem ini sebetulnya pernah dilakukan di Masjid Agung. Karena itu, kedepannya pengalaman ini akan kami bagikan kepada masjid-masjid yang lain,” terangnya.
Ketua BKM Masjid Jami’ Silalas, Musa Idhishah mengatakan, untuk mendapatkan kupon barcode, maka setiap calon penerima kurban terlebih dahulu wajib menyerahkan fotocopy KTP kepada Kepling. Selanjutnya, data tersebut di-input dalam database dan baru kemudian keluar kupon dengan barcode. ”Kupon ini juga diantar dari rumah ke rumah untuk memastikan datanya valid. Setelah itu, kupon baru diserahkan,” ujar pria yang akrab dipanggil Doddy.
Oleh karena itu, sambung dia, tahun depan apabila penyembelihan hewan kurban digelar kembali maka pembagian dagingnya oleh panitia hanya tinggal membuka data di komputer saja. Namun, pendataan lanjutan tetap dilakukan hanya saja pada pertambahan atau perpindahan penduduk.
“Dengan sistem ini, pemalsuan kupon dapat diminimalisir, sebab kelihatan di layar scaner, dan tidak mungkin juga double data. Untuk itu tahun depan kita akan ajak beberapa mesjid, kita buat pelatihannya dan kita berikan sistemnya untuk pelan-pelan kita buat penyeragaman Kota Medan,” cetusnya.
Ke depan, tambah Doddy, sistem barcode dalam pengambilan daging kurban ini akan dipublikasikan kepada masing-masing masjid yang ada di Kota Medan. “Mudah-mudahan, tahun depan kita ajak beberapa masjid dan melakukan pelatihan untuk pelan-pelan buat kita lakukan,” ujarnya.
Diutarakan Doddy, sistem ini juga dapat diandalkan pengurus masjid untuk pembagian zakat. “Sistem ini juga bisa dipakai untuk kegiatan lain seperti zakat. Sebab, sampai dengan tahun ini tidak ada masalah,” ucapnya. (ris)
KURBAN: Ketua PD Al Wasliyah Medan Drs H A’zam Nasution MAP didampingi Ketua Muslimat Al Washliyah Medan, Dr Hj Hasnil Aida Nasution MA pose bersama usai melakukan penyembelihan hewan kurban, Minggu (2/8).
KURBAN: Ketua PD Al Wasliyah Medan Drs H A’zam Nasution MAP didampingi Ketua Muslimat Al Washliyah Medan, Dr Hj Hasnil Aida Nasution MA pose bersama usai melakukan penyembelihan hewan kurban, Minggu (2/8).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Al Washliyah Medan kembali menyembelih hewan kurban. Tahun ini, hewan yang dikurbankan yakni 3 ekor lembu dan satu ekor kambing di SD Al Wasliyah 4 RT 1, Jalan M Basyir, Medan, Minggu (2/8).
Ketua PD Al Washliyah Medan A’zam Nasution bersyukur, karena tahun ini Al Washliyah Medan dapat kembali berkurban dengan menyembelih tiga ekor lembu dan satu ekor kambing, di mana satu ekor lembu merupakan sumbangan Anggota Dewan Penasehat Al Washliyah Medan, Prananda Surya Paloh. Tentunya diharapkan agar apa yang dilakukan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. “Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun. Kalau tahun ini kita memotong 4 ekor kurban, tentunya tahun depan bisa bertambah,” harapnya.
Ketua Muslimat Al Washliyah Medan yang juga Purek 1 Univa Dr Hj Hasnil Aida Nasution MA mengharapkan, kegiatan tersebut dapat menyentuh lapisan masyarakat. (dek)
mengapresiasi kegiatan kurban yang dilakukan Al Washliyah Medan. Karena memang harapannya, dengan kegiatan ini dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Dikatakan A’zam, selain untuk beribadah, dengan berkurban pengurus Al Wahsliyah Medan diajak menanamkan rasa berbagi terhadap sesama. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 seperti ini.
“Pastinya daging kurban yang dibagikan nanti dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan. Karena memang nantinya daging akan dibagikan kepada PD Al Washliyah Medan dari tingkat kelurahan hingga kota serta masyarakat setempat,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Muslimat Al Washliyah Medan yang juga Purek 1 Univa Dr Hj Hasnil Aida Nasution MA mengapresiasi kegiatan kurban yang dilakukan Al Washliyah Medan. Karena memang harapannya, dengan kegiatan ini dapat menyentuh berbagai lapisan masyarakat. “Semoga dengan daging kurban yang dibagikan oleh masyarakat dapat membantu masyarakat terutama yang membutuhkan. Mengingat saat ini kondisi masyarakat cukup sulit di tengah pandemi Covid-19,” tutupnya. (dek)
ISTIMEWA
KURBAN: Pimpinan Millennium ICT Center Herri Zulkarnain menyerahkan sumbangan hewan kurban kepada warga di masjid sekitar Plaza Millennium.
ISTIMEWA
KURBAN: Pimpinan Millennium ICT Center Herri Zulkarnain menyerahkan sumbangan hewan kurban kepada warga di masjid sekitar Plaza Millennium.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Millennium ICT Center memberikan sumbangan hewan kurban kepada warga yang kurang mampu di sekitar Millennium ICT Center di tengah situasi dampak pandemi Covid-19 yang saat ini masih terjadi.
Sumbangan hewan kurban sebanyak 2 ekor kambing ini diberikan langsung Pimpinan Millennium ICT Center, Drs Herri Zulkarnain SH MSi didampingi jajaran managemen kepada warga yang kurang mampu melalui masjid di sekitar Plaza Millennium ICT Center yakni Masjid Al-Hidayah, Jalan Bakti Luhur Pasar II dengan penerima atas nama Legimin dan Masjid Amaliyah Jalan Setia Luhur Pasar I, Kelurahan Dwikora, Medan Helvetia dengan penerima atas nama Bapak Habib.
Menurut Herri Zulkarnain, pembagian hewan kurban ini telah dilakukan sejak belasan tahun lalu. “Millennium ICT Center memberikan bantuan untuk berkurban dalam rangka menyambut sekaligus merayakan Idul Adha 1441 Hijriah. Ini sudah menjadi Program CSR dari Millennium ICT Center,” katanya.
Legimin, warga yang mendapatkan hewan kurban dari Millennium ICT Center, mengaku sangat terharu dan tidak menyangka menerima pemberian hewan kurban itu. Karena sebelumnya, tak terpikir olehnya untuk berkurban tahun ini. (rel)
file/sumut pos
RAZIA: Personel polisi melakukan razia terhadap pengendara mobil, terkait Operasi Patuh Toba 2019.
ilustrasi.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga hari ke-10, Operasi Patuh Toba 2020, Sabtu (1/8), Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditlantas Poldasu) menangani 1.522 perkara Pelanggaran Lalu Lintas (Gar Lantas). Hal itu dikatakan Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan di Medan, Sabtu (1/8) malam.
Pelanggaran lalu lintas ini, jelasnya, mencakup penilangan sebanyak 363 perkara dan teguran lalu lintas sebanyak 1.159 perkara, totalnya 1.522 perkara. Ia mengingatkan kembali kepada warga, terutama di Kota Medan, agar mengindahkan rambu-rambu lalu lintas dan protokoler kesehatan.
“Ini sudah kita halo-halo kan (sosialisasikan) kepada warga, baik melalui media mainstreem, media sosial (medsos), poster-poster hingga spanduk-spanduk di pinggir-pinggir jalan raya. Tetapi hampir di masa-masa terakhir Ops Patuh Toba 2020, masih banyak saja yang melanggar,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, jenis pelanggaran yang paling banyak, adalah tidak menggunakan helm SNI. Ini sebanyak 164 perkara. Kemudian, pelanggaran melawan arus sebanyak 47 perkara dan kendaraan dengan bermuatan lebih sebanyak 26 perkara. “Untuk pelanggaran lainnya tidak terlalu banyak, seperti membawa kendaraan di bawah umur hanya 13 perkara, kendaraan dengan melebihi batas kecepatan 1 perkara, serta pelanggaran-pelanggaran lainnya 28 perkara,” imbuhnya.
MP Nainggolan menambahkan, untuk jenis Kecelakaan Lalu lintas (Laka lantas), pihaknya merangkum, ada sebanyak 17 kasus, dengan korban meninggal dunia 4 orang, korban luka berat 9 orang dan korban luka ringan 9 orang. Kerugian materiil sebanyak Rp13.200.000.
Sedangkan, tambahnya, untuk kegiatan preventif di hari ke-10 ini, pihak Poldasu melaksanakan pengaturan sebanyak 652 kegiatan, penjagaan 203 kegiatan, pengawalan 18 kegiatan dan patroli 313 kegiatan. “Kita berharap, untuk di hari-hari berikutnya, jumlah pelanggaran dan laka lantas dapat berkurang dan masyarakat dapat lebih waspada dan lebih disiplin lagi, demi kebaikan bersama,” pungkasnya. (mag-1)
ILUSTRASI:
Seorang peserta CPNS menunjukan buku kisi kisi testing CPNS belum lama ini. Saat ini proses verifikasi berkas pendaftar CPNS di jajaran Pemko Medan telah rampung. Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan menunggu pengumuman verifikasi tersebut dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) .
ILUSTRASI
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan, bagi peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil 2019 (CPNS 2019) yang dinyatakan lolos ke tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), harus mendaftar ulang mulai tanggal 1-7 Agustus 2020.
“Daftar ulang mulai tanggal 1-7 Agustus. Lokasi tes bisa dipilih oleh peserta hingga 3 kali, dan bisa memilih lokasi terdekat,” kata Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono, Minggu (2/8)n
Pemilihan lokasi SKB CPNS 2019 bisa dilakukan saat peserta melakukan daftar ulang di laman SSCN yakni sscn.bkn.go.id.
Menurut buku petunjuk pendaftaran sistem seleksi calon Aparatus Sipil Negara (ASN), tanggal pemilihan lokasi tes SKB terdiri atas 2 bagian, yakni jika peserta memilih lokasi tes mulai dari tanggal 1– 7 Agustus 2020, maka peserta dapat mengubah pilihan lokasi ujian sebanyak 3 kali.
Sedangkan jika peserta memilih lokasi tes mulai dari tanggal 8 Agustus maka peserta hanya dapat memilih lokasi tes SKB sebanyak 1 kali.
Setelah memilih lokasi tes CPNS 2019, peserta dapat melakukan pencetakan kartu ujian SKB mulai tanggal 8 Agustus 2020.
Jika peserta tes dinyatakan lulus SKD, maka peserta dapat melihat informasi lebih lanjut terkait pengumuman instansi masing-masing dengan memilih tombol “Klik ini”.
Kemudian, peserta tes dapat mengisi Lokasi Domisili berdasarkan lokasi keberadaan saat ini, dibagi menjadi 2 yaitu Dalam Negeri dan Luar Negeri. Jika memilih Dalam Negeri, maka pada isian Provinsi peserta dapat memilih Provinsi sesuai dengan lokasi menetap saat ini.
Selanjutnya, pada isian Kabupaten/Kota, peserta dapat memilih Kabupaten ataupun Kota tempat akan dilakukannya tes SKB.
Untuk pengisian Titik Lokasi Tes SKB, maka peserta dapat memilih titik lokasi tes yang tersedia pada Kabupaten/Kota tempat akan dilaksanakannya tes SKB. Setelah memilih titik lokasi tes SKB dan sudah yakin, maka peserta dapat memilih tombol “Simpan”.
Jika terdapat kekeliruan dalam pemilihan lokasi tes dan kondisi sudah disimpan, maka peserta masih bisa mengubah titik lokasi tes, namun tersisa 2 (dua) kali kesempatan lagi.
Peserta juga dapat memilih lokasi domisili Luar Negeri dan memilih lokasi Tes Luar Negeri, yaitu pilihan Negara dan memilih Titik Lokasi Tes SKB sesuai dengan titik lokasi yang tersedia.
Jika peserta memilih lokasi tes mulai tanggal 8 Agustus 2020, maka peserta hanya mendapat kesempatan sekali untuk memilih lokasi tes dengan mengisi ( Lokasi Domisili, Provinsi, Kabupaten dan Titik Lokasi Tes SKB), dan kemudian klik untuk menyimpan data yang sudah dipilih.
Paryono mengimbau peserta yang akan mengerjakan tes SKB agar belajar disesuaikan dengan formasi jabatan yang dilamar. “Terus jaga kesehatan, dan patuhi protokol kesehatan saat tes,” pungkasnya.
SKB CPNS Kemendikbud di 34 Provinsi
SKB CPNS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Formasi Tahun Anggaran 2019 juga akan dilaksanakan pada rentang waktu antara 1 September 2020 sampai 12 Oktober 2020.
Mengutip akun Instagram resmi Kemendikbud di @kemdikbud.ri mengumumkan bahwa peserta yang berhak mengikuti SKB, wajib mendaftar ulang pada laman https://sscn.bkn.go.id. Daftar ulang dimulai pada 1 Agustus 2020 hingga 7 Agustus 2020.
Dalam pelaksanaan SKB, Kemendikbud akan mengedepankan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Selain itu, guna mengurangi laju pergerakan masyarakat, Kemendikbud akan menggelar SKB di 34 provinsi. “Untuk informasi lebih detail silakan kunjungi laman kemdikbud.go.id pada kolom Pengumuman. Terima kasih,” tulis @kemdikbud.ri. (lp6)