26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 4212

Supaya Orang Terinfeksi Covid-19 Tak Bertambah, Ayo Patuhi 3M

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus positif Covid-19 di Sumatera Utara terus mengalami peningkatan secara signifikan. Padahal, segala daya dan upaya telah dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut. Namun upaya itu seakan sia-sia, karena banyak masyarakat belum mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M; memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

KEPALA Dinas Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan mengajak masyarakat untuk mengikuti semua anjuran dan aturan pemerintah agar pandemi Covid-19 cepat melandai, bahkan berlalu dari provinsi ini. Seperti diketahui, menjelang penerapan tatanan normal baru di Sumut, angka terinfeksi positif Covid-19 sampai Minggu (28/6), sudah mencapai 1.467 orang. Adapun 383 orang diantaranya dinyatakan sembuh, dan 92 orang meninggal dunia.

“Polanya ini yang belum dapat kita sampai sekarang. Kuncinya, masyarakat mesti ikut (anjuran) pemerintah Yakni menerapkan 3M; memakai masker; mencuci tangan; menjaga jarak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan menjawab Sumut Pos, kemarin.

Pihaknya mengakui, kurva terinfeksi Covid-19 di Sumut sempat melandai sedikit sebelum Lebaran lalu. Namun, seminggu setelah Lebaran, ditambah isu penerapan normal baru akan dilakukan, kurva orang yang terjangkit virus semakin tinggi hingga kini. “Susahnya kita, masyarakat menganggap seperti tak ada kejadian. Menganggap normal baru adalah kehidupan sudah kembali normal. Padahal, normal baru merupakan kehidupan normal di tengah Covid-19. Tapi ya begitulah adanya masyarakat kita. Mau bagaimana lagi kita bilang,” katanya.

Bukan tanpa daya dan upaya, Pemprov Sumut melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, baik provinsi hingga kabupaten dan kota, sudah bersinergi dan menyosialisasikan 3M tersebut. Bahkan sudah pula pernah dilakukan penyekatan di berbagai titik keramaian, seperti lalu lintas atau di jalanan, namun seolah tak ada artinya.

“Minggu lalu kami bahkan sudah pada tahap semangat yang terendah. Semua cara dan upaya sudah kami lakukan. Bahkan pengawasan langsung di tempat-tempat keramaian oleh petugas kami, imbauan-imbauan 3M juga dipasang pada titik-titik itu. Begitupun penyekatan sudah dilakukan, sampai kita sadari ekonomi morat marit karena itu. Jadi ya begitulah kondisi kita,” ungkap mantan kepala Dinkes Labuhanbatu itu.

“Angka terinfeksi semakin tinggi dikarenakan sudah mulai banyak orang yang dites, lalu menunjukan hasil positif. Alat kita sudah mulai mencukupi untuk itu, jadi wajar bila angkanya signifikan,” sambung dia.

Menjelang penerapan normal baru, diakui Alwi, hal ini sudah menjadi pilihan pemerintah. Kata kuncinya, tegas Alwi, masyarakat tetap harus patuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Sebenarnya persyaratan tentang new normal dari WHO, banyak yang belum bisa kita penuhi. Termasuk yang 3M tadi. Namun ini sudah menjadi pilihan, dan kita harus siap menjalankannya. Sekali lagi kami tekankan, kalau masyarakat ikut dan bersama-sama dengan pemerintah, new normal menjadi lebih mudah kita lakukan. Bahkan kita pun optimis, pandemi ini segera berlalu dari Sumut dan Indonesia,” terangnya.

Pihaknya berharap, semua orang atau kelompok masyarakat yang punya pengaruh, ikut terlibat aktif membantu pemerintah untuk menyebarluaskan kebiasaan 3M menuju normal baru. “Cara kita hanya terus dorong dan upayakan 3M tersebut. Hal ini yang selalu kami kampanyekan. Karena dengan begitu rantai penularan virus tidak akan bertambah. Kami juga ingatkan bahwa sekarang ini sudah rata yang kena, dari semua golongan, etnis, agama. Dari ujung ke ujung sudah kena, mulai yang anak-anak sampai orangtua,” pungkasnya.

Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Whiko Irwan mengatakan, saat ini ranpergub normal baru sedang tahap sosialisasi di 33 kabupaten dan kota. Adapun penerapannya, direncanakan pada minggu pertama Juli 2020. “Ya, sedang sosialisasi. Masih cukup waktu sebelum diterapkan,” katanya.

Menyikapi kondisi rumah sakit rujukan Covid-19 di Medan sudah banyak dihuni pasien covid, pihaknya menyebut dapat dicover melalui RS-RS swasta yang ada. “Kan banyak RS swasta menangani pasien covid di Medan. Jadi masih bisa ditangani di situ, tinggal nanti diklaim saja ke pemerintah,” pungkasnya.

Hampir 1.500 Orang

Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, berdasarkan rangkuman yang telah dilakukan, jumlah penderita positif melalui hasil pemeriksaan swab Polymerase Chain Reaction (PCR), pada Minggu (28/6) sudah mencapai 1.467 kasus. Dibandingkan data sebelumnya, jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 20 kasus. “Pasien positif hari ini kembali naik dari 1.447 menjadi 1.467 orang,” ungkapnya.

Meski begitu, Aris menjelaskan, untuk pasien sembuh juga kembali didapatkan sebanyak 10 orang. Totalnya, kini sudah menjadi 383 atau naik dari sebelumnya sebanyak 373 orang. Begitu pula dengan angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tetapi hanya mengalami peningkatan 1 kasus menjadi 203 orang. “Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya mengalami penurunan sebanyak 5 orang menjadi 1.102 orang. Sedangkan pasien meninggal tetap masih berjumlah 92 orang,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Aris juga menyampaikan, Kota Medan masih menjadi wilayah dengan kasus positif terbanyak, yakni 960 kasus. Namun begitu angka kesembuhannya juga masih yang tertinggi, yakni sebanyak 242 orang. Selanjutnya, Kabupaten Deli Serdang yang angka positifnya sebanyak 188 kasus. Sementara untuk angka kesembuhannya, tambah Aris, ada mencapai sebanyak 61 orang. “Untuk wilayah yang kasus positifnya masih nihil ada di lima Kabupaten/Kota, masing-masing Kabupaten Nias, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Nias Utara dan juga Nias Barat,” pungkasnya.

60 Persen Warga Medan Abaikan Protokol Kesehatan

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, menyebut masih banyak warganya yang abai terhadap protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Padahal, kata dia, protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak dan memakai masker adalah kunci untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Padahal kalau masyarakat melaksanakan protokol kesehatan ini, saya yakin penularan virus Corona dapat diatasi. Ada 60 persen masyarakat yang tidak peduli dan mengabaikan protokol kesehatan,” ungkapnya, Minggu (28/6).

Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun kultur dan suasana baru di tengah pandemi Covid-19. “Jika kita mau bersama-sama membangun kultur dan suasana baru ini, Insya Allah kita mampu mengatasinya,” katanya.

Menurutnya, Pemko Medan telah mempersiapkan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Di mana, Perwal tersebut berisikan pedoman yang harus dilakukan masyarakat guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Di Bulan Juni, diakuinya peningkatan terjadi sangat eksponensial. Penularan yang terjadi melalui warga yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG) kepada keluarga terdekatnya. Sebab, warga yang masuk kategori OTG terlihat sangat sehat dan tidak memperlihatkan tanda-tanda terpapar virus corona seperti batuk-batuk, bersin maupun demam.

“Setelah gencar dilakukan rapid test, barulah diketahui hasilnya reaktif. Kemudian ketika dilanjutkan dengan swab test, hasilnya ternyata positif. Padahal selama ini yang bersangkutan terlihat sehat dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Tanpa disadari, mereka telah menularkan kepada orang lain, terutama keluarga terdekatnya,” jelasnya.

Mengantisipasi penularan melalui OTG ini, jelas Akhyar, Pemko Medan akan terus melakukan rapid test kepada masyarakat. Di samping itu melalui OPD terkait, Pemko Medan akan terus melakukan razia masker sehingga masyarakat sadar akan pentingnya masker, guna mencegah terjadinya penularan virus corona.

ASN Pemko Medan Tetap WFH

Saat ini, GTPP Covid-19 Kota medan telah merampungkan Ranperwal terkait penerapan new normal dan menyerahkan draft nya ke Pemprov Sumut guna dikaji dan disesuaikan dengan Pergubsu. Namun, meski new normal akan mulai diterapkan pada 1 Juli mendatang, Pemko Medan tetap memberlakukan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi sebagian besar ASN-nya.

“Untuk para ASN di Pemko Medan masih WFH sampai tren covid turun,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Data Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Minggu (28/6).

Dikatakan Muslim, hal itu dilakukan mengingat masih meningkatnya tren penyebaran Covid 19 di Kota Medan. Selain itu, pertimbangannya juga dapat dilihat dari jumlah kasus positif Covid 19 yang masih mengalami tren kenaikan di Kota Medan. Bahkan, 21 Kecamatan di Kota Medan telah masuk kedalam kawasan zona merah.

Tak cuma itu, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Medan, dari 3.925 ASN Pemko Medan yang telah menjalani rapid test, terdapat 78 orang reaktif dimana 75 diantaranya menunjukkan hasil positif saat telah mengikuti hasil test swab.

Diterang Muslim, namun bukan berarti seluruh ASN di lingkungan Pemko Medan akan bekerja dari rumah, melainkan hanya sebagian. Hal itu dilakukan untuk mendukung penerapan social distancing sebagai salah satu protokol kesehatan yang diatur dalam menghadapi pandemi Covid 19. “Masih seperti biasa, rata-rata tiap OPD ada ASN-nya yang bekerja dari kantor sekitar 30 persen, sisanya bekerja dari rumah. Untuk jumlah dan waktu bergilirnya, semua diatur dan di koordinir oleh masing-masing pimpinan OPD,” terangnya.

Namun begitu, setiap OPD memiliki jumlah ASN masuk kantor yang berbeda-beda, hal itu dikarenakan kepentingan dan kebutuhan OPD yang berbeda-beda, khususnya bagi OPD yang memiliki sistem pelayanan langsung kepada masyarakat. “Misalnya, UPT Dinkas Kesehatan, Disdukcapil, Dinas Perizinan, Dinas Kebersihan, dan banyak OPD pelayanan masyarakat lainnya. Untuk OPD-OPD tertentu yang masuk bisa mencapai 50 persen,” jelasnya.

Pun begitu, Sekretaris GTPP Covid-19 ini menegaskan, setiap OPD yang ada di Kota Medan akan menerapkan protokol kesehatan bagi setiap ASN dan seluruh pekerja yang ada untuk memutus rantai Covid 19. “Utamanya bagi yang bekerja ke kantor atau ke lapangan, pasti akan menerapkan protokol kesehatan,” tutupnya. (prn/ris/map)

Bacok Kepala Pemilik Rumah,Polisi Tembak Kaki Perampok, TKP Kelurahan Sei Rengas Permata, Medan Area

TEMBAK: Zulkifli (pakai kursi roda) tersangka perampokan dengan membacok korbnnya ditembak Polisi.
TEMBAK: Zulkifli (pakai kursi roda) tersangka perampokan dengan membacok korbnnya ditembak Polisi.
TEMBAK: Zulkifli (pakai kursi roda) tersangka perampokan dengan membacok korbnnya ditembak Polisi.
TEMBAK: Zulkifli (pakai kursi roda) tersangka perampokan dengan membacok korbnnya ditembak Polisi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pelaku perampokan di rumah Jalan Sabarudin Nomor 86 Kelurahan Sei Rengas Permata, Medan Area membacok kepala warga lantaran aksinya ketangkap basah. Akibatnya, dua warga yang merupakan penghuni rumah bernama Hasim (80) dan Lukman (50) menderita luka bacokan seriua di bagian kepala belakang dan saat ini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Informasi diperoleh Minggu (28/6), aksi perampokan yang dilakukan seorang diri tersebut terjadi pada Jumat (26/6) subuh sekira pukul 05.30 WIB. Awalnya, pelaku masuk ke rumah korban melalui atap. Singkat cerita, pelaku berhasil menggasak 3 unit smartphone milik kedua korban dan selanjutnya melarikan diri

Akan tetapi, ketika hendak kabur ternyata pelaku dipergoki Lukman yang kebetulan terbangun. Pelaku yang panik langsung menyabetkan pisau yang dibawanya ke kepala korban. “Pelaku masuk ke dalam rumah korban melalui seng rumah. Karena panik saat melakukan pencurian kepergok sama Lukman, pelaku langsung membacok korban di bagian kepala sebanyak 2 kali memakai pisau hingga korban jatuh ke lantai,” ungkap Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago.

Melihat Lukman terjatuh bersimbah darah, pelaku kemudian lari menuju pintu depan rumah korban. Namun, pelaku dipergoki Hasim dan berusaha menghalanginy untuk keluar dari rumah. “Pelaku juga membacok kepala Hasim sebanyak 2 kali menggunakan pisau hingga terjatuh di lantai dan langsung melarikan diri,” ujar Faidir.

Korban lalu berteriak meminta tolong dan dibawa warga sekitar ke Rumah Sakit Methodist Medan. Selanjutnya, kepala lingkungan setempat melaporkan ke Polsek Medan Area. “Dari laporan tersebut, diturunkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Berdasarkan penyelidikan, teridentifikasi pelakunya,” kata mantan Kapolsek Pancurbatu ini.

Faidir mengaku, malam harinya pelaku berhasil diringkus dari tempat persembunyiannya. Pelaku mengakui perbuatannya.”Pelakunya adalah Reza Wijaya alias Midun (30) warga Jalan Ismaliyah No 18 Kelurahan Kota Matsum I, Medan Area. Sekitar pukul 20.30 WIB pelaku dibekuk di Jalan Gandhi, setelah melakukan hasil penyelidikan beberapa kamera CCTV yang berada di dekat rumah korban,” bebernya.

Kepada personel, pelaku menyatakan telah menjual 3 unit ponsel milik korban yang dicurinya kepada penadah bernama Zukifli seharga Rp900 ribu dengan perjanjian 3 kali bayar. Sebagai panjar, penadah barang curian tersebut memberikan uang Rp50 ribu kepada pelaku yang kemudian digunakan untuk membeli sabu.”Pelaku terpaksa ditembak kedua kakinya oleh personel karena melawan dan kabur saat dilakukan pengembangan kasus untuk mencari barang bukti. Sempat diberikan tembakan peringatan ke udara tetapi tak diindahkan. Setelah itu, pelaku dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan. Kemudian, kembali diboyong untuk proses hukum,” papar Faidir.

Ia menambahkan, selain pelaku turut diamankan dua penadah ponsel hasil kejahatan yaitu Zulkifli (27) warga Jalan Medan Area Selatan Gang Merak, Kelurahan Sukaramai, Medan Area, dan Rahmad Hidayat (31) warga Jalan Menteng 2 Gang Pembangunan, Medan Denai. “ “Pelaku dan dua penadah barang curian masih ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat Pasal 365, sedangkan dua penadaha Pasal 480 KUHPidana,” tandas Faidir. (ris)

Polres Binjai Lamban Tangani Kasus Persekusi Terhadap Kelompok Umat Islam

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai dengan Kejaksaan Negeri beda keterangan saat ditanya perkembangan pelimpahan perkara 4 pelaku persekusi di lokasi judi, yang diawali dari Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP), Minggu (28/6). Santer kabarnya, 4 pelaku yang melakukan penganiayaan dan saat ini ditahan di Mapolres Binjai, datang seseorang yang mau mengurus penangguhan penahanannya.

Disebut beda keterangan karena antara Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Yayang Rizki Pratama dengan Kasi Pidum Kejari Binjai Zulham Pardamean Pane tidak sama. “Sudah SPDP (dikirim ke jaksa),” ujar Yayang saat dikonfirmasi.

Kata Yayang, saat ini masih dalam pemberkasan.”Belum lengkap berkasnya,” tambah mantan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan ini.

Dikonfirmasi, Kasi Pidum Kejari Binjai, Zulham Pardamean Pane mulanya belum mengetahui perkara. Lantas, Sumut Pos menjelaskan perkaranya yang viral di media sosial. “Oh yang itu, iya iya. Saya cek sebentar dulu ya,” ujar dia.

Tak lama berselang, Zulham menyampaikan informasi terkait SPDP dari polisi. “Belum ada (SPDP), yang ada Hasibuan perkara 2019 lalu,” tukasnya.

Sebelumnya, Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai melakukan penahanan 4 tersangka Persekusi terhadap kelompok umat Islam yang terjadi di lokasi judi modus ketangkasan, Jalan Lintas Binjai-Stabat, Pasar VII, Desa Tandamhilir, Hamparanperak, Deliserdang. Keempat tersangka dimaksud berinisial A alias Baron (45) dan Z alias Aan (40) warga Desa Tandamhulu II, Hamparanperak, JM Alias Ayong (46) warga Pasar 7, Desa Tandamhulu I serta B alias Pairan (41) warga Pasar 5,5, Desa Tandamhilir II, Hamparanperak.

Keempatnya dilakukan penahanan sejak dua pekan yang lalu. Mereka ditahan usai dilakukan penyelidikan oleh polisi. Proses penyelidikan dilakukan karena video persekusi atas tindakan Front Pembela Islam yang ingin menutup paksa lokasi judi menjadi viral di media sosial. Pasalnya, FPI mendapat perlawanan saat ingin menutup aktifitas ilegal yang meresahkan masyarakat tersebut.

Oleh polisi, keempat tersangka disangkakan Pasal 351 Jo 170 tentang tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara. Diketahui, sekelompok umat Islam mendatangi lokasi perjudian tembak ikan di Pasar VII, Tandem Hilir, Hamparanperak, Deliserdang, Senin (4/5) lalu. Kedatangan mereka untuk mengimbau agar perjudian ditutup.

Namun, belum lagi mengimbau, sekelompok umat Islam langsung disambut puluhan preman yang membekingi lokasi perjudian itu. Tanpa perlawanan, sekelompok umat Islam dipersekusi dan baju mereka dikoyak. Tidak terima dengan penganiayaan itu, massa yang ingin menutup perjudian membuat laporan ke Polres Binjai. (ted)

Sepedamotor Milik Tambunan Digondol Maling

PERIKSA: Petugas Kepolisian Polres Tebingtinggi ketika dilokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan TKP.
PERIKSA: Petugas Kepolisian Polres Tebingtinggi ketika dilokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan TKP.
PERIKSA: Petugas Kepolisian Polres Tebingtinggi ketika dilokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan TKP.
PERIKSA: Petugas Kepolisian Polres Tebingtinggi ketika dilokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan TKP.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Apes, itulah yang saat ini dialami Longgak Walman Tambunan (64), bagaimana tidak, sepeda motor Honda Supra X 125 miliknya raib saat diparkir dipinggir jalan ketika korban sibuk bekerja di sawahnya yang berada di Jalan AMD Lingkungan III, Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, Sabtu (27/6).

Kapolres Tebingtinggi melalui KSPKT Grup A Polres Tebingtinggi, Aiptu Terlaksana Sembiring membenarkan adanya kejadian pencurian ini. Dikatakan Aiptu Terlaksana Sembiring, dalam laporan pengaduannya korban Longgak Tambunan yang tinggal di Jalan Jambu, Kelurahan Pelita, Kecamatan Bajenis, Tebingtinggi ini mengaku jika sepeda motor Honda Supra X 125 BK 2984 OC miliknya hilang saat diparkir dipinggir jalan.

Kepada petugas kepolisian, korban menerangkan bahwa setibanya di sawah miliknya, korban mengaku langsung memarkir sepeda motornya dipinggir jalan dengan posisi stang terkunci dan dirantai ke sebatang pohon sebelum korban kemudian sibuk bekerja mencabut rumput di sawah. Namun begitu selesai bekerja dan saat hendak pulang kerumahnya, korban melihat sepedamotor miliknya sudah tidak berada ditempatnya semula.

“Korban menduga pelaku pencurian berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Supra X miliknya setelah pelaku berhasil mengambil kunci sepeda motor dan kunci gembok rantai dari dalam tas milik korban yang diletakan korban tak jauh dari sepeda motor miliknya tersebut,” ujar KSPKT Aiptu Sembiring.

Akibat kejadian ini korban Longgak Tambunan mengaku harus mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Usai korban membuat laporan pengaduan, personil SPKT bersama Tim Inafis Polres Tebingtinggi beserta Satreskrim langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan cek dan olah tempat kejadian perkara (TKP). (ian)

Sebut Proses Hukum Janggal, LBH Medan Minta Hentikan Kriminalisasi Petani Simalingkar

ilustrasi
ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menilai terdapat beberapa kejanggalan dalam proses hukum yang tengah dihadapi oleh Ardi Surbakti. Ardi bersama dua rekannya diduga telah menjadi korban kriminalisasi konspirasi mafia tanah, di Dusun III Bekala Desa Simalingkar A Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang.

“Proses penangkapan Ardi Surbakti tanpa disertai dan penyerahan surat perintah penangkapan kepada keluarga tersangka,” ujar Wakil Direktur LBH Medan, Irvan Saputra dalam pesan siaran, Minggu (28/6).

Selain itu, kata dia, pengerahan personel Brimob sekitar 30 orang dengan dilengkapi senjata api laras panjang seolah-olah melakukan penangkapan terhadap terduga teroris.

“Penetapan Ardi Surbakti dalam Daftar Pencarian orang tanpa diawali pemanggilan secara patut dan wajar sebagai saksi atau tersangka,” jelasnya.

LBH Medan menduga, dengan tidak dipenuhinya hak-hak Ardi Surbakti selaku tersangka, adalah bukti pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Penyidik Polrestabes Medan.

Atas hal ini, LBH Medan selaku kuasa hukum Ardi Surbakti menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya, hentikan kriminalisasi terhadap petani oleh para oknum aparat penegak hukum. Meminta Presiden segera mengambil alih penyelesaian konflik agraria dan melaksanakan redistribusi tanah rakyat yang telah dirampas oleh BUMN dan perusahaan-perusahaan swasta, Meminta kepada Kapolrestabes Medan untuk segera membebaskan Ardi Surbakti.

Sebelumnya, Sabtu (27/6) dinihari satu unit gubuk milik seorang petani diduga dibakar oleh orang yang tidak bertanggungjawab yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Gubuk tersebut tengah kosong ditinggal pemiliknya, yang ikut melakukan aksi jalan kaki dari Medan menuju Istana Negara di Jakarta menuntut agar Presiden Jokowi segera menyelesaikan konflik agraria di Sumatera Utara terkhusus di Simalingkar.

Dua hari sebelumnya, sekitar 200 petani yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Petani Mencirim Bersatu (SPMB) mengawali aksinya berjalan kaki dari Medan menuju ke Istana Negara di Jakarta untuk menyampaikan tuntutan segera diselesaikannya konflik agraria di Sumut.(man)

Sebut Proses Hukum Janggal, LBH Medan Minta Hentikan Kriminalisasi Petani Simalingkar

ilustrasi
ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menilai terdapat beberapa kejanggalan dalam proses hukum yang tengah dihadapi oleh Ardi Surbakti. Ardi bersama dua rekannya diduga telah menjadi korban kriminalisasi konspirasi mafia tanah, di Dusun III Bekala Desa Simalingkar A Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang.

“Proses penangkapan Ardi Surbakti tanpa disertai dan penyerahan surat perintah penangkapan kepada keluarga tersangka,” ujar Wakil Direktur LBH Medan, Irvan Saputra dalam pesan siaran, Minggu (28/6).

Selain itu, kata dia, pengerahan personel Brimob sekitar 30 orang dengan dilengkapi senjata api laras panjang seolah-olah melakukan penangkapan terhadap terduga teroris.

“Penetapan Ardi Surbakti dalam Daftar Pencarian orang tanpa diawali pemanggilan secara patut dan wajar sebagai saksi atau tersangka,” jelasnya.

LBH Medan menduga, dengan tidak dipenuhinya hak-hak Ardi Surbakti selaku tersangka, adalah bukti pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Penyidik Polrestabes Medan.

Atas hal ini, LBH Medan selaku kuasa hukum Ardi Surbakti menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya, hentikan kriminalisasi terhadap petani oleh para oknum aparat penegak hukum. Meminta Presiden segera mengambil alih penyelesaian konflik agraria dan melaksanakan redistribusi tanah rakyat yang telah dirampas oleh BUMN dan perusahaan-perusahaan swasta, Meminta kepada Kapolrestabes Medan untuk segera membebaskan Ardi Surbakti.

Sebelumnya, Sabtu (27/6) dinihari satu unit gubuk milik seorang petani diduga dibakar oleh orang yang tidak bertanggungjawab yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Gubuk tersebut tengah kosong ditinggal pemiliknya, yang ikut melakukan aksi jalan kaki dari Medan menuju Istana Negara di Jakarta menuntut agar Presiden Jokowi segera menyelesaikan konflik agraria di Sumatera Utara terkhusus di Simalingkar.

Dua hari sebelumnya, sekitar 200 petani yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Petani Mencirim Bersatu (SPMB) mengawali aksinya berjalan kaki dari Medan menuju ke Istana Negara di Jakarta untuk menyampaikan tuntutan segera diselesaikannya konflik agraria di Sumut.(man)

Jelang Pilkada Sergai 2020Oknum Kades Diduga Terlibat Politik Praktis

SPANDUK: Orang suruhan oknum Kades (DS), berinisial (R) memasang spanduk Balon Bupati dan Wakil balon Bupati Sergai yang dipajang di pohon, Selasa (23/6).
SPANDUK: Orang suruhan oknum Kades (DS), berinisial (R) memasang spanduk Balon Bupati dan Wakil balon Bupati Sergai yang dipajang di pohon, Selasa (23/6).
SPANDUK: Orang suruhan oknum Kades (DS), berinisial (R) memasang spanduk Balon Bupati dan Wakil balon Bupati Sergai yang dipajang di pohon, Selasa (23/6).
SPANDUK: Orang suruhan oknum Kades (DS), berinisial (R) memasang spanduk Balon Bupati dan Wakil balon Bupati Sergai yang dipajang di pohon, Selasa (23/6).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Seorang oknum KepalaDesa (Kades) DMH berinisial (DS)diduga terlibat dalam politik praktismenjelang Pilkada Sergai yang akandilaksanakan pada Desember 2020.Sesuai ketentuan Undang-undangnomor 6 tahun 2014 tentang desa,seorang Kepala Desa dilarang terlibat politik praktis dan menjadi pengurus partai politik.

Selain itu, Kepala Desa dilarang ikut serta danatau terlibat dalam kampanye pemilihan umum dan pemlihan kepaladaerah.Dugaan keterlibatan oknum Kades(DS) ini adalah, dengan menyuruhorang bayaran memasang spanduksalah satu Balon Bupati dan Wakilbalon Bupati Sergai yang terpajangdibawah pohon sepanjang JalanUmum Deli Muda Hilir menuju JalanPasar II Desa Sei Sijenggi, Kecamatan Perbaungan.Pantauan Sumut Pos di lokasi, Selasa (23/6).

Dua orang pemuda berinisial (R) bersama rekannya wargaDesa Sei Sijenggi, Kecamatan Perbaungan, sedang memasang spanduk Balon Bupati dan Wakil balonBupati Sergai yang dipajang di bawah pohon sepanjang Jalan UmumDeli Muda Hilir menuju Jalan SeiSijenggi, Kecamatan Perbaungan.“Kami hanya disuruh sama Kades(DS) masang spanduk sepanjangjalan ini, karena tugas kami hanya memasang, selesai dipasang kami baruhitungan,” ungkap berinisial (R).

Saat disinggung berapa upah pasang spanduk ini, kedua orang inimengatakan, kalau pak Kades ituorangnya enak, kalau pun gak adaduit kami beli rokok, tinggal mintasaja kami sama dia, karena rumahkami sama rumah Kades bersebelahan, makanya kami mau disuruhnya pasang spanduk ini, sebutkeduanya.Kicauan kedua orang suruhan inipun, diakui oleh Kades DMH berinisial DS, bahwa pemasangan spanduk Balon Bupati dan Wabalon Bupati Sergai itu memang atas suruhandirinya kepada kedua orang tersebut.

Menurut DS, adiknya yang tinggaldi Desa Sena, ada hubungan saudaradengan SA salah satu pengurus Partai di Sergai. Waktu itu, Jumat (19/6),SA datang ke rumahnya denganmembawa spanduk Balon Bupatidan Wakil balon Bupati Sergai.Namun, karena Kades DS tidakberada di rumah, spanduk itu pundititipkan di rumahnya. Karenaspanduk ini sudah tiga hari dititipkan di rumah.

Kemudian DS pun,mencari orang dan memerintahkanorang suruhannya untuk memasangspanduk Balon Bupati dan Wakilbalon Bupati Sergai tersebut.“Memang aku yang suruh pasangspanduk itu sama kedua orang itu,setelah aku suruh pasang sampaisekarang sudah dikerjakan apa belum aku pun gak tahu, karena spanduk itu aku suruh dari malam Seninkemarin dipasang,” kata DS.

Sekarang posisiku tahulah, ibaratbuah simalakama, kalau enggak adahubungan saudara sama adikku,aku masih bisa menolaknya memasang spanduk itu. Kades DS punmengakui bahwa yang memasangspanduk itu adalah orang suruhannya, tutur DS.Atas keterlibatan dalam politikpraktis oknum Kades DMH berinisial DS, ketua Bawaslu Sergai AgusliMatondang mengatakan, Bawasluakan melakukan upaya pencegahan dengan menyurati seluruh ASNdan Kepala Desa maupun perangkatDesa, agar bersipat netral dalam Pilkada mendatang.

Sosialiasi tentangkenetralirasan ASN ini sudah kamilakukan bersama ASN Pemkab Sergai beberapa bulan yang lalu diTheme Park Pantai Cermin.“Kalau untuk sosialiasi kenetralitasan dan upaya pencegahan didesa, sampai saat ini belum ada kamilakukan. Jadi kami akan surati setiapDesa dengan upaya pencegahanagar tidak melakukan tindakan yangbisa menimbulkan keberpihakan.Karena salah satu yang tidak bolehmemihak paslon itu adalah ASN danKepala Desa maupun perangkatDes, kata Agusli.

Terkait dengan adanya keterlibatan politik praktis oknum Kades itusilakan lapor kepada kami, kalaumemang terbukti adanya pelanggaran pasti kami akan tindak lanjuti,dengan menggelar rapat pleno, apakah ini sudah masuk dalam pelanggaran apa belum.“Kalau memang ini sudah masukdalam pelanggaran akan kami telusuri. Bawaslu akan tindak lanjuti setelah adanya laporan yang diterimaoleh Bawaslu, ungkap Ketua Bawaslu, Agusli Matondang. (sur)

PGN Berkomitmen Menciptakan Masyarakat Unggul dan Berdaya Saing Melalui UMKM


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PGN berkomitmen menjaga keharmonisan masyarakat yang berada di sekitar wilayah Offstake Station PGN. Oleh karena itu, PGN menciptakan program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun perusahaan salah satunya melalui Program CSR-nya, dimana salah satu tujuannya untuk meningkatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Binaan PGN.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengungkapkan bahwa tujuan dari program ini adalah menciptakan masyarakat yang unggul dan berdaya saing, sehingga dapat meningkatkan perekonomian mereka. Dampak positif selanjutnya, diharapkan dapat menciptakan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

“PGN ingin mendorong kemajuan desa-desa di sekitar wilayah operasi, tak harus selalu bidang energi. Maka dari itu, kami bantu meraih peluang-peluang ekonomi yang mudah dijangkau oleh masyarakat setempat. Rata-rata UMKM yang berada di Desa Binaan PGN, bergerak pada bidang makanan siap saji dan kebutuhan pokok,” ungkap Rachmat melalui pernyataan tertulis, (27/06/2020).

Berikut Desa Binaan PGN yang berhasil mendirikan UMKM-UMKM yang dibina PGN

1. BUMDES Pagardewa di Muara Enim, Sumatera Selatan, memiliki UMKM “Jaya Mubarok” yang memproduksi keripik tempe.

2. BUMDES Sabar Subur di Teluk Terate Banten, memiliki UMKM Kampung Kebarosan yang memproduksi kripik singkong dan Kampung Lelengkong yang memproduksi keripik singkong serta bawang goreng

3. KPKM Tembesi Tower di Batam, memiliki UMKM Mekarsari, Gundap Bahagia, Mekarsari Gundap, Mandiri Jaya, Lance Seroja. Di desa ini, UMKM program kemitraan PGN memproduksi aneka kue kering, keripik, kerupuk ikan, kerupuk ubi, kerupuk ongong, dan warung makan.

4. BUMDES Tri Daya, Minosari Prima, Labuhan Maringgai Lampung, memiliki 20 UMKM yang bergerak pada usaha warung makan, warung sembako, pembuatan kue kering, dan perdagangan di pasar tradisional

“Implementasi Program Desa Binaan dilakukan pada desa-desa, berada di sekitar empat offtake station gas PGN. Keempatnya merupakan objek vital nasional, yaitu Offtake Station Bojonegara di Kabupaten Serang Provinsi Banten, Offtake Station Pagardewa di Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan, Offtake Station Labuhan Maringgai di Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung, dan Offtake Station Panaran di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau,” ungkap Rachmat.

Menurut Rachmat, stasiun gas (offtake station) memiliki peranan strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi di Indonesia, sehingga PGN wajib menjaga keharmonisan dengan masyarakat setempat. Peran serta aktif dari PGN ini diharapkan mampu mewujudkan kehandalan operasional perusahaan sekaligus masyarakat sekitar offtake station yang mandiri dan berdaya saing.

Rachmat juga berharap, UMKM-UMKM di Desa Binaan dapat terus berkembang, sehingga dapat lebih banyak menyerap tenaga kerja dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Dari program kemitraan UMKM ini, bisa memberdayakan kurang lebih 143 orang. Apabila semakin berkembang, maka dapat mengurangi pengangguran di desa-desa tersebut,” tambah Rachmat.

Melalui program-program Corporate Social Responsibility (PGN), khususnya Community Involvement and Development, PGN senantiasa menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan senantiasa meningkatkan kualitas kinerja agar bisa membantu mengembangkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

“Program social-ekonomi lainnya diantaranya Koperasi Desa Petani Karet di Pagardewa, yang kami rasa penting untuk meringankan masyarakat dalam memperoleh modal usaha secara mandiri dari hasil gotong royong sesama masyarakat, termasuk dalam hal pemasaran. Dimana PGN memfasilitasi koperasi tersebut untuk dapat bekerjasama dengan perusahaan karet berskala nasional. Selanjutnya, program ekonomi kreatif berguna agar masyarakat memunculkan ide-ide baru yang dapat dimanfaatkan bersama,” jelas Rachmat.

Selain itu, CSR PGN juga turut berpartisipasi dalam menyalurkan energi baiknya ke berbagai sektor yaitu (1) Bantuan korban bencana alam dan non alam seperti pandemi Covid19, (2) Bantuan pendidikan dan pelatihan (3) Bantuan peningkatan kesehatan, (4) Bantuan pengembangan prasarana ataupun sarana umum, (5) Bantuan sarana ibadah, serta (6) Bantuan pelestarian alam dan (7) Bantuan untuk Pengentasan Kemiskinan.

“Selama tahun 2019, nilai CSR telah disalurkan PGN mencapai Rp 89,44 miliar. Misi sosial juga menjadi komitmen PGN sebagai perusahaan. Masyarakat menjadi bagian penting dari kemajuan PGN, karena salah satu penyebab perkembangan kami adalah dengan adanya dukungan dari masyarakat. Melalui program sosial, segala keberhasilan PGN bisa memberikan efek positif bagi masyarakat luas secara langsung meski di luar kegiatan bisnis utama kami,” tutup Rachmat.

PGN yakin bahwa berkembangnya perusahaan, juga dapat dilihat dari seberapa maju masyarakat di wilayah sekitar operasi perusahaan. PGN akan terus berkontribusi untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, dalam rangka memajukan dan membangun Indonesia, baik dengan menyediakan sumber energi yang ramah lingkungan, maupun melalui pelaksanaan program CSR-nya.

Dalam pelaksanaannya, PGN berupaya memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional PGN. Program-program PGN tidak sekedar memberikan donasi saja, melainkan juga menyusun Roadmap CSR dalam melaksanakan program yang efektif, efisien, dan bermanfaat bagi masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. (rel/ram)

Persiapan New Normal di Sumut: Dua Mal Pasang Thermal Camera dan Sensor Lift

THERMAL CAMERA Sebuah alat thermal camera untuk mengecek suhu tubuh, dipasang di pintu utama Plaza Medan Fair, Kota Medan, Jumat (26/6). Jelang new normal, sejumlah mal di Kota Medan menerapkan teknologi untuk mencegah penularan Covid-19, di antaranya thermal camera dan tombol sensor lift.
THERMAL CAMERA Sebuah alat thermal camera untuk mengecek suhu tubuh, dipasang di pintu utama Plaza Medan Fair, Kota Medan, Jumat (26/6). Jelang new normal, sejumlah mal di Kota Medan menerapkan teknologi untuk mencegah penularan Covid-19, di antaranya thermal camera dan tombol sensor lift.
THERMAL CAMERA Sebuah alat thermal camera untuk mengecek suhu tubuh, dipasang di pintu utama Plaza Medan Fair, Kota Medan, Jumat (26/6). Jelang new normal, sejumlah mal di Kota Medan menerapkan teknologi untuk mencegah penularan Covid-19, di antaranya thermal camera dan tombol sensor lift.
THERMAL CAMERA Sebuah alat thermal camera untuk mengecek suhu tubuh, dipasang di pintu utama Plaza Medan Fair, Kota Medan, Jumat (26/6). Jelang new normal, sejumlah mal di Kota Medan menerapkan teknologi untuk mencegah penularan Covid-19, di antaranya thermal camera dan tombol sensor lift.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua mal besar di Kota Medan melakukan upaya pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19. Manajemen Plaza Medan Fair misalnya, menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan pemasangan thermal camera dan tombol sensor lift dengan sistem touchless.

Plaza yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Medan itu memasang thermal camera di pintu masuk utama, bertujuan untuk mendeteksi suhu tubuh pengunjung. Alat ini mampu mendeteksi suhu tubuh manusia lebih cepat, tanpa harus diperiksa satu per satu.

“Bila suhu tubuh tinggi, kami menyiapkan penangan medis sesuai dengan standar Covid-19,” kata Marcomm Manager Plaza Medan Fair, Lenny Yun Manalu, kepada wartawan, Jumat (26/6).

Kemudian di pintu masuk area parkir dan lift, juga disediakan tombol sensor dengan sistem touchless (tanpa menyentuh). Pengunjung tidak perlu menyentuh tombol secara langsung.

Ia menjelaskan, persiapan itu dilakukan menghadapi new normal di tengah pandemi Covid-19. “Selain kedua fasilitas itu, kami juga menerapkan sensor khusus agar pengunjung tidak perlu bersentuhan langsung dengan sejumlah fasilitas, contohnya pengambilan tiket parkir,” katanya.

Dengan menyediakan infrastruktur teknologi protokol kesehatan, ia berharap Plaza Medan Fair turut membantu pemerintah menekan laju penyebaran virus corona di Kota Medan. Apalagi, mall menjadi tempat berkumpul orang dengan jumlah besar, sehingga rentan menjadi lokasi penyebaran virus.

“Kami berupaya menyempurnakan peralatan dengan touchless. Tujuannya, agar pengunjung terhindar dari sentuhan. Dan yang paling utama, untuk memutus mata rantai Covid-19,” ungkap Lenny kepada wartawan di Medan, Jumat (26/6).

Selain itu, pihaknya juga fokus dengan penggunaan makser. “Pengunjung yang tidak mengenakan masker tidak diperkenankan masuk,” kata Lenny.

Lenny mengakui, di awal new normal, jumlah pengunjung memang belum begitu ramai. Salahsatu alasannya karena masih diberlakukan pembatasan jam operasional mal. “Masih belum terlalu ramai. Namun yang terpenting, kami sebisa mungkin menerapkan protokol kesehatan agar pengunjung merasa aman dan nyaman,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Marcomm Manager Sun Plaza, Yokie. Ia mengatakan pihaknya terus berupaya menyempurnakan peralatan di area mal, dengan menerapkan sistem touchless. Di antaranya touchless parking dan thermal camera.

“Itu sudah kami terapkan kurang lebih seminggu. Semuanya dilakukan agar memberikan kenyamanan dan keamanan lebih bagi pengunjung, dan diharapkan dapat meredam penyebaran Covid-19 di masa sekarang ini,” tandasnya. (gus)

Kota Medan Zona Merah Covid-19, Amplas Tertinggi, Belawan Terendah

LIVE: Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, melakukan konferensi video perkembangan Covid-19 secara live di Media Center, Kantor Gubsu, Medan, Jumat (26/6).
LIVE: Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, melakukan konferensi video perkembangan Covid-19 secara live di Media Center, Kantor Gubsu, Medan, Jumat (26/6).
LIVE: Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, melakukan konferensi video perkembangan Covid-19 secara live di Media Center, Kantor Gubsu, Medan, Jumat (26/6).
LIVE: Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, melakukan konferensi video perkembangan Covid-19 secara live di Media Center, Kantor Gubsu, Medan, Jumat (26/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 11 dari 33 kota/kabupaten di Sumatera Utara masuk zona merah (angka positif di atas 5 kasus) Covid-19. Kota Medan menjadi wilayah tertinggi kasus penularan. Dari 21 kecamatan di kota terbesar ketiga di Indonesia ini, kecamatan paling selatan Kota Medan memiliki kasus tertinggi positif Covid-19. Sedangkan kecamatan paling utara paling rendah terpapar Covid-19.

“SEMUA WILAYAH di Medan masuk zona merah. Yang tertinggi, Kecamatan Medan Amplas ada 54 orang pasien positif Covid-19 yang sekarang dirawat di rumah sakit. Disusul Medan Area dengan 51 kasus. Paling rendah saat ini justru Medan Belawan, hanya 1 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan, dr. Mardohar Tambunan, kepada wartawan di Posko GTPP Kota Medan, Jumat (26/6).

Menurut Mardohar, massifnya jumlah kasus positif Covid-19 berkaitan dengan kedisiplinan. “Kadang kita perlu mengembalikan ke soal kedisipilinan. Bukan hanya masyarakat awam, tetapi termasuk petugas ASN, birokrat, swasta atau yang lain,” katanya.

Data terkini Dinas Kesehatan Kota Medan terkait kasus Covid-19 di Kota Medan, Jumat (26/6), jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.262, Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 2.323 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 1.510 orang, dan positif Covid-19 sebanyak 894 orang, di antaranya telah sembuh 239 orang, meninggal 56 orang, dan sedang dirawat 599 orang.

Sementara data kasus Covid- per kecamatan, 10 tertinggi yakni Medan Amplas, disusul Medan Area, Medan Barat, Medan Baru, Medan Belawan, Medan Deli, Medan Denai, Medan Helvetia, Medan Johor, dan Medan Kota (lihat grafis).

Menurut Mardohar, selama pandemi Covid-19 ini, banyak tenaga medis di Kota Medan yang terpapar. Bahkan ada puskesmas yang terpaksa tutup karena adanya kasus baik kepala puskesmasnya atau stafnya. Tercatat, sebelumnya ada enam puskesmas yang ditutup dan tiga di antaranya sudah beroperasi kembali. Ke-6 puskesmas yang sempat ditutup yakni Puskesmas Medan Selayang, Puskesmas Padang Bulan, Puskesmas Kota Matsum, Puskesmas Tuntungan, Puskesmas Medan Sunggal, Puskesmas Medan Area Selatan.

“Dari 6 puskesmas, sebagian sudah buka kembali dengan catatan. Untuk tiga kepala puskesmas, tiga sudah pulang (sembuh). Tinggal tiga orang lagi, staf. Puskesmas Medan Selayang, Puskesmas Kota Matsum, Puskesmas Sunggal sudah buka,” katanya.(*)