LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Johan Kanda Arifin (35) tewas tenggelam di bawah jembatan Muara Sungai Kenang Dusun III Desa Paluh Sibaji Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deliserdang, Minggu (21/6) sekira pukul 17.00 WIB.
Korban adalah warga Dusun Pembangunan I Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deli serdang dan tewas tenggelam saat menyelamatkan anaknya bernama Kanda (12) yang jatuh ke sungai.
Informasi dihimpun, sekira pukul 17.00 WIB korban sedang mancing dilokasi kejadian bersama 5 temannya. Tiba-tiba anak korban bernama Kanda akan menangkap burung di tepi sungai namun terpeleset jatuh ke sungai.
Mengetahui hal tersebut korban langsung terjun ke sungai dan berusaha untuk menyelamatkan anaknya. Karena korban tidak bisa berenang sehingga korban tenggelam dan terbawa arus air sungai yang sedang pasang. Sedangkan anak korban selamat karena bisa berenang.
Teman korban dibantu warga sekitar melakukan pencarian. Namun sekira pukul 18.45 WIB pencarian dihentikan karena salat maghrib. Sekira pukul 19.20 WIB pencarian kembali dilanjutkan. Sekira pukul 21.45 WIB, tim Basarnas tiba dilokasi melakukan pencarian bersama personel Polsek Beringin berjumlah 10 orang dipimpin Kanit Reskrim Iptu D. Manalu SH, dan dibantu tim relawan bersama masyarakat sekitar .
Sekira pukul 22.00 WIB korban ditemukan selanjutnya dibawa kerumah duka di Dusun Pembangunan I Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam. Kanit Reskrim Polsek Beringin Polresta Deliserdang Iptu D Manalu SH menyarankan agar korban dilakukan outopsi namun keluarga korban menolak dan akan membuat Surat Pernyataan untuk tidak dilakukan outopsi
Selanjutnya korban dikebumikan, Senin (22/6) di TPU Dusun Pembangunan I Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam. Kapolsek Beringin Polresta Deliserdang AKP MKL Tobing SH melalui Kanit Reskrim Iptu Manalu SH saat dikonfirmasi membenarkan korban tewas tenggelam dan keluarga korban menerima atas kematian korban dengan membuat surat pernyataan keberatan jika dilakukan otopsi. (btr)
SEMAYAMKAN: Sebelum dimakamkan dua jenazah bocah korban pembunuhan bapak tiri disemayamkan di rumah duka Jalan Brigjen Katamso Gang Kesatria, Sei Mati, Maimun, Senin (22/6) siang. M IDRIS/sumut pos.
SEMAYAMKAN: Sebelum dimakamkan dua jenazah bocah korban pembunuhan bapak tiri disemayamkan di rumah duka Jalan Brigjen Katamso Gang Kesatria, Sei Mati, Maimun, Senin (22/6) siang. M IDRIS/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus dugaan pembunuhan terhadap dua bocah, IF (10) dan RA (5), yang ditemukan mayatnya di dalam parit samping Sekolah Global Prima Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, akhirnya terungkap Polsek Medan Kota.
Terduga pelakunya adalah bapak tiri kedua bocah abang beradik tersebut, Rahmadsyah (30). Pelaku ditangkap dari tempat persembunyiannya di kawasan Delitua, Senin (22/6) dini hari.
Namun, Ainul masih enggan memberi keterangan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Alasannya, masih melakukan pengembangan kasus dan pencarian barang bukti.
“Masih dikembangkan kasusnya untuk mencari barang bukti. Besok (hari ini, red) kita rilis,” katanya singkat.
Sementara, kesedihan mendalam tampak di rumah duka Jalan Brigjen Katamso Gang Kesatria Ujung, Sei Mati, Medan Maimun. Isak tangis pecah saat jenazah kedua bocah tiba sekitar pukul 12.30 WIB. Para keluarga hingga tetangga menangis histeris melihat jasad abang beradik digotong, setelah diturunkan dari ambulans RS Bhayangkara, Medan.
Diungkapkan Dian, adik kandung ibu korban, Fathulzanah (30), pihak keluarga tak menyangka abang beradik itu meninggal dengan tragis ditangan bapak tirinya. Terlebih, hanya karena persoalan sepele lantaran merengek minta dibelikan es krim.
“Kok tega kalilah dia (pelaku) sampai membunuh mereka berdua. Padahal, IF dan RA anak yang baik,” ucap Dian sembari menangis, adik kandung dari Fathulzanah.
Ia menceritakan, kakak kandungnya menikah dengan pelaku sekitar dua tahun lalu atau tahun 2018. Saat itu, kakaknya telah bercerai dengan suami pertamanya, dikarunia dua anak yaitu IF dan RA.
”Kakak saya ini sempat bekerja di daerah Delitua. Dari situlah kenal dengan Rahmadsyah hingga kemudian menikah,” jelasnya dengan kesal.
Sewaktu baru nikah dan tinggal bersama dengan keluarga di rumah Gang Kesatria, sebut Dian, pelaku baik orangnya dan tidak kasar.
Tetapi, beberapa bulan kemudian mulai terlihat sifat aslinya hingga me lawan orang tua istrinya karena berselisih paham dan nyaris menganiaya.
”Saya sempat cekcok sama dia (pelaku), soalnya bapak saya mau dilempar kaca karena bertengkar. Setelah itu, dia pindah bersama kakak saya dan mengontrak di belakang Sekolah Global Prima,” bebernya.
Lebih dari itu, sambung Dian, istrinya sempat mau dibunuh ketika mereka cekcok.
“Kakak saya pernah dicekik saat mereka berantem dan mau dibunuhnya. Dicekik sam pai wajahnya biru, dikira dia sudah mati,” katanya.
Diutarakan Dian, selama menikah dengan kakak kandungnya, sempat dikarunia seorang anak perempuan. Akan tetapi, pada usia 8 bulan meninggal dunia akibat sakit.
Dian mengaku, setelah kejadian penemuan mayat IF dan RA, Minggu malam satu keluarga ada yang dimimpikan oleh IF. Dalam mimpi tersebut, meminta dimandikan dan dibawa ke rumah atuk dan neneknya di Gang Kesatria.
“Kami (IF dan RA) mau dimandikan di rumah atuk sama nenek sebelum dikuburkan. Makanya, dibawa ke sana sama keluarga untuk memenuhi permintaan terakhir mereka walau dalam mimpi,” ungkapnya.
Setelah dimandikan dan proses fardu kifayahjenazah kedua bocah tersebut dimakamkan di kuburan Jalan Brigjen Katamso sekitar pukul 13.00 WIB.
Tersangka Rahmadsyah mengakui perbuatanya membunuh kedua anak tirinya dengan cara membenturkan ke dinding beberapa kali dan membuangnya ke dalam parit serta tempat sampah Sekolah Global Prima.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, setelah berhasil mengamankan pelaku pihaknya kemudian menggelar prarekonstruksi aksi pembunuhan yang dilakukan pelaku di lokasi kejadian pada Senin sore. Dalam reka ulang itu, dihadirkan tersangka dan mempraktikan sebanyak 17 adegan bagaimana menghabisi nyawa kedua anaknya tersebut.
“Ada 17 adegan prarekonstruksi sementara itu, nanti bisa berkembang. Untuk lokasi, ada 2 titik kita lakukan rekon,” ujar Riko saat memberikan keterangan persnya.
Dijelaskan Riko, sebelum kejadian pada Jumat (19/6), ibu korban, Fahtulzanah, mengantarkan anaknya ke rumah neneknya di Jalan Brigjen Katamso Gang Kesatria. Kemudian, ibu korban pergi bekerja. Lalu, setelah itu kedua korban kembali ke rumahnya di Jalan Brigjen Katamso Gang Abadi, belakang gedung Sekolah Global Prima.
“Pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB kedua korban pulang ke rumah orang tuanya di Gang Abadi dan menonton televisi bersama bapak tirinya (tersangka),” jabar Riko.
Tak lama setelah menonton televisi, kedua anak itu meminta untuk dibelikan es krim. Namun, pelaku saat itu kebetulan tidak punya uang.
“Si anak ini minta ke bapaknya untuk dibelikan es (krim), tapi bapaknya bilang tidak punya uang. Kemudian, anak-anak ini menyatakan bahwa bapaknya pelit, dia akan minta ibunya cari bapak baru. Begitu menurut keterangan awal dari tersangka, dan kita masih dalami,” sambung Riko.
Karena itu, lanjut dia, atas keterangan tersangka, pihaknya masih mendalami motif sebenarnya.
“Masih kita dalami motifnya, apakah dia marah karena dibilang pelit dan akan minta ibunya cari bapak baru? atau mungkin ada motif lain,” ucap Riko.
Lebih jauh Riko mengatakan, berdasarkan keterangan tersangka dan hasil pra rekon, pelaku menghabisi kedua anaknya itu dengan cara mem benturkan kepala korban ke dinding.
“Dua anak ini dipegang tengkuknya kemudian kepalanya diadukan, dan dibenturkan. Setelah itu, si anak-anak ini jatuh. Kemudian, satu-satu dibenturkan lagi ke lantai dan dinding sebanyak 4 kali atau 5 kali,” jelasnya.
Lantaran melihat korban masih bernapas, pelaku dengan tega menginjak perut kedua bocah itu.
“Karena tersangka melihat masih bergerak, lalu diinjak dada dan perutnya. Setelah memastikan korban tidak bernyawa lagi, lalu tersangka membuang kedua anaknya tak jauh dari rumah kontrakannya,” kata Riko.
Selanjutnya, pada Sabtu (20/6), Fatulzanah menanyakan keberadaan kedua anaknya kepada tersangka lewat chating akun facebook. Lantas, tersangka tidak menjawab dan seperti ketakutan. Tersangka yang saat itu sudah tidak ada lagi di rumah kontrakan mereka, kemudian mengabarkan kepada ibu korban kalau anaknya sudah meninggal.
“Tersangka mengabarinya lewat chating facebook karena tidak punya handphone. Pelaku sendiri diamankan sekitar 7 jam setelah menerima informasi penemuan mayat korban. Setelah kita lakukan test urine, ternyata tersangka negatif,” pungkasnya. (ris)
YAGASU ACEH, meluncurkan Yagasu Market untuk membantu masyarakat pesisir menjual hasil tambak ke konsumen.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Diawali dari keluh kesah para nelayan tentang sulitnya menjual hasil tangkap nelayan dan produksi tambak di tengah pandemik Covid-19, YAGASU ACEH, meluncurkan Yagasu Market, atau dikenal dengan Y_Mart, untuk membantu masyarakat pesisir menjual hasil tambak ke konsumen.
“Biasanya, para nelayan tradisional dan petambak menjual hasilnya kepada tengkulak dan agen penampung hasil tambak. Namun, efek pendemi Covid 19, daya tampung tengkulak ataupun agen tidak banyak disebabkan jalur ekspor tertutup ke negara lain. Oleh karena itu, kami meluncurkan Yagasu Market, sebagai salahsatu solusi untuk memasarkan produk nelayan dan petambak langsung kepada konsumen,” kata Meilinda Suriani Harefa, Program Director Yagasu, dalam rilisnya yang diterima Sumut Pos, Senin (22/6).
Ia mengatakan, Yagasu Market menjadi sarana penghubung nelayan dan petani yang berada di wilayah program Yagasu dengan konsumen, sehingga nelayan dan petani menjual produk pertanian dengan harga yang adil dan kuantitas yang berkelanjutan.
“Yagasu Market menjadi wadah yang memudahkan para ibu rumah tangga untuk berbelanja kebutuhan dapur secara online tanpa harus ke luar rumah. Ikan, udang, sayur, buah, dan lauk-pauk yang dibeli akan langsung diantarkan ke rumah konsumen. Hal ini tentu mendukung pembatasan sosial yang dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Konsumen tetap di rumah dan kebutuhan dapurnya akan diantarkan langsung ke rumah secara gratis,” katanya.
Meilinda juga menyampaikan, kekhawatiran masyarakat terutama kaum ibu untuk berbelanja ke pasar tradisional di masa pandemi, membuat kehadiran toko online yang diberi nama Yagasu Market itu dengan cepat diterima masyarakat Kota Medan. “Apalagi saat ini, konsumen cukup memanfaatkan fitur WhatsApp, Facebook atau pun Instagram jika ingin memesan.” Tambahnya.
Khusus produk perikanan, seperti ikan dan udang, NGO yang bergerak di restorasi, mitigasi perubahan iklim, dan konservasi mangrove, ini menjamin produk yang ditawarkan adalah produk organik yang tidak menggunakan pelet sebagai pakannya. Produk dibudidayakan dengan metode silvofishery, yakni melibatkan tumbuhan mangrove sebagai sumber oksigen bagi ikan dan udang, sehingga kualitas yang dihasilkan jauh lebih berkualitas daripada yang berada di pasaran.
Adapun manfaat yang didapatkan para nelayan dan petani yang bermitra dengan Yagasu Mart adalah mereka dimudahkan dalam pendistribusian langsung ke konsumen. Para nelayan dan petani juga akan diedukasi dan semua sistem penjualan diterapkan secara transparansi.
“Konsumen di wilayah Medan bisa berbelanja di Yagasu Mart ini dengan menghubungi admin +62 822-7759-0602/+62 822-7759-0597 dan mengikuti account Instagram dan Facebook @yagasumart,” katanya mengakhiri. (rel)
Ketua IJTI Sumut, Budiman Amin foto bersama Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin Siregar beberapa waktu lalu.
Ketua IJTI Sumut, Budiman Amin foto bersama Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin Siregar beberapa waktu lalu.
BATU BARA, SUMUTPOS.CO – Viral di media online dan media sosial, kasus dugaan penghinaan dan pengancaman yang diduga dilakukan RM, oknum ketua organisasi pemuda di Batu Bara mendapat dukungan dan simpati dari penggiat jurnalistik dan warganet.
Tak ketinggalan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi Sumatera Utara memberikan reaksi atas peristiwa dugaan kekerasan terhadap jurnalis Fadly Pelka, anggota IJTI Astra di Kabupaten Batu Bara.
Ketua IJTI Sumut, Budiman Amin Tanjung melalui pesan Whatsapp yang diterima Sekretaris IJTI Astra Taufiq, Senin (22/06/2020) minta Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis, segera menindaklanjuti laporan dugaan penghinaan dan ancaman terhadap jurnalis iNews TV Fadly Pelka yang merupakan anggota IJTI.
“Kita sudah lakukan koordinasi ke IJTI provinsi terkait masalah yang menimpa Fadly Pelka sebagai salah satu anggota kita. Ketua IJTI Sumut memberi support agar kasus ini diteruskan hingga ke pengadilan,” ucap Taufiq.
Sebelumnya seorang jurnalis televisi anggota IJTI, Fadly Pelka dalam laporan ke Polres Batu Bara menyebutkan dirinya diduga telah difitnah dan diancam oleh oknum Ketua KNPI Batu Bara, RM.
Fadly Pelka mengatakan tidak terima dengan bahasa oknum RM di media sosial facebook yang mengatakan bahwa dirinya dipesan dan dibayar untuk membuat berita tayangan televisi terkait bansos sembako di MNC TV.
Masih menurut Fadly, RM menyebut dirinya menyajikan berita yang tidak jelas seolah-olah tidak sesuai fakta. Sementara berita tersebut berdasar rekaman visual dan wawancara di lapangan. Selain melalui FB, RM yang merupakan keponakan bupati Batu Bara itu melalui pesan Whatsapp yang ditujukan kepada Fadly Pelka mengeluarkan kata-kata berbau ancaman.
Korban Fadly Pelka berharap permasalahan yang menimpa dirinya harus sampai ke meja hijau demi efek jera kepada pihak yang menghalang-halangi dan mengintimidasi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.
Sebagai informasi, jurnalis iNews TV Fadly Pelka mengirimkan hasil liputannya setelah melakukan rekaman visual dan wawancara di lapangan terkait dugaan penyimpangan penyaluran bansos sembako di Kabupaten Batu Bara. (rel/prn)
Para muspika kec biru biru melakukan rapid tes untuk mencegah adanya covid-19.
Para muspika kec biru biru melakukan rapid tes untuk mencegah adanya covid-19.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), Seluruh pegawai di Kecamatan Biru Biru dan Kelurahan lakukan Rapid Test Covid-19, bertempat Kantor Kecamatan Biru Biru Kabupaten Deli serdang, Senin (22/06/20).
Camat Biru Biru Dhani Mulyawan S,Sos.MIP, mengatakan antisipasi di berlakukannya New Normal, kita sebagai pegawai dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat perlu mengetahui tingkat kesehatan para pegawai di lingkup kecamatan maupun kelurahan.
“Sebelumnya kita telah menyampaikan surat permohonan Rapid Test untuk seluruh Aparatur Kecamatan dan Kelurahan di Kecamatan Biru Biru kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deli serdang” ucapnya.
Lanjut Dhani, Alhamdulilah pada hari Senin Petugas Medis dari Puskesmas Biru Biru dibawah pimpinan Dr.Susi Evanta,M.Kes berserta petugas Gugus tugas pencepatan penanganan covid- 19 Kec.Biru Biru mamakai Alat Pelindung Diri (APD) telah melakukan Rapid Test terhadap 100 Orang Pegawai di Wilayah Kec.Biru Biru.
“Kita Sangat senang karena Hasil Rapid Test 100% Non Reaktif alias negatif Covid.” Ucap Dhani.
Dhani juga mengatakan langkah ini dilakukan sebagai upaya dalam memberi rasa aman kepada para Pegawai dalam bekerja, karna para pegawai Kecamatan dan Kelurahan kerap kali berhubungan dengan banyak orang dalam beraktifitas sehari-hari.
Tentu Seluruh Pelayanan di Kecamatan Biru Biru dan Kelurahan kita menggunakan Protokol kesehatan seperti Wajib memakai masker cuci tangan dan jaga jarak dan menyediakan Hand Sanitizer.
“Saya berharap apa yang telah kita lakukan ini bisa mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Virus Corona di Kabupaten Deli serdang khususnya di Kecamatan Biru Biru” Harapnya.
Hadir Dalam kegiatan Kapolsek Biru Biru AKP.E.Sembiring Bersama personil, Danramil 04 Biru Biru Kapten.Arm.Agus Wahyudi Bersama personil, Kasi PMD Biru Biru Nelly Sinaga, FKDM Biru Biru. (red)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kamu yang bermodal kecil jangan takut untuk membuka suatu usaha. Banyak cara yang dapat kamu tempuh untuk membuka usaha.
Salah satunya jualan variasi es buah. Bisnis ini tidak perlu modal yang besar dalam menggandrunginya.
Mengutip buku ‘Untung Berlipat Modal 1 Juta’ karya Ivana Lestari, Jakarta, Minggu (21/6), bisnis es buah hanya cukup memerlukan modal sebesar Rp2,2 juta. Kemudian, bisnis tersebut menghasilkan keuntungan sekira Rp450 ribu per bulannya.
Cara berjualannya pun janganlah seperti yang variasi es buah yang sudah ada. Kamu juga harus mempunyai inovasi-inovasi tersendiri dalam berjualan es buah.
Pertama, kamu harus memiliki lokasi yang strategis. Salah satu lokasi yang baik adalah di tepi jalan atau pusat-pusat keramaian lainnya, seperti sekolah, taman, atau di sekitar persimpangan jalan.
Beri nama-nama unik untuk menu es buah supaya menarik konsumen. Misalnya, Es Buah Pelangi di Matamu.
Pada siang terik matahari, es buah manjur menjadi pelepas dahaga setiap orang. Sehingga, sebaiknya kamu memilih waktu siang hari untuk menjual es buah.
Segmentasi pasar dari penjualan es buah ini terbilang masuk ke seluruh golongan. Dari mulai anak kecil hingga orang tua pasti menyukainya.
Lalu, usaha ini tak perlu membutuhkan promosi yang berlebihan. Kamu cukup menata etalase dengan jajaran buah-buahan agar menarik pelanggan untuk mampir.
Jika usaha ini berhasil, kamu akan cepat mencapai break event point (BEP) atau sering disebut balik modal. Kamu diperkirakan akan balik modal sekira 5 bulan. (bbs/azw)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan seluruh petugas pencatat meter akan kembali turun langsung ke rumah pelanggan pascabayar. Pencatatan ini akan digunakan sebagai dasar perhitungan tagihan listrik di rekening bulan Juli nanti.
Pembacaan meter dilakukan dengan tetap memperhatikan Pedoman Pencegahan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI untuk antisipasi penyebaran Covid-19. Pencatatan tersebut akan berlangsung di akhir bulan ini.
“Akhir bulan Juni ini, Kami memastikan seluruh petugas mencatat ke rumah pelanggan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening listrik dengan penggunaan listrik oleh pelanggan,” ungkap Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, Agung Murdifi dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (21/6).
Selain itu demi kenyamanan pelanggan, PLN juga menyiapkan layanan Lapor stand meter mandiri (Baca Meter Mandiri) melalui aplikasi WhatsApp Messenger (WA) PLN 123 dengan nomor 08122123123, pelaporan mandiri pelanggan bisa dilakukan pada tanggal 24-27 setiap bulannya. Pelaporan mandiri pelanggan yang valid akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik.
“Jadi kalau pelanggan mengirimkan angka stand kwh meter dan kami nyatakan valid, kami akan menggunakan laporan tersebut sebagai dasar perhitungan rekening. Meskipun petugas catat meter mengunjungi rumah pelanggan.” ujar Agung.
Sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat ada 4,3 juta pelanggan yang terdata mengalami lonjakan tagihan listrik. Di mana, melonjak hingga di atas 20% dari tagihan bulan sebelumnya.
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan yang dijabat oleh Bob Saril mengatakan bahwa dari jumlah tersebut ada sekira 1,75 juta sudah dikelola secara sistem otomatis. Bahkan sudah masuk ke program perlindungan lonjakan tagihan listrik di mana dengan dicicil di tiga bulan ke depan.
“Tetapi untuk sekira 2,25 juta pelanggan itu ini yang kita lihat ada juga tidak melaporkannya karena kenaikannya 23%-25% itu kan rata-rata,” pungkasnya. (bbs/azw)
SUMUTPOS.CO – Uang koin Rp1.000 bergambar kelapa sawit degan tahun emisi 1993 sempat bikin heboh dunia maya. Pasalnya, ada masyarakat yang menjual uang tersebut dengan harga Rp100 juta melalui belanja online.
Padahal, uang tersebut masih beredar di masyarakat. Bahkan, Bank Indonesia masih mengakui uang tersebut untuk digunakan sebagai alat transaksi.
Oleh sebab itu, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko mengimbau agar masyarakat berhati-hati jika melakukan transaksi jual beli tersebut. Apalagi, jika diperuntukan koleksi karena unik.
“Kita hanya mengingatkan kepada masyarakat, uang itu masih beredar. Kedua, hati-hati dengan penawaran. Jadi orang kasih harga macam-macam, saya juga gatau kenapa,” kata Onny kepada wartawan, Minggu (21/6).
Apabila uangnya sudah ditarik dan harganya selangit, kata dia, itu bisa jadi membuat harganya mahal. Namun, kini keadaannya uang itu belum ditarik dari peredaran, sehingga agak berlebihan jika dihargai mencapai ratusan juta rupiah.
“Jadi tetap hati-hati dengan penawaran yang berlebihan. Kalau orang suka, ya silakan, tergantung dari kesepaktan. Sebenarnya belum tergolong uang kuno juga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meski kini harga penjualan uang koin itu mencapai ratusan juta rupiah, namun jika nilainya dalam sebuah transaksi tetap Rp1.000. “Jadi kalau digunakan untuk transaksi itu tetap Rp1.000,” kata dia.
Sebelumnya, uang koin Rp1.000 yang bergambar kelapa sawit sedang menjadi perbincangan warganet. Hal itu karena di salah satu situs belanja online dengan nama toko Nafisha04_shop, penjual mengaku menjual uang tersebut seharga Rp100 juta.
“Uang koin/logam 1000 gambar kelapa sawit, original koleksi pribadi mengumpulkankan rentan kurun waktu sekitar 10 tahu. jangan melihat harganya, harga seratus juta per keping sebanding dengan historinya cuy,” pungkas penjual di kolom deskripsi. (bbs/azw)
LATIHAN: Para pemain PSMS sudah mulai latihan di Kebun Bunga, meski kompetisi belum jelas kapan mulai digelar.
Triadi Wibowo/Sumut Pos.
LATIHAN: Para pemain PSMS sudah mulai latihan di Kebun Bunga, meski kompetisi belum jelas kapan mulai digelar.
Triadi Wibowo/Sumut Pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga kini jumlah gaji pemain dan pelatih yang harus dibayar untuk Juli belum jelas. Begitu juga soal jadwal kompetisi, belum mendapatkan rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19. Hal itu membuat PSMS bingung dan mendesak agar PSSI tegas.
“Kita minta agar PSSI segera menetapkan soal besaran gaji yang harus diterima pemain pada Juli. Kemudian, soal jadwal kompetisi Oktober nanti juga harus jelas,” ujar Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos, Minggu (21/6).
Dijelaskan, untuk gaji pemain Bulan Juli, PSSI belum mengeluarkan keputusan. Padahal sudah sangat mendesak karena bulan Juni sudah hampir berakhir. “Sampai sekarang belum ada keputusan soal besar gaji pemain pada Bulan Juli hingga September,” ungkapnya.
PSMS berharap agar PSSI segera mengeluarkan keputusan. Manajemen Ayam Kinantan ingin agar besaran gaji tidak lebih dari 25 persen, karena saat ini klub belum memiliki pemasukkan.
“Kalau bisa keputusan PSSI sebelumnya dilanjutkan, karena kita sendiri belum memiliki pemasukkan,” tegasnya.
Selain itu, PSMS meminta agar PSSI segara memutuskan jadwal pasti kompetisi Oktober nanti. Pasalnya saat ini terjadi mis komunikasi antara PSSI dengan Gugus Tugas Covid-19.
Sebelumnya melalui rapat Exco, PSSI mengumumkan bahwa kompetisi sepak bola akan kembali dilanjutkan pada Oktober mendatang. Namun keputusan itu ditantang oleh Ketua Gugus Tugas Covid-19, Doni Monardo.
“Ini kan membingungkan. PSSI bilang akan digelar pada Oktober mendatang, tapi Gugus Tugas melarang pertandingan sepak bola, meski tidak jelas dilarang sampai kapan,” ungkap pria yang akrab dipanggil King itu.
Untuk itu, King meminta agar PSSI menggelar pertemuan dengan stakeholder terkait, mulai dari KONI, Kemenpora, APPI hingga Gugus Tugas Covid-19. “Nah, dari pertemuan itu akan diputuskan apakah kompetisi bisa digelar atau tidak?” sebutnya.
King menambahkan PSSI tidak bisa sendirian memutuskan itu. Sebab banyak yang terkait. Bahkan, Maklumat Kapolri hingga kini belum dicabut. “Tidak mungkin kita menggelar pertandingan sepak bola tanpa izin pemerintah,” sebutnya.
King berharap agar kepastikan kompetisi itu segera ditetapkan. Sebab sangat berpengaruh kepada tim. “Kalau memang kompetisi tidak diizinkan, untuk apa kita mempersiapkan tim. PSSI harus tegas,” pungkasnya. (dek)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I A Tanjunggusta Medan tengah mempersiapkan keamanan berbasis intelegensi dalam mengatasi over kapasitasn
Kepala Lapas (Kalapas), Frans Elias Nico mengatakan, hal ini dilakukan agar tidak terjadi kericuhan wargabinaan. “Standart keamanan yang kita terapkan kali ini adalah standart keamanan full security,” ujarnya, Sabtu (20/6).
Menurutnya, hal tersebut dilakukannya karena wargabinaan Lapas Tanjunggusta sudah melebihi dari kapasitas yang semestinya. “Karena jumlah binaan kita lebih besar dari petugas, sehingga diciptakanlah sistem intelegen,” ujarnya.
Menurutnya, setiap blok akan ditempati satu orang petugas yang memiliki intelegensi tinggi. “Jadi kita memiliki sistem berantai setiap blok memiliki petugas yang memiliki kelebihan intelegensi,” katanya.
Hal tersebut dilakukannya agar mengurangi adanya gesekan yang mengakibatkan kericuhan. “Jadi, setiap kejadian-kejadian sekecil apapun dapat diketahui oleh petugas kita. Sehingga memperkecil adanya kejadian sekecil apapun, dalam rangka menditeksi dini,” pungkasnya. (man/ila)