PATUMBAK, SUMUTPOS.CO – Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kemarin kamis 16/4/2020 , di Desa Marindal II kec Patumbak kab deliserdang Tetap dilakukan secara door to door dari rumah ke rumah. Pemilihan tersebut sengaja dilakukan, untuk mengantisipasi terjadi penyebaran Virus COVID-19, Serta mengurangi dan menghindari perkumpulan dan kerumunan warga, untuk mendukung himbauwan pemerintah.
Kepala Desa Marindal II JUFRI ANTONO mengatakan Dengan ada nya pemilihan BPD ini secara door to door, untuk mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. “Mengurangi kerumunan dan berkumpul nya warga, maka pihak kita adakan pemilihan BPD, dengan cara dari rumah ke rumah.
Pemilihan BPD Desa Marindal II dalam kali ini di ikuti sebanyak 20 peserta dari 9 dusun sementara kebutuhan nya sebanyak 9 orang. Tentu dalam pemilihan, ada yang tidak dapat, oleh karena itu saya berharap bagi calon peserta yang tidak terpilih dapat menerima hasil kerja panitia pada hari ini, jangan berkecil hati, bisa jadi kedepannya akan terpilih lebih dari sebagai anggota BPD,” ungkap Jufri
Lanjut Jufri, Bagi peserta yang terpilih saya juga berharap jangan berbangga hati, karena apapun jabatan kita itu adalah bentuk amanah dan kepercayaan masyarakat, terhadap kita, untuk membawa perubahan yang lebih baik lagi, khusus nya di Desa Marindal II ini. Alhamdulillah pemilihan BPD ini di lakukan secara transparan yang di hadiri oleh, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat Desa Dan Lintmas.
Berikut Nama – nama yang terpilih Menjadi Anggota BPD Desa Marindal II periode 2020 – 2026 :
SEMARANG, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menjaga keberlangsungan penyaluran gas yang handal pasca insiden Central Processing Plant (CPP) area Blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan penyaluran gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) menggunakan teknologi GTM (Gas Transpotation Module) atau Gaslink Truck untuk menjaga suplai Jargas Rumah Tangga di wilayah Semarang tetap aman.
Seperti yang diestimasikan beberapa waktu lalu, penyaluran CNG dilakukan untuk menyuplai jargas Rumah Tangga di Semarang sebesar 1.100 M3 – 1.300 M3 per hari dan Blora besar 280 – 300 M3 per hari. Mengingat kedua wilayah tersebut terdampak insiden CPP Gundih dan sempat terhenti aliran gasnya.
“Sampai saat ini, penyaluran CNG berjalan lancar dan aliran gas di rumah-rumah pelanggan normal. Nyala api di kompor-kompor pelanggan tetap normal, tidak mengalami penurunan. Namun ini hanya sementara sampai CPP Gundih normal kembali, karena proses perbaikan belum selesai,” ungkap Sales Area Head PGN Semarang Heri Frastiono, (16/04/2020).
Heri juga menambahkan bahwa pada kondisi darurat COVID-19 saat ini, juga menyebabkan konsumsi gas bumi masyarakat meningkat.
“Peningkatan konsumsi gas di Semarang mencapai dua kali lipat. Pemakaian gas di Semarang pada bulan Februari lalu mencapai 25.000 per M3. Kemudian melonjak menjadi 53.000 M3 pada bulan Maret. Di luar insiden beberapa waktu lalu, kami berupaya untuk memastikan kebutuhan gas bumi masyarakat tetap tercukupi,” ujarnya.
Guna mencukupi pasokan gas bumi di Semarang, PGN memiliki dua sumber pasokan gas bumi. Untuk wilayah Semarang sendiri dipasok gas yang bersumber CNG (Compressed Natural Gas) di Jawa Timur maupun Jawa Barat yang disalurkan melalui jaringan pipa distribusi gas bumi di Wilayah Tambak Aji – Wijaya Kusuma. Sedangkan Jargas di Semarang Timur mendapatkan pasokan gas dari sumber gas yang ada di Blora.
“Kami memastikan agar dua sumber pasokan gas bumi itu tetap lancar hingga pendistribusian ke masyarakat,” imbuh Heri.
Sampai saat ini, total pelanggan Jargas Rumah Tangga PGN di Jawa Tengah sebanyak 2.516 SR, dengan rincian di Semarang sebanyak 1.875 SR dan Blora 641 SR. Heri menambahkan, PGN akan terus berupaya untuk memperluas pemakaian gas di Jawa Tengah untuk meningkatkan saing produk dan layanan dimana gas bumi merupakan energi yang ramah lingkungan.
Sekretaris Perusahaan PGN menambahkan, PGN akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyakarakat melalui Jargas. Dalam kondisi COVID-19 ini, PGN juga akan tetap melanjutkan proyek-proyek terkait jaringan gas.
“Jaringan gas untuk rumah tangga tersambung langsung dengan masyarakat, sehingga kami yakin masyarakat bisa langsung menikmati gas dengan harga yang sangat kompetitif. Hal itu juga bisa membantu perekonomian masyarakat, serta memberikan nilai lebih bagi pemerintah untuk penghematan subsidi maupun dalam penghematan impor,” ujar Rachmat.
Selain itu, banyaknya potensi industri baru di wilayah Jawa Tengah mendorong PGN untuk bisa menyokong ketersediaan energi yang efisien. Peningkatan utilisasi gas bumi untuk industri, akan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing industri. Dengan demikian, Jawa Tengah berpotensi untuk menjadi wilayah pengambangan gas untuk sektor rumah tangga maupun industri.
Rachmat menambahkan, dengan infrastruktur gas bumi di Jawa Tengah yang memadai, maka akan memberikan jaminan wilayah Jawa Tengah bisa mendapatkan pasokan gas secara berkelanjutan. Targetnya, manfaat lebih dari gas bumi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Jawa Tengah.
SEMPROT: Petugas melakukan penyemprotan di sejumlah ruangan dan kamar Hotel Dhaksina, Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (16/4).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, dan demi kenyaman serta keamana bagi semua pengunjung, manajemen Hotel Dhaksina, Jalan Sisingamangaraja Medan, rutin melakukan penyemprotan disinfektan.
Penyemprotan dilakukan pada seluruh ruangan. Baik kamar-kamar hotel, maupun setiap ruangan yang ada. Seperti halnya dilakukan pada, Kamis (16/4), pihak management Hotel disaksikan para komisarisnya, melakukan penyemprotan disinfektan.
“Hari ini kita saksikan bersama secara langsung penyemprotan disinfektan oleh manajemen Hotel Dhaksina untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona,” kata seorang Komisaris Hotel, Doli Sinomba Siregar, kepada wartawan, didampingi Komisaris lainnya, Hatunggal Siregar dan BS Siregar, Kamis (16/4).
Selain rutin dilakukan penyemprotan kata Doli, seluruh staf/karyawan Hotel Dhaksina yang bertugas juga menerapkan physical distancng saat melakukan aktivitasnya. “Kita berharap, mata rantai penyebaran Covid-19 benar-benar putus dan kita kembali biasa melakukan aktifitas dengan pelayanan prima. Hotel Dhaksina bertekad agar penyebaran virus terputus dan tidak menyerang kepada tamu,” ungkapnya.
Dia menegaskan, lebih baik mencegah daripada mengobati, dan itu harus dilakukan bersama- sama demi melindungi masyarakat. “Semoga kita tidak terkena dan tidak terindikasi serta terinfeksi virus Covid-19,” katanya.
Sementara, Komisiaris Hotel Dhaksina lainnya, Hatunggal Siregar mengimbau, agar masyarakat mematuhi protokoler kesehatan dari Pemerintah dan Maklumat Kapolri, menjalani hidup bersih dan sehat, serta jangan keluar rumah jika tidak terpaksa. “Mari kita ikuti anjuran serta saran Pemerintah demi untuk memutus mata rantai penularan Covid 19. Semoga saja kita dijauhkan dari wabah ini,” ujarnya, yang langsung diamini para Komisaris, dan Manager Hotel Dhaksina.
Dia juga menyebutkan, meski di tengah musibah yang disebabkan virus Corona sekarang ini, hotel tetap dibuka meski sepi pengunjung. “Kita terus usahakan tetap buka 24 jam. Kalau semua hotel di Medan tutup, terus bagaiman orang-orang dari luar kota yang butuh tempat menginap?” ujarnya.
Di samping itu sebutnya, dibukanya pelayanan hotel juga demi untuk menyelamatkan para karyawannya agar bisa tetap bekerja. “Sebisa mungkin kita pertahankan untuk tetap buka, agar Karyawan kita tidak terkena imbas dari corona. Artinya, agar mereka bisa tetap bekerja untuk keluarga mereka,” ucapnya. (rel/adz)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Dua pekerja PT Kedaung Medan di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, tewas tertimpa Gerbong Lher seberat 3 ton, Kamis (16/4) sekira pukul 09.00 WIB.
Informasi dihimpun, kedua pekerja yang tewas itu adalah Supriyono (51) warga Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa dan Sukarman (45) warga Dusun I Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa.
Sebelumnya kedua korban bekerja seperti biasanya. Belum diketahui secara pasti penyebab Gerbong Lher bisa menimpa Supriyono yang merupakan Wakasie Operator Pabrik 4 dan Sukarman Kepala Regu Packing Pabrik 4.
Namun setelah kejadian itu, kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Grand Med Lubuk Pakam sekitar pukul 10.00 WIB.
Tapi kedua korban dinyatakan sudah tewas. Humas Rumah Sakit Grand Med, Emra Sinaga SH ketika dikonfirmasi menyebutkan jika kedua korban dibawa ke rumah sakit sudah meninggal dunia. (btr)
DITAHAN: Maruli Manalu diduga mencabuli anak di bawa umur kini ditahan di Mapolres Dairi.
DITAHAN: MM diduga mencabuli anak di bawa umur.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Alasan sakit paru-paru akut, penyidik Kepolisian Resor Dari melakukan menangguhkan penahanan terhadap MM (70) warga Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi yang merupakan tersangka menghamili siswi SMP.
Penangguhan disampaikan Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang didampingi Kasat Reskrim AKP Junisar Rudianto Silalahi serta Kasubbag Humas Polres, Iptu Donny Saleh dalam siaran pers di Mapolres Dairi, Rabu (15/4). AKBP Leonardo memaparkan, pemberitaan di media sosial bahwa tersangka dikatakan dibebaskan tidak benar.
Tindakan yang dilakukan penyidik adalah penangguhan bukan dibebaskan. Tersangka ditangguhkan karena alasan sakit dan saat ini sedang dirawat di RSUD Sidikalang. Kapolres menjelaskan, proses penyidikan kasus persetubuhan terhadap korban dibawah umur lanjut terus. Diuraikan, sejak ada Laporan Polisi dari keluarga korban pada, 24 Maret 2020 lalu.
Penyidik langsung menangkap tersangka pada, 25 Maret 2020. Tetapi setelah beberapa hari ditahan, tersangka mengeluh demam, sakit perut, asam lambung, batuk, suhu badan 37,8 derajat celsius dan tensi tinggi.
Lalu, pihak keluarga mengajukan permohonan penangguhan.
Selanjutnya, penyidik membawa tersangka ke RSUD Sidikalang periksa kesehatan dan melakukan rongent. Hasil pemeriksaan dokter, tersangka mengalami penyakit paru-paru akut. Petunjuk dokter harus rawat inap.
Atas saran dokter dan dasar pemikiran umur tersangka sudah 70 tahun rentan dengan situasi sekarang ini terkait penyebaran corona virus disiase (Covid-19) maka penyidik mengabulkan penangguhan sejak, Selasa (14/4) atau sejak dirawat di rumah sakit.
Tersangka menjalani perobatan di rumah sakit. Namun, penyidik terus melakukan proses penyidikan dan secepatnya melimpahkan berkas perkara ke jaksa penuntut umum (JPU).
Diakui Kapolres, ada upaya perdamaian dari pihak tersangka. Perdamaian itu dicantumkan, bahwa keluarga tersangka bertanggungjawab terhadap korban serta bayi yang sedang dikandung saat sampai lahir.
Kapolres menyatakan penangguhan dan surat perdamaian tidak akan menghambat proses hukum. Kasus itu akan terus lanjut. Tersangka diancam hukuman penjara 15 tahun. (rud/btr)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Plt Wali Kota Medan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan melakukan razia penertiban penggunaan masker di Kota Medan, Rabu (15/4). Razia penggunaan masker itu diperuntukan bagi pengendara bermotor, kendaraan umum seperti bus, angkot, becak maupun mobil pribadi. Dalam razia tersebut, terbukti warga Kota Medan tak patuhi imbauan menggunakan masker.
Pada razia di hari pertama ini, Dishub Medan melakukan razia di sejumlah ruas jalan di Kota Medan, yakni di Jalan Stasiun (Lapangan Merdeka), Simpang Jalan Sutomo – Perintis Kemerdekaan (Depan Universitas HKBP Nommensen), Jalan Gatot Sobroto dan Jalan Sisingamangaraja Kota Medan.
Alhasil, Dishub Medan pun menemukan ratusan pelanggaran penggunaan masker yang dilakukan oleh masyarakat yang melakukan mobilitas dengan menggunakan kendaraan bermotor.
“Hari pertama kemarin, kita menemukan ada ratusan masyarakat yang tidak menggunakan masker saat berkendara, baik yang naik angkot, becak, sepeda motor dan kendaraan lainnya. Baik sopir dan penumpang masih ada yang tidak memakai masker. Padahal imbauannya sudah jelas, harus pakai masker bila keluar rumah,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Rabu (15/4).
Oleh karena itu, kata Iswar, pihaknya langsung memberikan teguran kepada para pengguna kendaraan tersebut, baik sopir maupun penumpang yang tidak menggunakan masker.
RAZIA MASKER: Plt Wali Kota Medan bersama Kadishub Kota Medan, personel Dishub Medan, dibantu Satlantas Polrestabes Medan, merazia masker kepada pengendara di jalan raya.
markus/sumut pos
“Setelah kita tegur, bukan cuma kita beri masker, tapi langsung kita pakaikan maskernya. Ini agar masyarakat tahu bahwa Pemko Medan serius dalam menerapkan imbauan ini sebagai langkah nyata dalam memutus rantai penyebaran Covid 19 di Kota Medan,” kata Iswar.
Di hari pertama razia tersebut, Dishub Medan pun telah membagikan 1.000 masker secara langsung kepada masyarakat di Kota Medan yang ditemui tidak menggunakan masker saat keluar rumah.
“Hari ini kita bagi 1.000 masker, ada juga yang kita bagikan kepada masyarakat sekitar di lokasi razia. Mereka tidak pakai masker saat berada di luar rumah, mereka minta, maka kita berikan juga,” paparnya.
Ditegaskan Iswar, razia itu akan tetap dilakukan secara rutin oleh Dishub Medan bersama pihak terkait dalam menegakkan imbauan kepada masyarakat akan pentingnya menggunakan masker saat berada diluar rumah.
“Bila terpaksa harus keluar rumah, maka harus memakai masker. Bila tidak mengenakan masker, maka jangan keluar rumah. Itu jelas sekali imbauannya, tolong dipatuhi, ini demi kebaikan kita semua,” tegasnya.
Sebelum melakukan kegiatan tersebut, Dishub Kota Medan telah terlebih dahulu melakukan apel pelaksanaan razia di Lapangan Merdeka Kota Medan, Rabu (15/4) pagi yang dipimpin langsung Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution. Tak hanya itu, usai memimpin apel, Akhyar juga turut memimpin razia dan pembagian masker di Jalan Stasiun, tepatnya di depan stasiun Kereta Api Kota Medan.
Fokus Tekan Pertumbuhan PDP
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus berupaya memperkuat pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Medan dengan berbagai cara guna menekan angka peningkatan jumlah PDP di kawasan zona merah hingga menjaga kawasan zona kuning agar tidak meningkatkan menjadi zona merah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Arjuna Sembiring mengatakan, saat ini pihaknya semakin fokus dengan kecamatan yang telah masuk ke kawasan zona merah. “Kalau zona merah pasti perhatiannya lebih, intensitas penyemprotan juga kita tingkatkan di kawasan-kawasan zona merah. Untuk zona kuning kita jaga agar tidak meningkat jadi zona merah,” kata Arjuna kepada Sumut Pos, Rabu (15/4).
Dikatakan Arjuna, selain dengan penyemprotan disinfektan yang dilakukan secara berkala, pihaknya juga secara gencar melakukan sosialisasi penggunaan masker dengan melibatkan pihak kecamatan dan forkopimcam.
“Kita di Pemko Medan saat ini terus mensosialisasiakan masker kepada masyarakat, tak hanya Gugus Tugas dan kecamatan, masing-masing OPD bahkan forkopimda juga ikut melakukannya. Misalnya mulai hari ini, Dishub melakukan razia masker dan sebagainya,” ujarnya.
Sedangkan untuk Zona Kuning, lanjut Arjuna, diminta untuk terus melakukan pemantauan terhadap para ODP yang ada disekitarnya melalui Puskesmas-puskesmas yang ada.
“Jadi tak hanya yang zona merah, kecamatan zona kuning juga kita minta untuk terus berkoordinasi dengan puskesmas agar bisa terus memantau masyarakatnya, mana yang ODP, PDP, Suspec dan seterusnya. Penyemprotan juga tetap ada walau intensitasnya lebih rendah dadi zona merah,” pungkasnya.
Camat Medan Baru, Illyan C Simbolon S.STP, MSP mengatakan, saat ini kecamatan yang dipimpinnya masih masuk dalam kategori kecamatan zona kuning dengan jumlah PDP di bawah 10 orang. Sempat dimasukkan ke dalam kecamatan zona merah pada Senin (13/4) yang lalu, hal itu pun langsung dikoreksi oleh kecamatan Medan Baru.
“Ada sedikit kesalahan data di hari Senin itu, dan sudah kita konfirmasi kepada gugus tugas. Data yang ada pada kami berserta puskesmas sampai Senin kemarin, PDP hanya ada 2 orang,” ucap Illyan kepada Sumut Pos, Rabu (15/4).
Untuk itu, kata Illyan, Kecamatan Medan baru tidak lagi dimasukkan dalam kawasan zona merah pada update data zona penyebaran Covid-19 di Kota Medan yang dilakukan gugus tugas dalam laporan yang selalu di Update setiap harinya.
“Setelah kita konfirmasi, maka data per Selasa (14/4) kemarin yang di-update pada pukul 17.20, Medan Baru tidak masuk ke dalam kawasan zona merah,” katanya.
Pun begitu, Illyan menyadari bahwa Kecamatan Medan Baru juga cukup rentan untuk meningkat ke zona merah, mengingat saat ini kecamatan yang dipimpinnya dikelilingi 7 kecamatan yang sudah masuk ke dalam kawasan zona merah, bahkan 2 kecamatan diantaranya yakni kecamatan Medan Selayang dan Medan Sunggal berbatasan langsung dengan kecamatan Medan Baru.
Oleh karena itu, kata Illyan, pihak tetap melakukan berbagai upaya pencegahan, antara lain dengan melakukan penyemprotan disinfektan setiap harinya.
“Penyemprotan disnfektan setiap hari, lalu sosialisasi pemakaian masker, sosialisasi social dan phyisical distancing, itu terus setiap harinya. Sosialisasi melalui jajaran 3 pilar di kelurahan, sedangkan pengawasan PP, OTG, ODP, PDP dan seterusnya ditindaklanjuti setiap harinya oleh pihak puskesmas setela mendapatkan info dari 3 pilar tersebut,” pungkasnya. (map/ila)
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan Kabupaten Humbang Hasundutan menganggarkan dana sebesar Rp 1.663.136.500,00 untuk pembelian alat medis dalam penanganan Covid 19. Dana ini diambil dari dana DAK sebesar Rp811 juta dan dari sektor Anggaran Dinas Kesehatan.
Adapun perincian pembelian alat kesehatan tersebut yaitu pengadaan masker bedah senilai Rp150 juta, pengadaan Hand Sanitizer Rp100 juta, pengadaan tablet desinfektan Rp15 juta, pengadaan tablet thermo gun Rp50 juta ditambah jasa upah penyemprot Rp20 juta.
Kemudian, pengadaan Rapid Test Rp369 juta ditambah biaya umum pengadaan senilai Rp6 juta, pengadaan APD set Rp 137.494.500 ditambah biaya umum senilai Rp4 juta, pengadaan backpack sprayer senilai Rp131.642.000,00 dan pengadaan Decontamination Station Portable sebesar Rp680 juta.
Kepala Dinas Kesehatan melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Henrik Simamora mengatakan, adanya perencanaan anggaran yang dibuat itu lantaran mahalnya pengadaan sejumlah alat medis.
“Kebanyakan barang yang kita butuhkan saat ini tidak tersedia. Kalaupun ada harganya mahal. Makanya mengalami pembengkakan,” kata Henrik diruang kerjanya, Senin (13/4).
Menurut dia, semisal pembelian masker per boks yang awalnya seharga Rp50 ribu naik menjadi Rp350 ribu perboks.
“Jadi semua harga naik, tidak hanya masker, pembelian APD, hand sanitizer, bazkpac sprayer dan pengadaan decontaminiation station portable atau disebut bilik disinfektan beserta bahan kimianya yang ramah dengan manusia bisa kekulit,” terang Henrik.
Kendati demikian, Henrik mengaku pembelian barang alat medis itu, pihaknya masih menunggu dari sejumlah pembelian barang medis proses pemesanan. Seperti pengadaan masker bedah senilai Rp150 juta, pengadaan Hand Sanitizer Rp100 juta. Kemudian, pengadaan Rapit Test Rp369 juta dan pembelian decontaminiation station portable Rp680 juta yang merupakan bilik disinfektan sebanyak 17 unit beserta bahan kimia.
“Sementara yang sudah dibagikan pengadaan backpack sprayer sejenis pompa mesin semprot 2 T sebanyak 25 buah dan mesin elektrik sebanyak 25 buah. Barang tersebut, sudah disalurkan ke 12 puskesmas dan sisanya sebanyak 13 unit lagi akan dibagikan ke tiap-tiap poskesdes,” katanya.
Menurutnya, pembelian decontaminiation station portable ini belum disalurkan karena barang bahan kimianya sejenis Twin Oxcid masih dalam proses pengiriman.
“Ini masih proses pengiriman, dan rencananya akan kita salurkan ke 12 puskesmas, kantor bupati, kantor Catatan Sipil, Perizinan dan pihak Polres,” ungkapnya.
Terkait dengan Rapid Test yang sudah tersalurkan, menurut Henrik bahwasanya itu merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi bukan dari prerencanaan anggaran tersebut. Sedangkan, pembelian masker kain sebanyak 200 ribu, merupakan anggaran dari tanggap darurat.
“Jadi dua mata anggaran itu beda, tidak dari perencanaan pembelian yang menghabiskan 1,6 miliar beda lagi terkait anggaran pengalihan semisal refocusing,” katanya.
Dengan adanya pasokan sarana dan prasarana, sejumlah masyarakat menanggapi, kiranya benar-benar tersalurkan dan digunakan sesuai penanganan Covid 19. “Mudah-mudahaan anggaran sebesar itu untuk pembelian alat medis dapat digunakan dengan baik tanpa ada penyelewengan sama sekali,” harap Boy Siregar warga Dolok Sanggul. (des/ram)
BANTU: Anggota DPRD Dairi dari fraksi PDIP, Hendra Tambunan (kiri) menyerahkan bantuan APD sebanyak 100 buah baju hasmat ke petugas medis di RSUD Sidikalang.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
BANTU: Anggota DPRD Dairi dari fraksi PDIP, Hendra Tambunan (kiri) menyerahkan bantuan APD sebanyak 100 buah baju hasmat ke petugas medis di RSUD Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Dairi dari fraksi PDIP, Hendra CP Tambunan menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang untuk bisa dipergunakan tenaga medis dalam penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19).
Bantuan APD berupa baju hasmat dari legislator diterima Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Sidikalang, Luber Siantu bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik, dr Mey Margaretha Sitanggang, Selasa (14/4).
Hendra Tambunan mengatakan, penyerahan bantuan sebagai bentuk kepedulianya terhadap para petugas medis yang bertugas di RSUD Sidikalang. APD yang diserahkan berupa baju hasmat sebanyak 100 buah.
“Petugas medis di rumah sakit harus kita perhatikan karena mereka garda terdepan melakukan penanganan pasien terpapar covid. APD mereka harus memadai,” ucap Hendra.
Selain memberikan APD, Hendra juga menyemprot dan membagikan masker ke daerah pemilihan 2 yakni (Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Siempat Nempu, Silima Pungga-Pungga, Lae Parira serta Berampu).
Hendra Tambunan juga memperhatikan nasib para tukang jahit lokal. Akibat wabah covid-19, semua dunia usaha tak terkecuali para tukang jahit lokal turut merasakan dampak negatif akibat covid-19. Pengusaha tukang jahit yang memiliki modal paspasan lesu.
Melihat hal itu, Hendra memberdayakan para tukang jahit di kota Srlidikalang untuk pembuatan APD seperti baju hasmat dan masker. “Lebih kurang 10 tukang jahit kita berdayakan pembuatan APD supaya mereka ada penghasilan disaat pandemi covid-19 ini,” ujarnya.
Hendra mengatakan, APD baju hasmat yang diserahkan kepada petugas medis di RSUD Sidikalang hasil karya para tukang jahit lokal yang ada di kota Sidikalang. Para tukang jahit yang diberdayakan tersebut antaralain, Rumah Mode Tabitha, Ritha Modist Siburian, Dewi Manik, Berliana Nadeak, Dheliema Lumban Batu Marbun, Stella Kebaya, Penjahit Poibe, Yenny Girsang (Penjahit Galang), Yu Aritonang serta Veronika Sitanggang.
“Mereka juga harus mendapat perhatian dari pemerintah,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Sidikalang, dr Mey Margaretha Sitanggang mengatakan rasa terima kasihnya karena telah menyumbangkan APD serta alat kesehatan lainnya.
“Ada 423 petugas medis yang harus kita sediakan APD mereka. Dan ini yang memang diharapkan. Terima kasih atas perhatian dan dukungannya untuk tim medis,” ungkapnya. (rud/ram)
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kebijakan pemerintah yang meliburkan anak sekolah untuk mencegah penyebaran virus Corona mulai dirasakan dampaknya oleh sopir Angkutan Kota (Angkot). Bila biasanya sopir bisa mendapatkan Rp200 ribu per hari, kini tidak ada sama sekali.
Sopir Angkot, Petrus Sitompul (60) mengatakan anak sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA merupakan pelanggan tetapnya. Sehingga, saat dirinya beroperasional saat jam pergi dan pulang sekolah, setidaknya dirinya bisa mendapatkan Rp200 ribu per hari.
“Mereka itu pelanggan tetap dan pemberi masukkan yang paling besar. Tetapi, karena diliburkan ya sama sekali tidak ada penghasilan,” ujar warga Desa Purba Dolok Kecamatan Dolok Sanggul ini.
Saat disinggung soal bantuan pemerintah apakah sudah sampai, Petrus mengaku hingga sampai saat ini belum mengalir.
“Kami tidak tahu bantuan itu kepada siapa, soalnya sampai saat ini belum ada sampai ke kita,” tukas Petrus.
Apalagi, Petrus mengaku sejak tinggal di Desa Purba Dolok, dirinya yang sehar-hari sebagai sopir angkutan tidak ada sama sekali mendapat bantuan, mulai PKH dan BLT. “Itupun hanya raskin, itupun karena kita beli Rp 20 ribu per 3 liter,” katanya.
Kepala Desa Purba Dolok, Heber Posman Purba mengaku pihaknya sudah melakukan pendataan bagi masyarakatnya agar mendapatkan bantuan dari pemerintah. Kriteria masyarakat pengangguran dan yang di PHK.
“Kurang lebih 10 baru kami kirim datanya,” katanya saat dihubungi.
Sekaitan masalah PKH dan BLT, menurut dia, semenjak dirinya dilantik menjadi kepala desa di Purba Dolok belum ada melakukan perubahaan maupun penambahaan penerima PKH. Dan itupun, jika ada perubahaan harus pihak BPS yang melakukan yang sebelumnya usulan dari pihaknya. (des/ram)
RUSAK: Atap rumah warga rusak karena diterjang Hujan Es dan Puting Beliung pada Minggu (11/4) kemarin.
RUSAK: Atap rumah warga rusak karena diterjang Hujan Es dan Puting Beliung pada Minggu (11/4) kemarin.
LAGUBOTI, SUMUTPOS.CO – Hujan es dan puting beliung yang terjadi di Laguboti pada Minggu (11/4) kemarin mengakibatkan beberapa rumah dan sekolah rusak. Bahkan, saluran pembuangan air di sekitar pemukiman menjadi tersumbat.
Kepala Sekolah SMAN 1 Laguboti, Jelarwin Sidabutar mengatakan akibat kejadian tersebut, sekolah yang dipimpinnya tergenang air setinggi setengah meter, hingga mengakibatkan buku-buku siswa kelas XII terendam.
“Kami para staf pengajar yang ada di sekolah bergotong royong untuk menjemur buku pelajaran yang basah. Karena siswa kelas XII sudah selesai. Jadi, kami hanya tinggal periksa hasil pekerjaan mereka,” ujarnya.
Jelarwin mengatakan saluran pembuangan air juga sudah tidak mampu lagi menampung air hujan karena sudah tersumbat. Sehingga, bau tidak sedap mulai terasa. Dan ditakutkan, bila hujan deras kembali datang akan mengakibatkan banjir karena saluran pembuangan air yang tidak baik.
“Harapan saya, pemerintah segera mengecek keadaan di sini, untuk membantu warga yang rumahnya rusak sekaligus memperbaiki drainase,” tutupnya. (mag-7/ram)