Home Blog Page 4310

Stok Darah PMI Tak Cukup hingga Lebaran

DONOR DARAH: Dua pegawai BUMN saat mendonorkan darahnya ke PMI Kota Medan. Saat ini stok darah di PMI Kota Medan tak mencukupi hingga libur lebaran.
DONOR DARAH: Dua pegawai BUMN saat mendonorkan darahnya ke PMI Kota Medan. Saat ini stok darah di PMI Kota Medan tak mencukupi hingga libur lebaran.
DONOR DARAH: Dua pegawai BUMN saat mendonorkan darahnya ke PMI Kota Medan. Saat ini stok darah di PMI Kota Medan tak mencukupi hingga libur lebaran.
DONOR DARAH: Dua pegawai BUMN saat mendonorkan darahnya ke PMI Kota Medan. Saat ini stok darah di PMI Kota Medan tak mencukupi hingga libur lebaran.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stok darah Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Medan dipastikan tidak cukup hingga libur lebaran atau Idul Fitri 1441 H.

Kepala Seksi Pelayanan Teknik Laboratorium dan Bank Darah Rumah Sakit UDD PMI Kota Medan, dr Ira Fitriyanti Putri Lubis menyebutkan, stok darah siap pakai hingga hari ini (kemarin, red) yaitu Golongan A 31 kantong, B 75 kantong, AB 20 kantong, dan O 52 kantong. Totalnya 178 kantong untuk darah lengkap atau whole blood (WB).

Sedangkan stok sel darah merah atau packed red cell (PRC), Golongan A 5 kantong, B 9 kantong, AB 4 kantong, O 2 kantong. Totalnya, 20 kantong. Sementara, untuk trombosit golongan darah A 2 kantong, B 2 kantong, O 3 kantong, dan AB 1 kantong. Jumlah darah siap pakai 206 kantong. “Dari total itu semua pastinya tidak cukup, belum sampai Idul Fitri saja tak cukup,” kata Ira Fitriyanti, Selasa (19/5).

Ira menyatakan, ada oknum rumah sakit (swasta) yang nakal karena di PMI tidak ada stok. Rumah sakit (swasta) menyarankan keluarga untuk langsung donor di rumah sakit tersebut. Padahal, itu ilegal melanggar aturan Permenkes Nomor 83/2014.

“Bab 2 Bagian 1 Pasal 2 Ayat 1 (Permenkes Nomor 83/2014), menyebutkan bahwa proses pengambilan darah/penyadapan darah hanya boleh dilakukan oleh pemerintah, rumah sakit pemerintah dan PMI. Bahkan, pelanggaran juga terhadap MoU yang sudah dibuat. Begitulah kondisinya, jadi dilema,” paparnya.

Karena itu, mencari solusi ini semua, pihaknya memberlakukan sistem donor keluarga dan donor pengganti untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien karena pasiennya keluarga mereka. “Nah, jadi memang saat ini harus tolong-menolong antara PMI, rumah sakit, keluarga pasien dan masyarakat,” pesannya.

Diutarakan Ira, saat ini PMI memang kesulitan memenuhi kebutuhan darah pasien yang ada di rumah sakit karena pendonor menurun drastis. Hal ini karena adanya pandemi Covid-19, yang berdampak dengan kegiatan donor di luar yang sudah terjadwal dengan baik menjadi batal semua. “Dikarenakan tidak ada yang bersedia melakukan kegiatan donor darah di masa pandemi ini dengan berbagai alasan.

“Memang ada beberapa tempat ibadah, komunitas, TNI/Polri sudah membantu melakukan kegiatan donor. Tapi tetap tidak mencukupi kebutuhan pasien saat ini, karena pasien Covid-19 sendiri juga ada yang butuh transfusi darah,” kata Ira.

Oleh sebab itu, PMI sangat berharap sekali kepada masyarakat Medan mau jadi pendonor walaupun sedang dalam masa wabah ini. “Darah ini tidak bisa diproduksi di pabrik seperti obat, darah hanya bisa diproduksi di dalam tubuh manusia. Untuk itu, kami memohon bantuan masyarakat menjadi pendonor bagi pasien yang membutuhkan di seluruh rumah sakit yang ada di Medan, khususnya di Sumut pada umumnya,” ujarnya.

Ira menambahkan, PMI mengajak masyarakat sama-sama melawan Covid-19 dan saling membantu untuk memenuhi stok darah yang juga menjadi kebutuhan pasien dengan penyakit lainnya seperti thallasemia, kanker, jantung, ibu melahirkan, pasien kecelakaan, DBD, gangguan fungsi ginjal, dan lain sebagainya. “Jangan sampai kita lupakan juga, bahkan saat ini pasien Covid-19 itu sendiri butuh transfusi darah. Insya Allah protokol kesehatan dalam proses pengambilan darah donor dilakukan sesuai dengan SOP yang aman dan nyaman,” pungkasnya. (ris/ila)

Tuai Banyak Protes, Pasar Murah di Pancing Dihentikan

istimewa DIHENTIKAN: Spanduk pengumuman penghentian pasar murah di Jalan Pancing dari Pemprovsu. Penghentian pasar murah tersebut hanya bersifat sementara.
istimewa DIHENTIKAN: Spanduk pengumuman penghentian pasar murah di Jalan Pancing dari Pemprovsu. Penghentian pasar murah tersebut hanya bersifat sementara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menuai banyak protes, Pemprov Sumut akhirnya menutup sementara kegiatan pasar murah di Gedung Serba Guna Jalan Willem Iskandar/Pancing, Deliserdang. Meski demikian di tiga titik lokasi lain, pasar murah tetap dilaksanakan.

“Iya, hanya yang di GSG Jalan Pancing saja tapi. Kami akan evaluasi,” ujar Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut, Ridha Haykal Amal menjawab Sumut Pos, Selasa (19/5).

Sesuai jadwal, kegiatan dimaksud berlangsung selama lima hari yang dimulai sejak Minggu (17/5) sampai 21 Mei. Namun, di hari pertama masyarakat membeludak datang dan tanpa diterapkan protokoler kesehatan Covid-19, program pasar murah di GSG Jalan Pancing dihentikan sementara waktu.

MEMBELUDAK: Masyarakat membeludak mendatangi pasar murah di Jalan Pancing, pada Sabtu (16/5) lalu.
MEMBELUDAK: Masyarakat membeludak mendatangi pasar murah di Jalan Pancing, pada Sabtu (16/5) lalu.

Haykal mengaku pihaknya belum mengetahui kapan pelaksanaan serupa di lokasi tersebut akan dilanjutkan lagi. Baik apakah sebelum atau setelah Hari Raya Idul Fitri nanti.

Ia menekankan, yang pasti penutupan sementara pasar murah bukan karena kehabisan paket sembako yang ditawarkan. Di sisi lain, pihaknya meminta maaf jika masih banyak masyarakat yang belum terlayani saat membeli kebutuhan pokok di lokasi GSG Jl. Pancing.

“Tapi karena lebih penting kesehatan dengan penerapan physical distancing,” katanya.

Diketahui, pasar murah digelar di empat titik lokasi, yaitu lapangan terbang eks Polonia, Batalion Zeni Tempur 1, Rumah Dinas Walikota Binjai dan GSG Pancing. Pada tiap lokasi, Dinas Koperasi dan UMKM Sumut menyiapkan 600 paket sembako yang bisa dibeli dengan harga murah oleh masyarakat.

Namun sayangnya, program yang baik ini nyatanya banjir protes dari elemen masyarakat dan instansi. Salah satunya dari kalangan legislatif Sumut. Sebab, pelaksanaan kegiatan begitu abai dari protokoler Covid-19 dan juga imbauan pemerintah tentang upaya memutus rantai penularan pandemi.

“Harusnya pihak penyelenggara pasar murah mengantisipasi kerumunan massa agar tetap mengikuti protokol kesehatan. Sebab kondisi seperti itu dikhawatirkan dapat menyebabkan penyebaran virus corona dengan cepat,” kata Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan, Sugianto Makmur.

Menurutnya, animo masyarakat terlihat sangat tinggi begitu pasar tersebut dibuka sejak Minggu kemarin. Sehingga wajar bila panitia dan instansi terkait kewalahan mengatur masyarakat yang berbondong-bondong ingin berbelanja kebutuhan bahan pokok.

“Silakan hadir dan belanja di pasar murah, tapi harus tetap ikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah,” harapnya. (prn/ila)

Kampoeng Ramadhan, UMKM Berkah untuk Semua

PERIKSA SUHU TUBUH: Seorang pengunjung diperiksa suhu tubuhnya saat memasuki Kampoeng Ramadhan UMKM di PRSU Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (19/5).
PERIKSA SUHU TUBUH: Seorang pengunjung diperiksa suhu tubuhnya saat memasuki Kampoeng Ramadhan UMKM di PRSU Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (19/5).
PERIKSA SUHU TUBUH: Seorang pengunjung diperiksa suhu tubuhnya saat memasuki Kampoeng Ramadhan UMKM di PRSU Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (19/5).
PERIKSA SUHU TUBUH: Seorang pengunjung diperiksa suhu tubuhnya saat memasuki Kampoeng Ramadhan UMKM di PRSU Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (19/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gelaran Kampoeng Ramadhan UMKM yang digelar di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Jalan Gatot Subroto, Medan, memasuki minggu terakhir. Selain telah memberi manfaat bagi para pelaku usaha, ternyata kegiatan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) ini juga membantu dapur Event Organizer (EO) yang juga terdampak Covid-19.

Indonesia Best Event (IBE Medan) diantaranya. EO yang mengatur jalannya kegiatan Kampoeng Ramadhan UMKM dari awal hingga memasuki hari akhir ini mengaku, telah terbantu dengan adanya event ini. Untuk itu, pihak IBE mengaku dari awal berkomitmen memberikan yang terbaik untuk acara ini meski dalam situasi pandemi.

“Corona mengganggu seluruh ekonomi masyarakat di Indonesia bahkan di dunia, kami EO juga ikut terdampak. Bersyukur masih ada rezeki dipercaya memegang event milik pemerintah ini dalam upaya pemulihan ekonomi. Tentunya, ini tanggungjawab besar bagi kami, “ ujar Muhammad Iqbal Utama mewakili IBE Medan.

IBE Medan, kata dia, berupaya terus agar acara berjalan lancar dengan mengikuti seluruh protocol kesehatan. “Kami selalu komunikasi dengan penyelenggara juga sampai dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk memastikan gelaran yang kami buat sudah pas. Masyarakat yang datang, juga pelaku usahanya bisa merasa aman dan nyaman,” sebut Iqbal.

Ide-ide yang diberikan, sambung Iqbal akan terus dibenahi dan ditingkatkan bila gelaran sama akan kembali diadakan usai lebaran. “Kalau masih dalam situasi corona dan dibuat acara serupa kami siap membuat dengan ide-ide baru, atau dengan konsep baru yang ditawarkan dan sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Pengunjung Kampoeng Ramadhan UMKM, Ika Wahyuni mengaku terkesan saat mencari takjil di area stand. Selain terkesan dengan ide membantu para UMKM untuk bangkit kembali, dia juga terkesan dengan keseriusan panitia karena semua dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Saya sebagai pengendara sepeda motor mengaku merasa aman saat belanja di area Kampoeng Ramadhan UMKM, semua tersusun dengan rapi, dan di security check diukur suhu tubuh juga diberi masker gratis. Hanya saja, yang jualan kurang banyak, mungkin untuk masukan ke depannya bisa ditambah standnya sampai ke area dalam PRSU dan beberapa stand ada yang tutup,” ungkapnya.

Ika menambahkan, acara serupa diharapkan bisa terus berlanjut bila Covid-19 belum berakhir. “Semoga lebih banyak UMKM yang tertampung, karena gimana pun, produk lokal pasti jauh lebih murah dibanding belanja ke mall, sementara ke pasar tradisional karena ramai masih takut-takut,” pungkasnya. (ris/ila)

Umar Zunaidi Pantau Penyaluran Bansos Pemprovsu

PANTAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memantau bantuan sembako Pemprovsu untuk dibagikan kepada warga terdampak Covid-19.
PANTAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memantau bantuan sembako Pemprovsu untuk dibagikan kepada warga terdampak Covid-19.
PANTAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memantau bantuan sembako Pemprovsu untuk dibagikan kepada warga terdampak Covid-19.
PANTAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika memantau bantuan sembako Pemprovsu untuk dibagikan kepada warga terdampak Covid-19.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Sekdako Muhammad Dimiythi dan Kadis Sosial Kota Tebingtinggi, M Syah Irwan langsung memantau masuknya bantuan sosial dari Pemprovsu yang akan dibagikan kepada warga terdampak Covid-19 di Kota Tebingtinggi, Selasa (19/5).

Bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara langsung didrop di Kota Tebingtinggi untuk disalurkan kepada warga berdampak Covid -19 dengan jumlah 12.137 Kepala Keluarga (KK) yang masuk kedalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Tebingtinggi.

Bantuan sembako tersebut dikemas dalam kardus dengan isi beras seberat 10 Kg, Minyak goreng kemasan 2 Kg, gula pasir 2 Kg dan mie instan sebanyak 20 bungkus.

Selanjutnya, bantuan tersebut langsung didistribusikan kepada pihak Kecamatan dan Kelurahan untuk langsung dibagikan kepada masyarakat penerima yang terdaftar di DTKS Pemko Tebingtinggi.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yaitu melalui Gubernur Sumatera Utara. yang telah memberikan bantuan sembako kepada warga yang berdampak virus Covid-19 di Kota Tebingtinggi.

Menurut Umar Zunaidi Hasibuan, pihaknya langsung memerintahkan Camat dan Lurah se-Kota Tebingtinggi untuk segera menyalurkan bantuan sembako tersebut.

Umar meminta kepada seluruh Lurah dan Kepala Lingkungan untuk menyalurkan bantuan tersebut sesuai dengan nama penerima. Kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta TKSK, diminta untuk mengawasi bantuan tersebut hingga sampai ke tangan masyarakat penerima. (ian/han)

DPC Hanura Tebingtinggi Berbagi Sembako kepada Kader

SERAHKAN: Ketua DPC Partai Hanura Kota Tebingtinggi, Ogamota Hulu SH didampingi Kaharuddin Nasution membagikan sembako kepada kader partai.
SERAHKAN: Ketua DPC Partai Hanura Kota Tebingtinggi, Ogamota Hulu SH didampingi Kaharuddin Nasution membagikan sembako kepada kader partai.
SERAHKAN: Ketua DPC Partai Hanura Kota Tebingtinggi, Ogamota Hulu SH didampingi Kaharuddin Nasution membagikan sembako kepada kader partai.
SERAHKAN: Ketua DPC Partai Hanura Kota Tebingtinggi, Ogamota Hulu SH didampingi Kaharuddin Nasution membagikan sembako kepada kader partai.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Tebingtinggi menggelar pendidikan politik (dialog interaktif) bersama pengurus dan kader sekaligus membagikan beras sebanyak 5 ton kepada kader Partai Hanura Kota Tebingtinggi di Sekretariat DPC Hanura, Jalan Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, Selasa (19/5).

Pendidikan politik dengan tema Peran Partai Politik Bersama Pemerintah Mengatasi Dampak Covid-19 tersebut, dibuka langsung oleh Ketua DPC Hanura Tebingtinggi Ogamota Hulu SH dengan narasumber dari Kabid Politik Dalam Negeri Misniwati mewakili Kaban Kesbang Pol dan Linmas, Ketua PMI Tebingtinggi Muhammad Hazly Azhari Hasibuan.

Ketua DPC Partai Hanura Kota Tebingtinggi Ogamota Hulu didampingi Sekretaris Kaharudin Nasution mengatakan, pendidikan politik yang digelar setiap tahun itu untuk memberikan pemahaman terhadap kader dan pengurus terhadap perkembangan politik.

Selain pendidikan politik, kegiatan ini juga sebagai bentuk silaturahmi dengan kader menjelang hari raya Idul Fitri 1441 hijriah yang dirangkai dengan pemberian bantuan beras 5 kg setiap orang kader.

“Sebanyak 1.000 karung beras kita berikan kepada kader se Kota Tebingtinggi untuk digunakan saat lebaran nanti dan kepada kader untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Tebingtinggi,” ajak Ogamota Hulu.

Ogamota Hulu mengajak seluruh masyarakat dan kader partai untuk tetap mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak (sosial distancing) serta yang terpenting tetap di rumah jika tidak ada keperluan penting. (ian/han)

Sergai Masih Zona Kuning Covid-19

Ketua GTPP Covid-19 Sergai, Ir Soekirman membuka Press Conference terkait situasi dan kondisi perkembangan pandemi Covid-19, Selasa (19/5).
Ketua GTPP Covid-19 Sergai, Ir Soekirman membuka Press Conference terkait situasi dan kondisi perkembangan pandemi Covid-19, Selasa (19/5).
Ketua GTPP Covid-19 Sergai, Ir Soekirman membuka Press Conference terkait situasi dan kondisi perkembangan pandemi Covid-19, Selasa (19/5).
Ketua GTPP Covid-19 Sergai, Ir Soekirman membuka Press Conference terkait situasi dan kondisi perkembangan pandemi Covid-19, Selasa (19/5).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Juru Bicara Tim Gugugut Tugas Penanganan Penyebaran (TGPP) Covid-19 Sergai, Drs Akmal menyampaikan hingga saat ini Kabupaten Sergai masih berstatus zona kuning pada peta sebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Hal itu disampaikan Drs Akmal pada press conference terkait situasi dan kondisi perkembangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang langsung dibuka ketua GTPP Covid-19 Sergai, Bupati Ir Soekirman di posko GTPP Covid-19 Sergai di rumah dinas Bupati Sergai Sei Rampah, Selasa (19/5).

Dijelaskan Akmal, saat ini Tim GTPP Covid-19 Sergai terus melakukan tindakan preventif untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 di Kabupaten Sergai, dengan tetap mensosialisasikan protokoler kesehatan Covid-19 kepada masyarakat.

Namun belum lagi bencana nasional non-alam pandemi Covid-19 selesai, lanjut Akmal, masyarakat Kabupaten Serdangsedagai (Sergai) dihadapkan dengan musibah bencana angin puting beliung yang melanda lima Kecamatan Perbaungan, Pantai Cermin, Pegajahan, Teluk Mengkudu, dan Tebing Syahbandar.

Angin puting beliung yang merusakkan 248 bangunan dan rumah mengalami kerusakan ringan maupun rusak berat yang menimbulkan kerugian material di tengah masyarakat.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai langsung bereaksi cepat dengan melakukan peninjauan langsung dan menyalurkan bantuan kemasyarakat berupa paket sembako serta material dan bahan bangunan kepada para korban yang tertimpa musibah,” bilang Akmal.

Sampai saat ini GTPP Covid-19 Sergai masih terus menerima donasi bantuan berupa sembako dan Alat Pelindung Diri (APD) dari para donatur, baik itu dari pengusaha, Pemerintah Provinsi, Kelompok dan Organisasi maupun warga yang berempati terhadap bencana non alam pandemi covid-19 yang sedang dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Sergai.

“Semua bantuan yang diterima ini akan segera disalurkan kepada masyakat yang terdampak pandemi Covid-19 dengan mekanisme yang transparan, akuntabel dan tepat sasaran,”tandasnya.

Disebutkan Akmal, dalam waktu dekat ini, Pemkab Sergai bersama tiga pilar Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) DPRD, TNI dan Kepolisian akan menyalurkan bantuan yang berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Dari data yang diterima Kabupaten Sergai menerima bantuan sebanyak 51.084 Kepala Keluarga.

Adapun bantuan tersebut, berupa paket sembako berupa beras 10 kg, minyak goreng 2 kg, gula pasir 1 kg, mie instan dan susu kental manis yang jika ditotalkan setara dengan nilai Rp 225.000.

Bantuan berupa sembako dari Pemprovsu ini mulai didistribusikan pada Senin (18/5) oleh Induk Koperasi TNI Angkatan Darat (Inkopad) di 8 Kecamatan, sedangkan 9 Kecamatan lainnya akan ditangani oleh Induk Koperasi Kepolisian (Inkoppol).

Akmal berharap masyarakat yang terdampak dan terdaftar sebanyak 51.084 KK tersebut dapat menerima bantuan ini. Kemudian GTPP Covid-19 Sergai, dalam waktu dekat juga akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari Dana Desa di 17 Kecamatan pada 237 desa di se Kabupaten Sergai.

Bantuan ini akan difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sergai sesuai data yang sudah terverifikasi sebanyak 19.789 KK Penerima Dana BLT. BLT akan diprioritaskan.

Menurut Akmal, masyarakat yang mengalami penurunan atau bahkan kehilangan pemasukan sama sekali. Masyarakat yang tergolong sebagai miskin baru ini mungkin belum menerima bantuan apa-apa dari pemerintah, entah itu penerima PKH, BST dan yang lainnya. Untuk jumlah BLT, per kepala keluarga (KK) akan menerima sejumlah Rp, 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) selama 3 bulan dari bulan April, Mei dan Juni.

“Sampai sekarang ini baru 10 Desa yang menerima bantuan BLT tersebut yang berada di dua Kecamatan Dolok Masihul dan Pegajahan yang akan diterima besok Rabu 20 Mei. Sedangkan sisanya sebanyak 227 Desa yang tersebar di17 Kecamatan akan diproses di bulan Mei ini juga,” ucap Akmal.

Tim GTPP Covid-19 Sergai, berharap penyaluran bantuan ini tepat sasaran karena data yang ada sudah diverifikasi dan telah dimusyawarahkan oleh unsur Pimpinan Kecamatan, Desa maupun Dusun lewat pertemuan yang juga melibatkan tokoh-tokoh masyarakat.

Selain bantuan tersebut, Kementerian Sosial juga akan menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang datanya juga sudah diverifikasi dan divalidasi oleh Kemensos dgn jumlah penerima sebanyak 13.938 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) untuk penyaluran tahap 1

Diakhir acara, Akmal melaporkan tentang status Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 17 orang, sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 9 orang dan Positif Covid-19 ada 1 orang meninggal dunia. (sur/han)

Bupati Dairi Salurkan BLT Tahap 1 Penanganan Covid-19

SERAHKAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Plt Kadispemdes, Junihardi Siregar, secara simbolis menyerahkan BLT DD penanganan Covid-19 kepada warga terdampak Covid-19, Selasa (19/5). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SERAHKAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Plt Kadispemdes, Junihardi Siregar, secara simbolis menyerahkan BLT DD penanganan Covid-19 kepada warga terdampak Covid-19, Selasa (19/5). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SERAHKAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Plt Kadispemdes, Junihardi Siregar, secara simbolis menyerahkan BLT DD penanganan Covid-19 kepada warga terdampak Covid-19, Selasa (19/5). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SERAHKAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Plt Kadispemdes, Junihardi Siregar, secara simbolis menyerahkan BLT DD penanganan Covid-19 kepada warga terdampak Covid-19, Selasa (19/5). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu secara simbolis menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) penanganan corona virus disiase 2019 (covid-19) di Desa Bintang Kecamatan Sidikalang, Selasa (19/5).

Bupati Eddy KA Berutu didampingi Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Junihardi Siregar, Asisten 1, Jonny Hutasoit, Camat Sidikalang, Robot Manullang serta Kepala Desa Bintang, Aladin Sinaga. Turut hadir Direktur Bank Sumut cabang Sidikalang, Efendi Karo-Karo.

Kades Bintang, Aladin Sinaga menyampaikan, jumlah penerima BLT DD sebanyak 164 Kepala Keluarga (KK).

BLT bersumber dari dana desa tahun 2020 sebesar 30 persen sesuai alokasi ditetapkan untuk penanganan Covid-19. Aladin menyebutkan, penetapan warga penerima dilakukan melalui musyawarah khusus desa.

Aladin menambahkan, selain BLT desa, warganya juga ada menerima bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial. Ia berharap kepada warga penerima BLT digunakan untuk kesehatan.

Plt Kadis Dispemdes, Junihardi Siregar mengatakan, Desa Bintang merupakan yang pertama menyalurkan BLT dari 161 desa di Dairi. Dari 161 desa, lanjut Junihardi, baru 66 desa yang sudah menyelesaikan musyawarah penetapan warga penerima BLT.

Dari 66 desa, ada sekitar 7 ribu KK (KK) yang sudah difasilitasi pembukaan rekening. Diperkirakan, dari 161 desa ada sekitar 17 ribu KK sebagai penerima BLT Covid-19. “Penyerahan BLT tersebut diharapkan akan memotivasi desa lainya untuk segera menyelesaikan musyawarah penetapan dan penyaluran BLT dimaksud,” tandasnya.

Bupati Eddy KA Berutu mengapresiasi Kades Bintang karena bisa menjadi yang pertama menyelesaikan penyaluran dana BLT Covid-19.

Dijelaskan Bupati, masyarakat yang mendapat bantuan BLT ini merupakan warga yang tidak mendapat bantuan program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT).

“Bantuan sebesar Rp600 ribu ini dibagi tiga tahap . Gunakanlah bantuan ini dengan baik. Bilamana ada saudara kita yang lebih susah dari kita, silahkan dibantu. Mari bergandengan tangan. Jaga terus persaudaraan, saling bantu satu sama lain,”pungkasnya.

Bupati Eddy menambahkan, Kabupaten Dairi masuk 5 besar Kabupaten/Kota yang sudah menyalurkan BLT serta BST Covid-19 setelah Kodya Padangsidimpuan, Deliserdang serta di dua kabupaten di Nias. (rud/han)

Wartawan Kecewa, Pemkab Humbahas Batalkan Bantuan

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Rencana Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) yang akan memberikan bantuan kepada wartawan melalui bantuan sosial (Bansos), batal dilakukan.

Padahal, sebelummya, Bupati melalui surat Kepala Dinas Kominfo bernomor 000/157/VI/2020 bahwa insan pers yang melaksanakan tugas peliputan di Kabupaten Humbang Hasundutan akan diberi bantuan sosial.

Kepala Dinas Kominfo, Hotman Hutasoit kepada wartawan membenarkan hal tersebut. Melainkan, sambung Hotman, bantuan nantinya akan diberikan kepada wartawan dengan berbasis KK sesuai domisili.

“Ya berbasis KK sesuai dengan domisili, contoh dimana kalian tinggal. Jadi, tidak lagi dari profesi,” kata Hotman saat dihubungi, Selasa (19/5).

Selain itu, Hotman berasalan, agar tidak double nantinya dalam pemberian bantuan. Mulai, dari bantuan kabupaten, pusat dan dana desa.

“Alasannya tidak bisa double, hanya satu penerima yang bisa, kalau tidak BLT Kabupaten Bansos, kalau tidak dana desa. Ya, jadi tidak profesi lagi, iya itulah aturanya, aturan itu tidak boleh double,” tambah Hotman.

Disamping tidak double, sambung Hotman, mengingat setelah dilakukan pendataan, calon penerima bansos jaring pengaman sosial di Humbang Hasundutan, yakni masyarakat yang bukan ASN, dapat semua termasuk wartawan yang tinggal di Humbang Hasundutan.

“Mengingat dana bansos belum ada kepastian diawal, maka setelah data dari pusat jelas, hampir semua masyarakat Humbahas non ASN dapat,” ungkap Hotman.

Terkait sempat dilakukan pendataan kepada wartawan, mulai Kartu Pers, KK yang diminta, menurut Hotman, pendataan itu dikarenakan jika wartawan tidak menerima.

“Awalnya, ikut pers, jika dia tidak menerima. Jadi kata kuncinya semua bantuan hanya satu sumber,” tegas Hotman.

Disinggung, pemerintah tidak ada membantu pers, Hotman mengaku, tidak ada. “Ya, tidak profesi melainkan berbasis KK, didalamnya-kan (KK) bisa saja profesi pers, petani,” ujar Hotman.

Sementara, Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor mengatakan, tidak ada yang batal bantuan yang akan diberikan kepada wartawan.

Menurut Dosmar, semua masyarakat dipastikannya yang terkena dampat Covid dapat bantuan dengan berbasis KK.

“ Tidak ada yg batal, semua yang kena dampak covid dapat BLT, warga humbahas berbasis KK,” kata Dosmar melalui WhatsApp.

“Keputusan di ketua gugus tugas, tidak perlu ditanggapi karena tidak ada yang batal. Dari awal selalu berbasis KK,” sambung Dosmar.

Disinggung, terkait pendataan wartawan yang sempat diminta Kartu Pers dan Kartu Keluarga, menurut Dosmar mengaku hal itu agar dilakukan percepatan pendataan.

“Pendataan berbasis profesi biar cepat dan tidak ada yang ketinggalan, biar saling mengigatkan,” ujar Dosmar.

Wartawan Kecewa

Menanggapi itu, sejumlah wartawan yang bertugas peliputan di daerah ini, mengaku kecewa sikap pemerintah yang tidak perduli atas kesejahteraan wartawan.

“Media dan pers juga menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat. Tetapi mengapa malah tidak diperhatikan , padahal insan pers juga sangat rentan terpapar Covid 19,” kata Jonter Sinaga.

Disatu sisi, Jonter mengapresiasi pemerintah memperhatikan masyarakat dengan memberikan berbagai bantuan sosial. Namun, di sisi lain, pemerintah melupakan komunitas insan pers.

“Perusahaan media saat ini sedang mengalami guncangan karena kondisi perekonomian yang stabil, tentunya pemerintah memberikan perhatian kepada wartawan,” harapnya.

Sementara, lanjut Carlos Simamora, ditengah pandemik ini, media dan insan pers harus tetap berkontribusi dan memproduksi berita secara profesional untuk ikut mencerdaskan masyarakat dan juga ikut berperan serta dalam melawan hoaks.

“Ini sungguh membuat kita miris. Oleh karena itu, kita meminta inisiatif Pemkab Humbahas agar memperhatikan keadaan wartawan. Kita tidak minta profesi kita dihargai, kita juga tidak minta secara berlebihan. Namun setidaknya ada sedikit kepeduliannya terhadap wartawan,” harapnya. (des)

Bantu 44 Masjid di Langkat, Pemkab Kucurkan Dana Rp660 Juta

ARAHAN: Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin, menyampaikan arahan saat menyalurkan Dana Bansos Pemkab Langkat ke sejumlah masjid di Kabupaten Langkat, Senin (18/5). ILYAS EFFENDY/SUMUT POS
ARAHAN: Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin, menyampaikan arahan saat menyalurkan Dana Bansos Pemkab Langkat ke sejumlah masjid di Kabupaten Langkat, Senin (18/5). ILYAS EFFENDY/SUMUT POS
ARAHAN: Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin, menyampaikan arahan saat menyalurkan Dana Bansos Pemkab Langkat ke sejumlah masjid di Kabupaten Langkat, Senin (18/5). ILYAS EFFENDY/SUMUT POS
ARAHAN: Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin, menyampaikan arahan saat menyalurkan Dana Bansos Pemkab Langkat ke sejumlah masjid di Kabupaten Langkat, Senin (18/5). ILYAS EFFENDY/SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin, menyalurkan Dana Bantuan Sosial (Bansos) Pemkab Langkat senilai Rp660 juta ke sejumlah masjid di Kabupaten Langkat, Senin (18/5) lalu.

Adapun Bansos ini diberikan kepada 44 pengurus masjid, dengan masing-masing mendapatkan dana Rp15 juta. Hal ini menurut Bupati, sebagai wujud nyata kepedulian Pemkab Langkat terhadap rumah ibadah yang diprogramkan untuk Ramadan 1441 Hijriah. Serta mewujudkan visi misi Bupati Langkat, yang ingin menjadikan Kabupaten Langkat religius.

“Semoga Bansos ini meringankan pengurus masjid dalam meningkatkan kemakmuran rumah ibadah,” ungkap Kepala Dinas Infokom H Syahmadi di ruang kerjanya, menyampaikan pesan Bupati Langkat, Selasa (19/5).

Lebih lanjut Syahmadi mengatakan, Bansos juga untuk meningkatkan sarana dan prasarana pada Ramadan, sehingga jamaah merasa nyaman untuk beribadah.

Sementara Kabag Kessos, Syarizal ikut mengingatkan, agar umat Muslim saat beribadah selalu mengikuti imbauan MUI, anjuran pemerintah, dan protokol kesehatan, sebagai upaya memutuskan penyebaran virus corona.

“Misalnya seperti membawa sajadah masing-masing, menyediakan sabun cuci tangan, dan mengenakan masker,” imbaunya. (yas/saz)

Pemprov Sumut Salurkan Bantuan JPS di Nias Barat

BANTUAN: Tampak sebagian bantuan sembako JPS Pemprov Sumut yang disalurkan di Nias Barat, Selasa (19/05/2020).
BANTUAN: Tampak sebagian bantuan sembako JPS Pemprov Sumut yang disalurkan di Nias Barat, Selasa (19/05/2020).
BANTUAN: Tampak sebagian bantuan sembako JPS Pemprov Sumut yang disalurkan di Nias Barat, Selasa (19/05/2020).
BANTUAN: Tampak sebagian bantuan sembako JPS Pemprov Sumut yang disalurkan di Nias Barat, Selasa (19/05/2020).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut kembali menyalurkan bantuan jaring pengaman sosial (JPS) ke daerah. Kali ini, bantuan berupa sembako tersebut diserahkan ke Pemkab Nias Barat, Selasa (19/05/2020).

Penyaluran bantuan dimulai pukul 10.00 WIB di Kecamatan Moro’o disaksikan Bupati Nias Barat, Faduhusi Daely dan unsur Forkopimda, dan di bawah pengawasan aparat TNI/Polri. JPS
yang terdiri dari beras premium 10 Kg, gula 2 Kg, minyak 1 liter, mi instan 20 bungkus, dan susu 1 kaleng ntuk 14.568 kepala keluarga (KK) terdampak Covid-19 di Nias Barat, berlangsung lancar.

“Kami bersyukur bahwa penyaluran bantuan sembako JPS dari Pemprov Sumut di Nias Barat berjalan lancar,” ujar Tim Pendamping Penyaluran Sembako JPS Pemprov Sumut, Rismawati Simanjuntak.

Bantuan sembako JPS Pemprov Sumut di Nias Barat, sebut Risma, dibelanjakan langsung oleh Pemkab Nias Barat setelah sebelumnya menerima transfer dana Rp 3.277.8000 dari Pemprov Sumut melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, imbuh dia, para pelaku UMKM di Nias Barat dilibatkan dalam pengadaan sembako. Tujuannya agar bertumbuh ekonomi lokal.

Menurut Risma, baik jumlah dan volume bantuan sembako, telah dipastikan sesuai dengan ketentuan karena proses pengepakan disaksikan langsung Pemkab Nias Barat dan aparat TNI/Polri.

Sebelumnya bahan-bahan sembako itu dikumpulkan di Gedung Gereja BNKP Persiapan Bukit Sion. Di sana, bahan-bahan sembako yang akan disalurkan, dikemas per paket. “Jadi sebelum dikemas per paket, sudah melalui pemeriksaan,” katanya.

Tak lupa Risma menyampaikan salam hangat dari Gubsu dan Wagubsu, yang mengharapkan JPS tersebut dapat membantu kesulitan masyarakat penerima di masa pandemi Covid-19. (rel/prn)