BERSANDAR: KM Kelud saat bersandar di Pelabuhan Belawan, belum lama ini. Senin (13/4) malam, KM Kelud dari Batam tiba di Pelabuhan Belawan dan akan dikarantina sementara.
BERSANDAR: KM Kelud saat bersandar di Pelabuhan Belawan, belum lama ini. Senin (13/4) malam, KM Kelud dari Batam tiba di Pelabuhan Belawan dan akan dikarantina sementara.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anak buah kapal (ABK) dan penumpang Kapal Motor (KM) Kelud dari Pelabuhan Tanjung Priok yang bersandar di Pelabuhan Belawan, dia menyatakan sudah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap mereka pada Senin (13/4) malam.
Sebelumnya, sempat bersadar di Batam ditemukan beberapa ABK-nya secara pemeriksaan rapid test positif. Karenanya, para ABK yang positif itu diturunkan dan diisolasi di Batam. Sementara kapal terus berjalan bersama ABK dan penumpang yang lain.
“Kami bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) telah melakukan skrining kepada seluruh ABK dan penumpang yang tiba di Pelabuhan Belawan menggunakan kapal tersebut. Saat pemeriksaan skrining menggunakan rapid test ternyata positif, sehingga kita isolasi dan dirawat di RSU Martha Friska.
Sedangkan para penumpang yang lain kita karantina sementara 14 hari di Deli Serdang (Sei Karang, Galang, PTPN III), sambil menunggu pemeriksaan dan penjemputan oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota asal mereka,” bebernya.
Saat dikonfirmasi berapa jumlah ABK yang positif, Aris mengatakan berjumlah tiga orang. Setelah dinyatakan positif, selanjutnya ketiga ABK tersebut langsung dilarikan ke RSU Martha Friska dengan ambulans. Selain ketiga ABK, awak kapal dan 36 penumpang kapal lainnya negatif.
Oleh karena itu, atas ditemukannya kembali 3 orang lainnya yang positif Covid-19 di kapal tersebut maka total keseluruhan ABK yang positif sesuai rapid test berjumlah 43 orang. Sebab, 40 orang sebelumnya sudah dievakuasi di RS Infeksi Khusus Galang Batam, dan 1 lainnya diisolasi di RSBP Batam.(*)
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Polres Pelabuhan Belawan kembali meringkus bandar sabu di rumahnya Jalan Jermal Raya, Lorong VI, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan. Dari tangan Irpansyah (35), polisi berhasil menyita barang bukti 1 5 ons sabu dan uang Rp40 juta serta timbangan elektronik.
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M R Dayan, Selasa (14/4), mengatakan, penangkapan tersangka merupakan target operasi (TO) yang selama ini menjadi sasaran personel di lapangan. Berkat laporan dari masyakat, petugas berhasil menyelidiki tersangka yang selama ini menjadi bandar sabu di sekitar tempat tinggalnya.
“Setelah informasi akurat, petugas di lapangan langsung menggerebek rumah bersangkutan. Setelah digeledah ditemukan sabu seberat 1,5 ons dan uang Rp40 juta,” kata Dayan.
Hasil keterangan tersangka, barang bukti itu rencananya mau dipasarkan di sekitar tempat tinggalnya. Barang tersebut diperoleh dari temannya berinsial T, petugas langsung melakukan pengembangan namun belum berhasil menangkap T.
“Kawasan Seimati ini merupakan rawan narkoba, makanya kita terus lakukan upaya penindakan ke lokasi tersebut. Untuk teman tersangka berinisial T sudah kita tetapkan DPO dan masih kita lakukan pengemabangan,” ucap kapolres.
Harapan orang nomor satu di Mapolres Pelabuhan Belawan kepada masyarakat untuk turut berperan memberikan informasi pelaku narkoba. Agar kepolisian terbantu untuk memberantas peredaran narkoba. (fac/azw)
“Kita minta masyarakat harus berperan menyampaikan informasi, kita sebagai polisi akan melindungi identitas masyarakat yang mau membantu polisi. Sebab, tanpa masyarakat polisi tidak bisa bekerja,” pungkas Dayan. (fac/azw)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Banda Aceh diguncang gempabumi tektonik pada Rabu, 15 April 2020 pukul 02.36.16 WIB,. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M=5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.55 LU dan 95.95 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 64 km BaratDaya Meulaboh-Aceh Barat pada kedalaman 41 km.
Kepala Pusat Gempabumi Rahmad Triyono mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar turun (normal fault).
Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerahBanda Aceh II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. ). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
Hingga hari 15 April 2020 pukul 03.10 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.
Rahmad juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.(*)
DILAPORKAN: Diduga lecehkan Kota Belawan seorang Youtuber , RH alias Aleh dilaporkan.
DILAPORKAN: Diduga lecehkan Kota Belawan seorang Youtuber , RH alias Aleh dilaporkan.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Polres Pelabuhan Belawan akhirnya menetapkan Rahmat Hidayat alias Aleh (20) pemilik Youtube Aleh-aleh Khas Medan sebagai tersangka dan menahannya atas dugaan kasus penghinaan warga Belawan dan pelecahan lagu ‘Aisyah Istri Rasulullab’.
“Benar, yang bersangkutan sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra, Selasa (14/4).
Tersangka telah terbukti melakukan pelecehan dan penistaan terhadap agama dan masyarakat Belawan dengan dijerat Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) .
“Tersangka mulai hari ini kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah kita tahan,” sebutnya.
Disinggung apakah ada tersangka lain terlibat dalam kasus tersebut, perwira berpangkat tiga balok emas ini mengaku belum ada. Pihaknya masih mendalami terlebih dahulu.
“Kita masih dalami dulu, kalau ada tersangka lain nanti akan kita kabari. Untuk saat ini masih kita masih mendalami kasus ini,” pungkas Jerico.
Menggapi itu, Sekretaris Forum Anak Belawan Bersatu (FABB), Adli Azhari mengapresiasi tindakan cepat pihak kepolisian yang telah menetapkan pemilik Youtube Aleh-aleh Khas Medan sebagai tersangka dan telah menahannnya. “Kita minta yang bersangkutan dihukum setimpalnya, agar memberikan efek jera dan menjadikan pelajaran bagi orang lain untuk tidak sembarangan menggunakan media sosial,” katanya.
Pemilik Akun Youtube Aleh-aleh Khas Medan ini diringkus Polres Pelabuhan Belawan setelah menghina warga Belawan yang disampaikannya melalui kejuaraan Stand Up Comedy di Medan. (fac/azw)
Selain itu, Youtuber yang menetap di Jalan Young Panah Hijau, Kecamatan Medan Marelan ini kembali berususan dengan hukum dengan melecehkan umat Islam dengan penampilannya Belum lagi selesai dengan kasus tak senonoh melalui lagu ‘Aisyah Istri Rasullah’ di medis sosial (Medsos). (fac/azw)
REKONTRUKSI:
Adegan ke 8, saat pelaku membunuh anaknya, Reno dalam rekontruksi yang digelar Polres Humbahas, Selasa (14/4).
REKONTRUKSI:
Adegan ke 8, saat pelaku membunuh anaknya, Reno dalam rekontruksi yang digelar Polres Humbahas, Selasa (14/4).
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resort Humbang Hasundutan, menggelar rekontruksi pelaku pembunuhan, Reno Tarihoran, bocah 4 tahun dan penganiayaan Sinta Lase (istri pelaku) yang dilakukan oleh ayahnya sendiri, Loiker Tarihoran di halaman belakang kantor Mapolres Humbang Hasundutan, Selasa (14/4). Dari rekontruksi itu, sebanyak 10 adegan diperagakan.
Kepala Polisi Resort Humbang Hasundutan, AKBP Rudi Hartono melalui, Paur Subbag Humas Bripka Syawal menerangkan, rekontruksi diawali dengan adegan istri pelaku yang diperagakan oleh polisi dan anaknya (korban) yang tiba diperladangan Sitalap Desa Peadungdung Kecamatan Pakkat, saat itu disekitar pukul 09.00 WIB.
Dari situ, adegan kemudian dilanjutkan ke pelaku, Loiker, yang sampai di perladangan Sitalap disekitar pukul 15.00 WIB dengan membawa buah jeruk yang dibawa dari Medan sehabis pulang dari pesta.
Kemudian, pelaku mendekati , Sinta (Istrinya) yang sedang lagi tidur-tiduran digubuk yang terbuat dari terpal plastik berwarna biru sembari menanyakan kondisi istrinya . Sedangkan, korban, anak pelaku bermain disekitar gubuk.
“ Sudah capek kau ma,” ucap pelaku kepada istrinya sembari mengupas jeruk yang dibawanya yang kemudian diberikan kepada istrinya.
Lalu, pelaku kemudian menanyakan tentang adanya kabar hubungan asmara istrinya dengan adiknya yang bernama Edison Tarihoran. Dan saat itu, Sintapun menjawab hubungan itu tidak ada.
“ Tidak ada itu, untuk apa kau dengarkan omongan orang , bukan dari situ kita makan,” kata Sinta sembari pelaku mengelus rambut Sinta yang saat itu masih berada posisi tidur-tiduran.
Usai itu, adegan selanjutnya, pelakupun terbangun dari posisi tidur-tiduran dan kemudian mengambil sebuah parang yang telah disimpan disemak-semak di bawah pohon karet sembari mengupas buah pinang. Sementara, adegan dilanjutkan ke anak pelaku yang sedang mengumpulkan buah pinang jatuh, sedangkan Sinta masih posisi tidur-tiduran.
Usai mengupas buah biji itu sebanyak 5 biji, pelaku kemudian mengajak Sinta dan anaknya untuk pulang. “ ayoklah kita pulang,” kata pelaku.
Dari situ, selanjutnya di adegankan pelaku mnggendong anaknya sembari membawa parang dan istrinya berada diposisi depan. Tak jauh dari lokasi gubuk, istri pelaku yang kemudian sedang membuang air kecil, usai itu melihat pelaku dengan wajah hitam seperti kesetanan dan saat itulah pelaku langsung menusuk perut istrinya dari belakang sebelah kiri sebanyak dua kali.
Kemudian, Sintapun terjatuh sembari meminta tolong. “ Tolong,tolong, tolong,” jerit Sinta saat itu sembari anak korban mendekati Sinta dan menjerit, “ uma, uma, uma,”.
Adegan selanjutnya, pelaku membawa anaknya, Reno Tarihoran keatas bukit yang berjarak 30 meter sambil membawa parang. Dan Reno membawa sebuah kayu kecil dengan panjang 40 cm.
Setelah sampai diperbukitan yang dekat dengan jurang sedalam 5 meter, adegan dilanjutkan pelaku menurunkan anaknya ketanah dan pembunuhan terjadi. Pelaku menusuk parang secara membabi buta kebagian badan, perut dan leher anaknya dan kemudian menjatuhkan anaknya ke bawa jurang.
Kemudian, pelaku ikut melompat kebawah dan saat dibawah pelaku selanjutnya menusukkan parang kebagian perutnya sebanyak 3 kali yang diduga mencoba bunuh diri sendiri.
“Selanjutnya, kita adegankan keterangan saksi dilapangan yakni Ramalia boru Purba yang melihat istri pelaku dalam keadaan tergeletak di tanah dengan usus yang sudah terburai. Kemudian, saksi Rosnelly Tarihoran yang bersama saksi Ramalu pergi memanggil bantuan. Dan bersamaan saksi, Ruslen Silaban yang melihat istri pelaku keadaan tergeletak kemudian memberitahukan kepada kepala Desa Lamasi Siregar,” kata Syawal.
Dikatakan Syawal , adegan ini dilaksanakan untuk mengetahui kejelasan di lapangan terkait dibunuhnya Reno dan penganiayaan istri pelaku. (des/azw)
KETERANGAN PERS: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir didampingi Kasatreskrim AKBP Ronny Nicolas Sidabutar saat memberikan keterangan persnya, Selasa (14/4).
KETERANGAN PERS: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir didampingi Kasatreskrim AKBP Ronny Nicolas Sidabutar saat memberikan keterangan persnya, Selasa (14/4).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tak butuh waktu lama bagi Satuan Reskrim Polrestabes Medan bersama Polsek Pancurbatu mengungkap pelaku pembunuhan seorang warga Pantai Cermin, Juliana Liem (25). Hanya berselang satu hari pascaditemukannya mayat korban di pinggir jurang Sungai Lau Bekala Dusun I, Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancurbatu, Minggu (12/4) lalu, pelaku pun ditangkap pada Senin (13/4) tengah malam.
Pelaku berjumlah dua orang, yaitu Tomi Keliat (29) warga Jalan Dewantara, Desa Hulu, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang dan Tato Sembiring (28) warga Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang. Otak pelaku adalah Tato Sembiring yang terpaksa ditembak mati polisi, dan disebut-sebut pacar korban. Sedangkan Tomi Keliat merupakan sopir Angkot Rahayu 103 yang ditumpangi korban sebelum dibunuh, dihadiahi dua timah panas pada kakinya.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir mengungkapkan, semula pihaknya mendapat informasi adanya penemuan mayat korban pada Minggu (12/4) sore sekira pukul 15.00 WIB di lokasi tersebut. Selanjutnya, diturunkan personel Satuan Reskrim Polrestabes Medan bersama Polsek Pancurbatu melakukan penyelidikan.
Alhasil, saat ditemukan pada mayat korban terdapat tanda-tanda kekerasan yang diduga kuat meninggal dunia akibat perbuatan orang lain. Selain itu, teridentifikasi identitas korban dan keluarganya. Korban merupakan mahasiswi Universitas Prima Indonesia (Unpri) dan karyawan PT Gobar Mandiri Indonesia, yang kos di Jalan Setia Budi Simpang Asisi, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan.
“Dari hasil penyelidikan, sebelum dibunuh diketahui korban dalam perjalanan pulang menuju tempat kosnya dengan menumpangi angkot pada Sabtu sekira pukul 19.00 WIB. Hal itu melalui pengambilan rekaman kamera CCTV di kantor korban dan sepanjang perjalanan,” ungkap Isir didampingi Kasatreskrim AKBP Ronny Nicolas Sidabutar dalam keterangan persnya, Selasa (14/4).
Isir menjelaskan, korban menaiki Angkot Rahayu 103 tujuan Pancurbatu sekira pukul 19.30 WIB di Jalan HM Yamin. Namun, dalam perjalanan ternyata korban dibunuh dan dirampok harta bendanya. Setelah itu, mayat korban dibuang di pinggir jurang oleh kedua pelaku tersebut. “Berdasarkan hasil penyelidikan juga, diketahui identitas pengemudi angkot tersebut atas nama Tomi Keliat. Selanjutnya, dilakukan pencarian terhadapnya dan berhasil diamankan dari rumahnya pada Senin (13/4) pagi,” terang Isir.
Tim gabungan polisi juga menemukan Angkot BK 1324 WX yang dikemudikan pelaku tersebut. Setelah diperiksa angkot tersebut, ditemukan bekas bercak darah di bagian dalam angkot yang telah mengering pada bagian tengah tepatnya di jok belakang kursi penumpang depan dan bagian dinding kiri belakang kursi penumpang.
“Setelah melalui proses pemeriksaan yang cukup lama sekitar 6 jam terhadap Tomi Keliat, akhirnya sopir angkot tersebut mengakui perbuatannya. Tersangka mengaku membunuh dan merampas harta benda korban bersama dengan Tato Sembiring,” lanjut Isir.
Dari pengakuan tersangka Tomi Keliat, sambungnya, diperoleh informasi keberadaan Tato Sembiring di kawasan seputaran Medan Zoo pada hari Senin (13/4) sekira pukul 23.30 WIB. “Tim gabungan yang dipimpin kasat reskrim melakukan penangkapan terhadap otak pelaku tersebut.
Akan tetapi, pada saat dilakukan penangkapan ternyata yang bersangkutan mengeluarkan sebilah pisau dan mencoba melukai salah seorang personel, sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak ke arah tubuhnya. Selanjutnya, mayat tersangka itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna mendapat pertolongan namun tak dapat tertolong,” papar Isir.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar menambahkan, kedua pelaku merampas dua handphone korban di dalam tas. Keduanya merampok dengan cara mencekik leher dan membantingkan kepala korban di dalam angkot berkali-kali hingga yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Setelah itu, handphone korban dibawa Tato Sembiring untuk dijual dan dijanjikan hasilnya akan dibagi kepada Tomi Keliat keesokan harinya.
“Dari kedua pelaku, disita barang bukti Angkot Rahayu 103 BK 1324 WX, handphone, sebilah pisau, rekaman kamera CCTV dan lainnya. Pelaku dijerat Pasal 365 ayat 4 Sub 338 KUHPidana, dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup,” tandasnya. (ris/mag-1/azw)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (tengah) saat menyampaikan upaya gotong royong dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya penanggulangan pandemi COVID-19 di Indonesia di Jakarta, Selasa (14/4).
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (tengah) saat menyampaikan upaya gotong royong dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya penanggulangan pandemi COVID-19 di Indonesia di Jakarta, Selasa (14/4).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) kembali menginisiasi upaya gotong royong dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya penanggulangan pandemi COVID-19 di Indonesia.
Melalui program donasi “MPR RI Peduli Lawan COVID-19”, MPR RI bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggandeng Telkomsel, Gojek, dan Kitabisa untuk mengadakan penggalangan dana bagi para mitra driver, mitra merchant UMKM, dan mitra lainnya di ekosistem Gojek yang terdampak.
Dana yang terkumpul akan disalurkan dalam bentuk voucher pulsa untuk meringankan beban biaya sehari-hari, mengingat layanan telekomunikasi merupakan salah satu kebutuhan pokok para mitra Gojek saat bekerja.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, “Dalam kerangka menggugah solidaritas serta semangat gotong royong kebangsaan, MPR RI menginisiasi program MPR Peduli Lawan COVID-19 dengan donasi pulsa bagi para pengemudi online, merchant UMKM dan penyedia jasa online lainnya sebagai salah satu elemen masyarakat yang terdampak.
MPR RI menyadari bahwa keberhasilan penanganan pandemi COVID-19 dan dampak-dampaknya memerlukan komitmen dan kerja bersama seluruh komponen bangsa. Karena itu, MPR RI bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak seluruh komponen bangsa dapat menerapkan dan meneladankan rasa solidaritas dan jiwa kegotong-royongan sesama anak bangsa untuk saling peduli dalam melewati masa-masa sulit menghadapi pandemi COVID-19 ini.”
Direktur Human Capital Management Telkomsel Irfan A. Tachrir mengatakan, “Telkomsel memahami bahwa kebutuhan akan terus terkoneksi menjadi penting, terutama di masa ketika kita perlu saling menjaga jarak untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Maka dari itu, Telkomsel sebagai connectivity enabler berupaya untuk menghubungkan masyarakat dengan menyediakan jaringan berkualitas dan kemudahan akses telekomunikasi, termasuk bagi mereka yang terdampak langsung seperti para pekerja informal harian. Oleh karenanya, Telkomsel menyambut baik kolaborasi bersama MPR RI, BPIP, Kitabisa dan Gojek dalam memperkuat sikap gotong royong antar lini. Semoga upaya kolektif ini bisa membantu pihak terdampak untuk dapat terus melangkah menghadapi tantangan di masa sulit seperti sekarang.”
CEO Kitabisa.com Alfatih Timur mengatakan “Kitabisa.com sebagai platform penggalangan dana, mendukung semua pihak yang ingin melakukan kebaikan, seperti gerakan yang diinisiasi oleh MPR RI dan BPIP bekerjasama dengan Telkomsel dan Gojek dalam bergotong royong untuk membantu masyarakat yang terdampak akibat COVID-19. Inisiasi ini tentu akan membantu masyarakat, khususnya para pekerja informal melewati krisis ini. Pandemi ini bisa dilawan dengan dukungan dan kerjasama banyak pihak.”
Sebagai inisiator MPR RI Lawan COVID-19, Ketua MPR RI akan mendonasikan gajinya selama tiga bulan ke laman galang dana Kitabisa. Inisiatif ini diharapkan dapat menginspirasi anggota MPR RI yang terdiri dari 575 anggota DPR RI, 136 anggota DPD RI, seluruh anggota DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, termasuk masyarakat lainnya untuk turut berkontribusi dalam program donasi ini maupun program bantuan sosial lainnya yang bertujuan untuk membantu mereka yang terdampak pandemi COVID-19.
Pelanggan Telkomsel dapat memberikan donasi melalui menu akses UMB *811#, dengan pilihan denominasi 5.000 hingga 25.000 dari deposit prabayar (pulsa) atau pembebanan tagihan pascabayar pelanggan Telkomsel. Selain itu, masyarakat juga bisa berdonasi melalui layanan GoGiveyang mudah diakses oleh pengguna di aplikasi Gojek, yang menawarkan opsi donasi mulai dari Rp1.000.
Penggalangan dana ini terbuka dari tanggal 14 April 2020. Seluruh dana akan dihimpun oleh Kitabisa, dan disalurkan dalam bentuk pulsa kepada puluhan ribu mitra di ekosistem Gojek, seperti mitra driver, mitra penyedia layanan, serta mitra merchant UMKM di dalam ekosistemnya di seluruh Indonesia.
Chief of Public Policy and Government Relations GojekShinto Nugroho mengatakan, “Mewakili manajemen Gojek, kami menyampaikan apresiasi atas inisiatif MPR RI, BPIP, serta Telkomsel atas kolaborasi penggalangan dana melalui Kitabisa. Dukungan dalam bentuk pulsa untuk mitra Gojek ini akan meringankan beban biaya harian mitra kami yang saat ini cukup terdampak akibat pandemi ini. Dukungan ini sejalan dengan salah satu pilar program Gojek yaitu membantu meringankan biaya sehari-hari mitra. Sebagai perusahaan anak bangsa yang tumbuh bersama dengan para mitra, Gojek senantiasa berada di garda terdepan untuk membantu mitra kami melewati masa sulit ini.”
Shinto pun melanjutkan, “Berbagai inisiatif dan program telah kami luncurkan, seperti penghimpunan dana bantuan mitra melalui Yayasan Anak Bangsa Bisa dan 12 Program Kesejahteraan Mitra Driver akhir Maret lalu, untuk mendukung para mitra yang melayani masyarakat dengan aman di tengah pandemi.”
MPR RI dan BPIP bersama Telkomsel, Kitabisa, dan Gojek memastikan bahwa bantuan pada program MPR RI Peduli Lawan COVID-19 akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat sehingga dapat tepat sasaran. Pada kesempatan ini, MPR RI juga terus mengundang pemangku kepentingan lain untuk bersama-sama menjaga Indonesia dengan bergotong royong membantu pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam penanggulangan pandemi COVID-19.
Masyarakat yang ingin melakukan donasi bisa langsung mengakses halaman berikut kitabisa.com/mprripeduli.
Kepala Divisi (Kadiv) Buruh dan Miskin Kota LBH Medan, Maswan Tambak
agusman/sumut pos
Kepala Divisi (Kadiv) Buruh dan Miskin Kota LBH Medan, Maswan Tambak agusman/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan meminta Pemprovsu dan Pemko Medan, aktif memantau dan mengawasi perusahaan yang merumahkan atau berujung pemutusan hubungan kerja (PHK) selama masa pandemi Covid-19.
Menurut LBH Medan, Gubernur, Komisi E DPRD Sumut, Disnaker Sumut, Wali Kota Medan, Komisi C DPRD Medan dan Disnaker kota Medan, sejauh ini belum menunjukkan perhatian khusus kepada tenaga kerja. “Kita yakin sebenarnya sudah ada beberapa kawan-kawan pekerja yang terdampak secara ekonomi dari covid 19. Disnaker Provinsi maupun kota seharusnya aktif memberikan informasi pekerja terdampak jangan hanya diam,” ucap Kepala Divisi (Kadiv) Buruh dan Miskin Kota LBH Medan, Maswan Tambak kepada Sumut Pos.
Sejauh ini, kata dia, LBH Medan belum melihat ada langkah kongkrit terhadap perlindungan tenaga kerja, apakah itu dalam memperoleh hak selama dirumahkan atau perlindungan sesuai standart keselamatan dan kesehatan kerja yang diamanatkan UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.
“Lain lagi seandainya ada pekerja yang di-PHK, padahal alasan pandemi ini tidak boleh dijadikan sebagai dasar PHK. Oleh karena kondisi ini sangat buruk, pemerintah harus bergerak aktif jangan hanya menunggu pengaduan, kasihan pekerja apalagi tidak semua pekerja mengerti proses hukum dalam memperoleh haknya,” tegas Maswan.
Setidaknya, lanjutnya, dari posko pengaduan yang telah dibuat LBH Medan, terdapat beberapa pengaduan yang mereka terima. Itu belum lagi pengaduan-pengaduan, di lembaga resmi pemerintah yang mereka yakini jumlahnya tidak sedikit. “Beberapa waktu yang lalu misalnya, beberapa mal ditutup sementara. Seharusnya, Disnaker bisa memastikan pekerja yang dirumahkan tetap menerima haknya. Sampai hari ini kita tidak tahu bagaimana nasib para pekerja tersebut,” paparnya.
Lain lagi pekerja di sektor industri dan perhotelan ini harus jadi perhatian serius pemerintah. “Kalaupun seandainya pemerintah tidak sanggup membiayai pekerja selama dirumahkan, paling tidak ada kepastian bagi pekerja untuk tidak di PHK dan mendapat hak dari perusahaan selama dirumahkan,” kata Maswan. (man/ila)
LATIHAN: Para pemain PSMS Medan saat menjalani latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, beberapa waktu lalu.
triadi wibowo/sumut pos
LATIHAN: Para pemain PSMS Medan saat menjalani latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, beberapa waktu lalu.
triadi wibowo/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keputusan PSSI terkait bolehnya klub Liga 1 dan Liga 2, membayar hanya 25 persen gaji pemain dan official sejak Maret lalu, akibat pandemi virus corona saat ini, dikritik Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI).
Menurut APPI, harusnya PSSI melibatkan mereka dan para pemain maupun perwakilan, dalam mengambil kebijakan pemotongan gaji tersebut.
Apalagi menurut asosiasi yang dipimpin Firman Utina itu, dalam praktiknya, malah ada klub yang menggaji pemainnya hanya 10 persen dari gaji yang tertera di kontrak.
Menanggapi protes APPI terhadap keputusan yang sudah ditetapkan PSSI tersebut, Manajemen PSMS Medan ikut berbicara. Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja menilai, APPI seharusnya tidak perlu meributkan keputusan PSSI itu. Menurutnya, keputusan penetapan gaji merupakan kebijakan PSSI, bukan APPI.
Menurut King, sapaan karib Julius Raja, Namun jika ada klub yang tidak menjalankan kebijakan tersebut, dan tidak membayar gaji pemainnya, barulah APPI menjembatani kondisi tersebut antara pemain dan klub.
“Protes APPI ini, menurut saya hanya karena tidak dilibatkan waktu mengambil keputusan. Sebenarnya itu tak perlu diributkan, kecuali klub lalai bayar (gaji pemain). Kalau soal kebijakan, itu kan hak prerogatif PSSI,” ungkap King, Senin (13/4).
King pun menegaskan, kebijakan pemotongan gaji pemain itu bukan ranah APPI. Menurutnya, APPI terlalu jauh mencampuri ranah PSSI.
“APPI bilang, ‘kenapa kami tak dilibatkan?’ Ya bagaimana mau dilibatkan, kan itu urusan PSSI. APPI mengganggap, kenapa hanya dibayar 25 persen? Tapai menurut saya, itu merupakan satu kebijakan yang paling baik dari PSSI,” katanya.
Sementara itu, seorang kitman PSMS, Abraham, yang gajinya relatif rendah dan ikut dipotong, hanya bisa pasrah dan tetap bersyukur.
“Ya, gaji saya juga dipotong. Sudah gaji saya kecil, dipotong lagi. Tapi mau bagaimana lagi? Ini semua karena virus corona. Tapi saya tetap bersyukur, masih digaji PSMS,” ungkapnya, Minggu (12/4) lalu.
Pria yang bertugas menyiapkan peralatan bagi para pemain ini, juga mengatakan, akibat pemotongan tersebut, kini dia hanya mendapatkan Rp1,5 juta dari gajinya (Rp2,5 juta per bulan).
“Dengan gaji segitu, pening juga untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama sebulan. Saya tidak ada kerjaan sampingan. Cuma dari sini saja saya ada penghasilan, sambil membantu PSMS,” beber Abraham.
Abraham pun berharap, wabah virus corona ini dapat segera berakhir.
“Mudah-mudahan wabah ini cepat selesai. Jangan sampai lama kali, pusing juga ke depannya,” pungkas kitman yang telah mengabdi ke PSMS selama 7 tahun terakhir. (tnc/saz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Real Estat Indonesia Sumatera Utara (REI Sumut) akan membuat program kegiatan peduli melawan Covid-19, pada 20 April mendatang. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat kelas menengah ke bawah yang mengalami kesulitan ekonomi selama wabah virus corona di Indonesia.
“Dimana sama-sama kita ketahui, akibat virus corona ini sangat mengganggu aktivitas kerja, sehingga perputaran ekonomi pun terganggu,” ujar Ketua DPD REI Sumut, Johan kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (12/4).
Dalam hal ini, lanjut Johan, DPD REI Sumut merasa peduli kepada masyarakat Medan dan sekitarnya, yang terdampak akibat virus corona, sehingga banyak yang terkendala kegiatan kerjanya, baik pegawai harian, mingguan dan bulanan. “Mereka saudara-saudara kita ini, banyak yang dirumahkan. Karena itu kita merasa terpanggil ingin membantu dengan pembagian sembako pada 20 April 2020,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, untuk pembagian paketnya ditargetkan, sebanyak 1.200-1.500 paket, dengan nominal Rp100.000-Rp150.000 per paket. Adapun, teknis pembagian disalurkan ke 10 zona, yakni di kota Medan dan sekitarnya, Lubukpakam dan Binjai.
Nantinya, kata Johan, pembagian akan diberikan secara langsung agar tepat sasaran, seperti tukang becak, ojek online, tukang parkir, petugas kebersihan, buruh harian, dan lain sebagainya. “Jadi langsung koordinasi turun ke lapangan, secara spontan nanti pas di jalan, yang mana terlihat, mereka yang pantas menerima bantuan ini, maka itu yang akan kita berikan. Ini kita lakukan agar tepat sasaran. Kita juga menghindari masyarakat berkerumun, sehingga nanti kendaraan yang digunakan merupakan mobil pribadi tanpa spanduk. Kita tidak bisa berbuat banyak, namun bisa membantu, sedikit banyak dari kawan-kawan secara ikhlas, itu yang kita teruskan untuk dibagikan bagi yang membutuhkan,” terangnya.
Program ini, tambah Johan, diadakan selama dua gelombang, di gelombang pertama, memberikan sembako secara langsung. Sedangkan, gelombang kedua ditargetkan di bulan Mei 2020. “Untuk zona kemungkinan sama, namun di gelombang kedua akan disalurkan ke tempat-tempat tertentu, seperti panti asuhan. Sebab, REI tidak terlepas dari kegiatan bakti sosial setiap tahunnya. Terutama setiap hari besar keagamaan. Dan ini merupakan kebersamaan di REI. Untuk dananya merupakan dari anggota REI dan rekanan atau mitra REI. Atau siapa saja yang ingin ikut serta dalam kegiatan kemanusiaan ini. Dan Ini secara se ikhlas hati,” tuturnya.
Johan mengungkapkan, di dalam situasi saat ini, dampaknya tidak bisa diprediksi kapan selesainya, yang jelas semakin parah dan semakin banyak berjatuhan korban. “Karena itu kita juga ingin berbagi kepada saudara-saudara se Muslim, apalagi menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Karena itu akan kita ciptakan gelombang kedua. Namun, saat ini kendala kita adalah membeli sembako dalam jumlah besar. Agak dibatasi di pasar swalayan dan supermarket-supermarket di Medan ini. Ini yang agak susah,” bebernya.
Ia berharap, agar seluruh anggota di DPD REI Sumut dapat menyalurkan sumbangannya. “Apalagi di REI ada 300 perusahaan, sehingga diharapkan dapat ikut berdonasi. Kita juga sedang upayakan juga untuk donasi masker. Inilah hal yang paling kita syukuri, di REI ini kebersamaan yang kita ciptakan, sehingga dapat kompak.Tradisi ini yang kita pertahankan,” tukasnya. (mag-1/ram)