SEPI: Stasiun Kereta Api Bandara di Kualanamu terlihat sepi. Mulai Minggu (12/4), hingga 31 Mei 2020, KA Bandara berhenti beroperasi sementara.
SEPI: Stasiun Kereta Api Bandara di Kualanamu terlihat sepi. Mulai Minggu (12/4), hingga 31 Mei 2020, KA Bandara berhenti beroperasi sementara.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepinya penumpang akibat penyebaran virus corona atau Covid-19, memaksa PT Railink selaku operator Kereta Api (KA) Bandara Internasional Kualanamu, menghentikan operasional serta merumahkan sementara karyawannya. Penghentian sementara operasional KA Bandara ini berlangsung mulai Minggu (12/4) hingga 31 Mei 2020.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Railink, Mukti Jauhari mengungkapkan, penghentian operasional tersebut juga berlaku terhadap kereta api Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. “PT Railink akan berhenti beroperasi sementara hingga Mei 2020 dan ini akan terus dievaluasi. Hal ini sebagai antisipasi penyebaran Covid-19,” kata Mukti dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos, Minggu (12/4).
Dengan penghentian sementara operasional KA Bandara ini, kata Mukti, pihaknya akan mengembalikan biaya tiket 100 persen bagi calon penumpang yang sudah terlanjur melakukan pemesan tiket. “PT Railink akan terus memantau perkembangan situasi dan akan melakukan langkah antisipasi yang diperlukan untuk memulai layanan kembali KA Bandara nantinya saat situasi mulai membaik,” pungkasnya.
Penghentian sementara operasional Kereta Api Bandara Kualanamu ini juga disampaikan diakun resmi Railink di Instagram @kabandararailink. “Travelers, perlu kami sampaikan kembali bahwa PT Railink akan menghentikan sementara operasional KA Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta dan Bandara Kualanamu, Medan pada tanggal 12 April hingga 31 April 2020. Hal ini, sebagai upaya pencegahan penyebaran corona virus disease #Covid-19 di Indonesia,” tulis di akun@kabandararailink.
“Bagi penumpang KA Bandara yang telah memiliki tiket, dapat melakukan pengembalian 100 persen di lur bea pemesan, dengan melampirkan bukti tiket dan bukti transaksi ke email :info@railink.co.id,” papar di akun@kabandararailink.
Manager Station Railink Andrianto dikonfirmasi wartawan juga membenarkan, penghentian sementara operasional KA Bandara. Menurutnya, ini merupakan perintah dari pusat, bersamaan dengan penghentian operasional kereta bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta. “Berlaku 12 April-31 Mei 2020 kereta api bandara berhenti operasi sementara dan para pegawai dirumahkan. Kalau yang stand by itu hanya beberapa hari saja sambil mensosialisasikan pencegahan penyebaran Virus Corona Covid-19,” katanya.
Selain memaksa moda transportasi darat itu berhenti beroperasi sementara. Wabah Covid-19 juga menghentikan aktivitas pelayanan publik terutama sektor UMKM yang ada di kawasan Bandara Kualanamu Deliserdang. Dari pantauan Sumut Pos, Minggu (12/4), terlihat sejumlah kios yang menjual makanan dan resto di Bandara Kualanamu tutup. Di loket check in juga tak ada aktivitas.
Diketahui, KA Bandara Kualanamu sebelum terjadi pandemi Covid-19 setiap hari beroperasi sebanyak 50 perjalanan. PT KAI Divre I Sumut mengumumkan pengurangan frekuensi perjalanan menjadi 12 perjalanan setiap hari. Hal itu, sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi virus penyebaran virus corona dengan mengikuti imbau dari Pemerintah indonesia. Kini, seluruh operasional dihentikan sementara. (gus/btr)
MAKAMKAN: Petugas medis menggunakan APD memakamkan warga Balikpapan yang wafat di RSUD Deliserdang, Minggu (12/4). batara/sumut pos
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – SEORANG pasien berstatus PDP meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Deliserdang, Minggu (12/4). Pasien berinisial MJ itu meninggal dunia setelah menjalani isolasi selama sepekan di rumah sakit milik Pemkab Deliserdang itu.
“Korban yang meninggal merupakan warga Balikpapan, Kalimantan Timur. Dia (MJ) meninggal dunia sekitar pukul 09.30 WIB,” ujar Direktur RSUD Deliserdang, dr Hanif Fahri SpKJ saat dihubungi lewat sambungan telepon.
dr Hanif menerangkan, pasien sebelum dirawat di ruangan isolasi, berkunjung ke rumah kakaknya di Desa Kotasan, Kecamatan Galang, Deliserdang. “Pada 6 April 2020, korban tiba di rumah kakaknya. Beberapa hari di sana, penyakit paru yang dideritanya kambuh sehingga dibawa ke RUSD,” terang dr Hanif.
Selanjutnya, setibanya di rumah sakit, pasien dirawat dengan ditangani dokter spesialis paru-paru. “Di hari Rabu 8 April, kondisi korban sudah mulai membaik. Namun, pada Kamis 9 April 2020, kondisi fisiknya menurun. Sehingga dilakukan pemeriksaan intensif. Hasilnya, ia mengarah kepada terjangkit virus Covid-19. Kemudian dipindahkan di ruangan isolasi penanganan Covid-19 RSUD,” sebutnya.
Hanif menuturkan, selama menjalani perawatan selama di ruangan isolasi, keadaan pasien bukannya membaik, malah semakin memburuk. “Pada hari ini (kemarin) korban dinyatakan meninggal dunia. Sesuai protokoler kesehatan, kemudian jenazah akan dikebumikan di rumah kakaknya,” tuturnya.
Kapolsek Galang, AKP Tedy Napitupulu mengatakan, jenazah korban diduga terjangkit virus Corona sudah dimakamkan. “Sekitar pukul 12.00 WIB, jenazah tiba di perkuburan muslim Dusun IV Desa Kotasan, Kecamatan Galang, dengan menggunakan mobil ambulance RSUD. Korban dikebumikan di sana lantaran sang kakak yang memintanya. Proses penguburan pun berjalan dengan aman dan tanpa dihadiri pihak keluarga,” tandasnya.
PENGARAHAN: Jajaran Pemprov Sumut memberi pengarahan kepada TKI sebelum dipulangkan ke daerah asal.
pran/sumut pos
PENGARAHAN: Jajaran Pemprov Sumut memberi pengarahan kepada TKI sebelum dipulangkan ke daerah asal.
pran/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang disinggahkan di Sumatera Utara, berangsur-angsur telah dipulangkan ke daerah asalnya sejak Kamis (9/4) lalu.
Hari ini (13/4), direncanakan TKI asal Jawa Timur dan Jawa Barat akan diberangkatkan ke daerah asal mereka.
“Ya, jadi ini setelah ada respon dari pihak pemprov mereka, kita akan pulangkan besok (hari ini) pukul 14.00 WIB. Itu TKI asal Jawa Barat,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut, Harianto Butarbutar menjawab Sumut Pos, Minggu (12/4).
Secara keseluruhan, TKI yang belum dipulangkan ke daerah asal tersebut berjumlah sekitar 110 orang lagi. Pemprov Sumut bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, terus berkoordinasi intens dengan pemerintah asal para TKI berada. “Pastinya tak tahu, tapi ada sekitar 110 orang lagilah.
Kami menunggu berita dari pemerintah asal TKI berada. Seperti Jawa Barat, ada yang sudah membelikan tiket kepada warganya. Pemprov Jawa Tengah juga begitu. Selebihnya urusan BP3TKI, karena mayoritas mereka yang dikirim ke Sumut karena dideportasi Pemerintah Malaysia,” ungkapnya.
Pihaknya juga belum mengetahui secara detil jumlah TKI yang dideportasi tersebut dari Pemerintah Malaysia, termasuk apakah ada lagi yang bakal ditransitkan ke Sumut. “Jadi ini sekarang campur-campur mereka. Sebagian sudah dipulangkan, begitu ada jawaban dari pemprov bersangkutan. Sisa di sini kalau saya tak salah, 110 orang lagi. Untuk yang akan disinggahkan lagi, kami belum mendapat kabar. Namun TKI resmi dan tidak kena deportasi, umumnya pulang sendiri-sendiri. Inikan deportasi yang dikirim kemari,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sejak Kamis (9/4) lalu, sebanyak 547 TKI yang dideportasi dari Malaysia mulai dipulangkan secara berangsur-angsur ke daerah asal. Pemulangan yang difasilitasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut bersama Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Medan dan TNI AU Lanud Soewondo dilaksanakan di Apron Pangkalan Udara Soewondo Medan, Sabtu (11/4).
Pemulangan dipantau dan dikoordinir langsung oleh Kepala BPBD Sumut sekaligus Wakil Sekretaris Gugus Tugas Riadil Akhir Lubis, Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, Kadis Ketenagakerjaan Sumut Harianto Butarbutar, mewakili BP3TKI, mewakili TNI AU Lanud Soewondo, Polda Sumut dan pemkab/pemko se Sumut.
“Mereka ditampung di Sumut ini bisa dibilang transit atau karantina sementara. Kita sudah cek kondisi semua TKI yang datang, semua sehat. Dari Malaysia mereka sudah diperiksa dan membawa surat tanda sehat. Masuk di Bandara Kualanamu juga dilakukan pemeriksaan lagi melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan, begitu pula saat di karantina sementara di sini (Lanud Soewondo) melalui Dinkes Sumut,” ujar Riadil.
Adapun rincian data dari 547 TKI yang ditampung di Sumut, sebut dia, terdiri dari 144 orang masyarakat Sumut dan 403 dari 22 provinsi lain. Sebanyak 136 ditampung di Gedung Cadika Lubukpakam Kabupaten Deliserdang dan ditangani pemkab setempat. Sisanya, ditampung di Gedung Andromeda Lanud Soewondo Medan.
“Pemulangan ini juga kita koordinasikan dengan pemprov asal TKI masing-masing. Setibanya di daerah asal nanti kebijakan wilayah masing-masing, apakah akan dikarantina atau pemeriksaan kesehatan lagi. Tetapi sebenarnya saat dipulangkan dari Malaysia mereka sudah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Pemerintah Malaysia dan juga ketika tiba di sini. Mudah-mudahan mereka sehat-sehat,” jelasnya.
Riadil mengungkapkan, pada hari itu, masyarakat Sumut sudah dipulangkan dan dijemput oleh pemkab/pemko masing-masing. Begitu pula dengan TKI asal provinsi lain, dipulangkan dengan bus diantaranya menuju Aceh, Jambi, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat dan Bengkulu.
Sedangkan yang akan menyusul untuk dipulangkan yakni dari Jawa Timur, Jawa Barat, Kepri, NTB, NTT, Sulawesi Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Jakarta, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Banten, Kalimantan Timur dan Yogyakarta. “Jumlahnya sekitar seratusan lagi, kita harapkan rampung pada hari Selasa mendatang,” terang Riadil.
Selama dikarantina di Gedung Cadika Deliserdang dan Gedung Andromeda Lanud Soewondo Medan, sambung dia segala kebutuhan TKI diperhatikan, mulai dari jadwal makan, perlengkapan sandang dan lainnya. “Karena kita lihat ada yang datang hanya membawa baju di badan. Jadi pemulangan ini juga kita berikan bantuan pakaian, peralatan mandi, kelengkapan wanita dan anak,” ungkapnya.
Adapun protokol kesehatan yang dilaksanakan di Lanud Soewondo di antaranya para TKI akan dites dengan thermoscan (pendeteksi panas tubuh), mengisi formulir kesehatan dan pemeriksaan kesehatan. Jika ditemukan tanda-tanda demam, batuk dan sesak nafas, maka mereka akan diperlakukan sebagai PDP, untuk selanjutnya dirujuk ke RS rujukan.
Sebelumnya, Kepala Kantor Imigrasi Khusus (Kakanimsus) Kelas I Medan, Supartono mengatakan, ada 4 tahap pemulangan yang dilakukan dalam 2 hari terakhir, dimana dilakukan dalam 4 tahap pemulangan. “Kamis kemarin kita ada 2 kali pemulangan, dan Jumat juga ada 2 kali pemulangan,” katanya.
Setidaknya, terdapat 269 orang TKI yang dipulangkan pada Hari Kamis, dan terdapat 65 orang wanita TKI. “Jadi pada Kamis kemarin, kita memulangkan 269 orang TKI dari Malaysia dengan perincian, 65 TKI wanita dan 204 orang TKI laki-laki,” sebutnya.
Sementara, pada pemulangan Jumat (10/4) lalu, Supartono mengatakan, ada 244 orang dan didominasi oleh wanita. “Jumat, kita memulangkan 244 orang TKI yang dirincikan 74 orang TKI wanita dan 170 orang TKI laki-laki, dan ini kita lakukan secara dua kali dalam sehari. Maka bila ditotal, terdapat 139 TKI wanita dan 374 orang TKI pria,” sambungnya.
Ia juga menambahkan, para TKI tersebut akan dikarantina terlebih dahulu untuk memastikan keadaannya sehat dan tidak menularkan suatu penyakit. “Namun, hingga sampai saat ini belum terdapat TKI yang positif corona,” pungkasnya.
Pantauan di Bandara Internasional Kualanamu, Minggu (12/4) siang, ada sebayak 42 orang TKI dari Provinsi NTT dan NTB yang di pulangkan ke daerah asal. Mereka menumpang pesawat Batik Air transit Jakarta selanjutnya menuju provinsi masing-masing bersama penjemputan dari petugas perwakilan Pemerintah Daerah masing-masing.
Kepala BP3TKI Medan, Syahrum melalui Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Medan Moch Fuat Wahyudi didampingi Kordinator Kualanamu Suyoto dan staf Ali Imran Sinaga yang dikonfirmasi mengatakan, sebelumnya para TKI ini dideportasi dari Malaysia. “Untuk NTT dan NTB jumlahnya 42 orang, cuma ada tambahan 1 orang ke Riau,” kata Syahrum.
Menurutnya, BP3TKI dalam hal ini hanya memfasilitasi keberangkatan mereka dari KNIA, selanjutnya nanti di Jakarta disambut dan dipasilitasi intansi terkait. (prn/man/btr)
DIBAWA ke RS: Korban disambar petir dibawa ke RSUD Doloksanggul.
DIBAWA ke RS: Korban disambar petir dibawa ke RSUD Doloksanggul.
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Seorang petani, Juliana Boru Hutagalung, Warga Dusun Lumban Situmorang, Desa Sitolu Bahal, Kecamatan Lintong Nihuta meninggal dunia akibat disambar petir saat beraktivitas di perladangan.
Peristiwa tragis itu terjadi di Dusun Sabalangit Desa Sitio II Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbahas, Minggu (12/4).
Kematian Juliana menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan menjadi perbincangan hangat di tengah warga, termasuk group Facebook Kabar-kabari Humbang Hasundutan.
Paur Kasubbag Humas Polres Humbahas, Bripka Syawal Lolobako membenarkan peristiwa tersebut.
Adapun penyebab korban meninggal dunia karena disambar petir di perladangan. “Korban sehari-hari bertani dan korban meninggal dunia karena disambar petir,” ujar Bripka Syawal Lolobako.
Adapun kronologi kejadian bermula, pada hari Minggu tanggal 12 April 2020, sekitar pukul 14.00 WIB korban bersama suaminya, Marulitua Situmorang (40) dan anaknya, Remundo Situmorang sedang memetik buah alpukat di Desa Sitio II, Kecamatan Lintong Nihuta, Humbahas.
Saat itu cuaca mulai mendung, kemudian hujan turun.
Korban Juliana beserta suami serta anaknya berteduh di bawah pohon alpukat. Tiba-tiba petir menyambar dan mengenai ketiga orang tersebut.
Akibat sambaran petir itu, Juliana beserta suami dan anaknya terlempar.
Nahas, Juliana meninggal dunia. Tubuhnya mengalami luka bakar di bagian dada, sedangkan telinga kiri sampai keluar darah.
Selanjutnya korban dibawa ke Poskesdes Desa Sitio II Kecamatan Lintong Nihuta.
Polisi juga telah memeriksa saksi-saksi antara lain anak dan suami korban.
Kemudian petani lainnya, Berton Marbun (61), Heber Marbun (35), dan Sahat Silaban (51) yang juga merupakan warga satu desa dengan korban.
“Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Dolok Sanggul untuk dilakukan visum,” ujar Bripka Syawal Lolobako. (trb/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua kelompok remaja diduga terlibat perkelahian di Jalan H Adam Malik, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, pada Minggu (12/4/) sekitar pukul 03.30 WIB.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, pascatawuran tersebut, satu orang belum diketahui identitasnya mengalami luka cukup serius.
Pria yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun tersebut dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Hingga kini, belum diketahui pasti apa penyebab dua kelompok remaja tersebut terlibat aksi tawuran.
Dari informasi yang berhasil didapat, secara tiba-tiba kedua kelompok ini pun langsung saling serang dengan menggunakan benda-benda keras.
Terkait aksi tersebut, Kapolsek Medan Barat, Kompol Afdhal Junaidi saat dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian itu.
“Benar, untuk motifnya masih dalam penyelidikan. Korban masih dirawat di rumah sakit dan belum bisa diambil keterangannya,” terangnya.
Hingga kini, satu orang yang dikabarkan mendapat luka serius belum diketahui identitasnya.
Begitu juga pihak kepolisian belum bisa memberikan penjelasan secara detail tentang motif terjadinya tawuran tersebut. (trb/ila)
TEWAS: Hernita boru Sinaga (30), ditemukan tewas melompat dari Sungai Aek Rahu, Parlilitan.
Dedi/sumutpos
TEWAS: Hernita boru Sinaga (30), ditemukan tewas melompat dari Sungai Aek Rahu, Parlilitan.
Dedi/sumutpos
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Diduga karena himpitan ekonomi, seorang ibu rumah tangga (IRT), Hernita boru Sinaga (30), ditemukan tewas di Sungai Aek Rahu Dusun Tolong Desa Sion Utara, Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan, Sabtu (11/4) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kepala Polisi Resort (Kapolres) Humbang Hasundutan, AKBP Rudi Hartono melalui Paur Subbag Kehumasan, Bripka Syawal mengatakan, korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari jembatan Sungai Aek Rahu.
Syawal menceritakan, pada pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB, suami korban, Binsar Tamba terbangun dari tempat tidurnya dan melihat istrinya tidak lagi di sebelahnya. Ia pun pergi ke dapur dengan menduga istrinya lagi memasak. Namun, Binsar tidak menemukan istrinya di dapur.
Binsar kemudian bergegas keluar rumah dan menanyakan ke rumah tetangga, apakah melihat istrinya. Ternyata, tak satupun melihat korban. Binsar kemudian meminta tolong ke warga untuk bersama-sama mencari.
Sekira pukul 11.00 WIB, Binsar bersama warga menemukan korban sudah tidak bernyawa lagi di Sungai Aek Rahu yang tak jauh dari rumahnya kurang lebih 1 kilometer.” Atas kejadian itu, kemudian pihaknya melaporkan ke kita,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (12/4).
Lebih lanjut kata Syawal, dari keterangan Kepala Desa Sion Utara, Raja Janri Tinambunan, korban diduga bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan Aek Rura. Sebab, pada bagian batok kepala korban pecah, pelipis sebelah kiri pecah, bibir pecah, kedua mata membiru. “Diduga, korban sebelum mengakhiri hidupnya melompat dari jembatan Aek Rahu. Hal itu dari keterangan Kepala Desa Sion Utara, Raja Jonri Tinambunan,” kata Syawal. (des/ila)
Syawal menambahkan, diduga korban bunuh diri dikarenakan ekonomi. Dan atas permintaan keluarga, sepakat korban dilakukan visum luar oleh pihak Puskesmas Hutagalung.
“Keluarga bersedia membuat surat pernyataan, tidak akan melakukan tuntutan secara hukum atas meninggalnya korban,” pungkasnya. (des/ila)
MEDAN, SUMUTPOS,CO – Seorang YouTubers di Kota Medan, Rahmat Hidayat alias Aleh diperiksa oleh pihak kepolisian. Pasalnya, Rahmat Hidayat alias Aleh yang merupakan warga Medan Marelan, diduga melakukan penistaan agama Islam saat membuat konten di channelnya. Video tersebut pun memancing keresahan warga, khususnya umat Islam.
Rahmat diamankan polisi setelah dia membuat konten dengan Lagu Aisyah Istri Rasulullah. Saat lagu itu dinyanyikan, dia tampil mengenakan celana dalam.
Informasi yang dihimpun pada Minggu (12/4), Aleh diamankan petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan setelah membuat konten video yang dinilai tidak sopan dan melecehkan agama.
Dalam rekaman video yang telah diupload tersebut, terlihat Aleh menggunakan pakaian dalam dan kemeja. Dalam videonya, Aleh bersama temannya tengah mengcover lagu yang bernuansa religi tersebut. Aleh bersama 4 pemuda lainnya bernyanyi lagu Aisyah Istri Rasululllah diiringi gitar.
Dalam video tersebut, awalnya biasa saja dan Aleh yang mengenakan kemeja hitam lengan panjang bermotif garis putih vertikal hanya diam.
Tak lama berselang, dia memegang rambut dan menariknya ke belakang dan berlagak seperti kemasukan, lalu berdiri, sementara 4 temannya berupaya menenangkannya. Saat dia berdiri, ternyata hanya mengenakan celana dalam berwarna putih.
Video itu memancing kemarahan umat Islam. Puluhan orang dari Ormas Islam mendatangi kediaman Rahmat di Jalan Ileng, Kelurahan Regas Pulau, Medan Marelan.
Laporan dugaan penistaan agama juga dilayangkan Ormas Islam ke Polres Pelabuhan Belawan. Rahmat dan teman-temannya kemudian diamankan.
Ini bukan kali pertama Rahmat membuat ulah.
Sebelumnya, dia juga diperoses karena membuat materi stand up comedy yang menghina warga Belawan, Medan. Warga sempat melaporkannya ke Polres Belawan. Rahmat alias Aleh lalu meminta maaf secara terbuka.
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jericho Lavian Chandra mengatakan, bahwa kasus dugaan penistaan terhadap agama itu masih dalami.”Masih kami dalami dan dilakukan pemeriksaan,” katanya. (fac/ila)
Lanjut Kasat Reskrim, menurutnya, status Rahmat dan teman-temannya belum tersangka. “Kita masih mendalami laporan penistaan agama itu,” ucapnya.
Jericho menjelaskan, bahwa kasus dugaan penistaan agama tetap jalan meskipun Rahmat alias Aleh meminta maaf.
Kasus penghinaannya terhadap warga Belawan juga masih diproses. “Minta maaf hak dari pelaku, karena kasus yang kemarin (kasus penghinaan warga Belawan) juga belum berakhir untuk proses hukumnya,” pungkasnya. (fac/ila)
MELUDAH: Oknum polisi viral di Medsos saat meludahi pengemudi mobil.
MELUDAH: Oknum polisi viral di Medsos saat meludahi pengemudi mobil.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Oknum Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polsek Medan Timur, Bripka MRS, tengah diamankan petugas Propam Polrestabes Medan, guna menjalani proses sidang disiplin dan terancam dimutasi.
Sebab, oknum Polantas tersebut diduga meludahi pengemudi mobil Yaris putih BL 1588 QA di Jalan MT Haryono simpang Jalan Cirebon, Medan, Sabtu (11/4) siang lalu sekitar pukul 14.30 WIB.
Informasi diperoleh Minggu (12/4), awalnya Bripka MRS memberhentikan laju kendaraan mobil tersebut dengan alasan pengemudinya tidak memakai sabuk pengamanan. Namun, pada saat diberhentikan ternyata pengemudi mobil tersebut tidak mau berhenti sehingga dikejar Bripka MRS. Pengejaran pun berhasil dan mobil tersebut diberhentikan setelah melewati lampu merah MT Hariono simpang Jalan Irian Barat.
Oknum polisi itu kemudian memeriksa dan menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan dari pengemudi mobil Yaris tersebut. Diduga pengemudi mobil merasa tidak terima, sehingga Bripka MRS melakukan perbuatan yang tak sepatutnya dengan meludahi pengemudinya. Adu mulut pun terjadi antara pengemudi mobil Yaris putih ini dengan Bripka MRS.
Ulah Bripka MRS ternyata direkam oleh pengendara lain yang berada tak jauh dari lokasi. Video itu kemudian dikirim ke media sosial hingga akhirnya viral.
Kapolrestabes Medan Kombes Johnny Edizzon Isir mengaku merasa prihatin dan menyesali terhadap sikap, perilaku, tutur kata, serta tindakan dari oknum personelnya. Isir memohon maaf kepada seluruh masyarakat khususnya Kota Medan, karena yang dilakukan oleh oknum tersebut telah melukai hati dan perasaan.
“Terkait dengan hal ini, akan dilakukan tindakan tegas terhadap oknum tersebut dan kami sudah mengamankan yang bersangkutan (Bripka MRS),” ujar Isir.
Selanjutnya, kata Isir, Bripka MRS akan diproses lebih lanjut karena melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 2/2003 tentang Disiplin Anggota Polri khususnya Pasal 4, Pasal 3 ayat 1, Pasal 5, dan Pasal 6 huruf b. “Di samping itu, kita akan mengusulkan juga terhadap personel tersebut dimutasikan keluar dari wilayah penugasan Polrestabes Medan,” ungkapnya.
Isir menyebutkan, Bripka MRS ditarik ke Polda Sumut untuk ditempatkan ke daerah lain. Hal itu dilakukan sebagai sanksi tegas atas sikapnya yang arogan terhadap pengendara di jalan raya.
“Harus menjadi yang terakhir, tidak ada lagi personel Polrestabes Medan yang arogan karena masyarakat wajib dilayani dan dilindungi, bukan minta dilayani untuk kepentingan pribadi sendiri. Saya tidak akan melindungi anggota yang arogan dan buat malu institusi Polri,” tukasnya.
Sementara, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan hal senada. Tatan menyampaikan, oknum tersebut sedang dalam proses lebih lanjut akibat perbuatannya. “Yang bersangkutan sudah diamankan dan diperiksa Propam Polrestabes Medan. Apabila benar sesuai video yang beredar, maka oknum itu akan diproses sidang disiplin serta penindakan,” kata Tatan. (ris/ila)
Calon peserta atau pendaftar membuat akun Prakerja di situs www.prakerja.go.id. Pendaftar memasukkan biodata, seperti nama, tempat/tanggal lahir, Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan sebagainya. Data akan diverifikasi ke Kementerian/Lembaga (K/L) terkait.
Pendaftar mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar selama ±15 menit.
Pendaftar bergabung di gelombang pendaftaran yang sedang dibuka. (*)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel berkomitmen terus proaktif mengambil peran dalam upaya gotong royong untuk terus bergerak maju bersama bersama semua elemen masyarakat di tengah-tengah situasi darurat COVID-19. Gerakan #DiRumahTerusMaju Telkomsel merupakan salah satu dedikasi potensi perusahaan dalam mendukung imbauan pemerintah RI untuk mengutamanakan aktifitas di rumah.
Sebagai bentuk dukungan agar pelanggan terus #DiRumahTerusMaju, Telkomsel memberikan kejutan bagi para pelanggan setianya dengan menghadirkan paket promo Surprise Deal Telkomsel. Paket ini menawarkan kuota data internet “ramah kantong”, yang bisa dibeli mulai 12 April 2020 Pukul 00.00 WIB Sampai 14 April 2020 pukul 23.59 WIB untuk pelanggan kartu prabayar (Simpati, Kartu AS, Loop) dan pascabayar (Kartu Halo).
GM Consumer Sales Telkomsel Regional Sumbagut, Ihsan mengatakan, “pada promo Surprise Deal ini, pelanggan Telkomsel bisa mendapat kuota internet 10 GB yang berlaku 3 hari hanya dengan Rp 22.000. Selain itu paket ini dapat dibeli hingga lima kali untuk setiap pengguna selama periode 12-14 April 202, sehingga tiap pelanggan bisa mendapatkan kuota total sebanyak 50 GB.”
Kuota internet 10 GB dari Surprise Deal Telkomsel tidak dibatasi dengan pembagian kuota, baik berdasarkan jenis maupun waktu penggunaan. Seluruh kuota bisa digunakan pada jaringan 2G, 3G, dan 4G untuk apa saja dan kapan saja.
Meski demikian, kuota promo ini tidak dapat diakumulasikan dengan kuota yang masih aktif. Jika Anda masih memiliki sisa kuota internet dan kemudian mengaktifkan paket promo Surprise Deal ini, maka akan ada dua paket yang aktif secara bersamaan pada nomor Telkomsel Anda.
Aktivasi Surprise Deal bisa dilakukan langsung melalui aplikasi MyTelkomsel, aplikasi LinkAja, Virtual Assistant, Loop.co.id atau aplikasi Loop. Khusus untuk pelanggan kartu Halo, aktivasi hanya bisa dilakukan di aplikasi My Telkomsel.
Selain itu Paket Surprise Deal ini bisa dijadikan hadiah untuk nomor prabayar lain melalui aplikasi My Telkomsel, pemberian hadiah dilakukan melalui menu Gift kemudian masukan nomor penerima dan pilih paket internet Surprise Deal. Promo Surprise Deal Telkomsel selalu datang tiba-tiba, tanpa ada hari khusus yang dirayakan. Jadi tetap up to date, selamat mencoba!