Home Blog Page 4320

Gubsu Minta Bank Sumut Perlakukan Khusus UMKM

RUPS: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Wagubsu Musa Rajeksha saat membuka RUPS PT Bank Sumut.
RUPS: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Wagubsu Musa Rajeksha saat membuka RUPS PT Bank Sumut.
RUPS: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Wagubsu Musa Rajeksha saat membuka RUPS PT Bank Sumut.
RUPS: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Wagubsu Musa Rajeksha saat membuka RUPS PT Bank Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi menekankan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sumut, tentang perlunya memberikan perlakuan khusus terhadap debitur, termasuk UMKM yang mengalami kesulitan memenuhi kewajibannya pada PT Bank Sumut akibat dampak pandemi virus corona.

Hal ini disampaikan Edy saat membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2019 dan RUPS Luar Biasa Bank Sumut di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (14/5) lalu. Kebijakan ini juga telah disampaikan melalui surat No: 440/3652 tertanggal 24 April 2020, kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sumut.

Rapat jarak jauh menggunakan videoconference ini, dipimpin langsung Edy dan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, serta diikuti para bupati, wali kota selaku pemegang saham.

Hadir juga Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting dan Kepala Kantor Regional V Sumatera Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yusup Ansori, Komisaris Utama Bank Sumut Rizal Fahlevi Hasibuan, Komisaris Independen Bank Sumut Brata Kesuma, dan Komisaris Non Independen Syahruddin Siregar, serta Direktur Utama Bank Sumut Muchammad Budi Utomo.

Dalam kesempatan itu, Edy juga meminta pada OJK supaya menekankan pada seluruh bank, agar pemberian kebijakan restrukturisasi dilakukan secara bertanggung jawab. “Skema restrukturisasi kredit agar ditentukan oleh masing-masing bank,” ungkap Edy.

Selain itu, Edy juga meminta manajemen PT Bank Sumut untuk dapat lebih meningkatkan kinerjanya. Apalagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut telah melakukan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar. Sehingga posisi saham Pemprov Sumut meningkat dari 45,68 persen per 31 Desember 2019, menjadi 47,23 persen per 31 Maret 2020. “Dengan kondisi ini telah meningkatkan performa PT Bank Sumut,” jelasnya.

Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, mengingatkan, agar PT Bank Sumut lebih inovatif serta visioner ke depannya, yakni dengan terlibat aktif dan sekaligus menjadi tulang punggung dalam pelaksanaan program-program pembangunan daerah.

“Sehingga APBD Pemprov Sumut maupun APBD kabupaten kota yang terbatas kemampuan keuangannya, dapat lebih diprioritaskan terhadap sektor yang mendukung terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Di tengah situasi pandemi yang juga dikenal dengan corona virus disease 2019 (covid-19) ini, PT Bank Sumut juga diminta berperan aktif membantu proses pemulihan ekonomi masyarakat dengan kebijakan yang inovatif. “Dengan begitu pemulihan ekonomi di Sumut akan lebih cepat,” katanya.

Laba Meningkat 8,3 Persen

Pada kesempatan itu juga disampaikan, Laba PT Bank Sumut Tahun Buku 2019 tercatat meningkat sebesar 8,3 persen, atau Rp545 miliar dibanding 2018 yang hanya sebesar Rp503 miliar. Peningkatan juga terjadi dari sisi asset yang mencapai Rp31,7 triliun atau naik 12,9 persen dibandingkan Desember 2018 sebesar Rp28,1 triliun.

Selain peningkatan laba dan kenaikan asset, pada Laporan Keuangan Bank Sumut juga tercatat Dana Pihak Ketiga Pt Bank Sumut sebesar Rp25,1 triliun, sementara kredit yang disalurkan sebesar Rp23,7 triliun.

Corporate Secretary PT Bank Sumut, Syahdan Ridwan Siregar menjelaskan, pelaksanaan RUPS Tahunan Tahun Buku 2019 mengagendakan beberapa hal, antara lain Laporan Keuangan PT Bank Sumut Tahun Buku 2019 dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris PT Bank Sumut untuk Tahun Buku 2019.

Selain itu, pada RUPS Luar Biasa ini juga disahkan beberapa agenda, antara lain pengesahan penerbitan saham triwulan PT Bank Sumut atas sejumlah modal yang telah disetor, penetapan Dana CSR PT Bank Sumut, serta penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk pemeriksaan umum (general audit) PT Bank Sumut Tahun Buku 2020 danTahun Buku 2021. Pada RUPS tersebut, PT Bank Sumut juga tercatat membagikan deviden tunai sebesar Rp326,8 miliar kepada pemegang saham.

Selain itu, Syahdan juga menjelaskan, sebagai bentuk kepedulian pegawai PT Bank Sumut untuk penanganan covid-19, PT Bank Sumut juga menyerahkan tantiem yang diterima pegawai sebesar 3 persen, untuk dana sosial sebagai bentuk dukungan penanganan covid-19.

“Tantiem 3 persen ini, kami serahkan untuk dibagikan kepada pemegang saham yang juga pemerintah kabupaten dan kota untuk dana sosial sebagai bentuk kepedulian dan bantuan pegawai PT Bank Sumut kepada masyarakat terdampak covid-19,” jelas Syahdan.

Atas pemberian tantiem tersebut, Syahdan juga menyebutkan, langkah itu bahkan diapresiasi oleh beberapa pemegang saham PT Bank Sumut.

Menurut Syahdan, di tengah pandemi virus corona ini, PT Bank Sumut tercatat masih mampu membukukan kinerja.

“Tercatat per Maret 2020 laba PT Bank Sumut mencapai 104.4 persen dari target. Dan aset PT Bank Sumut tercatat Rp33,8 triliun,” pungkasnya. (rel/saz)

Lokasi di Dekat Hutan, Pasar Rakyat Zuzundrao Telantar

TELANTAR: Gedung Pasar Rakyat Zuzundrao yang dibangun Diperindagkop Kabupaten Nias Barat tahun 2018 yang lalu, hingga kini belum juga difungsikan.
TELANTAR: Gedung Pasar Rakyat Zuzundrao yang dibangun Diperindagkop Kabupaten Nias Barat tahun 2018 yang lalu, hingga kini belum juga difungsikan.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Pasar Rakyat Zuzundrao yang berada di tengah-tengah kebun dekat hutan, di Desa Zuzundrao, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat telantar. Sejak selesai dibangun pada tahun 2018 yang lalu, sampai saat ini belum juga difungsikan.

Tidak hanya itu, bangunan gedung yang terdiri dari 11 kios, 60 los, kamar mandi/toilet umum, dan pos penjagaan, anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Nias Barat tahun 2018 sebesar Rp 1,1 miliar dikerjakan oleh CV Suani Siteholi, tampak tak terurus.

Kini sebagian pintu-pintu kiosnya sudah rusak. Plang nama roboh. Halaman dan sekeliling gedung sudah ditumbuhi rumput setinggi 1 meter.

Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Nias Barat, Famili Daeli mengaku pasar rakyat itu pernah diaktifkan pada pertengahan tahun 2019 yang lalu. Karena faktor keamanan para pedagang tidak mau lagi berjualan. Ironisnya yang melakukan keributan di lokasi pasar itu, tidak lain adalah kepala desa setempat alasan mabuk.

“Pasar itu pernah aktif pada tahun lalu, selama 1,5 bulan. Namun karena kepala desanya sering mabuk, lalu diusirnya para pedagang makanya mereka tidak berani jualan lagi,” kata Famili Daeli, didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pasar itu, Pance Warta Daely kepada Media ini di ruang kerja Kadis, Rabu (13/5).

Pengakuan Famili Daeli bertolakbelakang dengan pantauan media di lokasi. Tidak ada tanda-tanda pasar rakyat itu pernah terjadi transaksi jual beli sebagaimana layaknya pasar pada umumnya. Begitu pula pengakuan masyarakat setempat, sepengetahuan mereka belum pernah diaktifkan.

“Setahu saya belum pernah diaktifkan, kami juga tak tau. Tapi kalau menurut saya lokasinya kurang pas. Bagaimana ada pasar di tengah-tengah kebun, dekat hutan lagi. Apalagi jalan menuju pasar ini belum diaspal, masih jalan tanah, malaslah orang belanja kesini,” kata warga setempat yang namanya tidak mau disebutkan, kepada media ini di lokasi, Rabu (13/5).

Disinggung mengenai perencanaan awal dan kelayakan lokasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan pasar itu, Pance Warta Daely mengatakan sudah tepat. Sebab menurutnya tekstur tanahnya tidak longsor, tahan gempa, dan bebas dari banjir. “Kami pilih lokasi itu, karena kami lihat sudah sangat layak. Lokasinya tidak banjir, tidak longsor, dan tahan gempa,” katanya.

Di sisi lain, Pance menyebutkan lemahnya pengawasan terhadap fasilitas umum yang dibangun dinas Perindagkop Kabupaten Nias Barat, disebabkan Sumber daya Manusia (SDM) sangat terbatas. “Memang untuk pengawasan, SDM kami terbatas. Kami hanya dua orang mengawasi 8 kecamatan,” sebutnya.

Sementara itu, ketua DPC LSM Penjara Kabupaten Nias Barat, Candra Arbi Bugis menyebutkan beberapa fasilitas umum yang sudah dibangun, namun pada akhirnya tak berfungsi disebabkan kesalahan perencanaan awal. “Banyak fasilitas umum yang dibangun beberapa dinas di wilayah Kabupaten Nias Barat, namun tak berfungsi. Kita duga, perencanaan awal,” sebutnya.

Ia pun berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak selalu berpedoman pada MOU yang telah dibuat dengan pemerintah daerah yang ada dikepulauan Nias.

“APH harusnya tanggap dan mampu mengungkap setiap laporan masyarakat yang patut diduga ada unsur kerugian keuangan Negara. Sebab pada dasarnya pembangunan itu dilaksanakan dan difungsikan untuk kesejahteraan masyarakat. Namun kenyataan di lapangan bertolak belakang , dimana uang Negara terkesan dihambur-hamburkan dan tidak bermanfaat,” pungkasnya. (adl/azw)

Penyaluran Dana BST Covid-19 Tahap I, Jumlah Penerima di Dairi 5.061 KK

TERIMA: Siti Aisah warga Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi saat menerima uang BST Covid-19 Kemensos tahap I di Kantor Pos di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
TERIMA: Siti Aisah warga Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi saat menerima uang BST Covid-19 Kemensos tahap I di Kantor Pos di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
TERIMA: Siti Aisah warga Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi saat menerima uang BST Covid-19 Kemensos tahap I di Kantor Pos di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
TERIMA: Siti Aisah warga Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi saat menerima uang BST Covid-19 Kemensos tahap I di Kantor Pos di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kantor Pos Sidikalang Kabupaten Dairi sudah menyalurkan dana bantuan sosial tunai (BST) penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tahap I. Kantor Pos merupakan instansi ditunjuk pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Kepala Kantor Pos Sidikalang, Holong B Samosir kepada wartawan, Jumat (15/5) memgatakan, Kantor Pos Sidikalang menyalurkan kepada 5.061 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 5 kecamatan yakni kecamatan Sidikalang, Sitinjo, Parbuluan, Berampu serta Siempat Nempu Hulu di 50 desa dan kelurahan.

Penyaluran akan berlangsung selama 11 hari sejak, 11-25 Mei 2020 mendatang. Sejauh ini lanjut Holong, tidak ada kendala dalam penyaluran. Holong menyebut, yang berhak mengambil BST bilanama sipenerima berhalangan, bisa diambil salahsatu yang tertera di KK. Sarat pengambilan membawa fotokopi KK dan menunjukkan KTP asli penerima atau yang mewakili.

Begitu menangdatangani nominatif, data langsung link ke Kementerian Sosial. Jika berhalangan sesuai hari H ditentukan, bisa diambil besoknya. Dan jika berhalangan di tahap 1 bisa mengambil di tahap 2. Begitu juga jika berhalangan ditahap 1 dan 2 bisa sekaligus mengambil di tahap 3,” ujarnya.

Dari 50 desa/kelurahan, jumlah penerima BST yang paling banyak yakni warga di Desa Parbulua VI Kecamatan Parbuluan sebanyak 740 KK. Dan penerima paling sedikit yakni warga di Desa Banjar Toba Kecamatan Berampu sebanyak 22 KK disusul Desa Lae Hole kecamatan Parbuluan 1 sebanyak 23 KK.

Besaran BST yang diterima warga Rp600 per-KK selama tiga bulan.

Holong mengatakan, penyaluran ini sebenarnya sudah molor. Penyaluran tahap 1 direncanakan bulan puasa, tahap 2 sebelum lebaran dan tahap 3 sebelum tahun ajaran baru.

“Saya mengapresiasi Polres dan TNI yang memberikan pengaman penyaluran BST covid-19,” tutur Holong B Samosir.

Kapolsek Sidikalang Kepolisian Resor Dairi, AKP Jokner Malau kepada wartawan mengatakan, selama melakukan pengamanan penyaluran dana Covid-19 hingga hari ke 5, Jumat (15/5) berjalan lancar. Tidak ada ditemukan kendala berarti dan sesuai jumlah penerima. (rud/azw)

Tak Dapat Bantuan Sosial Tunai, Belasan Emak-emak Ribut di Kantor Desa

RIBUT: Sebagian dari belasan emak-emak warga Desa Sungai Raya, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, yang menggeruduk kantor desa mereka, Jumat (15/5), mengeluh di depan wartawan. Emak-emak ini protes, penyaluran BST di desa mereka tak jelas. 
RIBUT: Sebagian dari belasan emak-emak warga Desa Sungai Raya, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, yang menggeruduk kantor desa mereka, Jumat (15/5), mengeluh di depan wartawan. Emak-emak ini protes, penyaluran BST di desa mereka tak jelas. 
RIBUT: Sebagian dari belasan emak-emak warga Desa Sungai Raya, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, yang menggeruduk kantor desa mereka, Jumat (15/5), mengeluh di depan wartawan. Emak-emak ini protes, penyaluran BST di desa mereka tak jelas. 
RIBUT: Sebagian dari belasan emak-emak warga Desa Sungai Raya, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, yang menggeruduk kantor desa mereka, Jumat (15/5), mengeluh di depan wartawan. Emak-emak ini protes, penyaluran BST di desa mereka tak jelas. 

DAIRI, SUMUTPOS.CO – BELASAN ibu-ibu warga Dusun Kuta Delleng, Desa Sungai Raya, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi menggeruduk kantor kepala desa (Kades) mereka, Jumat (15/5). Mereka menuntut kejelasan pembagian dana bantuan pemerintah untuk rakyat miskin terdampak pandemi Covid-19.

Menurut para ibu ini, pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos baru-baru ini di desa mereka tidak merata.

Mereka menuding, Kades Sungai Raya tidak transparan. “Enggak jelas penyaluran BST ini. Pilih-pilih, banyak yang enggak terdaftar. Entah kapan pun pendataannya itu, kami enggak tahu,” seru Ayu Pandiangan, salah satu ibu.

Adu mulut antara ibu-ibu dan petugas pemerintah desa terjadi di dalam kantor desa. Para ibu mencecari petugas dengan pertanyaan, mulai dari kapan proses pendataan BST dilakukan, hingga kriteria warga yang berhak mendapat BST.

Mereka cemburu karena tak dimasukkan ke dalam data warga penerima bantuan. “Kami juga terdampak Corona, kenapa kami enggak dapat,” ujar Marlina Gulö, ibu-ibu lainnya.

Wartawan sempat mendatangi Dusun Kuta Delleng usai kejadian itu. Sejumlah warga yang ditemui pun mengakui bahwa penyaluran BST di desa mereka tidak merata.

“Pernah aku didata, tetapi enggak jelas. Padahal, aku enggak dapat PKH dan BPNT. Enggak tahu lagi mau mengadu ke mana,” ujar Rahman Malau (44).

Warga juga mengeluhkan sikap pemerintah desa mereka, yang kurang menyosialisasikan perihal macam-macam bantuan ini. “Pernah kami bilang sama kades. Katanya, pasti dapat. Namun, sampai sekarang enggak ada,” ujar Jurhanudin Maha (45), warga Kuta Delleng lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sungai Raya, Limson Simbolon mengatakan, pihaknya sudah menjelaskan kepada warga bahwa BST disalurkan oleh Dinas Sosial melalui Kantor Pos. “Sudah kita terangkan bahwa BST itu bukan kita. Pendataan dilakukan oleh TKSK.

Namun, mereka bersikeras ingin mendapat juga,” ujar Limson yang ditemui wertawan an usai menghadapi ibu-ibu yang protes. (tm/bbs/azw)

Menurut Limson, pihaknya sudah maksimal melakukan sosialisasi terkait macam-macam bantuan ini.

“Sosialisasi kita lakukan lewat kadus dan tokoh-tokoh masyarakat. Kita terkendala untuk mengumpulkan orang banyak pada saat pandemi ini,” ujar Limson.

Limson menambahkan, BLT Dana Desa masih belum bisa disalurkan lantaran Dana Desa Sungai Raya belum turun. Walau begitu, lanjut Limson, warga-warga calon penerima BLT Dana Desa sudah selesai didata.

“Jumlah penduduk Desa Sungai Raya ada 460 KK atau 2.966 jiwa. Pendataan BLT sudah selesai kita lakukan, ada sebanyak 140 KK yang bakal menerima.

Sebagai informasi, Dana Desa Sungai Raya tahun ini Rp841 juta lebih,” pungkas Limson. (bbs/azw)

Kapolres Labuhanbatu Sertijabkan Kasat Narkoba dan 4 Kapolsek

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kasatres Narkoba dan empat Kapolsek di jajaran Polres Labuhanbatu, Jumat (15/5) di aula Parama Satwika, Mapolres Labuhanbatu.

Upacara sertijab dilakukan dengan menerapkan Protokoler Kesehatan penanganan Pandemi Covid-19.

Kepada pejabat yang baru, Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat menekankan secara khusus kepada Kapolsek diwilayah hukum Polres Labuhanbatu yang berbatasan dengan provinsi lain dan perairan Selat Malaka.

Kapolres juga mengimbau untuk bersinergi kepada instansi lainnya, dalam hal memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan mencegah masyarakat untuk mudik, dan mengantisipasi kedatangan para TKI dari Malaysia melalui jalur laut.

Kapolres Agus juga meminta masyarakat agar tetap menaati anjuran Pemerintah dengan menerapkan Protokoler Kesehatan dan Sosial Distancing.

Kasat Resnarkoba, AKP I Kadek Hery Cahyadi digantikan AKP Martualesi Sitepu. Sedangkan Kapolsek Torgamba AKP Mulyadi digantikan AKP Firdaus Kemit. Kapolsek Marbau AKP Yusril Irwanto digantikan AKP Jhonny Pasaribu. Kapolsek Aek Natas AKP Jhonny Pasaribu digantikan AKP Parluhutan Panjaitan. Dan, Kapolsek Panai Tengah AKP Rudi Hartono Lapian digantikan Iptu Hendri Abdon. (fdh/han)

Wali Kota Tebingtinggi Beri Bantuan kepada Penggali Kubur, Bilal Mayit & Anak Yatim

SERAHKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, didampingi anggota DPRD Abdul Rahman, menyerahkan bantuan kepada penggali kubur, Bilal mayit dan anak yatim. sopian/SUMUT POS
SERAHKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, didampingi anggota DPRD Abdul Rahman, menyerahkan bantuan kepada penggali kubur, Bilal mayit dan anak yatim. sopian/SUMUT POS
SERAHKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, didampingi anggota DPRD Abdul Rahman, menyerahkan bantuan kepada penggali kubur, Bilal mayit dan anak yatim. sopian/SUMUT POS
SERAHKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, didampingi anggota DPRD Abdul Rahman, menyerahkan bantuan kepada penggali kubur, Bilal mayit dan anak yatim. sopian/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi OPD memberikan bantuan kepada bilal mayit, penggali kubur dan anak yatim se-Kota Tebingtinggi yang dilaksanakan di Mesjid Nurul Huda, Jalan Bukit Bundar Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Jumat (15/5).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tebingtinggi berharap masyarakat kota Tebingtinggi untuk tetap tinggal di rumah, bila tidak terlalu penting.

Umar Zunaidi menambahkan, saat ini masyarakat mengalami trauma dan takut ke rumah sakit untuk berobat. “Kalau sakit berobatlah ke rumah sakit, jangan takut tertuduh sakit virus Corona,”imbuhnya.

Wali Kota juga meminta agar masyarakat yang beraktitas di luar rumah selalu menggunakan masker, jaga jarak dan sosial distancing.

“Saat ini pemerintah pusat kondisi sulit uang dalam penerimaan negara, maka anggaran APBD Tebingtinggi tahun ini di potong 25 persen oleh Pemerintah Pusat,”ungkap Umar Zunaidi.

Pengurus BKM Masjid Nurul Huda, H Syaiful Azhar mengucapkan terimakasih atas bantuan tali asih kepada penggali kubur, Bilal mayit dan anak yatim se-Kota Tebingtinggi.

Syaiful Azhar berharap wabah Covid -19 supaya cepat berakhir, agar masyarakat Kota Tebingtinggi dan Indonesia khusunya dapat beraktivitas seperti biasa kembali.

Tampak hadir anggota DPRD dari Partai Nasdem Abdul Rahman, Kabag Kesra Syahbana, Camat Rambutan Marwansyah Harahap dan Lurah Lalang Hadi Supeno. (ian/han)

Anggota DPR RI Sumbangkan APD ke Pemkab Labuhanbatu

DIABADIKAN: Anggota DPR RI Komisi VI bersama Tim Satgas Covid-19 BUMN se-Sumut diabadikan saat menyumbakan APD kepada Pemkab Labuhanbatu. Fajar/Sumut Pos
DIABADIKAN: Anggota DPR RI Komisi VI bersama Tim Satgas Covid-19 BUMN se-Sumut diabadikan saat menyumbakan APD kepada Pemkab Labuhanbatu. Fajar/Sumut Pos
DIABADIKAN: Anggota DPR RI Komisi VI bersama Tim Satgas Covid-19 BUMN se-Sumut  diabadikan saat menyumbakan APD kepada Pemkab Labuhanbatu. Fajar/Sumut Pos
DIABADIKAN: Anggota DPR RI Komisi VI bersama Tim Satgas Covid-19 BUMN se-Sumut diabadikan saat menyumbakan APD kepada Pemkab Labuhanbatu. Fajar/Sumut Pos

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI Komisi VI Lamhot Sinaga bekerjasama dengan Satgas Covid-19 BUMN se-Sumatera Utara, menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) ke Dinas Kesehatan dan RSUD Rantauprapat Pemkab Labuhanbatu, Kamis (14/5).

Penyerahan APD yang berlangsung di aula Kantor Dinas Kesehatan itu, diwakili Kepala Badan Perencanaan Daerah Hobol Z Rangkuti dan Kepala Jasaraharja Kabupaten Labuhanbatu Hendrik, kemudian, diterima langsung oleh Dirut RSUD Syafril Harahap dan Kadis Kesehatan Kamal Ilham.

Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe diwakili Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Atia Muktar Hasibuan mengucapkan terimakasih. Diungkapkan Atia, bantuan tersebut sangatlah bermanfaat bagi pelayanan kesehatan di Labuhanbatu.

Hobol Z Rangkuti menjelaskan, penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Lamhot Sinaga dan BUMN, untuk kondisi kesehatan yang terjadi di Kabupaten Labuhanbatu di tengah pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kamal Ilham SKM menyebutkan, bantuan yang diterima oleh Dinkes terbilang lengkap, dan diharapkan mampu menjadi penyemangat seluruh tenaga medis didalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Kepada setiap Puskesmas yang menerima bantuan ini, saya harap untuk dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan, jaga dan gunakanlah sebaik mungkin,” ujar Kamal Ilham.

Di lokasi yang sama, Satgas Covid-19 BUMN diwakili Kepala Jasaraharja Rantauprapat Hendrik mengharapkan, semoga bantuan APD dapat membantu tenaga medis, sebab, mereka adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

Adapun bentuk bantuan yang diterima RSUD yakni, 10 set APD berupa masker, baju cover all, kacamata google, hair set, sarung tangan). Kemudian 10 Pcs APD disposable, 10 box masker medik, dan 10 pasang sepatu medik. Selanjutnya untuk Dinkes, yaitu, 90 set APD, 30 botol sanitizer, 2 wastafel, 2.000 masker kain, serta 30 box masker medik. (fdh/han)

Pelantikan Perangkat Desa Sosortolong Sihite III Dibatalkan, Dinas PMDP2A: Kades Langgar Rekomendasi Camat

BERI KETERANGAN: Ketua Komisi A, Bresman Sianturi (memakai baju batik) didampingi Jamanat Sihite (sebelah kiri dari Bresman) dan Sanggul Rosdiana Manalu saat memberikan keterangan pers di kantor DPRD Humbahas.
BERI KETERANGAN: Ketua Komisi A, Bresman Sianturi (memakai baju batik) didampingi Jamanat Sihite (sebelah kiri dari Bresman) dan Sanggul Rosdiana Manalu saat memberikan keterangan pers di kantor DPRD Humbahas.
BERI KETERANGAN: Ketua Komisi A, Bresman Sianturi (memakai baju batik) didampingi Jamanat Sihite (sebelah kiri dari Bresman) dan Sanggul Rosdiana Manalu saat memberikan keterangan pers di kantor DPRD Humbahas.
BERI KETERANGAN: Ketua Komisi A, Bresman Sianturi (memakai baju batik) didampingi Jamanat Sihite (sebelah kiri dari Bresman) dan Sanggul Rosdiana Manalu saat memberikan keterangan pers di kantor DPRD Humbahas.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Enam perangkat Desa Sosortolong Sihite III, Kecamatan Dolok Sanggul, yang pelantikannya menuai aksi protes, dibatalkan oleh Dinas Pemerintah Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP2A) Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pembatalan enam perangkat Desa Sosortolong Sihite III tersebut, berdasarkan hasil rapat Dinas PMDP2A Kabupaten Humbang Hasundutan bersama Komisi A DPRD setempat, dan Kepala Desa Sosortolong Sihite III, Maruba Sihite, Jumat (15/4) di kantor Dinas PMDP2A, Jalan Letkol PH Purba KM III Purba Dolok, Kecamatan Dolok Sanggul.

Kepala Dinas PMDP2A melalui Kepala Bidang Adminitrasi Pemerintah Desa, Jerry Silitonga kepada sejumlah wartawan usai rapat, mengatakan bahwa pembatalan pelantikan enam perangkat desa tersebut tidak sesuai aturan yang berlaku pada Peraturan Bupati nomor 11 tahun 2019 tentang petunjuk teknis pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

Dimana, kata Jerry, kepala desa melantik sebanyak 6 perangkat desa, bukan sesuai rekomendasi persetujuan pengangkatan calon perangkat desa menjadi perangkat desa dari Camat Dolok Sanggul Kartini Sinambela, pada 6 April 2020.

Dengan tidak mengangkat Sister A Simamora sebagai peringkat pertama dengan nilai 67 dengan jabatan Kaur Umum dan Perencanaan. Sebaliknya, mengangkat Tiar M Marbun sebagai peringkat kedua dari Sister.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya membatalkan pelantikan yang dilaksanakan pada Kamis (14/5)tersebut.

Dan selanjutnya, kepala desa harus legowo untuk membatalkan dan melantik enam orang perangkat desa sesuai rekomendasi oleh Camat.

“Jika kepala desa tidak mau, kita akan bertindak dan melaporkan ke Bupati,” tegas Jerry.

Hal serupa juga disampaikan, Ketua Komisi A Bresman Sianturi didampingi Jamanat Sihite dan Sanggul Rosdiana Manalu, di kantor DPRD Humbang Hasundutan Jalan Kompleks Perkantoran Tano Tubu, Desa Pasaribu, Dolok Sanggul.

Bresman menegaskan, Kepala Desa Sosortolong Sihite III Kecamatan Dolok Sanggul telah salah mengangkat enam perangkat desa, bukan sesuai rekomendasi persetujuan Camat Dolok Sanggul.

“Jadi kepala desa harus legowo dengan keputusan bersama tadi. Kepala Desa harus mengikuti surat Camat tanpa ada lagi jawaban. Kades sudah salah melantik, karena tidak sesuai aturan,” tegasnya.

Menurut Politisi Partai Demokrat ini, Kepala Desa tidak dapat membantah maupun ruang untuk tidak membatalkan pelantikan pada Kamis (14/5) 2020 kemarin.

Sebab, menurut dia, pelantikan itu tidak sesuai aturan yang berlaku, semisal rekomendasi persetujuan pengangkatan calon Perangkat Desa menjadi Perangkat Desa dari Kecamatan Dolok Sanggul.

“Jadi tidak ada satu lobang jarum pun peluang kepala desa untuk melantik keenam perangkat desa kemarin,” tegas Bresman diamini Jamanat.

Walaupun demikian , pihaknya tetap berharap kepada Kepala Desa Sosortolong Sihite III untuk legowo menerima keputusan bersama.

“ Kami akan mengawasi ini , jika tidak diindahkan, maka akan kita surati Bupati untuk menindaklanjuti,” imbuhnya.

Disinggung, terkait ada membawa-bawa nama DPRD hingga pelantikan dilakukan, Bresman membantah ada membackup.

Menurut dia, bahwa cerita itu bukan seperti berkembang di masyarakat adanya rekomendasi DPRD yang menyetujui pelaksanaan pelantikan setelah dilakukan klarifikasi kepada Ketua DPRD Humbang Hasundutan, Ramses Lumbangaol.

Sebaliknya, kata dia, Ketua DPRD meminta kepada masyarakat Desa Sosortolong Sihite III didampingi Kepala Desa Sosortolong Sihite III, Maruba Sihite, Camat Dolok Sanggul, pada 10 Mei 2020 untuk memediasikan persoalan tersebut.

“Itu saja dilakukan mediasi, bukan ada persetujuan. Mereka datang audensi ke Ketua DPRD,” ujar Bresman.

Disinggung, kenapa tidak dilibatkan, Komisi A sebagai bidang yang menangani, dia menjelaskan hal itulah yang sempat membuat dirinya terkejut ketika mendengar ada membawa-bawa nama DPRD.

“ Inilah yang membuat saya sempat terkejut membaca berita di media ada membawa nama DPRD, begitu saya baca langsung saya datangi Ketua DPRD untuk klarifikasi, ternyata tidak ada persetujuan hanya mediasi dan kemudian mereka datang audiensi,” ungkap Bresman.

Diberitakan sebelumnya, pelantikan perangkat Desa Sosortolong Sihite III Kecamatan Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara , Kamis (14/5) yang digelar di balai desa ini sekitar pukul 12.15 WIB diwarnai aksi protes.

Aksi protes ini viral di media sosial, setelah diunggah oleh akun facebook @Astrid S’mora melalui videonya.

Dalam video tersebut, Astrid bersama kedua orangtuanya masuk dan berteriak untuk meghentikan pelantikan tersebut.(des/han)

Tambang Emas Martabe Konsisten Libatkan Masyarakat Pantau dan Awasi Kualitas Air Sisa Proses

Tim Terpadu tengah melakukan kegiatan pengambilan sampel air di Instalasi Pengolahan Air (IPA), Tambang Emas Martabe, Jumat (15/5).

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources Tambang Emas Martabe melakukan pemantauan dan pengawasan berkala atas kualitas air sisa proses yang dialirkan ke Sungai Batangtoru, Jumat, (15/5). Sejak 2013, kegiatan pemantauan ini sudah melibatkan berbagai elemen masyarakat sekitar tambang yang tergabung dalam Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Limbah Tambang Emas Martabe.

Di tengah pandemi COVID-19, Tambang Emas Martabe sebagai salah satu obyek vital nasional bernilai strategis, berkomitmen tetap melakukan operasional penambangan dan pengelolaan lingkungan berkelas dunia, salah satunya dengan terus melakukan pemantauan dan pengawasan kualitas air sisa proses yang dialirkan di Sungai Batangtoru. Seluruh prosesnya ketat mengikuti protokol kesehatan, termasuk terlebih dahulu melakukan pengujian kesehatan seluruh anggota Tim Terpadu, karyawan dan Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Selatan yang terlibat dalam proses pengambilan sampel air.

Wakil Bupati Tapanuli Selatan sekaligus Ketua Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Limbah Tambang Emas Martabe Ir. H. Aswin Effendi Siregar MM, MH menyebutkan transparansi dan keterbukaan informasi yang diterapkan oleh Tambang Emas Martabe sewajarnya menjadi contoh bagi pengawasan operasional dan lingkungan pertambangan lainnya di Indonesia. Dia menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan pengambilan sampel, pengujian, hingga diseminasi dan sosialisasi hasil uji laboratorium air sisa proses Tambang Emas Martabe melibatkan Tim Terpadu. Pengujian air dilakukan oleh laboratorium terakreditasi di Jakarta.

“Berdasarkan pengamatan saya, keterlibatan Tim Terpadu pada pemantauan dan pengawasan kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe ke Sungai Batangtoru adalah yang pertama di Indonesia. Seluruh tahapannya terbuka, laboraturium pengujinya juga independen dan akurat yakni di PT Intertek Utama Services. Saya dan masyarakat langsung melihat seluruh proses. Berdasarkan hasil pengujian sejak awal, kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe ke Sungai Batangtoru telah memenuhi baku mutu sesuai dengan regulasi yang berlaku. Saya berharap kerjasama yang baik antara pihak perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat di sekitar tambang seperti ini dapat terus terjadi. Ini penting, karena Sungai Batangtoru memiliki banyak manfaat bagi masyarakat,” kata Aswin Effendi Siregar, Jumat (15/5).

Tim Terpadu yang bertugas saat ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No.188.44/1807/KPTS/2019 mengenai Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Limbah Tambang Emas Martabe ke Sungai Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan. Tim Terpadu terdiri dari perwakilan pemerintah daerah, ahli dari perguruan tinggi, perwakilan karyawan PT Agincourt Resources, serta perwakilan masyarakat dari desa/kelurahan di lingkar tambang yang anggotanya berganti melalui pembaruan SK Gubernur Sumut setiap 4 tahun sekali. Tim Terpadu terbentuk sejak 2013.

Hasil dari pemantauan harus memenuhi baku mutu yang tercantum dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.202/2004, dan selama ini kualitas air Sungai Batangtoru memenuhi baku mutu yang ada dalam Peraturan Pemerintah No.82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air Kelas II. Adapun, parameter air yang dianalisis di antaranya tingkat keasaman air (pH), Total Suspended Solids (TSS), kadmium (Cd), kromium (Cr), merkuri (Hg), nikel (Ni), sianida (CN), arsen (As), tembaga (Cu), timbal (Pb), dan seng (Zn). Lokasi pengambilan sampel air dimulai pada titik ujung masuk pipa air sisa proses (inlet) dan ujung keluar pipa air sisa proses (outlet), Sungai Batangtoru pada 500 meter sebelum titik pelepasan air, titik percampuran air sisa proses dan air Sungai Batangtoru (outfall), serta 500 meter, 1.000 meter, 2.000 meter, dan 3.000 meter setelah pelepasan air.

Tim Terpadu beserta Tim dari Tambang Emas Martabe tengah melakukan pemantauan dan mengambil sampel air Sungai Batangtoru, Jumat (15/5).

Koordinator Tim Terpadu Parlagutan Pardede, di sela-sela pengambilan sampel air pada Jumat, 15 Mei 2020, mengatakan pihaknya dilibatkan dalam setiap proses pemantauan mulai dari pengambilan sampel di Sungai Batangtoru, pengiriman sampel tersegel ke laboraturium independen hingga diseminasi ke masyarakat. “Hasil uji biasanya diumumkan ke masyarakat langsung, disaksikan juga oleh Musyawaran Pimpinan Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru. Sampai dengan saat ini, kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe tidak merugikan sungai. Ikan masih banyak, aliran air ke persawahan juga tidak terkontaminasi. Kami langsung memantau, tidak ada rekayasa,” ujar Parlagutan.

Selain itu sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan hidup, PTAR bekerjasama dengan Pusat Kajian Sumber Daya Alam dan Energi, Universitas Sumatera Utara, melakukan kajian terkait kondisi biota perairan di sekitar areal tambang Martabe di area desa Aek Pining, Batangtoru, Tapanuli Selatan. Adapun tujuan studi ini adalah untuk memahami keanekaragaman dan kelimpahan biota akuatik (plankton, benthic algae, makroinvertebrata dan ikan) di sungai-sungai yang berada di kawasan usaha pertambangan serta melakukan analisis terhadap kandungan beberapa jenis logam berat yang terakumulasi dalam jaringan tubuh biota air, khususnya ikan.

Kepala Pusat Lingkungan dan Kependudukan, Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Ing Ternala A. Barus, dalam laporannya, Juni 2019 menyebutkan wilayah proyek penelitian berlokasi di desa Aek Pining, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pada periode Desember 2019 dilakukan sampling di Aek Pahu, Tor Uluala, Garoga dan sungai Batangtoru. Pengambilan sampel biota air dilakukan pada 18 lokasi yang tersebar di sepanjang aliran Aek Pahu dan sungai Batangtoru mulai dari bagian hulu titik pembuangan sisa air proses, sampai jarak 3.000 m di hilir titik pembuangan sisa air proses, dan 1 lokasi di Aek Bongbongan. “Dari hasil pemantauan Desember 2019 dapat disimpulkan tidak ada pengaruh aktivitas pertambangan terhadap biota air di Sungai Batangtoru, selain itu hasil penelitian menunjukkan konsentrasi logam berat di jaringan tubuh ikan masih berada di bawah ambang baku mutu yang berlaku,” kata Prof. Ternala A. Barus dalam laporannya.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono menegaskan, sejak Tambang Emas Martabe beroperasi secara komersial, manajemen memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan lingkungan, terutama pada kualitas air sisa proses ke Sungai Batangtoru. Perusahaan yakin, melalui pelaksanaan diseminasi dan sosialisasi, masyarakat memahami berbagai upaya yang sudah dilakukan selama ini oleh perusahaan dan Tim Terpadu. Hasil ujinya juga dapat menjadi barometer kepercayaan masyarakat terhadap komitmen Tambang Emas Martabe.

Tak hanya pelepasan air sisa proses tambang ke Sungai Batangtoru, Katarina menekankan, seluruh tahapan pengelolaan lingkungan dan audit Amdal Tambang Emas Martabe telah dilakukan oleh lintas kementerian, yakni Kementerian ESDM yang penilaian lingkungannya dilaksanakan setiap tahun, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup terkait PROPER setiap tahun, pelaporan RKL/RPL setiap semester kepada Bupati Tapanuli Selatan, serta inspeksi terpadu oleh ESDM untuk penilaian terhadap lima aspek yakni teknis, lingkungan, konservasi, usaha jasa, dan keselamatan serta kesehatan kerja/K3. Tahun ini, PT Agincourt Resources bahkan masuk nominasi peraih penghargaan Good Practice Mining Award 2020 oleh Kementerian ESDM. “Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan pemerintah setempat yang selalu mendukung, dan turut mengawasi operasional Tambang Emas Martabe yang berkelanjutan. Semoga Tambang Emas Martabe dapat terus berkontribusi positif terhadap kehidupan masyarakat di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara,” tutup Katarina. (rel/mea)

PMI Medan Bagikan Sembako ke Masyarakat

BANTUAN: Ketua Harian PMI Medan, Jhon Ismadi Lubis mewakili Ketua PMI Medan, Musa Rajekshah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga di Kelurahan Kampung Aur, Medan Maimun.
BANTUAN: Ketua Harian PMI Medan, Jhon Ismadi Lubis mewakili Ketua PMI Medan, Musa Rajekshah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga di Kelurahan Kampung Aur, Medan Maimun.
BANTUAN: Ketua Harian PMI Medan, Jhon Ismadi Lubis mewakili Ketua PMI Medan, Musa Rajekshah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga di Kelurahan Kampung Aur, Medan Maimun.
BANTUAN: Ketua Harian PMI Medan, Jhon Ismadi Lubis mewakili Ketua PMI Medan, Musa Rajekshah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga di Kelurahan Kampung Aur, Medan Maimun.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan menggelar bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako, Jumat (16/5). Bantuan akan disalurkan ke masyarakat dan sejumlah panti asuhan melalui pengurus PMI kecamatan yang ada.

“Covid-19 ini sangat berdampak bagi semua lapisan masyarakat. Melalui kegiatan bertajuk “Bersama Kami Peduli” ini, PMI Kota Medan mencoba membantu meringankan beban masyarakat yang paling merasakan dampak dari pandemi virus corona ini. Kita berharap lebih banyak n

pihak yang menyisihkan rezekinya untuk membantu sesama,” ucap Ketua PMI Kota Medan, Musa Rajekshah diwakili Ketua Harian John Ismadi Lubis didampingi Kabid Pelatihan Arman Samara, Kabid Relawan dan Anggota Esti Pebrianto, Kabid Penanggulangan Bencana, Hanin Dito, Sekretaris Muhammad Rifai, Bendahara Syahruddin Siregar dan Kepala Markas, Zulhamsyah saat menerima bantuan dari PT Prima Terminal Peti Kemas Pelindo I di Markas Kota PMI Medan, Jalan Palang Merah Medan.

Adapun bantuan berupa 950 paket sembako tersebut, berasal dari PMI Kota Medan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Badan Musyawarah Perbangkan Daerah (BMPD) Sumut, Bank Mustika, Bank Sumut, BPBD Kota Medan dan Pelindo I. Sejak pandemi Covid-19 masuk ke Sumut, lanjut Jhon, pihaknya telah bergerak melakukan pelayanan di tengah-tengah masyarakat.

Di antaranya melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan zona merah, rumah ibadah, rumah warga, instansi pemerintahan dan fasilitas umum, diikuti sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait virus corona itu sendiri. Hingga 15 Mei 2020 pelayanan PMI Kota Medan sudah menyasar 101.284 jiwa.

“Kita berharap pandemi Covid-19 ini cepat berakhir sehingga semua dapat kembali beraktifitas seperti biasa dan roda perekonomian kembali normal. Kita juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dirut PT Prima Terminal Peti Kemas, Ridwan Sani menyampaikan, pihaknya memberikan 200 paket sembako kepada PMI Medan untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut sesuai arahan menteri BUMN agar seluruh anak perusahaan yang ada turut membantu penanganan terhadap dampak Covid-19.

“Kita sudah siapkan 1.000 paket sembako untuk dibagikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan selama pandemi Covid-19,” tutur dia.

Pengurus PMI Medan dan PT Prima dibantu relawan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat di Jalan Mangkubumi, Kelurahan Aur, Medan Maimun. Tampak senyum sumringah kaum ibu saat menerima bantuan dari Ketua Harian PMI Medan John Lubis. Pada kesempatan itu, John Lubis menempelkan brosur terkait pencegahan penyebaran Covid-19 di salah satu rumah warga. (rel/prn)