Home Blog Page 4319

Akhyar Hadiri Pemberangkatan Satgas Yonif 125/Simbisa ke Papua, Pangdam: Ini Bukan Tugas Ringan

LEPAS Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution menghadiri upacara pemberangkatan Satgas Batalyon Infantri (Yonif) 125/ Simbisa, yang akan melaksanakan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Sektor Selatan Tahun Anggaran 2020 di Pelabuhan Belawan Lama, Minggu (17/5).
LEPAS Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution menghadiri upacara pemberangkatan Satgas Batalyon Infantri (Yonif) 125/ Simbisa, yang akan melaksanakan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Sektor Selatan Tahun Anggaran 2020 di Pelabuhan Belawan Lama, Minggu (17/5).
LEPAS Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution menghadiri  upacara pemberangkatan Satgas Batalyon Infantri  (Yonif) 125/ Simbisa, yang akan  melaksanakan  Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Sektor Selatan Tahun Anggaran 2020 di Pelabuhan Belawan Lama, Minggu (17/5).
LEPAS: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution menghadiri upacara pemberangkatan Satgas Batalyon Infantri (Yonif) 125/ Simbisa, yang akan melaksanakan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Sektor Selatan Tahun Anggaran 2020 di Pelabuhan Belawan Lama, Minggu (17/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suasana haru mewarnai pemberangkatan Satgas Batalyon Infantri (Yonif) 125/Simbisa yang akan melaksanakan tugas pengamanan di perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini Sektor Selatan Tahun Anggaran 2020 di Pelabuhan Belawan Lama, Minggu (17/5). Dengan berlinang air mata, keluarga para prajurit melepas kepergian orang yang sangat dicintai untuk melaksanakan tugas mulia, menjaga perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah memimpin upacara pemberangkatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut. Terlihat Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi turuyt menghadiri upacara pemberangkatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) tersebut. Didampingi Kasatpol PP Kota Medan H M Sofyan dan Camat Medan Belawan Ahmad Akhyar mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh prajurit Satgas Yonif 125/Simbisa yang akan melakukan pengamanan di perbatasan Indonesia dengan PNG. Akhyar berharap, seluruh prajurit senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Terima kasih atas kesiapan seluruh prajurit dalam menjalankan tugas. Walaupun sangat berat, tapi itu merupakan tugas mulia. Kami seluruh jajaran Pemko Medan akan mendoakan seluruh prajurit agar selalu dalam lingungan Allah SWT, dalam keadaan sehat, selamat dan dapat menjalankan tugas dengan gilang-gemilang. Untuk itu, kami mengucapkan selamat bertugas,” kata Akhyar.

Sebelumnya, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah dalam amanatnya mengatakan, berdasarkan hasil latihan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, Satgas Yonif 125/Simbisa dinyatakan siap untuk melaksanakan tugas operasi di perbatasan RI dengan PNG. Dikatakan Pangdam, kepercayaan, bangsa, negara dan pimpinan yang telah diberikan kepada Yonif 125/Simbisa merupakan kehormatan dan kebanggaan, karena pada hakikatnya seorang prajurit dibentuk untuk melaksanakan tugas-tugas mulia seperti ini. Karenanya, Pangdam berharap, Satgas Yonif 125/Simbisa mampu mengemban tugas mulia dan menjaga kehormatan satuan dan dirinya, kehormatan Kodam I/BB, kehormatan TNI Angkatan Darat sekaligus menjaga keutuhan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selanjutnya Pangdam mengingatkan, di perbatasan nanti masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran baik itu lintas batas, penyelundupan, pergeseran patok serta aksi-aksi kelompok bersenjata. Dikaitkan dengan perkembangan situasi terakhir di wilayah operasi, khususnya di wilayah perbatasan, jelas Pangdam, masih ada juga kelompok-kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

“Untuk itu kalian harus terus waspada, siap siaga dan penuh untuk menjalankan tugas melakukan pengamanan di wilayah perbatasan nanti. Sadari ini bukan tugas ringan, tetapi akan terasa tidak berat apabila kalian melaksanakannya dengan tulus, ikhlas, dan penuh tanggung jawab. Ingat, kalian adalah prajurit Kodam I/BB yang terpilih dan terlatih. Laksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya, tunjukkan jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara professional dngan tetap sabar, waspada namun tegas dalam bertindak,” tegasnya.

Di samping itu Pangdam juga memberikan penekanan kepada prajurit untuk dilaksanakan selama penugasan. Pertama, pelihara keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa sebagai landasan moral dan etika dalam setiap pelaksanaan tugas dimana pun berada.

Kedua, laksanakan tugas dengan memadukan operasi teritorial dan intelijen serta operasi tempur secara professional dan proporsional sesuai prosedur yang berlaku dan telah dilatihkan. Ketiga, pahami dan hormati kultur maupun adat istiadat masyarakat setempat. Serta rebut simpatik masyarakat sehingga terjalin kemanunggalan TNI dan rakyat . “Kehadiran kalian dapat diterima masyarakat perbatasan dengan penuh rasa kekeluargaan. Lalu, jalin komunikasi yang harmonis dengan aparat pemerintah setempat dan tokoh adat sehingga kendala yang dihadapi di lapangan dapat diatasi dengan baik. Kendalikan diri dalam situasi apa pun di Medan tugas. Patuhi dan laksanakan petunjuk serta perintah pimpinan kalian di lapangan. Jaga martabat dan kehormatan Kodam I/BB dimana pun kalian berada dan bertugas,” pesannya.

Usai upacara pemberangkatan yang juga dihadiri Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin serta unsur Forkopimda Sumut dan Medan, tepat pukul 09.10 WIB, Pangdam pun selanjutnya melepas kepergian Satgas Yonif 125/Simbisa ke perbatasan RI-PNG. “Selamat jalan, kalian adalah duta dari prajurit Kodam I/BB. Keberhasilan kalian adalah kebangaan bagi kita semua. Selamat bertugas dan jaga kehormatan dirimu, kesatuan bangsamu serta doa kita semua menyertai,” pungkas Pangdam. (map)

Minyak Persnelling Truk Sampah Dicuri OTK

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Komponen sistem minyak persnelling mobil truk ISUZU BK 8928 M, milik kebersihan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang dicuri orang tak dikenal (OTK) di Jalan Lintas Bandar Labuhan-Dagang Kerawan, Dusun IV Desa Dagang Kerawan Kecamatan Tanjung Morawa, Sabtu (16/5) sekira pukul 03.30 WIB.

Informasi dihimpun, sebelumnya, Jumat (15/5) sekira pukul 18.30 WIB, Herry Ardiansyah Putra pengemudi dump truck merk Isuzu BK 8928 M, milik kebersihan Kecamatan Tanjung Morawa, memarkirkan mobil dump truck tersebut dipinggir Jalan Bandar Labuhan-Dagang kerawan dan parkir disebelah kanan jalan.

Selanjutnya Herry dan kernet pulang kerumah, dan mobil dump truck merk Isuzu BK 8928 -M, dibantu jaga pemilik warung yang ada disekitar mobil parkir. Kemudian pada Sabtu (16/5) sekira pukul 07.15 WIB, Herry akan membawa mobil dan membuang sampah ke Mencirim Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang.

Setelah buka pintu, Herry melihat minyak oli persenelling tumpah ditanah dan melihat satu set tabung minyak persnelling warna hitam, sudah hilang dan terlihat selang sirkulasi minyak persnelling sudah dipotong. Atas kejadian tersebut Herry melapor ke Mulyadi Ginting dan kepada Kasi Kebersihan Edy Sofyan. Mulyadi Ginting dan Edy Sofyan memerintahkan untuk membuat pengaduan ke PolsekTanjung Morawa Polresta Deliserdang. Sampai sejauh ini, Polsek Tanjung Morawa Polresta Deliserdang sudah melakukan cek lokasi dan pelaku masih dalam penyelidikan. (btr)

MA Tolak Kasasi Bandar Narkoba, Jakir Husin Dihukum 15 Tahun Penjara

Palu Hakim-Ilustrasi
Palu Hakim-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mahkamah Agung (MA) menghukum Jakir Usin alias Zakir Husin (47) warga Kampung Kubur/Kampung Sejahtera Kecamatan Medan Petisah, selama 15 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara. Bandar narkoba kelas kakap itu dinyatakan terbukti sebagai pemilik narkotika jenis sabu seberat 46,98 gram.

Vonis ini sekaligus menguatkan putusan yang dibacakan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Medan dan Pengadilan Negeri (PN) Medan. “Untuk perkara atas nama Zakir, putusan MA menguatkan putusan PT Medan,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho, Sabtu (16/5).

Setelah mendapat pemberitahuan dari MA itu, Chandra Naibaho langsung mengambil salinan putusan ke PN Medan untuk melakukan eksekusi terhadap Zakir Husin. “Saya dapat kabar seminggu lalu, dan masih menunggu salinan putusannya,” tambahnya.

Zakir Husin dinyatakan terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Selain perkara ini, polisi juga menjerat Zakir Husin dengan perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Berdasarkan penyelidikan, polisi menyita seluruh harta benda milik Zakir yang ditaksir mencapai Rp 8 miliar. Harta benda itu berupa 6 unit rumah dan bangunan. Sedangkan aset bergerak berupa mobil yang telah disita polisi.

Dengan ditetapkannya sebagai tersangka dalam TPPU ini, Zakir Husin kembali terancam hukuman 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp 10 miliar. Berkas perkara TPPU ini sudah dinyatakan P21 (lengkap) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat.

Menanggapi itu, Direktur Pusat Studi Hukum Pembaharuan dan Peradilan (Puspha) Sumut, Muslim Muis berharap aparat penegak hukum memberi hukuman terberat setidaknya seumur hidup bagi bandar narkoba Kampung Kubur tersebut.

“Hukuman terhadap Zakir harus bisa memberikan efek jera bagi penyalahgunaan narkoba,” ujar mantan Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (Wadir LBH) Medan itu.

Selain hukuman badan, lanjut Muslim, Zakir Husin juga harus dimiskinkan. “Harta kekayaan yang diperolehnya dari bisnis haram itu harus dirampas untuk negara,” pungkas Muslim Muis.

Dia berharap penyidik Polrestabes Medan harus mampu mengungkap bandar besar dibelakang Zakir Husin termasuk penikmat hasil bisnis haramnya. “Semua yang terlibat harus dibongkar habis dan yang terbukti bersalah harus diberikan tindakan tegas,” tandasnya. (man/btr)

Empat Jari Tangan Putus Dibacok, Erdina br Sihombing Rekayasa Cerita Dibegal

REKAYASA: Erdina dirawat tenaga medis.Dia merekayasa dirinya dibegal.
REKAYASA: Erdina dirawat tenaga medis.Dia merekayasa dirinya dibegal.
REKAYASA: Erdina dirawat tenaga medis.Dia merekayasa dirinya dibegal.
REKAYASA: Erdina dirawat tenaga medis.Dia merekayasa dirinya dibegal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Alasan terlilit hutang kepada 6 orang rentenir senilai Rp70 juta, Erdina Br Sihombing (54) nikat merekayasa dirinya dibegal hingga empat jari tangan kirinya putus. Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial (medsos), 1 Mei 2020 lalu, sekira pukul 04.00 WIB.

Wanita yang keseharianya pedagang cabai merekayasa ceritanya, dirinya dibegal dua pria yang mengendarai sepeda motor jenis bebek ketika dirinya menumpang beca hendak jualan cabai ke Pasar MMTC, Jalan William Iskandar/ Pancing, Medan.

Dalam cerita rekayasanya itu, dirinya sempat mempertahankan tasnya berisi uang Rp4 juta dan handphone, namun begal tersebut malah membacok jari tangannya hingga putus dan berhasil melarikan tasnya. Kemudian, Erdina dibawa warga ke Rumah Sakit (RS) Murni Teguh Medan.

Namun, cerita rekayasa warga yang bermukim di Jalan AR Hakim Medan, terendus pihak kepolisian. Kapoldasu Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi memaparkan kasus tersebut di Mapoldasu, Jumat (15/5). Dalam pemaparannya, turut dihadirkan tersangka Erdina br Sihombing bersama dua orang saksi, temannya sesama pedagang pasar pagi di MMTC, Jalan William Iskandar, Medan yang berperan membawa wanita itu ke RS Bhayangkara.

“Erdina ditahan karena merekayasa kejadian dengan mengaku menjadi korban perampokan begal. Artinya, Erdina br Sihombing sudah membuat keterangan palsu kepada polisi,” jelas Martuani Sormin didampingi Dirkrimum, Kombes Irwan Anwar, Wadir Krimum AKBP Faisal Napitupulu, Kasubdit III/Umum, Kompol Taryono Raharja dan sejumlah PJU Poldasu.

Dikatakannya, Erdina br Sihombing membacok empat jari tangan sebelah kiri hingga putus dan membuang ke parit. Kemudian merekayasa cerita bahwa dirinya dibegal. (mag-1/btr)

Jaringan Narkoba Sumut-Aceh Diringkus, Tiga Orang Tersangka dan 240 Kg Ganja Disita

PAPARAN: Kapolrestabes MedanKombes Pol Jhonny Edizzon (JE) Isir didampingi Kasatres Narkoba AKBP Akala Fikta Jaya memapaparkan hasil tangkapan sebanyak 240 Kg daun ganja kering.
PAPARAN: Kapolrestabes MedanKombes Pol Jhonny Edizzon (JE) Isir didampingi Kasatres Narkoba AKBP Akala Fikta Jaya memapaparkan hasil tangkapan sebanyak 240 Kg daun ganja kering.
PAPARAN: Kapolrestabes MedanKombes Pol Jhonny Edizzon (JE) Isir didampingi Kasatres Narkoba AKBP Akala Fikta Jaya memapaparkan hasil tangkapan sebanyak 240 Kg daun ganja kering.
PAPARAN: Kapolrestabes MedanKombes Pol Jhonny Edizzon (JE) Isir didampingi Kasatres Narkoba AKBP Akala Fikta Jaya memapaparkan hasil tangkapan sebanyak 240 Kg daun ganja kering.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Medan meringkus MR (47), jaringan narkoba Sumut-Aceh saat menggerebek rumahnya di Jalan Gatot Subroto/Jalan Amal, Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah, Jumat (15/5) sore sekira pukul 17.00 WIB. Penggerebekan itu berhasil menyita 240 kg daun ganja kering siap edar yang disembunyikan di dalam kamar rumah tersangka MR.

Selain itu, turut diamankan 3 pria lainnya yang diduga kaki tangan MR. Ketiganya yaitu NG (45) warga Jalan Sendok, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah. Kemudian SR (59) warga Jalan Siringo-ringo Gang Cempaka, Kelurahan Sinandurung, Kecamatan Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, dan US (54) warga Jalan M Idris Gang Kandang, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah.

Kapolrestabes MedanKombes Pol Jhonny Edizzon (JE) Isir mengatakan, terungkapnya peredaran narkoba jenis daun ganja kering ini berawal dari adanya informasi masyarakat. Selanjutnya, personel Satres Narkoba yang dipimpin Kasatres Narkoba AKBP Akala Fikta Jaya bersama dengan Kanit Idik III Iptu Hardiyanto langsung menggerebek rumah tersangka MR.

“Dari rumah itu ditemukan ganja kering seberat 240 kg yang disembunyikan di dalam kamar. Di situ kita juga berhasil mengamankan 3 rekan MR yang diduga kuat terlibat dalam jaringan narkoba antar provinsi ini,” terang JE Isir akhir pekan lalu.

Isir membeberkan, modus yang dilakukan jaringan narkoba Sumut-Aceh yang sudah 2 kali beraksi ini, tersangka MR membeli langsung barang haram tersebut ke seorang pria berinisial IS (buron) yang berada di kawasan Blangkejeren, Kabupaten Aceh Tenggara seharga Rp600 ribu/kg-nya. Setelah itu, diangkut ke Medan sekitarnya dengan menggunakan mobil rental.

“Begitu diedarkan ke Medan sekitarnya, para tersangka ini menjual ganja tersebut dengan harga Rp1 juta per kg-nya. Selain itu, jaringan narkoba ini juga menjualnya secara eceran kepada para calon pembelinya dengan harga jual Rp5 ribu per amp-nya. Jadi, total keuntungan yang mereka dapat mencapai Rp 1,2 miliar,” jelas Isir.

Ia menambahkan, akibat perbuatannya maka keempat tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) junto Pasal 132 dari Undang Undang RI Nomor 35/2009, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun kurungan penjara atau pidana mati.

“Kepada personel diharapkan untuk menindak tegas pengedar narkoba, khususnya di wilayah Medan sekitarnya. Karena itu, jangan takut untuk menindak dengan tegas lantaran sudah banyak yang masuk ke kamar jenazah, ” pungkasnya. (ris/btr)

#DiRumahTerusMaju Ngabuburit Special Telkomsel Poin, Serahkan 1 Unit Mobil Expander Apresiasi Pelanggan Setia

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kesetian pelanggan adalah upaya bagi Telkomsel untuk terus memberikan layanan berkualitas terbaik. Telkomsel juga mengapresiasi pelanggan dengan beragam hadiah dan loyalti dalam berbagain bentuk dan momentum yang berbeda. Para program Siaga Sebar Hepi II 2019 lalu, Telkomsel telah menyediakan beragam hadiah bagi pelanggan setia yang turut serta dalam program tersebut dan hadiah utama telah diserahkan secara bertahap kepada masing-masing pemenang.

Bapak Umar Hadi berkesempatan mendapatkan hadiah satu unit mobil Mitsubishi Xpander GLX  dalam program Siaga Sebar Hepi II 2019. Penyerahan hadiah ini dilakukan langsung oleh  Vice President  Consumer Sales Sumatera Erwin Tanjung melalui live Instagram di acara Ngabuburit Special with Telkomsel Poin dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah selama masa pandemi Covid-19.

Vice President Consumer Sales Area Sumatera Erwin Tanjung , mengatakan, “Kepuasan pelanggan selalu menjadi bagian terpenting bagi Telkomsel yang senantiasa mengedepankan prinsip custumer-centric. Program Siaga Sebar Hepi 2019 adalah satu di antara bentuk apresiasi Telkomsel kepada pelanggan setia dan sebagai bentuk nyata dari upaya Telkomsel untuk terus memberikan kebahagiaan dalam menggunakan produk dan layanan Telkomse. Kami ucapkan selamat untuk pemenang dan terus gunakan produk Telkomsel serta ikuti program-program menarik lainnya.”

Beberapa pemenang lain pada program Siaga Sebar Hepi 2019 dari Sumatera Utara telah menerima hadiahnya. Sedangkan penyerahan hari ini, adalah puncak penyerahan hadiah utama untuk pemenang dari Sumatara Utama. Ia berharap banyak pelanggan dari Sumatera Utara yang bisa mengikuti program-program dari Telkomsel dan berkesempatan mendapatkan hadiah menarik yang telah disediakan.

Sebelumnya, program ini terdiri dari dua periode, yang pertama berlangsung sepanjang November 2019, dengan pengundian pemenang dilakukan pada 17 Desember 2019 dan kedua dari program tersebut akan berlangsung sepanjang Desember 2019 dan pemenangnya diundi pada 28 Januari 2020. Hadiah utama program sebar hepi adalah mobil BMW 320i. Telkomsel juga akan terus mempertahankan program-program loyalti sembari terus melakukan inovasi agar pelanggan setia merasa nyaman dan bahagia menggunakan produk Telkomsel.

Saat ini, Telkomsel juga telah menyiapkan program Siaga Telkomsel dalam menyambut hari raya Idul Fitri dengan tema “ Di Rumah Terus Sebarkan Kebaikan.”  Telkomsel juga menyediakan program-program spesial bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri dengan beragam pilihan paket data dan program loyalti yang dapat diakses melalui aplikasi MyTelkomsel. Dalam situasi pandemi ini, Telkomsel juga mengajak pelanggan setia untuk terus menebarkan kebaikan.

Sudah Cabut Laporan Polisi, Suami Yati Uce Minta Jangan Besarkan Lagi

Yati Uce bersama suaminya Maya Dipa didampingi penasihat hukumnya saat memberikan keterangan pers di kantor pengacaranya Jalan Bilal, Medan, Sabtu (16/5/2020). (Istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Maya Dipa, suami dari Yati Uce mengaku sudah mencabut laporannya di Polda Sumut. Laporan ini ditujukannya kepada Kah Filwara dan Musa Idishah atau yang akrab disapa Dodi, karena diduga memukul istrinya saat masih bekerja sebagai kasir SPBU Jalan Cemara, Percut Sei Tuan.

“Pada Jumat (15/5/2020) semalam saya sudah mencabut laporan di Polda Sumut terkait dengan kekerasan yang dialami istri saya,” kata dia saat berada di kantor kuasa hukumnya Jalan Bilal, Medan, Sabtu (16/5/2020).

Setelah ditahan, ia yang merasa istrinya tidak bersalah lalu melaporkan balik Dodi dan Kah Filwara ke Polda Sumut. Namun, pada Kamis (14/5/2020), Kah Filwara dan Dodi, sepakat untuk berdamai dengan Yati Uce, dan menerima permohonan maaf darinya. “Kami sepakat untuk berdamai dengan Musa Idishah dan Kah Filwara,” jelasnya.

Karena sepakat untuk berdamai, mereka berdua akhirnya sama-sama mencabut laporan di kepolisian. Untuk itu, Maya Dipa meminta kepada seluruh pihak tidak lagi membesarkan masalah yang sudah dianggap damai dengan cara kekeluargaan. Kemudian, ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mau berdamai dengan cara kekeluargaan ini.

Kuasa hukum Yati Uce, Irsad Lubis mengucapkan terima kasih kepada Kah Filwara dan Musa Idishah yang sudah mau menerima permintaan maaf dari kliennya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh belah pihak, di mana telah berhasil membebaskannya dari jeratan hukum,” kata Irsad saat dihubungi via seluler.

Ia mengatakan, Dodi telah mencabut laporan pengaduannya di Polrestabes Medan pada Kamis (14/5/2020). Pencabutan laporan ini dilakukan kedua belah pihak karena telah sepakat untuk berdamai dengan cara kekeluargaan. “Kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dengan cara kekeluargaan,” ucapnya.

Irsad mengatakan, bersama dengan rekan-rekan advokat KAUM akan langsung mencabut laporan di Polda Sumut. Sebab, dalam kesepakatan bersama kedua belah pihak akan bersama-sama mencabut laporannya masing-masing. “Masing-masing akan mencabut laporan,” tukasnya. (ris)

Partai Demokrat Medan Berbagi Rezeki kepada Yatim dan Duafa

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Burhanuddin Sitepu menyerahkan sembako kepada seorang terangganya di Jalan Bunga Mawar, PB Selayang II, Medan Selayang, Sabtu (16/5) pagi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Medan kembali mewujudkan kepeduliannya terhadap sesama di Bulan Ramadan, khususnya di masa Pandemi Covid-19 ini. Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Burhanuddin Sitepu membagikan paket sembako kepada warga Medan Selayang, khususnya tetangga dan keluarga yang berhak menerimanya, Sabtu (16/5) pagi.

Dalam pembagian paket sembako tersebut, Burhanuddin didampingi sang istri Dra Hj Siti Norma Keliat yang juga Ketua Pengajian Sikeleng-kelengen Kecamatan Medan Selayang. Setelah membagikan sembako kepada para terangga, selanjutnya Hj Siti Norma Keliat bersama pengurus Kecamatan Medan Polonia membagikan paket sembako kepada warga di Kecamatan Medan Polonia.

Burhanuddin mengatakan, pembagian paket sembako ini merupakan komitmen Partai Demokrat dalam membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang melanda saat ini. Hal ini juga sejalan dengan instruksi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhono (AHY) agar melakukan Gerakan Nasional Peduli dan Berbagi. “Maka hari ini DPC Partai Demokrat Kota Medan berbagi kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Apalagi sebentar lagi, umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Semoga apa yang kami berikan ini bermanfaat bagi yang menerimanya,” ungkapnya.

Burrhanuddin juga mengungkapkan, kegiatan ini juga merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang dia lakukan di Bulan Ramadan. Hal tersebut ia dilakukan untuk berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu dan memiliki ekonomi yang kurang beruntung. “Selama ini banyak berkah dan rezeki yang kita terima dari Allah swt, sehingga di bulan yang suci dan penuh berkah serta pengampunan ini, kita dapat membantu mereka yang kesusahan dan rezekinya kurang baik dari kita. Di bulan Ramadan ini tempat kita untuk saling berbagi kepada sesama masyarakat sekaligus beribadah, sehingga sangat sayang bagi orang yang tidak beribadah di bulan suci Ramadan ini,” pungkasnya. (adz)

THR PSMS Dibayar Pekan Depan

DIBAYAR: Rahmat Hidayat dkk bakal menerima THR yang mulai ditransfer Senin (18/5) mendatang. triadi wibowo/sumut pos
DIBAYAR: Rahmat Hidayat dkk bakal menerima THR yang mulai ditransfer Senin (18/5) mendatang. triadi wibowo/sumut pos
DIBAYAR: Rahmat Hidayat dkk bakal menerima THR yang mulai ditransfer Senin (18/5) mendatang. triadi wibowo/sumut pos
DIBAYAR: Rahmat Hidayat dkk bakal menerima THR yang mulai ditransfer Senin (18/5) mendatang. triadi wibowo/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Manajemen PSMS Medan dipastikan akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri kepada pemain dan pelatih. Rencananya, THR tersebut akan ditransfer ke rekening mulai Senin (18/5) pekan depan.

“THR pasti kita berikan. Rencananya THR akan ditransfer ke rekening pemain dan pelatih mulai Senin (18/5),” ujar Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos, kemarin.

Raja belum bisa memastikan jumlah THR yang diberikan kepada pemain dan pelatih. Pasalnya, pihaknya belum memastikan berapa dana yang tersedia.

“Kalau jumlahnya belum bisa ditentukan. Nanti kita lihat berapa dana yang ada. Yang pasti kita beraharap jumlah THR yang diberikan minimal 25 persen dari jumlah gaji,” ungkapnya.

Pria yang akrab dipanggil King tersebut menambahkan, THR bukanlah kewajiban untuk diberikan. Pasalnya dalam SK PSSI kemarin, tidak ada disinggung soal THR. Namun, PSMS tetap memberikan, meski jumlahnya belum bisa dipastikan.

“Masih lumayan kita memberikan THR kepada pemain dan pelatih. Klub Liga 2 lainnya, jangankan THR, malah masih ada yang belum membayar gaji pemain. Alasannya mereka kesulitan keuangan,” ungkapnya.

King enggan menyebutkan klub-klub yang menunggak gaji pemain tersebut. Dia hanya memberikan gambaran bahwa klub tersebut sebagian besar yang belum bertanding pada Liga 2 kemarin.

“Keuangan klub itu memang sulit. Mereka mengharapkan subsidi. Menang hingga saat ini masih ada klub yang belum menerima subsidi dari PT LIB. Beruntung kita sudah menerima pada termin pertama,” ungkapnya.

Untuk itu, King berharap Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LIB yang bakal digelar Senin (18/5), diharapkan bisa menghasilkan titik terang soal subsidi. Saat ini, belum semua klub Liga 2 menerima subsidi termin pertama. Begitu juga dengan subsidi termin kedua, belum ada kepastian.

“Kita ingin RUPS menghasilkan keputusan dan kepastian soal pembayaran subsidi termin kedua. Sebab, dengan kondisi pendemi sekarang ini, kita sangat mengharapkan subsidi itu,” paparnya.

Pria yang akrab dipanggil King itu bercerita, situasi saat ini sangat menjerat klub. Pasalnya klub tidak memiliki pemasukan dan wajib membayar gaji pemain, meski sebesar 25 persen.

“Klub lagi susah. Selain gaji, kita juga harus membayarkan THR kepada pemain dan pelatih. Memang tidak ada aturan atau instruksi dari PSSI soal THR itu. Namun, tidak enak juga kalau tidak diberikan THR,” pungkasnya. (dek)

Penjualan di Masa PSBB, Market Share Daihatsu Naik, Sigra Mendominasi

Pandemi Covid-19 yang mewabah secara global termasuk di Indonesia, serta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk meminimalisir penyebaran virus, membuat penjualan mobil –khususnya Daihatsu— mendapat tantangan yang tidak mudah. Walaupun terdapat penurunan secara volume pada pasar otomotif nasional, penjualan Daihatsu selama empat bulan mengalami kenaikan secara market share (pangsa pasar).

Secara total penjualan 4 bulanan, sejak Januari – April 2020, retail sales Daihatsu yang mencapai 44.346 unit dengan kenaikan pangsa pasar menjadi 18,2%, dari volume retailsales nasional 243.634 unit. Sedangkan whole sales, Daihatsu catat sebanyak 49.443 unit dengan pangsa pasar naik menjadi 20,2% dari volume whole sales nasional 244.762 unit.

Penjualan retail sales Daihatsu selama 4 bulanan hingga April, Sigra tetap mendominasi dengan raihan 12.868 unit, berkontribusi sebesar 29%. Diikuti oleh Gran Max (PU) 8.805 unit (19,9%), dan Terios 7.131 unit (16,1%).

Selanjutnya, Ayla menyusul dengan angka mencapai 5.332 unit (12,0%), Xenia 5.092 unit (11,5%), dan Gran Max (MB) 3.911 unit (8,8%). Untuk model Daihatsu lainnya, yakni Luxio dan Sirion, mencapai 1.207 unit (2,7%).

Sampai dengan saat ini, Daihatsu terus menerapkan peraturan pemerintah tentang PSBB dengan menghentikan produksi sementara di pabrik. Dalam hal pelayanan, outlet dan bengkel resmi di Jakarta dan wilayah yang menerapkan PSBB juga memberhentikan sementara operasionalnya. Pelanggan dapat tetap mengakses layanan Daihatsu via online melaluiwww.astra-daihatsu.id dan aplikasi Astra Daihatsu Mobile.

“Kami prihatin dengan kondisi pasar yang saat ini mengalami penurunan secara drastis akibat wabah Covid-19. Kami berharap kondisi ekonomi Indonesia ini dapat segera pulih dan pasar otomotif dapat bangkit dan berkembang kembali,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (rel)