PRIMA JAYA: Kepala Dishub Kota Tebingtinggi Safrin Harahap, saat meninjau Pool CV Prima Jaya, Jalan Dipanegara Kota Tebingtinggi, belum lama ini.
SOPIAN/SUMUT POS
PRIMA JAYA: Kepala Dishub Kota Tebingtinggi Safrin Harahap, saat meninjau Pool CV Prima Jaya, Jalan Dipanegara Kota Tebingtinggi, belum lama ini. SOPIAN/SUMUT POS
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sopir angkutan kota dalam provinsi (AKDP) mengeluhkan sepinya penumpang pascamerebaknya virus corona di Kota Medan dan beberapa kabupaten kota Sumatera Utara (Sumut).
Seorang sopir CV Prima Jaya Jalan Dipanegara Kota Tebingtinggi, Nanda (52) menuturkan, sejak merebaknya virus corona, penumpang tujuan Kota Medan sepi. “Sudah hampir 10 hari ini penumpang sepi, khususnya tujuan Tebingtinggi ke Medan. Paling ada 3 penumpang, dan beberapa paket tujuan Medan,” ungkap Nanda, Minggu (29/3).
Nanda mengatakan, keberangkatan mobil penumpang biasanya hitungan satu jam sekali. Kini, pihaknya harus menunggu sampai 4-5 jam, dan itu pun bukan penumpang, tapi paket barang.
“Karena harus diangkut berangkat ke Medan, ya berangkatlah. Mana tau di jalan ada penumpang, untuk menutupi biaya bahan bakar kendaraan,” jelasnya.
Ketika ditanya hasil pendapatan bersih dalam satu hari, dia mengaku, bisa mengantongi uang antara Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per hari, selama merebaknya virus corona ini.
“Ya itulah (Rp40ribu-Rp50 ribu), uang yang bisa dibawa pulang ke rumah, sudah dipotong makan dan minum. Kalau ditanya cukup atau tidak, ya pasti tidak cukup. Karena untuk memenuhi kebutuhan keluarga semua harga mulai naik,” kata Nanda lagi.
Jika kondisi ini terus berlangsung hingga Ramadan dan Lebaran, lanjut Nanda, dapat dipastikan pengusaha AKDP akan mengalami gulung tikar, karena sepinya penumpang.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tebingtinggi, Safrin Harahap menyatakan, saat ini pemerintah masih dalam masa melawan penyebaran virus corona. Karena itu, dia mengimbau semua masyarakat dapat bersabar, dan berharap masalah ini cepat berakhir.
Mandor CV Prima Jaya Kota Tebingtinggi, Rimpun, juga mengeluhkan sepinya penumpang. Dia mengatakan, hasil setoran untuk mandor yang biasanya lumayan, kini sangat memprihatinkan.
“Sekarang ini hasil pendapatan setoran hanya Rp30 ribu per hari,” keluhnya. (ian/saz/azw)
BUBARKAN: Tim gabungan Satpol PP, TNI, Polri dan Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi tertibkan pasar rakyat dadakan.
sopian/sumut pos
BUBARKAN: Tim gabungan Satpol PP, TNI, Polri dan Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi tertibkan pasar rakyat dadakan.
sopian/sumut pos
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Tim Gugus Tugas bersama Satpol Polisi Pamong Praja (PP), TNI, Polri dan camat setempat melakukan penertiban perkumpulan orang di Pasar Rakyat dadakan di Jalan Gunung Arjuna Kelurahan Mekar Sentosa Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Senin malam (29/3). Penertiban dilakukan untuk meredam dampak dari penyebaran Covid 19.
Masayarakat yang tumpah ruah di Pasar Rakyat dadakan tersebut tidak memberlakukan social distancing antara pengunjung yang sedang berbelanja dengan para pembeli. Setidaknya berjarak 1 meter dan mereka terkesan bergerombol.
Parahnya mereka banyak tidak menggunakan masker dan pencuci tangan. Karena kedatangan tim pencegahan Covid 19, pedagang dan pembeli diimbau untuk langsung pulang dan tidak melakukan aktivitas jual beli.
Kasat Pol PP Kota Tebingtinggi Guntur M Harahap membenarkan imbauan untuk menjaga penyebaran Covid 19 di masyarakat luas terutama saat berkumpulnya di pasar rakyat dadakan (pekan) ini. Apabila ada yang terindikasi Covid 19, maka ini bisa menularkan dalam jumlah yang banyak.
“Pedagang kami imbau untuk menghentikan aktivitas jual belinya, begitu juga kepada masyarakat kita imbau untuk pulang ke rumah dan apabila ada gejala seperti Covid 19, segera melapor ke Puskesmas terdekat,” jelasnya.
Guntur juga memaparkan pihak bersama tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Camat akan terus melakukan penertiban kepada perkumpulan orang banyak di suatu lokasi, karena mencegah itu lebih baik dari pada mengobati.
“Kami harapkan kepada masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran yang sudah disampaikan oleh tim gugus tugas penyebaran Covid 19 Pemko Tebingtinggi. Sayangi keluarga dan anak anak kalian,” pungkas Guntur. (ian/azw)
SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Simalungun meminta pemerintah daerah tidak buru-buru atau tergesa-gesa, membuat kebijakan lockdown baik itu terbatas atau meluas atau bahkan melakukan isolasi daerah atau desa,seperti yang dilakukan di Desa Bangun Panei, Kecamatan Dolog Masagal baru-baru ini.
Ketua Fraksi Nasdem DPRD Simalungun, Bernhard Damanik kepada wartawan, Senin (30/3) mengatakan penetapan isolasi Desa Bangunpanei dengan melarang warga untuk melakukan kontak langsung dengan sesama warga desa atau desa tetangga menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Padahal hasil test Covid 19 terhadap Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang ditangani belum diketahui.
“Surat Bupati Simalungun JR Saragih nomor 065/6031/1.3.1/2020 yang ditujukan kepada kepala Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid 19 Simalungun, meminta warga desa Bangun Panei, Kecamatan Dolog Masagal diisolasi terkait adanya warga setempat ditetapkan PDP, saya nilai terlalu buru-buru,sehingga menimbulkan keresahan masyarakat,” ujar Bernhard.
Politisi Nasdem yang juga anggota Komisi I membidangi kesehatan, mengatakan banyak menerima telepon pasca beredar berita di media Desa Bangun Panei di kecamatan Dolog Masagal,yang diisolasi atau di lockdown karena adanya PDP dari desa itu.
“Banyak yang nanya sama saya benarkah Desa Bangunpanei diisolasi karena ada pasien Covid 19,biar tahu kami mengungsi,itu membuat masyarakat resah padahal hasil test terhadap pasien yang dinyatakan PDP belum ada dan ternyata hasil testnya juga negatif,padahal desa asal pasien sudah diisolasi,” ujar Bernhard.
Bernhard mendukung upaya pemerintah daerah menanggulangi virus Covid 19 namun juga kebijakan yang dibuat jangan berlebihan dan tegesa-gesa,sehingga masyarakat ketakutan. (bbs/azw)
BERIKAN: Apindo Kota Tebingtinggi berikan bantuan APD dan Hand Sanitijer kepada RSUD dr Kumpulan Tebingtinggi.
sopian/sumut pos
BERIKAN: Apindo Kota Tebingtinggi berikan bantuan APD dan Hand Sanitijer kepada RSUD dr Kumpulan Tebingtinggi.
sopian/sumut pos
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Dewan Pimpinan Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tebingtinggi diterima secara langsung oleh Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, di RSUD dr Kumpulan Pane Jalan Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, Senin (30/3).
Penyerahan APD diserahkan Ketua Apindo Kota Tebingtinggi, Syafriudi Satrio yang diwakilkan oleh Ketua Harian Zainal Arifin Tambunan dan pengurus lainnya.
Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengucapkan terima kasih atas kepedulian Apindo Kota Tebingtinggi yang telah peduli dengan penanganan Covid-19 di Kota Tebingtinggi.
“Apindo Kota Tebingtinggi menyumbang APD dengan melibatkan pengusaha-pengusaha lainnya,” terang Umar Zunaidi.
Menurut Umar, ada yang dititipkan kepada Apindo, supaya pekerja pekerja yang ada di Apindo untuk di perhatikan kesehatannya dan diperhatikan cara kerjanya sehingga phsycal distance dengan baik diterapkan.
“Semua bantuan dari lapisan masyarakat, pengusaha dan dari ASN sangat dibutuhkan sekali, karena dengan kebersamaan kita bisa menghadapi Covid-19,” pinta Umar.
Penyerahan bantuan APD disaksikan Direktur RSUD dr Kumpulan Pane dr Yonhly B Dahban didampingi Wadir Pelayanan dr Irvan Dalimunthe, Kabag TU Iqbal, Kabid Pelayanan SDM Sumiaty, Kabid Keperawatan Priston Sitanggang dan Kepala Instalasi Farizi, serta Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian.
Sementara Ketua Harian Apindo Kota Tebingtinggi Ir Zainal Arifin Tambunan mengatakan bahwa penyerahan bantuan APD ini merupakan sebagai bentuk kepedulian terhadap para tim medis dalam menangani Covid-19 yang saat ini lagi mewabah.
“Adapun bantuan yang diberikan berupa Hand Sanitizer sebanyak 50 liter, baju mantel 72 unit,” jelasnya.
Menurutnya, peralatan APD yang kita berikan terpaksa direalisasikan secara ber tahap, karena barang APD tersebut dan kebutuhan lainnya, sulit di dapat di pasaran saat ini.
Sebelumnya Direktur RSUD dr Kumpulan Pane Yonhly mengatakan bantuan dapat dipergunakan dengan baik, hal ini sangat dibutuhkan dengan kondisi saat ini.
“Terus terang dalam memenuhi APD para medis ini sudah sangat kelimpungan dan kami juga tidak mau kalau tenaga medis atau kesehatan di Rumah Sakit ini tidak memproteksi dirinya. Karena itu sama-sama lah kita untuk menjaga diri dari Corvid-19 ini,” pintanya.
Yonhly juga mengatakan bahwa bantuan itu juga ada yang diperuntukkan bagi pasien seperti masker dan hand sanitizer.
Wali Kota Umar Zunaidi juga melakukan peninjauan terhadap ruang isolasi yang telah dipersiapkan di RSUD Kumpulan Pane dan meminta agar dibuka dalam waktu 24 jam. (ian/azw)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang, H Ashari Tambunan mengapresiasi pihak-pihak swasta yang telah berperan dan memberikan dukungan kepada pemkab dalam hal mengatasi penyebaran virus covid-19.
Disebut kalau hal ini sebagai bukti terlaksananya kekuatan tiga pilar yang menjadi program andalan Pemkab. Tiga pilar itu terdiri dari Pemerintah, swasta dan peran serta masyarakat.
“ Sudah beberapa perusahaan yang memang memberikan dukungan kepada kita selama ini. Bantuan yang diberikan ini akan segera kita salurkan tentunya kepada rumah sakit,”ujar Bupati Ashari usai menerima bantuan dari pihak PT Musim Mas dan PT Galatta Lestarindo di gedung aula Cendana Kantor Bupati Senin, (30/3).
H Ashari Tambunan menambahkan saat ini Pemkab tengah fokus terhadap empat hal terkait pencegahan dan penanganan covid 19 ini. Untuk yang pertama bagaimana bisa mengusahakan yang sakit bisa segera sembuh. Setelah itu berusaha meminimalisir pencegahan penyebaran.
“ Yang ketiga bagaimana masyarakat bisa hidup tenang, kondusif dan tidak panik dengan situasi yang ada. Baru yang keempat bagaimana memastikan perekonomian masyarakat bisa berjalan dengan baik,”kata Ashari.
Pihak swasta memberi dukungan kepada Pemkab Deliserdang dalam hal penanganan dan pencegahan penularan virus covid-19. Beberapa perusahaan pun memberikan dukungan dengan memberikan bantuan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD). Salah satu perusahaan yang berpartisipasi itu adalah PT Musim Mas.
Mewakili pihak perusahaan, Humas PT Musim Mas Group, Sudy TJ langsung menyerahkan bantuan yang diberikan kepada Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan. Dengan senang hati Ashari pun menerima bantuan tersebut. Ikut mendampingi Ashari, Kadis Lingkungan Hidup, Artini Marpaung.
Sudy TJ menyebut bantuan APD yang dibawanya untuk Pemkab Deliserdang terdiri dari 8 item. Ia menyadari kalau dalam penanganan covid-19 ini semua pihak harus bahu membahu.
“ APD yang kita berikan hari ini kita juga membelinya. Dalam kondisi yang sekarang ini ya memang susah juga mendapatkannya tapi kita berhasil dapatkannya lah. Kalau produksi di kita memang ada pengaruhnya juga saat ini makanya karyawan juga diatur masuknya, agar tetap eksis,”kata Sudy TJ
Dari data yang dikumpulkan 8 item bantuan APD yang diberikan PT Musim Mas yakni Sarung tangan karet @50 Pcs atau 1 box,Masker N95 @20 Pcs 1 box, Baju laboratorium anti statik (baju, celana,topi 20 pasang), Shoes cover @50 pasang atau 1 box, shower cap @50 pasang atau 1 box, face Shield blue eagle 20 pcs, kacamata plastik SKF 20 pcs dan Sepatu petrova 20 pasang.
Dihari yang sama juga turut membantu memberikan bantuan yakni PT Galatta Lestarindo. Hadir memberikan bantuan secara langsung Komisaris perusahaan, Anwar Efendy. Bantuannya juga langsung diberikan kepada Bupati Ashari.
“ Jadi bantuan yang kita berikan hari ini baju APD 100 set lengkap dengan kacamata komplit. Ya untuk tenaga medis. Saya pesan dari Jakarta dari teman saya karena disini sulit carinya. Kemarin kita juga sudah membantu untuk penyemprotan disinfektan memakai mobil damkar yang kita punyai. Karena punya kita juga jumlahnya ada empat,”kata Anwar. Beberapa perusahaan yang telah memberikan bantuan kepada Pemkab diantaranya PT Universal Gloves, PT Latexi Indo Toba Perkasa, dan lainnya. (btr/azw)
PT Shamrock Manufacturing, PT Maja Agung Latexindo, PT Agropoly Sentosa Mandiri, PT Penguin Medan, PT Indorub Nusaraya, PT Musim Mas dan PT Galatta Lestarindo.(btr/azw)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Direktur PDAM Tirta Deli, Ir Batara I Nasution menyebutkan bahwa debit Sungai Ular menurun yang mengakibatkan pendistribusian air bersih kepada masyarakat Lubukpakam dan sekitarnya terganggu.
“Surutnya permukaan air Sungai Ular dalam beberapa hari ini dan prediksi terus berlangsung sampai beberapa hari ke depannya, sehingga distribusi air ke pelanggan di Lubukpakam menjadi terbatas hanya sekitar 65 persen dari distribusi normal,” kata Batara, Senin (30/3).
Disebut alasan distribusi berkurang karena pompa-pompa produksi tidak dapat bekerja optimal. Saluran pompa isap dari Sungai Ular tidak sampai untuk didistribusikan.
“Oleh karenanya PDAM Tirta Deli mohon maaf atas ketidaknyamanan akan suplai air tersebut. Yang tentunya mempengaruhi pemakaian air oleh pelanggan kota Lubukpakam,” ucap Batara.
Untuk sementara katanya pendistribusian air sebagian menggunakan mobil tangki air. Lalu pemasangan pompa intake ke dasar Sungai Ular.
Terpisah Tokoh Masyarakat Lubukpakam, Edison Efendy Marpaung berharap kepada PDAM Tirta Deli untuk segera mengambil solusinya. Sebab menurutnya persoalan air bersih ini salah satunya untuk menjalankan protokol kesehatan who dalam mencegah Covid-19.
“Air itu alat utama bersih-bersih dalam mencegah penularan Covid-19. PDAM saya minta harus ada mencari solusi pengadaan air bersih ke tengah warga,” pungkas mantan Anggota DPRD Deliserdang itu.(btr/azw)
SERAHKAN: Wali Kota Binjai HM Idaham saat melihat PuskesmasWali Kota Binjai HM Idaham saat melihat Puskesmas
SERAHKAN: Wali Kota Binjai HM Idaham saat melihat PuskesmasWali Kota Binjai HM Idaham saat melihat Puskesmas
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali kota Binjai, HM Idaham didampingi Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai, Agustawan Karnajaya dan Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) dr HM Indra Tarigan melakukan peninjauan ke puskesmas yang tersebar di Kota Binjai, Senin (30/3). Ini dilakukan wali kota guna memastikan kesiapan puskesmas dalam menghadapi wabah Virus Corona atau Covid-19.
Sebanyak 5 puskesmas yang dikunjungi Idaham. Adalah, Puskesmas Kebun Lada, Puskesmas HA Hasan Kelurahan Limau Sundari, Puskesmas Pembantu Kelurahan Limau Sundai, Puskesmas Binjai Estate dan Puskesmas Rambung.
Idaham melihat langsung kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) para petugas medis , ruangan pelayanan kesehatan bagi pasien yang memiliki gejala Corona serta persiapan rujukan apabila ada pasien ODP atau yang positif Covid-19.
Setelah melihat seluruh fasilitas, peralatan kesehatan, Idaham menilai dari 5 Puskesmas yang telah dikunjungi. Sejauh ini, Puskesmas Kebun Lada siap dari segi peralatan, prosedur dan mekanisme.
“Setelah melihat dan mengecek langsung, baru puskesmas Kebun Lada siap dan siaga menghadapi wabah virus Corona, baik itu peralatan, Prosedur dan mekanismenya,” ujar Idaham.
“Buat puskesmas yang lainnya, saya minta segera melengkapi kelengkapan peralatan atau fasilitas yang diperlukan untuk menghadapi Covid-19,” pungkasnya. (ted/azw)
SIAGA: Petugas sedang memeriksa dan melayani orang-orang yang di karantina di Gedung PKK Langkat ambulance stanbay dan dokter serta petugas medis siaga 24 jam.
SIAGA: Petugas sedang memeriksa dan melayani orang-orang yang di karantina di Gedung PKK Langkat ambulance stanbay dan dokter serta petugas medis siaga 24 jam.
Sebanyak 68 warga Langkat telah dikarantinakan di Gedung PKK Langkat Stabat, Jumlah ini terus melonjak pesat hanya dalam waktu 3 hari. Sebelumnya tim Satgas Gugus Percepatan Pencegahan Covid-19 Langkat, hanya mengkarantina 2 orang warga Secanggang yang pulang dari luar kota, di gedung PKK
“Sebanyak 68 orang warga yang dikarantina selama 14 hari ke depan, adalah mereka yang baru kembali dari luar kota dan luar negeri. Kemungkinannya, jumlah ini akan terus bertambah dalam waktu dekat,” kata Jubir Satgas Covid-19 dr M Arifin Sinaga, kepada Sumut Pos di Posko Informasi Dinkes Langkat Selasa (31/3)
dr Arifin menganjurkan bagi warga yang nantinya pulang dari luar kota dan negeri, untuk karantina di rumah dengan melaksanakan ketentuan berlaku. seperti, warga tersebut langsung melakukan pemeriksaan di Puskesmas setempat. Setelah diperiksa oleh dokter, warga tersebut dinyatakan OTG atau orang tanpa gejala. Selanjutnya harus mengkarantinakan diri dirumah selama 14 hari, tanpa boleh keluar rumah.
Selama karantina di rumah, akan terus dipantau oleh petugas.dan jika menemukan gejala, akan langsung bisa dievakuasi untuk isolasi, “Sembari menegaskan, warga yang dikarantina semuanya OTG yakni orang sehat. Mereka mendapatkan fasilitas dari Pemkab Langkat, berupa makan dan minum 3 kali sehari, tempat tidur, kamar mandi serta perlengkapannya, TV dan wi-fi.” imbuhnya
dr Arifin juga menegaskan untuk petugas karantina di lokasi karantina berjumlah 20 orang, terdiri dari 11 orang tenaga kesehatan, 3 orang petugas BPBD, 1 orang petugas Tagana dan 5 orang polisi. Mereka berjaga selama 24 jam menggunakan sip secara bergiliran, dengan dua dokter yang selalu standbay,
Pada masa karantina, tambah dr. Arifin, warga juga diajak senam pagi sebagai upaya menjaga stamina tubuh, sebab dengan fisik yang selalu bugar akan membuat tubuh semakin sehat dan tidak rentan sakit.
“Sembari mengabarkan, kini jumlah warga ODP untuk Langkat sebanyak 17 orang, dan selesai pemantauan 7 orang. “Jadi sebelumnya, total ODP berjumlah 24 orang,” sebut dr Arifin.
Untuk percepatan pencegahan Covid-19 atau virus corona Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat menggelontorkan anggaran Rp6,9 miliar.
“Dana tersebut diambil Rp1,3 miliar dari dana tak terduga (DTT) dan Rp5,6 miliar dari anggaran Dinas Kesehatan serta rasionalisasi anggaran.” kata dr Arifin.
Dikatakannya penggunaan dana tersebut antara lain untuk pembelian disinfektan 120 liter, teremoskener 13 buah, APD 40 set serta perlengkapan fasilitas untuk warga karantina.
Jubir juga mengatakan dana Rp6,9 miliar tersebut, saat ini belum bisa digunakan seluruhnya, untuk yang sudah bisa digunakan baru DTT saja, senilai Rp1,3 miliar.
“Dana Rp5,6 miliar dari anggaran Dinkes dan rasionalisasi anggaran, belum bisa dipakai. Sebab saat ini masih dalam penggodokan perubahan anggaran, agar bisa digunakan,”ungkapnya.
dr Arifin juga menegaskan, untuk 15 APD yang diberikan kepada 5 rumah sakit rujukan sementara, benar bantuan dari BNPB.
Bantuan itu, jauh hari sebelumnya memang telah dimohonkan oleh Dinkes Langkat yang ditujukan kepada Kementerian Kesehatan RI. (yas/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wabah virus Covid-19 (corona), benar-benar berdampak sistemik. Salah satunya terhadap stok darah PMI Kota Medan. Kepala Seksi Pelayanan Teknik Laboratorium dan Bank Darah Rumah Sakit UDD PMI Kota Medan, dr Ira Fitriyanty Putri Lubis mengatakan, sampai saat ini hingga pekan depan stok darah masih aman. Namun tidak menutup kemungkinan stok darah tersebut bakal menipis.
“Sampai sekarang masih aman diangka 1.300-an (kantung). Tapi, tidak menutup kemungkinan satu minggu ke depan akan semakin menipis bahkan habis,” ujar Ira, akhir pekan lalu (27/3).
Menurut Ira, bakal menipisnya stok darah ini karena jumlah pendonor semakin menurun ketika situasi pandemi Covid-19 saat ini. Sebab, pemerintah telah menginstruksikan masyarakat berdiam diri di rumah sementara waktu untuk mencegah penyebaran virus tersebut.
“Tidak diperbolehkannya membuat acara yang berisiko mengumpulkan banyak orang, ditambah juga karena adanya peringatan untuk stay at home, akhirnya berimbas ke rutinitas pendonor yang harusnya sudah bisa donor jadi menunda karena ada instruksi pemerintah tersebut,” terangnya.
Ira menuturkan, biasanya per hari UDD PMI Kota Medan mendapatkan darah dari pendonor hingga 100 bag (kantung). Namun, sejak pandemi Covid-19 ini hanya mendapatkan 20 kantung darah. “Biasanya pe rhari paling sedikit bisa dapat 50 sampai 100 bag. Tapi, sejak ada Covid-19 hanya berkisar 10 hingga 20 bag saja,” ucap Ira.
Diutarakan dia, UDD PMI Kota Medan sendiri telah berupaya melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat bahwa donor darah tetap dibuka. Dalam proses donor yang dilakukan tetap menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP). “Tetap aman karena kami tetap menjaga SOP yang ada, serta tahapan-tahapan sosial distancing maupun phsicycal distancing,” tuturnya.
Dijelaskan Ira, setiap pendonor sebelum masuk ke Gedung UDD PMI Kota Medan termasuk pegawai yang ada wajib disemprot disinfektan terlebih dahulu, dicek suhu tubuhnya, dan wajib mencuci tangan menggunakan hand sanitizer.
Bahkan, proses pengambilan darah yang berstandar setelah selesai kursi-kursi donor juga tetap disterilkan kembali untuk mencegah efek paparan dari seorang pendonor dengan pendonor lainnya. “Untuk petugas kita juga sudah diberikan alat pelindung diri lengkap dan SOP yang sudah sangat baik,” paparnya.
Dia berharap, dengan sosialisasi yang telah dilakukan bisa membuat pendonor yang sehat yakin untuk datang. Karena pasien di rumah sakit tidak bisa menunggu 14 hari atau lebih untuk transfusi darah.
“Donor darah untuk yang sehat aman. PMI punya slogan, untuk kamu yang sakit istirahat di rumah saja ya. Untuk kamu yang sehat silahkan donor darah. Sebab transfusi darah pasien di rumah sakit tidak bisa ditunda,” pungkasnya. (ris/ila)
MACET: Suasana kemacetan di Jalan Sakti Lubis Medan. Kemacetan terjadi setelah Jalan Sisingamangaraja Medan ditutup dan pengendara mencari jalan alternatif. Namun warga justru menutup jalan alternatif sehingga terjadi penumpukan kendaraan di lokasi itu.
Dewi/sumut pos
MACET: Suasana kemacetan di Jalan Sakti Lubis Medan. Kemacetan terjadi setelah Jalan Sisingamangaraja Medan ditutup dan pengendara mencari jalan alternatif. Namun warga justru menutup jalan alternatif sehingga terjadi penumpukan kendaraan di lokasi itu.
Dewi/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di hari ketiga penutupan jalan oleh pihak Polrestabes dan Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, terjadi kemacetan jalan yang parah di Jalan Sakti Lubis Medan, Senin (30/3).
Hal ini disebabkan salah satu jalan yang masuk dalam peta penutupan jalan, yakni Jalan Sisingamangaraja Medan sedang ditutup. Hal ini membuat pengendara jalan mencari jalan alternatif lain. Namun malah menjadi kemacetan tak terelakkan.
Tidak hanya itu, kemacetan juga dikarenakan beberapa gang atau jalan yang kerap dijadikan jalan alternatif ditutup oleh masyarakat setempat Penutupan inipun merupakan inisiatif dari warga setempat.
Salah seorang warga, Sisimpo mengatakan, bahwa warga yang ada di Jalan Busi, tepat di dekat penutupan jalan antara Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Sakti Lubis Medan, kerap menjadi jalan alternatif bagi pengendara. Sehingga, warga berinisiatif menutupnya. Hal ini agar masyarakat dapat berdiam diri di rumah.
“Kami melakukannya supaya masyarakat berdiam diri di rumah, tidak keluar rumah, supaya penyebaran virus corona ini dapat diminimalisirkan. Makanya itu, jalan ini kami tutup,” ujarnya.
Menurutnya, warga tidak dapat mengetahui siapa saja warga yang melintas, apakah terpapar Covid-19 atau tidak. “Ini sebagai antisipasi saja,” ucapnya.
Dari amatan wartawan Sumut Pos, ada juga warga yang menutup gang dengan menggunakan bangku dan pohon bambu agar masyarakat tidak melintas. Seperti di Gang Amal, Jalan Sakti Lubis, Medan. Bahkan di depan gang, tertulis: Warga Ingin Sehat. Gang ini juga biasanya dijadikan pengendara sebagai jalan alternatif. “Ini sebagai inisiatif kami,” kata warga.
Akibat penutupan beberapa jalan alternatif itu, kemacetan panjang terjadi Jalan Sakti Lubis hingga Jalan Sisingamangaraja Medan. Kemudian penumpukan mobil, sepeda motor dan betor terlihat di Jalan Sisingamangaraja menuju arah Simpang Limun, begitu juga sebaliknya.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polrestabes Medan Kompol Reza Chairul mengapresiasi yang dilakukan warga.
“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah ikut mendukung kegiatan kami,” ujarnya.
Kompol Reza menambahkan, bahwa hal yang dilakukan masyarakat untuk menutup jalan merupakan kegiatan yang mendukung pihak pemerintah. “Warga yang menutup jalan dan gang berarti masyarakat sudah mendukung kami untuk juga membatasi pergerakan manusia dan kendaraan di wilayahnya,” ucapnya.
Reza mengungkapkan, bahwa nantinya pihak dari personel Satlantas akan diturunkan untuk mengatur lokasi kemacetan.”Sejumlah kemacetan nAnti kita akan lihat dan kita akan terjunkan personel untuk berjaga dan mengatur di lokasi tersebut,” ujar Reza.
Reza menegaskan bahwa saat ini, tujuan penutupan jalan tersebut dilakukan untuk mendukung pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19). Di mana, untuk masa berlakunya sampai batas yang ditentukan. “Artinya sampai dengan pemerintah pusat menyatakan Indonesia bebas virus Corona,” pungkasnya.
5 Titik Ruas Jalan Ditutup di Belawan
Sementara itu, untuk mempersempit pengebaran virus corona (Covid-19), 5 titik ruas jalan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan ditutup. Penutupan ruas jalan diberlakukan mulai Senin (30/3) pukul 19.00 sampai 23.00 WIB.
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M R Dayan mengatakan, penutupan akas jalan sementara diberlakukan di beberapa titik, di antaranya, Jalan Vetetan sampai simpang Tol Marelan, Jalan Veteran sampai simpang Jalan Serbaguna, Jalan KL Yos Sudarso sampai Jalan Alùminium Raya sampai ke Medan, Jalan KL Yos Sudasro simpang Kampung Salam sampai Kota Belawan dan Jalan Raya Pelabuhan depan Kantor Pelindo sampai Kota Belawan.
“Penutupan ini diberlakukan pada malam hari. Masa berlaku penutupan menunggu instruksi hingga sampai ada pencabutan sesuai dengan perkembangan situasi,” kata Dayan.
Pemberlakuan ini ditetapkan secara bersama antara Polres Pelabuhan Belawan, Dishub Kota Medan, Lantamal I dan Kodam I/BB. Harapannya, masyarakat dapat mematuhi instruksi yang telah ditetapkan, agar penyebaran virus Covid-19 dapat segara tuntas.
“Kita berharap, tidak ada lagi aktivitas masyarakat di jalanan agar penyebaran virus corona segera tuntas. Begitu juga kepada masyarakat tidak ada lagi kumpul – kumpul di warung agar penyebaran ini tidak mewabah secara meluas,” pesan Kapolres.
Menanggapi itu, Tokoh Masyarakat Medan Utara, Saharuddin mendukung penuh program yang dilaksanakan oleh instansi terkait dalam memutus pergerakan wabah virus Covid-19 di wilayah Medan Utara. Dengan penutupan akses jalan, maka aktivitasa masyarakat di luaran lebih berkurang. (mag-1/fac/ila)