23 C
Medan
Thursday, January 15, 2026
Home Blog Page 4354

Anggota DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution, Semprot Disinfektan & Bagikan Masker

Dedy Aksyari Nasution
Dedy Aksyari Nasution
Dedy Aksyari Nasution
Dedy Aksyari Nasution

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan dari Fraksi Gerindra, Dedy Aksyari Nasution ST melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga serta masjid-masjid yang ada di Kecamatan Medan Kota dan Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.

Dikatakan Dedy, kegiatan penyemprotan disinfektan itu turut disertai dengan pembagian masker kepada masyarakat di Kelurahan Siti Rejo I (Medan Kota) dan Kelurahan Binjai (Medan Amplas).

“Alhamdulillah, hari Minggu (29/3) kemarin kita sudah melakukan penyemprotan disinfektan di dua kecamatan itu, walaupun tidak semua kelurahan di masing-masing kecamatan. Kita juga bagikan masker ke rumah-rumah warga, tapi karena maskernya terbatas, 500 buah, maka hanya kita bagikan di dua kelurahan saja,” ucap Dedy kepada Sumut Pos, Senin (30/3).

Dedy berencana untuk melakukan hal yang sama di kecamatan lainnya di Kota Medan.”Insya Allah minggu depan kita juga akan melakukan penyemprotan dan pembagian masker di kecamatan Medan Area. Saya juga dapat laporan dan permintaan untuk dilakukan penyemprotan di kelurahan Tegal Sari Mandala II, bila memungkinkan akan kita lakukan di kelurahan lainnya disana,” ujarnya.

Dikatakan Ketua Pansus Revisi Ranperda RTRW DPRD Medan itu, hingga saat ini baik dirinya di DPRD Medan maupun masyarakat umum masih sangat kesulitan untuk mendapatkan masker di apotik-apotik di Kota Medan. Bila pun ada, harganya melambung tinggi dari harga normalnya.

“Kita minta Pemko Medan bisa menyelesaikan masalah ini, harus ada tindakan tegas untuk para oknum penimbun masker,” katanya.

Namun dalam pantauannya sehari-hari, termasuk saat melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian masker, Dedy mengatakan masih melihat banyaknya masyarakat yang berada di luar rumah terkhusus anak sekolah yang sengaja ‘dirumahkan’ oleh Dinas Pendidikan Kota Medan tapi justru berada di luar rumah untuk bermain.

“Anak-anak kita yang libur sekolah itu, mereka harusnya berdiam diri dirumah dan belajar, bukan justru ada di warnet atau diluar rumah untuk bermain. Saya minta pengawasan ketat dari para orang tua, jangan nantinya anak-anak kita yang menjadi penyambung mata rantai virus ini dan menularkannya pada orang tua yang secara fisik lebih rentan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Dedy juga meminta Pemko Medan dalam hal ini Satpol PP Kota Medan untuk melakukan patroli atau razia anak yang berada di luar rumah, terutama untuk anak diluar rumah tanpa pendampingan orang tua untuk diminta pulang kerumahnya masing-masing.

“Satpol PP harus mengambil perannya, selamatkan anak-anak kita dari pandemi ini. Tak hanya anak-anak, Satpol PP juga harus turut bertindak dalam menertibkan berkumpulnya masyarakat di tempat-tempat umum,” tegasnya.

Dedy juga turut mengingatkan masyarakat agar ikut serta memutus mata rantai Covid-19 untuk selalu menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menerapkan Physical Distancing di tengah-tengah masyarakat.(map/ila)

ASN Pemprovsu WFH hingga 9 April

Aparatur Sipil Negara pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah bekerja dari rumah atau work form home (WFH) hingga 9 April 2020 mendatang. Meski demikian, tetap diberlakukan piket alias tetap tugas ke kantor dan diminta terus tingkatkan komunikasi.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumut, Zubaidi mengamini OPD-nya salah satu yang termasuk sudah menerapkan WFH bagi ASN sejak Kamis (26/3) lalu. Meski WFH ASN mereka tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab pada bidangnya masing-masing.

“WFH bukan berarti tidak bekerja seperti biasa. Tugas-tugas yang dijalankan sehari-sehari tidak boleh lalai untuk dikerjakan. Kan sekarang sudah zaman teknologi, semua hal bisa dilakukan lewat gadget, melalui, WA, e-Mail dan lain sebagainya,” katanya menjawab Sumut Pos, Senin (30/3).

Ia menyebutkan tetap berlaku sistem piket di kantor bagi ASN setiap hari. Sesuai arahan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, kata dia, 10 persen dari total ASN tetap masuk kantor dan itu dilakukan secara bergantian.

“Ya, ada beberapa orang yang tetap di kantor setiap hari. Mereka ada yang piket. Dari total ASN, 10 persennya tetap ada di kantor untuk piket. Namun untuk pejabat eselon II dan III, wajib tetap masuk kantor,” katanya.

Ia juga mengimbau, melalui WFH para ASN dapat meningkatkan komunikasi sehingga memastikan tidak ada tugas dan pelayanan yang terganggu.

“Mekanisme kerja yang kita atur melalui sistem daring (dalam jaringan). Misalkan untuk surat menyurat, bisa dikonsep melalui e-Mail atau dikirim via WA (WhatsApp). Jadi administrasi tidak ada yang terhambat, semua berjalan seperti biasa. Yang terpenting juga adalah, komunikasi lebih ditingkatkan lagi dari biasanya. Itu sudah pasti,” katanya.

Kondisi serupa juga diterapkan di Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang (SDACKTR) Sumut. OPD fisik ini juga sudah menerapkan WFH bagi seluruh ASN-nya, namun tetap memakai sistem bergantian kerja di kantor.

“Ya bekerja di rumah dengan bergantian hadir (piket),” kata Kepala Dinas SDACKTR Sumut, Alfi Syahriza.

Alfi juga menekankan kepada seluruh ASN tetap fokus bekerja meski dari rumah, karena sekarang ini akses komunikasi sudah sangat terbantu dari teknologi. “Terutama dalam hal komunikasi, semakin ditingkatkan satu sama lain. Tidak ada alasan bermalas-malasan meski WFH,” katanya.

Diketahui sebelumnya, kebijakan ASN di lingkungan Pemprov Sumut bekerja dari rumah akhirnya diserukan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. Penerapan WFH yang dimulai sejak 26 Maret hingga 9 April 2020 ini, sebagai bentuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sumut.

“Mengatur sistem kerja perkantoran, baik swasta maupun pemerintah. Melalui sistem kerja dari rumah ASN di lingkungan Pemprovsu selama dua pekan terhitung Kamis (26/3) sudah WFH,” kata Edy melalui video konferens yang disampaikan Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Jumat (27/3).

Menurutnya, hanya 10 persen ASN yang masih harus ke kantor karena tugasnya tak bisa dilakukan dari rumah. “Sepuluh persen dia tetap ngantor, karena kantor ini tidak boleh berhenti,” katanya tanpa mengurai ASN yang tugas di OPD mana saja yang masih bekerja dari kantor. (prn/ila)

Cegah Penyebaran Covid-19, Dishub Medan Tiadakan Uji KIR

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan mengambil langkah menutup sementara layanan pengurusan uji KIR atau uji kelayakan kendaraan bermotor. Kebijakan ini diambil oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

“Mulai hari ini (kemarin) kita menutup sementara pengurusan dan pengecekan uji KIR di Kota Medan,” ucap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Senin (30/3).

Dikatakan Iswar, setiap harinya ada begitu banyak pemilik kendaraan angkutan umum (plat kuning) maupun angkutan beban (pick-up, truk, dll) yang datang dan melakukan uji kelayakan kendaraan untuk mengurus atau memperpanjang KIR kendaraannya di UPT-UPT milik Dishub Kota Medan.

“Ini cukup berpotensi dalam mengumpulkan masyarakat dan memicu terjadinya kontak fisik satu sama lain. Padahal di sisi lain, kita mengimbau agar masyarakat menerapkan physical distancing untuk memutus rantai Covid-19 ini. Kita mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah bila tidak ada hal yang mendesak, maka Pemko Medan mengambil langkah ini sebagai wujud dukungan terhadap masyarakat untuk tetap di rumah saja,” ujarnya.

Secara nasional, sambung Iswar, kebijakan ini belum diterapkan secara merata. Sebab, langkah yang diambil ini merupakan kebijakan Pemko Medan secara mandiri, bukan imbauan resmi dari pemerintah pusat dalam hal ini kementerian perhubungan.

“Imbauan dari pusat belum ada, tapi Pemko Medan yang menyesuaikan dengan kondisi kita saat ini. Kita lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat pemilik kendaraan ataupun pengemudi dan para anggota kita di lapangan. Pertimbangannya adalah dampak yang akan ditimbulkan ke masyarakat umum,” tegasnya.

Kebijakan ini, kata Iswar, sebelumnya memang sudah diberitahukan kepada masyarakat umum di Kota Medan. Namun karena waktu yang cukup terbatas dalam menyampaikan, kemungkinan masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya.

“Ini kan kebijakan yang sifatnya insidentil, jadi bukan kebijakan yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Sudah kita umumkan juga sebelumnya, dari beberapa hari yang lalu saat UPT uji KIR kita masih beroperasi. Saat ini masih ada petugas kita yang piket disana untuk menjelaskan tutupnya sementara layanan uji KIR bila nantinya ada yang datang,” jelasnya.

Sebagai kompensasi atau keringanan kepada masyarakat yang akan mengurus Uji KIR-nya yang baru ataupun yang sudah tidak berlaku, maka Dishub Medan tidak akan melakukan pemeriksaan KIR di jalan hingga nantinya pelayanan uji KIR kembali dibuka.

“Kita belum tahu sampai kapan pengurusan uji KIR ini akan ditutup sementara. Tapi yang pasti sampai kondisi di Kota Medan sudah mulai kondusif dari pandemi ini. Saat ini, untuk sementara tidak akan dilakukan pemerikasaan (KIR) di jalan, yang sudah habis masa berlaku (KIR) nya akan dianggap masih berlaku,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pengujian kendaraan bermotor atau uji Kir adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan. (map/ila)

UISU Semprot Disinfektan di 10 Masjid

PEDULI: Rektor UISU Dr Yanhar Jamaluddin, Ketum Pengurus Yayasan UISU Prof Ismet Danial Nasution saat mengikuti kegiatan UISU peduli di Masjid Ar Riva’i. Jalan SM Raja Medan.(ist)
PEDULI: Rektor UISU Dr Yanhar Jamaluddin, Ketum Pengurus Yayasan UISU Prof Ismet Danial Nasution saat mengikuti kegiatan UISU peduli di Masjid Ar Riva’i. Jalan SM Raja Medan.(ist)
PEDULI: Rektor UISU Dr Yanhar Jamaluddin, Ketum Pengurus Yayasan UISU Prof  Ismet Danial Nasution saat mengikuti kegiatan UISU peduli di Masjid Ar Riva’i. Jalan SM Raja Medan.(ist)
PEDULI: Rektor UISU Dr Yanhar Jamaluddin, Ketum Pengurus Yayasan UISU Prof Ismet Danial Nasution saat mengikuti kegiatan UISU peduli di Masjid Ar Riva’i. Jalan SM Raja Medan.(ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) ikut serta memerangi penyebaran virus corona di Kota Medan, dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke masjid-masjid di Kota Medan dan sekitarnya.

Penyemprotan itu merupakan aksi UISU Peduli Dakwah bil hal. Tim Aksi UISU Peduli telah melakukan penyemprotan di 10 masjid. Pelaksaan kegiatan ini disaksikan langsung oRektor UISU, Dr. Yanhar Jamaluddin ikut bersama tim UISU Pedulin

Yanhar menjelaskan, aksi peduli UISU ini merupakan bagain dari kegiatan dakwah bil hal (dakwah yang disampaikan dengan mengutamakan perbuatan) dalam rangka mencegah penyebaran virus corona dengan mengutamakan masjid-masjid di Kota Medan.

Ke depan, katanya jika memungkinkan, kegiatan serupa akan dilakukan hingga Ramadhan 1441 H. “Selama bulan sya’ban ini UISU mengambil peran di tengah-tengah masyarakat. Semoga menjadi berkah bagi UISU,” katanya.

Hal itu sejalan dengan pencapaian visi UISU menjadi Perguruan Tinggi yang islami, andal, teruji, bermartabat mulia dan dicintai masyarakat serta diridhoi Allah SWT,” sebut Yanhar, Senin (30/3).

Rektor juga menyampaikan bahwa UISU telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan di 10 mesjid di antaranya, Masjid Baitul Amin, Masjid Sunanul Huda dan Masjid Baiturrahim di Kecamatan Medan Polonia, Masjid Ar Rahman dan Nurul Falah di Medan Johor, Masjid Ar Rivai di Medan Amplas, Masjid Nurul Huda di Medan Marelan, Masjid Al Jihad dan Al Iman di Medan Tembung dan Masjid Sulaimaniyah di Jalinsum Perbaungan.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU, Prof. Ismet Danial Nasution yang ikut juga hadir dalam penyemprotan disinfektan di Masjid Ar Rivai Medan, mengapresiasi gerakan aksi peduli UISU yang merupakan implementasi catur dharma UISU yakni pengabdian dan dakwah islamiyah yang menjadi ciri khas UISU. “Ini merupakan bentuk tanggungjawab moral Universitas Islam Sumatera Utara,” ujarnya.

Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU ini berharap apa yang dilakukan UISU, Insya Allah mendapat ridho Allah SWT dan akan memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Utara.

Sementara itu, kehadiran Tim Aksi Peduli UISU di masjid-masjid mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pihak badan kenaziran mesjid. Tengku Basyaruddin Sukri yang mewakili Dewan Nazir Mesjid Raya Sulaimaniyah Perbaungan dalam testimoninya mengucapkan terima kasih kepada UISU yang sudah melakukan tindakan preventif secara masif terkait mewabahnya virus corona dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Mesjid Raya Sulamaniyah Perbaungan.

Hal yang sama juga disampaikan Agus Salim, Ketua BKM Nurul Falah Jalan Eka Rasmi Medan. Pihaknya mengucapkan terima kasih atas kepedulian UISU terhadap mewabahnya covid 19 dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan. Pihaknya berharap UISU terus melakukan yang serupa ke mesjid-mesjid yang lain sembari berharap UISU semakin jaya di masa-masa mendatang.

Pada kesempatan terpisah, Ketua BKM Mesjid Ar-Rivai Jalan Sisingamangaraja Medan, H. Ikrom Helmy Nasution mengucapkan terima kasih atas partisipasi UISU dalam rangka untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Kami berdoa, semoga menjadi amal ibadah bagi UISU. Semoga UISU semakin jaya dan dicintai oleh masyarakat,”katanya saat menerima tim UISU Peduli kemarin.(gus/ila)

Warga Demo Tempat Pembuangan Akhir Terjun, Kami Takut Corona dari Sampah yang Dibuang Kemari…

UNJUKRASA: Masyarakat yang menetap di sekitar TPA Terjun secara spontan berunjukrasa di Jalan Paluh Nibung, Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Senin (30/3) pukul 09.00 WIB. batara/sumut pos
UNJUKRASA: Masyarakat yang menetap di sekitar TPA Terjun secara spontan berunjukrasa di Jalan Paluh Nibung, Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Senin (30/3) pukul 09.00 WIB. batara/sumut pos
UNJUKRASA: Masyarakat yang menetap di sekitar  TPA Terjun  secara spontan berunjukrasa di Jalan Paluh Nibung,  Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Senin (30/3) pukul 09.00 WIB. batara/sumut pos
UNJUKRASA: Masyarakat yang menetap di sekitar TPA Terjun secara spontan berunjukrasa di Jalan Paluh Nibung, Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Senin (30/3) pukul 09.00 WIB. batara/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat yang menetap di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun, secara spontan melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Paluh Nibung, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Senin (30/3) pukul 09.00 WIB.

Aksi unjuk rasa sebagai bentuk kekesalan warga terhadap wabah virus corona (Covid-19) dari tumpukan sampah yang dibungan di TPA Terjun tersebut. Masyarakat pun menyetop truk yang akan membuang sampah ke TPA Terjun. Aksi warga mendapat respon dari Polsek Medan Labuhan yang turun ke lokasi.

“Kami takut corona dari sampah yang dibuang kemari, jangan nanti kami jadi korban penyebaran virus dari sampah ini. Kami berharap, ada perhatian serius dari pemerintah untuk membantu agar lingkungan kami bebas dari wabah corona,” terik ibu-ibu dalam unjukrasa itu.

Aksi warga disambut oleh Kadis Kebersihan Kota Medan, Husni bersama Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari dan Anggota DPRD Kota Medan, Surianto alias Butong serta Kepala Puskemas Marelan, dr Trisna Hasibuan.

Masyarakat kemudian melakukan dialog. Dalam dialog itu meminta agar kawasan lingkungan tempat tinggal mereka dilakukan penyemprotan disenfektan, diberikan vitamin dan disediakan tempat cuci tangan hand sanitizer.

“Kami mau untuk mencegah wabah corona, fasilitas kesehatan disediakan. Selain itu, setiap mobil truk yang melintas agar menutup sampah dengan terpal, tidak kencang-kencang melintas di depan rumah kami dan jangan mengantre panjang di Jalan Paluh Nibung,” pinta warga.

Mendengar itu, Husni selaku Kadis Kebersihan akan mengevaluasi operasional kerja terhadap pembuangan sampah. Ia berjanji akan menekankan para sopir untuk menutup terpal sampah yang akan diangkut sempanjang perjalanan menuju ke TPA Terjun.

“Kami akan memperhatikan kebersihan di lingkungan ini. Mulai hari ini tidak ada lagi sampah yang berjatuhan di jalan, selain itu kita akan menempatkan fasilitas kesehatan seperti tempat cuci tangan umum,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Puskemas Marelan, dr Trisna Hasibuan menjelaskan tentang penyebaran virus Covid-19 dan pencegahannya. Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap memakai masker guna mengantisipasi penyebaran virus dari udara.

Setelah mendengar penjelasan yang dilakukan secara dialog, masyarakat meminta pernyataan secara tertulis dari instansi yang hadir agar menyahuti aspirasi yang diinginkan oleh masyarakat.

Dengan kesepakatan itu, Kecamatan Medan Marelan akan segera melakukan penyemprotan disinfektan yang bekerja sama dengan puskemas dan dibantu Polsek Medan Labuhan.

Penutup pertemuan itu, Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari menekankan kepada masyarakat untuk mematuhi instruksi pemerintah agar tidak berkumpul atau keluar rumah. Harapannya, aksi yang dilakukan tidak terulang lagi.

“Apabila ada aksi, tolong kordinasi dengan kami. Kalau tidak ada pemberitahuan maka kami akan membubarkan secara paksa, kami tidak ingin ada pengumpulan massa yang dapat mengganggu ketertiban saat situasi wabah Covid-19 ini,” tegas Kapolsek. (fac)

Dana BOS Bisa Dipakai untuk Pencegahan Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kemendikbud RI saat ini juga membolehkan pihak sekolah menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk keperluan dan pengadaan barang sesuai kebutuhan sekolah, termasuk untuk membiayai keperluan dalam pencegahan pendemi Covid-19.

“Pengadaan barang ini, seperti penyediaan alat kebersihan, hand sanitizer, disinfektan, dan masker bagi warga sekolah serta untuk membiayai pembelajarang daring (jarak jauh),” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdik Sumut), Arsyad Lubis melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bagian Administrasi dan Keuangan UN Disdik Sumut, Saut Aritonang kepada Sumut Pos.

Sedangkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 harus sesuai mekanisme yang mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Coronavirus Desease(Covid-19).

Hal itu sesuai dalam surat edaran Nomor 4 Tahun 2020, Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Desease (Covid-19), yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI per Tanggal 24 Maret 2020. “Termasuk mencegah berkumpulnya orangtua dan siswa secara fisik di sekolah,” ujar Saut.

Menurutnya, PPDB pada jalur prestasi dilaksanakan berdasarkan akumulasi nilai rapor ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir dan prestasi akademik serta non akademik di luar rapor sekolah.

“Dalam hal ini, Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud juga menyediakan bantuan teknis bagi daerah yang memerlukan mekanisme PPDB daring,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemendikbud RI juga telah membatalkan semua Ujian Nasional (UN) 2020 untuk tingkat SMA sederajat/ SMP sederajat dan SD sederajat. Hal ini berkenaan dengan penyebaran virus corona yang semakin meningkat, maka kesehatan lahir dan batin siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan.

Sehubungan dibatalkannya UN maka keikutsertaan UN tidak menjadi syarat kelulusan dan seleksi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (mag-1/gus/ila)

Tanggap Darurat Diperpanjang hingga 29 Mei, Positif Meningkat, PDP Meninggal

keterangan: Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan, memberi keterangan pers melalui video streaming, Senin (30/3) sore.
keterangan: Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan, memberi keterangan pers melalui video streaming, Senin (30/3) sore.
keterangan: Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan, memberi keterangan pers melalui video streaming, Senin (30/3) sore.
keterangan: Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan, memberi keterangan pers melalui video streaming, Senin (30/3) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyusul peningkatan jumlah pasien positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Sumatera Utara hingga 20 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 77 orang (satu meninggal), Pemprovsu memperpanjang status siaga darurat Covid-19 hingga 29 Mei 2020. Sebelumnya, status siaga ditetapkan sejak 17 Maret hingga 30 Maretn

“Pemprovsu memperpanjang status siaga darurat hingga 29 Mei,” ujar Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan, dalam keterangan pers melalui video streaming, Senin (30/3) sore.

Senada, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut, Riadil Akhir Lubis, mengatakan, selain memperpanjang jadwal Siaga Darurat Bencana Non Alam, Pemprov Sumut juga sekaligus menaikkan status menjadi Tanggap Darurat. Hal ini tertuang dalam SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/174/KPTS/2020 yang ditetapkan pada Senin (30/03).

Ia menjelaskan, kenaikan status tersebut didasarkan atas beberapa pertimbangan. Pertimbangan utama adalah adanya kenaikan eskalasi orang terjangkit. Karenanya dibutuhkan penanganan yang yang cepat, tepat, fokus dan terpadu.

“Sebagaimana diketahui, penetapan status Siaga Darurat Bencana sebelumnya berlaku selama 14 hari dan berakhir per hari Senin ini tanggal 30 Maret 2020. Dengan demikian maka perlu dilakukan perpanjangan status bencana,” jelas Riadil.

Selain itu, Riadil menambahkan kenaikan status bencana menjadi tanggap darurat juga berdasarkan Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13 A tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

Riadil menjelaskan, perubahan struktur gugus tugas di Sumut juga sudah dilakukan dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Jika sebelumnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumut adalah Kepala BNPB, maka saat ini Gugus Tugas langsung dipimpin Gubernur Sumatera Utara dengan Wakil 1 Pangdam I/Bukit Barisan dan Wakil 2 Kapolda Sumatera Utara” terangnya.

Kembali ke Whiko, kata dia, Pemprovsu telah menunjuk beberapa rumah sakit rujukan Covid-19. Yakni Rumah Sakit (RS) GL Tobing, RS Martha Friska 1 dan 2, Diklat BPSDM Provinsi Sumut, RS Lion Club, RS Sari Mutiara, dan beberapa rumah sakit lainnya.

“Saat ini RS GL Tobing telah dibuka. Hingga siang ini (kemarin, Red), telah menerima PDP sebanyak 5 orang,” ungkap Whiko.

Menurut dia, perawatan PDP Covid-19 berbeda dibandingkan perawatan pasien non Covid-19. Karena Covid-19 bersifat mudah menular, pasien wajib diisolasi satu pasien untuk satu ruangan. “Tidak boleh ada kontak dengan orang lain di sekitar tanpa menggunakan APD (Alat Pelindung Diri), baik petugas kesehatan maupun dari keluarga pasien. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan dan penyebaran penyakit,” terang Whiko.

Demikian pula halnya dengan penanganan jenazah pasien Covid-19 yang meninggal, akan diperlakukan khusus. Pasien meninggal tidak boleh dibesuk atau dilakukan takjiah. “Semua itu dilakukan semata-mata untuk memutus rantai penularan dan menjaga orang yang sehat agar tetap sehat tanpa corona,” cetusnya.

Sampel Swab 378 Orang

Hingga kemarin, sampel swab tenggorokan pasien yang dilakukan Dinkes Sumut, sudah sebanyak 378 orang. Namun yang sudah mendapatkan hasil test masih 103 orang. “Sisanya (275 orang) masih dalam proses di Balitbangkes Jakarta,” ucap Whiko.

Disebutkannya, tim Gugus Tugas Covid-19 Sumut telah mengonfirmasi data orang yang terpapar Covid-19, yaitu PDP yang sedang dirawat sebanyak 76 orang. Angka ini turun 1,3 persen atau 1 orang dari hari sebelumnya, Minggu (29/3), yang berjumlah 77 orang.

Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2.909 orang. Jumlah ini bertambah 12,1 persen atau 353 orang dari sebelumnya berjumlah 2.556 orang.

“Untuk orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumut sebanyak 20 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 18 orang PDP masih dirawat, dan 2 orang lagi telah meninggal dunia. Jumlah tersebut meningkat 30 persen, atau bertambah 6 orang yang positif dari sebelumnya sebanyak 14 orang,” beber Whiko.

Meski demikian, tambah dia, jumlah orang yang negatif Covid-19 lebih banyak dari yang positif, yakni 23 orang. “Sebanyak 12 orang PDP negatif masih dirawat karena kondisinya belum memungkinkan untuk dipulangkan. Sedangkan yang sudah pulang sebanyak 11 orang,” imbuhnya.

Satu PDP di RSUP H Adam Malik Meninggal Dunia

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sementara itu, jumlah PDP yang meninggal dunia di Medan dan statusnya belum terkonfirmasi, bertambah satu orang. Sebelumnya, seorang PDP yang dirawat di RSUP H Adam Malik, Medan, meninggal dunia pada Rabu (25/3) lalu. Sedangkan PDP kedua ini menghembuskan napas terakhirnya saat dirawat di RS Madani, Medan, Senin (30/3).

Jubir Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, dr Aris Yudhariansyah, membenarkan hal itu. “Sebelumnya satu PDP yang meninggal berinisial M. Sedangkan PDP yang baru meninggal ini berinisial SA, meninggal Senin pagi,” ujar Aris yang melalui pesan WhatsApp.

Menurut Aris yang juga Sekretaris Dinkes Sumut ini, walaupun pasien belum berstatus positif Covid-19, penanganan jenazah seperti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku pasien yang positif. Begitu juga dengan proses pemakaman jenazah.

“Mengenai riwayat perjalanan penyakitnya, kami belum mendapatkan data secara rinci. Apabila sudah dapat data, nanti akan sampaikan,” akunya.

Aris menyebutkan, PDP berinisial SA ini diketahui sempat berkunjung ke Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), kemudian singgah ke Tanjungbalai. Setelah itu barulah ke Medan.

Saat di Medan, PDP tersebut tiba di RS Madani dalam kondisi sesak napas. “Setelah dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan ditetapkan menjadi PDP, dan langsung dilakukan persiapan untuk pengiriman ke ruang isolasi antara RSUP H Adam Malik atau RS GL Tobing. Tetapi kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia di RS Madani,” sebutnya.

Hingga jenazah dikebumikan, si pasien belum dipastikan positif Covid-19, karena datanya masih baru. “Kita menunggu hasil pemeriksaan di Balitbangkes Jakarta,” katanya.

Terkait meninggalnya PDP kedua ini, status keluarganya ditetapkan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG). “OTG ini adalah seseorang yang tidak bergejala, tetapi berisiko tertular dari orang yang diduga terkonfirmasi Covid-19 atau yang sudah dinyatakan positif secara laboratorium. Saat ini, keluarganya sudah dipantau Dinkes setempat,” tukasnya.

Jumlah ODP di Binjai Meningkat

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dari Kota Binjai dilaporkan, seorang pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Selesai-Langkat yang berdomisili di Binjai Barat, dan saat ini dirawat di RSUP H Adam Malik Medan, kondisinya berangsur membaik. Kabar ini diketahui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai, Ahmad Yani, dari keluarga si pasien.

“Kami mendapat telepon dari pihak keluarga yang hendak mengantarkan makanan. Keadaannya sudah mulai membaik. Sudah mau makan dia. Tadi keluarganya yang diisolasi minta izin mau antar makanan, jadi kami fasilitasi,” kata Yani.

Rekam jejak pasien positif corona kedua di Sumut itu, yakni baru pulang dari perjalanan Yerusalem dan singgah di Italia. Korban menjalani perawatan isolasi di RSUP Adam Malik sejak tanggal 15 Maret 2020 sampai saat ini.

Informasi dihimpun, pasien melakukan wisata rohani ke Yerusalem bersama suami dan anaknya, tiga orang warga Selesai-Langkat, dan satu orang warga Bandar Srapit. Mereka tiba di Indonesia pada tanggal 1 Maret 2020 bersama rombongan keluarga. Namun yang positif hanya si ibu.

Kota Binjai sudah memberlakukan siaga darurat non bencana alam terkait wabah Pandemi Corona. Masyarakat Kota Binjai dapat mengakses website http://binjaimelawancovid19.binjaikota.go.id/, untuk mengetahui informasi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan lainnya.

“Tim Gugus terus siaga 24 jam di Posko Covid-19 Dinkes Kota Binjai. Tim juga terus memantau orang-orang yang baru berplesiran ke luar kota dan masuk ke daftar ODP. Tim gabungan dengan TNI-Polri terus mendata ODP, agar jangan sampai berkeliaran untuk menekan angka yang terpapar,” kata Ahmad Yani.

Mengenai jumlah ODP di Kota Binjai, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr HM Indra Tarigan menjelaskan, mengalami peningkatan 32 orang menjadi 297 orang.

“Dari 297 ODP, yang diisolasi mandiri di rumah ada 292 orang. Berdasar pantauan, semua dalam keadaan sehat,” ujar dia.

Sedangkan 3 ODP yang dikarantina di Gedung MTQ, saat ini dalam kondisi sehat. “Yang sudah selesai dalam pantauan sebanyak 2 orang,” sambung dia.

Sejauh ini, warga Kota Binjai yang PDP belum ditemukan. Dia berharap, tidak ditemukan warga berstatus PDP. “Lakukan kegiatan positif selama isolasi di rumah. Tetap budayakan hidup bersih, cuci tangan di air yang mengalir, jaga kebersihan dan kesehatan, serta makan makanan yang bergizi,” pungkasnya.