Home Blog Page 4354

Viral, Video Warga Usir Kapal Asing Masuk Langkat

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Video warga mengusir kapal ikan berbendera Hongkong merapat di Pulau Sembilan, Kabupaten Langkat, viral di media sosial karena diduga membawa tenaga kerja asing yang dikhawatirkan akan membawa virus Corona.

Merespon masuknya kapal ikan asing tersebut, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut, Zulfahri Siagian, meminta aparat untuk melakukan penertiban.

“Kita sudah menghubungi Ketua DPC HNSI Langkat, Zuham dan Ketua Rukun Nelayan Pulau Sembilan, Sadlik terkait kapal itu. Saat ini kapal itu masih bersandar di sana, kita minta aparat untuk segera menindaknya,” tegas Zulfahri Siagian, Senin (4/5).

Pihaknya secara tersurat akan melaporkan hal tersebut kepada aparat hukum seperti Lantamal I Belawan, Polairud Polda Sumut dan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Belawan.

Zulfahri pun menyayangkan peristiwa itu, disaat masyarakat sedang berusaha mencegah Covid-19.

Kapal Motor FV Cheung Kam Wing adalah kapal luar negeri dengan awak kapalnya warga negara Hongkong. Tertera dalam dokumen yang diterbitkan Kastam Diraja Malaysia, bahwa kapal tersebut berangkat dari Hongkong kemudian singgah di Penang, Malaysia dan tanggal 1 Mei 2020 berangkat menuju Panglalan Susu, Langkat.

“Kita tahu Hongkong dan Malaysia adalah negara yang terpapar Covid-19. Apakah protap Covid-19 sudah dilaksakan, tanya Zulfahri.

Menanggapi adanya video viral tersebut, Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Teuku Fatir mengatakan, bahwa sebenarnya kapal tersebut mengambil ikan. “Kapal itu sudah rutin mengambil ikan di sana, dan sudah memiliki izin,”kata Fatir.

Kepala Kesyabandaran dan Oritas pelabuhan (KSOP) Kelas IV pangkalan Susu, Gamal Sembiuri menjelaskan, bahwa kedatangan kapal asing itu untuk mengangkut ikan dan sudah sesuai prosedur kekanrantinaan, Imigrasi dan Bea Cukai. “Terkait informasi Covid-19 tidak benar. Dan itu sudah sesuai hasil pemeriksaan pihak kesehatan Imigrasi, dan Bea Cukai,”terang Gamal.

Gamal pun menegaskan, bahwa kapal asing tidak ada mengangkut tenaga kerja asing dari Cina. “Semua yang diatas kapal merupakan kru kapal. Jadi kami dan Forkopimcab menolak berita seperti di medsos,”pungkasnya.(fac/han)

Pemprovsu Bantu 161.554 KK Warga Langkat Terdampak Covid-19

VIDCON: Wakil Bupati Langkat, H.Syah Afandin mewakili Bupati Langkat Terbit Rencana PA mengikuti vidcon bersama Gubsu Edy Rahmayadi, Senin (4/5). ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
VIDCON: Wakil Bupati Langkat, H.Syah Afandin mewakili Bupati Langkat Terbit Rencana PA mengikuti vidcon bersama Gubsu Edy Rahmayadi, Senin (4/5). ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
VIDCON: Wakil Bupati Langkat, H.Syah Afandin mewakili Bupati Langkat Terbit Rencana PA mengikuti vidcon bersama Gubsu Edy Rahmayadi, Senin (4/5). ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
VIDCON: Wakil Bupati Langkat, H.Syah Afandin mewakili Bupati Langkat Terbit Rencana PA mengikuti vidcon bersama Gubsu Edy Rahmayadi, Senin (4/5).
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menganggarkan Rp300 miliar untuk membantu warga terdampak Covid-19 di 33 Kabupaten/Kota se Sumut. Dan sebanyak 161.554 KK (Kepala Keluarga) warga di Kabupaten Langkat dinilai berhak mendapat bantuan tersebut.

“Per KK mendapatkan uang senilai Rp225 ribu. Kuota yang akan disalurkan Pemprovsu rencananya berjumlah 1.321.426 KK,”ujar Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi pada Video conference dengan 33 Bupati dan Wali Kota se-Sumut, Senin (4/5/)

Pada kesempatan itu, Gubsu juga meminta agar para Kepada Daerah segera mengirimkan data penerima bantuan warganya yang terdampak Covid-19, sesuai kuota masing – masing daerah.

“Jika cepat dikirim datanya, maka bantuan ini segera bisa disalurkan. Saya tidak mau terjadi di Sumut bantuan tidak tepat, ada rumah bagus mendapatkan bantuan, tapi rumah yang tidak bagus tidak mendapat, jadi saya mau data yang konkrit,”kata Gubsu

Gubsu Edi Rahmayadi menginginkan agar data warga terdampak Covid-19 segera dikirimkan, karena sangat dibutuhkan. “Kami tidak ingin ada masyarakat Sumut yang kelaparan. Jika datanya rill, Rp1 triliun akan dikeluarkan,”katanya sembari mengimbau, agar Kepala Daerah mengupayakan bantuan melalui realokasi anggaran bagi warga yang belum tercover menerima bantuan dari Pemprovsu dan Pemerintah Pusat.

Sementara itu, Wakil Bupati Langkat H.Syah Afandin mewakili Bupati Langkat Terbit Rencana PA mengatakan, pihaknya akan sesegera mungkin mengirimkan data masyarakat Langkat yang terdampak Covid-19 sesuai kuota yang ditentukan pemprovsu.

“Atas nama Pemkab dan masyarakat Langkat kami ucapkan terimakasih kepada Gubsu Edy Rahmayadi,” kata Wabub Langkat saat mengikuti Vidcon dari Ruang LCC Kantor Bupati Langkat, Stabat.(yas/han)

Kasat Reskrim Binjai Mutasi ke Tebingtinggi

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin melakukan mutasi terhadap perwira pertama hingga menengah di jajarannya.

Dalam TR yang diperoleh Sumut Pos melalui Surat Telegram Nomor ST/429/IV/KEP./2020 pada 29 April 2020. Dari ratusan pamen dan pama yang dimutasi, 2 di antaranya ada di lingkungan Polres Binjai. Adalah, Kapolsek Binjai Barat AKP Arnawati dirotasi ke Kasubbag Binops Polres Langkat.

Penggantinya, AKP Slamet Riyadi dari Kapolsek Pantai Cermin. Dan Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan Arif dimutasi sebagai Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi.

Penggantinya, AKP Yayang Rizki Pratama dari Panit 1 Unit 2 Subdit I Ditreskrimsus Polda Sumut. “Ya benar, saya dirotasi ke Tebingtinggi,” kata Wirhan ketika dikonfirmasi, Senin (4/5).

Wirhan Arif merupakan jebolan Akademi Kepolisian tahun 2012. Pria asal Lampung ini memimpin Satreskrim Polres Binjai sejak 1 November 2018.

“1 tahun 6 bulan juga saya di sini,” ujar dia.

Selama di Kota Binjai, Wirhan mendapat beragam kesan selama berdinas di kota satelit tersebut. Menurut dia, warga Binjai umumnya ramah.

Kota Binjai terdiri dari 5 kecamatan. Kota yang nyaman juga asyik dibuat untuk berolahraga, bagi yang suka bersepeda. Bagi dia, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Rambutan ini juga kondusif. Meski Binjai terdiri dari 5 kecamatan, tapi wilayah hukum Polres Binjai membawahi 8 kecamatan. Masing-masing, tidak seluruhnya Hamparan Perak, dan keseluruhan Sei Bingai serta Selesai, Langkat.

“Kejadian-kejadian menonjol ya seperti pembunuhan, kejahatan jalan curas, curat dan curanmor serta keributan antar OKP. Tapi keributan antar OKP tetap bisa dinetralisir,” kata pria berpostur tinggi dan berkulit putih ini.

Sejumlah kasus yang menonjol sudah diungkap Satreskrim Polres Binjai di bawah komandan AKP Wirhan Arif. Sebut saja penemuan mayat wanita muda tanpa busana diduga korban penemuan, di lokasi bekas Galian C, Sei Bingai.

Belum lagi belakangan ini Satreskrim Polres Binjai juga meringkus DPO yang melakukan kejahatan jalanan. “Terima kasih atas dukungan dan kemitraan yang sudah terjalin baik antara Polri dengan insan pers,” pungkasnya. (ted)

KUA Babalan Melantik Petugas UPZ Masjid dan Surau

MELANTIK: Suasana pelantikan petugas UPZ di Masjid Ubudiyah Pangkalanbrandan. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
MELANTIK: Suasana pelantikan petugas UPZ di Masjid Ubudiyah Pangkalanbrandan. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
MELANTIK: Suasana pelantikan petugas UPZ di Masjid Ubudiyah Pangkalanbrandan.  ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
MELANTIK: Suasana pelantikan petugas UPZ di Masjid Ubudiyah Pangkalanbrandan.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Babalan Pangkalanbrandan Kemenag Langkat melantik para petugas Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di Masjid Ubudiyah P.Brandan, Senin (4/5)

“Petugas Unit Pengumpulan Zakat Fitrah yang ditauliyah tersebut berasal dari Masjid dan Surau yang berada di Wilayah Kecamatan Babalan P.Brandan,” kata Ka. KUA Kecamatan Babalan, Abdul Fuad, S.Ag, MHI

Menurut Fuad, pentauliyahan para petugas UPZ Pitrah tersebut adalah mempedomani Undang-Undang RI Nomof. 18 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat pitrah

Petugas UPZ dari tiap-tiap Masjid dan Surau tersebut berjumlah 7 orang dengan jabatan meliputi Ketua, Sekretaris, Bendahara dan didukung 4 orang anggota.

Sedangkan ketentuan ukuran zakat fitrah dan Fidhiyah di wilayah Kecamatan Babalan adalah beras sebanyak 2,7 kilogram perorang.

“Apabila zakat fitrah maupun fidiyahnya ingin dibayar dengan uang, maka nilainya adalah Rp34.000 untuk jenis beras ramos per orang, Siangkat Rp31.000, KKB atau IR Rp30.000, Beras Catu Rp.24.000 dan Fidyah Rp 15.000 perorang,”terang Fuad.

Fuad berharap pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah dan fidyah di Kecamatan Babalan Pangkalanbrandan dapat terlaksana dengan baik. (yas/han)

Pemkab Karo Distribusikan Masker di Kecamatan Dolat Rayat

serahkan: Bupati Karo Terkelin Brahmana menyerahkan masker dan brosur kepada Camat Dolat Rayat, Jimmy Tarigan untuk dibagikan kepada masyarakat. solideo/ SUMUT POS
serahkan: Bupati Karo Terkelin Brahmana menyerahkan masker dan brosur kepada Camat Dolat Rayat, Jimmy Tarigan untuk dibagikan kepada masyarakat. solideo/ SUMUT POS
serahkan: Bupati Karo Terkelin Brahmana menyerahkan masker dan brosur kepada Camat Dolat Rayat, Jimmy Tarigan untuk dibagikan kepada masyarakat. solideo/ SUMUT POS
serahkan: Bupati Karo Terkelin Brahmana menyerahkan masker dan brosur kepada Camat Dolat Rayat, Jimmy Tarigan untuk dibagikan kepada masyarakat. solideo/ SUMUT POS

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Karo mulai mendistribusikan masker dan brosur berisi anjuran pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19). Penyaluran masker dan brosur diserahkan Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Kabag Umum dan Perlengkapan Hotman Brahmana, Kabid logistik BPBD Karo Natanael Perangin-angin kepada Camat Dolat Rakyat Jimmy Tarigan, beberapa waktu lalu.

Terkelin mengatakan, pendistribusian masker dan brosur bagian dari program antisipasi pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Untuk itu masker dan brosur ini segera distribusikan kepada sasaran yang sudah terbentuk. Relawan-relawan desa, sehingga manfaat dan tujuan sasaran tepat guna,” ujarnya.

Terkelin berpesan kepada Camat Dolat Rayat, terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pemerintah dalam melawan virus corona. Camat Dolat Rakyat Jimmy Tarigan menegaskan akan segera menyalurkan bantuan masker dan brosur ke seluruh desa di Kecamatan Dolat Rayat. “Akan disalurkan ke seluruh desa di Kecamatan Dolat Rayat. Kita serahkan kepada relawan masing-masing desa,” ucapnya. (deo)

Larangan Mudik di Sumut: 600 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pusat sejak 24 April lalu, semakin tegas. Hingga kemarin, Senin (4/5), kurang lebih 600 unit kendaraan pemudik dipaksa putar balik, di berbagai wilayah di Sumatera Utara. Kendaraan tersebut antara lain bus, mobil, dan sepeda motor.

“Ada hampir 600 kendaraan dipaksa putar balik, karena terpantau hendak melakukan mudik. Kendaraan paling banyak adalah roda empat atau mobil pribadi, berjumlah hampir 300 unit. Kemudian sepeda motor 200 unit lebih, dan bus hampir 100 unit,” ujar Direktur Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut, Kombes Pol Kemas Ahmad Yamin, kepada wartawan, Senin (4/5).

Pantauan Ditlantas Poldasu, jumlah kendaraan terbanyak disuruh putar-balik terdapat di wilayah hukum Polres Deliserdang dengan jumlah hampir 200 unit kendaraan. Disusul Polres Pematangsiantar sekitar 150 unit kendaraan, Polres Tebingtinggi hampir 100 unit kendaraan. Kemudian, Polres Tanah Karo 50 lebih unit kendaraan, Polres Binjai hampir 50 unit kendaraan, dan Polres lainnya.

“Kita akan terus melakukan penjagaan di sejumlah Pospam dan check point, dalam mencegah warga melakukan mudik selama pandemi corona. Tujuannya untuk memutus mata rantai penularan,” kata Kemas.

Masyarakat Sumut diminta agar mengganti cara mudik tahun ini dengan kecanggihan teknologi. Misalnya, video call melalui whatsapp dan sebagainya. “Kami mohon kepada masyarakat Sumut agar tidak mudik. Kita harus bisa memutus mata rantai penularan virus corona. Dimohon pengertian serta kerja samanya,” tandas Kemas.

Dishub Ikut Awasi Pemudik

Dinas Perhubungan Sumut ikut mendampingi dan membantu pihak kepolisian dalam melaksanakan Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriyah, dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

“Sesuai PM 25/2020, pengawasan dan penindakan merupakan ranah Polri. Kita hanya membantu,” kata Kepala Dishub Sumut, Abdul Haris Lubis melalui Kabid Lalu Lintas, Darwin Purba menjawab Sumut Pos, Senin (4/5).

Dia mengungkapkan setiap pintu perbatasan antardaerah di Provinsi Sumut, diawasi secara intens. Sehingga mobilitas orang untuk mudik ke daerah tujuannya, lebih cepat dicegah. “Seperti hari ini, tim melaksanakan check point di Diski, Green Hill, dan Tamora. Kegiatan ini terus akan dilakukan terutama pada pintu-pintu masuk di wilayah kita,” katanya.

Guna kelancaran implementasi regulasi yang berlaku mulai 24 April itu, pihaknya telah menyurati organisasi angkutan darat (Organda) Sumut, Organda Kota Medan dan Organda Deliserdang. “Kami mengimbau agar para pengusaha angkutan umum mematuhi PM 25/ 2020 tersebut,” katanya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut sudah membahas langkah konkrit yang akan diterapkan kepada para pemudik di tengah pandemi virus corona. Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Whiko Irwan, sebelumnya mengatakan, Dishub dan Dirlantas Polda Sumut akan membuka posko di perbatasan kota/kabupaten guna memantau para pemudik tersebut.

Mengenai lokasi karantina bagi masyarakat yang tetap nekat mudik, masih dalam pembahasan.

Sebelumnya, seluruh instansi pemerintah telah mengeluarkan imbauan agar tidak mudik tahun ini untuk memutus rantai penularan wabah corona. “Mari kita sama-sama menjaga kesehatan dan jangan sampai menularkannya kepada orang lain, terutama orang yang kita sayangi. Bersama Sumut pasti bisa melawan Covid-19,” pungkasnya.

Cek Suhu Tubuh Pendatang

Kadis Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis, S.SiT MT, mengatakan pihaknya terus mendampingi pihak Kepolisian, dalam hal ini Satlantas Polrestabes Medan, memeriksa setiap pendatang ke Kota Medan.

“Kita ikut melakukan pemeriksaan suhu tubuh para pendatang, namun sifatnya mendampingi rekan-rekan dari kepolisian,” ucap Iswar kepada Sumut Pos, Senin (4/5). Adapun pengujian kesehatan lanjutan, merupakan wewenang Dinas Kesehatan.

Ada tiga posko yang didirikan untuk pemeriksaan suhu tubuh, yakno di Jalan Sisingamangaraja Tanjung Morawa, Jalan Medan Binjai (Diski), dan Jalan Jamin Ginting. “Ini rutin dilakukan setiap hari, pada waktu-waktu tertentu,” katanya.

Selain itu, Dishub Kota Medan juga tetap melakukan sosialisasi penggunaan masker bagi para pengendara di Kota Medan, melalui pengeras suara di seluruh ATCS yang ada di sejumlah persimpangan di Kota Medan.

“Sistem ATCS kita pergunakan untuk menyosialisasikan, mengimbau, sekaligus menegur para pengendara agar terus menggunakan masker saat berada di luar rumah,” tutupnya. (ris/prn/map)

Bansos untuk 1,3 Juta Warga Sumut, Hanya Batubara & Tapteng Minta Paket

RAPAT: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid 19 dan Penyaluran Bantuan Sosial bersama Bupati/Walikota se Sumut secara Video Conference di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No. 41 Medan, Senin (4/5). Biro Humas
RAPAT: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid 19 dan Penyaluran Bantuan Sosial bersama Bupati/Walikota se Sumut secara Video Conference di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No. 41 Medan, Senin (4/5). Biro Humas
RAPAT: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid 19 dan Penyaluran Bantuan Sosial bersama Bupati/Walikota se Sumut secara Video Conference di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No. 41 Medan, Senin (4/5). Biro Humas
RAPAT: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid 19 dan Penyaluran Bantuan Sosial bersama Bupati/Walikota se Sumut secara Video Conference di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No. 41 Medan, Senin (4/5). Biro Humas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bantuan sosial (Bansos) berupa paket sembako kepada 1.321.426 kepala keluarga (KK), akan segera disalurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) untuk membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di 33 kabupaten/kota di Sumut.

“Saya ingin bantuan ini cepat disalurkan pada rakyat yang sangat membutuhkan. Saya minta Bupati dan Walikota untuk melibatkan TNI dan Polri dalam penyaluran bantuan ini,” ucap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, saat memimpin rapat jarak jauh menggunakan video conference yang digelar bersama para Bupati dan Walikota se-Sumut, di Rumah Dinas Gubernur, Medan, Senin (4/5).

Bantuan sosial tersebut bersumber dari refocusing anggaran APBD Pemprov Sumut sebesar Rp300 miliar. Jumlah penerima bantuan ditetapkan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kabupaten/kota, dan telah disepakati dalam rapat tersebut.

Karena dasar itu, Edy memerintahkan Bupati dan Walikota untuk segara menyampaikan rekening pemerintah daerah (Pemda) ke Pemprov agar dana bantuan itu segera dikirim. Kecuali bagi kabupaten/kota yang ingin dikirim berupa paket bantuan sembako yang sudah dikemas.

Beberapa daerah yang meminta kiriman dalam bentuk barang adalah Kabupaten Batubara dan Tapanuli Tengah (Tapteng). Sedangkan daerah lainnya meminta kiriman dalam bentuk transfer dana.

Selain itu, Gubernur juga menekankan beberapa hal dalam penanganan Covid-19 kepada para bupati dan walikota, antara lain tentang kesehatan dan stimulus ekonomi pada perusahaan. Untuk bidang kesehatan, Edy Rahmayadi meminta antisipasi Pemkab/Pemko untuk menangani penyebaran serta persiapan RS rujukan.

Dikatakannya, ke depan Pemprov Sumut akan menambah APD dan rapid test di setiap puskesmas. “Besok juga akan datang ventilator yang akan ditempatkan di mobil ambulan sebanyak 15 ventilator. Diharapkan nantinya dapat memperkecil jumlah korban,” katanya.

Gubernur juga akan memberikan stimulus ekonomi pada perusahaan di Sumut yang terkena dampak Covid-19. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi perusahaan yang tutup dan menghindari PHK.

Dalam sesi diskusi tersebut, seluruh bupati dan walikota mendukung kebijakan disampaikan Edy Rahmayadi. Bupati dan walikota juga menyatakan telah merefocusing anggaran dalam pemberian bantuan ke masyarakat. Di antaranya Walikota Binjai Muhammad Idaham menyatakan, bantuan ini harus segara dilaksanakan. Pemko Binjai sendiri menurutnya telah dua kali melakukan bantuan untuk masyarakat Binjai.

“Kami memiliki 7.000 masyarakat yang riil berdasarkan DKTS yang harus dibantu segera, karena tidak pun karena corona, mereka memang sudah rakyat yang tidak mampu Pak,” ucap Idaham.

Bupati Batubara Zahir menyampaikan, masih ada warga Sumut dan daerah lainnya, yang tertahan di luar negeri sebagai TKI yang diperkirakan berjumlah 1.000 orang. Dikhawatirkan mereka akan pulang ke Sumut melalui Batubara yang diketahui memiliki banyak ‘jalur tikus’ atau tidak resmi dari laut. Untuk itu, Zahir meminta bantuan Pemprov Sumut dalam mengatasi hal ini, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Batubara.

Gubernur Apresiasi Bantuan

Terpisah, Edy Rahmayadi juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas bantuan dari berbagai pihak yang sudah masuk hingga saat ini di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (4/5).

Menurutnya bantuan tersebut akan sangat meringankan beban masyarakat dalam menghadapi pandemi ini. “Terima kasih atas semua donatur yang sudah memberikan bantuannya. Bantuan ini tentunya dapat meringankan beban masyarakat kita,” kata Gubernur.

Dikatakannya, bantuan tersebut merupakan kontribusi masyarakat langsung dalam menangani dampak Covid-19. Sebab pandemi Covid-19 tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja, perlu gotong royong dalam menghadapinya.

“Inilah yang diperlukan, sikap gotong royong kita dalam membantu sesama di masa Covid-19 ini,” kata Edy Rahmayadi yang juga sebagai Ketua GTPP Covid-19.

Hari ini Gubernur menerima bantuan dari berbagai kelompok masyarakat, di antaranya Asosiasi Provinsi Persaudaraan Guangdong menyerahkan bantuan masker 20.000 buah dan thermometer gun sebanyak 48 unit. Selanjutnya PT Tesla Kighting Internasional menyerahkan masker sebanyak 40.000 buah. Serta PT Charoen Pokhand Jaya Farm menyerahkan bantuan tegur ayam sebanyak 50.000 butir. (*)

Sempat 3 Hari Nihil Pasien Baru, Tren Positif Covid-19 Sumut Naik Lagi

RAPAT: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid 19 dan Penyaluran Bantuan Sosial bersama Bupati/Walikota se Sumut secara Video Conference di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No. 41 Medan, Senin (4/5). Biro Humas
RAPAT: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid 19 dan Penyaluran Bantuan Sosial bersama Bupati/Walikota se Sumut secara Video Conference di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No. 41 Medan, Senin (4/5). Biro Humas
KETERANGAN: Jubir GTPP Covid-19 SumutAris Yudhariansyah memberikan keterangan pers di Media Center GTPP Covid-19 Sumut di Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (4/5).
KETERANGAN: Jubir GTPP Covid-19 SumutAris Yudhariansyah memberikan keterangan pers di Media Center GTPP Covid-19 Sumut di Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (4/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sempat nihil pertumbuhan positif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) selama tiga hari berturut-turut, tren positif kembali meningkat sejak Minggu (3/5) hingga Senin (4/5). Jika lima hari lalu pasien positif Covid-19 berada di angka 117, angka bertambah 7 menjadi 124 orang pada hari Minggu. Dan bertambah 5 lagi menjadi 129 orang per tanggal 4 Mei 2020 sore. Penambahan berada di Medan dan Pematangsiantar.

“ADA kenaikan tren pasien positif. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 162 orang, pasien sembuh 41 orang, dan meninggal 13 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.985 orang. Untuk itu kembali diingatkan agar kita tetap waspada dan lebih banyak menahan diri tidak keluar rumah,” kata juru bicara (jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumut, Aris Yudhariansyah, melalui konferensi video di Media Center GTPP Covid-19 Sumut, Kantor Gubernur di Medan, Senin (4/5).

Kalaupun warga harus keluar rumah, Aris meminta agar sebisa mungkin menghindari tempat-tempat umum seperti stasiun, pasar, dan jangan lakukan perjalanan jauh. “Karena tidak bisa kita tahu siapa pembawa virus. Orang yang tampak sehat pun bisa membawa virus atau disebut Orang Tanpa Gejala (OTG),” ujarnya.

Aris menekankan agar masyarakat mulai beralih menggunakan layanan dan aplikasi online. Apalagi, saat ini sudah banyak layanan dan program yang menyediakan jasa online. Seperti belanja online, bahkan aplikasi kesehatan medis untuk konsultasi kesehatan. “Jadi, tidak perlu ke rumah sakit yang berpotensi membuat anda terpapar Covid-19 saat menuju ke rumah sakit atau saat mengantri di rumah sakit,” ucapnya memberikan contoh.

GTPP sendiri sudah mengerahkan berbagai cara maksimal untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Salah satunya yakni melakukan pengujian sampel secara masif, pelacakan agresif, hingga isolasi secara ketat.

Terkait pengujian sampel, sejauh ini GTPP Covid-19 Provinsi Sumut telah mengirimkan sebanyak 1.785 sample swab untuk diperiksa melalui laboratorium. Sebanyak 855 sampel dikirim ke laboratorium PCR USU dan yang belum keluar hasilnya sebanyak 291 sampel. Untuk Litbangkes telah dikirimkan 930 sampel, tinggal 42 yang belum ada hasilnya.

“Jadi masih ada 333 sample lagi sample spesimen yang dikirimkan masih kita tunggu hasilnya,” kata Aris.

RS GL Tobing Tetap Beroperasi

Aris menambahkan, RS GL Tobing masih tetap melayani pasien yang datang, baik rujukan dari rumah sakit di daerah maupun dari rumah sakit di Medan. “RS GL Tobing tetap melayani pasien dan sama sekali tidak ada pemberhentian pelayanan,” tukasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut, Whiko Irwan, mengklarifikasi informasi terkait pemberhentian atau PHK para dokter dan tenaga kesehatan sebagai petugas medis di RS GL Tobing Tanjungmorawa, Deliserdang. Menurutnya, kabar itu tidak benar dan perlu diluruskan.

“Petugas kesehatan yang mengawaki RS GL Tobing sebagai rujukan Covid-19, dibentuk dalam tim satgas kesehatan yang telah ditunjuk Pemprov Sumut. Mengingat risiko penularan di kalangan medis termasuk kategori tinggi, ada jadwal dan batas waktu bertugas mereka. Yakni dua pekan bekerja di RS rujukan. Selanjutnya karantina (mandiri) dua pekan. Sepekan di antaranya mengarantinakan diri di penginapan (hotel),” kata Whiko, Minggu (3/5).

Selama tim satu dikarantina, operasional RS GL Tobing dilakukan oleh tim dua. Demikian seterusnya. Setelah sebulan, pergantian akan kembali kepada petugas yang lama usai menjalani karantina. Juga bisa dimungkinkan ada pergantian petugas kesehatan yang baru.

“Saat ini mereka sebagian kecil digantikan oleh petugas yang baru, yang mana dikarenakan kebutuhan dari RS asalnya, atau bersifat roling (bergantian) dari RS tempat mereka bekerja,” jelas Whiko.

Saat ini, lanjutnya, petugas di RS GL Tobing telah bekerja seperti biasa dan tetap tinggal di penginapan yang sebelumnya (Hotel di Kualanamu) dengan fasilitas satu kamar untuk dua orang petugas kesehatan.

“Informasi mengenai masalah penggajian juga tidak benar. Karena petugas kesehatan yang tergabung dalam tim kesehatan RS rujukan Covid-19 di RS GL Tobing memiliki SK Gubernur dan mendapatkan insentif tenaga medis,” tegasnya.

Untuk operasional RS GL Tobing sendiri, kata Whiko, tetap menerima pasien Covid-19 yang datang dari luar Kota Medan atau yang dirujuk dari RS lain. Meskipun diakuinya ada 17 pasien sempat dipindahkan ke RS Martha Friska karena proses peralihan petugas dan 3 pasien telah dipulangkan karena dinyatakan sembuh.

“Tidak ada pekerjaan yang berlangsung dengan sempurna, tanpa keseimbangan dukungan dari semua pihak,” imbau Whiko.

“Untuk itu kami terus mengajak saudara untuk tetap melakukan upaya pencegahan, menjaga diri dan keluarga, selalu menggunakan masker saat keluar rumah, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, lalu menjaga jarak antar sesama sekitar 2 meter dan menjauhi keramaian/kerumunan,” sebutnya.

Berikutnya, diinformasikan, saat ini GTPP Sumut telah menerima donasi melalui Rekening Sumut Peduli Covid-19 sebanyak Rp495.203.490. “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh donator. Kita perkuat kepedulian dan solidaritas di tengah pandemi ini. Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir. Bersama, kita bisa,” tuturnya.

Hari I Razia Masker di Kota Medan, 17 KTP Pembeli & Pedagang Ditahan

RAZIA MASKER Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, saat razia masker hari pertama di Pasar Sentosa Baru Kota Medan, Senin (4/5). Hari pertama, 17 KTP milik pembeli dan pedagang pasar ditahan Satpol PP, karena pemiliknya kedapatan tidak mengenakan masker untuk mencegah penularan Covid-19.
RAZIA MASKER Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, saat razia masker hari pertama di Pasar Sentosa Baru Kota Medan, Senin (4/5). Hari pertama, 17 KTP milik pembeli dan pedagang pasar ditahan Satpol PP, karena pemiliknya kedapatan tidak mengenakan masker untuk mencegah penularan Covid-19.
RAZIA MASKER Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, saat razia masker hari pertama di Pasar Sentosa Baru Kota Medan, Senin (4/5). Hari pertama, 17 KTP milik pembeli dan pedagang pasar ditahan Satpol PP, karena pemiliknya kedapatan tidak mengenakan masker untuk mencegah penularan Covid-19.
RAZIA MASKER Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, saat razia masker hari pertama di Pasar Sentosa Baru Kota Medan, Senin (4/5). Hari pertama, 17 KTP milik pembeli dan pedagang pasar ditahan Satpol PP, karena pemiliknya kedapatan tidak mengenakan masker untuk mencegah penularan Covid-19.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah melakukan sosialisasi selama 3 hari, yakni sejak 1-3 Mei 2020, Pemerintah Kota Medan mulai menegakkan Peraturan Wali Kota (Perwal) No. 11 tahun 2020 tentang karantina kesehatan dalam rangka percepatan penanganan Covid 19 di Kota Medan. Salahsatunya, dengan menahan KTP masyarakat yang kedapatan tidak mengenakan masker saat beraktifitas di luar rumah.

Hari pertama, Pemko Medan melakukan razia di dua pasar di Kota Medan, yakni Pasar Sentosa Baru di Jalan Sentosa Baru Kota Medan, dan Pasar Sei Sikambing di Jalan Gatot Subroto Kota Medan. “Di Pasar Jalan Sentosa Baru kita mendapatkan 16 orang yang tidak menggunakan masker saat berada di pasar. Sebanyak 14 orang di antaranya pengunjung pasar atau pembeli, sedangkan 2 lainnya pedagang di pasar,” ucap Kasat Pol PP Kota Medan, Muhammad Sofyan, Senin (4/5).

Pengunjung yang tidak memakai masker langsung dikenakan sanksi penahanan kartu identitas, sesuai Pasal 25 Perwal No.11/2020. “KTP-nya kita tahan, setelah sosialisasi 3 hari sebelumnya,” ujarnya.

Sedangkan kepada para pedagang yang tidak mengenakan masker, selain menyita KTP, juga menerima sanksi pencabutan izin tempat berjualan.

Selanjutnya di Pasar Sei Sikambing Jalan Gatot Subroto Kota Medan, pihaknya menemukan 1 pelanggaran. “Yang bersangkutan adalah pembeli, dan merupakan warga Pidie (Aceh). Jadi total pelanggar di dua pasar tersebut ada 17 orang,” jelasnya.

Untuk KTP yang ditahan, baru bisa diambil di kantor Satpol PP Kota Medan paling cepat 3 hari setelah KTP ditahan. Sebelum mengambil KTP, warga yang melakukan pelanggaran akan dibina terlebih dahulu, sembari menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi kembali perbuatannya.

KTP yang disita bisa diambil kembali di Kantor Satpol PP Kota Medan dengan membawa lembar berita acara yang diterima warga, dan tidak boleh diwakili.

“Kita akan terus melakukan razia-razia ini di pasar-pasar di Kota Medan. Kita minta PD juga turut serta dalam menegakkan aturan ini di 53 pasar yang ditangani PD Pasar. Tak hanya di pasar-pasar, kita juga akan melakukan razia di tempat-tempat lainnya. Harapan kita, masyarakat dapat meningkatkan kesadarannya setelah ini,” tandasnya.(map)

Akhyar Pimpin Razia Masker di Pasar Sentosa Baru

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengungkapkan, penyitaan KTP warga oleh Satpol PP Kota Medan, berlangsung selama tiga hari oleh Satpol PP Kota Medan. Dan akan terus berlangsung selama wabah Covid-19 masih terjadi di Kota Medan.

“Bagi siapapun yang berada di Kota Medan, kami ingatkan agar memakai masker. Mungkin kita merasa tidak nyaman. Namun masker yang kita gunakan saat ini justru menyelamatkan diri dan orang lain. Karena tidak mengenakan masker berpotensi menularkan virus,” jelasnya saat meninjau pelaksanaan razia di Pasar Sentosa Baru.

Akhyar menegaskan, PD Pasar telah diminta melakukan sosialisasi Perwal No.11/2020 tentang Karantina Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, ke semua pasar di Kota Medan. “Mari saling mengingatkan, dibutuhkan kerja sama agar wabah ini segera berakhir,” tegas Akhyar.

Razia dilakukan Akhyar didampingi Kasatpol PP Kota Medan HM Sofyan, Camat Medan Perjuangan Afrizal, Kabag Tata Pemerintahan Ridho Nasution, Kabag Humas Arrahman Pane dan Plt Direktur Operasional PD Pasar Gelora KP Ginting.

Usai melihat KTP hasil razia, Akhyar mengatakan, tindakan sanksi adminstratif bagi warga yang tidak mengenakan masker, diberlakukan bukan untuk menyusahkan masyarakat. Tetapi justru demi kebaikan semua pihak. “Secara medis, mata rantai Covid-19 bisa diputus jika kita semua mengenakan masker. Siapapun tanpa terkecuali, baik yang sakit maupun yang sehat,” kata Akhyar. (map)