26 C
Medan
Friday, January 16, 2026
Home Blog Page 4364

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Sejumlah Ruas Jalan Kota Medan Ditutup

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengantisipasi penyebaran virus corona alias COVID-19, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Medan akan melakukan penutupan arus lalu lintas di sejumlah persimangan jalan utama Kota Medan. Penutupan jalan diberlakukan mulai hari ini, Sabtu (28/3).

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi tadi, disepakati rencana penutupan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan di Medan.

guna mengantisipasi pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Kasatlantas Polrestabes Medan, Kompol M Reza Chairul, usai memimpin rapat koordinasi di Pos Lalu Lintas Lapangan Merdeka Medan, Jumat, (27/3).

Penutupan arus lalu lintas dilakukan berdasarkan Undang Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dan Maklumat Kapolri tentang Antisipasi Pencegahan Penyebaran Virus Corona.

Dijelaskan dia, penutupan ruas jalan dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Dilanjutkan malam hari mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. “Penutupan berlaku sampai dengan adanya pencabutan, melihat perkembangan situasi,” ucapnya.

Adapun ruas jalan yang ditutup meliputi Jalan Sisingamangaraja Simpang Sakti Lubis, Brigjen Katamso Simpang Alfalah, simpang Sakti Lubis. Jalan Jamin Ginting Simpang Dr Mansyur, Jalan Gatot Subroto Simpang Kapten Muslim. Jalan Sunggal Simpang Sei Batanghari, Jalan Yos Sudarso Simpang H Adam Malik, Jalan Gaharu Simpang Perintis Kemerdekaan. Jalan Perintis Kemerdekaan simpang Jalan Timor dan Jalan Sutomo Simpang HM Yamin.

Pada saat penutupan jalan, personel gabungan akan ditempatkan di titik-titik dimaksud untuk menjaga pengamanan. “Personel yang melaksanakan pengamanan lalu lintas dari Satlantas, Denpom, dan Dishub Kota Medan. Diharapkan masyarakat atau pengguna jalan dapat memakluminya. Kebijakan ini demi memutus mata rantai penularan virus tersebut,” pungkasnya.

Berikut daftar 12 jalan yang ‘di-lockdown’:

1. Jalan SM Raja simpang Jalan Sakti Lubis
2. Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Alfalah
3. Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Sakti Lubis
4. Jalan Jamin Ginting simpang Jalan Dr Mansyur.
5. Jalan Setia Budi simpang Jalan Dr Mansyur
6. Jalan Gatot Subroto simpang Jalan Kapten Muslim
7. Jalan Sunggal simpang Jalan Sei Batang Hari
8. Jalan Yos Sudarso simpang Jalan Haji Adam Malik
9. Jalan Haji Adam Malik simpang Jalan T Amir Hamzah
10. Jalan Gaharu simpang Jalan Perintis Kemerdekaan
11. Jalan Perintis Kemerdekaan simpang Jalan Timor
12. Jalan Sutomo simpang Jalan HM Yamin.

(ris/mag-01)

Unimed WFH hingga 17 April

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jika USU dan UINSU memilih lockdown, Universitas Negeri Medan (Unimed) memutuskan akan menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH). WFH berlaku bagi seluruh pegawai akademik dan non-akademik. Sistem WFH diterapkan sebagai langkah mencegah penyebaran virus corona, sesuai imbauan Presiden Joko Widodo.

Keputusan WFH tertuang dalam surat edaran Rektor Unimed, Dr Syamsul Gultom. Sistem WFH berlaku sejak 27 Maret hingga 17 April 2020.

“Semua kegiatan dan pelaksanaan tugas tugas layanan akademik dan non akademik dikerjakan di rumah masing masing atau bekerja dari rumah. Petunjuk lebih lanjut dapat berkoordinasi dengan pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dan pimpinan lembaga/unit kerja masing masing,” jelas Hal Kepala Humas Unimed, M. Surip, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (27/3).

Surip mengungkapkan, pimpinan dan fungsionaris di lingkungan Unimed dapat hadir apabila dianggap penting untuk menunjang layanan akademik. Namun tetap menerapkan tindakan kewaspadaan pencegahan.

“Petugas satuan pengamanan (satpam), petugas kebersihan, pengelola Sistem lnformasi, dan pengelola keuangan tetap hadir, dengan menerapkan sistem kerja secara bergantian/shift,” sebut Surip.

Sebelum menerapkan WFH, Rektor Unimed dalam surat edaran sebelumnnya, memutuskan bahwa pelaksanaan perkuliahan dan kegiatan akademik lainnya dilaksanakan secara daring (online). Kuliah daring dilakukan melalui SIPDA (htttp://sipdaunimed.ac.id) atau aplikasi lainnya seperti Edmodo. Schoalogy, Google Classroom, dan sejenisnya. Pelaksanaan bimbingan tugas akhir mahasiswa juga dapat dilaksanakan secara daring (online).

“Dosen dan Tenaga Kependidikan tidak diwajibkan untuk mengisi daftar hadir elektronik (finger print),” kata Surip.

Selama masa WFH ini, Surip mengimbau semua warga Unimed, yakni dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk menghindari aktivitas di luar rumah.”Terapkan tindakan kewaspadaan dan pencegahan penularan infeksi COVID-19 dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (gus)

Positif Tetap, ODP Turun di Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Updating membahagiakan dari Sumatera Utara, untuk pertama kalinya jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 menurun, meski tidak terlalu signifikan.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Sumut per 27 Maret 2020, jumlah ODP turun menjadi 2.995 orang. “Perkembangan yang membahagiakan kita pada hari ini (kemarin, red) adalah jumlah ODP turun dari 3.080 orang menjadi 2.995 orang. Jadi angka ini sudah menurun lebih kurang 2,8 persen,” kata dr Aris dalam keterangan pers melalui video streaming, Jumat sore.

Menurut dia, penurunan jumlah ODP ini merupakan suatu kemajuan. “Jumlahnya sesuai dengan masa isolasi yang sudah dilakukan masing-masing kabupaten/kota,” terangnya.

Sementara itu, jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) mengalami sedikit kenaikan dari hari sebelumnya. Yakni dari 71 orang menjadi 76 orang. “Artinya, ada kenaikan lebih kurang 6,5 persen (5 orang) yang tersebar di Medan, Tanjungbalai, dan Serdangbedagai,” ujar Aris.

Sedangkan jumlah orang yang positif virus corona di Sumut belum bertambah, atau masih tetap sebanyak 9 orang, dengan rincian 8 diisolasi di rumah sakit rujukan, dan 1 meninggal dunia. Begitu juga orang yang negatif/sembuh jumlahnya 9 orang, 6 orang masih dirawat dan 3 orang pulang.

“Kami masih terus menunggu data hasil pemeriksaan laboratorium yang sudah kita sampaikan beberapa hari lalu ke Balitbangkes Kemenkes RI di Jakarta,” sebutnya.

Aris juga menyebutkan upaya pencegahan Covid-19 ini difokuskan pada upaya menjaga yang sehat tetap sehat, dan yang sehat tidak tertular virus, serta mampu menjaga dirinya supaya tetap sehat.

“Penyebaran Covid-19 ini terjadi akibat adanya kontak dekat antara yang sakit dengan orang yang sehat. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk menerapkan physical distancing secara disiplin. Menjaga jarak pada setiap kegiatan komunikasi sosial itu penting,” ujarnya.

Jaga jarak menjadi penting karena droplet atau percikan ludah atau lendir saat orang sakit Covid-19 ini yang sedang bersin atau batuk, bisa menyebar merata sampai radius 1,5 meter. “Untuk itu, menjaga jarak sekitar 2 meter harus dipertahankan,” imbaunya.

Apalagi, lanjut Aris, tidak semua orang yang terjangkit Covid-19 kelihatan seperti orang yang sakit. Seringkali orang yang terjangkit tidak terlihat sakit atau hanya terlihat seperti sakit ringan. “Makanya mari kita patuhi physical distancing, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Mari kita lawan virus corona, bersama kita bisa,” ajaknya.

Terpisah, Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) mengonfirmasi, saat ini jumlah kasus positif Covid-19 terkonfirmasi belum ada penambahan atau masih tetap 9 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 8 orang masih diisolasi dan 1 telah meninggal dunia.

“Untuk 8 pasien positif tersebut terdiri dari 5 perempuan dan 3 laki-laki,” ungkapnya.

Rosa menyatakan, mereka yang positif Covid-19 dan tengah dirawat dalam kondisi yang berbeda-beda. Namun, tidak disampaikan secara rinci bagaimana kondisi pastinya, termasuk juga kondisi yang masih dalam status PDP. “Kondisi pasien ada yang sakit sedang dan sakit ringan,” ucapnya.

Jumlah PDP yang dirawat di rumah sakit milik Kemenkes tersebut berjumlah 6 orang. Sementara pasien negatif 8 orang. “Secara keseluruhan belum ada perubahan data dari dua hari belakangan,” pungkasnya.

Tidak Masuk Wilayah Local Transmition Covid-19, Sumut Belum Kategori Berbahaya

KONDISI TERBARU: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr. Aris Yudhariansyah memberikan keterangan pers terkait kondisi terbaru wabah Covid-19 di Media Center Penanganan Covid-19, Medan, Jumat (27/3). data terbaru, jumlah ODP di Sumut menurun.
KONDISI TERBARU: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr. Aris Yudhariansyah memberikan keterangan pers terkait kondisi terbaru wabah Covid-19 di Media Center Penanganan Covid-19, Medan, Jumat (27/3). data terbaru, jumlah ODP di Sumut menurun.
KONDISI TERBARU: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr. Aris Yudhariansyah memberikan keterangan pers terkait kondisi terbaru wabah Covid-19 di Media Center Penanganan Covid-19, Medan, Jumat (27/3). data terbaru, jumlah ODP di Sumut menurun.
KONDISI TERBARU: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr. Aris Yudhariansyah memberikan keterangan pers terkait kondisi terbaru wabah Covid-19 di Media Center Penanganan Covid-19, Medan, Jumat (27/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, saat ini ada tujuh provinsi di Indonesia yang termasuk wilayah local transmition. Artinya, wilayah yang disebut dalam situation report 43 Covid-19 WHO sebagai wilayah penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di lokasi tempat pasien berada. Provinsi Sumatera Utara belum termasuk kategori wilayah dimaksud. Apalagi data terbaru, jumlah pasien positif di Sumut belum bertambah dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) menurun.

“SAAT INI sudah ada tujuh provinsi yang masuk dalam wilayah local transmition, yaitu wilayah yang dianggap berbahaya Covid-19. Sumut belum masuk dalam wilayah ini. Mudah-mudahan kita tidak sampai masuk dalam kategori provinsi berbahaya,” ujar dr. Aris Yudhariansyah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut Jalan Diponegoro Medan, Jumat (27/3).

Dijelaskan Aris, local transmition adalah situasi pasien tertular virus saat berada di Indonesia dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri atau ke negara penularan virus corona yang tinggi.

Berbeda dengan imported case, di mana kasus infeksi virus penularannya terjadi di luar lokasi penderita. Misalnya, penderita Covid-19 tertular saat berada di luar negeri, kemudian diketahui sakit setelah masuk ke Indonesia. Imported case terjadi setelah pasien melakukan perjalanan dari luar negeri.

Adapun tujuh provinsi yang termasuk wilayah local trasmition hingga saat ini yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan.

Bupati Taput Desak Kemenkes Fasilitasi RSUD Tarutung Sebagai RS Rujukan Covid 19

Bupati Taput Drs Nikson Nababan saat jumpa pers.
Bupati Taput Drs Nikson Nababan saat jumpa pers.
Bupati Taput Drs Nikson Nababan saat jumpa pers.
Bupati Taput Drs Nikson Nababan saat jumpa pers.

TARUTUNG, SUMUTPOS.CO – Penunjukan RSUD Tarutung sebagai Rumah Sakit rujukan bagi pasien suspec Covid 19 oleh Kementerian Kesehatan adalah ibarat bola panas yang dapat membahayakan dan sewaktu-waktu dapat menjadi persoalan ditengah-tengah masyarakat Tapanuli Utara,
hal tersebut dilihat dari keterbatasan logistik atau perlengkapan terhadap penanganan terhadap penderita penyakit terkait dampak penularan Virus Corona atau Covid 19.

Bupati Tapanuli Utara Drs.Nikson Nababan, MSi dalam kegiatan jumpa pers pada Rabu (26/3) terkait langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemkab Taput dalam mengantisipasi penularan Covid 19 bersama dengan tokoh masyarakat, lembaga adat, Badan Kerja Sama Antar Gereja, MUI Taput dan Unsur Pimpinan Daerah Tapanuli Utara yang juga dihadiri Kapolres AKBP Horas M Silaen, M.Psi, Dandim 0210/TU Doni Widodo, mengatakan bahwa kementerian kesehatan dalam penunjukan RSUD Tarutung sebagai Rumah Sakit Rujukan tidak melakukan kajian layak-atau tidak layak sebagai rumah sakit rujukan terhadap pasien covid 19 namun penunjukan tersebut pemerintah kabupaten Tapanuli Utara tidak pernah menolak penunjukan tersebut, terang Bupati.

”Namun sejak awal penunjukan RSUD Tarutung sebagai rumah sakit rujukan covid 19 saya sudah menyurati kementerian kesehatan untuk memperlengkapi seluruh fasilitas penunjang dalam penanganan kasus covid 19 yang bisa saja membahayakan nyawa terpapar dan juga perawat atau dokter yang menanganinya, apabila tidak dipersiapkan alat pelindung diri yang memadai.

Hingga saat ini Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung sangat membutuhkan Alat Pelindung Diri (APD) seperti Hazmat Suit, Masker N95, Hand Sanitizer, Kacamata Goegle, Helm Pelindung Wajah, Sarung Tangan Panjang dll, oleh karena itu sangat kita harapkan atensi pemerintah pusat dalam hal pembenahan logistik tersebut dan realisasinya mudah-mudahan secepat-cepatnya, harap Bupati Nikson.

Pada kesempatan itu juga Kapolres Taput dan Dandim 0210 mengaharapkan partisipasi semua lapisan masyarakat melalui kepatuhan terhadap himbauan yang telah diteruskan ke setiap desa yaitu untuk mengurangi interaksi di luar rumah seperti mengadakan pesta, berkumpul-kumpul yang tujuannya untuk keselamatan bersama, ujar Kapolres Taput.(mt)

RS GL Tobing Siap Beroperasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski Sumut belum masuk kategori wilayah berbahaya, Pemerintah Provinsi Sumut telah menyiapkan sejumlah rumah sakit rujukan utama, dan sejumlah lokai cadangan sebagai ruang isolasi. Ke-11 RS rujukan ini nantinya akan menerima PDP dari rumah sakit penyangga di Sumut.

Adapun 11 tempat isolasi dan RS rujukan yang disiapkan yakni RS dr GL Tobing, RS Martha Friska 1 dan RS Martha Friska 2, RS Haji Medan, RS Sari Mutiara.

“Seandainya kita menemui jumlah pasien dalam jumlah banyak, maka Asrama Haji juga akan kita siapkan, Gedung PSDM, Wisma Atlet Pancing, BPSP Sumut, SPN Sampali dan RS Siti Hajar Medan,” sambung Aris. Kamar isolasi yang disiapkan mencapai 1.000 kamar.

Untuk itu, dibutuhkan dokter dan tenaga kesehatan sebanyak 720 orang, yang nantinya akan ditugaskan di 11 tempat isolasi rumah sakit (RS) di Sumut. Mereka akan bertugas apabila terjadi lonjakan pasien untuk penanganan warga yang PDP dan ODP.

Aris Yudhariansyah mengungkapkan, dari sejumlah RS yang telah ditetapkan, RS GL Tobing Tanjungmorawa sudah siap beroperasi sebagai lokasi evakuasi pasien Covid-19. “Tadi sudah gladi (persiapan),” katanya menjawab Sumut Pos, Jumat (27/3).

RS GL Tobing sudah siap launching dan akan menjadi RS rujukan PDP dari daerah. “Di RS ini kita siapkan 39 kamar non ICU dan 2 ICU, serta dilengkapi 72 tenaga kesehatan, yakni dokter umum, dokter spesialis dan tenaga medis lainnya,” terang Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini.

Aris mengaku, Gugus Tugas juga sudah memiliki Alat Perlindungan Diri (APD) sebanyak 2.115 set, yang nantinya akan segera didistribusikan ke rumah sakit rujukan di Sumut.

Tentang kebutuhan SDM di bidang kesehatan, saat ini menjadi prioritas dan mendesak dalam kondisi penanganan percepatan Covid-19. Untuk itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menggelar Rapat Koordinasi dengan Pimpinan RS se Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jalan Sudirman Medan, kemarin.

Hadir Sekdaprovsu R Sabrina, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumut R Harjuno, Ahli Hukum Kesehatan yang ditunjuk khusus penanganan Covid-19 dari Asosiasi Dosen Hukum Kesehatan Beni Satria, para pimpinan atau yang mewakili RS se Sumut serta organisasi himpunan dokter umum dan spesialis.

Agenda yang dibahas antara lain setiap RS diminta berpartisipasi secara maksimal untuk memastikan keterlibatan dalam penanganan Covid-19 melalui kontribusi SDM perawat dan dokter ke RS rujukan dan evakuasi utama yang menangani Covid-19.

Tenaga medis dan paramedis yang terlibat dalam penanganan Covid-19, menurut Gubsu, tidak perlu khawatir karena akan disiapkan insentif dan pendukung lainnya.

Sebagai langkah menjamin ketersediaan SDM, Edy mengatakan akan menyurati RS dan berkoordinasi dengan berbagai organisasi himpunan dokter untuk mengirimkan kontibusi berupa perawat dan dokter. Saat itu, Edy juga menghimpun beberapa alat kesehatan dari berbagai RS yang hadir untuk mendukung kelengkapan RS GL Tobing sebagai lokasi evakuasi utama. (prn/ris)

Ikut Memerangi Pandemik COVID-19 di Sumut, Danone-AQUA Donasikan Hidrasi Sehat

DONASIKAN: Danone-AQUA memberikan donasi 200 karton AQUA 600 ml kepada pihak Rumah Sakit Adam Malik, Medan.
DONASIKAN: Danone-AQUA memberikan donasi 200 karton AQUA 600 ml kepada pihak Rumah Sakit Adam Malik, Medan.
DONASIKAN: Danone-AQUA memberikan donasi 200 karton AQUA 600 ml kepada pihak Rumah Sakit Adam Malik, Medan.
DONASIKAN: Danone-AQUA memberikan donasi 200 karton AQUA 600 ml kepada pihak Rumah Sakit Adam Malik, Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Danone-AQUA memberikan donasi 200 karton AQUA 600 ml kepada pihak Rumah Sakit Adam Malik, Medan, untuk dimanfaatkan para tenaga kesehatan dan pasien yang rentan, Jumat (27/3). Donas itu sebagai bagian dari upaya bersama melawan virus COVID-19 di Sumatera Utara.

“Menanggapi kondisi pandemik Covid-19 saat ini , perusahaan telah melakukan berbagai aksi secara cepat untuk dapat memberikan bantuan yang esensial, untuk membantu mereka yang terkena dampak. Kami berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam mengendalikan penyebaran pandemi ini dengan apapun yang dapat kami lakukan,” jelas Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto.

Sales Manager Regional Sumatera, Hendro Marpaung, mengatakan, bantuan tersebut sebagai bentuk partisipasi dan dukungan ke Pemerintah dalam memerangi Covid 19, khususnya di Sumatera Utara, dan memastikan para petugas kesehatan dan pasien selalu terhidrasi dengan baik.

“Kita tahu bahwa hidrasi yang sehat dapat membantu memulihkan dan meningkatkan kesehatan. Dengan mengkonsumsi air minum sehat minimal dua liter setiap hari, ditambah nutrisi bergizi, dan gaya hidup sehat akan membantu kita tetap bugar,” ujar Hendro Marpaung. (rel)

OJK Berikan Kelonggaran Pembayaran Kredit Cicilan Ditunda hingga 1 Tahun

BERKAS: Pegawai OJK sedang memeriksa berkas di kantor OJK Jakarta, beberapa waktu yang lalu.
BERKAS: Pegawai OJK sedang memeriksa berkas di kantor OJK Jakarta, beberapa waktu yang lalu.
BERKAS: Pegawai OJK sedang memeriksa berkas di kantor OJK Jakarta, beberapa waktu yang lalu.
BERKAS: Pegawai OJK sedang memeriksa berkas di kantor OJK Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ini kabar gembira di tengah mewabahnya virus corona. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kelongaran untuk penundaan pembayaran kredit atau cicilan hingga satu tahun ke depan. Kelonggaran tersebut diberikan kepada debitur bank maupun perusahaan pembiayaan (leasing) yang terdampak virus corona (Covid-19).

Kelonggaran penundaan pembayaran kredit tersebut diperuntukkan bagi usaha mikro dan usaha kecil dengan nilai di bawah Rp10 miliar. Selain itu, bank dan perusahaan pembiayaan nonbank diminta untuk menurunkan bunga pinjaman.

Meski demikian, hal ini harus dikomunikasikan langsung oleh kedua belah pihak, yakni debitur dan perusahaan leasing terkait. Berdasarkan FAQ Restrukturisasi/Pembiayaan terkait Dampak Covid-19 yang dirilis OJK, OJK mengeluarkan POJK No.11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonoomian nasional.

Dalam POJK tersebut debitur yang mendapatkan perlakuan khusus itu adalah debitur pada sektor ekonomi. Antara lain pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian dan pertambangan.

Debitur harus mengajukan sendiri permohonan restrukturisasi tersebut dan melengkapi data yang dibutuhkan. Hal ini bisa dilakukan melalui daring baik email maupun situs perusahaan, tak perlu bertatap muka.

Leasing nantinya akan melakukan asesmen atas permohonan tersebut. Asesmen ini meliputi dampak langsung atau tak langsung pandemi ini terhadap debitur, historis pembayaran pokok/bunga, kejelasan penguasaan kendaraan.

Restrukturisasi yang diberikan disesuaikan dengan profil debitur, bisa berupa penambahan tenor atau jumlah cicilan yang disesuaikan dengan kemampuan bayar debitur.

“Hal ini tentu memperhatikan pendapatan debitur yang terdampak akibat Covid-19. Informasi persetujuan restrukturisasi dari bank/leasing disampaikan secara online atau via website bank/leasing yang terkait,” tulis Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo dalam FAQ OJK tersebut, Kamis (26/3).

Namun demikian, perlu diperhatikan oleh pihak leasing bahwa dalam penerapan kebijakan tersebut tak sampai menimbulkan moral hazard. Disebutkan, saat ini OJK dan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) tengah memfinalisasi bentuk hukum dalam penerapan stimulus ini di industri.

Debt collector Dilarang Tarik Kendaraan Nasabah

Sebelumnya OJK juga melarang debt collector untuk sementara waktu menarik kendaraan milik nasabah leasing. Hal ini menjadi bagian dari kebijakan relaksasi kredit menanggapi pandemi corona saat ini.

Kebijakan ini disampaikan OJK untuk menjadi perhatian bank dan lembaga keuangan nonbank agar tidak melakukan penarikan kendaraan karena banyak masyarakat yang terdampak virus corona.

“Sekarang ini debt collector diminta untuk dihentikan sementara untuk menarik kendaraan. Karena ini bagian dari tuntutan segera bisa membantu masyarakat yang terdampak langsung,” imbau Humas OJK.

Saat ini debitur leasing diharapkan proaktif dalam menginfokan kepada leasing mengenai tunggakan yang dimilikinya, namun harus tetap dimanfaatkan secara bertanggungjawab.

“OJK juga sedang menginvestigasi adanya beberapa debt collector yang melakukan penagihan di luar sepengetahuan perusahaan leasing. Ini juga perlu hati-hati,” pungkasnya.(gus/ila)

Grab Perkuat Langkah untuk Memerangi COVID-19 di Medan Melalui Gerakan #KitaVSCorona

Kegiatan Grab Memerangi Corona di Kota Medan
Kegiatan Grab Memerangi Corona di Kota Medan
Kegiatan Grab Memerangi Corona di Kota Medan
Kegiatan Grab Memerangi Corona di Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi kepada masyarakat Indonesia untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah pada Pada tanggal 16 Maret 2020. Grab telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk memerangi pandemik COVID-19 melalui gerakan KitaVSCorona yang diluncurkan di berbagai kota di seluruh Indonesia termasuk diantaranya wilayah Medan dan sekitarnya.

“Gerakan KitaVSCorona merupakan langkah awal kepada seluruh rangkaian mitra pengemudi, pengantaran, merchant dan karyawan Grab dalam memerangi pandemi COVID-19. Langkah selanjutnya, kita telah menempatkan berbagai upaya pencegahan tambahan serta paket dukungan untuk melindungi kesehatan, kesejahteraan, dan keberlangsungan hidup seluruh rangkaian mitra kami di seluruh Indonesia, khususnya untuk wilayah Medan dan sekitarnya,” ungkap Valenciah Dwitahlie, City Manager Medan, Grab Indonesia.

Ir Abdul Haris Lubis MSi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Grab di Medan dalam menanggapi pandemi COVID-19, “Saya sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Grab Medan berupa penyemprotan desinfektan dan bantuan masker, handsanitizer dan vitamin untuk mitra pengemudi. Ini merupakan kegiatan yang sangat positif dalam situasi penyebaran COVID-19 yang semakin luas, sehingga perlu ada langkah antisipasi pencegahan dan hal ini telah dilakukan oleh Grab Medan. Saya berharap pengusaha-pengusaha angkutan lain dapat mengikuti apa yang dilakukan Grab Medan, untuk melindungi penumpang dan mitra pengemudi dari penyebaran virus COVID-19.”

Kesiapsiagaan Grab Indonesia terhadap situasi Pandemi COVID-19 di Medan

Sejak dimulainya wabah penyebaran virus COVID-19 pada bulan Desember, Grab Indonesia telah memonitor situasi dan mempersiapkan seluruh pihak Grab pada respon kami terhadap COVID-19. Di Grab, kami menempatkan kesehatan dan keselamatan pelanggan, Mitra Pengemudi dan merchant kami sebagai prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional kami. Melalui upaya jaga jarak sosial yang aman dan efektif, kemitraan dari segi teknologi dan inisiatif edukasi, kami telah menerapkan langkah-langkah tegas untuk membatasi pandemi COVID-19 di Indonesia termasuk di Medan dan sekitarnya.

Berikut merupakan berbagai inisiatif Grab dalam pencegahan pandemi COVID-19 di wilayah Medan dan sekitarnya:

  1. Pembagian ribuan masker, pembersih tangan (hand sanitizers) dan vitamin bagi mitra pengemudi GrabBike dan GrabCar di Medan yang berlangsung secara bertahap selama sepekan ke depan sesuai dengan protokol social distancing/jaga jarak sosial.
  2. Fogging dan sterilisasi dari virus serta bakteri gratis untuk mobil mitra pengemudi GrabCar yang akan meningkatkan kualitas kebersihan dan kenyamanan penumpang ketika berkendara menggunakan GrabCar.
  3. Penyemprotan desinfektan bagi kendaraan mitra pengemudi GrabBike beserta jaket dan helm yang mereka gunakan.
  4. Bantuan donasi berupa ratusan alcohol swabs diberikan kepada rumah sakit Hj Adam Malik dan rumah sakit Siloam Hospitals Dhirga Surya – Medan serta pembagian ratusan makanan dan voucher GrabCar untuk para tenaga medis dan karyawan rumah sakit. Donasi makanan merupakan kontribusi dari merchant-merchant GrabFood Medan.
  5. Pembangunan fasilitas cuci tangan untuk masyarakat di tempat umum kota Medan bersama dengan Kodim 0201/BS kota Medan.
  6. Edukasi gaya hidup sehat dan pencegahan penyebaran COVID-19 kepada mitra pengemudi secara online melalui aplikasi Grab Driver serta secara offline dengan protokol social distancing/jaga jarak sosial.
  7. Mitra Pengemudi dan pengiriman adalah tulang punggung platform kami. Kami juga telah mempersiapkan paket GrabCare untuk memberikan bantuan keuangan dan medis kepada mitra pengemudi Grab jika diantara mereka ditempatkan pada karantina yang dimandatkan otoritas kesehatan publik/pemerintah, atau telah di tes positif terhadap COVID-19.
  8. Penyediaan posko siaga bagi mitra pengemudi di Medan yang merasa kurang sehat dan ingin beristirahat sejenak yang juga dilengkapi dengan alat untuk memeriksa suhu badan (thermal gun).
  9. Mitra pengemudi juga dapat menggunakan manfaat GrabBenefits yang terdiri dari multivitamin gratis, diskon untuk mencuci jaket, helm serta cuci motor dan mobil.
  10. Edukasi gaya hidup sehat dan pencegahan penyebaran COVID-19 bagi pelanggan melalui fitur GrabHealth yang menawarkan konsultasi kesehatan dalam aplikasi gratis kepada konsumen, yang dijalankan oleh tenaga medis profesional untuk menjawab pertanyaan seputar COVID-19. Mereka juga dapat membeli produk kesehatan dan vitamin atau menebus suplemen melalui GrabRewards. GrabHealth juga akan secara teratur berbagi konten pendidikan dengan publik untuk membantu mengurangi penyebaran COVID-19.

Inisiatif diatas melengkapi berbagai inisiatif #KitaVSCorona yang telah diluncurkan secara nasional yang diantaranya terdiri dari:

  1. Fitur Pemesanan Tanpa Kontak untuk layanan GrabFood dan GrabExpress: Sebagai langkah perlindungan bagi pelanggan dan mitra pengantaran, kami telah memperkenalkan Pemesanan Tanpa Kontak bagi pelanggan dan mitra pengemudi. Pelanggan GrabFood dan GrabExpress dapat mengikuti panduan Pemesanan Tanpa Kontak yang tersedia dalam aplikasi atau dengan mengikuti tiga langkah mudah berikut:

● Informasikan mitra pengantaran untuk meletakkan pesanan di luar pintu atau lokasi tertentu seperti resepsionis gedung jika diizinkan oleh manajemen gedung yang bersangkutan.

● Mitra pengantaran akan memberitahu pelanggan saat mereka telah tiba di lokasi pengantaran, meletakkan pesanan di tempat yang telah ditentukan dan menunggu pelanggan untuk mengambil pesanan dimana mereka akan berdiri setidaknya 2 meter dari pesanan tersebut.

● Kami sangat menyarankan pelanggan untuk memilih pembayaran non-tunai. Jika penggunaan uang tunai tidak dapat dihindari, pelanggan dapat meletakkan uang tersebut di dalam amplop dan menaruhnya di tempat pesanan yang telah ditentukan sebelumnya.

  1. Edukasi pencegahan COVID-19 bagi mitra merchant GrabFood: Kami juga telah melakukan edukasi tentang pentingnya kebersihan makanan dan menyusun pedoman baru kepada para mitra merchant untuk mendorong penggunaan jaring rambut, masker bedah dan sarung tangan ketika menyiapkan hidangan, serta mencuci tangan secara teratur selama 20 detik dan melakukan penyemprotan desinfektan ke area kerja mereka secara teratur sebelum dan sesudah mempersiapkan makanan. Mitra pengantaran juga dihimbau untuk mencuci tangan mereka secara teratur, membersihkan tas GrabFood mereka secara berkala dengan cairan desinfektan, dan menerapkan metode pengantaran tanpa kontak setiap waktu.
  2. Menghubungkan masyarakat dan bisnis dengan GrabExpress: Dengan semakin banyaknya bisnis yang mengimplementasikan kebijakan untuk bekerja dari rumah, dan semakin banyak masyarakat Indonesia yang berdiam di rumah, kami memperluas jaringan GrabExpress kami melalui kerja sama dengan Ninja Xpress. Pelanggan dapat menggunakan layanan pengiriman on-demand Ninja Xpress di aplikasi Grab dengan jangkauan pengiriman dari Jabodetabek menuju Bali, Sumatra, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua dengan tarif yang terjangkau.

“Kami berharap konsumen, mitra pengiriman dan mitra merchant Grab untuk terus saling menjaga dengan tetap waspada dan menerapkan praktik kebersihan yang baik. Kami akan memanfaatkan #KitaVSCorona untuk memastikan masyarakat Indonesia menerima informasi COVID-19 yang terkini dan andal untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.” tutup Valenciah.

Kompetisi Dihentikan Sementara, Pemain Diimbau Jaga Kebugaran

REBUT: Striker PSMS Medan Yohanis Nabar, merebut bola dari kaki lawan pada laga perdana kontra Tiga Naga di Stadion Teladan Medan, belum lama ini.
REBUT: Striker PSMS Medan Yohanis Nabar, merebut bola dari kaki lawan pada laga perdana kontra Tiga Naga di Stadion Teladan Medan, belum lama ini.
REBUT: Striker PSMS Medan Yohanis Nabar, merebut bola dari kaki lawan pada laga perdana kontra Tiga Naga di Stadion Teladan Medan, belum lama ini.
REBUT: Striker PSMS Medan Yohanis Nabar, merebut bola dari kaki lawan pada laga perdana kontra Tiga Naga di Stadion Teladan Medan, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah resmi menghentikan sementara kompetisi, baik Liga 1 maupun Liga 2, hingga waktu yang belum ditentukan. Karena itu pula, Manajemen PSMS Medan pun meliburkan skuad per 25 Maret lalu. Di masa libur ini, para penggawa skuad Ayam Kinantan dituntut tetap profesional untuk menjaga kebugaran tubuh, dengan rutin berlatih meski di rumah.

“Para pemain sudah diminta kesadarannya supaya tetap profesional dengan jaga kondisi kebugaran tubuh mereka,” ungkap Pelatih Fisik PSMS Ardi Nusri, Kamis (26/3).

Harapan yang disampaikan ini, agar jika sewaktu-waktu kompetisi kembali bergulir, kondisi tubuh para pemain tidak drop, dan siap saat diminta untuk langsung berlatih maupun bertanding. Namun, meski diyakini para pemain sudah profesional, Ardi mengaku, pihaknya akan tetap memantau dan memberikan sedikit catatan latihan kepada para pemain agar diterapkan setiap hari.

“Apa yang sudah diterapkan selama ini, supaya dijaga secara personal. Untuk menjaga kebugaran tubuhm minimal lakukan lari 6 sampai 8 kilometer sehari. Semua bisa dilakukan di rumah, terapkan social distance, dan tetap lindungi diri dengan masker serta lainnya,” imbaunya.

“Selain itu, kami juga tetap memantau mereka, serta menyisipkan program-program latihan. Ini demi kebaikan mereka,” jelas Ardi.

Sementara itu, usai manajemen meliburkan skuad, sejumlah pemain pun langsung pulang kampung. Seperti yang dilakukan Yohanis Nabar.

“Pastinya sudah rindu kembali pulang dan kumpul bersama keluarga. Hari ini (25/3) juga saya pulang. Kalau tidak ada delay, sekira 10 jam perjalanan dengan pesawat. Saya tinggal di Sentani, dekat bandara,” katanya, Rabu (25/3).

Selain Nabar, Azka Fauzi juga sudah berada di kampung halamannya. Usai tim menggelar latihan terakhir, Selasa (24/3) lalu, Azka langsung bergegas pulang kampung.

“Saya sudah sampai di rumah. Nikmati libur dulu selama kompetisi dihentikan,” pungkas Azka. (isc/tnc/saz)