AMANKAN: Personel Polsek Tanjungmorawa saat mengamankan petasan dan sepeda motor.
AMANKAN: Personel Polsek Tanjungmorawa saat mengamankan petasan dan sepeda motor.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Polsek Tanjungmorawa Polresta Deliserdang bersama Muspika Kecamatan Tanjungmorawa mengamankan 3 unit sepedamotor dan 4 bungkus petasan dan meriam paralon dari para anak remaja yang melakukan asmara subuh, Selasa (28/4).
Patroli dialogis gabungan ini mengambil rute di Simpang Kayu Besar Tanjungmorawa–Jalan Sultan Serdang Tanjungmorawa- Jalinsum Tanjungmorawa – Gang Wakaf Desa Tanjung Morawa B – Pasar VII Desa Perdamean – Jalan Desa Punden Rejo-Jalan Bakaran Batu, Desa Tanjung Baru.
Di seputaran Simpang Kayu Besar, Tanjungmorawa, petugas gabungan menemukan sejumlah remaja bermain petasan, balap liar dengan kebut-kebutan di jalan raya menggunakan sepedamotor.
Menyikapi situasi itu, petugas langsung membubarkan para remaja dan mengamankan sepedamotor dan 4 bungkus petasan.
Kapolsek Tanjungmorawa, AKP Sawangin, SH mengatakan, pelaksanaan patroli dialogis guna mengantipasi dan mencegah, serta memutus mata rantai penyebaran virus Corona terhadap para remaja yang berkumpul kumpul berasmara subuh,” ujarnya.
Disebutkan Sawangin, para remaja yang diamankan terlebih dahulu diberikan pembinaan. Sedangkan sepedamotor yang diamankan, akan dikembali setelah menunjukkan surat surat kendaraan. (btr/han)
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Seorang warga Pekan Tanjugpura, Kabupaten Langkat berinisial FS yang berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Murni Teguh, Jumat (24/4) sore.
Menurut juru bocara Satgas Covid-19 Kabupaten Langkat, dr M Arifin Sinaga, pasien berinisial FS menjalani perawatan di rumah sakit dengan penyakit jantung.
“FS memiliki riwayat sakit jantung dan pernah memasang 1 ring,”kata Arifin.
Saat berobat ke RS Murni Teguh, FS diantarkan pihak keluarga tanpa surat rujukan dari Satgas Covid-19 Langkat, dengan keluhan sesak nafas dan batuk sesekali.
Namun setelah dilakukan rapid ted, FS negatif Covid. Namun FS dinyatakan berstatus PDP. Jenajah FS langsung dikebumikan sesuai protokol Covid-19 di perkuburan Simalingkar.
Pun begitu, Tim Satgas Covid-19 Langkat sudah memeriksakan keluarga almarhum FS di RSUD Tanjungpura dengan hasil rapid test negatif.
“Saat ini keluarga almarhum menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan. Rumah mereka juga sudah disemprot disinfektan. Meraka terdiri dari isteri dan dua orang anak almarhum, serta 1 orang supir,”ungkapnya.
Dijelaskan Arifin, berdasarkan data 25 April 2020, kasus Covid-19 di Langkat, 4 orang berstatus ODP, PDP 3 orang, PDP meninggal 1 orang dan positif Corona tidak ada.
Jubir Covid-19 Langkat menambahkan, sebanyak 641 orang berstatus OTG, dan menjalani karantina Mess PKK 100 orang, karantina Mess USU 64 orang, karantina di Puskesmas 61 orang, serta selebihnya karantina mandiri.
Sementara itu, Plt Kadis Kesehatan Langkat, Limin Ginting SKM MKM, meminta masyarakat untuk tetap tenang, serta selalu mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, seperti tetap di rumah, mengunakan masker saat keluar rumah, cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak. (yas/han)
PAKAIKAN: Kapolsek Pangkalanbrandan, AKP PS Simbolon memakaikan masker kepada salah seorang warga saat melintas di depan Polsek Pangkalanbrandan.
PAKAIKAN: Kapolsek Pangkalanbrandan, AKP PS Simbolon memakaikan masker kepada salah seorang warga saat melintas di depan Polsek Pangkalanbrandan.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Polsek Pangkalanbrandan membagikan 300 masker kepada warga dan pengendara sepedamotor yang melintas di persimpangan tugu Pangkalanbrandan, Selasa(28/4)
Pemberian masker tersebut langsung dipimpin Kapolsek Pangkalanbrandan, AKP PS.Simbolon, SH bersama jajaran.
AKP PS Simbolon langsung memakaikan masker kepada warga dan pengendara.
Dikatakan AKP PS.Simbolon, dengan pemberian masker dapat mencegah penularan Covid-19 di kalangan warga Pangkalanbrandan.
Apabila seluruh warga telah memakai masker setiap keluar rumah, lanjut PS Simbolon, diyakinkan tidak akan terkena penularan virus Corona. “Semoga masker ini memberikan manfaat bagi yang menerimanya. Setiap keluar, diimbau masyarakat dapat mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” kata AKP PS. Simbolon.(yas/han)
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kasubag SDA di Bagian Perekonomian Setdakab Deliserdang berinisial TS, sering tak masuk kerja pasca dipolisikan Hadian, salah seorang kontraktor atas kasus penipuan.
Kerap tak masuknya TS pasca dipolisikan, dibenarkan Kabag Perekonomian dan SDA Sri Ekayani. Sri pun mengaku sudah menyurati TS karena sering tak ngantor dalam beberapa bulan terakhir.
“Kita sudah mengirimkan surat teguran kepada dirinya, ditembuskan ke BKD Deliserdang. Banyak juga yang nyari dia kemarin itu, pernah juga Bank Sumut , nyari dia,” kata Sri Ekayani di Kantor Bupati Deliserdang, Selasa (28/4).
Bahkan diakui Eka, dirinya hanya beberapa kali bertemu TS, yang masih bawahannya itu.”Setelah saya jadi Kabag di sini, dia sering tidak masuk kerja. Sebagai atasan, saya langsung membuat surat teguran kepadanya. Soalnya, pekerjaan menjadi terganggu gara-gara dia tak pernah masuk. Ini pas lagi banyak kerjaan kami,”terangnya sembari mengaku juga telah mengirim surat teguran langsung ke rumah TS di Jalan Pantai Labu.
“Soal hukum, biar polisi yang bekerja,” tandasnya.
Terpisah, Kepala BKD Deliserdang Yudi Hilmawan mengaku sudah menerima surat teguran untuk TS dari Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab.
“Iya, saya sudah menerima surat dari Kabagnya (Perekonomian dan SDA) ini hari dan suratnya sudah tiga kali dan kami akan mengambil tindakan,” kata Yudi Hilmawan di kantor bupati Deliserdang.
Diketahui, dalam pengaduannya ke Polresta Deliserdang, Selasa (21/4) lalu, Hadian mengaku, TS telah melakukan penipuan dengan modus akan memberikan proyek dengannya. Alhasil, Hadian mengaku mengalami kerugian Rp88 juta. (btr/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan sedang bersiap-siap untuk menerapkan isolasi klaster (cluster isolation) guna menekan angka penyebaran Covid 19 di Kota Medan. Untuk itu, Pemko Medan diminta untuk mematangkan rencana tersebut sehingga jangan sampai berakhir sia-sia.
Wakil Ketua DPRD Medan HT Bahrumsyah SH MH meminta Pemko Medan harus mematangkan rencana isolasi klaster tersebut. Sebab, tanpa rencana yang matang, maka metode tersebut akan berakhir sia-sia.
“Harus jelas, sanksinya apa buat mereka yang PP, OTG dan ODP kalau keluar rumah? Kalau hanya sanksi administratif, saya pikir itu tidak kuat,” kata Bahrum kepada Sumut Pos, Selasa (28/4).
Politisi PAN itu juga menyebutkan, selain memberikan sanksi tegas dengan bekerja sama bersama pihak kepolisian, pemerintah juga harus memastikan tersedianya seluruh kebutuhan orang-orang yang sedang dikarantina di rumah.
“Harus diuraikan juga, apa-apa saja kebutuhan keseharian yang dimaksud itu. Kalau semua kebutuhan, rasanya tidak mungkin juga. Apalagi mengingat setiap orang punya kebutuhan yang berbeda-beda,” tuturnya. Bahrum meyakini, bahwa kebijakan ini merupakan niat baik dari Pemko Medan dalam melindungi masyarakatnya dari bahaya pandemi Covid 19 yang terus berkembang.
“Tapi kalau tidak diatur sebaik mungkin, rencana itu tidak buat sematang mungkin, bisa jadi hanya akan sia-sian
Memang anggarannya untuk isolasi klaster ini kita yakini akan jauh lebih kecil dibandingkan PSBB, tapi apakah itu efektif? Maka saya bilang harus disempurnakan bila memang ingin diterapkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Kota Medan, Ridho Nasution mengatakan, Pemko Medan sedang merancang dan menyempurnakan Peraturan Walikota (Perwal) Karantina Kesehatan sebagai payung hukum pelaksanaan metode tersebut. Sebagai bentuk keseriusannya, Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mendatangi Kapolrestabes Medan dan Dandim 0201/BS guna menyempurnakan draf Ranperwal tersebut agar dapat segera dilaksanakan.
“Perwalnya sedang disempurnakan. Kemarin bapak sampai ke Polrestabes dan Kodim untuk membahas itu. Itu nanti akan dirampungkan bagian hukum dan BPBD juga, mereka yang terlibat langsung dalam rancangan Perwal itu,” ungkap Ridho Nasution kepada Sumut Pos, Selasa (28/4).
Hal yang sama dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Arjuna Sembiring, langkah Cluster Isolation memang sedang dibahas dan segera diterapkan bila Perwalnya sudah ada.”Iya, itu langkah yang akan diambil kalau Perwal nya ini sudah selesai, ini sedang disempurnakan,” katanya.
Sebelumnya, Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, bahwa dirinya memang akan segera menandatangani Perwal yang nantinya akan mewajibkan para PP, ODP, OTG itu untuk tetap berada di rumah.”Iya sedang disiapkan, lagi finishing redaksionalnya,” tutur Akhyar kepada Sumut Pos, Senin (27/4) di Balai Kota Medan.
Ada dua pilihan sistem isolasi dalam melaksanakan cluster isolation. Yakni isolasi di rumah serta isolasi di rumah sakit bagi yang sakit.
Masyarakat yang ditemukan berstatus PP (Pelaku Perjalanan), OTG (Orang Tanpa Gejala) dan ODP (Orang Dalam Pemantauan), wajib langsung dikarantina di rumah masing-masing atau di satu wilayah yang ditentukan. “Untuk mereka yang dikarantina rumah, nanti tim gugus tugas akan memberikan suplai makanan sehari-hari, dan mereka akan dijaga. Itu wajib,” kata Akhyar.
Sedangkan untuk mereka yang berstatus PDP dan positif Covid-19, wajib langsung dikarantina di RS. “Penanganan akan difokuskan kepada korban dan lingkungan tempat tinggal si penderita,” katanya. (map)
BATAM, SUMUTPOS.CO – Dari 40 kru anak buah kapal (ABK) KM Kelud milik Pelni yang dirawat di ruang isolasi dan observasi Rumah Sakit (RS) Khusus Infeksi Covid-19 di Pulau Galang, 11 ABK terkonfirmasi negatif Covid-19. Sementara yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 29 orang.
Hal itu disampaikan oleh Komandan Korem 033/WP Kolonel Inf Harnoto selaku Komandan Satgas Penanganan Covid-19 wilayah Kepulauan Riau atau Dansatgasgabpad Kolonel Inf Harnoto.
Menurut dia, saat ini 29 ABK yang terkonfirmasi positif masih mendapatkan perawatan instensif diruang isolasi RS Khusus Infeksi Covid-19 di Pulau Galang. Sementara 11 ABK yang negatif akan dipulangkan ke Pelni. “Setelah dilakukan dua kali proses pemeriksaan swab dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), maka ke-11 ABK KM Kelud dinyatakan negatif covid-19 dan dipulangkan ke Pelni,” kata Harnoto melalui keterangan tertulis, Selasa (28/4).
Menurut Hartono, proses pengambalian ke-11 ABK terlihat penuh haru, sebab ke 11 ABK tersebut mengaku berat untuk meninggalkan 29 temannya yang saat ini masih dirawat di ruang isolasi RS Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 di Pulau Galang.
Proses pemulangan juga dilakukan sesuai protocol kesehatan, di mana pelepasan perawatan ke-11 ABK KM Kelud dilaksanakan setelah 11 ABK tersebut nyatakan negatif setelah dilakukan proses Karantina selama 14 hari di RSKI Covid-19 di Pulau Galang dan dua kali pelaksanaan tes Lab Swab dengan hasil negatif. “Pemulangan 11 ABK KM Kelud ini diterima langsung oleh Capt Agus yang merupakan perwakilan dari PT Pelni,” jelas Hartono.
Senada juga diungkapkan Direktur RSKI Covid-19 Pulau Galang Kolonel CKM dr Khairul Ikhsan Nasution yang mengatakan dengan dikembalikannya 11 ABK KM Kelud, jumlah pasien yang dilakukan perawatan di di RSKI Covid-19 Pulau Galang tinggal 33 pasien.
Dari 33 pasien tersebut yakni 29 kasus positif yang merupakan ABK KM Kelud, satu kasus positif yang merupakan anggota Polri dari Polda Kepri dan tiga kasus lagi merupakan pasien PDP yang juga anggota Polri yang baru saja liburan dari sekolah perwira di Jawa Barat. “Jadi total seluruhnya ada 33 pasien yang dilakukan perawatan,” pungkas Ihsan.
Sebelumnya diberitakan, KM Kelud, dikarantina sementara di Belawan, usai melakukan pelayaran rute Jakarta-Batam-Belawan (Medan) karena sejumlah ABK-nya positif Covid-19. Para ABK diturunkan di Batam untuk dirawat, selanjutnya kapal melanjutkan perjalanan ke Belawan untuk menurunkan penumpang dan kru lainnya. Selanjutnya, kapal dikarantina dan tidak boleh berlayar hingga ada izin berlayar kembali. (kps)
BANTUAN: Kadispora Sumut, Bahar Siagian (kiri), menyerahkan bantuan sembako dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut kepada mahasiswa Unimed dan USU, Selasa (28/4). Penyerahan sembako diterima mahasiswa yang lockdown di asrama selama pandemi Covid-19.
BANTUAN: Kadispora Sumut, Bahar Siagian (kiri), menyerahkan bantuan sembako dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut kepada mahasiswa Unimed dan USU, Selasa (28/4). Penyerahan sembako diterima mahasiswa yang lockdown di asrama selama pandemi Covid-19.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hampir semua sektor terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Sebagian warga masih mampu mencukupi kebutuhan ekonominya Sebagian lagi mulai mengetatkan ikar pinggang. Bagi warga tidak mampu, jangan khawatir tidak memperoleh bantuan. Karena anggaran telah dipersiapkan.
“Anggaran Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) telah disiapkan. Yang kita tunggu saat ini adalah data dari kabupaten/kota. Jadi data dari kabupaten/kota tolong dipercepat, sehingga JPS bisa kita salurkan,” pesan Koordinator Bidang Administrasi dan Keuangan GTTP Covid-19 Sumut, Agus Tripriyono, dalam Rapat Koordinasi Teknis Sosialisasi dan Publikasi Penanganan Penyebaran Covid-19 Provinsi Sumut, di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman No 41 Medan, Selasa (28/4).
Rapat dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, Musa Rajekshah, Wakil Sekretaris Tim GTPP Sumut Arsyad Lubis, Koordinator Bidang Administrasi dan Keuangan GTTP Covid-19 Sumut Agus Tripriyono.
Adapun jumlah masyarakat Sumut yang akan memperoleh bantuan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yakni berjumlah 1.321.426 Kepala Keluarga. Rinciannya, sebanyak 662.661 KK dari program PKH, 662.762 KK dari Bantuan Sosial Tunai (dana ini dikucurkan dari APBN), dan 96.644 KK dari APBD Sumut atau kira-kira senilai Rp300 miliar.
Edukasi Hindari Wabah
Selain upaya menangani orang yang terpapar Covid-19, antisipasi untuk melindungi masyarakat agar terhindar dari wabah ini juga penting digencarkan.
Untuk itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumut yang tergabung dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemerintah daerah kembali memperkuat upaya edukasi, sosialisasi, dan publikasi.
“Informasi dan komunikasi dilaksanakan dengan pola satu pintu, yakni pusat informasi GTTP Covid-19 Provinsi Sumut. Jadi jangan sampai ada kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat yang akhirnya menimbulkan kepanikan dan ketidakjelasan,” tegas Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, Musa Rajekshah, saat memimpin rapat.
Selain menggunakan media mainstream dan media sosial, Wagub mengharapkan upaya sosialisasi juga melibatkan perangkat desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang paling dekat dan paham dengan masyarakat. “Beberapa momentum sosialisasi itu bisa saat melakukan pembagian sembako. Baik melalui tatap muka atau pembagian leaflet di dalam sembako,” katanya.
Unsur Forkompida seperti kepolisian dan TNI juga diminta koordinasi dengan jajaran di kabupaten/kota untuk mengerahkan pasukan dalam membantu upaya sosialisasi penanganan Covid-19.
Beberapa langkah lain yang harus digencarkan diantaranya imbauan kepada para pengusaha khususnya kuliner untuk tidak memberikan sarana bagi konsumen untuk makan di tempat yang berujung terjadinya kerumunan. Kemudian, penggunaan mobil keliling kejaksaan di kabupaten/kota diharapkan dapat dilakukan untuk penerangan dan penyebaran informasi.
Pemprovsu Alokasikan Rp231 M
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) telah mengalokasikan anggaran melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bidang kesehatan dan nonkesehatan sekitar Rp231 miliar. Dana tersebut bersumber dari refocusing APBD tahun 2020 yang dilakukan oleh Pemprov Sumut.
Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumut, Ismael Sinaga saat memberikan keterangan pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, lantai 6 kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa (28/4).
“Dana telah disalurkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rp32 miliar lebih dan kepada Dinas Kesehatan sebesar Rp199 miliar. Alokasi ini digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya membiayai fungsi kesehatan dan non kesehatan yang digunakan oleh GTPP,” ujar Ismael.
Lebih lanjut dikatakannya, Pemprov Sumut juga sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 triliun lebih untuk penanggulangan Covid-19. Dana tersebut dialokasikan ke dalam 3 tahap. Pada tahap pertama dialokasikan anggaran sebesar Rp502 miliar, tahap kedua Rp500 milar dan tahap ketiga Rp500 miliar.
“Kita telah memfokuskan kembali kegiatan yang di APBD untuk kegiatan penanggulangan Covid-19. Kita melakukan efisiensi belanja kepada kegiatan yang sifatnya rutin, misalnya untuk rapat, pertemuan, kegiatan sosialisasi, termasuk juga perjalanan dinas. Hal ini sesuai dengan arahan pimpinan kita,” kata Ismael.
Selain kesehatan, Covid-19 juga berdampak pada sosial dan ekonomi masyarakat. Untuk itu, Pemprov Sumut telah menyiapkan anggaran untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS). Bantuan ini akan diberikan kepada 150 ribu kepala keluarga dengan penerimaan Rp600 ribu per bulan.
Menurut Ismael ini akan menggunakan anggaran sebesar Rp270 miliar. Kemudian ada juga bantuan bahan pangan dari GTPP sekitar Rp30 miliar, sehingga total Rp300 miliar.
Dikatakan Ismael, penyiapan dana penanggulangan Covid-19 merupakan beban pemerintah pusat hingga ke kabupaten/kota. Dana penanggulangan diamanahkan untuk menangani dampak kesehatan, ekonomi dan persiapan JPS.
“Ini mungkin kami bisa sampaikan. Mari kita jalankan refocusing di daerah masing-masing. Kita harus bersama melangkah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 ini, jangan sampai warga kita ada yang kelaparan,” kata Ismael.
BANTUAN
Kadispora Sumut, Bahar Siagian (kiri), menyerahkan bantuan sembako dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut kepada mahasiswa Unimed dan USU, Selasa (28/4). Penyerahan sembako diterima mahasiswa yang lockdown di asrama selama pandemi Covid-19.
BANTUAN
Kadispora Sumut, Bahar Siagian (kiri), menyerahkan bantuan sembako dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut kepada mahasiswa Unimed dan USU, Selasa (28/4). Penyerahan sembako diterima mahasiswa yang lockdown di asrama selama pandemi Covid-19.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim GTPP Covid-19 Sumut, memberikan bantuan sembako kepada mahasiswa yang tidak bisa pulang ke kampung dan harus tinggal di asrama, Selasa (28/4). Penyerahan sembako diserahkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumut, Bahar Siagian, Kasi Intel Erman Syahrudianto dan Dir Binmas Kombes Pol Yusuf Hondawan Naibaho kepada 75 mahasiswa di asrama Unimed di Jalan William Iskandar Medan dan 68 mahasiswa USU di Jalan Dr Mansyur Medan.
“Kepada adik-adik kami yang tidak bisa pulang khususnya yang tinggal di luar Sumut, kami harap tabah dan sabar menghadapi situasi kita saat ini. Mudah-mudahan situasi ini cepat berakhir dan kita bisa berkumpul dengan keluarga. Untuk meringankan adik-adik kami membawa sembako, semoga bermanfaat,” ujar Bahar.
Wakil Rektor III Unimed Bidang Kemahasiswaan, Sahat Siagian yang menyambut kedatangan tim GTPP Sumut memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepeduliannya terhadap para mahasiswanya. “Terima kasih, semoga membawa berkah bagi para pemberi dan penerima, serta kita doakan Covid-19 segera berakhir,” ucap Sahat.
Simson, Mahasiswa Farmasi Unimed asal Papua, juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian Gubernur Sumut, Edy Ramayadi melalui Tim GTPP Sumut. “Bantuan ini meringankan kebutuhan kami selama tinggal di asrama,” tuturnya.
Berikutnya, sembako juga diberikan pada mahasiswa di asrama USU. Disambut oleh Kepala Asrama Bintang, Tim GTPP Sumut menyalurkan sembako yang terdiri dari beras 5 Kg, gula, minyak goreng, mi instan dan teh celup. “Terima kasih atas bantuan dari Tim GTPP, kepuliannya terhadap anak-anak mahasiswa kami,” ucap Bintang. (prn/rel)
Presiden Jokowi mengatakan stok pangan mulai defisit di sejumlah provinsi.
Presiden Jokowi mengatakan stok pangan mulai defisit di sejumlah provinsi.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Jokowi mengungkapkan banyak bahan kebutuhan pokok yang mengalami defisit di sejumlah provinsi akibat pandemi virus corona Covid-19.
“Laporan yang saya terima untuk stok beras defisit di 7 provinsi. Stok jagung defisit di 11 provinsi. Kemudian stok cabai besar defisit di 23 provinsi,” kata Jokowi saat membuka rapat kabinet terbatas lewat video conference, Selasa (28/4).
Jokowi melanjutkan, stok cabai rawit defisit di 19 provinsi, stok telur ayam defisit di 22 provinsi, stok gula pasir defisit di 30 provinsi, serta stok bawang putih juga diperkirakan defisit di 31 provinsi. “Langkah-langkah antisipasi harus kita lakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok bagi rakyat kita,” kata Jokowi.
Untuk mengantisipasi krisis pangan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka lahan persawahan baru demi mengantisipasi ancaman krisis pangan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, BUMN telah mempersiapkan sejumlah lahan. “Lahan basah dan lahan gambut di Kalimantan Tengah lebih dari 900 ribu hektar. Sudah siap 300 ribu ha,” kata Airlangga usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi, Selasa (28/4/2020). “Juga yang dikuasai BUMN ada sekitar 200 ribu hektar,” sambung dia.
Airlangga menambahkan, saat ini sudah dibuat perencanaan agar lahan tersebut bisa ditanami padi. Walaupun BMKG memperkirakan ancaman kekeringan tidak akan terjadi pada tahun ini, antisipasi perlu disiapkan. “Tetap kami monitor apakah ada tantangan alam seperti kekeringan atau hama 5 tahunan di semester 2 nanti,” ujarnya.
Pembukaan lahan ini sejalan dengan Indonesia yang mulai mengalami defisit bahan pokok di tengah pandemi corona.
Insentif Petani Rp600 Ribu
Pemerintah juga memutuskan memberi insentif kepada petani agar tetap bisa menggenjot produksi pangan di tengah pandemi virus corona Covid-19. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, total insentif yang diberikan pemerintah senilai Rp 600.000 Per bulan.
“Pemerintah memberikan BLT sebesar Rp 600 ribu. Dimana Rp 300 ribu merupakan bantuan tunai dan 300 ribu itu (untuk) sarana prasarana produksi pertanian,” kata Airlangga usai rapat kabinet terbatas bersama Presiden Jokowi, Selasa (28/4/2020).
Adapun bantuan Rp 300 ribu unuk sarana dan prasarana pertanian terdiri dari alat-alat untuk membantu produksi petani seperti bibit, pupuk, dan sarana produksi lainnya. Airlangga mengatakan, saat ini terdapat 2,44 juta petani yang masuk kategori miskin yang perlu diberikan insentif oleh pemerintah.
Dia menyebut penyaluran BLT petani kemungkinan akan sama dengan program bansos lainnya yakni, selama tiga bulan. “Ini diharapkan periode selama tiga bulan dan teknis akan diumumkan Kementan (Kementerian Pertanian),” ucapnya.
Sebelumnya, saat membuka rapat kabinet, Presiden Jokowi meminta program stimulus ekonomi yang dianggarkan untuk penanganan dampak Covid-19 juga dapat menjangkau para petani. Dengan sitimulus ekonomi ini, diharapkan petani dapat terus berproduksi saat masa pandemi corona. “Program stimulus ekonomi juga benar menjangkau yang berkaitan dengan produksi beras kita, artinya menjangkau petani kita,” ujar Jokowi.
Distribusi Pangan Lewat Udara
Presiden Joko Widodo juga meminta distribusi bahan pangan menggunakan pesawat dioptimalkan. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas mengenai ketersediaan kebutuhan pokok melalui konferensi video, Selasa (28/4/2020). Ia menyadari saat ini pengiriman melalui kargo udara terkendala biaya operasional. Sebabnya saat ini pesawat penumpang hanya sedikit yang beroperasi.
Di satu sisi pengiriman lewat kargo biasanya mengikuti keberangkatan pesawat penumpang. Lantaran hanya sedikit pesawat pemumpang yang beroperasi maka demikian pula dengan kargo pengiriman pesawat. “Yang namanya pesawat kalau yang jalan hanya kargonya saja, penumpangnya tidak, tentu saja hitung-hitungannya akan sangat sulit. Karena sebetulnya kargo itu mengikuti pesawat yang berpenumpang,” ujar Presiden Jokowi.
“Ini tolong betul-betul kita exercise sehingga jangan sampai distribusi bahan-bahan pokok, bahan-bahan yang penting itu terganggu karena kita sekali lagi adalah negara kepulauan,” lanjut dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi juga meminta distribusi bahan pangan tak terganggu selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Ia mendapat laporan bahwa sejumlah daerah terganggu proses distribusi bahan pokoknya di tengah penerapan PSBB. Ia mengatakan saat ini sejumlah daerah mengalami kekurangan bahan pangan seperti beras, bawang putih, dan selainnya. Karena itu distribusi menjadi kunci karena daerah yang berkecukupan akan menyuplai ke daerah yang kekurangan.
“Pastikan distribusinya baik sehingga daerah yang mengalami defisit kebutuhan pokoknya dapat disuplai melalui distribusi dari daerah yang surplus,” lanjut Jokowi. (kps)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penderita positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang sembuh kembali bertambah. Dari 111 jumlah pasien positif, hingga Selasa (28/4) sore pasien sembuh mencapai 40 orang, naik 5 orang dari hari sebelumnya 35 orang. Artinya, angka kesembuhan akibat paparan Covid-19 di Sumut berada di angka 36 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 13 persen.
SECARA nasional per 28 April 2020, ada penambahan 415 kasus baru sehingga total positif corona mencapai 9.511, dengan pasien sembuh 1.254 orang, atau sekitar 13 persen.
“Kita akan terus berupaya untuk meningkatkan angka kesembuhan ini, sampai pandemi virus corona berakhir. Tentunya tetap dengan dukungan semua masyarakat,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut lainnya, dr Aris Yudhariansyah, saat konferensi pers via streaming YouTube milik Humas Sumut, Selasa (28/4).
Aris mengatakan, kelima pasien positif yang sembuh kemarin, sebelumnya dirawat pada 3 rumah sakit yaitu RS Columbia Asia, RS GL Tobing, dan RSUD Djasamen Saragih. “Ketiga pasien positif sembuh dirawat di RS Columbia dengan inisial RET, ARS, dan WHJ. Sedangkan di RS GL Tobing 1 yakni JT, dan RSUD Djasamen Saragih 1 yaitu SJS,” ungkap Aris.
Aris menyebutkan, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami penurunan dari 153 menjadi 138 orang, Pasien meninggal dunia masih tetap yakni 12 orang. Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2.403 orang, turun dari sebelumnya 2.412.
“Dari gambaran data tersebut, menunjukkan masih terjadi penularan di antara masyarakat. Masih ada orang sakit membawa virus, terutama yang dibawa orang tanpa gejala (OTG) yang tidak merasakan dirinya sakit dan tetap berada di tengah-tengah masyarakat. Inilah yang harus segera dihentikan,” kata Aris.
Untuk itu, dia mengajak masyarakat berpartisipasi secara aktif dalam penanganan Covid-19 ini dengan memutuskan penularan infeksi. “Mari kita pastikan kita tidak tertular, kita sebarkan dan laksanakan penggunaan masker. Disiplin menerapkan physical distancing dan tetap menjalankan prosedur kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Hargai dan bantu mereka yang melakukan isolasi mandiri, jangan diskriminasi mereka yang terpapar Covid-19,” ajak Aris.
Menurut Aris, kasus baru Covid-19 di Sumut trennya memang sedikit melambat belakangan ini. Hal itu tak lain tentunya kerja keras tim dan kepedulian masyarakat Sumut yang sudah memahami bagaimana mencegah penularan Covid-19. “Harapannya, tren ini terus terjadi hingga akhirnya benar-benar zero kasus,” pungkasnya.
GTPP Covid-19 Sumut juga mengharapkan masyarakat agar bergotong rotong membantu sesama, khususnya dalam ekonomi. Karena dampak ekonomi yang sangat terasa pada masa pandemi ini.
“Kita bisa melihat aksi solidaritas di tengah masyarakat untuk menolong sesama dalam kesulitan ini. Kepedulian agar roda ekonomi masyarkat tetap bergerak sangat diperlukan,” ujar Aris.
Semarang Diklaim Tertinggi
Meski angka kesembuhan di Sumut di atas angka rata-rata nasional, namun Sumut bukan tertinggi di Indonesia. Angka kesembuhan pasien positif Covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah, diklaim tertinggi se-Indonesia. Di mana pasien positif yang dinyatakan sembuh mencapai 89 orang.
“Ini jumlah tertinggi se-Indonesia untuk sebuah kota, untuk proses kesembuhan,” Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/4).
Hendrar menerangkan pasien covid-19 yang masih dirawat berjumlah 117 orang. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 226 orang, sedangkan orang dalam pantauan (ODP) berjumlah 658 orang.
Dia mengaku tengah menunggu waktu, untuk memastikan tren penurunan positif korona. Dia mengungkap angka penyebaran virus korona di Kota Semarang cenderung turun.
“Saya akan buktikan info ini sampai seminggu. Karena saya tidak ingin masyarakat jadi meremehkan kembali,” imbuhnya.
Dia menegaskan Pemkot Semarang telah menetapkan pembatasan kegiatan masyarakat non pembatasan sosial berskala besar, untuk menekan penyebaran virus korona. Warga diminta bersabar dalam menjalani pembatasan kegiatan masyarakat.
“Harapan saya panjengenan semua bisa mengikuti pembatasan kegiatan masyarakat. Cukup 28 hari kita coba bertahan, nanti setelah itu kalau hasilnya bagus kita buka Kota Semarang menjadi normal kembali,” ucapnya.
Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) Kota Semarang mengatur kegiatan masyarakat di luar rumah saat pandemi virus korona. Pedagang kaki lima masih diberi kesempatan berdagang, namun dengan pembatasan waktu, mulai pukul 14.00 hingga 20.00 WIB. Sementara pasar tradisional dan toko modern beroperasi mulai pukul 07.00 hingga pukul 21.00 WIB.
Adapun, restoran boleh beroperasi pukul 11.00 sampai 20.00 WIB. Di atas pukul 20.00 WIB, kafe dan restoran hanya melayani pesan antar.
Selama masa PKM, layanan transportasi umum dibatasi, kecuali untuk pemenuhan kebutuhan pokok, kesehatan, serta angkutan barang. Untuk transportasi umum, kapasitas maksimal 50 persen dari tempat duduk, dan hanya boleh beroperasi dari pukul 04.00 sampai 18.00 WIB. (ris/net)