TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Hingga 26 Maret 2020, Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 8 orang dalam pemantaun (ODP).
“Sebanyak 8 orang dilakukan isolasi rumah, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih negatif,” terang Juru bicara penangan Covid-19 Pemko Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia, Rabu (26/3).
Dijelaskan Nanang, monitoring kesehatan warga Kota Tebingtinggi yang baru pulang bepergian dari negaera daerah terjangkit Covid- 19 seba,yak 99 orang, dengan rincian 10 orang sudah selesai masa monitoring 14 hari terhitung kepulangan.
“Dari 81 orang warga tersebut Orang Tanpa Gejala (OTG) ini, dalam kondisi baik dan sehat, tidak ada gejala se perti demam, batuk, flu serta gangguan penyakit Infeksi sa luran pernafasan,” paparnya.
Dinkes Kota Tebingtinggi terus melakukan imbauan kepada masyarakat, untuk tidak melakukan pengumpulan massa atau keluar rumah bagi tidak berkepentingan, tetap tinggal di rumah dan selalu menjaga kesehatan. (ian/han)
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dinas Komimfo Kota Tebingtinggi bersama Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) bekerjasama melakukan sosialisasi penyebaran Covid-19 langsung ke rumah-rumah warga dengan menggunakan mobil serta alat pengeras suara, Rabu (26/3).
Menurut Kadis Komimfo Dedi P Siagian, sosialisasi ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat dalam hal penanganan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Tebingtinggi.
“Tidak henti-hentinya kita memberikan informasi kepada masyarakat, agar selalu berada di rumah, karena hal itu untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19 di wilayah Kota Tebingtinggi,” jelasnya.
Kita juga mengajak masyarakat, jelas Dedi P Siagian, untuk berprilaku hidup bersih dengan rajin mencuci tangan serta menghindari kerumunan orang banyak dan mengatur jarak dengan orang minimal 1,5 meter.
Ditambahkan Dedi, karena masyarakat masih banyak yang memahami tentang penyebaran Covid-19, dengan adanya sosialisasi secara terus menerus setiap hari, masyarakat akan lebih paham.
“Tidak bekerjasama dengan BNNK Tebingtinggi saja kita lakukan sosialisasi Covid 19, tapi dengan semua elemant lain, Kominfo Tebingtinggi akan lebih siap. Dalam hal ini masyarakat Kota Tebingtinggi harus sehat dan tidak mudah terindikasi virus Covid 19,” papar Dedi.
Salah seorang warga, Asman (45) warga Jalan Ikhlas Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, mengaku bangga melihat Pemko Tebingtinggi dengan sigap melakukan sosialisasi kepada warga tentang bagaimana penyebaran Covid-19. Memang diakuinya, masyarakat kecil seperti dirinya harus terus keluar rumah untuk mencari makan memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kami sudah tau tentang Covid 19 itu, walaupun kami harus berjuang mencari nafkah di jalan, tetapi kami selalu tetap waspada yaitu menggunakan masker dan rajin mencuci tangan,” jelasnya. (ian/han)
BUBARKAN: Petugas gabungan membubarkan kerumunan orang pencegahan penyebaran Covid-19.
BUBARKAN: Petugas gabungan membubarkan kerumunan orang pencegahan penyebaran Covid-19.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Menyikapi penyebaran virus Covid-19 di Kota Tebingtinggi, jajaran TNI, Polri dan Satpol PP membubarkan warga yang sedang nongkrong di beberapa wilayah di Kota Tebingtinggi, Selasa (25/3) malam.
“Selain memberikan imbauan dan sosialisasi penyebaran virus Covid-19, kami juga membubarkan kerumunan orang yang tidak jelas hingga malam hari yang diberi pengarahan, tapi masih tetap membandel,”ujar Komandan Koramil 13 0204/DS, Kapten Budiono.
Bukan hanya di jalanan, pembubaran juga dilakukan di beberapa tempat tempat warnet, tempat nongkrong anak-anak muda dan kafe yang buka hingga malam.
“Mereka diberikan imbauan untuk mengatur jarak sesama orang dan bila tidak ada keperluan agar pulang dan tinggal di rumah,” paparnya.
Dalam pemantauan memang masih banyak anak-anak remaja yang nongkrong secara berdekatan di kedai-kedai kopi yang ada di inti Kota Tebingtinggi, dari mereka juga banyak tidak menggunakan alat pelindung seperti masker dan duduk saling berdekatan.
Wak Nganga, salah seorang pedagang minuman kopi dan bandrek, di Jalan MT Hariyono Kota Tebingtinggi, menuturkan selama maraknya penyebaran Covid-19, pembeli jadi sepi dan omset jualan menurun drastis.
“Apalagi ada imbauan warga tidak boleh keluar rumah, jualan kami semangkin tidak laku,” keluh Wak Ngantar. (ian/han)
PENYEMPROTAN: Ketua DPC PDIP Dairi, Resoalon Lumbangaol dan Ketua Komisi D DPRDSU, Anwar Sani Tarigan bersama pengurus dan kader melakukan penyemprotan disinfektan di salah satu sekolah di Kabupaten Dairi, Kamis (26/3).
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PENYEMPROTAN: Ketua DPC PDIP Dairi, Resoalon Lumbangaol dan Ketua Komisi D DPRDSU, Anwar Sani Tarigan bersama pengurus dan kader melakukan penyemprotan disinfektan di salah satu sekolah di Kabupaten Dairi, Kamis (26/3).
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Dairi mendesak Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu serius dan transparan menangani virus Corona (Covid-19). Pasalnya, sampai sejauh ini warga belum mengetahui tempat untuk melapor/memeriksakan diri jika ada yang terpapar Covid-19.
Desakan itu disampaikan Ketua DPC PDIP Dairi, Resoalon Lumbangaol bersama anggota DPRD Sumatera Utara, Anwar Sani Tarigan usai melakukan penyemprotan sejumlah ruang publik di kota Sidikalang dan sekitarnya, Kamis (26/3).
“Kita mempertanyakan sejauhmana upaya keseriusan pemerintah menanganai/menanggulangi covid-19. Kita dapat informasi, ada 35 orang dalam pemantauan (ODP) virus Corona. Mereka dimana diisolasi?,” ucap Resoalon. Bagaimana kesiapan dana, dan tempat isolasi apakah sudah disiapkan jika terjadi lonjakan pasien gejala terindikasi covid-19.
Dikatakan Resoalon, Pemkab dan DPRD Dairi harus mengalokasikan dana untuk pengendalian virus tersebut. Bupati bisa menggunakan dana biaya tak terduga (BTT) supaya penanganan dirumahsakit atau pengadaan ruang isolasi. Resoalon juga mendesak Pemkab Dairi harus transparan data warga positif terpapar corona.
“Semua jalur keluar masuk Kabupaten Dairi supaya dibuat Pos pemeriksaan, sehingga orang yang keluar masuk ke kabupaten ini terdata. Dengan kejadian salahsatu warga positif covid-19 adalah datang dari luar Dairi. Untuk itu, PDIP minta Pemkab Dairi ambil tindakan tegas bila ada orang datang dari luar Dairi agar status ODP dan melakukan pengawasan ketat diperbatasan bekerjasama dengan aparat keamanan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D, Anwar Sani Tarigan mengatakan, sudah meminta kepada Gubsu Edy Rahmayadi agar rapid tes dan alat pelindung diri (APD) serta obat-obatan, agar segera didistribusikan ke tiga Kabupaten daerah pemilihanya. Kita sudah mendorong Gubsu jika barang yang diimpor dari Cina tiba di Sumut supaya segera disalurkan ke rumah sakit daerah Kabupaten/Kota di Sumut termasuk Dairi, Karo dan Pakpak Bharat.
Lakukan Penyemprotan Disinfektan
Sebelumnya, DPC PDIP Dairi melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah lokasi yakni, di SMAN 2, SMN 1. Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) di jalan Air Bersih Sidikalang, Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), Mesjid di kilometer 3, rumah warga di jalan Merdeka serta jalan Kopi Sidikalang.
Ketua DPC PDIP Dairi, Resoalon Lubangaol mengatakan, penyemprotan disinfektan merupakan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Dimana, tiga pilar yakni ekseskutif, legislatif dan struktur partai diharuskan membantu pemerintah penanganan covid-19 yang saat ini mewabah di Indonesia.
DPP menginstruksikan supaya semua pengurus mulai dari DPP, DPD dan DPC PDIP membantu masyarakat pengendalian virus corona. Resoalon menjelaskan, ketiga pilar diharapkan membantu masyarakat penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan vitamin ke masyarakat.
“Dan yang kita lakukan hari ini baru penyemprotan, untuk kegiatan selanjutnya akan kita lakukan pembagian masker dan vitamin,”ucapnya.(rud/han)
TINJAU: Anggota DPRD Sergai Ilham Ritonga bersama Muspika Kecamatan Perbaungan, meninjau penyemprotan disinfektan di Kecamatan Perbaungan, Kamis (26/3).
TINJAU: Anggota DPRD Sergai Ilham Ritonga bersama Muspika Kecamatan Perbaungan, meninjau penyemprotan disinfektan di Kecamatan Perbaungan, Kamis (26/3).
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Antisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kecamatan Perbaungan, anggota DPRD Sergai Ilham Ritonga SE bersama Muspika melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat fasilitas umum, seperti Masjid AR Rasyid, SPBU Perbaungan, Sergai Walk, Restoran Cabe Ijo, Kamis (26/3).
Bersama Muspika Kecamatan Perbaungan, Ilham Ritonga mengimbau, masyarakat agar selalu senantiasa menjaga diri, seperti jangan berkumpul di tempat keramaian, jaga jarak dengan orang lain, tetap berdiam diri di rumah, selalu mencuci tangan dengan sabun atau sanitizer, dan melakukan Physical Distancing, sampai situasi benar-benar kondusif.
Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra ini mengatakan, ke depannya kegiatan penyemprotan disinfektan ini tetap berlanjut dengan mendorong semua lapisan masyarakat dengan mengandeng Pemerintah Daerah, Kecamatan dan Desa, supaya mengambil kebijakan cepat tanggap segera mengantisipasi penyebaran virus Corona ini dengan melakukan penyemprotan disinpektan kerumah-rumah warga yang berada di Kecamatan Perbaungan, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, kata Ilham.
Menurut Ilham, sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi, Pemerintah daerah bisa mengalokasikan anggaran daerah untuk menggunakan dalam pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) didaerah masing –masing.
Disamping itu, Ilham mengajak seluruh masyarakat Perbaungan selalu senantiasa berdoa kepada Allah Swt, agar musibah ini cepat berakhir. (surya/han)
RDP: Komisi C DPRD Langkat gelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Langkat.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
RDP: Komisi C DPRD Langkat gelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama tim Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Langkat.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – DPRD Langkat berusaha semaksimal mungkin akan melakukan penggeseran anggaran jika diperlukan dalam upaya menangani Covid-19 yang telah mewabah ke seluruh penjuru provinsi, termasuk ke Kabupaten Langkat.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Langkat, Ralin Sinolingga wartawan usai menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) terkait pembahasan pencegahan penyebaran virus Corona, Kamis (26/3)
Wakil Ketua DPRD, Ralin Sinulingga yang turut hadir dalam RDP juga mengatakan, hal itu dilakukan demi memberikan fasilitas terbaik guna mengantisipasi Covid-19. Jika diperlukan anggaran yang cukup tinggi selain penggunaan dana tak terduga.
Sementara itu, pimpinan rapat, Antoni Ginting selaku Wakil Ketua DPRD Langkat mempertanyakan kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat dalam mengantisifasi virus Corona walaupun sudah ada aturan maupun imbauan pemerintah pusat.
“Kami ingin Pemkab dalam mengantisipasi Corona, penanganannya secara terukur agar masyarakat Kabupaten Langkat dapat terhindar dari virus Corona,” kata dia.
Menanggapi pertanyaan Pimpinan DPRD Langkat dalam RDP, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Langkat, dr. H. Indra Salahudin, M.Kes, MM menjelaskan sampai hari ini Langkat negatif Covid-19
Dalam rapat dengan komisi B yang membidangi kesehatan termasuk satgas Gugus Covid-19 Langkat, Sekdapun mengakui, pihak pemerintah daerah terus berupaya melakukan langkah-langkah terbaik untuk melindungi warganya.
Keterangan senada juga disampaikan oleh juru bicara Satgas Antisipasi Virus Corona, Dr.Arifin Sinaga mengatakan, wabah virus corona (COVID-19), masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian masyarakat di Indonesia.
Berbagai cara dan upayapun terus dilakukan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah guna mengantisifasi penyebarannya. Mulai dari melakukan aksi bersih-bersih dan juga penyemprotan cairan disinfektan.
“Hingga melakukan pengawasan atau pemantauan terhadap warga yang dicurigai terpapar penyakit mematikan ini.
Dr.Arifin Sinaga juga mengatakan sebanyak 8 warga masuk dalam kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP).Semuanya dilatarbelakangi karena mereka baru saja bepergian ke luar negeri.
Dikatakannya, bahwa tim yang tergabung dalam posko penanggulangan COVID-19 Pemkab Langkat, saat ini masih terus melakukan pemantauan terhadap warga ini. Dimana ke-8 orang tersebut yang statusnya ODP, diketahui 7 baru saja kembali dari luar negeri dan satu lagi dari Papua.
“Empat orang baru saja kembali dari Yerussalem, kemudian 3 dari Malaysia dan satu lagi baru kembali dari Papua,” ujarnya.
Dijelaskan dia, empat warga yang masuk dalam kategori ODP tersebut telah melewati masa pemantauan selama 14 hari,
Namun juga masih dalam pengawasan petugas kesehatan setempat. Guna mengantisipasi, jika ada warga yang terjangkit COVID-19, Pemkab Langkat, saat ini telah menyiapkan lima rumah sakit rujukan.
“Kelima rumah sakit tersebut yakni Rumah Sakit Umum Tanjung Pura, Rumah Sakit Delia di Selesai, Rumah Sakit Putri Bidadari di Wampu, Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan dan RS Tanjung Selamat Batang Serangan,” kata dr.Arifin Sinaga
Selain itu juga dipersiapkan sebanyak 30 puskesmas yang berada di 23 kecamatan di Kabupaten Langkat,
Sedangkan untuk tempat isolasi direncanakan akan dipersiapkan di gedung Akper Pemkab Langkat dan klinik milik USU di Kecamatan Salapian.
Karena itu, Dr. Arifin Sinaga mengimbau kepada warga yang baru datang dari luar negeri, maupun kedatangan dari dalam negeri diharapkan untuk memeriksa kondisi kesehatannya diberbagai fasilitas rumah sakit milik pemerintah maupun puskesmas yang terdekat.
“Kita berharap bagi masyarakat mematuhi dan memahami kondisi saat ini. Jika memang tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya berdiam diri saja di rumah untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Jauhi keramaian dan beri jarak saat berbincang dengan orang lain,” imbuhnya (yas/han)
IMBAU: Tim gabungan Pemkab Deliserdang mernghimbau warga yang sedang nongkrong di kafe untuk tinggal di rumah, guna mencegah penyebaran virus Corona, Rabu (25/3).
IMBAU: Tim gabungan Pemkab Deliserdang mernghimbau warga yang sedang nongkrong di kafe untuk tinggal di rumah, guna mencegah penyebaran virus Corona, Rabu (25/3).
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Polresta Deliserdang bersama Kodim 0204/DS dan Sat Pol PP Kabupaten Deliserdang bekerjasama melaksanakan patroli memberikan imbauan di tempat-tempat keramaian untuk mengajak masyarakat tidak berkumpul-kumpul, dan tinggal di rumah Rabu (25/3) malam.
Dipimpin Kasat Intelkam Polresta Deliserdang AKP Amir Sinaga, SH, Tim Patroli dibagi menjadi dua rute yakni Tim 1 mengarah ke jalan Lintas Sumatera Utara ke wilayah hukum Polsek Tanjung Morawa dan Tim 2 menuju ke wilayah hukum Polsek Lubukpakam dan Polsek Beringin.
Dengan menggunakan pengeras suara, personel mengimbau agar masyarakat untuk tidak kumpul-kumpul dan melakukan social distancing serta menjaga kesehatan diri guna mencegah penularan wabah virus corona.
Tempat-tempat keramaian seperti café, tempat makan, warung kopi maupun tempat hiburan karaoke menjadi sasaran utama tim patroli gabungan Polresta Deliserdang, yang mana tempat-tempat tersebut biasa menjadi ajang berkumpul bagi masyarakat.
Selain itu personil patroli juga memberi himbauan kepada pemilik usaha untuk bekerjasama kepada pihak kepolisian khususnya Polresta Deliserdang dalam hal mencegah penularan virus corona.
Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK mengatakan, langkah tersebut merupakan salah satu cara pihak untuk melakukan pencegahan penyebaran virus COVID-19.
“Penertiban ditempat-tempat keramaian merupakan upaya kami untuk mencegah meluasnya wabah virus corona khususnya di wilayah kabupaten Deli Serdang. Kami berharap masyarakat dapat memahami maksud dan tujuan kami dan dapat bekerjasama untuk mencegah penyebaran Covid-19,” sebutnya. (btr/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kota Medan saat ini masih mengalami kelangkaan masker dan hand sanitizer. Jika ada, harganya pun sangat mahal. Hal ini akibat ulah para penimbun yang mencari keuntungan besar. Karenanya, Dewan Kota Medan meminta polisi bergerak cepat dengan menindak penimbun masker dan hand sanitizer.
Anggota Komisi III DPRD Medan, T Edriansyah Rendy mengatakan, langkanya masker dan hand sanitizer memicu harga kedua barang tersebut naik hingga melambung tinggi.Jika pun kedua barang itu ada, harganya sudah tak masuk akal.
“Hand sanitizer yang tadinya di kisaran Rp20 ribuan, kini harganya lebih dari Rp70 ribu. Yang lebih melambung lagi harga masker yang normalnya Rp30 ribu per kotak, sekarang paling murah Rp300 ribu per kotak bahkan sampai Rp450 ribu. Ini luar biasa kenaikannya,” ujarnya.
Dikatakan Rendy, hal itu membuat masyarakat kebingungan untuk mendapatkan masker maupun hand sanitizer yang dibutuhkannya. “Kita diimbau pakai masker dan hand sanitizer, tapi barangnya langka di pasar, masyarakat pun bingung. Lantas dimana peran pemerintah dalam hal ini Dinas Perdagangan? Dimana fungsi pengawasannya terhadap ketersediaan barang-barang tersebut di Kota Medan? Mana peran polisi? Ayo tangkap penimbun dan penjual masker dan pakai hand sanitizer yang melebihi harga tak wajar itu,” tegasnya.
Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Medan ini juga menyesalkan Dinas Perdagangan yang tidak berperan dalam memastikan ketersediaan barang-barang tersebut dengan harga yang sewajarnya.
“Dinas Ketahanan Pangan sudah sibuk memproduksi Hand Sanitizer, Dinas Kesehatan sibuk menyiapkan penanggulangan bersama dengan Puskesmas-puskesmas, Dinas PKPPR dan OPD lainnya sibuk membuat westafel untuk mencuci tangan di tempat umum, BPBD dan kecamatan sibuk melakukan penyemprotan disinfektan. Nah, sekarang Dinas Perdagangan juga harus mengambil perannya, kontrol ketersediaan Masker dan Hand Sanitizer di Kota Medan,” tegasnya. Dia juga meminta Dinas Perdagangan melakukan sidak-sidak kepada oknum-oknum penimbun barang tersebut, bisa berkoordinasi dengan Satpol PP dalam penindakannya. “Tak hanya soal hand sanitizer serta masker, Dinas Perdagangan juga harus bisa menjaga kekondusifan alur perdagangan di Kota Medan. Polisi juga diminta menindak para penimbun tersebut,” pungkasnya. (map/ila)
RELAWAN: Relawan IRC bersiap membagikan masker dari rumah ke rumah secara gratis.
markus/sumut pos
RELAWAN: Relawan IRC bersiap membagikan masker dari rumah ke rumah secara gratis.
markus/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – puluhan relawan Irmadi Lubis – Robi Center (IRC) mendatangi masyarakat di seluruh kelurahan di Kecamatan Medan Barat Kota Medan guna membagi-bagikan masker dari rumah ke rumah sekaligus melakukan penyemprotan desinfektan ke rumah-rumah wargan
Ketua Umum IRC, Robi Barus mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dari IRC kepada masyarakat agar terhindar dari virus corona yang saat ini tengah melanda Kota Medan.
“Mudahan-mudahan dengan pemberian masker dan penyemprotan disinfektan ini seluruh warga Kota Medan khususnya di wilayah Kecamatan Medan Barat bisa terhindar dari virus corona,” ujar Robi Barus kepada Sumut Pos di Posko IRC, Jalan Guru Patimpus Medan, Kamis (26/3) usai melepas puluhan relawan IRC yang bersiap mendatangi rumah-rumah warga.
Robi tak mau membagikan masker di jalan dengan alas an membuat masyarakat jadi berkumpul dalam jumlah yang banyak. “Tentu itu bertolak belakang dengan social distancing yang saat ini ditegaskan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. IRC memilih menjemput bola, kami memilih mendatangi masyarakat dari rumah ke rumah,” ucap Robi lagi.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan ini juga mengingatkan agar masyarakat mau mematuhi imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah agar terhindar dari penularan virus corona tersebut.
“Jaga kebersihan diri sendiri, rumah dan lingkungan sekitar serta sering memeriksakan diri di puskesmas yang terdekat dari rumah agar tidak terjangkit virus korona dan terkhusus bila merasakan gejala-gejalanya,” kata Robi.
Kepada para Relawan IRC, Robi juga berpesan untuk tetap menjaga kesehatan dan tidak lagi berada di luar rumah bila tidak ada keperluan lain yang dinilai sangat penting.
“Saya sudah perintahkan kepada para relawan supaya setelah selesai melaksanakan tugas, mereka harus segera membersihkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Kita harus peduli dengan keselamatan masyarakat, tetapi kita semua juga punya tanggungjawab dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga kita masing-masing,” pungkasnya. (map/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengantisipasi penularan penyebaran virus corona atau Covid-19, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengimbau kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk mematuhi polisi atau Maklumat Kapolri agar tak berkerumun dan melakukan social distancing (menjaga jarak). Jika tak patuhi imbauan, akan disanksi hukuman penjara selama 1 tahun.
“Sanksinya bervariasi. Apabila tidak mematuhi imbauan yang kita lakukan, maka diberi sanksi sesuai Undang Undang Nomor 4/1984 tentang wabah penyakit menular dengan ancaman hukuman 1 tahun kurungan penjara,” tegas Irjen Pol Martuani Sormin di kantornya, Kamis (26/3).
Sanksi lainnya, kata dia, Undang Undang Nomor 6/2018 tentang Karantina Kesehatan. Selanjutnya, Pasal 212 KUHPidana dengan ancaman 6 bulan. “Jadi, kalau masyarakat sudah diimbau pemerintah untuk karantina rumah maka patuhi,” tegas Kapoldasu lagi.
Martuani mengaku sudah menyampaikan arahannya kepada Kapolres dan Kapolsek sejajaran Polda Sumut, yaitu tidak ada keramaian dalam bentuk apapun. “Seperti resepsi, pesta adat, kegiatan olahraga bersama, dan kegiatan lainnya dalam jumlah orang banyak untuk ditunda,” kata Martuani.
Diutarakan Martuani, sesuai Maklumat Kapolri pihaknya telah melakukan pembatasan atau social distancing, yaitu pembatasan kerumunan orang dalam jumlah yang besar. Kemudian, pembatasan kegiatan lainnya seperti olahraga, festival, dan kegiatan lainnya yang mengundang orang banyak.
“Semua kegiatan seperti itu kita larang, karena memungkinkan menjadi tempat penyebaran virus Covid-19 ini. Kita tidak bisa tahu secara langsung apakah kita tertular atau terpapar virus tersebut,” papar Kapoldasu.
Martuani juga mengimbau kepada seluruh warga Sumut untuk menjaga jarak minimal 1 meter, tidak perlu bersalaman atau bersentuhan. Memang hal ini bertentangan dengan adat budaya di Indonesia. Namun, melihat perkembangan eskalasi penyebaran virus yang semakin meningkat maka perlu dibatasi.
“Kurangi mobilitas, dan perbanyak di rumah. Hal ini sudah sangat membantu. Karena, virus ini sangat berbahaya dan mematikan. Sama-sama diketahui, di Italia, Spanyol dan beberapa negara lainnya kasus Covid-19 terus meningkat dan banyak menelan korban jiwa,” cetusnya.
Upaya-upaya tersebut, menurut dia, tentunya sangat mengganggu aktivitas, baik di sektor ekonomi, sosial dan sebagainya. “Kami juga sudah mengimbau ke warga Tionghoa di Sumut pada perayaan Cheng Beng untuk tidak dilakukan dalam jumlah banyak. Lakukanlah secara sendiri-sendiri di rumah untuk beribadat,” ucap Martuani.
Kapoldasu melanjutkan, masyarakat tidak perlu panik karena sudah dilakukan berbagai upaya. Masyarakat hanya tinggal mengikuti imbauan pemerintah untuk berdiam diri di rumah dan mengurangi mobilitas.
“Kami juga sudah menyampaikan imbauan kepada pengusaha sembako, bahwasanya tidak ada yang boleh menimbun. Selanjutnya, tidak boleh menaikkan harga sembako. Kami akan terus melakukan pengawasan bersama Satgas Pangan terhadap oknum-oknum yang nakal atau mempermainkan harga,” tegasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, terkait operasi keramaian, pihaknya sudah menyiapkan atau membentuk tim dengan sandi Operasi Aman Nusa Dua. Operasi ini untuk menangani kontijensi mulai dari tingkat Polsek sampai Mabes Polri.
“Memang kami masih kekurangan sumber daya dalam hal Alat Pelindung Diri (APD), saat ini kami baru memiliki 100 set APD. Untuk itu, kita memesan APD di Solo. Jadi, sementara ini kita gunakan dulu APD yang ada, misalnya menggunakan jas hujan, sepatu boots, sarung tangan, masker. Hal ini dilakukan supaya personel kita tidak tertular virus Covid-19,” bebernya.
Ditegaskan dia, ada satu hal lagi yang perlu diketahui masyarakat, yaitu mengenai penanganan jenazah yang terindikasi Covid-19. Dalam proses ini sudah ada SOP (Standar Operasional Prosedur), yakni jenazah dibungkus dengan plastik, dimasukkan dalam peti dan dibungkus. Keluarga hanya bisa melihat dari jauh, tidak ada yang boleh melayat dan jenazah dimakamkan oleh petugas medis.
“Mau tidak mau harus taat, karena dalam waktu 4 jam wajib dikuburkan. Masyarakat diharapkan memahami kondisi yang terjadi saat ini, hal itu agar tidak tertular atau virus menyebar. Sebab masing-masing masyarakat memiliki tingkat imunitas yang berbeda. Kita juga bisa menjadi carrier atau pembawa virus terhadap orang lain,” paparnya.
Sedangkan di jajarannya, Martuani bilang, Polda Sumut telah melakukan berbagai upaya mencegah corona. Salah satunya dengan menerapkan kepada para personel untuk berjemur 10 menit setiap pagi sebelum bertugas.
“Kita melaksanakan olahraga setiap pagi tetapi secara mandiri. Selain itu, anggota harus berjemur minimal 10 menit karena sinar matahari sekitar pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB sangat baik untuk meningkatkan imunitas tubuh dan sekaligus mencegah penyebaran virus Covid-19,” paparnya.
Selain itu, Mapolda Sumut dan kantor kepolisian sejajaran dilakukan penyemprotan disinfektan. Tak hanya itu, beberapa waktu lalu pihaknya bergotong-royong bersama dengan Kodam I Bukit Barisan dan instansi terkait melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas publik di Medan. Sebab, virus ini bisa menempel di fasilitas umum sehingga dapat menularkan ke orang lain.
“Kami juga menyiapkan fasilitas cuci tangan tradisional, yaitu dengan air mengalir dan sabun cair di setiap kantor kepolisian. Dari hasil medis, bahwa virus tersebut bisa mati dengan cairan sabun antiseptik,” pungkasnya. (ris/ila)