30 C
Medan
Friday, January 16, 2026
Home Blog Page 4375

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Bhabinkamtibmas Gelar Cek Kesehatan di Pesta Pernikahaan

PERIKSA KESEHATAN: Petugas Bhabinkamtibmas Desa Singgabur Polsek Salak, Aipda Jayanri Sibuea bersama tim Puskesmas Singgabur melakukan pengecekan suhu tubuh di Pesta Pernikahan di Singgabur, tepatnya di Lokasi Pekan Singgabur Pada Sabtu (21/3)
PERIKSA KESEHATAN: Petugas Bhabinkamtibmas Desa Singgabur Polsek Salak, Aipda Jayanri Sibuea bersama tim Puskesmas Singgabur melakukan pengecekan suhu tubuh di Pesta Pernikahan di Singgabur, tepatnya di Lokasi Pekan Singgabur Pada Sabtu (21/3)
PERIKSA KESEHATAN:  Petugas Bhabinkamtibmas Desa Singgabur Polsek Salak, Aipda Jayanri Sibuea  bersama tim Puskesmas Singgabur melakukan pengecekan suhu tubuh di Pesta Pernikahan di Singgabur, tepatnya  di Lokasi Pekan Singgabur  Pada Sabtu (21/3)
PERIKSA KESEHATAN: Petugas Bhabinkamtibmas Desa Singgabur Polsek Salak, Aipda Jayanri Sibuea bersama tim Puskesmas Singgabur melakukan pengecekan suhu tubuh di Pesta Pernikahan di Singgabur, tepatnya di Lokasi Pekan Singgabur Pada Sabtu (21/3)

PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO – Upaya pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19, Bhabinkamtibmas Polsek Salak Polres Pakpak Bharat bersama Tim Kesehatan Puskesmas Desa Singgabur mengecek suhu tubuh di Pesta Pernikahan di Singgabur, tepatnya di Lokasi Pekan Singgabur, Sabtu (21/3).

Pemeriksaan suhu tubuh kepada undangan dari Kecamatan STTU Julu. Pada kesempatan itu, Bhabinkamtibmas juga mengimbau kepada masyarakat untuk menunda pesta pernikahan ataupun acara lainnya yang sifatnya mengundang keramain. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Alamsyah Hasibuan, SIK mengatakan, pihaknya terus melakukan kegiatan serupa guna meminimalisir penyebaran virus Corona di kalangan masyarakat setempat.

Bhabinkamtibmas juga terus melakukan pertemuan dengan warga dalam rangka mengimbau warga, agar tidak panik dengan adanya berita tentang virus Corona, serta berharap masyarakat selalu hidup sehat dengan cara mencuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas di luar rumah. (tam)

Jatuh saat Berfoto Selfi, 2 Siswi SMP Tenggelam di Sungai Buaya

EVAKUASI: Tim SAR dan petugas Polsek Bangun Purba mengevakuasi jasad salah seorang siswi SMP yang tenggelam di sungai Buaya, Senin (23/3) sore.
EVAKUASI: Tim SAR dan petugas Polsek Bangun Purba mengevakuasi jasad salah seorang siswi SMP yang tenggelam di sungai Buaya, Senin (23/3) sore.
EVAKUASI: Tim SAR dan petugas Polsek Bangun Purba mengevakuasi jasad salah seorang siswi SMP yang tenggelam di sungai Buaya, Senin (23/3) sore.
EVAKUASI: Tim SAR dan petugas Polsek Bangun Purba mengevakuasi jasad salah seorang siswi SMP yang tenggelam di sungai Buaya, Senin (23/3) sore.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan SAR, Koramil Bangun Purba dan kepolisian akhirnya menemukan satu dari dua siswi SMP yang tenggelam di Pantai Salju, Sungai Buaya, Senin (23/3) sekira pukul 17.55 WIB. Korban yang bernama Winda Shafitri,siswi SMPN 1 Bangun Purba, ditemukan sudah tak bernyawa lagi.

Sementara korban lainnya bernama Rahma Alya Putri, siswi SMPN 1 Bangun Purba belum masih dalam pencarian tim gabungan. Kapolsek Bangun Purba, AKP Sudaryanto mengatakan, jasad korban yang ditemukan langsung dievakuasi untuk dilakukan visum. “Satu lagi yang belum ketemu masih kami lakukan pencarian terus,”kata Sudaryanto. Sebelumnya, dua siswi SMPN 1 Bangun Purba Deliserdang tenggelam di Pantai Salju sungai Buaya, Minggu (22 /3) sore, saat asik berfoto Selfi di atas batu batuan sungai. Kedua korban diduga terpeleset, dan tenggelam terseret arus sungai buaya yang cukup deras.(bbs)

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Satgas Gugus Langkat Siaga 24 Jam

SIAGA: Tim Satgas Gugus Pencegahan Covid-19 melakukan pemantauan selama 24 jam di RSU PDP Corona di Langkat, Senin (23/3).ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
SIAGA: Tim Satgas Gugus Pencegahan Covid-19 melakukan pemantauan selama 24 jam di RSU PDP Corona di Langkat, Senin (23/3).ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
 SIAGA: Tim Satgas Gugus Pencegahan Covid-19 melakukan pemantauan selama 24 jam di RSU PDP Corona di Langkat, Senin (23/3).ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
SIAGA: Tim Satgas Gugus Pencegahan Covid-19 melakukan pemantauan selama 24 jam di RSU PDP Corona di Langkat, Senin (23/3).ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Antisipasi pencegahan penyebaran virus Corona, Satuan Tugas (Satgas) Gugus Langkat siap siaga 24 jam memantau kesiapan Puskesmas dan RSU Rujukan pasien yang terpapar.

Kesiagaan ini tetap dilakukan Satgas Tugas Pencegahan Kabupaten Langkat, demi menjamin warganya dari terpapar virus Corona.

Pemantauan dilaksanakan selama dua hari mulai 20-21 Maret 2020, dengan melihat kesiapan Posko informasi pencegahan Covid-19 di Kantor Dinkes Langkat, kesiapan lima Rumah Sakit Umum (RSU) rujukan untuk PDP (Pasien Dengan Pengawasan) atau Suspek Covid-19, serta kesiapan Puskesmas yang terdapat di 23 Kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Langkat.

“Selain upaya antisipasi dan penekanan terhadap penyebaran Covid-19, pemantauan ini sekaligus untuk mengarahkan tenaga kesehatan, agar selalu mensosialisasikan dan edukasi perilaku hidup sehat kepada masyarakat,” ungkap Juru bicara Satgas Gugus COVID-19, dr. Arifin kepada Sumut Pos, di Posko Siaga, Minggu(22/3).

Dr Arifin juga mengatakan, posko siaga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, di antaranya mobil ambulance, petugas medis, obat- obatan dan papan informasi serta call centre yang bisa dihubungi masyarakat selama 24 jam. Selain itu, pengadaan alat-alat tambahan seperti APD (Alat Pelindung Diri) dan peralatan tanggap darurat lainnya dari pusat dan daerah. Untuk tim yang bertugas di posko ini terdiri dari petugas gabungan, yakni dari Dinkes, Diskominfo, BPBD, TNI/ Polri dan para tenaga medis yang siaga 24 jam.

Sedangkan, RSU yang ditetapkan untuk rujukan atau pelayanan di daerah, kata dr Arifin, terdapat 5 rumah sakit, yakni RSU Tanjung Pura, Putri Bidadari, Delia, PTPN II Tanjung Selamat dan RSU Pertamina Pangkalan Berandan

“Hasil dari pantauan kami, RS ini sudah cukup memadai untuk menjadi rujukan pasien PDP Covid-19, sebelum nantinya dirujuk ke RSU Adam Malik Medan,” ungkapnya.

“Termasuk untuk 23 Puskesmas yang tersebar di 23 kecamatan, sampai ke tingkat Pustu, ungkap Jubir.

dr Arifin juga mengklarifikasi mengenai kabar seorang warga Langkat yang positif Corona adalah salah. Meskipun benar pasien tersebut secara administrasi warga Langkat, namun pasien berdomisili di kota Binjai.

Petugas Satgas Gugus COVID-19 yang terlibat melakukan pemantauan di antaranya, Asisten II Ekbangsos Hermansyah, ketua Gugus Satgas COVID-19 Langkat sekaligus kepala BPBD Irwan Syahri, Kadis Kominfo H.Syahmadi, Plt.Kadis Kesehatan dr.Sofyan Armaya serta staf tenaga kesehatannya, Kasi Intelkom, AKP. LS. Siregar dan Kabag Ops Kompol Yusuf Surbakti serta dokter dari Polres Langkat. (yas/han)

Dipesan 500 Unit, APD dan Alat Tes Cepat Corona Belum Tiba

RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi penanganan penyebaran Covid-19 di Sumut, berlangsung di Rumah Dinas Gubernur, Senin (23/2).
RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi penanganan penyebaran Covid-19 di Sumut, berlangsung di Rumah Dinas Gubernur, Senin (23/2).
RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi penanganan penyebaran Covid-19 di Sumut, berlangsung di Rumah Dinas Gubernur, Senin (23/2).
RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi penanganan penyebaran Covid-19 di Sumut, berlangsung di Rumah Dinas Gubernur, Senin (23/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Alat pelindung diri (APD) dan rapid test atau alat tes cepat virus Covid-19 yang dipesan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Suatera Utara, hingga Senin (23/3) belum sampai di Sumut.

“Belum datang (ke Medan), belum ada. Itu yang kita usahakan sekarang,” kata Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis, menjawab Sumut Pos di Gubernuran Jl. Sudirman Medan, Senin (23/3).

Pernyataan pihaknya pada Jumat kemarin yang menyebutkan APD sudah tiba di Sumut sebanyak 500 unit, ternyata hanya 50 unit yang tersedia. Itupun melalui pengadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut. “Oh semalam itu 50 (unit), sudah saya distribusikan ke RS Haji Medan. Itu penting, karena sudah tidak ada lagi pakaian mereka. Itu dari pengadaan kami,” katanya.

Disinggung mengenai rapid test yang akan digunakan setelah barangnya tersedia nanti, Riadil menyebut, secara teknis bisa ditanyakan sama Kadinkes Sumut. “Selain itu, kami juga sedangn

menyiapkan 5-6 rumah sakit rujukan pasien suspect Covid-19. Seperti GL Tobing PTPN II, Martha Friska 1 dan 2, Sari Mutiara, Wisma Atlet Pancing, gedung diklat BPSDM Sumut, RS Haji dan eks SPM Sampali,” katanya usai melaksanakan rapat koordinasi bersama pihak RS di Sumut.

Mengenai bantuan dari China yang diakomodir pemerintah pusat guna penanggulangan Covid-19, menurut dia, sejauh ini Sumut belum kebagian jatah. “Belum. Jakarta yang atur. Satu pintu nantinya. Sumut belum dapat,” ungkap dia.

Diketahui, APD untuk Sumut telah dipesan ke Jakarta sebanyak 10 ribu. Sedangkan rapid test merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan, diestimasi akan diberikan sebanyak 2.000 unit.

Sebelum rakor antara Tim Gugus Tugas bersama pihak RS tersebut, Gubsu Edy Rahmayadi telah meninjau sejumlah RS dan gedung yang akan dijadikan ruang isolasi, sebagai antisipasi lonjakan pasien Covid-19 di Sumut. Antara lain RS Martha Friska di Jalan Multatuli, RS Martha Friska Brayan Jalan Yos Sudarso, Bapelkes Dinkes Sumut Jalan Petunia, Balai Diklat BPSDM Sumut Jalan Ngalengko dan Wisma Atlet Dispora Sumut Jalan Williem Iskandar/Pancing.

“Kita harus siapkan minimal 5 persen dari jumlah penduduk yang ada di Sumut. Sepertinya warga saya ini tidak bisa hanya sekadar diimbau agar menjaga diri dengan tetap di rumah. Harus kita siapkan ruang isolasi dan lokasinya pun harus steril. Saya tidak mau nanti ada PDP berbaur dengan pasien umum. Tidak boleh bercampur dengan orang lain juga. Untuk itu saya manfaatkan beberapa RS yang sudah tidak beroperasi lagi,” ujar Edy.

Awalnya, Gubsu meninjau lokasi RS Martha Friska di Jalan Multatuli dan RS Martha Friska Brayan. Dari kedua RS tersebut tersedia 230 ruangan yang siap digunakan. “Untuk sementara izinkan saya mempergunakan RS ini untuk menampung PDP corona. Kalau RS yang ada pasiennya, akan kesulitan memindahkan pasien,” ujarnya.

Kemudian Edy mengunjungi Bapelkes Dinkes Sumut di belakang RSUP Adam Malik. Di lokasi tersebut tersedia 28 kamar, namun tidak bisa dipergunakan karena kamar mandi berada di luar kamar. “Pasien harus tetap di dalam ruangan,” terangnya.

Gubernur dan rombongan menuju Balai Diklat BPSDM Sumut Jalan Ngalengko. Di sana tersedia 76 kamar yang siap pakai.

Edy juga mengunjungi Wisma Atlet Dispora Sumut. Wisma yang belum dioperasikan tersebut terdapat 99 kamar. “Tempatnya baru dan bagus, ini sangat layak untuk kita gunakan. Tapi nanti warga tidak boleh lagi masuk ke halaman gedung,” tambahnya.

Kadinkes Sumut Alwi Mujahit mengatakan, Sumut sudah siap mengantisipasi lonjakan pasien PDP. “Kita tidak boleh membiarkan pasien PDP menyebar ke mana-mana,” katanya.

Imbau Warga Diam di Rumah

Gubsu juga meminta masyarakat agar mematuhi imbauan berdiam diri di rumah, dan menghindari kegiatan keramaian. Dengan demikian, penyebaran Covid-19 dapat dihentikan, dan korban dapat ditekan seminimal mungkin.

“Saudara-saudaraku, tolong ditekankan bagaimana caranya agar masyarakat tetap di rumah. Agar Indonesia tidak serupa dengan Italia yang jumlah kasusnya sudah melebihi China,” tegas Gubsu Edy saat memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Sumut, Senin (23/3) di Medan.

Gubernur menyampaikan, sampai saat ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut telah menyiapkan 479 ruang isolasi yang menjadi posko evakuasi. Ruangan itu tersebar di Kota Medan dan Deliserdang.

Tentang alat pelindung diri (APD), menurut Edy Rahmayadi, sudah dipesan sesuai dengan kebutuhan. Begitu juga dengan alat kesehatan dan tenaga medis dari setiap rumah sakit sudah disiapkan. “Kami sudah siapkan itu,” ujar Edy.

Kapolda Sumut, Martuani Sormin, juga mengimbau agar masyarakat mengurangi kegiatannya di luar rumah. Jika tidak diperlukan, masyarakat diharuskan jangan keluar rumah.

“Kalau tidak diperlukan, tidak usah keluar rumah. Jika imbauan ini tidak dilaksanakan, pembubaran kerumunan bisa dilakukan. Ini demi mengurangi penyebaran Covid-19 ini,” tegas Kapolda.

Koordinator Lapangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Handoyo, mengatakan sampai saat ini kasus positif Covid-19 adalah kasus impor atau terinfeksi di luar Sumut. Belum ada kasus penularan lokal. “Pencegahan Covid-19 ini kita harus diam di rumah,” kata Handoyo.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis, mengatakan pihaknya sedang menyusun jadwal untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di seluruh wilayah Sumut.

“Beberapa kegiatan penyemprotan ini kan sudah dilakukan pihak dari TNI dan Polri. Kita akan buat gerakan massal serentak di hari yang sama untuk itu. Saya sedang siapkan peralatan dengan Kodam I/BB. Karena kita kelangkaan cairan disinfektan itu, dan sedang kita susun jadwalnya,” ujarnya menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jl. Sudirman Medan, Senin (23/3).

Menurut Riadil, penyemprotan secara parsial tidak akan berguna dalam penanggulangan dan pencegahan virus corona. Apalagi wilayah Sumut sangat luas. “Kalau macam Medan aja mungkin bisa. Tapi wilayah kita ini ‘kan luas sekali. Untuk anggaran sudah disiapkan. Begitu juga di TNI dan Polri,” katanya.

Status Covid-19 di Sumut masih siaga darurat. Kemungkinan besar status ini akan diperpanjang sebagaimana imbauan pemerintah pusat sampai 29 Mei 2020. Menurut Riadil, ini merupakan bentuk upaya lain pihaknya dalam menekan penularan Covid-19. “Eskalasinya sudah tinggi ini. Kalaupun nanti sampai 29 Mei belum reda juga, bisa jadi akan kita perpanjang lagi,” kata Kepala BPBD Sumut itu.

Pihaknya kembali imbau kepada seluruh masyarakat Sumut, agar membatasi keluar rumah selama status siaga darurat ini berlaku. Terutama terhadap para orang dalam pemantauan (ODP) dan PDP.

“Mulai hari juga Bapak Gubernur telah mengeluarkan surat edaran penutupan sementara operasional di lokasi-lokasi industri pariwisata se Sumut, agar pencegahan dan penyebaran Covid-19 ini mampu sama-sama kita lakukan. Mari sama-sama kita tingkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus ini,” katanya melalui live streaming dari Kantor Gubsu.

Adapun lokasi industri pariwisata yang ditutup sementara hingga 5 April mendatang tersebut antara lain; tempat hiburan malam, karaoke, mandi uap, bola sodok/bola gelinding, dan usaha sejenis lainnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan TNI, Polri, Satpol PP dan lainnya guna memastikan surat edaran ini berjalan dengan baik di lapangan. Begitupun dengan kegiatan convention, exhibition dan lainnya untuk menunda kegiatan yang mengundang banyak orang sampai batas waktu yang akan ditentukan,” katanya.

Desinfektan & Bagikan Hand Sanitizer

Di Kota Medan, Pemerintah Kota (Pemko) terus melakukan langkah-langkah preventif dalam mencegah penyebaran Covid-19. Pemko telah melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah tempat-tempat umum.

“Penyemprotan dilakukan masing-masing kecamatan secara rutin,” ucap Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane, Senin (23/3). Seluruh tempat umum akan disemprot. Seperti Pos Dishub Lapangan Merdeka, dsb.

Untuk tempat lainnya, pemyemprotan akan dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan. “Sore ini, rencananya BPBD akan menyemprot Kantor Pengadilan Negeri (PN) Medan. Sementara Dinas Ketapang membagikan hand sanitizer. Prioritasnya rumah-rumah ibadah,” katanya.

Kepala BPBD Kota Medan, Arjuna Sembiring, mengatakan selain penyemprotan, pihaknya juga membagi-bagi masker di Jalan Balai Kota. “Nanti kalau ada lagi, akan kita bagikan lagi,” terangnya.

Selain itu,, BPBD berupaya mengadakan sarana mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun di sejumlah tempat umum. “Memang sudah diadakan Dinas Perkim (PKPPR). Tapi akan ada penguatan dari BPBD,” tutupnya.

Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Medan, Emilia Lubis, mengakui pihaknya telah membagi-bagikan hand sanitizer kepada masyarakat. Terkhusus rumah-rumah ibadah, seperti masjid dan gereja. “Totalnya 8 liter yang dibagikan ke masjid-masjid dan gereja-gereja hari ini,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya tengah menunggu persetujuan dari BPKAD Kota Medan untuk membuat kembali hand sanitizer di laboratorium milik Dinas Ketapang. “Kalau yang sudah dibuat ini kebetulan ada sisa stok bahan baku di lab. Yang akan dibuat berikutnya harus diadakan dulu bahan bakunya,” tutupnya.

Wakil Ketua DPRD Medan, Irwan Ritonga meminta agar Pemko Medan segera melakukan hal-hal yang mendukung penanganan Covid-19. “Kalau memang harus persetujuan BPKAD, jangan lama-lama. Pengadaan hand sanitizer sangat penting dan mendesak,” jelasnya.

Selain itu, Ihwan meminta Pemko Medan menindak tegas oknum-oknum penimbun masker, hand sanitizer, sembako, dan banyak hal lain. “Nggak boleh dibiarkan. Jangan ada yang mengambil kesempatan apalagi keuntungan bagi diri sendiri dalam situasi yang mengkhawatirkan masyarakat ini,” tutupnya. (prn/map)

Sidang Kasus Perantara Suap Eldin, Nama Akbar Buchori Disebut-sebut

SAKSI: Sejumlah saksi dihadirkan dalam kasus penerima suap, dengan terdakwa Samsul Fitri, di PN Medan, Senin (23/3). Agusman/Sumut Pos
SAKSI: Sejumlah saksi dihadirkan dalam kasus penerima suap, dengan terdakwa Samsul Fitri, di PN Medan, Senin (23/3). Agusman/Sumut Pos
SAKSI: Sejumlah saksi dihadirkan dalam kasus penerima suap, dengan terdakwa Samsul Fitri, di PN Medan, Senin (23/3). Agusman/Sumut Pos
SAKSI: Sejumlah saksi dihadirkan dalam kasus penerima suap, dengan terdakwa Samsul Fitri, di PN Medan, Senin (23/3). Agusman/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nama anggota DPRD Sumut, Akbar Himawan Buchori, disebut-sebut dalam persidangan kasus perantara suap terhadap Wali Kota Medan nonaktif, T Dzulmi Eldin. Nama Akbar dilibatkan jaksa, saat menanyai saksi Irwan Tambunan dalam sidang yang mendudukkan eks staf protokoler Medan, Samsul Fitri, sebagai terdakwan

Awalnya, saksi Irwan Tambunan selaku rekanan Dinas PU Medan, mengatakan dirinya dan temannya pernah menyetor uang senilai Rp4,7 miliar kepada mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU), Isa Ansyari. “Totalnya kami memberikan Rp4,7 miliar kepada Isa Ansyari, melalui Firdaus alias Makte,” ujar Irwan di ruang Cakra I Pengadilan Tipikor Medan, Senin (23/3).

Uang tersebut diserahkan secara bertahap sebanyak empat kali. Tiga kali oleh temannya, dan yang terakhir diserahkan oleh dirinya. “Yang pertama, kedua, ketiga diserahkan oleh Ari teman saya. Yang keempat itu saya yang memberikannya dengan uang Rp900 juta,” jelas saksi Irwan.

Mendengar keterangan itu, JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Iskandar, menanyakan keterlibatan Akbar Buchori. “Apakah ada keterlibatan Akbar Himawan Buchori dalam penyerahan uang tersebut?” tanyanya.

“Saya tidak mengetahuinya, karena saya hanya sekali memberikan uang tersebut,” jawab saksi Irwan.

Sebelumnya, Isa Ansyari yang telah diputus dengan hukuman 2 tahun penjara, diketahui melakukan suap kepada Wali Kota Medan nonaktif Dzulmi Eldin dengan total Rp530 juta. Di antaranya, sebesar Rp20 juta sebanyak 4 kali, hingga seluruhnya berjumlah Rp80 juta. Selanjutnya sebesar Rp200 juta sebanyak dua kali, dan kemudian sebesar Rp50. Hingga jumlah seluruhnya sebesar Rp530 juta.

Ia melakukan aksinya bersama-sama Samsul Fitri selaku Kepala Sub Bagian Protokol Pemerintah Kota Medan. Maksud penyuapan tersebut agar Wali Kota Medan mempertahankan jabatan terdakwa selaku Kepala Dinas PU Kota Medan.

Kasus bermula pada tanggal 6 Februari 2019 lalu, di mana Kadis PU mengelola anggaran fisik senilai Rp420 miliar di dinas yang dipimpinnya. Sejak Maret 2019, terdakwa mulai mendapatkan pemasukan uang di luar penghasilan yang sah.

Isa memberikan uang tersebut agar dianggap loyal kepada Wali Kota. Ia juga ikut membiayai kegiatan operasional Dzulmi Eldin dengan menggunakan uang yang diperolehnya tersebut.

Lalu pada bulan Maret 2019, Samsul Fitri (orang kepercayaan Dzulmi Eldin), menemui terdakwa di Hotel Aston Medan. Dalam pertemuan itu, Samsul meminta bantuan uang kepada terdakwa apabila sewaktu-waktu ada kebutuhan biaya operasional Walikota Medan yang tidak ditanggung APBD (Dana Non Budgeter)

Sebagai bentuk loyalitas kepada walikota, Isa meyanggupinya. Sehingga ketika Samsul Fitri menyampaikan adanya kebutuhan operasional Walikota Medan, terdakwa menyerahkan uang kepada Dzulmi Eldin melalui Samsul Fitri. Penyerahan terjadi pada bulan Maret, April, Mei dan Juni 2019 masing-masing sebesar Rp20 juta.

Demikian pula ketika ada kebutuhan operasional Dzulmi terkait rencana menghadiri undangan acara perayaan ulang tahun ke-30 “Program Sister City” antara kota Medan dengan Kota Ichikawa, yang akan dilaksanakan pada tanggal 15-18 Juli 2019 di Jepang.

Rombongan terdiri dari Dzulmi Eldin, Rita Maharani, Samsul Fitri, Andika Suhartono, Fitra Azmayanti Nasution, Musaddad, Iswar S, Suherman, T Edriansyah Rendy, Rania Kamila, Hafni Hanum, Tandeanus, Vincent Dan Amanda Syaputra Batubara, yang akan di fasilitasi oleh ERNI Tour &Travel. (man)

Status Masih Siaga Darurat, Sumut akan Disemprot Massal

RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi penanganan penyebaran Covid-19 di Sumut, berlangsung di Rumah Dinas Gubernur, Senin (23/2).
RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi penanganan penyebaran Covid-19 di Sumut, berlangsung di Rumah Dinas Gubernur, Senin (23/2).
RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi penanganan penyebaran Covid-19 di Sumut, berlangsung di Rumah Dinas Gubernur, Senin (23/2).
RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi penanganan penyebaran Covid-19 di Sumut, berlangsung di Rumah Dinas Gubernur, Senin (23/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Status Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Sumatera Utara masih siaga darurat. Kemungkinan besar, status ini akan diperpanjang sebagaimana imbauan pemerintah pusat sampai 29 Mei 2020. Untuk menekan penyebaran Covid-19, Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Sumut akan melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di seluruh wilayah Sumut.

“Beberapa kegiatan penyemprotan sudah dilakukan pihak TNI dan Polri. Kita akan buat gerakan penyemprotan massal serentak di hari yang sama. Saya sedang siapkan peralatan dengan Kodam I/BB. Karena kita kelangkaan cairan disinfektan itu. Sedang kita susun jadwalnya,” kata Ketua Pelaksana Gugus.

Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis, menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jl. Sudirman Medan, Senin (23/3).

Menurut Riadil, penyemprotan secara parsial tidak akan berguna dalam penanggulangan dan pencegahan virus corona. Apalagi wilayah Sumut sangat luas. “Kalau macam Medan aja mungkin bisa. Tapi wilayah kita ini ‘kan luas sekali. Untuk anggaran sudah disiapkan. Begitu juga di TNI dan Polri,” katanya.

Menurut Riadil, penyemprotan massal ini merupakan upaya lain dalam menekan penularan Covid-19. “Eskalasinya sudah tinggi ini. Kalaupun nanti sampai 29 Mei belum reda juga, bisa jadi akan kita perpanjang lagi,” kata Kepala BPBD Sumut itu.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Sumut, agar membatasi keluar rumah selama status siaga darurat ini berlaku. Terutama terhadap para orang dalam pemantauan (ODP) dan PDP.

“Mulai hari juga Bapak Gubernur telah mengeluarkan surat edaran penutupan sementara operasional di lokasi-lokasi industri pariwisata se Sumut, agar pencegahan dan penyebaran Covid-19 ini mampu sama-sama kita lakukan. Mari sama-sama kita tingkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus ini,” katanya melalui live streaming dari Kantor Gubsu.

Adapun lokasi industri pariwisata yang ditutup sementara hingga 5 April mendatang tersebut antara lain; tempat hiburan malam, karaoke, mandi uap, bola sodok/bola gelinding, dan usaha sejenis lainnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan TNI, Polri, Satpol PP dan lainnya guna memastikan surat edaran ini berjalan dengan baik di lapangan. Begitupun dengan kegiatan convention, exhibition dan lainnya untuk menunda kegiatan yang mengundang banyak orang sampai batas waktu yang akan ditentukan,” katanya.

Desinfektan & Bagikan Hand Sanitizer

Senada dengan Gugus Tugas, Pemerintah Kota (Pemko) Medan juga terus melakukan langkah-langkah preventif dalam mencegah penyebaran Covid-19. Pemko telah melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah tempat-tempat umum.

“Penyemprotan dilakukan masing-masing kecamatan secara rutin,” ucap Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane, Senin (23/3). Seluruh tempat umum akan disemprot. Seperti Pos Dishub Lapangan Merdeka, dsb.

Untuk tempat lainnya, pemyemprotan akan dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan. “Sore ini, rencananya BPBD akan menyemprot Kantor Pengadilan Negeri (PN) Medan. Sementara Dinas Ketapang membagikan hand sanitizer. Prioritasnya rumah-rumah ibadah,” katanya.

Kepala BPBD Kota Medan, Arjuna Sembiring, mengatakan selain penyemprotan, pihaknya juga membagi-bagi masker di Jalan Balai Kota. “Nanti kalau ada lagi, akan kita bagikan lagi,” terangnya.

Selain itu,, BPBD berupaya mengadakan sarana mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun di sejumlah tempat umum. “Memang sudah diadakan Dinas Perkim (PKPPR). Tapi akan ada penguatan dari BPBD,” tutupnya.

Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Medan, Emilia Lubis, mengakui pihaknya telah membagi-bagikan hand sanitizer kepada masyarakat. Terkhusus rumah-rumah ibadah, seperti masjid dan gereja. “Totalnya 8 liter yang dibagikan ke masjid-masjid dan gereja-gereja hari ini,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya tengah menunggu persetujuan dari BPKAD Kota Medan untuk membuat kembali hand sanitizer di laboratorium milik Dinas Ketapang. “Kalau yang sudah dibuat ini kebetulan ada sisa stok bahan baku di lab. Yang akan dibuat berikutnya harus diadakan dulu bahan bakunya,” tutupnya.

Wakil Ketua DPRD Medan, Irwan Ritonga meminta agar Pemko Medan segera melakukan hal-hal yang mendukung penanganan Covid-19. “Kalau memang harus persetujuan BPKAD, jangan lama-lama. Pengadaan hand sanitizer sangat penting dan mendesak,” jelasnya.

Selain itu, Ihwan meminta Pemko Medan menindak tegas oknum-oknum penimbun masker, hand sanitizer, sembako, dan banyak hal lain. “Nggak boleh dibiarkan. Jangan ada yang mengambil kesempatan apalagi keuntungan bagi diri sendiri dalam situasi yang mengkhawatirkan masyarakat ini,” tutupnya.

Pasar Tavip Disemprot Disinfektan

Tak hanya Kota Medan, berbagai daerah di Sumatera Utara juga telah melakukan penyemprotan disinfektan secara parsial di daerah masing-masing. Salahsatunya pasar tradisional kebanggaan masyarakat Kota Binjai, Pasar Tavip.

Pantauan wartawan, toko-toko dan lapak pedagang di pasar disemprot, Senin (23/3) sekitar pukul 14.30 WIB..

Sekretaris Daerah Kota Binjai, M Mahfullah Daulay, mengatakan penyemprotan dilakukan sebagai upaya Pemko mencegah penyebaran Covid-19. “Sengaja kita lakukan penyemprotan di waktu senggang, guna menghindari kepadatan warga berbelanja di Pasar Tavip. Karena kita melakukan penyemprotan ke seluruh penjuru pasar. Aktivitas pasar tetap berjalan seperti biasa,” ujar Sekda.

Penyemprotan juga dilakukan di tingkat kecamatan, dengan menyasar fasilitas umum, seperti sekolah dan rumah ibadah. “Kita bergerak secara komperehensif dan serentak hingga sore. Penyemprotan akan kita lanjutkan lagi besok,” ucap Sekda.

Masyarakat diminta jangan cemas pergi berbelanja ke Pasar Tavip. Namun harus tetap menjaga kebersihan, jaga jarak, dan menghindari kontraksi langsung dengan orang yang baru dikenal.

“Juga tidak perlu khawatir dengan cairan disinfektan tersebut. Sebab tidak berbahaya. Cairan hanya untuk mencegah virus corona. Aman bagi manusia,” pungkasnya.

APD dan Alat Tes Cepat Corona Belum Tiba

Sementara itu, alat pelindung diri (APD) dan rapid test atau alat tes cepat virus Covid-19 yang dipesan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Suatera Utara, ternyata hingga Senin (23/3) belum sampai di Sumut.

“Belum datang (ke Medan), belum ada. Itu yang kita usahakan sekarang,” kata Riadil Akhir Lubis, menjawab Sumut Pos di Gubernuran Jl. Sudirman Medan, Senin (23/3).

Pernyataan pihaknya pada Jumat kemarin yang menyebutkan APD sudah tiba di Sumut sebanyak 500 unit, ternyata hanya 50 unit yang tersedia. Itupun melalui pengadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut.

“Oh semalam itu 50 (unit), sudah saya distribusikan ke RS Haji Medan. Itu penting, karena sudah tidak ada lagi pakaian mereka. Itu dari pengadaan kami,” katanya.

Disinggung mengenai rapid test yang akan digunakan setelah barangnya tersedia nanti, Riadil menyebut, secara teknis bisa ditanyakan sama Kadinkes Sumut. “Selain itu, kami juga sedang menyiapkan 5-6 rumah sakit rujukan pasien suspect Covid-19. Seperti GL Tobing PTPN II, Martha Friska 1 dan 2, Sari Mutiara, Wisma Atlet Pancing, gedung diklat BPSDM Sumut, RS Haji dan eks SPM Sampali,” katanya usai melaksanakan rapat koordinasi bersama pihak RS di Sumut.

Mengenai bantuan dari China yang diakomodir pemerintah pusat guna penanggulangan Covid-19, menurut dia, sejauh ini Sumut belum kebagian jatah. “Belum. Jakarta yang atur. Satu pintu nantinya. Sumut belum dapat,” ungkap dia.

Diketahui, APD untuk Sumut telah dipesan ke Jakarta sebanyak 10 ribu. Sedangkan rapid test merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan, diestimasi akan diberikan sebanyak 2.000 unit.

Kadinkes Sumut Alwi Mujahit mengatakan, Sumut sudah siap mengantisipasi lonjakan pasien PDP. “Kita tidak boleh membiarkan pasien PDP menyebar ke mana-mana,” katanya.

Sementara itu, Gubsu Edy saat memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Sumut, Senin (23/3) di Medan menyampaikan, sampai saat ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut telah menyiapkan 479 ruang isolasi yang menjadi posko evakuasi. Ruangan itu tersebar di Kota Medan dan Deliserdang. Antara lain RS Martha Friska di Jalan Multatuli, RS Martha Friska Brayan Jalan Yos Sudarso, Bapelkes Dinkes Sumut Jalan Petunia, Balai Diklat BPSDM Sumut Jalan Ngalengko dan Wisma Atlet Dispora Sumut Jalan Williem Iskandar/Pancing.

Tentang alat pelindung diri (APD), menurut Edy Rahmayadi, sudah dipesan sesuai dengan kebutuhan. Begitu juga dengan alat kesehatan dan tenaga medis dari setiap rumah sakit sudah disiapkan. “Kami sudah siapkan itu,” ujar Edy.

Kapolda Sumut, Martuani Sormin, juga mengimbau agar masyarakat mengurangi kegiatannya di luar rumah. Jika tidak diperlukan, masyarakat diharuskan jangan keluar rumah.

“Kalau tidak diperlukan, tidak usah keluar rumah. Jika imbauan ini tidak dilaksanakan, pembubaran kerumunan bisa dilakukan. Ini demi mengurangi penyebaran Covid-19 ini,” tegas Kapolda.

Koordinator Lapangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Handoyo, mengatakan sampai saat ini kasus positif Covid-19 adalah kasus impor atau terinfeksi di luar Sumut. Belum ada kasus penularan lokal. “Pencegahan Covid-19 ini kita harus diam di rumah,” kata Handoyo. (prn/map/ted)

USU Lockdown hingga 7 April, RS USU Tetap Aktif

USU: Sejumlah mahasiswa USU di halaman gedung Biro Rektor. USU menerima jalur SMNPTN hanya 2.294 orang pada tahun ini. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
USU: Sejumlah mahasiswa USU di halaman gedung Biro Rektor. USU menerima jalur SMNPTN hanya 2.294 orang pada tahun ini. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
USU: Sejumlah mahasiswa USU di halaman gedung Biro Rektor. USU menerima jalur SMNPTN hanya 2.294 orang pada tahun ini. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
USU Lockdown hingga 7 April

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) memutuskan untuk lockdown atau menutup keseluruhan aktivitas di kampus. Lockdown dimulai sejak hari ini, Selasa (24/3) hingga 7 April 2020. Bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19).

Putusan lockdown diambil dalam online meeting yang digelar pihak USU, dipimpin Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu, Senin (23/3). Lockdown disosialisasikan lewat surat edaran yang dikirimkan ke seluruh civitas akademik UsU.

“Memperhatikan penularan COVID-19 yang terus semakin meluas dan mengkhawatirkan, maka dalam upaya mencegah semakin meluasnya penularan COVID-l9.

dan sejalan dengan imbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah (social distancing). Maka, Kampus USU ditutup secara penuh (lockdown),” sebut Rektor USU, Prof Runtung Sitepu melalui Kepala Humas, Promosi dan Protokoler USU, Elvi Sumanti kepada Sumut Pos, kemarin.

Elvi mengungkapkan, semua kegiatan dan pelaksanaan tugas-tugas administrasi dikerjakan dari rumah masing-masing atau bekerja dari rumah. “Petunjuk lebih lanjut dapat menghubungi dan berkoordinasi dengan pimpinan USU, pimpinan fakultas, atau pimpinan unit kerja masing-masing,” ungkap Elvi.

RS USU Tetap Aktif

Dalam surat edaran tersebut, pimpinan, staf, dan pegawai rumah sakit USU tetap bekerja sebagaiman biasa. Demikian juga Satuan Pengamanan (Satpam) tetap bekerja seperti biasa untuk menjaga keamanan di lingkungan kampus USU, sesuai dengan lokasi tugas masing-masing. Pekerja aktif tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan penularan COVID-19 dengan baik.

“Selama masa lockdown, Rumah Sakit Gigi dan Mulut, poliklinik, fasilitas olahraga, gedung-gedung pertemuan, Kantor Unit Kegiatan Mahasiswa, dan fasilitas umum lainnya di lingkungan Kampus USU ditutup,” tutur Elvi.

Begitu juga, petugas kebersihan yang outdoor, Pusat Sistem Infomasi dan Biro Keuangan tetap dibuka dengan dengan mengatur sistem kerja secara baik.

Pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar dan kegiatan akademik lainnya tetap dilaksanakan secara daring (online) melalui platform E-Leaming USU. Pelaksanaan bimbingan tugas akhir juga dapat dilaksanakan secara daring (online).

Selama USU dalam masa lockdown, pihak kampus USU meminta seluruh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan, untuk menghindari aktivitas di luar rumah (social distancing). Bila sangat diperlukan, agar menerapkan tindak kewaspadaan dan pencegahan penularan infeksi COVID-19 dengan sebaik mungkin.

“Rektor USU melakukan diskusi terhadap Peraturan Kepegawaian mengenai kehadiran kerja dan Peraturan Akademik mengenai kehadiran kuliah (secara online),” tandasnya. (gus)

PDP di Medan Meninggal, Diduga Terpapar Covid-29 Saat di Bandung

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah pekan lalu seorang warga Medan meninggal positif terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-2019), kembali seorang warga Medan pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia, Senin (23/3). Namun uji sampel swab di laboratorium milik Balitbangkes Kemenkes RI belum keluar, sehingga belum bisa dipastikan apakah si PDP positif atau negatif terinfeksi corona.

“KEMARIN malam ada yang meninggal satu orang lagi di Medan atas nama AG. Langsung dikebumikan pagi ini,” kata Pelaksana Teknis (Plt) Walikota Medan, Akhyar Nasution, usai membagi-bagikan masker kepada pengguna jalan di kawasan Merdeka Walk, Senin (23/3) pagi.

Wakil Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, dr Aris Yudhariansyah menyatakan, belum bisa memastikan pasien yang meninggal tersebut terinfeksi Covid-19. “Benar (meninggal), tapi belum pasti karena Covid-19. Jadi belum terkonfirmasi positif atau enggak,” ujarnya singkat.

Wakil Ketua Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, di Medan, yang dikonfirmasi mengatakan, sampel PDP Corona yang meninggal di Medan, baru dikirim ke Jakarta, Minggu (22/3). Dan hingga kemarin, hasil uji laboratorium belum keluar. “Baru kemarin dia di-shipped (dikirim). Dikirim malamnya, jam 12 malam dia meninggal. Jam 2 saya ditelepon,” ujarnya.

Alwi mengatakan pengurusan jenazah PDP tersebut bakal diperlakukan seperti pasien positif Corona. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus Corona kepada keluarga dan warga yang melayat. “Untuk amannya perlakukan saja sebagai kasus. Tapi dia masih PDP,” jelas Alwi.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan PDP tersebut diduga sakit setelah berada di Jawa Barat (Jabar). “Iya, meninggalnya di Medan. Warga Medan. Tapi dia terkena virus itu di Jawa Barat. Jadi ke sini, di sini meninggal. Sudah dikebumikan,” ujar Edy.

Sebelumnya, seorang dokter spesialis paru meninggal di RSUP H Adam Malik Medan karena positif corona.

Informasi diperoleh, PDP Covid-19 yang meninggal itu dikabarkan sempat melakukan perjalanan ke Bandung lebih kurang satu bulan karena pekerjaan. Selanjutnya, pada Sabtu (14/3) sekira pukul 11.00 WIB ia pulang dari Bandung dan langsung melayat ke Desa Sayum Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang.

Kemudian pada Jumat (21/3) sekira pukul 17.00 WIB, warga tersebut batuk-batuk, sesak napas, panas tinggi, sehingga dibawa ke Rumah Sakit Siloam, Medan. Pada Minggu (23/3) sekira pukul 23.30 WIB, yang bersangkutan diinformasikan meninggal dunia.

Terkait kematian si PDP, Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution mengatakan kediaman si PDP meninggal akan segera disemprot disinfektan, untuk mengantisipasi penularan virus corona. “Hari Sabtu (21/3) sudah dilakukan penyemprotan di kawasan public service dan public area, seperti kantor-kantor pemerintahan dan rumah ibadah. Selanjutnya, kita akan masuk lebih dalam ke daerah-daerah private yang butuh penanganan khusus,” ujarnya.

Ia juga mengimbau warga Medan agar menghindari tempat-tempat keramaian, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Disinggung mengenai pembagian masker, Akhyar mengaku, Pemko Medan memiliki cadangan masker untuk dibagikan kepada masyarakat. “Masker ini tolong digunakan sebaik mungkin, karena stoknya sudah langka,” cetusnya.

Ia mendorong produsen dan distributor agar memproduksi masker secara massal demi kepentingan kemanusiaan, bukan lagi soal ekonomi. Selanjutnya, dibagikan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk menerapkan social distancing dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak penting.

Jangan Melayat

Terpisah, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengimbau warga untuk tidak pergi melayat atau ikut menguburkan, termasuk keluarga yang berduka. Hal ini untuk mencegah penularan virus corona yang cepat menyebar pada tubuh yang tidak lagi berfungsi. “Kita percayakan pada tim medis yang lebih mengerti,” ucapnya.

Tak hanya tidak ikut mengantar jenazah, Martuani juga meminta masyarakat tidak memegang jenazah, dan dalam tempo 4 jam segera dimakamkan. “Tidak akan ada pemeriksaan jenazah apabila mayat sudah didiagnosis mengidap Covid-19. Jenazah sesegera mungkin dimasukkan ke dalam kantong mayat dan tidak dibuka kembali. Harus ditutup rapat-rapat dan segera dimakamkan,” sebutnya.

Bahkan, sambung Martuani, kendaraan juga harus dibersihkan secara higienis setelah pengangkatan jenazah. Selain itu, semua sarung tangan dan peralatan sekali pakai harus dibuang dengan aman. “Baik keluarga dan masyarakat diimbau agar dapat mengerti dengan situasi ini. Karena dapat membahayakan kita semua,” pungkasnya.

Identitas ODP Bandal akan Diumumkan

Hingga Senin kemarin, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 di Sumut kembali meningkat. Kabar baiknya, jumlah PDP yang sembuh juga meningkat. Sedangkan pasien positif Covid-19 tetap 2 orang.

Jumlah PDP kini menjadi 50 orang, dari sebelumnya 48 orang (Minggu, 22/3). Sedangkan ODP menjadi 763 orang dari 496 orang.

PDP yang sembuh bertambah menjadi 6 orang dari sebelumnya 3 orang.

“Sampai pukul 17.00 WIB jumlah PDP 50 orang, ODP 763 orang, positif 2 orang dan PDP sembuh 6 orang,” ujar Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis dalam keterangan persnya, Senin sore (23/3).

Disebutkan Riadil, para PDP tersebut dirawat pada 25 rumah sakit yang ada di 6 kabupaten/kota Sumut, baik milik pemerintah maupun swasta.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan mengakui adanya kenaikan jumlah PDP menjadi 50 orang. Dari 50 PDP tersebut, satu di antaranya meninggal dunia. “Kita harapkan PDP yang masih dirawat semakin banyak yang sembuh,” ujar Alwi.

Alwi mengaku, terkait jumlah ODP yang meningkat jadi 763 orang dari hari sebelumnya 496 orang mengalami kenaikan sekitar 35 persen. “Jumlah ODP yang meningkatkan ini kami dapatkan dari hasil Penyelidikan Epidemiologi atau tracing tim relawan yang dibentuk kepada kontak erat dari seluruh (2 kasus) yang positif. Ini tentunya membuktikan tim relawan sudah bekerja dengan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” akunya.

Menurut Alwi, apabila para ODP seluruhnya bisa teridentifikasi, pertanda Sumut dapat memutus rantai penularan penyebaran virus corona. Ditambah dengan sosialisasi social distancing atau menjaga jarak satu dengan yang lainnya, tidak keluar rumah jika tak mendesak, dan ODP mengisolasi diri selama 14 hari.

“Di awal (sebelumnya) sudah disampaikan bahwa ODP-ODP kita ini tidak berkenan mengisolasi diri di rumah. Akibatnya, terjadi peningkatan seperti yang sekarang ini. Oleh karena itu, diminta kepada para ODP untuk karantina di rumah sehingga bisa memutus mata rantai penularan,” sebutnya.

Alwi menyatakan, karena para ODP masih banyak yang membandal dan tetap keluyuran selama karantina rumah, pihaknya sudah meminta saran hukum kepada ahli hukum. “Kemungkinan kami akan mengumumkan terhadap ODP yang bandal. Akan kita umumkan nama dan alamat mereka, sehingga tidak membahayakan masyarakat lain dan masyarakat yang akan menjaga mereka,” ungkap Alwi. Walau demikian, sambung dia, masih menunggu pertimbangan hukum dari ahlinya. Apabila nanti diperbolehkan, maka segera mungkin diumumkan.

Ia menjelaskan, terkait tracing yang dilakukan terhadap kontak erat, misalnya paling tidak berjarak setengah meter, tinggal satu rumah, sering satu ruangan, satu mobil dan sebagainya. Orang-orang yang kontak erat ini diidentifikasi.

“Selain itu, ODP ini juga bersumber dari orang-orang yang baru pulang dari daerah atau negara terjangkit. Misalnya ada orang yang baru pulang dari Malaysia atau Singapura, maka masuk kategori ODP. Akan tetapi, kenyataan di lapangan tidak mudah karena tidak semua orang bersedia ditanya. Bahkan, beberapa daerah petugas kami ada yang sampai diancam dan lainnya,” terang dia.

Alwi mengatakan, gubernur Sumut telah mengumpulkan seluruh pihak rumah sakit di Sumut untuk membantu sumber daya manusia yang akan bertugas di rumah sakit khusus Covid-19, yaitu di RS GL Tobing, Tanjungmorawa.

Diharapkan nama-nama tenaga medis sudah diterima hari ini (kemarin, red) agar bisa disusun jadwal tugasnya sehingga rumah sakit khusus Covid-19 bisa operasional. “Sampai saat ini, rumah sakit itu belum beroperasi. Sebelum beroperasi diharapkan tidak ada yang mengirimkan pasien ke rumah sakit tersebut sampai nantinya diumumkan secara resmi operasionalnya,” ucap Alwi.

Mengenai rapid test, diakuinya sampai saat ini alatnya belum sampai. Apabila nanti sudah sampai, test massal segera dilaksanakan. “(Rapid test) tentunya dimulai dari daerah yang banyak ODP-nya,” tandas Alwi.

1 Warga Binjai Dijemput ke RSUD

Di Binjai, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) terus bertambah. Semula dari 61 orang, kini menjadi 107 orang. Seorang di antaranya yang dikarantina rumah di bangunan MTQ, Binjai Timur, akhirnya dijemput karena menunjukkan gejala corona.

“Warga yang dikarantina ini masuk Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai tadi malam, Minggu (22/3). Kabarnya, yang bersangkutan baru pulang dari Malaysia. Dia mengalami gejala demam tinggi yang sudah tiga hari,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai, Ahmad Yani di Posko Covid-19, Dinas Kesehatan, Senin (23/3) sore.

Pemerintah Kota Binjai juga segera melakukan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya melakukan penyemprotan di sejumlah tempat yang masuk dalam fasilitas umum.

Istri Prajurit TNI AL Masuk PDP

Di Belawan, seorang istri prajurit TNI, menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona. Saat ini, tengah menjalani perawatan di ruang isolasi RS TNI AL Dr Komang, Belawan, Senin (23/3).

Pasien menjalani perawatan khusus setelah mengalami panas tinggi, batuk flu, dan sesak nafas sehingga pergi berobat ke RS TNI AL.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantalamal – I, Mayor Edy Harahap mengatakan, hasil rontgen pada si PDP, ditemukan ada infeksi paru. Meski demikian, pihak medis langsung melakukan pencegahan dini dengan mengisolasi ruang perawatan bagi pasien.

“Untuk mengantisipasi gejala awal, istri prajurit itu kita rawat di ruang khusus. Statusnya masih PDP. Proses pengawasan sesuai standar. Perkembangannya akan dilihat hingga 14 hari ke depan,” kata Edy.

Berdasarkan riwayat perjalanan, sebelum si PDP mengalami gejala sakit, ia berpergian bersama 4 teman sekantornya ke Brastagi. Sepulang dari Brastagi, yang bersangkutan mengalami gejala batuk dan sesak nafas serta susah tidur.

Pada Minggu (22/3), suaminya membawa sang istri berobat berobat ke RS TNI AL. “Berdasarkan riwayat perajalan dan hasil pengecekan gejala yang dialami, pihak medis mengisolasi si pasien guna mengantisipasi dugaan penyebaran virus corona,” ungkap Edy.

Sedangkan suami si pasien dan putranya berusia 5 tahun, masuk orang dalam pemantauan (ODP) di rumahnya di Komplek TNI AL Barakuda.

“Awalnya, istri prajurit itu mau kita rujuk ke RSU Adam Malik dam RS Putri Hijau. Namun fasilitas tidak memadai, makanya tetap dirawat di rumah sakit TNI AL. Prajurit dan anaknya terus kita awasi,” terang Edy.

Pihaknya telah melaporkan temuan itu ke Dinas Kesehatan Sumut. Juga dilakukan penyemprotan disenfektan di seluruh rumah areal sekitar Komplek TNI AL Barakuda. “Saat ini kita tunggu perkembangan hasil dari medis, apakah ada indikasi virus corona atau tidak,” tutupnya. (ris/ted/fac)

Satpol PP Ingatkan Masyarakat, Berkerumun, Kami Bubarkan!

BUBARKAN: Tim Satpol PP Kota Medan membubarkan sejumlah pengunjung di salah satu mal di Kota Medan yang sedang nongkrong di cafe. Mulai hari ini Satpol PP akan bertindak tegas membubarkan kerumunan massa atau masyarakat demi pencegahan penularan virus Corona.
BUBARKAN: Tim Satpol PP Kota Medan membubarkan sejumlah pengunjung di salah satu mal di Kota Medan yang sedang nongkrong di cafe. Mulai hari ini Satpol PP akan bertindak tegas membubarkan kerumunan massa atau masyarakat demi pencegahan penularan virus Corona.
BUBARKAN:  Tim Satpol PP Kota Medan membubarkan sejumlah pengunjung di salah satu mal di Kota Medan yang   sedang nongkrong di cafe. Mulai hari ini Satpol PP akan bertindak tegas membubarkan kerumunan massa atau masyarakat demi pencegahan penularan virus Corona.
BUBARKAN: Tim Satpol PP Kota Medan membubarkan sejumlah pengunjung di salah satu mal di Kota Medan yang sedang nongkrong di cafe. Mulai hari ini Satpol PP akan bertindak tegas membubarkan kerumunan massa atau masyarakat demi pencegahan penularan virus Corona.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan menegaskan, akan membubarkan kumpulan massa atau kerumunan masyarakat, guna mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Hal itu sekaligus tindakan mendukung imbauan pemerintah agar masyarakat tetap berada di dalam rumah.

“Tadi Satpol PP Kota Medan sudah mengikuti rapat di Kantor Gubernur terkait masalah ini. Gubernur meminta agar setiap Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumut ikut menertibkan masyarakat yang berada di luar rumah dan berkelompok,” ujar Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan kepada Sumut Pos, Senin (23/3).

Dikatakan Sofyan, selama ini pihaknya telah melakukan imbauan secara langsung guna mensosialisasikan pentingnya pencegahan Covid-19. “Kita selama ini sudah pergi ke beberapa tempat, misalnya ke mal-mal dan tempat-tempat keramaian lainnya, tapi memang baru sebatas imbauan belum berupa tindakan pembubaran. Kalau kali ini sepertinya berbeda, kita diminta untuk membubarkan, artinya lebih ada ketegasan terhadap masyarakat. Saat ini, siapapun yang berkerumun, kami bubarkan!” tegasnya.

Meski demikian, kata Sofyan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait, yakni TNI dan Polri serta Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Medan.

“Kita harus sepakatai definisi kumpulan massa seperti apa. Jangan pula nanti mereka yang sedang berbelanja di pasar untuk kebutuhan di rumah juga harus dibubarkan. Makanya definisinya nanti harus disepakati dulu, segera dibicarakan hal ini. Kita saat ini sedang menunggu arahan,” katanya.

Setelah semuanya jelas, lanjut Sofyan, ia dan mitra terkait, termasuk TNI dan Polri, siap untuk menertibkan masyarakat yang berada di luar rumah dan berkelompok. “Kita siap menindaklanjuti hal ini. Oleh sebab itu, kita lebih berharap agar masyarakat dengan kesadarannya sendiri mau untuk tetap berada di rumah dan tidak bepergian apalagi berkumpul dengan orang lain bila tidak afa keperluan yang sangat penting,” tuturnya.

Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane menyebutkan, Pemko Medan telah melakukan sejumlah penertiban di berbagai tempat yang dinilai akan berpotensi dalam menyebarkan virus Corona tersebut.

“Salah satunya seperti di Merdeka Walk, itu sudah tidak boleh lagi sekarang orang nongkrong-nongkrong di sana. Jadi pembelian makanan ataupun minuman yang ada saat ini di Merdeka Walk itu hanya pembelian bawa pulang, bukan makan dan minum ditempat,” tegasnya.

Hal ini, kata Arrahman, akan mulai diterapkan di tempat-tempat penjualan makanan dan minuman lainnya. “Tadi perintah dari Pak Gubernur seperti itu saat rapat koordinasi dengan pemerintah daerah di seluruh Sumut. Apalagi Kota Medan yang merupakan ibukota Provinsi yang jumlah penduduknya juga sangat padat, ini akan semakin dikuatkan penertibannya,” pungkasnya. (map/ila)

Sepekan Medan Ditetapkan Status Siaga Darurat, ASN Pemko Medan Tetap Ngantor

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memasuki satu pekan ditetapkannya Kota Medan dalam status Siaga Darurat Covid-19 oleh Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Pemerintah Kota (Pemko) Medan tetap mempekerjakan Aparatur Sipil Negara di kantor bukan bekerja dari rumah.

Pantauan Sumut Posdi Kantor Balai Kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (23/3), para ASN tetap tampak bekerja seperti hari-hari biasanya. “Semua masih berjalan normal, para ASN tetap bekerja dari kantor, kalau tidak bekerja nanti siapa yang memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucap Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Senin (23/3).

Namun begitu, kata Muslim, pihaknya tetap mengingatkan para ASN untuk selalu mencuci tangan usai beraktivitas dan terkhusus melakukan kontak fisik dengan orang lain.

“Kita minta mereka untuk sering-sering mencuci tangan, kita sudah siapkan tempat mencuci tangan di beberapa titik di Balai Kota ini, di masing-masing OPD juga begitu. Hand Sanitizer juga ada di beberapa tempat di Balai Kota ini,” ujar Muslim.

Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane mengatakan, para ASN diminta tetap berada di ruang kerjanya masing-masing, guna melakukan pekerjaannya dan sebisa mungkin menghindari kontak fisik dengan orang lain.

“Intinya, secara umum semua ASN masih bekerja seperti biasa, tinggal mereka meminimalisir dengan sebisa mungkin tidak melakukan kontak fisik dan rutin mencuci tangan. Hal-hal seperti rapat sebisa mungkin ditiadakan, kalau apel pagi dan apel sore memang sudah benar-benar ditiadakan untuk saat ini,” katanya.

Selain masih bekerja seperti biasa, lanjut Arrahman, saat ini masing-masing OPD juga diminta keterlibatannya dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

“Justru para ASN saling bahu-membahu sekarang untuk mencegah penyebaran virus Corona ini. Misalnya hari ini, Dinas Ketapang akan membagi-bagikan Hand Sanitizer ke sejumlah tempat di Kota Medan, prioritasnya rumah ibadah,” jelasnya.

Namun begitu, kata Arrahman, Pemko Medan kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti imbauan pemerintah agar tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam memberantas penyebaran Covid-19.

“Masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah, kecuali untuk hal-hal yang sangat penting. Biasakan untuk sering-sering mencuci tangan dan menghindari kontak fisik satu sama lain serta menjaga jarak setidaknya 1 meter,” pungkasnya. (map/ila)