26 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 4388

Jumlah Pasien Corona Diprediksi Terus Bertambah, Semoga April Terkendali

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Jumlah pasien positif corona ( Covid-19) di Indonesia diprediksi akan terus bertambah banyak. “Perkembangan secara keseluruhan, memang saat ini sedang akselerasi untuk menjadi semakin naik jumlah penderita Covid-19,” ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, dalan konferensi pers di Graha BNPB yang disiarkan secara live, Rabu (18/3).

Setidaknya ada dua hal yang menyebabkan jumlah pasien positif corona terus merangkak naik. Pertama, kontak pasien positif corona dengan orang lain sebelum diisolasi cukup tinggi sehingga semakin banyak yang tertular. Kedua, muncul kesadaran dari masyarakat untuk mau diperiksa apakah positif terjangkit virus corona atau tidak.

“Oleh karena ini sebuah tantangan bagi kita. Tentu sarana, fasilitas laboratorium harus ditingkatkan. Kalau tidak, akan terjadi gap. Ini yang akan kita lakukan pada minggu-minggu ke depan,” tambah Yuri.

Yuri mengatakan, kenaikan jumlah pasien positif corona ini merupakan gambaran yang lazim dari fase awal negara yang ditemukan kasus virus corona. “Ini kami memahami dan menjadi gambaran yang lazim di beberapa negara terkait fase-fase awal munculnya kasus positif,” lanjut dia.

Pemerintah pun berharap kondisi seperti itu tidak berlangsung lama. Ia sekaligus memprediksi fenomena peningkatan pasien positif terjangkit virus corona ini akan berhasil dikendalikan pada medio April 2020 mendatang. “Kita akan dapat gambaran yang semakin naik dan pada saatnya nanti kita prediksi mudah-mudahan tidak terlalu panjang. Kita berharap pada bulan April sudah mulai bisa melihat hasilnya dan (kondisinya) mulai terkendali,” lanjut dia.

Sementara itu, Yurianto mengungkapkan hingga saat ini ada 227 kasus Covid-19 di Indonesia. “Äda tambahan 55 kasus, sehingga total sampai sekarang, dihitung sampai kami melaporkan pada Rabu, 18 Maret 2020 pukul 12.00 ada 227 kasus,” tutur Yuri. Kemudian dari data tersebut ada 11 pasien yang sembuh dan 19 pasien yang meninggal dunia.

Akui Ada Masalah Pendataan

Yurianto menjelaskan, ada penyebab khusus yang menjadikan data jumlah pasien meninggal menjadi naik drastis sejak data yang dilaporkan pemerintah ke publik kemarin.

“Kami laporkan, kasus meninggal terdapat masalah dalam pendataan. Karena setelah kami cek dan koordinasi dengan seluruh rumah sakit, ternyata ada beberapa yang belum melaporkan kasus kematian mulai 2 Maret 2020 lalu,” kata Yuri.

Oleh karena itu, saat ini sudah ada perbaikan dan pembaharuan data. Sehingga secara akumulatif terdapat 19 pasien yang meninggal dunia hingga 18 Maret 2020.

Berikut ini rincian 19 pasien yang meninggal dunia : Bali: 1 pasien, Banten: 1 pasien, DKI Jakarta: 12 pasien, Jawa Barat: 1 pasien, Jawa Tengah: 2 pasien, Jawa Timur: 1 pasien, dan Sumatera Utara: 1 pasien.

Ekonomi Alasan Belum Lockdown

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menuturkan faktor ekonomi menjadi salah satu pertimbangan pemerintah belum melaksanakan lockdown dalam mengatasi wabah virus corona.

Menurutnya, masih banyak rakyat Indonesia yang hidup dengan mengandalkan upah harian. Jika kebijakan tersebut diambil, langkah itu dikhawatirkan akan mengganggu kehidupan mereka.

“Saudara-saudara sekalian sudah memahami bahwa di Indonesia banyak sekali orang yang bekerja dengan mengandalkan upah harian. Dan itu juga salah satu yang menjadi kepedulian pemerintah supaya aktivitas ekonominya tetap bisa berjalan,” kata Wiku saat konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (18/3).

“Karena dengan lockdown orang akan di rumah semuanya, maka aktivitas ekonominya akan sulit untuk berjalan, dan itu secara ekonomi berbahaya. Maka dari itu kita belum masuk ke dalam situasi dan kebijakan seperti itu,” sambung dia.

Sebenarnya, tak hanya berdampak pada aspek ekonomi. Ia mengatakan, kebijakan lockdown juga berdampak pada aspek sosial dan keamanan. Dalam pandangannya, menjaga jarak dengan orang lain atau social distancing adalah cara paling efektif untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Jadi tindakan lockdown itu belum diambil pemerintah, karena lockdown itu artinya membatasi betulan satu wilayah atau daerah dan itu memiliki implikasi ekonomi, sosial, dan keamanan. Maka dari itu kebijakan itu belum bisa diambil pada saat ini. Kembali lagi, social distancing adalah yang paling efektif,” tuturnya.

Selain menjaga jarak, empat hal yang perlu dilakukan demi mencegah penyebaran virus yaitu, tidak berjabat tangan, cuci tangan, hindari kerumunan dan memakai masker di tempat ramai. Lebih lanjut, pemerintah pun menganjurkan agar masyarakat tetap melakukan kegiatan tetapi dengan modifikasi agar ekonomi tetap bergerak dan penyebaran virus dapat dicegah.

“Kita dalam kehidupan sehari-hari tetap harus menjaga aktivitas sosial ekonomi, tetapi kita dalam menghadapi kondisi seperti ini harus modifikasi cara kita bekerja supaya ekonomi kita tetap berjalan dengan baik,” ucap Wiku.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar dengan bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. (kps/bbs/net)

48 Penerbangan di Bandara Kualanamu Dibatalkan

SEPI: Suasana di counter check in Bandara Kualanamu terlihat sepi dari aktivitas calon penumpang, Rabu (18/3). batara/sumut pos
SEPI: Suasana di counter check in Bandara Kualanamu terlihat sepi dari aktivitas calon penumpang, Rabu (18/3). batara/sumut pos
SEPI: Suasana di counter check in Bandara Kualanamu terlihat sepi dari aktivitas calon penumpang, Rabu (18/3).  batara/sumut pos
SEPI: Suasana di counter check in Bandara Kualanamu terlihat sepi dari aktivitas calon penumpang, Rabu (18/3). batara/sumut pos

KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – WABAH virus corona (Covid-19) yang telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), turut berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumut. Akibat sepinya penumpang, sejumlah rute penerbangan pun terpaksa dibatalkan.

Maneger Airport Duty Dedi Yudha Negara mengakui, terjadi penurunan penumpang disertai pembatalan jadwal penerbangan. Menurutnya, pembatalan itu dilakukan maskapai karena tidak mungkin menerbangkan pesawat tanpa penumpang. “Ada tiga penerbangan Internasional dan 45 penerbangan domestik dibatalkan,” kata Dedy kepada waartawan di ruang kerjanya, Rabu (18/3).

Menurutnya, meski Malaysia dan Singapura telah memberlakukan lockdown, namun penerbangan dari kedua Negara jiran itu masih berjalan normal, meski terjadi penurunan jumlah penumpang. “Sampai saat ini belum ada surat resmi kami terima terkait penutupan layanan penerbangan untuk ke Malaysia atau ke Singapura. Masih berjalan hari ini masih ada yang berangkat dan datang,” ucapnya.

Dengan masih dibukanya penerbangan luar negeri, tentunya antisipasi pencegahan masuknya virus corona melalui penumpang asal luar negeri masih rawan karena masa inkubasi bakteri tersebut selama 14 hari. Sementara itu, pengelola bandara meningkatkan antisipasi penyebaran virus corona dengan memeriksa setiap pengunjung maupun calon penumpang yang masuk keterminal penumpang. Dengan menempatkan alat pengukur suhu tubuh dan menempatkan sabun-sabun pencuci tangan antiseptik di beberapa area yang dilalui pengunjung dan penumpang bandara.

Terpisah, manajemen Malindo Air yang berbasis di Kuala Lumpur Malaysia, serta maskapai di Indonesia, yakni Lion Air, Batik Air dan Wings Air member of Lion Air Group menyampaikan keterangan resmi terkait layanan penerbangan internasional dari dan menuju Malaysia, termasuk dari Indonesia, menghentikan atau penundaan sementara (suspend) mulai Rabu (18/3) hingga 31 Maret 2020.

Langkah ini guna mendukung pengendalian gerakan nasional yang dinyatakan oleh pemerintah Malaysia, di mana orang Malaysia dilarang meninggalkan negara itu dan pembatasan yang diberlakukan pada masuknya semua wisatawan dan pengunjung asing ke Malaysia.

Lion Air Group menegaskan penundaan sementara ini juga dilakukan berdasarkan rekomendasi perusahaan serta menurut kondisi yang tenah berkembang saat ini, dalam upaya menangkal (tindakan preventif) terhadap penyebaran corona virus disease (covid-19). Lion Air Group memfasilitasi kepada seluruh calon penumpang yang sudah membeli tiket (issued ticket)dengan pengembalian dana (refund) menurut ketentuan berlaku serta akan diberikan pilihan untuk memindahkan tanggal perjalanan (reschedule) tergantung ketersediaan kursi. Lion Air Group juga senantiasa berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, regulator guna memantau perkembangan.

Keputusan penghentian penerbangan sementara ini dijalankan dalam rangka mengutamakan faktor keselamatan awak pesawat, petugas layanan darat (ground handling) dan para tamu atau penumpang. (btr)

Kantor Gubsu Disemprot Disinfektan

SEMPROT: Petugas dari PMI Kota Medan menyemprotkan disinfektan ruangan di kantor Gubernur Sumut, Rabu (18/3).
SEMPROT: Petugas dari PMI Kota Medan menyemprotkan disinfektan ruangan di kantor Gubernur Sumut, Rabu (18/3).
SEMPROT: Petugas dari PMI Kota Medan menyemprotkan disinfektan ruangan di kantor Gubernur Sumut, Rabu (18/3).
SEMPROT: Petugas dari PMI Kota Medan menyemprotkan disinfektan ruangan di kantor Gubernur Sumut, Rabu (18/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KANTOR Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) di Jalan Pangeran Diponegoro Medan disemprot disinfektan, sebagai upaya pencegahan dan penyebaran virus korona atau Covid-19. Penyemprotan disinfektan dilakukan petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan pada Rabu (18/3) sore itu, dimulai dari ruangan Gubsu Edy Rahmayadi di lantai 10, lift, lalu dilanjutkan ke ruangan Wagubsu, Musa Rajekshah dan ruang Sekdaprovsu R Sabrina di lantai 9.

Selanjutnya, setelah selesai menyemprot pada lantai 9 dan 10, petugas yang terlihat mengenakan alat pelindung diri (APD) melanjutkan penyemprotan di ruang wartawan lantai dasar kantor Gubsu. “Nanti setelah pegawai pulang semua, seluruh ruangan di kantor Gubsu ini akan disemprot,” kata seorang petugas PMI Kota Medan kepada Sumut Pos.

Ia mengungkapkan, penyemprotan disinfektan ini merupakan instruksi dari Ketua PMI Medan, Musa Rajekshah. Dalam satu hari itu, pihaknya sudah melakukan aktivitas tersebut di beberapa titik. “Sebelum di sini, kami sudah semprot Masjid Agung, rumah Pak Doddy, Masjid Al Musannif, dan rumah Pak Ijeck,” katanya.

Amatan Sumut Pos, petugas menyiagakan mobil PMI di Masjid Agung Medan untuk menempatkan cairan disinfektan. Sebelum melaksanakan penyemprotan, petugas mengambil cairan tersebut dari dalam mobil itu. Kemudian mana saja ruangan yang sudah kosong dari aktivitas kerja, petugas lantas menyemprotkan cairan pembunuh bakteri dan virus tersebut secara detil ke seluruh ruangan. Sebelumnya di Kantor Gubsu telah disediakan pencuci tangan antiseptik dan pengecekan suhu atau temperatur bagi setiap orang yang berkunjung ke sana.

Kesiapsiagaan dan antisipasi Covid-19 juga mulai terlihat di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan. Antara lain memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi setiap orang yang datang, dan menyediakan pencuci tangan antiseptik pada pintu masuk gedung dewan. “Pemeriksaan ini berlaku untuk siapa saja yang masuk ke gedung dewan, termasuk anggota dewan, wartawan, ASN maupun tamu-tamu yang datang. Semua kita periksa, sebab itu hasil kesepakatan pimpinan dewan dan pimpinan fraksi,” ujar anggota DPRD Sumut, Fahrizal Efendy Nasution saat diperiksa sekuriti Sekretariat DPRD Sumut.

Politisi Hanura ini berharap, dengan adanya pemeriksaan suhu tubuh dan anjuran mencuci tangan sebelum memasuki gedung dewan, bisa mensterilkan merebaknya virus korona ke rumah rakyat tersebut. Sementara itu, Kasubag Perawatan dan Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat DPRD Sumut Hamdan Rifai Ginting mengatakan, pengecekan suhu tubuh yang dilakukan di depan pintu masuk gedung dewan sejak hari ini diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. “Jika dari pengecekan diketahui suhu tubuh anggota dewan, wartawan, ASN, maupun tamu mencapai 38 derajat celsius, tentunya tidak akan diizinkan masuk,” ujar dia.

Pengunjung yang hendak masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Medan juga diukur suhu tubuhnya oleh petugas, mulai Rabu (18/3) kemarin. “PN Medan menyediakan hand sanitiezer, pengecekan suhu badan dan akan kita terapkan juga sosial distensi (jarak),” kata Humas PN Medan, T Oyong kepada wartawan.

Menurut Oyong, melalui alat pengukur suhu tubuh ini, setiap pengunjung, pegawai maupun hakim yang suhu tubuhnya tinggi harus diperiksa terlebih dahulu sebelum memasuki PN Medan. “Nah kita sudah koordinasi dengan dinas kesehatan, jika suhu badannya tinggi maka dia harus di periksa dulu, nggak boleh masuk. Dia harus diperiksa dulu di rumah sakit, apakah hanya sakit biasa atau indikasi corona,” jelasnya.

Amatan Sumut Pos, terlihat beberapa pengunjung, jaksa dan hakim mulai berinisiatif mengenakan masker penutup mulut. Kemudian, ada juga salah satu jaksa yang membawa sanitiezer pribadi untuk sekedar berjaga-jaga. Pantauan lainnya, walau telah memberlakukan pengukuran suhu tubuh, aktifitas di PN Medan tetap ramai oleh pengunjung yang hadir.

Istana Maimun Tutup 14 Hari

Sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, Istana Maimun di Jalan Brigjen Katamso Medan ditutup untuk sementara waktu. Kepala Bidang IT Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasyid, Tengku Dicky mengatakan, penutupan sementara ini menindaklanjuti surat edaran dari Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Nomor 440-2666-2020 serta surat edaran Wali Kota Medan Nomor 440-2582 terakit antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19. “Istana Maimoon ditutup selama 14 hari, terhitung mulai dari 18 Maret sampai 1 April 2020,” ujar Dicky, Rabu (18/3).

Dicky mengaku, Istana Maimun cukup ramai dikunjungi baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Dalam setiap bulan kunjungan wisatawan mencapai sekitar 5.000 orang. “Sebulan bisa 5.000 wisatawan domestik dan mancanegara yang berasal dari Malaysia, Singapura dan Thailand,” katanya.

Ia menyatakan, dalam masa penutupan sementara ini, pihak yayasan melakukan pembersihan di setiap area istana. Hal ini juga sebagai bentuk pencegahan dari penyebaran wabah virus tersebut. “Kami lakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan di ruang tamu, teras, ruang makan, ruang pertemuan dan lainnya,” sebut Dicky sembari menambahkan, diharapkan para wisatawan dapat memaklumi kebijakan yang dilakukan demi kenyamanan dan keamanan.

PHBS dan Minimalisir Kontak Fisik

Sementara, Pemko Medan terus mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajarannya untuk terus menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan sehat dan istirahat cukup. Para ASN juga diimbau agar tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta meminimalisir kontak fisik. “Kita terus mengimbau supaya tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat kepada para ASN kita dan sebisa mungkin menghindari kontak fisik,” ucap Kepala BKDPSDM Kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Rabu (18/3).

Dikatakan Muslim, sampai saat ini belum ada perintah agar para ASN Pemko Medan bekerja dari rumah masing-masing. “Waspada ya terus waspada, segala upaya yang bertujuan untuk menghindari penyebaran virus Corona tentu akan kita lakukan. Tetapi jangan terlalu berlebihan, itu akan membuat kepanikan di masyarakat dan itu tidak baik,” kata Muslim.

Dalam waktu dekat, lanjut Muslim, Pemko Medan akan menyediakan alat pengukur suhu tubuh bagi para tamu yang akan masuk ke balai kota dan sejumlah OPD di Kota Medan yang terdapat pelayanan massal di dalamnya. “Iya Itu sedang dibahas, saat ini sedang diajukan Dinkes pembeliannya ke bagian keuangan dengan menggunakan anggaran tanggap darurat. Dalam waktu dekat mungkin akan di gunakan di Balai Kota dan OPD pelayanan massal seperti Perizinan, Dukcapil dan sebagainya. Kalau nantinya ada OPD lain yang juga merasa membutuhkan, kalau anggarannya cukup nanti akan di akomodir,” jelasnya.

Saat ini, kata Muslim, Pemko Medan telah meminta setiap OPD untuk menyediakan Hand Sanitizer sesuai dengan surat edaran Plt Wali Kota Medan yang dikeluarkan pasca rapat koordinasi dengan seluruh OPD, Forkopimda dan para Stakeholder guna menangani penyebaran virus Corona tersebut. “Atau setidaknya karena saat ini Hand Sanitizer langka di pasaran, maka setiap OPD harus menyediakan sabun serta kran air mengalir untuk memfasilitasi setiap orang yang hendak mencuci tangan,” terangnya.

Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane juga menyampaikan Imbauan Plt Wali Kota Medan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan sebisa mungkin menghindari kontak fisik. “Juga diimbau agar tidak ada masyarakat yang menimbun bahan-bahan pokok dan kebutuhan lainnya karena itu akan menimbulkan gejolak ekonomi,” tandasnya. (prn/man/map)

20 PTS dan 4 PTN Kuliah via Online

MEDAN, SUMUTPOS.CO – LEMBAGA Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara, hingga kini sudah menerima surat edaran dari 20 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 4 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mengubah sementara metode perkuliahnya, dari tatap muka menjadi perkuliah secara online. Hal ini disampaikan Kepala LLDikti Wilayah I Sumut, Prof Dian Armanto saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (17/3) siang.

Diungkapkannya, adapun PTN yang sudah menerbitkan surat edaran tersebut yakni Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), Politeknik Negeri Medan (Polmed) dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Sedangkan PTS diantaranya IT Del, UMA, Unika ST Thomas, Unhar, UISU, Stikes Helvetia, UHN, UMN, Stikes Mitra Husada, Poli MBP, Stikes ST Elisabeth, UPU, STIMK TGD, STAM, UHN, Poli Gihon PS, STIE Muhammadiyah Asahan, STMIK Budi Darma dan STMIK Kaputama Binjai. Sementara, berdasarkan data di LLDikti, jumlah PTS di Sumut sebanyak 262 PTS.

Karenanya, lanjut Prof Dian, pihaknya masih menunggu PTS lain memberitahukan kepada LLDikti Sumut terkait perubahan sementara metode perkuliahan tatap muka ke perkuliah onlinen

“Yang terakhir masuk itu dari Polmed dan satu PTS. Kita masih menunggu lagi yang lain,” kata Dian.

Disebutnya, sistem perkuliah secara online ini dapat menggunakan sistem E-Learning, Vi-Learning, Mailing List, Whatsapp Group, Line, Skype atau sejenisnya. Ia juga mengungkapkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga telah mengeluarkan surat edaran Nomor 2 Tahun 2020 dan Nomor 3 Tahun 2020 tentang pencegahan dan penanganan virus corona untuk menunda penyelenggaraan acara yang mengundang banyak peserta atau menggantinya dengan video conference atau komunikasi daring lainnya. “Memberlakukan pembelajaran secara daring dari rumah bagi siswa dan mahasiswa. Kemudian, pegawai, guru, dan dosen melakukan aktivitas bekerja, mengajar atau memberi tugas melalui video conference, digital dan lain-lain,” pungkasnya.

Ujian SMP Terpaksa Diundur

Sebelumnya, Pemkab Dairi juga telah memutuskan penundaan sementara aktivitas keramaian baik itu kegiatan belajar-mengajar di sekolah maupun kegiatan aktivitas keramaian lainnya. Kepala Dinas Infokom, Rahmatsyah Munthe mengatakan, para siswa mulai dari PAUD hingga SMP diliburkan mulai 18 hingga 31 Maret 2020. Selain itu, lembaga pendidikan nonformal seperti lembaga bimbingan belajar yang ada di Kota Sidikalang juga diminta untuk libur.

“Siswa bisa belajar di rumah dengan diberikan soal-soal, untuk dikerjakan di rumah sehingga ilmu pengetahuan tetap mereka dapatkan. Dinas Pendidikan segera membuat imbauan ataupun pengumuman kepada seluruh guru dan sekolah,” katanya.

Selama libur, lanjut Rahmatsyah, para siswa tidak boleh melakukan aktivitas seperti jalan-jalan atau pun mengunjungi aktivitas keramaian demi mencegah dan meminimalisir dampak terjadinya penyebaran virus corona yang sedang merebak.

Dengan diliburkannya aktivitas belajar mengajar, pelaksanaan ujian sekolah untuk kelas IX SMP di Dairi terpaksa diundurkan. Kepala SMPN 2 Sidikalang, Elisman Sitinjak mengatakan, pelaksanaan ujian tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung mulai 30 Maret, namun diundurkan menjadi tanggal 2 April 2020.

Elisman berharap, seluruh siswa SMPN 2 Sidikalang dapat belajar mandiri, karena guru sudah menyampaikan beberapa tugas pekerjaan rumah. “Siswa diminta agar belajar mandiri dan mengerjakan tugas yang sudah diberikan guru. Apalagi siswa kelas 9 habis masa libur akan langsung mengikuti ujian sekolah,” tandasnya. (gus/rud).

1 Pasien Covid-19 Meninggal di RSUP HAM: Berangkat Satu Grup ke Luar Negeri

TINJAU: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis saat meninjau RSU Sari Mutiara Medan yang akan dijadikan pusat cadangan evakuasi pasien suspect virus coreona, Rabu (18/3).
TINJAU: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis saat meninjau RSU Sari Mutiara Medan yang akan dijadikan pusat cadangan evakuasi pasien suspect virus coreona, Rabu (18/3).
TINJAU: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis saat meninjau RSU Sari Mutiara Medan yang akan dijadikan pusat cadangan evakuasi pasien suspect virus coreona, Rabu (18/3).
TINJAU: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis saat meninjau RSU Sari Mutiara Medan yang akan dijadikan pusat cadangan evakuasi pasien suspect virus coreona, Rabu (18/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga Rabu (18/3) siang, total kasus positif Coronavirus disease 2019 atau Covid-19 di Indonesia membengkak jadi 227 kasus. Äda tambahan 55 kasus dari hari sebelumnya. Dari data itu, 11 pasien sembuh dan 19 pasien meninggal dunia, salahsatunya di Medan. Hasil penelusuran Dinas Kesehatan Sumatera Utara, pasien yang meninggal di Medan baru pulang dari Yerusalem dan Italia dan ia tidak sendirian.

“SAYA BELUM begitu persis tahu. Sepengetahuan saya, mereka pulang dari Yerusalem lalu singgah ke Italia. Pasien itu pergi ke luar negeri tidak sendirian. Ada satu kelompok atau grup, dan sedang kita coba telusuri siapa saja rekan-rekannya yang ikut (bersama PDP 01),” kata Kepala Dinkes Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan, Rabu (18/3).

Sepulang dari perjalanan ke luar negeri, pasien berjenis kelamin laki-laki dan berstatus sebagai dokter itu, mengeluhkan sakit hingga diisolasi.

Ia mengatakan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tersebut meninggal saat diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Selasa (17/3) malam sekitar pukul 20.45 WIB.

Ditanya apakah PDP 01 sempat bekerja di lingkungan pekerjaannya sebagai dokter di salahsatu rumah sakit di Medan? Alwi menyatakan, masih akan menelusuri. “Akan kita telusuri juga. Saat ini belum tahu persis. Tim saya sedang bekerja,” ujarnya.

Tentang kapan PDP 01 masuk ke rumah sakit, Alwi juga mengaku tak ingat. Namun sumber lain menyebutkan, pasien tersebut masuk dan diisolasi sejak tanggal 14 Maret 2020. Selama tiga hari, pasien sempat menjalani perawatan, sebelum akhirnya meninggal.

Mengenai hasil pemeriksaan sampel lendir tenggorokan pasien di laboratorium, dia mengatakan masih menunggu hasilnya. “Uji sampel belum keluar. Kita masih tunggu hasilnya. Di sana (Balitbangkes) juga agak padat penumpukan. Jadi antrenya lebih panjang. Harap maklum lah,” kata Alwi.

Ia memperkirakan, usai kasus ini, kemungkinan akan lebih banyak daftar PDP di Sumut. “Ini akan menjadi semacam puncaknya. Namun demikian, tidak perlu khawatir. Tim sudah siap siaga sehingga diharapkan segera berlalu,” pungkasnya.

10 PDP Diisolasi

Selain satu pasien meninggal, saat ini ada 10 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM), Medan.

“Update data pasien terkait Covid-19 per tanggal 18 Maret 2020, PDP positif 1 (PDP 01) dengan status meninggal dunia. 10 PDP lainnya sedang dirawat di ruang isolasi. Sebelumnya ada 3 PDP yang dirawat, namun sudah dipulangkan dan negatif (Covid-19),” ujar Kasubbag Humas RSUP HAM Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa), Rabu (18/3).

Rosa mengatakan, pihak rumah sakit setiap hari akan mengupdate data jumlah pasien Covid-19 pukul 13.00 WIB. Update tersebut dilakukan di semua akun medsos dan website RSUP H Adam Malik.

Disinggung apakah pihak rumah sakit memiliki alat pendeteksi virus corona, Rosa menjawab, Covid-19 hanya bisa dipastikan positif atau tidak dari hasil uji sampel laboratorium. “Bukan alat,” tandasnya.

Ia mengatakan, jenazah pasien meninggal langsung dimasukkan ke peti oleh pihak rumah sakit. Selanjutnya, rumah sakit menghubungi keluarga untuk proses pemulangan jenazah.

Koordinator Penanganan Covid-19 RSUP Adam Malik Medan, Ade Rahmaini, sebelumnya menjelaskan, delapan PDP di RS HAM tidak memiliki riwayat kontak dengan penderita positif Covid-19. Hanya saja, mereka memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit. Yakni masing-masing Israel, Vietnam, dan Malaysia.

Gubsu Minta Jangan Panik, Siapkan Posko Evakuasi Utama

Menanggapi melonjaknya pasien PDP di Sumut, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bergerak cepat meninjau dua rumah sakit (RS) yang disiapkan sebagai pusat cadangan evakuasi pasien suspect virus corona (Covid-19), Rabu (18/3).

Peninjauan dilakukan usai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama dengan seluruh pihak rumah sakit se-Sumatera Utara (Sumut), dan menginstruksikan penyediaan ruangan isolasi.

Kedua rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit GL Tobing/Medical Tembakau Deli PTP Nusantara II Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang sebagai lokasi evakuasi utama dan Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Jalan Kapten Muslim Medan sebagai evakuasi cadangan dan pos penerimaan laporan masyarakat.

Kedatangan Gubernur di RS GL Tobing disambut Dirut PTPN II Iswan Achir, Kepala Rumah Sakit GL Tobing/Medical Tembakau Deli PTPN II Novi Fitriani dan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan beserta jajaran.

“Kita menyiapkan satu tempat evakuasi utama di rumah sakit ini. Jadi seluruhnya baik yang dalam pantauan atau sudah terjangkit kita siapkan di sini. Difokuskan di sini, sehingga seminimal mungkin penyebaran virus ini bisa ditekan,” jelas Edy Rahmayadi usai meninjau seluruh sarana dan prasarana di Rumah Sakit GL Tobing/Medical Tembakau Deli PTPN II.

Untuk pasien yang sedang dirawat di RS GL Tobing akan dipindahkan dan dilakukan pengosongan untuk mempersiapkan penanganan COVID-19. “Beberapa tim Satgas akan bertugas di sini. Segala kelengkapan akan dibantu dari rumah sakit lainnya baik berupa tempat tidur, tenda dan lainnya,” jelas Edy.

Selanjutnya, Edy meninjau lokasi evakuasi cadangan dan pos penerimaan laporan masyarakat di Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Jalan Kapten Muslim Medan. Bersama Ketua Satgas Covid-19, Riadil Akhir Lubis, beserta anggota tim dan Plt Walikota Medan Akhyar Nasution, Edy disambut Pemilik RS Sari Mutiara Parlindungan Purba dan beberapa pihak rumah sakit swasta di Medan.

“Tempat evakuasi cadangan kita lakukan di sini. Rakyat yang merasa ada tanda-tanda Covid-19, melapor ke RS terdekat atau langsung ke RS Sari Mutiara. Nanti akan diperiksa dan disalurkan ke tempat evakuasi utama. Semua SDM bidang kesehatan sudah siap. Mudah-mudahan rakyat kita bisa dicegah dari hal yang tidak diinginkan,” tutur Edy.

Edy mengimbau seluruh RS, agar tidak ada yang menolak masyarakat Sumut yang melapor. Jika RS sudah tidak dapat menampung, diminta untuk mengarahkan dan melaporkan ke lokasi evakuasi, baik utama maupun cadangan. “Mulai hari ini evakuasi utama dan cadangan sudah dipersiapkan dan mulai bertugas,” katanya.

Lokasi evakuasi cadangan akan diisi oleh SDM dari rumah sakit-rumah sakit swasta dan akan dikawal oleh petugas keamanan.

Gubsu Edy juga meminta warga Sumut agar tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan, pascadiketahuinya seorang warga asal Sumut positif Covid-19 dan telah meninggal dunia. “Kalau sudah diumumkan positif corona, ya saya minta warga tetap jangan panik,” katanya menjawab wartawan usai Salat Asar di Masjid Agung Medan, Rabu (18/3).

“Tetap waspada, tidak melakukan kontak badan dengan bersalaman. Atur jarak, mengingat sekarang ini kita tidak tahu siapa yang terjangkit. Kalau merasa flu, pilek, sesak napas, gunakan masker dan laporkan ke tenaga medis kesehatan,” ucapnya.

Bagi yang beragama Islam, Gubsu mengingatkan tetap melaksanakan salat dan gunakan alas. Baik itu dengan sapu tangan maupun sajadah kecil. Begitu juga dengan umat agama lain, tetap berdoa karena itu penting dilakukan menandakan manusia mengingat sang pencipta.

Ia mengatakan, sudah disediakan tempat evakuasi perawatan utama. Dan rumah sakit sudah diminta tidak menolak pengecekan. “Berdasarkan UU kesehatan, jika ada RS yang menolak pasien, bisa dikenakan pidana satu tahun,” katanya.

330 Ruangan Isolasi

Kepala Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, Riadhil Akhir Lubis, mengatakan dengan memperhatikan imbauan lembaga kesehatan dunia atau WHO dan juga arahan serta keputusan Presiden RI Joko Widodo, pihaknya menetapkan Sumut Siaga Darurat bencana nonalam terkait wabah Covid-19.

“Status ini ditetapkan selama 14 hari hingga 30 Maret 2020. Status tersebut bisa diperpanjang, tergantung situasi. Di nasional telah diperpanjang sampai 29 Mei 2020, makanya tergantung situasi di daerah masing-masing,” sebutnya.

Setelah penetapan status siaga darurat tersebut, Riadil mengaku, tim telah bergerak cepat untuk menyusun rencana kontijensi dan aksi. “Di samping menyiapkan rumah sakit rujukan utama Covid-19, tim juga menyiapkan beberapa rumah sakit dengan beberapa ruang isolasi berjumlah 330 ruangan,” katanya.

RS yang disiapkan sebagai RS evakuasi utama yaitu di RS GL Tobing di Tanjungmorawa dan RS milik PTPN II. Kemudian, RS untuk evakuasi cadangan yakni di RSU Sari Mutiara Medan. “Bagi masyarakat yang mengalami keluhan gejala suspcet Covid-19 bisa mendatangi rumah sakit tersebut apabila merasa khawatir,” jelasnya.

Sebelumnya, Riadil mengatakan ada 75 orang yang masih dalam prospek untuk diklasifikasikan sebagai Orang Dalam Pemantauan atau ODP. “Mereka itu kita prospek terutama orang yang baru pulang dari luar negeri. Termasuk juga yang ikut tabliqh akbar di Malaysia. Jadi kita kelompokkan yang mana ODP dan PDP,” jelasnya.

Sejak dibentuknya Gugus Tugas Covid-19 pada Senin (16/3), tambah Riadil, hingga Rabu pagi pihaknya sudah menerima 128 telepon dari masyarakat yang berasal dari Asahan, Nias, dan lainnya. “Ini konsultasi pengaduan masyarakat, tanya jawab, diskusi, kekhawatiran dan segala macamnya kita jawab,” pungkasnya.

Selain Medan, Pemkab Deliserdang melalui Rumah Sakit Umum Daerah, Kabupaten Deliserdang juga melakukan langkah-langkah persiapan. Direktur RSU Deliserdang, dr Hanif Fahri Sp Kj, MM menjelaskan, pihaknya sudah menyediakan sejumlah fasilitas yang memadai untuk menampung pasien diduga terjangkit virus Corona.

“Ada 3 kamar isolasi standar, serta 25 orang tenaga medis khusus menangani. Tenaga medis itu dilengkapi pakaian serta peralatan standar,”bilang Hanif.

Untuk seluruh ruang rawat dan klinik, disediakan cairan pembersih serta masker. “Stoknya cukup untuk dua bulan ke depan,” katanya.

Pihaknya juga memantau 2 pasien diduga terjangkit virus Corona, dan merujuknya ke RSU Adam Malik. (ris/prn/btr)

Diminta Klarifikasi atas Perekrutan PHL, Dipanggil Komisi I, Sekwan Tak Hadir

Habiburrahman Sinuraya
Habiburrahman Sinuraya
Habiburrahman  Sinuraya
Habiburrahman Sinuraya

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris DPRD Medan Abdul Azis tidak hadir dari panggilan Komisi I DPRD Medan guna mengklarifikasi dugaan kecurangan proses perekrutan Pekerja Harian Lepas (PHL) di DPRD Medan. Panggilan itu dilakukan pada hari Senin (18/3), namun dengan alasan sakit Abdul AIs tidak hadir dan digantikan dengan Kabag Umum DPRD Medan Andi Harahap.

“Sudah kami panggil Senin sore itu, Pak Sekwannya gak datang. Katanya sakit, jadi digantikan oleh Pak Andi Kabag Umum,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Medan, Habiburrahman Sinuraya kepada Sumut Pos, Rabu (18/3).

Hadirnya Andi, kata Habib, tidak menjawab apa yang mereka tanyakan secara mendetail. “Komisi I ya belum bisa menerima penjelasan itu, nanti Komisi I akan panggil kembali pak Sekwan,” ujar Habib.

Di sisi lain, sejumlah anggota DPRD Medan terus mempertanyakan ketertutupan proses perekrutan PHL di DPRD Medan oleh pihak sekretariat. Sebab para wakil rakyat itu menilai, seharusnya dalam proses perekrutan itu melibatkan para anggota DPRD Medan.

“Ya seharusnya lah sekretariat melibatkan anggota DPRD dalam proses (perekrutan) itu. Wajar sekali rasanya kalau setiap anggota DPRD Medan harus mengetahui kualitas kerja dari setiap PHL yang nantinya akan membantu mereka,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Medan, Erwin Siahaan.

Politisi PSI itu juga menyebutkan, seharusnya Sekretariat DPRD Medan lebih terbuka dan mau berkoordinasi lebih baik dengan para wakil rakyat di gedung tersebut.

“Kita tahu itu memang tugasnya mereka, wewenangnya memang ada di mereka. Tapi gak bisa sewenang-wenang juga, tetap harus ada koordinasi,” tegasnya.

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PAN, Abdul Rahman mengatakan, perekrutan PHL yang dilakukan oleh Sekwan tersebut telah melanggar surat edaran dari Sekda Kota Medan Wiriya Al Rahman.

“Padahal Sekda lewat surat edarannya tertanggal 9 Desember 2019 menyebutkan, agar tidak lagi melaksanakan seleksi penerimaan, penambahan dan atau pergantian tenaga kontrak atau pegawai harian lepas (PHL) atau sejenisnya pada masing-masing perangkat daerah,” jelas Abdul Rahman.

Dengan alasan assessment, kata Rahman, sekretariat tidak bisa melanggar surat dari Sekda begitu saja. “Apalagi ini kan hanya PHL, ini bukan pejabat eselon yang harus di assessment. Makanya itu tadi, kalau memang mau dilakukan perubahan PHL, beri anggota DPRD ruang untuk terlibat di dalam proses perekrutan itu. Nantinya juga, DPRD akan berkoordinasi dengan Sekda terkait hal itu,” katanya.

Seperti diketahui, Sekretaris DPRD Medan dinilai bertindak sewenang-wenang terhadap pegawai honorer di gedung dewan. Pasalnya, pada awal tahun 2020, Sekwan Abdul Aziz merumahkan seluruh tenaga honor sebanyak 127 orang dengan alasan melakukan assessment atau penilaian untuk mengetahui kinerja.

Tak lama kemudian, Sekretaris Dewan kembali memasukkan 127 tenaga PHL yang terdiri dari wajah-wajah baru maupun wajah-wajah lama tanpa sepengetahuan seluruh anggota DPRD Medan. (map/ila)

Peserta Lelang Jabatan Eselon II Selesai Ikuti Test, Track Record Jadi Acuan Terpilih

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak belasan peserta yang mengikuti lelang 4 jabatan eselon II di jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan pada tahun 2020 ini telah selesai mengikuti tahapan test lelang yang dilakukan Pemko Medan melalui panitia seleksi (pansel) yang ditunjuk dari Universitas Sumatera Utara (USU).

Sebelumnya, Pemko Medan telah membuka pendaftaran lelang jabatan eselon II tersebut sejak bulan Februari yang lalu. Alhasil, belasan peserta pun telah mendaftarkan diri dan mengikuti proses tahapan test tersebutn

“Hari ini (kemarin,Red) test terakhir, yaitu tahap wawancara. Seharusnya kemarin (Selasa) 17 Maret, tapi karena waktunya ternyata tidak cukup, maka dilanjutkan hari ini. Kalau hari ini pasti cukup, karena hanya tinggal sisa peserta yang kemarin,” ucap Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Rabu (18/3).

Dijelaskan Muslim, tahap wawancara ini merupakan tahap test terakhir dari 3 tahap test yang ditetapkan untuk diikuti oleh para peserta lelang jabatan eselon II.

“Tahap pertama itu Psikotest, itu di USU, tanggal 12 (Maret) yang lalu. Selanjutnya tahap penulisan makalah, itu beberapa hari yang lalu, setelah tahap Psikotest. Dan kemarin sama hari ini tahap wawancara, itu yang terakhir,” ujarnya.

Untuk hasil test nya, kata Muslim, hal itu tidak diumumkan oleh Pemko Medan. Pemko Medan akan memilih peserta yang terbaik, bukan hanya secara hasil test namun juga berdasarkan track record.

“Kalau hasil test itu ya tertutup la. Tentu Pemko Medan akan memilih yang terbaik, karena yang hasil testnya paling tinggi kan belum tentu juga yang terbaik untuk menduduki jabatan itu,” paparnya.

Selain hasil test, lanjutnya, Pemko juga akan menilai bagaimana track record peserta itu selama ini. Kalau lah hasil test nya baik tapi track record nya banyak bermasalah, kan gak bisa juga. Kita harapkan yang terpilih itu nanti yang terbaik, yang hasil testnya baik dan track recordnya juga baik,” pungkasnya.

Dikonfirmasi tentang tahap lelang jabatan eselon II Pemko Medan tersebut, salah satu peserta lelang yang merupakan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan, Zakaria mengatakan, dirinya baru akan mengikuti test wawancara pada hari kedua kemarin.

“Hari ini saya mau ikuti tahap wawancara hari ini di Balai Kota, kemarin waktunya gak cukup. Tahap penulisan makalah sudah selesai, waktu itu di Balai Kota juga, yang di USU itu tahap yang pertama, Psikotest,” kata mantan Kabid PBB BPPRD Kota Medan itu kepada Sumut Pos, Rabu (18/3).

Dikatakan Zakaria, usai tahap wawancara ini, ia dan para peserta lainnya hanya tinggal menunggu waktu diumumkannya nama yang terpilih sebagai pejabat eselon II tersebut.”Ya tinggal tunggu saja (pengumumannya), doakan saja ya,” kata Zakaria.

Di sisi lain, Plt Kadis PU sekaligus Kabag Pembangunan Kota Medan, Zulfansyah mengatakan dirinya telah selesai mengikuti seluruh tahapan test termasuk tahap wawancara.

“Saya kemarin sudah selesai, wawancaranya saya dapat yang hari pertama. Sebab saya nomor urut 1, yang nomor urut 9 ke atas wawancaranya baru hari ini. Kita di wawancara terkait makalah yang kita tulis itu, ya doakan saja ya. Kalau saya Bismillah saja, kalau terpilih ya Alhamdulillah kita jalankan amanah itu. Kalau pun tidak ya gak apa-apa juga, saya mengalir saja,” pungkasnya. (map/ila)

Dispar Medan Terbitkan Surat Edaran, Pelaku Usaha Wajib Sediakan Hand Sanitizer

ilustrasi
ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona di Sumatera Utara dan terkhusus di Kota Medan, Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan telah mengeluarkan.

surat edaran kepada setiap para pelaku usaha di Kota Medan agar menyediakan Hand Sanitizer di tempat-tempat usahanya.

“Kita minta semua pelaku usaha untuk menyediakan Hand Sanitizer ataupun sarana cuci tangan berupa sabun ataupun air yang mengalir ataupun Termoscanner ataupun alat lainnya di sekitar pintu masuk usaha,” ucap Kepala Dispar Kota Medan, H Agus Suriyono kepada Sumut Pos, Rabu (18/3).

Dikatakan Agus, selain sebagai upaya pencegahan, hal itu juga dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengunjung di tempat-tempat usaha.

“Agar masyarakat juga tidak panik serta waspada dalam situasi yang berkembang di tengah masyarakat. Kita juga meminta agar pelaku usaha juga turut mensosialisasikan dan mengedukasi secara massif dengan jelas dan benar agar masyarakat dapat mengetahui Informasi terkait virus Corona sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Agus.

Di sisi lain, di saat Pemko Medan telah meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitasnya di luar rumah bahkan hingga meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, namun beberapa kawasan lokasi kunjungan masyarakat seperti Medan Zoo (Kebun Binatang Medan) dan Kolam Renang Deli justru masih dibuka untuk umum.

Hal itu diketahui setelah Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan memastikan Medan Zoo dan Kolam Renang Deli masih terbuka untuk umum.

“Sampai saat ini masih buka karena kami masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, apakah ke depan masih terus buka atau bakal ditutup sementara. Intinya masih menunggu kebijakan Pemko,” ucap Direktur Utama (Dirut) PD Pembangunan, Putrama Alkhairi kepada Sumut Pos, Rabu (18/3).

Dia mengakui, meski masih terbuka untuk umum, namun jumlah pengunjung ke Medan Zoo sudah berkurang drastis sejak wabah virus corona menyebar.

“Memang, sejak terdengar virus corona sudah merebak di Wuhan, Tiongkok, secara perlahan pengunjung mulai berkurang. Apalagi belakangan virus tersebut semakin banyak menyebar ke berbagai negara, bahkan ke Indonesia. Otomatis, jumlahnya sangat drastis menurun,” ujarnya.

Selain Medan Zoo, Putrama Alkairi juga memastikan kolam renang Deli, Jalan Sutomo, Medan, juga masih terbuka untuk umum. Serupa dengan Medan Zoo, jumlah masyarakat yang datang ke Kolam Renang Deli juga terus menurun. “Pengunjungnya terus menurun setiap hari. Apalagi sejak virus corona ini, jauh berkurang,” ungkapnya.

Meski demikian, dia memastikan, sebagai pengelola Medan Zoo dan Kolam Renang Deli, PD Pembangunan tetap berupaya menekan kemungkinan terjelek.

“Kami tetap menyediakan sabun dan selalu menganjurkan mencuci tangan sesering mungkin. Ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona,” pungkasnya. (map/ila)

Lantamal I Cek Suhu Tubuh Prajurit

ANTISIPASI CORONA: Lantamal I mengecek suhu tubuh prajurit.
ANTISIPASI CORONA: Lantamal I mengecek suhu tubuh prajurit.
ANTISIPASI CORONA: Lantamal I mengecek suhu tubuh prajurit.
ANTISIPASI CORONA: Lantamal I mengecek suhu tubuh prajurit.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal I) menerapkan pemerikaan suhu tubuh kepada seluruh prajurit di pintu masuk Mako Lantamal I, Rabu (18/3). Pemeriksaan dengan alat yang sudah disiapkan dan pemberian hand sanitizer untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

“Hal ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini penyebaran Covid-19, di mana saat ini pemerintah dibantu dengan stakeholder lainnya sedang berupaya untuk memerangi Covid-19,” kata Komandan Lantamal I, Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid.

Saat ini pemerintah telah menerbitkan Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19 yaitu Protokol Kesehatan, Protokol Komunikasi, Protokol Pengawasan Perbatasan, Protokol Area Pendidikan, dan Protokol Area Publik dan Transportasi. “Protokol tersebut akan dilaksanakan di seluruh Indonesia oleh pemerintah dengan dipandu secara terpusat oleh Kementerian Kesehatan,” ungkap Abduk Rasyidn

Pemeriksaan suhu tubuh yang dilakukan oleh personel Diskes Lantamal I dan RSAL Komang Makes dilaksanakan di penjagaan ketika seluruh anggota memasuki Mako Lantamal I dilanjutkan di dermaga Mako Lantamal I tempat bersandarnya KRI dan KAL jajaran Satrol Lantamal I.

Tim melakukan hal yang sama, pengecekan suhu tubuh anggota KRI dan KAL. Selain itu, Lantamal I juga melakukan penyemprotan disinfektan di Masjid Al Abrar yang lokasinya berada di dalam Mako Lantamal I serta menyiapkan hand sanitizer di tempat-tempat tertentu seperti penjagaan, masjid, gedung yang biasa digunakan untuk rapat dan pertemuan serta kantin.

“Bagi anggota yang telah melakukan perjalanan dari luar kota segera memeriksakan diri ke Dinas Kesehatan untuk berjaga jaga agar diri kita tidak tertular virus corona, selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sesering mungkin. Apabila merasa kurang enak badan segeralah memeriksakan diri Balai Pengobatan atau RSAL Komang Makes sebagai deteksi dini guna menghidari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar DanlantamaI kepada seluruh aggota Lantamal I. (fac/ila)

Mengantisipasi Penyebaran Virus Corona, Pengawasan Pelabuhan Diperketat

ANTISIPASI CORONA: Petugas menyemprotkan hand sanitizer kepada penumpang di Terminal Penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan untuk mencegah penyebaran virus corona.
ANTISIPASI CORONA: Petugas menyemprotkan hand sanitizer kepada penumpang di Terminal Penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan untuk mencegah penyebaran virus corona.
ANTISIPASI CORONA: Petugas menyemprotkan hand sanitizer kepada penumpang di Terminal Penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan untuk mencegah penyebaran virus corona.
ANTISIPASI CORONA: Petugas menyemprotkan hand sanitizer kepada penumpang di Terminal Penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan untuk mencegah penyebaran virus corona.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Pelindo 1 menerapkan pengawasan yang lebih tinggi dalam melayani penumpang dan bongkar muat barang terhadap kapal – kapal yang sandar di Pelabuhan Belawan. Langkah itu dilakukan dengan meningkatkan keamanan dan kebersihan lingkungan di areal pelabuhan.

Peningkatan pengawasan dilakukan bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke seluruh awak kapal dilayani setelah berstatus bebas karantina.

“Sejauh ini, pelayaran untuk kedatangan dan keberangkatan belum ada yang terganggu, kita terus melakukan peningkatan pengawasan guna mengantisipasi penyebaran virus corona,” kata VP Public Relations Pelindo 1, Fiona Sari Utami, Rabu (18/3).

Seluruh petugas operasional dan para pandu, kata dia, diwajibkan untuk selalu menggunakan masker khusus, alat pelindung piri (APD), kaca mata, dan sarung tangan dalam melakukan tugasnya.

Selain itu, kebersihan lingkungan pelabuhan juga semakin ditingkatkan dengan langkah preventif, seperti desinfektasi terminal penumpang secara berkala, meningkatkan frekuensi pembersihan dan sanitasi areal terminal penumpang, khususnya pada bagian yang sering digunakan, seperti handle pintu, kursi, pegangan tangga, meja receptonist, automatic gate dan lain-lain.

“Terminal Penumpang milik Pelindo 1 juga sudah dilengkapi dengan fasilitas thermal scanner untuk pemeriksaan suhu tubuh para penumpang yang naik dan turun dari kapal,” jelas Fiona.

Pelindo 1 juga telah memasang papan informasi yang berisi tentang bahaya virus corona serta cara pencegahannya, dengan menyediakan hand sanitizer serta membagikan masker kepada para penumpang.

Selain itu, lanjutnya, Pelindo 1 terus berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan atau Dinas Kesehatan setempat, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, dan Kementerian Perhubungan melalui Otoritas Pelabuhan dan Kantor Syahbandar serta sejumlah instansi terkait lainnya dalam pengawasan dan pencegahan penyebaran Virus Corona.

Untuk areal kantor, Pelindo 1 telah melakukan berbagai upaya pencegahan. Di antaranya, penyemprotan desinfektan di seluruh ruang kerja pegawai, mengajak pegawai untuk membersihkan meja kerjanya setiap hari, pemeriksaan suhu tubuh para pegawai dan tamu saat memasuki wilayah kantor, mensosialisasikan tata cara mencuci tangan secara teratur, menyediakan hand sanitizer di tempat strategis, memasang poster informasi

“Kita juga mengimbau kepada pegawai yang terkena batuk dan flu untuk menggunakan masker serta mengambil cuti bagi yang sakit, menangguhkan perjalanan ke luar negeri terutama ke negara yang terdampak COVID-19 dan selektif dalam melakukan perjalanan dinas dalam negeri,” ujar Fiona.

Pelindo 1 menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) dengan kriteria tertentu seperti pegawai yang memiliki riwayat penyakit jantung, Tuberculosis (TBC) atau paru, diabetes akut, serta pegawai yang sedang hamil.

Pihaknya juga membatasi pertemuan-pertemuan yang bersifat melibatkan banyak orang, seperti rapat, pelatihan, sharing session dan menggantikannya dengan penggunaan video conference atau web seminar. Kemudian secara rutin mengimbau kepada pegawai untuk terus memperhatikan dan menjaga kondisi kesehatan diri dan keluarga dengan baik.

“Bagi pegawai di bidang operasional, akan diberikan tambahan puding dan vitamin setiap harinya untuk meningkatkan imunitas dan memastikan seluruh petugas dalam kondisi prima, serta menempatkan petugas medis di setiap cabang pelabuhan,” jelas Fiona.

Sementara, Humas Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan, J Panjaitan mengatakan, pihaknya sudah melakukan antisipasi pengawasan terhadap kapal yang sandar sesuai SPO, langkah itu dilakukan tergabung dalam tim terpadu di wilayah kerja pelabuan.

“Untuk kapal yang tiba dan berangkat terus dilakukan pemeriksaan dan pengawasan untuk mensterilkan wabah corona dengan mengecek para awak kapal yang tiba di dermaga,” katanya. (fac/ila)