25 C
Medan
Sunday, January 18, 2026
Home Blog Page 4401

DPRD Sumut Dorong Pembangunan Infrastruktur di Karo

Ilustrasi .
Ilustrasi .

KARO, SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD) Sumut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo membangun infrastruktur transportasi lalu lintas tipe B di terminal Tanah Karo.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Sumut, Yasir Ridho Lubis dalam pertemuan DPRD Sumut dengan DPRD Kabupaten Karo, guna membahas tentang transportasi lalu lintas ke Tanah Karo tipe B di ruang Badan Musyawarah (Banmus) kantor DPRD Sumut, Kamis (12/3).

“Kita akan mendorong untuk ke depannya membangun infrastruktur di sana sesuai harapan pemerintah Tanah Karo. Apalagi, terminal tipe C sudah tidak memadai lagi,” ujar Yasir Ridho kepada Sumut Pos usai pertemuan.

Dalam pertemuan itu, lanjutnya, juga dihadiri DPR-RI yang melakukan kunjungan kerja ke DPRD Sumut. Mereka ikut serta membahas pembangunan infrastruktur itu.

Dikatakan Yasir, Gubernur Sumut Eddy Rahmayadi telah mewacanakan ingin membangun jalan alternatif ke Kabupaten Karo. Pembangunan itu berupa Jembatan Layang Kelok 11 di jalur Medan-Berastagi, yang rencananya akan dibangun paling lambat pertengahan tahun 2020.

“Kita mendorong pembangunan ini demi kemaslahatan umat. Apalagi, kemacetan selama ini sudah sangat parah di sana. Bahkan setiap menuju Tanah Karo, hingga 5 jam kita berada di jalan. Selain itu, tanahnya juga kerap longsor jika musim penghujan,” ungkapnya.

Ia berharap, infrastruktur nantinya yang akan dibangun jalannya bisa lebih bagus, lebih luas dan memberikan kenyamanan bagi pengendara pengguna jalan. “Kita harap waktu yang digunakan di jalan menuju Tanah Karo, hanya memakan waktu singkat, jika memungkinkan sekitar 30 menit-1 jam saja sudah tiba disana. Semoga terealisasi,” harapnya.

Menurutnya, jika membangun infrastruktur yang bagus pasti akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karo. Dan tentunya, pembangunan ini dapat meningkatkan wisatawan yang bukan hanya domestik semata, tetapi juga menarik wisatawan asing.

Ia menambahkan, selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Karo juga akan membangun wisata alam, yakni Taman Hutan Raya (Tahura). Ini akan lebih diperindah lagi agar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang saat ingin berwisata kesana. Tentunya Berastagi bisa menjadi ikon bagi Sumut. “Bukan hanya sekedar menikmati pemandangan hutan dan binatang, tetapi ada juga tempat hiburan, hotel untuk para wisatawan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, pembangunan Jembatan Layang Kelok 11 di jalur Medan-Berastagi akan segera dimulai. Yakni paling lambat pertengahan tahun 2020. Pembangunan ini bertujuan untuk menghindari kemacetan yang semakin parah di jalur tersebut.

Eddy mengungkapkan dalam pidatonya beberapa waktu lalu dalam tayangan berbentuk animasi. Ia memaparkan akan terus mendorong Karo membenahi infrastrukturnya menuju objek wisata yang andal serta tidak lagi mengalami kemacetan.

Adapun, dari paparan dan tayangan animasi itu, ada sejumlah titik yang akan dibangun jembatan layang. Seperti di Sibolangit sepanjang 384 meter dan di Kelok 11 Bandar Baru sepanjang 1.600 meter.

Edy juga berjanji akan membenahi Tahura sesuai kearifan lokal Budaya Karo. Sehingga bangunan desain Siwaluh Jabu (desain Rumah Adat Karo) harus segera diselesaikan oleh Pemkab Karo.

Selain itu, ia juga menyampaikan kepada Bupati Karo supaya tahun 2020 ini, mulai dari gerbang pintu masuk Tahura, sebagai simbol wajah Kota Berastagi, segera buatkan master plan kiri kanan jalan, agar ditanam sejenis bunga.

“Ini tujuannya, agar ada ikon yang dikenal saat memasuki Kota Berastagi. Ini bukan main-main. Nanti Provinsi Sumut akan menampung anggarannya. Saya harap, Pemkab Karo segera siapkan master plannya. Ingat, nanti saya tagih. Biar Karo maju dan bermartabat,” tegas Edy. (mag-1/han)

Jelang MTQ ke-37 Tingkat Sumut, Oki Doni Tinjau Pemondokan Khafilah

TINJAU: Wakil Wali Kota Tebingtinggi, Oki Doni Siregar didampingi Kabag Kesra Sabana SPd meninjau rumah rumah penginapan untuk Khafilah.
TINJAU: Wakil Wali Kota Tebingtinggi, Oki Doni Siregar didampingi Kabag Kesra Sabana SPd meninjau rumah rumah penginapan untuk Khafilah.
TINJAU: Wakil Wali Kota Tebingtinggi, Oki Doni Siregar didampingi Kabag Kesra Sabana SPd meninjau rumah rumah penginapan untuk Khafilah.
TINJAU: Wakil Wali Kota Tebingtinggi, Oki Doni Siregar didampingi Kabag Kesra Sabana SPd meninjau rumah rumah penginapan untuk Khafilah.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Tebingtinggi, Oki Doni Siregar yang juga sebagai Ketua Panitia MTQ ke-37 tingkat Provinsi Sumatera Utara tanggal 1-9 April 2020, meninjau persiapan rumah pemondokan yang akan ditempati peserta MTQ, Kamis (12/3).

Didampingi Kabag Kesra Sabhana, Oki Doni menyambangi satu persatu rumah warga yang ditetapkan sebagai pemondokan untuk penginapan Kafilah peserta MTQ ke-37 Sumut di Kota Tebingtinggi.

Oki Doni Siregar bertemu dan berdialog langsung dengan warga pemilik rumah, melihat langsung kondisi rumah, terutama kamar mandi dan dapur. “Saya optimis khafilah yang nantinya ditempatkan akan dapat menerimanya dengan baik,” jelasnya.

Kepada pemilik rumah, Oki berharap kiranya nanti dapat melayani tamu tamunya sebaik mungkin, agar mereka tidak kecewa. “Saya berharap masyarakat Tebingtinggi ikut menyemarakan dan menyukseskan pelaksanaan MTQ ini semeriah mungkin,” pintanya. (ian/han)

Kunjungi Korban Bencana Angin Puting Beliung, Bupati Dairi Minta Warga Siap Siaga

BERBINCANG: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (tengah) berbincang dengan salahsatu korban bencana angin putingbeliung di lokasi TWI Sitinjo, Kabupaten Dairi. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
BERBINCANG: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (tengah) berbincang dengan salahsatu korban bencana angin putingbeliung di lokasi TWI Sitinjo, Kabupaten Dairi. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
BERBINCANG: Bupati Dairi,  Eddy KA Berutu (tengah) berbincang dengan salahsatu korban bencana angin putingbeliung di lokasi TWI Sitinjo, Kabupaten Dairi. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
BERBINCANG: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (tengah) berbincang dengan salahsatu korban bencana angin putingbeliung di lokasi TWI Sitinjo, Kabupaten Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Camat Sitinjo, Nelpita Tanjung mengunjungi para korban bencana alam angin putingbeliung di kawasan Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo di Desa Sitinjo, Kamis (12/3).

Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Untung Roy Nahampun, mengatakan, Bupati Dairi menyampaikan turut prihatin terhadap warganya yang terkena musibah angin puting beliung, dan korban disambar petir.

Pada kesempatan itu, lanjut Untung Roy, Bupati Eddy KA Berutu mengimbau warga untuk tetap siaga dan waspada. “Bencana alam kapan saja bisa terjadi”, ucapnya. Sehingga diharapkan selalu siap siaga.

Bupati Dairi juga mengimbau jajaranya untuk saling berkoordinasi dalam penanganan korban pasca bencana.

“Kami akan selalu hadir ditengah-tengah bilamana ada musibah dialami warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Sitinjo Nelpita Tanjung menyampaikan, pasca kejadian pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan aparat keamanan untuk melakukan penanganan darurat.

Pemerintah Kecamatan, BPBD dan TNI-Polri bekerjasama membantu para korban membersihkan puing-puing bangunan dan pohon tumbang di badan jalan kompleks TWI sisa amukan angin putingbeliung.

Pemerintah juga langsung berkoordinasi dengan pihak PLN, untuk segera memperbaiki jaringan yang rusak pasca dihantam pohon tumbang. “Supaya aliran listrik di daerah itu bisa kembali dihidupkan yang sebelumnya sempat padam,” ucap Untung.

Disiarkan sebelumnya, Kepala BPBD Dairi, Sahala Tua Manik mengatakan, bencana alam angin putingbeliung yang terjadi, Kamis (12/3) sore, merusak 6 unit rumah toko (Ruko) souvenir di kawasan bisnis TWI Sitinjo.

Sementara di tempat berbeda, satu keluarga selamat dari sambaran petir di areal persawahan di Desa Sitinjo.

Satu dari lima orang dari satu keluarga yang disambar petir, yakni Kesia boru Nainggolan (5) terpaksa dirawat di RSUD Sidikalang. (rud/han)

59 Rumah Sakit Provider BPJS Kesehatan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari 87 Rumah Sakit yang ada di Medan, Binjai dan Langkat, hanya 59 yang menjadi provider atau bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

“Rumah sakit provider atau yang bekerjasama berjumlah 59 untuk wilayah Medan, Binjai dan Langkat. Sedangkan se-Sumut sekitar 140 rumah sakit,” ujar Kepala Cabang Medan BPJS Kesehatan, Sari Quratulainy, baru-baru ini.

Kata Sari, pada tahun 2019, ada 1 rumah sakit yang tidak lagi menjadi provider yaitu RS Martha Friska Multatuli. Hal itu karena rumah sakit tersebut mengundurkan diri, tidak bisa memaksakan.

“Semua rumah sakit yang ada mengajukan untuk menjadi provider. Bahkan, sebelum berdiri atau masih tahap pembangunan ada rumah sakit yang juga mengajukan. Akan tetapi, karena ada persyaratan yang harus dipenuhi sehingga belum bisa langsung bekerja sama,” ungkap Sari.

Dijelaskan dia, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi rumah sakit untuk menjadi provider. Seperti, harus terakreditasi, memiliki izin operasional, SIP (Surat Izin Praktik) Dokter, dan lain sebagainya.

“Bagaimana bisa menjadi provider, kalau rumah sakitnya belum beroperasi? Karena, dari operasional tersebut nantinya dilakukan pembayaran klaim hingga evaluasi,” terang Sari.

Sari menambahkan, meski rumah sakit telah bekerjasama, namun tetap dilakukan evaluasi. “Yang sudah kerja sama saja masih ada hal-hal yang harus diperbaiki, baik itu pelayanan maupun fasilitas,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Medan, Rahman Cahyo menuturkan, fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di tahun 2019 harus sudah memiliki sertifikat akreditasi. Sertifikat akreditasi merupakan persyaratan wajib yang harus dipenuhi oleh setiap rumah sakit yang melayani Program JKN-KIS.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional.

“Akreditasi sesuai regulasi adalah syarat wajib, diharapkan rumah sakit dapat memenuhi syarat tersebut. Sesuai dengan Perpres 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan di pasal 67 untuk fasilitas kesehatan swasta yang memenuhi persyaratan dapat menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, dan ketentuan persyaratan diatur dalam Peraturan Menteri,” jelasnya.

Disebutkan dia, kriteria teknis yang menjadi pertimbangan BPJS Kesehatan untuk menyeleksi fasilitas kesehatan yang ingin bergabung antara lain sumber daya manusia (tenaga medis yang kompeten), kelengkapan sarana dan prasarana, lingkup pelayanan, dan komitmen pelayanan.

“Fasilitas kesehatan swasta yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan wajib memperbaharui kontraknya setiap tahun. Namun pada dasarnya kontrak sifatnya sukarela, hakikat dari kontrak adalah semangat mutual benefit,” tandasnya. (ris/han)

RS Provider BPJS Kesehatan di Medan-Binjai-Langkat

  1. RSUP H ADAM MALIK MEDAN
  2. RS JIWA PEMPROVSU
  3. RSUD PIRNGADI MEDAN
  4. RUMKIT TK II PUTRI HIJAU
  5. RS ROYAL PRIMA
  6. RS HAJI MINA PEMPROVSU
  7. RS BINA KASIH
  8. RS TK II BHAYANGKARA MEDAN
  9. RS ELISABETH MEDAN
  10. RS IMELDA PEKERJA INDONESIA
  11. RS MURNI TEGUH
  12. RS MITRA SEJATI
  13. RS HERNA
  14. RS MARTHA FRISKA
  15. RS PERMATA BUNDA
  16. RS PRIMA HUSADA CIPTA
  17. RS DELIMA
  18. RS MALAHAYATI
  19. RS HERMINA
  20. RS ADVENT
  21. RS MATA SMEC
  22. RS BANDUNG
  23. RS ESTOMIHI
  24. RS METHODIST SUSANNA WESLEY
  25. RS MITRA MEDIKA AMPLAS
  26. RS VINA ESTETICA
  27. RS MITRA MEDIKA
  28. RS SUFINA AZIZ
  29. RS KHUSUS BEDAH ACCUPLAST
  30. RS MATA MEDAN BARU MEDICAL CENTRE (MBMC)
  31. RS MATA M77
  32. RS KHUSUS GINJAL RASYIDA
  33. RS SUNDARI
  34. RS MADANI
  35. RS METHODIST
  36. RS BUNDA THAMRIN
  37. RS USU
  38. RS JIWA BINA KARSA
  39. RS SITI HAJAR
  40. RUMKIT TK IV AL DR KOMANG MAKES TK.3
  41. RS WULAN WINDI
  42. UPT RS KHUSUS MATA PROVSU
  43. RS ABDUL MALIK
  44. UPT RS KHUSUS PARU PROVSU
  45. RS BAHAGIA
  46. RS MUHAMMADIYAH
  47. RSUD DJOELHAM BINJAI
  48. RUMKIT TK IV BINJAI
  49. RS BANGKATAN
  50. RS BIDADARI
  51. RS SYLVANI
  52. RS ARTHA MEDICA
  53. RS ALFUADI
  54. RS LATERSIA
  55. RSUD TANJUNG PURA
  56. RS PERTAMINA
  57. RS PTPN II TJG SELAMAT
  58. RS DELIA
  59. RS PUTRI BIDADARI

BBMKG Pantau 5 Titik Panas di Sumut

HOT SPOT: Petugas BMKG Wilayah I Medan di Jalan Ngumban Surbakti Medan menunjukkan titik api (hot spot) di Riau, belum lama ini. Selama Juni 2019, BMKG juga mencatat sebanyak 735 gempa mengguncang Indonesia.
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Titik panas atau hotspot kembali terpantau di sejumlah Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Dalam catatan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, terdapat 5 titik, Jumat (13/3).

Hal itu diungkapkan Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Edison Kurniawan kepada wartawan di Medan.

Dijelaskannya, hasil pantauan Sensor MODIS (Satelit Terra dan Aqua) yang dilakukan oleh BBMKG, kelima titik panas tersebut berada dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen.

Disebutkannya, kelima hotsspot tersebut berada di Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), masing-masing terdapat 1 titik panas.”Sedangkan, jumlah terbanyak berada di Labuhanbatu dengan 3 hotspot,” tutur Edison.

Ditambahkan Edison, di Kabupaten Labuhanbatu, 1 titik panas berada di Kecamatan Bilah Hulu dengan kepercayaan 56 persen. Titik panas ini tepatnya berada di Bujur 998348 dan Lintang 20951.

“Sedangkan 2 titik panas lainnya berada Di Kecamatan Panei Hilir, masing-masing dengan tingkat kepercayaan 86 persen dan 82 persen. Adapun masing-masing titik panas tepatnya berada pada Bujur 1001968 dan Lintang 25946 serta pada Bujur 1001841 dan Lintang 25928 di Kecamatan ini,” tutur Edison.

Sementara itu, untuk di Kabupaten Madina titik panas tersebut berada Kecamatan Muara Batang Gadis dengan tingkat kepercayaan 54 persen. Titik panas ini tepatnya berada pada Bujur 989305 dan Lintang 12291.

“Sementara di Kabupaten Paluta titik panas ini terpantau di Kecamatan Simangambat atau tepatnya pada Bujur 1000127 dan Lintang 15060. Titik panas ini dengan tingkat kepercayaan 68 persen,” kata Edison.

Disisi lain, dari peringatan dini cuaca Sumut kemarin, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pkl 11.40 WIB di Deli Serdang, Sergai.

Kemudian, dapat meluas ke Batubara, Medan, Langkat, Binjai, Karo, Asahan, Simalungun dan sekitarnya.”Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 14.40 WIB,” tandas Edison.(gus/han)

Ratusan Lansia Jalani Pemeriksaan Kesehatan Geriatri

FOTO BERSAMA: Wali kota Binjai, HM Idaham didampingi Ketua TP.PKK Kota Binjai dan rombongan, diabadikan bersama di sela-sela melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Djoelham dalam rangka persiapan mengikuti akreditasi tahun 2020. tedi/sumut pos
FOTO BERSAMA: Wali kota Binjai, HM Idaham didampingi Ketua TP.PKK Kota Binjai dan rombongan, diabadikan bersama di sela-sela melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Djoelham dalam rangka persiapan mengikuti akreditasi tahun 2020. tedi/sumut pos
FOTO BERSAMA:  Wali kota Binjai, HM Idaham didampingi  Ketua TP.PKK Kota Binjai dan rombongan, diabadikan bersama di sela-sela melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Djoelham dalam rangka persiapan mengikuti akreditasi tahun 2020.  tedi/sumut pos
FOTO BERSAMA: Wali kota Binjai, HM Idaham didampingi Ketua TP.PKK Kota Binjai dan rombongan, diabadikan bersama di sela-sela melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Djoelham dalam rangka persiapan mengikuti akreditasi tahun 2020. tedi/sumut pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kurang lebih 300 orang lansia (lanjut usia) dari kecamatan se-Kota Binjai mengikuti senam lansia, pemeriksaan kesehatan dasar serta sosialisasi poliklinik geriatri di RSUD DR RM Djoelham Binjai, Jumat (13/3).

Kegiatan pelayanan kesehatan Geriatri ini langsung dibuka oleh Wali Kota Binjai HM Idaham didampingi Ketua TP PKK kota Binjai Hj Lisa Andriani.

Direktur RSUD DR RM Djoelham Binjai, dr David Tambun, kegiatan bakti sosial ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan rumah sakit, setiap tahunnya. “Bakti sosial kali ini ditujukan kepada para lansia Kota Binjai. Pengadaan pelayanan geriatri sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat tentang program pelayanan baru di rumah sakit Djoelham, yaitu Poli Klinik Geriatri,”ujar dia.

Dijelaskan David, Poli Klinik Geriatri merupakan cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada penanganan diagnosis serta pencegahan penyakit dan gangguan kesehatan yang menyerang lansia.

Wali Kota Binjai, HM Idaham menyambut baik dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan yang diselenggarakan oleh RSUD DR RM Djoelham Binjai, serta berharap dengan kegiatan ini dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan kepada para lansia.

Idaham menambahkan, Pelayanan geriatri merupakan program nasional untuk para lansia 60 tahun lebih.

“Dengan adanya poli klinik geriatri di RSUD. Djoelham para lansia tidak perlu menunggu di poli klinik penyakit, tinggal masuk ke klinik geriatri maka nanti para dokter yang dibutuhkan oleh lansia akan datang ke klinik itu,” jelas Idaham.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat bermanfaat bagi semua terkhusus bagi, para lansia kita agar tetap dalam keadaan sehat,” lanjutnya. (ted/han)

Meeting CSO TB Care Aisyiyah Deliserdang, Wahyu Danin: Diperlukan Perda Berantas dan Cegah TB

PEMBUKAAN : Pertemuan Meeting CSO TB Care Aisyiyah Kabupaten Deli Serdang oleh Anggota DPRD Deliserdang, Wahyu Danin SE.  ist/sumut pos
PEMBUKAAN : Pertemuan Meeting CSO TB Care Aisyiyah Kabupaten Deli Serdang oleh Anggota DPRD Deliserdang, Wahyu Danin SE.  ist/sumut pos
PEMBUKAAN : Pertemuan Meeting CSO TB Care Aisyiyah Kabupaten Deli Serdang oleh Anggota DPRD Deliserdang, Wahyu Danin SE.  ist/sumut pos
PEMBUKAAN : Pertemuan Meeting CSO TB Care Aisyiyah Kabupaten Deli Serdang oleh Anggota DPRD Deliserdang, Wahyu Danin SE.

TANJUNG MORAWA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menyambut Peringatan Hari TBC (Tuberkulosis) Dunia tanggal 24 Maret 2020 mendatang. Community TB-HIV Care Aisyiyah Kabupaten Deliserdang menggelar Meeting CSO TB Care yang mengusung tema “Saatnya Anak Indonesia Bebas TBC, Untuk Indonesia Unggul” yang dibuka langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deliserdang, Wahyu Danin SE. Acara di Meeting Room Bedimbar Coffee Shop Tanjungmorawa, Kamis (12/3).

Anggota DPRD Kabupaten Deliserdang, Wahyu Danin SE berjanji akan memperjuangkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penanggulangan TB segera di implementasikan menjadi Peraturan Daerah (Perda) guna mengurangi jumlah penderitanya. Pemerintah terus mendukung gerakan masyarakat peduli TB. Kalangan legislatif juga siap memberikan anggaran untuk mensukseskan gerakan masyarakat peduli TB sebagai langkah untuk memberantas dan mencegah penyakit TB.

“Komisi D mendukung penuh gerakan masyarakat ini. Kami juga akan menjembati jika memang dibutuhkan Perda untuk sosialisiasi pemberantasan dan penanggulangan TB,”pungkasnya.

Perwakilan dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Deliserdang Wasor TB, Ahsanul Husnah menjelaskan, saat ini penanganan penyakit TB masih ditanggung oleh Pemerintah Pusat dan tidak dipungut biaya. Semua pasien TB yang ada di Kabupaten Deli Serdang sampai saat ini terlayani dengan baik. Untuk fasilitas pelayanan TB juga masih dalam kondisi layak dan baik. Pihaknya juga sudah mengimbau Puskesmas agar segera melayani pasien TB dari warga asli maupun pendatang untuk memutus mata rantai penularan TB,”tegasnya.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Deli Serdang, Yeni Darmawan mengatakan target penanggulangan TB di Kabupaten Deliserdang sampai saat ini belum tercapai. Sehingga ke depan program PD Aisyiyah Kabupaten Deliserdang yakni penanggulangan TB dan program Keluarga Berencana (KB) dapat mencapai target maksimal serta di buat Perda TB oleh DPRD Kabupaten Deliserdang. Untuk tahun ini pihaknya fokus pada penyuluhan program penanggulangan TB melalui 158 kader TB yang bekerjasama dengan 34 Puskesmas. Sebanyak 1276 orang pasien TB yang didampingi Aisyiyah dan sekitar 25 persen adalah orang yang tidak mampu. (rel/azw)

Ruko Tanpa IMB di Eks HGU PTPN II, Koptan KSB: Lahan Kami Diserobot Pengembang

MENGADU: Ketua Kelompok Tani KSB, Anjas dan lainnya mengadu ke Komisi A DPRD Deliserdang sekaligus menunjukkan dokumen lahan eks HGU garapan mereka telah diserobot pengembang, Jumat (13/3). batara/ SUMUT POS
MENGADU: Ketua Kelompok Tani KSB, Anjas dan lainnya mengadu ke Komisi A DPRD Deliserdang sekaligus menunjukkan dokumen lahan eks HGU garapan mereka telah diserobot pengembang, Jumat (13/3). batara/ SUMUT POS
MENGADU: Ketua Kelompok Tani KSB, Anjas dan lainnya mengadu ke Komisi A DPRD Deliserdang sekaligus menunjukkan dokumen lahan eks HGU garapan mereka telah diserobot pengembang, Jumat (13/3). batara/ SUMUT POS
MENGADU: Ketua Kelompok Tani KSB, Anjas dan lainnya mengadu ke Komisi A DPRD Deliserdang sekaligus menunjukkan dokumen lahan eks HGU garapan mereka telah diserobot pengembang, Jumat (13/3). batara/ SUMUT POS

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bangunan ruko tanpa IMB di jalan besar Lubukpakam-Pantailabu, Desa Emplasemen Kualanmu, Kecamatan Beringin, kembali mendapat sorotan dari Kelompok Tani Kualanamu Sejahtera Bersatu (Koptan KSB).

Di hadapan Komisi A Anggota DPRD Deliserdang, Koptan KSB mengaku, lahan yang dibangun ruko dan tembok oleh pengembang tersebut, merupakan lahan eks HGU PTPN II yang mereka kelola sebelumnya.

Ketua Kelompok Tani Koptan KSB, Anjas bersama pengurus lainnya, Syamsul, Siman dan Rijal membawa sejumlah dokumen, sebagai bukti jika lahan eks HGU PTPN II tersebut, selama ini sudah digarap petani Koptan KSB.

“Kami datang mengadu ke dewan ini minta keadilan. Sekalian kami bawa berkas-berkas kepemilikan lahan yang kami kuasai sekitar 15 hektare selama ini. Kini sudah diserobot dan dibangun tembok oleh oknum tertentu,”beber Anjas.

Diceritakan Syamsul, kronologis penyerobotan lahan mereka itu saat beberapa pengurus Koptan KSB masuk penjara.

Di saat itulah, diduga kelompok tertentu menyerobot lahan mereka dengan membangun tembok yang disebut Syamsul sesuai dokumen historis kepemilikan pelepasan lahan, adalah merupakan milik Koptan KSB. “Kami tidak bisa masuk sekarang setelah bebas dari penjara, karena ada larangan masuk KUHP 551,”katanya, sembari takut masuk penjara lagi.

“Kami takut bermasalah hukum lagi, makanya kami mengadu ke dewan ini sekaligus mau laporkan kenapa bangunan itu bisa berdiri tanpa IMB, dan tanpa pengawasan instansi terkait,”sambung Syamsul.

Menurut Syamsul, dokumen kepemilikan lahan garapan seluas 18 hektare, sesuai isi berdasarkan SK 42/HGU/BPN/2002 dari BPN RI tanggal 29 Nopember 2002 yang ditandatangani Kepala BPN RI, Lutfi I Nasution, yang permohonan dikabulkan. Dan mengatakan agar HGU nya supaya tidak diperpanjang lagi.

“Awalnya 18 hektare tanah yang kami garap sesuai dengan kakek kami dulunya merupakan karyawan PTPN II. Namun ada pihak tertentu yang menambah luas menjadi 35 hektare saat itu. Tetapi setelah keluar daftar nominatif, saat ini lahan kami sebelum diserobot pengembang seluas 15,9 hektare,” terang Syamsul.

Terkait penyerobotan lahan mereka tersebut, Syamsul menduga ada oknum-oknum tertentu memanfaatkan situasi saat pengurus Koptan KSB masuk penjara. “Kami masuk penjara dulu selama 15 bulan, karena dituduh menimbang sawit PTPN II di lokasi tersebut. Sepertinya kami itu dikonsep sedemikian rupa oleh oknum tertentu. Kami sudah keluar, dan akan melakukan perlawanan. Sudah ada teman kami yang meninggal untuk perjuangan ini,”sambung Samsul.

Mereka juga sangat menyesalkan instansi terkait lebih mendukung pengembang, tanpa peduli lagi dengan perjuangan penggarap selama ini.

“Kenapa ini bisa dibiarkan, diserobot lalu dibangun tembok yang tanpa ada IMB-nya. Juga ada ruko yang saat ini dibangun juga tidak ada IMB nya. Kenapa penegak perda dan hukum serta yang punya lahan eks HGU diam saja,” keluh mereka.

Laporan mereka diterima Staf Komisi A DPRD Deliserdang bernama Muin. Dan akan segera mengundang semua pihak mulai PTPN II, Kepala Desa, Dinas agar dilakukan RDP bersama DPRD Deliserdang.

Diakui mereka, pengembang dibalik lahan eks HGU itu adalah orang pengusaha hebat di Sumut. Dengan memanfaatkan oknum berinisial H Z, sebagai pengelola di lapangam,. sebagai pengelola di lapangan dengan backup disebut-sebut pimpinan penegak hukum di Sumut.

Kordinator Humas PTPN II, Sutan Panjaitan menilai, keterangan yang disampaikan Koptan KSB tersebut versi mereka. “Saya tidak bisa komentar. Mereka (Koptan KSB) sudah selesai proses hukum, jadi mana mungkin bisa komentari lagi.

Soal SK 42, Kordinator Humas PTPN II itu menyebutkan, tidak ada dasarnya Koptan KSB mengaku lahan garapan tersebut milik mereka.

“Tak bisa saya komentar. Kalau dihubungkan kasus itu maaf saya tak bisa keterangan. Lahan yang dibangun ruko itu eks HGU. Yang dibangun pagar pengakuan milik Koptan KSB itu juga status eks HGU namun masih proses pelepasan masih pelepasan,” terang Sutan Panjaitan.(btr/han)

Bobby Gabung PDIP, Akhyar Tetap Optimis Diusung

DI DPP: Akhyar Nasution dan Bobby Nasution bersama pengurus DPD PDIP Sumut di Kantor DPP PDIP, Jakarta, beberapa waktu lalu.
DI DPP: Akhyar Nasution dan Bobby Nasution bersama pengurus DPD PDIP Sumut di Kantor DPP PDIP, Jakarta, beberapa waktu lalu.
DI DPP: Akhyar Nasution dan Bobby Nasution bersama pengurus DPD PDIP Sumut di Kantor DPP PDIP, Jakarta, beberapa waktu lalu.
DI DPP: Akhyar Nasution dan Bobby Nasution bersama pengurus DPD PDIP Sumut di Kantor DPP PDIP, Jakarta, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bergabungnya Bobby Nasution menjadi kader PDIP Sumut, tak memupuskan asa Akhyar Nasution untuk maju menjadi bakal calon Wali Kota Medan. Plt Wali Kota Medan ini mengaku optimis, partainya akan tetap mengusungnya di Pilkada Medan 2020 nanti.

“Insya Allah, insya Allah. Saya tidak mau bilang berapa persen. Saya yakin akan didukung DPP, tapi insya Allah saya yakin, walaupun saat ini belum diputuskan oleh DPP,” tegas Akhyar usai peresmian Masjid Mardhotillah di Rusunawa Kayu Putih, Medan Deli, Kota Medan, Jumat (13/3).

Bahkan, Akhyar mengaku sudah diminta DPP PDIP untuk memberikan tiga nama bakal calon Wakil Wali Kota Medan untuk mendampinginya kelak. “Sudah saya serahkan ketiga nama itu (ke DPP). Orang Medan semua, ada ulama, ada orang partai, ada akademisi,” jelas Akhyar.

Ditanya siapa-siapa saja ketiga nama tersebut, Akhyar masih belum mau menyebutkannya. Namun dia hanya menyebutkan kriteria ketiga tokoh yang telah diserahkannya ke DPP tersebut.

Kriteria pertama, seorang ulama yang pernah di birokrasi dan akademisi juga. Kedua, politisi yang aktif sebagai akademisi, berjiwa muda dan religius. Dan ketiga, seorang birokrat berpengalaman yang juga akademisi serta berkarakter memimpin.

“Ketiganya sudah saya kenal sejak lama, dan saya sudah menyaringnya benar-benar. Nama-namanya ada di DPP PDIP sekarang, dan mereka itu merupakan warga Medan dan cukup dikenali. Karena masing-masing berpengalaman di birokrasi, dikenali oleh politisi, memiliki keilmuan yang baik dan religius,” beber Akhyar yang merupakan lulusan Sekolah Guru Kader Utama PDIP angkatan IV pada tahun 2012 di Kulonprogo, DI Yogjakarta.

Dia menyebutkan, jika dirinya yang diputuskan sebagai calon Wali Kota Medan dari PDIP, maka tiga nama itu akan diputuskan menjadi satu nama. Selanjutnya, akan dibawa ke mitra koalisi untuk disatukan menjadi pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota. “Soal siapa yang akan menjadi wakil, itukan nanti akan menjadi bagian dari komunikasi dengan DPP. Saat ini koalisi lagi dibangun, komunikasi politik dengan semua partai tetap berjalan,” tandasnya.

Sementara, pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Warjio menilai, bergabungnya Bobby Nasution menjadi kader PDIP Sumut menunjukkan kalau menantu Presiden Joko Widodo itu merupakan calon kuat yang akan diusung PDIP di Pilkada Medan nanti.

Warjio menilai, ini merupakan strategi PDIP untuk mendukung Bobby di Pilkada Medan. “Bergabungnya Bobby tentu menjadi legitimasi bagi PDIP untuk mendukung Bobby. Ini juga sekaligus menjadi strategi PDIP untuk menjawab protes para kader yang ingin DPP mengusung kadernya sendiri di Pilkada Medan,” ulas Warjio.

Menurutnya, jika Bobby sudah bergabung ke PDIP, maka tidak ada lagi alasan untuk mempersulit majunya Bobby di Pilkada Kota Medan dengan perahu PDIP. “Saya sendiri sebenarnya kurang setuju kalau dibilang Bobby sekarang sudah jadi kader. Saya menyebutnya sudah bergabung, kalau kader itu ya Akhyar. Tapi ya tetap saja, Bobby sudah sah menjadi bagian dari PDIP itu sendiri dan itu merupakan strategi jitu bila memang PDIP berniat untuk mengusungnya,” jelas Warjio.

Diapun menilai, strategi ini sekaligus mempersulit langkah Akhyar untuk maju di Pilkada Medan dari partai yang selama ini menjadi tempatnya bernaung. “Saya pikir, sekalipun Akhyar itu adalah kader sejati PDIP, tapi kondisi Akhyar untuk diusung PDIP saat ini memang semakin berat, mengingat keputusan memang ada di tangan DPP,” pungkasnya. (map)

Prediksi BIN, Mei Puncak Persebaran Corona

CEK FASILITAS: Presiden Joko Widodo mengecek fasilitas pencegahan virus Corona di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3).
CEK FASILITAS: Presiden Joko Widodo mengecek fasilitas pencegahan virus Corona di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3).
CEK FASILITAS: Presiden Joko Widodo mengecek fasilitas pencegahan virus Corona di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3).
CEK FASILITAS: Presiden Joko Widodo mengecek fasilitas pencegahan virus Corona di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Badan Intelijen Negara (BIN) memprediksi, masa puncak persebaran virus corona di Indonesia terjadi pada Mei mendatang. Prediksi tersebut berdasarkan hasil simulasi pemodelan pemerintah terhadap data pasien Covid-19.

“Kalau kami hitung-hitung, masa puncak itu mungkin jatuhnya di bulan Mei, berdasarkan pemodelan ini,” ujar Deputi V BIN Afini Noer, dalam diskusi “Bersama Melawan Corona” di Jakarta, Jumat (13/3).

Ia menjelaskan, hasil simulasi pemodelan menyatakan bahwa masa puncak persebaran virus corona di Indonesia terjadi dalam 60-80 hari sejak kasus pertama terkonfirmasi.

Kasus positif virus corona pertama di Indonesia diumumkan pada 2 Maret 2020. Maka, berdasarkan simulasi, masa puncak terjadi pada Mei 2020. “Dari pemodelan yang ada, kami memperkirakan bahwa masa puncak di Indonesia itu akan berlaku 60sampai 80 hari sejak infeksi pertama,” kata Afini.

Dia menjelaskan, pemodelan yang dibuat pemerintah ini merujuk pada pemodelan pemerintah China dan Inggris, Afini memaparkan pemodelan dibuat berdasarkan data pasien suspected (terduga), infected (terinfeksi), dan recovered (sembuh).

Menurut Afini, melalui hasil simulasi pemodelan ini, pemerintah bisa menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar persebaran virus corona tidak meluas. “Kalau langkah-langkah maksimal, bisa tidak mencapai itu dan grafiknya tidak terlalu tinggi,” ujarnya. “Tentu kami berharap dengan model ini bisa membuat langkah-langkah antisipatif,” kata Afini.

Alasan Pemerintah Rahasiakan Informasi

Terpisah, Presiden Joko Widodo mengakui, pemerintah merahasiakan sejumlah informasi terkait penanganan virus corona ( Covid-19). Presiden Jokowi menyebut, tidak semua informasi bisa disampaikan ke publik. Tujuannya, agar tidak menimbulkan kepanikan.

“Saya sampaikan penanganan pandemi Covid-19 terus menjadi perhatian kita. Memang ada yang kita sampaikan dan ada yang tidak kita sampaikan. Karena kita tidak ingin menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat,” kata Jokowi di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat (13/3).

Meski begitu, Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah tanpa henti mengupayakan kesiapan dan ketangguhan dalam hadapi pandemi ini. Langkah-langkah serius, menurut dia, telah diambil untuk menangani pandemi yang jumlahnya di dalam negeri sudah mencapai 34 kasus.

“Tetapi juga saya sampaikan, di saat yang bersamaan kita tidak ingin menciptakan rasa panik, tidak ingin menciptakan keresahan di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, dalam penanganan memang kita tidak bersuara,” ujar dia.

Salah satu hal yang tidak dibuka oleh pemerintah adalah riwayat pasien positif corona. Presiden Jokowi menyebut data itu memang tak dibuka untuk menghindari kepanikan. “Sebetulnya kita pinginnya kita sampaikan, tetapi kita juga berhitung mengenai kepanikan dan keresahan di masyarakat juga efek nantinya terhadap pasien apabila sembuh,” kata dia.

Ia menegaskan, tak akan mengikuti langkah negara lain yang membuka riwayat perjalan pasien. “Setiap negara memiliki policy yang berbeda-beda, tetapi yang jelas setiap ada kasus baru pasti tim reaksi cepat langsung memagari hal itu,” kata dia.

Presiden juga menegaskan bahwa ia tidak memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah untuk mengumumkan pasien positif Covid-19 atau corona.

Selain itu, Presiden ingin laboratorium di luar milik pemerintah pusat untuk ikut menguji spesimen yang dicurigai terinfeksi virus corona Covid-19. Jokowi mengaku sudah memerintahkan hal ini kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. “Mengenai pengecekan saya sudah perintahkan kepada Menkes agar laboratorium di luar balitbangkes bisa melakukan,” kata Jokowi.

Jokowi menyebut, ada dua laboratorium yang juga bisa melakukan uji spesimen pasien suspect corona. Keduanya yakni laboratorium milik Universitas Airlangga dan milik lembaga Eijkman. “Kelihatannya mungkin airlangga di surabaya dan eijkman. Secara teknis tanya ke Menkes,” kata dia.

Langkah lainnya, pemerintah berencana membentuk satuan tugas ( satgas) untuk percepatan penanganan penyebaran wabah virus corona ( Covid-19) di Indonesia. “Betul, Menteri Koordinator PMK sedang menyiapkan kerangka hukum dan kelembagaannya,” ujar Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Juri Ardiantoro, Jumat (13/3).

Juri enggan merinci apa tugas dan wewenang satgas tersebut. Sebab, hingga saat ini masih dalam tahap penggodokan. Namun, salahsatu tugas umumnya adalah menjadi pusat koordinasi dan pengendalian penanganan penyebaran Covid-19. “Satgas ini nantinya akan lintas kementerian dan lembaga. Kemenkes salah satunya,” lanjut dia.

Juru Bicara Presiden bidang Sosial Angkie Yudistia menekankan, pemerintah telah menangani penyebaran virus corona di Indonesia dengan baik. “Saat ini, pemerintah telah melakukan langkah-langkah strategis di dalam menghadapi wabah Covid-19. Kementerian Kesehatan melakukan semua langkah ini secara terukur sejak kasus pneuomonia mulai muncul di Wuhan,” lanjut dia.

Angkie menambahkan, WHO telah menetapkan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global. Artinya, ini merupakan wabah patogen baru yang menyebar dengan mudah dari orang ke orang di seluruh dunia dan memiliki persebaran secara global.

“Sangat memungkinkan terjadinya adaptasi atas pola penanganan seiring meningginya potensi ancaman dari virus zoonosis ini di Indonesia,” lanjut dia. (kps/bbs)