25 C
Medan
Sunday, January 18, 2026
Home Blog Page 4402

Indonesia-Belanda Kerja Sama Bangun Pariwisata Danau Toba

BERFOTO: Raja dan Ratu Belanda saat di Bukit Singgolom, Kabupaten Toba, Kamis (12/3)
BERFOTO: Raja dan Ratu Belanda saat di Bukit Singgolom, Kabupaten Toba, Kamis (12/3)
BERFOTO: Raja dan Ratu Belanda saat di Bukit Singgolom, Kabupaten Toba, Kamis (12/3)
BERFOTO: Raja dan Ratu Belanda saat di Bukit Singgolom, Kabupaten Toba, Kamis (12/3)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Indonesia menggalakkan sejumlah destinasi pariwisa baru agar tak kalah ramai dengan Bali. Di antaranya adalah pariwisata di Danau Toba, Sumatera Utara.

Untuk mempercepat pembangunan wisata di Danau Toba, Indonesia menjalin kerja sama dengan Belanda. Kerja sama itu dilakukan oleh Pusat Keunggulan Belanda dalam bidang Hiburan, Pariwisata, dan Perhotelan (CELT) dengan Institut Teknologi DEL Sumatera Utara.

Bentuk kerja samanya adalah pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan dan tangguh melalui konsep Living Lab. Fase awal Living Lab akan dikerjakan dalam tiga tahun ke depan. Program ini mendapat dukungan dari Pemprov Sumatera Utara, Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Konsulat Belanda di Medan, Nuffic Neso Indonesia, IT DEL, CELTH dan mitranya lembaga universitas, serta Wise Steps Foundation.

Perwakilan Nuffic Neso Indonesia Inty Dienasari mengatakan, program Living Lab itu sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia untuk menciptakan destinasi wisata baru.

Konsep Living Lab menggabungkan kekuatan dari lembaga-lembaga pendidikan dan penelitian dari kedua negara untuk bekerja sama dengan komunitas lokal, pengusaha dan pemerintah.

Guna mendukung pengembangan Danau Toba, Living Lab memiliki fokus jangka panjang dengan pembelajaran yang berorientasi pada tindakan. “Kemudian juga berdasarkan eksperimen yang diambil dari kehidupan nyata,” katanya di Jakarta, Jumat (13/3).

Sebagai kick-off dari Living Lab, pekan ini diselenggarakan workshop di Tuktuk, Danau Toba yang difasilitasi oleh CELTH. CELTH merupakan kerja sama antara tiga kampus ilmu terapan di Belanda. Yaitu Universitas Ilmu Terapan Breda, Universitas Ilmu Terapan NHL Stenden, dan Universitas Ilmu Terapan HZ.

“Ketiga universitas tersebut bergabung untuk melakukan penelitian kolaboratif dengan universitas riset di Belanda,” katanya. Adapun tiga universitas itu adalah Universitas Wageningen, Universitas Groningen, dan Universitas Tilburg.

Dalam workshop itu, pemangku kepentingan dari kelompok masyarakat, komunitas maupun individu serta pemerintah daerah membahas skenario masa depan untuk Danau Toba sebagai tujuan wisata berkelanjutan. Selain itu, kebutuhan lokal mengenai pengembangan pengetahuan dan keterampilan diidentifikasi. Selanjutnya akan berfungsi sebagai masukan untuk agenda Living Lab di tahun-tahun mendatang.

2021, Bus Air Beroperasi di Danau Toba

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah membangun bus air pariwisata dan akan beroperasi di perairan Danau Toba pada 2021 mendatang. Bus air ini akan menjadi salah satu fasilitas wisata air untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke danau terbesar di Asia Tenggara itu.

“Rencana Kemenhub, pengadaan kapal akan selesai tahun 2020 ini. Dan bisa beroperasi tahun depan,” ungkap Direktur Utama (Dirut) Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT), Arie Prasetyo kepada wartawan, Jumat (13/3).

Arie menjelaskan, nantinya akan beroperasi bus air pariwisata di Danau Toba sebanyak 2 unit. Dengan kapasitas penumpang mencapai 150 penumpang. Kemudian, kapal yang mewah ini akan menjadi contoh pelayaran yang baik dan sesuai operasional prosedur. “Ada dua unit yang dibuat pemerintah sementara ini. Kita sedang mencari investor yang mau berinvestasi,” ungkap Arie.

Dengan pengembangan fasilitas air di Danau Toba , kata Arie, akan memberikan daya tarik khusus bagi wisatawan yang datang ke sana. Apalagi, pariwisata Danau Toba identik dengan air. “Bus air ini adalah prototype dari Kemenhub yang harapannya kalau ini berhasil bisa diikuti pihak swasta dengan membuat kapal yang sama, supaya membantu kepariwisataan di Danau Toba,” jelas Arie.

Dia juga mengungkapkan, kunjungan Raja dan Ratu Belanda pada Kamis (12/3) kemarin, memberikan dampak positif berupa promosi industri pariwisata di Danau Toba. “Untuk memperlihatkan destinasi super prioritas. Momen ini akan kita manfaatkam untuk mempromosikan Danau Toba yang memiliki potensi besar,” katanya.

Arie berharap, ratusan investor yang diboyong Raja dan Ratu dari Negeri Kincir Angin itu dapat melirik Danau Toba sebagai lokasi investasi pengembangan usaha di bidang pariwisata internasional. “Di Jakarta sudah berdiskusi degan 100 pengusaha dari Belanda. Untuk berdiskusi dengan beberapa Kementerian untuk investasi,” pungkasnya.(jpg/gus)

Presiden Belum Berencana ‘Lockdown’ Wilayah

CEK SUHU TUBUH: Petugas mengecek suhu tubuh Presiden Joko Widodo saat meninjau fasilitas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta guna mencegah penyebaran virus COVID-19, Jumat (13/3).
CEK SUHU TUBUH: Petugas mengecek suhu tubuh Presiden Joko Widodo saat meninjau fasilitas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta guna mencegah penyebaran virus COVID-19, Jumat (13/3).

Update Corona: 69 Kasus Positif, 4 Meninggal, 5 Sembuh

CEK SUHU TUBUH: Petugas mengecek suhu tubuh Presiden Joko Widodo saat meninjau fasilitas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta guna mencegah penyebaran virus COVID-19, Jumat (13/3).
CEK SUHU TUBUH: Petugas mengecek suhu tubuh Presiden Joko Widodo saat meninjau fasilitas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta guna mencegah penyebaran virus COVID-19, Jumat (13/3).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Selang sehari, kasus orang teridentifikasi positif virus Corona COVID-19 di wilayah Indonesia bertambah dua kali lipat. Hingga Jumat (13/3) sore, ada tambahan 35 orang positif virus corona, sehingga total ada 69 kasus virus corona. Pasien meninggal juga bertambah 3 orang, sehingga total 4 orang.

Meski demikian, Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah belum berencana memberlakukan lockdown atau mengisolasi wilayah-wilayah terpapar virus corona “Belum berpikir ke arah sana (lockdown),” ujar dia saat konferensi pers di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (13/3).

Jokowi bahkan mengapresiasi sejumlah langkah yang telah dilakukan oleh kementerian dan lembaga dalam menangani penyebaran virus corona. Secara khusus, apresiasi juga disampaikan Jokowi ke sejumlah pemerintah daerah. Sebab, menurut Jokowi, sejumlah daerah telah melakukan edukasi yang baik ke masyarakat mengenai virus corona dan penyakit Covid-19. “Saya memberikan apresiasi terhadap daerah yang mampu mengedukasi ke masyarakat,” ucap Jokowi.

Dengan demikian, informasi yang disampaikan itu dapat memberikan pemahaman agar masyarakat dapat mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus corona. “(Daerah) memberikan penjelasan ke masyarakat yang baik, seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta. “Hal-hal seperti itu yang bisa menenangkan,” ucap Jokowi.

Senada dengan Presiden Jokowi, Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga mengatakan, pemerintah belum berencana untuk melakukan penutupan wilayah atau lockdown terkait dengan mewabahnya virus corona atau Covid-19. “Saya kira belum ke sana. Belum ada semacam zona-zona penutupan, belum perlu,” ujar Ma’ruf di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (13/3).

Ma’ruf mengatakan, saat ini sifat penanganan pemerintah masih sebatas pada mereka yang terjangkit Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah terus menganjurkan kepada masyarakat yang merasa mengalami gejala mirip Covid-19 untuk memeriksakan diri.

Di sisi lain, kata Ma’ruf, kebijakan lockdown justru akan menimbulkan kepanikan di masyarakat dan berdampak ke berbagai sektor. “Pemerintah belum menganggap perlu, sehingga bisa menimbulkan dampak yang kepanikan tadi, nanti dampaknya bermacam-macam dan ke mana-mana,” kata dia.

Ma’ruf pun meminta agar masyarakat lebih waspada dan menjaga diri dengan hidup bersih dan membatasi kontak dengan pihak-pihak lain. Apalagi, kata dia, saat ini pemerintah juga sudah melakukan upaya pencegahan salah satunya dengan melarang masuk ke Indonesia, setidaknya dari empat negara. Keempat negara tersebut adalah China, Iran, Korea Selatan, dan Italia.

“Yang kita kenakan 4 negara, sekarang masih kita lihat lagi negara-negara lain seperti apa. Empat negara yang sudah diterapkan, yang lainnya itu pemeriksaannya saja yang insentif masuknya,” kata dia.

Saat ini setidaknya sudah ada 4 negara yang melakukan lockdown akibat wabah virus corona, yakni Italia, Iran, Filpina, dan Irlandia.

Pernyataan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf senada dengan yang dikemukakan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto.

Sebelumnya, Yuri memastikan pemerintah tidak mengambil opsi lockdown wilayah yang terdapat kasus positif corona (Covid-19). baik itu total atau wilayah. “Kami tidak akan memakai opsi lockdown,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (12/3).

Ia mengakui bahwa sejumlah negara menerapkan lockdown di beberapa wilayahnya yang didapati kasus virus corona. Namun, menurut Yuri, mengisolasi sebuah wilayah justru akan meningkatkan peluang penularan virus tersebut. “Karena kalau di-lockdown, malah kita tidak akan bisa berbuat apa-apa,” ujar dia.

“Konsekuensinya, kasus (Covid-19) di wilayah itu bisa jadi akan naik dengan cepat,” lanjut Yuri.

Yuri mencontohkan lockdown pada kapal pesiar Diamond Princess. Kapal itu merupakan salah satu lokasi awal penemuan virus corona dalam jumlah besar di luar China. Rupanya, cara lockdown dinilai kurang ampuh dalam mencegah penularan virus corona di antara manusia di dalam kapal.

“Begitu di-lockdown (karantina di dalam kapal), (jumlah positif Covid-19) naik angkanya. Ya karena orang tidak ke mana-mana, di situ,” ucap Yuri.

Meski demikian, keputusan tersebut tidak bersifat mutlak. Dalam waktu dekat, pejabat pada tingkat kementerian akan melaksanakan rapat untuk menentukan langkah selanjutnya demi mengantisipasi penyebaran virus corona. “Ini akan menjadi keputusan bersama yang akan diputuskan di tingkat kementerian,” kata Yuri.

Sejumlah negara memutuskan untuk melakukan lockdown dalam mengatasi penyebaran virus corona yang semakin luas. Negara yang melakukan lockdown itu antara lain Italia, Denmark, Filipina, dan Irlandia. Langkah ini sebelumnya telah dilakukan China yang melakukan lockdown terhadap sejumlah wilayah yang terkena wabah virus corona, khususnya di Kota Wuhan dan Provinsi Hubei.

Total 69 Kasus

Sementara itu, hingga Jumat (13/3) ini ada tambahan 35 orang yang positif virus corona atau Covid-19. Dengan demikian, total ada 69 kasus virus corona yang ada di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto di Istana Kepresidenan pada Jumat sore.

“Data yang saya berikan adalah hasil tracing yang dilaksanakan sejak dua hari lalu (pada 11 Maret 2020), sejak kami rilis 34 (kasus), sampai tadi siang,’’ ujar Achmad Yurianto.

Adapun, dari 69 kasus positif Covid-19, saat ini empat orang sudah meninggal dunia. Saat ini, menurut Yuri, pemerintah terus melakukan tracingdan pemeriksaan spesimen untuk menangani penyebaran virus corona.

Adapun, penyebaran virus corona untuk kali pertama muncul di Indonesia pada 2 Maret 2020 setelah diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Saat itu, Jokowi menyatakan bahwa kasus 01 diduga tertular dari warga Jepang saat keduanya melakukan kontak dekat di Jakarta pada 14 Februari 2020. Adapun, kasus 02 diketahui tertular dari kasus 01. Sebab, keduanya diketahui sebagai ibu dan anak. Sejak saat itu, penyebaran virus corona menyebabkan jumlah pasien positif terus bertambah.

Pada dua hari lalu, 11 Maret 2020, pemerintah mengumumkan ada 34 kasus virus corona atau Covid-19. Dengan begitu, tambahan 35 kasus didapatkan dalam kurun waktu dua hari. Dari 69 kasus itu, diketahui bahwa penularan virus corona ada yang terjadi di dalam negeri dan terinfeksi di luar negeri atau imported case.

Berikut profil 35 pasien baru positif Covid-19 tersebut:

  1. Pasien 35 Pasien 35 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 57 tahun. Pasien 35 masuk ke rumah sakit sudah dengan alat bantu pernapasan alias ventilator. Kemudian, kondisi kesehatannya menurun hingga akhirnya meninggal dunia. Belakangan, pasien ini dinyatakan terjangkit virus corona.
  2. Pasien 36 Pasien 36 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 37 tahun. Pasien 36 masuk ke rumah sakit juga sudah dengan menggunakan alat bantu pernapasan alias ventilator. Kemudian, kondisi kesehatannya menurun hingga akhirnya meninggal dunia. Belakangan, pasien ini dinyatakan terjangkit virus corona. Tim dari dinas kesehatan setempat saat ini sedang melakukan tracing close contact pasien 36 ini.
  3. Pasien 37 Pasien 37 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 43 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  4. Pasien 38 Pasien 38 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 80 tahun. Kondisi kesehatannya masuk ke kategori sedang-berat. Namun, kondisinya stabil dan ia tidak menggunakan ventilator.
  5. Pasien 39 Pasien 39 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 54 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  6. Pasien 40 Pasien 40 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 46 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  7. Pasien 41 Pasien 41 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 40 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  8. Pasien 42 Pasien 41 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 66 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  9. Pasien 43 Pasien 43 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 34 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  10. Pasien 44 Pasien 44 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 57 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  11. Pasien 45 Pasien 45 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 29 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  12. Pasien 46 Pasien 46 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 30 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  13. Pasien 47 Pasien 47 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 61 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  14. Pasien 48 Pasien 48 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 35 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  15. Pasien 49 Pasien 49 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 3 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  16. Pasien 50 Pasien 50 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 59 tahun. Kondisi kesehatannya mengalami penurunan setelah masuk ke rumah sakit hingga pada akhirnya meninggal dunia. Belakangan, berdasarkan hasil uji laboratorium, yang bersangkutan positif terjangkit virus corona.
  17. Pasien 51 Pasien 51 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 60 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori sedang.
  18. Pasien 52 Pasien 52 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 59 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  19. Pasien 53 Pasien 53 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 24 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  20. Pasien 54 Pasien 54 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 2 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori sedang.
  21. Pasien 55 Pasien 43 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 26 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  22. Pasien 56 Pasien 56 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 58 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  23. Pasien 57 Pasien 57 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 27 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  24. Pasien 58 Pasien 58 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 51 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  25. Pasien 59 Pasien 59 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 63 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  26. Pasien 60 Pasien 60 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 25 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  27. Pasien 61 Pasien 61 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 58 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  28. Pasien 62 Pasien 43 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 51 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  29. Pasien 63 Pasien 63 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 34 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  30. Pasien 64 Pasien 43 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 49 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  31. Pasien 65 Pasien 65 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 48 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  32. Pasien 66 Pasien 66 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki dan berusia 73 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  33. Pasien 67 Pasien 67 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 25 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  34. Pasien 68 Pasien 43 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 38 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori ringan-sedang.
  35. Pasien 69 Pasien 69 merupakan warga negara Indonesia berjenis kelamin perempuan dan berusia 80 tahun. Kondisi kesehatannya masuk kategori sedang. Dengan demikian, total jumlah kasus pasien Covid-19 di Indonesia per Jumat ini berjumlah 69 orang. Yuri berjanji, akan menjelaskan secara terperinci seperti apa kondisi kesehatan mereka pada Sabtu (13/3/2020) besok.

4 Meninggal, 5 Sembuh

Hingga kemarin, ada tambahan tiga pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Dengan demikian, total ada empat orang yang meninggal dunia akibat penyebaran virus corona.

Sebelumnya, pasien nomor 25 diketahui meninggal dunia pada 11 Maret 2020. Adapun, informasi mengenai tiga tambahan pasien yang meninggal dunia adalah sebagai berikut:

Kasus 35: Dia merupakan perempuan 57 tahun. Menurut Yuri, pasien kasus 35 masuk rumah sakit sudah menggunakan ventilator. “Namun belum dilakukan pemeriksaan Covid-19-nya. Perburukan cepat, hari itu juga meninggal,” ucap Yuri.

Dia tidak menyebutkan mengenai kapan kasus 35 itu masuk rumah sakit atau lokasi rumah sakit yang dimaksud. “Hasil spesimennya positif, sudah diserahkan ke wilayah untuk tracing,” ucap Yuri.

Kasus 36, merupakan perempuan berusia 37 tahun. Menurut Yuri, saat masuk RSPI Sulianti Saroso sudah menggunakan ventilator. “Perburukan dengan cepat, kemudian meninggal. Spesimen ternyata positif. Dinas kesehatan sudah diberi tahu ternyata positif,” ucap Achmad Yurianto.

Kasus 50, merupakan laki-laki 59 tahun. Menurut Yuri, pasien mengalami perburukan dengan cepat sejak kemarin. “Dan kemudian meninggal. Positif coronavirus, Covid-19. Untuk tracing sedang dilakukan dinkes setempat,” ucap Achmad Yurianto.

Sebaliknya, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh juga bertambah dua orang. Mereka ialah pasien 01 dan pasien 03.

“Bahwa pasien nomor 1 dan nomor 3 sudah dua kali diperiksa hasilnya negatif. Artinya nomor 1 dan 3 sudah diizinkan pulang,” ujar Yuri Jakarta, Jumat (13/3).

Namun, keduanya belum akan dipulangkan karena akan dibarengkan dengan pasien 02. Pasien 02 saat ini sudah menjalani sekali tes dengan hasil negatif. Yuri optimisitis hasil tes kedua pasien 02 juga akan negatif sehingga dinyatakan sembuh dan bisa pulang. “Sehingga tiga-tiganya, 1, 2, 3 besok bisa pulang,” lanjut Yuri.

Pemerintah sebelumnya telah menyatakan bahwa tiga pasien yang sebelumnya dinyatakan mengidap virus corona atau Covid-19, kini telah sembuh dan boleh pulang, Kamis (12/3).

Adapun, tiga pasien yang dinyatakan sembuh itu adalah Pasien dengan nomor 06, nomor 14, dan nomor 19. “Pasien dengan nomor 06, lelaki 39 tahun sudah dinyatakan sembuh. Nomor 14, laki-laki 50 tahun dinyatakan sembuh. Nomor 19, laki-laki 49 tahun juga sudah dinyatakan sembuh,” kata Yuri.

Dengan begitu, hingga Jumat (13/3), total lima pasien Covid-19 di Indonesia yang dinyatakan sembuh di tengah penetapan virus corona sebagai pandemi global oleh World Health Organization (WHO).

Dalam waktu kurang dari tiga bulan, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 126.000 orang di 123 negara, dari Asia, Eropa, AS, hingga Afrika Selatan. “Dalam dua minggu terakhir jumlah kasus di luar China telah meningkat tiga belas kali lipat dan jumlah negara yang terkena dampak meningkat tiga kali lipat,” kata Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesusus dalam konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa.

“Dalam beberapa hari hingga minggu ke depan, kami melihat kemungkinan jumlah kasus, jumlah kematian, dan jumlah negara terdampak akan melonjak lebih tinggi,” imbuhnya dilansir CNBC, Kamis (12/3). (kps/bbs/net)

Peserta Tabligh Akbar di Malaysia Terjangkit Corona, Dinkes Lacak 350 Pserta Asal Sumut

SUMUTPOS.CO – Acara tabligh akbar di Masjid Petaling Kualalumpur, Malaysia selama tiga hari, mulai 28 Februari hingga 1 Maret 2020, menjadi perhatian sejumlah negara, termasuk Indonesia. Pasalnya, usai pertemuan keagamaan yang melibatkan 10 ribu orang dari sejumlah negara itu, belasan peserta dikonfirmasi positif terjangkit virus corona. Peserta dari Indonesia mencapai 696 orang. Ratusan di antaranya datang dari Sumatera Utara.

“SAAT INI KITA sedang melacak keberadaan peserta asal Sumut yang mengikuti kegiatan tabligh akbar di Kuala Lumpur itu. Informasi diperoleh, ada 350 warga Sumut yang ikut. Mulai dari Kota Medan dan Binjai, dan lainnya. Sampai sekarang, mereka masih dilacak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut), dr Alwi Mujahit Hasibuan, saat dihubungi via seluler, Jumat (13/3) sore.

Pelacakan itu, lanjutnya, harus dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Disebutkan Alwi, 350 warga Sumut yang dilacak tersebut akan masuk pada kategori orang dalam pemantauan, hingga dia terbukti sakit. Pemantauan dilakukan selama 14 hari, terhitung sejak mengalami kontak dengan orang diduga positif Covid-19.

“Seandainya aman dalam 14 hari itu, berarti sehat. Namun, untuk sekarang masih berpotensi jatuh dalam pasien untuk pengamatan,” sebutnyan

Alwi menegaskan, hingga kini Sumut masih aman terhadap virus corona. Pun demikian, kondisi tersebut masih sangat dinamis, karena situasinya akan berkembang terus. “Sebenarnya yang bisa mengamankan kita bila rantai penularannya (Covid-19) bisa kita dapatkan dan diputus,” ucapnya.

Cara memutus rantai penularan, menurutnya, ialah dengan melakukan pemantauan. Apabila sakit, maka akan masuk dalam pasien dalam pengawasan. “Akan diobati dan akan kita periksa dalam laboratorium, apakah masuk Covid-19 atau bukan,” tandasnya.

Kasubbag Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM) Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 11 ruang isolasi untuk pasien sucpect Covid-19.

“RS Adam Malik sudah jauh-jauh hari telah siap untuk menerima dan menangani pasien Covid-19,” pungkasnya.

Berdasarkan kesepakatan dengan Dinkes Sumut, terdapat 4 rumah sakit lainnya yang akan membantu apabila nantinya terjadi over kapasitas pasien. Keempat rumah sakit tersebut, yakni Rumah Sakit Umum (RSU) Haji, RSU Universitas Sumatera Utara (USU), RSU Bhayangkara Tingkat II Medan, dan RSU Lubuk Pakam.

KBRI Cari Informasi

Selain Dinkes, Kedutaan Besar RI Kuala Lumpur di Malaysia juga mengumpulkan data warga negara Indonesia yang mengikuti acara tabligh akbar di Malaysia. “KBRI masih terus mengumpulkan informasi siapa saja yang hadiri acara tersebut,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah, Jumat (13/3).

Dilansir dari SCMP, sekitar 10.000 orang dari 27 negara yang menghadiri tabligh akbar tersebut. Selain Malaysia, ada juga peserta dari Indonesia (696), Filipina (215), Thailand (132), Vietnam (130), Singapura (95).

Lalu, Kamboja (79), Brunei Darusalam (74), China (35), India (18), Bangladesh (9), Myanmar (6), Aljazira (6), Tunisia (5), Jordan (5), Afrika Selatan (4), Australia (4), Arab Saudi (3). Dan juga Korea Selatan (2), Gambia (2), Kanada (1), Selandia Baru (1), Jerman (1), Mesir (1), Tanzania (1) dan Jepang (1).

Pascapertemuan, Kementerian Kesehatan Malaysia mengumumkan 12 kasus positif virus corona terkait tabligh akbar. Saat ini, Malaysia sedang mencari 5 ribu warganya yang hadir dalam acara tersebut. Sejumlah negara bagian pun meminta warga yang datang ke acara tersebut memeriksakan diri dengan sukarela.

Karena banyaknya jemaah yang mengikuti Tabligh Akbar ini, Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dr Adham Baba mendesak semua peserta untuk tampil dan diuji untuk mencegah penularan Covid-19 ke masyarakat.

“Kami telah diberi tahu bahwa Covid-19 telah menjadi pandemi. Namun, situasinya masih terkendali di Malaysia. Masyarakat disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan untuk mencegah penularan virus,” ujar Adham.

Setelah adanya kasus ini, Adham mengungkapkan, Masjid Sri Petaling akan ditutup sementara untuk proses pembersihan dan sanitasi.

Sementara itu, 11 orang Brunei dikabarkan terinfeksi virus corona. Beberapa di antaranya terkait dengan pertemuan tersebut. Kasus ini merupakan pengembangan dari pasien corona di Brunei, seorang pria berusia 53 tahun menderita gejala Cocid-19, setelah 4 hari pulang dari tabligh akbar di Malaysia.

Lapas Cek Suhu Tubuh Pengunjung

Sementara, untuk mengantisipasi masuknya virus corona (Covid-19) di lingkungan lapas, Lembaga Pemasyarakatan Klas I Medan mulai memeriksa suhu tubuh seluruh pengunjung dan pegawai dengan alat pendeteksi. “Lapas Klas 1 Medan telah membuat kebijakan, dengan kita menyosialisasikan kepada seluruh pengunjung lapas, baik masyarakat ataupun pegawai, sebelum masuk ke dalam lapas kita akan melakukan pengecekan dengan alat pendeteksi suhu tubuh untuk antisipasi virus corona,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Lapas Klas I Medan, Peristiwa Sembiring, Jumat (13/3).

Dikatakannya, apabila saat dideteksi ditemukan suhu tubuh pengunjung di atas 37 derajat celcius, maka pengunjung tersebut tidak diperbolehkan masuk area lapas. Walaupun, lanjut Peristiwa, pihaknya tidak bisa memastikan itu adalah corona atau tidak. “Tapi kita ingin memastikan yang masuk ke dalam setidaknya berbadan sehat. Kita mengantisipasi 3000 warga binaan jangan sampai tertular. Sebab, banyaknya jumlah warga binaan yang menghuni di lapas sehingga terjadi over kapasitas, apabila terkena satu akan kewalahan untuk mencegahnya dan mengobatinya,” jelasnya.

Peristiwa menambahkan, selain penerapan deteksi suhu tubuh, Lapas Medan juga membagikan sarung tangan dan masker kepada pengunjung. Selain itu, menyediakan sanitizer dan westafel di ruang kunjungan dan ruang tunggu masuk. “Jadi penerapan antisipasi ini, sudah berjalan hampir10 hari telah diberlakukan. Westafel juga sedang dikerjakan dan hampir rampung. Antisipasi ini dilakukan juga atas arahan Kalapas Medan,” sebutnya.

7 Perintah Pemkab Karo

Sementara, Pemkab Karo mengeluarkan tujuh perintah kepada jajaran untuk menghadapi ancaman Virus Corona (Covid-19). Adapun ketujuh instruksi Bupati Karo tersebut, pertama menyebarluaskan imbauan kepada masyarakat melalui Dinas Komunikasi dan Informasi agar tetap bersikap tenang, tidak panik, tidak berlebihan membeli kebutuhan dan tidak menimbun bahan kebutuhan pokok serta berperilaku hidup sehat, bersih dan menjaga kesehatan diri.

Kedua, membentuk Tim Terpadu Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Karo dan kecamatan masing -masing dengan melibatkan Forkopimda dan instansi terkait. Ketiga, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pengendalian risiko penularan infeksi Covid-19 di wilayah Kabupaten Karo dan kecamatan. Keempat membuat dan melaksanakan kebijakan teknis peningkatan kewaspadaan risiko penularan infeksi Covid-19 beserta pencegahan dan pengendaliannya.

Kelima, menyusun rencana kontinjensi bersama Dinas Kesehatan, TNl/Polri, rumah sakit dan seluruh perangkat daerah terkait. Keenam, meningkatkan kesiapsiagaan rumah sakit rujukan untuk penanganan infeksi Covid-19, termasuk penambahan jumlah tempat tidur, tenaga medis dan peralatan medis.

Dan ketujuh, melalui tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Dinas Perindustrian dan perdagangan meningkatkan inspeksi dan pemantauan ke pasar dan gudang dalam rangka mencegah potensi penimbunan barang dan harga kebutuhan pokok, termasuk peningkatan koordinasi bersama asosiasi pedagang dalam rangka memastikan ketersediaan kebutuhan pokok yang memadai dan harga yang terjangkau.

Kepala Dinas Kesehatan Karo Irna Safrina Meliala mengimbau masyarakat agar berprilaku hidup sehat dan menjaga daya tahan tubuh. Irna menganjurkan kepada warga yang alami demam dengan suhu 38 derajat Celcius, batuk dan sesak napas agar memeriksakan diri. “Jika mengalami demam (dengan suhu badan) lebih dari 38 derajat Celcius, batuk, sakit tenggorokan , sesak napas, kenakan masker, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat yang disediakan pemerintah,” kata Irna.

dr Truli Pardede SpP, dari RSUD Kabanjahe menekankan kepada masyarakat pentingnya mencuci tangan dalam mengantisipasi Virus Corona. “Yang perlu kita ingat untuk pencegahan Virus Corona, cara mencuci tangan dan penggunaan masker yang benar. Pemakaian masker tidak boleh berulang ulang dipakai, minimal satu hari masker 4 jam digunakan, setelah itu harus dibuang dan penggunaan masker hanya bagi orang terindikasi sakit, sedangkan tidak sakit tidak perlu pakai masker,” tegasnya. (ris/kps/man/deo)

Sidang Kepemilikan 1.000 Butir Ekstasi, Deni Dituntut 13 Tahun Penjara

SIDANG: Deni, terdakwa pemilik 1000 butir ekstasi menjalani sidang tuntutan, Jumat (13/3).
SIDANG: Deni, terdakwa pemilik 1000 butir ekstasi menjalani sidang tuntutan, Jumat (13/3).
SIDANG: Deni, terdakwa pemilik 1000 butir ekstasi menjalani sidang tuntutan, Jumat (13/3).
SIDANG: Deni, terdakwa pemilik 1000 butir ekstasi menjalani sidang tuntutan, Jumat (13/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Deni (21) dituntut JPU selama 13 tahun penjara serta denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Deni dinyatakan bersalah atas kepemilikan 1.000 butir pil ekstasi, dalam sidang di ruang Kartika Pengadilan Negeri Medan, Jumat (13/3).

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Deni dengan hukuman 13 tahun penjara,” ucap Jaksa Lince Rosmini.

Jaksa menilai, perbuatan terdakwa Deni terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Mian Munthe, menunda persidangan hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Mengutip surat dakwaan, berawal saat terdakwa Deni diajak oleh terdakwa Indra Syahputra Marpaung (berkas terpisah) menjemput ekstasi di Jalan Sudirman Km 3 Pantai Johor, Kota Tanjungbalai tepatnya di depan Pintu Indomaret Panca Karsa.

Terdakwa Deni dijanjikan akan diberi upah oleh Abang terdakwa Indra apabila berhasil menjemput ekstasi. Dan terdakwa Deni setuju, lalu keduanya berangkat dengan mengemudikan sepeda motor milik abang terdakwa Indra menuju lokasi yang dimaksud.

Setelah sampai di lokasi tersebut, terdakwa Indra pun langsung menghubungi seorang laki laki yang tidak terdakwa Deni kenal dan diperintahkan agar masuk kedalam Indomaret Panca Karsa Kota Tanjung Balai tersebut.

Selanjutnya, kedua terdakwa masuk kedalam Indomaret bertemu seorang laki laki dan memberikan 1 buah ransel warna hitam kepada terdakwa Indra. Setelah itu, kedua terdakwa langsung keluar dari Indomaret.

Saat keluar dari Indomaret, petugas dari Ditresnarkoba Polda Sumut langsung melakukan penangkapan terhadap keduanya dan menemukan barang bukti berupa 1 buah tas ransel warna hitam berisikan 1.000 butir ekstasi. (man/btr)

7 Bulan Buron karena Kasus Curanmor, Agustian Ditembak Polisi

DITEMBAK: Agustian alias Kiting (duduk) kakinya ditembak petugas karena melawan ketika ditangkap.
DITEMBAK: Agustian alias Kiting (duduk) kakinya ditembak petugas karena melawan ketika ditangkap.
DITEMBAK: Agustian alias Kiting (duduk) kakinya ditembak petugas karena melawan ketika ditangkap.
DITEMBAK: Agustian alias Kiting (duduk) kakinya ditembak petugas karena melawan ketika ditangkap.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berakhir sudah kisah pelarian, Agustian alias Kiting (27) selama 7 bulan menjadi buron karena kasus pencurian sepedamotor. Warga Jalan Balai Desa Dusun III Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal ditangkap personel Polsek Pancurbatu.

Polisi menembak betis kanan Agustian, karena mencoba kabur saat dilakukan penangkapan di Pasar III Dusun II Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Kamis (12/3) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapolsek Pancurbatu AKP Dedy Dharma mengatakan, awalnya personel mendapat informasi keberadaan tersangka Agustian yang berada di seputaran Desa Sunggal Kanan pada Rabu (11/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Dari informasi tersebut, dilakukan penyelidikan dan upaya penangkapan namun belum berhasil.

“Selanjutnya, Kamis (12/3) sekitar pukul 20.00 WIB mendapat informasi lagi keberadaan tersangka yang diketahui di kawasan Desa Sunggal Kanan. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan melakukan upaya penangkapan terhadap yang bersangkutan,” jelas Dedy, Jumat (13/3).

Ketika ditangkap, sambung Dedy, tersangka berupaya melarikan diri.”Dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkannya hingga mengenai kaki kanannya. Tersangka berhasil ditangkap dan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan,” terang Dedy.

Disebutkan dia, pelaku ditangkap atas dasar laporan pengaduan korbannya dengan nomor: LP/264/VIII/2019/Restabes Medan/Sek Pancurbatu 18 Agustus 2019, Syafikri Syahputra (31) warga Dusun II Desa Durin Sembelang, Kecamatan Pancurbatu.

Disebutkan, Dedy dari pelaku disita barang bukti 1 celana pendek jeans warna hitam merk Black SAE, jaket jeans warna biru merk Lee, BPKB Yamaha Vega R BK 4148 UJ dan 1 unit handphone. (ris/btr)

Ibu Dipukul Pakai Koral, Anaknya Balas Pukul Pakai Sekop

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Wajah berlumur darah yang keluar dari luka di kepala luka, Nuriati (44) mendatangi Polsek Galang Polresta Deliserdang, Kamis (12/3) sekira pukul 17.00 WIB. Warga Dusun IV Desa Jaharun A Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang ini dipukul Dedi dengan batu koral.

Informasi diperoleh, peristiwa penganiayaan itu bermula, Kamis (12/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Saaat itu korban datang kelokasi pembangunan rumah miliknya di Dusun IV Desa Jaharun A. Lalu Dedi datang dari arah rumahnya yang berada dibelakang lokasi pembangunan rumah korban.

Saat itu Dedi marah-marah terhadap korban dengan kalimat, “di atas tanah orang, kok bangun rumah”. Saat Dedi marah dengan korban, Dedi membawa batu koral di tangan kananya dan langsung dipukulkan Dedi kearah kepala korban sebanyak satu kali pukulan.

Sehingga kepala korban luka dan berdarah. Selanjutnya kejadian tersebut dilihat anak korban bernama Popo yang saat itu melihat langsung Ibunya dianiaya oleh Dedi. Sepontan Popo mengambil sekop dan memukul wajah Dedi dengan sekop. Lalu Popo membawa korban berobat, dan selanjutnya membuat laporan ke Polsek Galang Polresta Deliserdang.

Kapolsek Galang AKP Teddi Napitupulu SH, saat dikonfirmasi, Jumat (13/3) pagi, menyebutkan bahwa kedua pihak saling membuat laporan ke Polisi.”Dedi opname juga di rumah sakit karena dipukul pamai sekop oleh anak Nuriati,”katanya. (btr)

Empat Kawanan Pengedar Uang Palsu Ditangkap

DIHUKUM: Kabid PPKB Medan, dr Iman Surya terdakwa kasus KDRT menjalani sidang putusan, Kamis (12/3).
DIHUKUM: Kabid PPKB Medan, dr Iman Surya terdakwa kasus KDRT menjalani sidang putusan, Kamis (12/3).
DIHUKUM: Kabid PPKB Medan, dr Iman Surya terdakwa kasus KDRT menjalani sidang putusan, Kamis (12/3).
DIHUKUM: Kabid PPKB Medan, dr Iman Surya terdakwa kasus KDRT menjalani sidang putusan, Kamis (12/3).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kabupaten Langkat berhasil meringkus empat orang kawanan diduga anggota sindikat pemalsu uang pecahan Rp100 ribu.

“Ya benar kita ada meringkus 4 kawanan sindikat pemalsu uang. Nama-nama yang berhasil ditangkap Syah Fendi alias Fendi warga Jalan Kurnia Dusun I Desa Sei Siur Kecamatan Pangkalan Susu,Muhammad Jipi Syahputra, Gus Gia Purnama alias Pedet dan Nayan,”kata Kasat Reskrim Polres Langkat T Fatir Mustafa kepada Sumut Pos Jumat (13/3).

Masih Teuku Fathir, penangkapan anggota kawanan jaringan pemalsuan uang itu dilakukan satu per satu, setelah sebelumnya dilakukan pengembangan kasus.

Sebagaimana biasa, Kata Kasat Reskrim Polres Langkat ini penangkapan 4 Kawanan pemalsu uang kertas ini berawal dari informasi masyarakat atau korban. Korban Mimi dan Ibrahim warga Pangkalan Susu yang mengatakan ada beberapa orang yang diduga melakukan pemalsuan uang pecahan Rp100 di daerahnya.

Mendapat informasi, Kapolres Langkat memerintahkan Satreskrim melakukan penyelidikan dan penangkapan satu demi satu tersangka. Dari kantong celana tersangka Syah Fendi alias Fendi ditemukan tiga lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu.

Kemudian T Fathir mengatakan, Jipi mengaku mendapatkan uang palsu dari Gusti Gia Purnama alias Pedet. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap Pedet dan darinya ditemukan uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 24 lembar.

Gusti mengaku uang palsu tersebut ia peroleh dari Nayan. Dari tangan Nayan ditemukan uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 29 lembar.

Mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka berserta barang bukti diamankan ke Mapolres Langkat.“ Keempat tersangka melanggar Pasal 36 ayat (3) Undang–Undang No 7 tahun 2011 tentang mata uang,”ungkapnya.(yas/btr)

Power Balancer dan Server dari ASUS, Tersedia Pre-order

ASUS Power Balancer support new 2nd Gen Intel Xeon Scalable CPU_2000_720.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – ASUS, perusahaan IT terdepan dalam sistem server, motherboard server, workstation dan motherboard workstation, mengumumkan teknologi eksklusif Power Balancer untuk mendukung prosesor terbaru 2nd Gen Intel® Xeon® Scalable (extended Cascade Lake-SP refresh SKUs), Jumat (11/3).  

Power Balancer tersebut tersedia di semua jajaran produk server, termasuk RS720/720Q/700 E9, RS520/500 E9 dan sistem server seri ESC8000/4000 G4 serta motherboard server  Z11.

Dalam aplikasi yang kompleks, seperti komputasi kinerja tinggi (high-performance computing (HPC)), komputasi AI atau edge, menyeimbangkan kinerja dan konsumsi daya selalu menjadi tantangan. Dengan teknologi Power Balancer dan prosesor terbaru 2nd Gen Intel Xeon Scalable, produk server ASUS menghemat daya hingga 31 watt per node pada beban kerja spesifik dan mendapatkan efisiensi yang lebih baik dengan lebih banyak server di lingkungan skala besar, secara signifikan mengurangi konsumsi daya secara keseluruhan untuk total biaya kepemilikan yang jauh lebih rendah dan pengoperasian yang dioptimalkan.

Kesadaran akan menjaga lingkungan dan konsumsi daya telah menjadi topik yang sangat penting dalam industri server pada beberapa tahun terakhir, khususnya karena lebih banyak pusat data yang membutuhkan kinerja komputasi yang lebih baik, lebih banyak ruang penyimpanan dan koneksi yang lebih cepat seiring dengan penggunaan daya yang lebih efisien.

Pada tahun 2019, ASUS meluncurkan sebuah teknologi server thermal-control yang dinamakan Thermal Radar 2.0, yang menyediakan pemantauan suhu server secara real-time dan penyesuaian kurva kipas dinamis untuk konsumsi daya kipas yang lebih rendah. Dengan prosesor terbaru 2nd Gen Intel Xeon Scalable (extended Cascade Lake-SP Refresh SKUs), ASUS memperkenalkan Power Balancer, sebuah teknologi penghematan daya yang dirancang untuk terus memberikan nilai teknologi efisiensi daya yang dioptimalkan.

ASUS Power Balancer merupakan teknologi ekslusif yang memungkinkan server-server ASUS untuk dapat menyesuaikan keseluruhan CPU loading secara otomatis berdasarkan monitoring real-time, mengurangi konsumsi daya secara keseluruhan untuk peningkatan efisiensi dan optimalisasi biaya/kinerja.

Lab server ASUS baru-baru ini melakukan perbandingan antara server ASUS dengan dan tanpa teknologi Power Balancer. Tanpa teknologi, CPU server membutuhkan daya 130 watt untuk mengerjakan beban kerja 80%. Dengan teknologi ASUS Power Balancer, server mencapai 14% penghematan daya sementara tetap menjaga tingkat kinerja yang sama.

Hasil ini menunjukkan secara jelas bahwa teknologi Power Balancer memungkinkan server-server ASUS untuk mengurangi konsumsi daya CPU dalam skenario multi thread dengan menyesuaikan frekuensi yang paling sesuai.  

ASUS memberikan peningkatan kinerja pada  berbagai server dan motherboard server yang memanfaatkan prosesor terbaru 2nd Gen Intel Xeon Scalable (extended Cascade Lake-SP refresh SKUs). Intel memperkenalkan 18 SKU baru dimana tingkat frekuensi teratas dapat meningkat hingga 4.5 GHz dengan Turbo Boost, memberikan peningkatan kinerja hingga 25–36% pada benchmark SPEC CPU2017 untuk mendukung kebutuhan pengguna secara cepat. Seluruh prosesor terbaru mendukung terobosan sistem memori dan kemampuan penyimpanan dari memori persisten Intel Optane.

Motherboard server ASUS seri Z11 untuk prosesor terbaru 2nd Gen Intel Xeon Scalable tersedia dalam bentuk ATX, EEB dan CEB agar dapat sesuai dengan berbagai aplikasi. Para pelanggan dapat menggunakan motherboard ini untuk HPC, pelayanan keuangan, cloud gaming dan kinerja VM dengan penambahan core dan frekuensi lebih tinggi, serta upaya minimum pada persyaratan konfigurasi ulang sistem.

Server ASUS, termasuk seri RS720/720Q/700 E9, RS520/500 E9 dan ESC8000/4000 seri G4, mendukung penuh prosesor terbaru 2nd Gen Intel Xeon Scalable dengan Intel Optane persistent memory dan memberikan solusi optimalisasi beban kerja yang lebih baik yang mempercepat dan menyederhanakan proses  pemilihan perangkat hardware dan software. RS720/700/720Q seri E9 merupakan server dua soket dalam bentuk chasis 2U dan 1U yang dirancang untuk beban kerja yang banyak, kinerja terdepan dan kepadatan komputasi (RS720Q).

RS520/500 seri E9 merupakan server mainstream yang menyeimbangkan kinerja, efisiensi dan kemudahan pengelolaan dalam bentuk chasis 4U, 2U dan 1U. ESC8000/4000 seri G4 merupakan server high density GPU yang ideal untuk AI, deep learning, virtual desktop infrastructure (VDI), rendering dan penelitian ilmiah.

Produk ASUS Server dan Workstation sudah tersedia di Indonesia lewat pre-order. (rel)

JNE Medan Borong 4 Penghargaan di Indonesia Marketeers Festival 2020

MEDAN, SUMUTPOS.CO – JNE Medan berhasil meraih 4 penghargaan dalam pergelaran akbar bagi insan marketing yaitu Indonesia Marketeers Festival 2020 yang di selenggarakan di Hotel Four Point Medan, Kamis (12/03/2020).

Dalam kategori Industry Marketing Champion 2020 Medan, JNE berhasil mendapatkan penghargaan dalam kategori Transportation & Logistic yang diterima langsung oleh Kepala cabang JNE Medan Fikri Al-Haq Fachryana. Penghargaan tersebut diberikan oleh Dimas Soerodjo, Associate Dean Markplus Institute di tengah ratusan tamu yang hadir pada saat itu.

 “Indonesia Marketeers Festival merupakan pergelaran akbar bagi insan marketing yang diadakan tiap tahun dimana Markplus Institute memberikan penghargaan untuk insan marketing terbaik. Setiap tahunnya JNE selalu mendapatkan penghargaan, dan hal ini layak diterima oleh JNE sebagai perusahaan yang sudah berkontribusi dengan sangat baik untuk negeri ini di bidang Transportation & Logistic,” kata Dimas Soerodjo.

JNE, lanjut Dimas, merupakan perusahaan asli Indonesia yang sudah cukup lama hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Transportation & Logistic. “Dilihat dari usianya yang hampir mencapai 30 tahun, menurut saya JNE semakin kreatif dan inovatif. Jaringannya semakin luas, ke kota mana pun saya bertugas misalnya, saya selalu temui kantor JNE baik itu di kota besar maupun di Kabupaten bahkan di Desa,” ungkapnya.

Indonesia Marketeers Festival 2020 kali ini mengangkat tema The 12 Growth Strategies: Update The Momentum. Menurut Dimas, perkembangan pasar online  saat ini sangat menjanjikan. “Namun kendati begitu, para pengusaha juga jangan melepas pasar offline, karena tidak semua masyarakat kita, terkhusus di daerah, dapat mengakses pasar online. Maka keduanya harus sejalan,“ ujarnya.

Di kesempatan yang sama Fikri Al-Haq Fachryana menyampaikan, mengucapkan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan kepada JNE. “Penghargaan ini sejatinya untuk semua ksatria dan srikandi JNE di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Tantangan kompetisi bisnis yang luar biasa di bidang Transportation & Logistic serta besar nya peluang e-commerce saat ini, membuat JNE semakin terpacu untuk terus meningkatkan kapabilitas di sektor-sektor penting, agar segi pemasaran semakin maju seiring dengan kualitas pelayanan yang terus ditingkatkan,” katanya.

 Selain itu JNE juga mendapatkan penghargaan Service Person Of The Year Medan 2020 yang diterima oleh Rifi Hamdani selaku Head Customer Care JNE Medan. Kemudian penghargaan Sales Person Of The Year 2020 diberikan kepada Sudarto Sagala selaku Head Sales JNE Medan, dan Field Promotor Of The Year Medan 2020 dinobatkan kepada Nur Fatiha Utami selaku PR & Marketing JNE Medan. (rel/sih)

Guru Honor Nonkategori ‘Curhat’ ke Hidayatullah

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Hidayatullah mendengarkan ‘aspirasi perwakilan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori 35+ Kabuoaten Serdang Bedagai, Kamis (12/3/20).

SERDANG BEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Sejumlah perwakilan dari Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori 35+ (GTKHNK 35+) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), ‘curhat’ dengan anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayatullah SE, Kamis (12/3/2020). Mereka mengeluhkan honor yang masih di bawah UMR dan berharap dapat diangkat oleh pemerintah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori, merupakan tenaga honor yang tersebar di seluruh Indonesia berkisar 254 ribu orang. Sedangkan di Kabupaten Sergei sendiri, jumlahnya ada ratusan guru baik di tingkat SD, SMP maupun SMA.

Mereka menceritakan kesenjangan pendapatan yang sangat mencolok antara guru berstatus ASN dengan guru honorer. “Coba bapak bayangkan, kami rata-rata sudah mengajar sebelas tahun lebih. Namun honor yang kami terima di bawah UMR. Artinya, yang kami terima berkisar Rp600 ribu hingga Rp1 juta, itupun kami terima per tiga bulan sekali,” ungkap seorang perwakilan guru honor tersebut.

Dia menyebutkan, ada dua alasan mendasar yang membuat mereka tetap bertahan. “Pertama, angkat kami guru dan tenaga kependidikan honorer Nonkategori 35+ menjadi ASN tanpa testing melalui Keppres. Kedua, naikkan honor kami sesuai UMR Kabupaten sehingga dapat hidup layak,” harapnya.
Menanggapi curhatan guru-guru honor ini, Hidayatullah mengatakan, hampir sama persoalan di beberapa daerah yang pernah ia dikunjungi. “Tidak dapat dibayangkan bagaimana logika dan akal sehat dapat menalarnya, dengan honor sekian tersebut bapak dan ibu masih bisa bertahan,” ujar Hidayatullah yang didampingi stafnya Abdul Aziz.

Politisi PKS inipun menanyakan kepada para guru honor, bagaimana mereka dapat bertahan hidup dengan honor yang sekecil itu? Sambil tersenyum, mereka mengaku mencari tambahan penghasilan dengan menyambi jualan, bertani dan pekerjaan apa saja yang dapat mereka kerjakan, asalkan menghasilkan uang.

Mendengar itu, Hidayatullah pun berjanji, sekembali dari reses ini ia akan bertemu dengan Komisi X untuk membicarakan hal ini lebih detail. “Persoalan ini akan kami bicarakan, kalau perlu memanggil menteri yang bersangkutan. Sedangkan di tingkat provinsi dan kabupaten, saya akan komunikasikan dengan teman-teman anggota dewan dari dapil Sergei,” tandasnya. (adz)