Home Blog Page 4403

Tiga Pelaku Curanmor Diringkus Polsek Medan Helvetia, 2 Ditembak

DITANGKAP: Tiga tersangka curanmor Haposan Purba, Soni Manullang dan Josua P Purba berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia.
DITANGKAP: Tiga tersangka curanmor Haposan Purba, Soni Manullang dan Josua P Purba berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia.
DITANGKAP: Tiga tersangka curanmor  Haposan Purba, Soni Manullang dan Josua P Purba berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia.
DITANGKAP: Tiga tersangka curanmor Haposan Purba, Soni Manullang dan Josua P Purba berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia berhasil meringkus tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dari lokasi dan waktu terpisah. Dari ketiga pelaku, dua di antaranya terpaksa ditembak kakinya.

Dua pelaku ditembak adalah Haposan Purba (18) dan Soni Manullang (20) yang merupakan warga Jalan Karya 7 Garapan, Kecamatan Medan Sunggal. Seorang pelaku linnya tidak ditembak, Josua Parluhutan Purba (25), warga yang sama.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean menjelaskan, ketiganya ditangkap berdasarkan laporan pengaduan (LP/196/IV/2020/SU/Restabes Medan/SPK Medan Helvetia) korbannya, Dita Febri Ayu (22).

Dalam pengaduannya, korban menyatakan sepeda motornya Honda Scoopy hitam BK 5994 AIF yang diparkirkan dengan stang terkunci di Alfamidi Cempaka Jalan Gaperta Ujung Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia hilang dicuri, Minggu (12/4) pagi.

“Korban berangkat dari rumah mengendarai sepeda motornya menuju tempat kerjanya di Alfamidi Cempaka. Setelah sampai, korban memarkirkan kendaraannya dengan stang terkunci dan masuk ke dalam Alfamidi. Tak berapa lama, saat korban hendak mengecek barang-barang di depan mini market tersebut ternyata sepeda motornya sudah hilang,” ungkap Pardamean, Rabu (15/4).

Selanjutnya, korban mengecek kamera CCTV dan melihat sepda motornya dibawa oleh dua pria tidak dikenal. Merasa menjadi korban pencurian, warga Jalan Medan-Binjai Km 15,5, Dusun VIII, Karang Rejo Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang ini mendatangi Polsek Medan Helvetia untuk membuat laporan.

“Laporan korban langsung dilakukan penyelidikan, dan pada Senin (13/4) mendapatkan informasi keberadaan tersangka Haposan sedang di kawasan Jalan Kapten Sumarsono dekat pintu tol yang berhasil diamankan. Kepada personel, tersangka mengakui perbuatannya dan beraksi bersama dua rekannya,” jelas Pardamean.

Dari pengakuan tersangka Haposan, sambung dia, personel kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan tersangka Soni Manullang dan Josua. Namun, sepeda motor korban belum berhasil disita karena telah dijual kepada penadah.

“Saat mencari keberadaan pelaku lainnya bernama Eriko Manullang, tersangka Haposan dan Soni berusaha melarikan diri. Sempat diberi tembakan peringatan namun tidak diperdulikan, petugas menembak ke arah kakinya. Personel lalu membawa kedua tersangka itu ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan penanganan medis,” terang Pardamean.

“Ketiga tersangka dikenakan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (ris/btr)

Solusi Dukung Belajar di Rumah, Gunakan Kuota Internet Smartfren

KARTU: Regional Head Northern Sumatera Smartfren, Jefry Batubara saat menunjukkan kartu perdana 1On+ di Medan, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kuota internet smartfren menjadi solusi para pelajar di Sumatera Utara, Kota Medan pada khususnya untuk semakin semangat walau belajar dari rumah. Selain murah, jaringan Smartfren yang kuat membuat internetan lebih mudah.

Erick misalnya, salah seorang pelajar di Kota Medan ini mengaku selama di rumah dirinya selalu menggunakan internet untuk menunjang semua kegiatannya, seperti belajar, dan berhubungan dengan teman saat situasi masih physical discasting.

“Kegiatan sehari-hari harus belajar online,dan melihat video di youtube sangat terbantu dengan adanya kuota internet yang murah dari smartfren dan cepat. Ya, untuk saat ini hanya internet yang paling dibutuhkan untuk menghabiskan waktu,” tuturnya.

Erick mengatakan, selain jaringan dan murah, untuk isi ulang Smartfren juga sangat mudah ditemukan. Hampir semua counter pulsa yang dekat dengan rumahnya menyediakan voucher maupun kartu perdana Smartfren.

Bukan hanya untuk pelajar, internet murah Smartfren juga dapat dirasakan oleh karyawan yang Work From home (WFH). Eko, misalnya yang sangat terbantu dengan layanan provider ini.

Untuk melancarkan pekerjaannya, Eko menggunakan kartu perdana 1ON+ dengan harga Rp20 ribu sudah bisa puas nikmati kuotanya.

“Sangat terbantu, karena selama kerja dari rumah, penggunaan internet semakin besar, jadi harus punya kuota banyak, untung ada internet murah smartfren,” ucapnya.

Regional Head Northern Sumatera Smartfren, Jefry Batubara mengatakan kebutuhan masing-masing pengguna telekomunikasi sangat berbeda. Kartu Perdana 1ON+ ini sangat cocok di kantong pelajar yang biasanya mengisi ulang pulsanya secara mingguan, sesuai dengan uang jajan mereka.

“Mereka selalu butuh kuota lebih, makanya kita beri bonus kuota yang cukup untuk pemakaian setiap minggunya dan tidak perlu repot memikirkan masa aktif kartu perdananya. Kartu Perdana ION+ ini sudah tersedia di Toko Ponsel terdekat anda,” tambahnya.

Dijelaskannya, kartu perdana 1ON+ sendiri dijual dengan harga Rp20 ribu. Dengan membeli kartu perdana ini, konsumen akan mendapatkan benefit data aktivasi sebesar 0,5 GB setiap bulannya selama 6 bulan. Jadi, pengguna akan mendapatkan total kuota 3 GB.

“Untuk setiap pembelian voucher data, pelanggan juga akan mendapatkan bonus kuota mingguan dengan total bonus kuota hingga 13 GB selama setahun. Masa aktif kartu perdana sangat panjang hingga 365 hari, sehingga pelanggan tidak perlu takut kartu akan hangus,” jelasnya.

Keuntungan lainnya, kuota yang didapat pelanggan semuanya adalah kuota utama dan dapat digunakan di semua aplikasi untuk chatting, video streaming, Tik Tok dan media sosial macam Facebook, Instagram, Twitter, dan lain sebagainya.

Jefry mengungkapkan kartu perdana ini sesuai dengan misi Smartfren yang mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk tidak perlu was-was selama berkegiatan di rumah, baik bekerja, belajar ataupun sedang gabut.

Smartfren pun terus mengajak masyarakat untuk tetap tinggal di rumah karena faktor keselamatan di tengah pandemi virus Corona yang sedang melanda. (rel/ram)

Joni Tombang Marbun,SE Anggota DPRD Taput Sambangi Posko Jurnalis Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Taput Joni Tombang Marbun, SE sambangi Posko Jurnalis Covid.19, Rabu (15/04/2020) di Tanggul Aek Sigeaon Tarutung Tapanuli Utara, sekaligus memberikan masker kepada jurnalis yang peduli terhadap Covid 19.

Sebelumnya masyarakat di sekitar jalan Diponegoro, Jalan Gajah Mada Tarutung Anggota DPRD tersebut telah membagikan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) berupa masker dengan menjumpai masyarakat dengan door to door
Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona yang sangat mengkwatirkan seluruh masyarakat akhir-akhir ini, agar masyarakat menjaga diri dengan memakai masker tersebut.

Anggota DPRD Tapanuli Utara dari Fraksi Golkar Joni Tombang Marbun, SE saat diwawancarai mengungkapkan dalam memutus mata rantai penularan dari pada virus corona tersebut sangat dibutuhkan kerja keras dari semua pihak, masyarakat harus mematuhi segala anjuran dari pemerintah dan juga partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan dan kepada masyarakat agar menjauhi keramaian, tidak bergerombol demi kepentingan dan keselamatan bersama, ungkapnya.

Ditambahkannya, menjaga kebersihan serta menjaga imunitas tubuh juga merupakan hal yang sangat penting, mengingat virus tersebut sangat mudah menyerang dan masuk kepada manusia yang imunnya lemah atau kesehatannya terganggu, tambahnya.

Kepada insan pers Joni Tombang Marbun, SE harapkan kontribusi dan peran aktif insan pers dalam menyajikan berita tentang virus corona dan sedapat mungkin berita yang tersajikan harus mampu menjadi edukasi kepada pembaca berita tersebut dan bukan malah mengakibatkan kebingungan di tengah masyarakat, ungkapnya.

Pada tempat yang sama H.Sirait yang merupakan masyarakat yang ikut menerima bantuan tersebut mengapresiasi sentuhan dari anggota DPRD tersebut, serta mengharpakan anggota dewan lain agar turut menunjukkan empatinya ditengah-tengah Pandemi Covid 19 ini, ucapnya.(mt)

Jangan Anak Tirikan Petani di Tengah Pandemi Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba meminta pemerintah memberikan proteksi kepada petani, khususnya petani holtikultura yang terdampak Covid-19. Karena selama pandemi berlangsung, pemerintah pusat maupun daerah hanya fokus memperhatikan UMKM, Ojol, kesejahteraan para PNS dan pelayanan.

“Nasib para petani seperti terlupakan,” kata Mangapul Purba kepada wartawan, Rabu (15/4).

Menurutnya, petani adalah orang-orang kuat yang memiliki kemampuan bertahan hidup serta tidak pernah cengeng kepada pemerintah. Untuk itu, dia meminta perhatian khusus dari pemerintah agar memperhatikan nasib para petani, karena dalam diam mereka sudah sangat menderita merasakan dampak Covid 19.

“Oleh karena itu, kita meminta kepada, presiden/mentan, Pemprov, pemkab termasuk kepada Gugus Tugas Covid-19 agar memberikan perhatian khusus kepada seluruh petani di Sumut, demi kelangsungan hidup mereka,” ungkap Mangapul.

Dalam masa pandemi Covid-19, petani holtikultura merasakan dampak yang luar biasa dengan menurunnya penghasilan yang dikarenakan komoditas hasil pertanian tidak laku, karena permintaan pasar menurun drastis, sebab para pedagang dari kota terhalang datang membeli komoditi pertanian yang umumnya terletak di wilayah pedesaan.

“Kita juga menerima laporan, banyak petani yang terjebak dalam meminjam modal ke penyedia alat pertanian,dengan menurunya penjualan maka petani tidak bisa berbuat banyak lagi selain meratapi nasib,” ucap Mangapul prihatin.

Meski demikian, bagi petani, kegiatan harus dilanjutkan dengan melakukan upaya sekecil apapun demi mempertahankan hidup, dan sayangnya sampai hari ini Pemeritah seolah memperlakukan petani dan buruh tani sebagai anak tiri di negeri ini. “Kita prihatin bahwa Negara agraris seperti kita ini, tidak pernah mendengar dan membantu nasib para petani yang merupakan tulang punggung kehidupan bangsa,” pungkas Mangapul. (adz)

Bobby Nasution Bagikan 13.000 Paket Sembako di Medan

Bobby Nasution SAAT pembagian sembako kepada puluhan petugas kebersihan di Jalan Setia Budi Medan, Selasa (14/4) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wabah Covid 19 hingga saat ini sangat meresahkan masyarakat. Hal itu berdampak terhadap masalah sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya di Medan.

Guna membantu meringankan beban masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah, Bobby Nasution ikut turun tangan bergerak dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat di Kota Medan.

“Mulai hari ini, kita akan membagikan sekitar 13.000 paket sembako kepada masyarakat yang terdampak akibat Covid 19 ini,” ungkap Bobby Nasution di sela-sela pembagian sembako kepada puluhan petugas kebersihan di Jalan Setia Budi Medan, Selasa (14/4) sore.

Ayah satu anak ini menjelaskan, paket-paket itu nantinya akan diserahkan kepada seluruh tim relawan dan selanjutnya akan diserahkan kepada masyarakat yang akan membutuhkan.

“Target kita dalam pembagian sembako ini harus selesai dalam waktu 12 hari, artinya sebelum bulan puasa seluruh masyarakat yang membutuhkan paket ini sudah menerimanya,” ungkap Bobby.

Pengusaha kelahiran tahun 1991 ini berharap,  pembagian sembako ini dapat meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan sosial distancing.

“Paket yang kita berikan memang tidak banyak. Tapi insyaallah paket sembako ini dapat meringankan beban masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah, sehingga dapat memutus penyebaran Covid 19,” ujarnya.

Selain itu, Bobby Nasution mengingatkan para relawan untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengacu pada protokol kesehatan saat membagikan sembako tersebut.

“Saya meminta relawan untuk membagikan paket sembako ini secara door to door. Langsung ke masyarakat yang membutuhkan. Hindari kerumunan masyarakat saat pembagian sembako,” tegasnya.

Sementara itu, Asih (50) salah satu petugas kebersihan yang menerima bantuan sembako tersebut sangat senang, pasalnya pemberian sembako itu sangat dibutuhkan. “Alhamdulilah ya Allah, sembako ini sangat kami butuhkan pada saat sekarang ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan, dampak bencana Covid 19 ini sangat berdampak kepada kebutuhan rumah tangganya. “Semenjak adanya virus ini dek, ruang gerak kami untuk bekerja dibatasi, memang tang dilakukan pemerintah sudah tepat agar masyarakat tetap berada di rumah, namun kalau kami tidak bekerja apa pendapatan kami,” terang ibu 5 anak ini.

Ia juga berharap, agar kegiatan yang dilakukan Bobby Nasution akan terus berlanjut dan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkannya. (rel)

Google Luncurkan Situs ‘Mengajar dari Rumah’ versi Bahasa Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Google meluncurkan versi bahasa Indonesia dari Mengajar dari Rumah, kumpulan alat, tips, dan materi pelatihan, yang ditujukan untuk membantu para pengajar dan siswa melakukan pembelajaran jarak jauh selama wabah virus corona, Rabu (15/4).

Lewat inisiatif yang dikembangkan oleh Google for Education dengan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini, para pengajar dan siswa akan bisa mengakses materi pelajarannya di g.co/mengajardarirumah, serta situs Bersama Hadapi Korona milik Kemendikbud.

Google juga telah membantu membuat domain khusus yang bisa mendukung 1,8 juta akun pengajar dan siswa di lebih dari 4.600 sekolah di Jakarta, sehingga mereka bisa mengakses G Suite for Education dengan lebih mudah.

Dengan adanya inisiatif ini, Dr Iwan Syahril, Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pembelajaran, berharap, mudah-mudahan ekosistem pendidikan Indonesia semakin terpacu kesiapannya untuk menggunakan teknologi dalam pembelajaran.

Secara global, ada lebih dari 700 juta siswa yang tidak bisa pergi ke sekolah, termasuk 62 juta siswa yang terkena dampak di Indonesia. “Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap keluarga, sekolah, dan para guru yang selama ini berjasa besar dalam menumbuhkan minat anak untuk belajar. Dan kami ingin ikut membantu dalam cara apa pun yang kami bisa lakukan,” jelas Randy Jusuf, Managing Director, Google Indonesia.

Menurutnya, Mengajar dari Rumah adalah pengembangan dari langkah-langkah yang dilakukan Google untuk mendukung pendidikan jarak jauh, dengan menyediakan fitur-fitur premium Google Meet. “Gratis bagi semua pelanggan G Suite dan G Suite for Education hingga September 2020, serta menyediakan pelatihan dan tips melalui Google, YouTube dan YouTube Learning,” katanya.

ersama dengan REFO Indonesia, komunitas Google Grup Pengajar, dan Kemendikbud, Google juga telah meluncurkan serangkaian webinar untuk membantu para pengajar dan orang tua menerapkan strategi pembelajaran jarak jauh menggunakan solusi G Suite for Education. Webinar yang diharapkan bisa menjangkau 100.000 pengajar dan orang tua pada April ini, juga tersedia di platform Guru Berbagi.

Berkontribusi pada Bisnis & Ekonomi

Google juga telah menjabarkan langkah-langkah yang diambilnya untuk membantu kalangan bisnis di Indonesia. “Dampak dari wabah ini paling dirasakan oleh lebih dari 50 juta usaha kecil yang menjadi kekuatan inti ekonomi Indonesia, mulai dari warung dan losmen hingga restoran dan hotel. Kami ingin membantu mereka bertahan melalui krisis ini dan untuk selanjutnya bangkit kembali,” tambah Randy.

Google baru-baru ini telah mengumumkan komitmen sebesar $800 juta untuk membantu para pengusaha kecil mendapatkan akses ke bantuan finansial, hibah, dan kredit iklan.

Di level lokal Google juga mengalihkan Gapura Digital dan Women Will sepenuhnya ke kelas online, dengan mengadakan pelatihan keterampilan digital secara virtual setiap Senin sampai Kamis setiap minggu di 14 kota. Kemudian, menyambut 5.455 peserta Digital Entrepreneurship Academy pada minggu ini sebagai bagian dari program Digital Talent Scholarship Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Bekerja sama dengan pemerintah dan LSM untuk mendukung upaya memulihkan dan membangun ketahanan ekonomi masyarakat, serta menggandakan jumlah donasi yang diberikan oleh karyawan kami hingga $10.000 per orang–termasuk penggalangan dana internal untuk membantu Indorelawan. Donasi dari para Googlers ini akan disalurkan sebagai bantuan makanan, suplemen kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya bagi komunitas yang kurang mampu.

Menyediakan kredit Google Maps API bagi developer dan organisasi nonprofit serta Google Ads Grants bagi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu penyebaran pengumuman layanan masyarakat penting yang terkait dengan pencegahan dan penyebaran COVID-19.

Melalui Google Cloud, menyediakan layanan Jaringan Penayangan Konten dan kredit Google Cloud Platform ke BNPB untuk membantu agar situs covid19.go.id bisa berjalan dengan stabil. Google Cloud juga menyediakan infrastruktur teknologi bagi Ruangguru, yang membuka layanan sekolah online gratis yang diakses oleh lebih dari 1 juta pengguna pada hari pertamanya, serta membantu menyediakan layanan tak terputus bagi jutaan penjual dan pengguna Tokopedia di seluruh Indonesia.

 “COVID-19 memberikan tekanan besar pada kita semua, dan kami bertekad untuk melaksanakan tanggung jawab kami dalam masa-masa sulit ini, yaitu: menyediakan akses ke informasi yang andal, mendukung pembelajaran online, membantu usaha kecil, dan lebih banyak lagi,” tambah Randy. “Inisiatif yang kami umumkan hari ini hanyalah awalnya. Kami siap untuk mendukung Indonesia dan melakukan apa yang kami bisa untuk mengatasi COVID-19 serta membangun masa depan yang lebih solid.” (rel)

Kesulitan ekonomi di Tengah Pandemi Corona, Jangan Utang untuk Tambahan Modal

Ilustrasi.
Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Roda perekonomian masyarakat terpuruk dengan kondisi pandemi Covid-19. Hal itu, juga dirasakan pelaku UMKM. Ditambah dengan kondisi karantina wilayah. Disatu sisi, Kebijakan tersebut, mencegah penyebaran corona. Namun, di sisi lain semakin membuat dunia semakin lesuh.

“Belakangan ini, banyak pelaku UMKM maupun masyarakat yang mencoba mencari jalan keluar ditengah kesulitan ekonomi yang melilit akibat covid-19. Banyak pelaku bisnis yang dirugikan akibat respon kebijakan pemerintah yang memberlakukan karantina wilayah sehingga mau tidak mau pengusaha terpaksa menutup bisnisnya,” sebut Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Selasa (14/4).

Satu hal yang harus diketahui, Gunawan mengatakan dasarnya memburuknya dunia usaha belakangan ini bukan diakibatkan oleh masalah ekonomi. Namun penyebaran corona yang menjadi akar masalah sehingga muncul masalah ekonomi yang melilit dunia usaha.

“Serta mempersulit kondisi ekonomi masyarakat. Jadi misal kita memiliki usaha kuliner kelasnya UMKM, lantas omset menurun tajam,” kata Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara itu.

Dengan itu, Gunawan menjelaskan penambahan modal untuk kembali menggerakan usaha bukanlah solusi yang baik.

“Saya justru melihat pelaku usaha itu akan terbebani dengan masalah yang kian rumit, yakni penambahan beban utang kalau sandainya penambahan modal dari utangan. Ini menjadi masalah serius yang justru berpotensi muncul dalam jangka panjang,” tutur Gunawan.

Gunawan mengungkapkan bahwa penurunan omset penjualan ini terjadi dibanyak semua jenis usaha. Kecuali usaha pembuatan masker, APD atau obat-obatan yang dibutuhkan di tengah pandemi.

“Selebihnya, usaha apapun berpotensi mengalami kegagalan. Dan masalah ekonomi seperti ini, tidak bisa sepenuhnya dituntaskan melalui jalan lewat ekonomi pula,” ungkap Gunawan.

Gunawan mencontohkan sejumlah sektor usaha yang memiliki fundamental bisnis yang defensive. Seperti usaha yang menyediakan keutuhan pokok masyarakat seperti sembako saja mengalami kesulitan penjualan di tengah pandemic.

“Padahal logikanya masyarakat akan tetap membutuhkan kebutuhan pangan di tengah pandemic seperti yang sekarang ini,” tutur Gunawan.

Tidak hanya itu banyak dunia usaha yang tutup, sehingga memunculkan masalah ekonomi, tapi solusinya bukan lewat ekonomi. Semua dunia usaha saat ini tengah menanti solusi yakni, kapan pandemic ini berakhir, ada obat-obatan yang manjur serta ditemukannya vaksin.

Dengan itu, ditemukan maka secara otomatis masalah ekonomi saat ini bisa dituntaskan. ”Dengan sendirinya ekonomi akan kembali bergerak dan bisa mengurai satu persatu kesulitan ekonomi yang membelenggu. Jadi kalau memang memungkinkan usaha ditutup sementara, maka jangan ragu untuk menutupnya sementara,” pungkasnya. (gus/ram)

#DiRumahTerusMaju, Telkomsel Bersama Pelanggan Setia Galang Donasi Lewat Telkomsel POIN

Bantuan ADP DI Rumah Sakit Adam Malik di Terima Oleh Ibu Helima Tobing ( Humas RS Adam Malik)
Bantuan ADP DI Rumah Sakit Adam Malik di Terima Oleh Ibu Helima Tobing ( Humas RS Adam Malik)
Bantuan ADP DI Rumah Sakit Adam Malik di Terima Oleh Ibu Helima Tobing ( Humas RS Adam Malik)
Bantuan ADP DI Rumah Sakit Adam Malik di Terima Oleh Ibu Helima Tobing ( Humas RS Adam Malik)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel terus memantau perkembangan situasi terkini terkait pandemi COVID-19 serta terus berkomitmen untuk senantiasa menyediakan layanan berkualitas guna menjamin kenyamanan berkomunikasi pelanggan. Bukan hanya itu, melalui semangat #DiRumahTerusMaju, Telkomsel juga terus berupaya membantu seluruh element masyarakat memerangi pandemi ini. Salah satunya dengan menghadirkan program Donasi Telkomsel POIN.

General Manager Prime Segment and Direct Channel Management Sumatera Ricky E Panggabean, mengatakan, “Telkomsel dengan semangat #DiRumahTerusMaju bukan hanya berkomitmen untuk menghadirkan layanan maksimal bagi pelanggan dirumah. Sebagai leading digital telco company, kami juga proaktif untuk ikut serta dalam upaya mendukung pemerintah dalam hal penanganan COVID-19.”.

Program penggalangan donasi melalui Telkomsel POIN ini telah berlangsung sejak 20 Maret yang akan disalurkan ke Rumah Zakat untuk kemudian di distribusikan kepada RS Adam Malik dan RS USU di Medan dalam bentuk Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.

Bantuan ADP Di Rumah Sakit USU di Terima oleh Dr.dr Syah Mirsya Warli,Sp.U (K) di damping, dr Yu dan dr Dewi
Bantuan ADP Di Rumah Sakit USU di Terima oleh Dr.dr Syah Mirsya Warli,Sp.U (K) di damping, dr Yu dan dr Dewi

“Program donasi Telkomsel POIN ini adalah salah satu bentuk dukungan kami bersama pelanggan setia untuk berkontribusi mendukung seluruh elemen dalam memerangi pandemi ini. Dan kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah menukarkan Telkomsel POIN-nyadalam program Donasi Aksi Empati melawan Covid-19 ini”, tambah Ricky.

Sebelumnya, Telkomsel juga telah mendukung pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat untuk tetap bisa produktif #DirumahAja. Berbagai layanan dihadirkan, mulai dari paket gratis untuk belajar di rumah bagi pelajar, paket layanan murah CloudX untuk para pekerja, akses gratis situs resmi informasi COVID-19 Pemerintah, hingga penyediaan layanan broadcast SMS Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk penyebaran informasi terkini yang berkaitan dengan himbauan serta edukasi guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaraan masyarakat dalam memutus rantai penyebaran virus COVID-19 di Indonesia.

Upaya tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Telkomsel untuk bergotong royong bersama seluruh pemangku kepentingan dan mitra strategis lainnya dalam memberikan layanan terdepan untuk masyarakat Indonesia #AkselerasikanNegeRI. Telkomsel percaya, bersama kita akan lebih kuat dalam menjaga Indonesia.(*)

Dishub Medan Bagikan 1000 Paket Sembako

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terkena dampak sosial dari Covid-19 di Kota Medan, Dishub Medan membagikan 1.000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal itu diinisiasi oleh Kadishub Kota Medan, Iswar Lubis.

“Jadi saya meminta kepada para pejabat di lingkungan Dishub Medan untuk berkenan menyisihkan rezekinya untuk berbagi kepada masyarakat yang terkena dampak sosial dari pandemi ini. Alhamdulillah, ada terkumpul seribu paket. Walaupun berupa beras dan mie instan, tapi kita harap dapat bermanfaat buat saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya.

Pembagian sembako itu sendiri, kata Iswar, dilakukan oleh para pegawai Dishub Medan pada Selasa (14/4) di beberapa ruas jalan di Kota Medan. Pembagiannya pun tidak dilakukan dengan cara mengumpulkan massa, hanya dengan memberikan secara langsung kepada masyarakat membutuhkan yang terlihat di beberapa ruas jalan.

“Kita membaginya sambil keliling saja, biar mereka enggak ngumpul, sehingga tetap terjaga jaraknya (Social Distancing). Sementara ini kita akan keliling saja untuk seribu paket ini, kalau hari ini paket sembakonya belum habis, maka akan kita lanjutkan besok,” tutupnya.

Pantauan Sumut Pos, pembagian sembako dilakukan secara langsung oleh para pegawai Dishub Kota Medan kepada sejumlah masyarakat yang terkena dampak sosial dan sedang beraktivitas seperti penarik becak, pedagang es keliling, petugas parkir, petugas kebersihan, pemulung hingga masyarakat lainnya.(map/ila)

Dishub Medan & Satlantas Polrestabes Medan Gelar Razia Masker

PAKAI MASKER: Sejumlah pengendara motor mengenakan masker saat melintas di Jalan Sisingamangaraja Medan, beberapa waktu lalu. Hari ini Dishub Kota Medan bersama Satlantas Polretabes Medan merazia pengendara yang tidak mengenakan masker. Triadi Wibowo/Sumut Pos
PAKAI MASKER: Sejumlah pengendara motor mengenakan masker saat melintas di Jalan Sisingamangaraja Medan, beberapa waktu lalu. Hari ini Dishub Kota Medan bersama Satlantas Polretabes Medan merazia pengendara yang tidak mengenakan masker. Triadi Wibowo/Sumut Pos
PAKAI MASKER: Sejumlah pengendara motor mengenakan masker saat melintas di Jalan Sisingamangaraja Medan, beberapa waktu lalu. Hari ini Dishub Kota Medan bersama Satlantas Polretabes Medan merazia pengendara yang tidak mengenakan masker. Triadi Wibowo/Sumut Pos
PAKAI MASKER: Sejumlah pengendara motor mengenakan masker saat melintas di Jalan Sisingamangaraja Medan, beberapa waktu lalu. Hari ini Dishub Kota Medan bersama Satlantas Polretabes Medan merazia pengendara yang tidak mengenakan masker. Triadi Wibowo/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hal itu sebagai bukti ketegasan Pemko Medan dalam hal ini Dishub Medan dalam menegakkan imbauan Pemko Medan agar masyarakat selalu menggunakan masker bila harus keluar rumah sebagai bentuk nyata dalam memutus penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

“Mulai besok (hari ini,Red), Dishub Medan akan melakukan razia kepada masyarakat Kota Medan pengguna kendaraan yang tidak mengikuti imbauan pemerintah untuk menggunakan masker. Khususnya para pengendara umum seperti bus, angkot, becak berikut para penumpangnya, semua wajib pakai masker. Jadi, pengendara wajib masker!,” tegas Kepala Dishub Medan, Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Selasa (14/4).

Dikatakan Iswar, pihaknya akan menghentikan para angkutan umum tersebut bila melihat ada yang tidak menggunakan masker saat melakukan razia tersebut. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan untuk juga melakukan razia kepada pengendara roda dua yang tidak menggunakan masker, baik pengendara maupun penumpangnya.

“Kita akan razia di sejumlah ruas jalan di Kota Medan, bila ada yang tidak menggunakan masker, pasti akan kita stop dan akan kita beri teguran atas kesalahan itu. Sebab sudah jelas imbauannya, semua masyarakat wajib pakai masker saat keluar rumah,” ujarnya.

Namun tak hanya melakukan teguran, Iswar juga mengatakan akan memberikan masker kepada masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker saat razia tersebut.

“Setelah kita tegur dan kita beri peringatan atas kesalahannya, maka kita akan langsung memberikan masker kepada orang tersebut. Tak hanya kita berikan, tapi akan langsung kita pakaikan maskernya supaya semua masyarakat tertib dan mau memakai masker. Ini sekaligus mengedukasi masyarakat, bahwa memakai masker saat keluar rumah itu sangat penting,” jelas Iswar.

Namun, Iswar memastikan bahwa razia yang dilakukan Dishub Medan tersebut murni merupakan razia kedisiplinan pengguna kendaraan bermotor, baik para sopir maupun penumpangnya dalam menggunakan masker, bukan razia kelengkapan KIR.

Sebab selama memasuki masa tanggap darurat Covid-19, Pemko Medan melalui Dishub Medan telah menetapkan untuk menutup sementara layanan uji KIR di Kota Medan.

“Untuk sementara tidak akan dilakukan pemerikasaan KIR di jalan, bahkan yang sudah habis masa berlaku KIR nya akan dianggap masih berlaku. Itulah salah satu bentuk kepedulian Pemerintah kepada masyarakat dalam kondisi pandemi saat ini. Tetapi aturan menggunakan masker ini tegas kita tegakkan, Pemko Medan tegas dalam menegakkan aturan, ini demi kebaikan bersama,” ucapnya.(map/ila)