Home Blog Page 4404

Fakultas Kedokteran UISU Gelar Ujian CBT

PANTAU: Dekan Fakultas Kedokteran, dr Indra Janis dan Sekretaris panitia, Ir. Abdurrozzaq Hasibuan, MT pantau ujian offline dan online.
PANTAU: Dekan Fakultas Kedokteran, dr Indra Janis dan Sekretaris panitia, Ir. Abdurrozzaq Hasibuan, MT pantau ujian offline dan online.
PANTAU: Dekan Fakultas Kedokteran, dr Indra Janis dan Sekretaris panitia, Ir. Abdurrozzaq Hasibuan, MT pantau ujian offline dan online.
PANTAU: Dekan Fakultas Kedokteran, dr Indra Janis dan Sekretaris panitia, Ir. Abdurrozzaq Hasibuan, MT pantau ujian offline dan online.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di tengah wabah penyebaran virus corona atau Covid-19, terdapat 45 orang calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) mengikuti proses Computer Base Test (CBT) secara ofline diikuti 6 orang di Kampus UISU di Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu (12/4) kemarin. Sedangkan ujian secara online/daring melalui aplikasi zoom.

Sekretaris Panitia Penerimaan mahasiswa baru UISU TA 2020/2021, Ir. Abdurrozzaq Hasibuan, MT, mengatakan pelaksanaan ujian dalam bentuk CBT ini tetap mengikuti arahan dan anjuran pemerintah terkait upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19n

“Mulai dari kebersihan ruangan pelaksanaan ujian, penggunaan masker hingga persoalan jarak antara masing-masing peserta ujian dan keharusan mencuci tangan sebelum masuk ruangan,” ungkap Abdurrozzaq, Senin (13/4).

Sebab, kata Abdurrozzaq, panitia sejak awal sudah menyampaikan kepada calon peserta untuk mengikuti ujian secara daring melalui aplikasi zoom atau secara offline di Pusat Administrasi UISU Jalan SM Raja Medan. “6 orang mengikuti ujian secara offline dan selebihnya mengikuti ujian secara daring melalui aplikasi zoom,” tuturnya.

Abdurrozzaq mengatakan bahwa materi ujian CBT masih terkait kemampuan umum dan kemampuan dasar yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan matematika. Namun, khusus untuk calon mahasiswa kedokteran, UISU telah menerapkan proses seleksi yang ketat. “Tidak hanya ujian CBT, tapi juga kita akan melakukan test kesehatan dan test psikologi,”katanya.

Terpisah, Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin MAP mengatakan, seleksi yang dilakukan UISU terhadap calon mahasiswa Fakultas Kedokteran dalam rangka meningkatkan kualitas input mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di UISU.

“Kita berharap mahasiswa baru yang masuk tahun ajaran 2020/2021 merupakan hasil dari proses seleksi untuk menghasilkan mahasiswa-mahasiswa terbaik,” ujarnya.

Rektor UISU juga menambahkan bahwa ujian yang kali ini digelar merupakan ujian CBT gelombang pertama untuk Fakultas Kedokteran. Rencananya UISU akan membuka proses pendaftaran kembali untuk pelaksanaan ujian gelombang kedua pada Mei mendatang.

“Silahkan mendaftar secara online melalui www.pmb.uisu.ac.id dan whatsapp nomor 081263621919,”ucapnya. Selain itu, kata Rektor, tidak hanya fakulas Kedokteran saja karena UISU pada saat yang sama membuka pendaftaran sejak Maret lalu untuk 35 program studi yang ada di 9 Fakultas di UISU.(gus/ila)

Mendorong Menjadi BLU, Polmed Dirikan P4AB

LAPORAN: Ketua tim, Dr Meily Surianti (kiri), serahkan hasil laporan pengabdian masyarakat tentang pendirian P4AB kepada Wadir IV Bidang Kerjasama Polmed, Ing Heru Pranoto ST.
LAPORAN: Ketua tim, Dr Meily Surianti (kiri), serahkan hasil laporan pengabdian masyarakat tentang pendirian P4AB kepada Wadir IV Bidang Kerjasama Polmed, Ing Heru Pranoto ST.
LAPORAN: Ketua tim, Dr Meily Surianti  (kiri), serahkan hasil laporan pengabdian masyarakat tentang pendirian P4AB kepada Wadir IV Bidang Kerjasama Polmed, Ing Heru Pranoto ST.
LAPORAN: Ketua tim, Dr Meily Surianti (kiri), serahkan hasil laporan pengabdian masyarakat tentang pendirian P4AB kepada Wadir IV Bidang Kerjasama Polmed, Ing Heru Pranoto ST.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Politeknik Negeri Medan (Polmed) mendirikan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pajak, Akuntansi dan Bisnis (P4AB) di Gedung Kampus Polmed, Komplek USU, Medan. Didirikannya pusat pelatihan itu untuk mendorong peningkatan status Polmed dari Satuan Kerja (Satker) menjadi Badan Layanan Usaha (BLU).

Pendirian P4AB tersebut diinisiasi oleh sejumlah dosen Polmed yang melakukan pengabdian kepada masyarakat, terkait Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK)n

Ketua tim yang melakukan pengadian masyarakat, Dr Meily Surianti SE Ak MSi CA mengatakan, Polmed sebagai penyelenggara pendidikan tinggi vokasi masih berstatus Satker dan ingin meningkatkan statusnya menjadi BLU.

Selain itu, sebagai penyelenggara pendidikan tinggi vokasi seharusnya menjadi center of excellent untuk pengembangan keilmuan yang berorientasi pada dunia praktik.

“Untuk menjadi BLU membutuhkan sumber income generating di luar penerimaan-penerimaan yang bersifat rutin. Sebab, sumber yang dimiliki masih sangat minim. Karena itu, salah satu solusinya adalah dibentuk P4AB yang diharapkan dapat mendukung pengembangan ilmu yang berorientasi pada praktik dan juga menjadi sumber income generating dari jasa-jasa pelatihan serta konsultasi yang ditawarkan,” ungkap Meily didampingi anggota tim, Dina Arfianti Siregar SE MSi dan Riswanto SE MM CPA, Selasa (14/4).

Menurut Meily, status Polmed yang masih sebagai Satker memiliki keterbatasan di dalam melakukan aktivitas penyelenggaran kegiatan karena tidak memiliki keleluasaan di dalam melakukan pengelolaan anggaran.

Setiap penerimaan, harus dilaporkan serta dimasukkan ke rekening pemerintah, dan setiap pengeluaran harus melalui proses pengajuan anggaran setahun sebelumnya. Ketentuan-ketentuan ini tentu saja membuat ruang gerak Polmed menjadi sangat terbatas dan tergantung dari alokasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Jajaran pimpinan Polmed beserta Senat telah sepakat untuk memperjuangkan status kampus dari Satker menjadi BLU. Dengan status BLU maka akan memiliki otonomi, sehingga memiliki keleluasaan untuk mengelola Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tak hanya itu, diharapkan bisa melakukan berbagai percepatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” terang Meily.

Diutarakan dia, dengan adanya sumber income generating di luar penerimaan rutin tentunya dapat mendukung pelaksanaan program-program pengembangan lembaga. Sehingga, ke depannya bisa menjadi lembaga mandiri dengan karakter kewirausahaan yang kuat.

“P4AB Polmed direncanakan akan menyediakan jasa berupa pelatihan akuntansi, seperti SAK Short Course, Risk Management Short Course, Brevet A, B, dan C untuk pajak. Kemudian, pelatihan manajemen keuangan desa, Business Development Short Course, pendampingan untuk UMKM, BUMDes, dan lain sebagainya yang terkait,” jelas dosen akuntansi keuangan publik ini.

Anggota tim pengadian masyarakat, Dina Arfianti Siregar SE MSi menambahkan, saat ini perguruan tinggi negeri yang ada di Medan maupun Sumut belum ada secara lembaga mendirikan unit menawarkan jasa seperti ditawarkan oleh P4AB.

Bahkan, untuk swasta juga belum ada yang menyediakan jasa sekomprehensif P4AB Polmed. “Hanya ada lembaga yang menawarkan jasa konsultasi, sementara sebagian lagi menawarkan pelatihan,” ujar Dina. (ris/ila)

Bantu Sediakan Stok Darah, Pomdam I/BB Himpun 178 Kantung Darah

DONOR DARAH: Komandan Pomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan memeriksa kesehatan sebelum mendonorkan darahnya. dalam bakti sosial donor darah di Mapomdam I/BB Jalan Sena Kota Medan, Selasa (14/4). Persediaan darah dinilai penting menghadapi pandemi ini. Istimewa/Sumut pos
DONOR DARAH: Komandan Pomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan memeriksa kesehatan sebelum mendonorkan darahnya. dalam bakti sosial donor darah di Mapomdam I/BB Jalan Sena Kota Medan, Selasa (14/4). Persediaan darah dinilai penting menghadapi pandemi ini. Istimewa/Sumut pos
DONOR DARAH: Komandan Pomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan memeriksa kesehatan sebelum mendonorkan darahnya.  dalam bakti sosial donor darah di Mapomdam I/BB Jalan Sena Kota Medan, Selasa (14/4). Persediaan darah dinilai penting menghadapi pandemi ini. Istimewa/Sumut pos
DONOR DARAH: Komandan Pomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan memeriksa kesehatan sebelum mendonorkan darahnya. dalam bakti sosial donor darah di Mapomdam I/BB Jalan Sena Kota Medan, Selasa (14/4). Persediaan darah dinilai penting menghadapi pandemi ini. Istimewa/Sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polisi Militer Kodam (Pomdam) I/Bukit Barisan bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan menggelar bakti sosial donor darah di Mapomdam I/BB, Jalan Sena Kota Medan, Selasa (14/4). Donor darah dimaksudkan untuk membantu menyediakan stok darah PMI saat masa pandemi Covid-19.

Komandan Pomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan menyampaikan, kegiatan sosial donor darah ini sebagai bentuk dukungan dan membantu pemerintah. Dalam hal ini untuk mengatasi kekurangan persediaan darah di saat-saat merebaknya wabah virus corona di Indonesian

Diketahui, akibat wabah ini juga mempengaruhi ketersediaan darah untuk kebutuhan medis. Persediaan darah dinilai penting menghadapi pandemi ini. “Ketersediaan darah yang berkurang di saat pandemi Covid-19 ini, semoga bisa diatasi dan terbantu dengan kegiatan sosial donor darah ini,” ujarnya.

Komandan Denpom I/5 Medan, Letkol Cpm Anggun Hendryantoro, SH menyampaikan, pada donor darah bersama Pomdam I/BB dan Denpom I/5 dihimpun 85 kantong darah.

“Peserta donor sebanyak 118 orang, dengan rincian peserta dari Makopomdam I/BB sebanyak 62 orang dan dari Denpom I/5 sebanyak 56 orang. Namun dari jumlah peserta hanya 85 yang memenuhi syarat untuk boleh mendonor,” jelas Letkol Anggun.

Diketahui, Pomdam I/BB yang menaungi enam Denpom jajaran ini juga serentak melakukan kegiatan donor darah di berbagai daerah di wilayah tugas Pomdam I/BB. Selain Denpom I/5 Medan, lima Denpom jajaran juga menggelar aksi serupa dan menghimpun sebanyak 93 kantong darah.

“Dari kegiatan donor darah ini terkumpul dari pendonor yaitu para personel Pomdam I/BB beserta Denpom I/5 Medan dan Denpom jajaran lainnya sebanyak 178 kantong darah. Kegiatan sosial ini dilaksanakan dalam keadaman aman dan tertib,”pungkasnya.

Stok PMI Darah Kini Hampir 800 Kantung

Sementara itu, setelah sempat menipis, stok darah Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Medan kini sudah mulai bertambah. Kini, stok darah yang tersedia hampir 800 kantung.

Kepala Seksi Pelayanan Teknik Laboratorium dan Bank Darah Rumah Sakit UDD PMI Kota Medan, dr Ira Fitriyanti Putri Lubis mengatakan, penambahan stok darah berkat adanya TNI dan Polri yang melakukan kegiatan donor darah. Meski belum stabil, namun stok darah yang ada sudah kategori aman.

“Sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Polri dan TNI yang melaksanakan donor darah. Saat ini stok darah memang masih belum bisa dikatakan stabil, tetapi masih dikategorikan aman,” ungkap Ira, Selasa (14/4).

Disebutkan Ira, stok darah sehat yang bebas dari Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) per tanggal 14 April 2020 berjumlah 796 kantung. Jumlah ini terdiri dari stok darah lengkap atau Whole Blood (WB) sebanyak 679 kantung dan sel darah merah atau Packed Red Cell (PRC) 117 kantung.

“Stok WB yang tersedia, yaitu golongan A 259 kantung, golongan B 76 kantung, golongan AB 91 kantung dan golongan O 253 kantung. Sedangkan stok PRC, golongan A 86 kantung, golongan B 1 kantung, golongan AB 26 kantung, dan golongan O 4 kantung dengan total 117 kantong darah,” bebernya.

Ira menambahkan, apa yang dilakukan TNI dan Polri sudah sangat membantu persediaan stok darah. Diharapkan hal positif ini dapat menularkan ke instansi atau lembaga lain dan masyarakat Medan untuk melakukan donor darah. “Kegiatan donor darah tidak bisa setiap hari diadakan, karena yang sudah donor ke kita maka harus menunggu 2 bulan lagi,” paparnya.

Menurut dia, dengan adanya stok darah saat ini maka pihaknya masih bisa memenuhi kebutuhan rumah sakit yang ada di Medan. Pun begitu, tetap dengan sistem pemenuhan disesuaikan pemasukan darah yang ada.

Diutarakan Ira, selain disesuaikan dengan pemasukan, sistem pengeluaran darah saat ini mengutamakan donor pengganti dan donor keluarga yang masih terus diberlakukan. Sebab, peran dari pihak keluarga dan kerabat pasien untuk mendonorkan darahnya sangat dibutuhkan.

“PMI tidak bisa menyediakan darah jika tidak ada calon pendonornya. Dari keterangan beberapa pihak rumah sakit menyatakan, kalau pihak keluarga maupun kerabat pasien tidak bersedia mendonor dengan berbagai alasan. Salah satunya, takut keluar rumah, takut donor karena adanya Covid-19. Jika mereka keluarganya sendiri saja alasannya begitu, bagaimana masyarakat lain? Kalau begini kondisinya tentu menjadi susah. Padahal, yang mau dibantu keluarganya sendiri,” cetus perempuan berhijab ini.

Untuk itu, sambung dia, diharapkan kepada seluruh warga Kota Medan untuk saling membantu pasien yang sedang membutuhkan darah. (tri/ris/ila)

Masyarakat Tionghoa Sumut Salurkan Bantuan Tahap VI, Gubsu: Terima Kasih atas Kepeduliannya…

MENERIMA BANTUAN: Gubsu saat menerima bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara yang diwakili Juswan Tjoe.
MENERIMA BANTUAN: Gubsu saat menerima bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara yang diwakili Juswan Tjoe.
MENERIMA BANTUAN: Gubsu saat menerima bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara yang diwakili Juswan Tjoe.
MENERIMA BANTUAN: Gubsu saat menerima bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara yang diwakili Juswan Tjoe.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara kembali menyalurkan bantuan sembako berupa 4.000 karung Beras ukuran 5 Kg dan 5.000 minyak goreng serta 2.000 kotak mie instan untuk membantu mencegah dan menanggulangi percepatan penanganan penyebaran Covid-19 di Sumatera Utara.

Bantuan ini disalurkan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumatera Utara di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Selasa (14/4).

Ketua Harian Perhimpunan Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara sekaligus Koordinator Panitia Kerja Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara Peduli Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 di Sumatera Utara, Juswan Tjoe, mengatakan, bantuan tahap keenam ini sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara.

“Sebagai anak bangsa kami juga turut merasakan kesedihan dan kegundahan masyarakat yang berpenghasilan rendah atas ketidakpastian kapan berakhirnya wabah Covid-19 ini. Oleh karenanya Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara telah bergotong-royong untuk memberikan sumbangsihnya,” ujar Juswan pada saat melepas bantuan tersebut.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, saat menerima bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara, menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran panitia dan masyarakat Tionghoa Sumut lainnya yang telah ikut berpartisipasi.

“Terima kasih atas kepeduliannya. Bantuan yang diberikan secepatnya akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima. Namun terlebih dahulu kita akan melakukan pendataan agar bantuan berupa 4.000 karung Beras ukuran 5 Kg, 5.000 bungkus minyak goreng dan 2.000 kotak mie instan ini bisa didistribusikan secara merata,” ujar Gubernur didampingi sejumlah Kepala Dinas dan para asisten di lingkup Kantor Gubsu.

Hadir dalam pelepasan dan penyerahan sembako tersebut yakni Ketua Bidang Kepemudaan Perhimpunan MITSU Peter Suhendra, sekaligus selaku Ketua Pengadaan Logistik dan Para Ketua Perkumpulan/Yayasan Sosial Masyarakat Tionghoa di Sumatera Utara.

Bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara akan berlanjut pada Kamis (16/4) yang akan disalurkan kepada Kepolisian Daerah Sumatera Utara berupa 2.500 karung beras ukuran 5 Kg, 2.000 bungkus minyak goreng dan 1.000 kotak mie instan.

Kemudian, akan diserahkan bantuan sembako kepada 70-80 Kelurahan yang ada di Kota Medan masing-masing kelurahan akan diakokasikan sebanyak 200 paket terdiri dari beras, minyak goreng dan mie instan. (rel)

8 Kecamatan Zona Merah Covid-19, Upaya Pencegahan dengan Disinfektan

SEMPROT: Detasemen Gegana Brimob Poldasu saat menyemprot cairan disinfektan ke Kantor Wali Kota Medan, baru-baru ini. Pemko Medan diminta serius menangani penyebaran Covid-19 karena di 8 kecamatan saat ini sudah masuk Zona Merah Covid 19.
SEMPROT: Detasemen Gegana Brimob Poldasu saat menyemprot cairan disinfektan ke Kantor Wali Kota Medan, baru-baru ini. Pemko Medan diminta serius menangani penyebaran Covid-19 karena di 8 kecamatan saat ini sudah masuk Zona Merah Covid 19.
SEMPROT: Detasemen Gegana Brimob Poldasu saat menyemprot cairan disinfektan ke Kantor Wali Kota Medan, baru-baru ini. Pemko Medan diminta serius menangani penyebaran Covid-19 karena di 8 kecamatan saat ini sudah masuk Zona Merah Covid 19.
SEMPROT: Detasemen Gegana Brimob Poldasu saat menyemprot cairan disinfektan ke Kantor Wali Kota Medan, baru-baru ini. Pemko Medan diminta serius menangani penyebaran Covid-19 karena di 8 kecamatan saat ini sudah masuk Zona Merah Covid 19.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kota Medan, Arjuna Sembiring mengatakan, pihaknya tengah mengintenskan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menjaga kecamatan-kecamatan lainnya yang belum masuk ke dalam kawasan zona merah.

Seperti diketahui jumlah kecamatan di Kota Medan yang masuk dalam kawasan zona merah (red zone) Covid-19 naik secara signifikan. Tercatat hanya dalam waktu kurang dari satu pekan, jumlah kecamatan zona merah naik dua kali lipat dari 4 kecamatan menjadi 8 kecamatan.

“Kita jaga terus supaya tidak masuk ke dalam zona merah, upaya penyemprotan tetap dilakukan tiap-tiap kecamatan. Sedangkan untuk yang zona merah kita lebih intens melakukan penyemprotan disinfektan dengan mobil pemadam,” kata Arjuna kepada Sumut Pos, Selasa (14/4).

Dikatakan Arjuna, saat ini pihaknya di Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 juga terus berkoordinasi dengan seluruh elemen guna meminimalisir perkembangan Covid-19 di Kota Medan. Misalnya, dengan terus menggalakkan wajib menggunakan masker bila harus ke luar rumah, Satpol PP yang terus berpatroli terhadap seluruh rumah makan atau restoran yang masih melayani jasa makan/minum ditempat dan sebagainya.

“Semua upaya tetap dimaksimalkan, termasuk meningkatkan penyemprotan disinfektan di lokasi-lokasi zona merah tadi. Kita juga tetap meminta kesadaran masyarakat untuk membantu pemerintah memutus mata rantai wabah ini dengan tetap berada di rumah dan selalu menggunakan masker bila harus keluar rumah,” katanya.

Sementara itu, Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting mengatakan, pihaknya sebagai salah satu kecamatan yang telah masuk ke dalam kawasan zona merah penyebaran Covid-19 juga terus meningkatkan berbagai upaya guna menekan angka masyarakat yang tertular wabah tersebut.

“Pada tingkat kecamatan, kita menjalankan perintah pimpinan kota yaitu Plt Wali Kota Medan. Sesuai arahan-arahan beliau yang disampaikan baik lisan maupun tertulis, semalam (Senin) kami telah melakukan apel 3 pilar untuk menunjukkan bahwa Forkopimcam Medan Tuntungan bersatu dan bersinergi dalam upaya memutus mata rantai covid 19 di wilayah Medan Tuntungan,” kata Topan kepada Sumut Pos, Selasa (14/4).(*)

Balai Kota & DPRD Medan Sepi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gedung Kantor Wali Kota Medan terlihat sepi, hanya ada beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masuk kantor, OPD pun hanya berfungsi sebagai posko, sedangkan para ASN telah bekerja dari rumah.

Hal itu terjadi karena Pemko Medan telah menetapkan penyesuaian sistem kerja dari rumah alias Work From Home (WFH) sejak 26 Maret yang lalu yang kemudian diperpanjang sampai pada 31 Maret hingga batas waktu yang belum ditetapkan kembali.

“Iya, sampai sekarang masih WFH, sampai batas aman,” ucap Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Selasa (14/4).

Muslim juga mengatakan, hingga saat ini, proses WFH yang dilakukan oleh para ASN di Pemko Medan masih berjalan dengan baik. “Baik-baik saja, gak ada kendala yang berarti, semua berjalan baik dan langsung dikoordinator masing-masing pimpinan OPD,” ujarnya.

Kata Muslim, setiap ASN yang bekerja dari rumah telah diberi tugas masing-masing oleh para pimpinan OPD nya.

“Jadi tentunya akan dikontrol oleh masing-masing pimpinan OPD sesuai tugas yang diberikan,” jelasnya.

Sedangkan untuk rutinitas komunikasi dalam rapat harian, terutama rapat tim penanganan Covid-19 di Kota Medan, Pemko Medan tidak lagi melakukan rapat secara langsung dalam jumlah ASN yang banyak, melainkan sudah melakukan rapat dengan menggunakan teleconference.

Lantas bagaimana dengan para Wakil Rakyat di DPRD Medan? Pasca para ASN yang bertugas di DPRD Medan juga mengikuti sistem WFH yang ditetapkan oleh Pemko Medan, sehari-hari para Wakil Rakyat juga tidak lagi terlihat hadir di kantor DPRD Medan yang tepat berada di seberang gedung Balai Kota Medan.

“Saat ini semua wakil rakyat juga tidak diwajibkan untuk hadir ke kantor, setidaknya sampai masa tanggap darurat ini berakhir tanggal 29 Mei nanti dan akan di evaluasi lagi tergantung perkembangan,” ucap Pimpinan DPRD Medan dari Fraksi Gerindra, Ihwan Ritonga kepada Sumut Pis, Selasa (14/4).

Dikatakan Ihwan, saat ini lah waktu yang paling tepat bagi para wakil rakyat untuk kembali turun ke lapangan yakni daerah pemilihan (Dapil) nya masing-masing guna berbuat banyak kepada rakyat dengan membantu masyarakat yang saat ini sedang kesulitan karena terkena dampak sosial dari penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

“Ini waktu yang paling tepat bagi teman-teman di DPRD untuk langsung turun ke masyarakat guna mendengar langsung dan sebisa mungkin membantu masyarakat yang saat ini sangat membutuhkan. Sebisa mungkin bantu apa yang bisa dibantu, lakukan apa yang bisa dilakukan,” ujarnya. (map/ila)

Disdik Imbau Guru dan Orangtua: Berikan Siswa Pendidikan Pandemi Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdik Sumut) mengimbau kepada para guru dan orangtua siswa agar memberikan pendidikan belajar jarak jauh (daring) kepada siswa di rumah terkait pandemi Coronavirus Desease (Covid-19).

Hal ini dikarenakan Sumut telah memasuki status tanggap darurat. Demikian dikatakan Plt Kepala Disdik Sumut, Arsyad Lubis melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bagian Administrasi dan Keuangan UN Disdik Sumut, Saut Aritonang kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (14/4).

Dalam hal ini, lanjut Saut, maka pihaknya menginstruksikan, masa pelaksanaan proses belajar mandiri di rumah masing-masing melalui pembelajaran daring (online) diperpanjang sampai dengan tanggal 29 Mei 2020 dan dievaluasi kemuadian sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, Proses Belajar Mengajar (PBM) dari rumah dilaksanakan dengan ketentuan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. PBM dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19.

Kemudian, lanjutnya, aktivitas dan tugas pembelajaran ‘Belajar dari Rumah’ dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ fasilitas belajar di rumah. “Kepala sekolah tetap membagi guru bertugas dengan bekerja dari rumah (work from home) dan bekerja di satuan pendidikan masing-masing untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan dalam jaringan (daring),” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, kepala sekolah tetap memonitor proses belajar mengajar guru baik dengan dalam jaringan seperti WA Group, Google Meet Classroom, Schoology (daring/online) maupun luar jaringan/konvensional.

Pihaknya juga menginstruksikan kepada satuan pendidik di sekolah (guru, kepala sekolah, dan yang terkait), agar pelaksanaan proses belajar mandiri siswa khusus SMA, SMK, dan SLB di rumah melalui pembelajaran daring (online) di wilayah kerja cabang dinas pendidikan masing-masing, serta pelaksanaan pelayanan publik di sekolah masing-masing dengan membagi guru yang bertugas di satuan pendidikan masing-masing maksimal sebanyak 10%.

“Ini dimaksudkan agar siswa faham tentang pendemi Covid-19. Dan agar lebih mudah memutus mata rantai penyebarannya,” ujarnya. (mag-1/ila)

DPRD Dorong Pemkab Dairi Berdayakan Penjahit Lokal Buat APD Covid-19

PERAJIN: Anggota DPRD Dairi dari fraksi PDIP, Hendra Tambunan (kanan) saat memantau usaha tukang jahit Rumah Mode Tabitha di Jalan Sisingamangara Sidikalang yang diberdayakan untuk membuat APD penanganan Covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PERAJIN: Anggota DPRD Dairi dari fraksi PDIP, Hendra Tambunan (kanan) saat memantau usaha tukang jahit Rumah Mode Tabitha di Jalan Sisingamangara Sidikalang yang diberdayakan untuk membuat APD penanganan Covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PERAJIN: Anggota DPRD Dairi dari fraksi PDIP, Hendra Tambunan (kanan) saat memantau usaha tukang jahit Rumah Mode Tabitha di Jalan Sisingamangara Sidikalang  yang diberdayakan untuk membuat APD penanganan Covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PERAJIN: Anggota DPRD Dairi dari fraksi PDIP, Hendra Tambunan (kanan) saat memantau usaha tukang jahit Rumah Mode Tabitha di Jalan Sisingamangara Sidikalang yang diberdayakan untuk membuat APD penanganan Covid-19.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) telah melemahkan hampir semua sektor usaha tak terkecuali usaha tukang jahit.

Atas keprihatinan itu, anggota DPRD Dairi dari fraksi PDIP, Hendra Tambunan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar memberdayakan penjahit lokal dalam pembuatan alat pelindung diri (APD).

“Kita miliki pengrajin atau tukang jahit yang bisa diandalkan untuk membuat APD untuk kebutuhan tenaga medis dalam penanganan covid-19. Pemerintah tinggal melakukan pembinaan serta pengawasan dalam pekerjaan APD sesuai standart ditetapkan Dinas Kesehatan,” ujarnya usai memyerahkan APD, yaitu 100 buah baju hasmat kepada petugas medis di RSUD Sidikalanga, Selasa (14/4).

Hendra mengaku, APD baju hasmat yang diserahkan ke RSUD Sidikalang hasil karya para tukang jahit yang ada di kota Sidikalang. Dirinya berharap Pemkab Dairi bisa memberdayakan mereka, agar dimasa pendemi covid-19 ini mereka memdapat penghasilan. Hendra menyebut, ekonomi masyarakat sangat melemah akibat wabah covid-19.

Serly Napitupulu (38) pemilik Rumah Mode Tabitha saat ditemui wartawan di Jalan Sisingamangaraja bawah, Selasa (14/4) mengatakan, siap membantu pemerintah melalui talenta yang mereka miliki menjahit APD berupa baju hasmat dan masker. Serly mengaku, mereka para tukang jahit di kota Sidikalang saat ini bekerjasama menyelesaikan pesanan APD.

Serly mengaku, pembuatan APD khususnya baju hasmat harus sesuai standart Dinas Kesehatan.

“Untuk saat ini yang kita kerjakan baru pesanan dari anggota DPRD 100 buah baju hasmat. Kita memang berharap ada pesanan dari pemerintah sehingga para pengrajin ini ada pekerjaan dimasa pendemi covid-19. Dan yang banyak dikerjakan kawan-kawan tukang jahit saat ini hanya masker saja,” tambahnya.

Ditanya soal bahan baku, sampai sejauh ini bahan baku untuk pembuatan masker dan baju hasmat masih tersedia. Bahan dipesan dari Medan. Serly mengaku, dengan adanya pesanan APD dari anggota DPRD, 6 karyawanya saat ini ada pekerjaan.

“Sudah ada komunikasi dari pihak Pemkab Dairi untuk pembuatan APD. Tetapi mungkin karena ini menggunakan uang negara sehingga butuh proses kerjasama,” pungkasnya. (rud/ram)

Bupati Taput Berikan Bantuan di 11 Kelurahan se-Taput

BANTUAN: Bupati Taput secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Kadis Sosial untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19 di 11 Kelurahan se-Taput. dedi/sumut pos
BANTUAN: Bupati Taput secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Kadis Sosial untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19 di 11 Kelurahan se-Taput. dedi/sumut pos
BANTUAN: Bupati Taput secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Kadis Sosial untuk disalurkan kepada masyarakat  yang terdampak Pandemi Covid-19 di 11 Kelurahan se-Taput. dedi/sumut pos
BANTUAN: Bupati Taput secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Kadis Sosial untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19 di 11 Kelurahan se-Taput. dedi/sumut pos

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M. Si bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Ketua DPRD Taput Poltak Pakpahan, Kapolres Horas Marasi Silaen, Dandim 0210/TU Roni Agus Widodo dan Kajari Tatang Darmi dan para Wakil Ketua DPRD membagikan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin di 11 Kelurahan se-Taput. Acara ini dilaksanakan di Balai Data Kantor Bupati, Tarutung, Senin, (13/4).

“Penerima Bantuan Warga di 11 kelurahan ini diluar penerima PKH (Program Keluarga Harapan), namun apabila ada warga yang layak sebagai penerima bantuan imbas pandemi, akan dilakukan penyempurnaan data dan segera diberikan bantuan termasuk para tokoh Masyarakat, tokoh Agama serta para insan pers dan wartawan. Pemberian BLT dengan bentuk voucher ini agar tepat guna sekaligus mendukung usaha masyarakat untuk perputaran perekonomian.

Perlu saya tekankan kepada pengusaha yang dihunjuk agar menyediakan bahan yang layak dan tidak boleh ditukarkan dengan uang sehingga lebih mengena sesuai tujuan,. Apabila ada penyalur yang memberikan bantuan diganti dengan uang maka akan diambil tindakan tegas,” ucap Bupati usai bersama Forkopimda menyerahkan secara simbolis kepada para Lurah.

Bupati yang juga didampingi Sekda Indra Sahat Simaremare mengatakan bahwa sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Tapanuli Utara tetap bekerjasama dengan TNI dan Polri dan berharap seluruh masyarakat turut mendukung upaya pemerintah termasuk menjaga kekondusifan.

“Kita bersama Forkopimda selalu berupaya agar penanganan Covid-19 berjalan lancar dan berharap daerah kita tetap zona hijau. Tidak ada niat saya untuk tidak memberikan bantuan kepada masyarakat sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh ketentuan. Saya minta dukungan dan kerjasama semua masyarakat, jangan cengeng demi keselamatan diri sendiri dan keluarga, salah satu caranya dengan pengadaan masker secara mandiri. Dalam hal pencehagan penyebaran virus corona ini kita harus sejalan dan bersama sama menjaga kekondusifan di tengah-tengah masyarakat,” tegas Bupati.

“Saya minta kita semua menunjukkan keperdulian mengikuti himbauan dan peraturan yang diberlakukan. Kedepannya akan ada tindakan tegas kepada masyarakat yang tidak disiplin memakai masker. Kita juga sedang mempersiapkan lahan pemakaman khusus pasien positif dengan mempertimbangkan faktor keselamatan masyarakat juga,” tutupnya.

Sebelum penyerahan secara simbolis, Kapolres Taput menjelaskan mekanisme pendataan penerima dan verikasi ulang untuk memastikan validasi datang yang benar serta mengatakan sudah mengatur teknis penyaluran bantuan.

“Verifikasi yang kita lakukan bersama Dinas Sosial dan Kelurahan serta koordinasi dengan Kodim pada 11 kelurahan termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama dan wartawan, jumlah saat ini masih sementara karena Hari ini kita akan menuntaskan verifikasi pada 4 kelurahan.

Kita sudah tetapkan mekanisme pembagian bantuan agar tidak mengantri dan tidak ada kerumunan massa. Kita semua harus ingat bahwa ini merupakan kegiatan kemanusiaan, tidak ada yang boleh mengambil keuntungan pribadi, pengusaha harus membuat harga yang wajar. Polri dan TNI akan berupaya keras mendukung upaya Pak Bupati untuk pertahankan Taput zona hijau,”ujar Kapolres Horas Marasi Silaen.

Kepala Dinas Sosial Irwan Hutabarat dalam laporannya mengatakan bahwa jumlah sementara penerima bantuan sebanyak 2.766 sambil menunggu verifikasi data oleh tim gabungan. (rel/des/ram)

BMKG Imbau Warga Tetap Waspada, Hujan Es Diprediksi Masih Terjadi

Ilustrasi cuaca
Ilustrasi cuaca

TOBA, SUMUTPOS.CO – Hujan es dan angin kencang di wilayah Laguboti Balige Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut) dan sekitarnya disebabkan oleh adanya pertemuan dan belokan angin di wilayah Sumut akibat sirkulasi di wilayah perairan barat Sumatera.

Hal itu dikatakan Prakirawan Balai BMKG Wilayah 1 Medan, Budi Prasetyo kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (14/4). Selain itu, lanjutnya, kondisi suhu muka laut di wilayah Pantai Barat dan Timur Sumatera cukup hangat sehingga memberikan asupan massa udara basah yang cukup banyak serta pantauan Citra Satelit dan Radar juga menunjukkan adanya pertumbuhan awan-awan Cumulunimbus (CB) sebagai penyebab terjadinya hujan es dan angin kencang.

Namun, potensi terjadinya hujan es ini masih ada, tetapi kemungkinan terjadi lagi cukup kecil. “Kita berharap semoga saja tidak terjadi lagi,” harapnya.

Sebab, kata Budi, untuk kejadian hujan es cukup sulit terjadi karena memerlukan kondisi suhu awan dan suhu sekitar awan yang dingin.

Saat ini, tambahnya, untuk wilayah Sumut secara umum masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat khususnya di wilayah lereng, dan pegunungan.

Wilayah-wilayah pegunungan ini, papar Budi, lereng dan pantai barat berpotensi banyak awak-awan konvektif yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang.

“Kita menghimbau masyarakat untuk tetap waspada potensi terjadinya genangan-genangan air, atau paling ekstrim adalah banjir yang berasal dari sungai, serta longsor untuk di wilayah pegunungan dan lereng,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, hal ini dikarenakan, untuk 2-3 hari ke depan masih berpotensi hujan, intensitas ringan sedang lebat hingga sangat lebat, bahkan berpotensi cuaca ekstrim, dengan suhu di kisaran antara 24-32 derajat celcius di perkotaan dan 16-27 derajat celcius di pegunungan.

“Bahkan BMKG telah mengeluarkan peringatan, agar masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir pantai tetap waspada terhadap gelombang tinggi, yakni mencapai 2,5 meter. Diperkirakan terjadi di Perairan Utara Sabang, Samudera Hindia Barat Aceh dan Samudera Hindia Barat Nias, dengan kondisi sinoptik pola angin di Perairan Sumatera bagian Utara umumnya dari Timur hingga Barat daya dengan kecepatan 02 – 15 knot,” pungkasnya.

Sebelumnya, 34 rumah rusak akibat terjangan hujan es dan angin puting beliung yang menerpa 9 Desa di Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, pada Minggu (12/4) sekira pukul 14.35 WIB. Desa yang terkena dampak hujan es dan angin puting beliung adalah, Desa Oppu Raja Hutapea 2 KK, Desa Oppu Raja Hutapea Timur 11 KK, Desa Sitangkola 1 KK, Desa Simatibung 4 KK, Desa Pardinggaran 10 KK, Desa Sibuea 1 KK, Desa Oppu Raja Hatulian 3 KK, Desa Sibarani Nasampulu 1 KK dan Desa Tinggir Nipasir 1 KK. (mag-1/ram).