Home Blog Page 4407

Ombudsman: Pemko Sidimpuan Tak Serius Menghadapi Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ombudsman RI perwakilan Sumatera Utara meminta Pemko Padangsidimpuan menunjukkan keseriusan menghadapi wabah Covid-19 yang terus mengancam nyawa masyarakat. Menurut Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar, keseriusan Pemko Sidimpuan sangat membantu menenangkan kepanikan masyarakat pasca meninggalnya satu orang warga diduga akibat Covid19, beberapa waktu lalu.

“Tapi bila pemko tidak menunjukkan keseriusan, maka akan semakin menambah kepanikan masyarakat di tengah tingginya penyebaran wabah virus corona ini,” katanya menjawab wartawan, Selasa (14/4).

Melihat langkah yang dilakukan lima dokter spesialis yang mengundurkan diri karena uang insentif mereka selama tiga bulan tak dibayar, Abyadi menyebut, hal itu sebagai indikasi ketidakseriusan Pemko Padangsidimpuan menghadapi Covid19 ini. Apalagi sebelumnya terungkap, sejumlah tenaga harian lepas (THL) RS Padangsidimpuan melakukan aksi akibat ketidakjelasan status mereka serta belum dibayarnya hak-hak mereka.

Selain ruang isolasi pasien Covid-19 yang tidak memadai, juga terungkap ketiadaan Alat Pelindung Diri (APD). Belakangan, Gubsu Edy Rahmayadi menyerahkan bantuan APD ke rumah sakit tersebut. “Semua ini menguatkan dugaan kita bahwa Pemko Padangsidimpuan tidak serius menghadapi wabah mematikan yang mengancam warga masyarakatnya ini. Tidak terlihat oleh publik upaya Pemko Sidimpuan memperbaiki pengelolaan rumah sakit daerah itu,” katanya.

Pihaknya meminta pemko segera mengurus persoalan yang berkaitan dengan SDM rumah sakit. Termasuk apa-apa saja hak dan kebutuhannya. “Bagaimana para medis mau bekerja dengan risiko ancaman nyawa, sementara hak hak mereka tidak diperhatikan? Karena itu, kita meminta Pemko Sidimpuan segera selesaikan dulu masalah yang disampaikan paramedis tersebut, baik yang disampaikan para dokter maupun para tenaga THL-nya,” tegasnya.

Kemudian, lengkapi APD, sarana dan prasarana rumah sakit. Apalagi, RS Padangsidimpuan salah satu rumah sakit rujukan pasien Covid-19. “Jadi, ini sangat penting. Pemko harus segera bertindak cepat. Jangan biarkan masyarakat terus dihantui kepanikan akibat pemko tidak menunjukkan keseriusannya,” katanya.

Sebetulnya, pemerintah sudah memberi kewenangan kepada daerah melakukan refocussing atau realokasi anggaran di daerah masing-masing. Jadi artinya, pemerintah daerah bisa melakukan perubahan anggaran dengan memfokuskan penanganan Covid-19. “Nah, Pemko Padangsidimpuan harus segera bertindak. Benahi itu rumah-rumah sakit, sehingga bisa memberi layanan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Abyadi lagi, keberadaan dokter spesialis merupakan salah satu persyaratan RSUD Kota Padangsidimpuan untuk menunjang SDM penanganan virus corona. Terlebih RSUD Padangsidimpuan telah ditetapkan sebagai rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. “Untuk kenaikan akreditasi, keberadaan dokter spesialis juga menjadi syarat. Padahal, rencananya rumah sakit ini akan diusahakan menjadi akreditasi B,” pungkasnya.(*)

Ragam Aksi Solidaritas Hadapi Wabah Covid-19, Bantuan Donatur Terus Mengalir

TERIMA: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu Musa Rajekshah terima bantuan sembako dan masker dari Astra Financial, Selasa (14/4).
TERIMA: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu Musa Rajekshah terima bantuan sembako dan masker dari Astra Financial, Selasa (14/4).
TERIMA: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu Musa Rajekshah terima bantuan sembako dan masker dari Astra Financial, Selasa (14/4).
TERIMA: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu Musa Rajekshah terima bantuan sembako dan masker dari Astra Financial, Selasa (14/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketidakpastian ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang tengah mewabah di berbagai wilayah Indonesia, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Di tengah suasana gamang tersebut, aksi-aksi solidaritas dari para donatur terus mengalir untuk mendukung tugas pemerintah, tenaga medis, hingga masyarakat terdampak Covid-19.

Bantuan datang dari lembaga pemerintahan, konsul jenderal negara asing, kedutaan besar negara asing, perusahaan, hingga lembaga masyarakat.

Sebelumnya, Sumut Pos mencatat sejumlah sumbangan dari para donatur, baik berupa masker, APD, alat medis, hand sanitizer, disinfektan, sembako, dan sebagainya datang dari Tambang Emas Martabe (PT Agincourt Resources) Tapsel, PDAM Tirtanadi dan Bank Sumut, Pelindo dan PMI, Partai Demokrat, PDIP, Regal Spring Indonesia, dan lainnya.

Senin dua hari lalu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut juga menerima donasi sembako dari tiga perusahaan, yaitu PT Sintong Abadi, PT Musim Mas, dan PT Adimulia Golden Lestari, untuk disalurkan ke masyarakat.

Kemarin, Tim Gugus Tugas kembali menerima donasi dari tokoh masyarakat H Anif Shah sebesar Rp100 juta, untuk membantu penanganan Covid-19 di Sumut.

Aksi dermawan lainnya juga datang dari pengusaha Puspo Wardoyo, pemilik Rumah Makan Wong Solo, yang menyediakan konsumsi bagi para TKI yang dipulangkan dari Malaysia. Konsumsi yang disediakan berupa tiga kali makan dan 2 kali cemilan selama TKI dikarantina.

Bantuan juga mengalir dari Perkumpulan Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara (Mitsu), berupa sembako untuk masyarakat. Bantuan terdiri dari beras 20.000 kg, mie instan 80.000 bks dan minyak goreng 8.000 kg. Bantuan diserahkan Koordinator Mitsu, Juswan Tjoe kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (14/4).

“Saya atas nama warga Sumut menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap segala bentuk kepedulian yang ada. Saya percaya, apa yang disumbangkan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama bagi mereka yang terdampak, yakni masyarakat yang bekerja harian,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut.

Koordinator Mitsu Juswan Tjoe mengatakan, masyarakat Tinghoa tidak hanya memberikan bantuan sembako saja, tapi juga kebutuhan medis. “Kita harap bantuan ini bisa dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ucap Juswan.

Di hari yang sama, PT Medan Sugar Indonesia juga turut memberikan sumbangan berupa gula putih sebanyak 1.000 Kg kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Zonny Waldi.

Berikutnya, bantuan paket sembako dan masker datang dari Astra Financial, yakni dari Regional Sales Head Sumbagut Astra Credit Companies. Bantuan diserahkan di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (14/4).

“Terima kasih untuk bantuanya ini. Saya pastikan ini akan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan bantuan ini mampu membuat rakyat kita menjadi lebih bersemangat untuk menghadapai Covid-19 ini,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi, didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina.

Bantuan terdiri dari 10.000 paket sembako dan masker dengan total nilai donasi sebesar Rp2 miliar, berasal dari 11 lembaga jasa keuangan Astra Financial, yaitu Astra Credit Companies (ACC), Toyota Astra Financial Services (TAF), Asuransi Astra, Permata Bank, FIF Group, Astra life, SANFinance, Komatsu Astra Finance (KAF), Astra Ventura, Dana Pensiun Astra dan MauCash.

Selanjutnya, bantuan ini akan didistribusikan secara bertahap melalui Dinas Sosial dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut kepada masyarakat yang membutuhkan.

Perwakilan Astra Financial Regional Sales Head Sumbagut Astra Credit Companies, Willy Winardi, mengharapkan agar bantuan yang diberikan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak wabah Covid-19.

“Dalam upaya untuk membantu meringankan beban yang dirasakan oleh masyarakat, Astra Financial menyalurkan dana sosial dalam bentuk paket sembako dan masker yang ditujukan untuk masyarakat Sumut,” tambahnya.

Tim Gugus Tugas penanganan Covid -19 Sumut juga menerima bantuan dari PT Universal Gloves berupa 10.000 sarung tangan karet yang dikemas dalam 10 karton. Sumbangan ini nantinya akan dipergunakan untuk kepentingan sosial terkait penanggulangan Covid-19 di Sumut.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut melalui Wakil Sekretaris Gugus Tugas, Riadil Akhir, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan kepedulian untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Sumut.

Diharapkan, aksi serupa juga akan terus bermunculan di tengah masyarakat dan kondisi sulit saat ini bisa segera berakhir. “Donasi-donasi yang telah kita terima akan kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk menangani Covid-19 di Sumut. Pada situasi saat ini, kebersamaan dan memperkuat solidaritas memang harus kita utamakan. Sama-sama kita berdoa, mudah-mudahan Covid-19 ini segera berakhir dan keadaan kita membaik kembali seperti semula,” ucapnya melalui telepon, Selasa (14/4). (rel/prn)

Sumut Transmisi Lokal Covid-19, Kasus Positif Tembus 100 Orang

BANTUAN Gubsu Edy Rahmayadi saat menerima bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (14/4).
BANTUAN Gubsu Edy Rahmayadi saat menerima bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (14/4).
BANTUAN Gubsu Edy Rahmayadi saat menerima bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (14/4).
BANTUAN Gubsu Edy Rahmayadi saat menerima bantuan dari Masyarakat Tionghoa Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (14/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) saat ini sudah masuk dalam kategori pusat penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hal ini dikarenakan dalam beberapa kasus positif Corona, telah terjadi transmisi lokal (penyebaran dari masyarakat ke masyarakat setempat), bukan lagi dari luar wilayah Sumut.

JURU Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, dr Aris Yudhariansyah mengungkapkan hal itu dalam keterangan pers melalui video streaming, Selasa (14/4). Akan tetapi, kata Aris, secara resmi kategori ‘pusat penyebaran’ itu belum ditetapkan oleh Pemeritah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. “Apakah Sumut sudah memasuki penyebaran Covid-19, (jawabannya) iya,” kata Aris.

Dia mengaku, ada beberapa literatur atau informasi yang informal diterima pihaknya, bahwa Sumut sudah merupakan daerah yang memiliki local transmition. Namun demikian, secara resmi belum menerima suratnya.

“Berdasarkan informasi-informasi di luar seperti itu (transmisi lokal). Hal ini masih terus menjadi tugas kami untuk melakukan penyelidikan epidemiologi guna membuktikan informasi-informasi tersebut,” ungkapnyan

Ia menyatakan, harus disadari faktor pendorong penyakit Covid-19 ini adalah orang yang terinfeksi dengan pergerakan aktivitas yang memungkinkan penyakit ini berpindah dari tempat satu ke tempat lain. Kemudian, adanya kelompok masyarakat yang rentan karena tidak bisa melindungi dirinya, tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak komunikasi lebih dari 2 meter secara fisik. Inilah yang menjadi ruang besar terjadinya penularan-penularan di luar rumah sakit.

“Oleh karena itu, mutlak harus dibatasi aktivitas sosial kita, mobilitas sosial agar risiko menularkan atau tertular bisa kita tekan semaksimal mungkin. Untuk itu, hanya satu yang bisa kita lakukan mari bergotong-royong, bertenggang rasa, saling melindungi dengan cara mematuhi ketentuan yang telah dibuat oleh pemerintah,” katanya.

Menurut sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini, sifat virus Corona mampu berkembang biak dengan membelah diri, mereplikasi dirinya dan seringkali bermutasi. Karena itu, ini sangat rentan apabila orang yang tak patut untuk tetap tinggal di rumah terpapar berulang-ulang oleh pembawa virus.

Secara klinis, gambaran jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh akan berpengaruh pada gambaran keluhan klinisnya. Semakin banyak virus yang masuk ke dalam tubuh, maka akan semakin berat gejala fisik yang nantinya muncul. Maka dari itu, seluruh dunia sepakat untuk menyatakan tetap tinggal di rumah agar paparan virus ini tak semakin hari semakin banyak, yang nantinya akan berimplikasi kepada keluhan fisik semakin lama semakin buruk.

“Kita sudah menyaksikan penyebaran virus corona sejak beberapa minggu terakhir ini, semakin cepat dan semakin banyak. Ini adalah gambaran nyata bahwa aktivitas sosial kita belum kita batasi dengan baik. Oleh karena itu. marilah bersama-sama kita pahami, harus sadar bahwa diantara keluarga masyarakat ada keluarga yang rentan terinfeksi, rentan terpapar oleh virus yaitu orang yang masih memiliki aktivitas sosial sangat aktif berada di luar rumah dan terkadang tidak penting. Akibatnya, akan terpapar oleh banyak sekali virus yang dibawa oleh orang lain yang kita tidak tahu, apakah mereka dalam kondisi sakit atau tidak. Karena, gambaran orang tanpa gejala sudah dipastikan tidak ada keluhan apa-apa,” papar Aris.

Dijelaskannya, setiap orang di dalam tubuhnya sudah ada virus, atau orang dengan keluhan yang ringan sehingga diinterpretasikan sebagai sakit. Apabila ini kemudian mengenai para lansia, para orang tua yang disertai penyakit bawaan sebelumnya, pada kasus hipertensi diabetes maka akan dengan cepat kondisinya menjadi buruk. Hal inilah yang nanti berkontribusi terhadap penyebab kematian.

Untuk itu, mari lindungi mereka, lindungi siapapun yang rentan dengan cara tetap tinggal di rumah saja. Manakala ada sesuatu yang penting tak bisa ditinggalkan dan harus keluar rumah, gunakan masker dan batasi di luar rumah. Setelah itu, secepatnya kembali kalau memang sudah tak ada lagi yang dilakukan di luar rumah.

“Imunitas seseorang akan menentukan berat ringannya gejala yang muncul, termasuk rentan tidaknya seseorang untuk tertular infeksi virus ini. Namun, dengan istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, sabar, tenang, istirahat, olahraga teratur dan tidak panik, menjadi sangat penting. Selain itu, gunakan master, jangan menyentuh mata, mulut, hidung sebelum cuci tangan sampai bersih menggunakan sabun dengan air yang mengalir minimal 20 detik,” terangnya.

Aris menyebutkan, hingga Selasa sore jumlah psotif Covid-19 di Sumut sudah mencapai 100 orang, dimana pasien positif hasil swab PCR berjumlah 76 orang dan rapid test 24 orang. Dari jumlah ini, 9 orang meninggal dunia dan 11 orang sembuh. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 96 orang.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 101 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) 2.421 jiwa. Dari jumlah PDP Covid-19 tersebut, terdapat 4 orang anak yang sedang dirawat di RSU Martha Friska Multatuli. “Kita patut bersyukur bahwa sudah ada 11 orang yang sembuh dari penyakit ini. Hal itu menunjukkan bahwa Covid-19 dapat disembuhkan dan kita mampu. Semoga jumlah pasien yang sembuh bisa terus bertambah dari waktu ke waktu, mari kita bangkitkan optimisme secara bersama-sama,” sebutnya.

Diutarakan Aris, data-data tentang Covid-19 tersebut merupakan data yang digunakan bukan hanya dalam konteks untuk merawat pasien. Akan tetapi, juga dalam konteks untuk melakukan penelusuran kontak erat agar di luar terus-menerus bisa mencari, menemukan dan melakukan isolasi, sehingga penularan tidak terus terjadi.

Kunci keberhasilan penanganan Covid-19 adalah basis kekuatan masyarakat semua. Kekuatan masyarakat untuk saling disiplin, patuh mengingatkan satu sama lain, bergotong-royong agar tetap berada di rumah, menjaga jarak pada saat komunikasi sosial secara fisik, gunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan tak melaksanakan perjalanan ke manapun serta tetap berada di rumah.

“Berpergian ke manapun akan mendatangkan risiko besar, karena mungkin terpapar oleh orang yang sakit. Tapi, manakala kita yang sakit mendatangi orang tua di kampung maka ini akan menyebabkan mereka menjadi sakit. Penyebaran masih terjadi, oleh karena itu patuhilah kebijakan yang harus dipatuhi, bukan hanya untuk diketahui tapi harus dijalankan. Insya Allah bulan ramadan akan kita hadapi, maka itu mari kita bersama karena bersama kita bisa menjaga agar tetap sehat,” harapnya.

Aris mengaku, saat ini sampel dari semua penderita Covid-19 dikirimkan ke Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI di Jakarta. Karena padatnya pengiriman spesimen yang ada di Jakarta, sehingga mungkin semua data-data yang diperlukan dari pasien ini menjadi lambat masuk. Oleh sebab itu, dalam waktu yang tidak lama lagi akan bekerja sama dengan salah satu instansi vertikal kementerian yang akan membantu pemeriksaan spesimen di Sumut.

PDP di Tebingtinggi Jadi 8 Orang

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Jumlah PDP di Kota Tebingtinggi terus bertambah. Hingga Selasa (14/4), jumlah PDP di Kota Lemang bertambah menjadi 8 orang dan kini sedang menjalani perawatan di RS GL Tobing Tanjungmorawa dan RSUD dr Kumpulan Pane Tebingtinggi. “Ada 4 PDP yang dirawat dari hasil pemeriksan pertama dinyatakan negatif Covid 19.

Sedangkan 4 orang lagi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari Batlibankes RI,” jelas Juru bicara Gugus Tugas Covid 19 Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia saat konferensi persnya di Kantor Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (14/4).

Untuk kasus ODP juga mengalami kenaikan menjadi 584 orang, semuanya masih menjalani perawatan isolasi mandiri di rumah. Satu orang yang dinyatakan Positif Covid 19, masih menjalani perawatan di RS GL Tobing Tanjungmorawa.

Kenaikan jumlah OPD dan PDP dipengaruhi dengan banyaknya warga Kota Tebingtinggi yang baru pulang dari perantauan. “Kami berharap kepada masyarakat Kota Tebingtinggi yang ada di perantauan jangan pulang dulu, sampaikan kondisi fase fase ini bisa dilalui,” jelasnya.

Nanang Fitra Aulia juga berharap kepada seluruh masyarakat Kota Tebingtinggi untuk mematuhi protokoler kesehatan yang sudah diperintahkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19. “Kami meminta sekali lagi kepada masyarakat jika keluar rumah untuk menggunakan masker. Hindari kerumunan kerumunan orang, karena masyarakatlah yang paling bisa diharapkan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19,” pintanya. (ris/ian)

Tiga Anak Buah Kapal KM Kelud Positif Covid-19

BERSANDAR: KM Kelud saat bersandar di Pelabuhan Belawan, belum lama ini. Senin (13/4) malam, KM Kelud dari Batam tiba di Pelabuhan Belawan dan akan dikarantina sementara.
BERSANDAR: KM Kelud saat bersandar di Pelabuhan Belawan, belum lama ini. Senin (13/4) malam, KM Kelud dari Batam tiba di Pelabuhan Belawan dan akan dikarantina sementara.
BERSANDAR: KM Kelud saat bersandar di Pelabuhan Belawan, belum lama ini. Senin (13/4) malam, KM Kelud dari Batam tiba di Pelabuhan Belawan dan akan dikarantina sementara.
BERSANDAR: KM Kelud saat bersandar di Pelabuhan Belawan, belum lama ini. Senin (13/4) malam, KM Kelud dari Batam tiba di Pelabuhan Belawan dan akan dikarantina sementara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anak buah kapal (ABK) dan penumpang Kapal Motor (KM) Kelud dari Pelabuhan Tanjung Priok yang bersandar di Pelabuhan Belawan, dia menyatakan sudah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap mereka pada Senin (13/4) malam.

Sebelumnya, sempat bersadar di Batam ditemukan beberapa ABK-nya secara pemeriksaan rapid test positif. Karenanya, para ABK yang positif itu diturunkan dan diisolasi di Batam. Sementara kapal terus berjalan bersama ABK dan penumpang yang lain.

“Kami bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) telah melakukan skrining kepada seluruh ABK dan penumpang yang tiba di Pelabuhan Belawan menggunakan kapal tersebut. Saat pemeriksaan skrining menggunakan rapid test ternyata positif, sehingga kita isolasi dan dirawat di RSU Martha Friska.

Sedangkan para penumpang yang lain kita karantina sementara 14 hari di Deli Serdang (Sei Karang, Galang, PTPN III), sambil menunggu pemeriksaan dan penjemputan oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota asal mereka,” bebernya.

Saat dikonfirmasi berapa jumlah ABK yang positif, Aris mengatakan berjumlah tiga orang. Setelah dinyatakan positif, selanjutnya ketiga ABK tersebut langsung dilarikan ke RSU Martha Friska dengan ambulans. Selain ketiga ABK, awak kapal dan 36 penumpang kapal lainnya negatif.

Oleh karena itu, atas ditemukannya kembali 3 orang lainnya yang positif Covid-19 di kapal tersebut maka total keseluruhan ABK yang positif sesuai rapid test berjumlah 43 orang. Sebab, 40 orang sebelumnya sudah dievakuasi di RS Infeksi Khusus Galang Batam, dan 1 lainnya diisolasi di RSBP Batam.(*)

Bandar Sabu Medan Labuhan Ditangkap, Disita 1,5 Ons Sabu & Rp40 Juta

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Polres Pelabuhan Belawan kembali meringkus bandar sabu di rumahnya Jalan Jermal Raya, Lorong VI, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan. Dari tangan Irpansyah (35), polisi berhasil menyita barang bukti 1 5 ons sabu dan uang Rp40 juta serta timbangan elektronik.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M R Dayan, Selasa (14/4), mengatakan, penangkapan tersangka merupakan target operasi (TO) yang selama ini menjadi sasaran personel di lapangan. Berkat laporan dari masyakat, petugas berhasil menyelidiki tersangka yang selama ini menjadi bandar sabu di sekitar tempat tinggalnya.

“Setelah informasi akurat, petugas di lapangan langsung menggerebek rumah bersangkutan. Setelah digeledah ditemukan sabu seberat 1,5 ons dan uang Rp40 juta,” kata Dayan.

Hasil keterangan tersangka, barang bukti itu rencananya mau dipasarkan di sekitar tempat tinggalnya. Barang tersebut diperoleh dari temannya berinsial T, petugas langsung melakukan pengembangan namun belum berhasil menangkap T.

“Kawasan Seimati ini merupakan rawan narkoba, makanya kita terus lakukan upaya penindakan ke lokasi tersebut. Untuk teman tersangka berinisial T sudah kita tetapkan DPO dan masih kita lakukan pengemabangan,” ucap kapolres.

Harapan orang nomor satu di Mapolres Pelabuhan Belawan kepada masyarakat untuk turut berperan memberikan informasi pelaku narkoba. Agar kepolisian terbantu untuk memberantas peredaran narkoba. (fac/azw)

“Kita minta masyarakat harus berperan menyampaikan informasi, kita sebagai polisi akan melindungi identitas masyarakat yang mau membantu polisi. Sebab, tanpa masyarakat polisi tidak bisa bekerja,” pungkas Dayan. (fac/azw)

Gempabumi Tektonik M5,0 Dirasakan di Banda Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Banda Aceh diguncang gempabumi tektonik pada Rabu, 15 April 2020 pukul 02.36.16 WIB,. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M=5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.55 LU dan 95.95 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 64 km BaratDaya Meulaboh-Aceh Barat pada kedalaman 41 km.

Kepala Pusat Gempabumi Rahmad Triyono mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar turun (normal fault).

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerahBanda Aceh II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. ). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Hingga hari 15 April 2020 pukul 03.10 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.

Rahmad juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.(*)

Hina Warga Belawan, Polisi Tahan Youtuber Aleh-aleh Medan

DILAPORKAN: Diduga lecehkan Kota Belawan seorang Youtuber , RH alias Aleh dilaporkan.
DILAPORKAN: Diduga lecehkan Kota Belawan seorang Youtuber , RH alias Aleh dilaporkan.
DILAPORKAN: Diduga lecehkan Kota Belawan seorang Youtuber , RH alias Aleh dilaporkan.
DILAPORKAN: Diduga lecehkan Kota Belawan seorang Youtuber , RH alias Aleh dilaporkan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Polres Pelabuhan Belawan akhirnya menetapkan Rahmat Hidayat alias Aleh (20) pemilik Youtube Aleh-aleh Khas Medan sebagai tersangka dan menahannya atas dugaan kasus penghinaan warga Belawan dan pelecahan lagu ‘Aisyah Istri Rasulullab’.

“Benar, yang bersangkutan sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra, Selasa (14/4).

Tersangka telah terbukti melakukan pelecehan dan penistaan terhadap agama dan masyarakat Belawan dengan dijerat Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) .

“Tersangka mulai hari ini kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah kita tahan,” sebutnya.

Disinggung apakah ada tersangka lain terlibat dalam kasus tersebut, perwira berpangkat tiga balok emas ini mengaku belum ada. Pihaknya masih mendalami terlebih dahulu.

“Kita masih dalami dulu, kalau ada tersangka lain nanti akan kita kabari. Untuk saat ini masih kita masih mendalami kasus ini,” pungkas Jerico.

Menggapi itu, Sekretaris Forum Anak Belawan Bersatu (FABB), Adli Azhari mengapresiasi tindakan cepat pihak kepolisian yang telah menetapkan pemilik Youtube Aleh-aleh Khas Medan sebagai tersangka dan telah menahannnya. “Kita minta yang bersangkutan dihukum setimpalnya, agar memberikan efek jera dan menjadikan pelajaran bagi orang lain untuk tidak sembarangan menggunakan media sosial,” katanya.

Pemilik Akun Youtube Aleh-aleh Khas Medan ini diringkus Polres Pelabuhan Belawan setelah menghina warga Belawan yang disampaikannya melalui kejuaraan Stand Up Comedy di Medan. (fac/azw)

Selain itu, Youtuber yang menetap di Jalan Young Panah Hijau, Kecamatan Medan Marelan ini kembali berususan dengan hukum dengan melecehkan umat Islam dengan penampilannya Belum lagi selesai dengan kasus tak senonoh melalui lagu ‘Aisyah Istri Rasullah’ di medis sosial (Medsos). (fac/azw)

Rekontruksi Ayah Bunuh Anak Diperagakan 10 Adegan

REKONTRUKSI: Adegan ke 8, saat pelaku membunuh anaknya, Reno dalam rekontruksi yang digelar Polres Humbahas, Selasa (14/4).
REKONTRUKSI: Adegan ke 8, saat pelaku membunuh anaknya, Reno dalam rekontruksi yang digelar Polres Humbahas, Selasa (14/4).
REKONTRUKSI: Adegan ke 8, saat pelaku membunuh anaknya, Reno dalam rekontruksi yang digelar Polres Humbahas, Selasa (14/4).
REKONTRUKSI: Adegan ke 8, saat pelaku membunuh anaknya, Reno dalam rekontruksi yang digelar Polres Humbahas, Selasa (14/4).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resort Humbang Hasundutan, menggelar rekontruksi pelaku pembunuhan, Reno Tarihoran, bocah 4 tahun dan penganiayaan Sinta Lase (istri pelaku) yang dilakukan oleh ayahnya sendiri, Loiker Tarihoran di halaman belakang kantor Mapolres Humbang Hasundutan, Selasa (14/4). Dari rekontruksi itu, sebanyak 10 adegan diperagakan.

Kepala Polisi Resort Humbang Hasundutan, AKBP Rudi Hartono melalui, Paur Subbag Humas Bripka Syawal menerangkan, rekontruksi diawali dengan adegan istri pelaku yang diperagakan oleh polisi dan anaknya (korban) yang tiba diperladangan Sitalap Desa Peadungdung Kecamatan Pakkat, saat itu disekitar pukul 09.00 WIB.

Dari situ, adegan kemudian dilanjutkan ke pelaku, Loiker, yang sampai di perladangan Sitalap disekitar pukul 15.00 WIB dengan membawa buah jeruk yang dibawa dari Medan sehabis pulang dari pesta.

Kemudian, pelaku mendekati , Sinta (Istrinya) yang sedang lagi tidur-tiduran digubuk yang terbuat dari terpal plastik berwarna biru sembari menanyakan kondisi istrinya . Sedangkan, korban, anak pelaku bermain disekitar gubuk.

“ Sudah capek kau ma,” ucap pelaku kepada istrinya sembari mengupas jeruk yang dibawanya yang kemudian diberikan kepada istrinya.

Lalu, pelaku kemudian menanyakan tentang adanya kabar hubungan asmara istrinya dengan adiknya yang bernama Edison Tarihoran. Dan saat itu, Sintapun menjawab hubungan itu tidak ada.

“ Tidak ada itu, untuk apa kau dengarkan omongan orang , bukan dari situ kita makan,” kata Sinta sembari pelaku mengelus rambut Sinta yang saat itu masih berada posisi tidur-tiduran.

Usai itu, adegan selanjutnya, pelakupun terbangun dari posisi tidur-tiduran dan kemudian mengambil sebuah parang yang telah disimpan disemak-semak di bawah pohon karet sembari mengupas buah pinang. Sementara, adegan dilanjutkan ke anak pelaku yang sedang mengumpulkan buah pinang jatuh, sedangkan Sinta masih posisi tidur-tiduran.

Usai mengupas buah biji itu sebanyak 5 biji, pelaku kemudian mengajak Sinta dan anaknya untuk pulang. “ ayoklah kita pulang,” kata pelaku.

Dari situ, selanjutnya di adegankan pelaku mnggendong anaknya sembari membawa parang dan istrinya berada diposisi depan. Tak jauh dari lokasi gubuk, istri pelaku yang kemudian sedang membuang air kecil, usai itu melihat pelaku dengan wajah hitam seperti kesetanan dan saat itulah pelaku langsung menusuk perut istrinya dari belakang sebelah kiri sebanyak dua kali.

Kemudian, Sintapun terjatuh sembari meminta tolong. “ Tolong,tolong, tolong,” jerit Sinta saat itu sembari anak korban mendekati Sinta dan menjerit, “ uma, uma, uma,”.

Adegan selanjutnya, pelaku membawa anaknya, Reno Tarihoran keatas bukit yang berjarak 30 meter sambil membawa parang. Dan Reno membawa sebuah kayu kecil dengan panjang 40 cm.

Setelah sampai diperbukitan yang dekat dengan jurang sedalam 5 meter, adegan dilanjutkan pelaku menurunkan anaknya ketanah dan pembunuhan terjadi. Pelaku menusuk parang secara membabi buta kebagian badan, perut dan leher anaknya dan kemudian menjatuhkan anaknya ke bawa jurang.

Kemudian, pelaku ikut melompat kebawah dan saat dibawah pelaku selanjutnya menusukkan parang kebagian perutnya sebanyak 3 kali yang diduga mencoba bunuh diri sendiri.

“Selanjutnya, kita adegankan keterangan saksi dilapangan yakni Ramalia boru Purba yang melihat istri pelaku dalam keadaan tergeletak di tanah dengan usus yang sudah terburai. Kemudian, saksi Rosnelly Tarihoran yang bersama saksi Ramalu pergi memanggil bantuan. Dan bersamaan saksi, Ruslen Silaban yang melihat istri pelaku keadaan tergeletak kemudian memberitahukan kepada kepala Desa Lamasi Siregar,” kata Syawal.

Dikatakan Syawal , adegan ini dilaksanakan untuk mengetahui kejelasan di lapangan terkait dibunuhnya Reno dan penganiayaan istri pelaku. (des/azw)

Penemuan Mayat di Pancurbatu Terungkap, Pembunuh Mahasiswi Unpri Ditembak Mati

KETERANGAN PERS: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir didampingi Kasatreskrim AKBP Ronny Nicolas Sidabutar saat memberikan keterangan persnya, Selasa (14/4).
KETERANGAN PERS: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir didampingi Kasatreskrim AKBP Ronny Nicolas Sidabutar saat memberikan keterangan persnya, Selasa (14/4).
KETERANGAN PERS: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir didampingi Kasatreskrim AKBP Ronny Nicolas Sidabutar saat memberikan keterangan persnya, Selasa (14/4).
KETERANGAN PERS: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir didampingi Kasatreskrim AKBP Ronny Nicolas Sidabutar saat memberikan keterangan persnya, Selasa (14/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tak butuh waktu lama bagi Satuan Reskrim Polrestabes Medan bersama Polsek Pancurbatu mengungkap pelaku pembunuhan seorang warga Pantai Cermin, Juliana Liem (25). Hanya berselang satu hari pascaditemukannya mayat korban di pinggir jurang Sungai Lau Bekala Dusun I, Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancurbatu, Minggu (12/4) lalu, pelaku pun ditangkap pada Senin (13/4) tengah malam.

Pelaku berjumlah dua orang, yaitu Tomi Keliat (29) warga Jalan Dewantara, Desa Hulu, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang dan Tato Sembiring (28) warga Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang. Otak pelaku adalah Tato Sembiring yang terpaksa ditembak mati polisi, dan disebut-sebut pacar korban. Sedangkan Tomi Keliat merupakan sopir Angkot Rahayu 103 yang ditumpangi korban sebelum dibunuh, dihadiahi dua timah panas pada kakinya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir mengungkapkan, semula pihaknya mendapat informasi adanya penemuan mayat korban pada Minggu (12/4) sore sekira pukul 15.00 WIB di lokasi tersebut. Selanjutnya, diturunkan personel Satuan Reskrim Polrestabes Medan bersama Polsek Pancurbatu melakukan penyelidikan.

Alhasil, saat ditemukan pada mayat korban terdapat tanda-tanda kekerasan yang diduga kuat meninggal dunia akibat perbuatan orang lain. Selain itu, teridentifikasi identitas korban dan keluarganya. Korban merupakan mahasiswi Universitas Prima Indonesia (Unpri) dan karyawan PT Gobar Mandiri Indonesia, yang kos di Jalan Setia Budi Simpang Asisi, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan.

“Dari hasil penyelidikan, sebelum dibunuh diketahui korban dalam perjalanan pulang menuju tempat kosnya dengan menumpangi angkot pada Sabtu sekira pukul 19.00 WIB. Hal itu melalui pengambilan rekaman kamera CCTV di kantor korban dan sepanjang perjalanan,” ungkap Isir didampingi Kasatreskrim AKBP Ronny Nicolas Sidabutar dalam keterangan persnya, Selasa (14/4).

Isir menjelaskan, korban menaiki Angkot Rahayu 103 tujuan Pancurbatu sekira pukul 19.30 WIB di Jalan HM Yamin. Namun, dalam perjalanan ternyata korban dibunuh dan dirampok harta bendanya. Setelah itu, mayat korban dibuang di pinggir jurang oleh kedua pelaku tersebut. “Berdasarkan hasil penyelidikan juga, diketahui identitas pengemudi angkot tersebut atas nama Tomi Keliat. Selanjutnya, dilakukan pencarian terhadapnya dan berhasil diamankan dari rumahnya pada Senin (13/4) pagi,” terang Isir.

Tim gabungan polisi juga menemukan Angkot BK 1324 WX yang dikemudikan pelaku tersebut. Setelah diperiksa angkot tersebut, ditemukan bekas bercak darah di bagian dalam angkot yang telah mengering pada bagian tengah tepatnya di jok belakang kursi penumpang depan dan bagian dinding kiri belakang kursi penumpang.

“Setelah melalui proses pemeriksaan yang cukup lama sekitar 6 jam terhadap Tomi Keliat, akhirnya sopir angkot tersebut mengakui perbuatannya. Tersangka mengaku membunuh dan merampas harta benda korban bersama dengan Tato Sembiring,” lanjut Isir.

Dari pengakuan tersangka Tomi Keliat, sambungnya, diperoleh informasi keberadaan Tato Sembiring di kawasan seputaran Medan Zoo pada hari Senin (13/4) sekira pukul 23.30 WIB. “Tim gabungan yang dipimpin kasat reskrim melakukan penangkapan terhadap otak pelaku tersebut.

Akan tetapi, pada saat dilakukan penangkapan ternyata yang bersangkutan mengeluarkan sebilah pisau dan mencoba melukai salah seorang personel, sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak ke arah tubuhnya. Selanjutnya, mayat tersangka itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna mendapat pertolongan namun tak dapat tertolong,” papar Isir.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar menambahkan, kedua pelaku merampas dua handphone korban di dalam tas. Keduanya merampok dengan cara mencekik leher dan membantingkan kepala korban di dalam angkot berkali-kali hingga yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Setelah itu, handphone korban dibawa Tato Sembiring untuk dijual dan dijanjikan hasilnya akan dibagi kepada Tomi Keliat keesokan harinya.

“Dari kedua pelaku, disita barang bukti Angkot Rahayu 103 BK 1324 WX, handphone, sebilah pisau, rekaman kamera CCTV dan lainnya. Pelaku dijerat Pasal 365 ayat 4 Sub 338 KUHPidana, dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup,” tandasnya. (ris/mag-1/azw)