Home Blog Page 4409

APPI Kritik Pembayaran Gaji 25 Persen, PSMS: Tak Perlu Diributkan

LATIHAN: Para pemain PSMS Medan saat menjalani latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, beberapa waktu lalu. triadi wibowo/sumut pos
LATIHAN: Para pemain PSMS Medan saat menjalani latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, beberapa waktu lalu. triadi wibowo/sumut pos
LATIHAN: Para pemain PSMS Medan saat menjalani latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, beberapa waktu lalu. triadi wibowo/sumut pos
LATIHAN: Para pemain PSMS Medan saat menjalani latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, beberapa waktu lalu. triadi wibowo/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keputusan PSSI terkait bolehnya klub Liga 1 dan Liga 2, membayar hanya 25 persen gaji pemain dan official sejak Maret lalu, akibat pandemi virus corona saat ini, dikritik Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI).

Menurut APPI, harusnya PSSI melibatkan mereka dan para pemain maupun perwakilan, dalam mengambil kebijakan pemotongan gaji tersebut.

Apalagi menurut asosiasi yang dipimpin Firman Utina itu, dalam praktiknya, malah ada klub yang menggaji pemainnya hanya 10 persen dari gaji yang tertera di kontrak.

Menanggapi protes APPI terhadap keputusan yang sudah ditetapkan PSSI tersebut, Manajemen PSMS Medan ikut berbicara. Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja menilai, APPI seharusnya tidak perlu meributkan keputusan PSSI itu. Menurutnya, keputusan penetapan gaji merupakan kebijakan PSSI, bukan APPI.

Menurut King, sapaan karib Julius Raja, Namun jika ada klub yang tidak menjalankan kebijakan tersebut, dan tidak membayar gaji pemainnya, barulah APPI menjembatani kondisi tersebut antara pemain dan klub.

“Protes APPI ini, menurut saya hanya karena tidak dilibatkan waktu mengambil keputusan. Sebenarnya itu tak perlu diributkan, kecuali klub lalai bayar (gaji pemain). Kalau soal kebijakan, itu kan hak prerogatif PSSI,” ungkap King, Senin (13/4).

King pun menegaskan, kebijakan pemotongan gaji pemain itu bukan ranah APPI. Menurutnya, APPI terlalu jauh mencampuri ranah PSSI.

“APPI bilang, ‘kenapa kami tak dilibatkan?’ Ya bagaimana mau dilibatkan, kan itu urusan PSSI. APPI mengganggap, kenapa hanya dibayar 25 persen? Tapai menurut saya, itu merupakan satu kebijakan yang paling baik dari PSSI,” katanya.

Sementara itu, seorang kitman PSMS, Abraham, yang gajinya relatif rendah dan ikut dipotong, hanya bisa pasrah dan tetap bersyukur.

“Ya, gaji saya juga dipotong. Sudah gaji saya kecil, dipotong lagi. Tapi mau bagaimana lagi? Ini semua karena virus corona. Tapi saya tetap bersyukur, masih digaji PSMS,” ungkapnya, Minggu (12/4) lalu.

Pria yang bertugas menyiapkan peralatan bagi para pemain ini, juga mengatakan, akibat pemotongan tersebut, kini dia hanya mendapatkan Rp1,5 juta dari gajinya (Rp2,5 juta per bulan).

“Dengan gaji segitu, pening juga untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama sebulan. Saya tidak ada kerjaan sampingan. Cuma dari sini saja saya ada penghasilan, sambil membantu PSMS,” beber Abraham.

Abraham pun berharap, wabah virus corona ini dapat segera berakhir.

“Mudah-mudahan wabah ini cepat selesai. Jangan sampai lama kali, pusing juga ke depannya,” pungkas kitman yang telah mengabdi ke PSMS selama 7 tahun terakhir. (tnc/saz)

Siapkan 1.200-1.500 Paket, DPD REI akan Salurkan Bantuan kepada Masyarakat

Ketua DPD REI Sumut, Johan.
Ketua DPD REI Sumut, Johan.
Ketua DPD REI Sumut, Johan.
Ketua DPD REI Sumut, Johan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Real Estat Indonesia Sumatera Utara (REI Sumut) akan membuat program kegiatan peduli melawan Covid-19, pada 20 April mendatang. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat kelas menengah ke bawah yang mengalami kesulitan ekonomi selama wabah virus corona di Indonesia.

“Dimana sama-sama kita ketahui, akibat virus corona ini sangat mengganggu aktivitas kerja, sehingga perputaran ekonomi pun terganggu,” ujar Ketua DPD REI Sumut, Johan kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (12/4).

Dalam hal ini, lanjut Johan, DPD REI Sumut merasa peduli kepada masyarakat Medan dan sekitarnya, yang terdampak akibat virus corona, sehingga banyak yang terkendala kegiatan kerjanya, baik pegawai harian, mingguan dan bulanan. “Mereka saudara-saudara kita ini, banyak yang dirumahkan. Karena itu kita merasa terpanggil ingin membantu dengan pembagian sembako pada 20 April 2020,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, untuk pembagian paketnya ditargetkan, sebanyak 1.200-1.500 paket, dengan nominal Rp100.000-Rp150.000 per paket. Adapun, teknis pembagian disalurkan ke 10 zona, yakni di kota Medan dan sekitarnya, Lubukpakam dan Binjai.

Nantinya, kata Johan, pembagian akan diberikan secara langsung agar tepat sasaran, seperti tukang becak, ojek online, tukang parkir, petugas kebersihan, buruh harian, dan lain sebagainya. “Jadi langsung koordinasi turun ke lapangan, secara spontan nanti pas di jalan, yang mana terlihat, mereka yang pantas menerima bantuan ini, maka itu yang akan kita berikan. Ini kita lakukan agar tepat sasaran. Kita juga menghindari masyarakat berkerumun, sehingga nanti kendaraan yang digunakan merupakan mobil pribadi tanpa spanduk. Kita tidak bisa berbuat banyak, namun bisa membantu, sedikit banyak dari kawan-kawan secara ikhlas, itu yang kita teruskan untuk dibagikan bagi yang membutuhkan,” terangnya.

Program ini, tambah Johan, diadakan selama dua gelombang, di gelombang pertama, memberikan sembako secara langsung. Sedangkan, gelombang kedua ditargetkan di bulan Mei 2020. “Untuk zona kemungkinan sama, namun di gelombang kedua akan disalurkan ke tempat-tempat tertentu, seperti panti asuhan. Sebab, REI tidak terlepas dari kegiatan bakti sosial setiap tahunnya. Terutama setiap hari besar keagamaan. Dan ini merupakan kebersamaan di REI. Untuk dananya merupakan dari anggota REI dan rekanan atau mitra REI. Atau siapa saja yang ingin ikut serta dalam kegiatan kemanusiaan ini. Dan Ini secara se ikhlas hati,” tuturnya.

Johan mengungkapkan, di dalam situasi saat ini, dampaknya tidak bisa diprediksi kapan selesainya, yang jelas semakin parah dan semakin banyak berjatuhan korban. “Karena itu kita juga ingin berbagi kepada saudara-saudara se Muslim, apalagi menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Karena itu akan kita ciptakan gelombang kedua. Namun, saat ini kendala kita adalah membeli sembako dalam jumlah besar. Agak dibatasi di pasar swalayan dan supermarket-supermarket di Medan ini. Ini yang agak susah,” bebernya.

Ia berharap, agar seluruh anggota di DPD REI Sumut dapat menyalurkan sumbangannya. “Apalagi di REI ada 300 perusahaan, sehingga diharapkan dapat ikut berdonasi. Kita juga sedang upayakan juga untuk donasi masker. Inilah hal yang paling kita syukuri, di REI ini kebersamaan yang kita ciptakan, sehingga dapat kompak.Tradisi ini yang kita pertahankan,” tukasnya. (mag-1/ram)

Perangi Covid-19, Bupati Sergai Apresiasi Regal Springs Indonesia

BANTUAN: Manajemen Regal Spring Serahkan Bantuan Ke Posko Gugus Tugas Sergai yang disaksikan langsung oleh Bupati Soekirman..
BANTUAN: Manajemen Regal Spring Serahkan Bantuan Ke Posko Gugus Tugas Sergai yang disaksikan langsung oleh Bupati Soekirman..
BANTUAN: Manajemen Regal Spring  Serahkan Bantuan Ke Posko Gugus Tugas Sergai yang disaksikan langsung oleh Bupati Soekirman..
BANTUAN: Manajemen Regal Spring Serahkan Bantuan Ke Posko Gugus Tugas Sergai yang disaksikan langsung oleh Bupati Soekirman.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Regal Springs Indonesia memberikan bantuan berupa 5000 masker, 15 alat pelindung diri, 2000 sabun cuci tangan dan 500 paket daging ikan Tilapia ukuran 500 gram di pos komando Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Serdang Bedagai di Sei Rampah, Senin (13/4).

Kegiatan pemberian bantuan inipun mendapatkan apresiasi dari Bupati Serdang Bedagai, Soekirman atas dukungan Regal Springs Indonesia dalam memerangi wabah virus corona COVID-19 di Kabupaten Serdangbedagai.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Regal Springs Indonesia atas dukungannya dalam penanganan Covid19 di Kabupaten Serdang Bedagai. Semoga Aqua Farm sukses selalu,” kata Soekirman.

Dijelaskannya, saat ini di Kabupaten Serdang Bedagai belum ada kasus positif Covid19 dan dirinya berharap dengan kerjasama semua pihak maka Kabupaten Serdang Bedagai tetap terbebas dari penularan penyakit Covid19.

“Kita terus galakkan kegiatan-kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan penyebaran Covid19 sehingga masyarakat bisa terhindar dari penyakit ini,” jelas Soekirman.

Sementara itu Community Affairs Manager Regal Springs Indonesia Dian Octavia menyampaikan bahwa Regal Springs Indonesia giat bekerjasama dengan pemerintah dan masyarakat setempat dalam penanganan Covid19.

“Hari ini kami menyerahkan dukungan kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai berupa perlengkapan medis dan bahan pangan berupa daging ikan. Semoga bantuan kami ini bisa bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat dalam penanganan Covid19,” kata Dian.

Dijelaskannya, selain bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Regal Springs Indonesia juga sudah menyampaikan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Toba dan Simalungun.

Bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Toba berupa 5.000 masker, 20 alat pelindung diri, 20 thermometer genggam dan 8 tempat cuci tangan portabel.

“Kami juga bekerjasama dengan Puskesmas dan pemerintah kecamatan dalam melakukan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian Program KAMI PEDULI untu Covid19,” kata Dian.

Sementara itu External Affairs Senior Manager Regal Springs Indonesia Kasan Mulyono mengatakan, sejak mengaktifkan Rencana Penangan Risiko Covid19, perusahaan telah melaksanakan pelbagai upaya pencegahan Covid19 di lingkungan perusahaan dan masyarakat sekitarnya.

“Perhatian utama kami adalah keselamatan karyawan dan masyarakat sekitar kami. Karena itu kami secara terus menerus berkoordinasi dengan pemerintah dan masyarakat setempat dalam upaya-upaya pencegahan dan edukasi terkait Covid19,” jelas Kasan.

Regal Springs Indonesia mengoperasikan pengolahan ikan Tilapia di Kabupaten Serdang Bedagai dengan produk fillet ikan untuk pasar ekspor dan dalam negeri sejak 1999 dengan mempekerjakan sekitar 2500 karyawan yang sebagian besar direkrut dari masyarakat sekitar. (rel/ram)

Bagikan 20 Ribu Masker dan Sarung Tangan, Demokrat Sumut Lawan Covid di 33 Kabupaten Kota

SERAHKAN: Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain Hutajulu dan Sekretaris Melizar Latif secara simbolis menyerahkan masker dan sarung tangan kepada Plt Ketua DPC Partai Demokrat Tapsel, Samsudin Siregar dan Sekretaris DPC Partai Demokrat Medan Parlindungan Sipahutar, Senin (13/4).
SERAHKAN: Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain Hutajulu dan Sekretaris Melizar Latif secara simbolis menyerahkan masker dan sarung tangan kepada Plt Ketua DPC Partai Demokrat Tapsel, Samsudin Siregar dan Sekretaris DPC Partai Demokrat Medan Parlindungan Sipahutar, Senin (13/4).
SERAHKAN: Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain Hutajulu dan Sekretaris Melizar Latif secara simbolis menyerahkan masker dan sarung tangan kepada Plt Ketua DPC Partai Demokrat Tapsel, Samsudin Siregar dan Sekretaris DPC Partai Demokrat Medan Parlindungan Sipahutar, Senin (13/4).
SERAHKAN: Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain Hutajulu dan Sekretaris Melizar Latif secara simbolis menyerahkan masker dan sarung tangan kepada Plt Ketua DPC Partai Demokrat Tapsel, Samsudin Siregar dan Sekretaris DPC Partai Demokrat Medan Parlindungan Sipahutar, Senin (13/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Melalui Gerakan Lawan Covid-19, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumut membagikan 20 ribu masker dan sarung tangan kepada kader, paramedis,Puskesmas , tokoh masyarat, dan tokoh agama di 33 kabupaten/kota di Sumut. Pembagian masker dan sarung tangan ini diserahkan secara simbolis oleh Plt Ketua dan Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut kepada 33 Ketua DPC Partai Demokrat se-Sumut di Kantor DPD Partai Demokrat Sumut, Jalan Gatot Subroto Medan, Senin(13/4) sore.

Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Drs Herri Zulkarnain Hutajulu SH MSi didampingi Sekretaris Hj Melizar Latif SE MM kepada wartawan menyebutkan, DPD Partai Demokrat Sumut membagikan dua macam masker. Pertama, masker kesehatan untuk paramedis dan Puskesmas. Kedua, masker kain untuk kader, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.

Pembagian masker kesehatan dan sarung tangan kepada paramedis dan Puskesmas pun diutamakan bagi paramedis dan Puskesmas yang saat ini kesulitan mendapatkan alat pelindung diri (APD) di daerahnya masing-masing. Demikian juga para kader Demokrat diwajibkan menggunakan masker jika bepergian keluar rumah.

“Ini bentuk kepedulian kami untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Ada 20 ribu masker dan sarung tangan yang kami bagikan,” kata Herri.

Sebelumnya, Partai Demokrat Sumut sudah menyediakan tempat cuci tangan dan sabun di depan kantor DPD Partai Demokrat Sumut dan melakukan penyemprotan disinpektan di sekitar kantor DPD Partai Demokrat Jalan Gatot Subroto Medan.

Demikian juga telah membagikan masker, sarung tangan dan sanitizer kepada masyarakat, pengurus rumah ibadah seperti ke sejumlah masjid, gereja, vihara, kuil dan ke sejumlah panti dan Puskesmas yang ada di Sumut.

Herri dan Melizar juga menyebutkan, pembagian masker, sarung tangan dan sanitizer ini juga sesuai instruksi Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada seluruh jajaran pengurus Partai Demokrat untuk melakukan “Gerakan Nasional Demokrat Lawan Corona” secara, intensif masif, terkoordinasi.

Demikian juga para ketua dan sekretaris DPC Partai Demokrat kabupaten/kota telah melakukan hal yang sama serta menyediakan tempat cuci tangan dan sabun di depan kantor DPC masing-masing dan mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan,kesehatan serta tinggal di rumah, tidak bepergian kalau tidak ada hal yang penting.

“Demokrat Sumut sangat peduli kepada kepentingan masyarakat , makanya imbauan pemerintah dan instruksi Ketua Umum DPP Partai Demokrat kami laksanakan, dan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat,” kata mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan tersebut. (adz/ram)

Ditengah Mewabahnya Virus Corona, Puluhan Ekor Ikan Jurung Mati Mendadak di Dairi

MATI: Warga Desa Mangan Molih Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi mengambil ikan Jurung yang mati mendadak di aliran sungai Lae Renun. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
MATI: Warga Desa Mangan Molih Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi mengambil ikan Jurung yang mati mendadak di aliran sungai Lae Renun. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
MATI: Warga Desa Mangan Molih Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi mengambil ikan Jurung   yang mati mendadak di aliran sungai Lae Renun. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
MATI: Warga Desa Mangan Molih Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi mengambil ikan Jurung yang mati mendadak di aliran sungai Lae Renun.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Fenomena aneh terjadi di Dairi di tengah mewabahnya penyebaran virus Corona. Puluhan ekor ikan jurung atau lebih familiar disebuh Ihan Batak di Sungai Lae Renun Desa Mangan Molih Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi dikabarkan mati mendadak pada Sabtu (11/4).

Fenomena ikan mati mendadak di aliran sungai Lae Renun itu sempat membuat geger warga sekitar. Bahkan sempat muncul isu, ikan Jurung mati karena terpapar covid-19 membuat warga sekitar ketakutan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Rahmatsyah Munthe kepada wartawan, Senin (13/4) menjelaskan, penyebab puluhan ikan Jurung mati dialiran sungai Lae Renun Desa Mangan Molih, akibat lumpur tanah yang masuk ke sungai.

“Ikan mati mendadak akibat peristiwa alam tanah longsor. Dimana, dalam seminggu terakhir wilayah Dairi termasuk Tanah Pinem curah hujan tinggi sehingga tebing dinding sungai banyak longsor dan lumpur tanah mencemari sungai Lae Renun,” ujarnya.

Tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian Dairi sudah turun ke lokasi, pada Minggu(12/4).

Hasil penelitian sementara, ikan mati disebabkan adanya erosi lahan di sekitar aliran sungai. Kondisi air menjadi sangat keruh dan berlumpur karena tanah longsor lansung jatuh dan mengendap di aliran sungai.

“Kondisi air yang keruh dan berlumpur menyebabkan oksigen di dalam air sedikit, sehinga mengganggu pernapasan ikan dan membuat ikan mati mendadak. Hasil pemeriksaan terhadap ikan Jurung yang mati, ditemukan tumpukan lumpur di bagian insang,” jelas Rahmatsyah.

Upaya lanjutan, Dinas Lingkungan Hidup sudah mengambil sampel air sungai untuk diteliti. Sementara, ikan Jurung yang ditemukan warga mati dan sebagian sempat dikomsumsi masyarakat setempat sampai sejauh ini tidak ada masalah. Kondisi air sungai saat ini sudah nor mal dan tidak ditemukan lagi ikan mati.

“Ketakutan warga bahwa ikan mati karena terpapar virus corona, itu tidak benar. Tim menyimpulkan, ikan mati murni karena bencana alam dan tidak ada kaitannya dengan virus Corona,” tandasnya. (rud/ram)

Ekonomi di Kabupaten Toba Mulai Menurun

SEPI: Kota Balige di Kabupaten Toba terlihat sepi karena banyaknya warung yang tutup dan masyarakat yang memilih tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran virus Corona.
SEPI: Kota Balige di Kabupaten Toba terlihat sepi karena banyaknya warung yang tutup dan masyarakat yang memilih tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran virus Corona.
SEPI: Kota Balige di Kabupaten Toba terlihat sepi karena banyaknya warung yang tutup dan masyarakat yang memilih tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran virus Corona.
SEPI: Kota Balige di Kabupaten Toba terlihat sepi karena banyaknya warung yang tutup dan masyarakat yang memilih tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran virus Corona.

BALIGE, SUMUTPOS.CO – Penyebaran Corona Virus Diseise (Covid-19) di Kabuten Toba masih terlihat aman. Hal ini dikarenakan pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sangat peduli dan saling membantu dengan membuat posko di pintu masuk dan keluar setiap desa. Tetapi, hal tersebut berbanding terbalik dengan keadaan ekonomi masyarakat di Kabupaten ini.

Seperti diketahui, setiap pintu masuk dan keluar desa di Kabupaten Toba menyediakan tempat cuci tangan. Selain itu, setiap ruangan publik disemprot disinfektan sehingga memperkecil penyebaran Covid-19.

Tetapi gejolak perekonomian di kabupaten Toba sudah mulai menghawatirkan, karena para pelaku usaha tidak bisa berniaga, sedangkan pekerja buruh harian lepas sudah tidak bisa bekerja karena tempat usahanya sedang tutup.

Pedagang di sekitar pantai Danau Toba seluruhnya tutup dan perhotelan sama sekali tidak ada pengunjung. Sedangkan para petani kewalahan menjual hasil pertaniannya disebabkan pembeli sedikit dikarenakan masyarakat yang takut ke luar rumah.

Oleh karena itu, saat ini paling dibutuhkan adalah tindakan cepat dari pemerintah untuk mengatasi situasi sulit oleh para pelaku usaha.

Pengamat Ekonomi dari UIN, Benjamin Gunawan mengatakan saat ini yang dibutuhkan oleh para pedagang kecil adalah melakukan pendataan dan melaporkan kepada Pemda agar mendapatkan bantuan terkait pemenuhan kebutuhan hidupnya masing-masing.

“Yang ditekankan adalah pemberian bantuan untuk pemenuhan kebutuhan hidup ya. Tetapi, kalau untuk penambahan modal maka akan berdampak pada bertambahnya utang untuk si pelaku usaha. Karena saat ini adalah masalah ekonomi yang tidak bisa diselesaikan dengan cara ekonomi,” ujarnya.

Dijelaskannya, bila memberikan bantuan kepada pelaku usaha dengan maksud untuk membayar operasional dan bayar gaji maka itu masih bisa dimaklumi. Tetapi, tidak akan memberikan dampak maksimal, karena tidak mungkin semua dibayarkan oleh pemerintah daerah.

“Sedangkan yang memiliki utang di perbankan, dapat melapor dengan mengatakan bahwa saat ini dirinya tidak memiliki pemasukan,” tutupnya. (mag-13/ram)

Peduli Masyarakat Terkena Covid-19, Kejaksaan Bagikan Sembako

SEMBAKO: Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Toba saat memberikan Tali Asih kepada masyarakat yang kurang mampu.
SEMBAKO: Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Toba saat memberikan Tali Asih kepada masyarakat yang kurang mampu.
SEMBAKO: Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Toba saat memberikan Tali Asih kepada masyarakat yang kurang mampu.
SEMBAKO: Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Toba saat memberikan Tali Asih kepada masyarakat yang kurang mampu.

BALIGE, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri Kabupaten Toba melaksanakan kegiatan sosial Tali Asih untuk membantu masyarakat yang kurang mampu yang kena dampak pandemi virus Corona.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Toba, Dr Robinson Sitorus, SH mengatakan penyaluran Tali Asih berupa sembako diberikan secara Door to Door atau langsung diberikan ke rumah rumah penduduk yang lanyak mendapatkanya dari kecamatan Tampahan menuju kecamatan Balige.

“Kami berharap, sumbangan Tali Asih yang dibagikan kiranya sedikit dapat meringankan beban saudara kita yang kurang mampu agar semua kita dapat bersama sama berjuang menghadapi wabah virus Corona ini,” ujarnya.

Dijelaskannya, sumbangan ini dikumpulkan dari semua struktural dan pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Toba. Bukan mengambil dari anggaran yang dimiliki oleh Kejaksaan.

Pemberian Tali Asih langsung di pimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Toba bersama para pejabat dan pegawai kejaksaan lainnya. (mag-13/ram)

Peduli Ekonomi Kreatif di Tengah Wabah Corona di Taput, BKS PP GKPI Tingkat Sinode Bantu Pasarkan Ulos

BERSAMA: Ketua Umum PP GKPI Indonesia Renny Manurung (kiri) bersama penenun ulos di Kabupaten Tapanuli Utara, belum lama ini.
BERSAMA: Ketua Umum PP GKPI Indonesia Renny Manurung (kiri) bersama penenun ulos di Kabupaten Tapanuli Utara, belum lama ini.
BERSAMA: Ketua Umum PP GKPI Indonesia Renny Manurung (kiri) bersama penenun ulos di Kabupaten Tapanuli Utara, belum lama ini.
BERSAMA: Ketua Umum PP GKPI Indonesia Renny Manurung (kiri) bersama penenun ulos di Kabupaten Tapanuli Utara, belum lama ini.

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Badan Kerja Sama (BKS) Pemuda GKPI Tingkat Sinode melaksanakan gerakan peduli terhadap perajin ulos di Kabupaten Tapanuli Utara. Karena seperti diketahui, semenjak mewabahnya virus Corona di Indonesia, sektor pasar kreatif merasakan dampaknya, berupa berkurangnya pembeli.

Program ini digagas oleh Ketua Umum PP GKPI Indonesia Renny Manurung SE, Sekretaris Perawati Silalahi SPd, Bendahara SANRI Kevin naibaho MSi dibantu Korwil Pemuda/i GKPI Wil 6 Hendro Simamora dan rekan pemuda/i sewilayah tersebut.

Beberapa penenun yang merasakan bantuan ini berasal dari desa Saitnihuta, Ds Lumban tonga – tonga, Ds hutagalung, Ds simorangkir, Ds Hutabarat, Ds Parbubu , dan sekitaran Ds Silindung.

Ketua Umum PP GKPI Indonesia Renny Manurung mengatakan, dalam acara ini setidaknya ada 52 Tenun ulos yang terjual dari gerakan ini mencapai Rp23 juta lebih dengan harga disesuaikan tingkatannya masing.

Partisipan berasal dari berbagai kota di Indonesia dan ada juga daro luar negeri juga dari berbagai agama, suku dan ras. Kegiatan sosial ini turut mendapat apreasiasi dan dukungan penuh dari pimpinan Sinode GKPI, LPPM GKPI, Pendeta GKPI, Aparat Desa dan warga di wilayah tersebut

“Kiranya seluruh partisipan dilimpahkan rejeki dan wabah Covid19 cepat berlalu untuk kembali memulihkan perekonomian utamanya rakyat kecil yang terdampak kesulitan pasca minimnya konsumen tenun ulos akibat pandemic wabah Covid19,” tutupnya. (rel/ram)

20 Tahanan Polres Sergai Dipindahkan ke Polsek

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 20 orang tahanan Polres Sergai dipindahkan ke Polsek yang berada diwilayah hukumnya. Pemindahan dilakukan karena sel tahanan Polres Sergai sudah melebihi kapasitas (Over Kapasitas).

Hal ini dibenarkan Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang saat ditemui wartawan Sumut Pos di Mapolres Sergai, Sabtu (11/4).

“Pemindahan tahanan sementara ini karena kapasitas sel tahanan di Polres Sergai sudah tidak memadai, jadi ini sudah sesuai dengan protap kesehatan dan keselamatan yang sudah melebihi over kapasitas yang ada,” kata AKBP Robin.

Dijelaskan Robin, pemindahan dilakukan untuk menghindari protap kesehatan dan keselamatan para tahanan.

”Kita pindahkan ke Polsek-polsek, terutama dengan kapasitas sel tahanannya sangat bagus, dan tidak banyak tahanan di Polsek tersebut,”sebutnya.

Menurut Kapolres, saat ini Lembaga Pemasyarakatan (LP) belum bisa menerima tahahan titipan dari Polres Sergai, karena mewabahnya penyebaran virus Corona (Covid-19) di setiap daerah. Oleh karena itu, Polres Sergai mengambil sikap dengan menitipkan setiap tahanan Polres ke Polsek agar ditempatkan yang layak.

“Untuk semua kebutuhan komsumsi tahanan, ditanggung oleh Polres Sergai sendiri,” pungkas Robin. (sur/han)

Buddha Tzu Chi Bantu 600 Alat Rapid Test

TERIMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid 19 menerima bantuan alat ravit test dari Yayasan Buddha Tzu Chi Kota Tebingtinggi. sopian/sumut pos
TERIMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid 19 menerima bantuan alat ravit test dari Yayasan Buddha Tzu Chi Kota Tebingtinggi. sopian/sumut pos
TERIMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid 19 menerima bantuan alat ravit test dari Yayasan Buddha Tzu Chi Kota Tebingtinggi. sopian/sumut pos
TERIMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid 19 menerima bantuan alat ravit test dari Yayasan Buddha Tzu Chi Kota Tebingtinggi. sopian/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Yayasan Buddha Tzu Chi Kota Tebingtinggi memberikan bantuan APD berupa alat rapid test sebanyak 600 buah kepada Pemerintah Kota Tebingtinggi yang akan disalurkan kepada rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Tebingtinggi, Senin (13/4).

Bantuan alat rapid test diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Kota Tebingtinggi, Rusli didampingi Wardi dan dr Inggrawati kepada Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan di Gedung Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.

Wali Kota Tebingtinggi mengucapkan banyak terima kasih kepada semua lapisan masyarakat dan organisasi organisasi sosial yang punya wujud kepedulian atas penganangan Covid-19 di Kota Tebingtinggi.

Umar Zunaidi Hasibuan meminta Yayasan Buddha Tzu Chi Kota Tebingtinggi untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar ikut mencegah penyebaran Covid-19 di Tebingtinggi. Yaitu mengajak masyarakat untuk menggunakan masker apabila melakukan aktivitas di luar rumah.

“Mencuci tangan sesering mungkin, melaksanakan sosial distancing dan menghindari pertemuan pertemuan dalam jumlah orang yang banyak. Mari kita perangi Covid-19, dengan ini kita bisa,” pinta Umar Zunadi.

Sedangkan Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Kota Tebingtinggi, Rusli menyatakan bahwa bantuan alat ravit test ini adalah wujud kepedulian Buddha Tzu Chi Kota Tebingtinggi dalam membantu pemerintah setempat dalam memerangi Covid-19 di Tebingtinggi.

“Kami berharap bencana wabah Covid-19 akan segera berakhir di indonesia agar aktivitas masyarakat bisa berjalan normal kembali,”harapnya. (ian/han)