29 C
Medan
Sunday, January 18, 2026
Home Blog Page 4409

Mayor Zia Ulhaq Jabat Danyon Raider 100/PS

SERAHKAN: Letkol Lizardo Gumay menyerahkan tunggul Yonif Raider 100/PS kepada Pangdam I Bukit Barisan Mayjen MS Fadhilah, pada acara upacara sertijab Danyon Raider 100/PS.
SERAHKAN: Letkol Lizardo Gumay menyerahkan tunggul Yonif Raider 100/PS kepada Pangdam I Bukit Barisan Mayjen MS Fadhilah, pada acara upacara sertijab Danyon Raider 100/PS.
SERAHKAN: Letkol Lizardo Gumay menyerahkan tunggul Yonif Raider 100/PS kepada Pangdam I Bukit Barisan Mayjen MS Fadhilah, pada acara upacara sertijab Danyon Raider 100/PS.
SERAHKAN: Letkol Lizardo Gumay menyerahkan tunggul Yonif Raider 100/PS kepada Pangdam I Bukit Barisan Mayjen MS Fadhilah, pada acara upacara sertijab Danyon Raider 100/PS.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pangdam I/BB Mayjen MS Fadhilah melakukan sertijab jabatan Komandan Batalyon Infanteri 100 Prajurit Setia, dari Letkol Lizardo Gumay kepada Mayor M Zia Ulhaq. Upacara sertijab tersebut dilaksanakan di Lapangan Upacara Markas Komando Yonif Raider 100/PS, Desa Namu Ukur Utara, Sei Bingai, Langkat, Rabu (11/3).

Sedangkan Letkol Lizardo Gumay dipromosikan sebagai Komandan Komando Distrik Militer 0303 Bengkalis, Korem 031 Wira Bima. Sementara pengganti Lizardo, Mayor M Zia Ulhaq yang sebelumnya menempati posisi sebagai Pabandya Sinteldam I/BB. Prosesi upacara sertijab diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti oleh para hadirin. Setelah ini, Pangdam melakukan pemeriksaan pasukan.

Lalu dilanjutkan penyerahan tunggul Yonif Raider 100/PS, tanda jabatan dan tongkat komando kepada Mayor M Zia Ulhaq. Terakhir penandatanganan fakta integritas, dan pernyataan serah terima jabatan Danyon Raider 100/PS. Pangdam mengucapkan terimakasih kepada Letkol Lizardo Gumay atas pengabdiannya selama ini.

“Kepada pejabat yang baru, diminta untuk menyesuaikan diri,” tukas dia. Sebelum acara diakhiri, Pangdam memimpin pelaksanaan salam komando dengan Letkol Lizardo Gumay dan Mayor M Zia Ulhaq, serta bergabung dengan seluruh Prajurit untuk menyanyikan yel-yel kebanggaan Yonif Raider 100/PS. (ted/han)

Hujan Deras, Badan Jalan Amblas di Bandarbaru

AMBLAS: Camat Sibolangit, Febri Gurusinga, mengecek badan jalan kabupaten di Dusun III, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, amblas akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Terlihat Camat Sibolangit Febri Gurusinga meninjau lokasi, Rabu (11/3). batara/sumut pos
AMBLAS: Camat Sibolangit, Febri Gurusinga, mengecek badan jalan kabupaten di Dusun III, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, amblas akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Terlihat Camat Sibolangit Febri Gurusinga meninjau lokasi, Rabu (11/3). batara/sumut pos
AMBLAS: Camat Sibolangit, Febri Gurusinga, mengecek badan jalan kabupaten di Dusun III, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, amblas akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Terlihat Camat Sibolangit Febri Gurusinga meninjau lokasi, Rabu (11/3). batara/sumut pos
AMBLAS: Camat Sibolangit, Febri Gurusinga, mengecek badan jalan kabupaten di Dusun III, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, amblas akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Terlihat Camat Sibolangit Febri Gurusinga meninjau lokasi, Rabu (11/3). batara/sumut pos

BANDARBARU, SUMUTPOS.CO – Camat Sibolangit, Febri Gurusinga membenarkan jalan amblas tersebut. Dijelaskan Febri, badan jalan amblas di bagian bawahnya merupakan gorong-gorong di Desa Bandar Baru.

“Amblas karena hujan deras tadi malam,”kata Febri.

Meski demikian, lanjut Febri, aktivitas masyarakat masih tetap berjalan karena masih banyak jalan penghubung lain.

Menurutnya, ia sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Deliserdang. Disebut, Secepatnya pihak Pemkab Deliserdang akan melakukan tindaklanjut. Tim reaksi cepat Pemkab pun disebutkan masih dalam perjalanan menuju lokasi.

Kadis PUPR Deliserdang, Heriansyah Siregar mengakui sudah mengetahui kondisi amblas jalan kabupaten di Sibolangit.

“Tim kita saat ini sudah di lokasi. Gorong-gorong di dasar jalan itu akan kita perbaiki terlebih dahulu lalu akan ditimbun dan diaspal ulang,” terangnya. (btr/han)

Pasien Kasus 25 Meninggal di Bali, Menderita Empat Penyakit Bawaan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Di tengah kesembuhan sejumlah pasien Covid-19 di Indonesia, kabar duka juga datang. Pasien Covid-19 kasus 25 yang juga warga negara asing (WNA), dinyatakan meninggal dunia di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, pada Rabu (11/3) pukul 02.45 Wita. Pasien berjenis kelamin perempuan itu, berumur 53 tahun itu masuk ke RS Sanglah pada 9 Maret.

“Saya informasikan bahwa tadi pukul 02.45 Wita, salah satu WNA yang berada dalam status pengawasan terkait Covid-19 meninggal dunia di RSUP Sanglah,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Rabu (11/3).

Dewa Made Indra menjelaskan, selain dalam pengawasan Covid-19, pasien tersebut didiagnosa menderita penyakit bawaan, yakni diabetes mellitus atau gula, hipertensi atau darah tinggi, hiperteroid, serta penyakit paru-paru menahun.

Ia menegaskan, warga asing tersebut didiagnosa memiliki empat penyakit bawaan yang sudah cukup lama. “Karena gejala-gejalanya dekat dengan penyakit yang sedang berkembang sekarang, dia juga dalam pengawasan Covid-19,” kata Dewa Made Indra.

Setelah mengetahui kondisi pasien tersebut, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan keluarga pasien yaitu suaminya di Bali. Dari hasil komunikasi itu disepakati bahwa yang meninggal akan dikremasi.

“Karena pasien ini berada dalam pengawasan, penanganan jenazahnya juga dilakukan sesuai dengan protap penanganan jenazah untuk orang yang terinfeksi penyakit menular,” jelas Dewa Made Indra.

Pasien diantar suaminya ke salah satu rumah sakit swasta. Sang suami mengatakan, istrinya menderita beberapa penyakit. “Itu memudahkan tim dokter untuk melakukan penanganan,” kata Dewa Made Indra.

Setelah ditangani di rumah sakit swasta, sampai 8 Maret belum menunjukkan tanda-tanda sehat. Selanjutnya, pasien dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sanglah. “Setelah itu ditangani di Rumah Sakit Sanglah mulai 9 Maret,” ujar Dewa Made Indra.

Dia menjelaskan, dari hasil kontak tracingnya, ditemukan 21 orang, dari titik mulai datang sampai titik di RS Sanglah. “Dari titik baru datang, penginapan, dan rumah sakit,” kata Indra.

Sebanyak 21 orang tersebut sudah diisolasi rumahnya. Semuanya dalam keadaan sehat serta sudah diperiksa tim dokter dari Dinas Kesehatan Bali. Untuk hasil uji laboratorium masih menunggu dari Jakarta.

Orang yang paling sering melakukan kontak adalah suaminya. Sebab, keduanya selalu bersama dari kedatangan pada 29 Februari hingga dirawat di rumah sakit pada 3 Maret. Suami WNA itu diisolasi di RSUP Sanglah Denpasar dan masih menunggu hasil lab dari Jakarta. Kondisinya hingga saat ini dinyatakan sehat.

“Kondisi suaminya adalah orang paling intens kontak. Maka terhadap suaminya sudah diisolasi saat bersamaan di RS Sanglah atau sejak tanggal 9 Maret,” katanya.

Terkait dengan pembiayaan, kata dia, pasien di rumah sakit ditanggung pemerintah. “Termasuk untuk yang meninggal. Kremasinya kita bantu biaya dari Pemerintah Provinsi Bali,” ucap Dewa Made Indra.

Dipulangkan ke Negara Asal

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, juga mengatakan, WNA positif virus corona yang meninggal dunia itu teregister sebagai kasus 25, dan masuk kategori imported case atau terinfeksi virus corona di luar negeri.

Kendati begitu, dia enggan menjelaskan negara asal WNA perempuan yang berusia 53 tahun itu. Menurut Yurianto, WNA itu sudah sakit sebelum datang ke Indonesia. “Dari datang dia sudah sakit,” ucap dia.

Menurutnya, pasien masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat. Sebelum dinyatakan positif Corona, ada penyakit yang mendahului seperti diabetes, hipertensi dan paru obstruksi menahun.

Saat ini, jenazah WNA tersebut dalam proses pemulangan ke negara asal. “Ya tentu setelah semua masalah dalam kaitan rawatan jenazah selesai. Keluarganya sudah akomodatif secepatnya pulang,” kata Yurianto.

Tambah Rumah Sakit Rujukan

Sementara itu, pemerintah RI menambah rumah sakit rujukan yang digunakan untuk menangani pasien yang dinyatakan positif mengidap Covid-19, menyusul adanya penambahan pasien kasus corona.

“Pada tanggal 10 Maret 2020, pemerintah kembali menetapkan 132 rumah sakit rujukan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 169 Tahun 2020 tentang Penetapan RS Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu,” demikian keterangan resmi Kemenkes, Rabu (11/3).

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan 100 rumah sakit rujukan untuk menangani Covid-19. Pemilihan ke-100 RS ini didasarkan pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 414 Tahun 2007 tentang Penetapan RS Rujukan Penanggulangan Flu Burung.

“Saat ini pemerintah terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan sumber daya untuk dapat mengendalikan Covid-19 ini, dengan segala harapan bahwa Covid-19 ini dapat kita kendalikan dan kita hentikan penyebarannya,” demikian bunyi keterangan itu.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan delapan kasus baru Covid-19, Selasa (10/3), sehingga jumlah pasien yang dinyatakan positif mencapai 27 orang. Belakangan, salah seorang pasien yang diidentifikasi sebagai pasien kasus ke-25 dinyatakan meninggal. Pasien berjenis kelamin perempuan yang merupakan warga negara asing itu memiliki comorbid atau penyakit penyerta lainnya, antara lain diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun.

Selain itu, ada dua pasien yang telah dinyatakan negatif Covid-19 atau sembuh, yaitu pasien kasus 06 dan 14. Dengan demikian, jumlah pasien yang masih menjalani perawatan intensif di ruang isolasi ada 24 orang. (kps/bbs)

Raja & Ratu Belanda Hari Ini ke Danau Toba: Berharap Rute Amsterdam-Sumut Dibuka Lagi

STERIL RUMAH ADAT: Sejumlah petugas mensterilkan lokasi rumah adat yang akan dikunjungi Raja dan Ratu Belanda, di Dusun Siambat Dalan, Desa Lintong Nihuta, Kabupaten Toba, Sumut, Rabu (11/3).
STERIL RUMAH ADAT: Sejumlah petugas mensterilkan lokasi rumah adat yang akan dikunjungi Raja dan Ratu Belanda, di Dusun Siambat Dalan, Desa Lintong Nihuta, Kabupaten Toba, Sumut, Rabu (11/3).
STERIL RUMAH ADAT: Sejumlah petugas mensterilkan lokasi rumah adat yang akan dikunjungi Raja dan Ratu Belanda, di Dusun Siambat Dalan, Desa Lintong Nihuta, Kabupaten Toba, Sumut, Rabu (11/3).
STERIL RUMAH ADAT: Sejumlah petugas mensterilkan lokasi rumah adat yang akan dikunjungi Raja dan Ratu Belanda, di Dusun Siambat Dalan, Desa Lintong Nihuta, Kabupaten Toba, Sumut, Rabu (11/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kamis hari ini, Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti, rencananya akan berkunjung ke kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut). Di kawasan danau vulkanik terbesar di Asia ini, Raja dan Ratu Belanda akan berkunjung selama satu hari.

Salahsatu kawasan yang akan dikunjungi adalah Bukit Singgolom di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), yang memiliki akses pemandangan langsung ke Danau Toba.

Di sana, Raja dan Ratu akan mendengarkan tentang sejarah wilayah dan perkembangan masa depan sekitar Danau Toba. Adapun Presiden Jokowi sebelumnya juga telah menetapkan Danau Toba sebagai lokasi baru untuk pariwisata berkelanjutan.

Danau Toba merupakan danau alami berukuran besar di Indonesia. Ukurannya memiliki panjang 100 kilometer, lebar 30 kilometer, dan kedalaman 1.600 meter.

Danau ini juga terkenal sebagai salah satu tempat wisata di Sumatera Utara. Banyak wisatawan yang menikmati keindahan danau dengan cara menaiki kapal yang tersedia, atau mengunjungi wisata air rangat tepat di bawah kaki gunung Pusuk Buhit. Air rangat adalah air hangat yang berasal dari gunung meletus dan Pusuk Buhit adalah sebuah gunung aktif yang disakralkan orang Batak.

Dari Bukit Singgolom, kunjungan dilanjutkan ke Dusun Siambat Dalan, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Tobasa. Di sana, Raja dan Ratu akan melihat rumah adat Batak berusia ratusan tahun yang masih ditempati oleh masyarakat.

Raja dan Ratu juga akan berkunjung ke Del Institute of Technologi untuk belajar tentang pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Setelahnya akan berwisata naik kapal ke Pulau Samosir di tengah danau. Mereka akan mengunjungi Eco Village (desa wisata lingkungan) Silima Lombu, di kecamatan Onanrunggu, Samosir, yang dibangun untuk potensi pariwisata berkelanjutan dan pertanian organik skala kecil. Silima Lombu terkenal dengan produksi wine dengan bahan fermentasi mangga Toba yang telah dipromosikan sampai ke Eropa.

Selanjutnya, Raja akan beristirahat sejenak di Inna Parapat Hotel, Kabupaten Simalungun. “Nanti akan dilakukan jumpa pers secara resmi,” ujar Arie.

Kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Danau Toba, hari ini, diharapkan akan memberikan dampak positif bagi pariwisata Danau Toba.

“Belanda adalah salahsatu pasar wisata yang penting untuk Danau Toba. Kunjungan wisman Belanda cukup tinggi ke danau Toba, waktu bandara kita di Polonia. Namun karena krisis ekonomi, kunjungan menurun. Semoga kunjungan ini memberikan dampak yang bagus dan wisatawan Belanda untuk kembali mengunjungi Danau Toba,” kata Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT), Arie Prasetyo, Rabu (11/3)

Arie berharap, kunjungan Raja dan Ratu Belanda ini sekaligus membahas berbagai kebijakan strategis untuk meningkatkan pasar wisata. Salahsatu di antaranya, mengembalikan rute penerbangan langsung dari Amsterdam ke Sumatera Utara.

“Semoga penerbangan langsung dari Belanda ke Kualanamu ini didukung. Kemarin sempat ada Garuda. Tapi karena satu dan lain hal, rute Garuda diberhentikan. Semoga dari kunjungan Raja Belanda ini, penerbangan langsung Belanda-Sumut kembali diaktifkan,” pungkasnya.

Apel Pasukan Pengamanan

Tim gabungan TNI/Polri mengerahkan sebanyak 856 personil diterjunkan untuk melakukan engamanan kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Danau Toba, Kamis (12/3) hari ini. Apel gelar pasukan dilaksanakan di Pantai Bebas Parapat, Kabupaten Simalungun, Rabu (11/3).

Ratusan personil gabungan itu, terdiri dari YONIF 122 Tombak Sakti, Yonif 126 Kala Cakti Asahan, Kodim 0207 Simalungun, Polres Simalungun, Polresta Pematang Siantar, Brimob Siantar, Petugas Damkar Simalungun, Dishub Simalungun, Dishub Pemko Siantar, dan Dankes Syah 01-04-04.

Apel Gelar Pasukan dipimpin langsung Komandan Kodim (Dandim) 0207/Simalungun Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan, S.A.P., M.P.M. Dan Turut hadir Kapolres Simalungun, AKBP. Heribertus Oppusunggu S.Ik. Msi, Kapolres Siantar AKBP. Budi Pardamean Saragih S.Ik, Kadis Pariwisata Simalungun Resman Panjaitan, Camat Girsang Sipangan Bolon Eva Tambunan dan seluruh Kapolsek jajaran Polres Simalungun.

“Besok pagi rombongan akan tiba di Sumut mulai dari Bandara Silangit Kab. Tapanuli Utara menuju kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Samosir dan berakhir di Inna Hotel Parapat, Kabupaten Simalungun. Tugas hari ini dan besok merupakan tugas kehormatan bagi kita, karena tidak semua mendapat kesempatan bisa bertugas melakukan pengamanan tamu kenegaraan sebesar ini,” ujar Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan S.A.P., M.P.M.

Dandim berharap agar seluruh personil tidak mengganggap remeh tugas ini. Dan tetap melakukan kordinasi dalam segela bentuk kegiatan selama pengamanan.

Selain pengamanan, persiapan juga terlihat di sejumlah lokasi yang rencananya akan dikunjung Raja dan Ratu.

Kepala Desa Lintong Nihuta, Holong T Simanjuntak, mengungkapkan sejumlah persiapan telah dilakukan warganya jelang kedatangan Raja dan Ratu Belanda tersebut.

“Dusun kami pernah jadi lokasi syuting film Toba Dreams yang dibintangi aktor Vino G Bastian, tahun 2015 lalu. Kali ini, kami bersiap menyambut tamu dengan membersihkan lingkungan,” sebut Holong kepada wartawan, kemarin sore.

Warga Dusun Siambat Dalan yang hanya berjumlah 12 kepala keluarga itu bakal menunjukkan adat istiadat dari suku Batak, dengan mengulosi raja dan ratu Belanda. “Warga di sini siap menerima kedatangan raja dan ratu Belanda,” ujar Holong.

Dusun Siambat Dalan merupakan salah satu spot wisata yang ada di kawasan Danau Toba. Sedikitnya ada tujuh rumah adat diperkirakan berusia 400 tahun yang terdapat di dusun tersebut. Lokasi ini kerap dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata pasca-film Toba Dreams tayang di layar lebar.

Untuk mengamankan kunjungan Raja dan Ratu Belanda di 3 kabupaten di Sumut, yakni Simalungun, Toba, dan Samosir, Kamis (12/3), sebanyak 856 personel TNI-Polri dan lintas gabungan disiagakan dalam rangka pengamanan. Apel gelar pasukan digelar di Pantai Bebas Parapat, Rabu (11/3).

Personel gabungan pengamanan terdiri dari satuan Yonif 122-126, Kodim 0207/ Simalungun, Polres Simalungun, Polres Pematang Siantar, Brimob Siantar, Petugas Damkar dan Dishub Simalungun, Dishub Pemko Siantar serta Dankes Syah 01-04-04. Apel bersama dipimpin Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan, SAP MPM, dihadiri Kapolres Simalungun, AKBP Heribertus Oppusunggu, Kapolres Pematangsiantar AKBP Budi Pardamean Saragih, dan pejabat lainnya.

Dalam arahannya, Letkol Frans Kishin Panjaitan meminta agar seluruh peserta apel menjalankan tugasnya semaksimal mungkin selama menjalankan pengamanan kunjungan kerja Raja dan Ratu Belanda.

Adapun rute pengamanan pos Siantar-Simalungun dimulai dari Inna Hotel Parapat dan di sepanjang Jalinsum Parapat- Siantar, hingga perbatasan Serdang Bedagai. “Jangan menganggap remeh tugas ini. Meski saat kunjungan Presiden RI beberapa kali kita telah berhasil melakukan pengamanan dengan baik. Kita harus tetap waspada, sebab potensi ancaman tetap ada,” pesan Dandim Frans.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 022/PT, Mayor Inf Rudi Junianto menjelaskan, jadwal dan lokasi dikunjungi Raja Belanda dan Ratu selama di Sumatera Utara. “Jam 10.30 WIB, tiba di Bandara Silangit, kemudian menuju Bukit Singolim, lanjut ke Desa Siambat Dalan, kemudian ke Desa Tradisional Batak, lalu ke Institut Teknologi DEL, Pelabuhan Balige, Desa Silimalombu, ke Hotel Inna Parapat dan pukul 17.10 WIB, ke Bandara Kualanamu untuk kembali ke Belanda,” papar Kapten Inf Rudi Junianto.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja, S.I.K., mengatakan Polda Sumut memperketat pengamanan di sejumlah destinasi wisata yang akan dikunjungi oleh Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima di Danau Toba.

“Kita lakukan pengamanan terbuka dan tertutup. Kita berkoordinasi dengan Kodam I/Bukit Barisan yang menjadi leading sektor dalam operasi pengamanan kunjungan kenegaraan besok,” terang

Pengamanan di Samosir

Menyambut kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Eco Village (desa wisata lingkungan) Silima Lombu di Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Kapolres Samosir melakukan pengamanan yang sistematis, berkordinasi dengan Paspampres.

“Saat ini kita sedang gladi resik bersama Paspampres untuk pengamanan serta acara yang dilaksanakan besok,” ujar Kapolres Samosir, AKBP Muhammad Saleh, Rabu (11/3).

Menurutnya, ada 154 tenaga personil yang berasal dari TNI dan Polri untuk melakukan pengamanan rombongan Raja Belanda yang akan datang dari Balige via kapal ke Silimalombu. “Paspampres di ring satu, sebagian TNI dan Polri di ring dua, dan sisanya Polri di ring tiga,” jelasnya.

Untuk rombongan dari Pemkab Samosir, hanya Bupati Samosir dan Kadis Pariwisata yang masuk ke ring satu bersama Raja dan Ratu Belanda.

Sebelumnya atas undangan Presiden Joko Widodo, Raja Kerajaan Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia mulai Selasa hingga Jumat, 10-13 Maret 2020. Mereka mengunjungi Jakarta, Yogyakarta, Kalimantan, dan Sumatera.

Kunjungan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda ke Indonesia tersebut membawa misi untuk peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia.

Berdasarkan siaran pers dari Kemenlu, penguasa Belanda itu membawa empat menteri dan hampir 200 delegasi pengusaha. (kps/bbs/net)

Stok Langka di Pasaran, Harga Bawang Bombay Melonjak Tajam

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Harga bawang bombay di Kota Medan dan Tebingtinggi melonjak tajam. Di pasar tradisional Kota Medan, bawang bombay kini dijual dengan harga Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Melebihi harga daging segar yang hanya Rp110 per kilogramnya. Padahal normalnya, hanya Rp20 ribu per kilogram.

“Tak ada pasokan bawang bombay. Kosong. Sudah hampir sebulan terakhir inin

saya nggak ambil bawang bombay karena mahal. Sampai Rp150 ribu. Padahal biasanya hanya Rp20 ribu saja,” ungkap seorang pedagang di Pusat Pasar, N Barus, kepada wartawan, Rabu (11/3).

Kenaikan harga bawang bombay disebutkan mulai terjadi sejak Februari 2020 lalu. Akibatnya, jumlah penjualan di tingkat pedagang terus menurun. Masyarakat batal membeli.

Dugaan Barus, kekosongan stok bawang bombay sebagai dampak wabah virus corona yang mewabah di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Pasalnya, stok bawang bombay kebanyakan didatangkan lewat kran impor.

“Kami nggak berani stok. Takut nggak laku. Harga mahal, kalau busuk karena tak terjual, apa nggak rugi?” tuturnya.

Pedagang sayuran lainnya di Pusat Pasar Medan, Henri, mengatakan kenaikan harga bawang bombay sempat menembus angka Rp200 ribu per kilogram. “Sempat tembus Rp200 ribu seminggu lalu. Namun tiga hari lalu turun ke angka Rp160 ribu. Dan sekarang di harga Rp120 ribu per kg,” sebut Henri.

Selain bawang bombay, harga cabai kering juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya hanya Rp45 ribu per kilogram, sekarang Rp100 ribu per kilogram.

Pedagang sayuran lainnya, Roma, mengatakan saat ini ia menjual cabai kering Rp95 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Harga ini sudah lebih murah dibandingkan sebelumnya. “Ini sudah turun. Sebelumnya kami bahkan jual hingga Rp105 ribu per kilogram. Barangnya langka sekarang ini,” tandasnya.

Kenaikan harga cabai kering ini berdampak kepada pedagang bumbu siap jadi dan pedagang bumbu olahan. Seperti dikatakan Putri, seorang pedagang bumbu siap jadi di Pusat Pasar Medan.

“Kenaikan harga bawang bombay atau jahe merah tidak berpengaruh pada dagangan saya. Tapi cabai merah kering sangat berpengaruh. Karena kami harus pakai bumbu cabai kering,” jelasnya.

Ia mengatakan kenaikan harga terjadi sejak Februari. “Naiknya perlahan. Setiap hari naik Rp5 ribu per kg, hingga sekarang mencapai Rp100 ribu,” ungkap Putri.

Agar tidak mengalami kerugian, Putri pun menaikkan harga penjualannya hingga dua kali lipat. “Pembelinya tetap ada, seperti rumah makan,” kata Putri.

Melonjak di Tebingtinggi

Tak hanya di Medan, harga bawang bombay juga melonjak tajam di di Kota Tebingtinggi. Pantauan di pasar tradisional Gambir, pasar tradisional Impres, pasar tradisional Sakti, dan pasar tradisional Senangin, harga bawang bombay mencapai Rp175.000 per kg. Padahal harga sebelumnya hanya Rp 54.000 perkg.

Menurut pedagang, harga bawang bombay melonjak karena stoknya turun jauh bahkan menghilang di pasaran. Hilangnya stok komoditi itu terjadi semenjak virus corona mewabah.

“Tak hanya bawang bombay, bawang merah peking asal Cina juga hilang di pasaran. Pasokan tidak ada lagi sama kami. Kami pun jadi malas menjual, karena harganya sangat mahal,” kata seorang pedagang.

Adapun komoditi yang mengalami kenaikan harga di Tebingtinggi, seperti jahe merah menjadi Rp50.000, dari harga sebelumnya Rp25.000 per kg. Jahe putih naik harga menjadi Rp25.000 per kg, dari harga sebelumnya Rp10.000 per kg. Harga cabai merah naik menjadi Rp45.000 per kg, dari sebelumnya Rp 30.000.

Harga bawang putih menjadi Rp35.000 per kg, bawang merah dari pulau Jawa Rp30.000 per kg, harga gula pasir naik menjadi Rp18.000 per kg, dari sebelumnya hanya Rp12.000 per kg.

Harga beras IR masih stabil. Ukuran 10 kg dikenakan harga Rp104.000. Harga minyak makan curah Rp12.500 per kg, tepung terigu Rp11.500 per kg.

Kenaikan harga juga terjadi pada buah impor, seperti buah apel, buah anggur, buah pir dan buah kelengkeng. Kenaikan rata-rata mencapai Rp10.000 sampai Rp15.000 per kg-nya.

Salahseorang pedagang yang mangkal di Pasar Tradisional Gambir Kota Tebingtinggi, Ain (49) menjelaskan, kenaikan harga dipicu karena adanya virus corona.

“Tapi kenaikan paling mahal untuk harga bawang bombay, kenaikannya mencapai ratusan ribu rupiah. Selain itu, sudah 10 hari ini bawang bombay tidak ada di pasaran. Bawang merah Peking juga hilang di pasaran. Makanya pedagang tidak ada lagi yang menjual bawang bombay dan bawang merah peking,” katanya.

Kemarin, lanjutnya, ada pedagang dari Medan yang datang menawarkan kepada komoditi itu ke pedagang di Tebingtinggi. “Tapi satu keranjang harganya mencapai Rp2 juta rupiah,” bilangnya, Rabu (11/3).

Kelangkaan bawang bombay dan bawang merah Peking, menurutnya, tidak menjadi masalah bagi pedagang. Karena kebanyakan pembeli beralih membeli bawang merah dan bawang putih asal Pulau Jawa.

“Gara gara virus corona, semua harga mulai naik. Barang-barang dari luar negeri saat ini sangat mahal dan susah didapatkan,” ujarnya.

Pedagang lainnya, R Br Nababan, mengaku rempah seperti jahe dan lengkuas sudah mengalami kenaikan harga. Jahe merah dari sebelumnya Rp25.000 per kg, menjadi Rp50.000 per kg. Jahe putih naik menjadi Rp25.000 per kg, dari sebelumnya Rp10.000 per kg.

Harga lengkuas dan bumbu lainnya tidak mengalami kenaikan harga.

Menyikapi kenaikan harga sejumlah komoditi tersebut, Kabag Perekonomian Pemerintah Kota Tebingtinggi, Zahidin, mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bulog Cabang Kota Tebingtinggi, untuk melakukan Operasi Pasar (OP).

“Informasi dari Bulog, stok gula pasir memang habis. Operasi Pasar bisa dilakukan ketika dekat bulan Ramadan. Katanya, stok gula pasir baru akan ada dua minggu mendatang,” bilang Zahidin. (gus/ian)

Pasien Positif Covid-19 Bertambah jadi 34 Kasus, 7 Pasien Baru “imported Case”

SUMUTPOS.CO – Lagi, pemerintah mengumumkan adanya tambahan orang yang dinyatakan positif virus corona Covid-19. Penambahannya sejumlah tujuh pasien. Dengan demikian, hingga Rabu (11/3) sore, ada 34 kasus yang dinyatakan pasien positif Covid-19 di tanah air.

“TUJUH PASIEN itu adalah warga negara Indonesia yang baru saja pulang dari luar negeri. Pemerintah menduga mereka tertular di luar negeri sehingga mengategorikan ketujuh kasus ini sebagai imported case,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3).

Berikut rincian pasien yang baru dinyatakan positif Corona:

Pasien 28: Laki-laki 37 tahun. Kondisinya sakit ringan sedang. Imported case (tertular di luar negeri).

Pasien 29: Laki-laki 51 tahun, tampak sakit sedang, tidak sesak, imported casen

Pasien 30: Laki-laki 84 tahun, tampak sakit sedang. Imported case.

Pasien 31: Perempuan usia 48 tahun, nampak sakit ringan sedang, imported case.

Pasien 32: Laki-laki 45 tahun, kondisi sakit ringan sedang, imported case juga.

Pasien 33: Laki-laki 29 tahun tampak sakit ringan sedang, imported case.

Pasien 34: Laki-laki 42 tahun, nampak sakit ringan sedang, imported case.

Sebelumnya, hingga Selasa sore kemarin, tercatat ada 27 orang yang dinyatakan positif virus corona. Namun kemudian, dua orang pasien yakni pasien 06 dan pasien 14 belakangan dinyatakan sembuh.

Pada hari yang sama dengan penambahan 7 pasien positif corona ini, seorang pasien positif corona nomor 25 meninggal dunia di Bali. Dengan demikian, saat ini masih ada 31 pasien dari 34 kasus positif virus corona yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebelumnya, informasi tentang adanya pasien virus corona di Indonesia berawal sejak diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Saat itu, Jokowi mengumumkan ada dua orang pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso. Menurut Jokowi, saat itu pasien dalam kasus 1 tertular dari warga negara Jepang yang berkunjung ke Jakarta.

Kasus 1 diduga tertular dalam sebuah acara di sebuah restoran di Jakarta Selatan pada 14 Februari 2020. Tak lama kemudian, pasien itu menularkan ke ibunya yang kemudian menjadi kasus 2.

Sejumlah kasus berikutnya diketahui terkait di klaster yang sama dengan kasus 1. Namun, dari 34 kasus itu ada juga sejumlah kasus yang diketahui sebagai kasus impor yang berarti penularan terjadi di luar negeri.

Tak Terdeteksi di Bandara

Jubir Achmad Yurianto mengakui, ketujuh pasien baru positif corona tidak terdeteksi saat tiba di Bandara, karena belum menunjukkan gejala corona. Para pasien tidak mengalami demam tinggi, sehingga lolos dari pemeriksaan thermal scanner.

“Beberapa waktu yang lalu sudah saya katakan, bahwa dengan kondisi penyakit sebagian besar ringan sedang, maka dia masuk dalam kondisi tidak panas terlalu tinggi dan tidak akan terdeteksi oleh thermalscanner,” kata Yuri.

Menurut Yuri, para pasien hanya menerima health alert card saat tiba di bandar udara di Tanah Air. Kartu peringatan itu diberikan kepada para pendatang yang berasal dari negara positif corona.

“Maka pada saat mereka merasakan tidak enak badan, mereka menandatangani beberapa rumah sakit dan kemudian menunjukan kartu itu. Itu menjadi upaya deteksi kita,” ucap Yuri.

Yuri pun mengakui para WNI itu sempat melakukan aktivitas sebelum akhirnya diisolasi di rumah sakit. Namun ia memastikan bahwa pemerintah sudah melakukan penelusuran kepada siapa saja ketujuh WNI itu melakukan kontak dekat.

Berikut rincian umur, gender, dan kondisi ketujuh pasien tersebut: Pasien 28: Laki-laki 37 tahun. Kondisinya sakit ringan sedang. Imported case. Pasien 29: Laki-laki 51 tahun, nampak sakit sedang, tidak sesak, imported case. Pasien 30: Laki-laki 84 tahun, nampak sakit sedang.

Imported case. Pasien 31: Perempuan usia 48 tahun, nampak sakit ringan sedang, imported case. Pasien 32: Laki-laki 45 tahun, kondisi sakit ringan sedang, imported case. Pasien 33: Laki-laki 29 tahun nampak sakit ringan sedang, imported case. Pasien 34: Laki-laki 42 tahun, nampak sakit ringan sedang, imported case.

Dengan penambahan tujuh kasus ini, maka sudah ada 34 orang yang dinyatakan pasien positif Covid-19. Sebelumnya, hingga Selasa sore kemarin, tercatat ada 27 orang yang dinyatakan positif virus corona. Dua orang yakni pasien 06 dan pasien 14 belakangan dinyatakan sembuh, sementara pasien 25 meninggal dunia.

Sementara itu, terkait kasus positif virus corona yang dialami pasien Nomor 27, sampai kemarin masih misterius. Pemerintah belum bisa memastikan dari mana pasien tersebut bisa tertular virus corona.

“Nomor 27 tracing-nya masih dilaksanakan terus. Dari awal tadi saya kasih tahu memang sulit melaksanakan tracing ini, tetapi tetap harus kita lakukan,” kata Yuri.

Ia menyebut, pemerintah telah melakukan tes spesimen kepada seluruh keluarga dan kerabat pasien 27. Namun dari seluruh spesimen yang diuji pemerintah di laboratorium, seluruhnya menunjukkan hasil negatif. Kini pemerintah terus mencoba melakukan penelusuran ke mana saja pasien 27 bepergian dan dengan siapa saja dia melakukan kontak dekat selama 14 hari terakhir.

“Masih kami cari. Anda bisa enggak ingat-ingat dalam 14 hari ketemu siapa dan di mana? Jadi tidak gampang,” kata dia.

Adapun pasien kasus 27 adalah seorang laki-laki berusia 33 tahun.

Yuri sebelumnya mengatakan, pasien ini tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dalam beberapa waktu belakangan. Yuri juga memastikan bahwa penularan terhadap kasus ini bukan berasal dari pasien positif corona yang sudah terdeteksi sebelumnya. Oleh karena itu, pemerintah mengkategorikan kasus ke-27 ini sebagai penularan lokal (local transmission).

Tak Punya Penyakit Bawaan

Terkait dua pasien yang dinyatakan konversi dari positif menjadi negatif virus corona, Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Muhammad Syahril mengatakan, keduanya tak memiliki penyakit bawaan. Kedua pasien itu merupakan pasien 03 dan pasien 10. Pasien 03 merupakan WNI berusia 33 tahun, masih ada hubungan dengan klaster kasus 1.

Sedangkan, pasien 10 merupakan WNA laki-laki berusia 29 tahun. Pasien ini adalah bagian dari tracing atas kasus 1. “Alhamdulillah pasien ini tidak ada penyakit bawaan yang signifikan,” kata Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Rabu (11/3).

Kedua pasien yang dinyatakan negatif virus corona itu rencananya akan dipulangkan dari RSPI Sulianti Saroso, besok. Syahril mengimbau, kedua pasien yang akan dipulangkan itu menjaga kondisi kesehatan sehingga tak mudah terjangkit virus penyakit lainnya.

“Insha Allah besok mungkin pulang, dua-duanya (pasien 03 dan pasien 10). Tidak perlu khawatir akan ada suatu penularan (virus corona) lagi,” ungkap Syahril. “Kita tetap berpesan agar dia tetap menjaga kondisi dulu. Kalau kondisi tidak dijaga, bisa saja penyakit yang lain yang masuk,” lanjut dia.

Meski dibolehkan pulang, keduanya tetap diimbau untuk mengisolasi diri di rumah selama 14 hari. “Kita sekarang sedang mengedukasi mereka untuk persiapan pulang dengan melaksanakan self isolated,” kata Yuri. “Artinya dia harus melakukan isolasi diri di lingkungan keluarganya,” tutur dia.

Dalam proses isolasi di rumah, kedua orang tersebut diimbau tetap menggunakan masker, menghindari kontak dekat dengan keluarga, serta tidak menggunakan alat makan dan minum bersama. Kemudian mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama terkait aktivitas untuk bertemu dengan orang lain.

“Meskipun sudah negatif masih kita harapkan mereka berhati-hati,” kata Yuri. (kps/bbs/net)

Kasus Oknum Wartawan Todongkan Pistol ke Warga: Polisi Belum Periksa Terlapor

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus penodongan pistol yang dilakukan RD, oknum wartawan terbitan media cetak di Medan, kepada Siharma Silalahi (50), warga yang beralamat di Jalan Parkit 5 Perumnas Mandala, hingga kini masih ditangani pihak kepolisian. Warga tersebut melaporkan RD ke Polsek Percut Sei Tuan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Edizzon Isir menyatakan, penyidik yang menangani kasus itu terus mendalami lebih lanjut.”Masih kita dalami,” kata Isir diwawancarai saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Rabu (11/3).

Namun demikian, Isir enggan berbicara banyak terkait perkembangan kasus penodongan pistol tersebut. Ketika ditanya kapan pihak terlapor diperiksa, Mantan ajudan Presiden Joko Widodo ini buru-buru pergi meninggalkan awak media. “Saya masuk ke dalam dulu ya,” ucap Isir sembari berlalu.

Meski begitu, sebelumnya Isir sempat menyatakan bahwa pihaknya tidak akan toleransi terhadap segala bentuk kejahatan. Sebagaimana disampaikan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin. “Tidak ada tempat bagi penjahat di Sumut,”cetusnya di tempat saat usai melakukan pemaparan kasus pembunuhan pelajar SMK Taman Siswa Diski.

Diketahui, dalam kasus tersebut tiga orang saksi telah diperiksa. “Kasus ini masih didalami, sudah tiga saksi diperiksa dari pihak korban (pelapor),” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Selasa (10/3).

Sebelumnya, RD dilaporkan Siharma Silalahi ke Polsek Percut Sei Tuan dengan Nomor : LP/528/K/III/2020/SPKT Percut. RD diduga menodongkan senjata mirip pistol kepada Siharma di kawasan Pajak (Pasar Tradisional) Enggang Jalan Enggang Raya, Perumnas Mandala. Aksi koboi jalanan itu disebut-sebut dilakukan RD bersama tiga rekannya berinisial TP, DN dan AB, pada Senin 2 Maret 2020 sekira pukul 04.30 WIB. (ris)

Pembunuhan Pelajar SMK Taman Siswa Diski: Arif Menduga Korban Curi HPnya

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Motif pembunuhan pelajar SMK Taman Siswa Diski, Isra Rabbani (16), dipicu karena persoalan dendam. Pelaku, M Arif Syahputra (21), merasa kesal dan menuding pelajar Kelas 10 itu telah mencuri handphone (HP) milik tersangka yang hilang.

“Motif tersangka membunuh korban karena dendam dan ingin mengambil barang milik korban. Sebab, menurut tersangka, korban diduga kuat telah mencuri HP tersangka yang hilang,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Edizzon Isir saat memberikan keterangan pers di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Rabu (11/3).

Johnny menjelaskan, aksi pembunuhan bermula ketika tersangka Arief berjalan kaki mengarah ke Pajak Rebo, Jumat (6/3) sekitar pukul 19.30 WIB. Ketika berjalan, tersangka dipanggil oleh korban yang duduk di Tukang Pangkas Hendra 99 Jalan Johar Desa Sei Mencirim, Deliserdang.

“Tersangka dan korban duduk bersama di tukang pangkas sambil minum-minum. Selanjutnya, tersangka tertidur, pada pukul 21.30 WIB tersangka terbangun. Menyadari HP miliknya yang berada di kantong celananya sudah raib,” terang Johnny yang didampingi Kapolsek Medan Sunggal Kompol Yasir Ahmadi dan Kanit Reskrim AKP Syarif Ginting.

Tersangka lalu mencari-cari HP-nya di tukang pangkas itu. Tetapi, tidak berhasil ditemukan. Sementara, korban sudah tidak berada disana.

“Lantaran merasa yakin HP-nya diambil oleh korban, tersangka mencari keberadaan korban. Pencarian dilakukan hingga di Simpang Pajak Rebo Desa Sei Mencirim, tersangka bertemu dengan temannya Loski. Tersangka lalu meminta tolong untuk mencari korban,” kata Johnny.

Tersangka ketemu dengan korban di Simpang Pabrik Aspal Lama Desa Sei Mencirim. Sedangkan rekan tersangka, Loski, pergi meninggalkan mereka berdua.

“Tersangka menanyakan HP-nya kepada korban, tapi korban berusaha kabur dengan sepeda motornya. Spontan, tersangka menendang sepeda motor hingga korban terjatuh dari kendaraannya,” sebut Johnny .

Meski terjatuh, korban langsung bangkit dan lari ke dalam gang. Melihat korban kabur, tersangka mengejar hingga berhasil menangkapnya di kawasan Jalan Sei Mencirim. “Tersangka lalu memukul korban menggunakan kayu pelepah kelapa di bagian leher dan badan. Namun, korban terus berupaya kabur melarikan diri hingga ke semak-semak tempat korban ditemukan. Di situ, korban terjatuh dan tersangka kembali memukul korban memakai batu sebanyak 5 kali di bagian wajah dan kepala hingga tak sadarkan diri,” papar Johnny .

Puas menghajar korban, tersangka meninggalkannya dan melarikan sepeda motor korban Yamaha Mio BK 4851 XG. “Tersangka menjual sepeda motor korban kepada seorang perempuan yang disebutnya bernama Mega senilai Rp800 ribu ,” sambungnya.

Sementara, Zulfikar, bapak korban, yang hadir di lokasi pemaparan tak kuasa saat diminta memberikan sepatah dua patah kata terhadap pengungkapan kasus pembunuhan terhadap anaknya. Dia meneteskan air mata saat memandangi wajah tersangka, yang berada tepat di depannya terbaring tak berdaya karena dihadiahi timah panas oleh polisi.(ris/btr)

Bawa Sabu, Warga Negara Malaysia Diadili

SIDANG: WN Malaysia Gopi Mohan, terdakwa kasus bawa sabu menjalani sidang dakwaan, Rabu (11/3). agusman/SUMUT POS
SIDANG: WN Malaysia Gopi Mohan, terdakwa kasus bawa sabu menjalani sidang dakwaan, Rabu (11/3). agusman/SUMUT POS
SIDANG: WN Malaysia Gopi Mohan, terdakwa kasus bawa sabu menjalani sidang dakwaan, Rabu (11/3). agusman/SUMUT POS
SIDANG: WN Malaysia Gopi Mohan, terdakwa kasus bawa sabu menjalani sidang dakwaan, Rabu (11/3). agusman/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gopi Mohan (39) Warga Negara (WN) Malaysia tersebut didudukkan sebagai terdakwa di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (11/3). Pasalnya terdakwa ditangkap petugas Bea Cukai, lantaran membawa sabu yang disimpan didalam spidol.

Sidang beragendakan dakwaan sekaligus keterangan saksi ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fransiska Panggabean menghadirkan Joel IE Tambunan dan Evan Pasaribu dari Bea Cukai sebagai saksi.

Keterangan saksi Joel mengaku sebelum terdakwa mendarat di Kualanamu, mereka sudah mendapatkan informasi dari data penumpang yang membawa sabu. “Jadi kami sudah mendapatkan informasi dari data penumpang yang datang ke Indonesia,” ujar saksi Joel, dihadapan hakim ketua Erintuah Damanik.

Lalu, setelah terdakwa sampai di Indonesia, dilakukan pemeriksaan dan terdakwa tidak mengakuinya. “Karena tidak mengakuinya, para saksi menggunakan alat untuk memeriksa terdakwa, dan terdakwa terbukti kuat ada bekas narkotika di tangannya,” jelasnya.

Dikutip dari surat dakwaan, pada 16 Oktober 2019 waktu Malaysia, terdakwa menemui Rawi (DPO) di Kuala Lumpur Malaysia untuk membeli shabu seharga RM 200, dan setelah dapat, terdakwa membawanya kerumah terdakwa.

Kemudian, pada 17 Oktober 2019 terdakwa berangkat ke Indonesia dan memasukkan narkotika jenis shabu tersebut ke dalam sebuah pipet plastik warna putih lalu dan dimasukkan ke dalam sebuah spidol yang dibungkus dengan alumunium foil, sengan niat akan menggunakan sisa sabu tersebut selama ia berada di Indonesia.

Lalu malamnya, terdakwa berangkat dari KLIA dengan menaiki pesawat Air Asia ke Indonesia, dan terdakwa tiba di Bandara Kuala Namu sekira pukul 23.00 WIB. Ketika terdakwa berada di terminal kedatangan internasional, ditemukan didalam tas terdakwa satu paket narkotika jenis sabu.

Kemudian, saksi Joel IE Tambunan dan saksi Abdi Evan Pasaribu (keduanya Petugas Bea Cukai Bandara Kualanamu) melakukan pemeriksaan terhadap tubuh terdakwa. Dan terdakwa tidak mengakui.

Namun dengan sebuah alat, saksi dari Bea Cukai memeriksa tangan korban, dan ternyata memang ditemukan bekas terdakwa pernah berkontak langsung dengan narkotika. Kemudian terdakwa mengakui ada membawa sabu dari Malaysia yang disembunyikan didalam spidol dan dibalut dengan aluminium foil.

Perbuatan terdakwa diatur dan diancam Pidana Pasal 113 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (man/btr)

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok &Tas Bekas

ILEGAL: Barang bukti 19 karton rokok ilegal dan 71 bale barang bekas berhasil diamankan
DJBC Sumut.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumut melalui Tim Reaksi Cepat menggagalkan upaya penyelundupan rokok ilegal dan pakaian bekas. Penyelundupan sebanyak 19 karton rokok ilegal dan 71 bal barang bekas berhasil diamankan saat dibongkar muat ke gedung ekpedisi di daerah Medan Denai.

Humas DJBC Sumut, Amri, Rabu (11/3), mengatakan, penggalan barang selundupan saat melalukan pembongkaran di gudang tersebut. Barang ilegal itu ditemukan dari Truk Fuso BM 9476 FU yang dikemudikan TIS sedangan membongkar tas, payung dan pakaian bekas ke gudang ekspedisi EJ. Begitu juga dengan rokok ilegal yang akan dibongkar dari mobil Toyota Rush hitam BK 1382 UG yang dikemudikan NH.

“Jumlah barang ilegal yang diamankan adalah 10 karton (100.000 batang) rokok Luffman Putih, 9 karton (90.000 batang) rokok Luffman Merah, dan 40 bale tas bekas,” Jelas Amri. Untuk barang bukti dari Truk Fuso, katanya, diamankan 27 bale tas bekas, 3 bale pakaian bekas, dan 1 bale payung bekas.

“Terhadap truk Fuso beserta muatannya kemudian diamankan ke Pangkalan BC di Belawan, sedangkan mobil Toyota Rush beserta ketiga supir dan beberapa buruh ekspedisi berinisial RN, DJ dan JT dibawa ke Kantor Wilayah Bea Cukai untuk diperiksa,” ungkap Amri.

Selain itu, dua pekan sebelumnya, tepatnya 26 Februari 2020, Tim Gabungan Kanwil BC Sumut dengan Kantor BC Kualatanjung dan BC Teluk Nibung yang bersinergi dengan Pomdan I Bukit Barisan, juga menggagalkan upaya pengiriman 56 bale pakaian bekas eks impor ilegal dari Tanjungbalai Asahan ke beberapa kota di Sumut.

“Penangkapan dilakukan di dua lokasi, yaitu jalan Lintas Timur Sumatera, Kisaran, dan di sebuah gudang di daerah Hessa Perlompongan, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan,” teran Amri.

Penangkapan pertama di Kisaran dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB terhadap mobil Mitsubishi L300 bernomor polisi BK 9009 CL yang dikemudikan SS dan K, serta Mitsubishi L300 lainnya bernomor polisi BK 9648 YG yang dikemudikan SA dan D.

“Dari dua mobil yang diperkirakan mengangkut pakaian bekas dari pemasok yang sama ini diperoleh keterangan lokasi gudang penyimpanan pemasok,” pungkas Amri.

Terhadap upaya penyelundupan rokok ilegal, para pelaku dapat dipidana berdasarkan UU no. 39 tahun 2007 tentang Cukai dengan ancaman pidana penjara 1-8 tahun, dan denda senilai 10- 20 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

“Para penyelundup pakaian bekas dapat dipidana berdasarkan UU no.17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dengan ancaman pidana penjara 2-8 tahun dan/atau denda antara 100-500 juta rupiah,” tutupnya. (fac/btr)