28.6 C
Medan
Monday, January 19, 2026
Home Blog Page 4421

Hilang 1 hari , Esron Ditemukan Tak Bernyawa di Embung

HANYUT: Jasad Esron yang ditemulan tewas dievakuasi dari Embung. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
HANYUT: Jasad Esron yang ditemulan tewas dievakuasi dari Embung. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
HANYUT: Jasad Esron yang ditemulan tewas dievakuasi dari Embung.  RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
HANYUT: Jasad Esron yang ditemulan tewas dievakuasi dari Embung. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Esron Tamba (15) yang merupakan seorang pelajar SMP ditemukan tewas mengapung di embung di Dusun Lae Maciho Desa Sitinjo Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, Sabtu (7/3). Korban merupakan siswa dari SMP Negeri 1 Parbuluan warga Desa Lae Hole Kecamatan Parbuluan.

Kapolsek Sidikalang AKP Jokner Malau ditemui dilokasi kejadian menyebut jasad Esron pertama kali ditemukan warga. Atas penemuan jasad korban itu dilaporkan ke Polisi. Dan atas informasi itu petugas mendatangi lokasi untuk mengevakuasi jasad korban.

Sebelumnya, Jumat, (6/3) sekira pukul 11.00 WIB, korban bersama sembilan orang teman, anak sekolah berenang di embung tersebut. Diduga korban hayut dan tengelam. Namun, para temannya tidak mengetahui hal itu. Sebab sebelum pergi meninggalkan lokasi. Warga setempat bertanya kepada kawanan anak sekolah yang baru selesai berenang di embung tersebut.Namun para pelajar tersebut menjawab tidak ada.

Tetapi Para pelajar menjawab tidak ada. Dan korban diperkirakan hanyut, Jumat (6/3). Kedalaman embung diperkirakan sekitar 8 meter. informasi dari pihak keluarga, korban tidak tahu berenang. Jokner mengatakan, sesuai keterangan dari pihak keluarga, sejak, Jumat (6/3) korban tidak pulang ke rumah setelah pulang sekolah seperti biasanya.

Keluarga korban sempat mencari keberadannya, namun tak ditemukan. Tetapi pada, Sabtu (7/3) keluarga korban mendapat informasi jasad korban ditemukan di embung dalam kondisi tidak bernyawa. Atas penemuan itu jasad korban dievakuasi masyarakat bersama Polisi kerumah duka.

“Keluarga meminta supaya mayat Esron tidak diautopsi, sehingga jenazah langsung diberikan ke pihak keluarga,” ujar Jokner.(rud/btr)

Berkas Pembunuhan Hakim Jamaluddin Dinyatakan Lengkap, Kejaksaan Tunggu Pelimpahan Tersangka

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berkas tiga tersangka kasus pembunuhan hakim Jamaluddin dinyatakan lengkap (P21) oleh penyidik Kejari Medan. Saat ini, kejaksaan tengah menunggu pelimpahan tersangka berserta barangbukti (P22) dari Polrestabes Medan.

Ketiga tersangka yakni istri korban Zuraida Hanum (41) yang juga pelaku utama dan dua orang eksekutor M Jefri Pratama (42) dan M Reza Fahlevi (29).

Kepala Seksi Penerangan hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian mengatakan berkas ketiga tersangka dinyatakan lengkap (P21) pada 28 Februari 2019 kemarin.

“Benar, sudah P21 sejak tanggal 28 Februari dan sudah kita kirim pemberitahuan ke Polrestabes Medan,” ucap Sumanggar, Sabtu (7/3).

Berkas perkara ketiga tersangka telah dilimpahkan ke Kejari Medan, 1 Februari 2020 kemarin. Sejak saat itu, tim penuntut umum Kejari Medan memeriksa berkas ketiga tersangka.

Sumanggar mengatakan, saat ini pihaknya hanya menunggu pelimpahan tahap dua yakni tersangka dan barang bukti dari penyidik Polrestabes Medan untuk selanjutnya dilimpahkan ke PN Medan. “Ya kita tunggu dari mereka (Polrestabes Medan),” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Jamaluddin dibunuh istrinya ZH, sebagai otak pelaku pembunuhan. ZH menyuruh JP yang diduga selingkuhannya untuk membunuh. Lalu Jefri mengajak RP dengan memberikan uang Rp2 juta.

Pembunuhan dilakukan di rumah korban di Jalan Aswas Komplek Perumahan Royal Monaco Blok B No 22, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. Lalu, mayatnya dibuang di area kebun sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang pada akhir November, 2019 lalu. (man/btr)

Pasutri Diduga Saling Tikam Asal Humbahas: Kondisi Louiker dan Sinta Membaik

DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.
DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.
DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.
DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kondisi Louiker Tarihoran (35) dan Sinta Boru Lase (27), pasangan suami istri (pasutri) asal Dusun Adian, Desa Peadungdung, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) yang kini dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM) Medan terus membaik. Pasutri itu dirujuk lantaran mengalami luka serius yang diduga akibat saling tikam.

Kasubbag Humas RSUP HAM, Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) mengatakan, kedua pasien sudah dilakukan operasi akibat luka yang diderita.

“Kondisinya terus membaik, dan stabil,” ujar Rosa yang diwawancarai akhir pekan lalu.

Kata Rosa, saat ini pasutri tersebut masih dalam perawatan intensif. Ia menyatakan, belum bisa dipastikan kapan keduanya bisa berobat jalan atau pulang ke kampung halaman.

“Sekarang dalam kondisi pemulihan pasca operasi. Belum tahu kapan bisa pulang, tergantung dari kondisi kedua pasien dan tim medis yang menangani,” katanya singkat.

Sebelumnya, kata Rosa, pasutri itu dirawat intensif tim medis di rumah sakit itu sejak Minggu (1/3). Kedua pasien datang secara terpisah. “Pasien suami istri tersebut datang secara bertahap. Pertama, istrinya lebih dulu, Sinta Boru Lase pada pukul 06.13 WIB. Selanjutnya, suaminya, Loiker Tarihoran sekitar pukul 06.24 WIB,” ujar Rosa.

Disebutkan Rosa, dari hasil pemeriksaan medis sementara, sang suami mengalami luka tusuk di bagian perut. Begitu juga istrinya, tetapi ada memar di bagian mata.

Informasi dihimpun, pasutri tersebut sebelumnya dirawat di RSU Dolok Sanggul seusai kejadian guna mendapatkan pertolongan. Sementara putra mereka, Doni Tarihoran (4), yang meninggal dunia sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk menjalani autopsi, setelah sebelumnya juga dibawa ke RSU Dolok Sanggul.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, dikabarkan keduanya ditemukan sekarat dengan kondisi mengenaskan di perladangan Sitalahap, Dusun Adian, Desa Peadungdung, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbahas, Sabtu (29/2) sekira pukul 17.30 WIB. Sedangkan putranya meninggal dunia di lokasi yang sama.

Kapolres Humbahas AKBP Rudi Hartono melalui Kasubbag Humas Aiptu Syahril Purba mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui warga setempat, Ruslan Silaban (50). “Sore itu (Sabtu), saksi Ruslan menemui saksi Rinaldi Siregar dan mengatakan bahwa Sinta Boru Lase ditemukan dengan kondisi kritis dengan ususnya keluar,” ujarnya kepada wartawan.

Kemudian, Rinaldi menghubungi Polsek Pakkat. Sekira pukul 18.00 WIB, Kapolsek Pakkat bersama personel tiba di lokasi dan menemukan seorang anak sudah meninggal dunia dan sepasang suami istri dalam keadaan kritis.

“Informasi sementara, diduga mereka bertengkar saat bekerja di ladang sampai terjadi pembunuhan. Namun demikian, masih dilakukan penyelidikan lebih mendalam,” tukasnya. (ris/btr)

Sepasang Kekasih Simpan 7 Butir Ekstasi, Diduga Pengedar

PASANGAN: M Kardi dan kekasihnya Popy Selvia kasus kepemilikan 7 butir pil ekstasi.
PASANGAN: M Kardi dan kekasihnya Popy Selvia kasus kepemilikan 7 butir pil ekstasi.
PASANGAN:  M Kardi dan kekasihnya Popy Selvia kasus kepemilikan 7 butir pil ekstasi.
PASANGAN: M Kardi dan kekasihnya Popy Selvia kasus kepemilikan 7 butir pil ekstasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepasang kekasih M Kardi (29) warga Jalan Brigjen Katamso Kampung Aur Kecamatan Kecamatan Medan Maimun dan Popy Selvia (25) warga Jalan Tanggguk Bongkar Kecamatan Medan Denai ditangkap tertangkap tangan oleh Tim PRC Rajawali Ditsamapta Polda Sumut, Sabtu (7/3) dini hari.

Bukan tanpa sebab, keduanya diduga mengedarkan narkoba jenis ekstasi. Dari keduanya, disita barang bukti narkotika sebanyak 7 butir pil ekstasi merk WB.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu M Ainul Yaqin menjelaskan, penangkapan terhadap keduanya dilakukan ketika Tim PRC Rajawali Regu 2 yang sedang melaksankan patroli di sekitaran Jalan Brigjend Katamso sekitar pukul 04.14 WIB. Saat dilakukan penelusuran di kawasan Kampung Aur tersebut, terlihat kedua tersangka dengan gelagat mencurigakan.

“Ketika dilakukan pemeriksaan, ternyata ditemukan sebanyak 7 butir pil ekstasi dari kantong celananya. Oleh karenanya, terhadap kedua tersangka langsung diamankan dan diboyong ke mako (Mapolsek Medan Kota),” ujar Yaqin, Minggu (8/3).

Kata Yaqin, setelah berada di markas komando, personel Unit Reskrim Polsek Medan Kota menerima penyerahan tersangka beserta barang bukti narkotika. Selanjutnya, langsung diproses sesuai hukum yang berlaku dengan menahan kedua tersangka. “Kasusnya masih dalam proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut,” tukasnya. (ris/btr)

Usai Bongkar Rumah Korban, Kaki Wira Ditembak

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Medan Area menembak kaki kiri Wira Ananda (27) yang merupakan spesialis pembongkar rumah. Tersangka adalah warga Jalan Antara Gang Dame II No 21 Kelurahan Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area.

Sebelum ditangkap dan ditembak pada bagian kakinya, tersangka sudah lima kali melakukan aksinya di wilayah hukum Polrestabes Medan.Terakhir, tersangka berhasil membongkar rumah toko (ruko) dan mencuri barang berharga milik Roesni Warga Jalan Sutrisno Simpang Jalan Amplas Kelurahan Sei Rengas Permata, Kecamatan Medan Area, Rabu (4/3) kemarin.

Dijelaskan Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chan SH MH membenarkan perihal tersebut. “Benar. Tersangka diamankan lalu diberi tindakan tegas terukur dengan menembak kakinya karena melakukan perlawanan saat dibawa pengembangan kasus,” ujar Kompol Faidir, Minggu, (8/3).

Lebih lanjut dijelaskan mantan Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Medan ini, saat beraksi, tersangka bersama empat orang rekannya berhasil menggondol pintu besi, mesin pendingin ruangan (AC) dan satu unit mesin pompa air milik korban.

“Nah, korban yang tidak terima kehilangan barang miliknya langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Medan Area,” jelasnya.

Kemudian, Faidir menerangkan, personel Tekab Polsek Medan Area yang menindaklanjuti laporan tersebut memperoleh informasi tentang para pelaku.

“Selanjutnya, Panit Reskrim, Ipda PM Tambunan SH MH langsung menuju lokasi dan berhasil meringkus tersangka di seputar kediamannya,” terang mantan Kapolsek Pancurbatu ini.

Namun sayang, sebut Faidir, ketika dibawa pengembangan kasus, tersangka melakukan perlawanan sehingga diberi tindakan tegas terukur setelah tembakan peringatan yang diletuskan tidak diindahkan.

“Dari pengungkapan ini, kita berhasil menyita tali nilon sepanjang 4 meter dan sepeda motor yang digunakan tersangka dalam menjalankan aksinya,” sebutnya.

Usai diamankan dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis, tersangka berikut barang bukti digelandang ke Mapolsek Medan Area untuk diproses.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana,” pungkas mantan Wakapolsek Medan Timur ini seraya menambahkan rekan tersangka lainnya masih dalam pengejaran. (mag-1/btr)

Oknum Wartawan Diadukan Kasus Penodongan Pistol, Ketua PWI Sumut: Harus Diproses Hukum

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang oknum wartawan terbitan media cetak di Medan RD dilaporkan warga Jalan Parkit 5 Perumnas Mandala Medan, Siharma Silalahi (50) ke Polsek Percut Sei Tuan dengan nomor laporan LP/528/K/III/2020/SPKT Percut.

Alasan Siharma melaporkan oknum wartawan itu karena yang bersangkutan menyerupai petugas kepolisian yang hendak menangkap pelaku kejahatan. RD diduga menodongkan senjata mirip pistol kepada Siharma di kawasan pasar Tradisional Pajak Enggang Jalan Enggang Raya, Perumnas Mandala.

Informasi diperoleh Minggu (8/2), RD dikabarkan tak sendirian. Dia me lakukan bersama tiga rekannya berinisial Ta, Da dan Ab, Senin (2/3) dini hari lalu sekitar pukul 05.00 WIB.

Atik, istri Siharma menjelaskan awalnya, suaminya lagi bertugas jaga malam di pasar tradisional yang berdekatan dengan kios mereka. Dan Atik tidur didalam kios itu. Kios itu jadikan untuk usaha warung kopi. “Kami baru sekitar 3 minggu berjualan dengan membuka warung kopi. Sekitar pukul 05.00 WIB . RD bersama tiga rekannya memaksa pintu kios dibuka,” ungkap Atik melalui sambungan seluler.

Kemudian, RD dan tiga rekannya bertanya kepada Siharma dan Atik tentang keberadaan Rizal, yang diduga pelaku pencurian di pasar tersebut. Lantaran tidak mengenal siapa Zal, keduanya menjawab tak tahu. “Kami enggak tahu pak, kok seperti ini cara bapak mencari seseorang. Lalu, dijawab mereka, ya kami cari maling,” terang Atik.

Lantaran dalam kondisi tanpa busana, pasangan suami istri (pasutri) itu langsung memakai pakaian. Saat mengenakan pakaian dua orang dari rekan RD masuk ke dalam kios .

“Dua orang itu merusak barang-barang yang ada, seperti televisi, dispenser, dan lainnya dengan cara dilemparkan keluar. Tak hanya itu, rolling door pasar juga dipukul-pukul mereka sehingga menimbulkan suara bising,” beber Atik.

Mendengar suara bising, suami Atik yang usai mengenakan pakaian langsung keluar dari kios dan mengejar dua rekan pelaku dengan maksud bertanya.

“Yang anggota polisi yang mana, siapa namanya. Wajar dong bertanya, kalau memang anggota polisi. Tapi, kalau anggota polisi cara kerjanya enggak arogan seperti itu. Jadi, saya pikir mereka itu seperti teroris lah,” papar Atik.

Ketika suaminya bertanya, RD berlagak seperti anggota polisi dan kemudian mengeluarkan senjata mirip pistol.“Pas suami saya bertanya, si RD langsung keluarkan senjata mirip pistol. Kenapa kau tanya-tanya, keberatan kau kami cari maling di sini. Kutembak kau, kutembak kau sampai berulang-ulang diucapkannya. Terus, ditodongkan senjata itu ke kepala suami saya,” jelas Atik.

Beruntung, saat kejadian itu ada teman suaminya di lokasi karena melihat terjadi keributan.“Langsung dilerai oleh kawan suami saya. Setelah itu, suami saya didorong dan dicekik hingga terjatuh. Tak hanya sampai disitu namun dipukuli bahkan diinjak-injak,” tegasnya.

Atik yang baru saja mengenakan pakaian dan langsung bergegas menuju lokasi keributan, terkejut melihat suaminya dianiaya. Secara spontan Atik berteriak histeris sembari berusaha menolong suaminya.

“Saya langsung histeris dan berusaha menolong suami. Akan tetapi, ditarik hingga ke kios saya. Setelah itu, enggak lama RD bersama rekannya langsung pergi meninggalkan lokasi,” katanya.

Tak terima, Atik melaporkan kejadian itu ke Polsek Percut Sei Tuan pada Senin siang. Namun, dengan alasan tidak sinkron laporan pengaduannya sehingga dicabut. Lantas, Kamis (5/3) suaminya membuat laporan ke Polsek yang sama dengan dilengkapi bukti visum dari rumah sakit.

“Kami tidak kenal dengan orang yang dicarinya, kenapa bertanyanya kepada kami. Apa yang dilakukan RD dengan membuka paksa rolling door sudah membuat malu kami. Karena saat itu kami sedang melakukan hubungan suami istri. Kami tidak terima diperlakukan seperti itu, lagian mereka bukan anggota polisi. Wartawan berlagak polisi sampai mengancam dengan menodongkan senjata (mirip pistol). Polisi aja tidak sampai segitunya,” sebut Atik.

Ia berharap polisi secepatnya menindak lanjuti proses hukum dan laporan suaminya itu dengan menangkap pelaku. Hal ini supaya tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. “Kami berharap si RD dan kawan-kawannya cepat ditangkap. Kami yakin dan percaya polisi pasti memberikan keadilan hukum kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Aris Wibowo yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan pengaduan tersebut. Kata Aris, laporan pengaduan itu masih dalam proses lebih lanjut. “Sementara masih dalam tahap penyidikan,” kata Aris singkat.

Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara Sumut, Hermansjah menegaskan, kasus oknum wartawan yang diduga melakukan pengancaman dengan senjata mirip pistol harus diproses secara hukum. “Polisi harus secepatnya memproses secara hukum,” ucapnya.

Kata Hermansjah, seharusnya wartawan bekerja memberikan informasi kepada masyarakat bukan malah menebar rasa ketakutan dan menganggu Kamtibmas. “Sesuai tupoksinya berdasarkan Undang Undang Pers Nomor 40/1999, wartawan bertugas memberikan memberikan informasi serta mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Hermansjah sembari mengecam aksi koboi oknum wartawan yang telah menyalahi tupoksinya dalam bekerja seakan-seakan sebagai aparat. (ris/btr)

Penjaga Tambak Tewas Dipukul Penjaring Kepiting, TKP di Belawan

JASAD: Petugas kepolisian sedang memperiksa jasad Jujuaidi yang terbujur kaku karena dipukul pakai kayu, Minggu (8/3).
JASAD: Petugas kepolisian sedang memperiksa jasad Jujuaidi yang terbujur kaku karena dipukul pakai kayu, Minggu (8/3).
JASAD: Petugas kepolisian sedang memperiksa jasad Jujuaidi yang terbujur kaku karena dipukul pakai kayu, Minggu  (8/3).
JASAD: Petugas kepolisian sedang memperiksa jasad Jujuaidi yang terbujur kaku karena dipukul pakai kayu, Minggu (8/3).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Jujuaidi (72) penjaga tambak kepiting tewas dipukul pakai kayu saat berada di pondok dilokasi tambak, Canang Kering, Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (8/3) pukul 08.00 WIB. Pria tua itu warga Griya Martubung, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan.

Informasinya, tersangka pemukulan korban berinsial PS alias Lian. Dimana sebelum peristiwa pemukulan itu terjadi, tersangka mendatangi korban yang saat itu berada di pondok. Tersangka marah dengan korban yang telah melepas bubuh atau jaring kepiting yang telah dipasangnya di tambak yang dijaga korban.

Lantas korban menjawab, jaring itu telah dibukanya dan diserahkan ke rumah pemilik tambak. Mendengar itu, tersangka emosi memukul korban dengan tangan kosong. Perkelahian itu dilerai saksi Karnaen yang saat itu berada di pondok tersebut.

Tak puas memukul pakai tangan. Tersangka melanjutkan pemukulannya menggunakan kayu yang ada di lokasi. Tersangka langsung memukul kepala korban hingga terjatuh. Kemudian, tersangka kabur.

Karnaen melihat penjaga tambak itu jatuh, dan sudah tewas. Saksi Karnaen meminta pertolongan kepada warga, dan peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Belawan.

Petugas yang datang ke lokasi melakukan olah TKP, sejumlah saksi dimintai keterangan berikut barang bukti diamankan. Untuk memproses kasus tersebut, petugas membawa jenazah penjaga tambak ke RS Bhayangkara Medan untuk divisum.

Kanit Reskrim Polsek Belawan, Iptu AR Riza mengatakan, pihaknya turun ke lokasi setelah mendapat informasi dari masyarakat, dari hasil keterangan saksi, korban dibunuh seseorang yang sudah diketahui identitasnya.

“Kakek ini sehari – harinya tinggal di pondok dan bekerja sebagai penjaga tambak. Korban sering melarang pelaku meletakkan bubuh kepiting di tempatnya bekerja dan setiap bubuh kepiting pelaku ditemukan diangkat korban dipindahkan ke pinggir jalan,” kata Riza.

Tersangka menghabisi korban menggunakan kayu yang dihempaskan ke leher korban hingga tersungkur dan tewas. Belum diketahui pasti motif tersangka menghabisi nyawa korban, dugaan sementara faktor sakit hati.

“Mungkin sakit hati, kita masih melakukan penyelidikan. Dan sudah kita kantongi identitas pelaku, saat ini masih kita lakukan pengejaran,” pungkasnya. (fac/btr)

Hidayatullah Siap Dukung Program Formad

FOTO BERSAMA: Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayatullah yg juga Dewan Pembina Formad foto bersama pengurus Formad yang baru dikukuhkan.
FOTO BERSAMA: Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayatullah yg juga Dewan Pembina Formad foto bersama pengurus Formad yang baru dikukuhkan.
FOTO BERSAMA: Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayatullah yg juga Dewan Pembina Formad foto bersama pengurus Formad yang baru dikukuhkan.
FOTO BERSAMA: Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayatullah yg juga Dewan Pembina Formad foto bersama pengurus Formad yang baru dikukuhkan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Forum Masyarakat Adat Deli (Formad) resmi dikukuhkan Sultan Deli XIV, Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam, di Amaliun Food Court Jalan Amaliun, Sabtu (7/3). Dengan dikukuhkannya kepengurusan Formad ini, diharapkan dapat melestarikan adat dan budaya yang ada di Sumatera Utara.

Sultan Deli XIV berharap, pengurus Formad yang baru dikukuhkan dapat menjaga kebhinekaan yang ada di Kota Medan, karena Kota Medan merupakan kota yang multikultur atau terdiri dari banyak etnis, seperti Melayu, Jawa, Mandailing, Karo, Batak, Aceh, Nias, Tionghoa, dan lainnya. Sultan juga mendoakan agar Formad diberi keberkahan oleh Allah SWT.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Hidayatullah SE yang diamanahkan sebagai dewan pembina, mengaku akan mendukung sepenuhnya program-program Formad. “Dalam kapasitas saya sebagai anggota DPR RI, banyak program yang dapat kita sinergikan,” katanya.

Sedangkan Ketua Formad, Tengku Muhammad Fauzi dalam sambutannya mengatakan, Formad adalah organisasi masyarakat yang tidak bersinggungan dengan suku dan agama apapun. “Justru kamilah penjaga adat Negara,” jelasnya.
Hadir dalam acara ini Gubernur Sumut yang diwakili Asisten Administrasi Umum Pemprovsu, mantan Gubsu HT Erry Nuradi, Ketua DPRD Medan, kesultanan dari berbagai daerah termasuk utusan dari Aceh, dan lainnya.

Adapun susunan pengurus Formad yang dikukuhkan Sultan Deli XIV Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam yakni Ketua T Muhammad Fauzi SKom, Wakil Ketua T Bobby Lesmana SE, Sekretaris OK Muhammad Mukhlis, Wakil Sekretaris M Zulfadhli, Bendahara OK Ardiansyah, dan Wakil Bendahara Wan Okri Ananda.

Sedangkan bidang-bidang yakni Bidang IT dan Humas T Adri, Bidang Kaderisasi dan SDM, T Moharsyah. Bidang Hukum dan HAM, T Fitri Yuvina MHum dan OK Dedek Kurniawan SH. Bidang Kesra Nurul Ilmi MH
dan Abdul Aziz ST, dibantu pengurus lainnya. (adz)

HUT ke-16 PFI, Akhyar Jadi Fotograper Keliling di Car Free Day dan Kawasan Kota Tua

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi menjadi ‘fotografer keliling’di arena Car Free Day dan Kawasan Kota Tua Medan. Hal itu dilakukannya demi mengikuti perlombaan hunting foto keliling (Foto On The Spot) dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke 16 Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Medan.

Pemerintah Kota Medan sejak lima tahun silam rutin melaksanakan Car Free Day setiap hari Minggu. Pelaksanaan Car Free Day sering dijadikan para komunitas menjadi ajang berkumpul antar sesame komunitas, bersosialisasi tentang program social kemasyarakatan, olahraga, dan pertunjukkan. Beragamnya perkumpulan di tempat itu, membuat panitia HUT ke 16 PFI Medan tertarik menggelar lomba hunting foto dengan teman Foto On The Spot pada moment Car Free Day dan foto Kawasan Kota Tua Medan.

Lomba Foto On The Spot PFI Kota Medan dibuka Akhyar Nasution gelar pada Minggu (8/3/2020) di Jalan Pulau Pinang. Cara Akhyar membuka lomba hunting foto on the spot FPI Medan ini sangat berbeda, bahkan meninggalkan kesan bagi peserta lomba. Akhyar meminta seluruh peserta bergabung, dalam hitungan ketiga diambil fotonya dan disitulah tanda dibukanya lomba hunting foto ini.

“Saya bukanya dengan cara saya foto ya, satu, dua, tiga, jeprett. Lomba sudah dibuka, silahkan foto secantik-cantiknya Kota Medan,”katanya sambil mengarahkan kameranya mengabadikan moment foto Bersama peserta lomba foto di Jalan Pulau Pinang.

Kepada peserta foto, Akhyar mengatakan foto adalah menceritakan masa kini yang nantinya dapat diceritakan untuk masa yang akan datang. Fotografi adalah hobinya sejak masih usia sekolah dasar, dan dulu masa SD dan SMP pernah membantu orangtuanya menjadi foto keliling.

“Semua kawan-kawan (Pewarta Foto Indonesia), yok bikin cantik Medan. Kawan-kawan pewarta bisa menggambarkan bahwa Kota Medan ini sesungguhnya cantik, hanya saja kita belum mengeksplore secara keseluruhan,” jelasnya.

Di akhir kesempatannya, Akhyar mengucapkan terimakasih kepada PFI atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kalau ada kekurangan, akan kita perbaiki. Tapi sesungguhnya kota kita tidak kalah dengan kota-kota lainnya di Indonesia,” tandasnya.

Setelah para peserta berjalan hunting foto, AKhyar pun berjalan menyalurkan hobinya sejak Sekolah Dasar (SD) dulu, dengan memotret anak-anak muda dari komunitas parkour yang beratraksi di pintu utama Lapangan Merdeka. Dari sana, Akhyar berjalan menuju ke sisi Jalan Stasiun Kereta Api. Tapi, langkah Akhyar terhenti ketika melihat seorang ibu dengan 2 anaknya sedang asyik menggambar di dekat parkirnya mobil perpustakaan keliling.

Akhyar langsung mengarahkan kameranya dan membidik seorang anak laki-laki yang sedang ‘mencoret-coret’ kertas putih. Saat asyik mengambil foto, persis di belakang Akhyar, terdapat sekumpulan pelajar yang diketahui dari MTSN 4 Medan meminta Akhyar memfoto mereka. “Pak wali, foto kami lah pak, pak wali,” teriak salah seorang siswi.

Akhyar pun menoleh ke belakang dan langsung menghampiri. “Dari sekolah mana kalian?,” tanya Akhyar dan dijawab dari MTSN 4 Medan. “Fotolah kami pak,” ucap salah seorang siswi lainnya.

Usai mengambil foto para pelajar itu, siswi MTSN 4 Medan meminta Akhyar untuk foto bersama dan selanjutnya Akhyar kembali hunting foto untuk memeriahkan HUT PFI Kota Medan.

Berjalan menuju Jalan Ahmad Yani VII, Akhyar membidik sekumpulan komunitas sepeda dengan berlatar belakang Gedung London Sumatra (Lonsum). Lagi-lagi, kehadiran Akhyar mendapat perhatian dari warga yang asyik berolahraga.

“Ihh.. difoto kita ma Pak Akhyar. Makasih Pak, foto dulu kita Pak,” ungkap salah seorang komunitas sepeda Cluster Rumah Pondok, Surya.

Dari sana, Akhyar berjalan di Jalan A Yani VII dan sembari melihat kondisi kota tua yang sesungguhnya. Seketika Akhyar membidikkan kameranya ke arah drainase persimpangan Jalan Mesjid. Akhyar menoleh ke dalam parit dan melihat tiang listrik milik PLN berdiri tegak di dalam parit.

Tak hanya itu, Akhyar juga melihat pipa pembuangan yang terlalu panjang keluar yang dapat menghalau jalannya air. “Yang seperti ini yang gak boleh. Apalagi di depan Nomensen, ada 8 yang melintangin drainase kita di sana,” cetus Akhyar sembari mengajak untuk lebih peduli dengan Kota Medan.

Di dampingi Kepala Pariwisata Agus Suriyono, Camat Medan Barat Rudi Faisal Lubis dan Lurah Kesawan, Akhyar berjalan ke Gedung Waren Huis yang berada di Jalan A Yani VII persimpangan Jalan Hindu. Politisi PDI Perjuangan ini membidikkan kameranya di depan gedung swalayan pertama berdiri di Sumatera dan selanjutnya masuk ke gedung yang berdiri pada 1919. (adz)

Akhyar Ajak Masyarakat Selektif Terima Informasi di Medsos

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution menghadiri Dialog Kerukunan dan Pembinaan Kelurahan Percontohan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kota Medan di Kantor Camat Medan Belawan, Jalan Cimanuk, Sabtu (7/3).
Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution menghadiri Dialog Kerukunan dan Pembinaan Kelurahan Percontohan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kota Medan di Kantor Camat Medan Belawan, Jalan Cimanuk, Sabtu (7/3).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi membuka Dialog Kerukunan dan Pembinaan Kelurahan Percontohan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kota Medan di Kantor Camat Medan Belawan, Jalan Cimanuk, Sabtu (7/3). Tujuannya, guna menyamakan persepsi, tindakan, visi dan misi dalam menciptakan rasa aman, nyaman, rukun, dan tentram dalam kehidupan masyarakat Kota Medan khususnya di Kecamatan Medan Belawan.

Dialog kerukunan yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan ini diikuti para tokoh pemuda serta tokoh lintas agama di Medan Belawan. Selain itu, unsur Muspika, Ketua FKUB Ilyas Halim, Camat Medan Belawan Ahmad, lurah dan kepling se-kecamatan Medan Belawan juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Mengawali sambutannya, Akhyar lebih dulu mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder dan elemen masyarakat yang telah berperan aktif menciptakan kerukunan antar umat beragama. Apalagi bilang Akhyar, kerukunan menjadi hal penting yang harus tercipta dan terjaga demi stabilitas kota dan kenyamanan bersama.

“Alhamdulillah, selama ini Kota Medan dikenal sebagai kota multikultural yang harmonis. Multikulturalisme ini adalah kekayaan kita yang harus kita jaga bersama. Maka dari itu, toleransi, sikap saling menghargai dan menghormati harus senantiasa kita junjung tinggi,” kata Akhyar.

Problematika yang dihadapi saat ini lanjut Akhyar adalah merebaknya berita bohong atau hoax terutama di media sosial. Untuk itu, Akhyar berpesan kepada seluruhnya agar lebih bijak menggunakan media sosial serta mampu memilih informasi yang akan dikonsumsi agar tidak menjadi sumber gesekan di masyarakat apalagi yang menyangkut isu suku, agama, rasa dan antar golongan (SARA).

“Kecanggihan tekhnologi menjadikan informasi ada digenggaman kita. Namun, tidak semua informasi itu adalah benar. Maka sebaiknya kita lebih bijak dalam memilih berita dan informasi di media apalagi media sosial. Biasakan diri untuk saring sebelum di sharing. Sehingga tidak menjadi bias apalagi menjadi faktor keributan dan kericuhan,” pesannya didampingi Kabag Agama Setdako Medan Adlan.

Akhyar berharap esensi dari dialog kerukunan yang menghadirkan sejumlah narasumber dan membahas berbagai topik terkait ini mampu diresapi dengan sebaik-baiknya. “Semoga kita semua mampu menjadi peneduh dan pencipta kerukunan. Sebab, kita semua menginginkan ketenangan dan rasa aman dalam menjalankan keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Medan adalah rumah kita, maka mari kita ciptakan, jaga dan rawat kekondusifannya,” bilangnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Akhyar juga tidak lupa mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program Yok Bikin Cantik Medan. “Jika Kota Medan cantik, maka akan banyak yang datang untuk berwisata dan berbelanja. Kondisi ini tentu berimplikasi pada meningkatnya sektor perekonomian kota kita dan terciptanya lapangan kerja,” pungkasnya optimis seraya berpesan agar masyarakat tidak panik menghadapi wabah virus corona namun harus senantiasa waspada dengan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan .

Usai dibuka, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber yang dihadirkan. Salah satunya terkait stabilitas keamanan wilayah kecamatan Medan Belawan yang disampaikan dari perwakilan Polres Pelabuhan Belawan. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi hingga dialog berakhir. (adz)