28.6 C
Medan
Monday, January 19, 2026
Home Blog Page 4422

Akhyar Ajak Masyarakat Selektif Terima Informasi di Medsos

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution menghadiri Dialog Kerukunan dan Pembinaan Kelurahan Percontohan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kota Medan di Kantor Camat Medan Belawan, Jalan Cimanuk, Sabtu (7/3).
Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution menghadiri Dialog Kerukunan dan Pembinaan Kelurahan Percontohan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kota Medan di Kantor Camat Medan Belawan, Jalan Cimanuk, Sabtu (7/3).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi membuka Dialog Kerukunan dan Pembinaan Kelurahan Percontohan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kota Medan di Kantor Camat Medan Belawan, Jalan Cimanuk, Sabtu (7/3). Tujuannya, guna menyamakan persepsi, tindakan, visi dan misi dalam menciptakan rasa aman, nyaman, rukun, dan tentram dalam kehidupan masyarakat Kota Medan khususnya di Kecamatan Medan Belawan.

Dialog kerukunan yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan ini diikuti para tokoh pemuda serta tokoh lintas agama di Medan Belawan. Selain itu, unsur Muspika, Ketua FKUB Ilyas Halim, Camat Medan Belawan Ahmad, lurah dan kepling se-kecamatan Medan Belawan juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Mengawali sambutannya, Akhyar lebih dulu mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder dan elemen masyarakat yang telah berperan aktif menciptakan kerukunan antar umat beragama. Apalagi bilang Akhyar, kerukunan menjadi hal penting yang harus tercipta dan terjaga demi stabilitas kota dan kenyamanan bersama.

“Alhamdulillah, selama ini Kota Medan dikenal sebagai kota multikultural yang harmonis. Multikulturalisme ini adalah kekayaan kita yang harus kita jaga bersama. Maka dari itu, toleransi, sikap saling menghargai dan menghormati harus senantiasa kita junjung tinggi,” kata Akhyar.

Problematika yang dihadapi saat ini lanjut Akhyar adalah merebaknya berita bohong atau hoax terutama di media sosial. Untuk itu, Akhyar berpesan kepada seluruhnya agar lebih bijak menggunakan media sosial serta mampu memilih informasi yang akan dikonsumsi agar tidak menjadi sumber gesekan di masyarakat apalagi yang menyangkut isu suku, agama, rasa dan antar golongan (SARA).

“Kecanggihan tekhnologi menjadikan informasi ada digenggaman kita. Namun, tidak semua informasi itu adalah benar. Maka sebaiknya kita lebih bijak dalam memilih berita dan informasi di media apalagi media sosial. Biasakan diri untuk saring sebelum di sharing. Sehingga tidak menjadi bias apalagi menjadi faktor keributan dan kericuhan,” pesannya didampingi Kabag Agama Setdako Medan Adlan.

Akhyar berharap esensi dari dialog kerukunan yang menghadirkan sejumlah narasumber dan membahas berbagai topik terkait ini mampu diresapi dengan sebaik-baiknya. “Semoga kita semua mampu menjadi peneduh dan pencipta kerukunan. Sebab, kita semua menginginkan ketenangan dan rasa aman dalam menjalankan keyakinan dan kepercayaan masing-masing. Medan adalah rumah kita, maka mari kita ciptakan, jaga dan rawat kekondusifannya,” bilangnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Akhyar juga tidak lupa mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program Yok Bikin Cantik Medan. “Jika Kota Medan cantik, maka akan banyak yang datang untuk berwisata dan berbelanja. Kondisi ini tentu berimplikasi pada meningkatnya sektor perekonomian kota kita dan terciptanya lapangan kerja,” pungkasnya optimis seraya berpesan agar masyarakat tidak panik menghadapi wabah virus corona namun harus senantiasa waspada dengan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan .

Usai dibuka, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber yang dihadirkan. Salah satunya terkait stabilitas keamanan wilayah kecamatan Medan Belawan yang disampaikan dari perwakilan Polres Pelabuhan Belawan. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi hingga dialog berakhir. (adz)

Jadwal Sementara Liga 2 2020, PSMS Masih Keberatan

LATIHAN: Para penggawa PSMS Medan saat menjalani sesi latihan di Stadion Mini Kebung Bunga Medan, baru-baru ini.
LATIHAN: Para penggawa PSMS Medan saat menjalani sesi latihan di Stadion Mini Kebung Bunga Medan, baru-baru ini.
LATIHAN: Para penggawa PSMS Medan saat menjalani sesi latihan di Stadion Mini Kebung Bunga Medan, baru-baru ini.
LATIHAN: Para penggawa PSMS Medan saat menjalani sesi latihan di Stadion Mini Kebung Bunga Medan, baru-baru ini.

SUMUTPOS.CO – Usai PT Liga Indonesia Baru (LIB) merilis jadwal sementara Liga 2 2020, belum lama ini, Manajemen PSMS Medan mengaku masih keberatan. Karena, konsep draft jadwal tersebut dinilai sedikit kurang memihak ke PSMS, untuk putaran pertama.

“Berdasarkan draft jadwal putaran pertama, yakni 2 kali home dan selanjutnya langsung 3 kali away,” ungkap Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang, baru-baru ini.

Atas hal tersebut, Mulyadi pun mengaku berencana mengajukan perubahan jadwal untuk skuad Ayam Kinantan agar lebih baik, pada manager meeting klub-klub Liga 2, Jumat (6/3).

“Tentu ini sangat kurang berpihak kepada kami. Menurut kami, langsung memainkan laga away 3 kali itu, sangat berat. Kami akan berupaya agar minimal 2 kali home dan 2 away,” harapnya.

Sebelumnya, Mulyadi sempat mengaku siap, terkait regulasi Liga 2 musim ini, meski format kompetisi sedikit berbeda dibandingkan musim sebelumnya. Sebab, seperti diketahui, format kompetisi musim ini tidak lagi memakai format babak 8 besar hingga semifinal. Di musim ini, juara masing-masing grup, baik wilayah barat maupun timur, berhak melangkah ke partai final, dan otomatis promosi ke Liga 1.

Sedangkan runner-up masing-masing grup berhak melaju ke babak play-off, sebagai ajang perebutan tiket terakhir promosi ke Liga 1.

“Kami siap saja bagaimanapun regulasinya. Karena kami sudah melakukan persiapan cukup lama. Dan dari sisi biaya, regulasi tahun ini sedikit menguntungkan, karena tidak ada babak 8 besar dan 4 besar,” pungkas Mulyadi. (isc/saz)

Direktur RSUD Sidikalang Akan Segera Diisi Pejabat Difinitif

DEPAN: Bangunan RSUD Sidikalang tampak dari depan. dalam waktu dekat akan segera diangkat pejabat difinitif untuk menyelesaikan semua masalah di RS daerah ini. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DEPAN: Bangunan RSUD Sidikalang tampak dari depan. dalam waktu dekat akan segera diangkat pejabat difinitif untuk menyelesaikan semua masalah di RS daerah ini. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DEPAN: Bangunan RSUD Sidikalang tampak dari depan. dalam waktu dekat akan segera diangkat pejabat difinitif untuk menyelesaikan semua masalah di RS daerah ini.  RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DEPAN: Bangunan RSUD Sidikalang tampak dari depan. dalam waktu dekat akan segera diangkat pejabat difinitif untuk menyelesaikan semua masalah di RS daerah ini. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi, Leonardus Sihotang mengatakan, dalam waktu dekat Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang akan diisi dengan pejabat difinitif, karena saat ini orang nomor satu di RS daerah ini masih dijabat Pelaksana Tugas (Plt).

“Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu tidak mau mengisi posisi direktur rumah sakit dengan buru- buru. Mengingat selama ini, kondisi rumah sakit sangat memprihatinkan. Harus ada orang tepat mengisi jabatan direktur rumah sakit, sehingga perbaikan bisa dilakukan,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini prinsip kehati-hatian dalam menentukan Direktur sedang dilakukan, sehingga penentuan direktur yang difinitif agak lama. Saat ini, sudah dibentuk tim penilai kinerja yang terdiri dari beberapa unsur, dan tahapannya sudah berjalan dalam penetapan kriteria direktur rumah sakit.

“Perbaikan pelayanan rumah sakit dan lainnya merupakan atensi dari bupati, sehingga proses rekrutmen seteliti mungkin. Jika salah menempatkan, tidak akan bisa menyelesaikan pokok persoalan di rumah sakit,” ungkapnya.

Menurutnya, persoalan RSUD Sidikalang sudah kompleks mulai dari pelayanan, motivasi kerja sudah turun. Sehingga membutuhkan figur yang betul- betul siap memperbaiki kondisi rumah sakit yang sudah buruk.

“Pencopotan direktur yang lama, untuk memperbaiki rumah sakit. Pencopotan direktur juga otomatis pencopotan kepala badan layanan umum daerah (BLUD). Saat ini, posisi direktur dijabat pelaksana, sementa kepala BLUD dalam proses penunjukan,” ungkapnya.

Dikatakan Leonardus lebih lanjut, bahwa sampai saat ini, tidak ada masalah pelaksana direktur RSU Sidikalang berlatar nontenaga medis. “Kalau ada masalah, sudah pasti disampaikan,” tutupnya. (rud/ram)

DPRD Humbahas Diharapkan Pahami Tupoksi

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas) Provinsi Sumatera Utara diminta untuk memahami tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat. DPRD harus dapat duduk bersama dengan pemerintah untuk memahami fungsi masing-masing.

Pengamat pembangungan di Humbahas, M Roy Simamora mengatakan hal tersebut karena anggaran yang tidak berjalan, sehingga dana milyaran kembali ke pusat.

“ Tugas dan fungsi masing-masing lembaga sudah diatur dalam undang-undang. Jika sampai miliaran uang kembali kepusat, berarti permasalahaan yang muncul tampaknya karena kedua lembaga tidak mau memahami peran masing-masing,” ujar Roy.

Roy mengatakan, terkait anggaran miliaran rupiah yang kembali ke pusat dikarenakan keterlambatan penggunaan ataupun penyusunan anggaran, dan ini merupakan kesalahaan pemerintah. Namun, tetap DPRD juga disalahkan karena ada ruangan sebagai wakil rakyat berupa tugas dan fungsinya.

Roy mengatakan, seharusnya sebelum tahapan penggunaan anggaran berjalan maupun saat penyusunan anggaran, DPRD dan pemerintah saling melakukan koordinasi demi percepatan pembangunan Humbang Hasundutan.

Dan bukan merasa ada batasan-batasan dan keegoan dan pemerintah tidak akan merasa pekerjaanya diganggu oleh DPRD. “ Yang penting adalah memahami peran dan fungsi masing-masing,” ujar Roy.

Roy menuturkan, kembalinya anggaran ini ada dua hal alasannya, pertama dikarenakan proses pelelangan tidak berjalan sesuai aturan. Dari aturan itu, DPRD tidak memahami tugas dan fungisnya sebagai sifat pengawasan.

DPRD, kata dia, tidak mengawasi perkembangan penggunaan anggaran dengan cara mendampingi dinas terkait, semisal tahapan pelelangan proyek hingga pelaksanaannya.

Kedua, menurut dia, keterlambatan penyusunan anggaran dikarenakan DPRD tidak menunjukan fungsinya sebagai wakil rakyat dalam penyusunan anggaran. Seharusnya, DPRD menyurati pemerintah untuk tepat waktu penyusunan anggaran, jika tidak diindahkan maka harusnya dilaporkan ke Kemendagri. Untuk itu, Roy mengatakan, tugas dan peran masing-masing lembaga yang diatur dalam undang-undang. (des/ram)

3 Warga Taput Negatif Virus Covid 19

Keterangan Pers: Pemerintah Tapanuli Utara saat memberikan klarifikasi terkait 3 warganya terjangkit virus Covid 19. Ketiga warga tersebut sedang dipantau di rumahnya hingga 16 Maret mendatang. dedi gamael/sumut pos
Keterangan Pers: Pemerintah Tapanuli Utara saat memberikan klarifikasi terkait 3 warganya terjangkit virus Covid 19. Ketiga warga tersebut sedang dipantau di rumahnya hingga 16 Maret mendatang. dedi gamael/sumut pos
Keterangan Pers: Pemerintah Tapanuli Utara saat memberikan klarifikasi terkait 3 warganya terjangkit virus Covid 19. Ketiga warga tersebut sedang dipantau di rumahnya hingga 16 Maret mendatang. dedi gamael/sumut pos
Keterangan Pers: Pemerintah Tapanuli Utara saat memberikan klarifikasi terkait 3 warganya terjangkit virus Covid 19. Ketiga warga tersebut sedang dipantau di rumahnya hingga 16 Maret mendatang. dedi gamael/sumut pos

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan, tiga warganya yang sempat menjadi perbincangan di media sosial negatif terjangkit virus Coid 19. Saat ini, ketiga pasien tersebut sedang menjalani karantina di rumahnya hingga 16 Maret mendatang.

TAPUT- Direktur RSUD Tarutung, dr Janri Aeoyogie Nababan menyatakan ketiganya pasien tersebut merupakan keluarga. Salah satunya ditemukan infiltrat atau gambaran infeksi paru.

“Tapi dalam kesimpulan sementara, setelah dilakukan pemeriksaan darah dari salah satu ketiga warga ini negatif,” ucap Janry saat menggelar jumpa pers di kantor Sekretariat Daerah (Sekda) Bagian Kehumasan Tapanuli Utara, Kamis (5/3).

Janry mengatakan, ketiga pasien tersebut berjenis kelamin perempuan adalah PS (62), KRH (26) dan RH (42), akhirnya diisolasi di rumah mereka dengan masa rentangnya berlangsung hingga 16 Maret 2020.

“Mereka menjalani isolasi dan pemantauan d rumah mereka,” ujar janry.

Janry menuturkan, diketahuinya dugaan itu, berawal dari dari salah satu ketiga warga ini mendatangi pihak RS dan mengadukan bahwa dirinya sempat berada di Singapura. Akhirnya, pihaknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut ikut bersama kedua keluarganya itu.

“Kitapun langsung melakukan penyelidikan dengan pemeriksaan ke RSU Tarutung sebagai tempat rumah sakit yang sudah dirujuk oleh Kementerian Kesehatan,” timpal Kepala Seksi Surveilen dan imuniasi Dinas Kesehatan, dr Rustam Simbolon.

Dari pemeriksaan itu,sambung Janri, ketiganya dinyatakan negatif, selanjutnya dilakukan observsi dengan isolasi ditempat tingalnya selama 14 hari yang berakhir pada 16 Maret kedepan.

“ Kita juga akan melakukan pemantauan per 8 jam agar kita mengetahui perkembangan kondisi para pasien,” jelas Janry.

Sementara, Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Setdakab Tapanuli Utara, Donna Situmeang menegaskan, bahwa pihaknya sudah melakukan sesuai SOP terkait ketiga warga tersebut yang sebelumnya beredar isu ditengah masyarakat sudah terjangkit virus Covid 19.

“Jadi supaya tidak ada simpangsiur ditengah masyarakat, bahwa tidak benar ketiga warga kita terjangkit setelah kita lakukan pemeriksaan. Kita minta masyarakat Tapanuli Utara untuk tidak panik dan seluruh pihak juga kita minta tetap menghargai privasi para saudara-saudara kita ini sehingga tidak memperkeruh suasana,” imbuh Donna. (des/ram)

Kejari-Pemko Tebingtinggi Jalin Kerja Sama, Kejaksaan Sebagai Pengacara Negara Bidang Datun

PAPARAN: Asisten Pemerintahan, Bambang Sudaryono ketika memberikan paparan.
PAPARAN: Asisten Pemerintahan, Bambang Sudaryono ketika memberikan paparan.
PAPARAN: Asisten Pemerintahan, Bambang Sudaryono ketika memberikan paparan.
PAPARAN: Asisten Pemerintahan, Bambang Sudaryono ketika memberikan paparan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi diwakili Asisten Pemerintahan, Bambang Sudaryono mengatakan, kerja sama dengan kejaksaan sangat penting bagi Pemko Tebingtinggi.

“Untuk itu, kerja sama ini harus didukung oleh semua OPD yang ada di Kota Tebingtinggi,”ujar Bambang saat membuka sosialisasi Peran dan Fungsi Kejaksaan sebagai pengacara negara di bidang perdata dan tata usaha negara, Kamis (5/3) di Balai Kota Tebingtinggi.

Disampaikan Bambang, beberapa waktu lalu telah dibentuk TP4D pada Kejaksaan Negeri dan telah dibubarkan Jaksa Agung. Pun begitu, upaya pecegahan masih dapat dilakukan dengan kerja sama dengan Kejaksaan.

“Kejaksaan Negeri di bidang perdata dan Tata Usaha Negara, Kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak di dalam maupun diluar di luar pengadilan atas nama negara atau pemerintah,” bilangnya.

Dengan demikian, Bambang menambahkan, sosialisasi hukum yang dilaksanakan dapat membantu ASN ke depannya dalam pelaksanaan tugas tugas ke depan di pemerintahan, dan terciptanya kerja sama yang baik bidang datun.

“Diharapkan kepada peserta soislisasi ini dapat meng ikuti dengan tekun, dan jika kurang paham agar ditanyakan kepada narasumber,”pungkasnya. (ian/han)

Antisipasi Virus Corona di Tebingtinggi, Puskesmas & RS Teliti Keluarkan Surat Kesehatan

Kadis Kesehatan, dr Nanang Fitra Aulia SP.PK.
Kadis Kesehatan, dr Nanang Fitra Aulia SP.PK.
Kadis Kesehatan, dr Nanang Fitra Aulia SP.PK.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia mengingatkan Kepala Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk lebih teliti dalam mengeluarkan surat kesehatan terhadap masyarakat.

Hal itu ditekankan dr Nanang Fitra Aulia, mengingat adanya seorang warga yang baru pulang dari Korea, meminta surat kesehatan di salah satu Puskesmas di Kota Tebingtinngi.

Dijelaskan Nanang, hal ini terungkap ketika petugas Puskesmas curiga, karena identitas warga tersebut beralamatkan di Siantar , dan bekerja sebagai operator alat berat proyek jalan tol di Kabupaten Sergai.

“Dia datang ke salah satu Puskesmas di Tebingtinggi untuk memohon surat kesehatan. Karena alamat identitas warga itu dari Siantar, petugas merasa curiga. Saat itulah petugas melaporkan hal tersebut. Kita hampir kebobolan di sini,” katanya, Jumat (6/5).

Setelah digali informasi dari yang bersangkutan, lanjut Nanang, ternyata pemohon surat kesehatan itu baru kembali dari Korea pada tanggal 25 Februari 2020 lalu, setelah mengikuti Diklat dari perusahaan tempatnya bekerja.

“Atas kejadian itu, Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi sudah melaporkan ke Dinkes Sumut. Sekarang orang tersebut saat ini dalam pengawasan dan pemantauan Dinkes Sumut beberapa hari ke depan,” katanya.

Nanang menjelaskan hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dan pecegahan merebaknya virus corona atau Covid 19 terutama bagi orang-orang yang baru kembali dari luar negeri.

“Sampai dengan saat ini di Tebingtinggi negatif virus Covid 19, kami terus melaksanakan instruksi dari Kemenkes maupun Dinkes Provsu untuk pencegahan dan penanggulangan virus Covid 19. Mudah mudahan tidak terjadi di Tebingtinggi,” katanya. (ian/han)

Pemprovsu akan Benahi Wisata Tanah Karo

DISAMBUT: Gubsu Edy Rahmayadi disambut saat tiba untuk menghadiri Musrenbang Wilayah Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020, di Hotel Sibayak Berastagi, Jumat (6/3).
DISAMBUT: Gubsu Edy Rahmayadi disambut saat tiba untuk menghadiri Musrenbang Wilayah Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020, di Hotel Sibayak Berastagi, Jumat (6/3).
DISAMBUT: Gubsu Edy Rahmayadi disambut saat tiba untuk menghadiri Musrenbang Wilayah Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020, di Hotel Sibayak Berastagi, Jumat (6/3).
DISAMBUT: Gubsu Edy Rahmayadi disambut saat tiba untuk menghadiri Musrenbang Wilayah Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020, di Hotel Sibayak Berastagi, Jumat (6/3).

KARO, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menegaskan tahun ini akan membenahi destinasi wisata Tanah Karo. Hal ini dikatakan Gubsu dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Wilayah Dataran Tinggi Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020, di Hotel Sibayak Berastagi, Jumat (6/3).

“Untuk meningkatkan dan memajukan objek wisata Kabupaten Karo, kita akan terus memacu dan benahi sarana dan prasarananya. Sehingga ke depan menuju objek wisata di daerah itu tidak lagi mengalami kemacetan. Sebab mulai tahun 2020 dan 2021 pembangunan jalan layang akan segera dilakukan,” ujar Edy.

Selain menunjukkan animasi jalan layang ke Karo, Gubsu juga mengkritik kondisi daerah tempat wisata Gundaling yang sampai hari ini belum tertata dengan baik. “Apa yang sudah diperbuat di Kabupaten Karo sudah baik. Namun demikian lebih baik lagi semisal daerah Gundaling ditata lagi dan ditertibkan objek wisatanya,” pintanya.

Selain pembangunan jalan layang,

Gubsu juga berjanji akan menyelesaikan pembangunan Tahura. “Tahun ini kita pastikan akan kita selesaikan semuanya pembangunannya. Sesuai kearifan lokal budaya Karo. Maka bangunan desain rumah adat Karo (Si waluh Jabu) juga akan kita bangun tahun 2020 dan lokasi wisata kreatif keluarga,” ungkapnya.

Karena itu, Edy meminta Bupati Karo menghiasi pintu masuk ke Tanah Karo. “Kepada Bupati Karo supaya tahun 2020 ini, mulai gerbang pintu masuk Tahura, sebagai simbol wajah Kota Berastagi, buatkan master plan kiri-kanan jalan. Coba ditanam sejenis bunga semisal pohon pakis atau sejenisnya. Ini bertujuan ada ikon yang dikenal saat orang masuk mulai dari Tahura-Berastagi,” terangnya.

Menyahuti hal itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH, menyampaikan, harapan agar Gubsu Edy membuat kebijakan-kebijakan yang efektif di tingkat provinsi. Tujuannya untuk terus mendukung pembangunan wilayah Kabupaten Karo.

“Kebutuhan pendanaan pembangunan merupakan salahsatu kendala utama saat ini. Sehingga, diharapkan bapak Gubsu berkenaan menempatkan wilayah dataran tinggi di dalam prioritas kebijakan pembangunan provinsi Sumatera Utara tahun 2021,” ujar Terkelin. (deo/han)

Gunakan Visa Ziarah Konsuliyah, Tim Transportasi Haji Terbang ke Saudi

Info haji
Info haji

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Di tengah serangan virus Korona di Ara Saudi yang terus bertambah, persiapan haji oleh tim Kementerian Agama (Kemenag) terus dikebut. Rencananya Sabtu (7/3) hari ini, tim transportasi bertolak ke Arab Saudi. Tahun ini layanan transportasi disiapkan untuk melayani 204 ribu jamaah dan sekitar 2.555 petugas hajin

Ketua Tim Persiapan Transportasi, Subhan Cholid, menuturkan dia bersama tim dijadwalkan terbang pukul 13.30 menggunakan pesawat Saudia Airlines. ’’Menggunakan visa ziarah konsuliyah,’’ katanya Jumat (3/6) malam. Dengan visa tersebut, tim transportasi tetap bisa terbang menuju Saudi.

Dia mengatakan layanan transportasi haji di Arab Saudi terbagi menjadi dua. Yakni transportasi antarkota perhajian dan bus shalawat. Transportasi bus antarkota melayani jamaah dari Jeddah ke Makkah, dari Makkah ke Madinah, atau sebaliknya. Sementara bus shalawat melayani jamaah dari hotel menuju Masjidilharam selama 24 jam penuh.

Dia lantas merinci kebutuhan armada bus untuk misi haji 2020. Untuk rute bandara Madinah ke hotel di Madinah membutuhkan 2.452 armada bus. Kemudian rute Madinah ke Makkah butuh sebanyak 2.452 unit bus. Lalu rute Makkah ke Jeddah butuh 2.452 unit bus, rute Jeddah ke Makkah butuh 2.466 unit bus, rute Makkah ke Madinah butuh 2.466 unit bus, dan rute hotel Madinah ke bandara Madinah butuh 2.466 unit bus.

Sedangkan untuk bus shalawat butuh 459 unit bus. Total ada sembilan rute bus shalawat yang siap mengantar jamaah dari hotel ke Masjidilharam. Layanan ini dilengkapi dengan 53 halte dan 4 terminal di sekitar Masjidilharam.

Sementara itu tim akomodasi dan tim konsumsi sudah hampir menyelesaikan tugasnya. Tim akomodasi sudah bertugas selama 26 hari. Sedangkan tim katering memasuki hari ke-19. Pembantu Staf Teknis Haji (STH) I KJRI Jeddah Amin Handoyo mengatakan ada 289 hotel yang mendaftar untuk melayani jamaah haji Indonesia. Dengan total kapasitas mencapai 389.530 jamaah.

Sementara itu untuk perusahaan katering yang mendaftar, tercatat ada 309 perusahaan. Setelah melewati proses seleksi berkas atau dokumen, tim akan melakukan proses kasfiyah. Proses kasfiyah adalah kunjungan langsung ke lapangan untuk memastikan kelayakannya. Baik itu kelayanan hotel maupun perusahaan atau dapur katering. (wan)

Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin P-21: Istri & 2 Eksekutor Segera Dikirim ke Jaksa

TERSANGKA: Para tersangka pembunuh hakim Jamaluddin saat menjalani rekonstruksi, beberapa waktu lalu. Saat ini, berkas ketiga tersangka ini sudah P21.
TERSANGKA: Para tersangka pembunuh hakim Jamaluddin saat menjalani rekonstruksi, beberapa waktu lalu. Saat ini, berkas ketiga tersangka ini sudah P21.
TERSANGKA: Para tersangka pembunuh hakim Jamaluddin saat menjalani rekonstruksi, beberapa waktu lalu. Saat ini, berkas ketiga tersangka ini sudah P21.
TERSANGKA: Para tersangka pembunuh hakim Jamaluddin saat menjalani rekonstruksi, beberapa waktu lalu. Saat ini, berkas ketiga tersangka ini sudah P21.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tiga tersangka pembunuhan hakim Jamaluddin (55), dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan. Dengan demikian, Polrestabes Medan segera melakukan pelimpahan berkas perkara tahap II yakni mengirimkan ketiga tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan.

Dalam pengungkapan kasus pembunuhan hakim Jamaluddin ini, tim gabungan Polda Sumut dan Sat Reskrim Polrestabes Medan membekukn

tiga orang pelaku, yakni otak pelaku Zuraida Hanum (41), istri korban. Kemudian, kedua eksekutor masing-masing M Jefri Pratama (42), warga Jalan Selam, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Medan Denai, dan M Reza Fahlevi (29), warga Jalan Stella Raya/Anyelir, Medan Tuntungan.

Setelah melaksanakan reka adegan hingga penyerahan berkas BAP, ketiga tersangka siap dikirim ke tahap pengadilan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak saat dikonfirmasi mengatakan, berkas perkara ketiga tersangka kasus pembunuhan itu dinyatakan P21 sejak pekan lalu. “Sejak 27 Februari P21,” katanya melalui pesan WhatsApp, Jumat (6/3).

Sebelumnya, penyidik dalam kasus itu mengirimkan berkas perkara tahap I tiga tersangka ke Kejari Medan pada Selasa, 18 Februari 2020 lalu. Disinggung mengenai kapan berkas perkara tahap II atau pelimpahan tersangka dan barang bukti dilakukan, mantan Kapolsek Percut Sei Tuan ini belum bisa menentukan waktu pastinya. Namun, dia rencanakan pada pekan depan. “Rencananya minggu depan dilimpahkan tersangka dan barang bukti,” jawabnya singkat.

Dia juga menyebutkan, ketiga tersangka diduga telah melakukan pembunuhan berencana terhadap hakim Jamaluddin. Mereka dijerat dengan Pasal 340 subs Pasal 338 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1e. Ancaman terberat hukuman mati.

Diketahui, ketiga tersangka ditangkap tim gabungan Direktorat Reskrimum Polda Sumut dan Satuan Reskrim Polrestabes Medan dari lokasi serta waktu terpisah. Motif kasus pembunuhan ini, dikabarkan berlatar belakang cinta segitiga dan sakit hati. Zuraida yang merencanakan dan mendalangi pembunuhan suaminya sendiri, disebut-sebut menjalin asmara dengan Jefri.

Sementara, Jamaluddin ditemukan tewas di dalam mobilnya Toyota Land Cruiser Prado warna hitam BK 77 HD, di areal kebun sawit Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Jumat pada 29 November 2019 lalu. Jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar, yang kemudian memberitahu polisi. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tangan terikat di sela kursi penumpang. Bahkan, terdapat luka memar di bagian leher. (ris)