MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satu dari dua pelaku pencurian kendaraan motor (curanmor) yang kerap beraksi di kawasan Jalan Besar Deli tua ditangkap personel Polsek Deli Tua. Pelaku curanmor tersebut terpaksa ditembak betis kirinya karena kabur saat pengembangan kasus.
Pelaku curanmor itu, Sahnan alias Anan (39) warga Perumahan Asabri Pasar 9 Kecamatan Sibiru-biru. Dia diringkus setelah dilaporkan korbannya, Agnesa Vindriy Anci (21) warga Jalan Besar Deli Tua Gang Aman Dusun V Desa Suka Makmur Kecamatan Deli tua, dan aksi kejahatannya terekam kamera CCTV.
Kapolsek Deli Tua AKP Zulkifli Harahap mengatakan, semula pihaknya mendapat laporan pengaduan dari korbannya yang kehilangan sepeda motor, Selasa (25/2) sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, kendaraan korban Honda Vario 125 warna Hitam BK 6621 AFV terpakir di teras rumah, tepatnya di depan PT Gippum Medical Internasional.
“Saat kami olah TKP, kami mendapatkan informasi sepeda motor korban ada di sekitar Jalan Santun, Kecamatan Medan Kota. Atas informasi itu, petugas langsung menuju ke lokasi dan berhasil menangkap tersangka Sahnan,” ujar Zulkifli, Rabu (26/2).
Dari hasil introgasi, sebut dia, tersangka melakukan pencurian bersama seorang temannya bernama Aripin alias Ipin. Saat ini, rekannya itu sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih dalam pengejaran. “Tersangka dibawa untuk pengembangan kasus mencari barang bukti rekannya. Namun, yang bersangkutan mencoba kabur,” jelas Zulkifli. (ris/btr)
SIDANG: Tansri terdakwa pencemaran nama baik menjalani sidang lanjutan, Rabu (26/2).
SIDANG: Tansri terdakwa pencemaran nama baik menjalani sidang lanjutan, Rabu (26/2).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tansri Chandra alias Tan Ben Chong (73) mengaku tidak ada maksud menghina atau mencemarkan nama baik koleganya di grup WhatsApp (WA). Salah satu pendiri Kampus IT&B Medan ini hanya niat menagih utang sehingga mengirim pesan ke grup WA hingga dilaporkan dan berujung ke persidangan ini.
Terungkap dalam sidang lanjutan pencemaran nama baik di grup WA yang kembali bergulir di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (26/2) siang.
Dalam sidang itu, majelis hakim yang dipimpin Erintuah Damanik bertanya kepada terdakwa maksud mengirim pesan WA itu apa. Terdakwa menjawab bahwa para koleganya itu setelah meminjam duit namun belum membayar sampai saat ini.
“Maksud saya mengirim WA untuk menagih utang mereka Pak hakim, bukan maksud menghina atau mencemarkan nama baik mereka,” jawab terdakwa Tansri.
Erintuah kembali menanyakan, apakah Tamin Sukardi, seorang pemilik resort mewah meminjam uang yang ditotal Rp2,4 Miliar.
“Iya, yang mulia. Tamin Sukardi juga meminjam uang saya. Katanya untuk keperluan dagang. Dan uang yang saya pinjamkan itu uang pribadi bukan uang yayasan,” jelas terdakwa lagi.
Sementara, jaksa penuntut umum (JPU) Edmond N Purba bertanya kepada terdakwa mengapa memberikan pinjaman tidak membuat surat perjanjian, terdakwa menjawab karena sudah kenal lama sejak 2001 dan bahkan sama-sama membangun gedung IT&B
Giliran penasihat hukum terdakwa, DR Taufik Siregar SH MHum bertanya, apakah pesan menagih utang yang dikirimkan ke grup WA itu sifatnya grup terbatas, terdakwa mengiyakannya.
“Iya benar, grup WA Yayasan Sosial Lautan Mulia itu grup terbatas, khusus internal kami dan saya sebagai ketua grup,” jawab terdakwa.
Lantas, sambung Taufik Siregar lagi, apakah saksi pelapor Toni Harsono juga ada di dalam grup itu, terdakwa menjawab tidak ada. “Toni Harsono tidak ada di dalam grup tapi dia diberitahukan James Tantono dan langsung melaporkan saya,” beber terdakwa.
Sementara, saat disinggung terkait uang pinjaman itu sebagai kompensasi agar mengundurkan diri dari yayasan, terdakwa menbantahnya.
“Itu bukan wewenang saya, mereka mundur karena sukarela dan uang itu saya berikan memang sebagai pinjaman malah sampai sekarang belum dikembalikan,” tandas terdakwa.(man/btr)
PASANGAN: Kartika Sari dan pasanganya Wahyudi dituntut hukuman penjara pada sidang tuntutan, Rabu (26/2).
PASANGAN: Kartika Sari dan pasanganya Wahyudi dituntut hukuman penjara pada sidang tuntutan, Rabu (26/2).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kartika Sari, terdakwa yang tengah hamil 9 bulan terpaksa harus melahirkan bayinya di balik jeruji. Pasalnya, dia dituntut 3 tahun penjara karena terbukti mengonsumsi sabu bersama pacarnya pada sidang yang digelar di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (26/2).
Sementara pacarnya, Wahyudi divonis 4 tahun penjara. Keduanya didenda Rp800 juta subsider 6 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rizky.
“Kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 127 dan pasal 112 UU RI No 35 Tahun 2019 Tentang Narkotika,” ucap Jaksa.
Dalam nota tuntutan JPU, hal yang memberatkan, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan tidak pernah di hukum.
Selain itu, terdakwa Kartika Sari dalam keadaan hamil besar dan akan melahirkan dalam waktu dekat. Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim yang diketui Somadi, menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.
Diketahui, kedua terdakwa ditangkap polisi setelah terlebih dahulu mendapat laporan dari masyarakat. Atas laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi menemukan kedua terdakwa sedang mengkonsumsi sabu.
Di kamar kos yang disewa terdakwa, polisi menemukan plastik kecil bening berisi sabu, sebuah bong (alat hisap), satu buah korek api gas dan pipa kaca. Kepada polisi, terdakwa mengaku membeli sabu seharga Rp70 ribu dari temannya. (man/btr)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Indra Syahputra Marpaung (26) terdakwa kasus kepemilikan sebanyak 3000 pil ekstasi, mengaku atas suruhan abang kandungnya untuk menjemput barang haram tersebut. Hal itu terungkap dalam sidang beragendakan keterangan terdakwa, di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (26/2).
Terdakwa mengaku disuruh oleh Irwan Syahputra Marpaung (DPO) untuk menjemput 3000 butir pil ekstasi di Jalan Sudirman Km 3, Pantai Johor, Tanjungbalai.
“Saya disuruh abang kandung saya pak hakim,” terang terdakwa dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik.
Setelah itu, terdakwa Indra Syahputra Marpaung mengaku kalau dirinya tidak ada mendapatkan upah. “Saya gak ada diberikan upah pak,” kilahnya.
Mendengar pengakuannya, membuat Majelis Hakim heran, karena tidak mungkin kalau terdakwa tidak dikasih upah, sedangkan yang dibawa begitu banyak “Mana mungkin anda gak dikasih upah untuk membawa 3000 ekstasi, bukan sedikit ini,” kata Erintuah.
Namun, terdakwa masih tetap kepada pengakuannya dengan alasan tidak mengetahui kalau yang dijemputnya itu merupakan ekstasi.
“Saya tidak diberi upah pak hakim, saya juga tidak mengetahui kalau yang saya jemput ekstasi, saya tau ketika polisi datang,” kilahnya lagi.
Setelah mendengar keterangan terdakwa, Majelis pun menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda tuntutan terdakwa.
Dalam dakwaan JPU Lince Rosmini disebutkan, pada 9 September 2019, Irwan Syahputra Marpaung (DPO) yang merupakan abang kandung terdakwa menawarkan untuk menjemput pil ekstasi di Jalan Sudirman Km 3 Pantai Johor Tanjung Balai tepatnya di depan Pintu Indomaret Panca Karsa.
Selanjutnya, terdakwa pergi dengan mengemudikan sepeda motor milik abang terdakwa Indra menuju ke rumah terdakwa Deni untuk menemani terdakwa Indra menjemput ekstasi dan mengatakan apabila berhasil upah yang dijanjikan akan dibagi rata dengan terdakwa Deni.
Setelah sampai di lokasi tersebut, terdakwa Indra langsung menghubungi seorang laki-laki yang telah diperintahkan Irwan (DPO) abang kandung terdakwa dan menyuruh masuk kedalam Indomaret Panca Karsa Kota Tanjungbalai.
Atas perintah laki-laki tersebut, terdakwa Indra dan Deni pun masuk kedalam Indomaret Panca Karsa Kota Tanjung Balai. Kemudian laki laki tersebut langsung memberikan 1 buah tas ransel warna hitam kepada terdakwa.
Atas perbuatannya, terdakwa diancam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) subs Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (man/btr)
DIDAKWA: Rika Rosario Nainggolan, terdakwa kasus penganiayaan menjalani sidang dakwaan di PN Medan, Rabu (26/2).
DIDAKWA: Rika Rosario Nainggolan, terdakwa kasus penganiayaan menjalani sidang dakwaan di PN Medan, Rabu (26/2).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rika Rosario Nainggolan (31) duduk sebagai pesakitan di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (26/2). Anak mantan Ketua Demokrat Sumut Palar Nainggolan ini, didakwa karena melakukan penganiayaan terhadap Rahma Dhea Saraswara.
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arta Sihombing, tanggal 7 September 2019 sekitar pukul 01.00 WIB. Rahma Dhea Saraswara selaku saksi korban dihubungi Rani kalau Dedy Manihar Matondang (pacar Rahma) sedang sendirian berada di Cafe dan Bar Shoot The Traders, Jalan Pattimura Medan.
Karena penasaran, korban langsung menuju ke Cafe dan Bar Shoot The Traders. “Sesampainya di lokasi, korban mendatangi Dedy yang saat itu sedang berdiri bersama terdakwa. Lalu, korban memukul pundak kiri Dedy,” ujar JPU dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Syafril Batubara.
Melihat itu, terdakwa langsung marah kepada korban hingga terjadi percakapan. “Kau siapa. Ada urusan apa di sini ,” tanya terdakwa. “Saya enggak kenal sama kamu, saya ada urusan sama bang Dedy, bukan sama kamu,” jawab korban. Karena di lokasi sedang ramai dan tidak mau ribut dengan terdakwa, korban langsung menuju parkiran mobilnya.
“Namun, terdakwa yang dalam keadaaan emosi mengikuti serta menghalangi mobil korban agar tidak pergi dari Cafe dan Bar Shoot The Traders,” lanjut Arta.
Setelah korban turun dari mobilnya, dia kembali terlibat percakapan dengan terdakwa.”Kau enggak tahu siapa saya di sini,” cetus terdakwa. “Saya enggak ada urusan sama kamu, kamu minggir. Mobil saya mau ke luar,” ucap korban.
Tanpa basa basi, terdakwa langsung melayangkan pukulan kuat dengan tangan kanannya ke mata sebelah kiri korban. Saat merintih kesakitan, rambut korban juga dijambak. Terdakwa juga menendang paha sebelah kiri korban sebanyak dua kali. Korban berusaha melepaskan tangan terdakwa dari kepalanya, namun tidak berhasil.
“Dengan tangan kanannya, terdakwa kembali memukul satu kali lagi mata sebelah kiri korban. Sampai akhirnya, mereka dipisahkan oleh Dedy, Orlando Siahaan dan Bobi Herdian,” tandas JPU dari Kejari Medan itu. Akibat perbuatan terdakwa, korban mengalami kemerahan di mata dan nyeri kepala sebelah kiri sesuai hasil Visum Repertum Nomor: 635/VER/P/PRM-03/2019, tanggal 10 September 2019.
“Perbuatan terdakwa Rika Rosario Nainggolan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (1) KUHPidana,” pungkas Arta.
Usai mendengarkan dakwaan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda keterangan saksi korban. (man/btr)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ir H Akhyar Nasution MSi menerima undangan dari DPD Partai Demokrat Medan. Dalam pertemuan itu membahas tentang survei beserta visi misinya maju menjadi Calon Walikota Medan periode 2021-2024.
Hadir dalam pertemuan itu Ketua DPC Partai Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu dan Ketua Tim Penjaringan Walikota dan Wakil Walikota Medan Partai Demokrat Medan, Benar Sinuraya SH Mhum, pada Rabu (26/2/2020) sore.
Diwawancarai usai pertemuan, Akhyar Nasution tidak banyak berbicara, hanya menyampaikan siap mengikuti proses dan mekanisme penjaringan di Partai Demokrat Kota Medan. “Saya siap saja,” tuturnya sembari berlalu.
Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Kota Medan Burhanuddin Sitepu menyampaikan, deadline pendaftaran hingga verifikasi terhadap para kandidat sudah terlaksana.
“Hasilnya, sudah disampaikan kepada DPD (Partai Demokrat Sumut) sebagai laporan. Tindak lanjutnya pelaksanaan petunjuk pelaksana (juklak) dan Peraturan Organisasi (PO) bahwa dimintakan agar para kandidat bakal calon dan tokoh masyarakat siap untuk disurvei,” ungkapnya. “Jadi tadi berbicara survei dengan kawan-kawan (para kandidat). Alhamdulillah semua hadir dan menyepakati bahwa survei itu penting dan berikutnya termasuk yang berkaitan dengan hal survei, dana juga sudah siap patungan dan lanjutannya direncanakan. Berdasarkan kesepakatan tadi akan dilaksanakan juga pemaparan visi dan misi, ini agar kita lebih tahu, lebih dekat, apa-apa saja yang diketahui oleh para kandidat,” terangnya.
Untuk survei, lanjut Burhanuddin, di tingkat penjaringan Partai Demokrat telah melakukan rapat dan diupayakan pada Maret nanti survei sudah selesai dilakukan terhadap masing-masing kandidat.
“Untuk penyampaian visi-misinya akan dilaksanakan di awal bulan April,” jelasnya.
Selain itu, Burhanuddin juga menyampaikan, untuk para kandidat calon walikota Medan yakni ada 7 peserta dan wakil walikota ada 6 kandidat. (adz)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO — ASUS hari ini mengumumkan TUF Gaming VG259QM dan VG279QM, monitor gaming tercepat di dunia dengan refresh rate hingga 280 Hz pada resolusi FHD (1920 x 1080). Selain itu juga diluncurkan sebuah monitor gaming berukuran 27 inch- ROG Strix XG279Q, dengan resolusi WQHD (2560 x 1440) dan refresh rate hingga 170 Hz.
Ketiga monitor gaming terbaru ini juga dilengkapi dengan teknologi ASUS FastIPS untuk response time 1 ms, contrast ratio memukau 1000:1, dan ASUS Extreme Low Motion Blur (ELMB) Sync yang dapat dipasangkan dengan NVIDIA® G-SYNC™ untuk secara efektif menghilangkan ghosting and tearing untuk tampilan visual permainan yang tajam dengan frame rate tinggi.
Semua teknologi ASUS FastIPS terbaru menggunakan elemen liquid-crystal berkecepatan tinggi yang dapat beralih hingga 4x lebih cepat dibandingkan panel IPS konvensional. Hal ini memungkinkan VG279QM, VG259QM dan XG279Q untuk menghasilkan response time gray-to-gray (GTG) 1 ms yang sebenarnya, untuk warna lebih tajam dan lebih jelas, visual permainan yang bebas “noda”.
Warna dan kontras yang luar biasa dengan color gamut DCI-P3 hingga 95% serta contrast ratio 1000:1
Kedua, TUF Gaming VG279QM dan VG259QM mengedepankan color gamut yang dapat mencangkup hingga 99% ruang warna sRGB untuk akurasi dan reproduksi warna yang tanpa kompromi, sementara ROG Strix XG279Q menawarkan color gamut DCI-P3 95%. Ketiga monitor ini menawarkan contrast ratio menakjubkan 1000:1, sudut pandang lebar 178° untuk memastikan distorsi dan perubahan warna minimal — bahkan ketika melihat dari posisi ekstrim.
Ketiga monitor gaming terbaru ini menghadirkan ASUS ELMB Sync dan teknologi ekslusif generasi terkini yang memungkinkan penggunaan motion-blur reduction dan adaptive sync secara bersamaan, memastikan gambar yang tajam dan halus, animasi serta gerakan yang judder-free.
Untuk hasil terbaik, sebuah monitor ELMB Sync harus dikombinasikan dengan kartu grafis yang mampu “mendorong” hingga 85+ frame per detik dalam menjalankan permainan favorit.
TUF Gaming VG279QM dan TUF Gaming VG259QM menghadirkan rentang warna yang lebih luas dan kontras yang lebih tinggi dibandingkan dengan monitor tradisional, hal ini berarti bahwa warna putih akan lebih terang dan warna hitam akan lebih gelap, memunculkan detail yang belum pernah ada sebelumnya. Monitor-monitor ini juga mampu memberikan tingkat kecerahan 400 cd/m², memenuhi persyaratan ketat untuk sertifikasi DisplayHDR™ 400.
Lebih lanjut lagi, teknologi ASUS Dynamic Shadow Boost secara otomatis mengklarifikasi area gelap dari dunia game dengan mengoptimalkan area lain, meningkatkan tampilan keseluruhan sekaligus juga memudahkan untuk menemukan musuh yang tersembunyi di area yang “samar” pada peta.
ASUS TUF Gaming VG279QM dijual di pasar dengan harga Rp5,658,000 dan TUF Gaming VG259QM dengan harga Rp5,187,000, serta ASUS ROG Strix XG279Q akan masuk ke Indonesia dengan harga Rp 9,999,999. (rel)
Foto: Corcomm Martabe
Direktur Operasional PTAR, Darryn McClelland bersama Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M. Pasaribu secara simbolis meresmikan jembatan gantung atau Rambin Martabe Sumuran di Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (26/2).
Foto: Corcomm Martabe
Direktur Operasional PTAR, Darryn McClelland bersama Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M. Pasaribu secara simbolis meresmikan jembatan gantung atau Rambin Martabe Sumuran di Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (26/2).
BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe menyerahterimakan pembangunan Rambin (jembatan gantung) Martabe serta fasilitas produksi jagung pipil yang dikelola Koperasi Karya Mulia Bhakti, keduanya berlokasi di Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (27/2).
Selain dihadiri perwakilan Manajemen PT Agincourt Resources, peresmian kedua proyek ini dihadiri Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul Pasaribu beserta sejumlah pejabat Dinas Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Rambin Martabe yang membentang sepanjang 70 meter di atas sungai Garoga, Desa Sumuran dibangun untuk membantu masyarakat Desa Sumuran. Selama ini, sebelum adanya Rambin Martabe, petani dan warga harus menyeberangi sungai untuk pulang dan pergi menuju persawahan. untuk membawa hasil bumi, petani harus menggunakan tali sling untuk menyeberangkan berbagai komoditi untuk dibawa pulang ke rumah. Bahkan saat hujan dan Sungai Garoga meluap, petani dan warga harus berjalan cukup jauh untuk menyeberang.
Dilihat dari aspek keselamatan, aktivitas petani dan warga menjadi sangat rawan dan berisiko, terutama saat hujan besar.
Senior Manager Community Relations PTAR, Pramana Triwahjudi menyatakan bantuan infrastruktur PTAR melalui rambin ini akan memudahkan petani mengakses area persawahan dengan lebih aman dan nyaman. “Setidaknya ada lebih dari 90 petani menerima manfaat langsung, dan sekitar 60 hektare lahan pertanian di Sikuakua terbuka aksesnya melalui Rambin ini,” kata Pramana.
Pramana menjelaskan, dalam pembangunan Rambin Martabe Sumuran, PTAR bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam mendisain dan menghitung biaya pembangunan Rambin.
Peletakan batu pertama dilaksanakan pada 17 Desember 2019 bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, Forkopimca Kecamatan Batangtoru, BPP Kecamatan Batangtoru, Kepala Desa, Perwakilan Kelompok Tani dan Manajemen PTAR. Total biaya Rp 860 juta dan lama pembangunan 50 hari. Pembangunan Rambin dikerjakan oleh CV Hijau Damai Lestari, kontraktor lokal dampingan PTAR dengan pengawasan PUPR dan PTAR di mana lebih dari 40 orang tenaga kerja lokal dilibatkan dalam proyek ini.
Sementara itu proyek pengembangan masyarakat berupa fasilitas pengolahan jagung untuk aktivitas pasca panen juga diresmikan untuk dikelola oleh Koperasi Karya Mulia Bhakti, di Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru. Fasilitas ini terdiri dari lantai penjemuran, gudang saprodi, gudang produk, mesin perontok jagung, mesin kipas, ruang mesin, bangunan kantor dan toilet. Menurut Pramana, fasilitas ini dikelola oleh Koperasi Karya Mulia Bakti
“Kapasitas penjemuran mencapai 2 ton sedangkan gudang produk mencapai 3 ton, dengan total biaya pembangunan lebih dari Rp 200 juta,” kata Pramana.
Pramana menambahkan, sedikitnya 60 petani menerima manfaat langsung, dan lebih dari 50 Ha lahan kebun jagung memanfaatkan fasilitas ini. Selama ini anggota Koperasi Karya Mulia Bakti mayoritas berbudi daya jagung untuk diolah menjadi bahan pakan ternak dan kemudian berinisiatif menjadi salah satu sentra jagung pipil di Batangtoru. Saat ini sudah ± 30 Ha lahan yang ditanami jagung di setiap musim tanam.
Mereka juga memiliki 1 Ha lahan budidaya penangkaran jagung untuk kemandirian benih lokal dan unggul. Area pemasaran produksi selain di lokal Batangtoru juga sudah mencapai Sibolga, Padangsidimpuan dan Medan dengan diversifikasi produk yang beragam.
Direktur Operasional PTAR, Darryn McClelland menyatakan peresmian kedua program community development PTAR tersebut merupakan bagian dari program peningkatan ekonomi terutama di bidang pertanian untuk masyarakat di sekitar Tambang Emas Martabe. Darryn menegaskan, perusahaan akan terus berkomitmen untuk menghidupkan harapan atas peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama yang berada di sekitar tambang khususnya baik dalam bidang Infrastruktur, Ekonomi maupun bidang-bidang lain.
“PT Agincourt Resources berkomitmen untuk memberikan manfaat sosial positif jangka panjang dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan lokal melalui berbagai program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tandas Darryn.
Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M. Pasaribu, menyatakan terima kasih kepada PT Agincourt Resources atas kontribusinya untuk masyarakat Desa Sumuran dengan membangun Rambin tersebut. “Kita bersyukur bahwa PTAR sebagai perusahaan yang mengelola sumberdaya alam di Batangtoru, tetap memegang komitmennya untuk mewujudkan program pengembangan masyarakat ataupun program CSR di lingkar tambang salah satunya seperti ini, tentunya kita berharap kehidupan masyarakat akan lebih baik lagi ke depannya,” kata Syahrul. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usai menumpangi uji coba jalur Buy The Service Bus Rapid Transit (BRT), Plt Walikota Medan Ir H AKhyar Nasution MSi sempat mengajak makan para undangan dan penumpang di Restoran Serdehana di Jalan Tritura. Usai makan, Akhyar terlebih dahulu berpamitan untuk pergi.
Setelah bersalaman, dan Akhyar masuk ke mobil. Setelah mobil berjalan sekitar 500 meter, Akhyar langsung bilang ke ajudan, “Kita ke ladang,”. Bagaimana kisahnya, berikut perjalanan Akhyar ke ladang.
Dari Jalan Tritura mobil melaju sekira pukul 12.10 WIB, mobil yang tanpa pengawalan terus menuju ke Desa Tanah Gara Hulu, Kecamatan STM Hulu, Deliserdang. Jalan yang berliku, tanjakan yang meninggi dan pinggiran jurang terus diterabas. Akhirnya sekitar pukul 13.40 sampailah di warung kerabat Akhyar, di warung tempat masuk ke ladangnya yang dibeli pada tahun 2002 lalu.
Sesampainya mobil di warung tersebut, Akhyar langsung turun dari mobil dengan mengangkat tangan kanan, “Kulon Uwon, sehat Mbak yu” kata AKhyar (Assalamualaikum, sehat Kakak). Pemilik warung pun langsung berkelekar, “Wah ues suwi yo gak teko nang ladang,” kata istri pemilik warung (Udah lama ya gak datang ke ladang). “Iyo Mbak yu, wes 6 bulan. Ikilah atek delok-delok ladang, sambil guris-guris.
Nyileh kamar mandi yo, atek ganti baju yo,”kata Akhyar (Iya Kakak. Sudah enam bulan. Inilah mau lihat-lihat ladang, sambil babat-babat. Pinjam kamar mandi ya, mau ganti pakaian ya,) “Iyo Wes, pakek aja nang kono iku. Alah nyileh-nyileh, segolo. Wes melebu aye,” kata istri pemilik warung. “(Ia sudah, pakai saja di sana itu. Waduh pakai pinjam-pinjam segala. Udah masuk aja). Äkhyar pun senyum-senyum saja sambal jalan ke kamar mandi.
Selesai ganti baju, Akhyar dengan memakai kaos coklat tangan Panjang dan jalan pendek di bawah lutut, serta memakai sepatu Bot Merk Cat tak lupa memakai topi dan menyandang tas rangsel kecil. Di tempat itu, AKhyar ternyata pinjam sepeda motor trail Klx 150 milik pemilik warung. “Mbak yu, iso nyilih kereto trail iki,”katanya. (Kakak, bisa pinjam kereta trail ini) “Ya wes, anggo aye, iki kunci ne. Bentar, tak isii bensine,” kata pemilik warung sambil mengisikan minyak satu botol bekas minuman air mineral. (Ya sudah, pakai saja. Ini kuncinya. Bentar diisikan minyak bensin dulu).
Trail Klx langsung dihidupkan oleh Akhyar Nasution. Dalam perjalanan menuju ladang, Akhyar sebentar-sebentar menyapa sejumlah warga menuju ke ladangnya. “Yo Pak Lek, atek ke ladang (Ia Pak, ma ke ladang)” kata AKhyar dari atas Trail Klx . Terkadang ada juga yang mengejar, “Singgah dulu Yar,” kata warga. “Waduh, ini atek nang ladang, wes sui gak delok ladang (Waduh, ini mau ke ladang, sudah lama gak lihat ladang)” jawab Akhyar. “Ohh, ya wes.
Atek delok jalan yang digleder iku yo, (ohh, ya sudah. Mau melihat jalan yang diratakan itu ya)” kata warga. “Iyo. Katane uwes atek siap. Ya wes yo lek, pamit nang ladang, (Iya, katanya sudah mau siap. Sudah yang lek, aku izin ke ladang)”jawab Akhyar. “Sehat-sehat yo Yar, (sehat-sehat ya Akhyar)” jawab warga. “Suwon ya Lek (Terimakasih yang Pak),” jawab Akhyar.
Sekitar 15 menit melaju, AKhyar pun tiba di ladang. Sebelum masuk ke ladang, alat berat sedang meratakan jalan. Sekitar 200 meter lagi selesai. Sekitar 15 menit Akhyar berdialog dengan mandor alat berat, Akhyar pun langsung bergegas ke ladang.
Sesampainya di ladang seluas 35 hekater, Akhyar langsung senang. Karena tanaman melinjo, manggis, durian, jengkol, dan pisang tampak sudah mulai membesar. “Pohon-pohon ini akan nikmat nanti dia tas lima tahun lagi, kalau sawit ya gitulah. Makanya banyak saya tumbangi pohon sawit,”ujar AKhyar sambil menunjullan pohon durian kane.
Ladang yang dimiliki AKhyar tak rata, melainkan menanjak-nanjak, dari satu titik ke titik lainnya harus pakai sepeda motor juga berjalannya. Misalnya dari tanaman karet menuju ke tempat durian, masih bisa ditempuh jalan kaki, tapi saat dari durian ke daerah kebun melinjo dan manggis. Harus naik sepeda motor dan jalan kaki menanjak-nanjak.
“Saya senang kalau di sini. Waktu saya belum Plt, masih sering kemari sama anak-anak istri. Nginap di ladang ini,”ucapnya sembari melayangkan parangnya ke rerumputan yang menjalar pohon melinjo.
Dia menyebutkan, alasannya memilih memperbanyak tanam durian, ini dikarenakan ada banyak kebutuhan durian yang belum dipenuhi dari Sumatera Utara ini. Bahkan, ada seorang eksportir durian di Medan, belum mampu permintaan durian di China.
Inilah peluang yang mungkin bisa jadi jangka Panjang. “Kalau di sekitar sini banyak kali pohon sawit. Rata-rata ladangnya ditanami sawit, saya pun sempat diketawai saat menumbangi pohon sawit dan menanam manggis dan durian. Tapi saya diam aja, senyum-senyum,”ceritanya.
Akhyar mengakui, di Kota Medan sebagai ibukota Sumatera Utara saja kebutuhan duriannya sudah sangat besar, bahkan para pedagangnya mencari durian sampai Bengkulu. Jika terus terjadi, maka durian memang sudah menjadi kebutuhan. “Inilah yang membuat niat saya semakin mantap menanam durian. Ya Alhamdulillah sekarang pohon duriannya semakin tumbuh dan membesar. Insya Allah tiga sampai lima tahun lagi mendapatkan hasilnya,” sebutnya.
Setelah berkeliling dari satu pohon ke pohon lainnya, dan Akhyar pun tampak sudah mulai Lelah. “Pohon jengkol ini liar dan saya biarkan tumbuh. Enak juga rasanya ini, kalau dibakar di sini. Tapi buahnya sudah habis pula,”ucapnya sambal tertawa.
Tiga jam di ladang, Akhyar kembali ke warung. Sesampainya di warung, Akhyar langsung bilang. “Ngeleh iki mbak yu, iso jumuk sendiri iki, (lapar ini kakak, bisa ambil sendiri ini,)” kata AKhyar. “Yo Wes, se karep pe aye jumuk e Yar, (Ya sudah, sesukanya saja ambil ya Akhyar),”jawab pemilik warung.
“Ayo..mangan. Yuk, iki iwak dencis sambal. Enak iki, (Ayo.. makan. Yuk, ini ikan dencis sambal. Enak ini) ”kata Akhyar mengajak sejumlah warga yang duduk di warung. AKhirnya semua pun ikut makan, ada yang makan nasi goreng, nasi ikan dan lainnya. Setelah selesai makan, adzan maghrib berkumandang.
Setelah salat maghrib, AKhyar pun berpamitan pulang ke rumahnya di Medan. Sesampai di rumahnya di Jalan Intertip, AKhyar mengaku sudah mendapatkan refreshing yang enak, dan membuat pikirannya kembali segar. “Inilah enaknya pulang dari ladang, badan capek. Pikiran tambah segar, ini langsung tidur enak kali,” ucapnya sambal jalan masuk ke dalam rumah. (*)
ARAHAN:
Kiper PSMS Medan Adi Satryo saat mendengar instruksi dari Pelatih Kiper Timnas Sahari Gultom.
ARAHAN:
Kiper PSMS Medan Adi Satryo saat mendengar instruksi dari Pelatih Kiper Timnas Sahari Gultom.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Training Center (TC) Timnas Indonesia usai, kini Kiper PSMS Medan Adi Satryo, yang sempat absen selama 2 pekan, kembali fokus berlatih bersama skuad Ayam Kinantan.
Adi sejatinya sudah berada di Kota Medan sejak Senin (24/2) lalu. Dia pun sudah bergabung latihan bersama tim sejak hari itu.
“Iya, sudah siap TC sama Timnas. Sekarang fokus latihan bersama PSMS lagi. Sudah ikut latihan sejak Senin lalu,” ungkap Adi, Selasa (25/2).
Seperti diketahui, Adi mendapat panggilan dari PSSI untuk menjalani pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia di Jakarta. TC ini dimaksudkan sebagai persiapan menghadapi sisa pertandingan Kualifikasi Piala Dunia melawan Thailand pada 26 Maret, serta kontra Uni Emirat Arab 31 Maret mendatang. Dia masuk dalam daftar panggil 34 pemain untuk menjalani TC tersebut.
Adi tentunya membuat kejutan, setelah berhasil lolos ke Timnas Senior, yang sebelumnya bermain untuk Timnas U-19 Indonesia. Selama TC, Adi bersaing dengan 3 kiper senior, seperti Andritany Ardhiyasa, Muhammad Riyandi, dan Nadeo Arga Winata.
Namun, kapan akan berlatih lagi dengan Timnas, Adi belum tahu.
“Kapan dipanggil lagi, belum tahu. Mungkin nanti akan diumumkan kembali, saat mau TC,” bebernya.
Sementara itu, pada sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, Selasa (25/2) sore, skuad PSMS dipimpin Asisten Pelatih Isman Jasulmei. Pelatih Philip Hansen absen, dan akan kembali melatih pada Rabu (26/2). Isman pun meneruskan program latihan yang sudah disampaikan Philip.
“Coach Philip izin, lagi ada urusan. Nanti malam (kemarin, red) sudah sampai, besok (hari ini, red) juga sudah pimpin latihan lagi. Saya meneruskan program dari pelatih,” jelasnya usai memimpin latihan.
Dalam latihan tersebut, Isman mengaku senang, beberapa pemain yang sempat mengalami cedera, seperti Yohanis Nabar dan Ari Hermawan, mulai berangsur pulih. Kedua gelandang itu sudah terlihat bergabung dengan tim mengikuti latihan.
Isman berharap, ke depannya tak ada lagi pemain yang mengalami cedera, karena kick off Liga 2 segera bergulir medio Maret mendatang.
“Untuk Anis (Yohanis) dan Ari sudah aman, mereka sudah bisa ikut latihan. Untuk agenda ujicoba dalam waktu dekat ini, mungkin sudah bisa main,” jelasnya.
Pekan ini, manajemen sudah mengagendakan laga ujicoba dengan tim lokal Kota Medan. Namun, Isman mengaku belum tahu tim yang bakal dilawan.
“Jumat (28/2) nanti dijadwalkan ujicoba, tapi tim lawannya saya kurang tahu. Nanti bisa koordinasi lagi, siapa lawannya,” pungkasnya. (tnc/saz)