25 C
Medan
Thursday, January 22, 2026
Home Blog Page 4453

Transaksi Online untuk Permudah Masyarakat, Bulog Hadirkan iPangananDotcom

PRODUK: Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Arwakhudin Widiarso saat melihat berbagai produk yang disediakan oleh iPangananDotcom, Selasa (25/2).
PRODUK: Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Arwakhudin Widiarso saat melihat berbagai produk yang disediakan oleh iPangananDotcom, Selasa (25/2).
PRODUK: Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Arwakhudin Widiarso saat melihat berbagai produk yang disediakan oleh iPangananDotcom, Selasa (25/2).
PRODUK: Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Arwakhudin Widiarso saat melihat berbagai produk yang disediakan oleh iPangananDotcom, Selasa (25/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumut membuka pemasaran dengan melayani pembelian beras secara online dan berbagai produk pangan lainnya. Melalui marketplace, iPangananDotcom diharapkan dapat meningkatkan transaksi.

“Bulog Medan sudah masuk marketplace. Kita sudah jualan online. Untuk saat ini kita menggunakan brand onlinenya iPangananDotcom dan masih menyatu dengan applikasi shopee,” sebut Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Arwakhudin Widiarso, Selasa (25/2).

Untuk pasokan barang transaksi online itu, Bulog memiliki Gudang e-commerce Gudang Bulog Baru (GBB) Pulo Brayan Darat I, di jalan Mustafa, Kota Medan. Arwakhudin menjelaskan saat ini membeli beras itu gampang, membeli beras itu tinggal ditunggu.

Dengan itu, Bulog siap untuk mengantar pembelian beras di dalam kota Medan, paling lama 24 jam. “Setiap hari order paling lambat jam 2 siang. Besok pagi sudah sampai di alamat pengiriman,” ungkap Arwakhudin.

Arwakhudin mengungkapkan untuk tahap awal, ada banyak produk beras yang dijual. Saat ini ada 17 jenis beras. Selain itu, ada beberapa komoditi yang sedang proses inbond, yang nanti semakin hari semakin banyak produk yang dijual.

“Jadi Trademark kami adalah beras, tapi juga ada pangan lain. Beras yang kita jual bermacam-macam. Ini beras khusus, ada beras hitam, beras merah, beras bervitamin yaitu beras anti stunting. Bagus membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Kemudian beras berbumbu. Di dalamnya ada bumbunya yaitu beras mandi, beras briani, dan beras kebuli,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk menunjukkan, bahwa beras Bulog itu tidak seperti yang dibayangkan. Bahwa beras Bulog itu kurang bagus. “Kita ingin menunjukkan bahwa Bulog punya beras berkualitas yang diharapkan konsumen,” tegasnya.

Sejak dibuka pada 14 Februari lalu, lanjut Widi, omzet rata-rata per harinya antara Rp3-4 juta dengan komoditas hanya baru 17 jenis.

“Untuk sementara ini, order masih hanya bisa dilakukan bagi masyarakat Kota Medan, Binjai, Tanjungmorawa, dan Lubuk Pakam. Diluar itu, belum bisa dilayani oleh ekspedisi kita. Mungkin ke depan, semakin berkembangnya iPangananDotcom, bisa terlayani untuk seluruh masyarakat Sumut,” harapnya.

Widiarso mengatakan, dalam beberapa bulan mendatang, pihaknya juga akan mengeluarkan beras lokal Sumut. Merek lokal tersebut sebagian akan dijual online dan sebagian dijual offline.

“Kita saat ini sudah punya merek lokal yang siap dilaunching dan diharapkan sebelum Lebaran. Beras lokal tersebut yaitu beras Andaliman (Super Premium), Beras Cap Danau Toba (Premium), dan Beras Cap Bukit Barisan (Medium),” ujarnya.

Menurutnya, merek tersebut sudah didaftarkan dan terdaftar di Dirjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM. Saat ini sedang proses sertifikasi untuk pangan asal tumbuhan di Dinas Ketahanan Pangan.

“Begitu sertifikasi selesai, maka merek tersebut siap kita launching, sehingga bisa dinikmati dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumut,” tandasnya.(gus/ram)

Raih Infobank SLE Award 2020, Bank Sumut Komitmen Terus Tingkatkan Pelayanan

TERIMA: Direktur Operasional PT Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan menerima penghargaan ‘Satisfaction, Loyalty, and Engagement Awards 2020’ dari Direktur Biro Riset Majalah Infobank Eko B Supriyanto pada ‘3rd Satisfaction, Loyalty, and Engagement Awards 2020’ di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (20/2).
TERIMA: Direktur Operasional PT Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan menerima penghargaan ‘Satisfaction, Loyalty, and Engagement Awards 2020’ dari Direktur Biro Riset Majalah Infobank Eko B Supriyanto pada ‘3rd Satisfaction, Loyalty, and Engagement Awards 2020’ di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (20/2).
TERIMA: Direktur Operasional PT Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan menerima penghargaan ‘Satisfaction, Loyalty, and Engagement Awards 2020’ dari Direktur Biro Riset Majalah Infobank Eko B Supriyanto pada ‘3rd Satisfaction, Loyalty, and Engagement Awards 2020’ di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (20/2).
TERIMA: Direktur Operasional PT Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan menerima penghargaan ‘Satisfaction, Loyalty, and Engagement Awards 2020’ dari Direktur Biro Riset Majalah Infobank Eko B Supriyanto pada ‘3rd Satisfaction, Loyalty, and Engagement Awards 2020’ di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (20/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Sumut menjadi satu dari 35 institusi, yang terdiri dari 25 bank dan 10 perusahaan e-commerce, yang berhasil meraih penghargaan ‘Satisfaction, Loyalty, and Engagement Awards 2020’. Penghargaan diberikan oleh Majalah Infobank dan Marketing Research Indonesia (MRI) pada acara ‘3rd Satisfaction, Loyalty, and Engagement Awards 2020’ di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (20/2) lalu.

Penghargaan diberikan berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh MRI bekerja sama dengan Majalah Infobank, terhadap bank dan perusahaan e-commerce pada rentang Oktober hingga Desember 2019 lalu.

Survei dilakukan dengan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, yakni random bertahap, mulai dari pemilihan area survei, tempat tinggal responden, hingga satu responden per tempat tinggal.

Direktur Operasional PT Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan, didampingi Corporate Secretary Syahdan Ridwan Siregar, menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kinerja seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya.

“Tentunya penghargaan tidak lantas membuat seluruh insan Bank Sumut cepat berpuas diri, melainkan menjadi spirit untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada para nasabah di masa mendatang,” ungkap Rahmat.

Rahmat juga menjelaskan, Bank Sumut memiliki pedoman serta standar layanan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya.

“Standar pelayanan tersebut tidak hanya layanan frontliner, seperti teller, CS, dan satpam, tapi juga mencakup layanan back office. Selain itu, Bank Sumut juga senantiasa meningkatkan value produk, terutama yang berbasis IT dan digital, dengan tujuan memberikan kepuasan kepada nasabah, sehingga tercipta loyalty dan engagement tersebut,” jelasnya.

Direktur Utama MRI, Harry Puspito mengatakan, penilaian dilakukan berdasarkan survei untuk mengukur kepuasan pelanggan, yang tidak hanya fokus pada aspek kepuasan, tapi juga sikap nasabah secara utuh, yakni pada satisfaction, loyalty, dan engagement.

“Hasil survei menunjukkan, di industri perbankan, bank-bank mulai mengusahakan agar nasabah semakin menyukai dan menggunakan produk dan layanan mereka dalam jangka panjang. Bahkan, beberapa bank sudah berhasil dalam berbagai aspek pemasaran engagement. Mereka sudah melibatkan nasabahnya dalam mempromosikan produk mereka, dan mendorong nasabah berbicara kepada nasabah lain, serta memanfaatkan feedback yang nasabah berikan,” bebernya.

Direktur Biro Riset Majalah Infobank, Eko B Supriyanto mengatakan, di era industri finansial yang semakin kompetitif, basis pasar yang kuat tidaklah cukup.

“Tantangannya adalah bagaimana membuat nasabah merasa engaged, yakni memiliki keterikatan secara emosional dan menjadikan loyal customer dalam jangka panjang. Nasabah yang engaged adalah nasabah yang merasakan pengalaman-pengalaman positif dalam bertransaksi dan secara berkelanjutan, sehingga membentuk keterikatan psikologi yang positif. Bank-bank dan perusahaan e-commerce peraih Satisfaction, Loyalty, and Engagement Awards 2020 ini, adalah perusahaan yang sudah memiliki nasabah yang engaged. Hal ini ditandai dengan raihan indeks SLE yang tinggi,” pungkasnya. (rel/saz)

GoJek dan Grab Merger?

OJOL: Dua pengemudi ojek online (Ojol) berhenti di sebuah persimpangan, belum lama ini. Mulai 1 Mei 2019, tarif Ojol bakal naik.
OJOL: Dua pengemudi ojek online (Ojol) berhenti di sebuah persimpangan, belum lama ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dua perusahaan penyedia aplikasi transportasi online dan superapp di Asia Tenggara, Gojek dan Grab, yang masing-masing bervaluasi lebih dari 10 miliar dollar AS, dikabarkan tengah dalam pembicaraan potensi merger.

Kabar merger tersebut mencuat karena kedua manajemen telah bertemu sesekali selama 2 tahun terakhir untuk mendiskusikan merger. Presiden Grab Ming Maa dan CEO Gojek Andre Soelistyo bahkan telah bertemu awal bulan ini untuk membicarakan kesepakatan itu.

Menanggapi hal itu, Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita menegaskan Gojek tidak memiliki rencana merger dengan saingannya, Grab. Dia pun membantah berita yang beredar di media soal rencana merger tersebut.

“Tidak ada rencana merger, dan pemberitaan yang beredar di media terkait hal tersebut tidak akurat.” kata Nila saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/2).

Sebelumnya dikutip Deal Street Asia, Gojek dan Grab dikabarkan tengah mendiskusikan merger. Diskusi tersebut bahkan berubah menjadi serius selama beberapa bulan belakangan.

Berdasarkan laporan yang sama, pemberi kesepakatan yang paling potensial akan mengendalikan entitas gabungan itu.

Grab pun telah mengatakan kepada investor utamanya terkait Gojek yang menginginkan kesepakatan imbang 50-50 jika merger benar-benar terjadi.

Sementara itu, investor dari kedua belah pihak, baik Gojek dan Grab, terbuka untuk potensi penggabungan kedua perusahaan. Adapun saat ini, kedua decacorn tersebut telah mampu memecah investor di Asia Tenggara.

Dan hanya Visa menjadi satu-satunya investor yang menyuntikkan dana di kedua perusahaan rintisan tersebut. (kom/ram)

Promosikan Potensi Daerah dan Talenta Anak Muda, Pemkab Dairi Buat Film Pendek

PAPARKAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu bersama Senior Vice President Marketing Viu, Myra Suraryo memaparkan rencana pembuatan film pendek mengangkat budaya dan talenta anakmuda Dairi.
PAPARKAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu bersama Senior Vice President Marketing Viu, Myra Suraryo memaparkan rencana pembuatan film pendek mengangkat budaya dan talenta anakmuda Dairi.
PAPARKAN: Bupati Dairi,  Eddy KA Berutu bersama Senior Vice President Marketing Viu,  Myra Suraryo memaparkan rencana pembuatan film pendek mengangkat budaya dan talenta anakmuda Dairi.
PAPARKAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu bersama Senior Vice President Marketing Viu, Myra Suraryo memaparkan rencana pembuatan film pendek mengangkat budaya dan talenta anakmuda Dairi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi bekerja sama dengan rumah produksi film Viu membuat film pendek mengangkat potensi, budaya serta talenta muda dimiliki Kabupaten Dairi. Kerja sama disampaikan langsung Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu dalam siaran pers di cafe Bilangan Kota Sidikalang, Selasa (25/2).

Bupati Eddy didampingi Senior Vice President Marketing Viu, Myra Suraryo dalam keterangan pers menjelaskan, Dairi memiliki potensi daerah, budaya serta talenta anak muda yang sangat luar biasa. Ini hadiah besar untuk kita. Melalui kerjasama ini, potensi itu akan kita kembangkan dan kita perkenalkan melalui era digitalisasi lewat sebuah layanan hiburan streaming yang bisa diketahui dan dikenal masyarakat luas.

Jika hanya mengandalkan pemerintah daerah, kemampuan kita untuk menceritakan budaya serta mengembangkan talenta anak muda sangat terbatas. Sehingga promosi potensi serta mengembangkan bakat atau talenta dimiliki kaum muda akan sulit kita lakukan. Kerja sama dengan Viu, akan membuka ruang dan peluang bagi anak muda khususnya anak SMA sebagai pelaku langsung dalam dunia akting memperkenalkan budaya.

“Anak-anak Dairi secara intelektual cerdas ini merupakan modal luar biasa. Kreatitfitas mereka akan kita kembangkan melalui kerja sama dengan Viu. Kami bersyukur ada Viu, melalui kemampuan yang mereka miliki potensi ini akan mereka angkat dan promosikan. Kita berharap melalui kerjasama pengembangan ekonomi kreatif ini, Kabupaten Dairi bisa dikenal dan menjadi tujuan kunjungan wisatawan,” terangnya.

Sementara Myra Suraryo memaparkan, Viu adalah sebuah layanan hiburan streaming. Viu fokus pada pengembangan minat dan bakat dari talenta muda usia SMA membuat karya film pendek berdasarkan atas kecintaan mereka pada mitos lokal. Myra mengatakan, Viu memiliki program Viu Shorts. Viu shorts akan digelar di 20 kota di Indonesia.

Viu ada dan beroperasi di 17 negara dengan 41,4 juta pengguna aktif bulanan. Viu sebagai pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di industri film. Disebutkan Myra, secara nasioanl distribusi produksi film masih kurang. Film adalah subseketor ekonomi yang bisa membawa subsektor ekonomi kreatif lainya. Jika film kita bawa ke dunia, yang pertama yang dihasilkan untuk pariwisata. (ded/azw)

“Semakin banyak wisatawan yang datang, maka perputaran ekonomi akan meningkat maka permintaan produksi konten atau viu film akan semakin meningkat dan effect ke sektor ekonomi lainya akan berdampak postif melalui sektor ekonomi kreatif domaksud. Apa yang diputar di Viu Indonesia akan ditontan Viu di 17 negara lainya. Keinginan kami bukan hanya dari ekonominya, tapi talentanya akan kita bawa ke mancanegara,” ujar Myra.

Myra didampingi publik relation, Dalyanta Sembiring mengatakan, ini program musim kedua 20 kota termasuk Dairi. Dan diharapkan dimusim 3 Dairi juga masuk. Untuk musim ini, Viu shorts akan mengangkat cerita atau legenda Lae Pandaroh. Program Viu short ini melibatkan 25 orang siswa SMA se Dairi. Proses shoting dilaksanakan selama 2 hari, Rabu-Kamis (26-27/2) di lokasi Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo dan kawasan Danau Toba pantai Silalahi Kecamatan Silahisabungan. (rud/azw)

MoU Kejaksaan & PD Pasar Dairi, Penagihan Utang Pedagang Sudah Berjalan

Ilustrasi.
Ilustrasi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kerja sama Kejaksaan Dairi dengan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Dairi tentang perdata tata usaha negara tetap berjalan. Kutipan Iuran layanan pasar (ILP) yang menunggak pun sudah berjalan.

“Tiga pedagang sudah mau membayar dengan cara mencicil atau dipulihkan. Mereka sudah mau bayar, dan hal itu sudah dianggap selesai,” ucap Kasi Datun Kejaksaan Dairi, Zulkarnaen Harahap, Selasa (25/2).

PD Pasar Dairi memberikan kuasa kepada Kejaksaan Dairi, untuk menagih ILP dari 11 pedagang yang menunggak sekitar Rp125 juta. Pedagang yang mencicil ILP yakni Rasita Sembiring, Mina Situmeang, dan Abner Situmeang sudah diterima pembayaran ILP menunggak sebesar Rp3,5 juta. Jika pedagang sudah mau mencicil. Tindak lanjut pengutipan ILP akan diserahkan kepada PD Pasar.

Diakuinya, pihaknya baru sekali negoisasi dengan pedagang. Namun, dari 11 pedagang yang dikuasakan, tiga pedagang tidak hadir atas undangan Kejaksaan Dairi. Infomasinya pedagang itu tidak berjualan lagi karena jualannya daging babi. Di mana ternak babi terserang penyakit. Penagihan akan terus berlanjut, meski pun secara bertahap.

Berita sebelumnya, PD Pasar Dairi dan Kejaksaan Dairi tandatangani kerja sama dalam bidang perdata dan tata usaha negara.

Plt Direksi PD Pasar Dairi, Edward Hutabarat mengatakan, kerja sama dalam bidang perdata dan tata usaha negara dengan Kejaksaan, untuk melakukan penagihan tunggakan ILP pedagang sejak 2017-2019 yang jumlahnya mencapai Rp3,9 milliar. Tunggakan itu mengakibatkan PD Pasar Dairi merugi dan bahkan karyawan tidak gajian 9 bulan sejak Nopember 2018- Juli 2019.

Kerja sama dengan penegak hukum yaitu Kejaksaan Dairi, bukan untuk menyakiti dan menakut- nakuti pedagang. Hal itu dilakukan bagian dari upaya memperbaiki layanan PD Pasar Dairi dan mengembangkan Pasar Sidikalang.

Menurutnya, sosialisasi dan pembinaan selama 3 bulan sudah cukup. Tinggal bagaimana upaya penagihan tunggakan ILP itu.

“Uang sebanyak Rp3,9 milliar tidak sedikit. Dengan sosialisasi dan kerja sama ini, diharapkan pedagang membayar tunggakan ILP tersebut. Dengan itu, PD Pasar Dairi bisa meningkatkan layanan dan pengembangan Pasar Sidikalang. Untuk pemulihan utang, PD Pasar harus proaktif serta meningkatkan pelayanan kepada pedagang,” tandasnya. (rud/azw)

PNS Terlibat Narkoba, Bupati Tapteng Siapkan 4 Sanksi

KETERANGAN: Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani memberi keterangan kepada wartawan beberapa waktu lalu.
KETERANGAN: Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani memberi keterangan kepada wartawan beberapa waktu lalu.
KETERANGAN: Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani memberi keterangan kepada wartawan beberapa waktu lalu.
KETERANGAN: Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani memberi keterangan kepada wartawan beberapa waktu lalu.

TAPTENG, SUMUTPOS.CO – Perang terhadap narkoba terus dilakukan di Tapanuli Tengah (Tapteng). Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani tak ragu untuk memecat Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungannya yang terlebih kasus narkoba.

Bahkan ia sampai mempertaruhkan jabatan dan nyawanya untuk memberantas narkoba dari Kabupaten Tapanuli Tengah. “Jangankan jabatan, nyawa saya pun saya pertaruhkan demi memberantas narkoba di Kabupaten Tapanuli Tengah,” kata Bakhtiar, Senin (17/2).

Berikut empat cara Bupati Tapteng memberantas narkoba.

Pertama, pelaku narkoba diusir dari kampung. Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani membuat aturan untuk memerangi peredaran narkoba. Pemerintah Kabupaten Tapteng akan mengusir warganya yang terbukti jadi pengguna dan bandar narkoba dari kampung halaman.

“Kita dorong desa (untuk) musyawarah dan kita laksanakan sosialisasinya,” ujar Bakhtiar Ahmad Sibarani kepada wartawan, Kamis (23/1).

Aturan tersebut sudah berlaku sejak 1 Januari 2020. Warga Tapteng yang ketahuan memakai narkoba, atau divonis pengadilan bersalah sebagai pengguna narkoba akan diusir dari kampung selama 15 tahun, setelah menyelesaikan masa tahanan di penjara.

Sedangkan untuk warga Tapteng yang terbukti sebagai bandar narkoba akan diusir dari kampung seumur hidup setelah keluar dari penjara. Warga tersebut tidak diizinkan untuk kembali ke kampungnya.

Kedua, pelaku diumumkan melalui pengeras suara.

Selain diusir dari kampung, sanksi sosial lainnya bagi pemakai maupun bandar narkoba akan diumumkan melalui pengeras suara.

“Apabila ketahuan narkoba akan diumumkan juga, disebut namanya, anak siapa. diumumkan di gereja, di masjid. Beban mentalnya efek sosial,” tutur Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Sanksi sosial untuk warga yang terlibat narkoba tersebut diatur dalam Peraturan Desa. Salah satunya Peraturan Desa Jago-jago Nomor 21 tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Obat-obat Terlarang dan Psikotropika di Desa Jago-jago, Kecamatan Badiri.

Ketiga, ASN dipecat. Keseriusan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani untuk memerangi narkoba di Kabupaten Tapanuli Tengah tidak main-main. Ia pun telah menerapkan aturan bagi ASN Pemkab Tapteng dan juga pegawai honor dengan menandatangani perjanjian di atas materai yang berisikan, siap diberhentikan jika terbukti terlibat narkoba.

Contoh terbaru, satu orang oknum ASN berinisial AS (39) diamankan petugas dari satuan narkoba Polres Tapteng karena terlibat dengan narkoba.

“Jadi tidak ada tawar menawar kalau berkaitan dengan narkoba. Dan pak Bupati cukup tegas dengan komitmen itu. Dan sesuai dengan surat pernyataan yang ditandatangani yang bersangkutan, maka sanksi disiplin pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri kepada AS (39) diberlakukan. Karena tim sudah mengecek semua bukti-bukti dari Polisi dan juga hasil tes urine yang menyebutkan dia (AS) positif menggunakan narkoba,” kata Kepala BKD Tapteng Yetty Sembiring kepada wartawan seperti dilansir dari Antara, di Pandan, Selasa (25/2).

Keempat, Harus Siap Mundur. Kepala BKD Tapteng Yetty Sembiring mengimbau seluruh ASN Pemkab Tapteng dan juga pegawai honor yang sudah membuat surat pernyataan siap mundur jika terbukti terlibat narkoba, agar berhati-hati dan jangan menyentuh barang haram tersebut.

“Kasihi keluarga anak istri/suami saudara, dan jangan coba-coba yang namanya narkoba, karena kita sudah membuat surat pernyataan. Selain itu juga, ASN yang diberhentikan karena terlibat narkoba tidak dapat pensiun.

Ditanya apakah sudah ada ASN yang lain yang diberhentikan karena kasus narkoba, menurut Yetty sudah ada. “Ini adalah kasus yang kedua. Dan tes urine terhadap ASN dan pegawai honor tetap dilakukan, hanya saja kapan waktunya tidak perlu kami sampaikan,” jawabnya. (bbs/azw)

Pilkada Serentak 2020: 17 Bapaslon Daftar Jalur Perseorangan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan telah menerima berkas dukungan yang disampaikan 17 bakal pasangan calon (bapaslon) dari kalangan perseorangan. Ke-17 bapaslon dari kalangan perseorangan ini tersebar pada 10 kabupaten dan kota yang mengikuti Pilkada di beberapa daerah di Sumut.

“Berkas mereka diterima karena jumlah minimal dukungan dan persentase sebaran dukungannya sudah sesuai dengan ketentuan,” kata Ketua KPU Sumut, Herdensi Adnin, Selasa (25/2).

Ia mengatakan berdasarkan jadwal, KPU masih akan melakukan berbagai tahapan sebelum menetapkan apakah masing-masing bapaslon perseorangan tersebut memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai calon peserta Pilkada 2020. Tahapan tersebut yakni verifikasi administrasi dan kegandaan dokumen dukungan yang akan dilakukan mulai 27 Februari hingga 25 Maret 2020 (29 hari), kemudian penyampaian dukungan bapaslon pada 26 Maret hingga 2 April 2020.

“Pendaftaran bagi bapaslon yang lolos seluruh tahapan ini akan dilakukan pada 16 Juni hingga 18 Juni 2020 mendatang,” katanya.

Adapun data yang diperoleh, 17 bapaslon yang berkas dukungannya diterima tersebut yakni; 1. Irjen Pol Wagner Damanik-Abidinsyah Saragih (Simalungun); 2. Akhyar Parsaulian Simbolon-Akhmat Saiful Sirait; Zulkarnaen Siregar-Suparno; Suhari Pane-Irwan Indra (Labuhan Batu); 3. H Maslin Pulungan-Fery Andhika Dalimunthe; Nurdin Siregar-Husni Rizal Siregar; Mangayat Jago Ritonga-Jon Abidin Ritonga (Labuhan Batu Selatan); 4. H Dwi Prantara-H. Edi Sampurna Rambey (Labuhan Batu Utara); 5. Fonaha Zega-Emanuel Zebua (Nias Utara).

Selanjutnya Faigiasa Bawamenewi- Damai Jaya Mendrofa; Enanoi Dohare-Yulius Lase (Nias); Ahmad Sulhan Sitompul-Edward Siahaan (Kota Sibolga); Prof Dr H Darma Bakti-H Sulben Siagian; Yuslin Hasibuan-Hendra Dalimunthe: H Ismail-Afrizal Zulkarnain (Kota Tanjung Balai); Ojak Naibaho-Muhammad Effendy Siregar (Kota Pematang Siantar); dan Mahuale Simbolon- Guntur Sinaga (Samosir). (prn/azw)

Pasangan Pengantin Kaget, Bobby-Kahiyang Hadiri Pernikahan Sekuriti

HADIRI: Kahiyang Ayu menemani Bobby Nasution menghadiri pernikahan Mirna Wati Panyalai dengan Ibnu Hajar Aulia di Jalan Menteng II, Sabtu (22/2).
HADIRI: Kahiyang Ayu menemani Bobby Nasution menghadiri pernikahan Mirna Wati Panyalai dengan Ibnu Hajar Aulia di Jalan Menteng II, Sabtu (22/2).
HADIRI: Kahiyang Ayu menemani Bobby Nasution menghadiri pernikahan Mirna Wati Panyalai dengan Ibnu Hajar Aulia di Jalan Menteng II, Sabtu (22/2).
HADIRI: Kahiyang Ayu menemani Bobby Nasution menghadiri pernikahan Mirna Wati Panyalai dengan Ibnu Hajar Aulia di Jalan Menteng II, Sabtu (22/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kahiyang Ayu menemani Bobby Nasution menghadiri pernikahan Mirna Wati Panyalai dengan Ibnu Hajar Aulia di Jalan Menteng II Gang Pembangunan Medan Denai, Sabtu (22/2). Ibnu Hajar merupakan seorang warga Medan yang sehari-harinya bekerja sebagai pegawai keamanan (sekuriti) di komplek perumahan di Kota Medan.

Keduanya tampil serasi meski tidak mengenakan busana seragam. Bobby yang maju sebagai Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota Medan saat itu mengenakan kemeja biru dongker berbahan dasar uis julu, desainnya Averiana Barus, tampak padu dengan kebaya krim berpola bunga berwarna abu tua yang dikenakan Kahiyang Ayu.

Sesampainya di lokasi pernikahan, keduanya langsung disambut keluarga mempelai wanita. Kehadiran mereka disambut keluarga dengan senang. Bahkan beberapa tamu minta foto bersama keduanya.

Beberapa tamu pun terlihat malu-malu mengajak untuk foto bersama, hanya mengambil momen foto pasangan yang telah menikah sejak November 2017 lalu ini.

Mempelai pria, Ibnu Hajar mengaku sumringah dengan kehadiran Bobby-Kahiyang ke resepsi pernikahannya.

“Kaget juga bang. Ini masih belum percaya kalau Bang Bobby dan Mbak Kahiyang hadir ke sini. Senang kali lah pokoknya bang,” kata Ibnu Hajar.

Ibnu mengaku bersyukur hari bahagianya dihadiri orang terkenal seperti Bobby-Kahiyang.

“Ya memang Bang Bobby ini sangat ramah sama kami security. Kalau lewat selalu menyapa kami, buka kaca mobil kalau pas naik mobil,” kata Ibnu.

Terkait kedatangan Bobby dan istri, saudara kandung pengantin wanita, Mukhlis (43) mengucapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu.

“Mewakili keluarga ahli bait, kami mengucapkan sangat berterima kasih kepada Bobby mau hadir,” ungkapnya didampingi adiknya, Mulyono dan Salfimi Umar, tokoh masyarakat setempat.

Mereka juga mendoakan langkah Bobby menuju Medan 1 berhasil. Sehingga alumni S2 Agribisnis IPB ini, bisa menjadi Walikota Medan 2020 nanti.

“Harapan ke depan dia bisa terpilih menjadi Walikota Medan,” tandasnya.

Selain ke sana, Bobby-Kahiyang juga menghadiri pernikahan resepsi pernikahan Putri Evi Ovianti Batubara dan Yassir Rahmat Fadhilah Harahap di hari yang sama.

Resepsi yang diselenggarakan di Gg Cik Noni Jalan Amaliun Medan itu tampak dipadati ratusan undangan yang hadir.

Pantauan wartawan, mempelai dan para undangan tampak gembira karena hari bahagia itu dihadiri Bobby-Kahiyang. (rel/azw)

Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Rawa Pajak Roga Berastagi

Tenggelam-ilustrasi.
Tenggelam-ilustrasi.

KARO, SUMUTPOS.CO – Dinata Sitepu (14), ditemukan sudah tak bernyawa lagi setelah hanyut, saat mandi di rawa-rawa Gang Merga Silima, tak jauh dari Pajak Roga Berastagi, Kecamatan Berastagi, Senin (24/2) sore.

Sebelum meninggal, korban yang tinggal di Pajak Roga, Desa Rumah Berastagi, pergi bermain dan mandi bersama dua temannya, yakni Hasan dan Husen.

Sebelum hanyut, Hasan dan Husen masih sempat melihat korban melompat ke dalam rawa. Namun, kedua saksi menaruh curiga karena korban tidak muncul lagi ke permukaan air. Khawatir terjadi hal buruk, kedua temannya tersebut segera memberi tau orangtua korban ke rumahnya.

“Mendapat kabar tersebut, ibu korban segera memberi tau warga sekitar. Sebagian menuju tempat lokasi guna melakukan pencarian, dan beberapa di antaranya melapor ke Polsekta Berastagi, serta pihak pemerintah desa. Dimana pihak Damkar juga dikerahkan,”ujar Kanit Reskrim Polsekta Berastagi, Iptu Mastergu E Surbakti saat dikonfirmasi, Selasa (25/2) siang.

Setelah melakukan penyisiran, akhirnya menemukan tubuh korban dan dilarikan ke RSU Amanda Berastagi. Namun sayang, nyawa korban sudah tidak tertolong lagi. “Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga,” tandas Mastergu. (deo/han)

Sarang Tawon Resahkan Pedagang Pusat Oleh-oleh

SARANG: Sarang tawon berkepala besar dan membahayakan warga khususnya pedagang di pusat oleh oleh Tebingtinggi.
SARANG: Sarang tawon berkepala besar dan membahayakan warga khususnya pedagang di pusat oleh oleh Tebingtinggi.
SARANG: Sarang tawon berkepala besar dan membahayakan warga khususnya pedagang di pusat oleh oleh Tebingtinggi.
SARANG: Sarang tawon berkepala besar dan membahayakan warga khususnya pedagang di pusat oleh oleh Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Keberadaan sarang Tawon di pohon mahoni, tak jauh dari pusat jajanan oleh oleh Tebingtinggi di eks Terminal Bandar Kajum, Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi, sangat meresahkan pedagang. Pasalnya, tawon berkepala besar tersebut pernah menyerang pembeli.

Menurut para pedagang oleh-oleh, dikhawatirkan para pembeli tidak mau datang karena takut diserang tawon.

Billy (34) mengungkapkan, sarang tawon sudah lama bertengger di pohon mahoni tersebut. Para pedagang mengkhawatirkan, jika tidak dimusnahkan, sarang tawon akan semakin membesar dan akan membahayakan para pedagang dan pengunjung.

“Kami sudah melaporkan keberadaan sarang tawon itu, tetapi belum ada tindakan dari Dinas terkait. Kami berharap kepada Pemerintah Kota Tebingtinggi untuk memusnahkan sarang tawon itu,”pinta Billy, saat ditemui Sumut Pos, Selasa (25/2).

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP dan Kebakaran Kota Tebingtinggi M Guntur Harahap, menyatakan belum bisa melaksanakan pemusnahan sarang tawon tersebut karena belum ada kerja sama dengan istansi OPD lainnya, dengan alasan tidak memiliki tangga panjang dan baju khusus untuk penangangan sarang tawon tersebut.

“Kami tidak berani melakukan pemusnahan sarang tawon itu, takut tawon itu kembali menyerang kami dan akan timbul korban jiwa. Karena hanya baju pemadam kebakaran saja yang kami memilikinya, sedangkan untuk itu, butuh baju khusus yang terbungkus rapat,” jelasnya.

Tetapi tidak terlepas dengan adanya laporan ini, kami meminta kerja sama dengan pihak Dinas Perkimsi untuk meminjamkan mobil khusus tangga dan pihak Dinas Perdagangan sebagai tempat muasal sarang tawon. “Jika mereka mau bekerjasama dan tidak bertele tele, kami pasti bisa memusnahkan sarang tawon tersebut,” jelas Guntur Harahap. (ian/han)