Home Blog Page 4469

PD Pasar & BPBD Sterilkan Pasar dari Corona, 21 Pasar Disemprot Disinfektan

SEMPROT: Salah satu pasar tradisional di Kota Medan dillakukan penyemprotan disinfektan untuk pencegahan virus Corona.
SEMPROT: Salah satu pasar tradisional di Kota Medan dillakukan penyemprotan disinfektan untuk pencegahan virus Corona.
SEMPROT: Salah satu pasar tradisional di Kota Medan dillakukan penyemprotan disinfektan untuk pencegahan virus Corona.
SEMPROT: Salah satu pasar tradisional di Kota Medan dillakukan penyemprotan disinfektan untuk pencegahan virus Corona.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan dibantu Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kota Medan, melakukan penyemprotan di-sinfektan di 21 pasar dari 53 pasar yang ada di Kota Medan pada Rabu (25/3) kemarin. Hal ini dilakukan untuk menste-rilkan pasar dari penyebaran Covid-19 (Corona).

Plt Dirut PD Pasar Kota Medan, Nasib S.Sos Msi mengatakan, adapun pasar-pasar yang dilakukan penyemprotan disinfektan yaitu; Tim 1 melakukan penyemprotan di Pasar Bakti (Jalan AR Hakim), Pasar Halat (Jalan Halat), Pasar Sukaramai (Jalan AR Hakim), Pusat Pasar, Pasar Sambu (Jalan Riau) Pasar Sambas (Jalan Sisingamangaraja/Sambas) dan Pasar Kemiri (Jalan Sisingamangaraja/Kemiri).

Kemudian, Tim 2 melakukan penyemprotan di Pasar Kampung Baru, Pasar Kwala Bekala, Pasar Simalingkar, Pasar Induk, Pasar Bulan, Pasar Muara Takus dan Pasar Sei Sikambing.

Sedangkan tim 3 melakukan penyemprotan di Pasar Petisah Tahap II, Pasar Petisah Tahap I dan Kantor PD Pasar, Pasar Kampunglalang, Pasar Sunggal, Pasar Helvetia, Pasar Glugur dan Pasar Sentosa Baru. “Penyemprotan kita bagi menjadi tiga tim,” papar Nasib.

Nasib tak menampik kalau aktivitas jual beli atau perdagangan di 53 pasar di Kota Medan mengalami penurunan akibat wabah corona. “Secara keseluruhan ya jelas, proses jual beli di pasar-pasar memang menurun cukup signifikan,” ungkapnya.

Dikatakan Gelora, hal itu terjadi sebab banyaknya para pedagang yang memilih untuk tidak berjualan dan memilih berdiam diri di rumah masing-masing. Di sisi lain, para pembeli juga lebih memilih untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari saja di warung-warung terdekat dari rumahnya. (map/ila)

Dampak Penyebaran Virus Corona di Sumut, KA Medan-Binjai Stop 8 Perjalanan

MENUNGGU: Penumpang kereta api saat menunggu ketibaan kereta api di Stasiun Besar KA Medan. Akibat wabah Corona, PT KAI Divisi Regional I Sumut menyetop perjalanan Medan-Binjai.
MENUNGGU: Penumpang kereta api saat menunggu ketibaan kereta api di Stasiun Besar KA Medan. Akibat wabah Corona, PT KAI Divisi Regional I Sumut menyetop perjalanan Medan-Binjai.
MENUNGGU: Penumpang kereta api saat menunggu ketibaan kereta api di Stasiun Besar KA Medan. Akibat wabah Corona, PT KAI Divisi Regional I Sumut menyetop perjalanan Medan-Binjai.
MENUNGGU: Penumpang kereta api saat menunggu ketibaan kereta api di Stasiun Besar KA Medan. Akibat wabah Corona, PT KAI Divisi Regional I Sumut menyetop perjalanan Medan-Binjai.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wabah penyebaran virus corona atau Covid-19 sangat berdampak dengan aktivitas masyarakat. Hal itu juga dirasakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumut yang harus membatalkan 8 perjalanan kereta api, yakni rute Medan-Binjai dan sebaliknya.

Vice President PT KAI Divre I Sumut, Daniel Johannes Hutabarat mengatakan, pembatalan tersebut mulai dilakukan sejak 25 Maret 2020 hingga 31 Maret 2020. “Ada 8 perjalaan kereta api rute Medan-Binjai dan sebaliknya yang kita batalkan,” ujar Daniel kepada wartawan di Medan, Rabu (25/3).

Adapun 8 perjalanan KA Medan-Binjai (sebaliknya) yang dibatalkan, yakni; KA U72 Sri Lelawangsa (Medan – Binjai) keberangkatan pukul 04.55 WIB, batal tanggal 25-31 Maret 2020; KA U71 Sri Lelawangsa (Binjai – Medan) keberangkatan pukul 05.40 WIB, batal tanggal 25-31 Maret 2020; KA U80 Sri Lelawangsa (Medan – Binjai) keberangkatan pukul 11.00 WIB, batal tanggal 25-31 Maret 2020; KA U79 Sri Lelawangsa (Binjai – Medan) keberangkatan pukul 11.45 WIB, batal tanggal 25-30 Maret 2020.

Selanjutnya, KA U92 Sri Lelawangsa (Medan – Binjai) keberangkatan pukul 20.15 WIB, batal tanggal 25-31 Maret 2020; KA U91 Sri Lelawangsa (Binjai – Medan) keberangkatan pukul 21.00 WIB, batal tanggal 25-31 Maret 2020; KA U94 Sri Lelawangsa (Medan – Binjai) keberangkatan pukul 21.45 WIB, batal tanggal 25-31 Maret 2020; KA U93 Sri Lelawangsa (Binjai – Medan) keberangkatan pukul 22.30 WIB, batal tanggal 25-31 Maret 2020.

“Bagi penumpang sudah membeli tiket kereta api dari hari pembatalan, kata Daniel, pihak PT KAI akan mengembalikan biaya tiket sebesar 100 persen,” kata Daniel.

Daniel mengungkapkan, alasan pembatalan tersebut, lanjutnya, sebagai langkah pencegahan dan antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). Kemudian, mengurangi mobilitas massa dengan jumlah besar.

“Tapi kami tetap menyesuaikan perjalanan kereta api dengan jarak jauh di Sumut. Dengan itu, dilakukan pengaturan agar para pengguna tetap memiliki jarak tertentu dalam upaya pembatasan sosial (social distancing),” paparnya.

Daniel mengungkapkan volume penumpang pada KA Sri Lelawangsa saat ini juga tidak sepadat waktu normal. “Dan jadwal KA yang dibatalkan merupakan jadwal dengan okupansi volume penumpang yang tidak padat untuk saat ini,” kata Danil.

Kebijakan pengurangan jadwal perjalanan ini akan terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan dan situasi di lapangan, seiring upaya pencegahan penyebaran virus corona yang terus dilakukan oleh PT KAI Divre I Sumut.

“Meskipun terdapat pengurangan jadwal kereta api, KAI tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang yang membutuhkan transportasi kereta api dengan segala protokol pencegahan virus corona yang telah diterapkan,” jelas Daniel.

agi masyarakat uang ingin informasi perjalanan KA dapat diketahui melalui saluran resmi milik PT KAI (Persero) diantaranya aplikasi KAI Access, website resmi kai.id, Contact Center 121 line (021)121, Layanan pelanggan cs@kai.id dan Sosial media @keretaapikita @kai121. (gus/ila)

UMSU Work from Home

Unversitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), sesuai dengan surat edaran Rektor UMSU yang ditandatangani Rektor UMSU, Dr Agussani, tentang kebijakan pencegahan pandemi corona.

“Seluruh aktivitas para staf diminta untuk melakukan gerakan work from home (WFH) dan tidak melakukan kegiatan di kampus sementara ini. Tentu kita berharap langkah-langkah antisipasi penyebaran Covid-19 khususnya di dalam kampus,” sebut Agussani, kemarin.

Selain itu, pihak UMSU juga melakukan penyemprotan disinfektan di areal kampus. Rektor juga mengimbau seluruh sivitas akademika untuk menangguhkan perjalanan ke luar negeri, terutama di negara-negara terdampak COVID-19.

“Bagi yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri (terutama dari negara-negara yang terdampak COVID-I9 versi WHO), harap membatasi interaksi (self isolated) dengan sivitas akademika lainnya maupun anggota keluarga, selama 14 hari sejak kepulangannya ke Indonesia,” tandas Agussani.

Unimed Masih Mengkaji

Di saat USU dan UINSU sudah memutuskan lockdown, Universitas Negeri Medan (Unimed) belum menyusul. Alasannya, masih dalam kajian pihak rektorat. Namun sistem perkuliahan secara online sudah dilaksanakan sejak pekan lalu.

“Belum ada keputusan. Masih dalam kajian dan koordinasi dengan Kementerian. Yang pasti sejak 16 Maret 2020, tidak ada lagi kuliah tatap muka dan dialihkan ke daring. Aktivitas layanan kantor juga diminimalkan sebagai bentuk pencegahan,” sebut Kepala Humas Unimed, M.Surip kepada Sumut Pos, kemarin. (gus)

UINSU Lockdown

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) ikut memutuskan penutupan kampus keseluruhan atau lockdown, berlaku sejak Senin (24/3) hingga 27 Maret 2020.

Lockdown kampus dilakukan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Surat edaran lockdown ditandatangani oleh Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Saidurrahman.

“Menyikapi perkembangan situasi dan kondisi penyebaran wabah virus corona, kita menutuo sementara kampus UIN Sumut di Kota Medan,” ungkap Kasubbag Humas dan Informasi UIN Sumatera Utara, Yuni Salma, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (25/3).

Yuni mengungkapkan, sebelum lockdown, pihak rektorat UIN Sumut sudah menerapkan sistem perkuliahan secara online oleh mahasiswa dan dosen.

“Warga kampus UIN Sumut Medan diperintahkan bekerja di rumah/tempat tinggal, dengan tetap menaati Ketentuan Pengaturan Bekerja dari Rumah/Tempat Tinggal berdasarkan Surat Edaran Nomor: SE. 2 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona,” jelas Yuni.

Dengan itu, pihak kampus juga melaksanakan sterillsasi kawasan kampus UIN Sumut dengan melakukan penyemprotan disinfektan serta penyediaan hand sanitizer di seluruh ruangan.

“Dengan ini, kami perintahkan warga kampus akademika UIN Sumut Medan untuk melaksanakan tugas kedinasan, menyelesaikan output, koordinasi, rapat dan tugas lainnya dengan memanfaatkan sarana media elektronik (secara online),” ungkap Yuni.

Pegawai yang mendapat penugasan bekerja dari rumah/tempat tinggal, melaksanakan tugas sesuai jam kerja yang berlaku pada Kementerian Agama, berdasarkan surat tugas yang ditetapkan oieh pimpinan unit/satuan kerjanya.

“Pegawai yang mendapatkan penugasan bekerja dari rumah/tempat tinggal harus tetap berada di rumah/tempat tinggal selama jam kerja, dan harus dalam keadaan dapat dihubungi. Dalam hal terdapat kepentingan mendesak untuk memenuhi kebutuhan terkait kesehatan dan pangan, pegawai bersangkutan agar melapor kepada atasan langsung,” tandas Yuni.

Ibunda Presiden Jokowi Meninggal Dunia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Berita duka datang dari keluarga Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, meninggal dunia di Solo Jawa Tengah pada Rabu, 25 Maret 2020 pukul 16.45 WIB Presiden pun segera bertolak ke Solo

Sekretaris Kabinet Pramono Anung membenarkan informasi ini. “Iya informasinya benar,” kata Pramono Anung ketika dihubungi Rabu.

Ibunda Jokowi tutup usia pada umur 77 tahun. Dikutip dari situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Sudjiatmi lahir pada 15 Februari 1943. Dengan demikian, kini usia almarhum sudah 77 tahun.

Sudjiatmi menikah dengan Widjiatno Notomihardjo dan memiliki empat orang anak. Jokowi adalah anak pertama dari kedua pasangan suami istri tersebut. Jokowi lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada tanggal 21 Juni 1961.

Berita duka meninggalnya Sudjiatmi dikabarkan oleh Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi.

“Berita duka. Innalillahi wa innaillaihi rojiun. Eyang Notomiharjo, Ibunda Bapak Presiden Jokowi berpulang di Solo pukul 16.45 WIB tadi,” demikian kabar duka yang disampaikan Budi Arie.

“Mohon doanya semoga almarhumah husnul khatimah,” ujar Budi, yang pernah menjadi Ketua Umum Relawan Pro Jokowi ini.

Jokowi: Ibu Sudah Berobat Kanker

Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan terkait meninggalnya sang ibunda, Sujiatmi Notomiharjo pada Rabu) malam. Jokowi mengatakan bahwa ibunya mengidap kanker selama empat tahun terakhir. Selama itu pula Sujiatmi telah berobat. Namun, hari ini Allah berkehendak ibunya berpulang.

“Ibu ini sudah empat tahun mengidap sakit yaitu kanker, dan sudah berobat. Sudah berusaha berikhtiar utamanya ke RSPAD Gatot Subroto. Tetapi memang Allah sudah menghendaki,” kata Jokowi kepada wartawan.

Jokowi mengatakan bahwa Sujiatmi mengembuskan napas terakhir di rumah sakit pada pukul 16.45 WIB sore. Ia pun meminta masyarakat Indonesia mendoakan kepergian ibundanya.

“Atas nama keluarga besar saya ingin memohon doa agar segala dosanya diampuni Allah dan husnul khatimah,” kata dia.

Sebelum dirawat di RST Slamet Riyadi Solo, Sujiatmi pernah dirawat di RSPAD Gatot Subroto. (net/bbs)

Pemprovsu Siapkan 1.000 Ruang Isolasi, Tenaga Medis Direkrut dari PTN & PTS

Riadil Akhir Lubis Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara
Riadil Akhir Lubis Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara
Riadil Akhir Lubis Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara
Riadil Akhir Lubis Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengantisipasi lonjakan pasien terindikasi virus corona, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mempersiapkan ratusan ruangan isolasi tambahan tenaga medis dan paramedis, alat pelindung diri (APD), maupun sarana pendukung lainnya.

“Rumah sakit rujukan utama telah disediakan dan segera beroperasi guna menangani Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sampai hari ini, kita sudah mempersiapkan 484 kamar isolasi, di luar 206 RS di Sumut yang sudah jadi rujukan penanganan Covid-19, baik PDP maupun ODP. Apabila terjadi peningkatan, cadangan (ruang isolasi) akan terus kita siapkan sampai 1.000 ruangan,” kata Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis, menjawab wartawan, Selasa (24/3).

Adapun rumah sakit rujukan utama yakni RS GL Tobing Tanjung Morawa, yang siap dengan 49 ruang atau kamar isolasi. RS Martha Friska 1 dan 2 sebanyak 230 kamar, RS Sari Mutiara 25 kamar. Gedung Wisma Atlet Sumut 99 kamar dan Pusdiklat BPSDM Sumut 81 kamar, yang akan difungsikan dalam dua atau tiga hari ke depan.

Persiapan tenaga medis juga dilakukan. Bekerja sama dengan institusi kesehatan, pihaknya menyiapkan tenaga medis dan paramedis untuk RS rujukan. Jika selama ini hanya dokter spesialis paru yang memahami penanganan Covid-19, kini tenaga medis lainnya akan dilatih untuk mengetahui penanganan pasien corona.

“Kami akan merekrut semua tenaga medis dan paramedis yang ada. Termasuk dari perguruan-perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kami akan beri pelatihan kepada mereka semua bagaimana cara pendekatan penanganan pasien Covid, sebelum mereka didistribusikan ke RS-RS rujukan yang telah disiapkan,” katanya.

Usaha percepatan lain adalah mendatangkan Alat Pelindung Diri (APD). Riadil menyebutkan, akan didatangkan distribusi APD mencapai 7.000 unit. Distribusi APD itu berasal dari Kementerian Kesehatan. Saat ini sudah tiba di Sumut sebanyak 350 unit.

“Selanjutnya akan datang bantuan dari presiden sebanyak 2.000 pack. Bantuan BNPB sebanyak 500 unit, bantuan tugas dari Gugus Tugas Covid-19 juga akan didistribusikan sebanyak 4.000 APD. Lebih kurang akan kita terima totalnya 7.000 unit,” kata Riadil.

Tidak hanya APD, Sumut juga akan menerima bantuan alat rapid test sebanyak 3.600 unit dari pemerintah pusat.

Anggaran Sumut Rp12 Miliar

Mengenai anggaran penanganan bencana kemanusiaan ini, Pemprovsu telah mengalokasikan dana senilai Rp12 miliar, bersumber dari dana tak terduga di APBD Sumut. Dana tersebut dapat ditambah sewaktu-waktu bilamana sangat dibutuhkan.

“Semua pemda sudah diminta mengalokasikan dana penanganan Covid-19. Alokasi itu sesuai surat edaran dari Mendagri bahwa anggaran untuk Covid-19 dapat dimaksimalkan melalui APBD masing-masing pemda, yang diambil dari kegiatan kurang efisien di instansi-instansi lain. Anggaran dari TNI dan Polri serta instansi lainnya juga telah siap untuk itu,” terang Riadil.

Insentif Dokter & Tenaga Medis yang Menangani Covid-19

BERSIAP: Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3). Mulai hari ini, Senin (23/3), Wisma Atlet siap dipakai sebagai RS darurat pasien COVID-19.
BERSIAP: Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3). Mulai hari ini, Senin (23/3), Wisma Atlet siap dipakai sebagai RS darurat pasien COVID-19.
BERSIAP: Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3). Mulai hari ini, Senin (23/3), Wisma Atlet siap dipakai sebagai RS darurat pasien COVID-19.
BERSIAP: Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting, meminta Pemprovsu memberi perhatian kesejahteraan dan keselamatan para dokter/tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

“Perlu ada perhatian khusus dari pemda kepada para dokter dan perawat agar semangat mereka tidak kendor melaksanakan tugasnya,” ujarnya, Rabu (25/3).

Diakuinya, melayani kesehatan dan memberi pertolongan bagi masyarakat baik yang positif Covid-19, sudah merupakan tugas para dokter dan paramedis. Tapi tugas mereka saat ini sangat berat dan beresiko tinggi, sehingga perlu ada perhatian khusus dari pemda.

“Kalau perlu para dokter dan perawat yang menangani pasien virus corona diasuransikan atau diberi insentif, sebab merekalah ujung tombak dalam menghadapi virus berbahaya ini,” tegasnya.

Pihaknya juga mengingatkan agar Pemprovsu menyediakan APD. “Kalau paramedis tidak dilindungi dengan peralatan lengkap, bagaimana dokter bisa menangani pasien secara maksimal? Dokter dan perawat juga manusia yang tidak kebal dari serangan virus. Silahkan cek di setiap rumah sakit, apakah sudah lengkap alat-alat pelindung. Jika belum ada, segera lengkapi. Jangan terhenti hanya terkendala keterbatasan anggaran,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Pemprovsu menurut dia, bisa menggunakan anggaran pendahuluan yang nantinya akan dialokasikan di P-APBD 2020. “Kalau untuk menyelamatkan rakyat, tidak masalah diambil anggaran pendahuluan. Karena situasi sudah gawat darurat dan dewan siap mendukung anggaran tersebut pada pembahasan P-APBD 2020,” katanya.

Harga Alkes Naik, Kadisperindag Sumut Diminta Segera Turun ke Lapangan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kadisperindag Sumut, Zonny Waldi, diminta segera turun ke lapangan untuk mengecek harga masker, pencuci tangan antiseptik, alkohol, dan bahan-bahan sembako. Sebab semua kebutuhan akan alat kesehatan dan pangan tersebut, selain langka harganya juga sangat tinggi.

“Masker sulit didapat di pasaran. Kalaupun ada, harganya sekarang paling murah Rp7.000 per lembar. Bahkan ada yang jual dengan harga di atas Rp10.000 per pcs. Dan langkanya hand sanitizer menyebabkan harga alkohol 70 persen melambung tinggi, dikarenakan banyak masyarakat yang membuat sendiri hand sanitizernya,” kata Sekretaris Komisi B DPRDSU, Ahmad Hadian.

Informasi ini diperolehnya usai melakukan kunjungan kerja ke daerah pemilihan yaitu Asahan, Batubara, dan Tanjungbalai terkait kesiapan daerah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Selain harga dua komoditas dan APD lainnya yang meroket, beberapa bahan campuran untuk membuat cairan disinfektan juga naik harga dan sulit ditemukan. Menyebabkan gejolak harga yang tidak sehat dipasaran.

“Larutan pemutih pakaian merk Bayclin pun di pasaran ikut-ikutan langka dan harganya naik. Ditengarai karena bahan tersebut banyak digunakan untuk cairan disinfektan yang dipakai membasmi virus,” katanya.

Menyikapi kondisi di lapangan, Hadian mengaku, sudah berkomunikasi dengan Kadis Perindag Sumut. Ia meminta kadis segera turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Salahsatunya dengan merazia oknum-oknum yang mengambil kesempatan di tengah situasi sulit.

“Saya minta kadis segera koordinasi dengan Kadis Perindag kota/kabupaten untuk merazia dan menertibkan penjual-penjual bahan tersebut. Tindak tegas jika mereka mencoba mengambil keuntungan di atas penderitaan rakyat,” tegas dia.

Rumah Sakit Murni Teguh Siapkan Rapid Test

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Umum (RSU) Murni Teguh, Medan dikabarkan menyediakan alat tes cepat (rapid test) virus corona (Covid-19). Namun tes dikenakan biaya. Kabar itu beredar lewat pesan berantai atau broadcast brosur di media sosial whatsapp.

Dalam pesan itu disebutkan, RSU Murni Teguh menyediakan rapid test covid Rp700.000 dan foto thorax portable Rp344.000.

Adapun alur cek Covid-19 rapid test igM/igG, yaitu whatsapp foto KTP dan bukti transfer ke nomor Silvia (08191990 dan seterusnya). Kemudian, sesuai appointment, pengecekan dilakukan di ruangan ambulatory IGD (masuk melalui samping salon/pintu kaca).

“Kami tidak akan melayani tanpa appointment. Rekening BCA A/C 8005060 dan seterusnya, rekening Mandiri 1050012 dan seterusnya, atas nama PT Murni Sadar,” bunyi brosur yang telah beredar.

Terkait informasi itu, Direktur Pelayanan Medis RSU Murni Teguh, dr Jong Khai mengatakan, rapid test covid hanya untuk internal rumah sakit. Bukan dijual bebas ke masyarakat. “Brosur itu bukan kita yang buat. Kita lagi lacak siapa yang buat. Jadi hoaks (brosur) itu. Enggak betul brosur itu. Diabaikan saja,” kata dr Jong Khai kepada wartawan via whatsapp, Rabu (25/3).

Mengenai biaya yang ditetapkan di brosur tersebut, Jong Khai berkilah, manajemen tak mungkin minta biaya kepada dokter dan perawat. “Alat tersebut diperoleh dari donasi perusahaan yang peduli dengan tenaga kesehatan RS Murni Teguh, mengingat tingkat kecemasan yang tinggi akibat virus yang sangat infeksius. Namun saat ini alat tesnya sudah habis, karena hanya 50 alat saja diberikan,” ujarnya.

Sekali lagi, tegasnya, tes hanya digunakan untuk internal tenaga kesehatan RS Murni Teguh saja. “Skrining ini harus dilanjutkan dengan swab dan pemeriksaan PCR di Laboratorium Balitbangkes, Jakarta. Jadi hasil skriningnya digunakan internal kita untuk tenaga kesehatan yang berisiko, agar lebih cepat mengetahui kondisi kesehatannya, sembari menunggu swab dari pemerintah,” tambahnya.

Senada, Kepala CS dan Pusat Informasi dan Pengaduan Pelanggan (PIPP) RSU Murni Teguh, Winda Aqmalia Lingga menyatakan, brosur itu hoaks. Saat ini, pihaknya sedang melacak siapa yang membuat dan menyebarkan.

“Dari kemarin (Selasa, 24/3) sudah heboh dibahas kenapa bisa sampai info ini beredar. Bahkan di beberapa grup dokter spesialis, juga sudah banyak menanyakan ke kita dari tadi (Selasa) malam. Ini kita sedang diselidiki juga darimana asalnya. Tapi pada intinya kita tidak ada melakukan pemeriksaan seperti yang terlampir di brosur,” kata Winda.

Ia menambahkan, rapid test yang ada hanya 50 alat, tetapi sudah habis. “Rapid test itu donasi dari perusahaaan yang peduli kesehatan tenaga kesehatan kita, hanya penggunaan internal,” tandasnya.

Wakil Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumut dr Aris Yudhariansyah mengaku brosur tersebut sudah dicek. “Itu hoaks, tidak benar dari RSU Murni Teguh,” ungkapnya.

Aris mengatakan, hingga sekarang rapid test Covid-19 yang dipesan pemerintah belum sampai. “Kita baru terima Virus Transport Media (VTM) untuk swab spesimen covid, yang kemarin kita jemput ke Jakarta,” katanya singkat. (prn/ris)

Lolos SKD CPNS Pemprovsu, 820 Peserta Berhak Ikuti SKB

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panitia Seleksi CPNS Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Formasi 2019 telah mengumumkan hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada 23 Maret 2020. Hasilnya, sebanyak 820 peserta lolos dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya, yakni Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sedangkan peserta yang tidak lulus sebanyak 11.496 peserta.

“Para peserta sudah mengetahui hasilnya sejak kita umumkan melalui website (www.sumutprov.go.id). Namun mengenai jadwal SKB, akan diumumkan kemudian dalam waktu yang tidak ditentukan melalui laman resmi Pemprovsu. Mengenai jadwal SKB, kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat,” kata Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Syahruddin Lubis menjawab Sumut Pos, Rabu (25/3).

Diakui pihaknya, penundaan jadwal pelaksanaan SKB disebabkan pandemi virus corona atau Covid-19 yang tengah melanda Indonesia dan juga dunia. “Iya, karena Covid-19 ini.

Jika sudah ada petunjuk lebih lanjut, akan kami umumkan melalui website,” tuturnya.

Badan Kepegawaian Negara Regional VI Medan, English Nainggolan, sebelumnya mengungkapkan, hasil ujian SKD akan diumumkan pemerintah daerah masing-masing pada 22 dan 23 Maret 2020.

Mengenai hasil SKD, tidak ada kendala apapun meski aktivitas pemerintahan sedikit terganggu akibat dampak Covid-19 di Indonesia.

Pihaknya mengimbau agar seluruh pemda tetap menjalani mekanisme pengumuman hasil SKD, sehingga peserta CASN mengetahui hasilnya.

Untuk diketahui, terdapat 26 kabupaten dan kota di Sumut yang kembali membuka rekrutmen CASN formasi 2019. Seluruh pemda sudah melaksanakan tahapan SKD pada Februari lalu.