Home Blog Page 4478

Soal Ketersediaan APD & Rapid Test Covid-19 di Sumut, Gugus Tugas Tak Sinkron

Riadil Akhir Lubis Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara
Riadil Akhir Lubis Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara
Riadil Akhir Lubis Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara
Riadil Akhir Lubis Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – GUGUS Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara terkesan tidak sinkron dalam menyampaikan informasi seputar ketersediaan alat pelindung diri (APD) maupun rapid test (metode pemeriksaan cepat). Menurut Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah, hingga hari ini kedua perangkat pendukung yang berfungsi dalam penanganan wabah Corona di Sumut, belum tiba.

“Belum tiba. Coba konfirm Dansat,” kata Aris menjawab Sumut Pos via WhatsApp, usai memberi siaran pers update penanganan Covid-19 di Sumut melalui video konferensi, Minggu (22/3).

Pihaknya menyebut, kemungkinan besar kedua peralatan tersebut pesanan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, di bawah komando Dansatgas sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis. “Ini yang pesanan gugus tugas mungkin,” imbuh sekretaris Dinkes Sumut itu.

Riadil yang dikonfirmasi ihwal progres terbaru dari APD maupun rapid test ini, mengaku sedang dalam perjalanan menuju posko utama Gugus Tugas Covid-19 Sumut, di gedung lama Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan. ”Kebetulan bukan saya yang live dan memberi keterangan hari ini. Ada tim lain yang berada di sana. Data-datanya semua ada di posko utama,” ungkap dia.

Padahal sebelumnya, Riadil telah menyampaikan sekitar 500 unit APD dan rapid test sudah sampai di Sumut, Jumat (20/3) sore, sebagai upaya kesiapsiagaan dan penanganan terhadap pasien suspek Covid-19. ”Ya, sore ini akan sampai 500, kita ada pesan 10.000 (APD) Insya Allah Minggu sudah sampai semua, jadi dikirim bertahap karena seluruh Indonesia memesan,” katanya, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan dan Koordinator Lapangan untuk Fasilitas Penanganan Covid-19 Sumut, Mayor Handoyo, Jumat (20/3) lalu.

APD paling prioritas akan didistribusikan ke sejumlah rumah sakit yang merawat ODP dan PDP. Sembari itu Dinkes Sumut juga tengah persiapkan sarana, prasarana sekaligus tenaga medis pada RS-RS rujukan. ”Tapi itu dalam waktu dekat, sekarang belum berfungsi. Mudah-mudahan jika itu berfungsi, semua pasien dapat terlayani. Sekarang ini kami sedang persiapkan,” kata Alwi.

Menurutnya, APD tersebut bagian dari memutus mata rantai Covid-19. Salah satunya dimulai oleh para tenaga medis terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sementara mengenai anjuran pemerintah pusat terhadap tes massal kesehatan masyarakat atas Covid-19, pihaknya menekankan stakeholder terkait yang akan melakukan sembari menunggu kesiapan seluruh perangkat seperti APD, rapid test, cairan disinfektan dan lainnya.

Pemko Medan Bagi-bagi Tugas

Sementara, Pemerintah Kota (Pemko) Medan membagikan masing-masing tugas kepada sejumlah OPD guna mencegah dan melawan penyebaran Covid-19. Dalam situasi status siaga darurat saat ini, penugasan tak lagi berbasis tugas pokok dan fungsi (tupoksi) OPD, melainkan kepada kemampuan masing-masing OPD dalam melaksanakannya.

“Saat ini semua saling bahu-membahu dalam melawan Corona di Medan, tak hanya pemerintah, masyarakat pun diminta turut berpartisipasi dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan mentaati imbauan-imbauan yang telah diberikan oleh pemerintah,” kata Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane kepada Sumut Pos, Minggu (22/3).

Dikatakan Arrahman, setidaknya Pemko Medan melalui gugus tugas Covid-19 Medan telah berbagi tugas pada sejumlah OPD dalam melawan penyebaran Covid-19. “Untuk ketersediaan masker, saat ini Pemko Medan sedang berupaya untuk mencari tempat mendapatkan masker tersebut dan membelinya untuk di distribusikan kepada masyarakat Kota Medan,” ujarnya.

Selain itu, Pemko Medan juga berupaya menyediakan hand sanitizer dan sarana cuci tangan di tempat-tempat umum agar dapat dukungan oleh masyarakat umum yang terpaksa harus berada di luar rumah. “Dinas Ketapang telah diminta untuk menyediakan hand sanitizer. Tempo hari sudah mulai diproduksi dan dibagikan. Prioritasnya rumah-rumah ibadah dulu, seperti masjid dan gereja. Untuk sarana mencuci tangan di tempat umum, saat ini sedang dibuat Dinas Perkim (PKPPR) Kota Medan,” jelas Arrahman.

Kepada Sumut Pos, Kepala Dinas Ketapang Kota Medan, Emilia Lubis mengatakan, pihaknya telah memulai memproduksi hand sanitizer di Laboratoriumnya serta telah mendistribusikannya ke berbagai tempat. “Semalam baru produksi 2 liter, Senin (hari ini) ada produksi 8 liter,” kata Emilia kepada Sumut Pos, Minggu (22/3).

Dikatakan Emilia, karena pembuatan hand sanitizer membutuhkan anggaran, maka saat ini pihaknya tengah menunggu persetujuan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan untuk memproduksi hand sanitizer berikutnya. “Nanti kalau sudah ada kabar (dari BPKAD) saya kabari ya. Kalau yang berikutnya ini memang terkait anggaran, jadi tunggu persetujuan BPKAD dulu. Kalau yang (produksi sebelumnya) itu bisa kita buat karena ada stok bahan baku di laboratorium kita,” katanya.

Selain itu, terang Emilia, dalam memproduksi hand sanitizer di laboratoriumnya, pihaknya selalu menggunakan bahan baku serta proses produksi yang sesuai dengan standar WHO. “Hand sanitizer mesti didiamkan 72 jam, kita pakai standart WHO, baik pembuatan dan bahan bakunya. Kita tunggu saja persetujuan (BPKAD) nya,” terangnya.

Sedangkan untuk distribusi hand sanitizer yang telah diproduksi di laboratoriumnya, Emilia mengaku telah menyalurkannya ke sejumlah masjid-masjid yang ada di Kota Medan. Berikutnya, Dinas Ketapang akan membagikan Hand Sanitizer tersebut ke rumah-rumah ibadah lainnya termasuk ke UKM pangan lokal. “Yang 2 liter kemarin masih ke beberapa Masjid. Rencananya yang 8 liter besok (hari ini) akan kita kasih juga sebagian ke gereja-gereja, lalu juga akan kita bagikan ke UKM pangan lokal,” jawabnya.

Pun begitu, Emilia berharap agar kondisi penyebaran Covid-19 ini bisa selesai secepat mungkin sehingga keberadaan Hand Sanitizer ditengah-tengah masyarakat tidak lagi menjadi kebutuhan primer. “Mudah-mudahan keadaan cepat membaik sehingga hand sanitizer ini tidak dibutuhkan. Sama-sama kita berdoa,” tandasnya.

Di sisi lain, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan juga turut berpartisipasi dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Medan dengan membangun atau menyediakan fasilitas cuci tangan, yakni sarana air mengalir dan ketersediaan sabun di tempat-tempat umum sebagai langkah pendukung imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. terkhusus usai melakukan kontak fisik dengan orang lain ataupun benda-benda di sekeliling.

“Kemarin (Sabtu) kita sudah buat di 4 titik, yaitu di Kantor Pos Besar Medan, di pintu masuk stasiun besar kereta api Medan, di depan kantor Kesbangpol Jalan Balaikota Medan, dan di Istana Maimoon pada pintu masuk dekat parkir sepeda motor. Dalam 2 hari ini akan dipasang kembali di beberapa lokasi lain,” jelas Kepala Dinas PKPPR Kota Medan, Benny Iskandar ST MT kepada Sumut Pos, Minggu (22/3).

Dikatakan Benny, khusus untuk hari Minggu kemarin, pihaknya telah menambah sarana mencuci tangan tersebut di lokasi berbeda. Karena lokasinya yang berada di trotoar, maka pihaknya telah membangun sarana tersebut lengkap dengan tangki air. “Hari ini lima, tapi bentuknya sudah dengan tangki air. Untuk yang 5 buah ini, rencananya akan dibuat di trotoar,” katanya.

Adapun kelima lokasi yang dimaksud Benny yakni di Jalan Jend Gatot Subroto, tak jauh dari Pasar Petisah Kota Medan. Lalu di Jalan Pangeran Diponegoro, tepat di depan Masjid Agung Kota Medan. “Ketiga, di trotoar Jalan HM Yamin, tepat di depan Masjid Al-Amin. Keempat di depan Stadion Teladan Medan, sudah berkoordinasi dengan pengurus stadion, dan terakhir di trotoar Jalan dr Mansyur dekat pintu masuk kampus USU,” tutupnya.

Benny berharap, adanya fasilitas-fasilitas itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada di kawasan tersebut. “Sesuai imbauan pemerintah, masyarakat harus mencuci tangan sesering mungkin. Kita harapkan fasilitas ini dapat dipergunakan sebaik mungkin,” tutupnya. (prn/map)

Jangan Sembarangan Konsumsi Obat

TEMU PERS: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers.
TEMU PERS: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers.
TEMU PERS: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers.
TEMU PERS: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah menegaskan, obat yang telah direkomendasikan untuk proses kesembuhan pasien positif virus corona tak dapat dibeli dan dikonsumsi sendiri. “ Obat-obatan ini atas resep dokter dan atas indikasi yang diberikan oleh dokter,” ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Minggu (3/22).

“Tidak dibenarkan untuk kemudian kita simpan sendiri atau kita minum dengan konteks untuk pencegahan,” lanjut dia.

Yuri menekankan, cara mencegah dari virus corona yang paling aman adalah dengan menerapkan social distancing. “Kembali lagi, menghindari, meninimalkan, membatasi kontak (dengan orang lain). Ini adalah cara paling baik,” ujar Yuri. “Kedua, jaga imunitas diri masing-masing supaya tetap sehat, agar tetap bisa melaksanakan aktivitas ringan di rumah yang seimbang,” lanjut dia.

Ia juga mengingatkan bahwa bekerja dari rumah bukan dimaknai sebagai berdiam diri di rumah tanpa melaksanakan aktivitas apa-apa. Apabila demikian, Yuri mengatakan, justru akan menurunkan kondisi imun. Bekerja dari rumah dimaknai membatasi diri melakukan kontak dengan orang luar, namun tetap produktif mengerjakan pekerjaan seperti biasa.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memastikan, pemerintah telah memiliki obat bagi proses penyembuhan pasien- Covid-19.

Obat yang dimaksud, yakni Avigan dan Klorokuin. Obat Avigan telah didatangkan sebanyak 5.000 butir. Pemerintah juga tengah memesan 2 juta butir obat tersebut. Sementara itu, obat klorokuin sudah disiapkan sebanyak 3 juta butir. “Obat ini sudah dicoba oleh satu, dua, tiga negara dan memberikan kesembuhan,” kata Jokowi.

Namun, Presiden Jokowi menegaskan bahwa kedua obat ini bukanlah antivirus corona. Sampai sekarang antivirus penyakit tersebut belum ditemukan. “Mengenai antivirus, sampai sekarang belum ditemukan, dan ini yang saya sampaikan itu tadi obat,” kata dia.

Selain itu, dua obat tersebut juga belum teruji secara klinis dapat menyembuhkan Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) sendiri telah mengumumkan pengujian klinis terhadap empat obat yang berpotensi menyembuhkan virus corona. Empat obat itu, yaitu obat antivirus remdesivir, kombinasi lopinavir dan ritonavir yang selama ini digunakan untuk HIV, kombinasi lopinavir beserta ritonavir dan interferon beta, serta obat antimalaria klorokuin.

Pengujian klinis yang melibatkan setidaknya 10 negara ini disebut solidarity trial atau uji solidaritas, dan diharapkan bisa mempercepat penemuan obat untuk Covid-19. Pasalnya, seperti disampaikan oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers Rabu (18/3), selama ini uji vaksin dan obat virus corona dilakukan dalam skala kecil dengan metodologi berbeda-beda. Hal ini membuat bukti yang ada saat ini belum cukup untuk menentukan obat mana yang paling efektif.

Indonesia Tertinggi se-ASEAN

Terkait COVID-19, pemerintah dinilai perlu melakukan langkah yang lebih ekstra untuk segera menanggulangi masalah penyebaran virus corona atau covid-19 di Tanah Air. Sebab, Indonesia kini tengah menjadi negara dengan angka kematian tertinggi bila dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara atau ASEAN.

Dilansir dari data sebaran virus corona yang dirilis Johns Hopkins University, saat ini ada 450 kasus virus corona yang ada di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 38 orang di antaranya telah meninggal dunia dan baru 15 orang yang telah dinyatakan sembuh.

Sementara Malaysia, menjadi negara dengan sebaran kasus Covid-19 tertinggi yakni 1.183 kasus. Meski demikian, tingkat penyembuhan di negara ini juga cukup tinggi yakni 114 kasus dengan tingkat kematian 4 kasus.

Dilihat dari sebarannya, Indonesia juga telah mengalahkan Singapura yang kini hanya memiliki 432 kasus. Tingkat penyembuhan penyakit ini di Negeri Singa pun cukup tinggi yakni 140 kasus. Sementara, dua kasus diketahui meninggal dunia, di mana salah satunya merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Di wilayah ASEAN setidaknya ada delapan negara yang diketahui tengah menghadapi kasus ini. Lima negara lainnya yaitu Thailand, Brunei Darussalam, Filipina, Vietnam dan Kamboja.

Di Thailand, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 411 kasus. Dari jumlah tersebut satu orang dinyatakan meninggal dunia dan 42 orang lainnya sembuh. Sementara di Filipina, jumlah kasus mencapai 307 kasus, di mana 19 orang dinyatakan meninggal dunia dan 13 lainnya sembuh.

Adapun di Vietnam dan Kamboja, saat ini kedua negara itu belum mencatat satu pun kasus kematian akibat Covid-19. Untuk diketahui ada 94 kasus di Vietnam, dimana 17 kasus di antaranya telah dinyatakan sembuh. Sementara di Kamboja, saat ini ada satu kasus yang sembuh dari total 53 kasus positif Covid-19. (kps/int)

451 Jamaah Sudah Lunas Ongkos Haji, Kemenag Sumut Tetap Persiapkan Keberangkatan Haji

Info haji
Info haji

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DI tengah kekhawatiran mewabahnya virus Corona (Covid-19), Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Utara (Sumut) tetap mempersiapkan keberangkatan calon jamaah haji (calhaj). Kepala Seksi (Kasi) Pendaftaran dan Dokumen Haji Kemenag Sumut, Iyong Syahrial kepada Sumut Pos mengatakan, saat ini pihaknya tetap mengikuti arahan dari pemerintah pusat.

“Sesuai arahan dari pusat, penyelenggaraan haji tahun ini tetap dilaksanakan. Kita tetap mengikuti persiapan dan tahapan-tahapan yang kita laksanakan,” kata Iyong, Minggu (22/3).

Di tengah wabah covid-19 ini, kata Iyong, pemerintah belum berencana menunda keberangkatan haji. Bahkan kata dia, pemerintah pusat tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi, tentang perkembangan di Tanah Suci. ”Surat yang masuk dari pemerintah Arab Saudi, hanya penyelesaian kontrak saja. Kita tetap menunggu sekaligus mempersiapkan sesuai anjuran pemerintah saja,” jelasnya.

Iyong sendiri sempat khawatir, dampak virus Corona yang meluas ini bisa mengganggu pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Namun ia tetap optimis, pemerintah Arab Saudi dan Indonesia sebelum keberangkatan haji mampu mengatasi serangan virus mematikan ini. ”Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia tetap berupaya mengatasi ini. Yang penting kita tetap berdoa, pelaksanaan haji tahun ini tidak mengalami penundaan,” harapnya.

Sementara itu, kata Iyong, untuk kuota haji Sumut tahun ini sama dengan tahun lalu, yakni 8.292. Saat ini, Kemenag Sumut telah membuka waktu pelunasan bagi calon jamaah haji yang terdaftar berangkat tahun ini. ”Sudah dua hari kita buka. Sekarang sudah 451 calon jamaah haji dari Sumut yang sudah melunasi,” sebutnya.

Untuk ongkos keberangkatan haji ini, tambahnya, terjadi kenaikan menjadi Rp32 juta lebih. “Naik sekitar 500 ribu, ini sesuai dengan keputusan Presiden,” katanya.

Menurutnya, dengan jumlah ongkos tersebut, calon jamaah haji sudah mendapatkan informasi baik dari media maupun dari Kabupaten/kota jamaah yang bersangkutan. (man)

32 Warga Dairi ODP, Satu PDP, 2 Warga Sibolangit ODP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – JUMLAH warga Dairi yang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (OPD) terus bertambah. Jika pada Jumat (20/3) lalu, masih berjumlah 27 orang, namun pada Minggu (22/3) bertambah menjadi 32 orang. Sedangkan satu warga Dairi masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) dan sedang menjalani perawatan di RSUP Haji Adam Malik Medan.

Sebagian besar warga yang ODP, merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang baru pulang dari Malaysia. ”Mereka masih dalam pemantauan. Bukan berarti positif. Warga tidak perlu panik, tetapi tetap jaga kesehatan dan kurangi keluar rumah jika tidak perlu,’ kata Sekretaris Dinas Kesehatan Dairi, Frisda Turnip.

Mereka masih dalam pemantauan. Bukan berarti positif. Warga tidak perlu panik, tetapi tetap jaga kesehatan dan kurangi keluar rumah jika tidak perlu.”

Frisda Turnip
Sekretaris Dinas Kesehatan Dairi

Frisda mengatakan, dari 32 orang itu, 6 diantaranya TKI yang dipulangkan dari Malaysia. Jumlah itu berdasarkan laporan satelit masing-masing Puskesmas di 15 kecamatann

Frisda menyebutkan, ODP tersebut terdapat di wilayah Kecamatan Siempat Nempu 3 orang, Berampu 1 orang, Siempat Nempu Hulu, 2 orang, Lae Parira 1 orang, Silima Pungga-Pungga 3 orang, Sumbul 1 orang, Gunung Sitember 5 orang, Sitinjo 1 orang, Sidikalang 2 orang, dan di Kecamatan Tiga Lingga 8 orang sehingga total 27 orang. Ke 32 warga ODP disarankan isiolasasi mandiri di rumah.

Diterangkan Frisda, diberlakukanya lockdown oleh negagara Malaysia, diduga berdampak terhadap pemulangan TKI illegal asal Indonesia, termasuk dari Dairi. Sampai saat ini data Dinkes Dairi ada 6 TKI dari Malaysia pulang ke Dairi. ”Kita melakukan ODP terhadap mereka, karena riwayat perjalanan mereka dari negara pandemi Covid 19,” ungkapnya.

Dua Warga Sibolangit ODP

Sementara, dua warga disebut-sebut berada di Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang, masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sebab, dua orang tersebut baru pulang dari Malaysia.

Saat ini, kedua warga itu dalam pemantauan Puskesmas Sibolangit dan Puskesmas Bandar Baru guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Pemeriksaan kedua warga berjenis kelamin wanita ini dilaksanakan di rumah masing-masing dan kondisi mereka normal.

Camat Sibolangit Febri E Gurusinga membenarkan di wilayah yang dipimpinnya ada dua warga dalam kategori ODP. Mereka berasal dari dua desa yang berbeda di Sibolangit. “Tim kesehatan dari Puskesmas Sibolangit dan Bandar Baru sudah turun untuk mengecek kondisi dua warga tersebut. Keduanya akan dimonitor selama 14 hari ke depan,” kata Febri Gurusinga kepada wartawan, Minggu (22/3).

Febri mengaku, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Sibolangit, pihak kecamatansudah melakukan penyemprotan disinfektan di kantor camat, Koramil, Puskesmas, dan sejumlah warung. “Bila tidak ada halangan, dalam minggu ini kita akan melakukan penyemprotan disinfektan di dua desa yang warganya kategori ODP,” ujarnya.

Senada disampaikan Kepala Puskesmas Sibolangit, dr Tomo Tarigan. “Benar, ada kita lakukan pemeriksaan kesehatan kedua warga itu. Warga ini menjadi ODP tim kita selama dua minggu ke depan,” ujar Tomo Tarigan secara terpisah.

Kata Tomo, Muspika Sibolangit sudah melakukan sosialisasi mengenai pencegahan Covid-19. Salah satunya, di Desa Sayum dengan melakukan pertemuan kepada warga di balai pertemuan, Sabtu (21/3) kemarin. Dalam sosialisasi tersebut, diimbau warga untuk tetap waspadai dengan berjabat tangan, hindari dari tempat keramaian. “Setiap saat cuci tangan dengan air yang mengalir dengan menggunakan sabun selama kurang lebih 20 detik lamanya. Selalu bersihkan tempat tinggal, konsumsi vitamin C secara rutin agar daya tubuh kuat. Perbanyak minum air mineral sebanyak dua liter per hari serta memperbanyak olahraga,” jelas Tomo.

Menurut dia, upaya yang dilakukan ini salah satu cara untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. “Kita juga mengimbau kepada warga untuk segera memberikan informasi apabila ada warga yang baru saja kembali dari wilayah atau negara terjangkit corona,” tandas Tomo.

Tak jauh beda disampaikan Kepala Puskesmas Bandar Baru, drg Sri Astuti. Kata Sri Astuti, pihak pemerintah dan Puskesmas mendapat informasi dua warga ini baru saja kembali dari Malaysia. Hasil sementara dari pemeriksaan suhu panas badan mereka normal.

“Namun demikian, diminta kepada warga yang baru pulang dari Malaysia itu untuk tetap berdiam diri di rumah saja. Selain itu, hindari keramaian dan tetap menjaga kebersihan sesuai yang disarankan pemerintah,” pungkasnya.

Video di Mandala, Medan Hoaks

Sementara, di tempat terpisah beredar video singkat proses evakuasi korban yang diduga terjangkit Covid-19. Disebutkan, evakuasi dilakukan di Jalan Negara Pukat 1 Mandala.

Dalam video itu, terlihat dua petugas medis yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) mengevakuasi korban yang diduga PDP Covid-19. Ketika proses evakuasi, terlihat menggunakan tempat tidur pasien dan direkam oleh beberapa warga menggunakan smartphone.

Camat Medan Tembung, Barli, yang dikonfirmasi menyatakan, pihaknya telah mencoba mencari tahu kabar tersebut. Namun, kenyataannya tidak ada dan informasi tersebut tidak benar terjadi di Mandala alias hoaks. “Sudah kami cek, hasilnya tidak ada. Dari semalam sudah dilakukan pengecekan,” tegasnya, Minggu (22/3).

Barli mengimbau, terkait informasi yang tidak benar sumbernya diminta agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi bohong. “Kami sudah melakukan imbauan-imbauan kepada masyarakat, seperti Puskesmas keliling menggunakan toa, dari kecamatan, dan kelurahan juga mengimbau. Begitu juga melalui sosial media, agar jangan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” sebutnya.

Terkait kabar yang menyebutkan adanya warga Kecamatan Medan Tembung diduga terpapar Covid-19, Barli menambahkan, bahwa ada dua warganya yang diperiksa kondisi kesehatannya. Namun, dari hasil pemeriksaan negatif. “Ada dua warga, tapi setelah dicek hasil pemeriksaan ternyata negatif,” imbuhnya. (rud/ris)

Kapasitas 2.400 Kamar, Wisma Atlet jadi RS Darurat

BERSIAP: Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3). Mulai hari ini, Senin (23/3), Wisma Atlet siap dipakai sebagai RS darurat pasien COVID-19.
BERSIAP: Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3). Mulai hari ini, Senin (23/3), Wisma Atlet siap dipakai sebagai RS darurat pasien COVID-19.
BERSIAP: Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3). Mulai hari ini, Senin (23/3), Wisma Atlet siap dipakai sebagai RS darurat pasien COVID-19.
BERSIAP: Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3). Mulai hari ini, Senin (23/3), Wisma Atlet siap dipakai sebagai RS darurat pasien COVID-19.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mulai hari ini, Senin (23/3), sebanyak 2.400 kamar di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, siap dipakai sebagai rumah sakit darurat untuk penanganan Covid-19.

“Pada Senin (23/3) pemerintah sudah siap menampung 2.400 pasien di Wisma Atlet Kemayoran, dari 22.200 pasien yang dapat ditampung di 10 tower,” kata Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, melalui keterangan tertulis, Minggu (22/3).

Fadjroel menambahkan, pemerintah terus berupaya menyiapkan masker, alat rapid test, alat pelindung diri, dan lainnya yang diupayakan dari berbagai sumber untuk mencukupi kebutuhan saat ini. Ia pun mengatakan Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk mendukung tumbuhnya optimisme dengan menyebarkan sikap dan pernyataan positif.

Selain itu pemerintah juga meminta masyarakat mendukung upaya menjalankan pembatasan sosial dengan bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. “Presiden mendorong sikap sukarela dan partisipatif sebagai pilihan rasional dan bertanggungjawab dalam kehidupan demokrasi. Sekali lagi Presiden Joko Widodo menekankan bahwa keselamatan rakyat adalah kebijakan paling utama di saat melawan Covid-19 ini,” lanjut dia.

Senada, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan Wisma Atlet Kemayoran telah siap beroperasi sebagai tempat perawatan pasien yang terjangkit virus corona. “Ini sudah selesai semuanya termasuk penyemprotannya kemarin sore, seratus persen sudah selesai,” kata Basuki di Wisma Atlet, Jakarta, Minggu (22/3).

Basuki menjelaskan, pihaknya sedikit memodifikasi Wisma Atlet khususnya yang berada di tower 7 lantai 1, 2, dan 3. Lantaran bangunan tersebut akan difungsikan sebagai rumah sakit darurat, pemerintah melengkapinya dengan ruang ICU, radiologi, hingga farmasi.

Seluruh peralatan medis dimasukkan ke wisma, dilanjutkan dengan pemasangan alat. Peralatan yang digunakan pun seluruhnya portable karena rumah sakit ini bersifat darurat. “Ini semua termasuk pengaturan arus orang. Jadi pasien dan petugas tidak boleh berpapasan. Ini semua diatur oleh Kemenkes,” ujar Basuki.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, Wisma Atlet bakal diperuntukkan bagi mereka yang menunjukkan gejala covid-19 atau sakit ringan. “Yang kondisinya ringan, positif, sudah terjadi di rumah sakit, bisa didorong ke Wisma Atlet ini,” kata Terawan saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (22/3).

“Sehingga di sini akan punya kemampuan untuk menampung orang yang bukan sakit berat tetapi yang sakit ringan yang membutuhkan perawatan,” tutur dia.

Terawan mengatakan, mereka yang menunjukkan gejala covid-19 atau sakit ringan tidak perlu dirawat di rumah sakit. Sebab, rumah sakit akan diperuntukkan bagi mereka yang terjangkit corona dengan kondisi berat. Pasien dengan gejala covid-19 ringan, kata Terawan, dapat diisolasi di Wisma Atlet.

“Kami menyiapkan ribuan kamar untuk bisa dilakukan mereka melewati masa-masa ringan itu dengan baik,” ujar dia.

Meski begitu, Terawan mengatakan, pasien yang hendak dirawat di Wisma Atlet harus lebih dulu memeriksakan diri di rumah sakit. Sebab, rumah sakit harus lebih dulu memastikan ada tidaknya gejala virus corona.

RS di Galang Siap 28 Maret

Selain itu, rumah sakit khusus di Pulau Galang, Pulau Sebaru Kecil, dan sejumlah hotel BUMN dan swasta juga disiapkan untuk menampung pasien Covid-19.

Menteri Basuki mengatakan, pembangunan rumah sakit khusus pasien corona di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, sudah hampir selesai. Ia memastikan, rumah sakit ini siap dioperasikan pada 28 Maret 2020 mendatang. “Insya Allah nanti tanggal 28 (Maret 2020) ditinjau oleh Bapak Presiden, kita sudah siap,” kata Basuki, Minggu (22/3).

Basuki mengatakan, hingga hari ini, proses pembangunan rumah sakit telah mencapai 80 persen. Sejumlah kebutuhan utama, yakni pasokan listrik dan instalasi pengolahan air bersih dipastikan sudah selesai digarap. Basuki menyebut, pada tahap pertama, pemerintah membangun 400 unit ruang observasi dan 50 unit ruang isolasi.

“Jadi masyarakat saya kira enggak perlu khawatir. Kita semua sudah siap untuk melayani antisipasi virus ini,” kata Basuki.

Pasien Sedang dan Berat

Pemerintah menegaskan, rumah sakit hanya diprioritaskan bagi pasien yang telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona dengan gejala klinis sedang hingga berat. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus coroba Achmad Yurianto mengatakan, kebijakan tersebut terpaksa dilakukan atas alasan keterbatasan kapasitas rumah sakit rujukan di Indonesia.

“Kapasitas rumah sakit kita di Indonesia terbatas, sehingga kita selektif mengutamakan mereka yang dirujuk ke rumah sakit yang bergejala sedang hingga berat,” ujar Yuri di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (22/3).

Sementara pasien positif Covid-19 yang mengalami gejala klinis ringan, bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali, diimbau mengisolasi diri di rumah dengan menerapkan social distancing. “Kalau gejala ringan cukup isolasi diri di rumah masing-masing agar tidak menularkan ke orang lain,” ujar Yuri.

“Batasi (interaksi langsung) dengan anggota keluarga, tidak menggunakan alat makan bersama-sama dan bisa berkonsultasi dengan petugas di nomor 119 extension 9, maupun metode lainnya,” lanjut dia.

Diketahui, pemerintah telah menyiagakan sejumlah rumah sakit untuk merawat pasien positif virus corona. TNI-Polri menyiapkan 161 rumah sakitnya di penjuru Indonesia untuk mengisolasi para pasien Covid-19. Demikian pula BUMN, telah menyiapkan sejumlah rumah sakitnya untuk merawat pasien Covid-19.

Hingga Minggu kemarin, penambahan pasien positif Covid-19 tercatat sebanyak 64 orang sehingga total yang terinfeksi hingga hari ini ialah 514 orang. Dari jumlah tersebut, pasien yang meninggal dunia bertambah 10 orang sehingga total pasien positif corona yang meninggal dunia sebanyak 48 orang. Sementara itu 29 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19 di Indonesia.

“Data sudah diberikan ke Kepala Dinas (Kesehatan) Provinsi untuk diteruskan ke rumah sakit untuk pelayanan dan dinas untuk tracing,” lanjut Yuri. (kps)

Yuk, Bersama Perangi Covid-19

Di Sumut: Pasien Positif Tetap, PDP Naik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah kasus positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Sumatera Utara, hingga Minggu (22/3), masih tetap 2 orang. Namun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah. Hingga kemarin, jumlah PDP naik 12 orang dari hari Sabtu, menjadi 48 orang. ODP menjadi 496 orang, dari sebelumnya 338 orang. Atas hal itu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumut meminta semua pihak bersama-sama memerangi penyebaran virus.

“POSITIF Covid-19 masih 2 orang, sedangkan 48 PDP dan 496 ODP,” ujar Wakil Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, dr Aris Yudhariansyah dalam keterangan persnya melalui video streaming, Minggu sore.

Menurut Aris, 496 ODP ini mengalami kenaikan sebesar 31,8 persen dari hari sebelumnya. Mereka tersebarn

di sejumlah kabupaten/kota di Sumut. Dari 496 ODP tersebut, terbanyak berada di Simalungun dengan jumlah 60 orang.

“Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, 10 orang di antaranya masih status negatif (ODP dan PDP). Antara lain, Tebingtinggi, Samosir, Humbahas, Nias, Nias Utara, Gunung Sitoli, Nias Barat, Sibolga, Madina, dan Labusel. Diharapkan status tersebut tetap bertahan, dan kabupaten/kota lainnya semakin berkurang,” ujarnya.

Diutarakan Aris, Dinas Kesehatan masing-masing wilayah terus melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) kondisi kesehatan para ODP. “Kita berharap tidak ada penambahan yang positif (Covid-19). Sehingga Sumut semakin cepat terbebas dari wabah virus tersebut,” ucapnya.

Aris menyatakan, saat ini tim Gugus Tugas telah melakukan kegiatan-kegiatan terkait persiapan Rumah Sakit Khusus (RSK) Covid-19 di Sumut, dan bimbingan teknis (bimtek) bagi tenaga kesehatan yang nantinya akan bekerja di rumah sakit khusus tersebut.

“Bimtek dihadiri oleh berbagai organisasi profesi medis, yang semuanya akan menjadi tim untuk bekerja di RSK Covid-19 yang akan dibuka beberapa saat lagi. Rumah sakit itu yakni di RS PTPN II, RS Martha Friska, dan sebagian lagi di Pelkes Dinas Kesehatan Sumut,” tandasnya.

Bersama Perangi Virus

Untuk menekan penyebaran virus corona, Bidang Media Sosial dan Sosialisasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Gelora Viva Sinulingga mengimbau seluruh pemerintah kabupaten/kota (Pemkab/Pemko) se-Sumut, agar memastikan seluruh area umum dan transportasi harus bersih.

Selain itu, ada sosialisasi cuci tangan, memperbaharui informasi Covid-19 serta menyediakan media informasi dan edukasi. “Pemkab/Pemko se-Sumut juga diminta agar mengimbau para pengelola transportasi menyemprotkan disinfektan di dalam angkutan transportasinya. Tujuannya untuk pencegahan penularan Covid-19,” katanya.

Bukan hanya itu, pengemudi dan penumpang selama dalam ruangan angkutan kendaraan agar selalu menggunakan masker. “Diminta juga kepada pengemudi, agar tidak memaksakan diri bekerja jika dalam kondisi kurang sehat,” tukasnya.

Sebelumnya dalam keterangan pers melalui video streaming pada Sabtu (21/3), Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis menyatakan, 48 PDP dirawat di 18 rumah sakit di Sumut, tepatnya pada 5 kabupaten/kota. Yaitu, Medan, Deliserdang, Binjai, Sergai dan Tobasa/Balige.

Ia menyebutkan, jika pasien masuk PDP, pemerintah baik pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota akan bertanggung jawab untuk biaya selama di rumah sakit rujukan.

“Berdasarkan Surat Edaran Mendagri, diminta kepada seluruh kepala daerah di Sumut khususnya, untuk bisa mengalokasikan dalam APBD masing-masing. Lakukan pergeseran anggaran dan sebagainya. Sehingga bila dibutuhkan dana penanganan Covid-19 ini bisa dilakukan dengan cepat,” cetus Riadil.

Kepada Pemkab/Pemko di Sumut mulai tingkat dusun, desa/kelurahan, dan kecamatan, diminta melakukan sosialisasi. Dengan begitu, masyarakat dan secara struktural terhadap ASN maupun non ASN bisa memahami dan mengikuti imbauan pemerintah dalam penanganan virus corona.

“Tujuannya agar tidak simpang siur. Selain itu, lakukan juga koordinasi dengan TNI/Polri. Termasuk juga dengan peran dunia usaha serta kelompok sosial, agama, budaya, dan lainnya, kita imbau lakukan juga sosialisasi sehingga memiliki pemahaman yang sama terkait penanganan Covid-19 ini,” jelasnya.

Selain itu, sambung dia, Pemkab/Pemko melibatkan akademisi dari perguruan tinggi. Misalnya, dalam menyediakan Alat Pelindung Diri (APD). Atau memodifikasi bahan-bahan kimia yang dibutuhkan untuk disinfektan dan hand sanitizer. “Lakukan kerja sama dengan intelektual untuk penyediaan APD tersebut sebagai langkah pencegahan. Sebab, sama-sama kita ketahui ketersediaan APD tersebut sangat terbatas,” ucap Riadil.

Tak hanya APD, kata dia, dilakukan juga sosialisasi social distancing. Artinya, hindari keramaian, kontak fisik secara langsung atau menjaga jarak hingga isolasi mandiri di rumah. Terkecuali, ada yang sangat penting sekali untuk keluar rumah. Harapannya, bisa memutus mata rantai penularan virus.

“Selanjutnya, hindari pertemuan-pertemuan dan kalau bisa tidak usah dilakukan untuk sementara ini. Batasi kunjungan atau berpergian ke tempat wisata, tempat hiburan, klub malam, diskotik dan sebagainya. Kepada orang tua yang berisiko tinggi diminta di rumah, tidak berpergian. Apalagi, memiliki riwayat penyakit lain sehingga rentan terkena virus corona. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, dari PE dan tracing yang dilakukan, jumlah ODP yang bertambah diminta secara sukarela untuk mengisolasi diri di rumahnya masing-masing. Hal ini untuk mencegah kemungkinan terjadi penularan kepada orang lain. Karena ODP ini berpotensi menularkan jika suatu saat positif karena sedang dalam masa inkubasi.

“Terhadap masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak, diimbau tetap berada di dalam rumah,” ungkap Alwi.

Dalam penanganan kasus Covid-19 ini, Dinkes sedang menunggu alat rapid test (tes cepat) Covid-19 dari pemerintah pusat. Dengan alat tersebut, diharapkan dapat menurunkan rantai penularan secara efektif dalam dua minggu ke depan dan seterusnya.

Sementara, Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Sumut, dr Restuti Hidayani Saragih SpPd mengatakan, 48 PDP dan 1 positif Covid-19 masih dalam perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. “Mohon doanya kepada masyarakat untuk kesembuhan mereka semua,” katanya.

Restuti mengingatkan, khusus tim medis yang bekerja di rumah sakit rujukan Covid-19 agar lebih jeli mengenali kriteria ODP terhadap pasien.

“Pertama, adanya riwayat demam, ISPA (Inspeksi Saluran Pernapasan Akut) seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, yang tidak disebabkan oleh penyakit lain. Kemudian, pasien memiliki riwayat perjalanan keluar negeri apalagi ke negara yang terjangkit Covid-19 atau daerah lain di Indonesia yang juga terjadi wabah penyakit tersebut,” imbuhnya.

Hasil Lab 13 PDP Tunggu Pusat

Sebanyak 13 PDP Covid-19 yang diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM), Medan, hingga kemarin masih dalam perawatan intensif. Sampel swab dari para PDP tersebut telah dikirimkan ke laboratorium (lab) Balitbangkes Kementerian Kesehatan.

“Kami masih menunggu keluarnya hasil pemeriksaan lab pusat di Jakarta (Balitbangkes Kemenkes) terhadap swab ke-13 PDP tersebut. Apakah hasilnya positif atau negatif, kami belum tahu karena belum keluar,” ujar Kasubbag Humas RSUP HAM Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) kepada wartawan, Minggu (22/3).

Kata Rosa, jika hasilnya sudah keluar dan ternyata dinyatakan negatif Covid-19, pihak rumah sakit akan mengeluarkan ke-13 PDP tersebut dari ruang isolasi. Selanjutnya, sesuai hasil diagnosanya maka akan dirawat pada ruang inap yang biasa.

“Dengan begitu, bila ada PDP lain yang masuk maka bisa kita terima dan langsung dirawat di ruang isolasi,” terangnya.

Rosa mengaku, pihaknya memahami kesibukan petugas tim laboratorium di Jakarta. Hal ini mengingat jumlah kasus Covid-19 di Indonesia yang semakin bertambah banyak. “Jadi, kita tunggu dulu hasilnya kapan keluar. Kami memahami kesibukan di laboratorium pusat,” tukasnya.

Sementara, berdasarkan data update PDP di RSUP HAM hingga Minggu sore, jumlah PDP masih tetap 13 orang dan positif Covid-19 2 orang. Dari 2 kasus positif tersebut, 1 di antaranya meninggal dunia dan 1 masih dirawat. Sedangkan, 3 orang sebelumnya yang sempat diisolasi karena PDP sudah dipulangkan lantaran negatif Covid-19. (ris)

Sakit Tipus & Demam Berdarah Tak Kunjung Sembuh, Soleh Gantung Diri

JASAD: Jasad Soleh Afrianto usai gantung diri dibawa ke Puskesmas Batang Kuis.
JASAD: Jasad Soleh Afrianto usai gantung diri dibawa ke Puskesmas Batang Kuis.
JASAD: Jasad Soleh Afrianto usai gantung diri dibawa ke Puskesmas Batang Kuis.
JASAD: Jasad Soleh Afrianto usai gantung diri dibawa ke Puskesmas Batang Kuis.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Warga Gang Perjuangan 9 Dusun V Desa Bintang Meriah Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang, geger. Soleh Afrianto (27) di temukan tewas gantung diri dengan kain panjang dalam kamarnya, Sabtu (21/3) sekira pukul 20.20 WIB.

Informasi di peroleh, sebelumnya Wagimin Suprianto (70) dan Muji Lestari (58) orang tua korban pergi keundangan pesta dan meninggalkan korban sendirian di rumah. Sepulang dari pesta sampai di rumah, pasagan suami isteri itu masih melihat korban nonton tv di ruangan tengah dan selanjutnya Muji Lestari keluar untuk membeli gas.

Sekitar pukul 20.20 WIB, Muji Lestari kembali kerumah dan tidak ada melihat korban lagi di depan Tv. Muji Lestari terkejut melihat korban sudah tergantung di jendela kamar korban menggunakan kain panjang. Muji Lestari berteriak minta tolong. Warga yang mendegar teriakan tersebut langsung ke rumah Muji Lestari memberi bantuan dan pertolongan terhadap korban.

Saat korban diturunkan masih keadaan bernapas dan sempat diberi minum selanjutnya korban di bawa ke Puskesmas untuk di lakukan pertolongan dan sesampainya di Puskesmas Batang Kuis dan hasil pemeriksaan tim medis korban sudah meninggal dunia.

Sekitar pukul 21.15 WIB personel Polsek Batang Kuis Polresta Deliserdang langsung ke Puskesmas Batang Kuis dipimpin Kapolsek Batang Kuis Polresta Deliserdang AKP Simon Pasaribu SH dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah korban yang beralamat di Gang Perjuangan 9 Dusun 5 Desa Bintang Meriah Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang.

Sekira pukul 23. 20 WIB telah dibuatkan surat pernyataan tidak bersedia dilakukan outopsi terhadap korban. Kelurga korban sudah bisa menerima kejadian tersebut dan di tanda tangani ayah kadung korban Wagimin Suprianto dan ibu korban Muji lestari dan di saksikan sepupu korban Hendrik Mardian.

Kapolsek Batang Kuis Polresta Deliserdang Simon Pasaribu SH saat di konfirmasi, Minggu (22/3) pagi menyebutkan sesuai dengan keterangan Muji Lestari, ibu kandung korban, jika korban ditemukan tergantung dengan kain panjang yang diikatkan di kayu rabung rumah.

Hasil interogasi, ibu korban menjelaskan bahwa selama hidupnya korban sangat pendiam dan korban ada menderita penyakit tipus dan selama sakit korban tidak mau di bawa berobat.

“Motif sementara korban diduga gantung diri akibatkan karena sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh,” sebutnya. (btr)

Pengedar Sabu Desa Celawan Ditembak

PENGEDAR: Edi Suwito pengedar narkotik jenis sabu ditangkap di Dusun IX, Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Sabtu (21/3).
PENGEDAR: Edi Suwito pengedar narkotik jenis sabu ditangkap di Dusun IX, Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Sabtu (21/3).
PENGEDAR: Edi Suwito pengedar narkotik jenis sabu ditangkap di Dusun IX, Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Sabtu (21/3).
PENGEDAR: Edi Suwito pengedar narkotik jenis sabu ditangkap di Dusun IX, Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Sabtu (21/3).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Personel Polsek Perbaungan berhasil meringkus seorang terduga pengedar sabu di Dusun IX, Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Sabtu (21/3) dinihari sekira pukul 02.30 WIB.

Kapolsek Perbaungan, AKP Jhonson M Sitompul, dalam keterangannya mengatakan, Edi Suwito alias Adi (37), ditangkap dari kediamannya, diduga saat menunggu pembeli. Dari tangan pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir itu, polisi menyita 2 paket sabu-sabu ukuran sedang dan kecil, masing-masing seberat 9,78 gram (bruto) dan 0,55 gram.

“Kita menerima informasi masyarakat bahwa Edi Suwito alias Adi, diduga mengedarkan sabu-sabu di Dusun IX, Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin,” sebut Sitompul, Sabtu (21/3).

Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi segera melakukan pengintaian di sekitar kediaman Edi Suwito. Setelah memastikan pria itu barada d dalam rumah, polisi langsung melakukan penggrebekan.

“Tersangka ditemukan sedang duduk di dapur, diduga menunggu pembeli narkotika jenis sabu-sabu,”ungkapnya.

Saat digeledah, polisi menemukan 2 paket sabu-sabu dimaksud yang di sembunyikan dalam kotak rokok. Selain itu, polisi juga menemukan 3 bal plastik klip ukuran sedang dan 1 bal ukuran kecil serta pipet yang sudah dimodifikasi mirip sekop.

Ketika diinterogasi, Adi mengaku mendapatkan barang haram itu dari seseorang berinisial KM di Kecamatan Galang.

“Kemudian pada pukul 03.25 WIB, kita melakukan pengembangan untuk mencari KM, tapi tidak ditemukan. Dalam perjalanan, tersangka Edi Suwito berusaha melarikan diri dengan melawan petugas, sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur,”ungkap Sitompul.

Selanjutnya, polisi membawa Adi ke RSUD Sultan Sulaiman untuk mendapat perawatan sebelum diboyong ke Mapolsek Perbaungan. “Kita masih akan melakukan pengembangan jaringan terkait kasus ini,”pung kas mantan Kapolsek Dolok Masihul itu. (sur/btr)

Polres Belawan Ringkus Dua Pengedar Sabu

RINGKUS: Dua pengedar sabu Zulham Efendi dan Satriyono diringkus personel Polres Belawan.
RINGKUS: Dua pengedar sabu Zulham Efendi dan Satriyono diringkus personel Polres Belawan.
RINGKUS: Dua pengedar sabu Zulham Efendi dan Satriyono diringkus personel Polres Belawan.
RINGKUS: Dua pengedar sabu Zulham Efendi dan Satriyono diringkus personel Polres Belawan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Polres Pelabuhan Belawan ringkus dua pengedar sabu dari Jalan Jermal Raya, Lingkungan, 10, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan.

Kedua tersangka yang diamankan, Zulham Efendi Matondang (39) dan Satriyono (34). Dari tangan kedua warga Jalan Jermal Raya, Lingkungan 10, Lorong Mesjid, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan ini diamankan barang bukti 1 plastik klip berisi sabu berat 0.82 gram, dan sejumlah alat isap serta uang Rp75 ribu.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M R Dayan, Jumat (20/3), megatakan, penangkapan kedua tersangka berdasarkan informasi diterima dari masyarakat. Pihaknya langsung melakukan penyelidikan di lapangan yang selama ini menjadi lokasi rawan narkoba.

Berdasarkan hasil penyelidikan, keduanya berhasil ditangkap di sebuah warung tidak jauh dari rumah mereka. Dengan barang bukti ditemukan, keduanya langsung diboyong ke Mapolres Pelabuhan Belawan.

“Dari pengakuan kedua tersangka, barang itu mereka peroleh dari temannya berinisial K yang kini masih dilakukan pengejaran,” kata Dayan.

Dijelaskannya, pihaknya sudah memetakan sejumlah kawasan rawan narkoba, termasuk kawasan tempat ditangkapnya kedua tersangka. Harapan orang nomor satu di Mapolres Pelabuhan Belawan ini, masyrakat untuk turut membantu memberikan informasi tentang pelaku narkoba. “Kita terus melakukan tindakan kepada pelaku narkoba, harapannya masyarakat bisa membantu polisi memberikan info di lapangan, karena tanpa bantuan masyarakat kita tidak mampu membersihkan narkoba,” tutupanya. (fac/btr)

Maling Bongkar Rumah Diringkus Polsek Medan Barat

Ilustrasi/Maling
Ilustrasi/Maling

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat maling bongkar rumah diringkus Tim Tekab Polsek Medan Barat dari lokasi berbeda, Jum’at (20/3), sekira pukul 21.00 WIB. Seorang di antaranya ditembak Polisi. Tersangka yang ditembak, Arianto Ginting alias Ari alias Kentos (27), warga Jalan Karya Suka Dame, Gang Keluarga, Kelurahan Karang Berombak, Medan Barat.

Sementara tiga temannya, Rahmad Lubis (38), Sakti alias Ahmad (30) masing-masing beralamat di Jalan Karya Suka Dame dan Jalan Karya, Gang Melati, Kelurahan Karang Berombak, Medan Barat serta Taufik (29) warga Jalan Persatuan, Pasar V, Desa Helvetia, Labuhan Deli.

Kapolsek Medan Barat, Kompol Afdal Junaidi menjelaskan, penangkapan keempat tersangka berdasarkan Laporan Polisi nomor: LP/74/III/2020/SPKT/RESTABES MDN/ SEK MEDAN BARAT. Korban pencurian, Tijariah (46), warga Jalan Suka Dame Ujung, Gang Keluarga, Karang Berombak, dalam laporan tersebut mengatakan, rumahnya dibongkar maling, Rabu (18/3).

Pencurian itu sendiri baru diketahui sekira pukul 07.30 WIB, setelah Tijariah mendapat kabar dari para tetangganganya. Ketika Tijariah memeriksa seisi rumahnya, ternyata 6 unit loudspeaker, 1 unit DVD merk LG, koper pakaian, 2 pasang sepatu kulit, 4 pasang sandal, 1 unit kipas angin, 2 guci kuningan, sejumlah pakaian, boks kotak berisi piring dan gelas serta dompet berisi SIM A, C dan KTP, sudah raib dari kediamannya itu. Akibat pencurian itu, Tijariah mengaku mengalami kerugian lebih kurang Rp15 juta.

Berdasarkan pengaduan Tijariah, polisi melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi bahwa salah satu terduga pelaku adalah Ari alias Kentos. Selanjutnya, Jumat (20/3) malam, Kentos diketahui sedang berada di Ja lan Karya Dame Ujung, Karang Berombak, Medan Barat.

“Tekab Unit Reskrim langsung melakukan penangkapan dan mengamankan tersangka Ari alias Kentos. Berdasarkan pengakuan tersangka ini, kita berhasil meringkus 3 pelaku lain dari kediamannya masing-masing,”jelas Afdal, Sabtu (21/3) siang.

Setelah diintrogasi, keempat tersangka kemudian mengakui perbuatannya. Polisi kemudian melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti yang telah dicuri mereka. “Pada saat dilakukan pengembangan, tersangka Arianto Ginting alias Ari alias Kentos yang merupakan Residivis kasus 363 KUHPidana, melawan petugas dan mencoba melarikan diri sehingga dilakukan tindakan kerasa dan terukur dengan menembak kaki kanannya,”jelas Kompol Afdal. (net)