FOTO BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Kapolda Matuani Sormin, Kajatisu Amir Yanto dan KKDBI usai diskusi terbuka.
FOTO BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Kapolda Matuani Sormin, Kajatisu Amir Yanto dan KKDBI usai diskusi terbuka.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut sudah mengusulkan anggaran ke pemerintah pusat untuk membantu pemulihan ekonomi para peternak babi di Sumatera Utara akibat wabah virus African Swene Fever (ASF). Hal ini salah satu bentuk komitmen Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, dalam pertemuan terbuka bersama Forkopimda Sumutn
dan Komunitas Konsumen Daging Babi Indonesia (KKDBI) membahas isu pemusnahan massal babi di Sumut, di DPRD Sumut, Kamis (13/2) lalu.
“Sekarang ini kita tengah mencari jalan terbaik, bagaimana kehidupan peternak dapat terus berlanjut. Kita lagi usulkan ke pusat untuk (anggaran) ini,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, M Azhar Harahap menjawab wartawan di Kantor Gubsu, Rabu (19/2).
Menurut dia, dalam situasi Sumut terjangkit wabah virus ASF, ganti rugi antara babi dengan babi kepada kelompok peternak dan masyarakat bukanlah solusi. Pun dalam Undang-undang peternakan, hal tersebut tidak diperkenankan. Opsi paling memungkinkan dan sedang diupayakan pihaknya ialah, dapat diganti dengan hewan ternak lain yang bebas ASF.
“Ya inikan bencana. Tidak ada semua orang mau terjadi di Sumut. Makanya kita carikan alternatif, selain dapat diganti dengan hewan lain atau katakanlah semacam kompensasi buat membantu perekonomian masyarakat, seperti di bidang pertanian,” katanya.
Upaya ini, kata dia, merupakan bentuk komitmen Gubernur Edy Rahmayadi terhadap rakyat Sumut terutama kalangan peternak babi. “Gubsu tegas menyampaikan ini dalam audiensi di DPRD Sumut tempo hari. Fokus kita adalah bagaimana agar masyarakat ekonominya tidak semakin anjlok akibat wabah ASF ini,” ujar mantan kadis TPH Sumut tersebut, tanpa merinci berapa anggaran yang telah pihaknya usulkan ke pusat. “Kami juga berharap pemerintah pusat untuk bersama-sama memikirkan solusi terbaik. Meminta bantuan anggaran untuk menghidupkan kembali perekomian masyarakat kita khususnya peternak babi,” imbuhnya.
Hingga kini Azhar mengungkapkan jumlah babi yang mati terserang ASF sudah mencapai 47 ribu ekor lebih. Angka tersebut bertambah sekitar 600 ribu dalam waktu sepekan lebih, usai pertemuan Forkopimda Sumut dengan KKDBI. “Ya, ada penambahan mencapai 600 ribu ekor dari minggu lalu,” katanya.
Kepada seluruh peternak yang akan mendapatkan bantuan, sambung dia, sementara waktu jangan dulu memelihara babi sampai dinyatakan virus ASF ini benar-benar hilang dari Sumut. Disamping itu pihaknya juga sudah melarang lalu lintas babi baik yang keluar ataupun masuk ke Sumut. “Apa saja yang mampu diusahakan oleh masyarakat, kalau untuk ternak babi tidak boleh terlebih dahulu,” ucapnya.
Gubsu Edy Rahmayadi sebelumnya berjanji, pihaknya akan segera mencari solusi terbaik untuk membantu perekonomian peternak babi di Sumut. Selain terus mendesak pemerintah pusat membantu penyelesaian kasus ini, ia berharap sumbangsih pemikiran masyarakat kepada pihaknya supaya cepat untuk direalisasikan. Terlebih selama hal itu tidak menyalahi aturan, dirinya siap membuat kebijakan berdasarkan masukan dimaksud. (prn)
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Dairi berakhir, Rabu (19/2). Dari 19.020 peserta yang terdaftar, sebanyak 1.592 orang tidak hadir mengikuti ujian.
Hal itu disampaikan, Maslen Sinaga Koordinator SKD Lokasi Kabupaten Dairi usai pelaksanaan ujian hari terakhir di Hotel Beristera, Jalan Sidikalang-Medan, Kecamatan Sitinjo. Disebutkannya, untuk peserta SKD yang lulus memenuhi syarat passing grade sebanyak 7 ribu (40,3 persen).
Jumlah itu yang akan bersaing ketat untuk bisa ikut seleksi kompetensi bidang (SKB).
Menurutnya, peserta yang akan ikut SKB adalah tiga besar di masing-masing formasi. Sedangkan formasi yang tersedia di Pemkab Dairi sebanyak 285 formasi. Berarti, dari 7 ribu peserta lulus pasing grade, hanya 855 peserta yang berhak mengikuti SKB. “Dengan persaingan yang ketat itu, Pemkab Dairi sangat diuntungkan dan akan mendapatkan CPNS berkualitas karena jumlah pelamar yang banyak,” kata Maslen.
Sedangkan untuk skor tertinggi, ungkap Maslen, diraih Hotman Fernando Simanjuntak pelamar dari Kabupaten Serdang Bedagai dengan skor 429 untuk formasi guru Kimia, disusul Veronika N, 424 untuk formasi guru Bahasa Inggris. Hotman merupakan lulusan Universitas Negeri Medan (Unimed) yang merupakan anak dari seorang petani.
Sedangkan untuk nilai terendah yakni 35 dari formasi guru jurusan Seni Budaya. Maslen tidak bersedia memberikan data, siapa nama peserta pemilik nilai 35 dimaksud.
Ketika ditanya persyaratan untuk ujian berikutnya, Marlen mengatakan, tidak jauh berbeda dengan persipan ujian SKD. Di ujian SKB nanti juga seleksinya seperti itu. “Persiapan-persiapan yang dilakukan juga seperti sekarang ini, karena sistemnya juga sama,” ucap Maslen.
Lebih lanjut dikatakan Maslen, kalau untuk pelaksanaan ujian SKB akan ditentukan Panitia seleksi Daerah (Panselda) dan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Sehingga untuk bulan dan tanggal belum bisa diputuskan sekarang. “Selesai nanti pengolahan data keseluruhan, baru akan dibahas waktu pelaksanaan SKB. Untuk pelaksanaan tempat nanti yang menentukan Panselda dan Kepala BKPSDM Kabupaten Dairi,” terangnya.
Sementara Kepala BKPSDM Dairi, Dapot Hasudungan Tamba saat ditanya kendala dalam pelaksanaan ujian SKD CPNS mulai hari pertama hingga terakhir menyampaikan, tidak ada kendala dan berjalan sukses berkat bantuan pers dalam pemberitaannya. “Kami mengucapkan terimakasih kepada pers yang ada di Kabupaten Dairi, karena selama pelaksanaan ujian CPNS ini, berita yang kami baca cukup membangun,” ucapnya.(rud/ted)
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Peserta yang akan ikut SKB adalah tiga besar di masing-masing formasi. Sedangkan formasi yang tersedia di Pemkab Dairi sebanyak 285 formasi. Berarti, dari 7 ribu peserta lulus pasing grade, hanya 855 peserta yang berhak mengikuti SKB. “Dengan persaingan yang ketat itu, Pemkab Dairi sangat diuntungkan dan akan mendapatkan CPNS berkualitas karena jumlah pelamar yang banyak,” kata Maslen.
Sedangkan untuk skor tertinggi, ungkap Maslen, diraih Hotman Fernando Simanjuntak pelamar dari Kabupaten Serdang Bedagai dengan skor 429 untuk formasi guru Kimia, disusul Veronika N, 424 untuk formasi guru Bahasa Inggris. Hotman merupakan lulusan Universitas Negeri Medan (Unimed) yang merupakan anak dari seorang petani.
Sedangkan untuk nilai terendah yakni 35 dari formasi guru jurusan Seni Budaya. Maslen tidak bersedia memberikan data, siapa nama peserta pemilik nilai 35 dimaksud.(rud/ted)
SELEKSI : Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahap awal.
Ilustrasi
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dari Badan Kepegawaian Nasional meninjau kesiapan Pemko Binjai dalam menggelar ujian SKB bagi CPNS yang akan digelar di Gedung Olahraga, Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Dalam, Binjai Selatan, Jumat (21/2) dan Sabtu (22/2). Sejauh ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Binjai optimis pelaksanaan ujian dapat berjalan dengan baik.
Kepala BKD Binjai, Amir Hamzah langsung menyambut kedatangan Tim Panselnas yang meninjau lokasi ujian pada H-2 pelaksanaan digelar. “Kedatangan Tim Panselnas tadi jadwalnya melakukan verifikasi sarpras (sarana dan prasarana) yang paling utama berkaitan dengan skala nasional. Apa itu? Kesiapan alat ujian. Seperti listrik, laptop dan jaringan (internet),” kata Kepala Bidang Kepegawaian dan Mutasi, Hendra Januar yang turut mendampingi Amir Hamzah saat Tim Panselnas meninjau lokasi ujian, Rabu (19/2).
Terlihat juga petugas dari PLN sedang mengatur kelistrikan untuk pelaksanaan ujian CPNS berjalan sukses. Hendra menegaskan, kesiapan-kesiapan yang berkaitan dengan skala nasional tersebut menjadi prioritas yang harus segera dikelarkan. “Itu yang dikejar harus siap. Ada (laptop), tapi layak pakai enggak. Makanya itu, kesiapan alat ujian menjadi prioritas” kata dia.
Dia menambahkan, laptop yang disediakan BKD Binjai akan dicek satu persatu oleh Tim Panselnas. “Jangan gara-gara seorang peserta, ributnya nasional seperti di Sulawesi,” ujar dia.
Sejauh ini, sambung dia, kesiapan Pemko Binjai sudah mencapai 80 persen. “Sisanya kelengkapan seperti tenda, meja dan lainnya yang berada di luar ruang ujian untuk registrasi dan sebagainya,” ujar dia.
Pemko Binjai juga sudah menyiapkan gambar seperti denah lokasi ujian. Menurut Hendra, itu merupakan alur yang disiapkan agar peserta tidak menyasar kemana-mana. Dia optimis, pelaksanaan berjalan sukses. “Makanya lebih cepat, lebih baik disiapkan supaya bisa simulasi dengan Panselnas. Tapi maaf, tertutup dilakukan. Karena sudah terhubung langsung ke server utama,” katanya.
Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai siap mendukung sekaligus menyukseskan jalannya pelaksanaan ujian Calon Aparatur Sipil Negeri di lingkungan Pemerintah Kota Binjai. Pasalnya, air keruh dan kebersihan kamar mandi yang menjadi perhatian Badan Kepegawaian Daerah selaku unsur pelaksana menjadi perhatian mereka.
Kondisi ini sudah dirapatkan BKD bersama staf. Ini dilakukan usai melihat kesiapan lokasi ujian. Hasilnya, dibutuhkan sumber air alternatif. Adalah BPBD yang akan menyiagakan air melalui mobil tangkinya. “Ya, saya sudah dengar. Tapi tidak hanya kebutuhan itu saja,” kata Kepala BPBD Kota Binjai, Ahmad Yani.
“Mobil angkutan juga kami stand by kan. Damkar juga nantinya untuk jaga-jaga,” pungkasnya. (rud/ted)
DAFTAR: Bobby Nasution saat mendaftar ke DPD Partai Gerindra Sumut sebagai bakal calon Wali Kota Medan, pada pertengahan Januari 2020 lalu.
DAFTAR: Bobby Nasution saat mendaftar ke DPD Partai Gerindra Sumut sebagai bakal calon Wali Kota Medan, pada pertengahan Januari 2020 lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Akhyar Nasution dan Bobby Afif Nasution bersaing ketat mendapatkan perahu menuju Pemilihan Kepala Daerah (PIlkada) Kota Medan. Keduanya sama-sama memiliki kans besar untuk diusung partai politik di Pilkada Medan. Namun, Gerindra, Golkar dan PDI Perjuangan telah memberi sinyal bakal mengusung menantu Presiden Jokowi, Bobby Afif Nasution sebagai calon Wali Kota Medan.
HINGGA saat ini, DPP Partai Gerindra memang belum mengeluarkan rekomendasi secara resmi pasangan calon yang akan diusung di Pilkada serentak 2020. Namun, Partai Gerindra Sumut sudah memberi sinyal bakal mengusung Bobby Afif Nasution di Pilkada Medan.
“Intinya adalah, ada pemuda yang punya kapasitas, kapabilitas, sebagaimana disampaikan oleh founding father kita (Soekarno); “berikan aku sepuluh pemuda maka akan kuguncangkan dunia”. Sekarang zaman pemimpin tokoh-tokoh muda, milineal. Karenanya, adanya keinginan saudara Bobby maju, kita harus melihat konteks yang lebih luas,” kata Sekretaris Gerindra Sumut, Robert Lumbang Tobing menjawab Sumut Pos, Rabu (19/2).
Pihaknya menilai, Medan jauh tertinggal dari aspek pembangunan dibanding kota-kota lain di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari kurang maksimalnya pemimpin-pemimpin terdahulu Kota Medan, mengurus dan mengelola ibukota Provinsi Sumut ini. “Kita tertinggal dengan Palembang, Pekanbaru dan Makassar. Kemudian Medan harus punya terobosan baru untuk mengejar ini semua. Makanya kita tertutup kemungkinan, selain beliau adalah besan dari Presiden Jokowi, tentu tak ada salahnya (jika Bobby wali kota) mampu mendorong kue pembangunan dari pusat ke Kota Medan,” katanya.
Dengan argumentasi rasional tersebut, artinya kemungkinan besar rekomendasi Prabowo Subianto selaku Ketum DPP Gerindra mengusung Bobby Nasution di Pilkada Medan? Robert Lumbantobing tampak ngeles. “Saya tidak berbicara begitu, saya coba bicara dari sisi yang lain. Saya hanya coba merasionalkan poin apa, kenapa Bobby mau turun untuk membangun Kota Medan ini. Itu yang saya tangkap. Oleh karenanya tidak ada salahnya (diberi amanah anak muda menjadi pemimpin, Red), sesuai pernyataan founding father kita,” paparnya.
Namun demikian, secara umum pihaknya sampai kini masih menunggu rekomendasi resmi DPP sekaitan pasangan calon yang akan diusung pada 23 kabupaten dan kota di Sumut. “Gerindra Sumut pada konteks ini memberi peluang untuk itu. Soal keputusannya tetap di DPP. Kita tunggu. Walaupun para wartawan sudah dengar bau-baunya, kita akan beri peluang kepada sosok-sosok muda,” katanya.
Partai Golkar juga telah memberi sinyal bakal mengusung Bobby di Pilkada Medan. Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia saat diwawancarai wartawan di Balai Kota Medan, Rabu (19/2), mengungkapkan, setelah melakukan fit and proper test, DPD Partai Golkar Sumut akhirnya mengerucutkan nama bakal calon wali kota dan calon wakil wali kota yang akan dikirimkan ke DPP.
Untuk Pilkada Medan, sebut Doli, 10 nama bakal calon yang sebelumnya mengikuti fit and proper test telah dikerucutkan menjadi 5 nama. “Yang direkomendasi ke DPP ada Bobby Nasution, Akhyar Nasution, Ihwan Ritonga, Rolel Harahap, dan Maruli Siahaan,” urainya. Hanya saja, Partai Golkar diakuinya sudah berkomunikasi secara intens dengan salah satu kandidat, yakni Bobby Nasution.
Elektabilitas Bobby Meningkat
Terpisah, Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, elektabilitas menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, meningkat jelang Pilkada Medan 2020. Hasto menyebut, Bobby perlu banyak belajar dan mencontoh kader PDIP yang juga menjabat sebagai Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. “Kalau dari survei memang Mas Bobby elektoralnya cenderung meningkat dan beberapa waktu yang lalu kami juga menyarankan Mas Bobby untuk belajar di kepala daerah dari PDI Perjuangan, seperti Bupati Banyuwangi,” ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Rabu (19/2).
Namun, Hasto menyebut, Bobby sudah banyak belajar mengenai kepemimpinan. Bobby mempelajarinya secara diam-diam. “Jadi diam-diam Mas Bobby sudah belajar bagaimana kepemimpinan yang efektif, yang baik dari kepala daerah PDI Perjuangan,” kata Hasto.
Namun, Hasto mengatakan, keputusan akhir mengenai diusung atau tidaknya Bobby oleh PDIP ada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. “Tetapi pengumuman belum dilakukan karena keputusan belum diambil oleh Ibu Megawati Soekarnoputri,” lanjutnya.
Sebelumnya, PDIP telah mengumumkan sejumlah nama calon kepala daerah pada Pilkada 2020. Pengumuman tersebut disampaikan Sekjend DPP PDIP, Hasto Kristiyanto di hadapan seluruh pengurus partai tingkat pusat, tingkat satu dan tingkat dua. Namun, Kota Medan, yang merupakan tempat Bobby Nasution akan maju, tak termasuk.
“Jadi telah diumumkan ada 48 kabupaten/kota yang akan diusung dalam Pilkada serentak 2020, untuk Sumut ada empat daerah, terdiri dari tiga paslon bupati dan satu paslon wali kota. Yakni Samosir, Humbang Hasundutan, Gunungsitoli, dan Nias Selatan,” ujar Sekretaris PDIP Sumut, Soetarto menjawab Sumut Pos.
Ia menyebut, paslon yang diusung untuk Pilkada Samosir yakni Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga. Humbahas atas nama Dosmar Banjarnahor dan Yanto Sihotang. Nisel atas nama Hilarius Doha dan Firman Giawa, dan Gunungsitoli atas nama Lakhomirazo Zebua dan Sowa’a Laoli.
Soetarto mengamini, dari keempat daerah yang diumumkan sebagai paslon tersebut, dominan diisi dari kader mereka dan juga petahana. Pihaknya pun tidak menutup kemungkinan, pada Pilkada Medan dan 17 kabupaten/kota lain, kemungkinan besar tetap bakal mengusung kader sendiri.
“Sementara yang lain menunggu, insyaallah nanti tahap dua dan tiga diakhir bulan ini juga, atau paling lama April selesai semuanya. Selain mendengar pengumuman, agenda tadi mendengar arahan ibu ketua umum dihadapan seluruh kader,” katanya.
Khusus Pilkada Medan, Soetarto yang kembali disinggung tentang kans Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution diusung oleh pihaknya pada pengumuman selanjutnya, tak menampik hal tersebut bisa saja terjadi. “Ya, insyaallah ini suksesi dari regenerasi kita di internal partai. Kita tunggu saja karena sekarang ini seluruh tokoh eksternal dan internal sedang digodok DPP,” pungkasnya.
PDIP Medan Berharap Segera Ditetapkan DPP
Sementara, DPC PDI Perjuangan Kota Medan berharap DPP PDI Prerjuangan segera menetapkan pasangan calon yang akan diusung di Pilkada Medan. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Robi Barus mengaku belum mengetahui alasan mengapa nama pasangan calon Wali Kota Medan belum diumumkannya DPP. “Iya, untuk Kota Medan kita belum dapat keputusan dari DPP. Bukan hanya Medan, daerah lain di Sumut juga masih ada yang belum dapat keputusan dari DPP kecuali Samosir, Gunung Sitoli, Humbang Hasundutan dan Nias Selatan,” kata Robi kepada Sumut Pos, Rabu (19/2).
Namun begitu, Robi mengatakan, pihaknya sangat berharap agar DPP segera memutuskan siapa pasangan calon Kepala Daerah yang diputuskan PDIP untuk maju di Pilkada Medan 2020. “Kita di DPC tentu berharap agar DPP bisa segera memutuskan siapa paslon yang akan diusung, lebih cepat tentu lebih baik agar kita di daerah dapat sesegera mungkin bergerak memenangkan paslon yang diusung. Tapi kembali lagi, semua hak penuh DPP, kita hanya bisa menunggu dan bersiap memenangkan siapapun calon yang akan diusung,” tadasnya. (prn/map)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidik Satuan (Sat) Reskrim Polrestabes Medan telah mengirimkan berkas perkara tahap I kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (55), ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan. Berkas perkara yang dikirim tersebut dengan tersangka Zuraida Hanum (41), M Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29).
Kasat Reskrim Polrestabes Medan Medan AKBP Maringan Simanjuntak membenarkan berkas perkara tahap I ketiga tersangka sudah dikirimkan ke jaksa. “Sudah (dikirim ke jaksa), hari Selasa (18/2) kemarin,” ujar Maringan dikonfirmasi via whatsapp, Rabu (19/2).
Kata Maringan, nantinya pihak Kejari Medan akan mempelajari berkas perkara tersebut. Apabila dinyatakan lengkap (P-21), maka penyidik Polrestabes Medan akan mengirim berkas perkara tahap II sekaligus ketiga tersangka beserta barang bukti untuk selanjutnya digelar persidangan. “Bila dinyatakan P-21, maka ketiga tersangka akan dikirim beserta barang bukti ke pengadilan,” sebutnya.
Disinggung kendala yang ditemui sehingga baru dikirim pekan ini berkas tahap I karena sebelumnya merencanakan akan mengirim pada akhir Januari lalu, mantan Kapolsek Percut Sei Tuan ini mengaku tak ada kendala. “Tidak ada (kendala),” katanya singkat.
Diberitakan sebelumnya, setelah melakukan rekonstruksi secara maraton, penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan menyusun berkas perkara tahap I kasus tersebut. “Kita upayakan secepatnya ya, semoga bisa pekan depan,” ujar Maringan, Rabu (22/1).
Disinggung adakah kendala dan batasan waktu untuk penyerahan berkas tahap satu ini, Maringan menyatakan tidak ada kendala yang dihadapi. Namun, untuk batasan waktu tidak dijawabnya. “Kalau bisa secepatnya,” ucap dia.
Diketahui, ketiga tersangka ditangkap tim gabungan Direktorat Reskrimum Polda Sumut dan Satuan Reskrim Polrestabes Medan dari lokasi serta waktu terpisah. Motif kasus pembunuhan ini, dikabarkan berlatar belakang cinta segitiga dan sakit hati. Zuraida yang merencanakan dan mendalangi pembunuhan suaminya sendiri, disebut-sebut menjalin asmara dengan Jefri.
Sementara, Jamaluddin ditemukan tewas di dalam mobilnya Toyota Land Cruiser Prado warna hitam BK 77 HD, di areal kebun sawit Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Jumat pada 29 November 2019 lalu. Jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar, yang kemudian memberitahu polisi. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tangan terikat di sela kursi penumpang. Bahkan, terdapat luka memar di bagian leher. (ris/btr)
TERTUNDUK : Seorang terdakwa kurir sabu seberat 70 kg tertunduk sedih mendengar tuntutan dibacakan JPU Benny Surbakti. Kedua terdakwa dituntut pidana mati, Selasa (18/2).
tedi/ SUMUT POS
TERTUNDUK : Seorang terdakwa kurir sabu seberat 70 kg tertunduk sedih mendengar tuntutan dibacakan JPU Benny Surbakti. Kedua terdakwa dituntut pidana mati, Selasa (18/2).
tedi/ SUMUT POS
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum, Benny Surbakti menuntut dua kurir sabu seberat 70 Kg ancaman hukuman mati pada sidang dengar agenda tuntutan yang digelar di Ruang Sidang Candra PN Binjai, Rabu (19/2). Kedua terdakwanya, Isnardi alias Andi (73) warga Dusun Pasar Lebar, Desa Securai Utara, Babalan dan Ali (54) warga Desa Sei Bilah Timur, Sei Lepan, Langkat.
Tuntutan yang dibacakan JPU. “Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika. Meminta kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini menjatuhkan pidana kepada terdakwa Andi dan Ali dengan pidana mati,” kata Benny di hadapan Ketua Majelis Hakim Dedy didampingi Tri Syahriawani dan Aida Harahap.
Raut wajah kesedihan pun tak dapat disembunyikan kedua terdakwa usai mendengar tuntutan tersebut. Air mata mereka pun menetes membasahi pipi.
Beberapa kali, kedua terdakwa juga menyekanya.”Rabu (26/2) pledoi ya,” tutup majelis sembari mengetuk palu tiga kali.
Saat digiring kembali sel sementara tahanan PN Binjai, sang istri berupaya memeluk kedua tersangka. Mereka tak kuasa lantaran juga mendengar tuntutan yang dibacakan Benny. Kedua tersangka disangkakan Pasal 111 ayat (1) atau Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal pidana mati.
Diketahui, kedua tersangka dibekuk Ditresnarkoba Polda Sumut dalam perjalanan mengantar sabu dengan mobil pikap Daihatsu Grandmax BK 8025 PK di Jalan Megawati, Binjai Timur. Keduanya menyimpan sabu dalam 3 ban mobil berukuran besar. (ted/btr)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melimpahkan berkas perkara korupsi Wali Kota Medan nonaktif Tengku Dzulmi Eldin ke Pengadilan Tipikor Medan pada, Kamis (20/2) ini.
“Informasi dari KPK akan melimpahkan berkas perkara Wali Kota Medan besok (hari ini),” kata Panitera Muda Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Medan Junain Arief, Rabu (19/20).
Ia menyebutkan, sesuai standar operasional prosedur (SOP) selambat-lambatnya dua pekan mendatang akan ditetapkan tanggal persidangan. “Untuk penetapan majelis hakim setelah menerima berkas pada hari itu juga ditetapkan majelis hakim yang mengadili perkara,” tandasnya.
Diketahui, KPK menetapkan Wali Kota Medan periode 2014-2015 dan 2016-2021, Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan proyek dan jabatan pada Pemerintah Kota Medan tahun 2019. Eldin ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari dan Kepala Bagian Protokoler Kota Medan Syamsul Fitri Siregar. (man/btr)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) terjadi di Jalan Sultan Serdang Dusun I Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang, Selasa (18/2) sekira pukul 22.30 WIB. Pengendara becak motor (betor) Zainal Harahap (53) warga Dusun V Gang Mekar Desa Tanjung Sari Kecamatan Batang Kuis tewas dilokasi kejadian.
Informasi dihimpun, Rabu (19/2) pagi, betor BK 6086 VQ yang dikendarai korban melaju dari arah Tanjung Morawa. Tiba di lokasi kejadian betor yang dikendarai korban tidak ada lampu belakang, sehingga pengendara sepeda motor satu arah dari Tanjung Morawa menuju Batang Kuis menabrak Betor yang dikendarai korban yang ada didepannya.
Usai menabrak korban selanjutnya pengendara sepeda motor meninggalkan lokasi kejadian sedangkan pengemudi Betor dibawa ke RS Grand Medistra Lubukpakam untuk divisum.
Tak lama setelah kejadian, Sat Lantas Polresta Deli Turun ke lokasi kejadian melakukan penyelidikan. Betor korban pun diamankan ke komando. Kanit Laka Sat Lantas Polresta Deliserdang membenarkan kejadian lakalantas itu dan pihaknya masih melakukan penyelidikan pengendara sepedamotor yang menabrak korban. (btr)
DITAHAN: Kapal penangkap ikan asal Malyasia dengan nomor lambung KIA KHF 1960 ditahan di Dermaga Lantamal I di Belawan,Rabu (19/2).
DITAHAN: Kapal penangkap ikan asal Malyasia dengan nomor lambung KIA KHF 1960 ditahan di Dermaga Lantamal I di Belawan,Rabu (19/2).
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal – I) melalui Kapal Republik Indonesia (KRI) Kerambit 627 menangkap kapal ikan milik Malaysia di Perairan Selat Malaka.
Kapal ikan dengan nomor lambung KIA KHF 1960 diamankan setelah mencuri ikan atau ilegal fishing di Perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), Indonesia.
Penangkapan kapal asing itu tejadi seminggu lalu, berawal dari KRI Kerambit-627 melaksanakan patroli terbatas di wilayah Perairan ZEE Indonesia, mendapatkan kontak radar yang dicurigai melakukan aktifitas ilegal.
Menindaklanjuti itu, KRI Kerambit-627 melakukan pengejaran dan menangkap kapal tersebut.
Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal berbendera Malaysia tonase 65 GT ditemukan 5 ABK berkewarganegaraan Thailand dan ikan campur sekitar 100 kg. Selanjutnya, kapal tersebut digiring ke Dermaga Lantamal I di Belawan.
melakukan aktifitas pengambilan ikan di Perairan Zona Economy Ekslusif (ZEE) Indonesia, sekitar Timur Laut Belawan.
Komandan Lantamal I Laksamana Pertama Abdul Rasyid K, SE, MM, Rabu (19/2) mengatakan, Koarmada I saat ini sedang melaksanakan Operasi Benteng Samudera-20 dan Operasi Pamtas RI-Singapura, mendapati aktivitas ilegal yang dilakukan oleh kapal berbendera asing di Wilayah Perairan Indonesia. Kemudian, KRI Kerambit-627 yang saat itu sedang berpatroli, melakukan penangkapan terhadap Kapal KIA KHF 1960 tersebut.
“TNI AL khususnya Lantamal I yang berada di jajaran Koarmada I berkomitmen untuk memberantas tindak pidana di laut, salah satunya pencurian Ikan. Dengan melakukan patroli baik melalui operasi intelijen maupun operasi laut dengan menggunakan KRI ataupun kapal patroli, Lantamal I akan selalu melakukan pengawasan di wilayah Selat Malaka yang disinyalir sampai saat ini masih banyak illegal fishing dan juga digunakan untuk penyelundupan narkoba dan komoditi luar ke Indonesia melewati jalur perairan,” kata Danlatamal I.
Untuk daerah perbatasan, kata Abdul Rasyid, sangat rawan dari berbagai macam pencurian dan penyelundupan. Keberhasilan KRI Kerambit-627 dalam menangkap Kapal Berbendera Asing merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam hal ini Koarmada I melalui Lantamal I dalam menegakkan hukum di laut.
“Untuk menindaklanjuti kapal yang diamankan, kita masih dalami dan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Komitmen Pimpinan TNI AL akan menindak tegas segala bentuk kegiatan ilegal yang terjadi di wilayah Koarmada I khususnya di Wilayah Kerja Lantamal I Belawan” turup Abdul Rasyid. (fac/btr)