31 C
Medan
Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 4489

Polres Sergei Gelar Tes Urine Mendadak, 1 Personel Positif Narkoba

TES URINE: Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang mengecek hasil tes urine personel Polres Sergai, Senin (17/2).
TES URINE: Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang mengecek hasil tes urine personel Polres Sergai, Senin (17/2).
TES URINE: Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang mengecek hasil tes urine personel Polres Sergai, Senin (17/2).
TES URINE: Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang mengecek hasil tes urine personel Polres Sergai, Senin (17/2).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Mengantisipasi penyalahgunaan narkoba, 50 personel Polres Sergai secara mendadak di tes urinenya di halaman Mapolres Sergai, Senin (17/2).

Tes urine ini langsung dipimpin oleh Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Sergai. Selain melakukan tes urine, Kapolres Sergai juga mengecek semua perlengkapan seperti senjata api organik dinas milik personel, KTA, KTP dan surat ijin senjata api.

Di sela-sela kegiatan itu, Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang mengatakan, tes urine ini dilakukan untuk mengantisipasi penyalagunaan narkoba kepada 50 personel Polres Sergai.

Hasilnya 99 persen bersih dari penguna narkoba, 1 dari 50 personel dinyatakan positif sebagai pengguna yaitu berinisial DNG, dan saat ini masih dilakukan penyilidikan.

“Jika terbukti melanggar hukum tentunya ada aspek hukum yang harus di jalani oleh personel tersebut,” kata Kapolres Sergai AKBP Robin.

Menurut Kapolres Sergai, tes urine ini dilakukan merupakan program kerja dari Kapolda Sumut untuk membuat Kabupaten Sergai bebas dari penyalagunaan narkoba dan bisa tercapai bersih dari pengguna narkoba.

Di hadapan seluruh personel, Kapolres Sergai merasa bangga saat melihat personel Polres Sergai melakukan pemeriksaan tes urine secara mendadak. Hasilnya, 99% negatif, dengan hasil ini sangat memuaskan. “Dalam pemeriksaan tes urine ini Polres Sergai telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Sergai, dalam pelaksanaan diundang secara indenpenden sehingga tidak ada yang saling curiga dalam pemeriksaan ini,” ucapnya.

Dalam pemeriksaan ini, Kapolres Sergai memberi apresiasi kepada seluruh personel Polres Sergai saat dilakukan tes urine secara mendadak. “Hasil tes urine ini boleh kalian simpan dan beritahukan kepada istri kalian dirumah. Bahwasanya tadi Polres Sergai telah melakukan tes urine secara mendadak yang disaksikan Kapolres Sergai, hasilnya personel bersih dari narkoba,” bilangnya.

Kapolres Sergai menegaskan, kepada seluruh personel Polres Sergai agar ke depannya personel bisa menolak semua permasalahan narkoba. “Jangan coba-coba personel terlibat dalam permasalahan narkoba,” tegasnya.

Kapolres pun mengajak seluruh personel untuk mendukung program kerja Kapolri dan Kapolda Sumut dalam pemberantasan kejahatan seperti narkoba, judi, curat, curas dan curanmor. Karena ini sesuai dengan motto Kapolda Sumut TIDAK ADA TEMPAT BAGI PELAKU KEJAHATAN DI SUMUT DAN SERGAI. Penjahat kita buat takut tinggal terkhusus diKabupaten Sergai, ajaknya.

Mantan Kapolres Batu Bara ini pun berharap, mudah-mudahan saja kedepan Kabupaten Sergai menjadi Kabupaten yang kondusif, harapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Waka Polres Sergai Kompol Gunawan Hery Sudarto, Kabag Ops Kompol Sofyan SH dan Pejabat Utama (PJU), Kapolsek, personel Polres Sergai dan Dinas Kesehatan Sergai. (sur/btr)

Pesan Ganja dari Inggris via Online

TSK: EO (pakai sebo) tersangka pemesan ganja via online hanya tertunduk diam dihadapan pejabat Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean B Kualanamu dan Kepolisian.
TSK: EO (pakai sebo) tersangka pemesan ganja via online hanya tertunduk diam dihadapan pejabat Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean B Kualanamu dan Kepolisian.

KPPBC Tipe Madya Pabean B Kualanamu Paparkan Hasil Tangkapan

TSK: EO (pakai sebo) tersangka pemesan ganja via online hanya tertunduk diam dihadapan pejabat Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean B Kualanamu dan Kepolisian.
TSK: EO (pakai sebo) tersangka pemesan ganja via online hanya tertunduk diam dihadapan pejabat Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean B Kualanamu dan Kepolisian.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Kualanamu bekerjasama dengan Tim P2 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumatera Utara, Ditres Narkoba Polda Sumatera Utara dan Kantor Pos SPP Tanjung Morawa berhasil menggagalkan pengiriman barang narkotika golongan I berupa jenis ganja sebanyak 23,1 gram.

Kepala Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean B Kualanamu Elfi Haris dalam keterangan persnya, Senin (17/2) siang dihadiri Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumut AKBP Roni Nicolas Sidbautar, Kabag Umum BNNP Sumut, Bastian, Kepala Kantor Pos SPP Tanjung Morawa, menyebutkan kejadian berawal adanya informasi intelijen dari Tim P2 Bea dan Cukai Kantor Pos Pasar Baru terkait analisa data terhadap barang kiriman yang berasal dari negara Great Britania (Inggris) dengan penerima barang berinisial EO yang tiba di Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Morawa pada (7/2).

Barang tersebut diberitahukan dalam consignment note (CN) berupa children hat. Selanjutnya barang kiriman itu dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan X-Ray, hasil image X-Ray barang tersebut membuat petugas merasa curiga karena kedapatan tidak sesuai dengan diberitahukan.

Berdasarkan kecurigaan itu, tim melakukan fisik secara manual dengan cara membuka barang kiriman tersebut. Hasil pemeriksaan fisik atas barang tersebut ditemukan satu paket berisi gumpalan daun berwarna hijau dan berbau pekat.

Selanjutnya barang tersebut dilakukan uji test dengan menggunakan narcotest dan dilanjutkan ke Balai Laboratorium Bea dan Cukai dengan hasil delta-9-tetrahydrocannabinol (ganja).

Selanjutnya Tim P2 Bea Cukai Kualanamu, Tim P2 Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Morawa melakukan kordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Sumut untuk melakukan control delivery (CD) ke penerima barang yang berada di Jalan Sutrisno Medan. Dari hasil CD yang dilakukan di Jalan Sutrisno Medan berhasil mengamankan seorang laki-laki sebagai penerima barang berinisial EO (21) yang merupakan warga negara Indonesia.

Akibat perbuatannya itu, EO dijerat pasal 102 huruf (h) UU RI Nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas UU RI Nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 10 tahun penjara dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

Selain itu, EO juga dijerat pasal 113 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

“Selain mengamankan tersangka EO kasus narkotika, Selama bulan Januari 2020, Bea Cukai Kualanamu telah berhasil melakukan penindakan sebanyak 133 kasus terhadap barang kategori larangan dan atau pembatasan, baik barang bawaan penumpang dan barang kiriman yang berada dibawah pengawasan Bea Cukai Kualanamu dengan jenis barang yang dilakukan penindakan diantaranya sex toys, alat kesehatan dan olahan makanan yang mengandung sibutramin,” pungkasnya.

Sementara Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Sumut AKBP Roni Nicolas Sidabutar menyebutkan jika tersangka EO pesan ganja via online dari Inggris karena disana ganja legal yang dipesan seharga Rp 950 ribu. “Dari pengakuan tersangka EO, baru pertama kali pesan ganja dan digunakan untuk masakan karena tersangka adalah koki,” ujarnya. (btr)

Akibat Saling Tatap, 2 Pria Berkelahi, 1 Tewas di Siantar

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Akibat saling tatap mata, dua pria terlibat perkelahian di Jalan Bandung, Kelurahan Dwikora, Siantar Barat, Minggu (16/2) sekira pukul 04.00 Wib.

Akibat keributan itu satu dari kedua pria itu tewas di lokasi. Syahdan Kesumayadi (38), warga Nagahuta, Kelurahan Setia Negara, Siantar Sitalasari tewas setelah menerima pukulan bertubi-tubi dari lawan duelnya M Efendy Hasibuan (25), warga Jalan Lokomotif, Siantar Utara.

Informasi, awalnya Syahdan dan Efendy sama-sama minum di salah satu lapo tuak di Jalan Bandung. Di saat sedang asyik minum tuak tersebut, tiba-tiba tatapan mata keduanya saling bertemu. Syahdan tiba-tiba marah dan langsung menarik baju Efendy.

Tak terima diperlakukan seperti itu, Efendy emsoi dan langsung melepaskan sejumlah pukulan dengan tangan kanannya ke kepala Syahdan. Pria itu langsung tumbang dan tak sadarkan diri.

Kejadian itu spontan membuah geger seisi warung dan warga sekitar. Mereka kemudian membawa Syahdan ke RSUD Djasamen Saragih untuk mendapatkan perawatan. Namun, tiba di rumah sakit, Syahdan dinyatakan sudah meninggal dunia.

Jenazah Syahdan kemudian dibawa ke Instalasi Jenazah untuk proses otopsi. Kepala Forensik RSUD Djasamen Saragih dr Reinhard Hutahaean membenarkan pihaknya melakukan otopsi terhadap Syahdan. Reinhard mengungkapkan, Syahdan meninggal akibat luka parah pada bagian kepalanya.

“Ada luka lecet di dahi, kepala belakang dan bibir. Ada luka dalam pada kepala. Kekerasan benda tumpul lah. Bisa jadi (dipukul pakai) tangan kosong,” bebernya.

Reinhard membenarkan bahwa Syahdan sudah mengonsumsi alkohol. Meski begitu, dia tidak bisa memastikan bahwa pria itu sebelumnya dalam kondisi mabuk. “Tapi, ada bau alkohol,” ucapnya.

Menurut Reinhard, jenazah Syahdan dijemput pihak keluarga, Minggu sekira pukul 12.00 WIB kemarin. Terpisah, Kanit Jatanras Polres Siantar, Ipda Wilson Panjaitan saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu. “Iya benar. Pelakunya sudah diamankan,” katanya. (net/btr)

3 Terdakwa Kurir Sabu Divonis Rendah, JPU Ajukan Banding

VONIS: Ketiga terdakwa kurir 10 kg sabu tertunduk ketika mendengarkan majelis PN Medan membacakan vonis pada sidang putusan di PN Medan, Senin (17/2)
VONIS: Ketiga terdakwa kurir 10 kg sabu tertunduk ketika mendengarkan majelis PN Medan membacakan vonis pada sidang putusan di PN Medan, Senin (17/2)
VONIS: Ketiga terdakwa kurir 10 kg sabu tertunduk ketika mendengarkan majelis PN Medan membacakan vonis pada sidang putusan di PN Medan, Senin (17/2)
VONIS: Ketiga terdakwa kurir 10 kg sabu tertunduk ketika mendengarkan majelis PN Medan membacakan vonis pada sidang putusan di PN Medan, Senin (17/2)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irma Hasibuan langsung mengajukan banding, begitu hakim ketua Safril Batubara menghukum rendah 3 terdakwa kurir sabu seberat 10 kg. Zainal Abidin alias Ucok (51) dan Zulauni alias Zul (42) divonis 12 tahun 9 bulan penjara.

Sedangkan, Julparly alias Padly (31) divonis 12 tahun penjara. Ketiganya dikenakan denda Rp1 miliar subsider 4 bulan kurungan, di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan senin (17/2).

“Mengadili, menyatakan ketiga terdakwa terbukti sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar hakim Safril.

Mejelis hakim beranggapan, hal yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas Narkotika. “Sedangkan hal yang meringankan, ketiga terdakwa bersikap sopan,” katanya.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Irma Hasibuan, yang sebelumnya menuntut Zainal Abidin Hasibuan alias Ucok dan Zulauni alias Zul selama 19 tahun penjara. Sedangkan untuk terdakwa Julparly alias Padly dituntut 18 tahun penjara. Ketiganya bahkan di denda Rp1 miliar dan subsider 6 bulan kurungan.

Atas putusan ini, ketiga terdakwa mengambil sikap yang Berbeda-beda. Dimana Julparly dan Zainal Abidin mengajukan pikir-pikir, sementara Zulauni menyatakan terima atas putusan hakim.

Sementara, Jaksa Irma langsung menyatakan banding. Menurutnya, putusan hakim tidak sesuai dengan yang ia inginkan. “Saya akan mendiskusikan ini kem bali oleh atasan saya, karena menurut saya ini tidak sesuai,” tegasnya.

Mengutip Dakwaan JPU, ketika itu terdakwa Zainal dan Juparly berada di Panipahan Riau. Lalu mereka dihubungi Iqbal (DPO) dan menyuruh terdakwa Zulauni membawa narkotika jenis sabu dari Port Klang Malaysia menuju Medan melalui pelabuhan kecil Panipahan Riau.

Sabu dibungkus dengan plastik kuning keemasan yang disimpan di dalam dua buah ember cat oli ukuran 25 kilogram. Kemudian diletakkan di dek belakang kapal dari Port Klang Malaysia menuju ke Medan melalui pelabuhan kecil Panipahan Riau. Terdakwa Zainal akan mendapatkan upah Rp200 juta bila sabu laku terjual.

Terdakwa Zulauni kemudian menghubung Ali (informan Tim Ditresnarkoba Poldasu) yang menyaru sebagai calon pembeli. Disampaikan info, bahwa yang membawa sabu sedang dalam perjalanan. Ali bersama tim dari Poldasu kemudian menggunakan mobil pribadi ke lokasi transaksi Jalan Kalpataru Helvetia.

Setelah bertemu, terdakwa kemudian masuk ke salah satu gang untuk mengambil sabu seberat 10 kg tersebut. Setelah sabu yang dimasukkan ke dalam tas tersebut ditunjukkan, ketiga terdakwa terdakwa kurir sabu itu dibekuk. (man/btr)

Ibu Muda ini Diduga Dilarikan Pria Kenalan di FB, Tinggalkan Suami dan 2 Anak

Suwita
Suwita
Suwita
Suwita

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Faisal (38) mendatangi SPKT Polresta Deli Serdang, Senin (17/2). Ayah dua anak warga Gang Sumber Lorong Kenanga Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang ini membuat laporan bahwa Suwita (35) isterinya yang sama-sama kerja di Pabrik Sirup Pohon Pinang tersebut tidak pulang sejak Rabu (12/2) lalu.

Menurut cerita Faisal, yang bekerja sopir di Pabrik Sirup Pohon Pinang , Suwita meninggalkan rumah pada Rabu (12/2) sekira pukul 07.00 wib. Ketika itu, Suwita mengendarai Yamaha N Max warna hitam kabut BK 3959 AIX berangkat dari rumah mengantarkan anaknya yang sekolah di Univa Jalan Sisingamangaraja Medan. Namun hingga anaknya pulang sekolah, Suwita tak muncul-muncul sehingga anaknya terpaksa pulang ke rumah naik angkot.

Sejak saat itu, Suwita tak pulang-pulang kerumah. Faisal menduga jika isterinya itu kena hipnotis dan diduga dilarikan seorang pria yang dikenalnya lewat medsos facebook. Dugaan itu semakin kuat karena Faisal menemukan percakapan what’sapp HP isterinya dengan seorang pria yang di HP tersimpan bernama Harry.

Lanjut Faisal, dalam percakapan what’sapp di HP isterinya itu, Suwita dan Harry sudah memanggil sebutan papa dan mama. Bahkan Harry menyuruh Suwita untuk menceraikan Faisal dan mengontrak rumah. Mirisnya, Suwita bahkan mentransfer sejumlah uang kepada Harry. “Semua bukti percakapan dan transfer uang tersimpan dalam hp isteri ku yang sudah ku ambil. Percakapan lewat what’sapp tanggal 21-24 Januari 2020,” sebut Faisal

Faisal pun sudah mencari isterinya kerumah keluarga dan temannya namun tidak ada kabar. Bahkan sejak kepergiannya, Suwita tak ada menitipkan pesan apapun kepada keluarga maupun ditempat kerjanya. “Aku kerjanya sopir, kadang 14 hari isteri ku tinggal. Sehingga isteri ku cemburu dan aku dituduh selingkuh sehingga kami cekcok,” ujarnya. (btr)

Atletico vs Liverpool, Juara Bertahan Rasa Underdog

LIVERPOOL, SUMUTPOS.CO – Liverpool bertemu dengan Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Meski berstatus juara bertahan, namun The Reds masih merasa sebagai tim Underdog atau kuda hitam.

Leg pertama babak 16 besar Liga Champions akan mempertemukan Atletico Madrid vs Liverpool. Pertandingan digelar di Stadion Wanda Metropolitano, Spanyol, Rabu (17/2) dini hari WIBn

Meski akan melakoni laga tandang ke markas Atletico Madrid, namun Liverpool lebih difavoritkan untuk melaju ke babak selanjutnya. Hal tersebut lantaran performa apik skuat asuhan Juergen Klopp itu di liga saat ini.

Liverpool kini menempati puncak klasemen Liga Inggris dengan 76 poin. The Reds unggul 25 poin dari Manchester City di posisi kedua, serta hanya membutuhkan lima kemenangan lagi untuk menyegel gelar Premier League musim ini.

Tidak hanya itu, Liverpool juga akan bermain di Stadion Wanda Metropolitano yang memiliki kenangan indah buat klub asal Merseyside tersebut. Di tempat itulah, Jordan Henderson dkk mengangkat trofi Liga Champions pada musim lalu.

Walau Liverpool lebih diunggulkan ketimbang tim tuan rumah di laga nanti, tetapi hal itu tidak menjadi fokus buat para pemain The Reds. Hal tersebut diakui bek Liverpool, Joe Gomez, yang menyebut timnya masih memiliki mental underdog dan terus lapar akan juara.

“Ini tentang mengembangkan diri sendiri. Anda bukan seorang pemenang sampai anda bisa menunjukkannya lagi dan lagi,” kata Gomez seperti dilansir dari Daily Mail.

“Kami pergi ke sana (Madrid) musim lalu dan mengalahkan Tottenham Hotspur di laga final. Saat ini adalah soal bagaimana menjaga reputasi di Liga Champions,” dia menambahkan.

“Orang-orang mungkin berkata “Oh iya, mereka tampil bagus”, tetapi sebagai tim kami masih memiliki mental sebagai kuda hitam. Kami sudah memenangkan Liga Champions, tetapi semua pemain ingin memenangkannya lagi,” ujar Gomez.

Atletico sendiri, dikenal cukup sulit dikalahkan di kandang. Namun begitu, anak-anak asuh Diego Simeone ini sedang mengalami penurunan performa. Di La Liga akhir pekan kemarin, pasukan Diego Simeone cuma imbang 2-2 melawan tuan rumah Valencia. Dua kali memimpin melalui Marcos Llorente dan Thomas Partey, Atletico akhirnya harus puas hanya dengan satu angka.

Dengan hasil itu, berarti Atletico cuma menang sekali dalam tujuh laga terakhirnya di semua ajang. Namun, meski Atletico berpotensi kehilangan Joao Felix maupun Diego Costa, itu bukan berarti Liverpool boleh memandang sebelah mata. Berbekal moto ‘nunca se rinde’ (jangan pernah menyerah), Atletico selalu punya kapasitas untuk membuat semua yang meremehkan mereka menyesal. (bbs)

Indonesia Masih Zero Virus Corona

TEMU PERS: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, dan Menkes Terawan Agus Putranto saat temu pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (17/2).
TEMU PERS: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, dan Menkes Terawan Agus Putranto saat temu pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (17/2).

Update: 1.775 Meningggal, 11.388 Pulih

TEMU PERS: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, dan Menkes Terawan Agus Putranto saat temu pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (17/2).
TEMU PERS: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Menko PMK Muhadjir Effendy, dan Menkes Terawan Agus Putranto saat temu pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (17/2).

Awal pekan setelah hari Valentine, jumlah kasus positif virus Corona (COVID-19) sudah mencapai 71.811 pasien. Sejumlah 70.553 pasien berasal dari China Daratan. Jumlah pasien meninggal juga naik menjadi 1.775 dengan total tertinggi berada di Provinsi Hubei, tempat virus Corona berasal. Kabar baiknya, pasien yang pulih juga semakin banyak. Indonesia sendiri, hingga kemarin masih zero kasus virus Corona.

Hingga kemarin, virus Corona belum terdeteksi di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, belum ada masyarakat di Indonesia yang terinfeksi virus corona. Muhadjir menyampaikan, hingga saat ini sudah ada 104 spesimen dari suspect virus corona di Indonesia yang diuji oleh Kemenkes.

“Hasil dari uji laboratorium tersebut 102 negatif dan dua masih dalam proses. Kesimpulannya, hingga saat ini Indonesia masih aman, tidak ada yang terjangkit virus corona,” katanya di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (17/2).

Ia memastikan, alat deteksi virus corona yakni reagen premier tak perlu diragukan validitasnya. Jadi Indonesia zero virus Corona bukan karena alat deteksinya tak valid. “Saya ingin menegaskan bahwa reagen premier yang digunakan oleh Indonesia merupakan kerja sama dengan CDC di AS, Atlantan

itu adalah reagen yang masih andal,” ujar Muhadjir

“Jadi tidak benar kalau ada yang bilang bahwa diragukan kemampuannya itu dan kita memiliki jumlah yang cukup untuk mengantisipasi kalau nanti memang dibutuhkan,” kata dia.

Untuk mengantisipasi masuknya virus corona ke Indonesia, lanjutnya, pemerintah telah menyiapkan kesiagaan rumah sakit dengan menyediakan ruang isolasi khusus untuk menangani virus mematikan tersebut. Pemerintah juga terus mengawasi 135 pintu masuk penumpang, baik laut maupun udara, untuk mengantisipasi masuknya virus corona ke Indonesia.

Hingga kemarin, Imigrasi Indonesia telah menolak 109 orang masuk ke Indonesia. Mereka semua baru berkunjung dari China.

“Yang ditolak ada 109 orang. Kenapa ditolak? Karena berdasarkan asesmen paspor mereka yang pernah tinggal 14 hari di mainland,” kata Direktur Izin Tinggal Imigrasi Indonesia, Bambang Widodo, di Bina Graha, Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/2).

Dia mengatakan, penolakan 109 orang yang ingin berkunjung ke Indonesia tersebut dilakukan pada akhir Januari lalu hingga sekarang. Mereka semua kembali ke tempat asal berangkat. “Iya (109 itu) pulang. Kembali ke tempat mereka datang,” ucapnya.

Kemudian, imigrasi Indonesia juga menolak permohonan 36 visa. Dari jumlah tersebut, 7 dari Rusia, Rumania 1, Brazil 4, Tiongkok 1, Armenia 3, New Zealand 1, Ukuraina 2, Inggris 3, Maroko 2, Kazakhstan 6, United States 2, Ghana 1 Australia 1, Kanada 1 dan Maldives 1. “Itu semua baru dari Tiongkok,” tukas Bambang.

WHO Akan Cek Ulang Sampel

Meski Menteri PMK sudah mengatakan hingga Senin (17/2) ini, belum ada kasus positif virus corona Covid-19 di Indonesia, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO tetap berencana mengirim tim untuk melaksanakan double check atau pengecekan kembali di Indonesia.

“Double check dilakukan di pintu masuk negara, proses pengambilan sampel, teknik pengambilan spesimen, pengiriman spesimen dari rumah sakit ke Balitbang, dan tatalaksana pasien Covid-19 di rumah sakit,” kata Sekretaris Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Achmad Yurianto, kemarin.

Meski demikian, kata Yurianto, double check dilakukan bukan karena WHO tidak yakin dengan kinerja Indonesia dalam mendeteksi virus corona jenis baru ini. Melainkan pentingnya untuk melakukan evaluasi dari pihak eksternal sebagai upaya kontrol kualitas dan jaminan kualitas.

“WHO mengatakan bahwa Indonesia memiliki kapasitas standar di dalam kaitan prosedur pemeriksaan laboratorium, dan WHO sudah melakukan pengecekan ke Balitbang, dan mereka melihat apa yang kita lakukan sudah sesuai standar. (Hal) yang sudah dilakukan adalah double check penerimaan di laboratoriumnya,” kata Yuri di Gedung Kemenkes RI, Senin (17/2).

Data terakhir spesimen yang diterima oleh Kemenkes RI, ada 104 spesimen yang masuk dari 135 pintu masuk di Indonesia di 39 rumah sakit. Hasil spesimen seluruhnya menunjukkan negatif infeksi corona Covid-19.

Ke-19 provinsi tersebut antara lain DKI Jakarta, Bali, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Sulawesi Utara, Yogya, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Jambi, Papua Barat, NTB, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Pasien Membaik

Berdasarkan pantauan Gis And Data, Senin malam (17/2), jumlah pasien pulih mencapai 11.388 orang. Mayoritas pasien sembuh berasal dari Provinsi Hubei. Pasien-pasien dari luar negeri juga banyak yang pulih dari virus Corona. Di negeri jiran Malaysia ada tujuh orang pulih dan ada 19 pasien di Singapura yang pulih.

Terkait seorang WNI yang dilaporkan positif corona Covid-19 di Singapura, juga dinyatakan mulai membaik.

Sejak 5 Februari, prevalensi kasus baru virus corona Covid-19 di China juga mulai mengalami penurunan. Di sisi lain, kasus penularan di luar China malah mengalami peningkatan.

Berdasarkan laporan terakhir yang diterima oleh Kemenkes RI, korban meninggal dunia akibat corona Covid-19 rata-rata berusia 65 hingga 80 tahun. Kebanyakan pasien hampir semuanya memiliki faktor komorbid atau penyakit penyerta kronis yang sudah diidap dan menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh seseorang.

“Ada yang menderita diabet kronis, ada yang menderita gagal ginjal kronis, jantung yang kronis. Ini yang membuat kondisinya semakin lemah dan lalu gagal organ itu kemudian menyebabkan dia meninggal. Tetapi kalau kita lihat data yang makin banyak yang sembuh ternyata dia adalah kelompok muda, yang badannya sehat dan daya tahan tubuhnya bagus,” tandasnya.

Bantu Logistik 78 WNI

Terpisah, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan pemerintah membantu penyediaan logistik 78 WNI di Kapal Diamond Princess yang dikarantina di perairan Yokohama, Jepang, akibat ada penumpang yang tertular virus corona.

“Tim kami dari KBRI Tokyo terus melakukan komunikasi dengan 78 kru WNI tersebut, bahkan kita sempat mengirim beberapa keperluan logistik mereka,” ujar Retno di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2).

Ia mengatakan pemerintah melalui KBRI Tokyo terus berkomunikasi dengan 78 WNI tersebut mengingat masa karantina mereka akan berakhir pada 19 Februari. Retno sudah meminta Kementerian Kesehatan menyiapkan tim untuk berangkat ke Jepang. Nantinya tim tersebut akan memfasilitasi kepulangan para WNI jika diperlukan.

“Kalau mereka pulang, itu berarti mereka dalam kondisi sehat. Dan menurut informasi dari otoritas Jepang, saat 19 Februari dilakukan pengecekan akhir. Mungkin dilakukan 2 hari, lalu tambah waktu hasilnya 2 hari, jadi sekitar tanggal 23-24 (pulang). Sekali lagi itu perkiraan,” kata Retno.

“Berdasarkan informasi dari otoritas Jepang, maka mereka kembali sudah tak memerlukan masa observasi lagi. Karena masa observasi sudah dilaksanakan di kapal tersebut. Jadi saya akan terus berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan,” lanjut Retno.

Warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi kru kapal pesiar Diamond Princess hingga kini masih dalam kondisi sehat. WNI yang berjumlah 78 orang itu sebelumnya ikut dikarantina, setelah 10 orang penumpang kapal itu dinyatakan positif terjangkit virus corona jenis baru (COVID-19).

“Untuk menjaga komunikasi, KBRI Tokyo telah membentuk Whatsapps group dengan para kru WNI dan memberikan bantuan logistik berupa vitamin,” tulis keterangan resmi seperti dilansir dari laman resmi Kementerian Luar Negeri, Kamis (13/2).

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, apabila otoritas Jepang menyatakan bahwa ke-78 WNI itu sehat, pemerintah tak akan mengobservasi mereka di Tanah Air. Apabila tidak ada perkembangan lain, para WNI tersebut akan menjalani masa karantina hingga 19 Februari 2020.

Sebelumnya, kapal yang mengangkut 3.711 orang termasuk 1.045 orang kru kapal itu dikarantina oleh Pemerintah Jepang di perairan Yokohama sejak 3 Februari 2020. Pada 8 Februari, Kementerian Kesehatan Jepang menyatakan ada 64 orang di kapal tersebut yang positif COVID-19. Sebelum tiba di Yokohama, kapal ini sudah berhenti di sejumlah negara, antara lain Vietnam, Taiwan, serta Pelabuhan Kagoshima di Pulau Kyushu dan Pelabuhan Naha di Okinawa, Jepang.

Tidak Bepergian ke 13 Negara

Masih langkah antisipatif atas wabah virus Corona, sejumlah perusahaan di Indonesia termasuk Sumatera Utara, mengimbau seluruh pegawai mereka agar menunda perjalanan ke-13 negara yang sudah terjangkit virus tersebut.

Negara-negara dimaksud yakni China, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Vietnam, Thailand, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, United Kingdom, Spanyol, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Informasi diperoleh Sumut Pos, Senin (17/2), salahsatu perusahaan dimaksud adalah bank swasta. “Info dari kantor kami —sepertinya untuk seluruh wilayah Indonesia ya—, diimbau menunda perjalanan ke 13 negatra. Ya kita waspada juga sih,” kata Muhammad Syahputra, karyawan bank dimaksud, kepada Sumut Pos, kemarin.

Dinas Ketenagakerjaan Sumatera Utara, belum mengetahui informasi mengenai imbauan tersebut. “Belum, kami belum tahu. Mungkin bisa saja lantaran ada edaran dari Kementerian Tenaga Kerja, atau kementerian terkait lainnya,” kata Sekretaris Disnaker Sumut, Mukmin menjawab Sumut Pos.

Ia mengatakan, saat ini semua pihak memang sedang waspada terhadap virus Corona. Apalagi wabah virus baru itu menyebabkan ratusan korban meninggal, dan setiap hari menambah daftar pasien terinfeksi.

“Disnaker telah memonitor perusahaan-perusahaan yang terdapat tenaga kerja asing di Sumut. Seingat saya, sedikitnya ada lima perusahaan yang ada TKA-nya yang kita monitor. Ini penting sebagai langkah awal pencegahan virus korona di Sumut. Sampai kini pun kami masih melakukan monitoring,” terangnya.

Mukmin berharap, melalui pengawasan ketat dari seluruh instansi terkait, Sumut dan Indonesia aman dari virus Corona. “Kami mengapresiasi adanya imbauan yang dikeluarkan perusahaan, yang meminta pegawainya menunda perjalanan ke negara-negara yang sudah terjangkit virus Corona,” tutupnya. (prn/kps/lp6/sur/net/bbs)

Poldasu Selidiki Video Hoaks Corona Meski Pelaku Sudah Minta Maaf

MINTA MAAF: Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit (kiri) bersalaman dengan F, penyebar hoax virus corona di RSUP HAM, Minggu (16/2).
MINTA MAAF: Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit (kiri) bersalaman dengan F, penyebar hoax virus corona di RSUP HAM, Minggu (16/2).
MINTA MAAF: Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit (kiri) bersalaman dengan F, penyebar hoax virus corona di RSUP HAM, Minggu (16/2).
MINTA MAAF: Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit (kiri) bersalaman dengan F, penyebar hoax virus corona di RSUP HAM, Minggu (16/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Permintaan maaf yang disampaikan F, pria yang ada di video hoaks soal RSUP Haji Adam Malik (HAM) Medan merawat pasien terinfeksi virus corona, tak menghentikan Polda Sumut menyelidiki kasus itu. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyatakan, permintaan maaf yang disampaikan F, tidak mempengaruhi penyelidikan.

Karenanya, video tersebut tengah didalami penyidik Poldasu. “Kita selidiki videonya, juga narasi-narasi di dalamnya,” kata Tatan kepada wartawan yang dihubungi via seluler, Senin (17/2).

Sementara, Kasubbag Humas RSUP HAM Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, pihak rumah sakit dengan tegas menyatakan, sampai saat ini belum ada menerima permintaan maaf yang telah disampaikan pelaku pembuat video hoaks virus corona itu.

Menurut wanita yang akrab disapa Rosa ini, kalaupun pelaku sudah meminta maaf tetapi belum dilakukan dengan cara yang benar. “Permintaan maaf belum disampaikan dengan cara yang benar. Kami minta yang bersangkutan untuk minta maaf dengan datang langsung ke rumah sakit,” tegasnya.

Kata Rosa, hal ini agar tidak menimbulkan polemik berkelanjutan dan demi kebaikan semua pihak. Mengingat, nama RSUP HAM jelas sekali disebutkan di dalam video itu. “Kita jadikan ini pembelajaran berharga bagi semua orang dan ke depannya kami harap masyarakat lebih bijak dalam mengolah informasi,” sebutnya.

Disinggung jika yang bersangkutan meminta maaf secara langsung, Rosa mengaku pihaknya akan menerima. “Masa orang minta maaf enggak kita terima? Tapi untuk memastikan ini tidak terjadi lagi ke depannya oleh siapapun, kami minta permintaan maaf juga harus disampaikan dengan cara yang benar,” tukasnya.

Sebelumnya, F mengakui kalau dirinya salah karena langsung mempercayai informasi yang didapatnya, terkait ada pasien terjangkit virus Corona dan dirawat di RSUP Haji Adam Malik Medan. Di hadapan Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Alwi Mujahit, F menyampaikan permintaan maafnya kepada Dinkes Sumut, pihak RSUP H Adam Malik Medan, dan juga seluruh masyarakat Sumut yang resah karena informasi hoax yang disebarkannya.

“Dengan rasa penyesalan yang sedalam-dalamnya saya meminta maaf kepada Dinas Kesehatan Sumut dan jajarannya, kepada pihak RSUP H Adam Malik dan juga masyarakat Sumut yang resah setelah menonton video saya,”ujar F sambil menunjukkan raut wajah penyesalan di Medan, Minggu (16/2).

Dalam kesempatan itu, F memberikan pengakuan kepada Kadis Kesehatan Sumut kalau dirinya tidak berniat menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat atau pun pihak manapun. Karena sedikit panik dan ingin masyarakat segera mengetahui informasi yang didapatnya, F pun lupa untuk mengkrosek kebenaran informasi tersebut.

“Yang ada dalam pikiran saya saat itu, bagaimana masyarakat bisa segera dapat informasi dan bisa berhati-hati. Salahnya saya, tidak mengkroscek benar tidaknya info itu. Makanya melalui Kadis Kesehatan Sumut saya mengaku menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama,”ujar F lagi sambil berulang kali menyampaikan kata maaf kepada Kadis Kesehatan Sumut. (ris)

Kemenkumham Pastikan Ruangan Sudah Siap Huni, 142 Tahanan Dikembalikan

OLAH TKP: Tim Labfor melakukan olah TKP terbakarnya Rutan Kelas II B, Kabanjahe, beberapa hari lalu. solideo/sumut pos
OLAH TKP: Tim Labfor melakukan olah TKP terbakarnya Rutan Kelas II B, Kabanjahe, beberapa hari lalu. solideo/sumut pos
OLAH TKP: Tim Labfor melakukan olah TKP terbakarnya Rutan Kelas II B, Kabanjahe, beberapa hari lalu.  solideo/sumut pos
OLAH TKP: Tim Labfor melakukan olah TKP terbakarnya Rutan Kelas II B, Kabanjahe, beberapa hari lalu.
Solideo/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bangunan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kabanjahe Kelas II B, Kabupate Karo, Sumut, yang terbakar pada Rabu (12/2) pekan lalu, kini sudah dapat digunakan. Karenanya dalam waktu dekat, sebanyak 142 tahanan akan dikembalikan ke Rutan.

Hal ini diungkap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Sutrisman kepada wartawan, usai menggelar pertemuan dengan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut di Medan, Senin (17/2) soren

“Untuk saat ini, blok itu utuh. Yang tebakar kantor, perkantoran. Kalau ruang hunian utuh, dan posisinya sekarang ini sudah siap huni. Sudah dibersihkan dan sudah di cat ulang. Kita sedang proses pembuatan dapur darurat. Setelah itu, perkantoran nanti bisa di rumah dinas. Kalau operasional, secepatnya bisa kita laksanakan,” katanya.

Sutrisman menjelaskan, bila tidak ada halangan lagi, 142 tahanan yang dititip sementara di Polres Karo dan Polsek sekitar akan dikembalikan paling lama, Selasa (18/2) hari ini. Karena, dipastikan untuk dapur darurat sudah bisa operasi untuk mencukupi pasokan makanan di dalam rutan itu.

“Bila besok (hari ini) sudah bisa memasak, besok kita kita pulangkan ke Rutan. Kalau sore ini (kemarin,red), akan bisa malam ini,” sebut Sutrisman.

Namun, pemulangan tidak dilakukan semuanya. Penghuni Rutan berstatus narapidana, menurut Sutrisma tetap ditempat disejumlah Rutan dan Lapas di Sumut. Hal ini, mengantisipasi kerusuhan terulang kembali. “Jadi yang tinggal di Rutan kabanjahe adalah warga binaan yang masih berstatus tahanan yang sedang dalam proses peradilan.

Semua yang putus kita kirim ke luar. Nah kalau yang dari luar dimasukan kembali, apa bedanya? Tetap yang isinya 142, hanya nanti akhirnya 410 atau bisa lebih. Kalau bertambah-tambah lagi. Inikan persoalnnya kita belum memiliki Rutan yang lebih besar. itu yang menjadi PR (pekerja rumah),” jelas Sutrisman.

Ada ratusan napi, yang dipindahkan dari Rutan Kabanjahe ke Lapas Kelas I Medan sebanyak 4 orang, Lapas Binjai berjumlah 61 orang, Lapas Pemuda, Kabupaten Langkat sebanyak 76 orang, Rutan Sidikalang, 34 orang dan Lapas Wanita Medan sebanyak 16 orang.

Sutirisma juga meminta maaf kepada keluarga wargabinaan yang dipindahkan. Karena, akan membuat mereka jauh untuk menjengguk. Namun, demi kemanan dan terulang kembali hal serupa harus dilaksanakan pemindahan tersebut. “Dari Kemenkumham, itulah yang terbaik kalau mereka semua keluarga minta dikembalikan lagi,” ungkap Sutrisman.

Sementara itu, Pemkab Karo memberikan bantuan lahan untuk pembangunan Rutan yang lebih besar. Namun, Sutrisman mengatakan, memerlukan waktu yang lama untuk proses pembangunan tersebut.

Sutrisman menambahkan, terkait kerusuhan tersebut, sesuai dengan arahan Menteri Hukum dan HAM, Yassona H Loaly empat napi sebagai provokator kerusuhan tersebut, akan dipindahkan ke Nusa Kambangan. Namun, setelah proses hukum dijalani atau inkrah. “Statmennya Menkumham arahnya ke sana (Nusa Kambangan), tentu setelah inkrah,” pungkasnya. Begitu juga, pihak Kemenkuham sudah menurunkan tim investigasi. Selain itu, Sutrisman mengaku akan menjalani rekomendasi dari Ombudsman RI Perwakilan Sumut.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengungkapkan hasil investigasi yang mereka lakukan dengan turun langsung ke Rutan Kabanjahe, Sabtu (15/2) disimpulkan kerusuhan dipicu soal narkoba. “Kalau hasil investigasi itu, sebetulnya pemicu awal Narkoba itu. Kita apresiasi lah, apa dilakukan pihak Kemenkuham Sumut dan Rutan melakukan razia terhadap barang-barang itu ya. Setelah itu, ditemukan narkoba. Ini lah sebagai pemicunya,” ungkap Abyadi kepada wartawan, kemarin.

Dengan itu, Abyadi meminta Kemenkuham Sumut untuk melakukan pengawasan ketat di Rutan. Karena, kerusuhan-kerusuhan dipicu tentang narkoba. Selain itu, Ombudsman menyampaikan 5 rekomendasi untuk ditanggapi pihak Kemenkuham Sumut. “Ada beberapa rekomendasi, 5 item. Narkoba sebagai pemicu, kita minta dilakukan tes urine secara rutin dan terjadwal. Guna apa, ternyata fakta narkoba. Dua orang itu terlibat (petugas sipir),” ungkap Abyadi.

Ia menjelaskan, penanganan tahanan di Rutan tidak boleh sembarangan dipindahkan, tanpa administrasi. “Kita jumpa Kapolresnya, dia protes tidak ada suratnya. Kalau disini kabur, bagaimana. Itu harus ada surat resmi,” pungkasnya.

Jadwal Sidang Mulai Normal

Sebelumnya, Menkumham RI Yasonna Laoly mengapresiasi kinerja Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karo dalam melakukan penanganan, sehingga kerusuhan yang terjadi di Rutan Kabanjahe bisa dengan cepat diselesaikan dan tidak ada korban. Bahkan, tidak ada warga binaan yang melarikan diri.

Seperti diketahui, saat kerusuhan Rabu (12/2) lalu, seluruh warga binaan langsung berhasil dievakuasi beberapa jam kemudian. Warga binaan dievakuasi ke Mapolres Tanah Karo dan sebagian lagi polsek terdekat. Proses evakuasi warga binaan langsung dilakukan oleh personel Polres Tanah Karo, dan Kodim 0205/TK, serta Yonif 125/Simbisa.

Proses evakuasi juga dibantu menggunakan mobil tahanan Polres Tanah Karo, dan Kejaksaan Negeri Karo. Sedangkan pada tahap pemadaman api yang membakar bangunan gedung, Pemda Karo menerjunkan seluruh kekuatan Pemadam Kebakarannya.

Namun, Yasonna tidak bisa menyimpan rasa kekesalannya atas peristiwa yang menyebabkan gedung Rutan terbakar. Ia mengatakan, dalam waktu dekat akan disiapkan fasilitas utamanya, seperti dapur dan ruang administrasi darurat.

Dengan demikian, dalam waktu dekat tahanan yang saat dititip di Polres bisa segera dikembalikan ke Rutan. Dalam kunjungannya, Yasonna disambut Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R Hutajulu, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal, dan unsur Forkopimda lainnya.

Sementara itu, setelah sempat tertunda, sidang lanjutan terhadap warga binaan yang perkaranya belum vonis, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe, Senin (17/2). Para terdakwa dijemput dari tahanan petitipan sementara baik di Polres Karo dan Polsek jajarannya.

“Hari Senin sidang mulai normal,” kata Kasi Intel Kejari Karo, Arif Kadarman. (gus/deo)

1.185 Peserta SKD CPNS Pemprovsu Gugur

SELEKSI : Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahap awal.
SELEKSI : Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahap awal.
SELEKSI : Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahap awal.
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 1.185 pelamar Calon Aparatur Sipil Negara (CPNS) formasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dinyatakan gugur, karena tidak hadir dalam ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang digelar mulai 3-11 Februari, baru lalu.

“Dari total 12.316 peserta ujian SKD, yang ikut 11.116 orang. Artinya terdapat pelamar yang absen sebanyak 1.185 orang. Otomatis mereka dinyatakan gugur,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Afifi Lubis, menjawab wartawan, Senin (17/2)n

Dia mengungkapkan, terdapat 70-an peserta SKD pada formasi CPNS 2019 yang mengikuti tahapan serupa di tahun ini. Dari jumlah tersebut, diketahui yang tidak hadir ada 15 orang, di mana kemungkinan menganggap nilainya sudah mencukupi passing grade.

“Mereka mungkin percaya diri tidak mengikuti SKD lagi, dan merasa cukup puas dengan nilai yang dicapai. Memang ada dua opsi tahun ini, yakni yang lulus passing grade tahun lalu diperbolehkan mengikuti ujian SKD,” katanya.

Mengenai hasil SKD dan pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), pihaknya menunggu dari BKN pusat. Karena pihaknya hanya sebagai fasilitator dalam pelaksanaan rekrutmen CASN kali ini. “Pada prinsipnya seluruh hasil dan data sudah semua kami serahkan ke BKN. Kita tunggulah perkembangannya nanti seperti apa,” katanya.

Yang terpenting, imbuh Afifi, peserta mesti percaya dengan diri sendiri terhadap proses yang telah dilakukan. Jangan mudah percaya dengan oknum yang mengaku dapat meluluskan peserta. Sebab semua tahapan dan mekanisme sudah dilakukan secara sistem online.

“Ya, kami mengimbau kiranya jangan percaya calo atau apapun namanya. Percaya dengan kemampuan diri masing-masing. Tidak ada yang bisa meluluskan peserta selain si peserta sendiri,” katanya. (prn)