30 C
Medan
Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 4491

Lepas Wisata Anak Yatim dan Senam Berkah

AKTIVITAS: Bakal Calon Wali Kota Medan memulai aktivitas Minggu (16/2) pagi dengan dua agenda. Pertama, kegiatan peduli anak yatim dan kedua senam berkah bersama warga Medan.
AKTIVITAS: Bakal Calon Wali Kota Medan memulai aktivitas Minggu (16/2) pagi dengan dua agenda. Pertama, kegiatan peduli anak yatim dan kedua senam berkah bersama warga Medan.

Aktivitas Bobby Nasution di Minggu Pagi

AKTIVITAS: Bakal Calon Wali Kota Medan memulai aktivitas Minggu  (16/2) pagi dengan dua agenda. Pertama, kegiatan peduli anak yatim dan kedua senam berkah bersama warga Medan.
AKTIVITAS: Bakal Calon Wali Kota Medan memulai aktivitas Minggu (16/2) pagi dengan dua agenda. Pertama, kegiatan peduli anak yatim dan kedua senam berkah bersama warga Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bakal Calon Wali Kota Medan memulai aktivitas Minggu (16/2) pagi dengan dua agenda. Pertama, kegiatan peduli anak yatim dan kedua senam berkah bersama warga Medan.

Pada awal Minggu (16/2) pagi, penggagas Kolaborasi Medan Berkah itu melepas keberangkatan 300-an warga dan anak yatim yang akan berwisata ke Pematang Siantar tepatnya ke tempat wisata Bah Swemba.

Bertempat di Jalan Abadi Kecamatan Medan Sunggal, ratusan warga dan anak yatim yang akan berangkat berwisata tampak ceria.

Slamet, panitia yang juga pengurus yayasan Mardhotillah yang menaungi anak yatim mengatakan, sebanyak 60 anak yatim yang akan berangkat refreshing berwisata. Mereka didampingi warga sekitar dan ibu-ibu perwiritan.

“Totak sekitar 300an yang akan berangkat. Ini sebagai bentuk kepedulian dan usaha kita menyanyangi anak-anak yatim,” kata Slamet.

Di lokasi pelepasan keberangkatan, Bobby Nasution jadi incaran foto bareng para ibu dan anak-anak.

Suparmin penasehat yayasan, mengucapkan terimakasi kepada Bobby Nasution. “Kami mohonkan doanya agar selamat sampai tujuan,” kata Suparmin. “Kami juga doakan semoga bapak Bobby sukses jadi orang besar,” lanjut Suparmin.

Pada kesempatan tersebut Bobby tampak terharu atas dukungan ratusan warga setempat yang antusias bertemu dengannya.

Bobby memuji kegiatan yang digagas Mardhotillah. Kata Bobby kegiatan memuliakan anak yatim adalah amalan yang disukai Rasulullah.

Bobby juga siap membantu program yayasan dengan cara bergotong royong. “Saya siap membantu. Syaratnya satu saja, panitia semua menjaga anak-anak yang berwisata ini agar mereka senang, sehat dan selamat hingga pulang nanti,” kata Bobby.

Usai dari sana, aktivitas Bobby Nasution berlanjut ke senam berkah bersama warga. Lokasi senam dihelat di halaman Kopi Jolo Jalan Cik Ditiro Medan.

Sekitar pukul 08.15 WIB, begitu tiba di lokasi, senam langsung dipandu instruktur asal Universitas Negeri Medan (Unimed), Agus Salim Samosir.

Menurut instruktur, senam aerobik ini mampu membakar sekitar 533-644 kalori. Terlebih apabila intensitas yang dipilih cukup tinggi, maka mampu menjaga kesehatan jantung.

“Latihan aerobik sering dipilih karena gerakannya tidak terlalu sulit. Namun bagus untuk menjaga kebugaran,” kata instruktur yang berpengalaman melatih sejak tahun 2005 lalu.

Dalam kesempatan ini, pria yang pernah menjadi pelatih atlet PON Sumut ini mengatakan pendapatnya tentang Bobby Nasution. Baru berjumpa pertama sekali, menurut Agus Salim, ayah dari Sedah Mirah Nasution ini merupakan sosok yang supel dan mudah bergaul.

“Orangnya tidak jaim (jaga image). Karakternya bagus. Kita butuh semangat Bobby ini,” kata Agus Salim.

Peserta senam lainnya, Anindi dan Nadhira mengatakan sangat senang bisa mengikuti senam bersama Bobby Nasution. “Baru kali ini jumpa langsung dengan bang Bobby aku lihat orangnya cukup humbel,” tutur Anindi.

Begitu juga kesan Nadhira. Menurut dia suami Kahiyang Ayu ini adalah sosok yang ramah. “Kesan jumpa pertama, orangnya bagus dan ramah. Semoga bisa menjadi pemimpin Medan nanti. Karena kita butuh semangat mudanya,” tandas dia. (rel/azw)

Akhyar Buka MTQ ke-53 Tingkat Kota Medan 2020

Didik Generasi Muda Islam agar Mau Baca Alquran

PEMBUKAAN: Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 Tingkat Kota Medan Tahun 2020 di Jalan Ngumban Surbakti, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (15/2) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 Tingkat Kota Medan Tahun 2020 di Jalan Ngumban Surbakti, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (15/2) malam. Akhyar berharap MTQ tahun ini menjadi MTQ terbaik dari yang pernah digelar selama ini, sehingga akan bisa memberikan kenangan terindah bagi seluruh delegasi yang hadir pada even ini.

Akhyar mengatakan, apabila MTQ ini sukses dilaksanakan, Insya Allah akan diperoleh dua kebaikan yakni kebaikan dunia dan akhirat kelak. Oleh karenanya Akhyar berharap agar pelaksanaan MTQ dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya, sehingga Kota Medan menjadi kota yang maju secara lahir, batin, dan spritual.

Selanjutnya Akhyar mengajak semua untuk terus mendidik generasi muda Islam agar mau dan mampu membaca Alquran dengan benar, serta memahami makna yang terkandung dalam Alquran.

“Untuk itu kegiatan MTQ ini harus terus kita laksanakan demi memastikan generasi muda Muslim Kota Medan akan senantiasa dekat dengan Alquran,” kata Akhyar.

Mantan anggota DPRD Medan itu selanjutnya menambahkan, MTQ ini harus menjadi awal yang sangat baik untuk memulai tahun 2020, terutama lagi April mendatang, umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

“Saat itulah kita intensifkan lagi kegiatan membaca Alquran di lingkungan sosial kita yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga kita, agar keberkahan dan ridho Allah SWT menjadi milik kita,” ungkapnya.

Kemudian Akhyar menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan komitmen mendukung kegiatan MTQ. Akhyar juga mengharapkan dukungan seluruh elemen masyarakat di kecamatan Medan Selayang selaku tuan rumah agar memberikan dukungan penuh untuk mensukseskan pelaksanaan MTQ.

Sebelum membuka MTQ, Akhyar bersama Kajari Medan Dwi Setyo Budi Utomo SH MH serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan lebih dahulu melaksanakan Salat Maghrib berjamaah di Masjid Al Amin, sekitar 1 km dari lokasi pelaksanaan MTQ. Usai shalat, Akhyar didampingi Plt Ketua TP PKK Kota Medan Ny Hj Nurul Khairani Akhyar meninjau seluruh stan organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di lokasi pelaksanaan MTQ. Selain melihat produk yang dipamerkan, Akhyar juga menggunakan kesempatan itu untuk bersilaturahmi dengan jajaran OPD yang ada di stand tersebut.

Pembukaan yang dihadiri ribuan warga Kota Medan diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Qori Internasional Jakfar Hasibuan dan sari tilawah dibawakan Setiawati. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dibawakan Ketua MUI Kota Medan Prof M Hatta.

Lalu dilanjutkan dengan penaikan bendera MTQ oleh Paskibra MAN 2 Model Medan sebagai tanda dimulainya even pemuliaan kitab suci Alquran. Serta dipungkasi dengan pemukulan bedug yang dilakukan Akhyar bersama unsur Forkopimda Kota Medan serta penyerahan piala dari Kecamatan Medan Barat sebagai juara umum tahun lalu kepada Plt Wali Kota untuk diperebutkan kembali.

Sementara itu Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Kota Medan Musadad Nasution dalam laporannya menjelaskan, MTQ akan berlangsung selama sepekan mulai 15-22 Februari mendatang yang diikuti 810 orang peserta berasal dari utusan dari kecamatan se-Kota Medan. Kemudian ditambah utusan dari Madrasah Aliyah Negeri dan swasta, khusus cabang Fahmil Quran dan Syarhil Qur’an.

Untuk MTQ tahun ini, jelas Musaddad, ada 8 cabang yang dimusabaqahkan yakni Cabag Seni Baca Alquran (putra/putri) dengan peserta sebanyak 262 orang, Hafalan Alquran (putra/putri) sebanyak 171 peserta, Fahmil Quran diikuti 36 regu atau 105 peserta, Syarhil Quran diikuti 31 regu atau 99 orang, Kaligrafi Alquran (putra/putri) sebanyak 79 peserta, Tafsir Alquran (putra/putri) sebanyak 56 peserta dan Karya Tulis Ilmiah (putra/putri) sebanyak 32 peserta.

“Adapun maksud dan tujuan MTQ ini digelar dalam rangka usaha mengembangkan kemampuan membaca Alquran dengan baik dan benar. Di samping itu juga dapat memahami dan mengamalkan makna yang terkandung dalam isi Alquran, serta membentuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan tuntutan Alquran. Yang lebih penting lagi, guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan merealisasikan ajaran agama dalam masyarakat sesuai dengan tuntunan Alquran,” jelas Musadad.

Sebelum pembukaan dimulai, pagi harinya diawali dengan pawai taaruf. Meski hujan namun sebanyak 10.000 kafilah yang berasal dari seluruh kecamatan di Kota Medan ikut serta dalam prosesi pawai. Selama sepekan MTQ berlangsung, seluruh OPD, kecamatan serta TP PKK/Dharma Wanita Kota Medan menampilkan stan yang peresmiannya telah dilakukan Plt Ketua TP PKK Kota Medan bersama Plt Wali Kota.

Selain Plt Wali Kota dan Kajari Medan, pembukaan MTQ juga dihadiri Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM, Ketua DPRD Medan Hasyim SE, Wakil Ketua DPRD Medan Rajuddin Sagala, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johny Eddizon Isir SIK, Dandim 0201/BS Kol Inf Roy Hansen J Sinaga SSos, Danlanud Soewondo Koln Pnb Meka Yuddanto SSos AP, Kajari Belawan Ikeu Bahtiar, Kapolres Belawan AKBP H MR Dayan, Dandenpom 1/5 Medan Letkol CPM Anggun Hendriyanto, pimpinan OPD, camat, lurah, tokoh agama, tokoh masyarkat, serta ibu-ibu pengajian. (*)

Tiap Tahun WHO Mencatat 300 Ribu Anak Idap Kanker

AKRAB: Istri Wakil Gubernur Sumut, Sri Ayu Mihari didampingi Kepala Dinkes Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan berinteraksi dengan anak penderita kanker pada acara hari kanker anak internasional di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (16/2).
AKRAB: Istri Wakil Gubernur Sumut, Sri Ayu Mihari didampingi Kepala Dinkes Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan berinteraksi dengan anak penderita kanker pada acara hari kanker anak internasional di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (16/2).
AKRAB: Istri Wakil Gubernur Sumut, Sri Ayu Mihari didampingi Kepala Dinkes Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan berinteraksi dengan anak penderita kanker pada acara hari kanker anak internasional di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (16/2).
AKRAB: Istri Wakil Gubernur Sumut, Sri Ayu Mihari didampingi Kepala Dinkes Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan berinteraksi dengan anak penderita kanker pada acara hari kanker anak internasional di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (16/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kanker merupakan penyebab utama kematian pada anak anak di dunia. WHO memperkirakan sekitar 300 ribu kasus baru kanker didiagnosis setiap tahunnya pada kelompok anak usia 0 sampai 9 tahun.

Sayangnya, masih ada disparitas outcome kesehatan antara penderita kanker pada negara-negara yang berpenghasilan rendah dan menengah dengan negara maju. Perbedaan itu bisa terjadi karena lemahnya diagnosis penyakit, tingginya biaya pengobatan serta rendahnya kapasitas dan kapabilitas tenaga kesehatan.

“Tahun 2018, WHO membuat inisiatif untuk global kanker anak dimana tingkat kelangsungan hidup (survival rate) anak-anak penderita kanker diharapkan mencapai 60 persen tahun 2030,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan didampingi Sekretaris Dinkes Sumut Aris Yudhariansyah pada Peringatann

Hari Kanker Anak Internasional di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (16/2) pagi.

Dalam acara yang dihadiri Istri Wakil Gubernur Sumut, Sri Ayu Mihari yang juga Wakil Ketua PKK Sumut, dilaksanakan kanker fun walk yang diikuti anak-anak penderita kanker dengan didampingi orangtua.

Alwi mengharapkan, jumlah anak-anak yang sembuh karena kanker dua kali lipatnya dari jumlah saat ini. Karenanya, sangat penting penguatan kesadaran terkait penyakit kanker pada anak. Juga peningkatan kapasitas dalam penyediaan layanan pengobatan kanker anak.

“Penyakit kanker itukan memerlukan biaya tinggi. Jadi perlu bersama masyarakat untuk mengatasi penyakit kanker. Seperti saat ini, kita berterima kasih pada YOAM (Yayasan Ongkologi Anak Medan) yang turut memperhatikan anak-anak yang kurang beruntung atau menderita kanker,” ujar Alwi.

Alwi juga menyampaikan, kanker merupakan satu diantara penyakit tidak menular dan 30 sampai 50 persen kasusnya dapat dicegah. Karena itu, pentingnya upaya peningkatan kesadaran, pengurangan terhadap faktor risiko serta penyediaan informasi dan edukasi terkait penyakit tersebut.

Ia menerangkan, faktor risiko penyakit kanker yaitu merokok, kurangnya aktifitas fisik, kelebihan berat badan, minuman beralkohol, infeksi penyakit, polusi serta radiasi. Untuk itu, diimbau agar memberikan kepedulian, empati dan solidaritas khususnya pada anak-anak Sumut yang berjuang melawan kanker. “Semoga mereka bertambah semangat dan keyakinannya untuk sembuh dan mereka tidak sendiri dalam menjalaninya,” kata Alwi.

Pada orangtua dan semua pihak, Alwi kembali mengajak untuk tidak pernah lelah berkhidmat, berjuanglah terus dan mendukung anak anak untuk hidup bermartabat. Sementara, ketua panitia acara, Laurensius Simanjuntak mengatakan, kegiatan peringatan hari kanker sedunia ini dihadiri 1.000 peserta cancer fun walk. (ris/ila)

Akhyar Ajak Pelaku Usaha Urus Izin, DPMPTSP Siap Berikan Pelayanan Terbaik

MELIHAT: Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi saat melihat daftar perizinan di DPMPTSP Kota Medan, baru-baru ini.
MELIHAT: Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi saat melihat daftar perizinan di DPMPTSP Kota Medan, baru-baru ini.
MELIHAT: Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi saat melihat daftar perizinan di DPMPTSP Kota Medan, baru-baru ini.
MELIHAT: Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi saat melihat daftar perizinan di DPMPTSP Kota Medan, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi mengajak seluruh pelaku usaha di Kota Medan untuk mengurus izin usahanya. Sebab, Pemko Medan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan akan memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya.

Tak hanya itu, waktu pengurusannya terus diupayakan dipercepat. Jika dunia usaha menggeliat, tentunya akan berdampak dengan peningkatan perekonomian di ibukota Provinsi Sumatera. Ajakan ini disampaikan Plt Wali Kota ketika meninjau Kantor DPMPTSP Kota Medan di Jalan AH Nasution Medan, Rabu (12/2).

Selain memastikan seluruh pelayanan berjalan baik dan lancar, Akhyar juga ingin mendengar langsung masukan maupun keluhan dari warga yang tengah mengurus izin usahanya. Sehingga, nantinya segala kekurangan dalam pelayanan dapat dievaluasi untuk kemudian lebih ditingkatkan.

Peninjauan ini dilakukan Akhyar didampingi Asisten Administrasi Umum Setdako Medan Renward Parapat, Kepala BKD & PSDM Muslim Harahap dan Kepala DPMPTSP Qamarul Fattah, Kadis Lingkungan Hidup Syarif Armansyah Lubis serta Kabag Humas Setdako Medan Arrahman Pane. Tidak hanya mendengar kendala dan keluhan dari warga yang tengah melakukan pengurusan izin usaha, Akhyar juga meninjau seluruh ruangan.

Setiap pegawai yang ditemui dalam ruangan, Akhyar senantiasa mengingatkan serta berpesan agar mereka jangan sekali pun mempersulit maupun memperlambat pengurusan perizinan. “Layani seluruh masyarakat yang datang mengurus izin dengan sebaik-baiknya. Berikan ketenangan dan kenyamanan bagi warga saat mengurus izin usaha,” kata Akhyar.

Usai melakukan peninjauan, Akhyar mengaku senang karena DPMPTSP telah menjalankan fungsi dan tugas dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pelaku usaha yang mengurus izin usahanya hingga mencapai 100 izin usaha setiap harinya. Akhyar pun berharap agar seluruh jajaran DPMPTSP terus meningkatkan etos kerja, loyalitas dan kedisiplinan dalam melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

“Kita melihat semua berjalan baik begitu juga dengan antusias masyarakat yang ingin mengurus izin usahanya. Ini artinya, para pelaku usaha semakin sadar pada kewajibannya untuk mengurus izin usaha. Tentu meningkatnya permohonan izin ini harus diikuti dengan meningkatnya pelayanan yang diberikan, kata Plt wali Kota seraya mengaku DPMPTSP akan memberikan pelayanan dengan senang hati dan sepenuh hati.

Kadis DPMPTSP Kota Medan, Qamarul Fattah, mengucapkan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan Plt Wali Kota. Sebab, kunjungan itu tentunya semakin memotivasi seluruh jajaran DPMTSP untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “Semua masukan yang disampaikan beliau akan kita tindak lanjuti, sehingga pelayanan yang kita berikan semakin memuaskan masyarakat, terutama para pelaku usaha,” ujar Qamarul.

Usai meninjau DPMPTSP, Akhyar selanjutnya meninjau Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan dan Dinas Lingkungan Hidup. Peninjauan dilakukan dalam upaya untuk menotivasi seluruh jajaran di kedua OPD untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Dengan demikian masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka. (map/ila)

Sosialisasi Penanggulangan Kemiskinan, Dinsos Medan Dinilai Tak Tanggap

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution ST, saat sosialisasi Sosper Nomor 5 Tahun 2015. markus/sumutpos
SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution ST, saat sosialisasi Sosper Nomor 5 Tahun 2015. markus/sumutpos
SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution ST, saat sosialisasi Sosper Nomor 5 Tahun 2015.   markus/sumutpos
SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution ST, saat sosialisasi Sosper Nomor 5 Tahun 2015. markus/sumutpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan Fraksi Gerindra, Dedy Aksyari Nasution ST menyayangkan ketidakhadiran perwakilan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan pada Sosialisasi Perda (Sosper) Kota Medan Nomor 5 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Kemiskinan di Jalan Bajak III, Lingkungan VII, Kelurahan Harjosari 2, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (16/2).

Ketidakhadiran perwakilan OPD yang terletak di Jalan Pinangbaris Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal itu dinilai Dedy sebagai bentuk ketidaktanggapan Dinas Sosial sebagai OPD yang paling bertanggungjawab atas keluhan masyarakat Kota Medan soal pentingnya penanggulangan kemiskinan.

“Saya memohon maaf kepada bapak/ibu sekalian karena Dinas Sosial (Kota Medan) tidak hadir di kegiatan Sosper kita ini, kita tidak tahu apa alasannya, tidak ada konfirmasi ke kita apa alasannya. Padahal tentang penanggulangan kemiskinan ini, mereka lah yang paling tepat untuk menjawab semua keluhan dan pertanyaan kita. Saya prihatin atas ketidakhadiran mereka, tapi saya berjanji akan tetap menyampaikan semua aspirasi bapak dan ibu,” kata Dedy.

Dikatakan Dedy, dalam penanggulangan kemiskinan yang tertuang dalam Perda No.5 tahun 2015 tidak hanya menyangkut masalah pendidikan dan kesehatan, tetapi juga masalah peningkatan taraf hidup masyarakat dengan cara peningkatan ekonomian di kalangan masyarakat ekonomi menegah ke bawah.

Hal itu dikatakan Dedy dalam menjawab salah satu keluhan warga Lingkungan VII, Sri Rahmayani yang mengeluhkan tingginya tingkat pengangguran di wilayahnya dan banyaknya kaum ibu yang membutuhkan bantuan modal dalam mengembangkan usahanya.

“Tahun 2020 ini kita punya Dana Kelurahan, dana itu dipergunakan bukan hanya untuk pembangunan infrastruktur, melainkan juga dapat digunakan untuk kegiatan pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu,” ujarnya.

Dedy juga meminta agar masyarakat didampingi kepala lingkungan agar mau ‘menjemput bola’ soal penggunaan dana kelurahan di tahun 2020 ini. Ia meminta agar masyarakat dapat menyiapkan sejumlah program yang dapat diajukan kepada lurah untuk dibiayai oleh Dana Kelurahan

“Jadi ibu-ibu yang punya kerajinan, tolong itu dibantu oleh Kepling. Nanti kita akan minta agar Dana Kelurahan itu supaya bisa memfasilitasi pelatihan dan modal buat program dan usaha ibu-ibu disini. Maka kita harus jemput dana itu, sebab banyak pihak kelurahan yang justru takut menggunakan dana itu karena tidak adanya tujuan jelas penggunaannya,” imbaunya.

Selain soal penanggulangan kemiskinan dengan peningkatan taraf hidup, Dedy juga menjawab beberapa keluhan warga yang disampaikan oleh Kepala Lingkungan VII, Muhadi. Diutarakan Muhadi, masalah yang urgensi di lingkungannya adalah persoalan banjir yang tak kunjung selesai. Bila masuk musim penghujan, tingkat banjir termasuk dalam kategori tinggi dan berlumpur, padahal jarak antara lingkungannya dengan Kanal tidak begitu jauh.

Menjawab hal itu, Dedy membenarkan bahwa sampai saat ini Kanal yang dibangun itu memang sama sekali belum berfungsi.

“Kanal tak berfungsi karena tak ada saluran yang mengalirkan kesana. Ini akan kami sampaikan ke pokok pikiran untuk disampaikan ke Wali Kota, kita minta parit-parit di Kota Medan, terkhusus di wilayah ini supaya bisa tersalur hingga sampai dan mengalir ke kanal,” pungkasnya. (map/ila)

Lewat Buku Biografi ‘Zenit Nadir Sang Doktor’, Menginspirasi Kaum Muda dan Perempuan

BUKU: Dr dr Cashtry Meher , M.Kes. M.Ked. (DV) SpDV memperlihatkan buku Zenit Nadir Sang Doktor.
BUKU: Dr dr Cashtry Meher , M.Kes. M.Ked. (DV) SpDV memperlihatkan buku Zenit Nadir Sang Doktor.
BUKU: Dr dr Cashtry Meher , M.Kes. M.Ked. (DV) SpDV  memperlihatkan buku Zenit Nadir Sang Doktor.
BUKU: Dr dr Cashtry Meher , M.Kes. M.Ked. (DV) SpDV memperlihatkan buku Zenit Nadir Sang Doktor.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sukses dalam karir dan pendidikan, pastinya impian banyak orang. Meskipun tidak mudah untuk mencapainya. Namun dengan tekad dan kerja keras, apa yang kita cita-citakan bukan mustahil untuk diraih. Hal ini lah yang ingin disampaikan perempuan muda cantik, Dr dr Cashtry Meher, M.Kes.M.Ked. (DV) SpDV lewat buku biografinya Zenit Nadir Sang Doktor.

Dalam buku yang diluncurkan di Capital Building, Medan Sabtu (15/2) ini, Cashtry Meher ingin menyampaikan bahwa harta kekayaan bukan segalanya. Tetapi ilmu pengetahuanlah yang menjadi kekayaan berharga. Harta suatu saat bisa saja hilang dari diri kita. Tetapi ilmu tidak. Ilmu akan tetap membimbing kita untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Prinsip inilah yang mendorong Cashtry terus membekali diri dengan pendidikan. Maka di usia 31 tahun Cashtry telah menyandang 5 gelar sekaligus.

Cashtry saat ini merupakan dokter spesialis dermatologi dan venereology (kulit dan kelamin ) di Rumah Sakit Mitra Medika dan pemilik Centrum Clinic Medan, juga salah satu dosen di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Bagaimana perjuangan Cashtry meraih pencapaian tersebut tertuang dalam buku ini.

Buku ini bercerita mengenai pahit getir, jatuh bangun kehidupan Cashtry hingga mampu meraih kesuksesan. Isi buku tersebut juga mengulasn

tentang sebuah titik terendah kehidupan yang pernah dialaminya. Sebagai anak perempuan yang awalnya hidup sangat berkecukupan terpaksa harus berjuang keras untuk tetap bisa mewujudkan impiannya saat ekonomi keluarganya terpuruk.

“Pernah jatuh sampai tidak punya apa-apa. Dan kondisi tersebut nyaris membuat saya putus kuliah. Pasti banyak orang tak menyangka hal itu. Tapi itulah kenyataannya,’’ ujar wanita kelahiran 2 Juli 1986 ini.

Maka dari itu judul buku mengambil kata Zenit dan Nadir. Dalam ilmu fisika, Zenit adalah pengamatan tertinggi di bumi, sedangkan Nadir pengamatan terendah di bumi. Jadi, segala titik tertinggi dan terendah dalam kehidupan Cashtry sang doktor ditumpahkan di dalam buku. ‘’Apa yang saya capai saat ini tidak didapat dengan mudah. Semua butuh perjuangan. Dalam pendidikan juga saya sempat beberapa kali mengalami kegagalan, tetapi itu tidak menyurutkan semangat,’’ ujar putri sulung pasangan Meher Ban Shah dan Yunita Sofyan ini.

Lewat buku yang ditulis oleh jurnalis senior, Nurni Sulaiman ini, ibu dua anak ini ingin berbagi inspirasi terutama kepada kaum muda dan kaum perempuan. Bahwa selagi muda, jangan sia-siakan waktu. Kepada kaum perempuan, istri dari dr Fahmi Sani, M.Ked.AnSpAn ini ingin mengatakan bahwa perempuan bisa. Meski harus mengurus anak dan keluarga, tetapi karir dan pendidikan bisa dijalankan sekaligus.

‘’Susunlah skala prioritas dalam kehidupan ini. Atur waktu secara baik. Jangan pernah buang waktu kalian. Targetkan usia berapa kalian akan mengakhiri kesibukan dan mulailah menata hidup baru dengan menikmati apa yang telah dicapai. Karena dengan bekerja keras kelak akan meraih keberhasilan. Apapun yang terjadi pada titik nadir hidup, buanglah rasa kecewa dan amarah. Tetap berpikir positif dan yakin kepada-Nya. Bila meraih titik zenit jangan lupa kepada yang di bawah,” ungkap perempuan yang disapa Cio ini.

Penulis buku Zenit Nadir Sang Doktor, Nurni Sulaiman mengatakan, penulisan buku setebal 176 halaman ini memakan waktu singkat yakni satu bulan. Dalam launching buku tersebut, Dadak sebutan Cashtry pada sang ayah Meher Ban Shah memberikan apresiasi pada sang putri.

Dia berharap dengan peluncuran buku ini bisa disambut baik oleh masyarakat. ‘’Kalau jelek isinya diperbaiki dan kalau bagus tidak perlu dipuji namun harus ditingkatkan agar lebih baik lagi,’’ pesan Meher.

Saat ini buku Zenit Nadir Sang Doktor telah menduduki top ten best seller di Gramedia dan telah dicetak sebanyak 3.000 buku. Peluncuran buku telah dilakukan sejak 27 Januari 2020 lalu dan di Medan adalah launching buku yang dikhususkan bagi kerabat di Medan. (sih/ila)

Sensus Penduduk 2020 Mulai Berjalan di Kota Medan

WEBSITE: Wabsite yang bisa diakses melalui www.sensus.bps.go.id . Di website ini, warga bisa mengisi data kependudukan secara online hingga 31 Maret 2020 untuk pengisian Sensus Penduduk 2020.
WEBSITE: Wabsite yang bisa diakses melalui www.sensus.bps.go.id . Di website ini, warga bisa mengisi data kependudukan secara online hingga 31 Maret 2020 untuk pengisian Sensus Penduduk 2020.

Warga Silakan Isi Data di www.sensus.bps.go.id

WEBSITE: Wabsite yang bisa diakses melalui  www.sensus.bps.go.id . Di website ini, warga bisa mengisi data kependudukan secara online hingga 31 Maret 2020 untuk pengisian Sensus Penduduk 2020.
WEBSITE: Wabsite yang bisa diakses melalui www.sensus.bps.go.id . Di website ini, warga bisa mengisi data kependudukan secara online hingga 31 Maret 2020 untuk pengisian Sensus Penduduk 2020.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah melakukan sensus penduduk di tahun 2020 atau yang lebih sering disebut SP2020. Sensus penduduk ini merupakan sensus penduduk yang ke tujuh. Sensus penduduk dilakukan untuk mendata banyak hal terkait kependudukan, mulai dari jumlah penduduk, etnis, agama, pekerjaan, perekonomian, dan lain-lain.

Namun ada yang berbeda dari Sensus kali ini bila dibandingkan dengan sensus-sensus sebelumnya. Kali ini pemerintah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan sensus penduduk secara online atau tanpa wawancara langsung. Sensus penduduk tahun 2020 secara online ini dimulai sejak tanggal 15 Februari hingga 31 Maret mendatang.

“Masyarakat diberi kesempatan untuk mengisi sendiri data sensus penduduk secara online melalui www.sensus.bps.go.id sejak tanggal 15 Februari kemarin sampai tanggal 31 Maret,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan, Enny kepada Sumut Pos, Minggu (16/2).

Nantinya, data yang sudah masuk dari masyarakat akan diverifikasi melalui data base yang ada. “Sedangkan untuk mereka yang tidak melakukan sensus penduduk secara online, nantinya petugas kita dari BPS yang akan mendatangi langsung dari rumah ke rumah guna melakukan wawancara secara langsung di bulan tujuh (Juli) mendatang,” ujarnya.

Untuk itu, BPS Kota Medan mengharapkan partisipasi masyarakat Kota Medan untuk mau melakukan sendiri sensus penduduk secar online dalam waktu yang sudah ditentukan.

“Waktunya cukup panjang, dari tanggal 15 Februari sampai tanggal 31 Maret, dan cukup mudah, yaitu secara online. Pemerintah memudahkan masyarakat dalam proses sensus penduduk ini, kita harapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mensukseskan sensus penduduk tahun 2020 ini,” tutupnya.

Dikonfirmasi Sumut Pos, Camat Medan Tembung, Ahmad Barli Mulia Nasution mengaku, telah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat di Kecamatan Medan Tembung untuk turut mensukseskan sensus penduduk tahun ini. “Kita sudah pasang spanduk dari BPS, tentang pentingnya dan mudahnya melakukan sensi penduduk, sudah di pasang semua ke kelurahan,” ucap Barli.

Senada, Camat Medan Timur, Ody Batubara menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi sensus penduduk di Kecamatan Medan Timur. “Sudah kita lakukan sosialisasi, kita lakukan lewat medsos (media sosial) dan jajaran kita. Harapannya, masyarakat mau berpartisipasi dan antusias dalam melakukan sensus penduduk secara online,” pungkasnya.

Sedangkan Anggota Komisi A DPRD Sumut, Abdul Rahim Siregar menekankan, pentingnya sikap jujur oleh pemerintah setelah mendapat seluruh data melalui sensus ini. Baik dari aspek umur, pekerjaan, dan indikator lain yang penting untuk diketahui serta dikelola pemerintah dari masyarakatnya.

“Harapannya pemerintah harus jujur dengan data ini nantinya. Selama ini jika mempublikasikan angka kemiskinan, misalnya, kerap sekali pemerintah menekan laju angka tersebut sebagai pencitraan kepada masyarakat. Begitupun pada aspek-aspek lainnya, sehingga sasaran-sasaran pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan rakyat dapat terealisasi. Karenanya kita minta petugas yang lakukan pendataan baik online ataupun door to door, mampu bekerja profesional. Apalagi anggaran untuk program ini bersumber dari rakyat juga,” paparnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, Kata dia, sensus penduduk sangat berguna dalam segala aspek dan sektor pembangunan. Tidak hanya oleh pemerintah, legislatif juga penting mengetahui kepastian data penduduk yang sebenarnya dalam merancang dan menetapkan alokasi APBD Sumut.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi beberapa waktu lalu mengimbau, seluruh masyarakat Sumut untuk bersama-sama menyukseskan program ini dengan mengisi data secara mandiri. “Mari kita bantu para petugas sensus dengan memberikan jawaban yang jujur dan benar, sehingga terwujud satu data kependudukan Indonesia dan masyarakat Sumut bermartabat,” katanya.

Seperti diketahui, pemerintah kembali menggelar Sensus Penduduk 2020 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik atau BPS. Yang menarik, kali ini Sensus Penduduk 2020 bisa dilakukan secara online.Pemerintah lewat Badan Pusat Statistik akan melakukan pencatatan data kependudukan yang menyasar seluruh warga Indonesia.

Tercatat, BPS sebelumnya telah menggelar sensus penduduk sebanyak enam kali, masing-masing pada 1971,1980,1990, 1995, 2000 dan 2010. Sensus Penduduk Indonesia 2020 atau disingkat SP2020 adalah pendataan penduduk Indonesia yang mencakup Sensus 2020 adalah sensus yang ke-7.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan memberikan kesempatan kepada penduduk Indonesia untuk berpartisipasi dalam kegiatan SP2020 dengan melakukan pendataan mandiri, tanpa proses wawancara langsung dengan petugas, melalui moda Computer Aided Web Interviewing (CAWI) yang akan dilaksanakan pada 15 Februari 2020 Sampai Dengan 31 Maret 2020. (prn/prn/ila)

PT PHPO Salurkan Dana CSR di Bagan Deli, 255 Kepala Keluarga Terima Sembako

BANTUAN: Area Manajer PT PHPO Belawan, Andry Simamora menyerahkan bantuan sembako kepada warga Kelurahan Bagan Deli, Jumat (14/2). fachril/sumut pos
BANTUAN: Area Manajer PT PHPO Belawan, Andry Simamora menyerahkan bantuan sembako kepada warga Kelurahan Bagan Deli, Jumat (14/2). fachril/sumut pos
BANTUAN: Area Manajer PT PHPO Belawan, Andry Simamora  menyerahkan bantuan sembako kepada warga Kelurahan Bagan Deli, Jumat (14/2).  fachril/sumut pos
BANTUAN: Area Manajer PT PHPO Belawan, Andry Simamora menyerahkan bantuan sembako kepada warga Kelurahan Bagan Deli, Jumat (14/2). fachril/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Permata Hijau Palm Oleo (PHPO) kembali menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat di Lorong Sawita, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Deli, Jumat (14/2).

Penyaluran bantuan dalam bentuk sembako gratis kepada 255 kepala keluarga merupakan bentuk kepedulian PT PHPO kepada masyarakat di sekitar lingkungan pabrik langsung disaksikan oleh Lurah Bagan Deli, Zul Ashri.

Area Manajer PT PHPO Belawan, Andry Simamora mengatakan, pemberian sembako gratis seperti beras, gula dan minyak makan, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan perusahaan dalam menyalurkan dana CSR. Penyaluran bantuan ke masyarakat dilakukan berkelanjutan dilakukan secara merata di berbagai daerah yang ada di Medan Utara.

“Program ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat, sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat kita bantu melalui dana CSR, sehingga mampu membantu program pemerintah mengatasi keluarga prasejahtera atau warga yang membutuhkan,” katanya didampingi Humas PHPO, Martua Muda Daulay.

Kegiatan yang mereka laksanakan melalui dana CSR mendapat antusias dari masyarakat, ada sebanyak 255 KK yang menerima bantuan. Dengan adanya kegiatan sosial yang dilaksanakan perusahaan secara rutin untuk kepedulian kepada masyarakat, mampu mendukung perkembangan dan kemanjuan perusahaan ke depannya.

“Selain kegiatan ini, masih banyak kegiatan yang kita lakukan, misalnya, kegiatan fogging, khitan massal dan kesehatan gratis. Seluruh kegiatan sosial perusahaan ini disalurkan melalui CSR Permata Sosial,” pungkas Andry.

Sementara, Lurah Bagan Deli, Zul Ashri, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepedulian PHPO dalam membantu program Pemko Medan, dalam menyalurkan dana CSR.

“PHPO selama ini lebih fokus peduli terhadap masyarakat prasejahtera. Saya mengucapkan terima kasih, kegiatan rutin ini dapat terus ditingkatkan, kita juga mendoakan agar perusahaan tetap berkembang dan maju,” katanya. (fac/ila)

Pahami Kebutuhan Konsumen, Gojek Dorong 9 Start-up Berinovasi

DISKUSI:Chief Marketing Officer Gojek Ainul Yaqin (tengah) bersama Managing Director Digitaraya Nicole Yap dan Executive Director UBS Indonesia Riaz Hyder dalam diskusi panel Gojek Xcelerate batch 3 di Jakarta.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Program akselerator start-up Gojek Xcelerate kembali berlanjut. Untuk Batch 3 berfokus pada inovasi kebutuhan keseharian konsumen.

Kali ini, terdapat 9 start-up Indonesia terbaik yang mendapatkan pelatihan dalam melakukan growth hacking agar mereka dapat mencapai product-market fit.

Maka dari itu, untuk memberikan pengalaman yang jauh lebih cepat dan nyaman dalam mengakses produk atau jasa, para start-up harus fokus mengembangkan inovasinya.

“Kami melatih start-up di sektor ritel dalam menerapkan inovasi kebutuhan keseharian konsumen dan Gojek akan berbagi growth hacking untuk mencapai product-market fit atau kondisi di mana sebuah perusahaan sukses memberikan nilai tambah penciptaan produk atau jasa yang memang sesuai dengan kebutuhan pasar,” Chief Marketing Officer Gojek Ainul Yaqin dalam siaran pers, Minggu (16/2).

Materi yang diajarkan di antaranya Growth Experimentation 101 atau eksperimentasi untuk meningkatkan penggunaan produk atau jasa melalui uji hipotesis yang berasal dari data perilaku pengguna. Lalu ada, Supercharge your Products with Web Apps atau pengembangan platform digital melalui framework yang lebih cepat dikembangkan dan dapat digunakan di berbagai kanal digital.

“Kemudian, Building High Impact Learning Culture atau strategi membangun budaya perusahaan yang efektif dengan pengembangan cara berpikir karyawan,” tambahnya.

Ainul menjelaskan, dalam perkembangan sebuah start-up, penting bagi para founder menemukan cara yang paling efektif dan efisien dalam mengembangkan produknya. Salah satu caranya menggunakan growth-hacking yang mirip dengan disiplin marketing. Star-up selalu mengupayakan cara memasarkan produk dan jasa yang paling sesuai dengan target konsumen, bahkan sampai level individu.

“Dalam growth-hacking, startup menganalisa data perilaku konsumen untuk mencari solusi yang pasti bagi konsumen, dan ini penting untuk membantu percepatan pertumbuhan serta keberlangsungan bisnis,” ungkapnya. (jpc/ram)

Ganyang Malaysia, Indonesia Hattrick Juara Asia

HATTRICK Tim putra Indonesia meluapkan kegembiraan usai memastikan hattrick juara Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020 di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, Minggu (16/2) malam WIB. Berita terkait baca halaman 14.
HATTRICK Tim putra Indonesia meluapkan kegembiraan usai memastikan hattrick juara Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020 di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, Minggu (16/2) malam WIB. Berita terkait baca halaman 14.
HATTRICK Tim putra Indonesia meluapkan kegembiraan usai memastikan hattrick juara Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020 di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, Minggu (16/2) malam WIB. Berita terkait baca halaman 14.
HATTRICK Tim putra Indonesia meluapkan kegembiraan usai memastikan hattrick juara Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020 di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, Minggu (16/2) malam WIB. Berita terkait baca halaman 14.

MANILA, SUMUTPOS.CO – Ganda putra dadakan Indonesia, Mohammad Ahsan/Fajar Alfian memastikan kemenangan skuad Merah Putih atas Malaysia di final Badminton Asia Team Championships (BATC) 2020. Ahsan/Fajar yang turun di partai keempat dalam laga di Rizal Memorial Coliseum, Manila, Minggu (16/2) malam WIB, menang atas ganda Negeri Jiran Ong Yew Sin/Teo Ee Yi.

Ahsan/Fajar menang 21-18, 21-17 dalam laga berdurasi 37 menit (statistik BWF). Meski baru dipasangkan dalam laga resmi, Ahsan/Fajar tampil tak terlalu canggung. Sesekali salah komunikasi sempat terjadi, tetapi segera dibayar dengan poin demi poin.

Untung buat Ahsan/Fajar, lawan mereka yang merupakan peringkat 17 dunia itu tidak tampil dalam performa terbaik. Ong/Teo juga berkali-kali melakukan kesalahan.

Kemenangan Ahsan/Fajar ini membuat kedudukan antara Indonesia versus Malaysia menjadi 3-1 dan Merah Putih mempertahankan gelar juara yang diraih pada dua edisi BATC sebelumnya.

Pada BATC edisi pertama yang digelar di India 2016, Indonesia juara setelah mengalahkan Jepang 3-2. Kemudian di final BATC 2018 di Malaysia, Indonesia keluar sebagai kampiun setelah menundukkan Tiongkok 3-1. (adk/jpnn)