26 C
Medan
Sunday, January 25, 2026
Home Blog Page 4497

Pelantikan DPK IKAPTK Kota Medan, Gubsu: Lulusan STPDN Cuma Jadi Camat, Ngapain Sekolah

DILANTIK: DPK Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Medan masa bakti 2020-2023, foto bersama usai dilantik di Hotel Inna Dharma Deli. untuk mencegah lubang pada gigi, yang digelar di The Clinic Beautylosophy Jalan Sekip, Medan, Kamis (14/2). M IDRIS/sumut pos
DILANTIK: DPK Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Medan masa bakti 2020-2023, foto bersama usai dilantik di Hotel Inna Dharma Deli. untuk mencegah lubang pada gigi, yang digelar di The Clinic Beautylosophy Jalan Sekip, Medan, Kamis (14/2). M IDRIS/sumut pos
DILANTIK: DPK Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Medan masa bakti 2020-2023, foto bersama usai dilantik di Hotel Inna Dharma Deli. untuk mencegah lubang pada gigi, yang digelar di The Clinic Beautylosophy Jalan Sekip, Medan, Kamis (14/2).  M IDRIS/sumut pos
DILANTIK: DPK Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Medan masa bakti 2020-2023, foto bersama usai dilantik di Hotel Inna Dharma Deli. untuk mencegah lubang pada gigi, yang digelar di The Clinic Beautylosophy Jalan Sekip, Medan, Kamis (14/2). M IDRIS/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pengurus Kota (DPK) Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Medan masa bakti 2020-2023 dilantik beberapa hari lalu di Hotel Inna Dharma Deli.

Acara diawali dengan prosesi pelantikan oleh Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamonganprajaan (IKAPTK) Sumut Dr Drs Arsyad Lubis MM melantik kepengurusan Dewan Pengurus Kota (DPK) IKAPTK Kota Medan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada pengurus DPK IKAPTK Kota Medan yang baru dilantik.

Adapun nama Pengurus DPK IKAPTK Kota Medan yang dilantik yakni Muslim Harahap SSos MSP, Wakil Ketua I Arjuna Sembiring SSos MSP, Wakil Ketua II Drs Syarifuddin Irsan Domgoran MSi, Wakil Ketua III Muhammad Sofyan SSos MAP, Wakil Ketua IV Zain Noval SSTP MAP, Wakil Ketua V Rakhmat A Pharahap SSTP MAP, Wakil Ketua VI Rudi Faizal Lubis AP MSi.

Selanjutnya Sekretaris Baginda P Siregar AP MSi, Wakil Sekretaris I Erwin Saleh SSTP MAP, Wakil Sekretaris II Ananda Sulung Parlaungan SSTP, Wakil Sekretaris III M Faisal Tanjung SIP MSi, Wakil Sekretaris IV Fitra Azmayanti Nasution SSTP MSp, Wakil Sekretaris V Ade Sandrya Novani SStp MAP.

Kemudian, Bendahara Nurbaiti Harahap SSos MAP, Wakil Bendahara I Hendra Ridho Gunawan Siregar AP MSi, Wakil Bendahara II Rasyid Ridho Nasution SSTP, Wakil Bendahara III Irmalinda Siahaan SSTP MSi, Wakil Bendahara IV Begi Putra SSTP, dan Wakil Bendahara V Widya Saraswati Parimora SSTP serta bidang-bidang lainnya.

Sedangkan Dewan Pembina Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi dan anggota Sekda Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman MM, serta Dewan Penasehat Drs Musaddad Nasution MSi dan anggota lainnya. Acara tersebut juga diisi dengan pemberian Lencana Astabrata Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan Kota Medan kepada Plt Wali Kota dan Sekda Kota Medan.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan, bahwa di instansi pemerintahan para alumni IKAPTK lah yang harus berperan aktif untuk mengatur jalannya pemerintahan di suatu kota atau daerah. Para alumni juga harus mampu bersainglah secara positif untuk memimpin suatu pemerintahan.

“Kita semua harus terus belajar. Kalau lukusan STPDN cuma jadi camat, ngapain sekolah. Jangan putus belajar dan jangan anggap selesai cuma sampai di situ saja. Sebab hal itu merupakan awal pengabdian untuk masyarakat. Sumut harus jadi lebih baik dengan kehadiran alumni STPDN,” tegas Gubsu.

Sementara itu, Plt Wali Kota mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan loyalitas yang telah diberikan dalam membangun Kota Medan. Ia yakin tanpa peranan seluruh keluarga besar IKAPTK Kota Medan, Pemko Medan diibaratkan sebagai kapal oleng, di mana pembangunan dan jalannya pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik dan efektif.

“Terlebih dalam setiap kesempatan mutasi ataupun rotasi jabatan, saya selalu menempatkan alumni pendidikan tinggi kepamongprajaan di garda terdepan. Jangan sia-siakan kesempatan ini dan perbanyaklah inovasi dan kreativitas agar kita dapat membangun Kota Medan menjadi kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera dan religius,” tegas Akhyar.

Akhyar berharap kepada para alumni pendidikan tinggi kepamongprajaan Kota Medan dapat menjadi motor bagi gerakan perubahan pada Pemko Medan. Sehingga, program-program pembangunan dapat dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran. Sebab, saat ini Pemko Medan sedang gencar-gencarnya melaksanakan program mempercantik Kota Medan dengan jargon #yokbikincantikmedan.

“Maka harapan saya kiranya gerakan #yokbikincantikmedan ini bisa diteruskan atau dilanjutkan sampai ke seluruh lingkungan yang ada di Kota Medan, minimal dimulai dari pekarangan rumah masing masing. Untuk itu, khusus lurah dan camat, kiranya dapat langsung menindaklanjuti program ini,” harap Akhyar.

Sebelumnya Ketua terpilih Muslim Harahap mengungkapkan bahwa Pemko Medan saat ini tengah gencar mempromosikan jargon #yokbikincantikmedan. Ini adalah salah satu program yang digagas oleh bapak Plt Wali Kota Medan. “Saya berharap seluruh keluarga besar IKAPTK Kota Medan agar mendukung program #yokbikincantikmedan ini sehingga kita bisa bersaing dengan kota-kota lainnya yang sudah bersih, indah dan tertata rapi,” ujar Muslim. (map/ila)

Benahi Bangunan Bersejarah

RAPAT: Gubsu, Edy Rahmayadi, Plt Wali Kota Medan,r H Akhyar Nasution MSi dan lainnya, saat Rapat Pemaparan Terkait Bangunan Warenhuis di Jalan Hindu, di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (13/2).
RAPAT: Gubsu, Edy Rahmayadi, Plt Wali Kota Medan,r H Akhyar Nasution MSi dan lainnya, saat Rapat Pemaparan Terkait Bangunan Warenhuis di Jalan Hindu, di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (13/2).
RAPAT: Gubsu, Edy Rahmayadi, Plt Wali Kota Medan,r H Akhyar Nasution MSi dan lainnya, saat Rapat Pemaparan Terkait Bangunan Warenhuis di Jalan Hindu, di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (13/2).
RAPAT: Gubsu, Edy Rahmayadi, Plt Wali Kota Medan,r H Akhyar Nasution MSi dan lainnya, saat Rapat Pemaparan Terkait Bangunan Warenhuis di Jalan Hindu, di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (13/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan juga membenahi bangunan peninggalan bersejarah (kawasan heritage) untuk menarik wisatawan tidak hanya nasional maupun internasional. Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi ketika menghadiri Rapat Pemaparan Terkait Bangunan Warenhuis di Jalan Hindu serta Heritage yang ada di Kota Medan, Kamis (13/2) di Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Dipenogoro No 30.

Rapat yang dipimpin Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi ini dihadiri sejumlah OPD di Lingkungan Pemprov Sumut dan Pemko Medan. Rapat tersebut juga diisi dengan ekspose dari Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Perkim, dan Penataan Ruang Kota Medan Benny Iskandar terkait langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menata heritage tersebut.

Dikatakan Akhyar, bangunan milik Pemko Medan yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani VII-Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat tersebut akan ditata ulang menjadi kawasan pedestrian nantinya. Tidak hanya di kawasan tersebut, heritage lainnya yang dimiliki Pemko Medan juga akan direvitalisasi ulang.

Di antaranya, Lapangan Merdeka serta pendopo yang berada didalamnya. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi semula dari Lapangan Merdeka sehingga masyarakat dapat berolahraga dengan nyaman di kawasan tersebut.

“Warenhuis menjadi sorotan, setelah Pemko Medan melakukan bersih-bersih gedung supermarket pertama di Kota Medan itu. Hal itu dilakukan sebab adanya potensi yang sangat besar di kota lama sebagai heritage sebagai zona cagar budaya,” ungkap Akhyar.

Akhyar juga mengatakan, pendopo Lapangan Merdeka akan dibangun menjadi 2 lantai, nantinya di lantai kedua akan dibangun museum digital yang akan memberikan informasi kepada masyarakat luas ataupun kepada para turis terkait sejarah Kota Medan.

Di samping itu untuk melerai kemacetan, akan dibangun lokasi parkir tertentu agar agar masyarakat tidak lagi parkir disembarang tempat yang menyebabkan kemacetan.

“Pemko Medan juga akan membangun lokasi parkir sehingga masyarakat tidak lagi parkir disembarang tempat. Hal tersebut tentunya akan berpengaruh kepada kemacetan yang selama ini terjadi di Kota Medan,” jelas Akhyar.

Selanjutnya Akhyar juga memaparkan, di daerah Kesawan nantinya akan dibuat menjadi kawasan seperi di Jalan Malioboro yang berada di Kota Yogyakarta. Masyarakat dapat menikmati suasana pada malam hari sambil menikmati kuliner khas Kota Medan. Kawasan heritage tersebut akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menata Kota Medan kedepannya.

“Kota Medan juga nantinya memiliki wisata malam layaknya Kota Yogyakarta tepatnya di Jalan Malioboro. Masyarakat juga akan dapat mencicipi kuliner sambil menikmati suasana Kota Medan dimalam hari,” papar Akhyar.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumut mengaku senang dan mendukung perencanaan tersebut. Sebab Kota Medan merupakan wajah dari Provinsi Sumut, maka dari itu Kota Medan harus indah, bersih, nyaman dan asri. Gubsu juga berharap agar rencana ini dapat segera diwujudkan secepat mungkin.

“Saya ingin Lapangan Merdeka benar-benar merdeka dan jangan lupa untuk menonjolkan ornamen-ornamen Melayu di setiap kawasan heritage. Sebab Kota Medan merupakan Tanah Deli. Selain itu juga nantinya para pedagang yang menjual buku akan dipindahkan ke Gudang milik Kereta Api yang berada di dekat kawasan Lapangan Merdeka tersebut tepatnya di dekat Titi Gantung, ditempat itu nantinya juga akan dibuat fasilitas ruangan membaca buku gratis untuk anak-anak yang kurang mampu,” pungkas Edy. (map/ila)

Pemko Siapkan Rp22 M untuk Revitalisasi Lapangan Merdeka

LAPANGAN MERDEKA: Seorang wanita mencoba menerbangkan layangan di Lapangan Merdeka. Pemko Medan berencana merevitalisasi Lapangan Merdeka dengan membangun Pendopo berlantai dua serta menambah sejumlah fasilitas olahraga.
LAPANGAN MERDEKA: Seorang wanita mencoba menerbangkan layangan di Lapangan Merdeka. Pemko Medan berencana merevitalisasi Lapangan Merdeka dengan membangun Pendopo berlantai dua serta menambah sejumlah fasilitas olahraga.

Bangun Pendopo 2 Lantai dan Sentel Ban

LAPANGAN MERDEKA: Seorang wanita mencoba menerbangkan layangan di Lapangan Merdeka. Pemko Medan berencana merevitalisasi Lapangan Merdeka dengan membangun Pendopo berlantai dua serta menambah sejumlah fasilitas olahraga.
LAPANGAN MERDEKA: Seorang wanita mencoba menerbangkan layangan di Lapangan Merdeka. Pemko Medan berencana merevitalisasi Lapangan Merdeka dengan membangun Pendopo berlantai dua serta menambah sejumlah fasilitas olahraga.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan berencana melakukan revitalisasi Lapangan Merdeka Kota Medan pada tahun 2020 ini. Revitalisasi sendiri akan dimulai dari proses pembangunan pendopo dengan cara mengganti pendopo yang lama dengan pendopo baru setinggi dua lantai.

“Pendopo yang baru akan berdiri setinggi 2 lantai, selain basement. Nantinya, pendopo yang lama akan dibongkar dan akan dibangun pendopo yang baru di lokasi yang sama. Untuk teknisnya Dinas PKPPR yang lebih paham dalam menjelaskannya,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Irwan Ritonga kepada Sumut Pos, Jumat (14/2).

Selain pembangunan pendopo, kata Irwan, anggaran senilai Rp22 miliar yang disiapka itu, juga akan dipergunakan untuk membuat sentel ban yang baru di Lapangan Merdeka. “Sentel ban akan dibuat lebih layak dari saat ini, itu sangat dibutuhkan sebagai sarana olahraga di sana. Nantinya sentel ban akan dibuat dari karet, sehingga akan lebih baik. Pembangunan pendopo dan setelah ban akan ditenderkan paling lama bulan depan, estimasi pengerjaan dimulai bulan Mei,” ujarnya.

Sedangkan soal Merdeka Walk yang diminta Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi untuk dipindahkan dari Lapangan Merdeka Medan, Irwan menjelaskan bahwa hal itu belum bisa dilakukan karena masih adanya ikatan kontrak. “Itu belum bisa, saat ini masih ada ikatan kontrak. Tapi kita belum tahu juga, barangkali ada alternatif lain sehingga memungkinkan pindahnya Merdeka Walk,” kata Irwan.

Dijelaskan Irwan, selain Merdeka Walk, ada kemungkinan rencana lainnya dalam revitalisasi Lapangan Merdeka. Salah satunya, lokasi parkir dan pedagang buku yang saat ini berada di Lapangan Merdeka Kota Medan, akan dipindahkan PT Kreta Api Indonesia (KAI) ke lahannya.”Tapi itu nanti bukan dari APBD kita, itu nanti dari PT KAI,” ujar Irwan.

Nanti rencananya, lanjut dia, lokasi parkir yang ada sekarang dipindah, lalu lahan parkir itu akan kita buat Ruang Terbuka Hijau. Kemungkinan, lahan parkir yang baru akan dibuat di stasiun kereta api sekarang, sedangkan rel ada di atas. “Untuk pedagang buku, kalau tidak salah akan dipindahkan ke gudang ekspedisi yang di Jalan Stasiun Kereta Api. Jadi nanti, parkir itu ada di bawah rel kereta. Tapi kapan pelaksanaannya, PT KAI yang lebih tahu,” jelasnya.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT membenarkan rencana pembangunan pendopo Lapangan Merdeka Medan tersebut.

“Kita akan ubah fisik bangunan pendopo tanpa memperluas ke wilayah lain. Jadi tidak mengurangi ruang terbuka hijaunya, tidak mengganggu lintasan lari dan jalannya juga. Anggarannya sudah disediakan Pemko Medan, nilainya Rp22 miliar,” ujar Benny kepada Sumut Pos, Jumat (14/2).

Benny juga mengatakan, saat ini banyak komunitas hingga instansi pemerintah yang menggunakan pendopo untuk menggelar kegiatan. Nantinya di pendopo yang baru akan ada ruangan ganti kostum, VIP, konferensi pers, hingga ruang galeri.

“Sekarang mau jamuan makan juga tidak bisa, sehingga di basementnya itu akan ada ruang khusus untuk konferensi pers, ada galeri untuk informasi sejarah Kota Medan, serta ruang ganti dan ruang jamuan makan. Sekarang memang ada semi-basement juga sebenarnya, tapi bentuknya tidak bagus,” ujarnya.

Benny mengatakan, nantinya ada juga ruangan di bagian atas pendopo. Ruangan itu, bakal dibuat dari kaca sehingga orang bisa melihat acara yang dibuat di Lapangan Merdeka “Kita sediakan tempat di atas yang dindingnya dari kaca supaya bisa melihat dari atas,” jelasnya.

Dijelaskan Benny, proyek itu ditargetkan akan dimulai pada bulan Mei 2020 dan selesai dalam waktu enam bulan. Sedangkan Merdeka Walk, Benny bilang, untuk sementara belum bisa dibongkar karena masih terikat kontrak.

“Soal Merdeka Walk-nya kita sudah terikat kontrak. Itu harus menunggu berakhirnya kontrak. Saya kurang paham pasti kapan berakhirnya, kalau gak salah sekitar tahun 2028,” jelasnya.

Diterangkannya, nantinya Merdeka Walk dan pedagang buku di dua sisi Lapangan Merdeka juga bakal dibongkar, dan sudah ada kesepakatan untuk pembongkaran. “Kalau memperbaiki Lapangan Merdekanya kita sepakat dengan Gubernur. Untuk pedagang buku juga akan dipindahkan ke tanah milik PT KAI, itu juga sudah disepakati,” pungkasnya. (map/ila)

Sidang Kasus Pungli BPKAD: Ajudan Walikota Siantar Disebut Terima Rp20 Juta

BERIKAN KETERANGAN: Adiyaksa Purba dan Erni Zendrato, terdakwa kasus pungli uang insentif BPKAD Siantar, saat memberikan keterangan, Jumat (14/2).
BERIKAN KETERANGAN: Adiyaksa Purba dan Erni Zendrato, terdakwa kasus pungli uang insentif BPKAD Siantar, saat memberikan keterangan, Jumat (14/2).
BERIKAN KETERANGAN: Adiyaksa Purba dan Erni Zendrato, terdakwa kasus pungli uang insentif BPKAD Siantar, saat memberikan keterangan, Jumat (14/2).
BERIKAN KETERANGAN: Adiyaksa Purba dan Erni Zendrato, terdakwa kasus pungli uang insentif BPKAD Siantar, saat memberikan keterangan, Jumat (14/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ajudan Walikota Pematangsiantar, Marlon Sitorus kembali disebut-sebut dalam persidangan kasus pungli uang insentif, lembur, dari pihak ketiga sebesar 15 persen dengan terdakwa Badan Pengelola Keuangan Aset dan Daerah (BPKAD), Adiyaksa Purba dan Erni Zendrato.

Sidang yang berlangsung di Cakra 4 Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (14/02), beragendaka mendengarkan keterangan kedua terdakwa yang saling bersaksi.

Dalam persidangan itu, kesaksian Erni untuk Adiaksa menyatakan bahwa pengutipan 15 persen ia ketahui saat dipanggil oleh Sekretaris BPKAD Pematangsiantar, Kurnia seusai rapat dengan para Kabid.

Dari situlah kemudian Kaban menyatakan nanti dititipkan kepada dirinya. “Maka ia tau kalau ada pemotongan insetif, lembur dan dari pihak ketiga. Namun yang mengkordinir dan mengutip langsung adalah Kabid dan kemudian diserahkan kepada dirinya,” ujarnya.

Uang-uang yang diserahkan kepada dirinya itu kemudian ditunjukan kepada Adiaksa, setelah itu uang disuruh simpan dalam brangkas.

Menjawab pertanyaan majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata, apakah uang-uang yang dikumpulkan untuk keperluan yang tidak masuk dalam anggaran, Erni mengatakan uang itu dipergunakan untuk kegiatan seperti stand, serta keperluan iklan dan dana publikasi.

Bahkan ia juga menyebutkan, bahwa atas arahan dari Kaban BPKAD, sewaktu Marlon Sitorus datang ia langsung memberikan uang.”Kalau tak salah Rp20 juta,” ujarnya.

Dilanjutkannya lagi, untuk keperluan apa ia mengaku tidak tahu. Sebab setahunya, bahwa Marlon adalah ajudan Walikota Pematangsiantar. Masih dalam kesaksiannya, bahwa uang yang dipotong untuk keperluan kantor. Jadi lanjutnya lagi baik ia maupun Adiaksa tidak pernah mempergunakan untuk kepentingan pribadi.

Sementara itu, keterangan Adiyaksa yang menjadi saksi untuk Erni, mengakui bahwa memang ada pertemuan dengan para Kabid dan Sekretariat BPKAD Pematang Siantar. Pertemuan itu untuk membahas program unggulan, guna mendukung itu perlu unggulan perlu adanya dukungan dana.

Karena sebagian dana tidak tertampung dianggaran maka diambil dilakukan pemotongan sebesar 20 persen awalnya, kemudian disepakati dalam pertemuan rapat 15 persen.

Menurut Adiaksa kenapa insentif, lembur dan pihak ketiga serta hasil pencapaian pajak. Sebab itu bisa diraih dengan pencapaian pajak.”Jadi dalam hal ini tidak ada hak pegawai yang diambil,” ujarnya.

Masih dalam keterangannya, didalam rapat tidak ada yang keberatan atas pemungutan tersebut. Karena yang dipotong bukanlah gaji pokok. Setelah dimintai keterangan sebagai saksi kemudian dilanjutkan dengan keterangan masing-masing terdakwa.

Setelah permintaan keterangan kedua selaku saksi dan kemudian terdakwa maka persidangan ditunda hingga 20 Februari dengan agenda pembacaan tuntutan. (man/btr)

TKI Diduga Curi Uang Majikan di Malaysia

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang Warga Negara Malaysia Nathan Sekaran mengaku menjadi korban pencurian di kediamannya di kawasan Petaling Jaya, Selangor Malaysia. Pencurian tersebut diduga dilakukan Siti Juliana dan Yanasiah Andani, dua Pembantu Rumah Tangga asal Indonesia.

Lewat pesan singkat korban menuturkan, kejadian pencurian diketahuinya pada Kamis (13/2) pagi. Pada saat itu, kedua PRT yang diambil dari salah satu agensi di Jakarta membawa kabur Thali yang bernilai lebih dari RM100,000.00. Selain Thali yang biasa dikenakan oleh istri, kedua pelaku menurut Nathan membawa kabur uang tunai senilai RM 30.000,00 yang disimpan di dalam plastik di dalam tempat sembayang.

“Bagi kami yang beragama Hindu, pada Thali itu ada martabat agama hindu saya yang disembahyangkan sejak turun temurun di keluarga saya,” ujar Nathan.

Dijelaskan Nathan, kedua pelaku sudah bekerja bersama dia sejak lima bulan lalu. Dan selama ini, keduanya menunjukkan kinerja yang baik.

“Mereka sudah bekerja di keluarga saya sejak lima bulan yang lalu. Selama ini hubungannya baik-baik saja. Saya coba bantu ketika ada keluarga mereka yang sedang kesulitan,” kata Nathan.

Nathan mengaku sudah melaporkan kasus dugaan pencurian ini ke pihak berwajib di Malaysia. Dan dalam waktu dekat juga akan mendatangi agensi penyalur untuk meminta informasi lengkap terkait kedua PRT tersebut.

“Kedua PRT itu telah kabur, tetapi mereka meninggalkan pasportnya. Jadi kita punya barang bukti awal,” tutupnya. (rel/ram)

Polsek Namorambe Bekuk Pencuri Sepedamotor di Hotel Pancur Gading

Ilustrasi

Cleaning Service dan 2 Temannya Ditangkap

Ilustrasi

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Personel Unit Reskrim Polsek Namorambe Polresta Deli serdang berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor dalam waktu kurang dari 24 jam. Pencurian sepedamotor itu terjadi di Hotel Pancur Gading Desa Kwala Simeme Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli serdang, Kamis, (13/2).

Informasi diperoleh, sebelumnya Polsek Namorambe Polresta Deli serdang menerima laporan dari Arfan Adam Nasution (22) Sepedamotornya hilang di lokasi kejadian. Selanjutnya unit reskrim Polsek Namo Rambe dipimpin langsung Kanit Reskrim Iptu HR Gultom turun ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan penyelidikan

Setibanya di lokasi, Personel Unit Reskrim Polsek Namorambe melakukan interogasi terhadap beberapa karyawan dan Security Hotel Pancur Gading dilokasi. Berdasarkan keterangan saksi dan security selanjutnya melakukan penyelidikan terhadap para pelaku yang diduga sebagai pelaku pencurian.

Berdasarkan informasi itu, Unit Reskrim Polsek Namorambe Polresta Deli serdang memanggil YS ke Polsek Namorambe Polresta Deliserdang. Saat diinterogasi, YS yang merupakan cleaning service Hotel Pancur Gading itu, mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa dirinya tidak bekerja sendiri dan menyebutkan 2 identitas temannya.

Berdasarkan pengakuan tersebut, Unit Reskrim Polsek Namorambe kembali melakukan pengembangan dan berangkat ke tempat persembunyiannya. Alhasil Unit Reskrim Polsek Namorambe Polresta Deliserdang berhasil mengamankan pelaku berinisial MIH berikut barang bukti sepedamotor milik korban. Sedangkan tersangka FB yang lari ke kebun milik warga di Desa Jaba Kecamatan Namorambe berhasil diringkus.

Selain mengamankan ketiga tersangka, Unit Reskrim Polsek Namorambe Polresta Deliserdang mengamankan barang bukti berupa kunci L yang digunakan para tersangka dan Plat No. Polisi BK. 5400 MAO dan Kap Sepeda Motor Suzuki FU warna biru milik korban yang sebelumnya sudah dibuka pelaku.

Kapolsek Namorambe Polresta Deliserdang AKP B. Naibaho dikonfirmasi melalui Kanit Reskrimnya Iptu HR. Gultom, Jumat (14/2) membenarkan ketiga tersangka dan barang bukti sepedamotor diamankan. “Ketiga tersangka masih diperiksa,” jawabnya. (btr)

Pembuang Sobekan Lembaran Alquran Ditangkap, Pelaku Diduga Orang Suruhan

PAPARAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Edizzon Isir memamarkan penahan terduga pelaku perobekan Alquran.
PAPARAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Edizzon Isir memamarkan penahan terduga pelaku perobekan Alquran.
PAPARAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Edizzon Isir memamarkan penahan terduga pelaku perobekan Alquran.
PAPARAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Edizzon Isir memamarkan penahan terduga pelaku perobekan Alquran.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Medan Kota mengamankan pelaku pembuangan sobekan lembaran alquran yang ditemukan di Jalan Sisingamangaraja depan Hotel Sri Intan, Jumat (7/2) pekan lalu. Kuat dugaan, aksi yang dilakukan pelaku disuruh oleh orang yang ingin membuat situasi Kota Medan tak kondusif.

Pelaku diamankan petugas Polsek Medan Kota setelah lebih dulu ditangkap oleh jamaah dan pengurus Masjid Raya Al Mashun, Kamis (13/2) pagi sekira pukul 06.10 WIB. Saat itu, pelaku akan melakukan perbuatan yang sama untuk kedua kalinya. Adapun pelaku yang ditangkap adalah Doni Irawan Malay (44), warga Jalan Utama, Kecamatan Medan Kota.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Edizzon Isir menjelaskan, berdasarkan penyelidikan dari hasil rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, perbuatan pelaku ini pertama kali dilakukannya pada Jumat (31/1). Modusnya, masuk ke dalam mesjid dan mengambil kitab suci alquran dari lemari yang ada di dalam masjid dan membawanya ke kamar mandi.

Setelah berada di dalam kamar mandi, pelaku kemudian merobek salah satu lembaran alquran tersebut dan kemudian merobek-robeknya menjadi empat potongan. Pelaku selanjutnya memasukkan robekan-robekan tersebut ke dalam kantong plastik dan membuangnya di trotoar hingga berserakan di ruas Jalan Sisingamangaraja.

“Dari rekaman CCTV, terlihat pelaku berjalan dari areal masjid menuju ruas jalan dan kemudian membuang kantong plastik berisi robekan lembaran alquran tersebut saat berdiri di trotoar. Robekan-robekan itu kemudian ditemukan warga dan menjadi pemicu kehebohan hingga akhirnya diselidiki polisi bersama pihak BKM (Badan Kemakmuran Masjid),” ungkap Isir didampingi Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan dalam keterangan pers di kantornya, Kamis sore.

Kata Isir, pihaknya saat ini masih mendalami lebih jauh aksi penistaan agama yang dilakukan pelaku tersebut. Ia menduga kuat hal tersebut dilatar belakangi motif yang lebih mendasar dan terstruktur melibatkan pihak lain.

“Kasusnya masih terus kita dalami, apakah ada pihak lain yang terlibat dibalik aksi yang dilakukan pelaku dengan tujuan tertentu. Kita menduga ada pihak-pihak yang berusaha ingin merusak kondusifitas Kota Medan melalui isu-isu yang bisa memancing konflik SARA seperti ini,” sebut Isir.

Mantan ajudan Presiden Joko Widodo ini menegaskan, pelaku normal alias tidak gila. Dalam interogasi penyidik, pelaku bisa melafalkan surat Al Fatihah.

“Walau begitu, kita tetap akan melakukan pemeriksaan kejiwaan dalam penyidikan nantinya,” ucapnya.

Diutarakan Isiri, dari pelaku selain lembaran-lembaran alquran yang disobek turut disita uang Rp 770.000 milik pelaku. Uang tersebut disita lantaran diduga sebagai imbalan atas aksinya merobek lembaran alquran dan membuangnya ke jalan.(ris/btr)

Sidang Kasus Pembunuhan Sales Mobil: Tak Sanggup Bayar Utang, Dimas Habisi Korban

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dimas Satrya Agung (36) warga Jalan SM Raja Gang Aman Nomor 70, Kelurahan Sitirejo II Kecamatan Medan Amplas didakwa membunuh seles mobil, Herriawati Farida karena tak sanggup bayar hutang di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (14/2).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kharya Saputra menuturkan, kasus berawal terdakwa kenal dengan saksi korban Herriawati Farida pada saat terdakwa bekerja sebagai sales mobil yang sedang pameran mobil di Medan Fair. Lalu terdakwa menghampiri saksi korban Herriawati Farida untuk meminta brosur mobil sehingga terjadi percakapan antara saksi korban Herriawati Farida dengan terdakwa.

“Kemudian saksi korban menawarkan kepada terdakwa apabila mau gadai sesuatu kepada saksi korban saja dan sebulan kemudian terdakwa menggadaikan sepeda motornya kepada saksi korban untuk meminjam uang dan berjanji secepatnya dikembalikan,” ucap Jaksa dihadapan majelis hakim yang diketuai Mian Munthe.

Lebih lanjut, katanya, saksi korban setelah jatuh tempo, terdakwa menemui saksi korban mengatakan tidak sanggup membayar hutang dan minta tempo namun saksi korban menolak dan mengatakan akan memberitahukan kepada istri dan keluarga terdakwa.

“Mendengar acaman saksi korban, terdakwa panik langsung mengambil kursi meja makan dan memukulkan ujung kursi ke kepala bagian belakang saksi korban hingga terjatuh dan menjerit minta tolong sambil merangkak di lantai,” urainya.

Kemudian, terdakwa menutup mulut saksi korban dengan menggunakan kedua tangannya kemudian membekap mulut dengan kain. Selanjutnya, terdakwa mengambil pisau dapur dan menusuk ke arah leher saksi korban sebanyak 4 kali hingga mengenai leher sebelah kanan terbuka dan menusuk kembali sebanyak 1 kali menebus leher hingga mengeluarkan darah.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 dan/atau Pasal 338 KUHPidana,” pungkasnya. (man/btr)

Safari Jumat, Akhyar Harapkan Doa Jemaah untuk dapat Bekerja Lebih Keras Lagi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usai melakukan peninjauan parit di Pulo Brayan Bengkel, Pelaksana tugas (Plt) Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution langsung melaksanakan safari Jumat di Masjid Jamiyyatul Sholihin Jalan Alumunium, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Deli, Jumat (14/2/2020) siang.

Pelaksaan safari jumat ini turut dirangkaikan dengan pemberian bantuan renovasi masjid sebesar Rp50 juta yang diserahkan langsung Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution kepada Ketua BKM Jamiyyatul Sholihin, Ustad Azhari.

Dalam kesempatannya, Ketua BKM Jamiyyatul Sholihin, Ustad Azhari menyampaikan, kehadiran Walikota Medan Ir Akhyar Nasution Msi menjadi kebangaan tersendiri bagi warga khususnya jemaah Masjid Jamiyyatul Sholihin.

“Hari ini kita mendapat kehormatan yang luar biasa yakni dikunjungi Walikota Medan dan juga putra daerah Tanjung Mulia,” ujar Ustad Azhari mengawali sambutannya.

Di hadapan Plt Walikota dan seluruh jemaah, Ustad Azhari menyampaikan, safari jumat dan sekaligus pemberian bantuan untuk penyelesaian masjid yang sudah 5 tahun lebih ini merupakan hasil swadaya dari masyarakat.

“Alhamdulillah.. bantuan yang diberikan ini menjadi keberkahan bagi kita semua. Mari kita doakan agar Pak Akhyar selalu diberikan kesehatan dan kita harapkan pemimpin kita dapat berjuang yang lebih baik lagi kepada warga,” ujarnya sembari mengamini.

Sementara itu, Plt Walikota Medan Ir Akhyar Nasution Msi menyampaikan, kehadirannya beserta rombongan tak lain ingin menjalin silaturahmi dengan warga dan khususnya jemaah.

“Saya lahir dan besar di sini. Alangkah tak eloknya jika saya tidak menjumpai warga. Pemko medan telah mengalokasikan anggaran untuk renovasi masjid dan rumah ibadah,” jelasnya.

Akhyar juga meminta doa kepada warga dan jemaah agar dapat bekerja lebih keras lagi dalam melayani seluruh masyarakat.

“Doakan kami. Parit Brayan Bengkel ini akan kita normalisasi. Seingat saya, parit itu dibeton saat saya masih SD, Insya Allah minggu depan akan kita angkat sedimentasinya dan kami mohon maaf jika kami lalai dalam merawat fasilitas yang ada,” harapnya.

Begitupun, Akhyar memohon dukungan warga agar terus bersinergi dengan pemerintah dan tidak lagi membuang sampah ke dalam parit.

“Kami mohon dukungan seluruh warga Tanjung Mulia, sampahnya tolong dibenahi, saya lihat masih banyak sampah. Yok bikin cantik Medan, jika bersih kita nyaman. Makanya, kami berharap support warga di Tanjung Mulia dan Medan Deli agar lebih baik lagi ke depannya,” ajaknya. (adz)

Bos Diskotek The Cube Medan Tewas di Dalam Mobilnya yang Terbakar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mobil Honda Freed warna putih Nopol BK 936 FS, yang dikendarai Hendra Halim (35)-pengusaha diskotek The Cub, Jalan Imam Bonjol, menabrak median jalan di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Jumat dini hari (14/2/2020).

Sesaat setelah kejadian muncul percikan api yang langsung membakar mobil. Korban yang terjepit tak bisa keluar, kemudian tewas di dalam mobilnya yang terbakar. Kasus kecelakaan tunggal ini telah ditangani Satlantas Polrestabes Medan.

Kasat Lantas Polrestabes Medan Kompol Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan, korban merupakan warga Komplek Perumahan Citra Garden. Sebelum kejadian korban hendak menuju ke The Cube. “Berdasarkan keterangan isteri korban, korban pada dinihari naas itu hendak ke tempat usahanya. Korban ini owner Diskotik Cube,” katanya.

Diduga saat melaju kencang di Jalan Letjen Jamin Ginting, korban kehilangan kendali, sehingga menabrak median jalan. “Keterangan saksi, mobil melaju dengan kencang sebelum terjadi kecelakaan. Karena kecelakaan tunggal, kasusnya kita tutup, sudah kita serahkan kepada keluarganya,” tambahnya.

Terpisah, Kanit Lantas Polsek Medan Baru, Iptu Tuchfat Lubis menjelaskan kronologi kejadian. Saat keluar dari Komplek Citra Garden, mobil yang dikendarai korban melaju kencang. Kemudian hilang kendali dan menabrak pohon yang ada di median jalan. “Diduga korban mengantuk,” katanya.

Dia mengatakan, mobil pun ringsek yang ringsek langsung terbakar. Karena api terus membesar, tak ada warga yang berani memberikan pertolongan. Padahal saat itu korban terjepit di dalam mobil. Setelah api berhasil dipadamkan armada pemadam kebakaran, jenazah korban pun dikeluarkan. (net)