Home Blog Page 4497

Respon Situasi COVID-19, Ruangguru Bekerjasama dengan Telkomsel, Belajar di Ruangguru Bebas Kuota

 Sebagai telco digital company, Telkomsel mendukung upaya gotong royong pemerintah dalam penanganan wabah Covid-19 dengan mengambil peran sebagai penghubung atau connectivity enabler agar semua elemen masyarakat dapat tetap menjaga produktivitasnya. Pada sektor pendidikan, Telkomsel bekerja sama dengan Ruangguru memberikan akses bebas kuota hingga 30GB untuk belajar di aplikasi Ruangguru. Inisiatif ini merupakan bentuk solidaritas bersama untuk membantu memastikan proses belajar siswa bisa tetap dilakukan dengan efektif selama masa penerapan sistem belajar jarak jauh di berbagai daerah.
 Sebagai telco digital company, Telkomsel mendukung upaya gotong royong pemerintah dalam penanganan wabah Covid-19 dengan mengambil peran sebagai penghubung atau connectivity enabler agar semua elemen masyarakat dapat tetap menjaga produktivitasnya. Pada sektor pendidikan, Telkomsel bekerja sama dengan Ruangguru memberikan akses bebas kuota hingga 30GB untuk belajar di aplikasi Ruangguru. Inisiatif ini merupakan bentuk solidaritas bersama untuk membantu memastikan proses belajar siswa bisa tetap dilakukan dengan efektif selama masa penerapan sistem belajar jarak jauh di berbagai daerah.   

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ruangguru, aplikasi belajar terbesar di Asia Tenggara, hari ini mengumumkan kerjasama dengan Telkomsel. Para para pelajar, orang tua, maupun guru yang menggunakan Telkomsel di ponselnya kini bisa mengakses seluruh materi belajar di aplikasi Ruangguru bebas kuota hingga 30Gb.

Hal ini merupakan bentuk dan upaya bersama Ruangguru dan Telkomsel dalam menjawab tantangan belajar yang dihadapi siswa-siswi di Indonesia, akibat maraknya penutupan aktivitas belajar di sekolah selama situasi darurat kesehatan penyakit COVID-19.

Untuk memanfaatkan kesempatan ini, pengguna nomor prabayar dan pasca bayar Telkomsel dapat mengaktifkan paket data Rp0 melalui aplikasi My Telkomsel. Setelah pengguna memasukkan nomor Telkomsel yang aktif, pengguna akan mendapatkan akses data sebesar 30GB untuk akses Ruangguru selama 30 hari sejak tanggal aktivasi.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, “Sebagai telco digital company, Telkomsel mendukung upaya gotong royong pemerintah dalam penanganan penyebaran COVID-19, dengan berperan sebagai penghubung atau connectivity enabler. Oleh karena itu dalam masa yang penuh tantangan ini, Telkomsel mempererat sinergi dan kolaborasi bersama para pemangku kepentingan untuk terus bergerak maju bersama-sama membantu seluruh elemen masyarakat untuk tetap terhubung dan menjaga produktivitasnya di segala sektor kehidupan.”

Setyanto melanjutkan, “Pada sektor pendidikan, menyusul langkah Kemendikbud untuk mendorong pembelajaran siswa secara daring, Telkomsel bersama dengan Ruangguru menghadirkan inisiatif solidaritas bersama untuk memberikan kebebasan bagi para siswa untuk mengakses platform pembelajaran online Ruangguru. Upaya ini merupakan bentuk kontribusi Telkomel untuk memastikan proses belajar para siswa tetap dapat dilakukan dengan efektif selama masa penerapan sistem belajar jarak jauh di berbagai daerah.”

Sebagai salah satu langkah antisipasi terjadinya lonjakan trafik data sebagai dampak pemanfaatan internet untuk mendukung aktivitas pembelajaran jarak jauh, Telkomsel sendiri telah menyiagakan tambahan kapasitas jaringan di sejumlah wilayah yang memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh.  Selain itu, Telkomsel juga telah melakukan pengamanan jaringan di wilayah residensial dan titik posko penanggulangan COVID-19, seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan terkait. Informasi lengkap mengenai langkah penanganan Telkomsel terkait COVID-19 dapat diakses di https://www.telkomsel.com/telkomsel-tanggap-covid19

Pendiri dan Direktur Utama Ruangguru Belva Devara mengatakan, “Kami menyadari bahwa kegiatan belajar siswa tidak dapat terganggu di tengah – tengah situasi sekolah diliburkan untuk mencegah penyebaran virus Corona.  Meskipun kami sudah menyediakan berbagai layanan belajar alternatif, namun kami menyadari bahwa terkadang koneksi internet bisa menjadi penghalang. Oleh karena itu, kami sangat menyambut positif niat baik dari Telkomsel untuk ikut serta membantu akses belajar bagi anak-anak Indonesia.”

Ruangguru Luncurkan Sekolah Online Ruangguru Gratis

Untuk membantu siswa agar bisa belajar efektif di Rumah, Ruangguru meluncurkan program Sekolah Online Ruangguru Gratis. Lewat program ini, para siswa dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh secara daring (live teaching) setiap hari Senin sampai Jumat, layaknya sekolah seperti biasa, di aplikasi Ruangguru. Dimulai dari Senin, 16 Maret 2020, siswa bisa mengikuti pembelajaran Sekolah Online Ruangguru Gratis dari pukul 08.00 – 12.00 WIB, di mana akan tersedia 15 kanal live teaching yang mencakup semua mata pelajaran sesuai dengan kurikulum nasional, mulai dari kelas 1 SD hingga kelas 12 SMA (IPA dan IPS), yang dipandu oleh para Master Teachers Ruangguru. Selain fasilitas live teaching, para siswa dapat terus melatih pemahamannya melalui fitur Bank Soaldan Online Tryout secara gratis.

Selain program bagi siswa, para guru juga bisa meningkatkan kapasitasnya dalam mengajar melalui program Pelatihan Guru Online yang tersedia di aplikasi Ruangguru, gratis selama 1 bulan kedepan. Terdapat 250 video dan modul pelatihan guru yang mencakup materi-materi kompetensi dasar di bidang pedagogik dan profesional, seperti kemampuan manajemen kelas, pengembangan rencana belajar, implementasi pembelajaran berbasis proyek, dan lainnya.

Selain program Sekolah Online Gratis, Ruangguru juga menurunkan harga berlangganan paket ruangbelajar, untuk memudahkan siswa mengakses ribuan video belajar beraminasi bagi siswa kelas 1 SD hingga 12 SMA. Ruangguru meluncurkan paket berlangganan 1 bulan dengan harga Rp 50.000,- yang dapat diaktifkan dengan menggunakan kode diskon: TETAPSEHAT.

Inisiatif Ruangguru dan Telkomsel ini dilakukan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemi, dan setelah Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) merekomendasikan kegiatan belajar jarak jauh sebab COVID-19 telah mengganggu kegiatan bersekolah 290 juta siswa di seluruh dunia.

PSMS Menang 2-1 Atas Tiga Naga, Supporter Rusuh

NYALAKAN FLARE: Para supporter pendukung PSMS Medan menyalakan flare saat pertandingan berlangsung di Stadion Teladan Medan, Minggu (15/3). Pada laga ini, PSMS menang dengan skor 2-1 atas Tiga Naga. triadi wibowo/sumut pos
NYALAKAN FLARE: Para supporter pendukung PSMS Medan menyalakan flare saat pertandingan berlangsung di Stadion Teladan Medan, Minggu (15/3). Pada laga ini, PSMS menang dengan skor 2-1 atas Tiga Naga. triadi wibowo/sumut pos
NYALAKAN FLARE: Para supporter pendukung PSMS Medan menyalakan flare saat pertandingan berlangsung di Stadion Teladan Medan, Minggu (15/3). Pada laga ini, PSMS menang dengan skor 2-1 atas Tiga Naga. triadi wibowo/sumut pos
NYALAKAN FLARE: Para supporter pendukung PSMS Medan menyalakan flare saat pertandingan berlangsung di Stadion Teladan Medan, Minggu (15/3). Pada laga ini, PSMS menang dengan skor 2-1 atas Tiga Naga.
Triadi wibowo/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hal memalukan terjadi pada laga perdana PSMS Medan lawan Tiga Naga di Stadion Teladan Medan, Minggu (15/3) sore. Laga yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Ayam Kinantan ini, diwarnai aksi rusuh para supporter yang membakar dan melemparkan flare ke dalam lapangan, pada babak ke 2.

Sontak suasana semakin memanas, karena sebagian supporter berusaha menghentikan aksi tersebut. Supporter lain yang terpancing, ikut melempar batu dan botol air mineral. Dan sebagian lagi, yang takut terkena flare, berusaha menyelamatkan diri, hingga ada yang melompati pagar masuk ke area lapangan.

Sejumlah anggota TNI-Polri berusaha membubarkan para supporter yang terlibat kerusuhan tersebut. Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, beberapa petugas gabungan kemudian mencoba menetralisir lokasi dengan mengamankan beberapa orang yang diduga sebagai provokator.

Sebelumnya, PSMS telah memperkenalkan jersey dan 26 pemain mereka untuk mengarungi ketatnya kompetisi Liga 2 2020 pada acara launching di Focal Point Mall Medan, Jumat (13/3) malam.

Pada sesi perkenalan pemain, satu per satu para penggawa Ayam Kinantan ini disebutkan. Dalam kesempatan itu pula, terungkap nomor punggung para pemain yang digunakan untuk musim ini.

Seperti legenda hidup PSMS, Legimin Raharjo, yang masih setia menggunakan nomor punggung 24, serta bek tengah Afiful Huda yang masih tetap nomor 5, seperti musim lalu.

Sementara 2 pemain yang musim ini kembali berseragam PSMS, setelah musim lalu bermain untuk klub lain, Rachmad Hidayat dan Abdul Rohim, masih setia menggunakan nomor punggung yang sama seperti 2018, saat bersama PSMS di Liga 1.

Sang penjaga gawang, Rohim masih setia menggunakan nomor 20. Nomor yang sudah dia pakai saat membantu PSMS juara kedua Liga 2 2017. Sedangkan playmaker PSMS Rachmad Hidayat setia menggunakan nomor 99.

Sementara pemain senior PSMS berposisi bek kiri, Syaiful Ramadhan di musim ini menggunakan nomor 4. Alasannya, karena sesuai dengan tanggal kelahiran anaknya.

“Sebenarnya aku sering ganti-ganti nomor punggung. Kadang nomor 2, kadang nomor 3. Cuma tahun ini aku minta nomor 4, karena kebetulan anakku lahir pada tanggal itu,” ungkap Syaiful.

Sementara itu, sejumlah pemain PSMS menggunakan nomor-nomor besar, karena tahun kelahiran sang pemain. Seperti Elina Soka yang masih menggunakan nomor 92 seperti musim lalu, yang diketahui sang pemain kelahiran 1992.

Sementara hal serupa juga diikuti bek tengah PSMS, Andre Sitepu yang tetap menggunakan nomor 90 (kelahiran 1990). Itu juga diikuti oleh winger lincah sekaligus pemain anyar PSMS musim ini, Yohanis Nabar, yang menggunakan nomor 91, sesuai tahun kelahirannya, 1991. (tnc/isc/saz)

Dinas PKPPR Medan Bangun Masjid di Rusunawa Kayu Putih & Rusunawa Seruwai

Masjid Tingkatkan Kesejahteraan dan Peradaban

TANDA TANGAN: Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution bersama Kepala Dinas PKPPR Kota Medan, Benny Iskandar ST MT  menandatangani Prasasti Peresmian Masjid Mardhotillah dan Masjid As-Salam.
TANDA TANGAN: Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution bersama Kepala Dinas PKPPR Kota Medan, Benny Iskandar ST MT menandatangani Prasasti Peresmian Masjid Mardhotillah dan Masjid As-Salam.

Masyarakat penghuni Rusunawa Kayu Putih dan Rusunawa Seruwai Kota Medan sangat bersyukur atas dibangunnya masing-masing masjid di kedua rusunawa tersebut. Sebab masjid merupakan sarana penting bagi masyarakat, khususnya umat Islam sebagai bentuk peradaban guna meningkatkan kesejahteraan para penghuninya selain fungsi utamanya sebagai rumah ibadah.

“Kehadiran masjid sangat penting di tengah-tengah masyarakat, sebab kehadiran masjid bisa meningkatkan kesejahteraan dan peradaban penghuninya,” ucap Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT dalam laporan sekaligus kata sambutannya pada kegiatan peresmian Masjid Mardhotillah (Rusunawa Kayu Putih) dan Masjid As-Salam (Rusunawa Seruwai) yang langsung diresmikan Plt Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi di Halaman Rusunawa Kayu Putih, Jalan Pematang Pasir, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Jumat (13/3).

Masyarakat penghuni rusun pun semakin patut bersyukur. Sebab sebelumnya, di kedua Rusunawa itu tadinya hanya akan dibangun musala. Namun atas kepekaan Pemko Medan dalam melihat banyaknya jumlah jamaah di kedua Rusunawa tersebut, maka Pemko Medan dalam hal ini Dinas PKPPR Kota Medan akhirnya memutuskan untuk membangun masjid.

“Melihat jumlah jamaah yang cukup banyak, maka niat membangun musala itu diurungkan dan diputuskan untuk membangun masjid yang akhirnya diberi nama Masjid Mardhotillah, sesuai pemberian Plt Wali Kota Medan, Pak Akhyar Nasution,” ujar Benny Iskandar.

Selain Rusunawa Kayu Putih, jelas Benny, juga dibangun Masjid As Salam di Rusunawa Seruwai, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan.

Dijelaskan Benny, ada sekitar 1.500 warga di Rusunawa Kayu Putih yang menghuni 576 unit dari 6 twin blok rusun yang ada. Sedangkan di Rusunawa Seruwai, terdapat 3 twin blok dengan jumlah 288 unit. Dari jumlah itu, sudah 280 unit yang dihuni.

“Di Rusunawa Kayu Putih, ada twin blok yang belum diserahkan kepada kita (Dinas PKPPR), sedangkan di Rusunawa Seruwei ada 1 twin blok yang belum diserahkan,” jelas Benny.

Benny juga menyampaikan niatnya yang akan mengembangkan Masjid Mardhotillah di tahun depan, sebab bangunan Masjid saat ini dinilai masih kurang memadai untuk menampung jumlah jamaah yang ada.

Sebelumnya, Plt Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution MSi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas PKPPR Kota Medan atas dibangunnya Masjid Mardhotillah. Diharapkannya, dengan hadirnya masjid tersebut, penghuni Rusunawa maupun warga sekitar dapat melaksanakan shalat lima waktu termasuk salat Jumat berjamaah, serta melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan sekaligus membangun peradaban. “Manfaatkanlah masjid ini dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Akhyar yang memberikan nama Masjid Mardhotillah itu turut menjelaskan, bahwa diberi nama Masjid Mardhotillah karena semata-mata ingin mendapatkan ridho dari Allah SWT. Sebab, sehebat apapun manusia, yang sangat diharapkan adalah rido dari Allah SWT sehingga bisa mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Mari kita semua mengharapkan rido dari Allah SWT, masjid merupakan jalan bagi kita untuk mendapatkan ridho tersebut. Jadi mari kita beramai-ramai memakmurkan masjid ini, karena hidup kita ini hanya untuk mengharap ridho Allah untuk mensejahterakan umat dengan cara yang benar,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Akhyar juga turut mengajak seluruh jajaran Pemko Medan dan segenap unsur masyarakat dan instansi lainnya untuk menghentikan budaya-budaya yang tidak diridhoi Allah SWT.

“Sudah cukup apa yang menimpa 3 Wali Kota (Medan) dan 2 Gubernur (Sumut) kita, kiranya menjadi i’tibar bagi kita untuk merubah budaya kita menjadi lebih ikhlas dan istiqomah,” pungkasnya.

Peresmian Masjid Mardhotillah diawali dengan pembacaan Ayat Suci Alquran. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim serta penandatanganan prasasti dan pemotongan pita yang dilakukan plt wali kota. Setelah itu, kegiatan pun dilanjutkan dengan Shalat Jumat berjamaah serta diakhiri dengan peninjauan rusunawa secara langsung.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Asisten Pemerintahan Setdako Medan Musadad Nasution, Kasatpol PP Kota Medan HM Sofyan, Kabag Agama Adlan dan Camat Medan Deli Ferry Suheri. (map)

Alokasi Pupuk Bersubsidi di Dairi Berkurang

CEK PUPUK: Bupati Dairi, Eddy Berutu mengecek kondisi pupuk-pupuk bersubsidi di gudang produsen PT Petrokimia Gresik, Sidikalang, beberapa waktu lalu. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
CEK PUPUK: Bupati Dairi, Eddy Berutu mengecek kondisi pupuk-pupuk bersubsidi di gudang produsen PT Petrokimia Gresik, Sidikalang, beberapa waktu lalu. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
CEK PUPUK: Bupati Dairi, Eddy Berutu mengecek kondisi pupuk-pupuk bersubsidi di gudang produsen PT Petrokimia Gresik, Sidikalang, beberapa waktu lalu. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
CEK PUPUK: Bupati Dairi, Eddy Berutu mengecek kondisi pupuk-pupuk bersubsidi di gudang produsen PT Petrokimia Gresik, Sidikalang, beberapa waktu lalu. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dairi, Bintoha Angkat menegaskan, tidak ada kelangkaan pupuk dialami petani di daerah itu, seperti banyak beredar di media sosial. Pupuk tidak langka, pupuk sudah tersalur sesuai data rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Tetapi, yang terjadi saat ini ada pengurangan alokasi pupuk dari pusat sehingga jatah anggota kelompok tani berkurang.

RDKK yang diisi petani untuk kebutuhan 1 tahun tidak sepenuhnya ditanggung subsidi. Jika dirata-ratakan untuk semua jenis pupuk hanya 32,5 persen yang disetujui.

Hal itu disampaikan, Bintoha Angkat akhir pekan lalu menjawab pertanyaan wartawan terkait keluhan petani Dairi atas terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi saat ini di wilayah itu.

Diterangkan Bintoha, pupuk bersubsidi sudah didistrbusikan distributor ke kios pengecer dan selanjutnya untuk petani sejak, 20 Januari 2020 lalu.

Bintoha menyebut, alokasi pupuk bersubsidi Kabupaten Dairi tahun 2020 untuk pupuk urea sebanyak 11.802 ton, za 2.916 ton, npk phonska 6.135 ton, sp 36 2.450 serta pupuk organik 4.398 ton. Dan untuk mengantisipasi supaya tidak sempat terjadi kelangkaan bilamana kuota 2020 pupuk ini sudah habis, pihaknya telah menyusun data untuk mengajukan realokasi ke Kementan.

Menurut Bintoha, pupuk dimaksud sudah diterima petani sesuai kebutuhan mereka.

Memang diakuinya, masih banyak petani di Dairi tidak masuk menjadi anggota kelompok tani. Padahal pengajuan alokasi pupuk berdasarkan RDKK dari kelompok tani. Sehingga jika ada petani tidak dapat pupuk, berarti mereka bukan anggota Poktan.

Disebutkab Bintoha, jumlah kelompok tani di Dairi ada 1600. Sementara itu, terkait keluhan petani bahwasanya ada kios pengecer diunjuk distributor jika anggota kelompok membeli atau istilah petani sering disebut menebus pupuk subsidi pihak kios memaksa petani harus beli pupuk nonsubsidi.

Menurut Bintoha, hal itu tidak bisa. Pemilik kios tidak bisa memaksa petani harus membeli pupuk nonsubsdi jika menebus pupuk bersubsidi.

“Tidak ada aturan seperti itu. Jika petani tidak membutuhkan pupuk nonsubsidi, pemilik kios tidak bisa memaksa dan tidak ada istilah pupuk subsidi harus paket dengan nonsubsidi,” tegasnya.

Begitu juga terkait pembatasan waktu penebusan pupuk bersubsidi oleh petani seperti ditetapkan kios hanya 1 minggu, dan jika lewat dari waktu ditetapkan kios maka jatah bisa dioper atau hilang itupun tidak ada aturan pembatasan petani beli pupuk subsidi. Jatah perorangan sesuai RDKK sudah tertera sehingga tidak bisa hilang. Tidak ada pembatasan waktu. Hanya saja memang itu kan bisnis, jika lama ditebus petani modal pemilik kios tersendat.

Tetapi kata Bintoha, jarang ditemukan petani lama menebus karena distribusi sesuai masa tanam. Tetapi dengan batas waktu ditentukan misalnya 2 kali masa tanam tidak diambil bisa dialihkan ke petani lain yang membutuhkan.

Bintoha mengaku, permainan-permainan nakal kios pengecer kerap terdengar. Sementara pengawasan untuk kios dan distribusi pupuk disubsidi pemerintah itu ada di Dinas Perindustrian dan Perdagangan. (rud/azw)

Jualan Kopi Samosir Pakai Becak

JUALAN KOPI: Sariaman Manik dengan Becak Koplingnya di Saturday Culture Pantai Situngkir, Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (14/3).
JUALAN KOPI: Sariaman Manik dengan Becak Koplingnya di Saturday Culture Pantai Situngkir, Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (14/3).
JUALAN KOPI: Sariaman Manik dengan Becak Koplingnya di Saturday Culture Pantai Situngkir, Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (14/3).
JUALAN KOPI: Sariaman Manik dengan Becak Koplingnya di Saturday Culture Pantai Situngkir, Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (14/3).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Sariaman Manik, 40 tahun, warga Lumban Manik, Desa Lumbansuhi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, punya cara unik untuk menjajakan usahanya.

Menjajal usaha kopi menggunakan becak yang dia bawa keliling ke sejumlah lokasi di Kabupaten Samosir. Becak yang sebelumnya dia pakai untuk usaha angkutan dia rombak menjadi Becak Kopling alias kopi keliling asli Samosir.

Mengubah becak penumpang menjadi Becak Kopling dia lakukan sejak Januari 2020 bermodalkan Rp2,2 juta awalnya.

“Dulu saya pegawai hotel, terus bosan jadi karyawan dan pingin usaha sendiri lalu narik becak tapi risiko tinggi karena selalu di jalan. Akhirnya saya buatlah Becak Kopling ini,” ujar Sariaman, ketika ditemui sedang mangkal di acara Saturday Culture di Pantai Indah Situngkir, Kabupaten Samosir pada Sabtu, 14 Maret 2020.

Di balik niat usaha kopi sebagai jalan hidup dan ekonomi, Sariaman juga punya kerinduan untuk mengenalkan kenikmatan Kopi Samosir kepada masyarakat luas, khususnya para wisatawan yang datang ke Kabupaten Samosir.

“Saya juga punya kerinduan memperkenalkan Kopi Samosir ke seluruh Indonesia, karena selama ini orang hanya kenal Kopi Gayo, Kopi Lintong, dan Kopi Dairi. Jadi saya mau Kopi Samosir harus juga dikenal dengan kenikmatannya yang luar biasa,” ujarnya.

Dalam kesehariannya, Sariaman berkeliling memperkenalkan kenikmatan Kopi Samosir dan sering mangkal di Hotspring, Kampung Ulos, Putri Lopian dan daerah lainnya, khususnya bila ada acara atau even wisata di kabupaten dengan julukan Negeri Indah kepingan Surga itu.

Dalam sehari saya bisa laku sekitar 15 gelas dengan harga termurah kopi tubruk Rp10 ribu. Becak Kopling menyajikan menu kopi seperti kopi tubruk, kopi sanger, dan kopi signature,” ujarnya.

Sariaman mengaku, sebelum menekuni profesi penjual kopi, dia sudah lulus pelatihan baristakompetensi nasional. Maka itu dia paham bagaimana menyajikan kopi agar lebih nikmat.

“Kita menyajikan dengan timbangan yang tepat untuk setiap gelas, guna mendapatkan kopi yang nikmat,” ujarnya.

Bahan baku didapatkannya dari petani kopi dari Limbong Sianjurmula dan Salaon Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir. ”Dengan banyaknya penjual kopi asli Samosir seperti kami, semoga para petani kopi Samosir semakin sejahtera,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir Dumosch Pandiangan, memberikan apresiasi untuk kreativitas Becak Kopling Samosir. (bbs/azw)

“Kita turut memfasilitasi para pemuda yang berkreasi khusus untuk komunitas kopi, seperti pelatihan maupun peminjaman alat untuk menyeduh kopi,” jelas Dumosch. (bbs/azw)

Meski Pandemi Corona, Medan Zoo Tetap Dibuka Untuk Umum

MEDAN ZOO: Pengunjung melihat koleksi binatang di Medan Zoo. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
MEDAN ZOO: Pengunjung melihat koleksi binatang di Medan Zoo. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
MEDAN ZOO: Pengunjung melihat koleksi binatang di Medan Zoo. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
MEDAN ZOO

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyebaran pandemi virus corona atau covid-19 yang semakin meluas tidak membuat PD Pembangunan menutup areal publik seperti Medan Zoo. Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu takut menghentikan operasional Medan Zoo karena akan berdampak langsung kepada penghasilan. Jika pendapatan minim maka gaji karyawan tidak akan bisa dibayarkan.

“Masih melihat perkembangan dan koordinasi dengan Pemko Medan karena akan berdampak dengan gaji karyawan,” ujar Dirut PD Pembangunan Medan, Putrama Al Khairi, ketika dihubungi, Minggu (15/3/2020).

Mantan anggota DPRD Medan ini mengakui sejak merbaknya isu virus corona atau covid -19, jumlah pengunjung Medan Zoo menurun drastis.Sangat menurun (pengunjung), biasanya hari minggu berkisaran 2 ribu pengunjung sekarang 800 dan ke depan terus berkurang,” jelasnya.

Masyarakat enggan datang ke Medan Zoo, kata dia, karena ada isu di media sosial bahwa kelelawar ikut menyebarkan virus tersebut.”Sebulan terakhir karena ada juga di medsos untuk menjauhi satwa karena isu kelelawar. Di Cina Yuhan kan isunya kelelawar,” paparnya.

Setelah ini, lanjut dia, PD Pembangunan akan kembali berkomunikasi dan koordinasi dengan Badan Pengawas untuk menentukan langkah selanjutnya.”Rencana Senin dan Kamis kemarin mau koordinasi badan pengawas masih penyelesaian masalah PD Pasar dan PD RPH,” tegasnya. (mbo/ila)

Jelang Usia 81 Tahun, H Anif Dapat Rekor MURI Gelar MTQ Terbanyak secara Perseorangan

MURI:H Anif mendapatkan Rekor MURI sebagai pelaksana MTQ terbanyak secara perseorangan. Anif bepose ditemani anak-anaknya.
MURI:H Anif mendapatkan Rekor MURI sebagai pelaksana MTQ terbanyak secara perseorangan. Anif bepose ditemani anak-anaknya.
 MURI:H Anif mendapatkan Rekor MURI sebagai pelaksana MTQ terbanyak secara perseorangan. Anif bepose ditemani anak-anaknya.
MURI:H Anif mendapatkan Rekor MURI sebagai pelaksana MTQ terbanyak secara perseorangan. Anif bepose ditemani anak-anaknya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengusaha nasional yang sekaligus tokoh masyarakat di Sumtera Utara, H Anif mendapatkan Rekor MURI sebagai pelaksana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) terbanyak secara perseorangan.

Seperti yang diketahui, menjelang usia ke-81 tahun pada 23 Maret mendatang ini, H Anif merayakannya dengan mengadakan MTQ mulai 15 hingga 22 Maret mendatang di Masjid Musanif Cemara.

Pendiri MURI, Jaya Suprana mengungkapkan rasa kagumnya karena H Anif terus berkarya untuk nusa dan bangsa, melalui penyelenggaraan MTQ. “Semoga senantiasa Allah menganugerahkan kesehatan lahir batin, semoga bisa terus mengabdikan diri kepada nusa bangsa dan umat manusia,” ujarnya saat memberikan penghargaan kepada H Anif saat pembukaan MTQ Yayasan H Anif di Halaman Masjid H Anif Jl Cemara Medan, Minggu (15/3).

Sementara itu, H Anif dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya karena sudah mendapatkan kesempatan hingga bisa memberikan manfaat kepada sesama.

“Saya berpesan kepada anak dan cucu saya, bahwa untuk ulang tahun saya, rayakan dengan menyelenggarakan MTQ, agar anak-anak lebih termotivasi untuk mendekatkan diri kepada Alquran,” ujarnya.

H Anif mengungkapkan, dengan usianya yang menjelang ke 81 tahun ini, dirinya sudah merasakan berbagai hal, terutama suka dan duka dalam menjalani hidup. Menurutnya, hal yang paling penting adalah manfaat kehadiran seseorang itu dalam masyarakat.

“Di usia ini, saya mengharapkan agar usia saya berkah, dan bermanfaat bagi orang banyak. Kalau saya tidak bermanfaat lagi, silahkan cabut nyawa saya, saya ikhlas,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ H Anif ke-2, Ardiansyah mengatakan, untuk pelaksanaan tahun ini diikuti oleh 1.060 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara, dan ada yang dari Malaysia.

“Sebenarnya, pesertanya ini bisa membeludak, tetapi karena sejak 3 minggu yang lalu sudah kita tutup pendaftaran secara online, makanya hanya mendapatkan 1.060 peserta. Sedangkan peserta untuk tahun lalu hanya sekitar 700-an peserta,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan H Anif, Musa Rajeckshah mengatakan, pelaksanaan MTQ H Anif ini sebagai rasa syukur pihak keluarga dan handai taulan atas usia orangtua dan orang yang paling dihormati, yaitu H Anif.

“Sesuai dengan permintaan beliau, maka MTQ ini insya Allah akan selalu dilaksanakan. Karena seperti kata orangtua kami, bahwa maksud dan tujuannya untuk kebaikan, bukan untuk pamer,” ungkapnya.

Dalam pembukaan MTQ ke-2 H Anif ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Ibu Wakil Gubernur, Plt Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution,Ketua MUI Sumut, Kakanwil Kemenag, Ketua Umum PTKI, Ketua Umum LKUB, Ustad Hasyim.

Kemudian, Bahtiar Nasir, Andian Parlindungan serta ulama-ulama juga Bupati Deli Serdang, Bupati Batubara, Bupati Sergai, Bupati Labuhan Utara, dan Ustad Zulfikar Hajar. Selain uang tunai, hadiah untuk pemenang dalam MTQ ini adalah paket umrah. (ram)

Dishub Medan Terapkan Sistem Pembayaran E-Parkir, Mulai 1 April di 4 Ruas Jalan

MOU: Kadishub Kota Medan Iswar S.SiT MT, MoU bersama Achmad Ferry Affandy selaku Penanggungjawab Pimpinan Divisi Dana dan Jasa Bank Sumut, Minggu (15/3) markus/sumut pos
MOU: Kadishub Kota Medan Iswar S.SiT MT, MoU bersama Achmad Ferry Affandy selaku Penanggungjawab Pimpinan Divisi Dana dan Jasa Bank Sumut, Minggu (15/3) markus/sumut pos
MOU: Kadishub Kota Medan Iswar S.SiT MT, MoU bersama Achmad Ferry Affandy selaku Penanggungjawab Pimpinan Divisi Dana dan Jasa Bank Sumut, Minggu (15/3) markus/sumut pos
MOU: Kadishub Kota Medan Iswar S.SiT MT, MoU bersama Achmad Ferry Affandy selaku Penanggungjawab Pimpinan Divisi Dana dan Jasa Bank Sumut, Minggu (15/3) markus/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keseriusan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan dalam mencegah terjadinya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir di Kota Medan terlihat sangat jelas.

Sebagai langkah nyata, Dinas Perhubungan Kota Medan dan Bank Sumut telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Elektronifikasi Transaksi Pembayaran Uji KIR dan Parkir di Lapangan Benteng Medan, Minggu (15/3).

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan secara langsung oleh Kepala Dishub Kota Medan, Iswar S.SiT MT dengan Achmad Ferry Affandy selaku Penanggungjawab Pimpinan Divisi Dana dan Jasa Bank Sumut saat acara Pekan Quick Response Code Indonesia Standart (QRIS) Nasional di lapangan Benteng Kota Medan, Minggu (15/3).

Iswar mengatakan, bahwa kerja sama dengan Bank Sumut tersebut akan dimulai pada 1 April mendatang. Sebagai tahap awal pihaknya akan melakukan uji coba sistem E-Parkir di 4 ruas jalan di Kota Medan, mulai dari Jalan KH Zainul Arifin, Jalan Tengku Daud, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Balai Kota.

“Di keempat ruas jalan itu, petugas parkirnya itu nanti memang langsung pegawai atau honorer dari Dinas Perhubungan. Mereka akan di sana dengan membawa peralatan, sehingga pengguna parkir tadi cukup scan barcode ataupun menggesek kartu. Kita harapkan Bank Sumut sudah siap dalam menyediakan peralatannya,” ujar Iswar kepada Sumut Pos, Minggu (15/3).

Dikatakan Iswar, nantinya para petugas tersebut akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu tentang penggunaan alat dan penerapannya.

“Yang akan turun sebagai jukir itu akan kami lakukan pelatihan bersama, bagaimana teknik pengawasannya, bagaimana teknik penggunaan alatnya dan sebagainya. Soal jumlah perangkat kita akan pakai secukupnya, Bank Sumut ini siap untuk menyediakan perangkatnya untuk satu Kota Medan,” kata Iswar.

Dalam kesempatan itu, Iswar sekaligus mengajak masyarakat Kota Medan untuk mensukseskan berjalannya sistem E-Parkir di Kota Medan. Sebab, sistem ini akan menjawab keresahan akan terjadinya kebocoran PAD dari sektor retribusi parkir.

“Kalau misalnya nanti di awal ada kendala, itu biasa, tapi ini memang harus kita mulai. Kita harus terus berbenah. Bila ada satu sistem yang bisa menjaga PAD parkir dari kebocoran, tentu harus kita dukung dan E-Parkir ini lah sistemnya. Seiring waktu masyarakat nantinya akan terbiasa dengan sistem ini, dan PAD parkir kita akan terjaga dari kebocoran-kebocoran itu,” tegas Iswar.

Achmad Ferry Affandy selaku Penanggungjawab Pimpinan Divisi Dana dan Jasa Bank Sumut menjelaskan, Bank Sumut secara sistem siap mendukung pelaksanaan E-Parking dan pengujian kenderaan bermotor.

Dikatakannya, apliksi perangkat sudah siap dan tinggal disosialisasikan kepada para juru parkir dan masyarakat.

“Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Bank Sumut untuk memaksimalkan PAD,” kata Achmad

Supaya sistem ini berjalan lancar, kata Achmad, akan dilakukan sosialisasi di 4 ruas jalan tersebut pada tahap awal. “Sistem ini sangat efisien karena masyarakat tidak perlu bawa uang receh sekaligus menciptakan sistem keuangan yang lebih transparan dan akuntabilitas,” pungkasnya.

Seperti diketahui, penandatangan kerja sama ini sekaligus dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang perparkiran dan pengujian kenderaan.

Dengan kerjasama ini, nantinya tidak akan ada lagi peredaran uang cash saat masyarakat melakukan parkir maupun pengujian kenderaan bermotor karena pembayaran telah dilakukan secara non tunai.

Penandatanganan kerja sama pun disaksikan langsung Gubsu Edy Rahmayadi, Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Hidayat, anggota Komisi XI DPR RI Hidayatullah, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting serta unsur Forkopimda Sumut. (map/ila)

M Soleh Alami Gizi Buruk, Dinkes Medan Belum Merespon

GIZI BURUK: M Soleh yang menderita gizi buruk saat dalam gendongan ibunya. fachril/sumut pos
GIZI BURUK: M Soleh yang menderita gizi buruk saat dalam gendongan ibunya. fachril/sumut pos
GIZI BURUK: M Soleh yang menderita gizi buruk saat dalam gendongan ibunya. fachril/sumut pos
GIZI BURUK: M Soleh yang menderita gizi buruk saat dalam gendongan ibunya. fachril/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang bocah berusia 3 tahun bernama M Soleh, warga Belawan, menderita gizi buruk. Ironinya, anak dari Agustina ini diduga tidak mendapat pelayanan medis dari Dinas Kesehatan Kota Medan.

Penderita gizi buruk ini diketahui setelah ibu kandungnya menggendong M Soleh dengan tubuhn kurus ke Rumah Singgah Polisi, Polres Pelabuhan Belawan.

Kehadiran wanita yang memiliki keterbatasan ekonomi mendapat perhatian dari Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) Kota Medan dan Anggota DPRD Kota Medan, Sudari.

“Melihat kondisi anak ini, terkesan tidak adanya pelayanan baik dari petugas Puskesmas Belawan, saya sangat prihatin dan minta kepada Pemko Medan kepada Dinas Kesehatan untuk punya perhatian serius terhadap kesehatan di masyarakat,” kata Sudari, Mingggu (15/3).

Saat ini, kata Sudari, bocah penderita gizi buruk telah mendapat perawatan di Klinik Romauli, Marelan yang merupakan milik Roaulu Silalahi Ketua Kartini KSJ Pusat.

“Seharusnya Dinas Kesehatan dan jajaran Puskesmas bersikap responsif terhadap temuan bocah penderita gizi buruk, segera menanggani dan memberikan perawatan yang intensif terhadap penderita Gizi buruk jangan justru terkesan menolak tak memberikan pelayanan,” tegas Sudari.

Anggota DPRD Kota Medan ini juga memberikan apresiasi kepada Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) yang telah memberikan pelayanan kesehatan dengan membawanya anak penderita gizi ke Klinik Romauli .

Padahal, lanjutnya, masalah penanganan gizi buruk sudah ada anggarannya merupakan tanggungjawab Dinas Sosial dan Dinkes Kota Medan, namun KSJ yang tak memiliki anggaran justru cepat tanggap memberikan pelayanan kesehatan diklinik Romauli.

“Kita akan meminta Kepala Dinas Kesehatan kota Medan dan Direktur RSU Pirngadi Medan untuk segera menanggani anak penderita gizi buruk ini,” tegas Sudari lagi.

Untuk memberikan pelayanan kepada penderita gizi buruk tersebut, akhirnya bocah itu dirujuk ke RSU Pirngadi Medan guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Harapan kita penderitaanya dapat perhatian serius dari pemerintah. Kita memberikan perhatian karena tugas kita sebagai pengurus KSJ,” kata Romauli.

Terpisah, Ketua KSJ Pusat, Saharudin menyayangkan sikap pemerintah dalam tindakan kemanusiaan terhadap bocah itu telah melanggar Undang-Undang Dasar 1945 , Seperti yang tertera dalam pasal 34 ayat 1, 2, dan 3 tentang fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara.

“Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan, bukan malah menelantarkan,” tegas Saharuddin.

Kata dia, gizi buruk harus menjadi perhatian serius pemerintah, KSJ dalam hal ini hanya berkepentingan menyampaikan secara terbuka, agar segera ditangani sebaik baiknya oleh steakholder terkait.

“Tentu kami memberikan apresiasi pada Bapak Camat Medan Belawan yang telah sigap datang menjenguk dan mengizinkan KSJ untuk memberikan pertolongan pertama. Camat Medan Labuhan yang telah merespon dengan mengirimkan kepala puskesmas untuk mengecek, Camat Medan Marelan yang telah menugaskan sejumlah kepala lingkungan untuk mencari tau identitas orang tua M.Soleh yang malang ini,” pungkasnya. (fac/ila)

Posisi Matahari Tepat di Atas Khatulistiwa, Kota Medan ‘Disengat’ hingga 38 Derajat Celcius

BERPAYUNG: Seorang wanita berlindung dari teriknya matahari di bawah payung di Jalan KH. Zainul Arifin Medan. Beberapa hari ini cuaca di Kota Medan panas menyengat. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
BERPAYUNG: Seorang wanita berlindung dari teriknya matahari di bawah payung di Jalan KH. Zainul Arifin Medan. Beberapa hari ini cuaca di Kota Medan panas menyengat. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
BERPAYUNG: Seorang wanita berlindung dari teriknya matahari di bawah payung di Jalan KH. Zainul Arifin Medan. Beberapa hari ini cuaca di Kota Medan panas menyengat. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
BERPAYUNG: Seorang wanita berlindung dari teriknya matahari di bawah payung di Jalan KH. Zainul Arifin Medan. Beberapa hari ini cuaca di Kota Medan panas menyengat.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Belakangan ini suhu di Kota Medan terasa gerah, baik siang dan malam. Apalagi di siang hari, cuaca terik sangat menyengat Kota Medan. Hal ini akibat posisi matahari tepat di atas Khatulistiwa. Ditambah lagi, minimnya awan yang menghalangi sinar matahari.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, pada Minggu, 15 Maret 2020, suhu udara mencapai 31 derajat celcius.

Namun, sebagian cuaca di wilayah Medan, ada yang mengalami suhu udara dengan perkiraan 38 derajat celcius. Bahkan, ada juga yang mengalami badai petir.

“Cuaca yang panas dan terik serta suhu yang membuat gerah dan tidak nyaman di tubuh ini karena posisi matahari di atas Khatulistiwa,” ujar Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah 1 Medan, Eridawati saat dikonfirmasi Sumut Pos di Medan, Minggu (15/3).

Hal ini, lanjutnya, erat kaitannya dengan gerak semu matahari. Seperti yang diketahui pada Maret, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga Desember, yaitu sekitar 21-22 Maret dan 22-23 September.

“Saat itu matahari berada tepat di atas Khatulistiwa sehingga pancaran sinar matahari dan radiasi matahari yang masuk cukup optimum,” papar Eridawati.

Eridawati mengatakan, hal ini juga ditandai dengan hasil monitoring suhu udara maksimum data pada 15 Maret 2020, pukul 13.00 WIB di Balai (Medan) sebesar 34.2 0c, KNO sebesar 34.9 oC, TSI sebesar 34.2oC, KDS sebesar 34.4oC dan BLW sebesar 33.4 oC.

“Namun di malam hari pada pukul 19.00 WIB bisa terjadi hujan lokal dan pada pukul 22.00 WIB, perkiraannya terjadi hujan ringan,” pungkasnya.

Anggota DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga meminta DLH Sumut dan jajaran untuk tanggap akan kondisi tersebut sehingga masyarakat juga cepat mengetahui kualitas udara yang terjadi belakangan waktu ini.

“Kami kira DLH Sumut dan jajaran jangan hanya diam menyikapi kondisi udara yang terjadi di wilayah Medan dan sekitarnya. Informasi resmi yang mereka sampaikan tentu akan menjadi pegangan bagi masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi,” katanya.

Apalagi saat ini, sambung dia, virus korona atau Covid-19 yang tengah mewabah dunia, sangat membuat masyarakat resah. Sepatutnya pemerintah daerah dapat lebih tanggap akan hal ini sehingga masyarakat tidak menjadi panik terhadap adanya wabah baru dari buruknya kualitas udara yang terjadi.

Kata politisi PKB ini, cuaca panas di Kota Medan bukan saja dihasilkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor tetapi juga dari industri pabrik yang membuang limbah hasil pengolahan ke udara berupa asap hitam mengepul.

“Tentunya ini membuat kualitas udara Kota Medan tidak sehat. Apalagi saat ini dapat dirasakan suhu udara terasa sangat panas baik siang atau malam hari. DLH provinsi semestinya dapat berkoordinasi dengan DLH Kota Medan dalam menjaga kebersihan udara. DLH Sumut jangan juga lepas tangan seolah-olah ini hanya tanggungjawab DLH Medan. Sebab pemprov juga punya anggaran dalam pencegahan dan antisipasi pencemaran limbah udara dan kualitas udara,” tegasnya.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada DLH Sumut, Fauzi Ibsa Tarigan, mengatakan pihaknya segera lakukan pengecekan kualitas udara di wilayah kerjanya.

“Pertama kami tentu berterimakasih kepada kawan-kawan media yang mewakili masyarakat menyampaikan hal ini. Besok saya koordinasikan buat pengecekannya dan segera membuat resume hasilnya. Saya akan sampaikan ke bapak kepala dinas untuk segera bisa disampaikan ke publik hasil dari resume tersebut,” katanya.

Pihaknya mengakui bahwa memiliki alat untuk mengukur kualitas udara tersebut. “Informasinya baru ini kami tahu, jadi Sabtu dan Minggu kan libur. Senin nanti saya lihat data pada alatnya. Saya akan telaah lalu buat resumenya untuk diserahkan ke pak kadis. Nanti pak kadis yang berhak sampaikan informasi tersebut,” pungkasnya. (mag-1/prn/ila)