25 C
Medan
Sunday, January 25, 2026
Home Blog Page 4498

Akhyar: Pemko Medan akan Normalisasi Parit Brayan Bengkel

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Plt) Walikota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi melakukan peninjauan parit yang sering dikeluhkan warga di Kelurahan Pulo Brayan Bengkel yang berbatasan dengan Kelurahan Medan Timur, Jumat (14/2/2020) siang.

Menurut warga setempat, jika hujan berlangsung dengan deras, maka akan terjadi genangan dan bahkan mereka harus kebanjiran dengan ketinggian selutut orang dewasa.

Tak hanya itu saja, parit Brayan Bengkel ini jika sudah hujan, biasanya langsung surut, namun kini tetap bertahan meski hujan sudah berhenti.

“Makanya, kehadiran kami di sini bersama Kepala Dinas PU dan Perkim, kami akan melakukan normalisasi parit ini. Kita juga akan lihat kondisi ril di lapangan seperti apa,” ujar Akhyar menjawab warga.

Menimpali pernyataan warga, Camat Medan Timur, M Odie Batubara turut mengamini. Bahkan menurut dia, di lingkungan VI, sekitar bulan 10 sudah dilakukan pengorekan, namun saat ini sedimentasinya sudah begitu tinggi yakni sekitar sejengkal orang dewasa.

“Baru bulan 10 kemarin dikorek pak, tapi sudah setinggi ini,” beber Odie kepada Akhyar.

Dalam peninjauan ini, Akhyar bersama Plt Kadis Pekerjaan Umum Kota Medan Zulfansyah, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Perkim dan Penataan Ruang Kota Medan Benny Iskandar, Camat Medan Timur M.Odie Batubara, Camat Medan Deli Ferry Suheri, turut mengurai wilayah mana saja yang nantinya akan dilakukan normalisasi.

Begitupun, kepada warga di dua kelurahan ini, Akhyar berpesan untuk tetap menjaga lingkungan dengan bersih dan tidak lagi membuang sampah ke dalam parit.

“Jangan lagi buang sampah ke parit, tak kan ada gunanya jika kita sudah lakukan normalisasi,” ujar Akhyar kepada warga.

Usai meninjau, kepada awak media, Akhyar menyampaikan, parit Brayan Bengkel ini sudah cukup lama tidak dinormalisasi. Makanya, jika hujan turun, akan melimpah ke masyarakat.

“Saat ini kita bersama Dinas PU, kita akan melakukan normalisasi. Minggu depan kita mulai, namun belum bisa ketahui kapan akan selesai, mengingat masih banyaknya kendala yang terlihat di lapangan,” terangnya.

Akhyar juga mengakui, parit di Brayan Bengkel, merupakan parit yang melayani wilayah Kelurahan Tanjung Mulia, dan Kelurahan Medan Timur seperti Brayan Bengkel, Brayan Bengkel Baru, Brayan Darat I, Brayan Darat II, dan Glugur Darat I.

“Jadi kawasannya kurang lebih sekitar 10.000 hektar. Ini nanti Dinas PU beserta seluruh dinas terkait akan melakukan normalisasi terhadap parit Brayan Bengkel ini,” tandasnya. (adz)

Menang WO atas Samudra Pantoloan di Piala Soeratin, PSDS ke Perempat Final

BERSAMA: Skuad PSDS diabadikan bersama Manajer Iwan Salewa dan Pelatih Syahrial Efendi, serta official lainnya, usai menang WO atas Tim Sulteng, Samudra Pantoloan, di Malang, Jawa Timur, Kamis (13/2).
BERSAMA: Skuad PSDS diabadikan bersama Manajer Iwan Salewa dan Pelatih Syahrial Efendi, serta official lainnya, usai menang WO atas Tim Sulteng, Samudra Pantoloan, di Malang, Jawa Timur, Kamis (13/2).
BERSAMA: Skuad PSDS diabadikan bersama Manajer Iwan Salewa dan Pelatih Syahrial Efendi, serta official lainnya, usai menang WO atas Tim Sulteng, Samudra Pantoloan, di Malang, Jawa Timur, Kamis (13/2).
BERSAMA: Skuad PSDS diabadikan bersama Manajer Iwan Salewa dan Pelatih Syahrial Efendi, serta official lainnya, usai menang WO atas Tim Sulteng, Samudra Pantoloan, di Malang, Jawa Timur, Kamis (13/2).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tim perwakilan Sumatera Utara (Sumut), PSDS Deliserdang menang WO (walk over) atas tim wakil Sulawesi Tengah (Sulteng), Samudra Pantoloan pada penyisihan Grup H Piala Soeratin di Stadion Dirgantara, Komplek Paskhas AU, Malang, Jawa Timur (Jatim), Kamis (13/2).

Ketidakhadiran skuad Samudra Pantoloan di lapangan, membuat PSDS otomatis menang dengan skor 3-0. Dengan hasil ini, Traktor Kuning telah mengantongi 6 poin dari 2 laga, dan menduduki peringkat pertama klasemen sementara Grup H. Disusul Jawa Tengah (Jateng) di posisi kedua dengan 4 poin, Sulawesi Barat (Sulbar) satu poin, dan Sulteng menjadi juru kunci tanpa poin, karena tak pernah menghadiri pertandingan.

Dan ini memastikan PSDS melaju ke babak perempatfinal, meski menyisakan satu laga lagi.

Di laga pamungkas penyisihan grup, Sabtu (15/2), PSDS akan melawan Jateng, sekaligus sebagai laga penentu juara grup.

Pelatih PSDS, Syahrial Efendi menyebutkan, timnya sudah pasti lolos ke Babak 16 Besar. Untuk lawan berikutnya di Babak 16 Besar, Traktor Kuning masih harus menunggu hasil akhir Grup G, Jumat (14/2).

“Insya Allah PSDS sudah pasti masuk Babak 16 Besar Piala Soeratin. Pertandingan terakhir penyisihan grup lawan Jateng. Target kami, tetap harus menang agas bisa juara grup,” jelasnya.

“Siapapun nantinya lawan kami di Babak 16 Besar, kami tidak ada masalah,” pungkas Syahrial. (btr/saz)

Hadapi Liga 2 2020, PSMS Bakal Daftarkan 25 Pemain

LATIHAN: Para pemain PSMS Medan saat menjalani sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, Kamis (13/2).
LATIHAN: Para pemain PSMS Medan saat menjalani sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, Kamis (13/2).
LATIHAN: Para pemain PSMS Medan saat menjalani sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, Kamis (13/2).
LATIHAN: Para pemain PSMS Medan saat menjalani sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, Kamis (13/2).

SUMUTPOS.CO – PSMS Medan bakal mendaftarkan sebanyak 25 pemain untuk menghadapi Liga 2 2020 yang segera bergulir dalam waktu dekat.

Diketahui, saat ini Manajemen Ayam Kinantan telah mengontrak 22 pemain. Dan masih berpeluang kembali mengontrak beberapa pemain, baik 3 pemain trial, maupun 3 pemain incaran yang kemungkinan besar langsung dikontrak saat hadir di Markas PSMS.

Adapun ketiga pemain trial tersebut, yakni Ikhwani Hasanuddin (eks Persiraja Banda Aceh), Dody Alfayed (eks Borneo FC), dan Darmawan (eks PSPS Riau). Mereka diketahui telah mendapat persetujuan dari Pelatih Philip Hansen untuk dikontrak oleh manajemen. Sementara 3 pemain incaran lainnya, yakni Azka Fauzi (berposisi striker), Sutanto Tan (gelandang), dan Agung Prasetyo (bek).

“PSMS sudah punya 22 pemain yang sudah dikontrak, ditambah 3 pemain trial, dan 3 pemain incaran yang akan langsung dikontrak. Artinya, sudah ada 28 pemain yang siap berlaga untuk PSMS musim ini. Tapi kemungkinan yang akan didaftarkan, hanya 25 pemain untuk Liga 2 nanti,” ungkap Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang, Kamis (13/2).

Mulyadi pun menjelaskan, hal ini disebabkan ada beberapa pemain yang sudah dikontrak tidak didaftarkan, dan ada juga pemain yang berpeluang dicoret.

“Misalnya pemain muda Ricat Turnip. Dia tidak kami daftarkan, karena mungkin akan lebih diproyeksikan untuk Tim (Pro Elite) U-20 (Liga 2 U-20). Dan mungkin ada juga beberapa pemain yang dicoret, jika performanya tak maksimal,” jelasnya.

Walaupun sudah dikontrak, lanjutnya, kontrak pemain bisa saja dibatalkan, jika performanya tak maksimal. Mengingat saat ini kontrak para pemain masih bersifat internal dan belum disampaikan ke PSSI, dan menunggu kompetisi bergulir.

“Karena kontrak saat ini sifatnya memang masih internal. Belum disampaikan kepada PSSI. Artinya, kontraknya ini untuk mengikat pemain dulu, agar ada kejelasan kepada mereka, tapi masih bisa dibatalkan. Kalau tidak begitu, pemain akan rugi tidak mendapat gaji. Makanya pemain dikontrak lebih cepat kemarin,” kata Mulyadi.

Sementara itu, terkait Ricat Turnip, Manajemen PSMS mengaku memulangkan sementara pemain muda tersebut. Diketahui, Ricat saat ini masih duduk di kelas XII SMA Duynhoven, Saribudolok.

Dia tak masuk daftar skuad Ayam Kinantan yang bakal didaftarkan ke PT LIB untuk menghadapi Liga 2 musim ini. Dan dalam beberapa bulan ke depan, pemain 18 tahun itu, tidak akan bergabung dengan PSMS. Namun, setelah menyelesaikan sekolahnya, Ricat akan kembali lagi bergabung.

“Ricat untuk sementara dipulangkan dulu, karena dia masih sekolah. Jadi kami minta menyelesaikan sekolahnya dulu. Fokus untuk sekolah saja dalam beberapa bulan ini, apalagi dia segera mengikuti ujian nasional. Nah, setelah itu Ricat akan kembali lagi (ke skuad),” beber Mulyadi.

“Untuk musim ini, nama dia (Ricat) tidak dimasukkan ke PSSI. Tapi dia tetap bagian dari PSMS. Kalaupun nanti dia tidak main di PSMS, dia juga bisa gabung ke Tim Pro Elite U-20,” pungkasnya. (isc/tnc/saz)

Pelaku Perampokan Ditangkap & Ditembak, Modus Cari Mangsa Via Medsos

DIRAWAT: Vicky Wijaya Sipayung(terbaring) pasca ditembak petugas, menjalani perawatan medis RS Bhayangkara. gusman/SUMUT POS
DIRAWAT: Vicky Wijaya Sipayung(terbaring) pasca ditembak petugas, menjalani perawatan medis RS Bhayangkara. gusman/SUMUT POS
DIRAWAT: Vicky Wijaya Sipayung(terbaring) pasca ditembak petugas, menjalani perawatan medis RS Bhayangkara.   gusman/SUMUT POS
DIRAWAT: Vicky Wijaya Sipayung(terbaring) pasca ditembak petugas, menjalani perawatan medis RS Bhayangkara. gusman/SUMUT POS

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Dua kawanan rampok dengan modus mancari mangsa berkenalan melalui media sosial (Medso) ditangkap dan ditembak petugas Unit Reskrim Polsek Hamparanperak, Kamis (13/2).

Salah satu pelaku, Vicky Wijaya Sipayung Als Vicky (20)warga Jalan Gereja Zaitun, Gang Setia, Dusun IV, Desa Tajung Gusta, Kecamatan Sunggal ditembak saat diamankan bersama temannya, Riantry Simamora Als Riyan (18) warga Jalan Gereja Zaitun, Dusun IV, Gang Setia, Desa Tajung Gusta, Kecanatab Sunggal.

Penangkapan pelaku berdasarkan laporan korban, Ezra Claudia Br Aruan (21) warga Jalan Amal Luhur, Kelurahan Dwi Kora, Kecamatan Medan Helvetia ke Polsek Hamparanperak dengan nomor LP/10/II/2020/ H.PERAK. Tanggal 10 Februari 2020.

Peristiwa itu terjadi Senin (10/2) malam lalu, awalnya korban berkenalan dengan salah satu pelaku, Vicky melalui facebook. Perkenalan itu berlanjut dengan pertemuan, korban membawa sepeda motor Honda Beat BK 3904 AHK menjemput Vicky untuk jalan-jalan.

Pelaku membawa korban jalan keliling, kemudian membawa ke kawasan perkebunan sawit di Pasar II, Klambir Lima, Kecamatan Hamparanperak. Setibanya di lokasi, dua teman pelaku Riantry Simamora dan Citra Zamasi telah berada di areal tersebut.

Di lokasi gelap jauh dari pemukiman penduduk, para pelaku langsung menyekap wanita berstatus mahsiswi itu dengan mengambil HP dan sepeda motornya. Kemudian, kabur meningalkan korban tak berdaya. Korban meminta pertolongan warga setempat.

Korban diselamatkan warga setempat. Malam itu juga, polisi melakukan olah TKP dengan melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Akhirnya, polisi menangkap kedua pelaku sehari pascakejadian itu, Selasa (11/2) dinihari. Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan sepeda motor milik korban dan sepeda motor pelaku, dinihari itu juga polisi melakukan pengembangan untuk menangkap teman mereka Citra Zamasi.

Saat pengembangan, Vicky mencoba kabur, petugas melakukan tindakan terukur menembak ke kaki Vicky yang berusaha kabur. Kemudian, memboyong Vicky ke RS Bhayangkara untuk menjalani perawatan medis.

Kanit Reskrim Polsek Hamparanperak, Iptu Bonar Pohan mengatakan, kedua pelaku ditangkap sehari pascalaporan korban. Masih dilakukan pengembangan terhadap satu pelaku yang kabiur saat dilakukan pengembangan.(fac/btr)

Polsek Beringin Amankan Jurtul Togel KIM, Disebut Dikelola Oppung Burian

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tim opsnal Polsek Beringin Polresta Deliserdang mengamankan seorang pria diduga juru tulis (jurtul) togel KIM berinisial AS alias Gus (44) warga Dusun Juli Desa Araskabu Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang dari Jalan Umum Lubukpakam-Batangkuis Dusun Sunda Desa Pasar V Kebun Kelapa Kecamatan Beringin, Kamis (13/2) sore.

Informasi diperoleh, sebelumnya personil opsnal Polsek Beringin mendapat kabar di Dusun Sunda Desa Pasar V Kebun Kelapa Kecamatan Beringin ada peredaran judi tebak angka berhadiah uang yang disebut-sebut dikelola Oppung Burian.

Lalu, berdasarkan kabar itu petugas melakukan penyelidikan dilokasi yang disebutkan. Hasilnya, dari AS alias Gus diamankan barangbukti uang Rp432ribu, 2 unit hape merek Nokia berisi tulisan angka tebakan, 3 lembar kertas putih bertuliskan angka, 3 buah pulpen, 1 tas warna hijau dan 3 blok kertas.

Saat diinterogasi petugas, AS alias Gus mengaku jika angka angka pasangan yang diterimanya dikirim ke hape operator bernomor 085359084778 yang dikelola bernama Oppung Burian.

Lalu uang setoran hasil kemenangan bandarnya dijemput melalui pria berinisial AL (lidik) warga Galang pada hari Selasa dan Jumat. Selanjutnya uang kemenangan itu disetor kepada Oppung Burian.

Atas pengakuan itu, personel opsnal Polsek Beringin Polresta Deliserdang langsung membawa AS alias Gus ke komando guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Beringin AKP MK Lumbantobing SH saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Iptu Desman Manalu SH mengakui jika AS alias Gus dan barang buktinya sudah diamankan kekomando untuk diperiksa lebih lanjut.

“Saat ini masih diperiksa penyidik dan akan dikembangkan kepada Inisial AL dan Oppung Burian”, kata Desman Manalu.(btr)

Miliki Sabu 24 Gram, Sejoli Dituntut 12 Tahun Penjara

agusman/sumut pos DIDAKWA: Herlina Ritonga dan Muhammad David hanya, terdakwa sejoli kasus kepemilikan sabu 24 gram, menjalani sidang putusan, Kamis (13/2).
agusman/sumut pos
DIDAKWA: Herlina Ritonga dan Muhammad David hanya, terdakwa sejoli kasus kepemilikan sabu 24 gram, menjalani sidang putusan, Kamis (13/2).
agusman/sumut pos DIDAKWA: Herlina Ritonga dan Muhammad David hanya, terdakwa sejoli kasus kepemilikan sabu 24 gram, menjalani sidang putusan, Kamis (13/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasangan sejoli Herlina Ritonga dan Muhammad David hanya tertunduk lesu ketika jaksa penuntut umum (JPU), menuntut keduanya dengan pidana selama 12 tahun penjara. Keduanya terbukti memiliki sabu 24 gram, dalam sidang di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (13/2).

“Meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan,” kata JPU Karya Sahputra.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim diketuai Safril Batubara, menunda sidang dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Sejoli ini ditangkap Ditres Narkoba Poldasu, 9 Agustus 2019 di Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Avros, Medan. Keduanya ditangkap berdasarkan hasil pengembangan terhadap Bambang Harianto (berkas terpisah) yang ditangkap sehari sebelumnya di Jalan Raharja, Medan Selayang.

Saat melakukan penggeledahan di rumah terdakwa, Komplek Royal Monaco, Jalan Eka Surya, petugas menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 1 bungkus plastik klip berisi sabu seberat 24 gram, 1 bungkus plastik klip sabu seberat 15 gram, 1 bungkus plastik klip berisi sabu seberat 13 gram, dan lainnya.

Akibat Perbuatannya terdakwa diancam Pidana pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (man/btr)

Kampung Narkoba Digerebek Polresta Deliserdang

TANGKAP: Meja judi tembak ikan salah satu barang bukti, hasil penggerebekan dilakukan Sat Narkoba Polresta Deliserdang di kampung narkoba di kecamatan Biru-biru.
TANGKAP: Meja judi tembak ikan salah satu barang bukti, hasil penggerebekan dilakukan Sat Narkoba Polresta Deliserdang di kampung narkoba di kecamatan Biru-biru.

Mesin Judi Jekpot, Tembak Ikan, Bong dan 10 Pria Diangkut

TANGKAP: Meja judi tembak ikan salah satu barang bukti,  hasil penggerebekan dilakukan Sat Narkoba Polresta Deliserdang di kampung narkoba di kecamatan Biru-biru.
TANGKAP: Meja judi tembak ikan salah satu barang bukti, hasil penggerebekan dilakukan Sat Narkoba Polresta Deliserdang di kampung narkoba di kecamatan Biru-biru.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sat Narkoba dibantu Sat Sabhara Polresta Deliserdang menggerebek kampung narkoba di Dusun III Pondok Banten Desa Selamat, Kecamatan Biru Biru, Kabupaten Deliserdang, Kamis (13/2) sekira pukul 13.20 WIB. 10 pria, 5 mesin judi jekpot, satu mesin judi tembak ikan dan beberapa alat isap sabudiamankan saat penggerebekan.

Informasi diperoleh, penggerebekan kampung Narkoba yang dipimpin Kasat Narkoba Polresta Deliserdang AKP Maradof Oktavianus Sitinjak SE karena lokasi yang digerebek itu sering dijadikan daerah peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan permainan judi jakpot dan tembak ikan.

Sebelum kepolisian anti narkotika turut dibantu oleh Sabhara dan TNI dari Kodim masuk ke lokasi, mereka terlebih dulu mengatur strategi.

Setelah lokasi dipetakan, personel Satuan Reserse Narkoba Polresta Deliserdang mulai melakukan penggerebekan.

Awalnya massa mengira jika personel yang diturunkan sedikit sehingga kedatangan personel Polresta Deliserdang sempat diteriaki. Namun puluhan personel lagi menyusul datang ke lokasi.

Sehingga massa tak berani lagi meneriaki petugas. Petugas langsung mengamankan 10 pria, 5 mesin judi jekpot, satu unit mesin judi tembak ikan, sejumlah bong, dan sepedamotor dari lokasi penggerebekan.

Meskipun jumlah petugas sudah bertambah dalam penggerebekan itu, namun masih ada upaya massa untuk menggagalkan petugas mengamankan 10 pria, mesin judi jekpot, mesin judi tembak ikan, bong dan sepedamotor dengan cara berpura-pura sesak nafas saat mencoba menghalangi petugas.

Guna penyidikan, 10 pria, 5 mesin judi jekpot, satu unit mesin judi tembak ikan, bong, sepedamotor diamankan ke Sat Narkoba Polresta Deliserdang. (btr)

Aktor Hollywood Mahershala Ali, Berani karena Islam

PIALA: Mahershala Ali saat menunjukkan piala Golden Globe yang diraihnya sebagai aktor pendukung terbaik.
PIALA: Mahershala Ali saat menunjukkan piala Golden Globe yang diraihnya sebagai aktor pendukung terbaik.
PIALA: Mahershala Ali saat menunjukkan piala Golden Globe yang diraihnya sebagai aktor pendukung terbaik.
PIALA: Mahershala Ali saat menunjukkan piala Golden Globe yang diraihnya sebagai aktor pendukung terbaik.

Proses pencarian Tuhan bisa menjadi sebuah proses panjang dan sangat emosional bagi seseorang. Terutama ketika mereka merasa telah menemukan Tuhan dengan keyakinan yang berbeda yang dianut keluarga dan bahkan dirinya sebelumnya. Proses panjang ini pulalah yang dialami aktor Mahershala Ali.

Terlahir dengan nama Mahershalalhashbaz Gilmore, Mahershala merasakan pahit getirnya kehidupan di usia muda. Dia mulai mempertanyakan Tuhan yang dia cari ketika berusia 20an. Sepanjang hidupnya, Mahershala dibesarkan di tengah keluarga Kristen yang taat. Kakeknya adalah seorang Penatua. Jabatan ini kemudian disandang ibunya, Willicia.

Kehidupan masa kecil Mahershala tidaklah terlalu mulus. Ayahnya, Phillip, tiba-tiba meninggalkan keluarga itu demi mengejar kariernya sebagai seorang aktor. Phillip adalah seorang penari amatir yang pada akhir 1970an diundang untuk tampil di acara televisi bernama Soul Train. Dia menang, pulang dengan membawa mobil sport dan kemudian pergi ke New York untuk bekerja di teater. Selama hampir 20 tahun sampai dia meninggal pada pertengahan 1990an, Phillip tampil di sejumlah drama musikal Broadway. Mahershala beberapa kali berkunjung, tapi tidak terlalu sering bertemu ayahnya karena pekerjaannya itu.

Tanpa kehadiran ayahnya, otomatis, Mahershala hanya tinggal bersama ibunya. Mereka pun sangat dekat. Ketika berusia 20 tahunan, Mahershala mulai mempertanyakan hubungannya bersama Tuhan yang selama ini dia kenal.

“Kami kehilangan banyak tahun. Berhubungan dengan Tuhan melalui Kristen membawa saya selama beberapa waktu. Dan, kemudian saya merasa saya harus memahami sesuatu dengan lebih dalam. Jadi, saya melewatin proses mendalami berbagai macam agama dan filosofi dan cara untuk berhubungan dengan Tuhan. Dan, itu berakhir dengan Islam bagi saya,” tutur Mahershala kepada Guardian dalam sebuah wawancara.

Pada 2000, Mahershala pun memantapkan hatinya. Dia kemudian menjadi mualaf. Salah satu langkah pertamanya setelah memeluk Islam adalah mengubah namanya dari Gilmore menjadi Ali. Ini membuat ibunya kecewa. Banyak temannya yang bingung. Namun, menurut Mahershala, semuanya itu tidak terlihat begitu sulit untuk menjelaskan apa yang dia lakukan kepada mereka.

Kesulitan menjadi Islam datang pada dirinya usai peristiwa 11 September (9/11) 2001. Setelah para pembajak menabrakkan pesawat ke World Center Trade (WTC) di New York dan ke Pentagon di Washington DC, kehidupan kaum muslim di Amerika Serikat (AS) menjadi sulit. Cibiran, ejekan dan kecurigaan pun mampir kepada mereka. Mahershala pun bukan pengecualian.

“Rasanya bukan sesuatu yang sulit dilakukan (menjelaskan kemualafannya). Dan, kemudian 9/11 terjadi,” kata dia.

Pascaperistiwa itu, Maherhsala sempat mengalami kesulitan ketika harus bepergian dengan pesawat. Selama beberapa tahun, dia harus masuk ke ruang pemeriksaan keamanan ketika di bandara. Dia kemudian tahu bahwa namanya masuk daftar pengawasan untuk perjalanan udara. Tak hanya itu, istrinya pun terpaksa melepas hijabnya saat berada di jalanan kota. Sementara, rekening bank mereka tiba-tiba dibekukan.

Pada Januari 2017, Mahershala harus menghadiri upacara penghargaan Screen Actor Guild (SAG). Sebelum acara itu digelar, Presiden AS Donald Trump baru saja mengumumkan kebijakan yang kemudian disebut larangan bepergian muslim. Mahershala punya banyak hal dalam hidupnya—dia akan punya anak dan akan menghadiri upacara penghargaan Oscar. Di SAG dan Oscar, dia dinominasikan untuk aktor pendukung terbaik lewat film Moonlight.

Apa yang dia raih itu adalah sesuatu yang luar biasa. Jarang bagi seorang aktor muslim bisa masuk nominasi penghargaan seperti itu. Dia bisa saja tidak memikirkan politik saat itu. Tapi, selama perjalanan menuju SAG, dia terus memikirkan larangan perjalanan Trump itu. Mahershala tidak mengkhayalkan mendebat dan di saat yang sama dia merasa perlu menegaskan di mana dia berdiri di tengah-tengah acara kondang itu.

“Dan, kalau saya adalah orang yang mereka rasa cukup terhormat mendapatkan penghargaan itu, maka saya tidak ada bedanya dengan orang yang dilarang masuk ke negara ini,” kata dia.

Dan, dia menang. Mahershala memanfaatkan kesempatan itu untuk menceritakan tentang dirinya saat pidato penerimaan penghargaan. Pidatonya itu ditonton ratusan ribu orang di online.

“Ibu saya seorang penatua. Saya seorang muslim, dia jungkir balik saat saya bilang saya jadi mualaf 17 tahun lalu. Tapi, saya beritahu kalian sekarang, singkirkan ini dan saya bisa melihat ibu saya, ibu bisa melihat saya dan kami saling menyayangi,” ujar Mahershala.

Kesulitan hidup tak hanya didapatkan Mahershala dari agama yang dia anut. Rasnya pun membuatnya mengalami kesulitan tersendiri. Kepada Guardian, dia menuturkan dia merasa harus mengatur ketakutan orang atas warna kulitnya. Dia sangat sadar dengan bagaimana orang melihatnya karena warna kulitnya dan mengakui bagaimana orang memperlakukannya mempengaruhi energinya.

Selain ras, Mahershala melihat agamanya menjadi sesuatu yang dihindari kaum konservatif di Amerika. Dia pun mulai mengira-ira apakah itu akan mempengaruhi pekerjaannya. Dia kemudian memutuskan untuk menjaga keyakinannya dengan memisahkannya dari pekerjannya sebagai aktor. Dua hal itu pekerjaan dan keyakinan berada di jalan bertubrukan selama bertahun-tahun.

Mahershala memenangkan piala Golden Globe 2019 untuk kategori aktor pendukung terbaik lewat film Green Book di tahun yang sama. (bbs/ram)

Kenapa Indonesia Bermazhab Syafi’i?

SUMUTPOS.CO – Mazhab Syafi’i yang berafiliasi ke Imam Syafi’i merupakan salah satu mazhab utama dari empat mazhab fikih yang masih bertahan. Mazhab ini banyak dianut antara lain di sebagian besar negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Mengapa bisa demikian?

Menurut Direktur Aswaja Center Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin, kondisi tersebut karena memang para pendakwah yang menyebarkan ajaran Islam ke Tanah Jawa ini memang lebih dahulu adalah yang bermazab Syafi’i.

“Hal ini bisa dilihat dari riwayat perjalanan Ibnu Bathuthah yang hidup pada 1303-1377 M,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (13/2).

Dia menukilkan penjelasan dalam kitab Rihlah Ibnu Bathuthah (4/114) sebagai berikut:

Tentang Sultan Negeri Jawa

Dia adalah Sultan Raja Adz-Dzahir, termasuk raja yang utama dan mulia. Dia Bermadzhab Syafi’i.

Penduduk negerinya adalah bermazab Syafi’i, mereka senang berjihad

Sementara itu menurut Sayid Alwi bin Thahir al-Haddad melalui kitabnya yang berjudul Jana Samarikh min Jawab Asilah fi at-Tarikh, fikih nusantara itu memang lebih dekat dengan mazhab Syafi’i karena penyebar Islam pertama kali ke Indonesia bermazhab Syafi’i. Ini bila merujuk pada teori bahwa pendakwah Islam tersebut adalah keturunan Rasulullah SAW yang nasabnya bermuara ke Imam al-Muhajir.

Para ulama menegaskan Imam al-Muhajir bermazhab Suni dalam teologi dan menganut mazhab Syafi’i di bidang fikih. Ini seperti ditegaskan oleh Sayid Muhammad bin Ahmad al-Syatri, dalam kitabnya yang bertajuk Al-Adwar. Namun, Imam al-Muhajir tetap bersikap kritis dan tidak taklid buta terhadap mazhab Syafi’i.

Abdullah bin Nuh dalam kitab yang bertajuk Al-Imam al-Muhajir wa Ma Lahu wa Linaslihi wa lil aimmati min Aslafihi min al-Fadhail wa al-Maatsir mengatakan, salah satu alasan mengapa mazhab Syafi’i menjadi pilihannya karena kecintaan tokoh kelahiran Gaza tersebut kepada Ahlul Bait.

Keputusan untuk tetap berada di mazhab Syafi’i dengan disertai sikap kritis sebagai mujtahid, bertahan hingga keturunan berikutnya. Inilah mengapa Indonesia mayoritas penduduknya bermazhab Syafi’i.

GWJ Drewes dalam buku New Light on the Coming of Islam to Indonesia mengaitkan asal Islam di nusantara dengan wilayah Gujarat dan Malabar. Menurut pakar dari Universitas Leiden, Pijnapple, asal-muasal Islam di nusantara yaitu berasal dari Anak Benua India, bukannya Persia atau Arabia.

Menurut dia, orang-orang Arab bermazhab Syafi’i yang bermigrasi, datang, dan menetap di wilayah India tersebut. Kemudian, mereka membawa Islam ke nusantara.

Paham Ahlussunah waljamaah atau yang dikenal dengan Suni berkembang di Indonesia.

Zamakhsyari Dhofier dalam buku Tradisi Pesantren menuliskan, para kiai sebagai pelaku sejarah memahami bagaimana makna dan kandungan paham Ahlussunnah waljamaah.

Mereka berhasil membimbing umat Islam Indonesia taat menganut paham Ahlussunnah waljamaah selama lebih dari 800 tahun. (rol/ram)

Islam adalah Jalan yang Lurus

Ketika membaca Alquran dari depan, doa yang pertama kali dijumpai adalah: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”, (Al Fatihah ayat 6).

Kata shirathal mustaqim (jalan yang lurus) ini, paling tidak tersebar dalam 50 ayat di dalam Alquran. Sesuatu yang perlu diperhatikan, apalagi setiap melaksanakan shalat kata shiratal mustaqim ini selalu dibaca. Bahkan sering didengar tentang cerita shiratal mustaqim ini sebuah jembatan menuju surga yang melewati neraka. Tetapi bukan jembatan itu yang akan dibahas dalam tulisan ini, melainkan shiratal mustaqim yang terkait dengan agama.

Ini penting diketahui mengingat banyaknya agama yang berlalu lalang tiap hari yang didaku sebagai agama langit atau berasal dari Tuhan dan bukan budaya manusia. Lalu dari berbagai agama tersebut, manakah yang termasuk agama yang lurus sebagai jawaban dari doa yang diajarkan lewat Alquran itu.

Beberapa ayat-ayat yang terkait dengan shiratal mustaqim ini menunjukkan agama yang lurus adalah agama Ibrahim. Salah satu ayat yang menunjukkan hal ini adalah surat Al An’am ayat 161. Kemudian pada ayat berikutnya diterangkan sejumlah ciri-ciri agama Ibrahim yang lurus itu (QS Al An’am ayat 162-163)

Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”.(161). Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, (162). tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama (Muslimin) menyerahkan diri (kepada Allah)” (163). (QS Al An’am 161-163)

Dari ayat di atas jelas bahwa agama yang benar, agama yang lurus adalah agama Ibrahim. Pemeluk agama Ibrahim ini bercirikan, menjalankan shalat dan beribadah hanya untuk Allah. Demikian juga dengan hidup dan matinya hanya untuk Allah. Pemeluk agama Ibrahim juga tiada menyekutukan Allah. Lalu siapa nama pemeluk agama Ibrahim ini, disebutkan dalam Al An’am ayat 163 sebagai al-muslimin.

Karenanya jelas bahwa pemeluk agama Ibrahim adalah Muslim, dan agamanya disebut Islam. Itulah Islam jalan lurus. Jadi sebetulnya, Islam ini bukan hanya agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW tetapi juga dibawa nabi-nabi sebelumnya. Ini dapat dilihat dalam Alquran surat Al Hajj ayat 78:

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Alquran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (Al Hajj 78)

Tetapi mengapa timbul nama-nama agama yang mengaku dari Allah, ini karena mereka berbuat berlebihan. Mereka lebih mementingkan hawa nafsu ketimbang agama yang dibawa nabinya, sehingga mereka tersesat jalan. Lihat QS Al Maidah ayat 77 yang artinya:

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” (Al Maidah 77).

Karenanya, untuk tetap di jalan lurus. Pemeluk agama Islam harus berpegang teguh kepadanya, agar tidak tersesat jalan.

Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. (Az Zukhruf 43). (rol/ram)