25 C
Medan
Sunday, January 25, 2026
Home Blog Page 4499

Kapolres Nias Berikan Penghargaan kepada Polsek & Personel Polres, Polsek Lahewa Terbaik

PENGHARGAAN: Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, SIk MH secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada Polsek Lahewa sebagai Polsek terbaik dari 11 Polsek yang ada di jajaran Polres Nias diterima oleh Kapolsek Lahewa, AKP Arius Zega SH MH, bersama 6 personel Polres Nias yang mempunyai kinerja dan dedikasi baik.
PENGHARGAAN: Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, SIk MH secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada Polsek Lahewa sebagai Polsek terbaik dari 11 Polsek yang ada di jajaran Polres Nias diterima oleh Kapolsek Lahewa, AKP Arius Zega SH MH, bersama 6 personel Polres Nias yang mempunyai kinerja dan dedikasi baik.
PENGHARGAAN: Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, SIk MH secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada Polsek Lahewa sebagai Polsek terbaik dari 11 Polsek yang ada di jajaran Polres Nias diterima oleh Kapolsek Lahewa, AKP Arius Zega SH MH, bersama 6 personel Polres Nias yang mempunyai kinerja dan dedikasi baik.
PENGHARGAAN: Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, SIk MH secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada Polsek Lahewa sebagai Polsek terbaik dari 11 Polsek yang ada di jajaran Polres Nias diterima oleh Kapolsek Lahewa, AKP Arius Zega SH MH, bersama 6 personel Polres Nias yang mempunyai kinerja dan dedikasi baik.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Polsek Lahewa meraih penghargaan sebagai Polsek terbaik dari 11 Polsek yang ada di jajaran Polres Nias. Pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan di halaman Mapolres Nias, Jalan Bhayangkara nomor 1, Kelurahan Ilir, Gunungsitoli, Rabu, (12/2).

Selain pemberian Penghargaan Kepada Polsek Lahewa sebagai Polsek terbaik, Kapolres Nias juga memberi penghargaan kepada 6 orang personel yang mempunyai kinerja dan dedikasi yang baik.

Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, SIk MH menyatakan tujuan pemberian penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi pimpinan atas kerja keras anggota dalam melaksanakan tugasnya.

“Terima kasih untuk semua personel yang hingga saat ini masih bertugas dengan baik,” ujarnya.

Kapolres Nias mengungkapkan, pemberian penghargaan tersebut telah melalui proses dan rapat penilaian tim yang dibentuk. Dipimpin oleh Wakapolres Nias, Kompol Yafao Harefa dan para perwira lingkup Polres Nias.

“Harapan saya sebagai pimpinan agar hal yang sudah dicapai tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan, demikian juga terhadap personel lainnya juga berlomba berbuat yang terbaik dalam melaksanakan tugas,” harapnya.

Menurut AKBP Deni, ke 6 personel tersebut di berikan penghargaan atas penilaian saat melaksanakan tugas kepolisian dengan penuh dedikasi, loyalitas dan berkinerja baik serta melebihi tupoksi dalam pelaksanaan tugas.

Sementara itu, Kapolsek Lahewa, AKP Arius Zega SH MH saat diwawancarai war tawan terkait penghargaan yang ia terima sebagai sebagai Polsek terbaik dari 11 Polsek se-jajaran Polres Nias mengaku tidak menyangka jika Polsek yang ia pimpin terpilih sebagai Polsek terbaik.

“Saya mewakili Polsek Lahewa menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak Kapolres Nias atas penghargaan yang telah di berikan ini, kami tidak menyangka kalau apa yang kami lakukan selama ini ternyata dipantau oleh pimpinan. Penghargaan ini kami jadikan motivasi untuk lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berada di wilayah hukum Polsek Lahewa,” kata mantan Kasat Narkoba Polres Nias itu.

Adapun ke-6 personel Polres Nias yang menerima penghargaan yakni , Aipda Meyman Syukur Zendrato jabatan PS. Paur log Subbag Sarpras Gag Sumda, Bripka Agustinus Laoli (Bhabinkamtibmas Kelurahan Saombo Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli), Bripka Netanilman Halawa S.H (Brigadir unit lidik 3 Sat Reskrim), Bripka Agus Setiaman Lase (Brigadir Ursim Sat Lantas), Brigadir Mangihut M Gurning SH (Bhabinkatibmas Desa Afulu Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara) dan Briptu Rizky Wahyudi (Brigadir Bag Ops). (adl/ram)

Dinas PUPR Nias: Proyek Rp70 M Segera Ditender

KERJA: Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nias, Nuzlan Musfi ST MT di ruang kerjanya, Selasa (11/2).
KERJA: Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nias, Nuzlan Musfi ST MT di ruang kerjanya, Selasa (11/2).
KERJA: Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nias, Nuzlan Musfi ST MT  di ruang kerjanya, Selasa (11/2).
KERJA: Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nias, Nuzlan Musfi ST MT di ruang kerjanya, Selasa (11/2).

NIAS, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Nias melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan segera melakukan proses lelang proyek tahun anggaran 2020 sebesar Rp70 Miliar. Anggaran itu bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Rp35 Miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp35 Miliar.

“Untuk tahun anggaran 2020 ini, jumlah keseluruhan berkisar Rp 70 Miliar. Sebenarnya begitu pengesahan, sudah bisa ditender, namun kita perkirakan akhir bulan ini,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nias, Nuzlan Musfi ST MT kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Selasa (11/2).

Nuzlan mengakui belum dimulainya proses lelang dipengaruhi keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Dinas PUPR Kabupaten Nias.

“SDM kita terbatas, sekarang ini sebagian sibuk mendampingi pemeriksa dari BPK dan sebagian mengikuti munserbang. Memang rencana kita tahun ini proses lelang dipercepat, agar serapan anggaran bisa maksimal,” tambah Mantan Kadis Perkim Kabupaten Nias itu.

Nuzlan mengungkapkan, sesuai perencanaan, anggaran di Dinas PUPR Kabupaten Nias tahun 2020 ini lebih diprioritaskan pada proyek pembukaan daerah terisolir, peningkatan struktur jalan dan jembatan. “Membuka daerah terisolir penting untuk peningkatan perekonomian masyarakat baik yang bermukim di desa maupun masyarakat Kabupaten Nias pada umumnya. Ini visi misi Bapak Bupati Nias,” kata Nuzlan.

Menurut Nuzlan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor lambannya pembangunan di daerah yang masih terisolir. Selain itu kondisi di lapangan yang medannya semakin sulit sehingga membutuhkan biaya yang besar. Sudah tiga tahun terakhir Dinas PUPR Kabupaten Nias tidak lagi mendapatkan kucuran Dana Bantuan Keuangan Provinsi, meskipun setiap tahunnya selalu mengajukan proposal ke Provinsi Sumatera Utara.

“Setiap tahun selalu kita ajukan proposal melalui munserbang Provinsi, biasanya besaran DBKP ini berkisar Rp 3 miliar per tahun. Harusnya daerah kita yang masih tergolong tertinggal sangat membutuhkan BKP itu, namun sejak tiga tahun terakhir kita tidak mendapatkannya lagi,”bebernya. (adl/ram)

Saat Larikan Sepedamotor Warga, Maling Nyaris Ditabrak Personel Polisi

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – MR Als Riki (30) warga Jalab Bersama Gang Durian Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang diamankan Polresta Deliserdang, Rabu (12/2) siang

Informasi dihimpun, penangkapan MR alias Rikib bermula pada saat personel polsek Batang Kuis Polresta Deliserdang melaksanakan pengamanan Tim Opal PLN Pada Rabu (12/2) di Jalan Sultan Serdang Kecamatan Batang Kuis.

Pada saat itu, personel Polisi mendengar teriakan dari warga dengan mengatakan “Maling – Maling”. Riki yang saat itu mengendarai sepeda motor hasil curiannya dikejar petugas. Namun Riki terus melaju dan petugas melakukan penghadangan. Namun Riki malah hendak menabrak petugas yang menghadang.

Kemudian petugas langsung melakukan pengejaran dan Riki terjatuh kedalam parit sehingga berhasil ditangkap. Selanjutnya Riki dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Batang Kuis.

Kapolsek Batang Kuis Polresta Deliserdang AKP Madianta boru Ginting mengatakan MR Als Riki berhasil ditangkap oleh anggota Unit Sabhara pada saat membawa kabur Satu Unit Sepeda motor Honda Beat Warna Merah BK 4128 UAA, milik korban Risma Sihombing (28) warga Dusun VI Gang Tembok Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang.

Terpisah, Kasubbag Humas Iptu Masfan Naibaho SH menerangkan dari tangan tersangka disita barang bukti berupa Satu unit Sepeda Motor Honda Beat Nopol BK 4128 UAA. Saat ini tersangka sudah dilimpahkan ke Polsek Tanjung Morawa karena kejadian awalnya masuk wilayah hukum Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang guna proses penyidikan lebih lanjut. (btr)

Antisipasi Kerusuhan, Polresta Deliserdang Kordinasi Dengan Lapas Lubukpakam

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kabag ops Polresta Deli Serdang Kompol Bambang Rubianto, SH, MH melaksanakan koordinasi bersama pihak Lapas kelas II B Lubuk Pakam untuk mengantisipasi kerusuhan didalam Lapas sehubungan yang terjadi di Lapas Kaban Jahe Tanah Karo beberapa hari yang lalu, Kamis (13/2) siang.

Kabag ops Polresta Deliserdang Kompol Bambang Rubianto, SH, MH, dimana sesuai rencana awal akan langsung melaksanakan koordinasi dengan Ka Lapas Lubukpakam, namun dikarenakan seluruh Ka Lapas se wilayah Kanwil Kemenkumham Sumut melaksanakan Rapat di Kantor Kanwil Kemenkumham Sumut, maka Ka Lapas diwakili oleh pejabat KPLP Lapas Chandra S Tarigan, SH.

Tujuan kordinasi ini dilaksanakan merupakan atensi langsung dari Kapolda Sumut melalui Kapolresta Deliserdang terkait terjadinya kerusuhan di Lapas Kabanjahe dapat dijadikan pembelajaran agar tidak terjadi di lapas Lubukpakam dan diharapkan masalah kecil tidak berkembang dan secepatnya di selesaikan sehingga setiap ada kejadian dilapas agar cepat berkordinasi kepada pihak TNI-POLRI dan instansi terkait lainnya.

Saat koordinasi tersebut Kabag ops Polresta Deliserdang Kompol Bambang Rubianto, SH, MH Meminta kepada pihak lapas IIB Lubuk pakam agar secepatnya mengadakan kegiatan Rapat kordinasi bekerja sama Polresta Deliserdang dan instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi kerusuhan manakala terjadi didalam Lapas IIB Lubukpakam atau apabila ada kejadian kontingensi lainnya dan kedepannya diharapkan melakukan kegiatan Simulasi/ Pelatihan tentang cara mengantisipasi manakala terjadi kerusuhan di Lapas, yaitu dengan cara melatihkan Peranan TNI – Polri dan Damkar dan instansi terkait lainnya dalam mengatasi kerusuhan.

Kabag ops Polresta Deliserdan Kompol Bambang Rubianto SH MH menyebutkan Koordinasi dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan di Lapas seperti di kabupaten Tanah karo.

“Kita berdiskusi denga pihak Lapas untuk mengantisipasi kerusuhan di lapas dan untuk melakukan simulasi dan pelatihan apabila terjadi kerusuhan, yang akan melibatkan Polresta Deli Serdang, unsur TNI dan lapas, Damkar, dan lainnya,” pungkasnya.

Pelaksanaan giat koordinasi berlangsung dengan aman dan lancar, selanjutnya KPLP Lapas Kelas II B Lubuk Pakam berjanji kepada Kabag Ops untuk menindak lanjuti hasil korodinasi secepatnya. (btr)

Virus Corona & Konflik Timur Tengah Pengaruhi Ekonomi Global

Harga Komoditas akan Naik

SUMUTPOS.CO – Pemerintah Indonesia akan melakukan antisipasi terhadap kemungkinan yang membuat perekonomian melambat. Berbagai kebijakan telah dibuat untuk memantau perekonomian global dan domestik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengungkapkan ada berbagai hal yang membuat perekonomian dunia memburuk, seperti konflik di timur tengah antara Amerika Serikat dan Irak juga virus corona.

“Penyebaran Virus Corona berisiko mempengaruhi perekonomian global dapat kita lihat dari estimasi para pakar,” ungkap Wiwiek. Wiwiek menjelaskan seperti dari ekonom China, Zhang Ming kalau tingkat pertumbuhan China diprediksi akan turun di bawah level 5 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya 6 persen (Disetahunkan) pada Q1-2020. Lalu UOB Group berasumsi Virus Corona bertahan selama 6 bulan.

“Perekonomian Tiongkok tahun 2020 diprediksi menurun 0,5-1,0 persen dari proyeksi pre-virus. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Singapura diprediksi menurun 0,5-1,0 persen dan Indonesia sendiri menurun 0,1- 0,2 persen terhadap proyeksi pre-virus ini, “ jelas Wiwiek.

Meskipun adanya ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi global sambung Wiwiek, perbaikan ekonomi global di tahun 2020 akan diiringi dengan peningkatan harga berbagai komoditas. Dengan itu, pihaknya sudah mempersiapkan langkah-langkah kedepannya.

“Harga CPO disinyalir meningkat didorong oleh keterbatasan stok di tengah peningkatan permintaan, baik dari negara penghasil maupun negara lainnya. Di samping itu, harga kopi dan dan aluminum juga mengalami perbaikan, “terangnya.

Untuk memperkuat momentum pertumbuhan dan mempertahankan stabilitas, dirinya juga mengatakan ada beberapa fokus kebijakan yang telah diambil berdasarkan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2020 seperti kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran, stabilitas eksternal yang terjaga, serta upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik. Kemudian strategi operasi moneter terus ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif.

Kebijakan makroprudensial yang akomodatif ditempuh untuk mendorong pembiayaan ekonomi sejalan dengan siklus finansial yang di bawah optimal dengan tetap memperhatikan prinsi kehati-hatian. Kemudian kebijakan sistem pembayaran dan kebijakan pendalaman pasar keuangan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Ke depan, Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal, serta turut mendukung momentum pertumbuhan ekonomi. Koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah dan Otoritas terkait terus diperkuat guna mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata dan aliran masuk modal asing termasuk Penanaman Modal Asing (PMA), “ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga memberitahukan kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019 tetap berdaya tahan di tengah kinerja perekonomian dunia yang melambat yakni 5,02 Persen. “Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh permintaan domestik yang tetap baik. Sedangkan kinerja ekspor menurun. Perkembangan keseluruhan tahun 2019 dicapai setelah pada triwulan IV 2019 pertumbuhan ekonomi tercatat 4,97 persen, “ pungkasnya. (gus/ram)

Upaya Mitigasi Risiko, Fintech P2P Lending Wajib Berlakukan Tanda Tangan Elektronik

BINCANG: CoFounder & President PT Modal Rakyat Indonesia, Stanislaus Tandelilin (kiri) berbincang dengan rekan.
BINCANG: CoFounder & President PT Modal Rakyat Indonesia, Stanislaus Tandelilin (kiri) berbincang dengan rekan.
BINCANG: CoFounder & President PT Modal Rakyat Indonesia, Stanislaus Tandelilin (kiri) berbincang dengan rekan.
BINCANG: CoFounder & President PT Modal Rakyat Indonesia, Stanislaus Tandelilin (kiri) berbincang dengan rekan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Awal tahun 2020, satuan tugas waspada investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menemukan 120 entitas layanan fintech p2p lending ilegal yang tidak terdaftar. Berita negatif terkait pinjaman online dan investasi online “bodong” belum lama ini memang sangat digandrungi masyarakat.

Tidak sedikit masyarakat bahkan menjadi ketakutan untuk mencoba instrumen investasi p2p lending. Maraknya berita negatif tentang korban investasi online & pinjaman online perlahan membangun persepsi negatif terhadap industri ini. Sehingga literasi terkait seleksi terhadap perusahaan fintech legal masih sangat diperlukan.

Melihat fenomena ini, tentu OJK tidak diam saja. Sebagai badan regulasi yang mengatur kinerja lembaga-lembaga keuangan di Indonesia, OJK mengeluarkan berbagai peraturan yang terkait dengan mitigasi risiko, salah satunya adalah pengadaan tanda tangan elektronik bagi perusahaan fintech p2p lending.

Peraturan tersebut dimuat dalam SEOJK 18/2017 tentang Tata Kelola Manajemen Risiko Penyelenggaraan LPMUBTI pasal 41 ayat 3, yakni tanda tangan elektronik wajib diselenggarakan bagi semua perusahaan fintech p2p lending.

“Legalitas tanda tangan digital di Indonesia sudah memiliki payung hukum melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2012 Pasal 52 Ayat 1 dan 2 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, serta Undang-Undang Republik Indonesia No 11 Tahun 2008 Pasal 11 Ayat 1 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dengan payung hukum tersebut, tentu tanda tangan digital memiliki kekuatan dan akibat hukum yang sah seperti tanda tangan manual,” ungkap Stanislaus M.C. Tandelilin (CoFounder & President PT Modal Rakyat Indonesia).

Modal Rakyat sebagai salah satu perusahaan p2p lending yang telah terdaftar di OJK sejak Juni 2018 bekerjasama dengan PrivyID dalam mengadakan tanda tangan elektronik. Modal Rakyat memilih PrivyID karena perusahaan tersebut telah memiliki izin pada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO RI) sebagai penyedia jasa layanan tanda tangan elektronik.

Saat ini di Modal Rakyat tercatat lebih dari 47.000 Pendana telah terdaftar, dimana sebanyak 69.8% Pendana laki-laki dan 30.2% Pendana Perempuan. Adapun rentan usia pendana masih didominasi oleh usia 19-34 tahun sebanyak 55.9%, usia 35-54 tahun sebanyak 28.4%, usia <19 tahun sebanyak 8.8%, dan 6.8% Pendana rentan usia lebih dari 54 tahun.

Pada tahun 2020, Modal Rakyat menargetkan semua pengguna baru akan melakukan tanda tangan elektronik, tentunya dengan dibarengi sosialisasi kepada pengguna. Sosialisasi dilakukan secara langsung melalui dashboard pengguna dan sosial media. Hingga saat ini Modal Rakyat telah menyalurkan pendanaan kepada UMKM lebih dari Rp160 Miliar. Tahun 2020 ini Modal Rakyat optimis dapat menyalurkan pendanaan kepada UMKM sebanyak Rp500 Miliar.

Modal Rakyat yakin bahwa salah satu cara mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia harus diimbangi dengan adanya literasi tentang “gotong-royong mendanai UMKM melalui p2p lending”. Hal ini dapat diwujudkan dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan peran serta masyarakat. (rel/ram)

Kapolres Nias Berikan Penghargaan kepada Polsek dan Personel Polres, Polsek Lahewa Terbaik

PENGHARGAAN: Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, SIk MH secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada Polsek Lahewa sebagai Polsek terbaik dari 11 Polsek yang ada di jajaran Polres Nias diterima oleh Kapolsek Lahewa, AKP Arius Zega SH MH, bersama 6 personel Polres Nias yang mempunyai kinerja dan dedikasi baik.
ist

GUNUNG SITOLI, SUMUTPOS.CO – Polsek Lahewa meraih penghargaan sebagai Polsek terbaik dari 11 Polsek yang ada di jajaran Polres Nias. Pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan di halaman Mapolres Nias, Jalan Bhayangkara nomor 1, Kelurahan Ilir, Gunungsitoli, Rabu, (12/2).

Selain pemberian Penghargaan Kepada Polsek Lahewa sebagai Polsek terbaik, Kapolres Nias juga memberi penghargaan kepada 6 orang personel yang mempunyai kinerja dan dedikasi yang baik.

Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, SIk MH menyatakan tujuan pemberian penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi pimpinan atas kerja keras anggota dalam melaksanakan tugasnya.

“Terima kasih untuk semua personel yang hingga saat ini masih bertugas dengan baik,” ujarnya.

Kapolres Nias mengungkapkan, pemberian penghargaan tersebut telah melalui proses dan rapat penilaian tim yang dibentuk. Dipimpin oleh Wakapolres Nias, Kompol Yafao Harefa dan para perwira lingkup Polres Nias.

“Harapan saya sebagai pimpinan agar hal yang sudah dicapai tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan, demikian juga terhadap personel lainnya juga berlomba berbuat yang terbaik dalam melaksanakan tugas,” harapnya.

Menurut AKBP Deni, ke 6 personel tersebut di berikan penghargaan atas penilaian saat melaksanakan tugas kepolisian dengan penuh dedikasi, loyalitas dan berkinerja baik serta melebihi tupoksi dalam pelaksanaan tugas.

Sementara itu, Kapolsek Lahewa, AKP Arius Zega SH MH saat diwawancarai war tawan terkait penghargaan yang ia terima sebagai sebagai Polsek terbaik dari 11 Polsek se-jajaran Polres Nias mengaku tidak menyangka jika Polsek yang ia pimpin terpilih sebagai Polsek terbaik.

“Saya mewakili Polsek Lahewa menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak Kapolres Nias atas penghargaan yang telah di berikan ini, kami tidak menyangka kalau apa yang kami lakukan selama ini ternyata dipantau oleh pimpinan. Penghargaan ini kami jadikan motivasi untuk lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berada di wilayah hukum Polsek Lahewa,” kata mantan Kasat Narkoba Polres Nias itu.

Adapun ke-6 personel Polres Nias yang menerima penghargaan yakni , Aipda Meyman Syukur Zendrato jabatan PS. Paur log Subbag Sarpras Gag Sumda, Bripka Agustinus Laoli (Bhabinkamtibmas Kelurahan Saombo Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli), Bripka Netanilman Halawa S.H (Brigadir unit lidik 3 Sat Reskrim), Bripka Agus Setiaman Lase (Brigadir Ursim Sat Lantas), Brigadir Mangihut M Gurning SH (Bhabinkatibmas Desa Afulu Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara) dan Briptu Rizky Wahyudi (Brigadir Bag Ops). (adl/ram)

Kemenko: Harga Gas 3 Kg Tidak Naik

ELPIJI: Ratusan elpiji 3 Kg siap didistribusikan. Rencananya, subsidi gas elpiji 3 Kg akan dicabut.
ELPIJI: Ratusan elpiji 3 Kg siap didistribusikan. Rencananya, subsidi gas elpiji 3 Kg akan dicabut.
ELPIJI: Ratusan elpiji 3 Kg siap didistribusikan. Rencananya, subsidi gas elpiji 3 Kg akan dicabut.
ELPIJI: Ratusan elpiji 3 Kg siap didistribusikan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga gas tabung LPG 3 Kg. Pasalnya, banyak isu beredar terkait naiknya harga LPG yang dikonsumsi mayoritas masyarakat Indonesia tersebut.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir menjelaskan hal tersebut tidak pernah dibahas dalam rapat koordinator maupun rapat terbatas. Bahkan, kementerian terkait pun terheran-heran mengenai isu tersebut.

“Pemerintah itu belum pernah merapatkan kenaikan harga gas, kita belum pernah mengkoordinasikan, justru para menteri heran kok keluar isu kenaikan harga,” ujarnya dalam Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Kamis (13/2).

Menurutnya, segala sesuatu kebijakan strategis yang berdampak luas bagi masyarakat itu harus diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Begitu pula dengan isu kenaikan listrik yang ia anggap mengada-ada.

“Itu enggak bener ada kenaikan harga, di rakor aja, di ratas belum pernah ngomong soal kenaikan gas, enggak ada itu, listrik juga gitu enggak ada. Segala sesuatu yang berdampak kepada masyarakat, apalagi menaikkan harga BBM atau TBL (tabung gas LPG) ataupun gas,” katanya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada Jumat (7/2) lalu juga melempar komentar akan hal tersebut dan menyatakan keengganannya untuk menindaklanjuti kenaikan gas melon itu. “Enggak usah ditanya lagi deh,” sanggahnya.

Sebelumnya beredar isu rencana pemerintah untuk mengatur ulang skema subsidi LPG 3 Kg. Kebijakan itu menuai banyak kecaman. Karena sangat membebani rakyat kecil. (jpc/ram)

Gus Irawan Pasaribu: Negara Wajib Hadirkan Listrik Murah

SEMINAR: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan, saat seminar publik bersama PLN di Pondok Pesantren Istana Nagaga Najugal Angkola Muaratais, Tapanuli Selatan.
SEMINAR: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan, saat seminar publik bersama PLN di Pondok Pesantren Istana Nagaga Najugal Angkola Muaratais, Tapanuli Selatan.
SEMINAR: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan, saat seminar publik bersama  PLN di Pondok Pesantren Istana Nagaga Najugal Angkola Muaratais, Tapanuli Selatan.
SEMINAR: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan, saat seminar publik bersama PLN di Pondok Pesantren Istana Nagaga Najugal Angkola Muaratais, Tapanuli Selatan.

BATANG ANGKOLA, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu yang membidangi energi dan lingkungan hidup menegaskan, negara harus bertanggungjawab menghadirkan listrik murah bagi rakyat.

Hal tersebut disampaikkan pada seminar publik kerja sama dengan PLN bertema ‘Peran Negara dalam Menghadirkan Listrik Murah’, bekerja sama dengan PLN di Pondok Pesantren Istana Nagaga Najugal Angkola Muaratais, Tapanuli Selatan, Sabtu (8/2).

Gus Irawan menyatakan, sumber daya energi merupakan sumber daya alam yang strategis dan sangat penting bagi hajat hidup rakyat banyak terutama dalam peningkatan kegiatan ekonomi, kesempatan kerja,dan ketahanan Nasional.

Menurut Gus Irawan, hal tersebut telah sesuai dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, maka seluruh sumber daya energi yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai Negara dan dipergunakan bagi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Sumber daya energi merupakan sumber daya alam yang strategis dan sangat penting bagi hajat hidup rakyat banyak, terutama dalam peningkatan kegiatan ekonomi, kesempatan kerja,dan ketahanan nasional maka sumber daya energi harus dikuasai negara dan dipergunakan bagi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” kata dia mempertegas isi pasal 33 tersebut.

Maka, kata Gus Irawan, PLN harus mampu mengimplementasikan perencanaan kebutuhan listrik nasional dengan pemenuhan kebutuhan energi yang mencukupi, memiliki keandalan yang baik, berkelanjutan, harga yang terjangkau oleh masyarakat secara luas dan keadilan dalam mengakses bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dia menekankan, PLN harus mampu mengimplementasikan perencanaan kebutuhan listrik nasional dengan pemenuhan kebutuhan energi yang mencukupi bagi seluruh rakyat.

“Sekali lagi saya sampaikan perusahaan negara yang membidangi listrik yaitu PLN harus memiliki keandalan, berkelanjutan, harga yang terjangkau oleh masyarakat secara luas, dan berkeadilan. Jika tidak masyarakat akan kesulitan,” tuturnya.

Gus Irawan menyatakan, Menurut dia, sumber daya energi merupakan sumber daya alam yang strategis dan sangat penting bagi hajat hidup Rakyat banyak terutama dalam peningkatan kegiatan ekonomi, kesempatan kerja,dan ketahanan Nasional.

Menurut Gus Irawan, hal tersebut telah sesuai dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, maka seluruh sumber daya energi yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai Negara dan dipergunakan bagi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Sumber daya energi merupakan sumber daya alam yang strategis dan sangat penting bagi hajat hidup rakyat banyak terutama dalam peningkatan kegiatan ekonomi, kesempatan kerja,dan ketahanan nasional maka sumber daya energi harus dikuasai negara dan dipergunakan bagi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” kata dia mempertegas isi pasal 33 tersebut.

Maka, kata Gus Irawan, PLN harus mampu mengimplementasikan perencanaan kebutuhan listrik nasional dengan pemenuhan kebutuhan energi yang mencukupi, memiliki keandalan yang baik, berkelanjutan, harga yang terjangkau oleh masyarakat secara luas dan keadilan dalam mengakses bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dia menekankan PLN harus mampu mengimplementasikan perencanaan kebutuhan listrik nasional dengan pemenuhan kebutuhan energi yang mencukupi bagi seluruh rakyat. “Akhir pekan lalu di daerah pemilihan ada banyak keluhan soal listrik. Bahkan di beberapa daerah yang ada mesin pembangkit listriknya tapi masyarakat tak menikmati, maka kami dorong agar negara memperhatikannya,” kata dia. (rel/ila)

Dinas PUPR Nias Proyek Rp70 M Segera Ditender

KERJA: Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nias, Nuzlan Musfi ST MT di ruang kerjanya, Selasa (11/2).
ist

NIAS, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Nias melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan segera melakukan proses lelang proyek tahun anggaran 2020 sebesar Rp70 Miliar. Anggaran itu bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Rp35 Miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp35 Miliar.

“Untuk tahun anggaran 2020 ini, jumlah keseluruhan berkisar Rp 70 Miliar. Sebenarnya begitu pengesahan, sudah bisa ditender, namun kita perkirakan akhir bulan ini,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nias, Nuzlan Musfi ST MT kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Selasa (11/2).

Nuzlan mengakui belum dimulainya proses lelang dipengaruhi keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Dinas PUPR Kabupaten Nias.

“SDM kita terbatas, sekarang ini sebagian sibuk mendampingi pemeriksa dari BPK dan sebagian mengikuti munserbang. Memang rencana kita tahun ini proses lelang dipercepat, agar serapan anggaran bisa maksimal,” tambah Mantan Kadis Perkim Kabupaten Nias itu.

Nuzlan mengungkapkan, sesuai perencanaan, anggaran di Dinas PUPR Kabupaten Nias tahun 2020 ini lebih diprioritaskan pada proyek pembukaan daerah terisolir, peningkatan struktur jalan dan jembatan. “Membuka daerah terisolir penting untuk peningkatan perekonomian masyarakat baik yang bermukim di desa maupun masyarakat Kabupaten Nias pada umumnya. Ini visi misi Bapak Bupati Nias,” kata Nuzlan.

Menurut Nuzlan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor lambannya pembangunan di daerah yang masih terisolir. Selain itu kondisi di lapangan yang medannya semakin sulit sehingga membutuhkan biaya yang besar. Sudah tiga tahun terakhir Dinas PUPR Kabupaten Nias tidak lagi mendapatkan kucuran Dana Bantuan Keuangan Provinsi, meskipun setiap tahunnya selalu mengajukan proposal ke Provinsi Sumatera Utara.

“Setiap tahun selalu kita ajukan proposal melalui munserbang Provinsi, biasanya besaran DBKP ini berkisar Rp 3 miliar per tahun. Harusnya daerah kita yang masih tergolong tertinggal sangat membutuhkan BKP itu, namun sejak tiga tahun terakhir kita tidak mendapatkannya lagi,”bebernya. (adl/ram)