Home Blog Page 4499

Koptan Setia Kawan Gugat Okupasi PTPN II, Hakim PTUN Gelar Sidang Lapangan

sidang lapangan: hakim PTUN Medan melakukan sidang lapangan di Desa Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Jumat (13/3).
sidang lapangan: hakim PTUN Medan melakukan sidang lapangan di Desa Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Jumat (13/3).
sidang lapangan: hakim PTUN Medan melakukan sidang lapangan di Desa Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Jumat (13/3).
sidang lapangan: hakim PTUN Medan melakukan sidang lapangan di Desa Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Jumat (13/3).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Okupasi lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II atas sertifikat HGU No. 54 dan 55 di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, terbukti cacat administrasi hukum karena berada di wilayah Deliserdang. Bukti ini terungkap saat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan menggelar sidang lapangan, Jumat (13/3).

Dalam sidang lapangan ini, menunjukkan bahwa lokasi lahan yang digugat oleh kelompok Tani Setia Kawan berada di wilayah administrasi Kota Binjai, sesuai PP No 10 Tahun 1986 tentang pemekaran Kota Binjai dan dikuatkan KEPMENDAGRI No 47 Tahun 2014 tentang tapal batas administrasi Kota Binjai dan Kabupaten Delserdang. Hal ini bertentangan dengan sertifikat HGU No 54 dan 55 milik PTPN II yang menyebut lahan yang diokupasi berada di desa Tunggurono, Kabupaten Deliserdang, sehingga diduga ada mall administrasi dalam penerbitan sertifikat HGU.

Sidang lapangan yang diketuai Majelis Hakim Kasim ini dihadiri pihak penggugat dari Kelompok Tani Setia Kawan, para tergugat yakni Kementerian ATR/BPR, Kanwil BPN Sumut, BPN Deliserdang, dan tergugat intervensi PTPN II. Dalam sidang lapangan yang berlangsung sekitar 4 jam lebih ini, para pihak ditunjukkan peta objek yang berperkara yakni sertifikat No. 55.

Menurut Kelompok Tani Setiakawan, tanah mereka tidak ada berkaitan dengan HGU milik PTPN II. Justru sebaliknya, lahan yang disebut PTPN II dalam sertifikat No.55 ada di wilayah Deliserdang, dan itu bisa dibuktikan dengan adanya tugu tapal batas. “Tanah yang disebutkan itu, tidak ada di sini majelis hakim, melainkan berada di wilayah seberang dan sudah masuk Kabupaten Deliserdang,” kata Parlin S, Ketua Kelompok Tani Setia Kawan.

Menanggapi itu, hakim anggota Jimmy Claus Pardede meminta agar para pihak menunjukkan lokasi tanah yang dimaksud. Setelah dilakukan peninjauan tapal batas antara Kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang, pihak PTUN berpendapat bahwa lokasi yang digugat kelompok tani berada di wilayah administrasi Kota Binjai.

Hal itu juga dikuatkan dengan keterangan pihak Kanwil BPN Sumut yang diminta penjelasannya oleh majelis hakim. Perwakilan BPN Sumut membenarkan, bahwa wilayah yang diklaim oleh pihak masyarakat tani Parlin Cs berada di wilayah administrasi Kota Binjai.

Dalam keterangannya saat sidang lapangan, perwakilan BPN Sumut mengatakan, bahwa pihak PTPN II juga masih memohon perpanjangan HGU, akan tetapi belum keluar persetujuannya dari BPN Pusat. Hal ini dikarenakan di wilayah Kota Binjai tidak boleh ada lagi perkebunan sesuai RTRW Kota Binjai. (ris/han)

6 Bulan Tunjangan Sertifikasi Belum Dicairkan, Guru Honorer Kemenag Langkat Curhat ke DPR RI

DIABADIKAN: Anggtota DPR RI Djohar Arifin diabadikan bersama masyarakat dan guru honorer Kemenag Langkat, di sela-sela reses di Desa Alur Gadung, Kabupaten Langkat.
DIABADIKAN: Anggtota DPR RI Djohar Arifin diabadikan bersama masyarakat dan guru honorer Kemenag Langkat, di sela-sela reses di Desa Alur Gadung, Kabupaten Langkat.
DIABADIKAN: Anggtota DPR RI Djohar Arifin diabadikan bersama masyarakat dan guru honorer Kemenag Langkat, di sela-sela reses di Desa Alur Gadung, Kabupaten Langkat.
DIABADIKAN: Anggtota DPR RI Djohar Arifin diabadikan bersama masyarakat dan guru honorer Kemenag Langkat, di sela-sela reses di Desa Alur Gadung, Kabupaten Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sejumlah guru honorer di Kemenag Langkat, mengeluhkan belum dicairkannya tunjangan sertifikasi selama 6 bulan. Keluhan para guru honorer itu disampaikan pada reses anggota DPR RI Prof Djohar Arifin di Desa Alur Gadung, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, Sabtu(14/3)

“Dimana sangkutnya. Di pusat kah atau memang akal-akalan oknum-oknum di Kemenag Langkat kami, hingga kini tak mengetahuinya. Yang jelas tunjangan sertifikasi seluruh guru honor Kemenag Langkat belum dibayar selama 6 bulan,”ujar beberapa guru honorer kepada Djohar Arifin.

Kepada Djohar Arifin, para guru honorer meminta agar langsung dipertanyakan penyebab keterlambatan pencairan dari Kementerian Agama. “Tolong ya pak, demi hajat hidup kami guru-guru honor ini pak.”kata mereka lagi.

Selain guru honorer, warga khususnya kaum ibu menyampaikan aspirasi mereka tentang minimnya lapangan pekerjaan, dan kurangnya perhatian untuk mengadakan pelatihan serta bantuan untuk pengembangan UMKM di sektor mikro yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebelumnya, kehadiran Djohar Arifin dan rombongan disambut oleh dewan guru siswa siswi dari Yayasan Al Jamilah.

Sekretaris Desa Sungai Mati dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas perhatian Prof Djohar Arifin yang masih ingat dengan rakyat, terutama di Dusun Sungai Mati, Desa Alur Gadung ini. “Mari kita manfaatkan kesempatan ini demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat terutama di Desa Alur Gadung ini,” tuturnya.

Prof Djohar Arifin dalam pertemuan reses tersebut mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan dan kehadiran masyarakat Alur Gadung. “Bagi saya kunjungan ke Alur Gadung ini seperti pulang kampung, karena dulunya orangtua saya pernah tinggal di sini. Makanya pihak keluarga membangun sekolah di sini, agar masyarakat bisa menikmati pendidikan,” ucap pria yang pernah bermain di PSL Langkat dan PSMS Medan ini. (yas/han)

Ikuti Tabliqh Akbar di Malaysia, Sebagian dari 350 Peserta Teridentifikasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari 350 warga Sumatera Utara yang ikut acara tabligh akbar di Masjid Petaling Kualalumpur, Malaysia selama tiga hari, mulai 28 Februari hingga 1 Maret 2020, sebagian sudah teridentifikasi. Saat ini, warga yang teridentifikasi dalam pemantauan Dinas Kesehatan Sumut, setelah belasan peserta tabligh akbar dikonfirmasi positif terjangkit virus corona.

“Dinkes Sumut telah menelusuri dan mencari keberadaan warga Sumut yang ikut tabligh akbar itu. Hasilnya, ditemukan tiga titik lokasi orang-orang dimaksud. Tapi ini masih dalam proses. Mana-mana (titiknya), nanti saja disampaikan. Harus agak dingin menanganinya ini,” ujar Kepala Dinkes Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, Minggu (15/3).

Kata Alwi, beberapa orang yang telah teridentifikasi sedang dalam pemantauan. Sebab ada kemungkinan kontak dengan orang positif COVID-19 dari 10 ribu peserta tabligh akbar dari berbagai negara itu. “Kalau dia sakit, kita jadikan dia sebagai pasien dalam pengawasan atau kita isolasi,” ungkapnya.

Namun sejauh ini mereka yang terlacak belum ada yang naik statusnya dari pemantauan ke pengawasan. “Proses pengidentifikasian orang-orang ini dilakukan secara hati-hati, dengan melibatkan jaringan Dinas Kesehatan. Pengidentifikasian ini agak mudah dilakukan karena yang hadir di acara itu berasal dari komunitas-komunitas,” ucapnya.

Ia mengimbau peserta tabligh akbar segera menghubungi posko Dinkes dan rumah sakit rujukan serta menghubungi call center 082164902482.

Alwi menekankan, penyebaran virus corona tidak seseram yang dibayangkan. Virus itu tidak menyebar lewat udara. “Orang bisa tertular, misalnya dengan terkena percikan ludah dari batuk orang positif corona. Atau memegang sesuatu yang terkena ludah tadi. Jadi, kemungkinan lain orang bisa terpapar karena melakukan kontak erat dengan orang positif corona,” terangnya.

Cara pencegahan yang bisa dilakukan yaitu sesering mungkin cuci tangan menggunakan sabun atau cairan anti septic. Di samping itu, dalam menerima informasi terutama dari media sosial jangan muda percaya dan juga jangan pula disebarkan.

“Dengan cuci tangan yang benar, sebetulnya sudah cukup. Selain itu, dalam menerima informasi harus betul-betul kita pahami dengan begitu pasti lebih tenang dan tidak panik,” tandasnya.

Diketahui, Malaysia kembali mengumumkan tambahan kasus positif virus corona. Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan 12 kasus baru, yang terkait dengan sebuah tabligh akbar di sebuah masjid Kuala Lumpur. Acara tersebut berlangsung di Masjid Petaling, selama tiga hari dari 28 Februari hingga 1 Maret. Dalam acara itu, melibatkan 10 ribu orang dari sejumlah negara.

Malaysia tengah mencari 5 ribu warganya yang hadir dalam acara tersebut. Sejumlah negara bagian pun meminta warga yang datang ke acara tersebut memeriksakan diri dengan sukarela. Kasus ini merupakan pengembangan dari pasien corona di Brunei. Seorang pria berusia 53 tahun menderita gejala Cocid-19, setelah 4 hari pulang dari tabligh akbar di Malaysia.

Informasi beredar yang ditulis media lokal negara setempat, ada 27 warga negara lain yang ikut dalam acara itu. Selain Malaysia, ada juga peserta dari Indonesia (696), Filipina (215), Thailand (132), Vietnam (130), Singapura (95).

Lalu, Kamboja (79), Brunei Darusalam (74), China (35), India (18), Bangladesh (9), Myanmar (6), Aljazira (6), Tunisia (5), Jordan (5), Afrika Selatan (4), Australia (4), Arab Saudi (3). Dan juga Korea Selatan (2), Gambia (2), Kanada (1), Selandia Baru (1), Jerman (1), Mesir (1), Tanzania (1) dan Jepang (1).

Dua Orang Diisolasi di RSUP HAM

Sementara itu, dua pasien dirujuk dan diisolasi ke Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan, karena diduga terpapar virus corona atau suspect COVID-19. Kedua pasien tersebut datang ke RSUP HAM –yang menjadi RS rujukan utama di Sumut— secara terpisah.

Kassubag Humas RSUP HAM, Rosario Dorothy Simanjuntak alias Rosa, mengatakan kedua orang itu berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sehingga harus menjalani isolasi selama pemeriksaan.

“Pasien pertama datang sendiri pada Sabtu (14/3). Sedangkan pasien kedua pada Minggu (15/3),” katanya, Minggu sore.

Rosa belum bisa menyampaikan asal kedua pasien ini dari daerah mana. Karena hasil pemeriksaan belum keluar, apakah keduanya positif atau negatif suspcet virus corona. “Nanti jika sudah selesai, tentu akan disampaikan,” katanya.

Lebih lanjut Rosa mengatakan, pada Jumat (13/3) malam sekitar pukul 21.00 WIB, pihak rumah sakit menerima satu pasien rujukan yang berasal dari Binjai. Namun setelah diperiksa, ternyata kondisi kesehatannya normal. “Sudah PBJ, negatif suspect,” imbuhnya.

Koordinator Tim PINERE (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) RSUP HAM, dr Ade Rahmaini MKed (Paru) SpP, juga mengakui hal senada. “Benar (dua pasien dirawat), Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” ujarnya kepada wartawan.

Kata dr Ade, kedua pasien yang dirawat ada riwayat pernah ke luar negeri. Pun begitu, tidak dijelaskan kapan kedua pasien ke luar negeri dan tiba di Indonesia. “(Kedua pasien) dari luar negeri, yang pertama dari Israel dan satu lagi dari Vietnam,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan melalui Sekretaris Dinas dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, hingga Sabtu (14/3) terdapat tiga orang PDP di Sumut. Namun dari jumlah tersebut, hanya satu yang diisolasi di RSUP HAM. Sedangkan dua lainnya Pulang Berobat Jalan (PBJ).

Selain itu, kata Aris, terdapat juga Orang Dalam Pemantauan (ODP). Saat ini, ada sebanyak 18 orang di Sumut. Akan tetapi, tidak dijelaskan lebih lanjut terkait hal ini dan dari kabupaten/kota mana ODP tersebut berasal. “Untuk ODP, saat ini ada 18 orang,” tukasnya. (ris)

Redam Penyebaran Corona: Hari Ini, USU & Unimed Putuskan Metode Kuliah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk meredam penyebaran wabah virus corona atau COVID-19, Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah daerah dapat mengeluarkan kebijakan meliburkan sementara proses belajar mengajar di sekolah dan universitas, dan mengimbau mereka belajar di rumah. Menindaklanjuti anjuran itu, Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Medan (Unimed) akan menggelar rapat senat, hari ini.

“USU akan menggelar rapat senat membahas metode aktivitas perkuliahan, apakah tetap menerapkan kuliah tatap muka atau sistem pembelajaran jarak jauh, Senin (16/3) hari ini. Rapat rencananya akan dipimpin langsung oleh Rektor USU, Prof. Runtung Sistepu. Besok akan diputuskan senat,” ungkap Kepala Humas, Promosi dan Protokoler USU, Elvi Sumanti, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (15/3).

Dalam kuliah jarak jauh itu, jelasnya, dosen akan memberikan materi perkuliahan dan tugas melalui email pribadi mahasiswa. Namun cara itu hanya akan dilakukan dalam jangka waktu yang ditentukan. “Kita lihat besoklah apa yang diputuskan. Setelah putusan itu, akan disampaikan keterangan pers resmi,” kata Elvi.

Hal senada disampaikan Kepala Humas Universitas Negeri Medan (Unimed), M. Surip. Ia mengungkapkan perkuliahan di Unimed tetap berjalan. Namun mengenai metode perkuliahan, apakah tatap muka atau tidak, akan diputuskan pihak Unimed hari ini. “Akan diputuskan besok (hari ini),” sebut Surip saat dikonfirmasi, Minggu.

Keputusan mengenai metode perkuliahan itu dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran virus corona di Sumatera Utara. “Poinnya adalah perkuliahan tetap berjalan. Namun sementara dialihkan via pembelajaran daring atau e-learning,” tandas Surip.

Jabat Tangan Diganti Salam Lisan

Terpisah, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengaku sudah memutuskan untuk menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh pascawabah virus corona. Namun terhalang ujian tengah semester (UTS).

“Harusnya besok (hari ini). Tapi karena UTS, ditundalah sampai UTS selesai,” ungkap Kepala Humas UMSU, Dr Ribut Priadi kepada Sumut Pos, kemarin.

Ribut mengatakan, UMSU sudah membuat prosedur penetapan (protap) kepada mahasiswa yang mengikuti UTS selama berada di kampus, dengan menggantikan salam jabatan tangan dengan salam lisan ‘Assalamualaikum’.

“Kita susun protapnya lengkap. Kita juga menyiapkan hand sanitizer dan sistem penanganan antisipasi corona. Dan mengampanyekan salam lisan,” sebut Ribut.

Dairi Belum Putuskan Libur

Sementara itu, Pemkab Dairi belum memutuskan untuk ikut meliburkan semua sekolah di kabupaten itu, sebagai antisipasi merebaknya virus corona.

“Sampai saat ini belum ada kebijakan meliburkan sekolah, baik provinsi maupun kabupaten. Senin ((hari ini, Red), proses belajar mengajar mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP berjalan seperti biasa. Namun untuk SMA/SMK, siswa kelas X dan XI mulai besok memang diliburkan, karena kelas XII melaksanakan ujian nasional (UN). Kami belum mendapat informasi dari Pemprovsu untuk penundaan UN SMA seperti dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Besli Pane, menjawab wartawan, Minggu (15/3).

Amatan wartawan, Minggu (15/3), aktivitas warga di Kota Sidikalang dan Sitinjo berjalan normal. Memang sebagian warga lebih memilih istirahat di rumah daripada melakukan kegiatan di luar rumah. Hal itu dilakukan untuk menghindari interaksi dengan orang lain.

“Iya, sengaja kurangi interaksi. Takut melihat perkembangan berita penyebaran virus corona di Indonesia. Namun saya berharap virus tidak sampai ke Dairi. Semoga pemerintah bisa mengatasi dan menanggulangi warga yang terpapar virus corona,” kata Masni boru Sinaga serta Pahala Silalahi, warga Sidikalang dan Sitinjo, Minggu (15/3).

Berbagai Kampus Pilih Kuliah Online

Saat PTN di Sumut masih akan rapat, sejumlah universitas di Indonesia sudah menghentikan sementara kuliah tatap mata. Universitas Negeri Padang (UNP) secara resmi menghentikan perkuliahan secara tatap mata terhitung Senin (16/3). Sebagai gantinya, UNP melaksanakan perkuliahan dengan e-learning atau secara online hingga satu bulan ke depan.

Di Banten, Pemprov setempat memutuskan untuk meliburkan siswa SMA/SMK baik negeri maupun swasta serta SKH di seluruh wilayah Provinsi Banten, pasca penetapan status kejadian luar biasa (KLB) atas pandemi corona atau Covid-19 di Provinsi Banten. Penetapan status KLB dilakukan setelah adanya empat orang di Banten positif terjangkit corona.

Di DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi juga memutuskan untuk meliburkan sekolah selama dua pekan ke depan mulai Senin (16/3) besok. Hal itu sebagai langkah untuk mencegah penularan covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2). Kendati demikian, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) akan tetap dilaksanakan secara jarak jauh dengan siswa berada di rumah.

Sejumlah perguruan tinggi di Purwokerto, Jawa Tengah, juga mengeluarkan surat edaran penerapan perkuliahan online (daring). Kebijakan ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Kampus yang menerapkan kuliah online antara lain Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Institut Teknologi Telkom Purwokerto.

Pelaksanaan wisuda juga ada yang ditunda. Seperti dilakukan ITS Surabaya, UMP, dan IT Telkom. Selain itu, kegiatan belajar tatap muka diganti secara online.

Di Kalimantan Barat, Gubernur Sutarmidji sudah menutup sementara sekolah di semua tingkatan, mulai dari TK sampai SMA di Kalbar. Seluruh pelajar diminta tidak keluar rumah sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengimbau warga Jakarta agar menghindari tempat yang penuh keramaian guna mencegah penularan Covid-19. Hal itu termasuk soal resepsi pernikahan. Anies meminta warga Jakarta yang hendak menggelar resepsi pernikahan agar menunda sementara kegiatan tersebut.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), Gubernur Viktor Bungtilu Laikodat, melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi bertugas ke luar NTT. Seluruh surat perjalanan dinas ke luar daerah yang telah terbit pun diminta dibatalkan. Marius tak memerinci sampai kapan larangan itu berlaku.

Kemarin, Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah daerah dapat mengeluarkan banyak kebijakan demi mencegah penyebaran virus corona ( Covid-19). Salah satu kebijakan yang dapat diambil, yakni meliburkan sementara proses belajar mengajar di sekolah dan universitas dan mengimbau mereka belajar di rumah.

“Kemudian membuat kebijakan tentang sebagian ASN bisa bekerja dari rumah dengan menggunakan interaksi online dengan tetap mengutamakan pelayanan prima kepada masyaakat,” ujar Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (15/3). (gus/rud/kps/bbs)

Positif Corona di Indonesia jadi 117 Kasus, Jokowi: Saatnya Beraktifitas di Rumah

CORONA: Presiden Joko Widodo memaparkan langkah-langkah penanganan virus corona, dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3).
CORONA: Presiden Joko Widodo memaparkan langkah-langkah penanganan virus corona, dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3).
CORONA: Presiden Joko Widodo memaparkan langkah-langkah penanganan virus corona, dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3).
CORONA: Presiden Joko Widodo memaparkan langkah-langkah penanganan virus corona, dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Jumlah pasien positif terjangkit virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah menjadi 117 kasus hingga Minggu (15/3). Angka ini bertambah 21 kasus baru dari pengumuman yang dilakukan Sabtu. Merespon hal itu, Presiden Joko Widodo meminta segenap masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona. Salahsatu caranya, dengan mulai beraktivitas di rumah.

“SAATNYA kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3).

Menurut Jokowi, langkah ini perlu dilakukan agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan lebih maksimal. “Agar penyebarannya bisa kita hambat dan stop,” ujar Kepala Negara. Menjaga diri dari kerumunann

disebut sebagai salahsatu cara efektif dan efisien dalam menekan penyebaran Covid-19. “Yang penting saat ini adalah social distancing, bagaimana kita menjaga jarak (dari kerumunan),” tutur Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta semua orang untuk mulai bekerja sama dan saling tolong-menolong agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan baik. “Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong-menolong dan bersatu padu. Gotong royong, kita ingin ini jadi gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 bisa ditangani maksimal,” ujar Jokowi.

Presiden juga meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk bersikap tenang. “Kepada seluruh rakyat Indonesia, saya minta untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap produktif dengan meningkatkan kewaspadaan,” ujar Joko Widodo.

Dengan bersikap tenang dan tidak panik, Jokowi menilai bahwa penyebaran Covid-19 ini bisa dengan lebih mudah dihambat dan dihentikan.

Dalam menangani penyebaran virus corona atau Covid-19, Jokowi memastikan bahwa pemerintah akan terus berkomunikasi dengan Badan Kesehatan Dunia atau WHO. “Dan menggunakan protokol kesehatan WHO, serta konsultasi dengan ahli kesehatan masyarakat dalam mengatasi penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Saat ini, Jokowi menjelaskan, pemerintah telah membentuk Gugus Tugas yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo. Pembentukan gugus tugas dilakukan untuk mensinergikan semua unsur lembaga, baik itu pusat dan daerah, dalam menangani Covid-19.

Salahsatu tantangan yang dihadapi Indonesia adalah kondisi geografinya yang tersebar sebagai negara kepulauan. “Sebagai negara besar dan kepulauan, tingkat penyebaran Covid-19 ini derajatnya bervariasi daerah satu dengan yang lain,” ucap Jokowi. “Saya minta seluruh gubernur, bupati, dan wali kota untuk terus memantau dan menelaah semua,” kata dia.

Pemda Tetapkan Status Masing-masing

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga meminta seluruh kepala daerah di Indonesia untuk memonitor penyebaran wabah virus corona (Covid-19) di daerah masing-masing. Melalui monitoring itu, kepala daerah diminta segera menentukan status daerahnya.

“Saya minta kepada seluruh gubernur, bupati dan wali kota untuk terus memonitor kondisi daerahnya dan berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah setiap situasi yang ada,” ujar Presiden. “Kemudian, terus berkonsultasi dengan BNPB, untuk menentukan status daerahnya apakah siaga darurat atau tanggap bencana non alam,” lanjut dia.

Berdasarkan status kedaruratan itu, Presiden Jokowi memerintahkan pemerintah daerah dengan dibantu TNI-Polri dan kementerian terkait, untuk melakukan langkah efektif dan efisien dalam menahan laju penyebaran Covid-19.

Beberapa kebijakan yang dapat diambil, yakni meliburkan proses belajar mengajar di sekolah dan universitas dan mengimbau mereka belajar di rumah dan memperbolehkan ASN bekerja dari rumah. Untuk kebijakan soal ASN, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa pelayanan prima ke masyarakat tidak boleh kendur.

“Kemudian menunda kegiatan yang melibatkan peserta banyak orang dan meningkatkan pelayanan pengetesan infeksi Covid-19 dan pengobatan secara maksimal dengan memanfaatkan kemampuan rumah sakit daerah bekerja sama dengan swasta,” ujar Presiden.

Presiden memerintahkan seluruh kepala daerah untuk mengalokasikan anggaran serta menggunakannya secara efektif dan efisien demi menghadapi wabah virus corona. “Saya sudah memerintahkan untuk memberikan dukungan anggaran memadai untuk digunakan secara efektif dan efisien,” ujar Presiden Jokowi.

Terkait anggaran ini, pemerintah merujuk pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Ia mengatakan, berdasarkan undang-undang tersebut, pemerintah pusat dan pemerintah daerah dimungkinkan untuk memprioritaskan penggunaan anggaran secara cepat.

Kementerian Keuangan, lanjut Presiden Jokowi, juga telah mengeluarkan peraturan dan pedoman untuk penyediaan anggaran yang diperlukan seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta gugus tugas penanganan Covid-19.

“Peraturan ini memberikan landasan hukum agar pihak relevan dapat mengunakan anggarannya dan mengajukan kebutuhan anggarannya untuk menangani tantangan penyebaran Covid-19,” kata dia.

Bahan Pokok Mencukupi

Di atas semuanya, Presiden Joko Widodo memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok cukup memadai dalam rangka menghadapi wabah virus corona atau penyakit Covid-19. “Pemerintah memastikan ketersediaaan bahan kebutuhan pokok yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Presiden.

Pandemi Covid-19 ini, lanjut dia, berdampak pada perlambatan ekonomi dunia secara masif dan signifikan, termasuk Indonesia.

Pemerintah pun melakukan langkah cepat untuk mengantisipasi beberapa dampaknya. Selain itu, kata Presiden Jokowi, pemerintah juga telah memberikan insentif kebijakan ekonomi sebagaimana yang telah diumumkan Menteri Perekonomian dan jajarannya. Insentif kebijakan ekonomi itu adalah untuk menjaga kegiatan dunia usaha yang telah berjalan agar tetap berjalan seperti biasa.

“Saya dan seluruh jajaran kabinet terus bekerja keras untuk menyiapakan dan menjaga dari penyebaran Covid-19 dan meminimalkan implikasinya untuk ekonomi Indonesia,” kata dia.

Presiden selanjutnya meyakinkan, bahwa para menteri di kabinetnya tetap bekerja penuh seperti biasa walaupun ada salah seorang di antaranya yang positif terinfeksi virus corona ( Covid-19). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi diketahui terinfeksi Covid-19 sebagai kasus 76.

“Sebagaimana kemarin telah disampaikan, bahwa salah satu menteri kami terdeteksi positif terinfeksi Covid-19,” ujar jar .

Kendati demikian, langkah-langkah antispatif terhadap para menteri lainnya disebutkannya sudah dilakukan. “Langkah-langkah antisipatif telah dilakukan, dan saya yakinkan bahwa para menteri tetap bekerja penuh seperti biasa,” lanjut dia.

Presiden Jokowi mengatakan, akhir-akhir ini, justru para menteri telah bekerja lebih keras walaupun dilakukan dengan cara daring. Terutama untuk mengatasi isu kesehatan dan dampak perekonomian akibat wabah Covid-19. “Hari-hari ini para menteri bekerja lebih keras, walaupun sebagian dilakukan dengan cara online, untuk mengatasi isu kesehatan dan mengatasi dampak perekonomian akibat Covid-19 ini,” kata dia.

Seirama dengan Presiden Jokowi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah untuk menunda pelaksanaan perjalanan ke luar negeri. Kebijakan itu diperuntukkan bagi gubernur, bupati, maupun wali kota serta ketua DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari paparan virus corona yang tengah mewabah di dunia.

“Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan virus corona (Covid-19) sebagai pandemi,” tulis Tito, Minggu (15/3).

“Sehubungan dengan hal tersebut, jika tidak sangat urgent sekali dimohon kepada kepala daerah/wakil kepala daerah, ketua dan anggota DPRD provinsi/kabupaten/kota beserta pejabat di daerah agar menunda pelaksanaan perjalanan ke luar negeri untuk menghindari terpapar virus corona (Covid-19),” tulis dia.

Lebih dari 1.000 Spesimen

Hingga kemarin, jumlah pasien positif terjangkit virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah menjadi 117 kasus.

“Hari ini kita dapatkan 21 kasus baru, di mana 19 di antaranya di Jakarta, 2 di Jawa Tengah,” kata Juru bicara penanganan virus corona, Achmad Yurianto, seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Minggu.

Yuri mengatakan, penambahan kasus di Jakarta merupakan hasil penelusuran terhadap kontak dari kasus sebelumnya.

Sebelumnya, Yurianto mengatakan, kasus positif Covid-19 di Indonesia per Sabtu (14/3) siang mencapai 96. 6 Jumlah itu bertambah 27 kasus dari sehari sebelumnya atau Jumat (13/3). Salah satu pasien positif tersebut adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang kini dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Dari jumlah pasien yang positif, terdapat delapan pasien dinyatakan sembuh. Pasien dinyatakan sembuh setelah dua kali negatif pada pemeriksaan virus corona.

Menurut Yuri, Covid-19 bisa sembuh karena peningkatan imun tubuh. Dia menegaskan, pasien yang meninggal karena ada faktor penyakit pendahulu. Hingga kini jumlah pasien yang meninggal sebanyak lima orang. Adapun, hingga saat ini ada lima orang yang meninggal dunia setelah dinyatakan positif virus corona atau Covid-19.

Sementara itu, lebih dari 1.000 spesimen terkait virus corona yang telah diperiksa. Spesimen itu dikirim ke Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes). (kps/bbs/net)

Minta Warga Hindari Keramaian, Gubsu Tunda Sumut Fair

PENCEGAHAN: Acara sosialisasi pencegahan virus corona di Mapolresta Deliserdang, diikuti ratusan personel kepolisian, Minggu (15/3).Rudy Sitanggang/Sumut Pos
PENCEGAHAN: Acara sosialisasi pencegahan virus corona di Mapolresta Deliserdang, diikuti ratusan personel kepolisian, Minggu (15/3).Rudy Sitanggang/Sumut Pos
PENCEGAHAN: Acara sosialisasi pencegahan virus corona di Mapolresta Deliserdang, diikuti ratusan personel kepolisian, Minggu (15/3).Rudy Sitanggang/Sumut Pos
PENCEGAHAN: Acara sosialisasi pencegahan virus corona di Mapolresta Deliserdang, diikuti ratusan personel kepolisian, Minggu (15/3).
Rudy Sitanggang/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengingat wabah virus corona atau Covid-19 kian merebak, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menunda pelaksanaan Sumut Fair 2020 yang dijadwalkan mulai 20 Maret.

“Ya kita tunda. Sementara ini kita hindari dulu kegiatan keramaian. Sumut Fair itu adalah kegiatan dalam satu bulan, jangka panjang. Ini sementara kita hindari. Nanti kita cari waktu yang lebih baik sehingga benar-benar itu menjadikan hiburan rakyat,” kata Edy usai membuka acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Yayasan H Anif, Minggu (15/3).

Kata Edy, penundaan terpaksa dilakukan karena Pemprovsu tidak bisa mengontrol siapa yang hadir dalam even tersebut. Hal ini juga sebagai upaya preventif Pemprovsu dalam menyikapi penyebaran Covid-19. “Event Sumut Fair ini selama sebulan. Kita tidak bisa kontrol itu siapa yang hadir,” ucapnya.

Gubsu kembali mengimbau seluruh elemen masyarakat agar jangan panik menghadapi bencana ini. Namun mesti tetap waspada dengan mengenali gejala dan bahaya wabah virus. “Terpenting jangan mengembangkann

bahasa-bahasa yang membuat orang jadi cemas. Tetap kita berhati-hati menjaga diri kita, menjaga keluarga kita dan lingkungan kita tetap sehat,” katanya.

Hal kedua, sebut dia, jangan dulu mengucapkan salam dengan bersentuhan tangan. Cukup salam dari jauh saja. “Hal ketiga, hindari keramaian. Keempat, khusus yang beragama Islam jangan langsung tinggalkan masjid karena takut corona. Siapkan alas untuk kita bersujud, tetap kita beribadah siapkan sajadah kecil dan besar ataupun sediakan sapu tangan. Apabila kita ada flu, batuk dan segalanya, gunakan masker. Hindari rekan-rekan kita tertular dan segera berobat,” katanya.

Gubsu Edy juga mengimbau kepada seluruh pemuka agama di Sumut, untuk sama-sama mengajak umatnya berdoa di rumah ibadah masing-masing. “Sama-sama kita mendoakan supaya rakyat kita di Sumut khususnya dan Indonesia umumnya, terhindar dari wabah corona ini,” katanya.

Mengenai informasi indikasi suspect corona warga Sumut di Balige oleh Kementerian Luar Negeri, Edy mengatakn, masih dalam pengecekan. “Masih diisolasi, belum ada keputusan apakah dia terkena,” katanya.

Terkait informasi kemungkinan dirinya terjangkit virus corona pascaikut rapat terbatas dipimpin Presiden Jokowi bersama Menhub Budi Karya Sumadi di Istana Negara, Gubsu menegaskan, dirinya tidak dalam satu ruangan bersama Budi Karya.

“Insyaallah, saat itu di ruang rapat berbeda. Beliau di ruang rapat yang pertama, saya di ruang rapat yang kedua. Tapi di dalam tempat yang sama. Doakan mudah-mudahan saya tidak kena,” katanya.

Sumut Masih Zero Case

Kadinkes Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, kemarin menegaskan, belum ditemukan orang yang positif Covid-19 di Sumut. “Hingga kini, seluruh tim pencegahan virus corona dan rumah sakit di Sumut siaga untuk melakukan pencegahan, termasuk siaga menghadapi kemungkinan adanya suspect,” katanya.

Disinggung mengenai kebutuhan masyarakat akan masker dan pembersih tangan atau hand sanitizer, pihaknya menekankan, sejauh ini belum diperlukan kali di Sumut. “Masker ini sebenarnya buat orang sakit. Bagi kita yang sehat belum dibutuhkan. Kondisi masker juga langka sekarang ini. Tapi kebutuhannya bukan untuk dibagikan sekarang ini, melainkan yang bertugas pada spot-spot yang memungkinkan tertular. Seperti di keramaian dan dengan resiko tinggi,” katanya.

Meski masker belum diperlukan saat ini, menurutnya jika kondisi semakin genting, pihaknya dapat mendesak pemerintah pusat untuk menyediakan kebutuhan tersebut. “Yang paling penting saat ini sering-sering mencuci tangan seusai beraktivitas. Kami juga imbau masyarakat agar tidak panik dalam berbelanja kebutuhan seperti masker, hand sanitizer dan kebutuhan pokok lainnya,” pungkasnya.

Deliserdang dan Dairi Belum Ada Terinfeksi

Senada dengan Kadinkes Sumut, Dinas Kesehatan Deliserdang juga menegaskan, belum menemukan warga Deliserdang yang terinfeksi virus corona.

“Hasil pantauan untuk Kabupaten Deliserdang belum ada,” kata Kepala Dinas Kesehatan, dr Ade Budi Krisna, melalui Kabid Pencegahan Pengendalia Penyakit, dr Jefri Suska, saat sosialisasi pencegahan penyebaran virus corona di Mapolresta Deliserdang, kemarin.

Dikatakannya, Kabupaten Deliserdang memiliki Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) sebagai pintu gerbang keluar masuknya warga lokal maupun mancanegara. Namun ketatnya pengawasan petugas dengan alat deteksi pengukur suhu tubuh, hingga saat ini masih dapat mengantisipasi masuknya virus corona ke Deliserdang.

Tentang wacana peliburan anak sekolah, Kadisdik Deliserdang, Timor Tumangor, mengatakan hingga kini pihaknya belum ada mengeluarkan instruksi perihal meliburkan anak sekolah. “Tapi Dinas sudah menginstruksikan agar sekolah menjaga lingkungan sekolah dan mengajarkan pengunaan cairan pembersih,” ungkapnya.

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi mengatakan, mengantisipasi virus corona di Mapolres Deliserdang, ratusan personelnya dikerahkan melakukan pembersihan di lingkungan Mapolresta. “Antisipasi pencegahan virus corona dengan membersihkan lingkungan dan menyediakan lokasi tempat pencuci tangan. Sekaligus membudidayakan hidup sehat dengan mencuci tangan,” katanya.

Selain Deliserdang, Dairi juga maih zero case suspect maupun positive corona. Hal itu disampaikan Plt Kadis Kesehatan Dairi, Jonni Hutasoit, Minggu (15/3).

“Pengantisipasi wabah virus corona atau covid 19, pemerintah secara nasional telah menetapkan 5 protokol utama penanganan virus corona. Menindaklanjutinya, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu telah memerintahkan Dinkes agar gencar melakukan sosialisasi pola hidup bersih sehat (PHBS) kepada masyarakat khususnya anak sekolah, untuk langkah antisipasi penanganan virus corona,” katanya.

Kegiatan itu sampai saat ini sedang dijalankan para kepala puskesmas bekerjasama dengan kepala bidang P2P pada Dinas Kesehatan.

“Bupati menginstruksikan Dinkes meningkatkan kewaspadaan dini jika ditemukan suspect corona di Dairi. Bupati juga mengimbau warga agar tidak panik. Intinya, tetap jaga kesehatan. Jaga pola hidup bersih sehat (PHBS) serta menjaga kekebalan tubuh, dengan memperbanyak makanan yang bergizi, seperti sayur dan buah,” katanya. (prn/btr/rud)

PSMS 2-1 Tiga Naga, Susah Payah

PERDANA Pemain PSMS Medan, Rachmad Hidayat melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang AS Abadi Tiga Naga di stadion Teladan Medan, Minggu (15/3)
PERDANA Pemain PSMS Medan, Rachmad Hidayat melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang AS Abadi Tiga Naga di stadion Teladan Medan, Minggu (15/3)
PERDANA Pemain PSMS Medan, Rachmad Hidayat melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang AS Abadi Tiga Naga di stadion Teladan Medan, Minggu (15/3)
PERDANA Pemain PSMS Medan, Rachmad Hidayat melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang AS Abadi Tiga Naga di stadion Teladan Medan, Minggu (15/3)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bertindak sebagai tuan rumah dan memiliki nama besar, tidak menjamin PSMS Medan dengan mudah mengalahkan tim promosi asal Riau, AA Tiga Naga. Ayam Kinantan harus berjuang keras untuk menang dengan skor 2-1 pada laga perdana Liga 2 musim 2020 di Stadion Teladan, Minggu (15/3).

Berambisi untuk menang, PSMS langsung menurunkan pemain terbaiknya dari awal laga. Pelatih Philip Hansen menggunakan formasi 4-3-3, dengan menempatkan trio Anis Nabar, Ari Hermawan dan Fiwi Dwipan di lini depan.

Formasi ini tidak berjalan baik. Mereka justru ditekan oleh para pemain Tiga Naga. Bahkan, tamu berhasil unggul duluan melalui Nico Malau pada menit ke-14, memanfaatkan kesalahan pemain belakang PSMS.

Tersentak dengan gol itu, PSMS mencoba bangkit. Namun usaha Rahmat Hidayat dkk, selalu mentok di barisan pertahanan Tiga Naga.

Setelah berusaha, PSMS akhirnya menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti Rahmat Hidayat di menit ke-30. Penalti diberikan setelah Anis Nabar dijatuhkan di kotak terlarang oleh pemain Tiga Naga.

Kedudukan imbang membuat tensi pertandingan semakin memanas. Pelanggaran pun kerap terjadi. Bahkan jelang babak pertama berakhir, PSMS harus bermain dengan 10 pemain setelah Elina Soka menerima kartu kuning kedua.

Memulai babak kedua dengan kekurangan pemain, PSMS melakukan pergantian. Azka Fauzi, Legimin Raharjo dan Hamdi Sula dimasukkan menggantikan Ari Hermawan, Sutanto Tan dan Fiwi Dwipan. Pergantian ini membuat permainan PSMS semakin membaik.

PSMS akhirnya berbalik unggul di menit ke-70. Rahmat Hidayat kembali menjadi pahlawan, setelah tendangan bebasnya menjebol gawang Tiga Naga yang dikawal Jefri Wibowo.

Pertandingan ini sedikit ternoda, akibat ulang suporter PSMS sendiri jelang laga berakhir. Suporter yang berada di tribun Utara tiba-tiba menyalakan flare. Aksi ini memicu emosi suporter lainnya, sehingga aksi lembar batu sempat terjadi. Pertandingan pun dihentikan untuk sementara.

Setelah aksi suporter diredam polisi, laga dilanjutkan. Namun hingga laga usai, PSMS tetap menang dengan skor 2-1.

Pelatih PSMS Philip Hansen mengaku senang dengan kemenangan ini. “Dari awal saya menegaskan, yang penting menang. Tiga Naga merupakan tim bagus dan sempat membuat kita kewalahan,” ujar Philip Hansen, usai laga.

Setelah pertandingan ini, Philip Hansen mengaku akan kembali menyusun program latihan, karena pertandingan selanjutnya melawan Semen Padang, dipastikan ditunda karena penyebaran virus Corona. “Liga 2 akan ditunda sekitar dua minggu, jadi program latihan akan kita susun kembali,” paparnya.

Sedangkan Asisten Pelatih Tiga Naga Zulnedi Tanjung mengaku pemainnya mendapat pelajaran berharga di laga ini. “Materi kami mayoritas pemain muda. Kami senang bisa memberi perlawanan kepada PSMS. Bahkan, kami sempat unggul. Ini akan menjadi modal menghadapi laga selanjutnya,” jelas singkat. (dek)

Curi Uang Kotak Amal Musala Nurul Huda, Faisal Diciduk Reskrim Polsek Belawan

Faisal Ramadan
Faisal Ramadan
Faisal Ramadan
Faisal Ramadan

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Mencuri kota amal dari Musala Nurul Huda yang beralamat di Asrama Polairud Belawan, Faisal Ramadan (21) ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Belawan.

Pelaku yang merupakan warga Jalan Warna Sari, Kelurahan Harja Mukti, Kecamatan Kesambi Dalam, Cirebon, Jawa Barat ini telah dijebloskan ke sel Mapolsek Belawan.

Informasi diperoleh menyebutkan, awalnya Nazir Musala Nurul Huda, Mahlil menerima mendapat kabar dari warga, adanya kotak amal dalam keadaan rusak di sebuah rumah kosong. Setelah diketahui kotak amal yang hilang, nazir ini melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Belawan.

Polisi menerima informasi itu melakukan penyelidikan, alhasil, pelaku yang masih berkeliaran di sekitatr Musala Nurul Huda akhirnya berhasil ditangkap.

Kanit Reskrim Polsek Belawan, Iptu AR Riza mengatakan, pelaku sudah diamankan, korban yang merupakan nazir musala itu telah membuat laporan.

“Hasil interogasi pelaku mengakui telah melakukan pencurian kotak amal itu seorang diri. Kotak amal itu posisinya berada di dinding luar musala, kemudian mencurinya dan membawa kotak amal itu ke salah satu rumah kosong di Asrama Polairud tepat di samping musala,” jelas Kanit Reskrim Polsek Belawan ini.

Dari hasil curian itu, uang diperoleh pelaku sebanyak Rp 420.000, uang itu digunakannya untuk kesehariannya. “Pengakuan pelaku, uang itu untuk makan katanya,” ucap Riza. (fac/btr)

Diduga Langgar Kode Etik, 3 Hakim PHI Dilapor ke MA

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, melaporkan 3 hakim dan satu Panitera Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri (PN) Medan. Tiga hakim berinisial JS, NM, BD dan Panitera IP dilaporkan karena diduga melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim dalam berperlaku adil.

Laporan tersebut berawal dari LBH Medan menjadi kuasa hukum dari penggugat (klien) Dody Junier, dalam perkara Nomor: 269 Pdt.Sus-PHI/2019/PN. Mdn, yang mana dalam perkara ini menjadi Tergugatnya adalah Firma (Fa) SM. Gugatan tersebut atas dugaan pemberhentian sepihak terhadap penggugat.

“Bahwa karena tidak adanya penyelesain hak-hak klien. Maka, klien mengajukan gugatan PHI di PN Medan yang mana penggugat meminta pemutusan sepihak tersebut sah dan tergugat membayar uang pesangon, penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, uang cuti dan upah proses,” ungkap Wakil Direktur LBH Medan, Irvan Syahputra, dalam pesan siaran yang diterima Sumut Pos, Sabtu (13/3).

Wakil Direktur LBH Medan juga menuturkan, bahwa sidang pertama klien dimulai pada tanggal 31 Oktober 2019 yang mana sidang tersebut majelis hakimnya di ketuai oleh JS, SH.,MH dan NM, SH.,MH, BD, SH selaku hakim anggota dan IP, SH.,MH selaku Panitera Pengganti.

“Dari pengajuan gugatan tersebut pihak tergugat menyampaikan jawabannya yang pada intinya, tergugat tidak mungkin memperkerjakan penggugat dengan kondisi yang buruk, selalu datang terlambat, bermalas-malasan dan tidak dapat berkerja sama dengan pekerja lain dimana hal ini akan merugikan tergugat,” katanya.

“Tergugat dalam jawabanya menyatakan sepakat hubungan kerja dengan tergugat diputuskan namun tergugat menolak membayar pesangon. Dalam artian penggugat tidak ingin dipekerjakan kembali dan terguggat juga tidak ingin mempekerjakan penggugat kembali,” sambungnya.

Berlanjut ke agenda sidang pemerikasan bukti-bukti dan saksi, lanjut Irvan, saksi- saksi tergugat merupakan saksi yang tidak pernah melihat langsung apa yang di tuduhkan kepada penggugat dalam hal dan bukti-bukti tergugat banyak yang janggal dan nyeleneh, sebagai contoh saksi mengakui tidak perna melihat, tidak ada tanggal dan tanda tanganya serta tidak pernah diterima penggugat.

Setelah itu, kejanggalan dan tidak masuk akal terlihat nyata ketika sidang agenda putusan ditunda selama dua Minggu, seketika dua minggu kemudian agenda sidang ditunda kembali satu minggu hal ini membuat pengugat semakin yakin adanya keanehan dan kejanggalan dikarenakan sidang ditunda sampai dengan 3 minggu.

“Dengan alasan yang sangat tidak masuk akal yaitu komputer dan printer majelis hakim rusak dan kejanggalan tersebut dijawab nyata oleh majelis hakim dengan memutuskan penggugat untuk bekerja kembali kepada tergugat,” urainya.

Dia menambahkan, bahwa hasil dari keputusan majelis, membuat penggugat tidak mendapatkan keadilan dari putusan hakim tersebut dimana majelis hakim tidak secara adil dan objektif melihat fakta-fakta persidangan dan tidak mempertimbangkan saksi-saksi yang telah dihadirkan oleh para pihak padahal baik penggugat dan tergugat sama-sama tidak menginginkan bekerja kembali dan dipekerjakan kembali.

“Parahnya lagi ketika penguggat mengambil salinan putusan, penggugat melihat isi putasan dalam hal keterangan saksi IHA (saksi Penggugat) tidak sesuai dengan apa yang telah diterangkan saksi saat dipersidangan. Oleh karena itu LBH Medan menduga jika putusan PHI tersebut telah ditukang-tukangi dan sarat akan Ketidak adilan,” terangnya.

Dalam hal ini LBH Medan menilai jika Majelis Hakim dan Panitera Pengganti telah melanggar UUD 1945 Pasal 27 Ayat 1 Pasal 28 D Ayat 1 , UU No. 39 Tahun 1999 Pasal 3 Ayat 2, Pasal17 tentang HAM dan Melanggar hukum acara Perdata Pasal 178 Ayat 3 HIR Jo Pasal 189 Ayat 3 RBg. Serta keputusan bersama Ketua MA RI dan Ketua KY RI No: 047/KMA/SKB/IV/2019/02/SKB/P.KY/IV/2019 tentang kode etik dan pedoman perilaku hakim.

Atas pelanggaran tersebut, ucap Irvan kembali, LBH Medan telah membuat Pengaduan terhadap Majelis Hakim dan Panitera Pengganti ke Mahkama Agung RI, Badan Pengawas MA RI, Komisi Yudisial RI dan Ombudsman RI.

“Dan harapan LBH Medan teradu dapat diberikan tindakan tegas dan kedepannya tidak ada lagi hakim dan Panitera Pengganti yang bermain-main dengan putusanya sehingga menciptakan keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat pencari keadilan,” pungkasnya. (man/btr)

Louiker Bunuh Anaknya Karena Cemburu Istri Selingkuh

DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.
DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.

DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.
DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaku pembunuhan bocah 4 tahun berinisial DT yang ditemukan di perladangan Sitalahap Dusun Adian Desa Peadungdung Kecamatan Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan. Saat itu korban bersama ayahnya dan ibunya dengan luka penganiayaan dibagian perut, Sabtu (29/1) lalu. Ayahnya sendiri, Louiker Tarihoran.

Kasus ini terungkap, atas pengakuan Louiker kepada polisi setelah dirinya yang sempat dirawat di rumah sakit Adam Malik, Medan karena mengalami luka pada bagian perut.

Kepala Polisi Resort (Kapolres) Humbang Hasundutan, AKBP Rudi Hartono melalui Paur Subbag Humasnya, Bripka Syawal Lolobako mengatakan, terungkapnya kasus pembunuhan bocah 4 tahun itu, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap Louiker usai menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Adam Malik, Medan yang mengalami luka perut.

Ternyata, Louiker mengakui bocah 4 tahun yang mengalami luka tusukan di bagian perut dan leher adalah dirinya sendiri. Louiker membunuh anaknya tersebut, dengan menggunakan parang dengan cara menusukan ke bagian perut dan keleher korban. Selanjutnya, korban ditinggalkan di semak-semak.

“Jadi Louiker sendiri yang mengakui bahwa dialah pelakuknya semua ini berawal kecemburuan terhaadap istri Sinta Boru Lase yang selingkuh,” kata Syawal saat dihubungi, Minggu (15/3).

Masih keterangan Syawal, dari keterangan pelaku, bahwa motif pembunuhan anaknya itu dikarenakan cemburu istrinya yang selingkuh.“Dia mengaku karena istrinya selingkuh dengan adiknya,” kata Syawal.

Syawal menceritakan, awalnya Louiker menanyakan hubungan istrinya dengan adiknya sewaktu lagi istirahat, tepatnya ditemukan mereka bertiga saat diladang mereka. Ketika ditanya, Sinta Boru Lase tidak mengakui ada hubungan tersebut yang selanjutnya Louikerpun mengajak mereka pulang dikarenakan sudah sore.

Saat ditengah jalan, lanjut Syawal, Louikerpun yang menggendong anaknya tiba-tiba langsung menghabisi istrinya dengan menggunakan parang kebagian perut yang sebelumnya menurunkan anaknya. Usai istrinya terbaring, Louiker kemudian menunjang wajah Sinta Boru Lase sebelah kanan yang selanjutnya membawa anaknya ke bukit yang tak jauh dari gubuk mereka sekitar 30 meter.

Dari lokasi, anaknya yang tidak tahu apa-apa yang sempat berkata agar ayahnya menyetop perbuatan itu, Louikerpun turut menghabisi anaknya dengan menggunakan parangnya ke bagian perut yang kemudian ke leher korban berulang kali. “ Usai itu, Louiker menusuk perutnya sendiri yang kemudian terjatuh ke jurang. Disitulah warga menemukan louiker bersama istri dan anaknya,” jelas Syawal.

Atas perbuatan Louiker, dikenakkan pasal 80 ayat 3,4 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahaan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 44 ayat 2 Undang-Undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. (des/btr)