Home Blog Page 4505

Stok Gula Pasir Menipis, Harga Jadi Rp16.500 Per Kilogram

TUANG: Pedagang saat menuangkan gula pasir ke plastik untuk dipasarkan secara kiloan.
TUANG: Pedagang saat menuangkan gula pasir ke plastik untuk dipasarkan secara kiloan.
TUANG: Pedagang saat menuangkan gula pasir ke plastik untuk dipasarkan secara kiloan.
TUANG: Pedagang saat menuangkan gula pasir ke plastik untuk dipasarkan secara kiloan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) melakukan monitoring terkait dengan melonjaknya harga gula pasir yang mencapai Rp16.500 per kilogram dari harga sebelumnya hanya Rp13 ribu per kg. Kenaikan harga ini dikarenakan stok gula menurun.

“Hasil monitoring awal kita, gula ini memang kurang pasokan. Kita akan kordinasikan dengan Disperindag untuk menyikapi hal ini,” ungkap Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ramli Simanjuntak kepada wartawan di Medan, Kamis (12/3).

Ramli sendiri mengkritisi Pemerintah Daerah tidak memiliki data yang pasti terkait berapa jumlah konsumsi gula bagi masyarakat di Sumut ini.” Ada, 20 ribu ton per bulan, itu data 5 tahun lalu. Disini lah Pemerintah perlu update berapa kebutuhan gula sebenarnya,” ucap Ramli.

Tidak sampai disitu, Ramli mengungkapkan untuk kebutuhan gula rafinasi untuk bahan olah bagi industri dan memiliki pasar khusus seperti UMKM kuliner, Hotel dan lainnya mengalami pasokan yang kurang ditingkat agen di Sumut.

“Distributor kita (dari Sumut) minta ke Lampung bulan lalu, namun kosong. Baru minggu inilah mereka dapat. Dan itu harganya sudah Rp 14.600 per kilogram,” tutur Ramli.Dijelaskan Ramli, pasokan gula rafinasi ini tergantung pada kuota yang ditetapkan pemerintah. Untuk Sumut, sekitar 51 ribu ton/semester. Padahal kebutuhan industri 15 ribu ton/bulan.üÿ“Jadi pasokannya juga kurang dan perlu dilakukan penataan pendistribusi dilakukan Pemerintah,” sebut Ramli.

Ramli mengatakan untuk mengatasi pasokan gula yang kurang. Pemerintah Indonesia harus mengambil andil dengan melakukan intervensi harga melalui PTPN II juga sudah dikasi penugasan untuk mengatasinya dan Bulog menggelar operasi pasar.

“Tapi yang menjadi catatan. Agar kebutuhan gula itu bisa didata dengan lebih baik. Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas terkait, harus mengevaluasi berapa sebenarnya kebutuhan gula Sumut per bulan,” sebut Ramli.

Ia menambahkan distributor gula di Sumut bukan saja menyalurkan gula ke Provinsi ini saja. Namun, sampai Provinsi Aceh. Hal itu, juga penyebab pasokan terus berkurang.

Bulog Sumut Belum Ada Niat Gelar Operasi Pasar

Sementara itu, Bulog Sumut belum ada niat untuk melakukan operasi pasar untuk menekan harga gula melonjak tinggi kembali normal. Hal tersebut, dibernakan oleh Humas Bulog, Karni Lubis saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin.

“Sampai saat ini, belum ada kordinasi soal itu. Memang secara resmi ada di Dinas Perdagangan. Kordinasi ada, pasti langkah-langkah belum ada pergerakan,” tutur Karni.

Disinggung berapa jumlah pasokan gula dimiliki Bulog Sumut. Karni enggan menjelaskan, karena data secara detail itu disampaikan oleh pimpinan Bulog Sumut. “Belum bisa saya informasi. Karena itu, jangan sensitif dan langsung pimpinan. Kalau di Bulog harus tahu pimpinan,” sebut Karni.

Namun, Karni mengatakan pihak Bulog Sumut siap turun tangan bila ada diminta oleh Pemerintah Daerah.” Karena masih ditangani oleh Pemerintah Daerah. Bulog tidak seperti dulu, memang harus ada tindakan-tindakan secara sinergi,” pungkasnya. (gus/ram)

Sambangi Desa Kalang Simbara, Kapolres Dairi Jadi Warga Kehormatan

DIULOSI: Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang diulosi keluarga besar marga Ujung dan masyarakat Desa Kalang Simbara, Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DIULOSI: Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang diulosi keluarga besar marga Ujung dan masyarakat Desa Kalang Simbara, Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DIULOSI: Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang diulosi keluarga besar marga Ujung dan masyarakat Desa Kalang Simbara, Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DIULOSI: Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang diulosi keluarga besar marga Ujung dan masyarakat Desa Kalang Simbara, Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Resor Dairi AKBP Leonardo Simatupang bersama jajaran pejabat utama polres menyambangi Desa Kalang Simbara, Kecamatan Sidikalang dalam rangka menjalin silaturahmi dengan masyarakat. Kegiatan silaturahmi berlokasi dirumah salahsatu tokoh masyarakat, Hasan Ujung, Rabu (11/3) malam.

Rombongan Kapolres disambut putra alm Hasan Ujung, Saut Martua Ujung didampingi istri Tetty boru Pasaribu yang juga Kepala Desa Kalang Simbara, keluarga besar marga Ujung ada Selamat Ujung, Delphi Masdiana Ujung serta suami Pana Akbar Simatupang dan seluruh perangkat Desa dan masyarakat Desa Kalang Simbara. Kapolres juga dijamu makan malam bersama.

Tuan rumah sekaligus Ketua LPM Desa Kalang Simbara, Saut Martua Ujung didampingi Kades Kalang Simbara, Tetty boru Pasaribu menyampaikan, terimakasih kepada Kapolres dan jajaran Polres Dairi bersedia menghadiri undangan dan bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Kalang Simbara.

“Ini suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami”, ucap Saut. Saut mengatakan, warga Desa Kalang Simbara sangat bersukacita atas kunjungan ini. Kunjungan kehormatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk lebih gigih lagi menyekolahkan anaknya sehingga bisa berhasil dan mudah-mudahan ada yang menjadi Kapolres, ucap Saut.

Saut mengatakan, arahan Kapolres terkait kesadaran hukum sangat dibutuhkan untuk meningkatkan moral di tengah masyarakat. “Kadang warga takut jika melihat Polisi. Padahal sebetulnya, kita tidak perlu takut tetapi saling menghormati,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Saut Ujung mengangkat Kapolres AKBP Leonardo Simatupang sebagai warga kehormatan Desa Kalang Simbara. Saut juga memberi satu persil tanah pertapakan untuk pendirian rumah bagi Kapolres Dairi.

Salahsatu tokoh masyarakat bermarga Harianja menyampaikan apresiasi karena Kapolres Dairi mau turun dan berbaur dengan masyarakat. ”Ini strategi sangat baik dilakukan seorang pemimpin. Ini salahsatu penilaian tersendiri bagi masyarakat seorang Kapolres mau datang dan melihat kampung kami dan menjalin hubungan emosional dengan warga untuk itu kami sangat bangga,”terangnya.

Warga lainnya, Selamat Ujung menyebut, baru kali ini Kapolres turun ketengah-tengah masyarakat Desa. Kunjungan seperti ini membawa dampak positif bagi warga. Pelanggaran hukum dengan sendirinya akan menurun karena Kapolres turun ke masyarakat memberikan penyuluhan hukum.

“Kami mendukung penegakan hukum di Dairi dengan aturan yang lebih baik. Kunjungan ini membuat kesejukan di masyarakat,”kata Selamat.

Hal yang sama disampaikan Delpi Masdiana Ujung. Mantan Ketua DPRD Dairi itu menyebut, hal baik seperti ini hendaknya diikuti lembaga lain untuk menjalin silaturahmi dengan warga.

Kapolres AKBP Leonardo Simatupang mengaku terharu dan bahagia atas sambutan keluarga besar marga Ujung dan warga Kalang Simbara. Leonardo menegaskan, sudah menjadi kewajiban dan tugas Polri hadir di tengah masyarakat.

“Saya bangga diangkat sebagai warga kehormatan Desa Kalang Simbara. Polri harus dekat dan melayani seluruh masyarakat,”katanya.

Kapolres mengajak warga tetap kompak dan menjaga tali silaturahmi. Selain menjaga kondisi Kamtibmas tetap kondusif. Masyarakat diimbau agar proaktif memberikan informasi melalui Babinkamtibmas maupun Babinsa khususnya peredaran narkoba. (rud/han)

Sudah Berusia 74 Tahun, Kabupaten Karo Masih Krisis Air

FOTO BERSAMA: Bupati Karo, Sekdaprovsu, Ketua DPRD Karo, Wakil Bupati Karo foto bersama dengan Legiun Veteran di depan tumpeng cimpa Hari Jadi ke-74 Tahun Kabupaten Karo.
FOTO BERSAMA: Bupati Karo, Sekdaprovsu, Ketua DPRD Karo, Wakil Bupati Karo foto bersama dengan Legiun Veteran di depan tumpeng cimpa Hari Jadi ke-74 Tahun Kabupaten Karo.
FOTO BERSAMA: Bupati Karo, Sekdaprovsu, Ketua DPRD Karo, Wakil Bupati Karo foto bersama dengan Legiun Veteran di depan tumpeng cimpa Hari Jadi ke-74 Tahun Kabupaten Karo.
FOTO BERSAMA: Bupati Karo, Sekdaprovsu, Ketua DPRD Karo, Wakil Bupati Karo foto bersama dengan Legiun Veteran di depan tumpeng cimpa Hari Jadi ke-74 Tahun Kabupaten Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO – Tepat tanggal 8 Maret lalu, Kabupaten Karo genap berusia 74 tahun. Meski terbilang sudah ‘ujur’, namun segudang persoalan masih mendera Bumi Turang yang saat ini masih dipimpin Terkelin Brahmana, SH. Buruknya pelayanan publik, ketertinggalan sektor infrastruktur, pendidikan, pertanian dan pariwisata masih jadi PR Pemkab Karo yang tak kunjung selesai.

Bahkan yang paling miris, alih-alih melayani dan mensejahterakan rakyat, kebutuhan dasar seperti air saja pun tak terpenuhi. Ya, sampai detik ini, warga Kabupaten Karo, khususnya Kota Kabanjahe-Berastagi dan beberapa desa di sekitarnya masih kesulitan mendapatkan air.

Padahal, sebagai daerah pegunungan, air terbilang melimpah ruah di Kabupaten Karo. Namun pada kenyataannya, kabutuhan pokok itu jadi barang “mahal”.

Sebagai Putra daerah Karo, kondisi memalukan ini membuat Akademisi Sosial Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Drs Wara Sinuhaji Mhum, gusar.

“Bupati silih berganti, tapi masalah air saja tak kunjung terselesaikan. Padahal, banyak mata air dan sungai di Kabupaten Karo,” kesalnya pada kru koran ini.

Meski tak sepenuhnya menyalahkan Bupati Terkelin Brahmana, namun menurut Wara, persoalan ini tak bisa lepas dari kebijakannya memilih Direktur PDAM Tirta Malem. Menurut Wara, siapa saja yang diangkat jadi direktur tidak tepat dan kreatif. Seharusnya bupati mencari dan mengangkat direktur yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini.

“Bupati harus selektif memilih dan menempatkan orang yang tepat di sana. Memang tidak semua harus dibebankan ke bupati. Tapi sebagai pemimpin, warga pasti terus menyalahkannya. Jika serius dan kreatif, saya yakin masalah ini pasti terselesaikan,” tegas Wara.

Untuk itu, kedepan katanya, siapapun yang jadi Bupati Karo harus segera menyelesaikan masalah air ini. Karena putra daerah, Wara tahu betul banyak sumber air yang bisa dieksploitasi di Kabupaten Karo. Meski tak menampik APBD Karo terlalu kecil untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. Bukan bararti hanya bisa berpangku tangan, sebagai pimpinan, Bupati Karo harus melakukan terobosan-terobosan baru. “Kedepan pimpinan tiap OPD harus harus memiliki kreatifitas,” harapnya.

Selain itu, Wara juga mendorong Bupati Karo Terkelin Brahmana memanfaatkan kedekatannya dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

“Anggaran di Sumut itu sangat besar. Jadi harus ada terobosan agar dana tersebut dialokasikan ke Karo. Karena saya lihat, Bupati Karo sangat dekat dengan Gubernur. Jadi manfaatkanlah kedekatan tersebut untuk kepentingan rakyat,” pintanya.

Selain menyoroti masalah air, kedepan siapapun yang jadi bupati, harus melakukan pembenahan secara menyeluruh.

“Saya lihat birokrasi di Karo tak ada yang bagus. Pelayanan publik juga harus diperbaiki. Satu lagi infrastruktur ke desa-desa juga harus ditingkatkan,” tandasnya.

Sementara itu, Mami salah seorang pengusaha kedai kopi di Tiga Baru Kabanjahe mengaku gerah dengan kondisi PDAM Tirtamalem.

“Seminggu paling hanya 2 kali kami kebagian air. Sementara iuran dikutip tiap bulan,” kesalnya. Sementara itu, data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Karo, panjang jalan Kabupaten Karo 1.218,15 km, jalan provinsi 932,31 km. Jalan yang sudah diaspal hanya 932,31 km, sisanya jalan berbatu sepanjang 232,11 km. Persentasenya 11,4 persen dalam keadaan rusak dan 26,5 persen lagi dalam keadaan rusak parah Mirisnya lagi, masih ada juga jalan yang belum tersentuh pembangunan alias jalan tanah sepanjang 123,53 km.

Di sisi lain, Kabupaten Karo juga mendapat predikat zona merah atau belum patuh terhadap standar pelayanan publik yang diamanahkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Nilai Pemkab Karo hanya berada di kisaran 47,20, jauh tertinggal dari Pemkab Pakpak Bharat yang mendapat nilai 86,21.

Hal ini sesuai hasil servei yang dilakukan Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara melakukan 2019. Seperti diketahui, daerah yang masum zona merah menggambarkan pelayanan publik di Pemkab Karo sangat buruk. Survei ini tujuannya untuk melihat tingkat kepatuhan pemerintah daerah terhadap standar pelayanan publik. Cara melihat kepatuhannya dengan turun langsung ke unit-unit layanan publik yang ada di setiap kantor organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kita lihat apakah mereka memampangkan (tangible) atributisasi standar pelayanan publik di ruang-ruang layanan. Setiap penyelenggara pelayanan publik wajib menyusun, menetapkan dan mempublikasi atributisasi standar pelayanan publiknya. Ini adalah hak masyarakat sebagai pengguna layanan,” ucap Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar dalam pernyataannya, beberapa waktu lalu.

Abyadi menilai, komitmen Pemkab Karo memberikan layanan terbaik kepada masyarakatnya masih buruk. Survei tersebut, kata dia adalah potret penyelenggaraan pelayanan publik di daerah itu sendiri. Kenyataan ini jelas memalukan. Apalagi Kabupaten Karo jauh tertinggal dengan Kabupaten Pakpak Bharat. Padahal kabupaten yang beribukota Salak ini baru diresmikan pada tanggal 5 Februari 2003 silam. (deo/han)

Umar Zunaidi Dukung UINSU Berdiri di Tebingtinggi

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan berkomitmen terkait pembangunan cabang Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) berdiri di Kota Tebingtinggi, atas dukungan tersebut Pemko Tebingtinggi telah menyerahkan aset tanah kepada pihak Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

“Kami sangat berharap UINSU bisa membuka cabang di Kota Tebingtinggi. Ini untuk membangun sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan kemajuan zaman,” papar Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Ketua DPRD Basyaruddin Nasution, Sekdako Muhammad Dimiythi, Inspektur Kota Tebingtinggi Kamlan Mursyid, Kadis Kominfo Dedi P Siagian saat mengadakan audiensi ke Kemenag RI yang diterima oleh Sekjen Kemenag RI yang diwakili oleh Kepala Biro Keuangan Muhammad Ali Irfan beserta Rektor UINSU Prof Kh Saidurrahman dan jajaran eselon II dan III Kemenag RI, Kamis (12/3).

Diterangkan Wali Kota Tebingtinggi melalui Kadis Komimfo Dedi P Siagian, bahwa audiensi dalam rangka penyerahan surat komitmen Pemko Tebingtinggi terkait penyerahan aset yang dihibahkan kepada Kemenag untuk UINSU.

“Memang strategisnya dibuka fakultas FKM UINSU di Kota Tebingtinggi, pendidikan itu sangat perlu untuk membangun kualitas SDM kita, sesuai slogan Presiden Joko Widodo SDM Unggul Indonesia Maju,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan, bahwa Pemko Tebingtinggi telah mengurus sertifikasi tanahnya untuk hal ini, begitu juga dengan bangunannya serta personil.

Sedangkan Sekjen Kemenag RI yang diwakili oleh Kepala Biro Keuangan Muhammad Ali Irfan, menyampaikan sangat berterima kasih kepada Pemko Tebingtinggi yang telah mengusulkan hibah aset dan kerja sama ini dan mengharapkan sertifikasi tanahnya segera selesai.

Ali Irfan juga menyampaikan bahwa hal ini merupakan amal ibadah karena untuk membangun pendidikan. “Harapan saya dalam waktu cepat agenda fakultas UINSU di Tebingtinggi ini menjadi program prioritas pembangunan Kemenag RI,” bilangnya. (ian/han)

Presiden Joko Widodo Andalkan Jahe Merah Hindari Corona

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo mengungkapkan saat ini mengonsumsi jahe merah tiga kali dalam satu hari sejak wabah corona menyebar. Padahal biasanya, Jokowi mengatakan konsumsi jahe merah hanya dilakukan satu kali sehari. Yaitu, pada pagi hari demi menjaga kesehatan.

“Saya biasanya tiap hari minum itu, temulawak, jahe, sereh, kunyit, saya campur. Saya minum hanya pagi hari. Sekarang karena ada virus corona, saya minumnya pagi, siang, malam,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3).

Tak cuma untuk konsumsi pribadinya, Jokowi juga menyajikan minuman jahe merah ke seluruh tamu yang hadir di kantornya. Hal ini dilakukan demi menekan penularan virus corona.

“Sekarang tamu-tamu saya kalau pagi, siang, dan malam saya beri minuman itu. Bukan teh, tapi temulawak, jahe, sereh, kunyit, campur jadi satu,” jelasnya.

Jokowi menyadari kebiasaannya itu, termasuk masyarakat Indonesia yang sedang berburu rempah-rempah, membuat harganya melonjak hingga lima kali lipat belakangan ini.

Sebelumnya khasiat jahe merah juga disebutkan oleh Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, Jahe merah tinggi akan antioksidan yang berfungsi sebagai zat pencegah radikal bebas yang menimbulkan kerusakan pada sel-sel tubuh.

Rimpang jahe mengandung 19 komponen bioaktif yang berguna bagi imun tubuh. Jahe merah merupakan tanaman asli yang ditanam oleh petani Indonesia, dan juga sudah digunakan turun temurun untuk berbagai penyakit.

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa jahe merah memiliki fungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan, sehingga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan virus maupun bakteri.

Jahe merah tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia, seperti di daerah Jawa, Sumatra dan Sulawesi.

Berdasarkan penelitian Dugasani pada 2010 dalam Comparative antioxidant and anti-inflammatory effects of gingerol dan shogaol,

Jahe Merah mengandung gingerol dan shogaol yang terbukti memiliki kemampuan meningkatkan kekebalan tubuh supaya tidak terserang penyakit, bakteri dan virus berbahaya termasuk virus corona.

Selain berfungsi sebagai antioksidan, tanaman rimpang bernama latin Zingiber officinale ini juga berfungsi sebagai antiemetik hingga antibakteri dan peradangan.

Kadar gingerol pada jahe merah lebih tinggi dibanding jahe gajah yang ternyata paling sering digunakan masyarakat saat ini.

Kadar gingerol yang lebih tinggi, berat per rimpang yang lebih berat, dan kandungan minyak atsiri yang lebih banyak membuat jahe merah lebih efektif buat kesehatan masyarakat dibanding jahe gajah dan juga jahe emprit.

Tips sederhana untuk mencegah virus corona adalah dengan rajin mencuci tangan dengan air dan sabun, hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut saat tangan kotor.

Hindari juga kontak langsung dengan hewan liar dan ternak, serta menggunakan masker saat aktivitas.

Namun semua itu akan percuma bila kita tidak menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh kita. Untuk itu selalu konsumsi jahe merah sebagai tambahan imun bagi tubuh kita. Pilih produk yang mengandung jahe merah.

Pilih bejo jahe merah, yang ada jahe merahnya.

DPRD Sumut Desak Pemprovsu Perbaiki Jalan Humbahas-Pakpak Bharat

TINJAU: Anggota DPRD Sumut, Franc Bernhard Tumanggor saat meninjau jalan provinsi Kabupaten Humbahas-Batugajah Sion Julu tembus Kabupaten Pakpak Bharat yang rusak sehingga belum bisa dilintasi kendaraan umum.
TINJAU: Anggota DPRD Sumut, Franc Bernhard Tumanggor saat meninjau jalan provinsi Kabupaten Humbahas-Batugajah Sion Julu tembus Kabupaten Pakpak Bharat yang rusak sehingga belum bisa dilintasi kendaraan umum.
TINJAU: Anggota DPRD Sumut, Franc Bernhard Tumanggor saat meninjau jalan provinsi Kabupaten Humbahas-Batugajah Sion Julu tembus Kabupaten Pakpak Bharat yang rusak sehingga belum bisa dilintasi kendaraan umum.
TINJAU: Anggota DPRD Sumut, Franc Bernhard Tumanggor saat meninjau jalan provinsi Kabupaten Humbahas-Batugajah Sion Julu tembus Kabupaten Pakpak Bharat yang rusak sehingga belum bisa dilintasi kendaraan umum.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara terkesan menelantarkan perbaikan jalan provinsi Kabupaten Humbahas-Batugajah Sion Julu menembus ke Kabupaten Pakpak Bharat. Akibatnya, jalan tersebut belum bisa dilintasi transfortasi umum.

Melihat kondisi itu, membuat anggota DPRD Sumut Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, kecewa terhadap penelantaran jalan rusak tersebut.

“Kami mendesak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Cq Dinas BMBK (Bina Marga dan Bina Konstruksi, red) Sumut untuk segera mengalokasikan anggaran perbaikannya di APBD Sumut, agar jalan penghubung antar kabupaten itu bisa segera dilintasi kendaraan roda empat,” ujar Franc Bernhard Tumanggor kepada wartawan, Kamis (12/3).

Menurut Franc, sudah 75 tahun Indonesia Merdeka, jalan provinsi jurusan Humbahas-Pakpak Bha rat masih belum layak untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Padahal, katanya, badan jalan hanya sepanjang 7 kilometer saja dari Batugajah Desa Sion Julu hingga ke Perbatasan Pakpak Bharat yang belum diaspal. Kondisi itupun berdampak terhadap masyarakat di wilayah kabupaten tersebut.

“Pemkab Pakpak Bharat sudah berulang kali mengusulkan ke Pemprov Sumut, baik melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD), untuk segera diperbaiki. Tapi hingga kini tidak ada realisasinya,” ungkap anggota Komisi B ini.

Menurut Franc, masyarakat sangat menginginkan agar ruas jalan ini menjadi prioritas pembangunan yang dianggarkan pada tahun mendatang, khususnya pada ruas Kabupaten Humbahas – Batu Gajah – Deleng Simpon yang kondisinya sangat tidak layak untuk dilalui.

Putra mantan Bupati Dairi MP Tumanggor ini memberi masukan, jika jalan tersebut diperbaiki dan diaspal, bukan saja membuka akses jalan antar kedua kabupaten, tapi juga akan ‘menjual’ panorama alam Pakpak Bharat yang memiliki potensi wisata yang luar biasa.

Menanggapi kondisi tersebut, Kadis BMBK Sumut, Ir Efendy Pohan yang dihubungi mengatakan, Pemprov Sumut bukan menelantarkan pembangunan jalan tembus Kabupaten Humbahas-Pakpak Bharat, tapi hanya menunggu penyelesaian proses hukum. “Status jalan itu dulu ada masalah hukum terkait putus kontrak terhadap perusahaan pemenang tender pada 2017. Jadi belum bisa kita lanjutkan pembangunannya atau pengalokasian anggarannya di APBN 2020, sehingga masih tertunda,” ujar Efendy Pohan.

Namun Efendy berjanji akan memprioritaskan pengalokasian anggaran pembangunannya di APBD 2021, karena sarana penghubung antar kabupaten ini sangat strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. (mag-1/han)

Sekeluarga Disambar Petir di Desa Sitinjo, Dairi

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PASCA BENCANA_Seorang warga membersihkan rumahnya yang rusak berat akibat diterjang angin puting beliung di kawasan kelurahan Sidomulyo Medan, Jumat (25/8). Menurut data BPBD Kota Medan sedikitnya 52 rumah rusak akibat hujan deras yang disertai angin kencang melanda kawasan tersebut pada Kamis (24/8) malam.
ilustrasi

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 6 ruko souvenir di komplek Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo, Dusun 2 Kutalimbaru, Desa Sitinjo Induk, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, rusak berat dihantam angin puting beliung. Pada waktu yang sama, sekeluarga yang sedang bertani disambar petir, satu di antaranya terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sidikalang, Kamis (12/3) pukul 15.00 WIB.

Peristiwa dimaksud, Kamis (12/3) sekira pukul 15.00 Wib disaat daerah itu diguyur hujan lebat bercampur kilat dan dentuman petir yang cukup keras. Satu orang warga yakni Kesia Nainggolan (5) beralamat di kompleks gereja HKBP Sitinjo dikabarkan disambar petir dan terpaksa dilarikan ke RSUD Sidikalang. Akibat bencana alam itu, kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi, Sahala Tua Manik saat dihubungi mengatakan, bencana alam angin puting beliung tersebut diawali hujan deras yang melanda Desa Sitinjo.

Enam rumah warga milik Sahyunan Kudadiri, Pasuamin Capah, Isman Lubis, Donal Sibarani, Jekson Simangunsong dan Marolop Lumbangaol, mengalami rusak berat.

Tak hanya itu saja, sejumlah pohon juga turut tumbang hingga menutup badan jalan.”jaringan listrik banyak rusak karena pohon tumbang menimpa kabel,”kata Sahala.

Terpisah, Plt Kepala Desa Sitinjo Induk, Rudianto Kudadiri mengatakan, selain rumah warga yang menjadi korban puting beliung. Hujan deras disertai petir itu juga menimbulkan korban. Kesia Nainggolan (5), terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah disambar petir.

“Korban sudah mendapat perawatan,”kata Rudianto.

Ditemui wartawan di RSUD Sidikalang, orangtua Kesia Nainggolan, Halasson Robin Nainggolan menuturkan, sore itu dia bersama keluarganya berjumlah 5 orang sedang berada di sawah menjaga burung.

Namun hujan turun deras disertai petir. Karena hujan, ia dan keluarganya pun berteduh di bawah pondok.

Tak diduga, petir menyambar pondok mereka. Ia dan dua anaknya, Rahel Nainggolan dan Kesia Nainggolan terlempar dari pondok. Sementara, istrinya, Kartiani boru Sinaga dan putrinya Sinta Nainggolan tetap berada di pondok.

Nasib malang, salah satu putrinya Kesia Nainggolan sempat membiru akibat dihantam petir.

Namun dengan sigab, mereka mengubur badan Kesia ke lumpur di areal persawahan mereka. Selanjutnya, Kesia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat peng obatan. (rud/han)

Ammar, Bayi Penderita Hidrosefalus Berharap Uluran Tangan

DIGENDONG: Ammar digendong ibunya, Wahyuni, saat dirawat di Rumah Sakit Mitra Sejati. istimewa/sumut pos
DIGENDONG: Ammar digendong ibunya, Wahyuni, saat dirawat di Rumah Sakit Mitra Sejati. istimewa/sumut pos
DIGENDONG: Ammar digendong ibunya, Wahyuni, saat dirawat di Rumah Sakit Mitra Sejati. istimewa/sumut pos
DIGENDONG: Ammar digendong ibunya, Wahyuni, saat dirawat di Rumah Sakit Mitra Sejati. istimewa/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ammar, bayi berumur enam bulan masih terbaring lemah di Rumah Sakit Mitra Sejati, Jalan Jenderal Besar A H Nasution, Kecamatan Medan Johor, Medan.

Anak kedua dari pasangan Budi (27) dan Wahyuni (25) ini sudah menderita hidrosefalus sejak enam bulan dalam kandungan.

“Anak saya itu sudah menderita hidrosefalus sejak enam bulan dalam kandungan. Hal ini kami ketahui setelah istri saya melakukan check USG,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Kamis (12/3).

Sesudah kelahiran Ammar, bayi lelaki ini pun mendapatkan perawatan secara intensif karena penyakit tersebut sudah menempel pada dirinya sejak dalam kandungan.

“Sebagai orang tua, kami tetap berikan perawatan terbaik baginya. Kita lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Kita sudah berulang kali lakukan pengobatan,” kata warga Jalan Perwira, Dusun VI, Desa Mekar Sari, Delitua.

Pemeriksaan pertama tepat setelah seminggu Ammar lahir.”Setelah satu minggu Ammar lahir, kita langsung bawa dia ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Begitulah seterusnya,” kata Budi.

Setelah kondisi Ammar membaik usai pemeriksaan di rumah sakit, orangtuanya membawa pulang Ammar.

“Ammar kita rawat di rumah setelah kita bisa pulang dari rumah sakit. Namun, kita tetap lakukan pengawasan terhadap Ammar karena kita sudah tahu bahwa ada penyakitnya. Kita tetap was-was manakala dia ada keluhan,” paparnya.

Sebagai seorang bayi, Ammar hanya bisa merengek saat dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya.”Kami sebagai orangtuanya langsung peka kalau Ammar ada sakit atau keluhan,” tambahnya.

Di umur enam bulan ini, Ammar harus mendapatkan perawatan intensif karena diduga Ammar tidak hanya berpenyakit hidrosefalus, namun juga mengidap penyakit hernia.

“Saat ini, dia sudah berumur enam bulan, dan ternyata dia juga ada penyakit lain, penyakit hernia. Ini kami tahu dari dokter,” ujar Budi.

Dengan segala beban pengobatan, Budi dan Wahyuni berharap kepada setiap orang agar dengan rela hati membantu memikul beban finansial yang sedang mereka alami.

“Kami berharap bantuan dari siapa saja donatur yang terdorong hatinya membantu kami. Kami juga sudah didaftarkan pada sebuah website yang menolong penggalangan dana demi kesembuhan anak kami, Ammar,” pungkasnya. (trb/ila)

Syukuran Ulang Tahun ke-24, PTPN IV Santuni 2.350 Anak Yatim

TUMPENG: Dirut PTPN IV Siwi Peni memberikan tumpeng kepada pegawai PTPN IV termuda, di acara syukuran HUT PTPN IV.
TUMPENG: Dirut PTPN IV Siwi Peni memberikan tumpeng kepada pegawai PTPN IV termuda, di acara syukuran HUT PTPN IV.
TUMPENG: Dirut PTPN IV Siwi Peni memberikan tumpeng kepada pegawai PTPN IV termuda, di acara syukuran HUT PTPN IV.
TUMPENG: Dirut PTPN IV Siwi Peni memberikan tumpeng kepada pegawai PTPN IV termuda, di acara syukuran HUT PTPN IV.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Perkebunan Nusantara IV menggelar syukuran ulang tahunnya ke-24 secara serentak di 46 titik. Ulang tahun BUMN perkebunan ini jatuh pada Rabu, 11 Maret 2020. Syukuran ini dilaksanakan mulai dari Kantor Direksi PTPN IV hingga ke distrik, kebun dan pabrik.

Kegiatan diawali dengan upacara bendera, gerakan cuci tangan, pemotongan nasi tumpeng, sarapan pagi bersama serta kegiatan bina mental. Acara yang berlangsung di Kantor Direksi PTPN IV ini dihadiri langsung Direktur Utama PTPN IV Siwi Peni, Direktur Komersil Umar Affandi, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Rizal H. Damanik, Kepala Bagian, Wakil Kepala Bagian, Project Manajer, Kasubag, Staf Subag dan Karyawan serta di distrik, kebun dan pabrik dihadiri masing-masing manajer kabid, asisten dan karyawan.

Direktur Utama PTPN IV, Siwi Peni dalam keterangan persnya yang diterima tri bun-medan.com, Kamis (12/3) mengatakan, sebagai ungkapan rasa syukur atas apa yang dicapai korporasi selama ini, PTPN IV melaksanakan aksi sosial dengan menyantuni 2.350 anak yatim yang berasal dari sekitar unit usaha PTPN IV yang ada di 10 kabupaten di Provinsi Sumatera Utara.

Dalam sambutannya Siwi Peni membaca pidato Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), yang mengatakan bahwa tanggal 11 Maret 2020, genap 24 tahun Perkebunan Nusantara berperan untuk bangsa. Potensi BUMN Perkebunan ini pun masih memiliki potensi yang besar untuk ke depannya.

Dikatakan Siwi Peni, penerapan Business Process Reengineering dengan parameter Q2CS harus dapat segera dilaksanakan, meliputi quality, quantity, cost dan speed.

Selain itu, back to basic planters yang bertujuan untuk peningkatan produksi (produktivitas) hasil, dengan melakukan inspeksi lapangan berjenjang serta meminimalisasi losis selama di pengangkutan dan proses pengolahan di pabrik. “Saya berharap apa yang telah berhasil dicapai saat ini dapat terus ditingkatkan agar rencana di tahun 2020 bisa terselesaikan dengan baik demi stabilitas dan peningkatan kinerja perusahaan kita,” kata Siwi Peni.

Pada acara syukuran tersebut, PTPN IV di 46 unit usahanya secara serentak juga melakukan gerakan cuci tangan yang benar. Tujuannya untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. “Perilaku hidup bersih seperti ini hendaknya selalu dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19 dan penyakit menular lainnya,” sebut Siwi Peni.

Siwi Peni menjelaskan, terdapat enam langkah cuci tangan yang benar sesuai standar World Health Organization (WHO) dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Sebaiknya mencuci tangan dilakukan dengan sabun selama 20 detik di bawah air mengalir. Namun jika tidak ada air bisa juga membersihkan tangan dengan menggunakan gel yang memiliki kandungan 60 persen alkohol,” ujar Siwi Peni.

Acara syukuran juga diisi dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Siwi Peni dan diserahkan kepada karyawan PTPN IV yang diwakili Ketua Umum SP-Bun Wispramono Budiman, mewakili karyawan yang tertua Eddy Tea Christian Barus dan karyawan yang termuda Hasanul Fuad Husni.

Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN IV Riza Fahlevi Naim mengatakan, pihaknya merencanakan kegiatan sosial lain akan dilaksanakan, Jumat (20/3/2020) dengan menggelar acara kegiatan donor darah dan menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa di Kantor Direksi PTPN IV.

Sebelumnya di pagi hari akan diadakan senam pagi bersama Yayasan Jantung Indonesia. PTPN IV juga memberikan penghargaan kepada karyawan PTPN IV (star of the month) serta melakukan peresmian pemakaian fitness centre dan tempat parkir sepeda.

“PTPN IV sendiri adalah salah satu anak perusahaan BUMN Perkebunan, yang bergerak di bidang usaha agroindustri. Berdiri sejak tahun 1996 merupakan hasil peleburan dari PTP VI, PTP VII dan PTP VIII menjadi PTPN IV,” kata Riza. (rel/ila)

Pergudangan Ilegal Banyak Berdiri di Marelan

MARELAN, SUMUTPOS.CO – Dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Detail Tata Ruang Wilayah (RDTR) Kota Medan, Kecamatan Medan Marelan masuk rencana tata ruang wilayah (RTRW) kawasan pemukiman dan perdangan.

Kenyataannya, masih banyak berdiri pergudangan secara ilegal seperti di Jalan Nipon, Danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan dan Jalan Rachmadbuddin, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, telah menyalahi.

Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT Bahrusmyah, mengatakan, fungsi pemerintahan dari tingkat bawah sampai ke atas tidak berjalan dengan baik melakukan pengawasan. Buktinya, bangunan gudang secara liar berdiri di Kecamatan Medan Marelan masih dilakukan pembiaran oleh camat.

Ia sangat kecewa dengan kepemimpinan camat yang tak mampu mengawasi gudang yang berdiri secara ilegal, padahal Kecamatan Medan Marelan masuk dalam kawasan pemukiman dan perdangan dalam RTRW Kota Medan.

“Jangankan izin, mendirikan industri dan pergudangan memang tidak bisa. Harusnya, pihak kecamatan jangan pura – pura tidak tahu. Saya sangat kecewa dengan camat yang menjawab tidak tahu, berarti ada kelemahan kordinasi dari sistem tingkat kepling dan kelurahan kepada camat,” tegasnya.

Dijelaskan Ketua DPD PAN Kota Medan ini, kepada pemerintah setempat khususnya camat sudah sepatutnya mengambil tindakan terhadap gudang yang berdiri di wilayanya dengan menghentikan pembangunan gudang yang sedang berlangsung untuk meneruskan ke Satpol PP Kota Medan.

“Sudah di Perda No 2 Tahun 2015 tentang RDTR Kota Medan itu sudah menyalahi. Jadi, camat harus datangi untuk menghentikan pembangunannya, bukan membiarkan. Jangan nanti ada asumsi negatif dari masyarakat,” tegas Bahrum lagi.

Camat Medan Marelan, M Yunus mengaku, pembangunan gudang di Marelan memang tidak diperbolehkan, secara kewenangan ia mengaku tidak punya hak untuk menindak gudang tersebut.

“Kita sifatnya hanya menyurati untuk menghimbau, masalah ini sudah kita laporkan ke dinas terkait,” katanya. (fac/ila)