APIT: Tim Intel dan Pidsus Kejari Karo mengapit terpidana korupsi, Drs. Abdy Muham (pakai topi) berhasil ditangkap setelah masuk DPO selama 2 tahun. solideo/sumut pos
KARO, SUMUTPOS.CO – Tim Intelijen dan Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo, berhasil menangkap terpidana korupsi, Drs. Abdy Muham, di Medan, Rabu (29/1) siang.
Informasi yang dihimpun di Kejari Karo, Drs. Abdy Muham, terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi atas penyimpangan Penggunaan Dana Rehabilitasi Gedung Sekolah Dasar (SD) dan Pengadaan Meubelair untuk 39 SD di Kabupaten Karo.
Dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non dana reboisasi pada Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Tahun Anggaran 2005 dengan kerugian Negara sebesar Rp 633.000.000. Atas perbuatan tersebut, Drs. Abdy Muham telah divonis majelis hakim dengan hukuman penjara selama 4 tahun dan 6 bulan, dengan membayar denda sebesar Rp 200.000.000, subs 6 bulan kurungan.
Hukuman ini sesuai denga putusan Mahkamah Agung RI Nomor 152 PK/PID.SUS/2017 tanggal 15 Februari 2017 Jo Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2120 K/PID.SUS/2015 tanggal 24 Mei 2016. Pasca putusan tersebut, Kejari melalui tim Inteljien & Pidsus melakukan penjemputan terhadap terpidana untuk dilakukan eksekusi.
Namun saat itu, terpidana sudah tak lagi berada di rumahnya. Kemudian, Kejari Karo melakukan pencarian terhadap terpidana dengan menetapkan sebagai DPO dan telah diberikan status cekal. Setelah melakukan penyelidikan, terpidana akhirnya berhasil ditangkap, dan telah diekskeusi ke Rutan Tanjung Gusta Medan. Kasi Intel Kejari Karo, Arif Kadarman saat dikonfirmasi mengatakan, selama ini Kejari Karo telah memburu terpidana ke dua wilayah, masing-masing Tanah Karo dan Jakarta Timur. “Sampai akhirnya terpidana diamankan di Medan untuk kemudian dieksekusi ke Rutan Tanjung Gusta,” tandas Arif. (deo/han)
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Dalimunthe didampingi Kadis Pangan, H. Syarifuddin Harahap, dan Kadis Kesehatan H. Kamal Ilham menyerahkan bantuan penanggulangan gizi buruk kepada 50 balita, di Aula Dinas Pangan, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (29/1)
“Kepada ibu-ibu penerima bantuan, saya minta maaf jika hari ini saja yang bisa kami berikan. Saya sadari ini jauh dari kata kurang, kedepan saya akan berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak di Labuhanbatu ini,” kata Andi Suhaimi.
“Semoga bantuan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi 50 orang yang menerimanya, kami dari Pemkab Labuhanbatu akan terus berupaya memperhatikan masyarakat baik di bidang kesehatan, maupun juga pendidikan karena saat Pemkab punya program beasiswa untuk yang tidak mampu,” jelas Andi Suhaimi.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Labuhanbatu, H. Saripuddin Harahap, SP menjelaskan, bantuan gizi buruk/kurang gizi ini adalah program dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara.
“Untuk itu kita bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Labuhanbatu memfasilitasinya. Hari ini bantuan yang kita serahkan untuk 50 orang yang terdiri dari 47 orang Gizi Kurang dan 3 orang Gizi Buruk yang berasal dari 10 Puskesmas di Kabupaten Labuhanbatu,” tandasnya.
Sarifuddin menambahkan, bantuan yang diberikan berupa Beras 6 Kg, Kacang Hijau 5 Kg, Susu 7 Kotak dan Biskuit sebanyak 7 Bungkus ditambah bantuan pribadi dari bupati.(bbs)
SEMPAT DIRAWAT: Abadi Bangun (42), mandor angkot Rahayu sempat dirawat di Rumah Sakit Siti Hajar (kiri) namun akhirnya meninggal dunia (kanan). Sebelum tewas, korban sempat dikeroyok di Jalan Pasar Baru, Kelurahan Titi Rantai, Medan Baru, Rabu (29/1) dinihari.
idris/sumutpos
SEMPAT DIRAWAT: Abadi Bangun (42), mandor angkot Rahayu sempat dirawat di Rumah Sakit Siti Hajar (kiri) namun akhirnya meninggal dunia (kanan). Sebelum tewas, korban sempat dikeroyok di Jalan Pasar Baru, Kelurahan Titi Rantai, Medan Baru, Rabu (29/1) dinihari.
idris/sumutpos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Abadi Bangun (42), mandor angkot Rahayu tewas dikeroyok pemilik dan pegawai Kafe Delicious Mie Aceh Baru, Jalan Pasar Baru Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, Rabu (29/1) dinihari sekira pukul 02.20 WIB.
Pemicunya, diduga akibat korban yang merupakan warga Jalan Bahagia Gang Budi Utomo, Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru ini, arogan dan merusak fasilitas warung Mie Aceh Pasar Baru, yang berada persis di sebelah Kafe Delicious Mie Aceh Baru.
Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing menjelaskan, semula sekira pukul 01.30 WIB korban bersama rekannya bernama Jery mendatangi warung Mie Aceh Pasar Baru untuk meminta nasi goreng. Akan tetapi, korban diminta bersabar dan harus melapor ke pemilik warung.
“Korban merasa tidak terima dan memecahkan kaca steling warung. Selanjutnya, korban bersama Jery meninggalkan lokasi lalu menuju Jalan Jamin Ginting Simpang Pasar 3, yang merupakan lokasi pengutipan angkot Rahayu,” ungkap Martuasah.
Sekira pukul 02.05 WIB, rekan korban lainnya bernama Heru Gunawan Kaban tiba di Jalan Jamin Ginting Simpang Pasar 3 dengan mengendarai sepeda motor. Korban meminjam sepeda motornya dengan alasan pulang ke rumah untuk mengganti baju yang sudah basah dan merasa dingin.
Korban pergi bersama Jery membawa sepeda motor Heru jenis Honda Supra Fit merah hitam nomor BK 3334 LC. Setelah itu, korban bersama Jery tiba di rumahnya meminta uang sebesar Rp20.000 kepada rekannya bernama Hendri Kapri dengan alasan lapar dan akan membeli makan.
Usai menerima uang, korban bersama Jery pergi menuju warung Mie Aceh Pasar Baru yang tadi. Setibanya di warung tersebut, korban langsung mengancam pegawai dengan menggunakan parang yang diselipkannya di pinggang.
“Pegawai warung berteriak meminta tolong. Lalu, pemilik Kafe Delicious Mie Aceh Baru (bersebelahan dengan warung Mie Aceh Pasar Baru), Mahyudi, mendatangi korban dan bertanya apa yang terjadi,” kata Martuasah.
Tak lama, Mahyudi mengambil kayu broti dan langsung memukul korban. Akibatnya, perkelahian pun terjadi hingga membuat karyawan Kafe Delicious Mie Aceh Baru langsung ikut memukuli mandor angkot tersebut sampai tersungkur di tengah badan Jalan Pasar Baru.
Akibat penganiayaan, itu korban menderita robek kepala, lebam perut, punggung kiri, pipi, mulut dan telinga kiri mengeluarkan darah. Aksi pengeroyokan itu, membuat Jery ciut dan melarikan diri menggunakan sepeda motor ke rumah korban untuk menyampaikan peristiwa yang dialami temannya itu.
Sekira pukul 02.30 WIB, Jery bersama rekan-rekannya bernama Hendri Kapri dan tiga orang lainnya tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan melihat korban sudah tergeletak. Hendri Kapri lalu pergi mencari betor untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat. “Berdasarkan keterangan dokter jaga di rumah sakit (Rumah Sakit Siti Hajar), setelah dilakukan pertolongan tetapi nyawa korban tak dapat diselamatkan,” papar Martuasah.
Dampak dari peristiwa itu, sambung Martuasah, sekitar 20 pemuda yang merupakan teman korban berdatang dan merusak Kafe Delicious Mie Aceh Baru. Sementara, istri korban, Eva Br Sihombing (40) melapor ke Polrestabes Medan.
“Kasusnya masih didalami, kita sudah memeriksa 12 orang saksi terdiri pegawai kafe dan warga sekitar serta sekuriti. Tidak tertutup kemungkinan, di antara saksi bisa menjadi tersangka jika terbukti terlibat mengeroyok korban,” pungkasnya. (ris)
Kapolres Sergai: Mari Perbaiki Diri dan Tingkatkan Inovasi
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M,Mhum memimpin Sosialisasi Zona Integritas(ZI) Menuju Wilayah Bebas Korupsi(WKB) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Serta Penandatanganan Fakta Integritas Polres Sergai.
Adapun kegiatan ini turut hadir Waka Polres Kompol Gunawan Hery Sudarto, S.Sos, M.H,Kabag Ops Kompol Sofyan, S.H, Para Kasat Polres Sergai Para Kapolsek Jajaran Polres Sergai, Para Kasubbag Polres Sergai, Para Kasi Polres Sergai, Personil Polres Sergai, bertempat di Aula Patriatama Polres Sergai, Rabu (29/1).
AKBP Robin Simatupang SH,M,Mhum dalam arahannya, mengatakan bahwa Polres Sergai belum memenuhi satupun dari WBK dan atau WBBN. Untuk itu, Polres Sergai harus bisa menciptakan WBK dan mencapai WBBN.
“Untuk menciptakan WBK, kita harus ciptakan dari diri sendiri. Hal tersebut dapat di capai dengan hal paling sederhana dari kebersihan diri,” bilang Robin.
Pelayanan SKCK, Pelayanan SIM dan pelayanan laporan pengaduan masyarakat diperlukan kecepatan Polri dalam menanggapi keluhan masyarakat, Polri Merupakan Instansi Terbaik ke 3 Di Indonesia. Ini terkaitnya degan pelayanan Publik sehingga masyarakat merasa puas tentang pelayanan polri.
“Mari kita bergerak memperbaiki, serta meningkatkan Inovasi di Instansi Polri dan kita juga harus mengikuti revolusi mental. Karena Polri merupakan wadah pemersatu segala umat,” imbuhnya.
“Dalam menuju WBK dan WBBM satker pelayanan agar meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, semua personil Polres Sergai harus berkonstribusi,”kata Man tan Kapolres Batubara itu.(bbs)
BANTUAN: AKP Suharmono menyerahkan bantuan bahan bangunan kepada panitia pembangunan masjid Al Jasmin, di Desa Kuta Tinggi, Kecamatan Salak, Rabu (28/1). Tamba Tinendung/Sumut Pos
PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO – Guna meringankan beban biaya pembangunan Masjid Al Jasmin yang terletak di Desa Kuta Tinggi, Kecamatan Salak, AKP Suharmono memberikan bantuan bahan bangunan berupa semen dan cat kepada panitia pembangunan, Rabu (28/1).
Pemberian bantuan semen tersebut, dikatakan AKP Suharmono, sebagai wujud kepedulian sesama umat beragama kepada warga yang sedang membangun sarana rumah ibadah. “Bila dinilai dengan besaran rupiah mungkin tidak seberapa, namun bantun bahan bangunan ini kita berikan atas dorongan nurani yang tulus,”ujar Sumarno sembari menyerahkannya secara langsung kepada Panitia pembangunan, Robin Bancin.
Sementara itu, Panitia pembangunan Masjid Al Jasmin, Robin bancin menyampaikan ucapan terimakasih kepada Polres Pakpak Bharat yang secara khusus kepada Kasubbag Progar, telah dengan iklhas memberikan bantuan bahan bangunan tersebut yang nantinya akan dipergunakan untuk pembangunan masjid Al Jasmin. “Kami panitia pembangunan Masjid mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Polres Pakpak Bharat terlebih kepada Pak Suharmono atas bantuan yang di berikan kiranya Allah SWT dapat memberikan imbalan yang lebih berlimpah,” sebut Robin.
Dengan diserahkannya bantuan itu, kepada panitia pembangunan masjid, Kasubbag Progar AKP Suharmono berharap ke depannya kegiatan ibadah dan kegiatan keagamaan di masjid Al Jasmin lebih ditingkatkan. (tam/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meluasnya penyebaran virus Corona hingga di 16 negara, dengan Cina sebagai negara terbanyak korban, dinilai sangat berdampak terhadap pariwisata di Sumatera Utara (Sumut), khususnya ke Danau Toba. Pascaserangan virus, sejumlah turis dari negeri tirai bambu itu menunda bahkan membatalkan perjalanan ke Danau Toba.
“Selama ini, kunjungan turis Cina ke Danau Toba adalah nomor ketiga terbanyak setelah Malaysia dan Singapura. Tetapi karena virus Corona, banyak perjalanan ke Danau Toba ditunda bahkan dibatalkan. Kalau situasi ini (serangan virus) terus berlarut, akan memberi dampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumut, khususnya Danau Toba,” kata Direktur Utama (Dirut) Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT), Arie Prasetyo, kepada wartawan di Medan, Rabu (29/1).
Arie mengatakan, setiap bulan kunjungan turis asal Cina ke danau Toba mencapai 600 hingga 900 kunjungan. “Mengacu pada data itu, dengan asumsi uang yang dihabiskan wisatawan rata-rata Rp7,8 juta per orang, maka mereka membawa devisa sebesar Rp4,68 miliar hingga Rp7,02 miliar per bulan,” jelas Arie.
Karena serangan virus Corona, kunjungan wisatawan asal China pada perayaan Tahun Imlek 2020, mengalami penurunan drastis. Pasalnya, pemerintah Cina membatalkan segala perayaan Imlek di berbagai provinsi di Cina, serta mengurangi perjalanan liburan Imlek dari Cina ke berbagai negara. Sumut pun ikut terkena dampaknya.
“Padahal dalam empat bulan terakhir, wisatawan asal China yang masuk ke Sumut nyaris mencapai angka 2.500 orang,” katanya.
Data terakhir dicatat Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, jumlah wisatawan Cina yang masuk ke Sumut sepanjang Januari hingga November 2019 mencapai 7.909 orang. Angka ini turun 1,09% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Malaysia dan Singapura masih menguasai pangsa wisman yang berkunjung dengan masing-masing berjumlah 124.634 orang dan 16.779 orang. (gus)
HADIRI: Bupati Asahan, Surya hadir dalam Rapat Koordinasi Teknis TP PKK Kabupaten Asahan, Selasa (28/1). ist
KISARAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan, Surya hadir dalam Rapat Koordinasi Teknis TP PKK Kabupaten Asahan, Selasa (28/1).
Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan. Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan, OPD, Camat se-Kabupaten Asahan, Ketua dan Pengurus TP PKK Kabupaten Asahan serta Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Asahan.
Dalam kata sambutannya, Surya mengatakan, penerapan Tertib Administrasi, Tertib Anggaran dan Tertib Kinerja (3T) harus dapat direalisasikan di lingkungan Pemkab Asahan demi kesuksesan pelaksanaan berbagai program kegiatan.
“Penerapan 3T harus menjadi perhatian bersama agar pelaksanaan kegiatan tepat waktu, tepat guna, tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan hukum yang ada,” ujar Surya.
Dia juga mengatakan dirinya beserta OPD selaku Pembina TP PKK telah melakukan fasilitasi dan pembinaan terhadap berbagai program TP PKK .
“Sebagai mitra Pemerintah Daerah, kita akan dukung sepenuhnya program TP PKK Kabupaten Asahan dalam membantu Pemkab Asahan mewujudkan masyarakat yang religius, sehat, cerdas dan mandiri,” urai Surya.
Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Titiek Sugiharti Surya berharap momen Rakornis dapat dimanfaatkan TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Asahan untuk bertukar pikiran sekaligus menambah keakraban.
Dirinya juga berharap Rakornis menjadi sarana penambah pengetahuan lewat pemaparan materi yang disampaikan oleh perwakilan OPD Kabupaten Asahan untuk diaplikasikan TP PKK Kecamatan di daerahnya masing-masing. (bbs)
BAZNAS: Asisten Pemerintahan, Tebingtinggi, Bambang Sudaryono diabadikan bersama Baznas pada kegiatan Optimalisasi penghimpunan Zakat ASN. Sopian/sumut pos
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Asisten Pemerintahan, Bambang Sudaryono mengungkapkan, tingkat penghimpunan Zakat dikalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Tebingtinggi masih rendah.
“Diharapkan kepada ASN yang muslim di lingkungan Pemko Tebinginggi harus berkenan mengeluarkan zakat sesuai hukumnya,”pinta Bambang pada pertemuan optimalisasi Zakat di Gedung Hj. Sawiyah Nasution, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Rabu(29/1).
Bambang menyebutkan, Pemko Tebingtinggi telah membentuk Baznas sebagai wadah yang mengelola dana Zakat. Untuk itu, diharapkan ASN menyalurkan zakatnya.
Bambang Sudaryono menegaskan, melihat laporan dari Baznas Tebingtinggi, pihaknya merasa prihatin karena masih rendahnya penghimpunan Zakat di kalangan ASN.
“Untuk itu kami berharap kepada pimpinan OPD untuk melakukan optimalisasi penghimpunan zakat dilingkungan OPD nya masing masing,” pinta Bambang dengan tegas. (ian/han)
AUDIENSI: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Kadis Infokom, Rahmatsyah Munthe, Kabag Tapem, Juliawan Rajagukguk serta Plt Kadis Pendidikan, Besli Pane diabadikan bersama IMADA di ruang rapat Bupati, Rabu (29/1).
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mengungkapkan, Kabupaten Dairi akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Jambore Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-20 tingkat Provinsi Sumatera Utara pada bulan Juli 2020 mendatang.
Hal itu disampaikan Eddy di sela-sela menerima audensi Ikatan Mahasiswa Dairi (IMADA), Rabu (29/1).
Bupati mengajak lapisan masyarakat termasuk mahasiswa berperan dalam ajang dimaksud untuk promosi inovasi pengembangan teknologi tepat guna di masyarakat.
Bupati berharap, IMADA ikut menyukseskan semua program yang dijalankan Pemkab Dairi.
Bahkan Bupati Dairi yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmat Syah Munthe, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Besli Pane, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Juliawan Rajagukguk.
Sementara Ketua IMADA, Horas Sigalingging didampingi Sekretaris, Yesma Sidebang menyampaikan apresiasi kepada Bupati sudah menerima mereka.
Dipaparkannya, IMADA adalah perkumpulan mahasiswa/i berasal dari Dairi berada di Medan.
IMADA saat ini sedang melakukan kegiatan, salahsatunya orientasi pendidikan sebagai bentuk kepedulian anggota IMADA terhadap pendidikan di Kabupaten Dairi.
Kegiatan dimaksud sosialisasi ke sekolah SMA/MA sederajat, try out akbar dan seminar pendidikan. IMADA berharap dukungan Bupati Dairi.
“IMADA juga berkomitmen akan terus berkontribusi mendukung Pemkab Dairi memajukan pembangunan khususnya di sektor pendidikan,”tegas Horas. (rud/han)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Imigrasi Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumut, memperketat pengawasan terhadap kedatangan orang asing —khususnya dari Tiongkok—, datang dan pergi lewat Bandara Kualanamun
Tindakan ini dilakukan mengantisipasi pencegahan penyebaran virus corona jenis Pneumonia ke Indonesia melalui Bandara Kualanamu.
“Untuk pengawasan, kita juga sudah bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) serta intansi terkait lain di Kualanamu,”kata Kabid Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kelas I Khusus Medan, Tedi Hartadi Wibowo, melalui Kasi Unit pemeriksaan I, Richardo Pangaribuan, Rabu (29/1)
Selain mengawasi orang asing, petugas imigrasi juga diwajibkan menggunakan masker dan sarung tangan. Sebab para petugas ini yang berpeluang kontak langsung apabila ada penderita yang terjangkit virus Corona di bandara.
Sejauh ini, kata Richardo, belum ada warga luar negeri penderita —khususnya dari Tiongkok (titik asal penyebaran virus Corona)— yang terdeteksi di Bandara kualanamu.
Data sejak 1 Januari 2020 hingga kemarin, jumlah warga Tiongkok yang datang dan pergi lewat Bandara Kualanamu sekitar 1.342 orang. Jumlah kedatangan 530 orang, sedangkan keberabgkatan 804 orang. “Dan belum ada yang terdeteksi kena virus Corona. Pun demikian, kita tetap mengawasi setiap warga asing yang masuk dan pergi. Kalau ada yang terindikasi, langsung dikordinasikan dengan KKP, atau langsung dikarantina,” katanya.
Sesuai arahan presiden, lanjutnya, Imigrasi tetap menerima warga asing termasuk dari Tiongkok, dengan tetap melakukan pengawasan dan pemeriksaan ketat menggunakaan thermoscanner milik KKP Kualanamu.
Senada, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sumut, melalui Divisi Keimigrasian, juga menegaskan pihaknya telah memperketat pemeriksaan sebagai antisipasi penyebaran virus Corona dari Cina. Salahsatunya pemasangan detektor suhu tubuh manusia di TPI Bandara Kualanamu.
“SOP imigrasi sudah sedemikian rupa. Kita koordinasi dengan pihak karantina dan pihak terkait lainnya. Termasuk memasang detektor untuk memperketat masuknya pengunjung yang masuk ke dan dari Bandara Kualanamu,” kata Kanwil Kemenkumham Sumut, Sutrisman, kepada wartawan, Rabu (29/1).
Menurut Sutrisman, saat ini jumlah kunjungan wisata Cina ke Indonesia masih normal. “Wisman Cina masih biasa,” ujarnya.
Kepala Imigrasi Klas IA Khusus TPI Medan, Supartono, mengatakan pihaknya sudah memberangkatkan beberapa petugas tambahan untuk berkordinasi dengan instansi lainnya di Bandara Kualanamu. “Kita memberangkatkan dan melayani orang orang yang masuk dari luar. Kebetulan kita ‘kan ada Balai Karantina Kesehatan. Jadi itu tugas instansi terkait. Kita melayani orangnya,” katanya.
Selama Imlek 2020, Supartono mengaku, tidak ada perubahan signifikan keberangkatan ke Cina dan sebaliknya. Pihaknya juga belum ada menerima laporan apakah ada WNA yang terdeteksi Corona masuk ke Sumut melalui Bandara Kualanamu.
Saat ini, Imigrasi kelas I Khusus Medan, lebih selektif mengawasi para penumpang yang masuk ke Indonesia, bekerja sama dengan Badan Balai Karantina dan Cukai. “Setiap pengunjung –dari semua negara— yang masuk wajib melalui karantina dulu untuk dicek kesehatannya. Bila ada indikasi virus, akan terdeteksi oleh petugas karantina kesehatan,” ujarnya.
Hal serupa juga berlaku untuk seluruh warga Indonesia yang ingin berkunjung ke luar negeri. “Masyarakat tidak dilarang berkunjung keluar negeri. Kalau tidak menyalahi aturan, sah saja ia berangkat,” jelasnya.
Tenaga Kerja China Agar Didata
Masih sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona di Sumut, Dinas Kesehatan Sumut rencananya akan mendata tenaga kerja asing, khususnya dari Cina, yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sumut.
“Kita sudah rapat koordinasi dengan instansi terkait yang dipimpin langsung oleh Gubsu. Salahsatu poinnya adalah mencatat data WNA terutama dari Cina yang bekerja di Sumut,” ungkap Sekretaris Dinkes Sumut, dr Aris Yudhariansyah kepada wartawan, Rabu (29/1).
Pendataan telah dilakukan oleh Pemkab Langkat. Untuk itu, pihaknya segera menyurati kabupaten/kota lainnya yang memiliki data tenaga kerja WNA Cina. Pendataan dilakukan oleh masing-masing kabupaten/kota. “Koordinasinya nanti ke Dinas Kesehatan Provinsi. Ini dilakukan dalam waktu yang sesegera mungkin,” jelasnya.
Selain mendata WNA, pihaknya juga membuka posko antisipasi virus Corona. Posko tersebut bertempat di Surveilans Dinkes Sumut. “Berdasarkan hasil keputusan rapat koordinasi, instansi yang berhak memberikan penjelasan terkait virus corona ini ada dua. Yakni Dinas Kesehatan Provinsi dan juga tim PINERE RSUP Haji Adam Malik,” sebutnya.
Tim khusus (timsus) yang dibentuk itu terdiri dari Dinkes Sumut, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, dan rumah sakit sekitar. “Apabila nantinya ada pasien yang ditemukan, maka tidak diberlakukan rujukan berjenjang. Melainkan, langsung dirujuk ke RSUP H Adam Malik. Namun, yang terpenting adalah agar masyarakat Sumut tidak panik menyikapi wabah virus Corona,” imbuhnya.
Sebelumnya Aris mengatakan, Dinkes Sumut telah siapsiaga mengantisipasi penyebaran virus Corona. Sebab virus dari Cina ini dapat menular lewat manusia ke manusia dan dikhawatirkan menjadi epidemi atau wabah.
“Berdasarkan surveilans pneumonia, sampai dengan 20 Januari 2020 memang belum ada laporan ditemukan kasus suspect pneumonia baik Indonesia terutama di Sumut. Virus corona atau nCoV ini sendiri merupakan virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia,” ujarnya.
Investigasi dan pemeriksaan kemungkinan virus Corona dapat dilakukan pada penderita infeksi saluran pernapasan akut berat atau Severe Acute Respiratory Infection (SARI), dengan riwayat demam dan batuk serta penyebab yang belum pasti. Misalnya, bagi yang memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di Wuhan, China dalam waktu 14 hari sebelum timbulnya gejala. Termasuk juga, bagi petugas kesehatan yang sakit dengan gejala SARI setelah merawat pasiennya, tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat perjalanan.
Selanjutnya, seseorang yang sakit dengan gejala klinis yang tidak biasa. Seperti terjadi penurunan kondisi umum mendadak meskipun telah menerima pengobatan yang tepat, tanpa memperhatikan tempat tinggal atau riwayat perjalanan.
“Begitu juga pada penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ringan atau berat, yang dalam 14 hari sebelum timbulnya penyakit. Misalnya, yang telah kontak erat dengan kasus positif infeksi nCoV, mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan di negara-negara terjangkit nCoV,” jabarnya.
Yang dimaksud dengan kontak erat ini adalah mereka yang merawat langsung pasien nCoV, bekerja dengan petugas kesehatan yang terinfeksi nCoV, maupun yang mengunjungi pasien atau tinggal di lingkungan yang sama dengan pasien nCoV. “Hal ini juga termasuk bagi yang bekerja bersama dalam jarak yang dekat atau berada dalam ruangan yang sama dengan pasien nCoV, berpergian bersama dengan pasien nCoV dengan jenis transportasi/kendaraan apapun, serta tinggal bersama dalam satu rumah dengan pasien nCoV,” tandasnya.
Pemkab Dairi Diminta Mendata TKA
Terpisah, anggota DPRD Dairi, Hadisuarno Panjaitan mendesak Pemkab Dairi segera turun ke lokasi pekerjaan PT Dairi Prima Mineral (DPM) yang mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) dari negara Cina.
Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan dan Dinas Kesehatan, diminta mengecek dan mendata TKA di perusahaan tambang tersebut. “Ada puluhan TKA dari Cina bekerja di PT DPM. Sebagian TKA keluar-masuk Indonesia, termasuk yang datang Desember lalu dan pulang ke Cina sebelum libur Imlek,” ucap Hadisuarno Panjaitan, Rabu (29/1) di Sidikalang.
“Kita tidak tahu kapan mereka datang, pergi ke negaranya, dan kembali lagi ke Dairi. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan perlu ke lokasi pekerjaan itu, memeriksa kesehatan para TKA,” lanjut Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Dairi itu. Menurutnya, lebih baik mencegah daripada mengobati.
Kadis Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan Dairi, Marisi Sianturi, saat dikonfirmasi mengatakan, ada sekitar 27 orang TKA bekerja di PT DPM.
Plt Kepala Dinas Kesehatan, Jonny Hutasoit dikonfirmasi menuturkan, pihaknya akan gerak cepat menindaklanjuti dan turun ke lokasi pengecekan dan pemeriksaan kesehatan TKA di PT DPM. “Dinas Kesehatan Dairi sudah berkoordinasi dengan pihak PT DPM terkait TKA,” katanya.
Menurutnya, sebanyak 8 orang telah kembali ke negara asalnya Cina, dan tidak diperbolehkan datang ke Indonesia (Dairi), sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona. Hal itu merupakan kebijakan perusahaan tambang itu.
Selain itu, sebanyak 7 orang TKA yang sudah masuk ke Indonesia. Namun sudah menjalani pemeriksaan kesehatan di Jakarta. “RSU Sidikalang belum memiliki peralatan/fasilitas untuk mendeteksi virus Corona di tubuh manusia,” katanya.
Di Sumatera Utara, baru satu RS yang memiliki peralatan mendeteksi virus Corona, yaitu di RSU Adam Malik Medan. Namun RSU Sidikalang sudah menyiapkan ruang isolasi, bila ditemukan orang yang terindikasi kena virus Corona, dan akan segera dirujuk ke RSU Adam Malik Medan. (btr/man/ris/rud)