28 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 4561

Minta Doa ke Tempat Kelahiran Nenek Moyang Baginda-Rajin Diberi Ulos dan Ayam Jago agar Menang Pilkada

PEMBERIAN ADAT: Baginda-Rajin saat diberi dengke dan ayam jago pertanda siap bertarung dipilkada 2020.
ist

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Bakal Calon Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Wakil Bupati, Baginda Lum bangaol, Rajin Tajom Sihombing didoai oleh sejumlah masyarakat dari empat desa di Kecamatan Sijamapolang, yang tak lain adalah keluarga dari nenek moyangnya.

Acara doa itu, ditandai dengan adat batak berupa pemberian ulos, bulangbulang, dengke, dan ayam jago, yang artianya agar Baginda-Rajin menjadi petarung dan menang di pilkada nanti, bertempat dikelahiran nenek moyangnya Desa Sanggaran I , Minggu (26/1) kemarin.

Op Bira Lumbangaol, yang akrab dipanggil oleh masyarakat sekitar itu mewakili empat desa (Desa Sanggaran I, Sanggaran II, Sitapongan, Desa Janji), menyampaikan dukungannya kepada kedua calon tersebut. Dia juga menggalang kebulatan tekad, bahwa rindu yang menjadi pelayan di Humbang Hasundutan adalah dari keturunan nenek moyangnya.

Sebab, menurut dia, banyak yang berhasil diperantauan, harus dapat menjadi pengabdi dikampung halaman menjadi pelayan.

“Ini yang kami nanti-nantikan, anak perantau yang tak lupa tempat kelahiran nenek moyangnya mau mengabdi dikampung halamannya untuk memperbaiki dan melakukan perubahaan,” imbuhnya berbahasa daerah.

Baginda, bukan kali pertama berkunjung ke tempat kelahiran nenek moyangnya ini. Pria kelahiran Sidikalang ini, kerap membantu keluarganya yang tinggal didesa itu serta mau menutupi adat istiadat di daerah itu, baik acara suka maupun duka.

“Asa dapot ma naniluluian jala jum pang nanijalahaan,” ujarnya bahasa daerah.

Dia juga mengaku bahwa Baginda yang mempunyai pengalaman di birokrasi hukum, dapat memulihkan manajemen pemerintahaan baik untuk membawa Humbang Hasundutan maju.

Kesempatan itu, Baginda Lumbangaol mengaku terharu sekaligus bangga atas acara pemberangkatan tersebut. Bagi dia, acara itu sebuah catatan sejarah dalam hidupnya dan akan dikenang serta menjadi modal kekuatan dalam menghadapi pesta demokrasi nanti.

“Acara ini akan menjadi sebuah sejarah dalam hidup saya. Dan tidak akan pernah saya lupakan. Untuk itu kami menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan kepada kami. Pada kesempatan ini kami sampaikan, kami siap membuat pernyataan bahwa kami benar-benar tulus mengabdi untuk Humbang Hasundutan yang kita cintai ini,” katanya.

Dia mengatakan, dalam setiap proses Pilkada pasti setiap paslon maupun calon kepala daerah selalu memberikan janji-janji manis kepada masyarakat. Dan kebanyakan janji itu tidak pernah ditepati, namun dengan pengalaman yang dia miliki selama berkarir di kejaksaan, ia sangat yakin dapat merealisasikan seluruh visi dan misi mereka janjikan.

“ Saya sudah pernah dua kali Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi), pertama di Bengkulu, kedua di Kalimantan Tengah. Kalau melihat luas daerahnya, luas Kalimantan Tengah sama dengan lebih kurang lima kali luas Sumut atau kurang sedikit sama luasnya dengan Filipina. Dan secara kedinasan, saya masih memiliki kedinasan dua tahun lagi, namun saya minta pensiun dari mulai Januari 2020 ini untuk mengabdi di kampung ini,” kata Baginda.

Dari pengabdiannya itu, kata dia, popularitas dan kekuasaanya dia relakan untuk dapat mengabdi di kampung halamannya dengan hati yang tulus.

“Kalau bicara popularitas dan kekuasaan sudah pasti lebih tinggi di Kejati, begitu juga dari segi jabatan dan itu sebuah langkah yang mundur. Namun itulah kesepakatan kami untuk membangun Humbang Ha sundutan ini, untuk itu, mari bersatu dan semangat untuk membuat perobahan,” harapnya.

Senada juga disampaikan Rajin Sihombing. Pengusaha sukses asal Kecamatan Lintongnihuta ini menyebutkan, SDM dan SDA Humbahas tidak perlu diragukan lagi, tinggal bagaimana cara memimpin dan mengelolanya.

“Kita akan buat yang terbaik di Humbang Hasundutan ini, ini bukan janji tapi sesuai dengan visi misi kami berdua,” pungkasnya.(des/azw)

Antispasi Penyebaran Virus Corona, Siapkan Ruang Karantina di KNIA

EVAKUASI: Petugas medis mengenakan pakaian pelindung membantu pasien turun dari ambulans untuk dirawat di rumah sakit di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, Senin (27/1) waktu setempat.
EVAKUASI: Petugas medis mengenakan pakaian pelindung membantu pasien turun dari ambulans untuk dirawat di rumah sakit di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, Senin (27/1) waktu setempat.
EVAKUASI: Petugas medis mengenakan pakaian pelindung membantu pasien turun dari ambulans untuk dirawat di rumah sakit di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, Senin (27/1) waktu setempat.

KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – Virus corona saat ini sedang mengancam dunia. Sumatera Utara, salah satu provinsi yang sedang intens menghalang virus mematikan tersebut masuk. Semua pengawasan di pintu masuk diperketat. Kondisi ini diperkirakan berdampak pada sektor pariwisata Sumut. Kunjungan wisatawan ke Sumut, terutama dari negara-negara yang telah terpapar virus mematikan itu bakal berkurang.

PADA 2019 lalu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari Tiongkok ke Sumut diperkirakan berjumlah 8.000 orang. Dengan mewabahnya virus Corona ini, jumlah itu bakal berkurang drastis.

Pengamat Pariwisata Sumut, Wahyu A Pratomo menyebutkan, wisatawan Tiongkok yang datang ke Sumut sebenarnya tidak secara langsung dari negaranya, masuk ke pintu kedatangan Bandara Kualanamu. Namun mereka terlebih dulu transit di negara lain atau melalui kota lain di Indonesia, seperti Jakarta atau Bali yang memiliki penerbangan langsung dari Tiongkok.

“Dengan demikian, jika ada wisatawan yang sedang terjangkit virus corona akan dapat diditeksi di bandara interasional lainnya. Sehingga sebelum masuk ke Sumut, sudah dihambat perjalannya di negara lain,” jelas Wahyu kepada Sumut Pos, Selasa (28/1).

Namun, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU) itu menilai, dengan mewabahnya virus Corona ini, wisatawan Tiongkok dapat membatalkan rencana perjalanannya ke Indonesia, khususnya Sumut. Apalagi, virus tersebut sangat mungkin sudah tersebar di bandara-bandara yang ada di Tiongkok. “Dan sebaliknya masyarakat Indonesia juga akan membatalkan perjalanan ke Tiongkok dengan alasan potensi tertular penyakit yang disebabkan virus corona,” ungkap Wahyu.

Secara keseluruhan, jumlah wisatawan Tiongkok sebenarnya sekitar 3,5 persen dari total wisatawan mancanegara yang masuk ke Sumut, atau tidak begitu signifikan dampaknya jika tidak datang ke Sumut. “Namun jika berlangsung lama, dapat juga berpengaruh terhadap pariwisata kita,” sebutnya.

Wahyu berharap, dengan penanganan yang cepat terhadap virus ini, kondisi dapat berjalan secara normal. Kemudian, secara ekonomi dampaknya dalam jangka pendek tidak ada perubahan yang signifikan, kecuali virus ini semakin mewabah dan tidak tertangani. “Namun untuk ekspor dan impor barang, rasanya tidak masalah karena virus corona hanya menular melalui udara,” pungkasnya.

Siapkan Ruang Karantina di KNIA

Sementara, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara meningkatkan pengawasan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kualanamu dengan membuat ruangan Karantina (Isolasi) di area terminal kedatangan luar negeri Bandara kualanamu. “Ini antisipasi saja, mana tau ada pasien terjangkit yang baru datang dari luar negeri. Sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik, ditangani dulu di ruang karantina,” kata Koordinator KKP Kualanamu, dr Sofyan.

Sebagaimana diketahui, dalam upaya mencegah penyebaran virus corona ke kawasan Danau Toba lewat pelabuhan udara, pihak PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Sisingamangaraja XII Silangit menyediakan alat deteksi heat scanner. GM PT Angkasa Pura Bandara Internasional Sisingamangaraja XII Silangit, M Iwan Sutisna membenarkan hal tersebut. “PT Angkasapura II Bandar Udara Silangit sudah berkoordinasi dengan kantor kesehatan pelabuhan agar konsisten mengawasi kemungkinan penyakit tersebut masuk via Bandara Silangit. Dengan penempatan heat scanner untuk mendeteksi orang yang masuk Bandara Silangit via kedatangan internasional,” katanya.

Iwan mengatakan, sejak dioperasikan di bandara, belum ada tanda-tanda pengunjung terdeteksi virus corona. “Peralatan heat scanner ini diadakan oleh kantor kesehatan pelabuhan. Dan sampai saat ini beroperasi normal. Hingga saat ini tidak ada yang terdeteksi penumpang yang datang dari luar negeri membawa virus ini,” katanya.

Kementerian Perhubungan juga diketahui telah melarang maskapai penerbangan nasional beroperasi dari dan ke Kota Wuhan, Tiongkok untuk sementara waktu. Hal itu untuk menghindari penyebaran virus corona masuk ke Indonesia. Larangan ini sebagai tindak lanju dari Notam G0108/20 yang dirilis oleh International Notam Office Beijing.

Setiap WNA Harus Dicek

DPRD Sumut meminta setiap warga negara asing (WNA) yang masuk ke Sumut, agar diperiksa kesehatannya. “Kita mendengar, virus corona ini sudah tahap mengkhawatirkan. Untuk itu, kita semua harus bekerjasama untuk menanggulanginya, untuk mencegah penyebaran virus ini di Sumut, mencegah lebih baik dari pada mengobati,” kata Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting menjawab wartawan, Selasa (28/1).

Pihaknya meminta Dinas Kesehatan Sumut serta instansi terkait ekstra keras melakukan pencegahan dan penanganan penyebaran virus corona. Tujuannya agar Sumut tidak tertular dari virus yang disebut-sebut berasal dari negara Tiongkok.

Selain Dinkes Sumut, instansi serupa di kabupaten dan kota juga harus saling berkoordinasi dengan pihak pelabuhan internasional maupun bandara yang rute perjalanan tujuan dalam sampai luar negeri.

Politikus PDI Perjuangan ini meminta pengamanan di sejumlah pelabuhan maupun bandara yang berhubungan langsung dengan kedatangan WNA harus bekerja dengan maksimal dan saling berkomunikasi. “Pelabuhan dan bandara harus dijaga dengan ekstra. Setiap warga negara asing harus dicek dulu, dideteksi apa terjangkit virus corona atau tidak. Itu juga berlaku bagi warga negara Indonesia. Karena banyak juga warga negara Indonesia, khususnya Sumut yang berpergian ke luar negeri, itu bisa saja menjadi pintu masuk penyebaran virus dimaksud,” ucap Baskami.

Pihaknya juga akan ikut mendorong Dinkes dan instansi terkait untuk melakukan langkah cepat dan tanggap demi mencegah tersebarnya virus corona, termasuk soal pengalokasian anggaran. “Kalau saya tidak salah, di setiap bandara dan pelabuhan pintu masuk atau kedatangan wisatawan dari luar negeri ada alat untuk mendeteksi suhu badan, jadi kita dorong agar dinas kesehatan selalu berkoordinasi, ikut melakukan deteksi. Jika kekurangan anggaran, kita di DPRD akan mendukung nanti. Kita semua harus proaktif,” kata dia. (gus/prn/btr)

Blibli Buka Toko Offline

BERSAMA: Senior Vice President of Trade Partnership Blibli, Fransisca Krisantia Nugraha berfoto bersama rekan saat peluncuran toko offline.
Istimewa
BERSAMA: Senior Vice President of Trade Partnership Blibli, Fransisca Krisantia Nugraha berfoto bersama rekan saat peluncuran toko offline.
Istimewa

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Blibli memperkuat strategi omnichannelnya dengan membuka toko offline pertamanya. Inilah Bliblimart, yang diklaim beda dengan supermarket kebanyakan.

Dijelaskan Senior Vice President of Trade Partnership Blibli, Fransisca Krisantia Nugraha, konsep Bliblimart mengusung konsep cashless dan cashierless. Konsumen hanya butuh memindai barcode pada kemasan produk menggunakan aplikasi aplikasi Blibli.com, kemudian melakukan pembayaran lewat Bliblipay ataupun GoPay.

“Konsep ritel yang cocok dengan gaya hidup millenial yang menginginkan pengalaman belanja yang efisien,” ujar Fransisca saat acara peluncuran Bliblimart di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Lanjut diungkap Fransisca, produk-produk yang dijual pun tidak asal-asalan. Mereka memanfaatkan data untuk menentukan produk apa yang akan memenuhi rak toko offline-nya.

Dicontohkan saat ini Bliblimart yang ada di Gedung Sarana Jaya menjual mainan. Jenis mainan yang dijual sama seperti toko mainan di mal yang harganya cukup tinggi.

“Kenapa kita jual mainan di toko, data bicara bahwa konsumen di area sekitar dan internal kami sukanya beli itu. Jadi kami sediakan di sini, ingin lihat jalan nggak sih, ternyata jalan. Surprisingly itu item yang cukup fast moving,” ujar Francisca.

Selain jenis barang, data turut digunakan Blibli untuk memantau stok barang. Sehingga konsumen selalu mendapatkan barang yang dicari, Blibli pun tidak kehilangan kesempatan menjual.

Vice President of Development Blibli Sherwin Sasmita mengatakan dari data pihaknya tahu produk apa yang sering dibeli konsumen. Kemudian pihaknya bisa memastikan jumlah stok barang yang akan disediakan.

“Jadi kami memastikan konsumen tidak kekurangan stock. Kami memastikannya dengan data,” kata Sherwin di kesempatan yang sama.

Blibli berencana akan menambah toko offlinenya ke depan. Hanya berapa jumlahnya belum bisa diungkap.

“Ada rencana ekspansi, tapi belum bisa di-share. Sekarang dicoba satu dulu,” pungkas Fransisca. (dtc/ram)

Cegah Virus Corona Dinkes Madina Periksa TKA

PEMERIKSAAN: Petugas Dinkes Madina saat melakukan pemeriksaan kesehatan TKA di PT SMGP.
ist

MADINA, SUMUTPOS.CO – Untuk mengantisipasi dan mencegah masuknya virus corona Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan pemeriksaan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berkerja di Madina.

Kepala Dinas Kesehatan Madina dr. Syarifuddin Nasution, kepada wartawan, Selasa (28/1) mengatakan, pemeriksaan TKA yang bekerja di Madina untuk mencegah penyebaran virus corona yang sedang mewabah di Negara Cina. Pekerja yang dilakukan pemeriksaan yaitu perusahan PT SMGP dan PT Sorim Mas Mining.

Dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap 24 orang tenaga kerja asing di PT.SMGP, 3 orang ada keluhan influenza, demam, 1 orang TD 180, 1 orang TD 100, 19 orang tanpa adanya keluhan,” paparnya.

Tenagakerja asing yang ada keluhan sudah dikoordinasikan kedokter perusahaan untuk diobservasi lebih lanjut. Dan kami mengimbau agar segera berkoordinasi dengan puskesmas Maga dan Sibanggorjae dan Dinas kesehatan bila keluhan tidak berkurang untuk penanganan lanjut, ucapnya.

Kemungkinan di PT SMGP masih akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, karena sekitar 17 orang lagi TKA belum diperiksa karena sedang berlibur. Nanti akan kita tunggu konfirmasi perusahaan terkait kedatangan TKA itu,” jelasnya.

Sementara pemeriksaan di PT SMM yang di jadwalkan hari ini, ditunda menunggu jadwal ulang dari perusahaan karena tenaga kerja asing tidak ada ditempat untuk saat ini,” ujarnya. Dan dari hasil pemeriksaan belum ada ditemukan TKA yang terjangkit virus corona, jelasnya. (bbs/azw)

Camat Kisaran Barat Targetkan Juara 1 MTQN

LOMBA: Para peserta yang mengikuti proses MTQN Kabupaten Asahan, kemarin.
ist

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Camat Kisaran Barat Agus Jaka Putra Ginting optimis Juara 1 MTQN tingkat Kabupaten Asahan.

Ini yang dikatakan Camat Kisaran Barat Agus Jaka Putra Ginting di acara MTQN ke-51 dan Festival Seni Nasyid Tingkat Kecamatan Kota Kisaran Barat Tahun 2020 yang berlokasi di Jalan Kartini Kelurahan Sendangsari Kecamatan Kota Kisaran Barat, Selasa (28 /1).

“Dengan jumlah peserta MTQ dan Festival Nasyid berjumlah 187 peserta, kita optimis meraih juara 1 di tingkat Kabupaten Asahan,” ujar Agus.

Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQN ke-51 dan Festival Seni Nasyid Tingkat Kecamatan Kota Kisaran Barat Tahun 2020 ini telah melalui pelaksaan MTQN dan Festival Seni Nasyid Tingkat Kelurahan, yang mana setiap pemenang pada MTQ dan Festival Nasid Tingkat Kelurahan ditandingkan di Tingkat Kecamatan Kota Kisaran Barat dan selanjutnya yang juara pada Tingkat Kecamatan Kota Kisaran Barat akan mewakili Kecamatan Kota Kisarat Barat untuk bertanding di Tingkat Kabupaten Asahan.

Ketua panitia yang juga ketua Imtaq Kecamatan Kisaran Barat Efendi Siagian mengatakan menyampaikan peserta yang mengikuti MTQN ke-51 dan Festival Seni Nasyid Tingkat Kecamatan Kota Kisaran Barat Tahun 2020 ini berasal dari 13 Kelurahan yang ada di Kecamatan Kota Kisaran Barat dengan jumlah peserta MTQ dan Festival Nasyid berjumlah 187 yang terdiri dari Golongan Tartil Putra Putri 26 peserta, Tilawah Anak-anak 26 peserta, Tilawah Remaja 26 peserta, Tilawah Dewasa 17 peserta, Hafiz 1 Zus 17 peserta, 5 Zus 8 peserta, 10 Zus Putra 3 peserta, 20 Zus Putri 1 peserta, Khotil Quran bagian Naskah 11 peserta, Khotil Quran bagian Hiasan Mushaf 9 peserta, Khotil Qur’an bagian Dekorasi 8 peserta, Syahril 8 group Putra Putri, Fahmil 9 group dan Nasid 18 group.

“Lokasi perlombaan ada di 4 lokasi yang berbeda, seperti di Mesjid Alhusna, Mesjid Al Ikhlas, TK ABA dan Lapangan Haji Ramli jalan Kartini Kisaran,” papar ketua panitia.

Sebelumnya pada Senin malam 27 Januari 2020 saat pembukaan MTQ dan festifal Nasid kecamatan Kisaran Barat, Bupati Asahan H Surya, BSc mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan MTQ dan Festival Nasyid ini, semoga kita dapat menanamkan kesadaran untuk berprilaku sesuai nilai-nilai Alquran sekaligus menjaga dan menjamin kemurnian Alquran itu sendiri.

Dia juga mengatakan betapa agungnya nilai-nilai keimanan yang terkandung didalam Alquran. Oleh karena itu, Alquran sebagai kitap suci umat Islam ini selayaknya berkewajiban untuk mempelajari dan memahami secara mendalam isi dan makna yang terkandung di dalamnya guna diamalkan serta dapat diaplikasikan dalam segala aspek kehidupan dengan sebenar-benarnya dalam mengarungi perjalanan hidup ini untuk menuju kehidupan yang hakiki di akhirat nanti.

Pemenang nantinya akan kembali berjuang di tingkat kabupaten yang dilaksakan di Bulan Februari dan nantinya diharapkan akan lahir duta-duta dari Kabupaten Asahan untuk selanjutnya mengikuti Musabaqah dan Festival Nasyid Tingkat Provinsi. (bbs/azw)

Seminar “Motivasi Hidup dan Entreprenuership” JNE Optimalkan Potensi Daerah

MATERI: Kepala Cabang JNE Medan, Fikri Al Haq saat memberikan materi kepada mahasiswa [ada seminar ‘Motivasi Hidup dan Entreprenuership’ di Nias, Senin (20/1). Seminar ini dilaksanakan di tiga kampus yaitu Akademi Komunitas Negeri Nias Utara, STIE Pembangunan Nasional Gunung Sitoli, dan STIE Nias Selatan.
ist
MATERI: Kepala Cabang JNE Medan, Fikri Al Haq saat memberikan materi kepada mahasiswa [ada seminar ‘Motivasi Hidup dan Entreprenuership’ di Nias, Senin (20/1). Seminar ini dilaksanakan di tiga kampus yaitu Akademi Komunitas Negeri Nias Utara, STIE Pembangunan Nasional Gunung Sitoli, dan STIE Nias Selatan.
ist

SUMUTPOS.CO – JNE Medan mengadakan seminar “Motivasi Hidup dan Entreprenuership” di 3 kampus yang berada di Pulau Nias, Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 20 Januari 2020 di Akademi Komunitas Negeri Nias Utara (AKNIRA), STIE Pembangunan Nasional Gunung Sitoli, dan STIE Nias Selatan.

Kegiatan seminar dilanjutkan dengan program Business Plan Competition yang diadakan oleh JNE bersama AMA (Asosiasi Manajemen Indonesia) Medan untuk mengasah kemampuan entrepreneur. Program ini bertujuan untuk mendorong para mahasiswa agar memiliki semangat mengembangkan potensi sumber daya alam di daerahnya sendiri dan menjadi entrepreuner berbasis digital industri 4.0.

Fikri Al-Haq, Kepala Cabang JNE Medan, mengatakan, mahasiswa daerah harus lebih jeli melihat peluang agar dapat mengangkat potensi daerahnya.

“Seminar kali ini yang diselenggarakan oleh JNE bersama AMA Medan, merupakan wadah dan sarana para mahasiswa dalam mengembangkan ide yang kreatif dan inovatif untuk mewujudkan rencana bisnis, sehingga dapat mengoptimalkan potensi daerahnya,” ujarnya.

Fikri juga menyampaikan bahwa untuk dapat mengikuti program Business Plan Competition, para mahasiswa di Pulau Nias dapat mendaftar melalui email businessplanjne01@gmail.com dan selanjutnya mendapatkan formulir.

“Kita awali program Business Plan Competition di Pulau Nias. Kami harap dapat menggelarnya juga bagi para mahasiswa di perguruan tinggi lainnya di Sumatera Utara”, tuturnya.

Dalam kompetisi ini, para peserta harus membentuk tim yang terdiri dari 3 orang mahasiswa. Anggota setiap tim dapat berasal dari perguruan tinggi yang sama atau merupakan gabungan dari beberapa perguruan tinggi yang berbeda di Pulau Nias.

Selanjutnya, business plan berupa karya tulis yang dikirimkan seluruh peserta akan diseleksi oleh panitia dan diumumkan melalui akun instagram JNE @jne.medan01. Pemenang Business Plan Competition akan diumumkan pada tanggal 31 Maret 2020 dan pemenang dari kompetisi ini akan mendapatan total hadiah jutaan rupiah.

Di era digitalisasi industri 4.0 mahasiswa dituntut untuk membuktikan eksistensinya sebagai millennial yang dapat membawa perubahan di kehidupan sosial masyarakat. Salah satu hal yang sedang gencar dibicarakan adalah membangun mental entreprenuer mahasiswa.

Mental entreprenuership yang selalu mengedepankan integritas, loyalitas, visi misi serta kompetisi sehat tentunya sangat berperan besar untuk perubahan dunia industri. Membentuk mental entrepreneur perlu dengan mengadakan workshop pelatihan dan pemberian motivasi. Berani berkompetisi? Ayo Maju!!! (rel/ram)

Kapolres Humbahas Bentuk Satgas Saber Pungli

RAPAT: Kapolres Humbahas, AKBP Rudi Hartono rapat membentuk unit pemberantasan pungutan liar (UPP) saber yang tergabung bersama pemerintah setempat, di Aula DP Silitonga Polres Humbahas, Senin (27/1).
ist

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kepala Polisi Resort (Kapolres) Humbang Hasundutan (Humbahas), AKBP Rudi Hartono membentuk unit pemberantasan pungutan liar (UPP) saber yang tergabung bersama pemerintah setempat, di Aula DP Silitonga Polres Humbahas, Senin (27/1).

Pembentukan itu dihadiri, sejumlah perwira personel Polres Humbang Hasundutan, Wakapolres, Kompol DB Panggabean dan pemerintah setempat, Sekretaris Daerah dan Kepala Inspektorat.

Rudi mengatakan, pembentukan UPP saber pungli itu diamanatkan sesuai Pepres nomor 87tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar. Dalam aturan itu, sebutnya bahwa pungli tidak dibenarkan dan bertentang dalam peraturan perundang-undangan dan harus ditertibkan agar tercipta masyarakat yang kondusif.

“Payung hukumnya jelas, siapapun yang melakukan pungli akan ditindak sesuai aturan yang tertuang. Oleh karena itu, saya juga meminta kepada masyarakat agar melaporkan siapapun yang terindikasi melakukan pungli tanpa terkecuali,” imbuhnya.

Sebelumnya, kapolres bersama pemerintah setempat melakukan rapat bersama dalam pembentukan UPP tersebut agar dapat bersinergi memberantas namanya pungli. “ Kita ingin diskusi ini, agar tercipta saling bersinergi untuk melayani masyarakat dalam pengurusan agar tidak ada pungli. Dengan demikian, tercipta pemerintah yang baik dan bersih,” imbuhnya.

Selain agar bersinergi, kapolres juga menyampaikan tugas-tugas satgas saber pungli, yaitu untuk melaksanakan tugas Satgas Saber Pungli, Pengendali/Penanggung jawab sagtas saber pubgli dapat mengangkat kelompok ahli dan kelompok kerja sesuai kebutuhan, untuk memperlancar pelaksanaan tugas Satgas Saber Pungli dibentuk sekretariat yang mempunyai tugas memberikan dukungan teknis dan administrasi.

Kemudian, Kapolres juga menyampaikan fungsi dari tugas satgas saber pungli, yaitu, intelijen, pencegahaan, penindakan dan yustisi.

Kesempatan itu, Rudi berharap, bahwa pembentukan UPP saber pungli itu, tidak hanya pembentukan tanpa dijalankan, namun harus benar-benar dilaksanakan. Sebab, lanjut dia, bahwa pungli selama ini telah merusak tata kelola pemerintah yang baik dan bersih. Dan menyusahkan masyarakat banyak, sehingga perlu kembali untuk digalakkan.

“Jadi untuk mengawali pungli, harus dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersih. Sehingga ke depannya saber pungli benar-benar kuat atau sebagai pelopor pemberantas pungli ditengah masyarakat,” pungkasnya. (des/azw)

Kasus Mantan Caleg Gagal Diduga Gelapkan Uang Mandek, Polisi Harus Segera Tuntaskan

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus dugaan penipuan atau penggelapan uang ratusan juta rupiah dengan terlapor mantan calon legislatif (caleg) DPRD Sumut Dapil Sumut 2 Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Inggrid Herlina Hutabarat, yang ditangani Polsek Medan Baru terkesan mandek.

Pasalnya, sejak dilaporkan dengan nomor LP: STTLP/1909/XI/2019/SPKT Sek Medan Baru pada 18 November 2019 lalu oleh pelapor Gomgom TP Siregar dengan kerugian uang Rp 650 juta, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Kasusnya sampai saat ini masih jalan di tempat, masih penyelidikan belum ke tahap penyidikan. Padahal, sudah dilakukan gelar perkara di Mapolrestabes Medan pada 10 Januari lalu,” ungkap penasihat hukum Gomgom TP Siregar, Syawal Amry Siregar didampingi M Iqbal Sinaga, Maurice Rogers, dan M Yasid saat memberikan keterangan pers, Selasa (28/1).

Diutarakan Amry, pihaknya sudah dua kali meminta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada Polsek Medan Baru. Akan tetapi, hingga sekarang belum juga diberikan. Alasannya, belum ditandangani Kanit Reskrim Polsek Medan Baru (Iptu Philip Purba) beserta hasil gelar perkara.

“Kesimpulannya, kasus yang terjadi pada klien kami ini masih jalan di tempat,” tegasnya.

Amry menjelaskan, kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang tersebut bermula ketika kliennya menitipkan uang sebesar Rp 650 juta kepada terlapor pada 8 April 2019 sekitar pukul 19.00 WIB. Uang tersebut dititipkan karena kliennya percaya dan sudah kenal lama dengan terlapor sejak kecil. Secara kebetulan, terlapor juga menjadi caleg salah satu partai pada Pileg 2019.

“Uang tersebut dititipkan beserta surat perjanjian penitipan uang. Dalam surat perjanjian, dinyatakan terlapor sanggup mengembalikan uang yang dititipkan itu secara utuh pada 3 Juli 2019. Namun, hingga waktu yang sudah ditentukan ternyata terlapor tidak ada mengembalikan uang,” terang Amry.

Ia menyebutkan, kliennya sudah melakukan berbagai upaya untuk meminta uang yang dititipkan tersebut. Akan tetapi, tak kunjung dikembalikan. Singkat cerita, pada 17 Oktober ternyata terlapor mengembalikan uang tetapi hanya sebagian. “Terlapor mengembalikan uang hanya Rp 250 juta dengan cara ditransfer ke rekening. Setelah itu, ditagih kembali namun tak kunjung dikembalikan. Oleh karenanya, pada 1 November menyurati terlapor untuk segera mengembalikan sisa uang sebesar Rp 400 juta dalam tempo seminggu. Namun, hingga 8 November tak juga dikembalikan hingga akhinya memilih jalur hukum dengan melapokan ke Polsek Medan Baru,” papar Amry.

Dia menuturkan, terlapor beranggapan bahwa uang yang dititipkan tersebut adalah pinjaman. Padahal, sudah jelas di dalam surat perjanjian bukan pinjaman atau utang. “Sudah jelas bukan pinjaman atau utang di dalam surat perjanjian. Istilahnya, ada sepeda motor dititip lalu pada waktunya diminta dikembalikan tentu harus kembali secara utuh. Akan tetapi, kenyataannya tidak sehingga dilaporkan ke polisi karena sudah masuk ranah pidana yaitu penipuan dan penggelapan,” tukasnya.

M Iqbal Sinaga yang juga tim penasihat hukum Gomgom TP Siregar menambahkan, dinilai proses hukum yang dilakukan penyidik Polsek Medan Baru terkesan lambat dan diduga melindungi terlapor. Selain itu, banyak dalih yang disampaikan penyidik kepada pelapor seperti menanyakan sumber uang dari mana. Padahal, sudah disampaikan bahwa pelapor berlatar belakang praktisi pendidikan, bukan orang yang tidak jelas profesi atau pekerjaannya.

“Kami melihat seperti dimain-main kan dalam proses penanganan kasus klien kami. Tak hanya itu, digiring seolah-olah lambat penanganannya karena membutuhkan alat bukti. Sementara, dalam proses hukum suatu perkara sudah jelas bahwa untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka membutuhkan dua alat bukti. Dalam kasus ini, dua alat bukti tersebut sudah terpenuhi unsurnya yaitu bukti surat penitipan uang dan keterangan saksi,” tegas Iqbal.

Jadi, menurut Iqbal, tidak ada alasan polisi untuk menunda-nunda menaikkan kasus hukumnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Lalu, menetapkan terlapor sebagai tersangka. “Apabila kasus ini tak juga ada perkembangan, maka kita akan menyurati Kapolri dan Kapolda Sumut untuk segera diambil alih agar penanganan kasusnya cepat tuntas,” tandasnya.

Sementara, Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing mengaku, pihaknya masih memproses dan menyelidiki kasus tersebut. Namun, tidak dijelaskan secara detail kenapa proses penanganannya terkesan lambat. “Sedang diproses, segera,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi wartawan. (ris/btr)

Jelang Pilkada Madina 4 Bacalon Sampaikan Visi Misi di PPP

Ilustrasi.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Empat bakal calon (bacalon) Bupati Mandailing Natal (Madina) sampaikan visi misi pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Madina, Selasa (28/1).

Dalam penyampaian visi misi bakal calon (bacalon) Bupati dan Wakil Bupati sekaligus rapat pimpinan cabang PPP yang di perluas di Aula Hotel Rindang Kelurahan Dalanlidang Kecamatan Panyabungan.

Hadiri dalam acara tersebut Ketua PPP Sumatera Utara, Drs H Yulizar Parlagutan Lubis, Ketua PPP Madina H Dahler Nasution, Sekretaris Mhd Irwansyah Lubis para pengurus kabupaten dan pengurus kecamatan dan dan para Balon yang mengembalikan formulir pendaftaran.

Ketua DPW PPP Sumatera Utara Drs H Yulizar Lubis dalam sambutannya menyampaikan Kabupaten Madina saat ini membutuhkan sosok pemimpin yang jujur, tegas dan mampu dalam membangun Kabupaten Madina kearah yang lebih baik ke depan. “Kita menginginkan sosok pemimpin yang jujur, tegas dan mampu mensejahterakan masyarakat Madina,” ujarnya.

Sementara Ketua DPC PPP Madina H Dahler Nasution mengatakan bahwa penyampaian visi misi bacalon Bupati dan Wakil Bupati Madina tersebut adalah agenda internal partai dalam menyongsong Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) Madina tahun 2020.

“Semoga dalam penyampaian visi misi balon bupati dan wakil bupati ini, PPP dapat menyimpulkan siapa yang layak direkomendasikan untuk kita usung dalam Pilkada tahun 2020,” ujarnya.

Adapun Bacalon Bupati Madina yang sudah menyampaikan visi misi itu ialah Drs Dahlan Hasan Nasution yang diwakili H Aswin Parinduri, Brigjen TNI (Purn) M Sofwat Nasution, H Ahmad Husein Nasution dan HM Jakfar Sukhairi Nasution.

Sementara itu, Sekretaris PPP Madina, Mhd Irwansyah menyebutkan, keputusan rapat pimpinan cabang ini nantinya akan diserahkan kepada dewan pimpinan cabang (DPC) untuk selanjutnya di rekomendasikan ke dewan pimpinan wilayah (DPW). (bbs/azw)

Bupati Sampaikan Kendala Petani Taput di HKTI 2020

TAPUT, SUMUT.CO – Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan hadiri acara sosialisasi Asian Agriculture dan Food Forum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) 2020 di Kantor Staf Kepresidenan, di Jakarta, Selasa (28/1).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Jenderal TNI (Purn) Moeldoko selaku Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia. “Kita diundang sebagai peserta pada pertemuan tersebut, serta 4 bupati lainnya yang di seluruh Indonesia,” kata Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan.

Pada kesempatan itu, Moeldoko menyampaikan bahwa saham pertanian merupakan bisnis yang bagus untuk meningkatkan pertumbunan ekonomi masyarakat Indonesia.

“Pak Moeldoko mengajak kepada seluruh bupati yang hadir untuk mendukung penuh sektor pertanian guna memajukan perekonomian masyarakat dengan terjun langsung di dalam bisnis industri pertanian Indonesia agar para petani dapat menjadi pemeran utama agar siklus ekonomi pertanian bisa stabil sehingga petani makmur,” ujar Nikson menerangkan seperti disampaikan Moeldoko.

Bupati Taput menyampaikan berbagai hal tantangan dan kendala yang dihadapi petani di Taput, baik dalam produksi pertanian maupun pemasarannya serta bagaimana cara mengatasinya.

“Di kesempatan itu kita menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat dalam membantu Pemkab Taput untuk mendongkrak sektor pertanian dalam bentuk alsintan (Alat Mesin Pertanian) dan juga coldstorage untuk menampung produksi pertanian ketika harga merosot sehingga harga bisa stabil,” ujar Nikson. (int)