28 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 4560

Bangun LRT dan BRT Mebidang, Pemprov Tawarkan ke Kedubes Swedia

DIABADIKAN: Rombongan Kedubes Swedia diabadikan usai bersilaturahim dengan jajaran Pemprovsu, Selasa (28/1). istimewa/sumut pos
DIABADIKAN: Rombongan Kedubes Swedia diabadikan usai bersilaturahim dengan jajaran Pemprovsu, Selasa (28/1). istimewa/sumut pos
DIABADIKAN: Rombongan Kedubes Swedia diabadikan usai bersilaturahim dengan jajaran Pemprovsu, Selasa (28/1). istimewa/sumut pos
DIABADIKAN: Rombongan Kedubes Swedia diabadikan usai bersilaturahim dengan jajaran Pemprovsu, Selasa (28/1). istimewa/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) ataupun Light Rail Transit (LRT) Kota Medan, Binjai dan Deliserdang atau Mebidang, ditawarkan Pemprovsu ke Kedutaan Besar Swedia. Hal tersebut diketahui saat rombongan Kedubes Swedia berkunjung ke di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (28/1).

Dubes Swedia, Marina Berg, melalui The Swedish Trade Commisioner, Erik Odar, menjelaskan antara lain tujuan utama pihaknya bertemu dengan Pemprovsu adalah menawarkan kerja sama di sektor transportasi publik. Terlebih, Pemprovsu siap mengakomodir rencana pembangunan di bidang transportasi publik tersebut.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi diwakili Asisten Administrasi Pemerintahan, Arsyad Lubis, menyambut baik kerjas ama itu. Arsyad mengatakan sejatinya Sumut sangat berkeinginan memiliki infrastruktur transportasi publik, namun terkendala akibat keterbatasan dana.

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Abdul Haris Lubis menambahkan, mendesaknya sektor transportasi publik di Medan, Binjai, dan Deliserdang agar sedini mungkin terantisipasi kemungkinan stagnannya transportasi publik di 2024.

“Sehingga apa, perlu hadir transportasi publik yang nantinya saling terkoneksi dari dan ketiga daerah itu ke Bandara Kualanamu misalnya, ke Belawan dan ke pusat kota, stasiun kereta api. Jadi ke beberapa titik penting itu menjadi lancar, dan pusat-pusat ekonomi bisa semakin bertumbuh,” ujarnya.

Pemprovsu, lanjut dia, siap menindaklanjuti tawaran kerja sama transportasi publik dari Pemerintah Swedia itu. “Termasuk nantinya kita desain biar angkutan yang ada (eksisting) paling tidak bisa tumbuh beriringan dan nantinya termotivasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” katanya.

Pihak Pemerintah Swedia pun menyambut baik responsif antara pihaknya dengan Pemprovsu. Penjajakan kerja sama itu pun, lanjut Erik Odar, siap ditindaklanjuti. Selain untuk transportasi publik, Kedubes Swedia juga menawarkan kerja sama pengembangan pariwisata Sumut, yakni dengan menyiapkan manajemen pengelolaan keamanan objek-objek wisata. Sehingga para wisatawan nyaman dan tertarik berlama-lama di suatu objek wisata.

Hadir pada pertemuan itu, Kepala Bappeda Sumut, Hasmirizal Lubis, Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Effendy Pohan, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, Ria Telaumbanua mewakili Plt wali kota Medan, wali kota Binjai dan bupati Deliserdang. Kedubes Swedia turut membawa Regional Director Volvo, Mats Nilsson, Country Director Volvo, Himawa Kunto, Presiden Direktur KJF, Ola Jemberg, dan Presiden Direktur Gunnebo, Narinder Arora. (prn/ila)

Bayar Gaji Tak Sesuai UMK, Komisi II akan Laporkan RS Mitra Medica

Aulia Rachman
Aulia Rachman
Aulia Rachman

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi II DPRD Medan menegaskan akan segera melaporkan Managemen Rumah Sakit (RS) Mitra Medica di Jalan KL Yos Sudarso ke Kementerian Tenaga Kerja. Bahkan, secara tegas Ketua Komisi II, Aulia Rachman juga berencana akan membawa persoalan dibayarnya gaji tenaga medis di bawah Upah Minimum Kota (UMK) oleh pihak RS Mitra Medica ke ranah hukum.

“Ini jelas mereka melanggar Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” tegad Aulia, Selasa (28/1) Sebab, dalam UU No.13 Tahun 2003 tersebut, kata politisi Gerindra itu, berdasarkan Pasal 185 ayat (1) Jo Pasal 90 ayat (1) UU Ketenagakerjaan, Perusahaan yang membayar upah di bawah minimum dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 4 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp100.000.000 dan paling banyak Rp400.000.000.

Dalam kesempatan itu, Aulia juga menilai lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Medan kepada RS Mitra Medica yang membayar gaji pekerja medis dibawah UMK.”Kita mencurigai adanya indikasi ‘permainan’ sehingga RS Mitra Medica bisa luput dari pengawasan dan membayar gaji sebanyak 400-an tenaga medisnya di bawah UMK,” katanya.

Disebutkannya, berdasarkan keterangan pihak RS Mitra Medica pada saat Komisi II melakukan kunker di sana, sedikitnya ada sebanyak 400-an tenaga medis. Belakangan diketahui, para tenaga medis itu digaji dengan upah sebesar Rp1,6 juta.

Sementara sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II, Sudari ST mengatakan tidak ada alasan manajemen rumah sakit untuk tidak memberikan upah pekerja medis di bawah UMK. Sebab, banyak pasien yang berobat ke rumah sakit dan membutuhkan pelayanan yang layak dari tenaga medis.

“Rumah sakit ramai dikunjungi, sampai-sampai banyak pasien tidak mendapat kamar saat berobat. Jika pihak pengelola dengan sengaja tidak membayar upah pekerja sesuai UMK, akan terkena hukum pidana sesuai dengan UU No. 13 tahun 2003 tentang tenaga kerja,” ucap Sudari.

Dalam kunker Komisi II itu, Direktur RS Mitra Medika, Khairul Saputra, mengaku pihak manajemen belum bisa memenuhi sistem penggajian pekerja medis sesuai UMK. “Kami terus berupaya untuk memenuhi standar UMK dalam sistem penggajian pekerja,” katanya.

Upah pekerja sesuai standar UMK Kota Medan, kata Khairul, sangat tinggi, sementara pasien yang datang berobat kebanyakan peserta BPJS Kesehatan. “Sementara biaya operasional rumah sakit belum diklaim dari BPJS Kesehatan. Ini menjadi beban kita mendahuluinya,” pungkasnya. (map/ila)

Protes Kenaikan BPJS, HMI dan GMNI Unjukrasa ke Pemko dan DPRD Medan

UNJUKRASA: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) berorasi di Balai Kota Medan dan DPRD Medan, Selasa (28/1). Massa menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan meminta tidak dicabutnya subsidi gas 3 kg.
 UNJUKRASA: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) berorasi di Balai Kota Medan dan DPRD Medan, Selasa (28/1). Massa menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan meminta tidak dicabutnya subsidi gas 3 kg.
UNJUKRASA: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) berorasi di Balai Kota Medan dan DPRD Medan, Selasa (28/1). Massa menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan meminta tidak dicabutnya subsidi gas 3 kg.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) berorasi di Balai Kota Medan dan DPRD Medan, Selasa (28/1). Massa menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan meminta tidak dicabutnya subsidi gas 3 kg.

Setelah setengah jam berorasi di gedung dewan, perwakilan massa diterima Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan Sudari ST dan Hendry Duin di ruang Komisi II. Pada pertemuan itu, mahasiswa mengemukakan aksi mereka lantaran resah dengan kondisi masyarakat yang semakin memprihatinkan.

Kebijakan pemerintah menaikkan tarif BPJS Kesehatan dinilai semakin ‘memiskinkan’ rakyat. Apalagi sejumlah penyakit tidak lagi dapat di cover oleh BPJS Kesehatan dan harus dibayar dengan biaya umum oleh masyarakat kepada pihak rumah sakit.

Mahasiswa juga meminta agar DPRD Medan merekomendasikan kepada DPR RI agar mau membatalkan kenaikan iuran BPJS itu. Begitu juga dengan adanya pencabutan subsidi gas elpiji 3 kg, mereka juga meminta agar rencana itu dibatalkan. Sebab, hal itu dianggap berpotensi melanggar undang-undang dan sangat merugikan masyarakat arus bawah.

Menjawab tuntutan mahasiswa, Sudari menyebutkan permasalahan tarif BPJS dan pencabutan subsidi gas 3 kg merupakan kewenangan dari pusat. Kendati demikian, pihaknya akan menyampaikan persoalan tersebut ke DPR RI agar ditindaklanjuti. “Sebenarnya ini kewenangan pusat, tapi kami akan sampaikan aspirasi adik-adik semua melalui DPR RI,” kata Sudari.

Mahasiswa juga meminta agar para wakil rakyat terutama di DPRD Medan berperan aktif mengatasi persoalan-persoalan masyarakat demi mewujudkan Pemerintahan Kota Medan yang bersih dan berintegritas.

Sebelum mendatangi kantor DPRD Medan, Mahasiswa telah terlebih dahulu mendatangi Balai Kota Medan untuk menyampaikan hal yang sama, termasuk soal sikap Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution.

Namun ketika Asisten Ekonomi Pembangunan, Khairul Syahnan keluar guna mendatangi massa, massa memilih menyeberang ke DPRD Medan untuk berorasi karena mereka hanya ingin bertemu langsung dengan Plt Wali Kota Medan. (map/ila)

Modal Apik The Citizens, Man. City vs Man. UTD

Manchester City akan menjamu sang rival sekota Manchester United pada leg kedua Babak Semifinal Carabao Cup 2019/2020, Kamis (30/1) dini hari WIB. The Citizens memiliki modal apik menatap Derby Manchester di Etihad Stadium inin

Modal itu adalah kemenangan 3-1 pada leg pertama di Old Trafford. Waktu itu, tim besutan Josep Guardiola ini

menang lewat gol-gol Bernardo Silva dan Riyad Mahrez, serta bunuh diri Andreas Pereira. Sementara United hanya bisa menipiskan selisih skor melalui gol Marcus Rashford.

Di kandang sendiri, City cukup difavoritkan untuk kembali meraih kemenangan. Terlebih lagi, The Red Devils takkan diperkuat Rashford yang cedera.

Di laga terakhir masing-masing, di ajang Piala FA, City dan Setan Merah sama-sama meraih kemenangan. The Citizens mengalahkan tim Divisi 2 Fulham, dengan skor meyakinkan 4-0, melalui gol-gol Ilkay Gundogan (penalti), Bernardo Silva, dan brace Gabriel Jesus. Sementara tim besutan Ole Gunnar Solskjaer, menghajar tim Divisi 3 Tranmere Rovers, dengan skor telak 6-0.

Melawan tim semenjana dari League One itu, Harry Maguire, Diogo Dalot, Jesse Lingard, Phil Jones, Anthony Martial, dan Mason Greenwood, menyumbang masing-masing satu gol untuk United.

Setelah sebelumnya berturut-turut ditekuk Liverpool dan dipermalukan Burnley di Premier League, kemenangan atas Tranmere bisa sedikit mengembalikan kepercayaan diri Setan Merah. Namun, itu bukan jaminan mereka bakal menang saat melawan City yang lebih konsisten.

City tahu, bersaing dengan Liverpool di Premier League sudah sangat sulit. Selisih poin mereka sudah terlalu jauh. Piala FA pun menjadi satu ajang paling ideal untuk meraih trofi.

Dengan mindset seperti itu, rasanya The Citizens tidak bakal gegabah dan membuang keunggulan 2 gol yang telah susah payah mereka dapatkan di Old Trafford 3 pekan lalu.

Di laga ini, City bakal minus Sane yang masih dibekap cedera. Sementara di skuad United, ada Rashford, Pogba, dan McTominay yang bakal absen karena cedera.

Seperti diketahui, City tak terkalahkan dalam 8 laga terakhirnya di semua kompetisi. Mereka juga menang 11 kali dan hanya kalah satu kali dalam 13 laga terakhir. The Citizens tak terkalahkan dalam 6 laga kandang terakhir mereka, dan selalu mencetak minimal 2 gol dalam 6 laga kandang terakhirnya di semua kompetisi.

Sementara Setan Merah kalah 4 kali dalam 8 laga terakhirnya di semua kompetisi. Mereka hanya menang 3 kali dalam 10 laga tandang terakhir. Dan United tak mencetak gol dalam 3 dari 5 laga tandang terakhirnya di semua kompetisi. (bln/saz)

Kota Medan Lebih Rentan Virus Corona

Wisatawan asal Tiongkok
Wisatawan asal Tiongkok

MEDAN, SUMUTPOS.CO – VIRUS corona atau novel coronavirus telah menyebar ke 16 negara, termasuk Asia Tenggara. Bahkan, virus jenis baru ini telah menjangkiti 3 orang di Malaysia dan 4 orang di Singapura. Dengan begitu, tidak tertutup kemungkinan penyebaran virus itu akan sampai ke Kota Medan, karena posisinya yang berdekatan dengan kedua Negara tersebut.

Untuk itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Afif Abdillah meminta dinas kesehatan untuk serius melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyebaran virus Corona ini.

“Sosialisasi itu sangat penting, tidak bisa masyarakat hanya mendapatkan informasi lewat kabar yang beredar di media sosial atau surat kabar saja,” kata Afif Abdillah kepada Sumut Pos, Selasa (28/1).

Dikatakan Afif, dinas kesehatan seharusnya sudah bisa langsung turun ke lapangan guna mensosialisasikan langsung bahaya virus tersebut ke masyarakat berikut tindak pencegahannya. “Mulai dari membagikan masker, mensosialisasikan agar menjaga pola hidup bersih dengan mencuci tangan dan sebagainya, hingga yang paling penting mensosialisasikan agar tidak bepergian dulu ke negara-negara yang sudah terjangkit virus Corona, termasuk negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura,” katanya.

Secara geografis, terang Afif, Kota Medan lebih dekat dengan Malaysia dan Singapura bila dibandingkan dengan Jakarta. Untuk itu, tidak tertutup kemungkinan penyebaran ke Kota Medan punya potensi yang lebih besar dibanding wilayah lainya di Indonesia. “Kita cukup dekat dengan negara tetangga yang sudah terjangkit itu. walaupun jumlah penderita disana masih terbilang kecil, sekitar 3 sampai 4 orang,” terangnya.

Afif juga meminta Dinas Kesehatan Kota Medan untuk mulai turun ke hotel-hotel yang selama ini dikenal banyak ditinggali WNA, terkhusus dari negara Tiongkok.

Sekretaris Komisi II DPRD Medan, Sudari ST juga mengatakan hal senada. Menurutnya, Dinas Kesehatan sudah bisa memonitor langsung sejumlah kawasan di Kota Medan yang di huni oleh warga negara asing. “Itu penting, mungkin bisa berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dalam melakukannya. Sebab, Komisi I juga sudah mengimbau pihak Imigrasi untuk memperketat masuk dan keluarya WNA ke Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, kata Sudari, Pemko Medan juga seharusnya sudah mulai bisa memberikan imbauan kepada setiap rumah sakitvyang ada di Kota Medan untuk menyediakan ruang isolasi untuk berjaga-jaga. “Kita harapkan upaya pencegahan yang paling utama, jangan sampai ada satu kasus pun soal Corona ini masuk ke Medan. Tapi kalaupun terjadi, semua RS sudah harus siap menghadapinya, bukan hanya rumah sakit milik pemerintah,” tandasnya.

Dinkes Deliserdang Surati Puskesmas

Sementara, Dinas Kesehatan Pemkab Deliserdang menyurati Puskesmas guna mengantisipasi penyebaran virus Corona. Menurut Kepala Dinkes Deliserdang dr Ade Budi Krisna, surat edaran tersebut tentang kesiapansiagan dan antisipasi penyebaran penyakit Pneumonia berat yang belum diketahui etiologinya. “Kita sudah buat surat edaran tentang kewaspadaan dini ke Puskesmas dan rumah sakit,”ucapnya.

Selain itu, surat edaran itu juga disebarkan kepada kecamatan dan desa. Tujuannya, agar masyarakat tidak panik karena mendapat informasi yang tidak jelas. “Agar jelas dapat informasinya. Sumber dan isi informasinya harus jelas. Dan dapat dipertanggung jawabkan. Tujuanya untuk menghindari kepanikan di masyarakat,” sebutnya.

Dinkes Tebingtinggi Apel Siaga

Sementara, jajaran Dinas Kesehatan se-Kota Tebingtinggi melakukan apel kesiapsiagaan pencegahan virus corona di halaman Rumah Sakit Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, Selasa (28/1). Dalam apel tersebut Kadis Kesehatan dr Nanang Fitra Aulia membacakan surat edaran Kemenkes tentang kesiap siagaan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona yang berasal dari China.

Dalam surat edaran tersebut, Dirjen P2P Anung Sugihantono, Kemenkes RI antara lain mengintruksikan kepada Puskesmas atau rumah sakit, petugas kesehatan memantau lebih ketat dan melakukan isolasi pasien gejala pneumonia. “Dinkes memberikan komunikasi informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pneumonia dan cara mencegah penularannya. dan segera melaporkan kasus suspect Pneumonia ke Ditejen P2P,” bilangnya.

Dalam amanat Kadis Kesehatan dr Nanang Fitra Aulia, mengintruksikan agar segenap jajaran kesehatan di Kota Tebingtinggi untuk melaksanakan apa yang sudah disampaikan Ditjen P2P melalui surat edaran tersebut. “Lakukan koordinasi dan komunikasi dengan baik pada masing masing instansi terkait, lakukan tindakan sesuai SOP dan lakukan tindakan sesuai dengan petunjuk yang ditetapkan,” jelasnya.

Terapkan PHBS dan Gunakan Masker

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan dr Wijaya Juwarna Sp-THT-KL mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut masyarakat diminta melakukan serta meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PBHS). Pertama, menjaga kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata setelah memegang instalasi publik.

“Cuci tangan menggunakan sabun dan bilas dengan air mengalir setidaknya 20 detik. Lalu, keringkan dengan handuk atau tisu sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, maka dapat menggunakan sanitizer alkohol 70-80 persen,” ungkap dr Wijaya, Selasa (28/1)

Kedua, sambungnya, hindari mengusap mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan. Selanjutnya, menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika bersin atau batuk. “Gunakan masker dan segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika memiliki gejala saluran napas. Istirahat bila sedang sakit, dan jaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah dan sayur minimal 3 kali perhari dan makan-makanan bergizi,” jelas Wijaya.

Selain itu, lanjut Wijaya, masyarakat diminta menghindari kontak dengan orang yang sakit infeksi saluran pernafasan. Sering mencuci tangan khususnya setelah kontak dengan pasien dan lingkungannya. Hindari menyentuh hewan atau unggas atau hewan liar. “Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan. Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan. Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau lainnya dan beritahu riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit,” terangnya.

Lebih lanjut Wijaya mengatakan, pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Pneumonia dapat menyerang siapa aja, seperti anak-anak, remaja, dewasa muda dan lanjut usna, namun lebih banyak pada balita dan lanjut usia.

“Angka kejadian pneumonia lebih sering terjadi di negara berkembang. Pneumonia dibagi menjadi tiga yaitu Community Acquired Pneumonia (CAP) atau pneumonia komunitas, Hospital Acquired Pneumonia (HAP) dan Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Ketiga jenis penyakit ini dibedakan berdasarkan darimana sumber infeksi. Namun, pneumonia yang sering terjadi dan dapat bersifat serius bahkan kematian yaitu pneumonia komunitas,” jabarnya.

Diutarakan dia, saat ini sedang terjadi kasus-kasus pneumonia berat yang bermula dari adanya laporan 27 kasus di kota Wuhan, Tiongkok. Penyebabnya, adalah coronavirus jenis baru yang dikenal sebagai Novel Coronavirus (nCOV). “Kasus-kasus ini kemudian meningkat cepat ke beberapa negara selain China. Namun, WHO belum merekomendasikan secara spesifik untuk traveler atau restriksi perdagangan dengan Tiongkok. Saat ini, WHO masih terus melakukan pengamatan,” tutur Wijaya.

Disebutkannya, gejala yang muncul pada pneumonia ini mirip dengan pneumonia pada umunnya, antara lain demam, lemas, batuk kering dan sesak atau kesulitan bernapas. Perlu diwaspadai pada orang dengan usia lanjut dan balita. Pasalnya, pada orang dengan lanjut usia atau memiliki penyakit penyerta lain, memiliki risiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi.

“Masa inkubasi pada penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun rata-rata gejala timbul setelah 2-14 hari. Metode transmisi belum diketahui dengan pasti pula. Awalnya virus ini diduga bersumber dari hewan, namun ternyata telah ditemukan penularan dari manusia ke manusia. Terkait pencegahan. belum ada vaksin untuk mencegah kasus ini karena pneumonia pada kasus outbreak saat ini disebabkan oleh coronavirus jenis baru,” tukasnya.

Petugas Medis Diedukasi

Sementara, mengantisipasi penularan virus corona kepada petugas medis, dilakukan Sosialisasi Emerging Infectious Disease di Kampus UISU Medan. “Nanti saat ada suspect, petugas medis bisa melakukan langkah pencegahan juga. Jika ada percikan, direkomendasikan penanganan dilakukan di ruangan bertekanan negatif. Intinya, mengisolasi dan penggunaan alat pelindung diri untuk petugas medis yang bertugas,” ujarnya Anggota Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) Medan, dr Rina Yunita.

Kata Rina, petugas medis harus menjaga diri untuk menghadapi jika kasus seperti ini hadir di kota Medan. Terkait kasus Corona Virus ini, dr Rina mengungkapkan hingga kini belum ada yang masuk ke Indonesia. “Di Indonesia memang suspect ada, tapi hasil pemeriksaan laboratorium negatif,” ucap dia.

Kepala Bidang UKLW Usaha Kesehatan dan Lintas Wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Sumatera Utara, Ziad Batubara mengungkapkan, melalui sosialisasi ini teman-teman medis bisa mengedukasi supaya kalau nanti yang bertugas ke wilayah penyebaran virus Corona, mereka juga bisa melakukan langkah antisipasi seperti cuci tangan pakai sabun dan bilas dengan air mengalir setidaknya selama 20 detik. Kemudian, lanjut dia, cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan sanitizer alkohol 70-80 persen.

“Bila sudah menerapkan gaya hidup sehat saja bisa terjangkit, apalagi dengan berkumpul di tengah keramaian. Tentunya pakai masker wajib,” papar Ziad sembari menambahkan, menurut catatan KKP, hingga saat ini belum ada yang terkonfirmasi positif mengidap virus Corona. Tapi petugas masih terus melakukan langkah antisipasi. (map/btr/ian/ris)

Pemerintah Ingin Evakuasi WNI dari Tiongkok

SEPI: Dua warga berjalan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, Senin (27/1). Pemerintah Tiongkok mengisolasi 15 wilayah di Provinsi Hubei.
SEPI: Dua warga berjalan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, Senin (27/1). Pemerintah  Tiongkok mengisolasi 15 wilayah di Provinsi Hubei.
SEPI: Dua warga berjalan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, Senin (27/1). Pemerintah Tiongkok mengisolasi 15 wilayah di Provinsi Hubei.

PEMERINTAH Tiongkok telah mengeluarkan kebijakan karantina terhadap 15 wilayah di Provinsi Hubei. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mencatat, ada 243 warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di daerah tersebut.

Mereka tersebar di Wuhan, Xianjing, Huangshi, Jingzhou, Xianyang, Enshi, dan Shiyan Menurut Plt Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah, semua WNI sehat. Tidak ada yang terjangkit virus korona.

Faiza menuturkan, pemerintah melalui Kedutaan Besar RI di Beijing sedang mengupayakan bantuan logistik untuk WNI di daerah karantina. Pihaknya masih melakukan koordinasi mengenai mekanisme penyaluran bantuan. Faiza mengakui bahwa isolasi membuat logistik menjadi barang langka. Sebab, seluruh penduduk di 15 wilayah itu tidak boleh keluar dari daerah masing-masing. Begitu pula sebaliknya, masyarakat dari luar dilarang mengunjungi daerah karantina, kecuali ada kepentingan khusus.

Dia mengatakan, Indonesia ingin mengevakuasi WNI yang berada di daerah karantina. Hal yang sama diinginkan oleh Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Australia. Namun, semua bergantung pemerintah Tiongkok. “Pada 26 Januari, kami telah melakukan video conference dengan Kemenkes, KBRI Beijing, KJRI Shanghai, KJRI Guangzhou, KJRI Hongkong, dan KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia) Taipei untuk membahas langkah-langkah koordinasi dengan otoritas RRT (Republik Rakyat Tiongkok) mengenai evakuasi WNI,” paparnya.

Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kemenlu Judha Nugraha mengatakan, jika kondisi di lapangan memungkinkan, pemerintah segera melakukan evakuasi. Para WNI itu akan dipindahkan ke daerah lain yang lebih aman di dalam Tiongkok maupun ke negara lain.

Di bagian lain, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Wuhan Nur Musyafak mengatakan, akses transportasi dari maupun menuju Wuhan masih ditutup untuk sementara. Baik bus, kereta, maupun pesawat. Musyafak membenarkan bahwa kebutuhan logistik di Wuhan menipis. “Kami sudah menghubungi beliau-beliau (KBRI Beijing dan Kemenlu, Red) agar segera dipenuhi,” ucapnya melalui voice note kemarin.

Meski demikian, dia memastikan, tidak ada laporan WNI di Wuhan terjangkit virus korona. Jumlah mahasiswa dan WNI di Wuhan 95 orang. Rata-rata mahasiswa tinggal di asrama dan selalu terpantau pihak kampus. Hampir seluruh kampus di Wuhan melakukan tindakan pencegahan. Misalnya, memberikan masker, sabun cair, dan termometer gratis kepada para mahasiswa.

“Kami selalu berkoordinasi dengan KBRI Beijing. Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri juga tergabung dalam grup Wechat untuk memudahkan komunikasi,” kata Musyafak.

Travel Warning ke Hubei

Sementara, pemerintah resmi mengeluarkan travel warning ke Provinsi Hubei, Tiongkok. Travel warning ini diterapkan sampai wilayah tersebut dinyatakan aman dikunjungi. “Betul travel warning ke Provinsi Hubei termasuk ibu kotanya Wuhan. Tidak ada batasan waktu penerapannya, setidaknya sampai ada keterangan resmi pihak RRT yang menghentikan isolasi di sana dan juga menyatakan wilayah tersebut telah aman untuk dikunjungi,” kata Plt Jubir Kemlu, Faizasyah, Selasa (28/1).

Sedangkan untuk wilayah Tiongkok yang lain, kata Faizasyah, statusnya masih travel advisory. Kemlu mengimbau semua pihak agar selalu waspada dan memantau terus situasi tempat yang dituju. “Untuk wilayah lain di RRT yang disampaikan saat ini lebih sebagai travel advisory agar mereka yang merencanakan bepergian meningkatkan kehati-hatian dan memonitor perkembangan kondisi di tempat yang akan dituju, antara lain melalui aplikasi Safe Travel,” ujar dia.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menjelaskan, pemerintah berpatokan dengan World Health Organizationý (WHO) untuk mengeluarkan travel warning. ”Patokannya adalah rekomendasi WHO. Nanti kalau WHO sudah merekomendasikan sesuatu, baru kami bersama Menkes dan Menlu akan membahas tentang kemungkinan-kemungkinan lain,” ujar Budi Karya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/1).

Sementara Kota Wuhan, Tiongkok juga menurut Budi sudah diisolasi. Tidak ada warga yang berkunjung ke sana. Sebaliknya masyarakat di kota Wuhan juga untuk sementara tetap tinggal dan tidak untuk bepergian. “Karena itu kita tidak ke Wuhan, dan Wuhan juga tidak ke Indonesia,” katanya.

Budi menambahkan, pemerintah juga terus menjaga agar virus korona tidak menyebar ke Indonesia. Antisipasinya adalah menjaga pintu masuk dan keluar bandara dengan menggunakan alat pengukur suhu tubuh. “Saya sudah tugaskan untuk menjaga agar masuknya warga itu dijaga dengan baik, dengan indikator thermal,” ungkapnya.

Diketahui, dilansir dari situs resmi World Health Organizationý (WHO), virus korona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti MERS dan SARS. Berdasarkan informasi, virus korona biasa ditemukan pada banyak spesies hewan seperti unta dan kelelawar. Namun virus korona yang menginfeksi hewan dapat berevolusi untuk menyerang manusia dan membuat orang sakit.

Sebelumnya diberitakan, jumlah korban tewas akibat virus Corona dilaporkan semakin bertambah. Sedikitnya 106 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 4 ribu kasus virus corona sedang ditangani di berbagai wilayah Tiongkok.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (28/1), Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, yang menjadi pusat wabah virus corona, menyatakan 24 pasien lainnya meninggal akibat virus yang memiliki nama resmi 2019 Novel Coronavirus atau 2019-nCoV tersebut. Data ini disampaikan per Selasa (28/1) waktu setempat.

Ditambahkan juga bahwa 1.291 kasus baru tercatat di wilayah Tiongkok, sehingga jumlah kasus virus corona melonjak di atas angka 4 ribu kasus saat ini. Televisi nasional Tiongkok, China Global Television Network (CGTN), melaporkan total ada 4.275 kasus virus corona yang terkonfirmasi di berbagai wilayah Tiongkok. CGTN melaporkan total 106 orang tewas akibat virus corona di Cina saat ini. Dua korban tewas di antaranya ada di kota Beijing dan Shanghai.

Siapkan 100 Rumah Sakit

Juru Bicara Kepresidenan Bidang Sosial, Angkie Yudistia ýmengatakan pemerintah memastikan langkah terbaik untuk mencegah adanya penyebaran virus penyakit apapun. Hal itu guna menjamin masyarakat agar dapat beraktivitas tanpa rasa takut.

Pemerintah juga telah menyiapkan 100 rumah sakit di 31 provinsi di Indonesia guna menanggani virus korona tersebut. “Kini pemerintah telah menyiapkan 100 rumah sakit di 31 provinsi di Indonesia, tiga rumah sakit rujukan nasional di Jakarta dengan fasilitas memadai sebagai rujukan penyakit corona jenis baru,” ýujar Angkie dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Selasa (28/1).

Selain itu, Angkie mengatakan, sejumlah laboratorium juga telah disiapkan pemerintah untuk mengetahui bahwa orang tersebut terkena Virus Korona atau tidak. “Pemerintah juga menyiapan sejumlah laboraturium bio medis dan lima laboraturium regional yang memiliki fasilitas konfirmasi virus korona,” katanya.

Pemerintah saat ini tengah memperketat pemeriksaan di semua akses masuk bandara yang memiliki rute penerbangan internasional termasuk domestik, untuk pencegahan sedini mungkin. Angkie mencontohkan, di Bandara Soekarno Hatta, telah diaktifkan alat pemindai suhu tubuh untuk mendeteksi gejala virus corona. “Pemerintah juga meningkatkan sarana pencegahan virus di 19 daerah penerima kedatangan wisatawan langsung dari Tiongkok,” katanya.

Istana mengimbau seluruh masyakat dapat beraktifitas dengan tenang dan tetap memerhatikan kesehatan serta kebersihan sebagai mitigasi dini atas semua potensi penyakit yang bisa datang kapan saja. “Kepada masyarakat, untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan situasi melalui saluran informasi yang kredibel dan sumbernya dapat dipertanggunjawabkan,” ungkapnya.

Diketahui, dilansir dari situs resmi World Health Organizationý (WHO), virus korona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti MERS dan SARS. Berdasarkan informasi, virus korona biasa ditemukan pada banyak spesies hewan seperti unta dan kelelawar. Namun Virus Korona yang menginfeksi hewan dapat berevolusi untuk menyerang manusia dan membuat orang sakit. (jpc/dtc)

Gubsu Akui Honorer Masih Dibutuhkan

Edy Rahmayadi Gubernur, Sumatera Utara
Edy Rahmayadi
Gubernur, Sumatera Utara
Edy Rahmayadi Gubernur, Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam waktu empat tahun ke depan atau hingga 2023, pemerintah masih memberi waktu bagi seluruh tenaga honorer untuk memilih mengikuti seleksi CPNS ataupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Jika tidak, status mereka akan dikembalikan ke pihak yang mengontrak. Sebab, pemerintah berencana menghapus tenaga honorer, karena dianggap membebani anggaran.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi justru menilai, tenaga honorer tetap dibutuhkan dalam sebuah organisasi perangkat daerah. Sebab bidang keahlian yang dibutuhkan bersifat khusus, yang tidak ada pada urusan aparatur sipil negara.

“Inilah yang salah (tenaga honorer bukan dihapus/ditiadakan). Tenaga honorer akan digunakan kepada peruntukannya. Honorer itu dipakai kepada orang-orang yang dibutuhkan suatu organisasi. Contoh pemain musik, tidak ada sekolah PNS musik, itulah butuh honorer. Lalu supir, perlu honorer. Juga ahli komputer perlu honorer. Bukan tukang sapu honorer, bukan bon A, bon B. Honorer itu spesifik, khusus untuk skillnya dalam menyelesaikan organisasinya,” katanya menjawab wartawan, Selasa (28/1).

Bahkan mengenai status honorer yang tak bisa, artinya mesti menjadi PNS atau PPPK hingga 2023 mendatang, Edy menyebut itu berbeda lagi. Menurutnya untuk masuk menjadi PNS atau PPPK mesti mengikuti tes atau seleksi. “Kalau PNS sudah lengkap di situ urusannya, kesehatankah, pendidikankah, ada semua dia di situ. Tetapi diluar itu, kita perlu tenaga honorer. Jangan tumpang tindih, misal saya PNS ngurus bon A dan bon B, dicari lagi honorer untuk itu. Nantikan dobel itu, jadi pemborosan (anggaran),” katanya.

Namun kepastian apakah jumlah honorer di lingkungan Pemprovsu bakal dialihkan menjadi PPPK atau ASN, Edy belum memberi jawaban. Ia mengaku mesti memelajari lagi seperti apa ketentuan yang sesuai perundang-undangan yang berlaku. “Artinya honorer itu bukan ditiadakan, melainkan diberikan untuk yang memiliki skill khusus guna penyelesaian organisasi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, niat Gubsu Edy mengurangi tenaga honorer memang sudah berjalan sejak 2019. Ia menyebut perlahan-lahan akan menekan jumlah honorer itu. Bahkan di tahun ini jumlahnya menurut dia sudah di angka 1.500 orang.

Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) memberikan masa transisi kepada pegawai honorer untuk menjadi PPPK atau ASN. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja menjelaskan, masa transisi yang diberikan adalah selama lima tahun terhitung sejak 2018. Dalam masa transisi itu, tenaga honorer didorong untuk mengikuti seleksi PPPK atau CPNS.

“Kita punya waktu transisi lima tahun. Dalam lima tahun diharapkan silahkan mereka ikuti prosedur untuk ikuti seleksi. Itu langkah pertama seperti Pasal 99,” katanya, Senin (27/1).

Artinya, seleksi CPNS dan PPPK masih akan terus dibuka dengan menyesuaikan kebutuhan yang diusulkan masing-masing instansi. Namun, Setiawan tak bisa memastikan kapan seleksi tersebut dibuka.

“Formasi dibuka atas kebutuhan instansi pemerintah. Sepanjang lulus persyaratan dan ada formasi yang dibuka oleh instansi oleh pemerintah pusat atau pemda. Sepanjang formasi tersebut dibutuhkan. Fokus kita semua instansi pemerintah harus mengusulkan berdasarkan kebutuhan untuk instansi unit organisasi. Orientasi kita bukan pada orang, tapi jabatan yang dibutuhkan,” paparnya.

Dalam masa transisi ini pula, pihaknya akan merapikan kepegawaian di pemerintahan. “Kalau kita tidak berani merapikan ini, masalah ini akan terus muncul. Karena itu saat ini kita sedang kolaborasi dengan Kementerian Keuangan kalau seandainya kita kekurangan guru dalam 1-2 tahun, ya harus dipenuhi kurang lebih seperti ini. Tapi itu mempertimbangkan belanja dan anggaran instansi pemerintah,” jelasnya.

Kemudian, apabila honorer tersebut tak lolos CASN ataupun PPPK dalam masa transisi lima tahun tadi, maka status si pegawai honorer tadi akan dikembalikan ke instansi yang mengangkat? “Pertama kita kembalikan tenaga honorer itu dikontrak siapa, itu dulu yang harus kita tahu.

Dalam rapat bersama dengan komisi gabungan disebutkan bahwa mereka memberikan kesempatan sepanjang dibutuhkan instansi pemerintah dan diberikan gaji sesuai UMR di wilayahnya. Setelah 2023 kita akan lihat masih dibutuhkan atau tidak selama masa transisi. Kita harus duduk sama Kemdikbud, Kemenkeu dan instansi pemerintah terkait lainnya,” pungkasnya. (prn)

Pengguna Dana Capai 35 Juta

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pengguna dompet digital DANA mengalami peningkatan di 2019. Dari 30 juta pengguna di Oktober 2019, jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 35 juta hingga akhir 2019.

DANA juga mencatat nilai transaksi harian setiap pengguna meningkat lebih dari Rp 3 juta, karyawan DANA dari dalam negeri yang disebut DANAm8s mencapai 600 orang, dan menggaet mitra bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebanyak 87.500 pengguna.

“Kita penggunanya sudah lebih dari 35 juta pengguna. Ini sesuai accomplishment dari teman-teman kita semua, operasional, produk, teknologi, legal, sesuatu yang sangat amazing karena angka ini kita achieve tidak lebih lama dari satu tahun. Satu tahun satu bulan sejak kita launching dari Desember 2018. Accomplishment yang sangat spektakuler,” ujar CEO dan salah satu pendiri DANA, Vincent Iswara di Capital Place, Jakarta, Selasa (28/1).

“Semua fitur nggak ada yang dominan, yang top 5 itu tidak lebih dari 28%, karena kita melihat ini kebutuhan sehari, fitur-fitur yang kita gunakan berguna setiap harinya. Ada sih beberapa fitur tidak daily, tapi at least one month pasti dipakai,” papar Vincent.

Diungkapkan Vincent, DANA juga telah berkolaborasi dengan berbagai industri dan meraih beberapa penghargaan selama 2019. Soal pangsa pasar, DANA lebih banyak dipakai oleh milenial.

“Kita akan melakukan hal yang sama di 2019, kita sudah mengedukasi pasar dengan berbagai media. Kalau ada pertanyaan pengguna DANA di mana saja, rasio pengguna DANA itu mirip sekali dengan rasio pengguna smartphone. Jadi smartphone itu besarnya di mana, DANA ada di sana. Kenapa belum semuanya, itu butuh edukasi, sekarang banyak (pengguna) yang millenial. Cuma ke depannya kita targetkan di luar millenial,” ucap Vincent.(dtc/ram)

Grab dan Nestle Ekspansi Bisnis di Indonesia

Logo Grab

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dua perusahaan besar, yaitu Grab dan Nestle, menyatakan minatnya untuk ekspansi bisnis di Indonesia. Kabar itu disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang setelah menghadiri World Economy Forum (WEF) 2020 di Swiss.

Dia menyebut telah melakukan one on one meeting dengan para investor potensial, termasuk di sektor industri mamin. Salah satunya Nestle. “Kami bertemu dengan beberapa pelaku industri untuk memastikan bahwa yang sudah beroperasi di Indonesia masih nyaman dan diharapkan bisa meningkatkan investasinya,” ujar dia, Minggu (26/1).

PT Nestle Indonesia sejak 2019 menanamkan modal USD 100 juta untuk memperluas kapasitas produksi di tiga pabriknya. Melalui ekspansi tersebut, kapasitas produksi PT Nestle di Indonesia bakal meningkat 25 persen dari 620.000 ton menjadi 775.000 ton per tahun. PT Nestle Indonesia adalah anak perusahaan Nestle S.A., produsen mamin terkemuka asal Swiss.

Saat ini PT Nestle Indonesia telah mengoperasikan tiga pabrik di Indonesia. Yaitu, di Karawang untuk memproduksi cokelat malt Milo, susu bubuk, dan bubur bayi Cerelac. Kemudian, pabrik di Kejayan, Pasuruan, antara lain, memproduksi susu olahan dengan merek Dancow, Bear Brand, Carnation, dan Cap Nona.

Sedangkan pabrik di Panjang, Lampung, mengolah kopi instan dan kopi mix dengan merek Nescafe. Berd asar data Kemenperin, produk mamin Indonesia mampu mencatatkan nilai ekspor tertinggi di kelompok manufaktur, dengan capaian USD 27,28 miliar sepanjang 2019. Selain itu, industri mamin sebagai penyetor terbesar terhadap nilai investasi pada periode Januari–September 2019 di angka Rp 41,43 triliun.

Selain Nestle, Grab menyampaikan minatnya untuk investasi remanufacture mobile phone atau daur ulang ponsel yang sudah usang. Namun, belum dipaparkan angka komitmen investasi dari Grab.

“Saya juga sudah berbicara dengan pihak Grab. Mereka ada niat melakukan investasi remanufacturing dari handphone (HP) yang sudah relatif tua atau sudah rusak, yang nantinya menjadi mobile phone baru,” paparnya.

Investasi Grab dapat mendukung kebutuhan masyarakat dalam kesiapan memasuki perkembangan industri 4.0. Sebab, di era tersebut, salah satunya yang dibutuhkan adalah penggunaan teknologi komunikasi digital seperti ponsel.

“Industri ponsel di dalam negeri mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah yang terus memacu pengembangan di sektor telekomunikasi dan informatika,” tambahnya.

Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menjelaskan, remanufacturing ponsel yang dimaksud adalah menghasilkan ponsel-ponsel yang lebih terjangkau di masyarakat guna meningkatkan potensi ekonomi digital di Indonesia yang diproyeksikan mencapai USD 100 miliar.

Group CEO dan Co-founder Grab Anthony Tan mengungkapkan, Grab telah berkontribusi pada pengembangan dua pedoman industri yang tengah berkembang, yaitu platform ekonomi dan teknologi kecerdasan buatan (AI). “Kami secara proaktif berkomitmen pada serangkaian prinsip utama pada proses kerja platform yang baik serta pengaplikasian teknologi AI, dan berharap hal ini dapat memberikan manfaat bagi pemerintah dan perusahaan lainnya,” ujarnya.

Menurut data Kemenperin, industri handphone, komputer, dan tablet (HKT) merupakan salah satu sektor strategis yang dalam perkembangannya menunjukkan tren meningkat dan berkontribusi positif bagi perekonomian nasional. (jpc/ram)

Perayaan Imlek di Delipark Mall Medan

Pesta Diskon dan Hiburan Tradisional

BARONGSAI: Center Director Delipark, Selvyn (tengah) berfoto bersama rekan kerja dan barongsai.
ist
BARONGSAI: Center Director Delipark, Selvyn (tengah) berfoto bersama rekan kerja dan barongsai.
ist

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kemeriahan perayaan Chinese New Year bertema “Spring Luminosity” di Delipark Mall Medan mampu menarik pengunjung. Berbagai event dilaksanakan untuk menarik minat seperti CNY (Chinese New Year) Market di Laguna Atrium yang menjual kebutuhan fashion dan Food & Beverage, Midnight Shopping Flash dengan diskon hingga 70% dan lainnya.

Center Director Delipark Medan, Selvyn mengatakan antusiasme warga Medan untuk mengikuti acara demi acara di Delipark sangat baik di perayaan Imlek perdana Delipark sejak dibuka 29 November tahun lalu.

“Pengunjung yang datang dari berbagai kalangan memenuhi area mall baik yang ingin berbelanja di outlet fashion, Food & Beverage, dan mengikuti acara di panggung Atrium, dan tentunya berfoto ria di dekorasi Imlek Delipark yang bertema Spring Luminosity,” ujarnya.

Chinese New Year Market di Laguna Atrium yang menjadi pembuka rangkaian acara pada 15-16 Januari yang lalu. Pada event ini, setidaknya dihadiri oleh delapan booth pilihan seperti Giordano Ladies, Delamibrands, Chocochips, Transmart Carrefour, Mochi Mochi, Batik Domas, Syrup Kurnia dan Boesa Studio.

“Selain bisa berbelanja kebutuhan Imlek, pengunjung bisa berfoto dengan pakaian khas Kerajaan bersama keluarga hanya dengan Rp50.000 di salah satu booth dan mendapatkan gratis 1 print cetak foto sebagai kenangkenangan,” tambah Selvyn.

Di puncak acara perayaan Chinese New Year, Delipark menggelar acara 3 hari berturut-turut mulai dari 25 Januari hingga 27 Januari dengan menghadirkan pertunjukan Barongsai dan Lion Dance, Icon Wawa Rat, Chaisen, Lau Kepo dan performance dari Gu Zheng, BIan Lian, Chinese Calligraphy, Oriental Dancer dan Band serta masih banyak lainnya.

“Pengunjung selalu bersemangat untuk menyaksikan Barongsai, dan bahkan mengikuti mereka saat berkeliling mall ke tiap lantai. Para tenant juga memberikan angpao dengan meletakkannya di langit-langit outlet yang memiliki makna khusus untuk mendatangkan rejeki dan keberuntungan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Atrium Laguna juga dipenuhi ratusan pengunjung yang ingin menyaksikan lebih dekat pertunjukan akrobatik Barongsai dengan menggunakan tonggak rintangan sepanjang 12 meter.

Pengunjung berdecak kagum saat melihat kepiawaian pemain Barongsai melompati tonggak dengan menggunakan kostum. Hal ini mengandung arti bahwa tantangan hidup dapat dilalui meski menghadapi berbagai rintangan. (rel/ram)