25 C
Medan
Thursday, January 29, 2026
Home Blog Page 4565

26 Pemda di Sumut Gelar SKD pada Februari

UJIAN: Para peserta CASN mengikuti ujian seleksi yang menggunakan metode CAT (Computer Assisted Test).Penulis: Grid Network. istimewa
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Kepegawaian Negara Regional VI Medan sudah menyusun jadwal pelaksanaan ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 di wilayah kerjanya. Seluruh daerah di Sumut, termasuk Pemprov Sumut menggelar SKD pada Februari, bulan depan.

Seperti diketahui, terdapat 26 kabupaten dan kota di Sumut yang membuka kembali rekrutmen CASN untuk tahun anggaran 2019. Untuk pelaksanaan ujian SKD formasi Pemko Medan akan berlangsung pada 15-17 Februari, Pemko Binjai 21-22 Februari, Pemkab Deliserdang 17-22 Februari, Pemkab Karo 4-11 Februari, Pemkab Nias 5-12 Februari, dan Pemkab Padang Lawas 18-24 Februari.

Selanjutnya, Pemkab Dairi mulai dari 6-19 Februari, Pemkab Serdang Bedagai 24-25 Februari, Pemkab Tapanuli Selatan 10-15 Februari, Pemkab Mandailing Natal 15-24 Februari, Pemkab Padanglawas Utara 24-25 Februari, Pemkab Nias Utara 10-14 Februari, Pemkab Nias Barat 17-25 Februari, Pemprovsu 3-11 Februari, dan Pemko Pematang Siantar 21-23 Februari.

Kemudian Pemkab Toba Samosir 10-14 Februari, Pemkab Humbang Hasundutan 17-18 Februari, Pemkab Labuhanbatu Utara 22-26 Februari, Pemkab Tapanuli Utara 6-8 Februari, Pemkab Tapanuli Tengah 12-19 Februari, Pemkab Pakpak Bharat 1-7 Februari, Pemko Tebing Tinggi 17-23 Februari, Pemkab Asahan 3-6 Februari, Pemkab Labuhanbatu 6-11 Februari, Pemkab Batubara 11-16 Februari, dan Pemkab Labuhanbatu Selatan 16 Februari.

Kepala BKN Regional VI Medan, English Nainggolan berharap, persiapan oleh masing-masing panitia seleksi menjelang pelaksanaan SKD dapat rampung cepat waktu. Sehingga pelaksanaan ujian nantinya dapat terselenggara dengan baik. Termasuk kesiapan perangkat ujian berupa komputer yang menjadi sarana peserta mengikuti SKD.

“Pada tes CPNS kali ini seluruh pemda yang membuka rekrutmen memang diwajibkan menyediakan ruangan dan perangkatnya masing-masing. Kami hanya sebagai fasilitator saja,” katanya.

Pihaknya juga berharap kepada seluruh peserta untuk dapat mempersiapkan diri dengan baik. Yang paling terpenting, jangan mudah percaya dengan oknum-oknum yang mengaku bisa membantu meluluskan peserta. “Berhasil tidaknya mereka (peserta) tergantung pada kemampuan masing-masing. Zaman sekarang tidak lagi ada istilah calo-calo. Sebab semua tahapan dilakukan melalui online sistem,” tegasnya. (prn)

93 WNI Tertahan di Wuhan, 12 Asal Aceh

DIRAWAT: Pasien diduga mengidap virus corona menjalani perawatan di Tiongkok, beberapa hari lalu. Hingga kemarin, jumlah korban tewas bertambah menjadi 80 orang.
DIRAWAT: Pasien diduga mengidap virus corona menjalani perawatan di Tiongkok, beberapa hari lalu. Hingga kemarin, jumlah korban tewas bertambah menjadi 80 orang.
DIRAWAT: Pasien diduga mengidap virus corona menjalani perawatan di Tiongkok, beberapa hari lalu. Hingga kemarin, jumlah korban tewas bertambah menjadi 80 orang.

SUMUTPOS.CO – PEMERINTAH Tiongkok mengisolasi Kota Wuhan dengan tujuan meminimalkan penyebaran virus korona jenis baru. Penduduk di sana, baik lokal maupun asing tak diizinkan keluar dari Wuhan kecuali ada hal mendesak. Terkait hal itu, ada 93 WNI yang terjebak di Wuhan, 12 diantaranya mahasiswa asal Aceh.

Kini untuk menenangkan keluarga mereka di Tanah Air, Pemprov Aceh, membuat posko komunikasi untuk pemantauan. Dilaporkan Antara, Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdul Gani mengatakan, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah menginstruksi kepada seluruh pejabat Aceh untuk siaga satu, terkait penyebaran virus korona di Wuhan.

“Plt Gubernur Aceh telah mengambil kebijakan terkait dengan wabah virus korona yang bersumber di Wuhan dengan mengintruksikan kepada seluruh penjabat Aceh untuk siaga satu. Mengingat, ada mahasiswa Aceh yang sedang berada di Wuhan,” kata Saifullah Abdul Gani di Banda Aceh, kemarin.

Saifullah menyebut, posko itu dibuka untuk mempermudah jalinan komunikasi Pemerintah Aceh dengan mahasiswa di Tiongkok, khususnya di Wuhan. Posko itu berpusat di Dinas Sosial Aceh dan Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta.

Kata Saifullah, Plt Gubernur Aceh telah menunjuk asisten dua Pemprov Aceh Teuku Ahmad Dadek sebagai koordinator tim percepatan penanggulangan wabah korona di Tiongkok. Sebab, ada mahasiswa asal Aceh berada di Tiongkok.

Menurut Saifullah, berdasar keterangan dari Alfi, salah seorang mahasiswa Aceh yang berada di Wuhan, bahwa ada 12 mahasiswa Aceh masih dalam kondisi terisolasi di Wuhan. “Sebanyak 12 mahasiswa Aceh itu di bawah pantauan Pemerintah Aceh. Kami mendukung kebutuhan logistik mereka. Alfi juga menyampaikan pesan kepada keluarga di Aceh agar tetap tenang dan mereka juga semuanya dalam keadaan sehat,” katanya.

Sementara, Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun memastikan, ada 93 WNI masih tertahan di Wuhan. KBRI Beijing akan terus melindungi keselamatan dan mencukupi kebutuhan mereka. “Kami tidak akan meninggalkan mereka. Kami terus hubungi mereka. Bahkan, kalau ada hal mendesak yang perlu disampaikan, kami sediakan empat nomor hotline,” sebut Djauhari Oratmangun kepada Antara di Beijing, Senin (27/1).

Dubes Djauhari menyebut, kebutuhan logistik yang ada sekarang akan habis dalam lima atau enam hari ke depan. Untuk itu, pihaknya sudah melakukan antisipasi agar WNI di Wuhan bisa mendapatkan suplai kebutuhan. “Tapi sebelum mereka kehabisan, kami akan suplai terus,” imbuh Djauhari Oratmangun.

Distribusi logistik dipesan secara daring oleh KBRI dan kemudian dikirimkan melalui kurir kepada koordinator-koordinator WNI yang ada di setiap kampus dan apartemen. Tidak semua dari 93 WNI yang tertahan di Wuhan itu berstatus pelajar. Terdapat beberapa pekerja profesional yang tinggal di apartemen. “Tanpa terkecuali, mereka juga kami suplai pangan di mana pun warga kita (Indonesia) berada di Wuhan,” lanjut Djauhari.

KBRI Beijing juga telah mendirikan posko khusus di Changsha, Provinsi Hunan, untuk membantu suplai logistik bagi 93 WNI di Wuhan. Selain itu, upaya perlindungan juga dilakukan KBRI Beijing melalui komunikasi intensif dengan Pemerintah Tiongkok, Pemerintah Provinsi Hubei, dan Pemerintah Kota Wuhan. “Kami juga terus berkoordinasi dengan KJRI (Konsulat Jenderal RI) yang ada di Guangzhou dan Shanghai,” ujarnya.

Wuhan merupakan tempat awal munculnuya virus korona jenis baru yang dinamai 2019-nCoV. Semua akses di kota itu ditutup sehingga semua orang yang berada di wilayah Ibu Kota Provinsi Hubei itu tidak bisa keluar sejak Kamis (23/1) pukul 10.00 waktu setempat (09.00 WIB). Demikian pula dengan kota-kota di Provinsi Hubei.

Perlu diketahui, jumlah WNI yang berada di Wuhan sekitar 200 jiwa. Namun, 93 orang tertahan di kota itu saat penutupan berlangsung. Sementara yang lain sudah pulang ke tanah air untuk mengisi liburan semester musim dingin yang bersamaan dengan musim libur Tahun Baru Imlek.

KBRI Beijing menyediakan empat nomor hotline terkait wabah virus korona jenis baru yang telah membunuh puluhan orang di Tiongkok. Nomor hotline tersebut yakni +861065325489, +8613811284505, +8613146453974, dan +8613552235327.

Sudah 80 Orang Tewas

Sementara itu, Pemerintah Tiongkok melaporkan update terbaru terkait jumlah korban meninggal dunia akibat virus korona jenis baru. Hingga Senin (27/1) pagi waktu setempat tercatat 2.761 kasus virus yang bernama 2019-nCoV di Tiongkok. Itu termasuk 17 kasus di Hongkong, Makau, dan Taiwan.

Jumlah korban tewas juga bertambah menjadi 80 orang. Sementara itu, 51 orang telah dipulangkan dari rumah sakit karena telah dalam kondisi sehat, dan 5.794 lainnya berstatus terduga. Di Provinsi Hubei yang merupakan pusat berjangkitnya virus tersebut terdapat 371 kasus baru pada Senin (27/1) sehingga menjadi 1.423 kasus.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Tiongkok lantas memutuskan untuk memperpanjang libur kerja dan sekolah dalam rangkaian Tahun Baru Imlek. Keputusan tersebut diambil dalam rapat pimpinan Komite Pusat Partai Komunis China (CPC) yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Li Keqiang, di Beijing.

Semula libur kerja berlangsung pada 24-30 Januari 2020. Pemerintah Tiongkok kemudian memperpanjang hingga 2 Februari 2020.

Sementara itu, libur sekolah yang bersamaan dengan libur semester sejak pertengahan Januari 2020 akan diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan. Semula jadwal masuk sekolah dari berbagai jenjang pendidikan akan dimulai pada akhir Februari 2020.

Rapat pengurus CPC tersebut juga menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai negara untuk memprioritaskan pengiriman staf medis dan peralatan kesehatan. Paling mendesak adalah pakaian pelindung dan masker wajah yang saat ini sangat dibutuhkan di Provinsi Hubei, khususnya Kota Wuhan.

Selain itu, pemerintah juga akan melaksanakan pembukaan jalur hijau untuk memperlancar kendaraan pengangkut perlengakapan kesehatan dan barang-barang kebutuhan untuk pasien. Selain itu untuk mempercepat pergantian giliran kerja petugas kesehatan untuk menghindari stres dan mengebut pekerjaan pembangunan rumah sakit lapangan sehingga dapat digunakan pada 2 Februari 2020. (ant/jpc/jpnn)

YouGov Brand Index, Shopee Kalahkan WhatsApp

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Perusahaan e-commerce Shopee Indonesia berada di peringkat pertama dalam kategori TopBuzz Rankings oleh YouGov Brand Index. Hal itu mengungguli merek-merek ternama lainnya seperti WhatsApp yang ada di posisi kedua serta Indomie (3), dan Youtube (4).

Dalam riset YouGov itu, Shopee juga menduduki peringkat pertama di kategori Top Buzz Improvers, mengalahkan merek lain seperti RedDoorz, Netflix sampai Samyang. Adapun metodologi riset yang dilakukan oleh perusahaan riset pasar yang berbasis di London itu berdasarkan top of mind responden terhadap brand sepanjang tahun 2019.

“Kami telah mencapai banyak hal dalam setahun terakhir dan yang paling menonjol adalah dukungan yang tiada henti dari pengguna, penjual, brand dan mitra kami. Strategi yang diimplementasikan tentunya berjalan bersamaan dengan hasil yang kami raih,” sebut Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja dikutip dari siaran pers Senin (27/1).

Selain dari YouGov menurut Handhika, Shopee juga meraih peringkat 1 jumlah pengguna aktif (Monthly Active Users) dan unduhan dalam kategori belanja di Google Play dan iOS App Stores, berdasarkan data App Annie sejak 2 kuartal tiga tahun lalu.

“Untuk menghadapi 2020, kami akan senantiasa untuk terus meningkatkan pengalaman belanja online yang terbaik bagi seluruh pengguna kami terutama dari sisi personalisasi kebutuhan, interaksi harian serta fungsi sosial kami sebagai brand e-commerce,” katanya. (kom/ram)

RS & Puskesmas Diminta Deteksi Dini Pasien, Biasanya Gelaja Timbul setelah 2-14 Hari

RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi penyebaran virus Corona di Kantor Gubernur, Senin (27/1).
RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi penyebaran virus Corona di Kantor Gubernur, Senin (27/1).
RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi penyebaran virus Corona di Kantor Gubernur, Senin (27/1).
RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi kesiapsiagaan menghadapi penyebaran virus Corona di Kantor Gubernur, Senin (27/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PELAKSANA tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan untuk melakukan antisipasi agar warga Kota Medan tidak terjangkit virus corona yang kini ‘menghantui’ dunia itu. Rumah sakit dan Puskesmas juga diminta memantau dan mendeteksi dini, melaksanakan tindakan primer pasien dengan gejala pneumonia.

“Saya minta Dinas Kesehatan segera lakukan langkah antisipasi, kita tidak mau warga Kota Medan terserang virus Corona. Selain melakukan sosialisasi informasi yang benar kepada masyarakat, Dinkes juga harus menyiapkan sarana dan fasilitas kesehatan. Dengan demikian, jika ada warga yang terkena Corona, secepatnya langsung ditangani,” kata Akhyar di Balai Kota Medan, Senin (27/1).

Penegasan itu disampaikan Akhyar lantaran virus Corona, selain menyerang Kota Wuhan, China, juga kini telah memasuki sejumlah negara tetangga seperti Thailand, Hongkong, Macau, Vietnam, Singapura dan Malaysia. Bahkan, Corona juga telah menyerang Australia, Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat.

Akhyar juga meminta kepada Dinkes segera membuat surat edaran kepada jejaring fasilitas layanan kesehatan di wilayah kerja Dinkes Medan. Kemudian melakukan rapat koordinasi lintas sektor terkait kewaspadaan dini menghadapi virus Corona. “Saya minta masyarakat tidak panik, tingkatkan kewaspadaan, terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas. Jika mengalami gejala seperti ini, masyarakat harus segera mencari pertolongan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat lainnya,” imbaunya.

Menyikapi instruksi Plt Wali Kota Medan ini, Kepala Dinkes Medan Dr Edwin Effendi mengungkapkan, Kota Medan sampai saat ini bebas dan aman dari virus Corona. Sejauh ini belum ada satu pun warga Kota Medan yang terjangkit virus yang bersumber dari hewan tersebut. Meski demikian, Edwin mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan. “Masyarakat harus dapat mengenali ciri-ciri awal yang diindikasi sebagai gejala Corona, seperti demam, lemas, batuk kering dan sesak nafas. Terutama, usia lanjut dan balita karena sangat rentan terjangkit. Masa inkubasi penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun rata-rata gejala timbul setelah 2-14 hari.

Edwin menjelaskan, awalnya Corona bersumber dari hewan. Tapi belakangan, penularan dapat terjadi manusia ke manusia. Hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Karenanya, Edwin berpesan agar masyarakat harus meningkatkan pola hidup bersih dan sehat sebagai salah satu upaya pencegahannya.

Di samping itu, Edwin juga menerangkan, pencegahan juga dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan tangan secara rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata. Selain itu kebersihan tangan dilakukan setelah memegang instalasi publik. “Caranya cuci tangan dengan sabun dan bilas tangan dengan air mengalir selama 20 detik. Lalu keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, bisa menggunakan sanitizer alcohol 70-80 persen,” ungkapnya.

Kemudian imbuhnya lagi, pencegahan dapat dilakukan dengan menutup mulut dan hidup dengan tisu atau sapu tangan ketika bersin maupun batuk. “Gunakan masker dan segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika memiliki gejala sesak nafas. Istirahat bila sedang sakit, serta konsumsi buah dan sayur minimal 3 kali perhari dan makan makanan bergizi lainnya,” pesannya.

Tidak itu saja, imbuhnya, masyarakat diminta untuk menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit infeksi saluran pernafasan. Lalu, cuci tangan setelah melakukan kontak dengan pasien dan lingkungannya. Hindari menyentuh hewan liar atau unggas, serta patuhi petunjuk keamanan makanan dan auran kebersihan.

“Setelah kembali dari daerah outbreak, saya minta masyarakat yang bersangkutan segera konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lainnya, Jangan lupa beritahu dokter tentang riwayat perjalanan dan gunakan masker untuk mencegah penulan penyakit ke orang lain,” terangnya.

Apabila sudah terindikasi terjangkit penyaki Corona dan ada riwayat perjalan dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum munculnya gejala, kata Edwin, pasien segera dirujuk ke RSUP H Adam Malik agar mendapatkan penanganan yang lebih intensif. “Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi penyebaran Corona Virus, kita telah menyurati seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kota Medan,” pungkasnya.

Dinkes Tebingtinggi Sosialiasi ke Sekolah

Mengantisipasi penyebaran virus corona, Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi juga melakukan upaya pencegahan. Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia mengatakan, mereka sudah menyebarkan brosur ke masyarakat luas mulai tingkat puskesmas dan sekolah yang ada di Kota Tebingtinggi.

“Virus itu memang sudah menyebar di beberapa negara, tetapi di Indonesia terutama di Tebingtinggi belum ada warga yang terindikasi corona virus. Kita harapkan tidak ada masuk ke Tebingtinggi,” kata Nanang Fitra Aulia di ruangan kerjanya, Senin (27/1).

Ditambahkan Nanang, pihaknya terus melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah, terutama yang kebanyakan siswanya dari etnis Tionghoa, karena selama masa libur imlek tahun ini mereka ada yang berlibur di luar negeri seperti China, Singapura dan Malaysia. “Dinkes akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi untuk melakukan penyuluhan sekaligus sosialisasi kepada para pelajar dan orang tua pelajar khusus sekolah yang banyak warga etnis tionghoa,” bilang Nanang.

Pihaknya juga, akan secepatnya menggelar apel siaga bekerja sama dengan beberapa rumah sakit yang ada di Kota Tebingtinggi untuk secara bersama sama nantinya menangani permasalahan corona virus yang menyebabkan kematian pada manusia dan penyebarannya cepat. “Surat edaran dari Kementrian Kesehatan RI sudah masuk, maka daerah harus mempersiapkan kewaspadaan dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat Kota Tebingtinggi agar tidak terjadi keresahan yang sangat amat,” ujarnya.

Untuk rumah sakit yang ada, bilang dr Nanang, apabila ada warga yang terinfeksi corona virus akan di rawat di rumah sakit milik pemerintah Kota Tebingtinggi dalam penanganan perawatan dan apabila harus di isolasi, kita akan merujuknya ke rumah sakit di wilayah Medan.

“Peralatan ruangan isolasi bagi terinfeksi corona virus harus dilengkapi dengan alat alat canggih, saat ini rumah sakit kita belum memilikinya, namun perawatan tahap pertama kita mampu, selanjutnya harus dirujuk,” bilang Nanang.

Dijelaskannya, corona virus ini ditandai dengan demam badan tinggi diatas 38 derajat, itu disertai dengan batuk dan sesak pernapasan, karena virus ini menyerang paru paru, apabila terjadi sesak yang cukup amat, bisa menyebabkan manusia mati. “Masa berkembang corona virus terhitung 12 hari, apabila tidak ada penangan medis, maka bisa fatal yaitu kematian,” paparnya.

Kepada seluruh warga Kota Tebingtinggi, Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi mengimbau untuk menjaga kesehatan, banyak kosumsi air putih dan hindari kontak dengan orang yang datang dari daerah asal corona virus, tidak itu saja, penyebaran virus melalui udara ini harus warga keluar rumah menggunakan masker penutup mulut dan hidung. “Gunakan masker dan jaga kesehatan, apabila ada warga yang mengalami demam tinggi habis berlibur dari daerah susfek corona virus harus segera melaporkan kepada petugas kesehatan, penanganan pertama berobat ke puskesmas,” ajak Nanang. (map/ris/ian)

Asuransi Jasindo Terapkan Premi Rp6,46 Triliun

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menargetkan mendapat premi bruto sebesar Rp6,46 triliun sepanjang 2020.

Plt Direktur Utama Asuransi Jasindo Didit Mehta Pariadi menuturkan target tersebut disasar melalui beberapa strategi yang telah dicanangkan perseroan.

Adapun strategi pertama yang dilakukan adalah dengan perluasan market share dan peningkatan brand image melalui digital marketing.

“Perluasan pangsa pasar pada 2020, sejalan dengan grand design dari long term planning perusahaan, yang akan meningkatkan market share dari kisaran 8,2 persen pada 2019 menjadi 10,5 persen di 2023. Target yang menantang tersebut diwujudkan secara staging bertahap di 2020 sebesar Rp 6,46 triliun atau ekuivalen market share sebesar 8,5 persen,” kata Didit.

Selain itu, untuk perluasan pada segmentasi milenial juga akan ditunjang oleh tools yang disesuaikan dengan perkembangan digital teknologi.

Karena itu, pada 2020 Asuransi Jasindo selain memperluas pangsa pasar pada existing market yaitu sektor korporasi dan dunia usaha, juga akan aktif memasuki pasar asuransi yang memang segmented dengan teknologi digital.

Pada strategi lain, Asuransi Jasindo juga melakukan digital business process sebagai bentuk peningkatan kualitas layanan proses kepada pihak eksternal.

Peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengurangi transaksi menggunakan uang tunai maupun kampanye peningkatan penggunaan uang elektronik, mendorong Asuransi Jasindo untuk juga meng-upgrade proses transaksi bisnis secara Information Technology (IT) based system.

Tak sampai di situ, Didit juga akan melakukan penjualan produk existing dan penambahan serta modifikasi produk yang memberikan hasil underwriting yang positif.

“Sejak 2019 Asuransi Jasindo sudah mengubah fokus kinerja dengan tidak hanya mengandalkan kepada pencapaian premi saja, tetapi juga menitikberatkan kepada kualitas kinerja yaitu hasil underwriting yang positif,” katanya.

Semua strategi tersebut juga tak luput dari peningkatan kualitas layanan kepada mitra usaha atau tertanggung, baik itu layanan akseptasi maupun layanan klaim.

Sejak tahun lalu Asuransi Jasindo sudah meng-upgrade pendekatan pelayanan kepada tertanggung dengan tidak hanya berbasis product centric semata, namun lebih jauh dari itu yakni berbasis customer centric.

“Dengan pendekatan Customer Centric tersebut, pemahaman perusahaan atas tertanggung menjadi lebih komprehensif karena pelayanan pada tertanggung menjadi satu pintu,” papar Didit.

Untuk itu, sambung Didit, dibentuklah unit layanan tertanggung atau yang disebut Relationship Manager (RM) sebagai Person In Charge yang akan melayani kebutuhan tertanggung secara terintegrasi. (jpnn/ram)

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pintu Masuk Sumut Dijaga Ketat

PERIKSA Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) memeriksa suhu tubuh penumpang yang baru datang dari luar negeri. Guna mengantisipasi penyebaran virus Corona ke Sumatera Utara, pengawasan di pintu masuk Sumatera Utara terus diperketat.
PERIKSA
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) memeriksa suhu tubuh penumpang yang baru datang dari luar negeri. Guna mengantisipasi penyebaran virus Corona ke Sumatera Utara, pengawasan di pintu masuk Sumatera Utara terus diperketat.
PERIKSA Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) memeriksa suhu tubuh penumpang yang baru datang dari luar negeri. Guna mengantisipasi penyebaran virus Corona ke Sumatera Utara, pengawasan di pintu masuk Sumatera Utara terus diperketat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara masih negatif terhadap penyebaran virus corona. Meski demikian, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi memastikan kalau semua petugas dan jajaran terkait sudah bekerja melakukan pengawasan secara intensif. Seluruh pintu masuk ke Sumut dijaga ketat. Edy juga telah menginstruksikan agar segera dibentuk tim khusus.

HAL ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan menghadapi penyakit Pneumonia Coronavirus, di Ruang Rapat Lantai 10, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Senin (27/1). Rapat dipimpin langsung Gubernur Edy Rahmayadi.

Turut hadir dalam Rapat Koordinasi tersebut mewakili unsur Forkompimda Sumut, Kepala Dinas Kesehatan Sumut dan OPD terkait, Binda Sumut, Rumah Sakit Adam Malik, Rumah Sakit USU, Rumah Sakit Umum Deliserdang, Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Rumah Sakit AU Soewondo, Diskes Lantamal I, PT Angkasapura II, Kantor Kesehatan Pelabuhan Medan (KKP), Pelindo Belawan, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKLPP) Kelas I Medan, Dinas Kesehatan Medan dan Kanwil Kemenkumham Sumut divisi Keimigrasian.

“Alhamdulillah, saat ini kita aman dari penyebaran virus tersebut. Untuk mengantisipasi, kita harus bergerak cepat bentuk tim. Saling koordinasi khususnya di pintu-pintu masuk ke Sumut. Seperti di bandara harus diperketat pengawasan,” ujar Edy.

Menurutnya, pengecekan terhadap orang-orang dari luar negeri yang masuk ke Sumut akan lebih diintensifkan lagi terutama dari negara tujuan yang terkena wabah mematikan tersebut. Disinggung, apakah ada warga Sumut yang berada di Wuhan, China, sebagai asal wabah tersebut muncul, Gubsu mengamininya. “Pasti ada, hanya orangnya datang kemari, gak? Atau orang kita datang ke sana, gak? Ini yang sedang kita pastikan,” katanya.

Edy meminta jajaran terkait segera mendata arus manusia dari Wuhan ke Sumut ataupun sebaliknya. Sehingga wabah corona tidak sampai menjangkit penduduk dengan populasi sekitar 14 juta di wilayah ini. “Ini yang sedang didata. Mereka tak boleh keluar ke mana-mana kalau dia sudah kena wabah. Dia harus diobati di sana. Kalau dibawa ke mari, di sini nanti terjangkit, lebih repot lagi semuanya,” katanya.

Mantan Pangkostrad dan Pangdam I BB ini pun mengimbau agar secara ketat, baik petugas maupun masyarakat, untuk mewaspadai corona. Hal kedua, masyarakat jangan panic, gundah, emosional dan stres menyikapi penyebaran wabah tersebut.

“Berikan kesempatan kepada petugas untuk melakukan yang terbaik. Posko juga sudah ada, dan kita sudah melakukan koordinasi. Tolong ini jangan disebarluaskan supaya rakyat tidak stres, ini dari kita ke kita jadi harus dijaga ini,” pintanya.

Gubsu juga membantah kabar ada salah seorang warga yang diperiksa di RSUP Haji Adam Malik Medan baru-baru ini, terkena virus corona. “Belum, belum. Bukan corona. Ada spesifik wabah ini,” katanya.

Disebutkannya, Pemprov Sumut sudah melakukan langkah-langkah antisipasi masuknya virus corona ke Sumut, yakni dengan memperketat pemeriksaan orang yang datang dari luar negeri. Hal itu dilakukan bekerjasama dengan petugas KKP di pintu-pintu masuk Sumut dan kerjasama dengan RSUP Haji Adam Malik Medan. “Sudah, sudah ada. Inilah langkah-langkah konkrit kita. Hanya jangan disebarluaskan. Supaya rakyat tidak stres, percayakan petugas menanganinya,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan usai rapat menyampaikan beberapa poin hasil rapat. “Sesuai arahan Bapak Gubernur tadi, usai rapat ini segera kita bentuk tim yang terdiri dari beberapa stakeholder terkait,” ucap Alwi.

Beberapa langkah yang diambil khususnya di bandara, antara lain penyediaan Thermal Scanner untuk mendeteksi suhu tubuh manusia serta dilengkapi dengan perangkat pengukur kecil yang menangkap radiasi infra merah, disebut microbolometer. “Jadi di pintu depan itu kita sudah tutup rapat. Mudah-mudahan tidak ada yang lolos,” harapnya.

Kemudian pendataan mobilitas masyarakat Sumut atau pendatang dari Tiongkok juga akan dimonitor. Begitu pula dengan sosialisasi ke seluruh Kabupaten/Kota Sumut agar lebih waspada, khususnya yang banyak memiliki TKI atau TKA.”Selanjutnya, tim juga akan membentuk pos-pos dimana kalau ada terjadi ciri atau gejala yang menandakan adanya penyakit ini seperti demam tinggi, sesak nafas, batuk, influenza dan memiliki riwayat dalam kurun waktu 14 hari berkunjung dari negara yang terjangkit segera lah melaporkan atau memeriksakan diri,” jelas Alwi.

Sedangkan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Runtung Sitepu memastikan, tidak ada mahasiswa maupun tenaga pengajar USU yang tengah melakukan tugas belajar maupun kunjungan ke Kota Wuhan, China, yang merupakan kota pertama kali terserang epidemi virus corona. Hal ini iketahui setelah pihak Kantor Urusan Internasional USU melakukan pendadaan.

Meski begitu, Runtung mengimbau kepada seluruh civitas akademika USU dan masyarakat luas, untuk mewaspadai dan melakukan antisipasi yang diperlukan untuk mencegah terserang virus yang telah menginfeksi 2.761 orang dan membunuh 56 orang di China itu. “Mobilitas manusia dari berbagai belahan dunia demikian tinggi. Jadi walaupun hingga saat ini belum ditemukan adanya penderita virus Corona di Medan, semua pihak diharapkan terus meningkatkan kewaspadaannya dan menjaga kebersihan serta kesehatan diri dan keluarganya,” kata Runtung kepada wartawan, Senin (27/1).

Runtung menyarankan kepada masyarakat luas, tindakan antisipasi tersebut antara lain dapat dilakukan dengan mengenakan masker tatkala berada di pusat-pusat keramaian ataupun saat menaiki kendaraan umum. “Juga untuk sementara waktu menunda perjalanan ke berbagai negara yang terindikasi telah mengalami serangan virus tersebut,” tandasnya.

Perketat pengawasan terhadap orang-orang dari luar negeri yang masuk ke Sumut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, juga disampaikan Ketua Komisi I DPRD Medan, Rudianto Simangunsong. Dia meminta Kantor Imigrasi Kelas II Belawan semakin memperketat pengawasan terhadap WNA yang masuk. “Belawan salah satu pintu keluar masuknya WNA, karena diketahui banyak juga pekerja asing yang masuk melalui Pelabuhan Belawan. Kita harapkan imigrasi Belawan lebih mengoptimalkan pengawasan agar virus corona tidak menyebar hingga ke Kota Medan ini,” kata Rudianto saat kunjungan kerja ke Kantor Imigrasi Kelas II Belawan, Senin (27/1).

Hal senada disampaikan anggota Komisi I lainnya, Parlindungan Sipahutar. Politisi Demokrat ini menyebutkan, virus corona menjadi momok yang menakutkan karena penyebaran virus tersebut begitu cepat. Dirinya berharap agar imigrasi lebih sigap dalam pengawasan agar virus corona tidak menyebar hingga ke Kota Medan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Belawan, Berti Mustika mengaku sudah memperketat pintu masuk kedatangan dari luar negeri, khususnya bagi WNA. “Kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari semua pihak, terutama DPRD Medan dalam mencegah menyebarnya wabah virus corona,” ujar Berti.

Dikatakannya, masuknya pekerja asing ke Belawan umumnya melalui kapal tanker dan cargo. Namun untuk mengawasi secara keseluruhan, dirinya mengaku bahwa pihaknya masih mengalami kekurangan petugas. “Namun begitu kita akan maksimalkan petugas yang ada untuk mencegah masuknya WNA. Begitu juga dengan WNA yang sudah menetap, kita akan kontrol secara maksimal,” tandasnya. (prn/gus/map)

Penerbangan Perdana Bali-Melbourne Citilink Terbang dengan SLF 95 Persen

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Citilink Indonesia meningkatkan jaringan penerbangan internasional dengan melakukan penerbangan perdana dari Denpasar menuju Bandara Internasional Avalon (AVV) Melbourne, Australia.

Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra, menyampaikan, pada Jumat (24/1) terdapat penerbangan perdana rute Denpasar-Melbourne (Avalon) yang menggunakan pesawat Airbus A320 NEO. Dalam penerbangan perdana ini, Citilink terbang dengan tingkat keterisian kursi (Seat Load Factor/SLF) sebesar 95 persen.

Pesawat itu tiba di Bandara Internasional Avalon hari ini (Minggu, 25/1). Kedatangan penerbangan ini disambut Konsul Jenderal Indonesia untuk Melbourne Spica Tutuhatunewa, Senator Victoria Sarah Henderson, Executive Chairman Bandara Internasional Airport David Fox, CEO Bandara Internasional Airport Justin Giddings, Member of Parliament Victoria John Eren dan GM Melbourne Garuda Indonesia Flora Izza.

“Citilink merupakan maskapai pertama yang melayani rute Denpasar-Melbourne melalui Bandara Internasional Avalon. Kami berharap rute ini dapat menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat yang ingin mengunjungi Denpasar maupun Melbourne,” ujar Juliandra dalam acara “Ngariung sareng Citilink”, di Jakarta, Jumat (24/1).

Juliandra menambahkan, masyarakat Australia merupakan wisatawan dengan jumlah kunjungan tertinggi kedua yang mengunjungi Indonesia di tahun 2019. Citilink optimis rute penerbangan Denpasar-Melbourne (Avalon) ini akan mencetak SLF rata-rata sebesar 70 persen.

“Citilink telah bekerja sama dengan baik dan merupakan salah satu maskapai ternama di industri penerbangan. Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk memperkenalkan maskapai Citilink di sini dan penerbangan ini dapat membuat Bali menjadi lebih terjangkau untuk masyarakat Melbourne yang tinggal di Kawasan Geelong dan Regional Victoria khususnya. Kami yakin bahwa penerbangan ini akan sukses nantinya,” ucap CEO Bandara Internasional Avalon, Justin Giddings, dalam kesempatan terpisah.

Justin mengatakan, pihaknya senang dapat membuat Australia menjadi destinasi yang lebih mudah dituju dan terjangkau bagi masyarakat yang ingin berlibur. Bali merupakan destinasi internasional favorit dan merupakan salah satu rute destinasi yang selama ini pihaknya tuju. (rmol/ram)

Sampoerna Kembali Raih Top Employer

PIAGAM:
Manajemen PT HM Sampoerna Tbk berfoto bersama usai menerima piagam sertifikasi Top Employer Indonesia 2020 selama tiga tahun berturut-turut.
PIAGAM:
Manajemen PT HM Sampoerna Tbk berfoto bersama usai menerima piagam sertifikasi Top Employer Indonesia 2020 selama tiga tahun berturut-turut.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) meraih sertifikasi Top Employer Indonesia 2020 dan Top Empoyer Asia Pacific 2020 selama tiga tahun berturut-turut.

Sertifikasi yang telah diraih Sampoerna sejak 2017 ini membuktikan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang baik.

Sampoerna menerapkan cara kerja yang inovatif sehingga bisa memotivasi karyawan dalam memaksimalkan potensinya.

Sertifikasi ini melibatkan proses penilaian yang komprehensif menggunakan metode survei dan validasi lapangan dengan acuan standar internasional pengelolaan sumber daya manusia.

Presiden Direktur Sampoerna, Mindaugas Triumpaitis menuturkan karyawan merupakan kunci pencapaian tujuan dan strategi perusahaan.

“Dengan memperoleh predikat sebagai Top Employer Indonesia 2020 dan Top Employer Asia Pacific 2020, kami berharap pengakuan ini menjadi motivasi bagi seluruh manajemen dan karyawan untuk memberikan kontribusi positif tidak hanya kepada perusahaan namun terhadap seluruh pemangku kepentingan,” ujar Mindaugas.

Selama ini kata Mindaugas, Sampoerna menerapkan beberapa program pengembangan karyawan yang disesuaikan selaras dengan potensi, kinerja, dan jenjang karir masing-masing individu lewat penciptaan jalur pengembangan.

“Kami mengucapkan selamat kepada Sampoerna. Untuk dapat terserfitifikasi sebagai Top Employer, sebuah perusahaan harus memiliki bukti pengimplementasian strategi yang dapat memperkaya lingkungan kerja para karyawannya,” tutur CEO Top Employers Institute, David Plink.

Lebih lanjut, sertifikasi ini menunjukkan bahwa Sampoerna berhasil menyediakan ruang pertumbuhan karir, pengembangan potensi karyawan di setiap tingkatan organisasi, dan pendekatan kepemimpinan yang luar biasa.

Pencapaian ini dipandang berdampak langsung bagi performa karyawan, yang secara langsung memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi bisnis. (jpnn/ram)

Anggota DPR RI Raden M Syafii Gelar Silaturahim & Aqiqah Cucu

SILATURAHMI: Sekdaprovsu Hj R Sabrina disambut Anggota Komisi III DPR RI H Raden M Syafi’i saat menghadiri acara silaturahmi di Rumah Aspirasi Romo Center, Jalan Bunga Baldu II Medan, Minggu (26/1).

Didoakan Terhindar dari Fitnah dan Cela

SILATURAHMI: Sekdaprovsu Hj R Sabrina disambut Anggota Komisi III DPR RI H Raden M Syafi’i saat menghadiri acara silaturahmi di Rumah Aspirasi Romo Center, Jalan Bunga Baldu II Medan, Minggu (26/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai anggota DPR RI, Raden Muhammad Syafii diharapkan mampu mengemban amanah dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Sumut.

Hal ini di-sampaikan Ketua Umum KAHMI Kota Me-dan Hasim Purba, saat acara Silaturahmi untuk Menguatkan Tekad Berjuang Membela Kebenaran, Keadilan, dan Kejujuran sekaligus aqiqah cucu Raden Muhammad Syafii di Rumah Aspirasi Romo Center, Jalan Bunga Baldu II, Asam Kumbang, Medan Selayang, Minggu (26/1).

Menurut Hasim, Raden M Syafii memiliki posisi yang sangat penting, apalagi politisi Gerindra yang akrab disapa Romo ini duduk di Komisi III DPR RI. “Saya berpesan, kelola amanah ini dengan baik, karena ini juga ujian, jangan sampai tergelincir,” pesannya.

Dia juga menilai, selama Romo menjabat sebagai anggota DPR RI, saat ini memasuki periode kedua, Romo tetap komit membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran.

“Doa kita agar beliau terhindar dari fitnah dan celaan. Romo cerminan dari tokoh politik umat Islam Sumatera Utara yang dapat memberi manfaat bagi umat Islam. Kita doakan agar Romo dapat lebih berperan demi kepentingan umat Islam,” harapnya.

Sekdaprovsu, Hj R Sabrina yang juga hadir menilai, secara pribadi Romo adalah sahabat sekaligus guru baginya. Apalagi, dia sudah cukup lama mengenal Romo, bahkan sebelum menjadi anggota DPRD Sumut periode 2004-2009.

“Sedangkan dalam Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara, Romo merupakan mitra kerja kami dalam membangun Sumut berbartabat,” kata Sabrina.

Disebutnya, acara silaturahmi yang digelar Romo ini merupakan momen yang sangat penting dan harus tetap dijaga.

Sementara Ihwan Ritonga dalam sambutan menyebutkan, Romo merupakan panutan yang juga guru politik baginya. “Saya menjadi anggota DPRD Medan tak lepas dari peran Romo sebagai guru politik saya. Bukan cuma saya, ada juga beberapa anggota dewan lainya,” ucap Ihwan.

Sementara Romo dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan amanah yang diberikan kepadanya. Disebutnya, yang hadir pada silaturahmi tersebut merupakan para pejuang Islam.

“Saya ingin mendapat doa dan dukungan dari kita semua dalam membangun komitmen berjuang membela kebenaran, keadilan dan kejujuran. Doakan saya tetap istiqomah,” pungkasnya. (adz)

Rekrutmen PPPK Dibuka Lagi Tahun Ini, Pemprovsu Belum Buat Usulan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah bakal membuka rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap dua di 2020 ini. Tahap pertama sudah dibuka pada Februari 2019. Namun, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum ada melakukan usulan untuk rekrutmen tersebut dan akan menunggu petunjuk dari Kementerian Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi.

“Belum (buat usulan ke pusat) kita tunggu petunjuk lebih lanjut dari pusat. Pimpinan kita untuk itu (rekrutmen PPPK) adalah KemenPAN RB. Kami menunggu juknisnya terlebih dahulu,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah Setdaprovsu, Syahruddin Lubis, Senin (27/1).

Dia mengungkapkan, salah satu faktor yang melatarbelakangi mekanisme penerimaan PPPK yakni ketersediaan anggaran. Selain itu juga tidak semudah mengalihkan sumber daya manusia dari tenaga honorer menjadi PPPK.

“Tentu ada persyaratan seperti umur dan bidang keahlian. Jadi tak bisa begitu saja dapat dialihkan dari tenaga honorer menjadi tenaga PPPK. Sementara untuk honorer kami sudah komit untuk memanfaatkan dari tenaga yang lama, tidak lagi membuka rekrutmen baru,” katanya.

Secara umum dari aspek kepegawaian, Syahruddin menyebut setiap tahun terdapat sekitar 400 ribu-500 ribu ASN di lingkungan Pemprovsu yang pensiun. Sedangkan pada penerimaan 2018 lalu, adapun yang masuk sebagai ASN baru berjumlah sekitar 200 orang.

“Kalau dihitung secara kasar, antara yang masuk dan keluar tentu jumlahnya belum signifikan. Secara keseluruhan, jumlah ASN Pemprovsu ada sebanyak 9.000 orang, ditambah guru (SMA/SMK) bisa mencapai 12 ribu orang. Per tahun ASN kami yang pensiun bisa sampai 500 orang,” katanya.

Pun demikian, pihaknya tetap optimis bahwa Pemprovsu saat ini belum begitu kekurangan SDM yang ada, meski antara jumlah pegawai yang masuk dengan keluar tidak signifikan. “Rekrutmen (CASN) kan masih berjalan. Tentu nanti dari hasil itu akan ada yang masuk baru. Semoga dari jumlah semua (306 formasi) yang dibutuhkan bisa terisi,” pungkasnya.

Kepala BKN Bima Haria Wibisana sebelumnya mengatakan, pada proses rekrutmen 2019 sekitar 51 ribu honorer K2 yang dinyatakan lulus dan saat ini menanti turunnya Perpres tentang Jabatan PPPK untuk persyaratan penetapan NIP. “Insyaallah dibuka lagi tahun ini. Instansi pusat dan daerah bisa mengajukan usulan kebutuhan PNS dan PPPK,” katanya.

Dia mengungkapkan, masih ada kesempatan bagi honorer K2 terutama usia 35 tahun ke atas yang belum lulus untuk ikut tes PPPK. Jangan sampai kesempatan ini dilewatkan honorer K2.

Ditanya formasi apa saja yang akan dibuka, Bima mengungkapkan, masih sebatas pada guru dan tenaga kesehatan. Sedangkan tenaga administrasi sementara ini belum dibuka. “Tenaga administrasi kita 1,6 juta orang. Jadi sudah kebanyakan, yang dibutuhkan sekarang tenaga teknis fungsional,” ujarnya.

Dalam rekrutmen PPPK tetap diberikan formasi khusus bagi honorer K2. Sebab, dalam PP Manajemen PPPK, masa transisi berlaku hingga 2023 sehingga honorer K2 tetap mendapatkan prioritas ikut tes. “Tesnya enggak sulit kayak CPNS. Makanya dari sekarang persiapkan diri sehingga ketika dibuka rekrutmen sudah siap,” ucapnya.

Pernyataan ini senada dengan Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja ketika menjawab anggota Komisi II DPR RI dalam raker 20 Januari lalu. Saat itu 90 persen anggota dewan meminta agar sisa honorer K2 yang belum diangkat PNS atau PPPK diperjelas statusnya.

Sesuai data base BKN 2018, jumlah honorer K2 sebanyak 438.590 orang. Kemudian dari jumlah itu yang lulus CPNS 2018 sebanyak 8 ribuan. Lulus PPPK 2019 sebangak 51 ribuan sehingga bila dikurangi totalnya kira-kira 379 ribu.”Sisa honorer K2 silahkan daftar PPPK yang tahun ini akan kami buka lagi,” pungkasnya. (prn/ila)