DIPERBAIKI: Jembatan Binanga Hutauruk di Dusun 3 Desa Paropo 1, Kecamatan Silahisabungan, sudah bisa dilintasi warga setelah diperbaiki Pemkab Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DIPERBAIKI: Jembatan Binanga Hutauruk di Dusun 3 Desa Paropo 1, Kecamatan Silahisabungan, sudah bisa dilintasi warga setelah diperbaiki Pemkab Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Jembatan Binanga Hutauruk di Dusun 3 Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, yang amblas akibat diterjang banjir bandang pada November tahun lalu, sudah kembali bisa dilalui warga.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi sudah membangun jembatan sementara, agar aktivitas masyarakat khususnya petani setempat tidak terkendala.
Dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Informasi Komunikasi dan Publikasi Dinas Infokom, Untung Roy Nahampun, Minggu (8/3), jembatan tersebut diperbaiki untuk merespon protes masyarakat sebelumnya. Dimana jembatan yang rusak akibat diterjang banjir, melakukan perbaikan secara swadaya.
Oleh Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu yang melakukan kunjungan ke lokasi jembatan pada Februari lalu, langsung memerintahkan Dinas PUPR dan BPBD melakukan perbaikan jembatan sementara, menunggu dilakukan pembangunan secara permanen pada tahun anggaran 2021, sehingga mobilitas pengangkut hasil panen para petani bisa lancar. (rud)
PERIKSA: Petugas Polantas memeriksa barang bawaan pengendara mobil Avanza saat digelar razia oleh Polres Sergai, Sabtu (7/3).
PERIKSA: Petugas Polantas memeriksa barang bawaan pengendara mobil Avanza saat digelar razia oleh Polres Sergai, Sabtu (7/3).
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Guna mengantisipasi aksi kejahatan jalanan dan mengurai kemacetan, Polres Sergai menggelar razia stasioner patroli Blue Light di Jalinsum Sergai, tepatnya di depan Mapolsek Perbaungan, Sabtu (7/3).
Razia itu dipimpin langsung oleh Kabag Ops Kompol Sopyan SH, dan beberapa satuan personel Satlantas, Sat Intel, Satnarkoba, Satreskrim, Satsabhara, Polsek Perbaungan dan Polsek Pantai Cermin.
Pengendara roda dua dan empat yang dicurigai saat melintas, di stop untuk dimintai kelengkapan surat-surat kendaraan dan muatan.
Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang melalui Kabag Ops Kompol Sopyan SH menjelaskan, adapun tujuan dari kegiatan razia ini adalah untuk menekan angka kejahatan di jalanan seperti begal, jambret, curanmor, serta balapan liar yang sering terjadi setiap Sabtu malam.
Disamping itu, untuk mengantisipasi peredaran narkoba dan menekan para pelaku kejahatan seperti tawuran dan bajing lonjat yang mengunakan senjata tajam (Sajam).
“Setiap pengendara wajib diperiksa surat-surat kendaraan dan diperiksa semua barang-barang bawaan. Apabila ditemukan pelanggaran kepada penggendara roda 2 dan 4 akan diberikan sanksi tilang,” jelas Kompol Sopyan.
Dikatakan Kompol Sopyan, razia ini digelar untuk menciptakan suasana aman dan kondusif setiap penghujung akhir pekan malam minggu bagi penggendara yang melintas di Jalinsum Sergai sebagai upaya efect deterent, kata Kompol Sopyan. (sur/han)
RESMIKAN: Bupati Karo, Terkelin Brahmana menandatangani batu prasasti tanda peresmian renovasi Geriten Pulu Ganding Pasinget Sitepu, di Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sabtu (7/3).
RESMIKAN: Bupati Karo, Terkelin Brahmana menandatangani batu prasasti tanda peresmian renovasi Geriten Pulu Ganding Pasinget Sitepu, di Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sabtu (7/3).
KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengelola dan memanfaatkan geriten menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Karo. Hal ini disampaikan Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meresmikan renovasi pembangunan Geriten Pulu Ganding Pasinget Sitepu di Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sabtu (7/3). Terkelin mengaku bangga dengan selesainya renovasi pembangunan Geriten Menurut Terkelin, pembangunan Gerinten Pulu Ganding Pasinget Sitepu. “Sebab ini salah satu ciri kebanggan kearifan lokal, budaya Karo yang sampai sekarang ini belum punah masih bertahan, sungguh luar biasa,” katanya. Peresmian Geriten Pulu Ganding Pasinget Sitepu dihadiri keturunan Pulu Ganding Pasinget Sitepu dan warga Desa Beganding. Terkelin mengajak warga desa dan BUMDes untuk memanfaatkan geriten menjadi area wisata di Kabupaten Karo. “Kita harus berpikir secara global namun bertindak secara lokal. Jadikan Geriten Pulu Gading menjadi geriten wisata. Ini bisa dikelola BUMDes, tinggal perangkat desa yang berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan,” ujarnya. Cicit Pulu Gading Pesinget Sitepu, Dra. Agustina br Kaban Msi alias Tina mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Karo meresmikan Geriten Pulu Ganding Pasinget Sitepu. “Meski sibuk (memperingati HUT Kabupaten Karo), namun Bupati Karo masih bisa menyempatkan datang,” katanya. Tina menjelaskan Geriten Pulu Ganding Pasinget Sitepu awalnya dibangun pada 1926, lalu kemudian dilakukan beberapa kali renovasi.“Tahun 1926 geriten ini sudah ada dan direnovasi tahun 1984, kemudian tahun 2019 direnovasi lagi selesai 2020, baru diresmikan,” katanya. Tina menegaskan Geriten Pulu Ganding Pasinget Sitepu bukan hanya milik marga Sitepu saja atau masyarakat Desa Beganding. “Tetapi Griten ini sudah milik masyarakat Karo semuanya,” kata Tina. Dalam masyarakat suku Karo, geriten berfungsi untuk menyimpan kerangka atau tulang-tulang sanak keluarga, yang diambil dari kuburannya. Bangunan geriten berarsitektur khas bangunan tradisional Karo. (deo)
NIAS, SUMUTPOS.CO – Memasuki bulan Maret tahun anggaran 2020, baru 3 desa yang masih menyerahkan pengajuan Rencana Anggaran Pendapat dan Belanja Desa (RAPBDes) di Kabupaten Nias.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Nias, F Yaman Lase SKom kepada Sumut Pos, di kantornya, Jalan Pertanian, Hiliweto-Gido.. “Sedang proses pengajuan di tingkat desa, sampai hari ini masih tiga desa yang sudah kita terima RABDesnya,”kata Yaman, Jumat (6/3).
Yaman menyebutkan, dinas PMD telah menyurati para kades se-Kabupaten Nias pada tanggal 28 Februri 2020 yang lalu, terkait percepatan penyusunan RAPBDes dimaksud. “Selain sosialisasi kita sudah menyurati seluruh kades. Di surat itu sudah kita buat batas penyerahan RAPBDes sampai tanggal 6 Maret,” sebutnya.
Menurut Sekdis PMD Kabupaten Nias itu, salah satu faktor lambannnya pengajukan RAPBDes dimaksud disebabkan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di pemerintahan desa. Bahkan laporan penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2019, belum seluruhnya menyerahkan.
“Sebenarnya keterbatasan SDM ini dapat diatasi, jika para kades mampu memberdayakan tenaga pendamping desa. Tapi saya lihat mereka kurang terbuka apa kelemahannya, seolah-olah ada yang ditutupi, “ ungkapnya.
“Memang secara aturan dibolehkan, laporan DD bisa diserahkan hingga 3 bulan setelah berakhir tahun anggaran. Namun harus dipahami bahwa kecepatan pelaporan dan pengajuan adalah satu penilaian dari pemerintah pusat bahwa kita benar-benar siap menerima dana desa,” tambahnya.
Diterangkan Yaman, sesuai Permenkeu nomor : 205/PMK.07/2019 tentang pengelolaan DD tahun anggaran 2020, bahwa penyaluran DD tahun 2020 harus dimulai pada bulan Januari dan dilakukan dalam 3 (tiga) tahap yakni : tahap I (40 persen) dari bulan Januari hingga Juni, dengan dokumen persyaratan penyaluran berupa peraturan desa mengenai APBDes.
Untuk pencairan tahap II sebesar 40 persen, dari bulan Maret hingga Augustus, kepala desa harus menyerahkan laporan realisasi penyerapan dan capaian DD tahap I, dengan menunjukan rata-rata realisasi penyerapan paling sedikit 50 persen serta capaian keluaran paling minim 35 persen.
Sedangkan untuk tahap III (20 persen), dimulai bulan Juli dengan menyampaikan laporan realisasi penyerapan dan capaian DD tahap II, dengan menunjukan rata-rata realisasi penyerapan paling sedikit 90 persen serta capaian keluaran paling minim 75 persen.
“Para Kades harus memahami ini, bahwa ada perubahan aturan penyaluran DD dari tahun sebelumnya. Kepada seluruh Kades se-Kabupaten Nias supaya menyampaikan realisasi laporan DD maupun RAPBDes secara cepat dan tepat. Kami berharap kedepan tidak terulang dengan pola-pola yang lama,” harapnya.
Terpisah, Kepala Desa Sihareo Sogaeadu, Kabupaten Nias, Dermawan Waruwu SE dihubungi Sumut Pos, Minggu(8/3), mengakui keterlambatan RAPBDes di desanya disebabkan petunjuk teknis (Juknis) pagu dana masing-masing desa dari Pemerintah Kabupaten Nias, baru ia terima pertengahan bulan Februari 2020.
“Setelah turun Juknis baru bisa kita susun RAPBDes, jadi sekarang sedang tahap penyususnan. Saya perkirakan akhir Maret ini sudah bisa kami ajukan,” terangnya.
Dermawan juga mengeluh lambannya pencairan DD tahap III tahun 2019 yang lalu, menjadi penyebab laporan realisasi DD tahun 2019 menjadi terhambat. “Akhir November 2019 lalu baru pencairan DD tahap III, ini menyebabkan pekerjaan fisik terganggu. Sampai Februari kemarin baru selesai pekerjaan fisik, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa kami serahkan,” sebutnya. (adl/han)
SERAHKAN: Ketua TP PKK Langkat menyerahkan bantuan Genre Kit kepada perwakilan remaja di Desa Pantai Gemi, Stabat.
SERAHKAN: Ketua TP PKK Langkat menyerahkan bantuan Genre Kit kepada perwakilan remaja di Desa Pantai Gemi, Stabat.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Langkat, menggelar kegiatan pembinaan Pola Asuh Anak Remaja (PAR), di Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Langkat, Sabtu (7/3).
Dalam sambutannya, Ketua TP. PKK Langkat, Ny. Tiorita Terbit Rencana PA berharap kegiatan pembinaan PAR bisa memberikan pemahaman dan persepsi yang sama tentang pola asuh anak dan remaja yang baik, serta tentang pemenuhan hak- hak anak.
“Sehingga kita dapat sama-sama mendukung, terwujudnya keluarga serta desa yang ramah anak, untuk mendukung terwujudnya Langkat sebagai Kabupaten yang layak anak, “ sebutnya. Ny. Tiorita juga mengatakan, kegigihan dari orangtua dalam mencapai generasi yang sehat berkualitas dan siap bersaing sangat menentukan.
“Karena itu, saya mengajak kita semua mempersiapkan anak – anak sejak dini dengan menanamkan nilai-nilai baik, mulai dari keluarga, kesadaran untuk hidup baik, jujur dan bertanggungjawab,”tandasnya. Ny.Tio, juga menambahkan para orangtua harus dapat memberikan contoh tauladan yang baik dan benar, kepada anak-anak. Soalnya, satu contoh dari orang itu akan lebih bermanfaat dari seribu nasehat.
“Karena pada dasarnya anak lebih senang mencontoh dari yang dilihatnya, ketimbang terlalu banyak di berikan nasehat.,” sebutnya. Pada kesempatan itu, Tiorita menyalurkan bantuan Genre Kit kepada remaja Genre Desa Pantai Gemuk Kecamatan Stabat. Genre Kit ini adalah sarana atau alat bantu sosialisasi program Generasi Berencana yang dipergunakan oleh para pendidik sebaya, konselor sebaya atau pengolah kelompok PIK Remaja jalur pendidikan dan jalur masyarakat
Sementara, itu Camat Stabat Nuriadi, mengatakan, anak harus diayomi tidak saja oleh orangtuanya, melainkan juga harus mendapatkan perlindungan dan rasa nyaman dari lingkungan sekitar, lingkungan sekolah, penegak hukum dan pemerintah agar tumbuh kembang anak bisa berjalan baik dan sempurna, baik perkembangan mental dan fisiknya.
Kegiatan pembinaan PAR ini uga diwarnai dengan berbagai jenis lomba keterampilan anak sebagai upaya memberikan hiburan sembari menggali potensi dan talenta anak-anak remaja. (yas)
HADIRI: Wabup Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar saat menghadiri pelantikan Pengurus HIMPAUDI Deliserdang Periode 2020-2024
batara/sumut pos
HADIRI: Wabup Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar saat menghadiri pelantikan Pengurus HIMPAUDI Deliserdang Periode 2020-2024 Batara/sumut pos
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Deli Serdang HM Ali Yusuf Siregar menghadiri pelantikan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Deli Serdang Di Aula P3UD Deli Serdang, di Tanjungmorawa, Kamis (5/3).
Ketua HIMPAUDI Sumatera Utara, Ny Hj Aminah Yunus Rasyid melantik Ketua HIMPAUDI Deliserdang, Drs. Rajuddin Batubara, Sekretaris Nila Kesuma S.Pd, Linda Dharmayani S.Pd.
Dalam sambutannya, Ketua HIMPAUDI Sumatera Utara, Ny Hj Aminah Yunus Rasyid mengatakan, selamat atas dilantiknya pengurus baru di Deliserdang. “Bekerjalah dengan giat, saya sangat bangga terhadap pemerintah Kabupaten Deliserdang karena menunjukkan keseriusan terhadap perkembangan anak di Kabupaten Deliserdang”.kata Aminah.
Aminah berharap Pemerintah Kabupaten Deliserdang, melalui Kadis PMD untuk mendorong kepada kepala desanya yang belum menganggarkan untuk biaya pengelolaan PAUD yang ada di desa masing-masing, supaya dianggarkan.
Bunda Paud Deliserdang, Ny.Hj Yunita Ashari Tambunan juga mengatakan, selama ini secara bertahap Pemerintah Kabupaten Deliserdang telah melakukan upaya untuk mendukung kemajuan PAUD. Misalnya melalui Dinas Pendidikan untuk penyediaan sarana dan prasarana,juga kesejahteraan guru-guru PAUD melalui insentif.
“Upaya ini harus dilanjutkan dan ditingkatkan, agar layanan PAUDS di Deliserdang dapat semakin baik,”katanya.
Dia juga berharap agar partisipasi masyarakat termasuk HIMPAUDI juga tidak Boleh berhenti, justru harus semakin semangat dari sebelumnya. “Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja untuk masa depan anak-anak Deliserdang,”ajaknya.
Wabup Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar mengatakan, PAUD memiliki arti yang sangat penting bagi sejarah perkembangan anak, sebagai pondasi dasar bagi kepribadian anak, sejak anak dilahirkan hingga memasuki pendidikan dasar yang merupakan masa keemasan atau disebut dengan “golden age”. “Masa ini merupakan masa yang tepat untuk meletakkan dasar dasar pengembangan kemampuan fisik, bahasa, sosial, emosional dan nilai – nilai agama, yang bermuara pada pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat,cerdas serta mandiri,”terangnya. (btr/han)
FOTO BERSAMA: Bupati Tanah Karo Terkelin Brahmana dan Wabup Corry S Sebayang foto bersama juara Indonesian Idol X s, Lyodra Ginting yang turut hadir dalam perayaan peringatan HUT ke-74 Kabupaten Karo, Sabtu (7/3).
solideo/sumut pos
FOTO BERSAMA: Bupati Tanah Karo Terkelin Brahmana dan Wabup Corry S Sebayang foto bersama juara Indonesian Idol X s, Lyodra Ginting yang turut hadir dalam perayaan peringatan HUT ke-74 Kabupaten Karo, Sabtu (7/3).
solideo/sumut pos
KARO, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi melalui Sekdaprovsu R Sabrina membuka acara Peringatan Hari Jadi ke-74 Kabupaten Karo tahun 2020 di Taman Mejuah-juah Berastagi, Sabtu (7/3). Pembukaan ditandai dengan acara penekanan tombol sirene. Kemudian dilanjutkan dengan pelepasan balon sejumlah 74 buah yang melambang sama dengan hari jadi Kabupaten Karo secara bersama dengan Bupati Karo, Terkelin Berahmana, dan wakil Bupati Karo Cory S Sebayang.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang terbuat dari cimpa (makanan khas Karo).
Sekdaprovsu dalam sambutannya mengatakan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Karo merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Karo. “Oleh karena itu mari kita jadikan momentum ini sebagai evaluasi terhadap apa yang telah kita sumbangkan untuk daerah ini, khususnya dalam mendorong pembangunan, terciptanya masyarakat Karo yang lebih sejahtera sesuai dengan thema “74 tahun Kabupaten Karo terus membangun menuju masyarakat Karo sejahtera,” beber Sabrina.
Ditambahkan Sabrina, perubahan adalah kata kunci yang harus dijalani setiap individu, tidak saja dalam konteks peningkatan diri sendiri tetapi juga menyangkut kualitas hidup masyarakat dan Pemerintahan Kabupaten Karo secara luas. “Persaingan dimasa yang akan datang tidak akan lebih ringan. Karena perkembangan ilmu pengetahuan terutama dibidang telekomunikasi telah membuat setiap individu, kelompok arau masyarakat semakin memiliki peluang untuk menuju persaingan diberbagai bidang, “ terang Sabrina.
Lyodra Pukau Pengunjung
Perayaan Hari Jadi Kabupaten Karo jadi spesial karena kehadiran Juara Indonesia Idol, Lyodra Br Ginting. Lyodra membuat ribuan pengunjung histeris saat menyanyikan 3 lagu Karo, salah satunya berjudul rudang-rudang kegeluhen. Meski hanya tampil beberapa jam. Namun suara emas Lyodra tetap memukau dan mengobati rasa rindu penonton, khususnya warga Karo. “Selamat Hari Jadi Kabupaten Karo, semoga makin sukses dan maju,” kata Lyodra.
Dia juga mengaku senang dan bahagia bisa pulang ke kampung halaman. Selain bahagia, dia juga mengucpakan terimakasih atas dukungan yang diberikan warga Tanah Karo. “Tanpa kalian saya bukan siapa-siapa. Sebenarnya saya masing ingin berlama-lama di sini, tapi keadaan memaksa saya harus terbang lagi ke Jakarta sore ini. Sekali lagi terimakasih banyak atas dukungan warga Tanah Karo,” tandasnya. (deo)
RINGSEK: Mobil Totoya Rush BK 1268 OW yang dikendarai Hamzaruddin tampak ringsek usai ditabrak kereta api di perlintasan tanpa plang, di Jalan Ikan Kakap, Minggu (8/3).
teddy/sumu tpos
RINGSEK: Mobil Totoya Rush BK 1268 OW yang dikendarai Hamzaruddin tampak ringsek usai ditabrak kereta api di perlintasan tanpa plang, di Jalan Ikan Kakap, Minggu (8/3).
teddy/sumu tpos
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Satu unit Toyota Rush BK 1268 OW yang ditumpangi 7 orang sekeluarga, selamat dari maut, usai ditabrak Kereta Api Sri Lelawangsa di perlintasan tanpa palang, Jalan Ikan Kakap, Kelurahan Tanah Tinggi, Binjai Timur, Minggu (8/3).
Menurut pengemudi Toyota Rush, Hamzaruddin, saat melintas di perlintasan tidak melihat adanya kereta api yang akan melintas.
Namun, tiba-tiba bagian belakang mobil yang dikendarainya ditabrak kereta api hingga terseret ke parit, tak jauh dari rel. “Kami semua satu keluarga dari Medan, mau ke Binjai untuk menghadiri undangan pernikahan,”kata Hamzaruddin.
Akibat kejadian itu, bagian belakang mobilnya penyok. Masyarakat yang mendengar tabrakan langsung memberikan pertolongan. Hamzaruddin dan sanak saudaranya hanya mengalami luka ringan akibat benturan saat mobil ditabrak kereta api. Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting mengatakan, atas kejadian tersebut pengemudi bersama penumpang mengalami luka ringan akibat benturan. Para korban telah dibawa ke RSUD Djoelham Binjai untuk mendapatkan perawatan.
“Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Tadi petugas dari Unit Laka sudah cek TKP, membawa para korban ke RS Djoelham Binjai. Kami juga amankan BB Mobil Toyota Rush BK 1268 OW ke Unit Laka Polres Binjai,” pungkasnya.
Identitas para korban yakni, Susianto (46) warga Mabar Medan, Indrawari (43) warga Mabar Medab, Siti Habsah (43), warga Mabar Medan (Istri Hamzaruddin). Lalu Sri Rahmadani (35) dan Bernawaty (43), dan Aliyah Rahma Zulfikar (10) yang juga warga Mabar, Medan. (ted/han)
WISMAN: Dua orang wisatawan mancanegara berjalan di Kota Medan. Berdasarkan data BPS, jumlah kunjungan wisman ke Sumut pada Januari 2020 menurun.
Triadi wibowo/Sumut Pos
WISMAN: Dua orang wisatawan mancanegara berjalan di Kota Medan. Berdasarkan data BPS, jumlah kunjungan wisman ke Sumut pada Januari 2020 menurun. Triadi wibowo/Sumut Pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sektor pariwisata benar-benar merasakan dampak penyebaran virus corona atau Covid-19. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Sumatera Utara pada Januari 2020, cenderung menurun dibanding pada Desember 2019.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan ke Sumut melalui Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) Deliserdang, Bandara Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Pelabuhan Belawan, dan Pelabuhan Tanjungbalain
Asahan, pada Januari 2020 tercatat sebanyak 20.539 orang. Jumlah ini mengalami penurunan 14,82 persen dibanding kunjungan wisman pada bulan sebelumnya, Desember 2019 yang mencapai 24.114 orang.
“Namun bila dibandingkan periode yang sama, Januari 2019, jumlah ini mengalami kenaikan 17,57 persen. Di mana pada Januari 2019, kunjungan wisman sebanyak 17.470 orang sedangkan Januari 2020 sebanyak 20.539 orang,” kata Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, Minggu (8/3).
Sedangkan wisman terbanyak pada Januari 2020, masih dari Malaysia berjumlah 8.846 kunjungan atau 43,07 persen dari total 20.539 wisman yang berkunjung ke Sumut.
Sementara itu, Jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Sumut melalui Bandara Internasional Kualanamu selama Januari 2020 mencapai 288.819 orang. Jumlah ini naik 30,78 persen dibanding Desember 2019 yang mencapai 220.846 orang. “Jumlah penumpang angkutan laut antar pulau (dalam negeri) yang berangkat pada Januari 2020 tercatat sebanyak 21.342 orang, naik 29,38 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 16.496 orang,” tutur Syech.
Sedangkan, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Sumut pada Januari 2020 mencapai rata-rata 48,06 persen, atau turun 3,03 poin dibanding Desember 2019 sebesar 51,09 persen. “Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia di hotel berbintang Januari 2020 mencapai 1,45 hari, atau naik 0,07 poin dibanding bulan Desember 2019,” pungkasnya. (gus)
PANTAU: Rektor UMSU Dr Agussani MAP memantau hilal dari Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU di Gedung Pascasarjana UMSU, Jalan Denai.
PANTAU: Rektor UMSU Dr Agussani MAP memantau hilal dari Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU di Gedung Pascasarjana UMSU, Jalan Denai.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Umat muslim Indonesia segera menyambut datangnya bulan suci Ramadan1441 Hijriah. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan, 1 Ramadan tahun ini jatuh bertepatan dengan Hari Jumat, 24 April 2020. Keputusan itu tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2020 yang dirilis pada Minggu (8/3) di Jakartan
Diketahui, PP Muhammadiyah mendasarkan keputusannya berdasarkan hasil penghitungan astronomi hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Berdasarkan perhitungan astronomi, matahari dan bulan akan terletak pada bujur astronomi yang sama (ijtima’) jelang Ramadhan 1441 Hijriah pada Kamis, 23 April 2020 Masehi pukul 09.29.01 WIB. Tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta terletak di atas tiga derajat di atas ufuk.
Sementara di seluruh wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk. Selanjutnya, Muhammadiyah juga mengumumkan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020.
Ijtima’ jelang Syawal 1441 H terjadi pada hari Sabtu, 23 Mei 2020 pukul 00.41.57 WIB. Tinggi bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta pada ketinggian enam derajat di atas ufuk. Dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk.
Kemudian, berdasarkan penghitungan astronomi Muhammadiyah mengabarkan 1 Zulhijah 1441 Hijriyah jatuh pada Rabu, 22 Juli 2020 Masehi.
Ijtima’ jelang Zulhijah 1441 Hijriah terjadi pada hari Selasa, 21 Juli 2020 Masehi pukul 00.35.48 WIB. Tinggi bulan pada saat terbenam matahari di Yogyakarta tujuh derajat di atas ufuk. Di seluruh wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam bulan berada di atas ufuk.
Dengan begitu, Hari Arafah 9 Zulhijah 1441 Hijriah akan bertepatan dengan Kamis 30 Juli 2020 Masehi dan Idul Adha 10 Zulhijah 1441 Hijriyah jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020 Masehi. (jpc)