Home Blog Page 4570

Virus Corona Sensitif dengan Suhu Tinggi

BERI KETERANGAN: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memberi keterangan kepada wartawan.
BERI KETERANGAN: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memberi keterangan kepada wartawan.
BERI KETERANGAN: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memberi keterangan kepada wartawan.
BERI KETERANGAN: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memberi keterangan kepada wartawan.

SUMUTPOS.CO – MELUASNYA penyebaran virus corona atau Covid-19 membuat penelitian tentang virus tersebut juga semakin gencar. Salah satu hasil penelitian terbaru mengenai virus corona yakni virus ini sangat sensitif terhadap suhu tinggi.

Baru-baru ini, tim dari Universitas Sun Yat-sen di Guangzhou, Ibu Kota Provinsi Guangdong China Selatan melakukan studi terkait virus tersebut. Fokus penelitiannya menentukan bagaimana penyebaran virus corona baru mungkin dipengaruhi oleh perubahan musim dan suhu.

Penelitian tersebut diterbitkan bulan lalu. Dalam laporan tersebut ditemukan, bahwa suhu panas memiliki peran yang signifikan terhadap perilaku virus. Dikatakan dalam penelitian suhu dapat secara signifikan mengubah transmisi Covid-19 dan mungkin ada suhu terbaik untuk penularan virus.

Sensitif terhadap suhu tinggi Virus ini sangat sensitif terhadap suhu tinggi, sehingga dapat mencegahnya menyebar di negara-negara yang beriklim hangat. Sementara itu di negara dengan iklim yang lebih dingin penyebarannya lebih mungkin terjadi. Kesimpulannya, disarankan bahwa negara dan wilayah dengan suhu yang lebih rendah mengadopsi langkah-langkah kontrol yang paling ketat. Meski begitu tidak dianjurkan untuk hanya mengandalkan musim panas agar virusnya mati.

Penelitian yang dilakukan tim Guangzhou didasarkan pada setiap kasus baru virus corona yang dikonfirmasi di seluruh dunia antara 20 Januari hingga 4 Februari. Hal itu termasuk di lebih dari 400 kota dan wilayah Cina. Analisis menunjukkan bahwa jumlah kasus naik sejalan dengan suhu rata-rata hingga puncak 8,72 derajat celcius dan kemudian menurun. Baca juga: Menyebar Hampir di Seluruh Negara Anggota, Bagaimana Cara Eropa Menghadapi Wabah Corona? Dikatakan juga bahwa iklim mungkin berperan dalam mengapa virus itu menyebar Wuhan, China tempat pertama kali terdeteksi.

Pakar lainnya, asisten direktur di Center for Infectious Diseases Research di American University of Beirut Hassan Zaraket juga mendukung hal tersebut. Dia mengatakan ada kemungkinan bahwa cuaca yang lebih hangat dan lebih lembab akan membuat virus corona lebih stabil dan dengan demikian kurang menular, seperti halnya dengan patogen virus lainnya. “Ketika suhu memanas, stabilitas virus dapat menurun. Jika cuaca membantu kita mengurangi transmisibilitas dan stabilitas lingkungan dari virus, maka mungkin kita dapat memutus rantai penularan,” katanya.

Tidak selalu suhu tinggi. Sebuah studi terpisah dilakukan oleh sekelompok peneliti termasuk ahli epidemologi Marc Lipsitch dari Harvard School of Public Health TH Chan. Mereka menemukan bahwa penularan virus corona yang berkelanjutan dan pertumbuhan infeksi yang cepat dimungkinkan dalam berbagai kondisi kelembaban. Misalnya dari provinsi dingin dan kering di China ke lokasi tropis, seperti daerah otonom Guangxi Zhuang di ujung selatan negara itu dan Singapura.

Cuaca saja, seperti peningkatan suhu dan kelembaban tidak akan serta merta menyebabkan penurunan dalam jumlah kasus infeksi virus corona tanpa penerapan kebijakan kesehatan masyarakat yang luas. Direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, Mike Ryan mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap epidemi akan secara otomatis mereda di musim panas. “Adalah harapan yang salah untuk mengatakan, ya, itu akan hilang seperti flu. Kita tidak bisa membuat asumsi itu. Dan tidak ada bukti,” ujarnya.

Jerman Siapkan Vaksin Virus Corona

Sementara, cbat Coronavirus sedang dikembangkan oleh perusahaan CureVac di kota Tubingen, Jerman, di mana dua orang diyakini telah positif COVID-19.

Dr Mariola Fotin-Mleczek, seorang spesialis biotek Polandia yang memimpin upaya pengembangan vaksin, mengatakan kepada TVN24 sebagaimana dilansir laman Express.co.uk bahwa penyembuhannya akan “bersih dan aman”.

“Nilai teknologi kami adalah bahwa jalur produksi sudah ada. Anda dapat mulai memproduksi vaksin untuk manusia dengan sangat cepat. Basis teknologi kami adalah asam ribonukleat (RNA). Itu bisa dibandingkan dengan pen drive tempat kita menyimpan informasi tertentu. Vaksin kami berisi informasi tentang struktur protein yang ada di permukaan Coronavirus,” jelasnya.

Mirip dengan DNA, RNA adalah jenis asam nukleat yang mengkodekan dan mengatur ekspresi gen. Beberapa patogen seperti SARS-CoV-2 disebut virus RNA, yang berarti bahan generiknya didasarkan pada RNA dan bukan DNA.

Para ilmuwan telah menemukan virus COVID-19 adalah beta-coronavirus single-stranded mirip dengan Coronavirus sindrom pernafasan akut yang parah atau SARS-CoV.

Disuntikkan ke jaringan otot, vaksin Jerman berpotensi melawan Virus Corona dengan memberikan instruksi pada tubuh untuk memproduksi protein spesifik.

Protein-protein ini sudah ditemukan di permukaan virus, yang secara alami akan merangsang sistem kekebalan untuk mengenali dan menargetkan ancaman. Jika berhasil, tubuh kemudian akan menghasilkan antibodi untuk menetralkan virus corona.

“Kami hanya memberikan informasi tentang cara menghasilkan protein tertentu dan protein itu sendiri tidak berbahaya karena merupakan protein yang saat ini ada dalam tubuh kita,” kata Dr Fotin-Mleczek.

Namun, para peneliti perlu terlebih dahulu menguji efektivitas penyembuhan Coronavirus yang mereka usulkan.

Vaksin pertama-tama akan diuji pada sekelompok kecil orang uji untuk melihat apakah itu berfungsi sebagaimana dimaksud.

“Kemungkinan besar kemungkinan akan menerima dua dosis, dengan jarak empat minggu di antaranya. Kami akan mempelajari respon imunologis setelah dosis pertama dan setelah yang kedua, jadi setelah beberapa minggu kami akan tahu apakah vaksin yang kami miliki berhasil,” jelas Dr Fotin-Mleczek.

Virus Corona baru menyerang sistem pernapasan tubuh dengan memicu berbagai gejala dan radang paru-paru seperti flu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa penyakit akibat infeksi COVID-19 umumnya ringan, terutama untuk anak-anak dan dewasa muda. “Namun, itu dapat menyebabkan penyakit serius: sekitar satu dari setiap lima orang yang tertular memerlukan perawatan rumah sakit. Oleh karena itu sangat normal bagi orang untuk khawatir tentang bagaimana wabah COVID-19 akan mempengaruhi mereka dan orang yang mereka cintai,” tulis WHO. (kcp/bbs)

Kakbah Dibuka, Hanya untuk Tawaf Sunah

KAKBAH Jamaah mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, Mekah, situs paling suci Umat Islam, Sabtu (7/3). Arab Saudi membuka kembali daerah sekitar Kabah, setelah sebelumnya ditutup sebagai bagian dari serangkaian tindakan untuk memerangi wabah virus Corona.
KAKBAH Jamaah mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, Mekah, situs paling suci Umat Islam, Sabtu (7/3). Arab Saudi membuka kembali daerah sekitar Kabah, setelah sebelumnya ditutup sebagai bagian dari serangkaian tindakan untuk memerangi wabah virus Corona.
KAKBAH Jamaah mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, Mekah, situs paling suci Umat Islam, Sabtu (7/3). Arab Saudi membuka kembali daerah sekitar Kabah, setelah sebelumnya ditutup sebagai bagian dari serangkaian tindakan untuk memerangi wabah virus Corona.
KAKBAH Jamaah mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, Mekah, situs paling suci Umat Islam, Sabtu (7/3). Arab Saudi membuka kembali daerah sekitar Kabah, setelah sebelumnya ditutup sebagai bagian dari serangkaian tindakan untuk memerangi wabah virus Corona.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kerajaan Arab Saudi terus mengupayakan agar pusat-pusat ibadah bebas dari virus corona atau Covid-19. Setelah pada Kamis, 5 Maret 2020 malam lalu, Shahnul Mathaf atau area thawaf lantai dasar ditutup untuk disterilkan, kini akses masuk ke pelataran Kakbah sudah dibuka.

Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud mengeluarkan dekrit terkait pembukaan akses masuk ke pelataran Kabah tersebut. Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, mengatakan akses masuk itu dibuka sejak Sabtu (7/3) subuh waktu Arab Saudi.

Keputusan ini diambil Raja Salman setelah ia mendapat laporan bahwa di area itu telah dilakukan sterilisasi dan aman dari virus corona atau Covid-19 yang kini diketahui tengah melanda Arab Saudi.

Usai dilakukan pembukaan, aktivitas di jantung Kabah mulai normal. Para jemaah berdatangan untuk melakukan ibadah tawaf dan berdoa.

Pengumuman resmi tentang putusan ini juga sudah disampaikan Ketua Umum Urusan Haramain, Abdurrahman As-Sudais.

“Ketua Umum Urusan Haramain, Dr. Abdurrahman As-Sudais mengumumkan penerbitan perintah Raja Salman yang mengizinkan kembali pelaksanaan tawaf dengan dibukanya tempat tawaf secara berangsur bagi peziarah non umrah yang akan dimulai pada Sabtu Subuh, sesuai putusan,” ujar Endang dalam keterangannya, Sabtu (7/3).

Namun, lanjut Endang, dibukanya pelataran Kabah ini hanya untuk tawaf sunnah. Bukan untuk jemaah umrah (thawaf dengan mengenakan pakaian ihram yang dilanjutkan dengan sai).

Dalam foto terbaru yang dilansir dari AP Photo, area di sekitar Ka’bah dibatasi dengan pagar seng berwarna putih. Area Hijr Ismail, termasuk Maqom Ibrahim masuk dalam area yang dipagari. Sehingga jemaah tidak bisa menyentuh Ka’bah, mencium Hajar Aswad, Maqom Ibrahim juga salat di dalam Hijr Ismail.

Belum ada keterangan resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait pagar yang dibuat mengelilingi Kabah, Maqom Ibrahim dan Hijr Ismail tersebut.

Kemungkinan pagar darurat itu dibuat karena dikhawatirkan jemaah memegang dan mencium area Ka’bah dapat menjadi media penularan virus corona.

Sebelumnya, pemerintahan Kerajaan Arab Saudi menutup sementara beberapa lokasi yang ramai dikunjungi jemaah umrah. Tak hanya Masjidil Haram di Mekkah, penutupan sementara juga berlaku di Masjid Nabawai di Kota Suci Madinah. Bahkan di Madinah, pemerintah telah menutup semua akses menuju kamar suci tempat makam Nabi Muhammad SAW dan makam dua sahabatnya, Abu Bakar Siddiq serta Umar bin Khatab.

Penutupan sementara dua masjid suci dilakukan di luar waktu salat. Penutupan berlaku 1 jam setelah Salat Isya pada hari Kamis (5/3), dan dibuka lagi satu jam sebelum salat Subuh pada Jumat (6/3). Di luar jam itu, jemaah bisa masuk ke Masjidil Haram, tetapi tidak bisa ke pelataran Kabah.

Sebenarnya, pelaksanaan thawaf tidak dihentikan, melainkan hanya dialihkan di lantai atas saja.

Selama penutupan, petugas melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan.

Sementara itu, pemerintah Arab Saudi belum mencabut kebijakan larangan bagi jemaah umrah untuk memasuki kedua kota suci itu. Belum ada kepastian kapan kebijakan ini dicabut. (esy/jpnn/bbs)

Covid-19 di Indonesia Jadi 6 Kasus, Kondisi Pasien Masih Stabil

BERI KETERANGAN: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memberi keterangan kepada wartawan.
BERI KETERANGAN: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memberi keterangan kepada wartawan.
BERI KETERANGAN: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memberi keterangan kepada wartawan.
BERI KETERANGAN: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memberi keterangan kepada wartawan.

SUMUTPOS.CO – Pemerintah mengumumkan ada dua lagi Warga Negara Indonesia (NWI) yang positif terpapar virus Corona. Sehingga total pasien positif Covid-19 yang saat ini ada di Indonesia menjadi 6 orang.

Kasus pasien 5 dan 6 dinyatakan positif, Minggu (8/3) sore. Kasus 5 adalah kasus yang berasal dari Jakarta dalam acara klub dansa. Sementara untuk kasus 6 adalah pasien dari kapal Diamond Princess.

“Kita menambah lagi dua kasus positif lagi. Ini hasil kasus lanjutan tracing kluster Jakarta. Bahwa yang bersangkutan confirmed Covid-19,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Minggu (8/3).

Kedua kasus baru ini berjenis kelamin laki-laki. Kedua kondisinya sejauh ini masih stabil. “Kondisi dua-duanya stabil, tidak ada infusn

tidak demam, dan tidak pilek. Jadi kondisinya dalam keadaan baik,” kata Yurianto.

Kasus 6 atau pasien 6 adalah berasal dari kapal Diamond Princess yang sempat bersandar di Yokohama, Jepang. Kapal itu memang dinyatakan sebagai epicentrum baru karena penularannya mencapai 15 persen. “Kasus pasien 6 adalah impor case yang dia dapatkan di Jepang sbagai ABK di Diamond Princess,” katanya.

Keduanya kini dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Kasus pasien 6 sebelumnya memang sudah dicurigai dari 68 penumpang lainnya karena sudah menunjukkan gejala mirip COVID-19 dan akhirnya dinyatakan positif.

Membaik

Sementara, pasien 1 dan 2 kondisinya sudah membaik dan tinggal tunggu hasil laboratorium lagi, apakah spesimennya sudah dinyatakan negatif atau belum. Jika dalam pemeriksaan dua kali sudah dinyatakan negatif, maka pasien 1 dan 2 dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Begitu pula pada pasien 3 dan 4 yang tertular dari pasien 1 di klub dansa Jakarta. Mereka hanya diberikan obat pendukung dan ditingkatkan daya tahan tubuhnya. “Pasien 1 dan 2 tak panas lagi, tinggal menunggu hasil lab. Kalau dua kali negatif boleh pulang,” terang Yurianto.

“Pasien 3 dan 4 sudah tak demam. Batuk masih. Pilek berkurang. Sudah enggak kelihatan letih lesu dan lemah. Mudah-mudahan akan jadi sembuh dan bisa dipulangkan,” tambah Yurianto.

Karena kondisinya membaik dan stabil, sejak awal dirawat, keempat pasien itu tidak menggunakan berbagai alat seperti infus, oksigen, ataupun ventilator. Mereka hanya dipisahkan ruangannya di ruang isolasi agar tak menularkan kepada yang lain. “Di RS tanpa alat bantu apapun. Tak gunakan oksigen dan infus. Semuanya masih mampu rawatan mandiri. Bisa ke kamar mandi sendiri. Dan aktivitas lain. 4 pasien kondisi baik,” katanya.

Sehingga jika keempatnya dinyatakan sembuh, maka sama dengan 55 ribu pasien sembuh lainnya di dunia. Mereka bisa sembuh karena memang daya tahan tubuhnya diperkuat dan virusnya melemah. “Meski begitu effort kami akan lebih keras lagi untuk memutus mata rantai penularan dari subkluster dari 4 pasien ini. Siapa saja yang kontak dekat dengan mereka masih terus ditelusuri,” paparnya.

Yurianto juga menyebutkan, jumlah orang yang diduga terkena atau terjangkit virus corona di Indonesia terus bertembah. Dari 11 orang kini naik menjadi 23 orang. Semua yang diduga terkena corona ini didapatkan dari hasil uji 620 spesimen sampai hari ini, dari jumlah tersebut sebanyak 327 berasal dari 63 rumah sakit dan 25 provinsi yang ada di Indonesia. “Dari 327 ini, 4 yang confirm positif, 23 masih suspect.”

Hanya Butuhkan Ruang Isolasi

Lebih lanjut, Achmad Yurianto menjelaskan, pasien yang positif dan suspect virus corona hanya memerlukan ruang isolasi tanpa peralatan canggih. “Baik yang dipelajari pada kasus global dan sedang kita alami, bahwa sebagian besar pasien yang positif dan suspect covid-19 tidak jatuh dalam kondisi berat sehingga tidak memerlukan peralatan canggih,” ujar Yurianto.

“Hanya dibutuhkan ruang isolasi untuk memisahkan dari orang lain. Ini yang harus dipahami, jadi kita tidak perlu khawatir dan tidak dimaknai bahwa kita tidak sanggup menangani COVID-19,” tambahnya.

Ia menerangkan seperti kasus pasien yang positif virus corona di Indonesia, misalnya korban-korban hanya jatuh dalam kondisi yang ringan dan cenderung ringan.

“Artinya mereka masih bisa makan sendiri, ke kamar mandi sendiri, dan melakukan aktivitas sendiri (di rumah sakit),” terang Yurianto.

Yurianto juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu panik dan selalu mengecek kesehatan di rumah sakit atau Puskesmas. Karena pemerintah sudah memberikan edukasi di seluruh Puskesmas untuk pengecekan dini.

Jadi, masyarakat yang tinggal atau berada di wilayah yang jauh dari rumah sakit bisa juga melakukan pendeteksian dini terhadap wabah virus corona. “Semua Puskesmas diseluruh Indonesia mampu melakukan deteksi dini untuk hal ini, jadi tidak usah panik ke rumah sakit besar,” jelas Yurianto.

Sedangkan pasien positif atau suspect corona yang memerlukan alat-alat bantu medis yang canggih bukan karena virusnya tetapi penyakit berat lain yang sudah diderita. “Sebagian besar pasien perlu alat medis yang kompleks karena misalnya pasien dengan gagal ginjal, paru obstruksi menahun, diabetes, atau jantung kronis. Maka alat-alat layanan tersebut bukan untuk covid-19 tetapi peralatan itu untuk menangani penyakit pengorbit sebelumnya,” kata Yurianto.

Peluang Sembuh Besar

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut, peluang seseorang untuk sembuh dari infeksi virus corona sangat besar. Kondisi tersebut tercermin dari infeksi yang menimpa 12 Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

Ia menyebut dari 12 kasus tersebut, tujuh di antaranya sudah sembuh. Sementara itu, empat lainnya dalam kondisi stabil. Dari 7 kasus yang sembuh tersebut, enam di antaranya terjadi pada kasus yang menimpa WNI di Jepang dan 1 lainnya di Singapura. Sementara itu, untuk empat yang berada dalam kondisi stabil, salah satunya terjadi pada WNI di Taiwan.

Sementara itu, untuk yang masih ditangani, pihaknya sampai dengan saat ini masih terus memantau perkembangannya. Salah satu pantauan dilakukan terhadap WNI terinfeksi virus corona yang baru teridentifikasi di Singapura pada Sebtu (7/3) kemarin. “Teman-teman mencermati WNI kita. Baru-baru ini dari Singapura ada muncul kluster baru, kluster Jurong. Kemudian ada beberapa yang confirm positif. Dari yang beberapa tersebut satu di antaranya ada dari Indonesia,” katanya.

Virus corona telah menyebar di China dan beberapa negara di dunia dalam waktu dua bulan belakangan ini. Retno mengatakan hingga saat ini sudah ada 93 negara yang telah menyatakan terinfeksi virus tersebut. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya, Kolombia, Vatikan, Peru, Serbia dan Togo merupakan negara baru.

“Total confirm disease seluruh dunia sudah melebihi 100 ribu, tepatnya adalah 101.927, sebagian besar ada di Tiongkok sekitar 80.813. Sementara di luar Tiongkok 21.110,” ujar Retno.

Satu Lagi WNI di Singapura Positif Covid-19

Selain di Indonesia, Yurianto juga mengungkapkan, ada satu lagi warga negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan positif Corona di Singapura. Menurut Yuri, sejauh ini pemerintah sudah bertukar informasi dengan pemerintah Singapura terkait kondisi WNI itu. “Untuk kasus yang WNI di Singapura, kami sudah mendapat berita dari KBRI dan positif dan dirawat di Singapura,” katanya.

Yurianto melanjutkan, pemerintah Indonesia sangat mempercayakan otoritas Singapura dalam menangani WNI itu. Dia juga mengapresiasi langkah pemerintah Singapura yang bertindak cepat dalam mengisolasi warga Tanah Air itu. “Kami juga beryukur ini segera ditangani oleh pemerintah Singapura,” sebutnya.

Seperti diketahui, seorang warga negara Indonesia yang tengah berada di Singapura dinyatakan positif COVID-19, setelah dilakukan pemeriksaan di negara setempat. “Pada 7 Maret 2020, Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan kasus positif COVID-19 ke-133 di Singapura, yaitu WNI berusia 62 tahun,” kata Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Singapura, Ratna Lestari Harjana dalam keterangan pers, Minggu (8/3). WNI berjenis kelamin perempuan itu mengunjungi Singapura dengan menggunakan Social Visit Pass.

WNI Jadi Kasus ke-12 di Asutralia

Sementara, seorang pelancong asal Indonesia dikonfirmasi sebagai kasus virus corona baru ke-12 di Negara Bagian Victoria, Australia. Wanita itu melakukan perjalanan ke negara bagian dengan penerbangan Virgin Airlines dari Perth pada Senin, 2 Maret 2020.

Departemen Kesehatan berupaya menghubungi siapa pun yang bepergian dengan penerbangan Virgin Airlines VA682 dari Melbourne ke Perth. “Kasus terakhir adalah seorang wanita berusia 50-an, seorang pengunjung dari Indonesia, yang terbang dari Jakarta ke Perth pada 27 Februari 2020. Dia baik-baik saja di penerbangan internasional,” kata Departemen Kesehatan Australia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari 7news.com.au, Minggu (8/3).

“Ketika tinggal di Perth dia mengalami gejala pada 29 Februari.”

Wanita itu kemudian melakukan perjalanan ke Melbourne pada 2 Maret dan kemudian menemui dokter pada 6 Maret, yang memerintahkan agar ia diperiksa dengan tes virus corona. Dia dinyatakan positif terinfeksi pada Sabtu 7 Maret 2020 malam dan sekarang berada di ruang isolasi di rumah, dirawat oleh anggota keluarganya. “Ketika berada di Melbourne, dia mengunjungi Pho Hung Vuong 2 Vietnam Restaurant di Richmond pada 6 Maret 2020 selama sekitar 40 menit antara pukul 18.00 dan 19.00,” kata pernyataan itu.

“Tidak ada situs paparan publik lainnya untuk kasus ini di Melbourne.”

Siapa pun yang mengunjungi restoran pada saat itu disarankan untuk menghubungi Departemen Kesehatan untuk saran dan pengarahan. (jpc/tan/jpnn/bbs)

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, 1.000 Tahanan Lapas Lubukpakam Dapatkan Edukasi

LAPAS: Suasana sepi terlihat di depan gerbang Lapas Kelas II B Lubukpakampasca terkabarnya isu di media sosial, Arifin alias Aphin Lehu (45) warga binaan disebut-sebut bebas keluar masuk tanpa izin.
LAPAS: Lapas Kelas II B Lubukpakam.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lubukpakam memberikan edukasi atau pencerahan terkait penyebaran virus corona dan pengendalian penyakit menular terhadap 1000 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan 50 pengunjung dari dokter Lapas Lubukpakam Tri Sumarni Suboro.

Kalapas Lubukpakam Jhonny H Gultom melalui Humas RF Sianturi kepada awak media, Minggu (8/3) menyebutkan, kegiatan edukasi itu dilaksanakan, Jumat (6/3). Tenaga medis Lapas Lubukpakam memberikan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat untuk pencegahan dan pengendalian penyakit menular.

Kegiatan yang diikuti 1000 WBP dan 50 pengunjung itu langsung memperatekkan cara mencuci tangan yang baik dan benar menurut WHO, organisasi kesehatan dunia. “Kita juga memberikan edukasi tentang cara etika batuk dan bersin yang baik,” sebutnya

Selama mengikuti edukasi dari Pukul 14.00 WIB-15.45 WIB, para WBP dan pengunjung serius mendengarkan edukasi dari tim medis. “Melalui kegiatan ini, pemberian informasi dan edukasi diterapkan secara berkelanjutan untuk pencegahan penyakit menular di masyarakat dan Lapas Lubuk Pakam,” pungkasnya. (btr)

Beraksi 19 Kali, Kaki Spesialis Curanmor M Ilham Ditembak Polisi

DITEMBAK: Personel Unit Reskrim Polres Binjai, foto dengan pelaku curanmor, M Ilham yang terduduk kesakitan di kursi roda.
DITEMBAK: Personel Unit Reskrim Polres Binjai, foto dengan pelaku curanmor, M Ilham yang terduduk kesakitan di kursi roda.
DITEMBAK: Personel Unit Reskrim Polres Binjai, foto dengan pelaku curanmor, M Ilham yang terduduk kesakitan di kursi roda.
DITEMBAK: Personel Unit Reskrim Polres Binjai, foto dengan pelaku curanmor, M Ilham yang terduduk kesakitan di kursi roda.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Petugas Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai memberikan tindakan tegas dan terukur kepada M Ilham warga Desa Sei Mencirim, Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Pasalnya, remaja 21 tahun ini melawan saat dilakukan pengembangan.

Akibatnya, peluru bersarang di kedua kakinya.”Yang bersangkutan merupakan DPO spesialis curanmor Polres Binjai sesuai LP Nomor 304/V/2019 pada 27 Mei 2019 kemarin,” kata Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan Arif, Jumat (6/3).

Ilham ditangkap di kawasan Mencirim Pondok, Kamis (5/3) malam. Penangkapan DPO ini, atas informasi dari masyarakat.

Kasat, kemudian memerintahkan Kanit Pidum melakukan penyelidikan. “Saat ditangkap, tersangka tidak melawan. Namun saat dilakukan pengembangan, tersangka melawan dan coba melarikan diri,” sambung dia.

Tak mau buruannya kabur, kata dia, anggota kemudian memberi tembakan peringatan. Namun, tersangka menghiraukannya.

Karenanya, tindakan tegas dan terukur diberikan. “Kaki kiri dan kanannya kena. Kemudian tersangka dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai untuk mendapat perawatan medis. Saat ini, sudah di Mapolres Binjai guna kepentingan penyidikan,” ujar dia.

Dari tangan tersangka disita, sepedamotor Yamaha N-Max warna hitam Nopol BK, Satu unit sepedamotor honda supra x warna hitam nopol BK 6427 AAM, dan satu unit sepedamotor honda Supra X tanpa plat. Serta dunia unit ponsel merk Oppo A3F warna hitam, Samsung warna hitam.

Hasil pengembangan polisi ada 19 lokasi yang dijadikan tersangka tempat beraksi. “Korban terakhir Desmirat Lubis (35) warga Kelurahan Satria, Binjai Kota. Sepeda motor jenis metik milik korban hilang di rumah pada malam hari. Pelapor terkejut tidak lagi melihat sepeda motornya saat mau keluar,” tukasnya. (ted/btr)

Mantan Polisi Ditangkap Bawa Sabu

TANGKAP: Surapatih mantan polisi ditangkap karena membawa sabu, foto dengan Personel Unit Reskrim Polsek Binjai Timur.
TANGKAP: Surapatih mantan polisi ditangkap karena membawa sabu, foto dengan Personel Unit Reskrim Polsek Binjai Timur.
TANGKAP: Surapatih mantan polisi ditangkap karena membawa sabu, foto dengan Personel Unit Reskrim Polsek Binjai Timur.
TANGKAP: Surapatih mantan polisi ditangkap karena membawa sabu, foto dengan Personel Unit Reskrim Polsek Binjai Timur.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Surapatih Tarigan ditangkap Petugas Unit Reskrim Polsek Binjai Timur, Rabu (4/3) malam kemarin. Dari mantan polisi yang tersandung kasus pencurian itu disita 1 bungkus plastik klip besar yang berisikan narkotika jenis sabu seberat 4 gram lebih.

Santer informasi, kristal putih itu dibawa tersangka dari Tanjung Pamah, perbatasan Kota Binjai-Kabupaten Deliserdang yang masuk wilayah hukum Polsek Kutalimbaru Restabes Medan.

Narkotika itu rencananya mau diserahkan kepada anggota tersangka untuk diedarkan di wilayah Binjai Timur, Binjai Utara dan sekitarnya. Disebut-sebut, tersangka juga masih ada hubungan saudara dengan mantan Ketua Organisasi Kepemudaan berinsial ST, tak lain adalah pakciknya.

Tersangka ditangkap saat berada di dalam mobil Toyota Avanza warna silver dengan nomor polisi B 1977 TKY di sebuah SPBU Jalan Baru, Binjai Timur. Disinyalir, yang tersangka sedang menunggu anggota atau pembeli untuk mengambil sabu tersebut.

“Pengungkapan ini atas informasi dari masyarakat bahwa ada 1 unit Avanza membawa narkotika. Saat dihampiri di SPBU mobil dimaksud, anggota mulanya menanyakan surat-surat.

Tapi yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan, sehingga mencurigakan untuk dilakukan pemeriksaan ke tempat lebih aman dengan membawanya ke Tunggurono,” kata Kanit Reskrim Polsek Binjai Timur, Ipda H Sibuea, Minggu (8/3).

Hasilnya cukup mengejutkan. Petugas mendapati barang bukti yang disimpan tersangka pada kantung pintu sebelah kanan. “Setelah diinterogasi, tersangka mengakui bungkus besar yang diduga narkotika jenis sabu miliknya. Sekarang tersangka dan barang bukti sudah di Polres Binjai,” kata dia.

Dikonfirmasi, Kasat Res Narkoba Polres Binjai, AKP M Yunus Tarigan membenarkan adanya penyerahan tersangka dan barang bukti narkotika dari Polsek Binjai Timur.

“Ya (pecatan polisi). Tersangka dilakukan penahanan. Sekitar 4 gram lebih (barang bukti),” pungkas mantan Kasat Narkoba Polres Langkat ini. (ted/btr)

Hilang 1 hari , Esron Ditemukan Tak Bernyawa di Embung

HANYUT: Jasad Esron yang ditemulan tewas dievakuasi dari Embung. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
HANYUT: Jasad Esron yang ditemulan tewas dievakuasi dari Embung. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
HANYUT: Jasad Esron yang ditemulan tewas dievakuasi dari Embung.  RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
HANYUT: Jasad Esron yang ditemulan tewas dievakuasi dari Embung. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Esron Tamba (15) yang merupakan seorang pelajar SMP ditemukan tewas mengapung di embung di Dusun Lae Maciho Desa Sitinjo Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi, Sabtu (7/3). Korban merupakan siswa dari SMP Negeri 1 Parbuluan warga Desa Lae Hole Kecamatan Parbuluan.

Kapolsek Sidikalang AKP Jokner Malau ditemui dilokasi kejadian menyebut jasad Esron pertama kali ditemukan warga. Atas penemuan jasad korban itu dilaporkan ke Polisi. Dan atas informasi itu petugas mendatangi lokasi untuk mengevakuasi jasad korban.

Sebelumnya, Jumat, (6/3) sekira pukul 11.00 WIB, korban bersama sembilan orang teman, anak sekolah berenang di embung tersebut. Diduga korban hayut dan tengelam. Namun, para temannya tidak mengetahui hal itu. Sebab sebelum pergi meninggalkan lokasi. Warga setempat bertanya kepada kawanan anak sekolah yang baru selesai berenang di embung tersebut.Namun para pelajar tersebut menjawab tidak ada.

Tetapi Para pelajar menjawab tidak ada. Dan korban diperkirakan hanyut, Jumat (6/3). Kedalaman embung diperkirakan sekitar 8 meter. informasi dari pihak keluarga, korban tidak tahu berenang. Jokner mengatakan, sesuai keterangan dari pihak keluarga, sejak, Jumat (6/3) korban tidak pulang ke rumah setelah pulang sekolah seperti biasanya.

Keluarga korban sempat mencari keberadannya, namun tak ditemukan. Tetapi pada, Sabtu (7/3) keluarga korban mendapat informasi jasad korban ditemukan di embung dalam kondisi tidak bernyawa. Atas penemuan itu jasad korban dievakuasi masyarakat bersama Polisi kerumah duka.

“Keluarga meminta supaya mayat Esron tidak diautopsi, sehingga jenazah langsung diberikan ke pihak keluarga,” ujar Jokner.(rud/btr)

Berkas Pembunuhan Hakim Jamaluddin Dinyatakan Lengkap, Kejaksaan Tunggu Pelimpahan Tersangka

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berkas tiga tersangka kasus pembunuhan hakim Jamaluddin dinyatakan lengkap (P21) oleh penyidik Kejari Medan. Saat ini, kejaksaan tengah menunggu pelimpahan tersangka berserta barangbukti (P22) dari Polrestabes Medan.

Ketiga tersangka yakni istri korban Zuraida Hanum (41) yang juga pelaku utama dan dua orang eksekutor M Jefri Pratama (42) dan M Reza Fahlevi (29).

Kepala Seksi Penerangan hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian mengatakan berkas ketiga tersangka dinyatakan lengkap (P21) pada 28 Februari 2019 kemarin.

“Benar, sudah P21 sejak tanggal 28 Februari dan sudah kita kirim pemberitahuan ke Polrestabes Medan,” ucap Sumanggar, Sabtu (7/3).

Berkas perkara ketiga tersangka telah dilimpahkan ke Kejari Medan, 1 Februari 2020 kemarin. Sejak saat itu, tim penuntut umum Kejari Medan memeriksa berkas ketiga tersangka.

Sumanggar mengatakan, saat ini pihaknya hanya menunggu pelimpahan tahap dua yakni tersangka dan barang bukti dari penyidik Polrestabes Medan untuk selanjutnya dilimpahkan ke PN Medan. “Ya kita tunggu dari mereka (Polrestabes Medan),” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Jamaluddin dibunuh istrinya ZH, sebagai otak pelaku pembunuhan. ZH menyuruh JP yang diduga selingkuhannya untuk membunuh. Lalu Jefri mengajak RP dengan memberikan uang Rp2 juta.

Pembunuhan dilakukan di rumah korban di Jalan Aswas Komplek Perumahan Royal Monaco Blok B No 22, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. Lalu, mayatnya dibuang di area kebun sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang pada akhir November, 2019 lalu. (man/btr)

Pasutri Diduga Saling Tikam Asal Humbahas: Kondisi Louiker dan Sinta Membaik

DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.
DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.
DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.
DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kondisi Louiker Tarihoran (35) dan Sinta Boru Lase (27), pasangan suami istri (pasutri) asal Dusun Adian, Desa Peadungdung, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) yang kini dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM) Medan terus membaik. Pasutri itu dirujuk lantaran mengalami luka serius yang diduga akibat saling tikam.

Kasubbag Humas RSUP HAM, Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) mengatakan, kedua pasien sudah dilakukan operasi akibat luka yang diderita.

“Kondisinya terus membaik, dan stabil,” ujar Rosa yang diwawancarai akhir pekan lalu.

Kata Rosa, saat ini pasutri tersebut masih dalam perawatan intensif. Ia menyatakan, belum bisa dipastikan kapan keduanya bisa berobat jalan atau pulang ke kampung halaman.

“Sekarang dalam kondisi pemulihan pasca operasi. Belum tahu kapan bisa pulang, tergantung dari kondisi kedua pasien dan tim medis yang menangani,” katanya singkat.

Sebelumnya, kata Rosa, pasutri itu dirawat intensif tim medis di rumah sakit itu sejak Minggu (1/3). Kedua pasien datang secara terpisah. “Pasien suami istri tersebut datang secara bertahap. Pertama, istrinya lebih dulu, Sinta Boru Lase pada pukul 06.13 WIB. Selanjutnya, suaminya, Loiker Tarihoran sekitar pukul 06.24 WIB,” ujar Rosa.

Disebutkan Rosa, dari hasil pemeriksaan medis sementara, sang suami mengalami luka tusuk di bagian perut. Begitu juga istrinya, tetapi ada memar di bagian mata.

Informasi dihimpun, pasutri tersebut sebelumnya dirawat di RSU Dolok Sanggul seusai kejadian guna mendapatkan pertolongan. Sementara putra mereka, Doni Tarihoran (4), yang meninggal dunia sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk menjalani autopsi, setelah sebelumnya juga dibawa ke RSU Dolok Sanggul.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, dikabarkan keduanya ditemukan sekarat dengan kondisi mengenaskan di perladangan Sitalahap, Dusun Adian, Desa Peadungdung, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbahas, Sabtu (29/2) sekira pukul 17.30 WIB. Sedangkan putranya meninggal dunia di lokasi yang sama.

Kapolres Humbahas AKBP Rudi Hartono melalui Kasubbag Humas Aiptu Syahril Purba mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui warga setempat, Ruslan Silaban (50). “Sore itu (Sabtu), saksi Ruslan menemui saksi Rinaldi Siregar dan mengatakan bahwa Sinta Boru Lase ditemukan dengan kondisi kritis dengan ususnya keluar,” ujarnya kepada wartawan.

Kemudian, Rinaldi menghubungi Polsek Pakkat. Sekira pukul 18.00 WIB, Kapolsek Pakkat bersama personel tiba di lokasi dan menemukan seorang anak sudah meninggal dunia dan sepasang suami istri dalam keadaan kritis.

“Informasi sementara, diduga mereka bertengkar saat bekerja di ladang sampai terjadi pembunuhan. Namun demikian, masih dilakukan penyelidikan lebih mendalam,” tukasnya. (ris/btr)

Sepasang Kekasih Simpan 7 Butir Ekstasi, Diduga Pengedar

PASANGAN: M Kardi dan kekasihnya Popy Selvia kasus kepemilikan 7 butir pil ekstasi.
PASANGAN: M Kardi dan kekasihnya Popy Selvia kasus kepemilikan 7 butir pil ekstasi.
PASANGAN:  M Kardi dan kekasihnya Popy Selvia kasus kepemilikan 7 butir pil ekstasi.
PASANGAN: M Kardi dan kekasihnya Popy Selvia kasus kepemilikan 7 butir pil ekstasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepasang kekasih M Kardi (29) warga Jalan Brigjen Katamso Kampung Aur Kecamatan Kecamatan Medan Maimun dan Popy Selvia (25) warga Jalan Tanggguk Bongkar Kecamatan Medan Denai ditangkap tertangkap tangan oleh Tim PRC Rajawali Ditsamapta Polda Sumut, Sabtu (7/3) dini hari.

Bukan tanpa sebab, keduanya diduga mengedarkan narkoba jenis ekstasi. Dari keduanya, disita barang bukti narkotika sebanyak 7 butir pil ekstasi merk WB.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu M Ainul Yaqin menjelaskan, penangkapan terhadap keduanya dilakukan ketika Tim PRC Rajawali Regu 2 yang sedang melaksankan patroli di sekitaran Jalan Brigjend Katamso sekitar pukul 04.14 WIB. Saat dilakukan penelusuran di kawasan Kampung Aur tersebut, terlihat kedua tersangka dengan gelagat mencurigakan.

“Ketika dilakukan pemeriksaan, ternyata ditemukan sebanyak 7 butir pil ekstasi dari kantong celananya. Oleh karenanya, terhadap kedua tersangka langsung diamankan dan diboyong ke mako (Mapolsek Medan Kota),” ujar Yaqin, Minggu (8/3).

Kata Yaqin, setelah berada di markas komando, personel Unit Reskrim Polsek Medan Kota menerima penyerahan tersangka beserta barang bukti narkotika. Selanjutnya, langsung diproses sesuai hukum yang berlaku dengan menahan kedua tersangka. “Kasusnya masih dalam proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut,” tukasnya. (ris/btr)