Home Blog Page 4568

Institut Teknologi Medan Gelar Seminar Penanggulangan Virus Corona

TEKS: DEDDI MULIA PURBA | FOTO: DE EMPE COMMUNICATION | LOKASI: KAMPUS ITM LAWAN CORONA: Unsur Pimpinan ITM dan Dinas Kesehatan Provsu bersama elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Sumut mendeklarasikan kesiapan mengantisipasi dan melawan virus corona di Kampus ITM, Sabtu (7/3).
TEKS: DEDDI MULIA PURBA | FOTO: DE EMPE COMMUNICATION | LOKASI: KAMPUS ITM LAWAN CORONA: Unsur Pimpinan ITM dan Dinas Kesehatan Provsu bersama elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Sumut mendeklarasikan kesiapan mengantisipasi dan melawan virus corona di Kampus ITM, Sabtu (7/3).
TEKS: DEDDI MULIA PURBA | FOTO: DE EMPE COMMUNICATION | LOKASI: KAMPUS ITM LAWAN CORONA: Unsur Pimpinan ITM dan Dinas Kesehatan Provsu bersama elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Sumut mendeklarasikan kesiapan mengantisipasi dan melawan virus corona di Kampus ITM, Sabtu (7/3).
TEKS: DEDDI MULIA PURBA | FOTO: DE EMPE COMMUNICATION | LOKASI: KAMPUS ITM LAWAN CORONA: Unsur Pimpinan ITM dan Dinas Kesehatan Provsu bersama elemen mahasiswa dari berbagai kampus di Sumut mendeklarasikan kesiapan mengantisipasi dan melawan virus corona di Kampus ITM, Sabtu (7/3).


MEDAN, SUMUTPOS.CO – ‘’Kami masyarakat kampus Sumatera Utara siap mengantisipasi wabah virus Corona. Lawan Corona! Lawan Corona! Lawan Corona! Horas.” Deklarasi ini mewarnai pelaksanaan seminar yang diadakan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Institut Teknologi Medan (PK PMII (ITM).

Deklarasi dibacakan berbagai elemen kampus dari berbagai perguruan tinggi negeri dan pergururuan tinggi swasta di Sumut bersama pimpinan ITM dan Dinas Kesehatan Provsu. Tema seminar adalah Upaya Menanggulangi Wabah Virus Corona yang dilaksanakan di Aula DR 101-102 kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan, Sabtu (7/3).

Seminar itu menghadirkan pemateri Kepala Dinas Kesehatan Provsu Dr Alwi Mujahid Hasibuan MKes dan Ketua Pimpinan Wilayah Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PW LPBI NU) Sumut Dr Ir Hamzah Lubis SH MSi.

Hadir pada seminar itu Plt Rektor ITM Ir Ramlan Tambunan MSc, Wakil Rektor II ITM H Munajat SE MSi dan Wakil Rektor IV ITM Ir Mustafa MT, Kabiro Humas ITM HM Vivahmi Manafsyah SH MSi, Ketua PK PPMII ITM M Fahri Azmi dan Ketua Panitia Ginda Hasibuan.

Plt Rektor ITM Ir Ramlan Tambunan MSc dalam sambutannya ketika membuka seminar itu menyatakan apresiasinya kepada mahasiswa yang menggelar seminar. Menurutnya, saat ini baru ITM yang mengadakan seminar membahas wabah virus Corona. “Salut terhadap mahasiswa ITM yang membuat kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Ramlan menuturkan, wabah virus Corona yang bermula dari Wuhan, China menyebar ke berbagai negara di belahan dunia. Kini virus itu telah menghampiri Indonesia meng akibatkan masyarakat resah. Akibatnya, kata Plt Rektor, timbul ketakutan luar biasa sehingga masker pun langka diperoleh.

“Langkanya masker itu apakah ini bentuk ketakutan atau bentuk kecurangan perdagangan dengan memborong habis sehingga sekarang harganya pun mahal,” sebutnya.

Dia menilai kondisi ini menandakan ketakutan yang sangat luar biasa. Namun demikian, dia yakin seminar ini punya konsep bagaimana cara atau upaya penanggulangan yang bisa diinformasikan kepada masyarakat agar tidak resah. “Upaya dibungkus dengan doa. Mudah-mudahan Corona segera berakhir dari bumi ini,” pungkasnya.

Dalam paparannya, Alwi Mujahid menuturkan virus Corona yang disebut Covid-19 ini tingkat kefatalannya hanya 3,44 persen. “Sebelumnya kita pernah diterpa SARS, angka kematiannya 9 koma sekian. Sedangkan MERS masih satu familinya Corona yang virusnya berbentuk seperti crown atau mahkota, angka kematiannya 26 koma sekian,” katanya.

Dibanding yang lain, sebutnya, Corona ini sedikit angka kematiannya. Ditegaskannya, Corona lebih ringan case fatalitynya dan jauh lebih rendah angka kematiannya dari dua jenis virus yang lain tersebut.

Disebutkannya, dari 95 ribu orang positif terdeteksi virus Corona berdasarkan data Kamis lalu, yang dinyatakan sembuh sempurna sebanyak 59 persen.

“Yang mati hanya tiga persen sekian. Diperkirakan penderita lainnya nanti bisa sembuh sempurna dengan tingkat kematian 4 persen,” katanya.

Alwi Mujahid juga mengungkapkan, dari angka kematian 3,4 persen ditemukan fakta bahwa kematian akibat virus Corona ada juga diakibatkan dengan penyakit yang lain. Misalnya penderita sebelumnya mengidap sakit jantung kemudian kena virus Corona sehingga memberatkan penyakitnya.

Sebelumnya, Ketua PW LPBI NU Sumut Dr Ir Hamzah Lubis SH MSi yang juga pembina PK PMII menyayangkan meme lucu terkaiy virus Corona yang beredar di medsos.

“Padahal, virus itu telah menelan korban jiwa. Bahkan, di Indonesia saja sudah 4 orang yang terdeteksi positif virus ini,” ujarnya.

Kendati demikian, menurut Hamzah masyarakat tidak perlu bersikap berlebihan menyikapi virus itu. Bersikap berlebihan menurutnya membuat orang-orang ragu untuk saling berjabat tangan.

“Jagalah kesehatan, dekatkan diri pada Allah. Lakukan aksi bersama untuk menanggulanginya dengan menggelar seminar seperti ini. Ini upaya yang bisa dilakukan secara kolektif,” katanya. (dmp)

Lapas Kelas 1 Medan akan Gelar POR Warga Binaan se-Sumut

Para warga binaan yang mendekam di Lapas Kelas I medan.

Sambut Hari Pemasyarakatan

Para warga binaan yang mendekam di Lapas Kelas I medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Medan, tengah bersiap menggelar pekan olahraga (POR) warga binaan. POR yang rencananya digelar pada 18 Maret 2020 mendatang ini bertujuan menjalin silaturahim sekaligus menyambut Hari Pemasyarakatan.

Kepala Satuan Pengamanan Lapas (KPLP), Lamarta Surbakti, mengatakan, kegiatan ini bertajuk mempererat silaturahim AntarLapas dan Rumah Tahanan (Rutan) se Sumatera Utara (Sumut).

“Tujuannya untuk silaturahim saja. Kebetulan di bulan April nanti ‘kan Hari Pemasyarakatan. Tapi nggak mungkin kita buat kegiatan pas bulan puasa. Makanya kita majukan di tanggal 18 Maret nanti,” ungkapnya kepada Sumut Pos, Minggu (8/3).

Menurut Lamarta, seluruh rutan yang ada di Sumatera Utara akan turut ambil peran dalam kegiatan kali ini. Lapas Kelas 1 Medan bertindak sebagai tuan rumah.

Sebanyak 5 cabang olarahraga (cabor) akan diperlombakan, memperebutkan piala bergilir Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut, Sutrisman. “Ada 5 perlombaan yang dilombakan, yakni volly, badminton, dan tenis meja. Sedangkan dua cabor lagi, yakni kerohanian kita buat paduan suara, dan nasyid,” sebut Lamarta.

Nantinya para peserta dari Lapas dan rutan tiap daerah akan ditampung seluruhnya di Lapas Kelas 1 Medan. “Sekarang tergantung Lapas dan Rutan di daerah, itu nanti didaftar. Kalau dari daerah akan diseleksi dulu pesertanya. Mungkin besok atau lusa kita sudah membuka pendaftaran,” jelasnya.

Kegiatan dilaksanakan agar para warga binaan dapat bersilaturahim antara satu dan lain. “Kegiatan ini dibuat agar para warga binaan dapat mengenal satu sama lain, dan agar ada kegiatan yang positif setiap tahunnya,” urainya.

Lamarta berharap, kegiatan ini bukan menjadi yang pertama dan terakhir, namun agar berkelanjutan di kemudian hari. “Lapas Kelas 1 Medan siap menyelenggarakan kegiatan ini,” pungkasnya. (man)

Sempat Kosong Januari-Februari, Stok Obat HIV/AIDS Aman 3 Bulan

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stok obat Antiretroviral (ARV) untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di beberapa pusat kesehatan Sumatera Utara, sempat kosong beberapa bulan terakhir, persisnya Januari hingga Februari 2020. Kelangkaan itu menyebabkan sejumlah aktivis sosial HIV/AIDS dari berbagai komunitas di Medan maupun Sumut, bergerak dan mendatangi kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumut, Sabtu (7/3).

Setelah berdiskusi dengan KPA, dan dikoordinasikan ke Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan, terungkap bahwa stok dua jenis obat, yakni Tenofovir dan Dufiral, ternyata sudah diterima oleh Dinkes Sumut dan kini sudah tersedia di gudang. Terkecuali, Evapirenz belum sampai di Sumut.

“Saat ini stok obat untuk Sumut akan aman sampai dengan 3 bulan ke depan,” ungkap Koordinator JIP, Samara Yudha Afrianto, kepada wartawan, Minggu (8/3).

Komunitas yang mendatangi KPA antara lain Jaringan Indonesia Positif (JIP), Medan Plus, KDS Wilayah I, P3M, ACS IAC, dan Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI).

Menurut Samara, ARV adalah pengobatan untuk perawatan infeksi oleh retrovirus, terutama HIV. Beberapa waktu lalu, stok ARV jenis tertentu kosong di Medan, yaitu Tenofovir, Dufiral, dan Evapirenz. Selain Medan, kekosongan Tenofovir juga terjadi Kabupaten Deliserdang sejak Januari hingga Februari lalu. Hal ini menimbulkan kecemasan bagi komunitas ODHA.

Meski stok obat kini sudah tersedia di gudang, namun agar tidak terjadi lagi kekosongan obat, aktivis dan pemerintah sepakat ada Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk pengusulan obat. “SOP yang ditetapkan, usulan dibuat per 3 bulan dan laporan diterima setiap bulan dari layanan,” jelasnya.

Diutarakan dia, permasalahan kekosongan obat ARV ini sering terjadi lantaran layanan tidak tepat waktu dalam mengirimkan laporan. Akibatnya, proses obat menjadi terdampak sehingga terjadi kekosongan obat di layanan.

Selain itu, tidak ada anggaran pengiriman obat ke daerah dan sebaliknya. Kemudian, tidak adanya anggaran dari daerah untuk menjemput obat ke gudang farmasi Dinkes Sumut yang ada di Medan.

“Karenanya, akan di bentuk sebuah unit informasi yang terpusat untuk Program HIV yakni Dinkes Sumut, KPA Sumut, dan Civil Society Organization (CSO) atau aktivis sosial. Kita sendiri siap mendukung dan berkoodinasi dalam pengadaan ARV ini,” tukasnya.

Siap Awasi Distribusi

Pembina YAFSI, Bambang Febriandi Wibowo mengaku siap berkolaborasi membantu mengawasi pendistribusian obat ARV. Ia menyatakan, sebagai salahsatu CSO, YAFSI turut mengawasi dan mengawal pengadaan obat ARV ini untuk penyandang HIV/AIDS atau ODHA. “Apalagi sekarang Indonesia sedang menghadapi krisis kelangkaan obat ARV. Krisis kelangkaan obat ARV sangat membahayakan nyawa ODHA dan saat ini sedang terjadi di banyak kota di Indonesia,” cetusnya.

Di Medan misalnya, sebut Bambang, berdasarkan laporan relawan dari Medan Plus, ada sekitar 7 layanan HIV/AIDS mengalami kekosongan obat pada minggu lalu (akhir bulan Februari). Kondisi ini, menurutnya cukup memprihatinkan karena penyandang HIV/AIDS sangat ketergantungan dengan obat tersebut. “Hanya satu obat yang tidak ada. Hanya saja, obatnya paling maksimal bisa memenuhi kebutuhan selama sebulan,” imbuhnya.

Untuk itu, dia berharap pemerintah dapat mematangkan koordinasi dengan layanan penanggulangan HIV. Hal ini agar bisa memaksimalkan layanan kepada ODHA. “Karena HIV/AIDS itu tidak bisa sembuh dan sehat. Dan mereka harus hidup dengan stigma, diskriminasi, dan revitalisasi yang harus dihadapi. Harapannya, agar Kemnkes lebih sigap lagi dalam hal stok obat ARV dan pendistribusiannya ke provinsi, kabupaten/kota maupun layanan,” pungkasnya.

Terpisah, Direktur dari LSM Rumah Cemara, Aditia Taslim mengatakan, gabungan lebih dari 70 LSM dari seluruh Indonesia berteriak dan mengirimkan surat kepada Menteri Kesehatan Terawan untuk segera mengambil langkah emergensi, guna memastikan ODHA tidak putus pengobatan. Ini adalah kejadian kesekian kalinya di mana stok obat ARV di layanan terputus dan memaksa ODHA berganti obat bahkan putus pengobatan.

“Kesehatan adalah hak dan kebutuhan yang paling mendasar bagi setiap manusia. ODHA juga merupakan warga negara yang haknya wajib dipenuhi dan dilindungi oleh negara. Dan ketika isu kesehatan serta obat dijadikan komoditas, maka hak dan kebutuhan ODHA akan menjadi terancam. Kejadian stock-out ini bukan yang pertama kali terjadi. Ini bukti ketidakseriusan pemerintah dalam melindungi warganya,” ungkap Aditia melalui keterangan tertulisnya.

Berdasarkan catatan dari LSM Indonesia AIDS Coalition, kejadian krisis stok obat ini sudah terjadi beberapa kali dalam dua tahun terakhir tanpa ada solusi kongkrit dari Kementerian Kesehatan. Dana APBN yang sudah dialokasikan guna pembelian obat ARV ini tidak bisa dieksekusi dikarenakan sistem dan mekanisme pengadaan obat ini tidak efisien.

“ARV adalah nyawa bagi saya. Dengan krisis stok saat ini, nyawa saya terancam. Kondisi ini tidak seperti yang selalu dijanjikan pemerintah terkait stok, jujur situasi ini membuat saya takut! Ketakutan saya adalah siapa yang akan menjamin kehidupan anak saya jika saya mati. ARV buat saya adalah harga mati,” tanda Baby Rivona, Koordinator Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia.

Situasi kosongnya stok obat ARV kali ini bahkan terjadi juga di beberapa rumah sakit di Jakarta. Wahyu Khresna dari Yayasan Kharisma menegaskan, ODHA bukan hanya sekedar angka yang harus dikejar. ODHA adalah warga negara yang harus dipenuhi kebutuhan dasarnya oleh negara, dan kebutuhan yang sangat mendasar bagi ODHA adalah obat ARV, di mana saat ini terjadi banyak kekosongan di beberapa wilayah.

Khresna pun menambahkan ketika negara lalai dengan warganya, maka perlu adanya sikap revolusioner untuk membantu negara dalam memenuhi kebutuhan warganya. (ris)

Dibuka 20 Maret, PRSU Ganti Nama jadi Sumut Fair

KICK OFF: Gubsu, Edy Rahmayadi, menghadiri acara Kick Off Sumut Fair 2020 di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Jumat (6/3). PRSU berubah nama menjadi Sumut Fair 2020. prans/sumut pos
KICK OFF: Gubsu, Edy Rahmayadi, menghadiri acara Kick Off Sumut Fair 2020 di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Jumat (6/3). PRSU berubah nama menjadi Sumut Fair 2020. prans/sumut pos
KICK OFF: Gubsu, Edy Rahmayadi, menghadiri acara Kick Off Sumut Fair 2020 di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Jumat (6/3). PRSU berubah nama menjadi Sumut Fair 2020. prans/sumut pos
KICK OFF: Gubsu, Edy Rahmayadi, menghadiri acara Kick Off Sumut Fair 2020 di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Jumat (6/3). PRSU berubah nama menjadi Sumut Fair 2020.
prans/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-48 berganti nama menjadi Sumut Fair 2020. Tak hanya nama, event ini juga akan tampil dengan konsep yang berbeda. Kepengurusannya diserahkan kepada BUMD PT Pembangunan Prasarana Sumut.

“PRSU sekarang memiliki nama yang baru, wajah baru, konsep baru, dan tempatnya juga. Dengan perubahan itu, Sumut Fair 2020 diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat, membuat masyarakat semakin tertarik untuk datang ke event ini,” kata Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi usai membuka acara Gala Dinner Kickoff Sumut Fair 2020, di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jumat (6/3) malam.

Keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menggelar Sumut Fair 2020 diharapkan mendorong 33 kabupaten/kota memberikan kontribusi yang besar demi kesuksesan acara ini. Edy Rahmayadi juga ingin ada reward bagi kabupaten/kota yang mengisi paviliunnya dengan baik dan menarik.

“33 Kabupaten/kota di Sumut Fair 2020 wajib mengisi paviliunnya semenarik dan sebaik mungkin. Pamerkanlah di sana produk-produk unggulan kalian. Nanti kita kasih reward buat yang bagus dan mungkin punishment yang tidak serius,” katanya.

Gala dinner bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari berbagai stakeholder, sesuai dengan tema Sumut Fair 2020, “Kolaborasi Sumut Bermartabat”. Dengan gala dinner ini diharapkan semua pihak bisa membantu kesuksesan Sumut Fair 2020. “Tanpa dukungan dari semua pihak event ini tidak akan sukses. Jadi mari sama-sama kita berikan dukungan dan kontribusi yang besar,” tambah Edy Rahmayadi.

Direktur Utama PT. Pembangunan Prasarana Sumut, Amir Makmur, mengatakan dengan konsep baru Sumut Fair 2020, event ini kembali ke tujuan utamanya yaitu memberikan hiburan, edukasi, branding, promosi dan peluang bisnis.

“Dengan konsep baru ini dan kolaborasi dengan semua stakeholder PRSU kembali ke tujuan utamanya, sehingga bisa menjadi Sumut Fair 2020 yang bermartabat,” ujarnya.

Pada gala dinner ini, Batubara secara resmi diumumkan sebagai tuan rumah Sumut Fair 2020. Selain itu, juga dilakukan perhitungan mundur Sumut Fair 2020 dengan penabuhan drum selama 14 detik, menandakan Sumut Fair 2020 akan dilaksanakan 14 hari lagi.

Penabuhan drum dilakukan oleh Gubernur Edy Rahmayadi, Bupati Batubara Zahir, Bupati Sergai Soekirman, Bupati Dairi Johnny Sitohang Adinegoro dan Kasdam Bukit Barisan Brigjen TNI Didied Pramudito.

“Kita ucapkan selamat kepada Kabupaten Batubara dan kami mengucapkan banyak terima kasih karena sudah bekerja keras mempersiapkan diri menjadi tuan rumah. Kita punya waktu 14 hari untuk memantapkan, dan saat ini persiapan sudah 90 persen. Yang perlu diingat untuk Sumut Fair 2020 tidak menggunakan dana APBD. PT Pembangunan Prasarana Sumut bekerja sama dengan berbagai pihak untuk masalah pendanaan. Jadi, mari sama-sama kita sukseskan Sumut Fair 2020,” tambah Amir.

Bupati Batubara Zahir menegaskan, Kabupaten Batubara siap menjadi tuan rumah di acara pembukaan Sumut Fair Tahun 2020 yang jatuh tanggal 20 Maret mendatang.

“Atas nama masyarakat dan Pemkab Batubara, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Edy Rahmayadi, atas kepercayaannya menjadikan Batubara tuan rumah pembukaan Sumut Fair Tahun 2020,” ujarnya.

Turut hadir Sekdaprov Sumut R Sabrina, Kepala Bank Indonesia Wilayah Sumut Wiwiek Sisto Widayat, para rektor perguruan tinggi, pimpinan OPD dan pimpinan BUMN dan BUMD. (prn)

Jembatan Terancam Ambruk, Pemko Didesak Bangun Titi Dua Sicanang

BOLONG: Jembatan Titi Dua Sicanang tampak bolong. Pemko Medan didesak segera membangunnya. fachril/sumutpos
BOLONG: Jembatan Titi Dua Sicanang tampak bolong. Pemko Medan didesak segera membangunnya. fachril/sumutpos
BOLONG: Jembatan Titi Dua Sicanang tampak bolong. Pemko Medan didesak segera membangunnya. fachril/sumutpos
BOLONG: Jembatan Titi Dua Sicanang tampak bolong. Pemko Medan didesak segera membangunnya.
Fachril/sumutpos

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, mendesak Pemerintah Kota (Pemko Medan) segera menuntaskan proses tender pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang Belawan, serta memerintahkan pemenang tender membangun jembatan tersebut. Pasalnya, kondisi fisik jembatan sudah bolong, retak, dan terancam ambruk.

“Kita minta, jembatan yang bolong segera dibangun karena dikhawatirkan bisa ambruk. Selain itu, segera appraisal bagi tanah warga yang kena ganti rugi untuk dibebaskan,” ungkap wakil rakyat itu, Minggu (8/3).

Harapan Ketua DPD PAN Kota Medan ini, pembangunan jembatan Titi Dua Sicanang menjadi skala prioritas, artinya pembangunannya dipercepat. “Kalau masih diperlama, kita takut penyambung di pangkal titi yang sudah bolong itu bisa-bisa putus. Akibatnya, akses masyarakat bisa terputus lagi,” tegasnya.

Tokoh Masyarakat Medan Utara, Saharudin, juga mendesak proses tender segera dilaksanakan Pemko Medan. Harapannya, proses tender berjalan terbuka. Dan pemenang tender dapat menyelesaikan pembangunan jembatan sesuai bestek.

“Kita tidak ingin kejadian yang lama terulang lagi. Makanya kita minta tendernya benar-benar dilaksanakan sesuai prosedur, agar tidak menghasilkan pembangunan jembatan yang bobrok,” tegas Saharuddin.

Ketua Gerbraksu ini meminta, sanksi terhadap pemenang tender harus tegas. “Sudah tiga kali tender, pemenangnya orang yang sama. Kita tidak mau terjadi sampai keempat kali. Makanya kita minta yang menang nanti memang mempunyai kapasitas dan dokumennya benar-benar sesuai kemampuan. Jangan nanti karena ada titipan, jembatan itu terbengkalai lagi,” ungkap Saharuddin. (fac)

Antisipasi Kebakaran dan Gempa Bumi, Millennium ICT Center Gelar Pelatihan

PRAKTEK: Pimpinan Millennium ICT Center, Herri Zulkarnain, ikut pelatihan penanggulangan kebakaran dan gempa bumi, Senin (2/3). Asih/sumut pos
PRAKTEK: Pimpinan Millennium ICT Center, Herri Zulkarnain, ikut pelatihan penanggulangan kebakaran dan gempa bumi, Senin (2/3). Asih/sumut pos
PRAKTEK: Pimpinan Millennium ICT Center, Herri Zulkarnain, ikut pelatihan penanggulangan kebakaran dan gempa bumi, Senin (2/3).  Asih/sumut pos
PRAKTEK: Pimpinan Millennium ICT Center, Herri Zulkarnain, ikut pelatihan penanggulangan kebakaran dan gempa bumi, Senin (2/3).
Asih/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi bencana kebakaran dan gempa bumi, Millennium ICT Center kembali mengadakan pelatihan penanggulangan bencana kebakaran dan gempa bumi, Senin (2/3) lalu. Pelatihan yang digelar di area Millennium ICT Center Jalan Kapten Muslim Medan itu diikuti seluruh staf, karyawan, dan pimpinan Plaza Millennium ICT Center.

Manager Operational Millennium ICT Center, Herbertus Sinurat, mengatakan pelatihan dilakukan secara berkala dua kali dalam setahun. “Pelatihan ini merupakan kesekian kalinya yang kita adakan, sebagai bentuk upaya kita untuk mengedukasi para karyawan dengan pengetahuan terkait penanggulangan bahaya kebakaran dan gempa bumi,” katanya.

Di sesi pelatihan ini, peserta pelatihan mendapatkan materi edukasi tentang teknik-teknik menjinakkan api dengan tabung pemadam api, dan teknik pemadaman api menggunakan selang air.

Peserta juga mendapat edukasi penanganan apabila ada korban yang terluka. Pada sesi ini pula peserta pelatihan mendapat kesempatan untuk mempraktekkan teknik pemadaman api yang tepat dan aman sesuai dengan arahan yang telah diberikan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para staf dan seluruh karyawan mampu bertindak dengan benar dan tidak panik dalam mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi para pengunjung mall. (sih)

Dukung RUU-PKS, Women March Sumut Gelar Long March

DUKUNGAN: Aktivis Women March Sumut melakukan penanda-tanganan spanduk, sebagai dukungan agar RUU-PKS, segera disahkan, Kamis (5/3).
DUKUNGAN: Aktivis Women March Sumut melakukan penanda-tanganan spanduk, sebagai dukungan agar RUU-PKS, segera disahkan, Kamis (5/3).
DUKUNGAN: Aktivis Women March Sumut melakukan penanda-tanganan spanduk, sebagai dukungan agar RUU-PKS, segera disahkan, Kamis (5/3).
DUKUNGAN: Aktivis Women March Sumut melakukan penanda-tanganan spanduk, sebagai dukungan agar RUU-PKS, segera disahkan, Kamis (5/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS) sampai saat ini belum juga disahkan. Karena itu, Women March Sumatera Utara mengadakan aksi long march di Lapangan Merdeka Medan, mendukung RUU-PKS segera disahkan, Minggu (8/3).

Aksi yang digelar bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional yang diperingati pada 8 Maret setiap tahunnya ini, diikuti puluhan peserta dari berbagai aliansi, di antaranya Komunitas Perempuan Hari Ini, Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (Hapsari), Aliansi Sumut Bersatu (ASB), dan Lingkar Dara dan Serikat Jurnalistik Keberagaman (Sejuk).

Direktur Aliansi Sumut Bersatu (ASB), Ferry Wira Padang, atau kerap disapa Ira mengungkapkan, long march ini dilaksanakan sebagai bentuk kampanye untuk menyuarakan dukungan terhadap RUU-PKS. Sumut melalui Womens March mengadakan campaign untuk menyuarakan keadilan dan kesetaraan perempuan.

“Salahsatu isu yang kita usung adalah pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS) dan menolak Rancangan Undang Undang Ketahanan Keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, alasan mereka mendukung RUU PK karena melihat data dari Komnas Perempuan, bahwa setiap tahunnya angka kekerasan seksual semakin meningkat. “Ini menjadi dasar kita mendorong pemerintah mengesahkan RUU-PKS ini. Karena ini untuk kepentingan perempuan agar tidak mengalami kekerasan seksual,” ujar Ira.

Komnas Perempuan mencatat, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan tahun 2019 meningkat 14%, yakni menembus angka 406.178 kasus dibanding tahun sebelumnya dengan 348.466 kasus.

Aksi damai ini memiliki rangkaian kegiatan, di antaranya teatrikal dari Hapsari Lubukpakam, pembacaan puisi, orasi, dan penggalangan tanda tangan dari masyarakat Kota Medan. Hal ini sebagai bentuk dukungan nyata agar RUU-PKS agar segera disahkan.

Terlihat, para peserta aksi dan masyarakat Kota Medan yang sedang berolah raga pagi di Lapangan Merdeka, tampak begitu antusias melakukan pembubuhan tanda tangan di kain putih panjang yang telah disediakan.

Ira menambahkan, tanda tangan ini sebagai bentuk pengumpulan dukungan dari masyarakat yang ikut mendukung RUUPKS. “Di sini kita juga lakukan pengumpulan tanda tangan dari masyarakat kota Medan. Hal ini dilakukan sebagai support terhadap perempuan korban kekerasan dan sebagai bentuk dukungan pengesahan RUU PKS menjadi sebuah undang-undang,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan, Ketua Perempuan Hari Ini, Lusty Ro Manna Malau. Ia mengungkapkan penggalangan tanda tangan tersebut sebagai bentuk solidaritas dukungan agar RUU-PKS disahkan.

Dalam aksi tanda tangan ini, Women March Sumatera Utara memiliki tagline yaitu ‘Sumut Menuju Provinsi Tanpa Kekerasan Seksual’.

“Kita di Sumut ini menuju daerah yang bebas dari kekerasan seksual. Itu tagline dari gerakan tanda tangan bahwa Sumut bisa menjadi daerah yang bersih dari kekerasan seksual,” tegasnya.

Hasil dari tanda tangan ini, lanjutnya, akan menjadi bukti dan dokumentasi masyarakat yang peduli terhadap perempuan. “Tanda tangan ini sebagai dokumentasi bagi para media dan ini juga menjadi catatan penting untuk mengetahui berapa banyak yang mendukung. Setelah acara ini bisa menjadi kuat dan solid,” tukasnya. (mag-1)

Wagub Ajak Masyarakat Sumut Giat Berolahraga

FUN BIKE: Wagubsu, Musa Rajekshah dan Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah mengikuti Fun Bike Harapan Festival (Harfest) IAI 2020, Minggu (8/3).  
FUN BIKE: Wagubsu, Musa Rajekshah dan Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah mengikuti Fun Bike Harapan Festival (Harfest) IAI 2020, Minggu (8/3).  
FUN BIKE: Wagubsu, Musa Rajekshah dan Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah mengikuti Fun Bike Harapan Festival (Harfest) IAI 2020, Minggu (8/3).  
FUN BIKE: Wagubsu, Musa Rajekshah dan Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah mengikuti Fun Bike Harapan Festival (Harfest) IAI 2020, Minggu (8/3).  

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kesehatan merupakan aspek penting dalam mewujudkan Sumatera Utara (Sumut) yang bermartabat. Karena itu, Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah mengajak masyarakat Sumut sering berolahraga untuk menjaga kesehatan.

“Berolahraga banyak caranya. Apapun olahraganya yang penting agar kita sehat dan bugar. Mari kita berolahraga,” kata Wagub didampingi Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, usai mengikuti Fun Bike Harapan Festival (Harfest) Ikatan Abiturient Yaspendhar (IAI) 2020, di Taman Ahmad Yani Jalan Imam Bonjol Medan, Minggu (8/3).

Saat bersepeda, Wagub banyak menyapa masyarakat yang juga sedang berolahraga pada Minggu pagi. Dikatakannya, banyak yang didapat masyarakat saat bersepeda. Mulai dari kesehatan jasmani hingga suasana santai menikmati Kota Medan yang jarang didapat jika tidak sedang bersepeda.

“Bersepeda ini banyak manfaatnya, mulai dari kesehatan jasmani hingga kita juga dapat menikmati berkeliling kota yang suasananya pasti berbeda,” kata Musa Rajekshah. Rute yang dilalui sepanjang 15 km, mulai dari Taman Ahmad Yani Jalan Imam Bonjol. Selanjutnya rombongan melewati Jalan Diponegoro, Lapangan Merdeka, Jalan Guru Patimpus, Jalan Gatot Subroto, Jalan Setia Budi, Jalan Dr Mansyur, Jalan Jamin Ginting, Jalan Mongonsidi, Jalan Ir H Djuanda berakhir di Taman Ahmad Yani.

Ketua Yayasan Pendidikan Harapan Tapi Rondang Ni Bulan mengatakan kegiatan funbike Harapan Festival 2020 baru pertama kali dilakukan. Fun bike adalah salah satu rangkaian Harfest 2020 yang diadakan sejak 7 Maret 2020. Selain fun bike banyak rangkaian kegiatan menarik lain seperti lomba 3X3 Basketball Competition, bazar hingga Cross Country.

Rondang mengapresiasi Wagub yang mengikuti fun bike tersebut. “Semoga acara ini sukses, apalagi di tengah-tengah kita ada Wagub. Selamat mengikuti acara fun bike yang baru pertama kali diadakan oleh IAY,” kata Rondang yang juga turut melepas peserta Fun Bike. Turut hadir dan mengikuti Fun Bike Kadis Pemuda dan Olahraga Sumut Baharudin Siagian dan para alumni Yaspendhar. (rel)

Gembira Ginting Kembali Pimpin IPK Karo

FOTO BERSAMA: Ketua DPD Karo Gembira Ginting foto bersama Ketua DPD IPK Sumut, Bupati dan Wabup Karo, Ketua DPRD Karo, Kapolres Karo dan beberapa anggota DPRD Karo usai pelantikan.
FOTO BERSAMA: Ketua DPD Karo Gembira Ginting foto bersama Ketua DPD IPK Sumut, Bupati dan Wabup Karo, Ketua DPRD Karo, Kapolres Karo dan beberapa anggota DPRD Karo usai pelantikan.
FOTO BERSAMA: Ketua DPD Karo Gembira Ginting foto bersama Ketua DPD IPK Sumut, Bupati dan Wabup Karo, Ketua DPRD Karo, Kapolres Karo dan beberapa anggota DPRD Karo usai pelantikan.
FOTO BERSAMA: Ketua DPD Karo Gembira Ginting foto bersama Ketua DPD IPK Sumut, Bupati dan Wabup Karo, Ketua DPRD Karo, Kapolres Karo dan beberapa anggota DPRD Karo usai pelantikan.

KARO, SUMUTPOS.CO – Gembira Ginting kembali dipercaya menahkodai Ikatan Pemuda Karya (DPD-IPK) Kabupaten Karo periode 2020 – 2025. Sedangkan sekretaris dijabat Bistok Situmorang SE dan Desmon Pinem sebagai bendahara.

Pelantikan pengurus IPK Karo ini digelar di aula Hotel Internasional Sibayak Berastagi, Jalan Merdeka Kabupaten Karo, Sabtu (7/3) malam.

Acara ini turut dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana, dan Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty Br Sebayang serta para Forkopimda.

Pengurus DPD IPK Kabupaten Karo tersebut dilantik oleh Ketua DPD Sumut Bastian Panggabean.

Pasca dilantik, Gembira turut melantik Satgas Inti Maha Sakti Karya, Brigade Pertiwi Wanita Karya dan Lembaga Bantuan Hukum oleh Ketua DPD IPK Kab. Karo.

Gembira Ginting dalam sambutannya mengatakan, pelantikan ini bukan hanya sebatas seremonial saja,namun jauh dari itu pelantikan pengurus baru bagi sebuah organisasi kepemudaan adalah satu sarana dalam melakukan regenerasi dan suksesi kepemimpinan yang demokratis. Demikian halnya dengan IPK sebagai sarana regenerasi dan ajang menunjuk jati diri organisasi.

“Pelantikan ini kami anggap sakral dan memiliki posisi penting dalam perjalanan organisasi Ikatan Pemuda Karya,”ucapnya.

Program pengkaryaan Pemuda dan regenerasi internal di tubuh IPK berjalan dengan lancar, sehingga saat ini kader dan anggota IPK cukup banyak berkiprah secara aktif dalam mengisi pembangunan baik skala lokal maupun nasional. “Sehingga kami membuka diri untuk senantiasa dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karo.

Dan saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini. Juga kepada DPD IPK Provinsi Sumatera Utara yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk kembali mengemban amanah ini untuk mengembangkan panji-panji IPK lima tahun kedepan di Bumi Tanah Karo ini,”pungkasnya.

Bupati Karo Terkelin Brahmana dalam sambutannya, mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus DPD IPK Kabupaten Karo.

“Kita harap IPK bisa bekerjasama dengan pemerintahan dalam mendukung pembangunan Tanah Karo ke depan. Ini terbukti sebelumnya sudah ada kerja sama yang dalam mendukung pembangunan Kabupaten Karo ini,”ucap Terkelin.

Tak jauh beda, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Seyto Indriono dalam sambutannya berharap kedepan pihaknya bisa kerja sama dengan IPK Karo.

“Mari kita bersama membangun Karo, bila rekan-rekan organisasi bersih dari narkoba saya yakin kita bisa bersama membangun daerah ini, saya yakin bisa pembangunan di Kabupaten Karo ini terlaksana,” ucapnya. (deo/han)

Dugaan Korupsi Proyek 4 Bangunan di Pasar Doloksanggul ‘Jalan di Tempat’

ilustrasi
ilustrasi

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Hingga kini, perkembangan kasus dugaan korupsi pembangunan 4 unit bangunan di Pasar Doloksanggul, Kabupaten Humbahas, masih jalan di tempat.

Meski Kejari Humbahas telah melakukan klarifikasi terhadap beberapa pejabat di Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri (Kopedagin), belum satupun ditetapkan menjadi tersangka.

Kajari Humbahas, Iwan Ginting yang dimintai terkait perkembangan penanganan proyek pembangunan 4 unit bangunan di Pasar Doloksanggul itu, tidak mau menjelaskan secara rinci.

“Nanti kalau sudah waktunya,” ujar dia sembari tanpa mau menjelaskan alasan tersebut.

Sebelumnya, pemeriksaan proyek pasar ini berawal dari laporan masyarakat ke Kejari Humbahas. Oleh pihak tim Intelijen melakukan pengembangan dengan meng amankan sejumlah dokumen pada pro yek tersebut dari kantor Dinas Kopedagin.

Sebanyak 2 orang pegawai, yakni Herbet Simamora dari Dinas Koperasi Perdagangan dan Industri sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Gayus Purba dari Dinas Perkim serta dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) sebagai panitia kelompok kerja pengadaan konstruksi (Pokja), pun dipanggil untuk diklarifikasi.

Dari perkembangan intelijen, penanganan kasus inipun dilanjutkan ke tahap penyelidikan ke ranah pidana khusus. Menurut dia, penyelidikan pada pembangunan tersebut sudah tahap lidik pihaknya (Pidana Khusus) dan masih dilakukan lidik.

“Masih lidik,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum di Lubukpakam ini saat ditanya perkembangan penanganan pihaknya soal tersebut.

Ketika disinggung, sudah sejauhmana perkembangannya lidiknya, Iwan yang menggantikan mantan Kepala Kejaksaan, Zaedar Rasepta, hingga berita ini diturunkan enggan menjelaskan.

“Nanti kalau sudah waktunya,” ujar dia sembari tanpa mau menjelaskan alasan tersebut.

Sekedar diketahui, penanganan penyelidikan pada 4 unit pembangunan pasar itu, telah ditemukan cukup bukti dugaan korupsinya oleh pihak intelijen.

Kepala Seksi Intelijen, Juanda Sitorus belum lama ini mengatakan.

“ Dari situ kita menemukan bukti-bukti, tapi bukan menemukan tindak pidana. Namun adanya bukti permulaan yang cukup adanya dugaan dugaan ke sana, makanya perlu pendalaman di pidana khusus,”terang Juanda. (des/han)