25 C
Medan
Friday, January 30, 2026
Home Blog Page 4595

Unpab Mengacu pada Semangat 5K (Koordinasi, Komunikasi, Kolaborasi, Komitmen dan Kompetensi)

GATHERING: Rektor Unpab Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, SE, M.M (depan) bersama peserta gathering Unpab menuju world class university.

Silaturahim dan Spiritual dalam Bingkai Tamadun Mandiri

GATHERING: Rektor Unpab Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, SE, M.M (depan) bersama peserta gathering Unpab menuju world class university.

Civitas akademika Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) pada momen milad 58 tahun pada 26 Desember 2019 sepakat, tahun 2020 digunakan sebagai titik awal untuk memasuki era baru yang penuh dengan tantangan.

HARAPAN ini disampaikan Rektor Unpab Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, SE, M.M yang menggelar kegiatan wisuda 803 lulusan program pasca sarjana, sarjana dan diploma di Gedung Selecta Jalan Listrik Medan, Sabtu (18/1) hari ini.

SENAT: Rektor Unpab Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, SE, M.M bersama senat Unpab pada acara wisuda periode sebelumnya.

‘’Unpab wajib melakukan suatu perubahan dan penguatan dalam segala sektor pembelajarannya agar dapat menghasilkan mahasiswa unggulan, memiliki kemampuan teknologi dan memiliki karakter berdasarkan nilai-nilai luhur kebudayaan dan nilai-nilai luhur kepancabudian,’’ kata rektor.

Untuk itu, tegas Muhammad Isa Indrawan, tema wisuda kali ini adalah ”Silaturahim dan Spiritual Dalam Bingkai Tamadun Mandiri’’. Tema ini juga digunakan sebagai titik awal bagi Unpab untuk berbenah diri mulai dari tata kelola, sistem informasi hingga kepada pelaksanaan akademik secara menyeluruh.

Sebagai wujud keseriusan ini, Unpab telah melakukan beberapa kegiatan yang memerlukan energi yang besar. Diantaranya 16 program studi di Unpab secara bersamaan meninjau kurikulum berbasis KKNI. Kurikulum yang disusun akan lebih didasarkan pada profil lulusan, thematik dan sistem clusterisasi dalam proses pembelajaran

Kemudian untuk memasukkan karakter dalam setiap aktivitas pembelajaran maka sedang dilakukan kegiatan untuk merumuskan Konsep Tamadun Mandiri oleh Tim 16 yang digunakan sebagai dasar bagi seluruh civitas akademika dalam menjalankan proses akademik maupun non-akademik.

Rektor juga menerangkan bahwa Unpab melakukan penguatan terhadap tata kelola universitas dan melakukan pemetaan ulang terhadap seluruh peraturan dan kebijaksanaan. Hal ini untuk mendukung ketercapaian Unpab sebagai kampus pintar (smart campus).

‘’Menetapkan seluruh pelaksanaan kegiatan baik akademik dan non-akademik mengacu kepada semangat 5K (Koordinasi, Komunikasi, Kolaborasi, Komitmen dan Kompetensi). Setiap insan dari seluruh civitas akademika harus mampu melegasikan setiap karya dalam bertindak, berpikir dan beraktivitas dalam seluruh sendi kehidupan kampus,’’ tegas rektor.

Ditambahkan rektor, diadakan pendidikan lanjutan bagi tenaga pengajar (dosen), dimana maka saat ini sedang menyekolahkan sekitar 80 orang diberbagai perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri.

Berdasarkan milestone, sebut rektor, telah ditetapkan bahwa pada tahun 2033 Unpab menuju kepada world class university dalam mengusung visi menjadi perguruan tinggi swasta yang terkemuka berbasis religius dalam mengembangkan Iptek yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

‘’Unpab diharapkan dapat meyejajarkan diri dengan beberapa universitas kelas dunia baik dalam negeri maupun luar negeri, terutama mampu bersaing dalam rra Revolusi Industri 4.0,’’ ujar Muhammad Isa Indrawan.

Sesuai tujuan pendidikan rektor meminta lulusan Unpab dapat mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Wisuda hari ini akan dihadiri Gubsu, Pangdam I Bukit Barisan, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara,Plt Wali Kota Medan, Kepala LLDikti Sumut, Koordinator Kopertais Sumut, Ketua Aptisi Sumut, Senat dan Dewan Guru Besar Unpab, ketua dan anggota Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya dan pimpinan perguruan tinggi di Sumut.

Turut diundang YM. Seri Paduka Sultan Negeri Deli XIV Tuanku Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam, YM. Sultan Negeri Serdang IX Tuanku Achmad Thalaa Syarifoel Alamsyah, YM. Sultan Negeri Langkat Tuanku Azwar Abdul Djalil Rachmadsyah Alhaj, YM. Sultan Negeri Asahan Tuanku Kamal Abraham Abdul Djalil Rachmadsyah Alhaj, YM. Yang Dipertuan Negeri Kualuh Tuanku Zainul Abidin Mansoersyah Alhaj serta orangtua dan keluarga wisudawan. (dmp)

RAB PSMS Ditunda

KETERANGAN: Wakil Ketua Panitia RAB PSMS Medan, Sari Azhar Tanjung, didampingi Bendahara Ravi Kumar, saat memberikan keterangan.
KETERANGAN: Wakil Ketua Panitia RAB PSMS Medan, Sari Azhar Tanjung, didampingi Bendahara Ravi Kumar, saat memberikan keterangan.
KETERANGAN: Wakil Ketua Panitia RAB PSMS Medan, Sari Azhar Tanjung, didampingi Bendahara Ravi Kumar, saat memberikan keterangan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rapat Anggota Biasa (RAB) PSMS Medan yang seyogianya digelar di Hotel Dhaksina, Minggu (19/1), terpaksa ditunda. RAB ini diundur, dan baru dapat digelar pada 26 Januari 2020 mendatang.

Wakil Ketua Panitia RAB PSMS, Sari Azhar Tanjung mengatakan, RAB tersebut ditunda karena Hotel Dhaksina penuh.

“Tiba-tiba kami tidak mendapat tempat, karena Dhaksina sudah di-booking penuh. Maka terpaksa ditunda,” ungkap Azhar, didampingi Bendahara Ravi Kumar, Jumat (17/1).

Azhar juga mengatakan, karena tidak memungkinkan digelar sesuai jadwal, maka terpaksa ditunda. Pihaknya pun sudah memberitahukan kepada 40 klub anggota PSMS. Dan sesuai permintaan klub, maka RAB itu digelar pada hari libur.

“Teman-teman klub minta agar digelar pada Minggu depan saja. Untuk lokasi, kami akan jajaki di mana yang memungkinkan. Bisa tetap di Dhaksina, atau pindah” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, RAB ini memiliki 4 agenda. Agenda pertama adalah memilih ketua umum baru. Kemudian mengubah AD/RT PSMS dan mendirikan badan hukum atau badan usaha. Terakhir, mematangkan pelaksanaan turnamen antar klub PSMS.

“Untuk badan hukum, kami akan mendirikan yang baru. Karena selama ini, PT PeSeMeS dan PT Kinantan tidak ada keterlibatan klub. Padahal sesuai dengan AD/RT, PSMS itu masih milik 40 klub,” kata Azhar.

Untuk calon ketua umum, panitia mengklaim, telah mendaftar sebanyak 2 orang. Pertama adalah Anggota DPR RI Husni Mustafa. Kemudian seorang pengusaha, yang masih enggan disebutkan namanya.

“Untuk nama kedua, beliau meminta agar jangan dipublikasi dulu. Nanti pada saat RAB, dia akan hadir,” pungkas Azhar. (dek/saz)

PSMS v FA Penang, Philip Pesimistis

KUASAI BOLA: Pemain PSMS Medan berusaha menguasai bola dari kawalan pemain Felda United, pada laga semifinal Edy Rahmayadi Cup 2020 di Stadion Teladan Medan, Kamis (16/1).
KUASAI BOLA: Pemain PSMS Medan berusaha menguasai bola dari kawalan pemain Felda United, pada laga semifinal Edy Rahmayadi Cup 2020 di Stadion Teladan Medan, Kamis (16/1).
KUASAI BOLA: Pemain PSMS Medan berusaha menguasai bola dari kawalan pemain Felda United, pada laga semifinal Edy Rahmayadi Cup 2020 di Stadion Teladan Medan, Kamis (16/1).

PSMS Medan akan menghadapi FA Penang dalam perebutan tempat ketiga Edy Rahmayadi Cup 2020 di Stadion Teladan Medan, Sabtu (18/1) sore. Ayam Kinantan kurang percaya diri untuk menang.

PSMS dan Penang sama-sama menelan kekalahan pada pertandingan sebelumnya. PSMS dipermalukan Felda United dengan skor 1-2. Sedangkan Penang dikalahkan tim asal Kamboja, Boeung Ket, dengan skor 2-3.

Tak ayal, kedua tim pun bakal menjadikan laga ini sebagai hiburan, sekaligus menghindari juru kunci.

Namun Pelatih PSMS, Philip Hansen mengaku, agak berat menghadapi Penang. Selain dihuni pemain asing, Philip menyebut permainan tim kasta kedua Liga Malaysia itu, masih di atas PSMS.

“Penang merupakan tim bagus. Mereka memiliki pemain asing. Saya pikir, kami akan sulit bisa menang lawan mereka,” ungkap Philip.

Pelatih berusia 51 tahun ini, pun mengaku, sudah melihat permainan Penang. Meskipun kalah dari Boeung Ket, tapi tim Liga Premier Malaysia itu, cukup bagus.

Philip mengaku, tidak memasang target di turnamen ini. Dia hanya ingin melihat kelemahan timnya untuk mendapatkan pelajaran sebelum ber-tarung di kompetisi Liga 2 2020 mendatang.

Termasuk melihat kualitas pemain yang ada saat ini. Mengingat masih banyak pemain yang tengah menjalani trial bersama PSMS.

“Bahkan, saya berencana melakukan rotasi,” beber Philip.

Sementara itu, kekalahan dari Felda sebelumnya, menunjukkan skuad PSMS Medan masih perlu pembenahan. Manajemen Ayam Kinantan pun masih membidik sejumlah pemain.

Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang mengatakan, pihaknya memang masih membidik sejumlah pemain. Pasalnya, hingga kini baru 7 pemain yang resmi berseragam Ayam Kinantan.

“Saat ini baru 7 pemain yang resmi (dikontrak). Kemungkinan setelah Edy Rahmayadi Cup, ada beberapa pemain lagi yang dikontrak,” ungkap Mulyadi kepada Sumut Pos.

Selain mengontrak beberapa pemain yang sedang trial, Manajemen PSMS juga memburu sejumlah pemain. Mulyadi mengklaim, dia sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa pemain lainnya.

“Kami sudah berbicara dengan pemain lainnya. Ada beberapa pemain yang musim lalu memperkuat tim Liga 1. Mereka sudah setuju untuk bergabung ke PSMS,” katanya.

Kepala Dinas Kalautan dan Perikanan Sumut ini, enggan merinci nama-nama pemain dari Liga 1 tersebut. Dia beralasan, para pemain itu masih terikat kontrak, jadi tidak etis untuk dipublikasi.

“Kontrak pemain itu bakal berakhir pada Januari ini. Jadi akan tunggu kontraknya berakhir dulu, baru datang ke Medan,” jelas Mulyadi.

Sedangkan untuk pemain yang sedang menjalani trial, Mulyadi menambahkan, akan dikontrak setelah Edy Rahmayadi Cup.

“Soal jumlahnya, kami masih menunggu rekomendasi dari tim pelatih,” bebernya.

Dia mengakui, pihaknya juga masih menunggu hasil Kongres PSSI pada 25 Januari mendatang. Setelah itu, pihaknya akan mematangkan persiapan.

“Jadwal kick-off Liga 2 akan diputuskan pada kongres nanti. Jadi, setelah mendapat kepastian soal jadwal (kick-off), kami akan langsung mematangkan tim. Termasuk juga pemain yang dibutuhkan,” pungkas Mulyadi. (dek/saz)

Apel Gabungan TNI, Polri dan ASN, Dandim 0204 DS: Tingkatkan Solidaritas Sesama Aparatur

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Seluruh instansi diminta untuk terus meningkatkatkan kerja sama dan solidaritas. Baik itu Polri, TNI dan ASN.

Hal itu disampaikan Dandim 0204 DS, Letkol Syamsul Arifin saat memimpin apel gabungan di Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Jumat (17/1).

“Tingkatkan terus soliditas sesama aparatur pemrintah sesuai bidang tugasnya masing masing, dan terus bangun kebersamaan dalam melaksanakan semua program pembangunan,” bilang Syamsul Arifin.

Dandim 0204 DS mengatakan, upacara gabungan yang dilaksanakan setiap tanggal 17 merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan soliditas antara institusi pemerintah.

“Dengan soliditas dan semangat yang tinggi bersama-sama dengan masyarakat, mari kita sukseskan berbagai program pembangunan yang dilaksanakan dan sekaligus menghadapi tantangan yang semakin kompleks,” pinta Syamsul Arifin.

Dengan mengambil contoh, ibu kota yang dilanda banjir dan cuaca ekstrim, disikapi dengan apel siaga bencana. Menurutnya, Pemko Tebingtinggi sudah menggelar apel siaga bencana dan kesiapsiagaan, segenap kekuatan yang dimiliki termasuk sarana prasarananya harus tetap disiagakan terus. “Jaga kekompakan, saling mengisi untuk lebih baik NKRI ke depan,” paparnya. (ian/han)

Polres Dairi Berbagi Bersama Abang Becak

JUMAT BAROKAH: Kasubbag Humas Polres Dairi, Ipda Donny Saleh memberikan nasi kotak dan tali asih dalam kegiatan Jumat Barokah. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
JUMAT BAROKAH: Kasubbag Humas Polres Dairi, Ipda Donny Saleh memberikan nasi kotak dan tali asih dalam kegiatan Jumat Barokah.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
JUMAT BAROKAH: Kasubbag Humas Polres Dairi, Ipda Donny Saleh memberikan nasi kotak dan tali asih dalam kegiatan Jumat Barokah. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Polres Dairi berbagi bersama sejumlah abang becak yang ada di kota Sidikalang, Jumat (17/1).

Kasubbag Humas Polres Dairi, Ipda Donny Saleh mengatakan, berbagi bersama abang becak tersebut dalam kegiatan Jumat Barokah. “Dengan tujuan, para abang becak merasa diperhatikan sehingga bisa memotivasi mereka agar semakin rajin menjalani profesinya untuk memperbaiki ekonomi mereka,”kata Ipda Dony.

Selain makan bersama, Polres Dairi juga menyampaikan pesan kamtibmas, salah satunya agar bisa menjaga kekondusifan di lingkungan masing-masing, dan diharapkan para abang becak menjadi contoh tertib berlalu lintas di jalan raya. “Mereka senang dan terharu atas kepedulian Polres Dairi,”tuturnya. (rud/han)

Kodim 0213 Nias Rayakan Natal

SAMBUTAN: Dandim 0213 Nias, Letkol Inf TP Lobuan Simbolon, saat menyampaikan sambutannya pada perayaan Natal keluarga besar Kodim 0213 Nias, Tahun 2019.
SAMBUTAN: Dandim 0213 Nias, Letkol Inf TP Lobuan Simbolon, saat menyampaikan sambutannya pada perayaan Natal keluarga besar Kodim 0213 Nias, Tahun 2019.
SAMBUTAN: Dandim 0213 Nias, Letkol Inf TP Lobuan Simbolon, saat menyampaikan sambutannya pada perayaan Natal keluarga besar Kodim 0213 Nias, Tahun 2019.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Perayaan Natal keluarga besar Kodim 0213 Nias Tahun 2019, belangsung meriah, di Gedung Letkol (Purn) Aswar, Jalan Gomo, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Selasa (14/1).

Perayaan Natal kali ini berthemakan “Dengan sukacita Natal kita perkokoh semangat Prajurit Sapta Marga dan PNS, TNI-AD untuk tetap tegaknya Kesatuan dan Persatuan”. Sedangkan Sub Thema : diambil dari Nas Alkitab (Yohanes 15:14-15) Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Dandim 0213 Nias, Letkol Inf TP Lobuan Simbolon dalam arahannya, mengajak hadirin mengucapkan syukur atas kelahiran Yesus Kristus Sang Juru Selamat dunia. “Pada saat ini, kembali kita mengucapk syukur kepada Tuhan atas perayaan Natal Kelahiran Tuhan Kita Yesus Kristus, Juru Selamat Manusia,”ujar Simbolon.

Dandim mengatakan, bahwa sesuai dengan Sub Tema “Kamu adalah Sahatku”, maka dengan itu, personil TNI khususnya Kodim 0213 Nias, wajib membantu masyarakat yang sedang kesulitan. “Tugas pokok kita membantu kesulitan rakyat, dan membantu Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan,”katanya.

Lebih lanjut dikatakan Dandim, makna dari Sub Tema perayaan Natal Kodim 0213 Nias, Tahun 2019, bahwa berbuat apa yang kuperintahkan kepadamu, jadilah pelayan. “Untuk itu pelaksanaan Natal ini janganlah menjadi pendengar saja tetapi jadilah menjadi pelayan, bukan untuk dilayani tetapi melayani,”katanya.

“Jadilah prajurit jujur, dan berani menjadi prajurit yang dicintai oleh rakyat, karena kita semua mencintai rakyat,”tambahnya.

Wali Kota Gunungsitoli diwakili Asisten III, Folata Mendofa dalam pesan Natalnya, juga mengajak mengucapkan syukur. “kita mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas pelaksanaàn Natal Kodim 0213 Nias, yang bersuka cita dalam menyambut kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus,”ujarnya.

Folata menyampaikan pemerintah Kota Gunungsitoli menyambut baik dan mengapresiasi atas pelaksanaan Natal keluarga besar Kodim 0213 Nias. (adl/han)

Kasus Pungli Dana Insentif dan Uang Lembur BPKD Siantar

DIADILI: Kepala BPKD Siantar, Adiaksa Dian Sasman dan Bendahara Erni Zendrato, saat diadili di PN Medan, Jumat (7/1).

Saksi: Insentif Kami Dipotong 15 Persen

DIADILI: Kepala BPKD Siantar, Adiaksa Dian Sasman dan Bendahara Erni Zendrato, saat diadili di PN Medan, Jumat (7/1).
DIADILI: Kepala BPKD Siantar, Adiaksa Dian Sasman dan Bendahara Erni Zendrato, saat diadili di PN Medan, Jumat (7/1).

Kasus pungli Kepala BPKD Siantar Adiaksa Dian Sasman dan Bendahara Erni Zendrato, kembali disidangkan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi di ruang Cakra 4 Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (17/1).

Pengakuan Kasubag Tata Program BPKD Pematang Siantar, Olo dan dua PHL, yakni PHL Bidang Pendapatan Dua BPKD Pematang Siantar, Windri dan PHL Bidang Perbendaharan BPKD Pematang Siantar, Tri Utami Sinaga, yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) mengatakan, insentif yang mereka terima per tiga bulannya dan uang lembur setiap bulan, mendapat potongan.

“Kami mendapatkan dana Insentif pertiga bulan, sedangkan uang lembur yang dihitung setiap bulannya,” ucap Olo.

Dikatakan Olo, ketika uang insentif ditransfer ke rekeningnya. Ia mendapat telepon dari Erni, yang meminta agar mengeluarkan 15 persen dari insentif yang diterima, dengan dalih ada pengeluaran yang harus dibayarkan sesuai arahan Kepala BPKD, Adiyaksa Purba.

Keterangan kesaksian ini juga dikuatkan Windri dan Tri Utami, yang juga dipotong dengan angka yang sama sebesar Rp15 persen. Namun untuk Windri, ia tidak langsung menyerahkan kepada Erni, akan tetapi melalui Lidia PNS di Bidang Pendapatan Dua BPKD Pematang Siantar.

“Kalau saya, langsung diberikan kepada Kak Lidia. Karena yang lain memberikan saya pun juga melakukan hal yang sama,” ucapnya, meski itu merasa berat baginya.

Bahkan, ia pernah dimintakan tolong untuk mengambil uang kepada rekanan bernama Tahan Sitorus, karena SP2D telah cair atas suruhan Erni.

Meski diakui Erni bukan atasannya langsung, melainkan M Danil Lubis selaku Kabid Pendapatan Dua.

Mendengar itu, tim penasehat hukum kedua terdakwa, menanyakan kenapa Windri mau melaksanakan permintaan tersebut. Windri menyatakan, sebelum ia telah meminta izin kepada atasannya.

“Uang yang saya terima dari Tahan Sitorus langsung diserahkan kepada Erni (Zendrato),” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Tri Utami sebagai Bidang Perbendaharaan juga menuturkan, bahwa ia harus mengeluarkan uang insetif. Namun ia hanya sekali saja mengeluarkan uang insetif karena saat triwulan kedua Insentif tidak dibayarkan karena keluar kota.

Sama halnya dengan Windri, ia pun pernah menagih karena SP2D telah cair kepada beberapa rekanan di antaranya, CV Tulus Maju, waktu memberikan uang Rp1,7 juta dan uang itu diserahkan kepada Erni.

Dari keterangan ketiga saksi yang diperiksa secara terpisah, mengatakan bahwa yang dilakukan Erni adalah arahan dari kepala badan.

Namun ketiganya, mengaku setelah OTT, uang insetif dan uang lembur mereka tidak dikenakan potongan termasuk tidak pernah lagi mengutip uang ke rekanan meski SP2D telah cair.

Usai mendengarkan keterangan ketiganya, majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata menunda sidang hingga pekan depan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendrik Sipahutar, disebutkan pada tahun anggaran (TA) 2019 APBD kota Pematangsiantar, menganggarkan dana kepada kantor BPKD kota Siantar, berupa alat tulis kantor (ATK), makan minum kegiatan dan belanja modal.

Sekira bulan Februari 2019, telah bekerjasama dengan bendahara pengeluaran yaitu Erni Zendrata mengadakan rapat dengan mengumpulkan para kepala Bidang (Kabid). Dimana para Kabid yang ada pada kantor BPKD, yang dalam pengelolaan keuangan berkedudukan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Dalam pertemuan tersebut, terdakwa memerintahkan kepada seluruh Kabid, apabila dana-dana berupa alat tulis kantor, makan minum kegiatan dan belanja modal Modal termasuk dana insentif dan uang lembur yang telah cair agar dipotong 15 persen dari anggaran dan disetor kepada terdakwa melalui bendahara Erni Zendrato.

Perbuatan terdakwa diancam pidana dalam Pasal 12 huruf e, f UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana. (man/han)

Demokrat Sumut Ingin FDT Tetap Digelar

SIARAN PERS: Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Drs Herri Zulkarnain Hutajulu,SH,MSi bersama pengurus lainnya saat memberikan siaran pers terkait Festival Danau Toba.
SIARAN PERS: Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Drs Herri Zulkarnain Hutajulu,SH,MSi bersama pengurus lainnya saat memberikan siaran pers terkait Festival Danau Toba.
SIARAN PERS: Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Drs Herri Zulkarnain Hutajulu,SH,MSi bersama pengurus lainnya saat memberikan siaran pers terkait Festival Danau Toba.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut) tetap menginginkan digelarnya Festival Danau Toba (FDT), karena sangat membantu perekonomian masyarakat di 7 kabupaten yang ada di sekeliling Danau Toba.

Demokrat juga menyatakan, nama FDT harus tetap dipertahankan karena sudah menjadi ikon. Hal tersebut dikemukakan Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Drs Herri Zulkarnain Hutajulu,SH,MSi kepada wartawan di Medan, Kamis (16/1), terkait statemen Gubsu yang akan meniadakan Festival Danau Toba (FDT) karena kunjungan wisata di FDT Tahun 2019 tidak mencapai 1 juta wisatawan.

Dikatakan Herri, FDT harus tetap dilaksanakan, hanya saja tehnis pelaksanaannya yang harus di manejemen/dikelola dengan lebih baik lagi,sehingga wisatawan berminat datang ke Danau Toba. Artinya, konsep dan kemasan acara harus diperbaiki agar lebih menarik. ‘’Jadi jika FDT 2019 kurang pengunjung, yang salah bukan FDT-nya, tapi panitia dan manajemennya. Manusia yang diberikan mandat untuk membuat acaranya”, katanya didampingi Ketua Perempuan Demokrat Republik Indonesia( PDRI) Sumut Nurhasanah,S.Sos dan pengurus DPD Partai Demokrat lainnya, Jesayas Tarigan, Maju Manalu, Herman Nduru, Rasmina Sitepu dan lainnya.

Ditambahkannya, Danau Toba merupakan Ikon bagi Sumut, sebab menjadi danau terbesar ketiga di dunia, dan sudah diketahui keindahan Danau Toba oleh masyarakat dunia seperti halnya Bali, Candi Borobudur dan lainnya yang ada di Idonesia.

Demikian juga sarana prasarana Danau Toba sudah difasilitasi/ disiapkan pemerintah seperti jalan, bandara dan lainnya. Tinggal bagaimana pemerintah propinsi menata dan “menjual” Danau Toba ke mancanegara.

Herri mencontohkan, bagaimana pemerintah Thailand mensubsudi paket wisata ke negara ini. Sehingga pengelola wisata Thailand bisa memberikan paket murah kepada pengunjung. Ini salah satu upaya meningkatkan kunjungan wisata ke Thailand. Dengan banyaknya wisatawan yang datang, akan berdampak kepada peningkatan ekonomi masyarakatnya. “Wisatawan yang banyak itu tentunya akan berbelanja sehingga terjadi perputaran ekonomi dan pedapatan masyarakatnya meningkat”, kata Heri.

Hal seperti ini, ujarnya, bisa jadi pertimbangan pemerintah provinsi Sumatera Utara.

Demokrat, juga, sambung Heri berharap agar masyarakat dan instansi terkait lainnya dapat membantu Gubsu, bagaimana agar wisatawan senang datang ke Danau Toba umunya ke Sumut. “Harus dicari solusi bagaimana agar wisatawan datang ke Sumut termasuk ke Danau Toba, sehingga PAD di daerah keliling Danau Toba bertambah,’’ujarnya. (sih)

Lantik Pejabat Eselon III, IV dan Camat, Bupati Deliserdang Minta Tingkatkan PAD

SEMATKAN:Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan menyematkan tanda jabatan kepada salah seorang Camat.
SEMATKAN:Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan menyematkan tanda jabatan kepada salah seorang Camat.
SEMATKAN:Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan menyematkan tanda jabatan kepada salah seorang Camat.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang, H Ashari Tambunan meminta kepada para pejabat eselon III, IV dan Camat yang baru dilantik untuk meningkatkan pendapatan sesuai dengan potensi yang ada.

“Karena objek pajak berada di kecamatan dan di kelurahan, maka saya harap Camat, Lurah dan Kades harus punya kontribusi yang besar untuk mencapai pendapatan daerah, mulai inventarisasi dan validasi bahkan sampai penagihan,”ujar Ashari saat diwawancarai usai pelantikan pejabat Eselon III dan IV di Aula Cendana Kantor Bupati, Lubukpakam, Jumat (17/1).

Ashari berharap kinerja mereka berkordinasi dengan Bapenda Deliserdang. Tujuannya, agar apa yang hendak didapatkan berupa pendapatan sesuai dengan potensi Deliserdang yang sesungguhnya. Hal itu diperlukan melalui kerja sama para Camat, Lurah dan Kades dengan para OPD. Camat terbaik se-Sumut yaitu Marianto Irawadi yang ikut dilantik menjadi Camat Tanjungmorawa, dinilai telah berhasil di Kecamatan Bangunpurba.

Adapun yang dilantik yaitu Sandra Dewi Situmorang berasal dari Camat Kutalimbaru menjadi Camat Pancurbatu, Camat Kutalimbaru dijabat M Faisal Nasution yang berasal dari Sekcam Delitua, Sekcam Delitua dijabat Sandi Sihombing yang berasal dari Lurah Delitua Timur, dan Lurah Delitua Timur dijabat M Fadly Fadillah berasal dari seluruh Delitua Barat.

Kemudian, memberhentikan Edy Yusuf sebagai Camat Tanjungmorawa. Camat Tanjungmorawa dijabat Marianto Irawadi yang sebelumnya menjabat Camat Bangunpurba, Camat Bangunpurba dijabat Raden Mewah R yang sebelumnya Sekcam STM Hilir. Sedangkan Sekcam STM Hilir dijabat M Aziziyah R yang sebelumnya Lurah Lubukpakam III. Kemudian, Lurah Lubukpakam III dijabat Boby Arianto yang sebelumnya Kasi Kebersihan Kecamatan Percut Seituan, dan mengangkat Nasib Solichin sebagai Sekcam Percut Seituan.

Eko Sapriadi menjabat Kabag Pemberdayaan Masyarakat dan Ketentraman Ketertiban Umum Perlindungan Masyarakat pada Setdakab Deliserdang, Kabag Umum dijabat M Abduh Rizali Siregar dan memberhentikan Feri Herlina sebagai Lurah Galang Kota dan mengangkatnya Kasi Kebersihan di Kecamatan Galang. (btr/han)

Pemkab Sergai Usulkan 11 Ranperda

RANPERDA: Bupati Ir Soekirman menerima Ranperda dari ketua DPRD Sergai dr. Riski Ramadhan Hasibuan dalam sidang rapat paripurna DPRD Sergai, Jumat (17/1).
RANPERDA: Bupati Ir Soekirman menerima Ranperda dari ketua DPRD Sergai dr. Riski Ramadhan Hasibuan dalam sidang rapat paripurna DPRD Sergai, Jumat (17/1).
RANPERDA: Bupati Ir Soekirman menerima Ranperda dari ketua DPRD Sergai dr. Riski Ramadhan Hasibuan dalam sidang rapat paripurna DPRD Sergai, Jumat (17/1).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Sidang pertama paripurna DPRD Sergai tahun 2020, beragendakan 3 pembahasan. Pertama, mengesahkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda). Kedua, pengesahan Rencana Kerja DPRD Sergai tahun 2020-2021, dan terakhir penetapan Panitia Khusus Tentang 3 peraturan DPRD Sergai tahun 2020.

Dalam sidang paripurna itu turut dihadiri Bupati Sergai Ir H Soekirman, ketua DPRD Sergai dr. M. Riski Ramadhan, SH, SE, wakil ketua Siswanto, Merlin Barus, Samsul Bahri, anggota DPRD Sergai, Asisten Pemkab Sergai, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Pejabat administrator, yang digelar digedung DPRD Sergai Jl Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah,

Pada sidang paripurna DPRD tersebut, Bupati Sergai Ir H Soekirman mengusulkan 11 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

Kepada DPRD Sergai, ada 1 Ranperda yang merupakan inisiatif DPRD Sergai dan telah dilakukan pembahasannya dengan Badan Pembentukan Peraturan Daerah pada tanggal 8-10 Januari 2020.

Adapun ke-11 ranperda yang diusulkan Pemkab Sergai, adalah ranperda tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBD TA. 2019, P-APBD TA 2020, ranperda tentang APBD TA 2021, retribusi pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan pertama sistem kesehatan daerah.

Selanjutnya, Retribusi Pelayanan Persampahan dan Kebersihan, pembentukan produk hukum daerah, Pajak Daerah, Irigasi, Pemilihan Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dan Pembentukan Perangkat Daerah Kabupaten Sergai serta Penyusunan Program Pembentukan Peraturan Daerah yang Merupakan Inisiatif DPRD.

Bupati Soekirman memberikan apresiasi seluruh kegiatan termasuk rapat-rapat yang dilaksanakan oleh Badan Pembentukan Perda, yang telah banyak memberikan waktu dan masukan-masukan sehingga Prompemperda Kabupaten Sergai tahun 2020 dapat disahkan.

Bupati Soekirman juga memberi dukungan dan harapan atas pengesahan rencana kerja DPRD Kabupaten Sergai tahun 2020-2021. “Kiranya rencana kerja yang disahkan dapat bersinergi dan sejalan dengan rencana kerja Pemkab Sergai, untuk dapat mewujudkan visi dan misi Kabupaten Sergai yang unggul, inovatif dan berkelanjutan,” tuturnya. (sur/han)