22 C
Medan
Saturday, January 31, 2026
Home Blog Page 4601

Perang Dagang Usai, China Diuntungkan

PERTEMUAN: Presiden AS, Donald Trump (kiri) saat mengadakan pertemuan dengan Presiden China, Xi Jinping di Jepang, beberapa waktu yang lalu.
PERTEMUAN: Presiden AS, Donald Trump (kiri) saat mengadakan pertemuan dengan Presiden China, Xi Jinping di Jepang, beberapa waktu yang lalu.
PERTEMUAN: Presiden AS, Donald Trump (kiri) saat mengadakan pertemuan dengan Presiden China, Xi Jinping di Jepang, beberapa waktu yang lalu.

SUMUTPOS.CO – Amerika Serikat (AS) telah menandatangani perjanjian dagang dengan China. Dari kesepakatan yang dihasilkan, China yang dianggap paling diuntungkan ketimbang AS untuk jangka panjang.

Dikutip dari New York Times, Kamis (16/1/2020), banyak elemen dari kesepakatan kedua negara yang bakal membuat ekonomi China lebih kuat. China pun akan lebih inovatif karena dari kesepakatan yang dibuat, China akan menahan diri dari memaksa perusahaan asing yang beroperasi di China mentransfer teknologi mereka ke perusahaan domestik.

Ekonomi China juga dinilai akan mendapatkan dorongan jangka pendek dari kesepakatan perdagangan. Langkah-langkah stimulus, seperti lebih banyak pengeluaran oleh pemerintah daerah, pajak yang lebih rendah, dan lebih banyak kredit bank. Gencatan senjata yang dilakukan juga dapat membantu mengurangi kemerosotan sentimen bisnis dan investasi di China.

Di sisi lain, perjanjian fase satu AS dan China juga dinilai tidak menyelesaikan banyak masalah, sehingga ketegangan antara kedua negara dapat berlanjut sewaktu-waktu. Tetapi setidaknya gencatan senjata masih lebih baik daripada terus melakukan perang tarif.

Sebagai bagian dari kesepakatan, China telah setuju untuk meningkatkan pembelian produk dari Amerika Serikat untuk meredakan kemarahan Presiden Trump.

Kesepakatan itu diharapkan akan membawa beberapa perubahan signifikan untuk ekonomi Amerika meskipun efek jangka panjangnya diperkirakan akan menguntungkan China. (dtc/ram)

Budayakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Pertamina Gelar Tantangan Ucok Warrior

BERSAMA: Karyawan PT Pertamina MOR I berfoto bersama usai pembukaan acara K3 di Medan, Kamis (16/1). bagus/sumutpos
BERSAMA: Karyawan PT Pertamina MOR I berfoto bersama usai pembukaan acara K3 di Medan, Kamis (16/1).
bagus/sumutpos
BERSAMA: Karyawan PT Pertamina MOR I berfoto bersama usai pembukaan acara K3 di Medan, Kamis (16/1).
Bagus/sumutpos

SUMUTPOS.CO – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mengadakan serangkaian kegiatan memperingati Bulan K3. Rangkaian aktivitas K3 akan berlangsung hingga Februari 2020 di seluruh wilayah operasi MOR I.

General Manager Pertamina MOR I, Agustinus Santanu Basuki mengatakan Budaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sudah ditetapkan menjadi pondasi utama dalam prioritas strategis Pertamina dalam upaya menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia dan mewujudkan kemandirian energi nasional.

“Dengan kegiatan ini, kita berharap agar seluruh pekerja senantiasa menerapkan K3 dalam bekerja. Karena K3, nilainya sudah tidak bisa ditawar lagi,” ujarnya pada acara pembukaan Bulan K3 di kantor MOR I, di Medan, Kamis (16/1).

Dijelaskannya, tahun ini, peringatan Bulan K3 di MOR I diisi dengan berbagai macam kegiatan, bahkan ada yang sebulan penuh diadakan semata-mata untuk meningkatkan kesadaran kerja di Pertamina.

Santanu menambahkan rangkaian kegiatan peringatan bulan K3 ini dibuka dengan Behaviour Based Safety dan HSSE Experience Zone pada 15 Januari 2020. Behaviour Based Safety merupakan kegiatan sharing session mengenai K3 yang diisi oleh spesialis K3 dari PT Badak LNG.

Selain itu, ada juga kegiatan Ucok Warrior. Kegiatan ini berbentuk permainan ataupun tantangan, dengan konsep masing-masing tantangan dilatarbelakangi dari beberapa kasus insiden yang mungkin terjadi di lingkungan kerja Pertamina seperti bekerja di ketinggian, berkendara yang baik, memadamkan kebakaran, dan lain-lain.

“Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang diterapkan dengan baik oleh pekerja akan meningkatkan kinerja sehingga masyarakat menikmati produk-produk Pertamina yang dihasilkan dengan maksimal. Saya mengharapkan seluruh insan Pertamina di MOR I bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini,” tambah Santanu.

Selain kegiatan Behaviour Based Safety, HSSE Experience Zone, dan Ucok Warrior, rangkaian kegiatan lainnya adalah Campaign SPBU di Sumbar, Paramedic Upskilling, dan Workshop Upskilling HSSE. Pertamina MOR I juga akan mengadakan tes narkoba kepada para pekerja dan mitra kerjanya.

Kemudian ada juga kegiatan Military Contingency Plan, yang melatih para personel TNI dalam Mengemudikan Mobil Tangki secara aman. Tujuannya agar personel TNI dapat sewaktu-waktu menggantikan tugas awak mobil tangki pertamina apabila terjadi Gangguan operasional, bencana alam, dan lainnya . Seluruh kegiatan ini berlangsung dari 15 Januari 2020 hingga 15 Februari 2020 di lingkungan MOR I.

Secara umum, tema dari bulan K3 2020 di Pertamina adalah Tingkatkan kompetensi pengelolaan risiko HSSE untuk membangun budaya HSSE, meningkatkan daya saing perusahaan di era revolusi industri 4.0 dan mewujudkan business sustainability. (gus/ram)

Pelaku Curanmor Rumah Kos Diringkus Polisi

Curanmor-Ilustrasi.
Curanmor-Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Unit Reskrim Polsek Medan Kota berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di kos-kosan Jalan Turi Gang Setia, Kecamatan Medan Kota, Selasa (14/1) sekitar pukul 03.30 WIB.

Tersangka River Manulang (35) warga Jalan Ujung Serdang Kompleks Cendana mencuri sepeda motor milik Iwan Martua Hakim (22) mahasiswa asal Padang Sidimpuan.

Kasus ini dilaporkan korban ke Polsek Medan Kota yang tertuang dalam Laporan Polisi : Nomor LP/24/I/2020/SU/Restabes Medan/Sektor Medan Kota, tanggal 14 Januari 2020.

Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim Iptu M Ainul Yaqin mengatakan, saat itu korban tiba di kosnya setelah selesai bekerja. Kemudian korban memarkirkan kendaraannya di depan pintu kamar kos, kemudian tidur. “Sekitar pukul 03.30 WIB, korban terbangun setelah mendengar teriakan maling dari teman-teman satu kosnya,” terang Yaqin, Kamis (16/1).

Dari tangan tersangka sambung Yaqin pihaknya mengamankan sepeda motor Yamaha Mio merah milik korban satu unit sepeda motor milik tersangka, kunci T, tas kecil, topi dan satu alat pemotong kaca sebagai barang bukti.

“Kita juga masih melakukan pengembangan, di mana saja pelaku pernah beraksi,” ungkap Yaqin sembari menuturkan, atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun kurungan penjara.

Polsek Medan Kota juga menungkap kasus pencurian handphone (HP). Tersangkanya Vijai Manik (26), warga Jalan Armada Teladan Barat No 9 Medan. Tersangka ini ditangkap saat berada di sebuah rumah makan Jalan Sisingamangaraja, Medan.

Dijelaskannya, pencurian dilakukan di Warnet Gurning Gang Jaya 1, Kelurahan Teladan Barat pada Senin (15/7) sekira pukul 17.45 WIB. Tersangka mencuri HP milik korban, Martin Marganda Sirait (24), warga Jalan Turi No 51 Medan, saat lengah.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan korban ke Mapolsek Medan Kota sehingga petugas melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan saksi dan bukti petunjuk (CCTV) di tempat kejadian perkara (TKP), diketahui yang mencuri HP Oppo milik korban adalah tersangka.

“Diketahui keberadaan tersangka di sebuah rumah makan Jalan Sisingamangaraja dan ditangkap,” terang Yaqin.

Dari penangkapan itu, disita barang bukti pakaian yang dibeli tersangka dari hasil penjualan HP curian tersebut. (ris/btr)

4 Pengoplos Gas Divonis 7 Tahun Penjara

PUTUSAN: Empat terdakwa pengoplosan gas mendapat vonis 7 tahun penjara yang dibacakan majelis hakim PN Medan, Kamis (16/1).
PUTUSAN: Empat terdakwa pengoplosan gas mendapat vonis 7 tahun penjara yang dibacakan majelis hakim PN Medan, Kamis (16/1).
PUTUSAN: Empat terdakwa pengoplosan gas mendapat vonis 7 tahun penjara yang dibacakan majelis hakim PN Medan, Kamis (16/1).

SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum Linda Sembiring yang diwakili Benny Surbakti menjawab pikir-pikir atas vonis yang dijatuhi Ketua Majelis Hakim Fauzul Hamdi didampingi David Simare-mare dan Tri Syahriawani di Ruang Sidang Chandra Pengadilan Negeri Binjai, Kamis (16/1).

Putusan tersebut dibacakan terhadap 4 terdakwa pengoplos gas. Masing-masing Agustono (40) warga Dusun Bandar Meriah, Desa Namu Ukur Utara, Sei Bingai, Suhendri (27) dan Ari Sudana (30) warga Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Sari, Medan serta Mahera (31) warga Desa Kwala Serapuh, Tanjung Pura, Langkat. Terdakwa Agustono yang pasang badan sebagai pemilik usaha ilegal atau tak mengantongi izin ini, kali pertama mendengar putusan.

Hakim sependapat dengan JPU bahwa Terdakwa Agustono melakukan tindak pidana penyalahgunaan minyak dan gas. Bahkan, menurut majelis, hal yang memberatkan Agustono adalah tindakannya merugikan pemerintah.

“Terdakwa juga berbelit memberi keterangan. Mengadili, Terdakwa Agustono terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penyalahgunaan minyak dan gas sesuai dengan Pasal 53 huruf a, c dan d. Terdakwa dihukum 2 tahun 6 bulan dengan denda Rp60 juta,” ujar Fauzul.

Terhadap terdakwa, majelis meminta agar tetap ditahan.

“Barang bukti dinyatakan dirampas untuk negara. Sudah dengar kamu. Atas putusan ini, kamu punya hak yang sama dengan penuntut umum. Pikir-pikir atau menerima,” ujar Fauzul.

“Terima pak,” jawab terdakwa. Oleh jaksa menjawab pikir-pikir atas putusan tersebut. Usai Agustono, 3 terdakwa lainnya mendengar putusannya secara serentak.

Majelis menilai, Terdakwa Mahera, Ari Sudana dan Suhendri turut serta melakukan dan menimbang dalam tindak pidana penyalahgunaan minyak dan gas. Artinya, ketiga terdakwa ini membantu Agustono dalam melakukan aktifitas yang tak mengantongi izin tersebut.

“Mengadili, Terdakwa Mahera, Ari Sudana dan Sunderi terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta. Ketiga terdakwa dihukum 1 tahun 6 bulan dan denda Rp60 juta, apabila tidak dibayar diganti penjara 4 bulan,” kata majelis.

“Atas putusan ini, kalian memiliki hak yang sama dengan jaksa. Terima atau pikir-pikir,” sambung majelis.

Ketiga terdakwa kompak jawab menerima putusan tersebut. Masing-masing terdakwa dituntut. Agustono dituntut 3 tahun 6 bulan. Sementara tiga terdakwa lainnya dituntut 2 tahun kurungan penjara.

Dalam dakwaannya, kempatnya terdakwa didakwa dakwaan primair melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Migas dan Pasal Pasal 53 huruf a, c dan d Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001. Lalu ada dakwaan subsidair Pasal 8 ayat 1 huruf b dan c Jo Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Selama menjalani persidangan keempat terdakwa tak didampingi Penasehat Hukum. Terdakwa ditangkap dari di dua gudang pengoplos gas elpiji bersubsidi, Jalan Pasar III dan Pasar IV, Desa Emplasmen Kwala Mencirim, Sei Bingai, Langkat.(ted/btr)

Sidang Kasus Penganiayaan, Wing Zore dkk Divonis Hukuman 92 Hari

VONIS: Tiga terdakwa kasus penganiayaan, menjalani sidang putusan dengan vonis 92 hari, Jumat (16/1). gusman/SUMUT POS
VONIS: Tiga terdakwa kasus penganiayaan, menjalani sidang putusan dengan vonis 92 hari, Jumat (16/1).
gusman/SUMUT POS
VONIS: Tiga terdakwa kasus penganiayaan, menjalani sidang putusan dengan vonis 92 hari, Jumat (16/1). gusman/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga terdakwa dugaan penganiayaan masing-masing Wing Zore Ketaren, Arie Juandre Sembiring dan Maruli Pardomuan bebas setelah menjalani massa hukuman selama tiga bulan. Oleh Majelis Hakim, Pengadilan Negeri (PN) Medan, memvonis ketiganya masing-masing selama 3 bulan 2 hari, yang sidang di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (16/1).

Ketiga terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap saksi korban, Thamrin Samosir. Dalam amar putusannya, perbuatan ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 170 ayat (1) Subs Pasal 351 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Menghukum terdakwa dengan pidana 3 bulan 2 hari penjara,” ucap Hakim Ketua Erintuah Damanik.

Menanggapi putusan itu, jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir, sedangkan ketiga terdakwa menerimanya. “Terima yang mulia,” ucap ketiga terdakwa.

Sebelum menutup sidang, Hakim Erintuah Damanik menyampaikan ke para terdakwa, bahwa sesuai perhitungan masa penahanan, ketiganya sudah bisa langsung bebas hari ini Jumat (17/1).

“Jadi, kalian besok sudah bisa bebas. Bagaimana, apakah kalian terima?,” tanya Hakim Erintuah.

Ketiga terdakwa yang awalnya tampak sedih, tiba-tiba sumringah setelah mendengarkan ucapan Erintuah Damanik. “Kami terima,” kata terdakwa kompak.

Ketiganya terlihat senyum-senyum sambil keluar dari Ruang Cakra 6 PN Medan. Bahkan, Wing Zore sempat berjalan menuju arah pintu ke luar PN Medan. “Bukan dari sana, tapi dari sini,” kata seseorang yang ikut mendampingi ketiga terdakwa. Ketiga terdakwa kemudian dengan wajah riang berjalan ke ruang sel sementara PN Medan.

Sidang ketiga terdakwa terbilang cukup cepat. Awalnya agenda sidang pembacaan tuntutan jaksa. Ketiganya dituntut masing-masing dengan hukuman 4 bulan penjara. Usai tuntutan, hakim langsung meminta para terdakwa membacakan nota pembelaan. Setelah hakim berdiskusi beberapa menit, sidang kemudian dilanjutkan dengan agenda pembacaan putusan.

Kasus penganiayaan terhadap korban Thamrin Samosir bermula, Rabu 16 Oktober 2019 sekira pukul 23.37 , bertempat di depan Kantor FKPPI Kota Medan Jalan Tengku Amir Hamzah Komplek Griya Riatur Indah, Kecamatan Medan Helvetia.

Saat itu Thamrin Samosir sedang bekerja di salah satu surat kabar harian di Medan, datang Robi Anggara dan Rudi masuk ke dalam sedangkan Fauzi Larosa alias Kocu alias Ucok menunggu di luar. Lalu mereka membawa korban ke depan Kantor FKPPI Kota Medan.

Kemudian ketika berada di depan Kantor FKPPI Kota Medan, sudah ada menunggu ketiga terdakwa bersama beberapa orang teman para terdakwa berkumpul di tempat tersebut. (man/btr)

Bobby Nasution Ajak Pegiat Medsos Gali Potensi Medan

Bobby Afif NasutioN Menantu Presiden Joko Widodo

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peran pegiat media sosial (Medsos) di era digital saat ini sangat dibutuhkan untuk pembangunan Kota Medan. Untuk itu, diperlukan kolaborasi yang padu demi mewujudkan Kota Medan lebih berkah.

Demikian salahsatu poin penting dari silaturahmni antara Muhammad Bobby Afif Nasution dengan para pegiat medsos Kota Medan di Premium Coffe Shop Jalan Sakti Lubis Medan, belum lama ini.

Silaturahmi akrab itu diisi dengan diskusi santai untuk saling berbagi pengalaman dan harapan yang sama untuk Kota Medan. “Silaturahmi ini juga ingin sharing dengan abang-abang semuanya. Saya mengajak untuk berkolaborasi menggali potensi-potensi lain di Kota Medan,” ujar Bobby Nasution.

Pria jebolan S2 Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) itu, mengutarakan harapan agar Kota Medan semakin baik, dengan banyak melibatkan anak muda kreatif khususnya para pegiat medsos yang perannya akan sangat membantu bagi pembangunan ke depan. Menurut Bobby, saat ini peran medsos sangat besar, apalagi bagi kaum milenial. “Tujuannya kita berkolaborasi untuk Medan agar lebih berkah,” ucap mantan Manajer Klub Sepakbola Medan Jaya tersebut.

Gayung pun bersambut, harapan yang diutarakan Bobby selaras dengan para pegiat medsos. Mereka sama-sama berkeinginan membenahi Kota Medan untuk lebih baik ke depan.

Ryan Juskal, pegiat medsos yang turut hadir mengungkapkan, dia dan rekan-rekannya siap untuk berkolaborasi bersama Bobby Nasution. “Untuk perubahan dan perbaikan Kota Medan kami akan ikut untuk berkolaborasi,” ujarnya.

Selain Ryan, pegiat medsos lainnya, Muchlis menyatakan dirinya tertarik dengan konsep Kolaborasi Medan Berkah dari Bobby Nasution. Menurutnya, konsep tersebut dirasa sangat milenial. “Intinya kami sepakat. Karena konsep yang ditawarkan lebih dekat dengan kaum milenial,” kata Muchlis.

Dalam obrolan itu, mereka juga membahas soal kabar bohong atau informasi hoaks. Mereka satu visi untuk memberantas hoaks yang sangat berpotensi memecah-belah bangsa. Mereka pun tengah menggodok untuk melakukan kegiatan yang nantinya akan berkolaborasi dengan pihak lainnya. (rel/azw)

Sejumlah Isu yang Patut Diwaspadai Saat Pilkada 2020

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Lembaga Riset Konstitusi dan Demokratis (KODE) Insiatif, Veri Junaidi, mengatakan, ada beberapa isu krusial yang perlu diwaspadai saat pelaksanaan Pilkada 2020. Isu tersebut yakni politik uang dan politisasi birokrasi. Menurut Veria, dua jenis isu ini paling sering muncul dalam proses pemilihan kepala daerah.

“Kalau melihat data yang kami olah dari data dari datanya Bawaslu, ada dua isu krusial politik uang, politisasi birokrasi itu menjadi yang krusial yang akan muncul,” kata Veri di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (15/1).

Veri mengatakan, saat pilkada banyak terjadi pelanggaran karena dua isu tersebut. Selain dua isu tersebut, Veri melihat isu hoaks dan SARA juga mungkin kembali muncul pada Pilkada 2020.

“Bagaimana dengan isu hoaks dan SARA? Sangat mungkin itu akan muncul tapi kalau kita lihat 2015, 2016 itu DKI yang paling ramai, 2018 juga ada tapi tidak begitu rame,” ujar dia.

Potensi konflik Pilkada 2020 pun, menurut dia, cukup besar. Sebab, dari 161 kabupaten dan kota penyelenggara Pilkada 2020, ada 88 daerah yang memiliki sejarah konflik.

“Memang konflik yang terjadi cukup beragam mulai dari kriminalitas, konflik tata kelola pemerintahan, konflik pemilihan dan jabatan, konflik identitas dan konflik sumber daya, kekerasan dalam penegak hukum dan lainnya,” ujar dia.

Kemudian, jumlah sengketa Pilkada 2020 juga di prediksi akan naik. Alasannya, kemungkinan di Pilkada 2020 kesadaran atas hukum bisa dijadikan strategi pemenangan oleh kanidat sudah mulai menanjak.

“Muncul kesadaran bahwa hukum menjadi strategi untuk memenangkan perkara. Perselisihan hasil pilkada akan menjadi ruang pertarungan akhir untuk menang, juga ruang pengaduan atas ketidakpuasan terhadap proses penyelenggaraan,” ucap dia.(kps)

Anggota DPR RI, Johan Budi Usul Pileg Proporsional Tertutup Mesti Dikaji Lagi

POSE: Mantan Jubir KPK dan Jubir Istana yang menjadi Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari fraksi PDI Perjuangan, Johan Budi, berpose.
POSE: Mantan Jubir KPK dan Jubir Istana yang menjadi Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari fraksi PDI Perjuangan, Johan Budi, berpose.
POSE: Mantan Jubir KPK dan Jubir Istana yang menjadi Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari fraksi PDI Perjuangan, Johan Budi, berpose.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Johan Budi Saptopribowo mengatakan, usul sistem pemilihan anggota legislatif diubah dari terbuka menjadi proporsional tertutup perlu dikaji mendalam terlebih dahulu.

“Ini pendapat saya ya, perlu dikaji mendalam perubahan-perubahannya,” ujar Johan dalam acara diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (15/1).

“Misalnya Undang-Undang Pemilu. Karena ada kejadian pelaksanaan pileg, pilpres bareng pada suatu waktu yang membuat petugas banyak meninggal, itu perlu dikaji bersama,” lanjut dia.

Kajian mendalam, menurut mantan Juru Bicara Presiden ini, harus menyentuh baik dan buruknya dampak sistem pemilihan anggota legislatif proporsional terbuka dan tertutup. “Kalau terbuka jeleknya apa. Kalau tertutup bagusnya apa misalnya atau sebaliknya. Itu harus ada kajian mendalam sebelum kita simpulkan,” ujar dia.

Saat ditanya mengenai revisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, Johan mengungkapkan bahwa hal itu masih dalam tahap pembahasan. Pria yang juga pernah menjabat sebagai Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu memastikan, DPR RI akan melibatkan masyarakat, akademisi dan aktivis demokrasi dalam pembahasannya.

“Makanya kemarin Komisi II lebih awal membahasnya, dari sekarang, dengan catat meminta masukan dari semua stakeholder, apakah NGO seperti KODE atau kajian yang ada di kampus,” lanjut Johan.

Diketahui, pendapat Johan soal sistem pemilu proporsional tertutup itu berbeda dengan keputusan PDI-P pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan HUT ke-47, PDI-P, Minggu (12/1/2020) lalu. Dalam acara itu, Rakernas PDI-P menyampaikan sembilan rekomendasi.

“Rekomendasi ada sembilan poin, mencakup bagaimana komitmen PDI-P di dalam membumikan ideologi Pancasila, menjaga NKRI kebhinekaan kita, dan juga bagaimana kita bergotong royong bersama,” kata Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto usai penutupan Rakernas.

Dari sembilan rekomendasi itu, salah satunya yaitu mendorong DPP serta Fraksi DPR RI PDI-P untuk memperjuangan perubahan UU Pemilu. UU Pemilu didorong diubah supaya mengatur mekanisme pemilu kembali menggunakan sistem proporsional daftar tertutup.

Dalam sistem ini, pemilih akan memilih partai dan bukan memilih anggota partai yang mewakili daerah pemilihan. Ambang batas parlemen alias parliamentary threshold juga didorong untuk ditingkatkan dari yang berlaku saat ini sebesar empat persen menjadi sekurang-kurangnya lima persen.

Selain itu, UU Pemilu juga direkomendasikan untuk memberlakukan ambang batas parlemen secara berjenjang, yaitu lima persen untuk DPR RI, empat persen untuk DPRD Provinsi dan tiga persen untuk DPRD kabupaten/kota. (kps)

190 Balon Kada Ikuti Fit and Proper Test Gerindra Sumut

DIABADIKAN: Ketua Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu, diabadikan bersama balon Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat, Franck Bernhard Tumanggor dan Mutsyuhito Solin, di Kantor DPD Gerindra Sumut, Selasa (14/1).
DIABADIKAN: Ketua Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu, diabadikan bersama balon Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat, Franck Bernhard Tumanggor dan Mutsyuhito Solin, di Kantor DPD Gerindra Sumut, Selasa (14/1).
DIABADIKAN: Ketua Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu, diabadikan bersama balon Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat, Franck Bernhard Tumanggor dan Mutsyuhito Solin, di Kantor DPD Gerindra Sumut, Selasa (14/1).

SUMUTPOS.CO – Sebanyak 190 bakal calon (balon) kepala daerah yang mencalonkan diri di Pilkada serentak 23 kabupaten/kota ikuti tahap fit and proper test di Gerindra Sumut. Binjai, Medan, Asahan dan Siantar merupakan daerah dengan minat tertinggi untuk direkomendasi Gerindra.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu, Selasa (14/1) menyatakan, pihaknya sejauh ini sedang melakukan fit and proper test kepada 190 balon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang sebelumnya sudah melalui berbagai tahapan ditingkat DPC partai.

Menurut dia, fit and proper test adalah tahapan penting yang harus dilalui para balon dalam rangka mendalami kesungguhan dan kesiapan untuk bertarung di Pilkada 2020. “Dari fit and proper test itu, kita melihat bahwa banyak potensi balon yang baik dari visi misi dan berbagai program yang ingin dilaksanakannya ke masyarakat. Artinya, fit and proper test ini juga akan melihat sejauh mana kapasitas dan kemampuan para balon dalam memimpin,” katanya.

Gus mengatakan, hasil dari fit and proper test ini nantinya akan menjadi bahan laporan ke DPP partai untuk nantinya menjadi bahan pertimbangan. Seluruh hasil tahapan seleksi, mulai dari visi misi hasil survey dan fit and proper test ini nantinya akan turut juga dilampirkan sebagai bahan penilaian bagi pusat.

Dari hasil survey yang dilakukan tim independen Universitas Sumatera Utara (USU) terkait elektabilitas dan popularitas para balon yang daftar ke Gerindra, sambung dia, ternyata juga diketahui bahwa tingkat kepercayaan publik meningkatkan terhadap Gerindra, bahkan persentasenya naik dibandingkan pemilu lalu.

“Jadi jika pertanyaannya andai Pilkada hari ini digelar, calon dari partai mana yang akan Anda pilih? Ternyata banyak masyarakat yang jawab memilih calon yang diusung Gerindra,” kata anggota DPR RI dua periode tersebut.

Ia juga menegaskan, bahwa seluruh hasil penilaian akan diserahkan ke DPP dan setelah rekomendasi pusat turun, maka seluruh infrastruktur partai akan all out berjuang. “Kita tunduk dan patuh pada putusan Ketua Umum DPP Gerindra Bapak H Prabowo Subianto. Seluruh penilaian tahapan akan kita sampaikan dan yang terbaik lah tentu yang akan terpilih,” katanya.

Bendahara Gerindra Sumut, Kamsir Aritonang menambahkan bahwa proses fit and proper tes akan berlangsung sampai 20 Januari. Lewat dari tanggal tersebut maka sudah tidak ada lagi tahapan apapun. “Nanti hanya akan ada tiga nama yang dikirim ke Jakarta. Tiga nama yang dikirim tersebut tentu adalah mereka yang nilainya terbaik dari hasil penilaian,” katanya.

Ia mengatakan dari balon yang mendaftar, banyak diantaranya itu terdiri dari para petahana, petinggi Kejaksaan, mantan jenderal dan bahkan mantan wakil gubernur Sumut juga daftar ke Gerindra. “Ini adalah bukti bahwa Gerindra adalah partai besar yang begitu diharapkan dukungannya,” katanya. (prn)

Bagi Warga Muhammadiyah Akhyar Nasution Sudah Lama Berbuat untuk Medan

DR H.Hasrat Effendi Samosir, MA

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nama pelaksana tugas Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi terus menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat. Kalau bagi tetangga, Akhyar adalah sosok yang sederhana dan apa adanya, namun beda pula bagi warga Muhammadiyah.
Ditemui di tengah kesibukannya, DR H.Hasrat Effendi Samosir, MA menjelaskan, sosok Akhyar sudah tak asing bagi warga Muhammadiyah.

Apalagi, pria berdarah Mandailing Jawa itu sudah banyak berbuat bagi warga Medan khususnya warga Muhammdiyah sendiri.
“Sebenarnya beliau ini sudah cukup lama bergaul dan memahami kultur bagaimana Muhammadiyah itu. Secara khususnya, beliau ngaji di Kampung Dadap. Di sana ketika itu ada Ustad M Nuh Harahap, Kalimin Sunar tapi beliau lebih sering dengan Pak Yunus,” ungkap Hasrat ketika ditemui di Universitas Medan Area, Kamis (16/1/2020).

“Beliau sering dulu main di Masjid Taqwa Pulo Brayan Bengel, di Pulo Brayan Bengkel ini termasuk tempatnya bermain bola dan sebagainya. Inilah yang kita lihat. Beliau berteman baik dengan Pak Ermanto, Ketua Muhammadiyah Cabang Kampung Dadap, ini teman beliau cukup lama, sehingga beliau tahu dengan Muhammadiyah. Di samping itu, istri beliau juga alumni UMSU. Secara tak langsung, beliau sudah tak asing bagi warga Muhammadiyah,” jelas Sekretaris PDM Kota Medan itu.

“Secara umum, hubungan Bang Akhyar dengan warga Muhammadiyah sangat baik. Saat beliau masih muda, ketika menjadi legislatif dan hingga menjadi Wakil Walikota Medan, sosok Bang Akhyar tak asing bagi Muhammadiyah dan sudah banyak berbuat bagi warga Kota Medan, khususnya warga Muhammadiyah,” terangnya.

Bagi Hasrat sendiri, Akhyar termasuk orang yang sederhana dan tak terlalu formal. Bahkan, orangnya juga sangat wellcome.

“Inilah uniknya Bang Akhyar, kadang gak diundang secara formal, SMS atau WA, beliau selalu respon. Saya sangat simpati dengan Bang Akhyar, waktu itu saya khutbah di Kampung Dadap sholat gerhana matahari 2 tahun lalu. Ketika itu, sambil menunggu lamanya protokoler, beliau datang naik sepeda motor saja.

Selesai sholat beliau kecarian, apa yang hilang bang? sandal jepit. Jadi beliau pakai sandal jepit saja. Hilang sandal jepitnya, kemudia pulangnya kereta dibawa ajudan dan Bang Akhyar baru naik mobil. Saya kira itu suatu bentuk keteladan, kesederhanaan dan dia tidak pala marah-marah dengan ajudannya. Ajudannya sendiri yang risih dan malu,” ungkapnya.

Saking dekat Akhyar dengan warga Muhammadiyah, Akhyar juga tercatat memiliki nomor baku anggota Muhammadiyah (NKTAM) 1247299 yang diserahkan Sekretais Umum PP Muhammadiyah Dr Abd Mu’thi 3 tahun lalu saat milad Muhammadiyah Cabang Kampung Dadap dan launching ambulance ummat gratis.

“Dan itu tidak ada hubungannya dengan pemilu, karena masih jauh momen pilkada. Tapi karena murni beliau ngaji dulu dengan Ustad Yunus Imam Masjid Taqwa Kampung Dadap,” terangnya.

Di sisi lain, Akhyar juga banyak menghadiri kegiatan Muhammadiyah. Bahkan Akhyar pernah ngajak makan lontong bareng dengan seluruh pengurus PDM Kota Medan dan ketika itu masih kantor yang lama dan sering banjir dan bentuknya juga sangat sederhana serta masih banyak kekurangannya.

“Ketika itu kita sampaikan permohonan renovasi (gedung). Akhirnya beliau bilang mencoba untuk hibah. Dan juga berkat dorongan dari Fraksi PAN, Pak Bahrumsyah waktu itu, akhirnya kantor Muhammadiyah bisa direnovasi dengan dana hibah sebesar Rp 2 miliar. Tidak hanya difungsikan untuk perkantoran, tapi juga gedung dakwah, madrasaah aliyah, TK, pengajian MDA, gedungnya (sekarang) tidak lagi banjir, cantik dan modern,” bebernya.

Dengan jabatan Wakil Walikota Medan, lanjut dia, Akhyar sudah banyak berbuat dan maksimal. Sebab, selama 34 tahun, baru ini gedung PDM Kota Medan direnovasi total.

“Kita juga mengucapkan terimakasih atas atensi tadi kepada Bang Akhyar,” terangnya.

Dirinya juga menyebutkan, di Muhammadiyah Cabang Kampung Dadap juga tersedia ambulance. Hal ini juga berkat motivasi Akhyar, sehingga bisa terwujud. Artinya, dia menilai, kemampuan yang ada di dalam diri Akhyar dikerahkannya.

“Kan gak mungkin pula sesuatu yang gak ada, nanti ujung-ujungnya jadi menyimpang dan salah. Sama dengan bantuan untuk gedung dakwah, semua ditampung dalam bentuk hibah, ada payung hukumnya dari APBD dan dikerjakan oleh Pemko sendiri, kita nerima kunci, sehingga semua trasparan, dan warga Muhammadiyah sangat menyambut baik. Kegembiraan beliau di silaturahim syawal di Gedung Dakwah PDM, beliau datang dengan baju batik nasional Muhammadiyah sembari memberikan sambutan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dirinya mengakui Akhyar banyak berbuat untuk masyarakat dan melakukan hal yang lebih baik. Apalagi Medan ini dulunya sering banjir, sampah dan harus ada upaya untuk lebih membangun kota ini ke depan.

“Medan kini semakin cantik dan indah, itu dirasakan masyarakat, dengan pengorekan drainase, kalaupun hujan lebat maka cepat air surut dalam beberapa waktu saja,” akunya.

Dirinya juga mengapresiasi kampanye penanggulangan sampah plastik yang tengah digadang-gadangkan Pemko Medan. Dia menilai ini sesuatu hal yang positif.

“Cuma di Medan ini kita harapkan taman-tamannya menjadi lebih bagus, kalau bisa kayak Surabaya. Kalau bisa sepanjang jalan protokoler itu ada bunga-bunga, cantik gitu. (Sehingga) mindsetnya Medan itu cantik, kita cinta Medan indah, banyak potensi terutama Medan ini kan kuliner dan jangan diabaikan Medan Utara.

Sebenarnya bisa dikembangkan wisata bahari. Kalau di Jakarta itu, malah rumah-rumah itu banyak di kawasan pantai indah kapuk kan. Harusnya kita juga di sana (Medan Utara_RED) rumah-rumah mewah juga, sehingga lebih indah dia. Apalagi di sana ada pelabuhan,” tandasnya.

Tak hanya itu, dirinya menyarankan agar Kota Medan bisa memiliki dan mengembangkan wisata sungai.

“Bagaimana Sungai Deli itu bisa menjadi ikon kebanggan. Saya lihat di beberapa tempat waktu saya ke Kalimantan, ada wisata sungainya di sana. Itu kan sungai itu bisa dijadikan objek juga,” sarannya.

Di sisi lain, dirinya berharap Kota Medan ini bisa membumihanguskan begal. Caranya, dengan menghidupkan kembali pos kamling.

“Kalau memang memungkinkan, dibiayai saja penyediaan WiFi gratis di pos kamling setiap kelurahan, sehingga banyak anak muda yang nongkrong di pos kamling dan membuat para pelaku kejahatan mengurungkan niatnya,” tutupnya. (adz)