30 C
Medan
Saturday, January 31, 2026
Home Blog Page 4605

Sindikat Penjual Satwa Dilindungi Ditangkap, Beruang Madu, Burung Nuri & Kakatua Disita

SINDIKAT: Tiga pelaku diduga anggota sindikat penjual satwa dilindungi secara ilegal, ditangkap tim Direktorat Reskrimsus Polda Sumut dari kediaman masing-masing secara terpisah. Dari ketiganya, disita 1 ekor anak beruang madu, 3 ekor burung nuri timur dan 1 ekor burung kakak tua jambul kuning.
SOPIAN/SUMUT POS
SINDIKAT: Tiga pelaku diduga anggota sindikat penjual satwa dilindungi secara ilegal, ditangkap tim Direktorat Reskrimsus Polda Sumut dari kediaman masing-masing secara terpisah. Dari ketiganya, disita 1 ekor anak beruang madu, 3 ekor burung nuri timur dan 1 ekor burung kakak tua jambul kuning.
SOPIAN/SUMUT POS

SUMUTPOS.CO – Tiga pelaku diduga anggota sindikat penjual satwa dilindungi secara ilegal, ditangkap tim Direktorat Reskrimsus Polda Sumut dari kediaman masing-masing secara terpisah. Dari ketiganya, disita 1 ekor anak beruang madu, 3 ekor burung nuri timur dan 1 ekor burung kakak tua jambul kuning.

Ketiga terduga pelaku yang ditangkap adalah Irvan Rizky alias Irvan Baday warga Perumahan Rorinata Residence Blok A Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Pahlevi Husinsyah Hasibuan warga Lingkungan VII Tegalrejo, Kecamatan Stabat, Langkat, dan Luis Pratama warga Jalan Sampul/Darussalam, Kelurahan Sei Putih Baru, Kecamatan Medan Petisah.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan penangkapan terhadap keduanya bermula dari informasi yang diterima personil, terkait adanya satwa dilindungi yang hendak dijual. Selanjutnya, dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Awalnya kita tangkap pelaku Irvan Baday di rumahnya Selasa (14/1), dari rumahnya disita 3 ekor burung yang dilindungi burung nuri timur,” ujar Tatan, Rabu (15/1).

Berdasarkan keterangan Irvan Baday, petugas melakukan pengembangan dan mengarah kepada Pahlevi dan Luis Pratama. Karenanya, petugas langsung mengejar ke rumah keduanya hari itu juga. “Dari pelaku Pahlevi, disita 1 ekor burung kakak tua jambul kuning. Sedangkan dari Luis, diamankan 1 ekor beruang madu yang hendak dijual. Pengakuan Luis, beruang madu yang masih berusia 4 bulan tersebut didapatnya dari pemburu di daerah Pekanbaru dan hendak dijual dengan harga Rp 15 juta ke pelaku Irvan Baday,” sebut Tatan.

Saat ketiga pelaku ditanya tentang izin pemeliharaan dan memperniagakan satwa dilindungi dari dinas terkait, ternyata tidak ada. Oleh sebab itu, mereka pun diproses karena telah melanggar Undang-Undang Negara RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konsevasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dalam undang-undang tersebut pasal 21 ayat (2) huruf d, setiap orang dilarang untuk memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut, atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.

“Ketiga pelaku terancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 tahun,” ungkapnya.

Para pelaku sudah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara satwa yang disita telah diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) untuk dititipkan sementara sembari menunggu proses hukum. “Tim penyidik masih terus mendalami kasus tersebut untuk pengembangannya,” tandas dia. (ris)

MTQN Tingkat Binjai Selatan Dibuka

PIALA MTQ: Piala MTQ tahun lalu dipamerkan. MTQ Tingkat Binjai Selatan resmi dibuka, Selasa (14/1).
Tedy/sumut pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Musabaqah Tilawatil Quran Nasional ke-51 tingkat Kecamatan Binjai Selatan tahun 2020, resmi dibuka, Selasa (14/1). Acara ini digelar di Masjid Nuril Huda, Jalan Gunung Kelud, Kelurahan Tanah Merah. Pada kesempatan ini, Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Lisa Andriani menghadiri pembukaan tersebut.

Ketua Panitia, Amrilsyah Lubis mengatakan, kegiatan ini ditutup pada Rabu (15/1). Sebanyak 312 orang jumlah peserta yang mengikutinya. “Harapan kita bersama mudah-mudahan Kecamatan Binjai Selatan dapat menghasilkan para juara-juara yang unggul yang Insya Allah akan kita ikutkan ke MTQ tingkat Kota Binjai,” ujar dia.

Ketua LPTQ Binjai Selatan, Hj Jisperdi menjelaskan, pihaknya telah melakukan pembinaan selama 2 periode. Yaitu, triwulan 3 dan 4 yang mana terlaksana dengan baik. Triwulan ke 3 dilaksanakan bulan September dengan peserta 160 orang, kemudian triwulan ke 4 itu dilaksanakan bulan Desember dengan jumlah peserta 160 orang. “Saya ingin menyampaikan kepada Qori dan Qoriah bila sudah menjadi peserta MTQ Kecamatan Binjai Selatan, apabila tidak mendapatkan juara atau menang, tidak dibenarkan jika ingin mengikuti lomba MTQ di kecamatan lainnya. Ini merupakan peraturan baru dari LPTQ Kota Binjai,” ujar Jisperdi.

Camat Binjai Selatan, Fatimah Hanum mengapresiasi kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan MTQ. Dia meminta semua peserta agar benar-benar serius dalam melaksanakan lomba ini. “Kepada adik-adik kami agar benar-benar serius mengikuti lomba ini agar kita nantinya kita bisa kembali mendapatkan juara pada MTQ tingkat kota Binjai,” ujar Fatimah. (ted)

Timnas U-19 Indonesia, Gong Oh-kyun Mulai Pegang Kendali

KUMPUL: Timnas U-19 Indonesia saat berkumpul di SUGBK. Saat ini, Timnas U-19 ditangani Gong Oh-kyun. JAWA POS
KUMPUL: Timnas U-19 Indonesia saat berkumpul di SUGBK. Saat ini, Timnas U-19 ditangani Gong Oh-kyun.
JAWA POS
KUMPUL: Timnas U-19 Indonesia saat berkumpul di SUGBK. Saat ini, Timnas U-19 ditangani Gong Oh-kyun. JAWA POS

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Jika pada seleksi hari pertama Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memberikan banyak arahan, Selasa (14/1) di seleksi hari kedua Timnas U-19, situasinya berbeda. Dia memilih duduk di bench dan membiarkan Pelatih Timnas U-19 Gong Oh-kyun, untuk bekerja. Membiarkan asisten pelatih yang dia bawa langsung dari Korea Selatan itu, memberikan instruksi sepanjang latihan Selasa sore itu di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang.

Seleksi hari kedua sedikit berbeda. Ada 2 kali latihan. Pagi dan sore. Tae-yong tampaknya memang ingin benar-benar fokus membenahi fisik pemain yang selama ini jadi masalah di sepak bola Indonesia.

Pagi hari para pemain digembleng dengan latihan fisik. Sore harinya baru masuk ke taktik. Sebanyak 53 pemain yang mengikuti seleksi dibagi ke dalam beberapa kelompok. Lantas, mereka diadu untuk melihat skill dan kemampuan membaca permainan.

Ada 2 pemain yang memang baru bergabung dalam latihan. Yakni Brief Fatari dan Jack Brown. Keduanya absen pada seleksi hari pertama.

Usai latihan, Tae-yong sebenarnya enggan berkomentar soal latihan. Dia merasa, PSSI tidak memberitahukan ada wartawan yang mau mewawancaranya kemarin. Tapi, setelah ada koordinasi, Pelatih Korsel di Piala Dunia 2018 tersebut, akhirnya mau bicara walaupun cukup singkat.

Dia sengaja memberikan 2 sesi latihan setiap hari. Tujuannya, meningkatkan fisik pemain. “Dengan fisik yang bagus, pemain bisa bermain dalam intensitas tinggi sepanjang pertandingan,” jelas Tae-yong.

Pelatih 50 tahun itu, ingin anak asuhnya bisa bermain dalam intensitas tinggi. Hal tersebut sesuai dengan karakter yang hendak dia bangun bersama skuad Merah Putih. “Dari sisi skill individu, pemain sudah cukup baik. Itu harus diimbangi dengan konsistensi dalam intensitas tinggi. Tentu dengan strategi yang tepat,” jelas Tae-yong lagi.

“Di level dunia, setiap tim harus bisa bermain di level tinggi,” pungkasnya. (jpc/saz)

Pembangunan Pelabuhan Tongging Dilanjutkan Tahun Ini

Maret Dibangun, Desember Selesai

Pelabuhan Tongging: Bupati Karo, Terkelin Brahmana saat meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Tongging, Selasa (14/1).
solideo/sumut pos

TONGGING, SUMUTPOS.CO – Hal ini dikatakan Bupati Karo, Terkelin Brahmana saat meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Tongging, Selasa (14/1). “Proyek pembangunan Pelabuhan Tongging di Kecamatan Merek ini tetap dilanjutkan ke tahap dua dan sesuai waktu pada Maret 2020 ini dikerjakan,” ujar Terkelin.

Menurut Terkelin, keberadaan Pelabuhan Tongging akan mendorong pariwisata di Kabupaten Karo. “Dengan adanya pembangunan dermaga Tongging ini dapat meningkatkan, mendukung kemudahan dalam sistem penyeberangan barang dan orang serta juga sebagai dermaga pariwisata untuk mendukung kegiatan Geopark Kaldera Danau Toba,” katanya didampingi

Kadis PUPR Edward Pontianus Sinulingga, Kadis PMD Abel Tarawai Tarigan, Kadis Pariwisata Munar Ginting, Kadis Perikanan Sarjana Purba, Sekretaris Dinas Perhubungan Budiman Sinulingga, dan Camat Merek Juspri Nadeak.

Dari peninjauan itu, Terkelin mengaku pembangunan Pelabuhan Tongging sempat terhenti beberapa bulan. “Walaupun mangkrak beberapa bulan, tapi kita optimis pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah II Provinsi Sumatera Utara (Sumut) selaku penyelenggara akan melanjutkan pembangunan tahap II,” katanya.

Terkelin menjelaskan, pembangunan Pelabuhan Tongging dikerjakan CV Ridho Pratama. Di tahap pertama pembangunan, pihak kontraktor telah melaksanakan pembangunan tiang pancang sebanyak 20 titik.

Sementara itu, Kepala Bappeda Karo, Nasib Sianturi mengatakan, pembangunan tiang pancang oleh CV Ridho Pratama pada tahap pertama pembangunan di tahun 2019, telah selesai. Selanjutnya, akan dilaksanakan pembangunan terminal dan lahan parkir. “Tahap pertama sebanyak 20 titik (tiang pancang) telah selesai. Dan tahun 2020 ini akan dilakukan pembangunan fisik yaitu pembangunan terminal, lahan parkir dan fasilitas pendukung lainnya,” katanya.

Nasib mengamin bahwa pembangunan tahap kedua Pelabuhan Tongging akan dimulai pada Maret 2020. “Sebab sekarang sudah mulai proses tender dan diperkirakan akan selesai bulan Desember 2020. Sehingga saat Nataru (Natal dan Tahun Baru) dermaga sudah dapat dioperasikan,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Karo, Munar Ginting berharap Pelabuhan Tongging segera terwujud. “Ini adalah salah satu penunjang kemajuan dunia pariwisata Kabupaten Karo. Tentu dengan adanya dermaga sudah pasti kegiatan wisata bertambah banyak dan akan menambah PAD Karo,” tegasnya.

Sekadar diketahi, tahap pertama pembangunan Pelabuhan Tongging dimulai sejak Rabu 16 Oktober 2019 lalu. Pelabuhan Tongging bagian dari 12 pelabuhan penyeberangan di Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang dibangun Kementerian Perhubungan. (deo)

Edy Rahmayadi Cup, Boeung Ket Diprediksi Juara

RAYAKAN GOL: Pemain Boeung Ket FC saat merayakan gol.
RAYAKAN GOL:
Pemain Boeung Ket FC saat merayakan gol.
RAYAKAN GOL: Pemain Boeung Ket FC saat merayakan gol.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari ini (16/1), Edy Rahmayadi Cup bakal digelar di Stadion Teladan Medan. Di pertandingan perdana yang dihelat sore hari, tim asal Kamboja, Boeung Ket FC, akan menjamu skuad dari Malaysia, FA Penang. Dan di laga kedua, pada malam harinya, mempertemukan PSMS Medan kontra Felda United, juga tim asal Malaysia.

Masing-masing tim yang menang, bakal melakoni laga final pada Sabtu (18/1) di venue yang sama. Dan tim yang kalah, memperebutkan tempat ketiga, juga di hari yang sama. “Nantinya, masing-masing pemenang akan bertemu di final. Dan tim yang kalah akan memperebutkan juara ketiga,” ungkap Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja, Rabu (15/1).

Inilah profil singkat 3 tim luar negeri yang berkompetisi di Edy Rahmayadi Cup.

Felda United (Malaysia)

Felda United merupakan klub yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Malaysia, Liga Super Malaysia. Tim ini terbilang baru berlaga di Liga Super Malaysia, karena pada musim 2018, mereka masih berada di kasta kedua.

Musim 2019 lalu, Felda United juga terseok-seok, dan seharusnya kembali degradasi ke Liga Primer Malaysia. Dari 22 pertandingan selama semusim, mereka hanya mampu menang 4 kali, 7 kali imbang, dan menelan 11 kekalahan.

Beruntung, mereka finish di posisi ke-10 dari 12 peserta Liga Super Malaysia, tapi tak terdegradasi. Malah PKNS, yang ada di urutan ke-9 yang terdegradasi, karena resmi menjadi tim feeder Selangor FA.

Perlu diketahui, pada 2018, Felda United yang dimiliki oleh instansi Federal Land Develompment Authority (Felda) Pemerintah Malaysia, tampil sebagai juara Liga Primer Malaysia, dan berhak promosi ke Liga Super Malaysia.

FA Penang (Malaysia)

FA Penang merupakan klub yang aktif berlaga di kasta kedua sepak bola Malaysia, Liga Primer Malaysia, hingga musim 2019 lalu. Musim lalu, FA Penang menjadi 3 klub yang berhak promosi ke Liga Super Malaysia 2020.

Tapi FA Penang dijatuhi sanksi oleh FIFA, lantaran hingga kini masih menunggak gaji pemain. FIFA menjatuhkan sanksi pengurangan 6 poin, untuk klub yang finish di peringkat ketiga klasemen akhir itu.

Dengan demikian, meski sukses mengemas 30 poin dari 20 laga, namun FA Penang hanya disahkan meraih 24 poin, dan turun ke peringkat 7 klasemen akhir Liga Primer Malaysia. Mereka tak jadi promosi ke Liga Super Malaysia 2020.

Boeung Ket FC (Kamboja)

Boeung Ket FC merupakan klub profesional yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Kamboja, Liga Kamboja. Tak tanggung-tanggung, meski Liga Kamboja tak sementereng Liga Singapura, Malaysia, ataupun Thailand, Boeung Ket ternyata punya catatan menjadi juara liga sebanyak 3 kali, yakni pada 2012, 2016, dan 2017.

Tapi sayang, pada Liga Kamboja 2019 lalu, mereka harus puas duduk di peringkat ke-4 klasemen akhir. Meski begitu, Boeung Ket patut bangga, karena mengangkat satu trofi di 2019, yakni menjuarai Hun Sen Cup, turnamen domestik di Kamboja, layaknya Piala Indonesia.

Dari profil singkat ketiga tim yang bakal bersaing dengan PSMS, pada Edy Rahmayadi Cup ini, diprediksi Boeung Ket FC yang paling berpeluang juara. Dengan torehan prestasinya, tim solid ini bakal jadi jawara pada turnamen ini. (isc/saz)

Kapolrestabes Medan Fokus Berantas Begal

SAMBANGI: Kapolrestabes Medan, Kombes Jhonny Edison Isir saat menyambangi Warkop Jurnalis, Jalan H Agus Salim, Rabu (15/1).
SAMBANGI:
Kapolrestabes Medan, Kombes Jhonny Edison Isir saat menyambangi Warkop Jurnalis, Jalan H Agus Salim, Rabu (15/1).
SAMBANGI: Kapolrestabes Medan, Kombes Jhonny Edison Isir saat menyambangi Warkop Jurnalis, Jalan H Agus Salim, Rabu (15/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolrestabes Medan, Kombes Jhonny Edison Isir menegaskan akan memberi perhatian lebih terhadap kasus begal.

Mantan Ajudan Presiden Jokowi ini menjelaskan bahwa secara khusus di Kota Medan mengatakan kasus 3C menjadi fokus tugasnya saat ini.

“Penegakan hukum itu sudah pasti, kasus-kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), encurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) atau 3C sebagai prioritas utama,” tegasnya saat berbincang dengan awak media di Warkop Jurnalis, Jalan H Agus Salim, Rabu (15/1/2020).

Kemudian, fokus utamanya tahun ini adalah menjadikan Pilkada serentak di Kota Medan pada 2020 bisa kondusif.”Pilkada 2020 kan agenda nasional, jadi memang pasti tetap jadi prioritas karena situasi kamtibmas menjadi tugas pokok kepolisian,” jelasnya.

Saat berbincang, Jhonny menjelaskan bahws dirinya sangat terbuka menerima masukan dari kalangan jurnalis mengenai berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan dari pihak kepolisian.

“Kalau ada laporan dari masyar langsung kita terima. Saya selalu minta agar anggota tidak mempersulit masyarakat yang melapor. Anggota juga harus mengupgrade kemampuan masing-masing,” pungkasnya. (trb/ila)

Pemulihan Indra Saleh Cs Tunggu Proses Hukum Tuntas

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi hingga kini belum memulihkan kembali jabatan tiga pejabat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprovsu, atas kasus uang Pemprovsu raib Rp1,6 miliar lebih.

Jabatan Raja Indra Saleh selaku Sekretaris, Fuad Perkasa sebagai Kabid Pengelolaan Anggaran dan Henri Pohan sebagai Kasubbid Pengelolaan Anggaran I, diyakini akan dipulihkan setelah kasus tersebut berstatus hukum tetap atau inkrah.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Syahruddin Lubis mengatakan, penonaktifan kembali ketiga pejabat BPKAD tersebut memang menunggu proses hukum selesai.”Kalau itu sudah kewenangan pimpinan. Jadi ya tunggu dulu proses hukumnya selesai,” ucapnya menjawab wartawan, Rabu (15/1).

Sepengetahuan dia, proses hukum terhadap para pencuri uang milik Pemprovsu senilai Rp1,6 miliar beberapa waktu lalu juga belum selesai hingga kini. Atas dasar itu, Indra Saleh dan jajarannya sejauh ini masih dibebastugaskan.

Hal senada juga dikatakan Kepala Inspektorat Sumut, Lasro Marbun. Ia menyebutkan bahwa kewenangan pihaknya sudah selesai. “Kalau kasus itu kan ada dua bidang hukum. Yang pertama tindak pidananya ranah kepolisian. Sementara untuk administrasinya baru Inspektorat,” ucapnya.

Pada ranah administrasi, pihaknya sudah menyampaikan hasil pemeriksaan ke Gubernur Edy Rahmayadi sebelum mengambil sikap sesuai dengan PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

“Jadi kita sudah serahkan ke Pak Gubernur untuk berbuat, menindak, dan memutuskan. Sementara untuk dari pihak kepolisian, kita tunggu dululah hakim melihat seperti apa kasus ini,” katanya.

Apakah uang Rp1,6 miliar yang hilang tersebut sudah dikembalikan? Mantan Kepala Dinas Pendidikan DKI tersebut tidak mengetahuinya. Bukan hanya itu, saat ditanya bagaimana proses pergantiannya, apakah dibiarkan hilang begitu saja atau terhitung sebagai kerugian negara, Lasro pun tak menjawabnya. “Pengalaman saya di DKI Jakarta tidak pernah terjadi yang seperti ini,” katanya.

Sementara itu dari informasi yang diperoleh wartawan di Kejari Medan, terkait kasus ini pelimpahannya sudah disampaikan ke Pengadilan Negeri Medan untuk segera disidangkan. Hanya saja jadwal persidangan belum ditetapkan pihak pengadilan.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebelumnya memberi sinyal jabatan ketiga pejabat BPKAD Setdaprovsu, kembali dipulihkan. Hal tersebut seiring pengungkapan komplotan pencuri uang milik Pemprovsu senilai Rp1,6 miliar oleh Polrestabes Medan.

“Lho dia kan sifatnya sementara (dinonaktifkan dari jabatan sekretaris dan Plt kepala BPKAD), untuk memudahkan dalam pemeriksaan. Selesai pemeriksaan semua, dia kembali ke posisinya. Dia apa jabatannya? Ya udah,” katanya menjawab wartawan, awal Oktober 2019.

Kata Gubsu, jabatan Plt kepala BPKAD Setdaprovsu hanya bersifat sementara. Artinya menurut dia siapa saja pejabat boleh ditempatkan jika memang memenuhi syarat. “Kalau pelaksana itu kan wewenangnya saya. Kalau sudah Plt-nya yang lain kita lihatlah nanti. Siapapun, perbuatan apapun harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Selain menonaktifkan tiga pejabat, Gubsu juga menunjuk 4 pejabat untuk mengisi posisi yang lowong. Yaitu Ismael Parenus Sinaga (Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil) menjadi Plt Kepala BPKAD, Halimatusakdiah (Kabid Perbendarahaan) sebagai Plt Sekretaris BPKAD, Muhammad Rahmadani Lubis (Kabid Bina Keuda Kab/Kota) sebagai Plt Kabid Pengelolaan Anggaran, dan Ahmad Syafei (Kasubbid Pengelola Anggaran II) sebagai Plt Kasubbid Pengelola Anggaran I. (prn/ila)

Ruang Produksi Pengecatan PT STI Terbakar

Ilustrasi

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Blower atau alat meniup udara pabrik pintu PT Sumatera Timber Industri (PT STI) terbakar di Jalan Sultan Serdang Dusun II Pasar V Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (14/1) sekira pukul 22.40 WIB. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, tapi kerugian ditaksir Rp500 juta

Informasi dihimpun, sebelumnya karyawan bekerja sesuai dengan shift dan bagian masing-masing. Tiba-tiba seorang karyawan bernama Oktavian mencium bau benda terbakar dan berusaha mencari sumber bau tersebut dan menemukan asap yang berasal dari bagian mesin blower. Mengetahui adanya gangguan mesin tersebut, secara spontan Oktavian menonaktifkan saklar sumber arus listrik mesin blower dan melaporkan kejadian tersebut kepada Mandor bernama Susanti.

Saat dilakukan upaya penyiraman mesin blower, tiba-tiba muncul api hingga meluas ke ruang pengecetan dan karyawan bernama Andri Armanda melaporkan kejadian itu kepada satpam. Karyawan berupaya melakukan pemadaman dengan menyiramkan air, namun api semakin marak sehingga mandor mengevakuasi seluruh karyawan. Sekira pukul 23.15 WIB, sebanyak 3 (tiga) unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Pemkab Deliserdang berupaya melakukan pemadaman ke sumber titik api. Api berhasil dipdamkan sekira Pukul 00.20 WIB sumber api dapat dipadamkan. (btr)

Paur Subbag Humas Polresta Deliserdang, Iptu Masfan Naibaho SH saat dikonfirmasi, membenarkan peristiwa kebakaran itu. “Masih dilakukan penyelidukan dan informasi sementara api berasal dari korsleting arus pendek pada unit blower,” ujarnya. (btr)

Usulan untuk Posisi Eselon III Pemprovsu ke Tim Baperjakat Banyak Tak Diakomodir

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Informasi dari sejumlah pimpinan OPD Pemprovsu bahwa usulan yang mereka ajukan ke Tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemprovsu untuk posisi eselon III, banyak tak diakomodir.

Alhasil diakui mereka pejabat yang dilantik tersebut bukanlah berdasarkan usulan sebelumnya. “Tarik menarik kepentingannya tinggi sekali, ini saja saya bolak balik mengganti usulan ke pimpinan dan Baperjakat, namun yang dilantik malah tak sesuai usulan sebelumnya,” ungkap salah seorang pimpinan OPD tersebut, yang minta namanya dirahasiakan.

Menjawab ini, Plt Kepala BKD Setdaprovsu, Syahruddin Lubis mengatakan, pimpinan punya otoritas penuh atas penempatan semua pejabat yang dilantik. Meski memang pada awalnya usulan dari pimpinan OPD sudah masuk ke Tim Baperjakat.

“Apapun ceritanya keputusan tetap berada di tangan pimpinan. Tim Baperjakat cuma memberi masukan dan menyampaikan usulan itu kepada pimpinan, untuk selanjutnya diputuskan oleh pimpinan. Jadi benar memang tidak mesti semua usulan kadis disetujui oleh pimpinan,” katanya.

Gubsu Edy Rahmayadi yang dimintai tanggapan ihwal ini mengatakan, awalnya memang menyerahkan mekanisme usulan semua pejabat eselon III kepada pimpinan OPD masing-masing. Namun begitu dicek profil dan rekam jejak pejabat tersebut melalui Baperjakat, sambungnya, ada yang tidak sesuai penempatan yang diberikan sesuai usulan dari pimpinan OPD-nya. “Kalau tidak kena, ya tidak bisa jugalah dipaksa. Bukan saya mencurigai si eselon II itu, dia harus pas jugalah. Pas sesuai ilmunya juga,” katanya.

Begitupun mengenai penilaian pejabat sebelum dilantik, kata dia sudah dilakukan oleh Baperjakat. Ia menegaskan tidak ada ikut serta dalam hal menentukan siapa pejabat yang akan dilantik tersebut. “Nggak, saya nggak ada ikut-ikut. Pokoknya begitu sampai di saya (usulannya), kalau ada yang salah, udah benar ini, yakin, bismillah saya tanda tangani dan saya lantik. Saya tak ada ikut-ikut itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Inspektur Provinsi Sumatera Utara, Lasro Marbun dikabarkan akan diplot sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sumut. Kemungkinan dirinya ikut dalam seleksi lelang jabatan sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sumut.

Seperti diketahui, saat ini terdapat 10 posisi eselon II atau jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama Pemprovsu yang lowong, dan salah satunya adalah kepala Dinas Pendidikan. Arsyad Lubis dahulu selaku kepala dinas dimutasi menjadi asisten administrasi pemerintahan. Sementara itu Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi sudah memberi sinyal untuk kembali membuka seleksi lelang eselon II dalam waktu dekat.

Lasro yang disinggung perihal ini, mendadak kaget mendapat pertanyaan tersebut. Pada awalnya dia begitu terbuka menjawab awak media sekaitan perubahan struktur organisasi tata laksana (SOTK) di Sekretariat Daerah Provinsi Sumut, yang direalisasikan tahun ini. Apalagi dia sekarang juga rangkap jabatan sebagai Plt Kepala Biro Organisasi Setdaprovsu, yang mengurusi rumah-rumah bagi organisasi perangkat daerah (OPD).

Mendapati pertanyaan dimaksud, mantan kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tersebut, langsung menghindar dari awak media. “Ah, kau ada-ada aja,” katanya sembari tersenyum lebar, usai menghadiri pelantikan pejabat administrator (eselon III) Pemprovsu, Selasa (14/1) sore.

Ia juga sempat mengepalkan tangan ke arah wartawan, menandakan menolak menjawab pertanyaaan dimaksud. Namun usai ditanyai ihwal SOTK tersebut, Lasro yang disinggung lagi soal posisi Kepala Disdik Sumut kosong sepeninggalan Arsyad menjadi Aspem, serta rencana Gubsu membuka lagi seleksi ulang bahkan dapat menempatkan pejabat berdasarkan asesmen untuk posisi yang lowong tersebut, hanya membalas dengan tawa dan senyum lebar tanpa berkomentar sedikit pun. (prn/ila)

PD Pasar Siap Bangun Kampung Millenial

TALKSHOW: Dirut PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya saat Talk Show Kampung Millenial Kota Medan di Pasar Muara Takus, Rabu (15/1). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
TALKSHOW: Dirut PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya  saat Talk Show Kampung Millenial Kota Medan di Pasar Muara Takus, Rabu (15/1).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
TALKSHOW: Dirut PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya saat Talk Show Kampung Millenial Kota Medan di Pasar Muara Takus, Rabu (15/1).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya menyatakan, siap membangun Kampung Millennial di Pasar Muara Takus, Jalan Muara Takus Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia Kota Medan.

Saat ini, dari 59 kios yang tidak ditempati pedagangnya, ada 35 unit kios yang kosong. Sisanya masih ada yang menempati hanya saja tidak aktif karena kondisi stannya yang belum memadai Ke 35 unit kios ini direncanakan akan di bongkar dan direncanakan untuk dijadikan lokasi Kampung (pasar) Millenial.

“Penduduk Kota Medan ada 2,6 juta jiwa. Sekitar 35 hingga 40 persen atau sekitar 1 juta orang berusia 23 sampai 33 tahun atau usia Millenial. Tapi lapangan pekerjaan sangat terbatas, kita ingin menciptakan potensi Millenial. Kita berharap anak muda mempunyai kreatifitas usaha, inilah awal kita melahirkan gagasan kampung millenial” ucap Rusdi Sinuraya dalam kegiatan Talk Show Kampung Millenial Kota Medan di Pasar Muara Takus, Rabu (15/1).

Ia melanjutkan, dari kampung ini, bisa melahirkan ide kreatif visioner untuk menciptakan lapangan usaha, sehingga anak muda tidak lagi sebagai pekerja. Rencana panjangnya, ia berharap semua pasar di Kota Medan akan diciptakan sebagai kampung yang punya kreatifitas dan bisa mengembangkan usaha.

“Semua anak muda bisa berkumpul, ada inputnya. Kita sedang menyiapkan sarana kampung millennial dari Kota Medan. Berangkat dari kampung Madras atau Kampung Muara Takus menjadi ikon,” ujarnya.

Disebutnya, konsep Kampung Milenial di Pasar Muara Takus akan menampung generasi Milenial yang memiliki ide-ide kreatif untuk dipasarkan. “Di sini juga nantinya akan menyajikan kuliner khas daerah dan produk-produk kerajinan UMKM binaan Dinas Perdagangan. Kita juga akan menampilkan band-band lokal untuk menyemarakkan suasana. Kampung Milenial ini rencananya buka 24 jam,” ujarnya.

Pihak PD Pasar akan mencoba membuat kampung ini menjadi Malioboronya Medan. Jika terlaksana, tentu bisa menjadi salah satu ikon Kota Medan untuk mendatangkan wisatawan lokal, regional dan mancanegara, sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).

“Akan ada beragam makanan masakan khas daerah masing-masing. Padang, Melayu, Aceh, Karo, Mandailing, Melayu, Batak, India. Belum lagi soal jajanan ringan, seperti Bolu Meranti, Bika Ambon, ikan teri dan oleh-oleh lainnya,” tuturnya.

Menurut Rusdi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan paguyuban pedagang Warung kopi (Warkop) eks Elisabeth (Taman Ahmad Yani) dan komunitas pedagang Pagaruyung yang diberi ruang untuk berjualan di Kampung Milenial.

Termasuk juga akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi yang banyak memiliki pelaku UMKM binaan, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Dinas Perdagangan. “Soal rencana ini, kita (PD Pasar Kota Medan) juga akan berkoordinasi ke Pemko Medan selaku pemilik aset lahan dan bangunan di Pasar Muara Takus,” jelasnya.

PD Pasar, katanya, ingin mengembangkan Medan sebagai tempat perdagangan, tempat bertemunya penjual, pembeli dan agen. Tak hanya itu, tetapi juga berkemas dengan kreatifitas yang baru dengan membuat market yang baru.

“Saatnya kaum millennial bisa bekerja. Perlu suatu tempat atau wadah untuk mereka bisa berkumpul tetapi hasilnya bermanfaat, bukan sekadar nongkrong-nongkrong biasa. Kenapa harus kampung Millenial? Karena kalau Mall tidak terjangkau oleh orang bawah, maka kita buat namanya ‘kampung’ dan dibuat pun di kampung Madras ini,” pungkasnya. (map/ila)