27 C
Medan
Sunday, February 1, 2026
Home Blog Page 4617

Polres Tebingtinggi Latih Personel Evakuasi Korban Banjir

PELATIHAN: Polres Tebingtinggi menjalani pelatihan mendayung skoci di Batu Nonggol Desa Bulu Duri, Kabupaten Serdangbedagai, Sabtu (11/1).
PELATIHAN: Polres Tebingtinggi menjalani pelatihan mendayung skoci di Batu Nonggol Desa Bulu Duri, Kabupaten Serdangbedagai, Sabtu (11/1).
PELATIHAN: Polres Tebingtinggi menjalani pelatihan mendayung skoci di Batu Nonggol Desa Bulu Duri, Kabupaten Serdangbedagai, Sabtu (11/1).

TEBINGTINGGI. SUMUTPOS.CO – Usai menggelar apel siaga bencana, personel Polres Tebingtinggi melaksanakan pelatihan mengevakuasi korban banjir di Sungai Batu Nongol Desa Buluh Duri, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sabtu (11/1).

Menurut Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi, pelatihan dilakukan sebagai tindaklanjut dari apel gabungan gelar peralatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya banjir, pada Jumat lalu (10/1) lalu.
“Kegiatan pelatihan siaga bencana tersebut bertujuan untuk memberikan cara mengendalikan perahu skoci dan cara mendayung perahu yang efektif ketika hendak mengevakuasi korban banjir,” terang AKBP Sunadi.

Diterangkannya, pelatihan cara mengendalikan maupun mendayung skoci dengan baik dan benar sangat penting diketahui oleh anggota guna menghadapi situasi banjir yang kerap terjadi, apalagi ketinggian air itu sampai merendam pemukiman warga.
“Selain memberi pemahaman cara mendayung skoci yang benar, Polres juga melatih fisik para personel agar selalu siap dan bugar sewaktu bertugas, khususnya dalam menghadapi bencana banjir,” bilangnya.

Kapolres AKBP Sunadi mengatakan, Polri akan selalu sigap untuk membantu pemerintah menghadapi berbagai bencana alam. Maka dari itu, kondisi fisik dan stamina anggota harus terus dilatih supaya tetap fit dan sehat. (ian/han)

Edy Hapus FDT 2020, Diganti Thriatlon 2021, Komisi E: Nama FDT Sudah Populer

SOLU BOLON: Lomba Solu Bolon saat Festival Danau Toba, beberapa waktu lalu.
SOLU BOLON: Lomba Solu Bolon saat Festival Danau Toba, beberapa waktu lalu.
SOLU BOLON: Lomba Solu Bolon saat Festival Danau Toba, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubsu Edy Rahmayadi melontarkan wacana akan menghapus event Festival Danau Toba (FDT) dari agenda wisata Sumatera Utara tahun 2020. Menurutnya, event itu kurang bermanfaat mendatangkan wisatawan. Karena itu, dia berencana akan mengganti festival tersebut dengan kegiatan lain yang mendatangkan turis mancanegara ke Danau Toba. Misalnya, kegiatan triathlon.

“Kita ganti bentuk lainnya apa. Bukan waktunya, tetapi bentuknya, metodenya. Kayaknya kurang bermanfaat pesta (FDT) itu. Lomba triathlon lebih menarik dan memiliki banyak ragam kegiatan,” kata Edy, akhir pekan kemarin. Dalam triathlon, menurutnya, ada lari, renang, sepeda yang lebih diminati wisatawan. “Atau kegiatan-kegiatan yang lain kita bentuk agar wisatawan datang ke Danau Toba,” sambung Edy.

Terkait wacana yang dilontarkan Edy, Komisi E DPRD Sumatera Utara, nama even Festival Danau Toba (FDT) sudah populer dan tidak asing lagi di telinga masyarakat Sumut. Karena itu, tidak perlu mengganti namanya.

“Sebenarnya bukan nama FDT-nya yang menjadi penyebab kurangnya minat wisatawan berkunjung ke Danau Toba. Terlalu simpel kalau cuma ganti kulit even,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut, Hendra Cipta menjawab Sumut Pos, Minggu (12/1).

Menurut dia, FDT sebaiknya tetap dibuat. Hanya saja kontennya diperbanyak. “Kan tidak harus diganti namanya kalau jumlah pengunjung menurun. Hanya saya, perlu diperbaiki dari aspek konten kegiatannya,” tegasnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan, yang perlu dimatangkan adalah konten dari FDT. “Perbanyaklah konten even yang bisa menghasilkan crowded. Salahsatunya bisa saja triathlon yang disampaikan Gubsu. Tapi itu pun bukan satu-satunya jaminan akan meningkatkan volume kunjungan wisatawan ke Danau Toba,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah dan penyelenggara even FDT lebih giat promosi. Berikan insentif dan beragam bonus yang dapat menarik minat wisatawan. “Bila perlu, seluruh instansi diinstruksikan untuk beramai- ramai datang ke Danau Toba. Itu sebagai bukti keseriusan Pemprovsu mendukung FDT,” katanya.

Sebelumnya, karena Kadis Budpar Sumut, berencana mengubah pelaksanaan FDT dari desember 2020 menjadi Juni -bersamaan dengan masa libur sekolah—, Gubsu malah mencoret FDT dari agenda wisata 2020. Event ini diwacanakan akan digelar kembali pada 2021.

Perubahan jadwal tersebut sudah disepakati dengan Badan Pengelola Otorita Danau Toba. Dan untuk 2021, Edy Rahmayadi mengatakan mengganti FDT dengan banyak even. “Banyak-banyak kita selenggarakan di sana, sehingga banyak orang datang. Makanya, kita harus tertib. Rakyat di sana juga bisa mendukung,” tambahnya.

Dengan tertib dan adanya dukungan masyarakat, Gubsu berharap turis yang datang ke Danau Toba benar-benar untuk refreshing. “Dia mau berpariwisata. Kalau datang ke sana malah jadi masalah. ‘kan dia malas lagi balik lagi ke sana,” pungkasnya. (prn)

5 Pejabat Eselon III dan IV RSUD Djoelham Dilantik.

Sekda Binjai, M Mahfullah Daulay  menyalami para pejabat RSUD Djoelham usai dilantik.

BINJAI SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah Pemko Binjai, M. Mahfullah Daulay melantik 5 pejabat eselon III dan IV Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai di Aula Balai Kota, Senin (30/12).

Mereka yang dilantik masing-masing, Sekula sebagai Wakil Direktur Bidang Umum dan SDM, Maya Maulida Sari sebagai Kepala Bagian Keuangan, dr Arnold Oslan Feryandi Manik sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Rekam Medik, David Ginting sebagai Kepala Bidang Penunjang Medik dan Budi Ando Lumban Tobing sebagai Kepala Sub Bagian Penerimaan. Sekda mengatakan, pejabat yang baru saja dilantik diminta untuk segera bekerja dengan sebaiknya dan tunjukkan prestasi yang dapat membanggakan. “Saya berharap dengan amanah yang dipercayakan, saudara membawa hasil positif bagi peningkatan kinerja unit kerja saudara ditempatkan yaitu RSUD. Dr.RM. Djoelham Binjai,” ujar Mafullah.

“Serta satu hal yang terpenting saya ingatkan, pertahankan akreditas Paripurna yakni dengan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kota Binjai yang semakin selektif dan berhak mendapatkan pelayanan paling bermutu,” tukasnya. (ted/han)

Rekonstruksi Pembunuhan Hakim PN Medan, Dipicu Cekcok Keluarga

DALANG ZH (kanan), istri kedua Hakim Jamaluddin, yang menjadi tersangka dalang pembunuhan suaminya. Hari ini, Poldasu akan melakukan reka ulang kasus pembunuhan korban di TKP, mulai dari perencanaan pembunuhan di kafe kawasan Ringroad, eksekusi di rumah korban di Perumahan Royal Monaco Medan Johor, hingga di lokasi pembuangan jasad.
DALANG: ZH , istri kedua Hakim Jamaluddin, yang menjadi tersangka dalang pembunuhan suaminya. Hari ini, Poldasu akan melakukan reka ulang kasus pembunuhan korban di TKP, mulai dari perencanaan pembunuhan di kafe kawasan Ringroad, eksekusi di rumah korban di Perumahan Royal Monaco Medan Johor, hingga di lokasi pembuangan jasad.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari ini, Senin (13/1/2020), Polda Sumut dan jajarannya akan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (52). Reka ulang kasus pembunuhan yang didalangi istri kedua korban sendiri, ZH (42), diharapkan bisa menunjukkan peran masing-masing pelaku dan juga proses pembunuhan.

“HASIL yang didapat penyidik Polda, kasus pembunuhan terjadi cekcok masalah keluarga. Kemudian tidak nyambung saat komunikasi. Lalu (istri korban) ketemu orang (JP), dan dia (istri korban) utarakan niatnya, didukung orang tersebut. Kemudian terjadi pembunuhan,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Minggu (12/1).

Tatan mengatakan, tim penyidik akan melakukan rekonstruksi pada Senin hari ini. Rekonstruksi akan digelar di TKP, mulai dari perencanaan pembunuhan di kafe kawasan Ringroad, eksekusi pembunuhan di rumah korban di Perumahan Royal Monaco Medan Johor, hingga di lokasi pembuangan jasad korban di kawasan Kutalimbaru. “ Yang pasti, sudah disampaikan bahwa penetapan 3 tersangka dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ucapnya.

Ditanya apakah kasus pembunuhan ini menyangkut persoalan harta, Tatan mengaku, penyidik belum sampai ke arah sana.

Sebelumnya, Polda Sumut sempat menjadwalkan akan menggelar rekonstruksi kasus pada Kamis (9/1) lalu. Namun mendadak dibatalkan. Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, penundaan rekonstruksi kasus dikarenakan semua kegiatan penyidik harus dituangkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Saat ini, penyidik sedang menyiapkan BAP.

“Rekan-rekan media akan kita libatkan dalam rekonstruksi, mulai dari perencanaan sampai pembuangan mayatnya. (Kenapa tidak jadi), persoalannya semua yang dilakukan penyidik itu harus ada berita acara,” ujar Martuani baru-baru ini.

Ditanya apakah kasus pembunuhan berencana itu berkaitan dengan utang-piutang, kata Martuani, semua informasi harus didukung dengan alat bukti. “Apapun itu, semuanya akan dituangkan ke dalam BAP, sehingga semua kegiatan yang dilakukan penyidik bisa dipertanggungjawabkan dalam rangka akuntabilitas,” ucapnya.

Untuk itu, Martuani meminta awak media agar bersabar. Karena penyidik masih terus bekerja mengembangkan kasusnya.

Tentang beredarnya informasi mengenai motif pembunuhan akibat hati dan cinta segitiga, Martuani menyatakan, informasi itu memerlukan alat bukti. “Semua informasi yang ada perlu didudukkan dengan alat bukti. Tidak bisa hanya berdasarkan dugaan atau katanya tanpa alat bukti yang kuat,” tukasnya.

Sebelumnya, tim gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Medan telah meringkus dan menetapkan tiga tersangka pembunuhan Jamaluddin. Ketiganya adalah ZH (istri korban), JP (42), dan RF (29). ZH sebagai istri kedua Jamaluddin disebut-sebut sebagai otak pelaku pembunuhan suaminya sendiri. Sedangkan JP dikabarkan selingkuhan ZH. Adapun RF adalah rekan dari JP.

Motif Akan Terungkap di Persidangan

Terpisah rekan korban Jamaluddin yang juga Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, Erintuah Damanik, mengaku tidak tahu-menahu dengan informasi yang menyebutkan ZH tega menghabisi suaminya karena perselingkuhan. Motif itu terkuak setelah polisi menangkap ZH dan dua eksekutor pembunuhan.

“Apa iya motifnya begitu?” ucapnya Erintuah.

Erintuah sendiri mengaku, selama ini Jamaluddin dikenalnya sebagai suami yang baik untuk ZH. “Kalau itu (selingkuh) nggak pernah saya dengar. Itu ‘kan lebih ke pribadinya, jadi saya tidak tau. Tapi selama ini baik-baik aja kok,” katanya.

Menurut Erintuah, bila perselingkuhan menjadi motif ZH membunuh Jamaluddin, hal itu akan terungkap di persidangan. “Kita lihat saja nanti di persidangan, pasti terungkap itu,” tandasnya.

Sebelumnya, seorang pengacara bernama Maimunah, mengaku Hakim Jamaludin, semasa hidup, pernah menyatakan ingin bercerai dengan ZH. Maimunah sendiri rencananya ang akan mengurus perceraian Jamaludin dan istrinya, ZH.

Kepada Maimunah, Jamaludin pernah bercerita ahwa istrinya tidak terima dengan rencana perceraian tersebut, dan tidak ingin harta Jamaludin dibagi dengan anak-anak istri pertama.

Menurut Maimunah, saat mengurus perceraian, Jamaludin bercerita bahwa ia memiliki kekayaan mencapai Rp 48 miliar. Sebanyak Rp30 miliar itu berbentuk aset dan Rp18 miliar itu uang tunai. Namun calon kliennya itu tidak menyebutkan di mana uang tersebut disimpan.

Jamaluddin sendiri berencana membagi-bagikan hartanya kepada seluruh anak-anaknya, termasuk anak dari mantan istri yang pertama dan istri keduanya, ZH. Namun istrinya ZH mengamuk dan tidak mau surat-surat harta dibagikan.

Sebelumnya, Jamaluddin ditemukan tewas di dalam mobilnya Toyota Land Cruiser Prado warna hitam BK 77 HD, di areal kebun sawit Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Jumat pada 29 November 2019 lalu.

Jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar, yang kemudian memberitahu polisi. Saat ditemukan, mobil Jamaluddin berada di jurang dengan kondisi mobil rusak di bagian depan lantaran menabrak pohon sawit. Sedangkan posisi Jamaluddin berada belakang bangku supir tepatnya di bawah tempat duduk. Korban saat ditemukan mengenakan pakaian olahraga berwarna hijau yang bertulisan PN Medan.

Barang berharga seperti jam tangan, kalung dan cincin Jamaluddin tidak ada yang hilang. Dia ditemukan dalam kondisi tangan terikat. (ris/man)

RE Nainggolan Ajak Jemaat GMI Perangi Sampah Plastik

RE Nainggolan

Syukuran Tahun Baru 2020 Pimpinan GMI Konferensi Tahunan Wilayah I

RE Nainggolan
RE Nainggolan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tokoh masyarakat Sumatera Utara, RE Nainggolan mengajak umat Kristiani mendukung pemerintah memberantas peredaran narkoba serta turut menjaga lingkung-an dengan mengurangi penggunaan peralatan sehari-hari yang menimbulkan sampah plastik.

“Kita bersyukur, Kapolda kita yang baru, Bapak Martuani Sormin memberikan perhatian yang serius terhadap pemberantasan peredaran narkoba. Kita sebagai warga jemaat harus turut mendukung hal ini dengan menjaga anak-anak kita. Pemerintah juga kini te-ngah menggalakkan agar kita turut peduli terhadap lingkungan.

Dengan turut memerangi sampah plastik yang menimbulkan banyak masalah, baik itu penyakit bahkan bencana alam, laut kita tercemari oleh sampah plastik,” ujarnya saat acara Syukuran Tahun Baru 2020 Pimpinan Gereja Methodist Indonesia (GMI) Konferensi Tahunan Wilayah I bersama Pengurus Wilayah dan Yayasan Pendidikan GMI Wilayah I, Jumat (10/1).

Tak hanya itu, RE turut mengajak para pendeta dan hamba Tuhan dalam kutbahnya setiap ibadah dan pertemuan persekutuan turut mengkampanyekan dua hal tersebut. Dia juga mengatakan, sejak beberapa tahun lalu, GMI memberikan perhatian pengembangan pertanian. Hendaknya peran gereja dalam mendorong kesejahteraan warga terus dilakukan. GMI Wilayah I dibawah kepemimpinan Bishop Kristi Wilson Sinurat, juga diharapkannya semakin solid dalam memberikan pelayanan kepada warga gereja bekerja bersama para pengurus dan para pendeta.

Senada disampaikan Pdt Eben Siagian mewakili Pengurus PGI Wilayah Sumut bersama Pdt Erik Barus, bahwa peran GMI dalam keanggotan PGI selama ini sungguh baik. Ia berharap, lewat kepemimpinan Bishop Kristi Wilson Sinurat bisa semakin mengembangkan pelayanan.

Bishop Kristi Wilson Sinurat dalam sambutannya menyampaikan, bahwa gereja ke depan harus dibangun ramah anak, ramah terhadap remaja dan juga ramah terhadap lansia.

Ia pun mengucap syukur atas berkat Tuhan sepanjang 2019. Seperti halnya yang dialami YPGMI yang menghadapi banyak tantangan, namun masih menorehkan sejumlah prestasi yang menunjukkan pertumbuhan. Baik di Universitas Methodist Indonesia, bidang kesehatan dan pelayanan lainnya.

Acara diawali dengan ibadah yang dibawakan Pdt Guntur Ginting, dan doa syafaat oleh Pdt. Jon Edianto Purba. (rel/prn)

Dalam kotbahnya, Pdt Guntur mengutip nats kitab Mazmur 90:12 ‘Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.’

Hadir Ketua Safari Natal dan Open House/Kantor GMI Wilayah I Pdt Esmar Sitorus, pengurus Yayasan Pendidikan GMI Wil I Pdt Binran Sipayung, Bishop GPP EP. Tambunan, gembala Sidang GPIB Jl. Diponegoro Medan dan undangan lainnya. (rel/prn)

Sekda Sertijab Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemko Gunungsitoli

Ilustrasi

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gunungsitoli, Ir Agustinus Zega memimpin acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Gunungsitoli, Jumat (10/1).

Sertijab tersebut merupakan tindaklanjut pengambilan sumpah, dan pelantikan jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kota Gunungsitoli, Senin (6/1)lalu.

Pada pelantikan kali ini, ada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru dibentuk, turut melaksanakan Sertijab, yakni : Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kota Gunungsitoli.

Kepala Dinas Kominfo dipercayakan kepada Onahia Telaumbanua ST MT, yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dan Infrastruktur pada Sekretariat Daerah Kota Gunungsitoli.

Sedangkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli, diisi oleh Samson Perdamaian Zai SH MH, yang sebelumnya Kabag Organisasi pada Sekretariat Daerah Kota Gunungsitoli.

Kemudian jabatan Staf Ahli Bidang Pem bangunan, Ekonomi dan Keuangan pada Sekretariat Daerah Kota Gunungsitoli, diserahterimakan kepada Drs Bastian Telaumbanua, yang sebelumnya menjabat Kabag administrasi pemerintahan pada Sekretariat daerah Kota Gunungsitoli.

Sedangkan tiga jabatan Camat, yakni Torotodo Zega SE, diangkat menjadi Pj Camat Gunungsitoli Utara, yang sebelumnya menjabat Kepala UPTD Pengelolaan Dana Bergulir Kota Gunungsitoli.

Selanjutnya, Yafet Krismatius Bu’ulolo, STTP MAB dipromosikan sebagai Pj. Camat Gunungsitoli Selatan, sebelumnya menjabat sebagai Pj Sekretaris BKPSDM Kota Gunungsitoli, dan Arianto Zega SE MM yang sebelumnya Kepala Seksi Kelembagaan dan Usaha Ekonomi pada Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMD/K Kota Gunungsitoli, diangkat menjadi Pj Camat Gunungsitoli Barat.

Rangkaian sertijab dilanjutkan dengan pelantikan Ketua TP-PKK di tiga Kecamatan, dipimpin oleh ketua TP-PKK Kota Gunungsitoli, Ny Tini Lakhömizaro Zebua.

Sekretaris Daerah Kota Gununsitoli, Ir Agustinus Zega dalam arahan dan bimbingannya menyampaikan mutasi jabatan dalam lingkungan organisasi pemerintahan, merupakan hal yang biasa. Pada prinsipnya bertujuan untuk meningkatkan pendistribusian sumber daya yang dimiliki oleh Pemko Gunungsitoli.

“Penyegaran jabatan dan tanggungjawab sangat dibutuhkan oleh ASN untuk mengupdate dan upgrade kompetensi,”ujar Sekda.

Menurut Sekda, ada dua faktor yang harus ditumbuhkan dalam mengemban tugas dan tanggung jawab di tempat baru, yaitu Integritas dan profesionalitas.

“Tidak cukup hanya dengan kompetensi, ini juga telah disampaikan oleh bapak Walikota pada acara pelantikan kepada seluruh ASN beberapa hari lalu,”terang Sekda.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Gunungsitoli, Ny Tini Lakhomizaro Zebua menyampaikan kepada Ketua TP-PKK Kecamatan yang baru dilantik untuk mendukung Camat dalam memgemban tugas dan tanggung jawabnya, terutama dalam melaksanakan program-program Kecamatan.

“Dukunglah sepenuhnya pak Camat, dalam melaksanakan program Kecamatan, terlebih yang berhubungan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,”ujarnya.

Turut hadir pada acara Sertijab, yakni Asisten III, Staf Ahli, pimpinan perangkat daerah, Pengurus TP-PKK Kota Gunungsitoli beserta undangan lainnya.(adl/han)

Baznas Langkat, Serahkan Bantuan

LANGKAT SUMUTPOS.CO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Langkat menggelar kegiatan sosialisasi zakat tahun 2019, sekaligus menyerahkan bantuan kepada mahasiswa, korban bencana kebakaran dan kaum duafa di Aula Kanto MUI Langkat Senin(30/12). Bupati Langkat, Terbit Rencana PA diwakili Wakil Bupati Langkat, H.Syah Affandin dalam sambutannya mengatakan, pemerintah Kabupaten Langkat akan mendukung kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Langkat, dengan melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat.

Menurut Wabup, masyarakat Langkat belum semuanya mengetahui secara baik, tentang fungsi maupun keberadaan dari lembaga Baznas. Dengan sosialisasi yang dibantu Diskominfo, Baznas Langkat lebih dikenal oleh masyarakat.

Sehingga ke depannya, seluruh masyarakat Langkat yang memiliki rezeki bisa menyalurkan zakatnya kepada Baznas. Kemudian Baznas akan menyerahkannya kepada mereka yang berhak. Selain itu, sambung Wabup, Pemkab Langkat juga akan menaikkan secara merata nilai zakat ASN sesuai besaran gajinya, untuk kemudian diserahkan kepada Baznas Langkat.

“Dengan demikian, semoga banyak masyarakat Langkat yang terbantu serta terlepas dari garis kemiskinan menuju Langkat yang sejahtera dan bermartabat, “ harapnya.

Dukungan ini diberikan, kata Wabup, karena selama ini Baznas dinilai benar-benar nyata dalam membantu kebutuhan masyarakat. Hal ini, sangat membantu Pemkab Langkat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Langkat.

Wabup juga menambahkan, bantuan Baznas dinilai kompleks. Sebab memiliki 5 bidang, yakni advokasi dakwah Sumut, disalurkan untuk pembangunan masjid. Sumut Peduli, bantuan untuk kemanusiaan dan bencana alam. Sumut Cerdas, bantuan bidang pendidikan yaitu penyaluran beasiswa. Sumut Sehat, bantuan kesehatan seperti pengobatan. Sumut Makmur, bantuan ekonomi produktif yakni bantuan pinjaman modal untuk pertanian, perikanan dan lainnya tanpa bunga, serta membebaskan para petani, UKM dan lainnya dari rentenir sehingga bisa berzakat.

Sementara itu Ketua Baznas Langkat Abdul Rahman, mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wabup Langkat atas bantuanya untuk kemajuan Baznas.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga menyerahkan bantuan kepada 4 orang mahasiswa masing-masing menerima Rp 1 juta. Kemudian, 8 keluarga korban bencana kebakaran di Bahorok, masing-masing menerima sembako dan uang Rp2,4 juta. Serta kepada 5 orang kaum duafa dan 5 orang anak yatim, masing-masing menerima Rp1,5 juta. (yas/han)

189 ASN Pemkab Nias Dilantik

SERTIJAB: Sekretaris Daerah Kota Gununsitoli, Ir Agustinus Zega melakukan Sertijab Diskominfo Kota Gunungsitoli, kepada Onahia Telaumbanua ST MT.
SERTIJAB: Sekretaris Daerah Kota Gununsitoli, Ir Agustinus Zega melakukan Sertijab Diskominfo Kota Gunungsitoli, kepada Onahia Telaumbanua ST MT.
ADITIA LAOLI/SUMUT POS

NIAS, SUMUTPOS.COSebanyak 189 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Nias, diambil sumpah dan janji jabatan oleh Bupati Nias, Drs Sokhiatulo Laoli MM, di aula lantai 3 kantor Bupati Nias, Jalan Pelud Binaka, Gunungsitoli Selatan, Selasa (7/1).

Para ASN yang dilantik tersebut terdiri dari pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas serta jabatan fungsional pendidikan dan fungsional kesehatan tahun 2020.

Bupati Nias, Drs Sokhiatulo Laoli MM dalam arahannya, menyampaikan pelantikan itu tidak sekedar penempatan figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu, akan tetapi hendaknya dimaknai dari sudut kepentingan organisasi, pembenahan dan pemantapan serta peningkatan pelaksanaan tugas tugas pemerintahan yang sejalan dengan pengembangan visi-misi pemerintah Kabupaten Nias.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari kebutuhan organisasi bertujuan untuk peningkatakan karir ASN. Maka saya ingatkan kembali fungsi dan peran ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik serta perekat dan pemersatu bangsa yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktek korupsi kolusi dan nepotisme,”ujarnya.

Menurut Sokhiatulo, mutasi promosi dan pengisian jabatan pimpinan tersebut telah melalui seleksi oleh tim penilai kinerja ASN. Ia berharap kepada pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik kiranya dapat mewujudkan dirinya sebagai ASN yang profesional dan penuh tanggung jawab.

“Laksanakan tugas dengan baik, ingat motto kerja pemerintah Kabupaten Nias yakni, Kreatif, Inovatif dan Sinergitas,”Pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Sokhiatulo mengingatkan akan netralitas ASN pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nias pada September 2020 mendatang. “Pada tahun 2020 ini kita akan melaksanakan pemilihan kepala daerah, untuk itu saya harapkan sebagai ASN mampu menjaga netralitas serta menghindari segala bentuk politik praktis,”pungkasnya.(adl/han)

Bangun Islamic Centre, Pemprovsu Ambil Alih 50 Ha Lahan PTPN II

Ilistrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengambil alih kepemilikan lahan eks HGU dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, seluas 50 Hektare (Ha) dengan membayar uang ganti kerugian sebesar Rp31.223.278.441. Rencananya lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan Islamic Centre.

Penyerahan uang ganti kerugian tersebut dilakukan di Kantor Wilayah Badan Petanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumut, Jalan Brigjend Katamso Nomor 45 Medan, Senin (30/12). Plt Kepala BPKAD Sumut, Ismael Sinaga secara simbolis menyerahkan uang ganti kerugian kepada Direktur Operasional PTPN II Marisi Butar-butar, disaksikan Asisten Administrasi Umum dan Aset Pemprov Sumut M Fitriyus, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA Agus Tripriyono, Direktur Utama PTPN II M Iswan Achir, dan Kepala BPN Sumut Bambang Priono.

Kemudian, dilanjutkan dengan penyerahan dokumen penghapusan aset oleh Direktur Utama PTPN II M Iswan Achir kepada Asisten Administrasi Umum dan Aset M Fitriyus.

Plt Kepala BPKAD, Ismael Sinaga mengatakan, akan segera mencatatkan aset tersebut ke Kartu Inventaris Barang (KIB) golongan A.”Hari ini bertambah lagi aset kita, kita lakukan pembayaran proses ganti rugi kepada pihak PTPN II, dimana tanah tersebut terletak di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang. Hari ini juga pihak PTPN II akan melakukan proses penghapus bukuan dan menyerahkannya ke Pemprov Sumut. Setelah ini, kami akan mencatatkan aset tersebut pada Kartu Inventaris Barang golongan A,” ujarnya.

Proses pengadaan tanah ini dilakukan untuk kepentingan umum, yakni pembangunan Islamic Centre Sumut. “Ini sudah lama sekali direncanakan, juga sudah dimasukan pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah, dan Alhamdulillah hari ini sudah diserahkan, dan akan kita catatkan sebagai aset, saya juga turut ucapkan terima kasih kepada pihak BPN Sumut dan PTPN II, yang mendukung proses pembangunan di Sumut ini,” tambah Ismael.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, Bambang Priono, memuji langkah pengambilan aset yang dilakukan Pemprov Sumut. “Saya sangat apresiasi apa yang dilakukan Pemprov Sumut, karena pengadaan tanah ini dilakukan untuk upaya pembangunan di Sumut, dalam rangka pembangunan infrastruktur untuk kepentingan umum,” puji Bambang.

Bambang menuturkan, bahwa apa yang dilakukan Pemprov Sumut sebagai pemilik kekuasaan taat pada asas hukum. “Hari ini Pemprov Sumut melakukan pembayaran dan penghapusan aset, dimana Pemprov Sumut membayar atas aset tersebut, agar aset tersebut bisa dihapus aktiva dari aset PTPN II, diselesaikan semuanya oleh Pemprov Sumut, dari situ kita bisa melihat, bahwa Pemprov Sumut yang memiliki kekuasaan tidak semena-mena, taat pada asas, mau membangun Pemerintah pun beli tanah, dibayar tanahnya PTPN II, saya harap masyarakat pun bisa mencontoh itu, jadi tak ada itu dibilang gratis,”tambah Bambang. (prn/han)

Medan Belum Ramah bagi Pesepeda dan Pejalan Kaki

istimewa/sumut pos BERSAMA: Komunita Jurnalis Bersepeda Sehat Medan, foto bersama.
BERSAMA: Komunita Jurnalis Bersepeda Sehat Medan, foto bersama.
BERSAMA: Komunita Jurnalis Bersepeda Sehat Medan, foto bersama.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komunitas Jurnalis Bersepeda Sehat Medan menilai Kota Medan belum ramah terhadap pengguna sepeda dan pejalan kaki. Buktinya, masih minimnya rambu atau ruang bagi pengguna sepeda serta kurangnya kesadaran pengendara bermesin seperti motor dan mobil di Lapangan Merdeka Medan.

Irwansyah Putra Nasution merupakan Jurnalis Media Online, Minggu (12/1) mengatakan, penggunaan kawasan Lapangan Merdeka sebagai fasilitas umum yang dapat digunakan masyarakat untuk berolahraga dan berkreasi sudah tepat, namun pengawasan dan pengamanan yang dilakukan pemerintah kota maupun Satlantas Medan serta Dishub belum maksimal.

Pasalnya, Lapangan Merdeka Medan yang seharusnya dapat digunakan dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB, tidak berjalan sesuai waktu. Sebab, pukul 09.20 WIB kendaraan bermesin sudah lalu lalang di kawasan Lapangan Merdeka Medan.

“Inikan bisa membahayakan warga yang berolahraga baik yang lari, bersepeda maupun yang menikmati weekend. Seharusnya mereka konsisten untuk melakukan penjagaan,” kata pria akrab disapa Ibey.

Hal sama juga diutarakan Syarif Dayan. Berprofesi sebagai Jurnalis, ia meminta kepada pemerintah untuk membuat regulasi yang baik, meskipun butuh sosialisasi ekstra nantinya. Apalagi dibutuhkan kesadaran pengguna kendaraan bermesin untuk mendahulukan pengguna sepeda atau pun pejalan kaki.

“Kota besar seperti di Jakarta dan Surabaya sudah membuat regulasi untuk warga yang menggunakan sepeda dan pejalan kaki. Jadi program ini harus konsisten dalam pengawasannya. Apalagi bersepeda dapat mengurangi kemacetan lalu lintas serta polusi udara,” ucapnya.

Jurnalis Bersepeda Sehat lakukan Goes Bareng sejauh 14 Km dengan titik kumpul Lapangan Merdeka Medan dengan rute Perintis Kemerdekaan, Wiliam Iskandar (Pancing) hingga kawasan Citra Land. Selain mempererat silaturahim sesama jurnalis juga sebagai kampanye pola hidup sehat. (fac/ila)