28 C
Medan
Sunday, February 1, 2026
Home Blog Page 4623

Kapolres Atensi Kasus Kematian Maslin dan Video Edy

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kasus kematian, Maslin Sihombing dan video Edy Lumbangaol (dugaan fee proyek) yang belum dapat di selesaikan oleh mantan pejabat lama, menjadi perhatian Kapolres baru, AKBP Rudi Hartono.

Mantan Kasat Binmas Polrestabes Medan ini, ingin menghadirkan kepercayaan masyarakat kepada Polri. “ Ini menjadi perhatian saya, adanya tunggakan kasus yang belum selesai hingga ditahun 2020 ini,” kata Kapolres Humbang Hasundutan, AKBP Rudi Hartono, Kamis (9/1) diruang kerjanya.

Rudi menjelaskan, kasus yang masih menunggak akan menjadi atensinya, dan akan melihat apa masalahnya sehingga belum terungkap. “Jadi ini menjadi astensi, dan saya akan lihat kembali apa kesulitannya dan dimana saja,” kata dia didampingi Kassubag Humas Aiptu S Purba.

Tidak hanya kedua kasus itu, mantan Kassubdit Propam selama 2,5 tahun ini juga, kasus lain akan menjadi atensi seperti larinya tahanan kasus judi togel dari sel Polsek Parlilitan, kasus korupsi dana desa, judi togel dan narkoba. “ Kasus judi ini juga menjadi perhatian. Saya akan berusaha bagaimana Humbang Hasundutan baik,” tandas Rudi.

Disinggung, masalah kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, Rudi siap menyelesaikan permasalahaan tersebut. Dia bukan berjanji, namun akan berusaha menyelesaikan apa permasalahaan dilapangan sehingga ditemukan kelangkaan dan harga bisa tidak sesuai.

“Saya akan perintahkan bagian intel untuk menelusurinya, apakah ada penimbunan atau ada unsur lainnya,” tandasnya.

Menurut dia, kasus permasalahan ini merupakan langsung yang menyentuh ke masyarakat dan harus menjadi perhatiannya yang sangat serius. Sebab, gas berukuran 3 kilogram merupakan bantuan pemerintah ke masyarakat dan itu harus benar-benar dirasakan.

“ Kita ingin apa yang menjadi bantuan pemerintah harus tepat sasaran, seperti-seperti ini, kok bisa langka dan harganyapun naik,” katanya. “ Yang jelas, seluruh tindak krimilitas akan diusut tuntas,” tambahnya

Pun begitu, Rudi juga berharap institusi yang dipimpinnya bisa meningkatkan sinergi dengan awak media. Ia juga berharap akan menciptakan keaman dan ketertiban masyarakat.

Menurut dia, dari kamtibmas itu, ia sudah mengawali tugasnya yaitu melakukan penyelidikan uang parkir di daerah wisata Sipinsur yang dimana masyarakat keberatan dan telah melakukan pemeriksaan terhadap juru pakir hingga dinas terkait.

Dari penyelidikan reskrim, memang uang parkir menjadi pendapatan asli daerah dan itu sudah kita lakukan penyelidikan. Kita ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat, jangan ditagih uang parkir ternyata tidak masuk ke PAD,” terangnya.

“Jadi dari sebanyak 250 personel Polres Humbang Hasundutan, pasti berbagai macam watak dan pikirannya. Saya ingin mereka ini satu pikiran dengan saya yaitu bagaimana bersama-sama menciptakan masyarakat rindu polisi,” harapnya.

Perlu diketahui, kasus yang masih menunggak, yakni kasus larinya , Freddy Barasa, tersangka judi togel dari sel tahanan Polsek Parlilitan pada bulan September tahun 2017 lalu. Hingga sampai saat ini, polisi belum berhasil menangkap , Freddy sejak melarikan diri dari sel tersebut.

Kemudian, kasus kematian Maslin Sihombing warga Dusun Pangkirapan Desa Pergaulan Kecamatan Lintong Nihuta dibulan January tahu 2018 lalu. Maslin, ditemukan tewas didepan warung yang tak jauh dari rumah kediamaannya. Terdapat luka dibagian kepala Maslin, hingga diduga mengakibatkan kematian.

Selanjutnya, pada kasus dugaan korupsi,yakni video Edy Lumbangaol, PNS di Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat yang viral dimedia sosial yang menerima uang dari rekanan diduga terkait fee proyek.

Geliknya, meski sudah melangkah jauh begitu jauh , semisal kasus kematian Maslin Sihombing yang sudah melakukan pemeriksaan terhadap 33 saksi. Kasus ini, belum ditemukan apa penyebabnya dan pihak penyidik masih menduga karena kecelakaan lalulintas.

Kemudian, kasus video Edy Lumbangaol. Kasus ini, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap Edy dan 3 orang saksi yang terlibat didalam video tersebut. Dan sudah mengirimkan asli rekaman video tersebut ke Polda Sumatera Utara bagian IT. (des/han)

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Kabupaten Sergai Masuk Nominasi 10 Besar

BERSAMA: Bupati Ir H Soekirman diabadikan foto bersama Kadis Kominfo Sergai Drs, Akmal AP, MSi dalam anugerah kebudayaan PWI pusat, Rabu (8/1). surya/sumut pos
BERSAMA: Bupati Ir H Soekirman diabadikan foto bersama Kadis Kominfo Sergai Drs, Akmal AP, MSi dalam anugerah kebudayaan PWI pusat, Rabu (8/1).
surya/sumut pos
BERSAMA: Bupati Ir H Soekirman diabadikan foto bersama Kadis Kominfo Sergai Drs, Akmal AP, MSi dalam anugerah kebudayaan PWI pusat, Rabu (8/1). surya/sumut pos

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kabupaten Sergai masuk nominasi 10 besar dalam Anugerah Kebudayaan yang digelar oleh PWI Pusat kepada Kepala Daerah di seluruh Indonesia.

Adapun Kepala Daerah yang masuk nominasi 10 besar anugerah kebudayaan dari PWI Pusat, adalah Wali Kota Tangsel (Banten) Airin Rachmi Diany, Wali Kota Banjarmasin (Kalimantan Selatan) Ibnu Sina, Wali Kota Ambon (Maluku) Richard Louhenapessy, Bupati Tubaba (Lampung) Umar Achmad.

Selanjutnya, Bupati Halmahera Barat Danny Missy, Bupati Luwu Utara (Sulawesi Selatan) Hj. Indah Putri Indriani, Bupati Gunung Kidul (DI Yogyakarta) Hj. Badingah, Wali Kota Baubau (Sulawesi Tenggara) AS Tamsir, Bupati Tabalong (Kalimantan Selatan) Anang Syakhfiani dan Bupati Sergai, Ir H Soekirman.

Acara digelar di kantor PWI Pusat gedung Dewan Pers Lt 4 Jl Kebon Sirih No 34 Jakarta Pusat.

Pada kesempatan itu, Bupati Sergai Ir. H Soekirman hadir didampingi Kadis Kominfo Drs Akmal AP, MSi, Kabag Umum dan Perlengkapan Syafransyah SSTP, ketua PWI Sergai Anwar Efendi SH, Rabu (9/1).

Ini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi Kabupaten Sergai, karena secara langsung Kabupaten Sergai masuk dalam nominasi anugerah kebudayaan yang merupakan pengakuan nyata dari lembaga kredibel PWI terhadap perhatian kepada Pemkab Sergai.” Tentunya, menjadi kebanggaan bagi kami, karena karena Kabupaten Sergai merupakan satu-satunya perwakilan daerah dari Provinsi Sumut yang lolos dan masuk dalam nominasi Anugerah dari PWI,” kata Soekirman disela-sela sambutannya.

Menurut Soekirman, kebudayaan merupakan salah satu pondasi penting pembangunan daerah karena selain nilai luhur yang terkandung di dalamnya, budaya juga dapat dijadikan sektor pariwisata potensial yang meningkatkan PAD dan perekonomian masyarakat.

“Seumpama ibarat tanah, kebudayaan menentukan tumbuh kembangnya bidang vital sebuah daerah. Semakin subur budaya sebagai tanah, maka semakin baik pula aspek ekonomi, politik dan sosial yang tumbuh di atasnya, bilang Soekirman.

Sementara itu, Ketua PWI Pusat Atal S Depari menyerukan, agar kebudayaan sebagai produk bangsa harus dibangkitkan. “UNESCO bahkan bilang kita super power dalam bidang budaya. Ini terbukti dari kehadiran Bapak dan Ibu Bupati atau Wali Kota yang datang dengan pakaian kebesaran budaya masing-masing. Saya merasa seperti sedang berjumpa dengan raja-raja besar,” katanya.

Setelah sesi foto dan tanggapan masing-masing kepala daerah, sesi acara dilanjutkan dengan pengundian nomor urut untuk presentasi proposal.

Dalam pengundian ini, Bupati Ir Soekirman mendapat urutan ke 8 dalam presentasi pemaparan program yang akan dilaksanakan, Kamis (9/1).

Sebelumnya kegiatan, diawali dengan melakukan sesi pemotretan khusus dengan menggunakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Pada sesi foto itu Bupati Soekirman mengenakan pakaian adat melayu teluk belanga, sambil sesekali berinteraksi dengan para kepala daerah yang juga hadir dengan pakaian tradisional dari daerah masing-masing. (sur/han)

3 ASN Dairi Dipecat dan Turun Pangkat

Kantor BKPSD Dairi di Jalan Kihajar Dewantara Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
Kantor BKPSD Dairi di Jalan Kihajar Dewantara Sidikalang.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
Kantor BKPSD Dairi di Jalan Kihajar Dewantara Sidikalang. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

Selama tahun 2019, sebanyak 3 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dairi diberi sanksi, satu di antaranya diberhentikan dengan tidak hormat, dan dua orang lagi turun pangkat.

Kepala BKPSDM Dairi melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan SDM, Maria Tarigan didampingi Irwanto Suryadi, Kamis (9/1) mengatakan, ASN yang diberhentikan secara tidak hormat atas nama JB. JB yang bertugas di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) diberhentikan dengan tidak hormat pada Oktober 2019, terkait penyalahgunaan kewenangan jabatan/tersandung kasus korupsi. Dilakukan pemberhentian setelah BKPSDM Dairi menerima putusan Pengadilan Tipikor Medan.

“Pemberhentian setelah ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap,” sebutnya.

Sementara itu, dua ASN lainya berinisial JS yang bertugas di Kantor Camat Siempat Nempu dan ERS bertugas di Kantor Camat Sidikalang diberi sanksi disiplin tingkat sedang oleh pejabat pembina kepegawaian (PPK)/ Bupati Dairi. Keduanya mengalami penurunan pangkat satu tingkat selama satu tahun, karena masalah kehadiran.

Mereka sudah diproses sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Keduanya masih tetap menerima gaji dan disesuaikan dengan penurunan pangkatnya,” ucapnya.

Tahun 2018, pemberhentian ASN dengan tidak hormat terdapat 7 orang. Ketujuhnya terjerat kasus korupsi. Dan satu orang pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri. (rud/han)

Truk Box Vs Hino di Tebingtinggi, 4 Orang Luka-luka

RAWAT: Kondisi korban tabrakan yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.
RAWAT: Kondisi korban tabrakan yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.
RAWAT: Kondisi korban tabrakan yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Lakalantas antara dua kendaraan jenis truk Box colt diesel D 8183 WD dengan Dam Truck Hino BK 8815 KS di Jalinsum Tebinginggi Pematang Siantar, tepatnya di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Lubuk Raya Kota Tebingtinggi, menuai korban empat orang luka luka, Kamis pagi (9/1).

Selain laga kambing antara kedua truk, sebuah warung nasi di pinggir jalan juga roboh akibat benturan bagian samping truk, hingga pemilik warung mengalami luka luka dan harus dilarikan kerumah sakit.

Kasat Lantas Polres Tebingtinggi melalui Kanit Laka Aiptu K Napitupulu membenarkan kejadian tersebut. Kini ni pihaknya sudah mengamankan kedua buah barang bukti truk ke Unit Laka Polres Tebingtinggi. “ Kedua barang bukti sudah diamankan, begitu juga dengan supir menjalani pemeriksaan,” jelasnya.

Pengemudi mobil Truk box Colt diesel D 8183 WD, Erbianto Meliala (31) warga Jalan Nenas Gg Mushola, Kelurahan Rambung Kota Tebingtinggi mengalami luka dan opname di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

Sedangkan pengemudi Mobil Dam Truck Hino BK 8815 KS, Ridwan (29) warga Dusun I Desa Pagar Merbau I, Kecamatan Pagar Merbau Deli Serdang, tidak mengalami luka.

Sedangkan kenek mobil Truck Box Colt Diesel D 8183 WD, Riki Hariadi (26) Dusun X Desa Paya Pinang Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Sergei dan Abdi Nurhadi,(23) warga Jalaj Imam Bonjol Lingk I Kelurahan Tambangan Kota Tebingtinggi, keduanya harus menjalani perawatan di rumah sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

“Korban berikutnya, pemilik warung Nuraisah br Sitorus warga Jalam Gatot Subroto lingk V Kel. Lubuk Raya Kota Tebingtinggi mengalami luka luka dan dirawat dirumah sakit,” jelasnya.

Aiptu K Napitupulu menjelaskan sebelum terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut, mobil Truk Box Colt Diesel D 8183 WD datang dari arah Pematang Siantar menuju arah Tebingtinggi dengan kecepatan tinggi dan tidak hati hati. Setibanya di TKP diduga pengemudi mobil Truk Box Colt DieseL D 8183 WD mengantuk hingga mobil yang dikemudikan tiba tiba masuk kejalur kanan.

Saat bersamaan dari arah Tebingtinggi menuju Pematang Siantar, datang mobil Dum truk hino BK 8815 KS dan saat itu pengemudi mobil dam truk hino BK 8815 KS melihat hal tersebut sempat membanting stir ke kanan lajunya, semula untuk menghindarkan tabrakan namun tabrakan tak dapat dielekkan sehingga terjadi tabrakan.

“Yang mana bagian depan sebelah kiri dari mobil truk box D 8183 WD berbenturan dengan bagian depan sebelah kiri dari dam truk hino BK 8815 KS,” paparnya.(ian/han)

Pengemudi Motor Tewas Ditabrak Truk di Tebing Syahbandar, Sergai

TABRAK: Sepeda motor korban ringsek setelah ditabrak truk di Jalinsum Tebingtinggi- Kisaran.
TABRAK: Sepeda motor korban ringsek setelah ditabrak truk di Jalinsum Tebingtinggi- Kisaran.
TABRAK: Sepeda motor korban ringsek setelah ditabrak truk di Jalinsum Tebingtinggi- Kisaran.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pengemudi sepeda motor Honda Supra X 125 BK 2122 MAK, Markus Pasaribu (50) warga Dusun Barisan Panjang, Desa Gelam Sei Serimah, Kecamatan Bandar Khalipah, Kabupaten Sergai, tewas setelah di hantam truk trailer BK 8585 GM, Kamis (9/1).

Lakalantas tersebut terjadi di Jalinsum Lintas Umum Medan Kisaran KM 81-82 tepatnya di depan toko baju Imelda, Dusun IV, Desa Paya Pasir, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Sergei.

TABRAK: Sepeda motor korban ringsek setelah ditabrak truk di Jalinsum Tebingtinggi- Kisaran.
TABRAK: Sepeda motor korban ringsek setelah ditabrak truk di Jalinsum Tebingtinggi- Kisaran.

Kasat Lantas Polres Tebingtinggi melalui Kanit Laka Aiptu K Napitupulu membenarkan kejadian lakalantas tersebut. Korban meninggal di lokasi langsung di evakuasi ke rumah sakit, sedangkan supir dan kedua kendaraan sepeda motor korban dan truk diamankan ke Unit Laka Polres Tebingtinggi.

“Benar, tadi pagi kejadian lakalantas tersebut. Petugas Polantas yang turun ke lokasi kejadian melakukan pengamanan dan mengatur arus lalu lintas yang sempat mayat,” jelasnya. Sedangkan pengemudi Mobil Mitsubishi truk trailer BK 8585 GM, Saiman Nasution (41) warga Jalan Yos Sudarso Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan, tidak mengalami luka dan menjalani pemeriksaan.

Dijelaskan Aiptu K Napitupulu sebelum terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut, pengemudi sepeda motor datang dari arah Kisaran menuju Tebingtinggi dengan kecepatan tidak hati hati. “Bagian roda depan sepeda motor Honda Supra X BK 2122 MAK berbenturan dengan bagian tengah dari Mobil Mitsubishi truk trailer, akibat kejadian tersebut pengendara sepeda motor meninggal dunia di TKP,” jelasnya. (ian/han)

Toko Bintang Terang di Lubukpakam Terbakar

PADAMKAN: Petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman terhadap Toko Bintang yang dilahap api. solideo/sumut pos
PADAMKAN: Petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman terhadap Toko Bintang yang dilahap api.
solideo/sumut pos
PADAMKAN: Petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman terhadap Toko Bintang yang dilahap api. solideo/sumut pos

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Toko Bintang Terang yang terletak di Jalan Dr Cipto Lubukpakam dilahap api, Kamis (9/1) sekira pukul 19.15 WIB. Tak ada korban jiwa pada peristiwa itu, namun ratusan warga sempat heboh.

Pantauan di lokasi, petugas pemadam kebakaran menurun 3 unit mobil pemadam.ruko tersebut. Saat ini 3 unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Deliserdang sedang melakukan pemadaman di toko penjual bahan-bahan kelontong tersebut.

Informasi yang dihimpun dari warga, awalnya asap terlihat keluar dari lantai atas. Warga kemudian melaporkan peristiwa itu ke pihak pemadam kebakaran.

Petugas Polsek Lubukpakam tiba di lokasi bersama mobil Damkar. Tak lama kemudian. petugas langsung memecahkan kaca ruko lalu menyemprotkan air.

Belum diketahui penyebab pemicu kebakaran, namun petugas Damkar terlihat kesulitan karena ruko tersebut terlihat terkunci.

Asap kemudian terlihat makin mengepul dari Toko Bintang Terang yang berdempetan ruko lainnya.

Petugas Damkar berusaha mencegah api merembet ke bangunan lain yang persis bersebelahan dengan Pasar Delimas Lubukpakam.

Sementara itu, pihak PLN langsung mematikan aliran listrik di kawasan lokasi. Hingga berita ini diterbitkan, api belum berhasil dipadamkan.

Asap terus berkobar, sedangkan 3 unit mobil Damkar sudah kehabisan air dan sedang melakukan pengisian ulang. Belum diperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang terkait peristiwa itu. (btr/han)

Tim Evaluasi KKBPK-Kesehatan kunjungi Binjai, Idaham: Masyarakat Ikuti Program KB Meningkat

PEMAPARAN: Tim Evaluasi KKBPK Provsu menerima pemaparan dari PKK kota Binjai. teddy/sumu tpos
PEMAPARAN: Tim Evaluasi KKBPK Provsu menerima pemaparan dari PKK kota Binjai. teddy/sumu tpos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, HM Idaham didampingi Ketua TP PKK kota Binjai Ny Lisa Andriani, menyambut kunjungan Tim Evaluasi Pelaksanaan Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tingkat provinsi di Lingkungan V, Kelurahan Limau Sundari, Binjai Barat, Rabu (8/1).

Mengawali kunjungan, tim evaluasi yang diketuai Wakil Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi Sumut, Ny Tedja Syarifuddin bersama dengan Kabid Adpin Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut Rabiatun Adawiyah serta Meidriani Ayu Siregar perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut melakukan peninjauan ke Posyandu Mawar II.

Idaham mengatakan, dengan evaluasi ini dapat mengetahui sejauh mana upaya-upaya yang telah dilaksanakan untuk keberhasilan pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana dan kesehatan di kota Binjai.

Idaham menjelaskan, dibidang kependudukan dan keluarga berencana tahun 2019, pencapaian peserta KB baru sebanyak 4.934 atau 89,42 persen dari target sebanyak 5.518 akseptor, demikian juga dengan jumlah peserta KB aktif berjumlah 31.555 atau 72,89 persen dari pasangan usia subur sebanyak 43.292 pasangan.

“Dari data tersebut menunjukkan minat masyarakat kota Binjai pada program KB terus mengalami peningkatan dan kami akan terus berupaya hal ini dapat terus meningkat di masa-masa yang akan datang”, ujar Idaham

Wakil Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi Sumut Ny Tedja Syarifuddin menjelaskan, kesatuan gerak PKK – KKBPK- Kesehatan merupakan satu kegiatan untuk memicu dan memacu pencapaian-pencapaian daripada pembinaan-pembinaan yang dilaksanakan dalam 1 tahun ini.

Ny Tejda Syarifuddin juga menambahkan dalam kegiatan tersebut akan dilaksanakan 4 lomba, di antaranya Lomba KKBPK-Kesehatan, lomba Posyandu, lomba PHBS, dan lomba LBS. “Kota Binjai ini luar biasa, karna dari 4 lomba yang dilaksanakan itu kota Binjai masuk nominasi dari semua lomba,” jelas Tedja

“Seperti yang kita ketahui, kota Binjai ini sudah sering mendapatkan prestasi yang membanggakan seperti juara PHBS tingkat provinsi dan juga diikut sertakan di tingkat nasional, juara 1 Posyandu tingkat nasional dan banyak lagi. Semoga melalui kelurahan Limau Sundai ini kota Binjai dapat kembali menorehkan prestasinya,” tandasnya. (ted/han)

Kapolresta Deliserdang Gandeng Tokoh Lintas Agama dan Masyarakat

DIABADIKAN: Kapolres Deliserdang AKBP Yemi Mandaqi diabadikan bersama para toko agama dan masyarakat di aula tribrata, Polresta Deliserdang, Kamis (9/1). ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

Kordinasi Kamtibmas dan Menjaga Kebhinekaan

DIABADIKAN: Kapolres Deliserdang AKBP Yemi Mandaqi diabadikan bersama  para toko agama dan masyarakat  di aula tribrata, Polresta Deliserdang, Kamis (9/1).
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
DIABADIKAN: Kapolres Deliserdang AKBP Yemi Mandaqi diabadikan bersama para toko agama dan masyarakat di aula tribrata, Polresta Deliserdang, Kamis (9/1). ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kapolresta Deliserdang, Kombes Yemi Mandagi SIk bersama Wakapolresta AKBP Julianto P Sirait mengadakan tatap muka dengan tokoh lintas agama di aula tribrata, Kamis (9/1).

Tatap muka ini untuk mencegah gangguan kemanan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan silaturahmi tersebut, sekaligus untuk memperkenalkan diri sebagai Kapolresta Deliserdang yang baru, serta menjalin hubungan keakraban dan kekerabatan antara ulama.

Selain itu juga, untuk menjalin komunikasi dan sinergitas kepada tokoh agama maupun tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Deliserdang, untuk ikut serta membantu memberikan solusi permasalahan yang timbul di wilayah Hukum Polresta Deliserdang.

Kapolresta Deliserdang, Kombes Pol Yemi Mandagi SIk mengharapkan kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat untuk bersama-sama Polri bekerjasama menangkal peredaran narkoba di wilayah masing-masing.

“Karena narkobah sudah meresahkan serta memberantas peredaran Judi Togel karena judi menyengsarakan masyarakat dan menimbulkan masalah sosial,”kata Yemi Mandagi.

Tidak hanya itu, perwira menengah berpangkat tiga melati emas di pundaknya itu juga meminta agar senantiasa memelihara Kebhinekaan, karena kita adalah Negara kesatuan yang terdiri dari bermacam suku, agama dan ras dan juga dapat menjaga dan mengatisipasi terorisme di wilayah masing-masing karena terorisme bisa datang dari golongan mana saja.

Suasana pertemuan yang penuh keakraban, saat beerapa tokoh agama dan masyarakat memberikan masukan positif untuk memberantas peredaran narkoba di Deliserdang. (btr/han)

Aset Deliserdang Terjual Rp468 Juta

Ilustrasi
Ilustrasi

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 44 unit kendaraan dinas (randis) yang menjadi aset Pemkab Deliserdang sukses terjual dengan nilai Rp468.999.999. Nilai tersebut sangat jauh dari penawaran dasar yang dibuka oleh Pemkab senilai Rp292.841.590.

Adapun yang menjadi pemenang adalah Rudi Ginting, tercatat sebagai warga Pantai Timur Nomor 45 Lingkungan IU, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Medan yang berani menawar paling tinggi. Tawaran masuk hanya beberapa menit sebelum batas waktu penawaran berakhir, yakni sekira pukul 10.43 WIB, karena batasnya sampai pukul 11.00 WIB.

Saat dihubungi, Rudi Ginting mengaku sudah mengetahui kalau dirinyalah yang menjadi pemenang lelang. Ia menyebut bukan baru kali ini ikut lelang, melainkan sudah sering ikut dan saat ini sedang ikuti di Kabupaten Karo. Ia pun menyebut siap untuk kembali menjual unit kendaraan satu persatu.

“Saya memang sering ikut lelang kendaraan dinas, handphone ikut juga. Lelang itu sudah aktivitas kita, kalau ada yang mau beli akan saya jual dan tentu bisa nego,” kata Rudi, Kamis (9/1).

Tawaran Rudi Ginting jauh dari harga yang menawar di bawahnya. Atas nama M Rizal Lubis hanya berani menawar Rp415 jutaan, Risky Kurniawan Rp412 jutaan, Budianto Rp402 jutaan, dan Rahmi Khairani Nasution berani di angka Rp325 jutaan. Pelaksanaan lelang yang dilakukan Pemkab ini dilaksanakan melalui perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Medan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Deliserdang, Agus Ginting menyebut cukup puas karena lelang yang ketiga ini bisa sukses dilakukan. Hal itu lantaran pada saat lelang pertama dan kedua dan harga masih Rp 1.068 miliar dan Rp 758 jutaan untuk 47 unit kendaraan (tambah 3 Inova yang kemudian tidak jadi dilelang) tidak ada peminatnya.

“Kemarin setiap peserta ada memberikan uang jaminan Rp 60 juta, bagi yang kalah akan kita kembalikan. Saya tidak tahu itu siapa yang menang. Sukses lah lelang yang ini dan ini merupakan lelang pertama yang dilakukan Pemkab Deliserdang,” kata Agus Ginting.(btr/han)

Pembangunan Tol Dalam Kota Belum Pasti

MACET: Kemacetan terjadi di lintasan fly over Amplas. Kini pemerintah akan membangun Tol dalam kota untuk mengatasi kemacetan. Ratusan kenderaan terjebak kemacetan di pintu keluar tol Amplas Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (22/2). Kemacetan terjadi karena ada pembetonan ruas jalan menuju simpang jalan Marendal. Triadi Wibowo/Sumut Pos
MACET: Kemacetan terjadi di lintasan fly over Amplas. Kini pemerintah akan membangun Tol dalam kota untuk mengatasi kemacetan.
Triadi Wibowo/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana pembangunan proyek jalan tol dalam kota di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang masih berjalan ditempat. Belum diketahui pasti kapan jalan tol yang boleh dilintasi oleh sepeda motor tersebut mulai dibangun.

Padahal pemerintah provinsi Sumatera Utara sebagai pencetus proyek tersebut berkali-kali menyebutkan bahwa infrastruktur tersebut akan menjadi solusi aktif dalam mengurai tingkat kemacetan di Kota Medan dan sekitarnya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Medan, Irwan Ritonga mengatakan hingga saat ini belum diketahui pasti kapan proses pembangunan jalan tol dalam Kota itu akan dilaksanakan.

“(Pembangunannya) belum tahu kapan. Selasa (7/1) kemarin kita baru saja rapat dengan pak Gubernur, terkait soal jalan tol dalam kota itu,” ucap Irwan kepada Sumut Pos, Kamis (9/1).

Disebutkan Irwan, wacana proyek pembangunan jalan tol dalam kota masih sebatas gambaran visualisasi proyek dan penjelasan sejumlah titik koridornya. Sehingga nantinya, masih akan dipelajari lebih detail terkait wilayah-wilayah yang akan terkena proyek pembangunannya.

“Makanya kami akan segera berkoordinasi dengan Bappeda Provinsi (Sumut) untuk mengetahui lebih detail sejauh mana proyek itu berjalan saat ini, karena kemarin masih sebatas visualisasi,” sebutnya.

Begitu juga soal peranan Pemko Medan nantinya dalam perencanaan pembangunan jalan tol yang akan dibangun dalam 3 sesi ini, Irwan mengaku belum mengetahui pasti sejauh mana nantinya peranan Pemko Medan dalam pelaksanaanya.

“Itu juga nanti akan kita tanyakan ke Bappeda provinsi secara detail, untuk peran Pemko Medan sendiri akan sejauh apa, karena hingga saat ini kita memang belum tahu apa tugas dan peranan Pemko Medan dalam pembangunannya,” ujarnya.

Ditanya mengenai soal pembebasan lahan warga yang akan terkena dampak pembangunan jalan tol dalam kota. Dikatakan Irwan, hal itu baru akan dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) bila keseluruhan studi pembangunan sudah rampung.

“Kalau nanti studi pembangunannya sudah rampung, baru nanti akan terlihat jelas mana-mana saja wilayah yang akan terkena proyek pembangunan dan harus diganti rugi. Mungkin setelah itu akan masuk ke dalam tahap pendataan oleh BPN,” katanya.

Namun, kata Irwan, BPN hanya bertugas untuk mendata dan memverifikasi surat-surat kepemilikan secara administrasi, bukan untuk membayar atau membiayai ganti rugi dari lahan yang dimaksud.

“Yang membayar ganti rugi nantinya ya tetap pemerintah setempat, kalau lahan yang terkena di Medan ya akan dibayarkan oleh Pemko Medan, begitu juga dengan wilayah pemerintah lainnya. Itu sebabnya butuh kajian lagi, cukup atau tidak APBD Kota Medan untuk membayar ganti rugi itu. Atau bisa juga nantinya ada bantuan dari pemerintah provinsi atau pemerintah pusat dalam membayar biayanya,” tandasnya.

Senada dengan Irwan Ritonga, kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya juga belum mengetahui pasti sudah sejauh mana progres atau tahapan rencana pembangunan jalan tol dalam kota tersebut.

“Kita juga belum tahu pasti, yang saya tahu studi dari Provinsi terkait jalan tol dalam kota itu memang belum selesai. Untuk lebih detailnya mungkin nanti bisa ditanyakan langsung ke Kadis Bina Marga Provinsi (Sumut),” pungkasnya.

Seperti diketahui, Tol dalam kota akan dibangun sepanjang 30.97 Km. Jalan tol akan memakan rute Helvetia-Amplas dan pembangunan akan memakan dana hingga Rp7 triliun. Totalnya ada tiga seksi yang akan dibangun, seksi I Helvetia-Titikuning sepanjang 14.28 km, seksi II Titikuning-Pulobrayan sepanjang 12.44 km dan seksi III Titikuning-Amplas sepanjang 4.25 km.(map/azw)