25 C
Medan
Monday, February 2, 2026
Home Blog Page 4626

Krisis Air Bersih, Warga Humbahas Beralih ke Sumur Bor

Foto: Surya/Sumut Pos Warga menyaksikan tempat kejadian perkara (TKP) Sijay di Sergai.
Ilustrasi
Ilustrasi

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Masyarakat di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) mengaku resah, karena pasokan air bersih sudah setahun tidak mengalir. Alhasil, masyarakat beralih menggunakan sumur bor.

Keresahan itu disampaikan Charles Siambaton, warga Jalan RSU dan Jalan Karya, Kelurahaan Pasar Dolok Sanggul, Kecamatan Dolok Sanggul, Rabu (8/1).

Charles mengatakan, sudah setahun air bersih yang dikelola oleh pemerintah setempat tidak mengalir ke rumah penduduk.

“Kadang hidup seminggu, seterusnya tidak hidup. Kalaupun hidup, airnya sangat kecil, tidak sampai ke dalam rumah,” keluh Charles.

Meski sudah setahun dikeluhkan, pemerintah memang merespon, namun hanya sebatas memperbaiki.

Itupun, lanjut dia, setelah diperbaiki, air yang masuk ke rumah bukannya bersih, melainkan keruh berwarna coklat.

Menurut dia, akibat dari kondisi tersebut, masyarakat sekitar pun terpaksa merogoh uang sebesar Rp2 juta untuk beralih ke pemakaian air sumur bor.

“Daripada beli air galon tiap hari sampai habis Rp10 ribu hingga Rp 20 ribu, terpaksa masyarakat beralih ke sumur bor,” katanya.

Selama ini, akibat kejadian itu, masyarakat sebelumnya mendapatkan pasokan air bersih dari air galon. Tiap hari, masyarakat harus merogoh uangnya Rp10 ribu hingga Rp 20 ribu.

Air galon yang dibeli, mereka gunakan untuk memasak dan air minum. “ Terpaksa dari pada kita menggunakan air yang keruh,” katanya.

Disinggung pernah disampaikan lagi ke pemerintah, Charles malah menyesalkan sikap Kepala UPT PAM Liston Silalahi.

Charles yang ingin menyampaikan keluhan itu, Liston sebagai Kepala UPT PAM terkesan tidak dalam menjawab keluhan warga.

“ Saya harap, Bupati dapat mencopot Kepala UPT PAM, karen jawabanya tidak merakyat,” tandasnya.

Sementara, Kepala UPT PAM Humbang Hasundutan, Liston Silalahi membantah air di daerah itu mengalami krisis.

Dia mengaku baru bulan Desember tahun 2018 lalu, air tidak mengalir. “Belum setahun, bulan 12 tidak berjalan, jadi gimana mau kita bilang,” kata dia saat dihubungi.

Liston menjelaskan, persoalan air bersih di daerah itu, memang selalu menjadi permasalahaan. Dan itu sudah sering diperbaiki ketika ada keluhan masyarakat.

Menurut dia , permasalahaan itu dikarenakan pipa yang menyambungkan sumber airnya terletak di daerah Hutajulu Kecamatan Pollung, kerap pecah.

Bahkan, untuk mengalir ke daerah Jalan RSU dan Jalan Karya, tidak langsung cepat, namun berproses lama sampai satu hari baru mengalir ke rumah penduduk. “ Bayangkan dari Hutajulu ke Hutaraja sampai setengah hari, ke kota sudah satu hari,” jelasnya.

Ironisnya, setelah mengalir sampai satu hari, sambung dia, pipa yang sambungan dari sumber air di Hutajulu, malah pecah. “ Tak sampai satu hari, pipa sudah pecah,” kata dia.

Disinggung kenapa bisa terjadi, Liston mengaku tidak tahu. Ia tidak menuding bukan karena ulah masyarakat, namun beralasan faktor hujan.

Yang kemudian, tingginya desakan air yang mengalir ke rumah penduduk lainnya, selain terkhusus ke rumah pendudukan Jalan Karya dan Jalan RSU yang mengalami kekrisisan.

“Air naik hingga pipa dapat pecah,” katanya.

Menurut Liston, ketinggian dari sumber air memang mencapai 100 meter ke rumah penduduk. Dia tak dapat membayangkan, dari kota Dolok Sanggul ke sumber mata air mencapai 20 kilo.

Disinggung kenapa ketika diperbaiki, air bersih menjadi bercoklat-coklatan, Liston menjelaskan berpengaruh dari lumpuran kebukitan akibat hujan.

“Sumber air inikan dari keterbukaan, yaitu sungai, jadi bisa saja karena hujan, lumpur itu berjatuhan,” katanya.

Untuk itu, kata dia, dari persoalan itu pihaknya akan mengalihkan pipa air dari kedua jalan tersebut ke tempat lain yang masih sama sumber mata airnya dari Hutajulu.

Dan diapun tidak menampik, sebagian masyarakat disekitaran itu beralih untuk mendapatkan sumber air bersih ke sumir bor, akibat kejadian tersebut.

“Hanya itu saja yang bisa mengatasinya, kita akan alihkan pipa ini dalam waktu dekat,” katanya.(des/han)

Rakor Polres Sergai, AKBP Robin: Tegakkan Hukum yang Berkeadilan

BERI SALAM: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, MH usai gelar rakor bersama personel sejajaran, Senin (6/1). surya/sumut pos
BERI SALAM: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, MH usai gelar rakor bersama personel sejajaran, Senin (6/1).
surya/sumut pos
BERI SALAM: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, MH usai gelar rakor bersama personel sejajaran, Senin (6/1). surya/sumut pos

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Guna meningkatkan situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Serdangbedagai (Sergai). Kapolres AKBP Robin Simatupang SH, MHum menggelar Rapat kordinasi (Rakor) bersama seluruh jajaran personel Polres Sergai, di Aula Patriatama Polres Sergai, Senin (6/1).

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang mengatakan, personel harus satukan persepsi dan tujuan dari struktur organisasi job discription sesuai tugas fungsi dan tujuan fungsinya.

Dikatakan Robin, program ini sesuai dengan penjabaran dari program Kapolda Sumut Irjend (Pol) Martuani Sormin, “KITA BISA dengan dasarnya Tri Brata, yaitu Peningkatan Kinerja, Perubahan Kultur, Managemen Media,”katanya.

Tentunya, dalam peningkatan kinerja dalam fungsi reserse seperti penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.

Seperti Harkamtibmas, mencegah konflik sosial antara lain, masalah tanah, masalah radikalisme, masalah intoleransi, masalah hoax,” bilang AKBP Robin yang pernah menjabat Kapolres Batubara ini.

AKBP Robin menegaskan kepada setiap anggota jangan bermain dengan narkoba. Apabila terbukti ada anggota yang positif pengguna narkoba, para Kapolsek harus siap dicopot.

“Selain itu, tindak tegas anggota yang bermasalah dengan narkoba, jangan ada yang terlibat narkoba anggota Polres Sergai,” tegasnya.

Menurutnya, fungsi reserse apabila berhasil jika didaerahnya bebas begal, pencurian dan bersih dari kejahatan. “Reserse jangan tidur di bawah jam 12. Jika ada tindak pidana di wilkumnya harus cepat diungkap,”tutur Robin.

AKBP Robin mengimbau kepada seluruh personel jika menangani suatu kasus tidak koruptif, begitu juga menangani perkara agar tidak arogansi.

“Setiap Polsek harus punya 2 target judi dan narkoba, sedangkan untuk tingkat Polres harus ada 5 target judi dan narkoba. Apabila ada begal dan pencurian harus terungkap paling lama 10 hari,”imbaunya.

Selain itu, AKBP Robin meminta kepada para Kasat dan Kapolsek, maupun Kanit beserta anggota sejajaran Polres Sergai tidak menerima uang dari para pelaku tindak pidana.

“Kita jangan jugul, harus buang sifat keras kepala. Reserse harus mengetahui jaringan tindak pidana,”pintanya. (sur/han)

Pemkab Deliserdang Miliki Aset Rp9,3 Triliun

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Deliserdang, Drs Agus MSi mengatakan, Pemkab Deliserdang memiliki aset senilai Rp9,3 triliun. Terdiri dari aset tetap tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangungan, jalan, irigasi dan jaringan, aset tetap lainnya dan kontruksi dalam pengerjaan.

Disebutkan, total tanah milik Pemkab Deliserdang sebanyak 968 persil. Terdiri dari yang bersertifikat 425 persil, yang belum bersertifikat 319 persil dan bangunan di atas lahan perkebunan 213 persil.

“Pelayanan pembuatan sertifikat tanah milik Pemkab Deliserdang di Kantor BPN Deliserdang sudah semakin baik setiap tahunnya,”ungkap Agus bersama Kabid Aset BPKAD Deliserdang, Safruddin Lubis kepada, Rabu (8/1), di ruang kerjanya di Lubukpakam.

Dasarnya semakin baik kata Agus, terbukti tanah yang telah bersertifikat dari tahun 2016 sebanyak 391 persil. Pada tahun 2017 bertambah menjadi 409 persil, tahun 2018 bertambah sebanyak 419 persil dan pada tahun 2019 bertambah menjadi 425 persil.

Sementara Kepala BPN Deliserdang melalui Plt Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan, Marangkup Manulang mengaku saat ini tidak ada lagi tunggakan permohonan aset dari Pemkab Deliserdang. “Tidak ada tunggakan di BPN Deliserdang dari yang dimohonkan Pemkab,” akunya.(btr/han)

Wabup Ajak ASN Karo Tingkatkan Kinerja

OPEN HOUSE: Wabup Karo, Cory S. Sebayang menyampaikan sambutan pada acara open house Natal dan Tahun Baru 2020 di rumah dinas, Selasa (8/1). solideo/sumut pos
OPEN HOUSE: Wabup Karo, Cory S. Sebayang menyampaikan sambutan pada acara open house Natal dan Tahun Baru 2020 di rumah dinas, Selasa (8/1).
solideo/sumut pos
OPEN HOUSE: Wabup Karo, Cory S. Sebayang menyampaikan sambutan pada acara open house Natal dan Tahun Baru 2020 di rumah dinas, Selasa (8/1). solideo/sumut pos

KARO, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Karo, Cory S Sebayang menggelar Open House Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020 bersama Forkopimda di Rumah Dinas Wakil Bupati Karo, Jalan Veteran Kabanjahe, Selasa (7/1) pagi.

“Saya sangat terharu atas kehadiran para tamu undangan, yang sungguh luar biasa tahun ini, saya tidak menyangka semua dari berbagi kalangan hadir di open house ini,” ucapnya dalam sambutannya.

Lanjutnya lagi bahwa, di tahun 2019 banyak yang kita alami baik suka maupun duka sebaiknya kita tinggalkan, dan mari kita buka lembaran baru di tahun 2020 ini. Di sini sedikit saya sampaikan kalau Pemda Karo banyak kemajuan yang kita capai khususnya dibidang pembangunan, penghargaan dari tingkat nasional, untuk itu mari bersinergi antara masyarakat dan pemerintah untuk bekerjasama demi kebaikan bumi turang lebih baik lagi.

“Kepada para ASN dan Forkopimda Karo saya minta untuk meningkatkan lagi kinerja di tahun 2020 ini,” ujar Cory. Sementara itu kegiatan ini di laksanakan dengan baik oleh David Trimei Sinulingga, Ketua dan Tamat Purba sebagai Sekretaris Panitia Perayaan Open House tersebut dengan mengangkat Tema “Menjalin dan Mempererat Hubungan Silaturrahmi Bersama Masyarakat Dengan Pemkab Karo dan Forkopimda. (deo/han)

DPRD Medan Puji Kebersihan Kota Binjai, Hasyim: Pengelolaan Sampahnya Perlu Dipelajari

BERSAMA: Ketua DPRD Medan, Hasyim (dua dari kanan) dan Ketua DPRD Binjai Noor Sri Syah Alam bersama kalangan legislatif Kota Binjai. Teddy/sumutpos
BERSAMA: Ketua DPRD Medan, Hasyim (dua dari kanan) dan Ketua DPRD Binjai Noor Sri Syah Alam bersama  kalangan legislatif Kota Binjai.
Teddy/sumutpos
BERSAMA: Ketua DPRD Medan, Hasyim (dua dari kanan) dan Ketua DPRD Binjai Noor Sri Syah Alam bersama kalangan legislatif Kota Binjai. Teddy/sumutpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kebersihan Kota Binjai mendapat pujian dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Medan. Pernyataan ini disampaikan Ketua DPRD Medan, Hasyim saat berkunjung ke DPRD Kota Binjai di Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Nangka, Binjai Utara, kemarin (7/1).

Kedatangan Hasyim diterima Ketua DPRD Binjai, Noor Sri Syah Alam Putra didampingi Sekretaris Fraksi PAN, Ardiansyah Putra dan kalangan legislatif lainnya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)Kota Medan ini sangat memuji kebersihan Kota Binjai.

Selain bersih, Hasyim melihat bahwa pengelolaan sampah di Binjai termasuk bagus dan layak untuk dipelajari dan diterapkan. Karenanya, Hasyim datang ke Kota Rambutan untuk mempelajari Penanganan Peraturan Daerah (Perda) Kota Binjai tentang pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik.

“Kita ingin pelajari bagaimana penerapan pengelolaan sampah. Nanti akan kami studi bandingkan dengan penerapan pengelolaan sampah di Medan,” kata Hasyim.

Ia menambahkan, saat ini Pemko Medan termasuk DPRD sedang giat-giatnya untuk membersihkan Medan dari sampah. Apalagi saat ini, katanya, kondisi di Medan khususnya drainasenya banyak sampah plastik.

“Saat ini, Medan sedang menggalakkan agar masyarakat tidak lagi menggunakan plastik dan botol – botol plastik. Untuk mencegah penumpukan sampah plastik,” ujarnya.

Dia menambahkan, Muspida akan melakukan sosialisasi tentang sampah kepada masyarakat di Medan, dalam waktu dekat. “Kita akan sampaikan apa dampak negatif penggunaan sampah plastik kepada masyarakat, agar masyarakat bisa mengerti,” serunya.

“Kita apresiasi. Sambutan Ketua DPRD dan anggota DPRD Binjai sangat bagus,” sambung pria berkulit putih tersebut.

Sementara, Ketua DPRD Binjai, Noor Sri Syah Alam Putra mengucapkan terima kasihnya kepada Ketua DPRD Medan atas kunjungan dan studi banding ke Binjai. Dalam perbincangan mereka, politisi Golkar ini mengatakan, banyak hal yang mereka diskusikan.

Mulai dari besaran anggaran serta sistem penggunaan anggaran hingga bagaimana mengelola sampah. Sekretaris DPD Partai Golkar Binjai ini berharap, agar Pemko Medan dapat menyelesaikan persoalan sampah usai kunjungan yang dilakukan pimpinan DPRD mereka.

“Kita bahas tentang payung hukum agar penggunaan anggaran khususnya pengelolaan sampah tidak melanggar aturan,” tukasnya. (ted/han)

DWP Ikut Semarakkan HUT ke-270 Langkat

ARAHAN: Ketua DWP Langkat, nyonya Indra Salahudin saat memberikan arahan kepada anggota DWP se Kabupaten Langkat, Rabu (8/1). ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
ARAHAN: Ketua DWP Langkat, nyonya Indra Salahudin saat memberikan arahan kepada anggota DWP se Kabupaten Langkat, Rabu (8/1).
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
ARAHAN: Ketua DWP Langkat, nyonya Indra Salahudin saat memberikan arahan kepada anggota DWP se Kabupaten Langkat, Rabu (8/1). ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Langkat, Nyonya Indra Salahudin mengimbau agar seluruh anggota DWP ikut serta menyukseskan semarak gebyar HUT ke-270 Langkat pada 17 Januari mendatang.

Hal itu disampaikan pada pertemuan rutin bulananan di hadapan seluruh pengurus DWP tingkat dinas, badan, kantor dan kecamatan se-Langkat, di Ruang Pola Bawah Kantor Bupati Langkat, Rabu (8/1). Dikatakannya, agar seluruh pengurus DWP baik di tingkat Kabupaten maupun di tingkat Kecamatan, agar ikut berperan serta dalam mempersiapkan segala sesuatunya.

“Diharapkan kita mengambil bagian dalam kegiatan ini, jadi jangan sampai ada satu pun kegiatan yang tidak tidak kita ikuti, semua anggota DWP termasuk pengurus harus terlibat”tegasnya.

Pasalnya, kata Ny Indra, peringatan hari jadi Langkat, merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan kesempatan kepada semuanya untuk bersama membangun negri ini.

“Ayo semua membantu pelaksanaanya, sehingga semua acara dapat berjalan seperti yang diharapkan,”tandasnya.

Ny Indra Salahudin, juga memotivasi para pengurus dan anggota DWP Langkat, agar ke depannya lebih semangat dalam menjalankan setiap program DWP, yang tujuannya untuk ikut serta mewujudkan visi misi Pemkab Langkat, yakni untuk lebih makmur dan sejahtera masyarakat Langkat.

“Mari kita jadikan momentum hari jadi Langkat tahun ini, untuk penyemangat dalam memaksimalkan program yang telah kita agendakan, guna mewujudkan pembangunan di Kabupaten Langkat ini. Salah satunya degan terus melibatkan diri secara maksimal sesuai dengan potensinya,”tegasnya. (yas/han)

Deliserdang Siaga Bencana Alam

SIAGA BENCANA: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan bersama forkompimda mengecek kelengkapan peralatan yang digunakan untuk menanggulangi dampak bencana apabila terjadi di Kabupaten Deliserdang, Rabu (8/1).
SIAGA BENCANA: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan bersama forkompimda mengecek kelengkapan peralatan yang digunakan untuk menanggulangi dampak bencana apabila terjadi di Kabupaten Deliserdang, Rabu (8/1).
SIAGA BENCANA: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan bersama forkompimda mengecek kelengkapan peralatan yang digunakan untuk menanggulangi dampak bencana apabila terjadi di Kabupaten Deliserdang, Rabu (8/1).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Untuk meminimalisir dampak bencana alam, Kapolresta Deliserdang Kombes Yemi Mandagi SIK dan forkompimda melaksanakan apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang digelar di lapangan Alun-alun Pemkab Deliserdang, Rabu (8/1) sekira pukul 10.00 WIB.

Hadir dalam kegiatan itu Bupati Deliserdang, H. Ashari Tambunan, Wakil Bupati H.M. Ali Yusuf Siregar, Sekda Deliserdang, Darwin Zein, SSos, Dandim 0204 DS, Letkol Kav Syamsul Arifin, SE MTr han, mewakili DanBrigif 7/RR, Kasbrig Letkol Inv Andrien Siregar, SIP M.Han, Danyon 121 MK, Letkol Inf. Joko Saputro, mewakili Kejari Deliserdang, Daniel Sinaga, PN Lubuk Pakam, OPD Kabupaten Deliserdang, Kapolsek jajaran Polresta Deliserdang, Resquer Mahir Basarnas Medan, Adi Pandawa, Camat se-Kabupaten Deliserdang beserta (10 Kepala Desa tiap Kecamatan), tamu dan undangan sebanyak 600 orang

Bupati Deliserdang dalam amanatnya menyebutkan, berdasarkan undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dinyatakan, bahwa wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki kondisi geografis geologis hidrologis dan demografis yang berpotensi menimbulkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun manusia, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lainnya.

Dikatakan Ashari, kesiapsiagaan dalam mengantisipasi setiap bencana sangatlah diperlukan, tidak boleh lengah sekalipun saat ini wilayah Deliserdang berada dalam kondisi yang aman. “Yang lebih penting dari itu, bagaimana upaya kita bersama untuk dapat meminimalisir dampak yang mungkin terjadi akibat bencana alam atau yang biasa disebut dengan mitigasi bencana. Tnggap bencana bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah, TNI, Polri, tim SAR maupun instansi terkait semata, akan tetapi merupakan panggilan kemanusiaan dan menjadi tanggung jawab kita bersama,”terang Ashari.

Oleh karena itu, lanjut Ashari, apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang digelar ini tujuannya disamping sebagai wujud manifestasi atau meningkatkan koordinasi integrasi kesiapsiagaan dan sinkronisasi bersama dalam menghadapi serta menanggulangi setiap bencana yang mungkin terjadi.

“Hal ini juga meningkatkan kekompakan antar instansi untuk senantiasi bekerja sama dalam menangani bencana. Mengecek siapsiagaan anggota Tanggap Bencana dan mengecek peralatan keselamatan,” sebutnya

Selain menghadiri apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam, Kapolresta Deliserdang AKBP Yemi Mandagi SIk juga bersilaturahmi dengan Dan Sub Denpom Lubuk Pakam, Kapten CPM Purba Siregar. Silaturahmi dilakukan dalam rangka meningkatkan Sinergitas TNI-PORI, disela sela kesibukan kesibukan tugas sehari-harinya. (btr/han)

Barcelona vs Atletico, Tak Mudah

TUMPUAN: Lionel Messi kembali menjadi tumpuan Barcelona di semifinal Supercopa Spanyol, Jumat (10/1) dini hari.
TUMPUAN: Lionel Messi kembali menjadi tumpuan Barcelona di semifinal Supercopa Spanyol, Jumat (10/1) dini hari.
TUMPUAN: Lionel Messi kembali menjadi tumpuan Barcelona di semifinal Supercopa Spanyol, Jumat (10/1) dini hari.

JEDDAH, SUMUTPOS.CO – Semifinal kedua Supercopa de Espana 2019/2020, bakal mempertemukan Barcelona dan Atletico Madrid, Jumat (10/1) dini hari WIB Pertandingan ini akan digelar di King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi. Akankah tersaji El Clasico di final nanti?

Supercopa edisi ke-36 ini menggunakan format anyar, dengan 4 tim. Ada 2 semifinal, yang mempertemukan Valencia kontra Madrid, dan Barcelona versus Atletico. Pemenangnya akan bertemu di final pada 13 Januari.

Valencia adalah juara Copa del Rey 2018/2019, sedangkan Madrid adalah peringkat 3 LaLiga 2018/2019. Barcelona datang mengusung status juara LaLiga 2018/2019 dan runner-up Copa del Rey 2018/2019, sementara Atletico merupakan runner-up LaLiga 2018/2019.

Semifinal Valencia bentrok Madrid, digelar 24 jam sebelum semifinal Barca lawan Atletico. Jika Madrid dan Barcelona sama-sama menang, maka akan tersaji El Clasico di Arab Saudi.

Barcelona dan Atletico sudah bertemu di La Liga musim ini, yakni pada pekan ke-15. Laga di markas Atletico itu, dimenangi Barcelona dengan skor 1-0, melalui gol tunggal Lionel Messi menit 86.

Kali ini, Griezmann bisa kembali berhadapan dengan mantan klubnya. Jika Pelatih Ernesto Valverde memutuskan untuk turun dengan komposisi terbaik, minus Kiper Marc-Andre ter Stegen yang cedera, maka Griezman bakal bekerja sama dengan Messi dan Luis Suarez di lini serang.

Barca bisa jadi sangat menginginkan kemenangan atas Atletico. Pasalnya, mereka cuma imbang 2-2 dalam derby melawan Espanyol di LaLiga akhir pekan lalu. Mereka gagal mengawali 2020 dengan baik. Itu bisa ditebus ketika melawan Atletico nanti.

Namun, itu tidak bakal mudah. Atletico sedang sangat bersemangat. Akhir pekan kemarin, Atletico menang 2-1 saat menjamu Levante, melalui gol-gol Felipe dan Angel Correa. Dengan hasil tersebut, berarti pasukan Diego Simeone ini, selalu menang dalam 4 laga terakhirnya di semua ajang.

Terakhir kali Barcelona dan Atletico berhadapan di ajang Supercopa adalah pada edisi 2013. Barca meraih hasil imbang 1-1 di kandang Atletico pada leg pertama, kemudian imbang 0-0 di Camp Nou pada leg kedua, dan keluar sebagai juara berkat keunggulan gol tandang.

Di skuad Barca, Dembele dan ter Stegen bakal absen karena cedera, serta Arthur masih diragukan bisa tampil. Sementara di skuad Atletico, Diego Costa dipastikan absen akibat cedera, serta Lemar dan Vrsaljko diragukan bisa tampil.

Seperti diketahui, Barca tak terkalahkan dalam 9 laga terakhirnya melawan Atletico di semua kompetisi. Dan selalu tercipta maksimal 2 gol dalam 5 pertemuan terakhir Barcelona dan Atletico di semua kompetisi.

Barca selalu clean sheet dalam 2 laga terakhirnya melawan Atletico di semua kompetisi. Dan mereka juga tak terkalahkan dalam 11 laga terakhirnya di semua ajang. Barcelona imbang 3 kali dalam 4 laga terakhirnya dan hanya sekali clean sheet dalam 6 laga terakhirnya di semua kompetisi.

Sementara Atletico selalu menang dalam 4 laga terakhirnya dan selalu mencetak 2 gol dalam 4 laga terakhirnya di semua kompetisi. Mereka juga 3 kali clean sheet dan cuma kebobolan 2 gol dalam 5 laga terakhirnya. (bln/saz)

PDIP Sumut: Percayakan kepada Ibu Mega

DUKUNG: Pengurus PAC PDIP se-Kota Medan menyatakan dukungannya kepada Akhyar Nasution menjadi calon Wali Kota Medan dari PDIP pada Pilkada serentak 2020, Selasa (7/1) lalu. pran/sumut pos

PAC se-Kota Medan Dukung Akhyar Jadi Calon Wali Kota

DUKUNG: Pengurus PAC PDIP se-Kota Medan menyatakan dukungannya kepada Akhyar Nasution menjadi calon Wali Kota Medan dari PDIP pada Pilkada serentak 2020, Selasa (7/1) lalu.
pran/sumut pos
DUKUNG: Pengurus PAC PDIP se-Kota Medan menyatakan dukungannya kepada Akhyar Nasution menjadi calon Wali Kota Medan dari PDIP pada Pilkada serentak 2020, Selasa (7/1) lalu. pran/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dukungan dari kader PDIP se-Kota Medan kepada Akhyar Nasution begitu kuat. Pengurus PAC PDIP se-Kota Medan menilai, status Akhyar sebagai kader tulen sangat pantas untuk diusung PDIP sebagai calon Wali Kota Medan pada Pilkada serentak 2020.

Namun begitu, DPD PDIP Sumut meminta kepada seluruh struktur partai untuk bersabar menunggu keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, siapa sosok yang akan direkomendasikan sebagai calon Wali Kota Medan nanti.

“Seluruh komponen, baik itu masyarakat maupun struktur internal partai agar bersabar menunggu putusan dari ibu ketua umum. Kita percayakan semua mekanisme kepada Ibu Ketua Umum. Beliau pasti memutuskan orang yang terbaik, dan memang bisa membangun suatu daerah dan juga termasuk membangun Kota Medan,” kata Sekretaris PDIP Sumut, Soetarto menjawab Sumut Pos, menyikapi deklarasi Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP se-Kota Medan yang sepakat mendukung Akhyar Nasution menjadi calon Wali Kota Medan periode 2020-2024, Rabu (8/1).

Imbauan ini menurutnya tidak hanya berlaku di jajaran struktur partai tingkat Kota Medan, melainkan juga 22 struktur partai lain di Sumut yang bakal menghadapi Pilkada serentak 2020. “Kami akan tegak lurus, apapun nanti yang akan diputuskan Ibu Megawati selaku ketua umum. Sekali lagi, kepada struktur partai, saya imbau untuk menyerahkan sepenuhnya dan percaya kepada keputusan ketua umum. Itu sikap kita,” katanya.

Pihaknya belum berani menyatakan akan memberi prioritas, apakah memilih kader partai atau nonkader, mengingat dua sosok yakni Akhyar Nasution dan Bobby Afif Nasution digadang-gadang sebagai calon kuat yang bakal diusung PDI-P nantinya. “Saya kira balon-balon yang mendaftar ke PDIP dan sudah mengikuti penjaringan maupun penyaringan, adalah tokoh-tokoh terbaik. Karenanya ke-14 tokoh itu seperti Bung Akhyar, Bung Bobby, Ihwan Ritonga, Bang Maruli, dan lain-lain biarkan mereka mengikuti mekanisme itu. Dan kita harus sabar menunggu putusan dari DPP,” katanya.

PDIP Sumut pun belum mengetahui perkiraan putusan DPP, apakah rekomendasi yang dikeluarkan nanti, hanya menyebut satu nama atau justru sudah ada paketan. “Kita tunggu ya. Meski kami bisa mengusung sendiri untuk Medan, tetapi kami tetap melakukan komunikasi ataupun koalisi dengan partai-partai lain. Jadi kami belum tahu skemanya seperti apa. Kita serahkan kepada ibu untuk itu,” katanya.

Mengenai mekanisme penjaringan, diakui Soetarto sekarang ini sedang dilakukan survey internal oleh DPP partai terhadap seluruh bacalon. Di mana sebelumnya ditahap penjaringan dan penyaringan sudah diakomodir pada struktur partai tingkat satu dan dua. Dia menyebut keseluruhan hasil tersebut sudah dilaporkan ke DPP sembari berharap dalam waktu tidak akan lama ini, sudah diketahui siapa yang akan diusung pihaknya.

“Tentu kami berharap selambat-lambatnya Maret sudah ada rekomendasi, sehingga mesin partai mulai bisa bergerak untuk menyosialisasikan tokoh yang kita usung kepada masyarakat,” katanya.

DPC PDIP Kota Medan pun memberikan tanggapan atas dukungan dari sejumlah PAC tersebut. “Dukungan dalam bentuk deklarasi itu sah-sah saja, toh negara inikan negara demokrasi,” ucap Sekretaris DPC PDIP Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Kamis (8/1).

Hal itu pun dianggap wajar oleh Robi, mengingat Akhyar yang memang merupakan kader murni PDIP sejak lama dan telah berpengalaman duduk di Pemerintahan Kota Medan. “Kita tidak bisa memungkiri bahwa memang Akhyar adalah kader murni PDIP, wajar saja kalau sejumlah kader PDIP di Kota Medan juga mendukungnya,” ujarnya.

Namun begitu, kata Robi, dukungan itu tidak bisa dijadikan sebuah sikap penolakan nyata kepada pencalonan Bobby Nasution. Sebab PDIP selalu terbuka dengan siapa pun, baik itu kader maupun non kader. “Kalau dibilang itu bentuk penolakan ya nggak juga, itu hanya bentuk sikap sebagian kader.

Berbeda pendapat itu kan bagian dari Demokrasi, jadi kalau ada penolakan yang datang dari perseorangan atau beberapa orang, maka itu tidak disimpulkan sebagai penolakan lembaga. Bisa saja di PAC atau DPC ada kader yang memilih sikap yang berbeda,” kata Robi.

Dijelaskan Robi, perbedaan itu tidak akan memecah belah internal PDIP, sebab PDIP sudah terbiasa dengan adanya perbedaan sikap. Sebab nantinya, keputusan tetap ada di tangan DPP dan setiap kader baik ditingkat pusat hingga kepengurusan daerah sekalipun wajib menjalankan keputusan yang telah ditetapkan oleh DPP.

Lantas, kapan DPP akan mengumumkan nama-nama yang akan diusung pada Pilkada serentak 2020? Robi mengatakan, belum mengetahui hal itu. Namun sebut Robi, kemungkinan besar hal itu akan dibahas dalam rapat kerja nasional (rakernas) PDIP yang akan dilaksanakan pada 10 Januari hingga 12 Januari 2020 mendatang. “Walaupun mungkin keputusannya bukan saat (rakernas) itu, tapi soal Pilkada sedikit banyaknya pasti akan dibahas,” pungkasnya.(prn/map)

Tersisa 5 Ribu Ekor Babi di Dairi

Peternak Diperkirakan Alami Kerugian Rp9,1 M

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Hingga akhir Desember 2019 lalu, jumlah ternak babi mati di Kabupaten Dairi sudah mencapai 13.000 ekor. Sedangkan ternak babi tersisa yang masih hidup, terdata hanya 5 ribu ekor.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan di Dinas Pertanian Kabupaten Dairi Jhon F Manurung mengatakan, saat ini hampir semua kecamatan di Dairi terserang virus african swine fever (ASF). Menurutnya, serangan virus ASF ini merebak di Dairi sejak pekan pertama September 2019. Berdasarkan data dari PPL di lapangan, kata Jhon, jumlah ternak babi mati sebanyak 13.000 ekor, sedangkan ternak babi yang terdata (melapor) masih hidup sebanyak 5.000 ekor.

“Jadi, estimasi kerugian peternak hingga saat ini, jika harga rata-rata perekor babi sebesar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu dikalikan 13 ribu ekora, maka total nilai kerugian materi berkisar Rp9,1 miliar,” ungkap Jhon kepada wartawan, Rabu (8/1).

Disebutnya, penyakit yang menyerang ternak babi di Sumatera Utara termasuk Dairi sudah resmi diumumkan Menteri Pertanian adalah virus ASF. “Untuk itu, peternak kita sarankan tidak pelihara babi dulu menunggu penyakit itu habis dari daerah ini. Hasil konsultasi dengan pemerintah pusat, mereka menyuruh kita untuk mendata peternak yang ternak mereka mati akibat virus itu dan janji akan ada bantuan dari pemerintah, tetapi harus bersih dulu serangan virus ASF,” bebernya.

Dia juga menjelaskan, virus ASF tidak menular kepada manusia. Untuk itu tidak perlu takut memakan daging babi yang sehat. “Jika sudah dimasak 70 derajat celcius saja, virus ASF sudah mati. Langkah yang kita lakukan, tetap mengedukasi peternak agar membersihkan kandang supaya virus tidak berkembang,” tandasnya.

Pemko Binjai Larangan Buang Bangkai Babi

Sementara, sebulan belakangan ini Kota Binjai mulai dihebohkan dengan temuan bangkai babi. Karenanya, Pemko Binjai mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang bangkai hewan kaki empat tersebut secara sembarang.

Di sejumlah titik pada daerah aliran sungai (DAS) dipasang imbauan tersebut. Pantauan wartawan, spanduk berisi imbauan itu dipasang di DAS Bingei, DAS Mencirim serta di beberapa titik di sekitar lokasi TPA yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai.

Selain mengimbau, Pemko Binjai juga memberi peringatan kalau tindakan buang bangkai babi sembarang tempat dapat dipidana. Dalam spanduk tertulis, diancam pidana Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan tulisan berwarna merah.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai, dr T Amri Fadli, langkah ini diambil oleh Pemko Binjai, karena oknum pelaku pembuangan bangkai babi sudah seakan tidak memiliki hati nurani. Diduga, oknum tersebut ingin menghemat anggaran ataupun tidak ingin ribet dalam pengerjaannya. Mereka memilih membuang bangkai binatang yang diharamkan umat muslim ini di sembarang tempat.

Hal ini bukan hanya mencemari lingkungan. Namun, juga sudah membuat masyarakat di hilir sungai menjadi resah. “Ya, kita pasang spanduk imbauan agar tidak ada lagi warga yang membuang bangkai hewan apapun juga di sembarangan tempat. Baik di aliran sungai maupun di lokasi lainnya. karena yang benar itu, jika ada bangkai hewan maka harusnya ditanam bukan dibuang begitu saja,” ujar dia, Rabu (8/1).

“Jika ada warga maupun masyarakat yang memiliki hewan ternak khususnya babi dan telah mati, dapat menghubungi Dinas Pertanian dan Ketapang Kota Binjai. Nanti dari sana, mereka ada SOP untuk penanganan bangkai hewan agar tidak mencemari lingkungan, terima kasih,” sambung mantan Direktur RSUD Dr RM Djoelham Kota Binjai ini.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketapang Kota Binjai, Agustawan Karnajaya menjelaskan, Standar Operasional Prosedur dalam penanganan bangkai babi yang akan dilakukan jika ada masyarakat yang melapor. “Setelah dilapor, nanti tim akan datang dalam waktu 24 jam untuk mengecek bangkai. Lalu kita tanam. Itu SOP. Jangan lagi buang sembarang. Lapor ke kami untuk dibantu menangani,” pungkasnya. (rud/ted)