27 C
Medan
Monday, February 2, 2026
Home Blog Page 4639

Kualatanjung Dikembangkan Jadi Dua Fungsi

TINJAU: Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau Terminal Peti Kemas Belawan Fase 2, Sabtu (4/1). istimewa
TINJAU: Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau Terminal Peti Kemas Belawan Fase 2, Sabtu (4/1).
istimewa
TINJAU: Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau Terminal Peti Kemas Belawan Fase 2, Sabtu (4/1).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Keberadaan Pelabuhan Kualatanjung di Kabupaten Batubara, Sumut, mendapat perhatian serius dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai, posisi Pelabuhan Kualatanjung itu strategis sekali, di Selat Malaka dan sudah disediakan jalan tol serta jalur kereta api.

Karenanya, sangat disayangkan jika tidak dapat dimaksimalkan keberadaannya. Menhub berharap, pengembangan Pelabuhan Kualatanjung untuk mendukung sebagai pusat alih muatan kapal (transhipment) dan sebagai pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri. “Jadi, jika ada suatu pelabuhan tidak didukung oleh suatu industri, maka dia hanya berfungsi sebagai transhipment.

Sekarang kita akan mengkombinasikan Kualatanjung itu atas dua fungsi. Satu sebagai transhipment dan satu lagi sebagai destinasi dari dan menuju Kualatanjung,” kata Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan kerja ke Terminal Peti Kemas Belawan Fase II di Medan, Sabtu (4/1).

Menurutnya, ada inisiasi bagus dari Pertamina, dimana Pertamina akan membuat storage dan refinery di Kualatanjung. Jika Kualatanjung ada refinery dan storage yang besar pasti diikuti dengan industri ikutan seperti Petrokimia dan sebagainya.

“Ini menjadi suatu inisiatif yang bagus sekali karena memang kita ingin membangun Kualatanjung itu adalah satu titik destinasi industri yang baik, bukan sekedar pelabuhan. Oleh karenanya saya akan segera melaporkan kepada pak Presiden untuk inisiatif ini.

Pemda juga mendukung untuk menyiapkan sesuatunya seperti penyelesaian pembebasan tanah. Saya pikir sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, swasta ini harus dilakukan. Supaya ini ada suatu solusi untuk Kuala Tanjung dan Sumut,” tutur Menhub.

Ketika disinggung kembali mengenai Pelabuhan Belawan yang telah melakukan pelebaran dermaga dengan 2 fase, dimana fase 1 belum juga dioperasikan, Budi mengaku adanya kendala administrasi. Jadi, kalau ada kerja sama pengelolaan harus diketahui Kementrian Keuangan secara velue.

“Prinsipnya, Kementrian Perhubungan sudah setuju dikelola Pelindo 1. Karena masih proses pengurusan di Kementerian Keuangan, kita sudah beri kewenangan kepada Pelindo 1 untuk melakukan shitfiles dan development. Jadi, setelah keluar rekomendasi dari Menteri Keuangan secara teknis dermaga itu sudah bisa difungsikan sebagai pelabuhan,” jawab Budi.

Ia kembali menjelaskan, untuk kereta api barang di Pelabuhan Belawan akan segera dibahas, artinya Pelabuhan Kualatanjung dan Pelabuhan Belawan kereta api akan tetap dioperasikan.

Di tempat yang sama, Wagubsu Musa Rajekshah mengapresiasi kedatangan Menteri Perhubungan untuk reaksi terhadap Pelabuhan Kualatanjung. Artinya, Pemerintah Sumatera Utara mendukung percepatan Pelabuhan Kualatanjung yang dapat menambah pertumbuhan perekonomian Sumatera Utara.

“Kita sangat bersyukur, dengan pengembangan ini akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan perekonomian daerah untuk kesejahteraan masyarakat. Kami akan segara merealisasikan apa yang menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” pungkasnya. (fac)

Bakal Diikuti 2.316 Pelamar CPNS 2019, Februari, Pemko Medan Gelar SKD

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya 2.316 pelamar CPNS 2019 di Pemko Medan bakal mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang akan digelar Februari 2020 mendatang. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Minggu (5/1).

Menurut Muslim, yang mendaftar sebanyak 2.795 pelamar, namun yang dinyatakan lulus administrasi awalnya sebanyak 2.270 pelamar, sedangkan sisanya 525 pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Namun saat masa sanggah, dari 525 pelamar yang TMS itu ada 46 yang dinyatakan memenuhi syarat (MS). Dengan begitu, yang berhak untuk mengikuti SKD ada 2.316 pelamar.

Untuk lokasi ujiannya, kata Muslim, pihaknya sudah menetapkan gedung SMP Negeri 1 Medan di Jalan Bunga Asoka, Kelurahan Asam Kumbang, Medan Selayang, sebagai lokasi pelaksanaan SKD. Alasannya, fasilitas yang ada di SMP Negeri 1 Medan dinilai paling memadai untuk pelaksanaan SKD. “Kita sudah usulkan ke BKN, mereka sudah cek langsung dan sudah menyetujuinya. Begitu juga dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Medan, kita sudah berkoordinasi dan tidak ada masalah,” beber Muslim.

Sedangkan untuk tanggal ujian, belum diputuskan. “Ini sedang kita jadwalkan. Kalau sesuai aturan yang ditetapkan BKN (Badan Kepegawaian Negara), dari hasil rapat Panselnas pada November 2019 lalu, jadwal SKD akan dilaksanakan dalam rentang waktu 27 Januari sampai 28 Pebruari 2020. Kita rencananya akan melakukan SKD itu di Bulan Februari,” ungkap Muslim.

Usai dilaksanakannya SKD, terang Muslim, BKN juga telah menetapkan tanggal 22 hingga 23 Maret 2020 sebagai jadwal pengumuman hasil SKD. “Hasil SKD akan diumumkan tanggal 22 sampai 23 Maret. Dilanjutkan dengan SKB (seleksi kompetensi bidang) dalam rentang waktu antara 25 Maret hingga 10 April.

Nanti hasil SKB akan diumumkan tanggal 27 hingga 30 April. Untuk seleksi pengumuman hasil seleksi keseluruhan dilakukan tanggal 1 Mei, setelah itu jadwal usul penetapan NIP diberi tenggat waktu sampai 15 Juni,” tandasnya. (map)

Jalur Layang KA Pertama di Sumut Diresmikan, Rel Medan-Delitua Pancurbatu Dikaji Lagi

istimewa JALUR LAYANG: Jalur layang kereta api yang masih dalam tahap pembangunan di Stasiun Besar Medan.
JALUR LAYANG: Jalur layang kereta api yang masih dalam tahap pembangunan di Stasiun Besar Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jalur layang kereta api pertama di Sumatera Utara (Sumut), diresmikan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, Sabtu (4/1). Jalur layang sepanjang 10,8 kilometer ini menghubungkan Stasiun Besar Kereta Api Medan dengan Kualanamu Internasional Airport (KNIA) di Kabupaten Deliserdang.

Budi Karya berharap, pengoperasian jalur layang kereta api ini dapat memberikan pelayanan terbaik, kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat secara profesional. “Jangan sampai kita membangun transportasi massa, tetapi tidak maksimal,” kata Budi Karya kepada wartawan usai meresmikan jalur layang kereta api di Stasiun Besar Kota Medan, Sabtu (4/1).

Lanjut Budi mengatakan, Kota Medan sebagai kota megametropolitan harus memiliki transportasi modern. Ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di kota terbesar ketiga di Indonesia ini. “Supaya Medan tidak macet. Jika semua ke bandara menggunakan kereta api, maka kemacetan akan berkurang. Kita harap, jalur layang ini memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam menggunakan kereta api,” sebut Menhub.

Namun sayangnya, sejak dioperasikan jalur layang yang menghabiskan dana APBN sebesar Rp2,86 triliun ini pada 1 Desember 2019 lalu, jumlah penumpang hanya mengalami kenaikan sekitar 10 persen. Jumlah itu, kata Budi, tentunya belum maksimal, meski menunjukan hasil positif. “Belum optimal. Perlu dipikirkan penambahan stasiun dan opsi lainnya, agar penumpang yang naik bisa lebih banyak,” pintanya.

Menhub juga menyampaikan akan menginventarisasi kembali aset kereta api, terkait permintaan pengaktifan kembali jalur kereta api lama yang sudah ada. “Kami juga menginginkan Jalan Layang Kereta Api ibu bisa diteruskan hingga Binjai, kalau bisa pun nanti bapak Presiden yang meresmikan, namun untuk itu akan kita pelajari lebih lanjut, termasuk ide pengaktifkan kembali jalur ke Delitua dan Pancurbatu,” tutup Budi.

Sebelumnya, usulan pengaktifan kembali jalur kereta api Medan-Delitua-Pancurbatu ini disampaikan Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah kepada Menhub dalam Diskusi Panel Pembangunan Jalan Layang Kereta Api Medan-Kualanamu, di Railink Stasiun Kereta Api, Jalan Stasiun Kereta, Medan, Sabtu (4/1). Hadir dalam diskusi itu Menhub Budi Karya Sumadi, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri, dan Plt Walikota Medan Akhyar Nasution, serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Wagubsu yang akrab disapa Ijeck ini menyampaikan beberapa usulan untuk mengatasi persoalan lalu lintas di Kota Medan dan sekitarnya. Selain mengatasi kemacetan, juga untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang transportasi, Wagubsu mengusulkan agar jalur lama kereta api diaktifkan kembali.

“Berhubung ada Pak Menteri di sini, saya ingin sampaikan bahwa di Sumut ada jalur kereta api yang sudah lama ada namun tidak aktif, seperti Medan-Delitua-Pancurbatu, semoga ke depanya bisa difungsikan kembali mengingat di wilayah tersebut tergolong padat penduduk, sehingga akan sangat terbantu bila dibuka kembali,” ujarnya.

Ijeck juga mengapresiasi pengoperasian jalan layang kereta api yang diyakini mampu mendorong percepatan pembangunan di Sumut. “Banyak jalur kereta api yang melewati persimpangan jalan, sehingga menimbulkan kemacetan di jalan, dengan adanya jalan layang kereta api ini kiranya dapat membantu mengatasi itu,” ujar Ijeck.

Ke depan, Wagub juga berharap, agar bisa jalan layang kereta api ini bisa dilanjutkan hingga ke Binjai. Sehingga nantinya akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Medan dan sekitarnya.

Wagub Juga mengharapkan dukungan dalam pembangunan angkutan umum massal di Sumut. “Kita juga punya rencana untuk membangun LRT dan BRT Mebidangro, dalam rangka mendukung kawasan strategis nasional (KSN) Mebidangro, yang juga sebagai salah satu infrastruktur pendukung dalam pelaksanaan PON 2024 di Sumut.

Kemudian juga ada pembangunan jalur kereta api Siantar-Parapat, dalam rangka pengembangan kawasan Danau Toba, dan juga kami mengharapkan reaktivasi pengoperasian kereta api penumpang lintas Medan-Belawan, sebagai angkutan kereta api perintis, dalam rangka mendukung konektivitas antar moda kereta api,” ucapnya.

Sementara, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri mengungkapkan, selain pembangunan jalur layang, dilakukan juga modernisasi Stasiun Medan, Pulau Brayan. Kemudian, pemasangan peralatan pendukung pelayanan di Stasiun Medan, pembangunan jalur ganda sepanjang 22 kilometer. Kemudian, juga pembangunan Stasiun Aras Kabu, Batangkuis, dan Bandar Khalipah.

“Dengan pembangunan elevated track itu telah menghilangkan 9 titik perlintasan sebidang. Waktu tempuh berkurang menjadi 28 menit dari 30 sapai 40 menit sebelumnya, serta jumlah perjalanan kereta bertambah dari 42 menjadi 50 per hari,” jelas Zulfikri.

Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengungkapkan, dengan kehadiran jalur layang memberikan nuasa baru bagi transportasi di Kota Medan dan menekan kemacetan. “Kita mengapresiasi beroperasinya jalur layang kereta api ini. Semoga transportasi massal menjadi pilihan utama masyarakat,” kata Akhyar didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan Iswar Lubis.

Disampaikannya, Stasiun Besar Medan nantinya akan menjadi central hub atau pusat dari angkutan antar moda yang beroperasi di Kota Medan. Dengan begitu, transportasi massal menjadi angkutan utama dan pilihan bagi warga Medan dan sekitarnya. “Nantinya interchange angkutan massal antar moda di Kota Medan, adanya di sini. Sehingga, ini jadi jawaban kebutuhan angkutan massal kita,” tandas Akhyar.

Menyikapi usulan Wagubsu agar jalur kereta api Medan-Delitua dan Medan-Pancurbatu diaktifkan kembali, Anggota Komisi IV DPRD Medan, M Rizki Nugraha mendukung usulan itu. Namun, ia menyadari bahwa pengaktifan kembali jalur kereta tersebut bukanlah salah satu fokus pembangunan transportasi massal di 2020.

“Ya kita setuju-setuju saja, apabila ada angkutan massal dengan berbagai pilihan, termasuk kereta api. Tapi saya pikir saat ini fokusnya belum ke situ. Saat ini kita sedang mendorong pemerintah pusat agar fokus untuk segera membangun Terminal Amplas dan Pinangbaris menjadi terminal yang berkelas sesuai yang telah dijanjikan,” ucap Rizki kepada Sumut Pos, Minggu (5/1).

Selain itu, kata Rizki, ada beberapa program Pemko Medan lainnya yang saat ini sedang diperjuangkan untuk bisa terealisasi di tahun 2020. Salah satunya adalah dengan penerapan sistem transportasi buy the service yang disebut-sebut akan menjadi sistem transportasi yang dapat menekan angka penggunaan alat transportasi pribadi, khususnya kendaraan roda 4.

“Kalau terminal selesai dibangun, masyarakat pun mau masuk lagi ke dalam terminal dan pool bus liar bisa ditertibkan, ini saja akan memberikan pengaruh besar. Belum lagi kalau sistem buy the service tadi berhasil menekan angka penggunaan mobil pribadi, ini tentu akan sangat berdampak dalam menekan angka kemacetan di Kota Medan,” katanya.

Untuk itu, sebut Rizki, pihaknya akan berokus terlebih dahulu kepada hal-hal yang saat ini telah disepakati dengan pemerintah pusat yang dalam hal ini adalah Menteri Perhubungan. “Kita dorong pemerintah untuk fokus kepada dua hal ini dulu, supaya nanti programnya cepat terealisasi. Nanti bila sudah terlaksana, mungkin kita bisa fokus dengan rencana-rencana lainnya,” sebut Rizki.

Senada dengan Rizki, anggota Komisi IV lainnya, Dedy Aksyari Nasution juga mengatakan, pihaknya saat ini sedang fokus mendorong pemerintah pusat agar segera membangun Terminal Amplas dan Pinangbaris supaya dapay berfungsi kembali sebagaimana mestinya.

“Sudah berapa tahun kondisi terminal Amplas dan Pinangbaris itu begitu-begitu saja? Jadi kalau ada rencana untuk segera membangun, tentu itu yang harus jadi prioritas. Pool-pool bus liar itu juga harus segera ditertibkan kalau terminal sudah selesai,” terang Dedy.

Namun lanjut Dedy, bukan pihaknya tidak setuju dengan adanya wacana pengaktifan kembali jalur kereta api Medan-Delitua dan Medan-Pancurbatu. Akan tetapi, pengaktifan itu butuh pengkajian yang lebih jauh. (gus/prn)

2 Korban Hanyut Banjir Bandang di Labura Dinyatakan Hilang

HENTIKAN: Tim Gabungan memperbaiki perahu karet yang digunakan untuk mencari para korban banjir bandang di Labura. Pencarian dua korban hanyut akhirnya dihentikan.

Tim Gabungan Hentikan Pencarian

HENTIKAN: Tim Gabungan memperbaiki perahu karet yang digunakan untuk mencari para korban banjir bandang di Labura. Pencarian dua korban hanyut akhirnya dihentikan.
HENTIKAN: Tim Gabungan memperbaiki perahu karet yang digunakan untuk mencari para korban banjir bandang di Labura. Pencarian dua korban hanyut akhirnya dihentikan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan masyarakat, sepakat untuk tidak memperpanjang masa pencarian korban hanyut banjir bandang di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Dengan begitu, dua korban yang belum ditemukan dinyatakan hilang.

“Ya (tidak diperpanjang). Kita nyatakan hilang,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis menjawab Sumut Pos, Minggu (5/1).

Seperti diketahui, banjir bandang yang terjadi di Labura pada Minggu (29/12) lalu, menyebabkan satu keluarga hanyut. Bandang terjadi di Dusunn

Siria-ria A dan B, Desa Pematang dan Desa Hatapang, Kecamatan NA IX-IX. Selama sepekan sejak bencana, tim gabungan telah mencari tiga korban hilang dalam musibah tersebut.

Pencairan dilakukan dengan menyusuri sungai-sungai dan hutan di wilayah itu. Adapun satu keluarga yang dinyatakan hilang terdiri dari Ahmad Albar Sipahutar (kepala keluarga), Cahaya Nasution (istri), Reni Yana Sipahutar (anak), Irul Sipahutar (anak) dan Reja Sipahutar (anak). Sementara ketiga korban yang telah ditemukan adalah Cahaya Nasution (27), dan dua anaknya Reniana Sipahutar (8), serta Irul Sipahutar (5). Ketiganya ditemukan pada tiga lokasi berbeda dalam keadaan meninggal dunia.

Selain itu, sebanyak 36 rumah warga hanyut disapu banjir, 2 unit jembatan besar dan 4 titi di dusun rusak berat; sawah 15 hektare tertimbun lumpur, batu dan batang kayu; 4 titik daerah irigasi rusak. “Seluruh kerusakan, baik infrastruktur dan lahan pertanian sudah kami data. Pemprov tetap akan memberi perhatian terhadap korban bandang, bekerjasama dengan Pemkab Labura terutama bagaimana memulihkan kembali semangat masyarakat dan perekonomian mereka,” imbuh Riadil.

Menurutnya, sesuai surat keputusan Bupati Labura atas penanganan bandang dan status darurat bencana di Labura, terhitung sampai 5 Januari ini. Karena itu tim dan jajaran terkait sekarang ini fokus bagaimana membuka akses jalan dan membersihkan seluruh material pascabencana.

“Yang terpenting adalah bagaimana perekonomian masyarakat bisa kembali bangkit setelah diterpa bencana. Pemerintah provinsi sesuai instruksi bapak gubernur, tentu akan selalu hadir membantu masyarakat korban banjir Labura. Kami bersama pemkab setempat akan bahu membahu memulihkan rasa trauma serta memulihkan perekonomian masyarakat. Terutama bagi masyarakat yang lahan pertaniannya rusak akibat bandang itu,” ungkapnya.

Gubsu Edy Rahmayadi sebelumnya menyampaikan, kondisi krisis akibat bandang di Labura sudah terlewati. Sekarang saatnya kembali menata kondisi mental dan perekonomian rakyat di Labura. Sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan secara normal dan taraf kehidupannya menjadi lebih baik lagi.

Disinggung soal indikasi penebangan hutan liar sehingga menyebabkan bandang Labura, Gubsu menyebut sudah menginstruksikan jajaran terkait untuk mencari informasi secara valid. Jika benar kondisinya seperti itu, ia tidak akan segan-segan membawanya ke ranah pidana. (prn)

7 Pejabat Eselon 2 Humbahas Dilantik Malam Hari

Ilustrasi
Ilustrasi

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor melantik 7 pejabat eselon II pada malam hari, tepatnya pukul 19.05 WIB, Senin (30/12). Anehnya, panitia seleksi (pansel) tidak mengumumkan 3 nama calon yang lulus seleksi.

Kepala Dinas Kominfo, Hotman Hutasoit mengungkapkan, mereka yang dilantik adalah Sabar Purba sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahaan, Hukum dan Politik yang sebelumnya menjabat Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah.

Kemudian, Jonny Gultom sebagai Kepala Dinas Pendidikan yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja, Edy Hasiolan Sinaga sebagai Kepala Satuan Pol PP yang sebelumnya staf di bagian staf ahli.

Selanjutnya, Christina Clara Eveline sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Hasudungan Silaban sebagai Kepala Dinas Kesehatan dan Lampos Purba sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

“Mereka yang dilantik ini telah sesuai hasil seleksi,” kata Hotman saat dihubungi, Minggu (5/1).

Hotman menjelaskan, pengisian jabatan tersebut telah sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada.

“Jadi ini telah melalui ujian kompetensi dan mendapat rekomendasi KASN,” jelasnya.

Ketika disinggung perihal pelantikan dilakukan pada malam hari, Hotman mengaku karena adanya kesibukan bupati.

“Oh, itu karena kesibukan bupati dalam satu hari itu juga, pelantikan BPD dan sosialisasi makan babi,” katanya.

Menurutnya, pelantikan pada malam hari tidak menjadi soal, selain karena kesibukan bupati, dan hal yang sudah lumrah. “Kalau pertama kali saya tidak tahu, tapi kan sejuk kalau dilakukan pada malam hari,” katanya.

Selain, keenam pejabat tersebut, Bupati Dosmar juga melantik Kepala Dinas Catatan Sipil, yakni Jara Trisepto Lumbantoruan yang sebelumnya sebagai Camat Lintong Nihuta.

Terkait itu, Hotman mengaku bahwa pelantikan pejabat yang satu itu sudah sesuai prosedur dikarenakan telah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri.

“Kalau ini sudah dapat rekomendasi dari kementerian, sehingga bupati bisa melakukan pelantikan,” tukas Hotman.

Sebanyak 7 pejabat eselon 2 ini dilantik saat dimalam hari. Namun dalam pelantikan itu, panitia seleksi belum pernah sama sekali mengumumkan 3 nama calon yang lulus seleksi.

Ketika disinggung, Hotman tidak menyangkal. “ Benar, sampai sekarang belum ada, baik di website kita,” katanya.

Namun, Hotman tidak dapat menjelaskan, alasan tidak mengumumkan ketiga nama calon tersebut. “Kalau soal itu ditanya ke BKD, karena mereka teknisnya,” imbuhnya. (mag-12/han)

Menpora RI Kunjungi Tapanuli Utara, Bupati: Taput Butuh Sport Center

TINJAU:Bupati Taput, Nikson Nababan mendampingi Menpora RI, DR H. Zainudin Amali MSi meninjau beberapa sarana olahraga di Taput. Dedy Effendi Gemayel Simbolon/sumut pos
TINJAU:Bupati Taput, Nikson Nababan mendampingi Menpora RI, DR H. Zainudin Amali MSi meninjau beberapa sarana olahraga di Taput.
Dedy Effendi Gemayel Simbolon/sumut pos
TINJAU:Bupati Taput, Nikson Nababan mendampingi Menpora RI, DR H. Zainudin Amali MSi meninjau beberapa sarana olahraga di Taput. Dedy Effendi Gemayel Simbolon/sumut pos

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Menteri Pemuda dan Olahraga, DR H. Zainudin Amali MSi didampingi Bupati Tapanuli Utara, Drs Nikson Nababan, MSi meninjau beberapa tsarina olahraga di Tapanuli Utara, mulai dari Lapangan Mini Siborongborong, Lapangan Pacuan Kuda Siborongborong dan Lapangan Serbaguna Tarutung, Jumat (3/1).

Pada kesempatan ini, Bupati Tapanuli Utara didampingi Sekda Indra Simaremare menyampaikan kepada Menpora, bahwa Tapanuli Utara sangat membutuhkan Sport Center dan berbagai sarana olahraga dalam rangka melahirkan atlit-atlit berbakat dari Tapanuli Utara.

Usai peninjauan beberapa lokasi tersebut, rombongan Menpora dan anggota DPR RI, Lamot Sinaga disambut ramah tamah, yang juga dihadiri Dandim 0210/TU Agus Roby Widodo dan Kapolres Taput, AKBP Hora M Silaen di rumah dinas Bupati, Jalan Ahmad Yani, Tarutung.

“Saya berharap kunjungan Bapak Menteri ini akan memberikan sebuah titik terang bagi pembangunan wisata olahraga di Tapanuli Utara. Kami sampaikan juga bahwa dengan keterbatasan APBD Tapanuli Utara masih fokus pada infrastruktur jalan sebagai interkoneksi antar daerah termasuk pendidikan dan kesehatan. Animo masyarakat yang sangat tinggi terhadap beberapa cabang olahraga, sangat membutuhkan dukungan dana dari APBN,” ucap Bupati.

“Untuk mendukung wisata olahraga di Tapanuli Utara, kami sangat membutuhkan pembangunan GOR (Gedung Olah Raga), arena pacuan kuda dan motorcross serta lapangan sepakbola dengan standard yang memadai di Tarutung dan Siborong-borong. Kami juga sudah membuat dan menyampaikan agenda pariwisata di Tapanuli Utara ke Kementerian Pariwisata, di antaranya berupa wisata olahraga tersebut ditambah dengan Gantole-paralayang serta lomba marathon,” tambah Bupati.

“Terimakasih atas perhatian Bapak Menteri, semoga pada era Bapak sekarang mimpi-mimpi kami dapat terwujud. Dan terima kasih juga pada Bapak Lamhot Sinaga Anggota DPR RI yang turut menyuarakan permohonan kita,” akhir sambutan Bupati.

Menpora mengatakan, sangat mendukung rencana Pemkab Taput dalam pembinaan atlit olahraga sekaligus untuk pengembangan wisata olahraga, dan akan mengupayakan agar dibantu dari dana pusat.

“Kami bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sepakat untuk pengembangan ‘sport tourism’, berarti semangat kita dengan Pak Bupati tidak jauh-jauh. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat terealisasi. Selain untuk peningkatan prestasi olahraga, Kemenpora juga berupaya dalam penguatan ideologi dan budaya bangsa, agar para generasi muda kita tidak mudah disusupi paham radikal,” ucap Menpora RI, DR. H. Zainudin Amali M.Si. (mag-12/han)

Nelayan Hanyut Terseret Arus Sungai Kualuh

Ilustrasi
Ilustrasi

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Seorang nelayan warga Dusun 4 Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara hanyut terseret arus air Sungai Kualuh di Lubuk Badak Desa setempat, Sabtu (4/1) sekira pukul 21.00 WIB.

Maut yang menimpa Aris Tampubolon, berawal saat dirinya menjala ikan di sungai tersebut. Namun naas, arus air sungai mendadak membesar dan menenggelamkan korban.

“Mereka menjala di pertemuan arus sungai Kualuh dan dua anak sungai,” kata anggota keluarga korban, Asmar Tanjung, Minggu (5/1) saat dihubungi via seluler.

Sebelumnya terseret arus sungai, korban bersama temannya Idin Hasibuan, naik ke hulu sungai sejauh 7 kilometer.

Ketika itu, kondisi air sungai sedang surut. Sehingga keduanya, turun ke sungai untuk menebar jala. Namun saat sedang asik menangkap ikan, pada petang hari di hulu tampak petir dan sedang hujan.

Tiba-tiba saja air naik. Teman korban Idin Hasibuan, berinisiatif naik ke darat, sembari mengajak korban ikut bergegas naik.

“Teman korban naik begitu melihat ada tanda-tanda air sungai mulai naik. Dan terdengar juga deru air datang dari hulu,” papar Asmar.

Namun korban tetap asik menjala ikan, hingga terseret air pasang. Mendapat informasi korban hanyut, sejumlah pihak langsung melakukan pencarian hingga Minggu (5/1) pagi.

Sekira jam 11.30 WIB, masyarakat yang melakukan pecarian menemukan jasad korban dalam kondisi terapung sekira 3 kilometer dari lokasi pertama kali korban hanyut.

Setelah dievakuasi, jasad korban dibawa ke rumah duka. Dan selanjutnya dikebumikan di perkuburan muslim terdekat.

Kepala Polisi Sektor Kualuh Hulu, AKP Sahrial membenarkan peristiwa apa yang dialami korban. “Korban ditemukan dengan kondisi sudah tewas,” papar Sahrial. (fdh/han)

Judika Sihotang Meriahkan Old And New 2020 Taput

DIABADIKAN: Bupati Taput, Nikson Nababan diabadikan bersama Judika pada puncak Old and New 2020 Taput, Kamis (2/1). Dedy Effendi Gemayel Simbolon
DIABADIKAN: Bupati Taput, Nikson Nababan diabadikan bersama Judika pada puncak Old and New 2020 Taput, Kamis (2/1).
Dedy Effendi Gemayel Simbolon
DIABADIKAN: Bupati Taput, Nikson Nababan diabadikan bersama Judika pada puncak Old and New 2020 Taput, Kamis (2/1). Dedy Effendi Gemayel Simbolon

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Puncak agenda akhir tahun Pemkab Tapanuli Utara, Old and New 2020 yang digelar Lapangan Mini Serbaguna Kompleks Stadion-Tarutung, Kamis (2/1), dimeriahkan oleh artis papan atas Judika Sihotang.

Bupati Tapanuli Utara, Drs Nikson Nababan, MSi bersama Kapolres Taput Horas M. Silaen, Dandim 0210/TU Agus Rony Widodo, Ketua DPRD Poltak Pakpahan dan Sekda, Indra Simaremare menyaksikan malam hiburan Old and New menyambut Tahun Baru 2020 tersebut.

Pengunjung Old and New 2020 Taput itupun dihibur Judika Sihotang dengan beberapa tembang hitsnya, diawali dengan lagu Bukan Rayuan Gombal.

“Semoga kita semua semakin sukses di tahun baru 2020 ini, mari jauhkan hoax dan kebencian dan mari saling mendukung agar tercipta Tapanuli Utara yang adem,” ucap Bupati pada sambutannya yang didampingi Istri, Satika Simamora.

Mengawali tahun yang baru ini, Bupati Taput mengajak seluruh masyarakat untuk saling memaafkan, sehingga akan memperoleh berlimpah berkat di bumi Tapanuli Utara.

“Selamat Tahun Baru 2020, semoga pada kegiatan-kegiatan selanjutnya kita akan mendatangkan artis lainnya. mohon doanya agar Tuhan mrmberikan hikmatnya kepada kami serta makin bijaksana dalam memimpin Taput. Kita harus bersama-sama untuk membangun Tapanuli Utara agar semakin hebat, bangsa kita Indonesia juga makin hebat,” akhir sambutan Bupati yang dilanjutkan dengan duet bersama Judika.

Judika Sihotang memuji jaket kreasi/kombinasi Tenun Ulos yang dikenakannya, serta mengajak seluruh masyarakat agar mencintai dan turut melestarikan tenun. Pada acara yang dirangkai dengan December Fair 2019 ini, dihibur oleh artis asal Tarutung Clara Panggabean serta Taput Band dan artis-artis lokal lainnya.(mag-12/han)

Bupati Langkat Bantu Pesta Tahunan Desa Parid Rindu

ELYAS/SUMUT POS foto bersama: Kades Pelawi Selatan, Muhammad Rizal dan istri foto bersama Bupati Langkat, Terbit Rencana PA dan istri usai pelantikan.
Bupati Langkat, Terbit Rencana PA dan istri.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat, Terbit Rencana PA hadiri pesta kerja tahunan Desa Parid Rindu Kecamatan Kwala di Balai Desa setempat, Kamis(2/1).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Langkat memberikan bantuan sebesar Rp41 juta, yang diterima langsung Ketua Panitia, Aprianta Beru Sembiring,

Terbit Rencana PA dalam sambutannya berharap, Kabupaten Langkat tetap menjadi masyarakat yang berbudaya. Sebagai upaya untuk memperkenalkan dan menjaga adat budaya asli masyarakat kepada generasi muda.

Bupati Langkat meyakini, dengan mengenal budaya, akan menjadikan manusia memiliki budi pekerti yang luhur.

Terbit Rencana PA juga berharap, kegiatan ini bertujuan menguatkan rasa kebersamaan dan persatuan, serta menjadikan masyarakat yang saling membutuhkan dan menghargai dalam kehidupan beragam suku, budaya dan agama.

“Semangat persatuanlah yang mengantarkan kita pada gerbang kemajuan, pemerintah tanpa dukungan masyarakat, tidak akan mampu berbuat banyak,”kata Terbit Rencana PA.

Karena itu, Bupati Langkat mengajak agar bahu membahu memberikan yang terbaik untuk kemajuan bersama.

“Mari kita saling membantu, peduli serta senantiasa menghidupkan semangat gotong royong dalam mengatasi persoalan dengan mendahulukan musyawarah mufakat. Hanya dengan kebersamaan itulah segala persoalan dapat diselesaikan secara baik,”tandasnya.

Terbit Rencana juga meminta agar menjadikan acara adat ini untuk menguatkan semangat bersatu membangun desa tempat tinggal, sekaligus untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

“Tanamkanlah, persatuan untuk menjaga nama baik daerah, dengan menjauhi berbagai prilaku negatif terutama narkoba, asusila dan kriminal lainnya. dikarekan semua itu, dapat merendahkan harkat martabat kita sebagai manusia,”pungkasnya.

Camat Kuala Imanta PA didampingi Kepala Desa dan Lurah se Kuala, tak lupa mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan Bupati Langkat dan bantuan pihak lainnya. Pihaknya meyakini, kehadiran Bupati bersama rombongan pejabat Pemkab Langkat, dapat memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakatnya untuk terus berkaya membanguan daerah.

Sementara itu ketua panitia, mengatakan kegiatan ini selain sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan, juga sebagai momen masyarakatnya untuk lebih menguatkan tali silahturahmi, sekaligus menjaga dan melestarikan adat budaya leluhur. (yas/han)

DPD IPK Binjai Fogging Rumah Warga

FOGGING: Ketua DPD IPK Kota Binjai, Supris (menggunakan masker) memantau turun pelaksanaan fogging di Binjai Kota.
FOGGING: Ketua DPD IPK Kota Binjai, Supris (menggunakan masker) memantau turun pelaksanaan fogging di Binjai Kota.
FOGGING: Ketua DPD IPK Kota Binjai, Supris (menggunakan masker) memantau turun pelaksanaan fogging di Binjai Kota.
FOGGING: Ketua DPD IPK Kota Binjai, Supris (menggunakan masker) memantau turun pelaksanaan fogging di Binjai Kota.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pemuda Karya Binjai melakukan fogging ke rumah-rumah masyarakat di kawasan Binjai Kota dan Binjai Timur, akhir pecan lalu.

Fogging dilakukan untuk mencegah berkembang biak nyamuk jenis Aedes Aegypti yang dapat menyebarkan penyakit demam berdarah dengue.

Dijelaskan Ketua DPD IPKA Binjai, Supris, pihaknya melakukan sekitar 300 kepala keluarga yang rumahnya difogging.

“Ini kami lakukan setelah mendapat keluhan dari masyarakat beberapa waktu lalu. Bahwa warga dan tetangga ada yang terjangkit DBD,” kata dia usai melakukan Fogging.

Bahkan, langkah ini diambil sebagai bentuk melanjutkan program Pemerintah Kota Binjai. Dia menambahkan, DPD IPK Kota Binjai sudah memiliki sejumlah program mendukung pemerintah setempat pada tahun ini.

“Kepada siapa saja, khususnya warga Binjai yang memerlukan darah, kami seluruh DPD IPK Binjai, siap mendonorkan darah kami bagi warga yang membutuhkan. Gratis kami berikan,” beber Supris menjelaskan salah satu program dimaksud.

“OKP bukan identik dengan premanisme. Namun, bagaimana caranya kita bisa berguna bagi masyarakat,” seru dia.

Sementara, salah seorang warga, Ismail (33) mengucapkan terima kasih kepada DPD IPK Binjai yang telah melakukan Fogging di halaman rumahnya.

Warga mengamini, ada salah seorang tetangganya terkena DBD yang sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Kota Binjai.

“Terima kasih kepada DPD IPK Kota Binjai yang telah melakukan Fogging di lingkungan kami, cepat dan tanggap. Semoga hal ini akan terus berlanjut,” ucap Ismail, sembari mengatakan jika di sekitar lingkungannya, setidaknya ada 5 orang yang sudah terkena DBD.

Fogging atau pengasapan merupakan salah satu cara efektif membunuh nyamuk pembawa virus Dengue yang mengakibatkan penyakit Demam Berdarah. (ted/han)